| NIM | A1D019085 |
| Namamhs | ANNISA ISLAMIATI |
| Judul Artikel | Aplikasi Biochar diperkaya Silika dan Arang Aktif Tandan Kosong Kelapa Sawit dalam Upaya Peningkatan Sifat Fisik dan Kimia Inceptisol |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Inceptisol merupakan tanah yang tersebar luas dengan total 37% dari luas daratan di Indonesia. Di Pulau Jawa, Inceptisol memiliki intensitas pengelolaan intensif salah satunya di Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat yang memiliki potensi kerusakan tanah yang tinggi karena adanya penurunan kemampuan tanah dalam menahan air. Biochar diperkaya silika dan arang aktif Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) merupakan jenis pembenah tanah organik yang dapat meningkatkan beberapa sifat fisik dan kimia Inceptisol. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel tanah kemudian diinkubasi sesuai perlakuan selama 14 hari. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian yaitu metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial sebanyak 12 taraf yang terdiri dari biochar sekam padi diperkaya silika sebanyak 3L/ha dan arang aktif TKKS dengan masing-masing pada rentang 0-6,25 ton/ha. Hasil pengukuran setiap parameter dianalisis statistik, dan hasilnya didapat perlakuan berpengaruh nyata. Dosis optimum untuk Inceptisol di Kertasari menggunakan biochar diperkaya silika dalam meningkatkan kapasitas memegang air, C-organik, dan kapasitas tukar kation berturut-turut sebesar 4,92 ton/ha, 5,73 ton/ha, dan 2,51 ton/ha, sedangkan pada arang aktif TKKS secara berturut-turut sebesar 1,7 ton/ha, 0,125 ton/ha, dan 1,5 ton/ha. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Inceptisol is a widespread soil with a total of 37% of the land area in Indonesia. On the island of Java, Inceptisol has an intensive management intensity, one of which is in Kertasari District, Bandung Regency, West Java, which has a high potential for soil damage due to a decrease in the soil's ability to hold water. Biochar enriched with silica and activated charcoal Oil Palm Empty Fruit Bunch (OPEFB) is a type of organic soil amendment that can improve Inceptisol's physical and chemical properties. The research was carried out by taking soil samples and then incubating them according to the treatment for 14 days. The experimental design used in the study was a non-factorial, Completely Randomized Design (CRD) method with 12 levels consisting of 3L/ha of silica-enriched rice husk biochar and OPEFB's activated charcoal, with each in the range of 0-6.25 tons/ha. The results of measuring each parameter were analyzed statistically, showing that the treatment had a natural effect. The optimum dose for Inceptisol in Kertasari uses silica-enriched biochar to increase water holding capacity, organic C, and cation exchange capacity, respectively, at 4.92 tons/ha, 5.73 tons/ha, and 2.51 tons/ha. Otherwhile, OPEFB's activated charcoal was 1.7 tonnes/ha, 0.125 tonnes/ha, and 1.5 tonnes/ha, respectively. |
| Kata kunci | biochar, arang aktif, pembenah tanah, kimia tanah |
| Pembimbing 1 | Prof. Dr. Ir. Tamad, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Dr. Asep Mulyono, M.T. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2024 |
| Jumlah Halaman | 11 |
| Tgl. Entri | 2024-02-06 10:20:35.112154 |
|---|