Artikelilmiahs

Menampilkan 41.321-41.340 dari 48.873 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4132143435E1A020059URGENSI PERTIMBANGAN HUKUM HAKIM TERHADAP EKSEPSI DALAM GUGATAN SEDERHANA (SMALL CLAIM COURT)
(Studi Putusan Nomor 19/Pdt.G.S/2023/PN.JKT.SEL)
Gugatan sederhana merupakan suatu prosedur penyelesaian perkara yang mengimplikasikan asas peradilan sederhana, cepat, dan biaya ringan karena adanya penumpukan berkas perkara perdata di peradilan. Perkara yang dapat diselesaikan melalui gugatan sederhana adalah perkara dengan nilai gugatan materiil paling banyak sebesar Rp. 500.000.000 sesuai Perma Nomor 4 Tahun 2019. Dalam penyelesaian gugatan sederhana terdapat perbedaan dengan gugatan biasa, yaitu mengenai pengajuan jawaban Tergugat, yang mana pada pemeriksaan gugatan sederhana jawaban Tergugat dalam bentuk eksepsi tidak dapat diajukan sebagaimana diatur dalam Pasal 17 Perma Nomor 2 Tahun 2015 jo. Perma Nomor 4 Tahun 2019. Dalam gugatan sederhana, Penggugat dapat mengajukan permohonan sita jaminan sebagaimana diatur dalam Pasal 17 A Perma Nomor 4 Tahun 2019, namun pengajuan permohonan sita jaminan tersebut harus didasarkan alasan yang jelas dan objektif. Sejalan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pertimbangan hukum hakim terhadap eksepsi dalam gugatan sederhana dan mengetahui bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam menolak permohonan sita jaminan pada Putusan Nomor 19/Pdt.G.S/2023/PN.JKT.SEL. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif, sumber datanya adalah data sekunder dengan metode pengumpulan data studi kepustakaan, penyajian data dilakukan dengan teks naratif, yang dianalisis dengan metode kualitatif.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pertimbangan hukum hakim terhadap eksepsi Tergugat dalam gugatan sederhana pada Putusan Nomor 19/Pdt.G.S/2023/PN.JKT.SEL tidak sesuai dengan Pasal 17 Perma Nomor 2 Tahun 2015 jo.Perma Nomor 4 Tahun 2019, karena eksepsi dilarang diajukan sehingga tidak perlu dipertimbangkan oleh hakim. Kemudian, Pertimbangan hukum hakim dalam menolak permohonan sita jaminan pada Putusan Nomor 19/Pdt.G.S/2023/PN.JKT.SEL adalah Penggugat mengajukan permohonan sita jaminan dalam gugatannya, namun petitumnya ditolak oleh hakim. Alasan hakim menolak petitum tersebut tidak disebutkan dengan jelas.
Small Claim Court is a case resolution procedure that implies the principles of simple, fast and low-cost justice due to the accumulation of civil case files in the judiciary. Cases that can be resolved through a Small Claim Court are cases with a material lawsuit value of a maximum of Rp. 500,000,000 in accordance with Perma Number 4 of 2019. In settling a Small Claim Court there is a difference with an ordinary lawsuit, namely regarding the submission of the Defendant's answer, where in the examination of a Small Claim Court the Defendant's answer in the form of an exception cannot be submitted as regulated in Article 17 of Perma Number 2 of 2015 jo. Perma Number 4 of 2019. In a Small Claim Court, the Plaintiff can submit a The Application for Conservatoir Beslag as regulated in Article 17 A of Perma Number 4 of 2019, however The Application for Conservatoir Beslag must be based on clear and objective reasons. In line with this, this research aims to find out how the judge's legal considerations are regarding exceptions in Small Claim Court lawsuits and to find out how the judge's legal considerations are in rejecting The Application for Conservatoir Beslag in Decision Number 19/Pdt.G.S/2023/PN.JKT.SEL. This research is normative juridical research with prescriptive research specifications, the data source is secondary data using library study data collection methods, data presentation is carried out using narrative text, which is analyzed using qualitative methods.
The results of this research can be concluded that the judge's legal considerations regarding the Defendant's exception in a Small Claim Court in Decision Number 19/Pdt.G.S/2023/PN.JKT.SEL are not in accordance with Article 17 of Perma Number 2 of 2015 in conjunction with Perma Number 4 of 2019, because Exceptions are prohibited from being raised so they do not need to be considered by judge. Then, the judge's legal consideration in rejecting The Application for Conservatoir Beslag in Decision Number 19/Pdt.G.S/2023/PN.JKT.SEL was that the Plaintiff submitted The Application for Conservatoir Beslag in his lawsuit, but the petitum was rejected by the judge. The judge's reasons for rejecting the petitum were not clearly stated.
4132243434F1B020088Kinerja Pelayanan PT TASPEN (Persero) Kantor Cabang Purwokerto Dalam Klaim Jaminan Kematian (Uang Duka Wafat) bagi Pegawai Aparatur Sipil NegaraPT TASPEN (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jaminan sosial yang diperuntukkan kepada Aparatur Sipil Negara/Pejabat Negara senantiasa berkomitmen untuk meningkatkan layanan dan kinerja terbaik kepada seluruh peserta pensiun maupun peserta aktif di seluruh Indonesia dengan berpedoman pada visi dan nilai-nilai yang dimiliki oleh perusahaan. Dalam upaya meningkatkan layanan PT TASPEN (Persero) dianggap telah berhasil meningkatkan kontribusi kepada negara dan memberikan layanan inovatif seiring dengan perkembangan teknologi. Dalam memberikan pelayanan public secara digital PT TASPEN telah berhasil merilis aplikasi berupa website yaitu https://www.taspen.co.id/ dan TASPEN One Hour Online Service yang di dalamnya memberikan informasi terkait layanan yang dapat diakses oleh pengguna layanan.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan e-government dengan memanfaatan website belum dilaksanakan secara optimal karena masih ditemukan faktor penghambat dan kendala yang dihadapi oleh para karyawan PT TASPEN Kantor Cabang Purwokerto dalam mewujudkan implementasi e-government yang ideal/baik. Salah satunya yaitu ketidaklancaran proses pengajuan klaim Uang Duka Wafat yang diperuntukkan kepada pensiunan Pegawai Aparatur Sipil Negara dan Pejabat Negara. Faktor penghambat proses pengajuan klaim Uang Duka Wafat yang diberikan kepada keluarga atau ahli waris peserta pensiun Aparatur Sipil Negara/Pejabat Negara akan berdampak pada tuntutan dari nasabah PT TASPEN (Persero) Kantor Cabang Purwokerto. Oleh karena itu tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana kinerja pelayanan PT TASPEN (Persero) Kantor Cabang Purwokerto dalam memberikan layanan tekait dengan pengajuan klaim Uang Duka Wafat.
Penelitian ini menggunakan teori milik Agus Dwiyanto (2006: 50) yang mengungkapkan bahwa terdapat 5 (lima) indikator pengukuran kinerja, antara lain produktivitas, kualitas layanan, responsibilitas, responsivitas, dan akuntabilitas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif. Teknik pemilihan informan dengan cara purposive sampling, yang terdiri dari karyawan PT TASPEN (Persero) Kantor Cabang Purwokerto dan penerima layanan Uang Duka Wafat. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja pelayanan PT TASPEN (Persero) Kantor Cabang Purwokerto belum sepenuhnya berjalan dengan efektif dan efisien sesuai dengan apa yang diharapkan oleh penerima layanan. Hal ini dibuktikan dengan hasil wawancara dan observasi yang menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa penerima layanan Uang Duka Wafat yang menyampaikan keluhan dan pengaduan kepada customer service PT TASPEN (Persero) Kantor Cabang Purwokerto. Oleh karena itu, PT TASPEN (Persero) Kantor Cabang Purwokerto perlu untuk meningkatkan layanan yang diberikan kepada pengguna layanan.
PT TASPEN (Persero) as a State-Owned Enterprise engaged in social security intended for State Civil Servants / State Officials is always committed to improving the best service and performance to all pension participants and active participants throughout Indonesia based on the vision and values owned by the company. In an effort to improve services, PT TASPEN (Persero) is considered to have succeeded in increasing contributions to the state and providing innovative services in line with technological developments. In providing digital public services, PT TASPEN has successfully released an application in the form of a website, namely https://www.taspen.co.id/ and TASPEN One Hour Online Service, which provides information related to services that can be accessed by service users.
This research is motivated by the implementation of e-government by utilizing the website has not been implemented optimally because there are still inhibiting factors and obstacles faced by employees of PT TASPEN Purwokerto Branch Office in realizing ideal / good e-government implementation. One of them is the unsmoothness of the process of submitting claims for Funeral Money intended for retired State Civil Apparatus Employees and State Officials. Factors inhibiting the process of submitting claims for Death Benefit given to families or heirs of pension participants of the State Civil Apparatus / State Officials will have an impact on the demands of PT TASPEN (Persero) Purwokerto Branch Office customers. Therefore, the purpose of this research is to find out how the service performance of PT TASPEN (Persero) Purwokerto Branch Office in providing services related to filing a Death Benefit claim.
This research uses Agus Dwiyanto's theory (2006: 50) which reveals that there are 5 (five) performance measurement indicators, including productivity, service quality, responsibility, responsiveness, and accountability. The research method used in this research is descriptive qualitative method. The technique of selecting informants by purposive sampling, which consists of employees of PT TASPEN (Persero) Purwokerto Branch Office and recipients of Death Benefit services. This study uses data collection techniques by means of interviews, observation, and documentation.
The results of this study indicate that the service performance of PT TASPEN (Persero) Purwokerto Branch Office has not fully run effectively and efficiently in accordance with what is expected by service recipients. This is evidenced by the results of interviews and observations which show that there are still some recipients of Death Benefit services who submit complaints and complaints to the customer service of PT TASPEN (Persero) Purwokerto Branch Office. Therefore, PT TASPEN (Persero) Purwokerto Branch Office needs to improve the services provided to service users.
4132343436A1D019085Aplikasi Biochar diperkaya Silika dan Arang Aktif Tandan Kosong Kelapa Sawit dalam Upaya Peningkatan Sifat Fisik dan Kimia InceptisolInceptisol merupakan tanah yang tersebar luas dengan total 37% dari luas daratan di Indonesia. Di Pulau Jawa, Inceptisol memiliki intensitas pengelolaan intensif salah satunya di Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat yang memiliki potensi kerusakan tanah yang tinggi karena adanya penurunan kemampuan tanah dalam menahan air. Biochar diperkaya silika dan arang aktif Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) merupakan jenis pembenah tanah organik yang dapat meningkatkan beberapa sifat fisik dan kimia Inceptisol. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel tanah kemudian diinkubasi sesuai perlakuan selama 14 hari. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian yaitu metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial sebanyak 12 taraf yang terdiri dari biochar sekam padi diperkaya silika sebanyak 3L/ha dan arang aktif TKKS dengan masing-masing pada rentang 0-6,25 ton/ha. Hasil pengukuran setiap parameter dianalisis statistik, dan hasilnya didapat perlakuan berpengaruh nyata. Dosis optimum untuk Inceptisol di Kertasari menggunakan biochar diperkaya silika dalam meningkatkan kapasitas memegang air, C-organik, dan kapasitas tukar kation berturut-turut sebesar 4,92 ton/ha, 5,73 ton/ha, dan 2,51 ton/ha, sedangkan pada arang aktif TKKS secara berturut-turut sebesar 1,7 ton/ha, 0,125 ton/ha, dan 1,5 ton/ha. Inceptisol is a widespread soil with a total of 37% of the land area in Indonesia. On the island of Java, Inceptisol has an intensive management intensity, one of which is in Kertasari District, Bandung Regency, West Java, which has a high potential for soil damage due to a decrease in the soil's ability to hold water. Biochar enriched with silica and activated charcoal Oil Palm Empty Fruit Bunch (OPEFB) is a type of organic soil amendment that can improve Inceptisol's physical and chemical properties. The research was carried out by taking soil samples and then incubating them according to the treatment for 14 days. The experimental design used in the study was a non-factorial, Completely Randomized Design (CRD) method with 12 levels consisting of 3L/ha of silica-enriched rice husk biochar and OPEFB's activated charcoal, with each in the range of 0-6.25 tons/ha. The results of measuring each parameter were analyzed statistically, showing that the treatment had a natural effect. The optimum dose for Inceptisol in Kertasari uses silica-enriched biochar to increase water holding capacity, organic C, and cation exchange capacity, respectively, at 4.92 tons/ha, 5.73 tons/ha, and 2.51 tons/ha. Otherwhile, OPEFB's activated charcoal was 1.7 tonnes/ha, 0.125 tonnes/ha, and 1.5 tonnes/ha, respectively.
4132445118E1A020167TINJAUAN YURIDIS PERLINDUNGAN LINGKUNGAN LAUT DARI PENCEMARAN AKIBAT PEMBUANGAN LIMBAH NUKLIR BERDASARKAN HUKUM INTERNASIONAL
(Studi Kasus Fukushima, Jepang 2023)
Laut seringkali dijadikan tempat pembuangan limbah nuklir yang berupa zat dan bahan bekas serta alat-alat yang terkena radioaktif dalam kegiatan nuklir yang dilakukan di daratan. Belum adanya peraturan yang secara spesifik mengatur pembuangan limbah nuklir dari darat ke laut membuat adanya ketidakpastian hukum dalam perlindungan dan pencegahan pencemaran lingkungan laut yang diatur oleh hukum internasional. Ketidakpastian hukum tersebut terjadi pada kasus pembuangan limbah nuklir yang dilakukan oleh TEPCO dan Jepang di PLTN Fukushima pada tahun 2023.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan penggunaan pembuangan limbah nuklir dari darat ke laut menurut hukum internasional dan menganalisis penerapan hukum internasional dalam hal perlindungan dan pencegahan pencemaran lingkungan laut pada kasus pembuangan limbah nuklir dari darat ke laut yang dilakukan oleh TEPCO dan Jepang di PLTN Fukushima tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, data yang diperoleh disajikan dengan teks deskriptif, dan metode analisis yang digunakan adalah normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian, belum ada peraturan yang mengatur secara khusus mengenai pembuangan limbah nuklir dari darat ke laut, sehingga dalam studi, pengembangan, dan pelaksanaannya harus mengikuti ketentuan dari hukum internasional yang berlaku, yaitu Pasal 192, 194, 197, 207, dan 210 UNCLOS 1982, Pasal 17 dan 18 Convention on Nuclear Safety 1994, Prinsip 1 Deklarasi Stockholm 1972, dan Prinsip 2 Deklarasi Rio 1992, serta prinsip-prinsip hukum lingkungan internasional. Penerapan hukum internasional mengenai pembuangan limbah nuklir dari darat ke laut dapat dilihat dari pemenuhan kewajiban suatu negara atas ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam hukum internasional. Dalam kasus pembuangan limbah nuklir PLTN Fukushima tahun 2023, Jepang telah memenuhi prosedur-prosedur yang ditentukan oleh IAEA, namun belum sepenuhnya menerapkan ketentuan-ketentuan mengenai perlindungan dan pencegahan pencemaran lingkungan laut.
The sea is often used as a disposal site for nuclear waste, consisting of radioactive substances, materials, and equipment from nuclear activities conducted on land. The absence of specific regulations governing the disposal of nuclear waste from land to sea creates legal uncertainty in enforcing protection and preventing marine environmental pollution as regulated by international law. This legal uncertainty arose in the case of nuclear waste disposal by TEPCO and Japan at the Fukushima nuclear power plant in 2023.
The aim of this study is to examine the regulation of nuclear waste disposal from land to sea according to international law and to analyze the application of international law in protecting and preventing marine environmental pollution in the case of nuclear waste disposal from land to sea by TEPCO and Japan at the Fukushima nuclear power plant in 2023. This research adopts a legislative approach and a case study approach with a specification of descriptive-analytical research. Secondary data sources are used, collected through literature review, presented in descriptive text, and analyzed qualitatively using normative methods.
Based on the research findings, there are currently no specific regulations governing the disposal of nuclear waste from land to sea. Therefore, in study, development, and implementation, adherence must follow provisions of applicable international law, namely Articles 192, 194, 197, 207, and 210 of UNCLOS 1982, Articles 17 and 18 of the Convention on Nuclear Safety 1994, Principle 1 of the Stockholm Declaration 1972, Principle 2 of the Rio Declaration 1992, and principles of international environmental law. The application of international law regarding the disposal of nuclear waste from land to sea hinges on a state's fulfillment of obligations under these international legal provisions. In the case of the Fukushima nuclear power plant's nuclear waste disposal in 2023, Japan complied with procedures stipulated by the IAEA, but had not fully implemented provisions regarding protection and prevention of marine environmental pollution.
4132543437B1A018001PERTUMBUHAN Microcystis sp. PADA KULTUR SKALA LABORATORIUM DENGAN MEDIA BERBEDA Abstrak
Microcystis sp. berasal dari genus Cyanobacteria yang biasanya mendominansi suatu ekosistem perairan yang dapat berdampak negatif terhadap biota air karena menghasilkan microcystin. Microcystis sp. dapat dimanfaatkan menjadi biofuel karena kandungan lipid pada Cyanobacteria dapat mencapai 20-50% berat kering dari biomassa. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pertumbuhan sel Microcystis sp. pada media berbeda serta menentukan media optimum untuk pertumbuhan Microcystis sp. pada kultur skala laboratorium. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biologi Akuatik Fakultas Biologi Unsoed. Media yang diuji dalam penelitian adalah air Telaga Menjer yang ditambahkan Growmore, NPK, dan EM4 dengan konsentrasi 1 mL sampai 3 mL. Perlakuan media kontrol + menggunakan media kultur akuades ditambahkan 1 mL Allen-miquel, sedangkan kontrol – menggunakan air Telaga Menjer tanpa nutrisi. Variabel bebas adalah 11 media kultur dan variabel terikat yang diamati yaitu jumlah sel Microcystis sp. Parameter utama yang diukur adalah penambahan jumlah sel setiap hari sedangkan parameter pendukung adalah suhu, pH, dan intensitas cahaya. Data jumlah sel Microcystis sp. dianalisis Uji F pada taraf signifikansi 5% dan 1%. Hasil uji F menunjukkan penambahan nutrisi yang berbeda pada media kultur memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kepadatan sel Microcystis sp. Hasil uji lanjut menggunakan uji DMRT (P<0.05) menunjukkan kepadatan sel tertinggi terjadi pada hari-5 pada perlakuan air Telaga Menjer yang ditambahkan 2 mL NPK (N2M) sebesar 2.961.840a yang berbeda nyata dengan perlakuan media kultur akuades yang ditambahkan 1 mL allen-miquel (KA) sebesar 2.708.366,7ab. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media Air Telaga Menjer yang ditambahkan 2 mL NPK mempengaruhi pertumbuhan Microcystis sp. secara optimal dari hari ke-0 sampai hari ke-5. Media yang diberi 2 mL NPK (N2M) menghasilkan kepadatan sel Microcystis sp. tertinggi pada hari ke-5 sebesar 2.961.840 sel/mL.
Abstract
Microcystis sp. derived from the genus Cyanobacteria which usually dominates an aquatic ecosystem that can negatively affect aquatic biota because it produces microcystin. Microcystis sp. can be used as biofuel because the lipid content of Cyanobacteria can reach 20-50% dry weight of biomass. The purpose of the study was to determine the growth of Microcystis sp cells. on different media and determine the optimum media for the growth of Microcystis sp. on a laboratory scale culture. This research was conducted at the Laboratory of Aquatic Biology Faculty of Biology Unsoed. The Media tested in the study were Menjer lake water added Growmore, NPK, and EM4 with a concentration of 1 mL to 3 mL. Treatment of control media + using aquades Culture media added 1 mL Allen-miquel, while the control-using Mender lake water without nutrients. The independent variables were 11 Culture media and the dependent variable observed was the number of Microcystis sp cells. The main Parameter measured is the addition of the number of cells each day while the supporting parameters are temperature, pH, and light intensity. Microcystis sp. F-test was analyzed at the significance level of 5% and 1%. The results of the F test showed that the addition of different nutrients in the culture media had a very different effect on microcystis sp cell density. Further test results used the DMRT test (P<0.05) showed the highest cell density occurred on Day-5 in the treatment of Menjer lake water added 2 mL NPK (N2M) of 2.961.840a significantly different from the treatment of aquades Culture media added 1 mL allen-miquel (KA) of 2.708.366,7ab. Based on the results of the study, it can be concluded that the media Menjer lake water added 2 mL of NPK affect the growth of Microcystis sp. optimally from day 0 to day 5. Media given 2 mL of NPK (N2M) produces Microcystis sp cell density. the highest on Day 5 was 2,961,840 cells/mL.
4132643438J1D020048Wacana Kritis Model Teun A. Van Dijk dalam Pemberitaan Sistem Zonasi Sekolah pada Kompas.comPenelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya dugaan ketidakseimbangan dalam pemberitaan suatu peristiwa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan wujud struktur teks, kognisi sosial, dan kontek sosial sesuai dengan model Van Dijk yang digunakan oleh Kompas dalam pemberitaan terkait sistem zonasi sekolah. Bentuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data penelitian ini adalah lima buah pemberitaan mengenai sistem zonasi sekolah yang dipublikasikan oleh Kompas.com yang sesuai dengan kriteria analisis model Van Dijk. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah metode simak dengan teknik dasar sadap dan teknik lanjutan simak bebas libat cakap (SBLC) serta teknik catat. Data penelitian ini dianalisis menggunakan analisis wacana kritis model Van Dijk yang terdiri dari tiga dimensi, yaitu wujud struktur teks, kognisi sosial dan konteks sosial. Wujud struktur teks dibagi menjadi struktur mikro, superstruktur, dan struktur makro yang di dalamnya terbagi menjadi beberapa elemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada wujud struktur teks terdapat 116 data dengan rincian 10 data mengandung struktur makro, 50 data mengandung superstruktur, dan 56 data mengandung struktur mikro. Ditemukan 5 data yang mengandung kognisi sosial dan 10 data yang mengandung konteks sosial. Berdasarkan data di atas, paling banyak ditemukan adalah elemen struktur mikro. Bagian dari struktur mikro yang paling banyak ditemui adalah koherensi. Koherensi banyak ditemui karena Kompas ingin menunjukkan bahwa penyusunan pemberitaan selalu memperhatikan kepaduan makna melalui koherensi sehingga maksud yang ingin dipaparkan akan tersampaikan dengan baik.This research was motivated by an alleged imbalance in the reporting of an event. The purpose of this study is to describe the form of text structure, social cognition, and social context in accordance with Van Dijk's model used by Kompas in news related to the school zoning system. This form of research is qualitative research. The data of this study are five reports on the school zoning system published by Kompas.com that fit the criteria of Van Dijk's model analysis. The data collection method in this study is the listening method with basic tapping techniques and advanced techniques of free listening to engage proficiently (SBLC) and recording techniques. This research data was analyzed using Van Dijk's critical discourse analysis model which consists of three dimensions, namely the form of text structure, social cognition and social context. The form of text structure is divided into microstructure, superstructure, and macrostructure in which it is divided into several elements. The results showed that in the form of text structure there were 116 data with details of 10 data containing macrostructure, 50 data containing superstructure, and 56 data containing microstructure. It found 5 data containing social cognition and 10 data containing social context. Based on the above data, the most commonly found are microstructural elements. The part of the microstructure that is most commonly encountered is coherence. Coherence is often found because Kompas wants to show that the preparation of news always pays attention to the cohesiveness of meaning through coherence so that the intention to be presented will be conveyed properly.
4132743440E1A020068TANGGUNG JAWAB PEMILIK VENETIAN WATERPARK DALAM PERBUATAN MELAWAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN ATAS KERUGIAN YANG DITIMBULKAN OLEH BENDA DALAM PENGAWASANNYA
(Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Nomor 721/Pdt/2021/PT.DKI)
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya kelalaian dari pemilik Venetian Waterpark dengan tidak merawat tempat usahanya dan mengabaikan benda lancip/baut yang tertempel dipintu ruang ganti, sampai akhirnya timbul korban yaitu anak dari Para Penggugat/Terbanding yang bernama Azka Amril Fatah yang mengalami luka pada mata sebelah kiri karena tertancap benda lancip atau baut di pintu ruang ganti. Perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Tergugat/Pembanding tersebut mengakibatkan kerugian kepada Azka Amril Fatah dan orang tuanya yaitu menimbulkan kerugian materiil dan immateriil, sehingga Penggugat/Terbanding mengajukan gugatan ganti kerugian atas dasar perbuatan melawan hukum. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam mengkualifisir kriteria perbuatan melawan hukum dan menganalisis tanggung jawab pemilik Venetian Waterpark terhadap konsumen atas kerugian yang ditimbulkan oleh benda dalam pengawasannya, serta menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan gugatan ganti kerugian oleh konsumen atas dasar perbuatan melawan hukum.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier yang dilakukan dengan studi kepustakaan. Data disajikan dalam bentuk uraian logis, sistematis dan rasional kemudian dianalisis secara normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pertama, Majelis Hakim dalam putusannya menyatakan Tergugat/Pembanding melakukan perbuatan melawan hukum karena telah lalai dengan membiarkan benda lancip/baut yang tertempel di pintu ruang ganti sehingga mengakibatkan cacat pada mata sebelah kiri Azka Amril Fatah selaku anak dari Para Penggugat/Terbanding. Tergugat/Pembanding telah memenuhi kriteria perbuatan melawan hukum berupa melanggar hak subjektif orang lain dan bertentangan dengan kepatutan yang harus dindahkan dalam pergaulan di masyarakat. Atas penggunaan dasar hukum Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Menurut penulis dalam kasus tersebut seharusnya Majelis Hakim menggunakan Pasal 1365 Juncto Pasal 1366 Juncto Pasal 1367 avat (I) Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, karena Tergugat/Pembanding telah lalai dalam mengawasi barang yang berada dibawah pengawasannya dengan membiarkan pintu kamar ganti yang rusak. Kedua, dikarenakan terpenuhinya seluruh syarat mengajukan ganti kerugian dalam Pasal 1365 Juncto Pasal 1366 Juncto Pasal 1367 avat (I) Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, maka tuntutan ganti kerugian dikabulkan, berupa penggantian dalam bentuk materiil dan immateriil. Majelis Hakim mengabulkan ganti rugi materiil seluruhnya sebesar Rp 42.223.755,00 dan mengabulkan ganti rugi imateriil Sebagian sebesar Rp 250.000.000,00.
This research was motivated by the negligence of the owner of the Venetian Waterpark by not maintaining his business premises and ignoring the sharp objects/bolts stuck to the changing room door until finally, a victim emerged, namely the Plaintiff's child, Azka Amril Fatah, who suffered an injury to his left eye because it was stuck and pointed object or bolt on the dressing room door. The unlawful actions carried out by Defendant resulted in losses to Azka Amril Fatah and her parents, namely causing material and immaterial losses, so Plaintiff filed a lawsuit for compensation based on unlawful acts. This research aims to analyze the judge's legal considerations in qualifying the criteria for unlawful acts and to analyze the responsibility of the owner of the Venetian Waterpark towards consumers for losses caused by objects under their supervision, as well as to analyze the judge's legal considerations in granting claims for compensation by consumers based on unlawful acts.
This research uses a normative juridical approach with analytical descriptive research specifications. The type of data used in this research is secondary data consisting of primary, secondary and tertiary legal materials carried out by literature study. Data is presented in logical, systematic and rational descriptions and then analyzed normatively and qualitatively.
Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that first, the Panel of Judges, in their decision, stated that the Defendant committed an unlawful act because he was negligent in leaving a sharp object stuck to the dressing room door, resulting in a defect in the left eye of Azka Amril Fatah as the child of Para Plaintiff. The Defendant has fulfilled the criteria for unlawful acts by violating the subjective rights of other people and going against the decency that must be respected in social interactions in society, on the legal basis of Article 1365 of the Civil Code. According to the author, in this case, the Panel of Judges should have used Article 1365 in conjunction with Article 1366 in conjunction with Article 1367 paragraph (I) of the Civil Code because the Defendant/Appellant had been negligent in supervising the goods under his supervision by leaving the changing room door damaged. Second, due to fulfilling all the requirements for applying for compensation in Article 1365 Juncto Article 1366 Juncto Article 1367 paragraph (I) of the Civil Code, the compensation claim is granted, in the form of material and immaterial form. The Panel of Judges granted total material compensation amounting to Rp. 42,223,755.00 and granted partial immaterial compensation amounting to Rp. 250,000,000.00.
4132843468F1C020021MANAJEMEN EVENT MALAM TAHUN BARU 2024 SEBAGAI STRATEGI MARKETING PUBLIC RELATIONS PADA JAVA HERITAGE HOTEL PURWOKERTO Persaingan dalam industri Hospitality khususnya perhotelan semakin meningkat sehingga perusahaan harus memiliki strategi agar tetap unggul dan berdaya saing. Java Heritage Hotel Purwokerto merupakan hotel yang menerapkan strategi Marketing Public Relations melalui penyelenggaraan event malam tahun baru 2024 sebagai upaya untuk penguatan branding perusahaan agar tetap menjadi pilihan utama masyarakat ketika membutuhkan keperluan hospitality. Manajemen event yang diselenggarakan perlu dilakukan agar tujuan perusahaan tersebut dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen event malam tahun baru 2024 sebagai strategi marketing public relations yang dilakukan oleh Java Heritage Hotel dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dan dokumentasi dengan dianalisis menggunakan Teori Manajemen Public Relations oleh Scott M. Cutlip & Allen H. Centre (1982). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Event Malam Tahun Baru 2024 bertajuk “Java Heritage The Greatest Show” melibatkan strategi marketing public relations melalui manajemen event yang berjalan dengan baik yang terdiri dari empat tahap, yaitu riset, perencanaan & pemrograman, aksi dan komunikasi serta evaluasi.Competition in the hospitality industry is increasing so that companies must have a strategy to remain superior and competitive. Java Heritage Hotel Purwokerto is a hotel that implements a Marketing Public Relations strategy through organizing the 2024 New Year's Eve event as an effort to strengthen the company's branding so that it remains the first choice of the public when it needs hospitality. Event management that is organized needs to be done so that the company's goals can be achieved. This study aims to describe the management of the 2024 New Year's Eve event as a marketing public relations strategy carried out by Java Heritage Hotel using a qualitative descriptive method. Research data were collected through participatory observation, in-depth interviews and documentation by analyzing using the Public Relations Management Theory by Scott M. Cutlip & Allen H. Centre (1982). The results of this study indicate that the 2024 New Year's Eve Event entitled "Java Heritage The Greatest Show" involves a marketing public relations strategy through a well-run event management consisting of four stages, namely research, planning & programming, action and communication and evaluation.
4132943441A1A017065ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN GULA KELAPA CETAK DI KABUPATEN KEBUMENPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui atribut-atribut gula kelapa cetak yang paling dipertimbangkan oleh konsumen dan menganalisis kombinasi atribut gula kelapa cetak yang paling disukai konsumen dalam keputusan pembelian gula kelapa cetak di Kabupaten Kebumen. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yaitu dengan wawancara langsung. Lokasi penelitian ditentukan dengan metode purposive yaitu di Pasar Tumenggungan dan Pasar Wonokriyo. Responden dalam penelitian ini berjumlah 76 orang konsumen gula kelapa cetak. Alat analisis yang digunakan adalah uji cochran Q-test dan analisis conjoint. Atribut gula kelapa cetak yang digunakan dalam penelitian ini adalah atribut harga, rasa, warna, ukuran, masa simpan dan kebersihan. Pengujian cochran Q-test dilakukan sebanyak 4 tahap diperoleh atribut yang berpengaruh secara signifikan terhadap pertimbangan responden dalam membeli gula kelapa cetak di Kabupaten Kebumen yaitu atribut rasa, kebersihan dan warna. Hasil analisis conjoint menunjukkan bahwa atribut gula kelapa cetak yang dianggap paling penting oleh responden adalah gula kelapa cetak dengan rasa manis, tidak terdapat sisa kotoran dan berwarna coklat kemerahan.This study aims to determine the attributes of molded coconut sugar that are most considered by consumers and to analyze the combination of molded coconut sugar attributes that are most preferred by consumers in their decision to purchase molded coconut sugar in Kebumen Regency. The research method used in this research is a survey method with direct interviews. The research location was determined using a purposive method, namely Tumenggungan Market and Wonokriyo Market. Respondents in this research were 76 consumers of molded coconut sugar. The analytical tools used are the cochran Q-test and conjoint analysis. The molded coconut sugar attributes used in this research are the attributes of price, taste, color, size, shelf life and cleanliness. The cochran Q-test was carried out in 4 stages and it was found that the attributes that had a significant influence on respondents' considerations in purchasing molded coconut sugar in Kebumen Regency were the attributes of taste, cleanliness and color. The results of the conjoint analysis show that the attributes of molded coconut sugar that are considered the most important by respondents are molded coconut sugar, namely sweet taste, no remaining impurities and reddish brown color.
4133043442F1A020023MELACAK BIAS GENDER DALAM TRADISI NYUMBANG (Studi di Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas)Solidaritas sosial merupakan elemen yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Pada masyarakat pedesaan, solidaritas terwujud dan dikuatkan oleh berbagai macam tradisi, salah satunya tradisi nyumbang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan praktik bias gender dalam tradisi nyumbang di Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling dengan sasaran penelitian orang yang pernah terlibat langsung dalam tradisi nyumbang dan mengetahui praktik tradisi ini dari masa ke masa. Dalam penelitian ini digunakan sebanyak enam orang informan, meliputi empat orang yang aktif terlibat dalam tradisi nyumbang dan juga dua tokoh masyarakat. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi nyumbang yang dilakukan oleh masyarakat di Kecamatan Somagede terkait dengan siklus kehidupan manusia dari mulai sebelum kelahiran hingga setelah kematian, meliputi mitoni, tilik bayi, mbarang gawe, selamatan kematian, dan sambatan. Terdapat perbedaan keterlibatan antara laki laki dan perempuan dalam tradisi nyumbang, khususnya dalam hajatan mbarang gawe. Laki laki terlibat seperti pada acara kesambat nratag, kesambat njenang, mendatangi slametan bukakan mbarang gawe dan nyumbang dalam bentuk uang. Sedangkan perempuan terlibat pada rewang dan nyumbang, yang mana besaran dan bentuk sumbangan disesuaikan pada hubungan antara si pemilik hajat dan si penyumbang. Selain itu terdapat pula bias gender dalam tradisi nyumbang diantaranya dari dimensi bentuk sumbangan yang diberikan, saat atau waktu untuk menyumbang, dan resiprositas yang diperoleh yang berbeda antara laki laki dan perempuan. Bias gender yang terjadi dalam tradisi nyumbang ini ada kaitannya dengan konstruksi sosial di masyarakat tentang apa yang pantas atau tidak pantas dan yang seharusnya dilakukan atau tidak dilakukan oleh laki laki dan perempuan dalam tradisi tersebut. Munculnya bias gender dalam tradisi nyumbang ini tidak diketahui asal muasalnya seperti apa, masyarakat hanya melakukan apa yang sudah menjadi tradisi sejak dulu dan diwariskan secara turun menurun. Social solidarity is a very important element in social life. In rural communities, solidarity is realized and strengthened by various traditions, one of which is the tradition of donating. This research aims to describe and explain gender bias practices in the nyumbang tradition in Somagede District, Banyumas Regency using descriptive qualitative research methods. Data collection uses in-depth interviews, observation and documentation studies. The technique for determining informants uses purposive sampling with the research target being people who have been directly involved in the nyumbang tradition and know the practice of this tradition from time to time. In this research, six informants were used, including four people who were actively involved in the tradition of donating and also two community leaders. The findings of this research show that the tradition of donating carried out by people in Somagede District is related to the human life cycle from before birth to after death, including mitoni, babysitting, mbarang gawe, death congratulations, and splice. There are differences in involvement between men and women in the tradition of donating, especially in mbarang gawe celebrations. Men are involved in events such as kesambat nratag, kesambat njenang, going to the slametan to open mbarang gawe and donating in the form of money. Meanwhile, women are involved in rewang and donat, where the amount and form of donation are adjusted to the relationship between the owner of the wish and the donor. Apart from that, there is also gender bias in the tradition of donating, including the dimensions of the form of donation given, the timing or timing of donating, and the reciprocity obtained which is different between men and women. The gender bias that occurs in the nyumbang tradition is related to social construction in society about what is appropriate or inappropriate and what men and women should do or not do in this tradition. The origin of this gender bias in the tradition of donating is unknown, people only do what has been a tradition for a long time and has been passed down from generation to generation.
4133143443F1B019105OPTIMALISASI PELAYANAN PENERBITAN IZIN PRAKTIK BIDAN DI KABUPATEN BANYUMAS MELALUI SIPANJIMASPenelitian ini dilatarbelakangi permasalahan mengenai beberapa
penerbitan izin praktik bidan di Kabupaten Banyumas melalui Sipanjimas yang
tidak tepat waktu. Pada tahun 2021 total penerbitan izin yang tidak tepat waktu
sebanyak 54 dari dari 226 total izin dan menurun pada 2020 sebanyak 29 penerbitan
izin tidak tepat waktu dari 949 izin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan
mendeskripsikan optimalisasi pelayanan penerbitan izin praktik bidan melalui
Sipanjimas. Penelitian ini menggunakan teori optimalisasi dari Siringoringo (2005)
dengan indikator yaitu tujuan, alternatif keputusan, sumber daya yang dibatasi.
Metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Teknik pemilihan informan
dengan menggunakan teknik pusposive sampling. Pengumpulan data dengan
melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data yang
digunakan adalah metode analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa
optimalisasi pelayanan penerbitan izin praktik bidan di Kabupaten Banyumas
melalui Sipanjimas belum sepenuhnya optimal. Dari segi tujuan sudah optimal
dibuktikan dengan penerbitan izin meningkat. Alternatif keputusan yang dipilih
sudah tepat karena pelayanan perizinan melalui sipanjimas waktunya lebih cepat
dan prosedurnya lebih mudah. Namun keputusan terkait penambahan jangka waktu
kurang optimal karena justru memperlama proses pelayanan. Sumber daya yang
dibatasi dimana SDM, sarana dan prasarana, serta data dan iformasi yang
disampaikan sudah cukup mumpuni namun masih perlu perbaikan pada sub sistem
aplikasi Sipanjimas terutama pada fitur menu pendaftaran.
This research was motivated on problems regarding some issuance of
midwifery practice licenses in Banyumas Regency through Sipanjimas that were
not timely. In 2021 the total issuance of untimely permits amounted to 54 out of
226 total permits and decreased in 2020 to 29 untimely issuance of permits out of
949 permits. This study aims to know and describe the optimization of the service
of issuing midwifery practice licenses through Sipanjimas. This study uses
optimization theory from Siringoringo (2005) with indicators that are goals,
decision alternatives, limited resources. The method used is qualitatively
descriptive. Informant selection technique using pusposive sampling technique.
Data collection by conducting interviews, observations, and documentation. The
data analysis method used is an interactive analysis method. The research results
show that permit issuance services are optimized and the practice of midwives in
Banyumas Regency through Sipanjimas is quite optimal but not completely. In
terms of objectives, it is optimally proven by the permits. The decision alternative
is also optimal because the licensing service is through Sipanjimas the time is faster
and the procedure is easier. However, decisions related to the appointment of time
periods are less optimal because they actually prolong the service process. Limited
resources where human resources, facilities and infrastructure, as well as data and
information are submitted. But improvements are still needed in the Sipanjimas
application subsystem, especially in the registration menu feature
4133243444I1A020091Analisis Implementasi Program Terapi Pencegahan Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Timur IILatar Belakang: Kecamatan Purwokerto Timur menempati urutan ke 10 dari 27 kecamatan di kabupaten Banyumas dengan jumlah kasus penderita tuberkulosis terbanyak sebesar 170 kasus. Jumlah kasus di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Timur II sebanyak 73 kasus. Dengan kondisi tersebut anak yang kontak serumah dengan penderita tuberkulosis terkonfirmasi bakteriologis berisiko terkena penyakit tuberkulosis, sehingga perlu memutuskan rantai penularan dengan memberikan terapi pencegahan tuberkulosis (TPT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program terapi pencegahan tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Timur II.
Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus menggunakan teknik wawancara, studi dokumen dan observasi. Informan kunci dalam penelitian ini berjumlah 1 orang yakni kepala Puskesmas Purwokerto Timur II, 5 informan utama yakni Tim TB DOTS, 2 pendukung yakni petugas P2TB DKK Banyumas dan Kader TB. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Oktober 2023–Januari 2024.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan memiliki kompetensi yang handal, pendanaan untuk alokasi TPT bersumber dari BOK dan MSI, tersedia Pojok TB dan laboratorium, ketersediaan obat kurang maksimal, alur yang dalam penyediaan, komunikasi dan koordinasi sudah terlaksana, sikap dan komitmen petugas yang mendukung implementasi TPT dan kondisi lingkungan sosial dan kondisi lingkungan dalam ketersediaan mempengaruhi implementasi TPT.
Kesimpulan: Kualifikasi dan kompetensi SDM yang mendukung, pendanaan untuk alokasi TPT tersedia, sarana prasarana tersedia, ketersediaan obat belum adekuat, komunikasi sudah terselenggara, sikap petugas sudah mendukung dan kondisi lingkungan mempengaruhi dalam implementasi TPT.
Kata Kunci: Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), Implementasi
Background: East Purwokerto subdistrict ranks 10th out of 27 sub-districts in Banyumas district with the highest number of tuberculosis sufferers at 170 cases. The number of cases in the work area of the East Purwokerto II Public Health Center is 73 cases. Under these conditions, children who have household contact with bacteriologically confirmed tuberculosis sufferers are at risk of contracting tuberculosis, so it is necessary to break the chain of transmission by providing tuberculosis prevention therapy (TPT). This study aims to analyze the implementation of the tuberculosis prevention therapy program in the work area of the East Purwokerto II Public Health Center.
Methods: This research is qualitative research with a case study method using interview techniques, data analysis and observation. The key informants in this research were 1 person, namely the head of the East Purwokerto II Public Health Center, 5 main informants, namely the TB DOTS Team, 2 supporters, namely P2TB DKK Banyumas officers and TB cadres. Data collection was carried out in October 2023–January 2024.
Results: The research results show that they have reliable competence, funding for TPT allocation comes from BOK and MSI, TB Corners and laboratories are available, drug availability is less than optimal, the flow of provision, communication and coordination has been implemented, the attitude and commitment of officers who support the implementation of TPT and conditions The social environment and environmental conditions in terms of availability influence the implementation of TPT.
Conclusions: The qualifications and competencies of human resources are supportive, funding for TPT allocation is available, infrastructure is available, drug availability is inadequate, communication has been established, the attitude of officers is supportive and environmental conditions influence the implementation of TPT.
Keywords: Tuberculosis Preventive Therapy (TPT), Implementation
4133343445A2B021003Pengembangan Cookies Berbasis Tepung Umbi Porang (Amorphophallus onchopyllus) dan Tepung Kacang Koro Pedang (Canavalia ensiformis), dengan Penambahan Konsentrat Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Stres oksidatif adalah suatu keadaan ketika jumlah radikal bebas di dalam tubuh melebihi kapasitas tubuh untuk menetralisasinya. Stres oksidatif dapat dicegah dan dikurangi dengan adanya asupan antioksidan yang cukup dan optimal ke dalam tubuh. Antioksidan memiliki kemampuan untuk menghancurkan radikal bebas dan memelihara sel-sel tubuh, termasuk sel-sel imun dari adanya stres oksidatif. Salah satu produk yang dapat diinovasikan sebagai produk terbarukan tinggi antioksidan, adalah cookies. Sebagai upaya dalam mengembangkan produk anti stres oksidatif, pada penelitian ini digunakan konsentrat buah naga merah sebagai sumber antioksidan, serta dilakukan pemanfaatan komoditas lokal yaitu berupa penggunaan tepung umbi porang sebagai pensubtitusi tepung terigu, tepung kacang koro pedang sebagai sumber protein. Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengkaji formulasi cookies, mengetahui sifat fisikokimia dan sensori cookies, mengetahui formulasi terbaik dari cookies berbasis tepung umbi porang, tepung kacang koro pedang, dan konsentrat buah naga merah, serta mengetahui efek anti stres oksidatif pemberian cookies fungsional terhadap tikus percobaan.
Rancangan percobaan yang digunakan berupa rancangan acak kelompok (RAK), diulang sebanyak tiga kali. Faktor yang digunakan berupa rasio penggunaan tepung umbi porang dan tepung kacang koro pedang dengan taraf 80%:20%, 70%:30%, 60%:40%, dan faktor proporsi konsentrat buah naga merah dengan taraf 10%, 20%, dan 30%. Pada karakteristik sensori, variabel yang diamati diantaranya adalah warna, aroma langu, tekstur, rasa manis, flavour, aftertaste pahit, dan penerimaan keseluruhan. Sedangkan pada karakteristik fisikokimia, atribut yang diujikan diantaranya adalah kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein total, kadar karbohidrat, dan rendemen. Kemudian, ditinjau kombinasi perlakuan terbaik dan diperoleh T1N1 sebagai kombinasi perlakuan terbaik. Cookies perlakuan terbaik kemudian dilakukan pengujian fisikokimia lanjutan, dan in vivo. Pada pengujian in vivo, kelompok perlakuan yang digunakan adalah K1 (tikus yang tidak dipapar asap rokok dan diberi pakan comfeed AD II), K2 (tikus yang dipapar asap rokok dan diberi pakan comfeed AD II), K3 (tikus yang dipapar asap rokok dan diberi pakan cookies komersial), dan K4 (tikus yang dipapar asap rokok dan diberi pakan cookies fungsional). Tikus yang digunakan adalah tikus wistar jantan dewasa dengan berat badan 200 g.
Hasil analisa fisikokimia dan in vivo cookies fungsional yang diperoleh diantaranya adalah total fenol 0,138%, flavonoid 0,076%, antioksidan 25,733%, serat kasar 5,251%, serat pangan terlarut 0,152%, serat pangan tak larut 5,765%, serat pangan total 5,917%, tanin 0,157%, uji tekstur 15,772 N. Pada perubahan berat badan, tekanan darah, kadar malonaldehid, dan kadar superoksida dismutase tikus secara berturut-turut adalah 22,83 g, 8,66mm/Hg, 1,5 nmol/ml, 8,35%.
Oxidative stress is a condition when the number of free radicals in the body exceeds the body's capacity to neutralize them. Oxidative stress can be prevented and reduced by adequate and optimal antioxidant intake into the body. Antioxidants have the ability to destroy free radicals and protect body cells, including immune cells, from oxidative stress. One product that can be innovated into a renewable product high in antioxidants is cookies. As an effort to develop anti-oxidative stress products, in this research red dragon fruit concentrate was used as a source of antioxidants, and local commodities were utilized, namely the use of porang tuber flour as a substitute for wheat flour, and jackbean flour as a protein source. The aim of this research there are to examine the formulation of cookies, determine the physicochemical and sensory properties of cookies, determine the best formulation of cookies based on porang tuber flour, sword bean flour, and red dragon fruit concentrate, and examine the anti-oxidative stress effect on experimental mice.
The experimental design used was a randomized block plan (RBD), repeated three times. The factors used are the ratio of use of porang tuber flour and sword bean flour with levels of 80%:20%, 70%:30%, 60%:40%, and the proportion factor of red dragon fruit concentrate with levels of 10%, 20%, and 30%. In terms of sensory characteristics, the variables observed include color, aroma, texture, sweetness, flavour, bitter aftertaste and overall acceptability. Meanwhile, in terms of physicochemical characteristics, the attributes tested include water content, ash content, fat content, total protein content, carbohydrate content and yield. Then, repeat the best treatment combination and obtain T1N1 as the best treatment combination. The best cookie treatment was then subjected to further physicochemical and in vivo testing. The variables tested on cookies with the best treatment, included total phenols, flavonoids, antioxidants, crude fiber, soluble dietary fiber, insoluble dietary fiber, total dietary fiber, tannins, and texture tests. In in vivo testing, the variables tested include measurements of mice body weight, blood pressure, malonaldehyde levels and superoxide dismutase.
The results of the physicochemical analysis and in vivo cookies of the best treatment obtained included total phenols 0.138%, flavonoids 0.076%, antioxidants 25.733%, crude fiber 5.251%, soluble dietary fiber 0.152%, insoluble dietary fiber 5.765%, total dietary fiber 5.917%, tannin 0.157%, texture test 15.772 N. Changes in body weight, blood pressure, malonaldehyde levels, and superoxide dismutase levels in mice were respectively 22.83 g, 8.66mm/Hg, 1.5 nmol/ml, 8.35%.
4133443446I1A020094Pengaruh Pelatihan terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Kader Kesehatan dalam Penemuan Kasus Tuberkulosis di Wilayah Puskesmas Baturraden IILatar Belakang : Kasus Tuberkulosis (TB) di Indonesia terdeteksi meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Penemuan kasus menjadi salah satu langkah pertama kegiatan penanggulangan TB. Keterlibatan elemen masyarakat termasuk kader kesehatan perlu dioptimalkan dalam rangka peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader salah satunya melalui pelatihan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan terhadap pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam penemuan kasus TB di Wilayah Puskesmas Baturraden II.
Metodologi : Studi ini menggunakan metode kuasi-eksperimen (one group pretest-posttest dan one shot case study) dengan pemberian intervensi berupa pelatihan. Populasi penelitian ini adalah kader kesehatan Desa Rempoah dan Kemutug Kidul, Baturraden yang dipilih secara purposive sampling sehingga didapatkan sampel sejumlah 31 kader kesehatan. Tahapan kegiatan pelatihan meliputi pemberian pre-test, presentasi materi, post-test, dan observasi keterampilan.
Hasil Penelitian : Kader rata-rata berumur 41 tahun, tingkat pendidikan menengah (48,4%), dan ibu rumah tangga (83,9%). Ada perbedaan yang bermakna antara pengetahuan kader kesehatan sebelum dan sesudah pelatihan (p=0,000). Terdapat 20 kader (64,5%) memiliki skor pengetahuan meningkat dan 16 kader (51,6%) berketerampilan baik.
Kesimpulan : Pelatihan berpengaruh terhadap pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam penemuan kasus tuberkulosis di wilayah Puskesmas Baturraden II.
Background: Tuberculosis (TB) cases in Indonesia have been detected to be increasing in recent years. Case finding is the first step of TB control activities. The involvement of community elements including health cadres needs to be optimized in order to increase the knowledge and skills of cadres, one of which is through training. This study aims to determine the effect of training on the knowledge and skills of health cadres in TB case finding in the Baturraden II Health Center Area.
Methods: This study used a quasi-experimental method (one group pretest-posttest and one shot case study) with training intervention. The population of this study were health cadres of Rempoah and Kemutug Kidul villages, Baturraden, who were selected by purposive sampling to obtain a sample of 31 health cadres. The stages of training activities include giving pre-test, material presentation, post-test, and skill observation.
Results: Cadres had an average age of 41 years, secondary education level (48.4%), and housewives (83.9%). There was a significant difference between the knowledge of health cadres before and after training (p=0.000). There were 20 cadres (64,5%) with increased knowledge score and 16 cadres (51,6%) with good skills.
Conclusion: Training affects the knowledge and skills of health cadres in tuberculosis case finding in the Baturraden II Health Center area.
4133543410A1D019086Pengaruh Limbah Media Tanam Jamur Kancing Dan Pupuk Kandang Terhadap Karakter Agronomi Dan Hasil Selada Di Tanah InceptisolPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian limbah media tanam jamur kancing dan pupuk kandang sapi terhadap karakter agronomi dan hasil tanaman selada di tanah inceptisol, serta mengetahui pengaruh limbah media tanam jamur kancing dan pupuk kandang sapi terhadap karakteristik kimia tanah Inceptisol. Pengambilan sampling dilakukan di Screen house Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dan analisis dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanah serta Laboratorium Agronomi & Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Februari - Oktober 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama dosis limbah media tanam jamur kancing yang terdiri atas tiga taraf. Faktor kedua pupuk kandang sapi yang terdiri atas tiga taraf. Variabel pengukuran meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, bobot akar segar, bobot akar kering, P-Total, P-Tersedia, K-Total, K-Tersedia, dan C/N rasio. Hasil pengukuran dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf 5%, jika terdapat perbedaan nyata maka dianalisis dengan DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis limbah media tanam jamur kancing memberikan peningkatan pada tinggi tanaman mencapai 20,70 cm, bobot segar tanaman mencapai 80,01 g, bobot kering tanaman mencapai 8,14 g, K-Tersedia (me/100 g tanah) mencapai 0,31 me/100 g tanah dan P-Tersedia mencapai 10,02 ppm pada pemberian dosis limbah media tanam jamur kancing sebesar 40 ton/ha. Pemberian dosis pupuk kandang sapi tidak menunjukan pengaruh nyata pada setiap variabel pengamatan. Perlakuan pemberian dosis limbah media tanam jamur kancing dan pupuk kandang sapi menunjukan terdapat interaksi terhadap hasil produksi yaitu pada bobot segar tanaman mencapai 116,12 g, dan pada bobot kering tanaman mencapai 11,76 g.This research aims to determine the effect of providing champignon mushroom planting media waste and cow manure on the agronomic characteristics and yield of lettuce plants in Inceptisol soil, as well as to determine the effect of champignon mushroom planting media waste and cow manure on the chemical characteristics of Inceptisol soil. Sampling was carried out atScreen house Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University and analysis was carried out at the Soil Science Laboratory and Agronomy & Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, February - October 2023. The research used a Complete Randomized Block Design (RAKL) with two factors with three replications. The first factor is the dose of champignon mushroom growing media waste which consists of three levels. The second factor is cow manure which consists of three levels. Measurement variables include plant height, number of leaves, root length, fresh plant weight, dry plant weight, fresh root weight, dry root weight, P-Total, P-Available, K-Total, K-Available, and C/N ratio. The measurement results were analyzed using ANOVA at the 5% level, if there were significant differences then they were analyzed using DMRT at the 5% level. The results of the study showed that the dose of champignon mushroom growing media waste compost provided an increase in plant height reached 20.70 cm, plant fresh weight reached 80.01 g, plant dry weight reached 8.14 g, K-Available (me/100 g soil) reached 0.31 me/100 g soil and P-Available reached 10.02 ppm when dosed with champignon mushroom growing media waste of 40 tons/ha. Giving doses of cow manure did not show a real effect on any observed variables. The treatment of giving doses of champignon mushroom growing media waste compost and cow manure showed that there was an interaction with production results, namely that the fresh weight of the plant reached 116.12 g, and the dry weight of the plant reached 11.76 g.
4133643447K1C019028Identifikasi Potensi Sebaran Mineral Emas di Desa Pancasan dan Pancurendang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas Menggunakan Metode Magnetik Telah dilakukan penelitian menggunakan survei magnetik di Desa Pancasan dan Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran nilai anomali medan magnet yang terukur pada daerah penelitian., serta melakukan pemodelan dan interpretasi formasi batuan atau batuan di bawah permukaan yang berpotensi mengandung mineral emas. Pengambilan data dilakukan menggunakan Proton Precession Magnetometers (PPM) pada area seluas 1000 x 900 m^2. Data yang diperoleh berupa medan magnet total, kemudian dilakukan koreksi data menghasilkan anomali medan magnet total di topografi. Anomali medan magnet total di topografi selanjutnya dilakukan reduksi data menghasilkan anomali medan magnet residual. Nilai anomali medan magnetik residual pada daerah penelitian memiliki interval -1220,95 nT hingga 855,03 nT. Berdasarkan hasil pemodelan terhadap data anomali medan magnetik residual menggunakan software ZondGM3D, diperkirakan terdapat intrusi batuan beku andesit tekstur porfiritik (χ = 0,0185 – 0,02 cgs units) di bagian timur sayatan A-A’ pada posisi 7°24’54.14’’ LS dan 109°5’18.41’’ BT dengan kedalaman 120 - 300 meter, dan bagian barat sayatan C-C’ pada posisi 7°25’17.13’’ LS dan 109°4’51.91’’ BT dengan kedalaman 20 - 260 meter. Keberadaan intrusi batuan beku andesit tekstur porfiritik ini menjadi salah satu tanda potensi keberadaan mineral emas di daerah penelitian sebagai bukti kenaikan larutan hidrotermal. Berdasarkan hasil interpretasi, potensi keberadaan mineral emas diperkirakan terdapat dalam batupasir dan breksi andesit (χ = 0,0135 – 0,0185 cgs units) sebagai zona mineralisasi emas yang menyebar dari arah Timurlaut-Baratdaya daerah penelitian.The research has been conducted using magnetic survey in Pancasan and Pancurendang Villages, Ajibarang District, Banyumas Regency. This research was conducted with the aim of mapping the distribution of magnetic field anomaly values measured in the research area, as well as modeling and interpreting rock formations or rocks below the surface that potentially contain gold minerals. Field data collection was carried out using Proton Precession Magnetometers (PPM) on an area of 1000 x 900 m^2. The data obtained is in the form of total magnetic field strength which is then corrected and reduced data produces residual magnetic field anomalies. The residual magnetic anomaly value in the research area had an interval of -1220,95 nT to 855,03 nT Based on the results of modeling of residual magnetic anomaly data using ZondGM3D software, it is estimated that there is an intrusion of porphyritic texture andesite igneous rock (χ = 0.0185 – 0.02 cgs units) in the eastern part of the A-A’ incision at the position of 7°24'54.14'' S and 109°5'18.41'' E with a depth of 120 - 300 meters, and the western part of the incision C-C' at a position of 7°25'17.13'' S and 109°4'51.91'' E with depth 20 - 260 meters. The presence of intrusion of andesite igneous rocks of porphyritic texture is one of the potential signs of the presence of gold minerals in the study area as evidence of an increase in hydrothermal solutions. Based on the results of interpretation, the potential distribution of gold minerals is estimated to be found in sandstones and andesite breccia (χ = 0.0135 – 0.0185 cgs units) as a gold mineralization zone that spreads from the Northeast-Southwest direction of the research area.
4133745030J1A018015A SOCIOLINGUISTICS STUDY OF STEREOTYPE RACISM IN OPRAH’S INTERVIEW WITH MEGHAN MARKLE
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Model Kategori Linguistik berdasarkan Fiedler, Semin dan Coenan (2006) dan Stereotype Triggering Factors berdasarkan Atjony (2011) yang digunakan dalam pertunjukan Oprah Winfrey dan Meghan Markle. Perbedaan yang ada dalam kehidupan bermasyarakat menimbulkan benturan antar suku dan ras, perbedaan yang ada menimbulkan perilaku stereotipikal. Stereotip terbagi menjadi dua yaitu stereotip positif dan stereotip negatif, namun sebagian besar stereotip membawa akibat negatif hingga berujung pada rasisme. Metode yang digunakan dalam tesis ini adalah metode deskriptif kualitatif dan total sampling digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah video wawancara dalam program yang dibawakan oleh Oprah Winfrey, Meghan Markle dan Pangeran Harry yang awalnya dapat disaksikan di CBC News. Data yang digunakan adalah perkataan Meghan Markle, Oprah Winfrey dan Pangeran Harry. Teori yang digunakan dalam tesis ini adalah teori karakteristik linguistik stereotipe yang dikemukakan oleh Fiedler dan Semin dan Coenan (2006) serta aktor yang menginisiasi stereotip berdasarkan Ajtony (2011). Hasilnya menunjukkan 22 data Model Kategori Linguistik yang mencerminkan stereotip dan 14 data faktor pemicu stereotip.This study aims to determine the Linguistic Category Model based on Fiedler, Semin and Coenan (2006) and Stereotype Triggering Factors based on Atjony (2011) used in the Oprah Winfrey and Meghan Markle show. The differences that exist in social life lead to clashes between ethnicities and races, the differences that exist lead to stereotypical behavior. Stereotypes are divided into two, namely positive stereotypes and negative stereotypes, but most stereotypes have negative consequences that lead to racism. The method used in this thesis is descriptive qualitative method and total sampling is used to answer the research questions. The data source used in this research is a video interview in a program hosted by Oprah Winfrey, Meghan Markle and Prince Harry which can be watched initially on CBC News. The data used are the words of Meghan Markle, Oprah Winfrey and Prince Harry. The theory used in this thesis is the theory of linguistic characteristics of stereotypes proposed by Fiedler and Semin and Coenan (2006) as well as actors who initiate stereotypes based on Ajtony (2011). The results show 22 data of Linguistic Category Models that reflect stereotypes and 14 data of factors that trigger stereotypes.
4133843450J1E019057EXPLORING STUDENTS’ VOCABULARY LEARNING STRATEGIES IN INTENSIVE READING CLASS AT UNIVERSITY LEVEL
(A Descriptive Qualitative Research of Third Semester Students at English Education Study Program, Faculty of Humanities, Jenderal Soedirman University, Academic Year 2023/2024)
Strategi Pembelajaran Kosakata memainkan peran penting bagi siswa untuk mendapatkan pemerolehan bahasa yang efisien dan peningkatan kemampuan bahasa. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui strategi pembelajaran kosakata yang digunakan oleh mahasiswa semester tiga di kelas Intensive Reading di tingkat universitas; (2) untuk mengetahui implementasi strategi pembelajaran kosakata yang digunakan oleh mahasiswa semester tiga di kelas Intensive Reading di tingkat universitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mengetahui strategi pembelajaran kosakata yang digunakan oleh mahasiswa ESL. Partisipan dari penelitian ini adalah mahasiswa ESL yang merupakan mahasiswa semester tiga di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan purposive sampling dalam mengumpulkan data melalui kuesioner. Selain itu, convenience sampling juga digunakan untuk instrumen wawancara. Data dikumpulkan oleh peneliti melalui penyebaran kuesioner dan wawancara. Selain itu, studi dokumen digunakan untuk menganalisis dokumen yang berkaitan dengan subjek penelitian.
Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini telah mendeskripsikan strategi penentuan sebagai strategi yang dominan dalam pembelajaran kosakata mahasiswa di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Penggunaan strategi ini, menekankan bahwa mahasiswa memiliki tingkat kemampuan bahasa tertentu dalam memahami kosakata baru di kelas Intensive Reading. Penelitian ini telah memberikan eksplorasi yang luas mengenai penerapan strategi pembelajaran kosakata oleh mahasiswa ESL di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Temuan telah menyoroti berbagai strategi yang digunakan mahasiswa untuk meningkatkan pengetahuan kosakata mereka. Agar hampir semua mahasiswa lebih suka belajar kosakata dengan menggunakan strategi penentuan, peneliti menyarankan agar dosen atau pendidik bahasa Inggris dan mahasiswa memilih strategi pembelajaran kosakata yang tepat dan sesuai. Peneliti lain juga dapat menggunakan penelitian ini sebagai referensi untuk melakukan penelitian lebih lanjut yang berhubungan dengan topik penelitian ini.
Vocabulary Learning Strategies plays significant role for students to get efficient language acquisition and improved language proficiency. The purposes of this research are: (1) to find out the strategies of vocabulary learning utilized by third semester students in Intensive Reading class at university level; (2) to find out the implementation of the strategies of vocabulary learning utilized by third semester students in Intensive Reading class at university level. This research used descriptive qualitative method to discover the strategies of vocabulary learning use by ESL students. The participants of this research were ESL students who are the third semester of English Education Department. This research was used purposive sampling in collecting data through questionnaire. In Addition, convenience sampling was also used for the interview instrument. The data were collected by the researcher through the distribution of questionnaire and interview. In addition, documents study used to analyze the relative to the research subject.
Based on the findings, this research has described the determination strategies as the dominant strategies in students’ vocabulary learning in the English Education Study Program. The utilized of these strategies, emphasized that students have a certain level of language skills in understanding new vocabulary in Intensive Reading class. This research has provided a wide exploration of the implementation of vocabulary learning strategies by ESL students in English Education Study Program. The findings have highlighted various strategies in which students implement to enhance their vocabulary knowledge. In order that almost all students preferred to learn vocabulary by using the determination strategies, Researcher suggest that English lecturers or educators and students should select the appropriate and suitable vocabulary learning strategies. Other researchers also can use this research as a reference to conduct further research that related to this research topic.
4133943452E2A022034EFEKTIVITAS PELAYANAN TRANSFUSI DARAH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERTANGGUNGJAWABAN HUKUM DOKTER ATAS PENGGUNAAN PRODUK DARAH ( STUDI DI RSUD BANYUMAS )
Penyelenggaraan donor darah dan pengelolaan darah dilakukan oleh Unit Transfusi Darah (UTD) sesuai dengan Undang-Undang nomor 17 tahun 2023 Pasal 114 tentang kesehatan. Peraturan Menteri Kesehatan RI no 91 tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Transfusi Darah menjadi acuan dalam penyelenggaraan pelayanan transfusi darah, salah satunya adalah pemberian transfusi darah pada pasien dengan penggunaan darah yang rasional. Transfusi darah harus dilakukan atas dasar indikasi, pemilihan jenis dan volume darah atau komponen darah yang dibutuhkan, serta waktu pemberian transfusi yang tepat. Dokter dalam menjalankan tugas profesionalnya terikat oleh norma etika, norma hukum dan norma disiplin kedokteran, yang bila ditegakkan akan menjamin mutu pelayanan.
Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis efektivitas pelayanan transfusi darah dan menganalisis implikasi pertanggungjawaban hukum dokter atas penggunaan produk darah di RSUD Banyumas. Metode penyajian data disajikan berupa teks narasi dan tabel matrik. Informan yang digunakan pada penelitian ini adalah direktur RSUD Banyumas, ketua komite medik, ketua komite etik dan hukum Rumah Sakit, dokter klinisi pengguna produk darah di RSUD Banyumas dan koordinator Unit Tranfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan transfusi darah di RSUD Banyumas sudah efektif dengan tersedianya sumber daya manusia yang sesuai dengan kualifikasi, adanya standar operasional prosedur dan kebijakan direktur untuk alur kegiatan pelayanan di UTDRS serta terpenuhinya sarana prasarana yang dibutuhkan sesuai dengan permenkes no 91 tahun 2015 tentang standar pelayanan transfusi darah. Namun pada indikator mutu di dalam Standar Pelayanan Minimal, terpenuhinya kebutuhan darah untuk transfusi belum tercapai 100%, dan pelaksanaan SOP pemesanan darah masih belum efektif. Dokter bertanggung jawab baik secara pidana, perdata dan administrasi terhadap efek dari pemberian transfusi darah, oleh sebab itu dokter dalam melakukan tindakannya harus sesuai dengan perjanjian antara dokter dan pasien, sesuai dengan standar profesi, sesuai dengan standar operasional prosedur, dan tidak melawan hukum.

Kata Kunci: Efektivitas, Transfusi Darah, Pertanggungjawaban dokter
The organization of blood donation and blood management is carried out by the Blood Transfusion Unit (UTD) in accordance with Law number 17 of 2023 Article 114 concerning health. Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 91 of 2015 concerning Blood Transfusion Service Standards is a reference in the implementation of blood transfusion services, one of which is the provision of blood transfusions to patients with rational use of blood. Blood transfusion must be done on the basis of indications, selection of the type and volume of blood or blood components needed, and the right time to give transfusion. Doctors in carrying out their professional duties are bound by ethical norms, legal norms and norms of medical discipline, which when enforced will ensure the quality of service.
The purpose of this study is to analyze the effectiveness of blood transfusion services and analyze the implications of legal liability of doctors for the use of blood products at Banyumas Regional Hospital. The method of data presentation is presented in the form of narrative text and matrix tables. The informants used in this study were the director of Banyumas Regional Hospital, the chairman of the medical committee, the chairman of the ethics and legal committee of the hospital, clinicians using blood products at Banyumas Regional Hospital and the coordinator of the Hospital Blood Transfusion Unit (UTDRS).
The results showed that blood transfusion services at Banyumas Regional Hospital were effective with the availability of qualified human resources, the existence of standard operating procedures and director policies for the flow of service activities at UTDRS and the fulfillment of the required infrastructure in accordance with Permenkes No. 91 of 2015 concerning blood transfusion service standards. However, in the quality indicators in the Minimum Service Standards, the fulfillment of blood needs for transfusion has not been achieved 100%, and the implementation of the SOP for ordering blood is still not effective. Doctors are criminally, civilly and administratively responsible for the effects of giving blood transfusions, therefore doctors in carrying out their actions must be in accordance with the agreement between the doctor and the patient, in accordance with professional standards, in accordance with standard operating procedures, and not against the law.

Keywords: Blood, Effectiveness, Blood Transfusion, Accountability
4134043449F1C019074Strategi Komunikasi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Penerapan
Otonomi Khusus Provinsi Papua Kota Jayapura.
Penelitian ini dilatarbelakangi sejak dilegalisasi Undang-undang No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua dalam pelaksanaannya tidak efektif yakni masih terjadi kekerasan, sebagian besar masyarakat Papua masih miskin, dana swadaya khusus tidak menjangkau masyarakat kecil, kurang penguatan hukum dan pemenuhan fungsi pemerintahan, sumber daya manusia tidak memadai, dan fasilitas pemerintah yang terbatas. Salah satu aspek penting otonomi daerah adalah pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam prosesnya membutuhkan strategi komunikasi yang efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi pemberdayaan masyarakat dalam penerapan otonomi khusus Provinsi Papua Kota Jayapura.

Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Sasaran penelitian ini yaitu masyarakat desa Papua Kota Jayapura dengan teknik Purposive Sampling berjumlah 4 orang. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dokumentasi. Teknik analisa data dengan analisis Model Interaktif. teknik pemeriksaan keabsahan data dengan triangulasi data.

Hasil penelitian ini menunjukkan strategi komunikasi yang telah dilakukan (1) penerapan komunikasi oleh komunikator melalui musyawarah dan pertemuan dinas pemberdayaan masyarakat dengan masyarakat kota Jayapura, dan surat pemberitahuan atau regulasi baru pemerintah melalui media sosial online, media cetak, dan dokumen kampung. (2) mengadakan sosialisasi pada masyarakat. (3) melibatkan peran serta masyarakat dalam program pemberdayaan masyarakat asli Papua melalui pemberian modal usaha (kios, ternak babi, bibit sayur), menghidupkan (UKM-UKM).

This research was motivated by the legalization of Law no. 21 of 2001 concerning Special Autonomy for Papua Province, its implementation is not effective, namely violence still occurs, the majority of Papuan people are still poor, special self-help funds do not reach small communities, there is a lack of legal strengthening and fulfillment of government functions, inadequate human resources and government facilities. limited. One important aspect of regional autonomy is community empowerment to improve community welfare. The process requires effective communication strategies for regional development communication. This may indicate that the special autonomy policy for Papua Province is not yet fully effective, so a more effective communication strategy is needed between the government and the indigenous Papuan people.

This research uses qualitative research with descriptive methods. The communication strategy takes Changara's theory (2018:72-73), namely Research, Planning (Communicator, Media, Communicant, Target, Effect), Implementation, Measurement, Reporting.

The results of this research show that the communication strategy has not been effective at the planning stage, namely (1) Communicators are regional heads, government bureaus, mayors, regional assistants, through deliberations and community empowerment service meetings with the people of Jayapura city, RT/RW. (2) The messages conveyed are in the form of notification letters or new regulations, development messages through interactive dialogue on television, government priority programs through the Village Consultative Body (bahmuska), KPK, community, traditional leaders, religious leaders, traditional leaders. (3) Online media websites, WhatsApp, radio and YouTube to share information; print media (newspapers for all local government activities), village documents, social media Facebook Twitter, Instagram. (4) The target of the special autonomy fund is the indigenous Papuan people to develop the land of Papua, be independent and prosperous. (5) The effect is that it can empower people in the city of Jayapura by means of socialization, providing business capital (kiosks, pigs, vegetable seeds), revitalizing (UKM-UKM) namely cooperatives in the people's economy.