Artikelilmiahs

Menampilkan 41.381-41.400 dari 48.873 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4138145031H1E018028Usulan Perbaikan Aktivitas Kepuasan Kerja untuk Pencegahan Turnover Intention dengan Metode Importance Performance Analysis (IPA) (Studi Kasus pada Karyawan Office di PT.X)Tujuan dari penelitian ini adalah melihat bagaimana kepuasan kerja yang ada pada PT. X serta memberikan rekomendasi usulan perbaikan apa saja untuk peningkatan kepuasan kerja serta menekan turnover intention yang ada. Penelitian ini menggunakan metode importance performance analysis (IPA) sebagai metode untuk melakukan analisis serta mencari hal yang akan diberikan rekomendasi usulan perbaikan. Data didapatkan melalui media kuesioner yang disebar kepada karyawan dengan jabatan officer, staff dan supervisor. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan gap analysis dari metode IPA, dari 5 dimensi kepuasan kerja (promosi/perkembangan karir, fasilitas, gaji/kompensasi, supervisor & kebijakan/pekerjaan itu sendiri) dengan total 27 item kepuasan kerja yang dipertanyakan, 14 diantaranya memiliki hasil negatif dan 1 dimensi dengan seluruh item berhasilkan gap negatif yakni pada dimensi “promosi/perkembangan karir”. Sedangkan terdapat 8 item berdasarkan analisis importance performance analysis yang masuk dalam kategori prioritas utama dalam rekomendasi usulan perbaikan. Usulan perbaikan yang diberikan berfokus pada 8 item yang jatuh dalam kategori prioritas utama, yang berorientasi kepada evaluasi evaluasi terhadap item yang diperbaiki dengan harapan, dapat bermanfaat bagi PT.X dalam peningkatan kepuasan kerja beserta diharapkan dapat menekan turnover intention. The aim of this research is to see how job satisfaction exists at PT. X and provide recommendations for any proposed improvements to increase job satisfaction and reduce existing turnover intention. This research uses the importance performance analysis (IPA) method as a method for conducting analysis and looking for things that will provide recommendations for proposed improvements. Data was obtained through questionnaires distributed to employees in the positions of officer, staff and supervisor. Based on the results of data processing using gap analysis from the IPA method, of the 5 dimensions of job satisfaction (promotion/career development, facilities, salary/compensation, supervisor & policies/work itself) with a total of 27 job satisfaction items questioned, 14 of them had negative results and 1 dimension with all items achieving a negative gap, namely the "promotion/career development" dimension. Meanwhile, there are 8 items based on the importance performance analysis which are included in the main priority category in the recommendations for proposed improvements. The improvement proposals given focus on 8 items that fall into the top priority category, which are oriented towards evaluation of the items being improved in the hope that they can be useful for PT.X in increasing job satisfaction and is expected to reduce turnover intention.
4138245032H1E020049Usulan Perbaikan Pemeliharaan Mesin Continuous Frying Menggunakan Metode FMECA dan RCMPT Dua Kelinci merupakan perusahaan makanan yang memproduksi aneka makanan ringan. Saat ini perusahaan telah menggunakan beberapa mesin dalam proses produksi, salah satunya yaitu mesin continuous frying. Dengan mesin continuous frying, produk digoreng secara terus menerus dalam dua tahap yaitu tahap satu untuk mengembangkan produk dan tahap dua untuk mematangkan produk. Untuk menjaga kondisi mesin perusahaan telah melakukan pemeliharaan preventif, namun masih sering terjadi kerusakan yang dapat mengganggu proses produksi sehingga output yang dihasilkan tidak maksimal. Oleh karena itu diperlukan strategi untuk mengoptimalkan kegiatan pemeliharaan yang ada dengan menggunakan metode RCM dan analisa kerusakan mesin dengan FMECA. Analisis FMECA menunjukkan bahwa komponen kritis pada mesin continuous frying adalah wiremesh dengan kategori “unacceptable” pada modus kegagalan putus dan menggulung. Sedangkan untuk modus kegagalan komponen lain pada mesin continuous frying seperti drum filter, pompa sirkulasi, pedal, threeway, lacos dan pompa minyak masuk dalam kategori “Tolerable”. Selanjutnya dilakukan perencanaan kegiatan pemeliharaan menggunakan RCM dengan hasil interval perawatan komponen drum filter setiap 35 hari, pompa sirkulasi setiap 150 hari, pedal setiap 67 hari dan wiremesh setiap 14 hari. Selain itu, untuk terdapat interval penggantian pencegahan komponen pompa sirkulasi dengan kriteria total minimum downtime dengan interval waktu setiap 180 hari. Interval pemeliharaan yang diusulkan dapat meningkatkan keandalan mesin continuous frying dari 1,6% menjadi 13,3% dan ketersediaan dari 55,1% menjadi 98,6%. Selain itu, interval penggantian preventif pompa sirkulasi dengan TMD dapat meningkatkan ketersediaan hingga 99,8%.PT Dua Kelinci is a food company that produces various snacks. The company currently uses several machines in the production process, including a continuous fryer. In a continuous fryer, the product is continuously fried in two stages, namely stage one for developing the product and stage two for maturing the product. To maintain the condition of the machines, the company carries out preventive maintenance. However, damage often occurs that can disrupt the production process, meaning that the output produced is not optimal. Therefore, a strategy is required to optimize existing maintenance activities using the RCM method and machine damage analysis with FMECA. The FMECA analysis shows that the critical component in the continuous frying B is a wiremesh with the “unacceptable” category in breakage and rolling failure mode. Meanwhile, the failure mode for other components in continuous frying B such as filter drum, circulation pump, pedal, three-way pump, lacos and oil pump is in the “tolerable” category. Next, planning of maintenance activities was carried out using RCM with the results of maintenance intervals for drum filter components every 35 days, circulation pumps every 150 days, pedals every 67 days and wire mesh every 14 days. In addition, there is a preventative replacement interval for circulation pump components with a minimum total downtime criterion of 180 days. The proposed maintenance interval can increase the reliability of continuous fryers from 1.6% to 13.3% and the availability from 55.1% to 98.6%. In addition, preventive replacement intervals for circulation pumps with TMD can increase availability by up to 99.8%.
4138345022A1D020045Serapan Hara NPK, Karakter Fisiologis dan Hasil Tiga Varietas Padi pada Pemberian Bahan Organik di Tanah UltisolPengembangan komoditas padi dapat dilakukan dengan memperbaiki lahan kurang optimal menggunakan bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh varietas terhadap karakter fisiologis padi di tanah ultisol; mengetahui pengaruh
pemberian bahan organik terhadap serapan hara NPK dan hasil tiga varietas padi di tanah ultisol; dan mengetahui interaksi bahan organik dengan varietas padi terhadap serapan hara NPK, karakter fisiologis dan hasil tanaman padi di tanah ultisol. Penelitian ini
merupakan percobaan pot dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor yaitu varietas dan bahan organik. Faktor pertama terdiri dari Inpari Unsoed P20Tangguh, Inpago Unsoed Protani, dan Inpari Unsoed 79 Agritan, sedangkan faktor kedua terdiri dari kontrol, arang sekam, pupuk kotoran sapi, dan pupuk kasgot, sehingga diperoleh 12 kombinasi perlakuan dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukan Ketiga varietas memiliki karakter fisiologis yang sama, namun terdapat perbedaan pada serapan hara K, luas daun, LAB 8-10 MST, bukaan stomata, klorofil total 8 MST, jumlah gabah per malai, jumlah gabah per rumpun, dan bobot gabah per tanaman. Aplikasi pupuk kasgot memiliki hasil yang lebih baik pada variabel serapan hara N, P, dan K, luas daun, bukaan stomata, LAB 6-8 MST, klorofil b 8 MST, klorofil a 10 MST, klorofil total 10 MST, dan jumlah gabah per rumpun. Interaksi antara varietas dan bahan organik terjadi pada serapan hara N, P, dan K, luas daun, dan bobot 1000 butir gabah.
Rice commodity can be developed by improving less-than-optimal land using organic materials. This research aims to determine the effect of varieties on the physiological characteristics of rice in ultisol soil; determine the occurs of organic matter application on NPK nutrient uptake and yield of three rice varieties in ultisol soil; and determine the interaction of organic materials with rice varieties on NPK nutrient uptake, physiological characteristics, and yield of rice plants in ultisol soil. This research was a pot experiment with a randomized block design (RBD) consisting of two factors, namely variety and organic material. The first factor consisted of Inpari Unsoed P20Tangguh, Inpago Unsoed Protani, and Inpari Unsoed 79 Agritan. In contrast, the second factor consisted of control, husk charcoal, cow dung fertilizer, and cassava fertilizer, so that obtained 12 treatment combinations with three repetitions. The three varieties have the same physiological character but diferrent in the absorption of K grains, leaf size, NAR 10 WAP, stomata opening, total chlorophyll 8 MST, the number of grains
per plant, the amount of grain per cluster, and the grain weight per plant. Application of cassava fertilizer has better results in the variables of N, P, and K nutrient uptake, leaf area, stomata opening, NAR 6–8 WAP, chlorophyll b (8 WAP), chlorophyll a (10 WAP), total chlorophyll (10 WAP), and total grain per hill. The interaction between the variety and the organic material occurs at the absorption of N, P, and K grains, leaf area, and weight of 1000 grain grains.
4138443488A1D019126Pengaruh Limbah Media Tanam Jamur Kancing dan Pupuk Kandang Sapi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah pada Tanah InceptisolPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian limbah media tanam jamur kancing dan pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah inceptisol serta mengetahui pengaruh interaksi limbah media tanam jamur kancing dan pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor dan tiga ulangan. Variabel pengukuran meliputi pH (H2O), C-Organik (%), tinggi tanaman (cm), jumlah anakan, kehijauan daun (unit), kadar klorofil (mg/g), jumlah umbi, diameter umbi (mm), bobot tanaman segar (g), bobot tanaman kering (g), bobot umbi segar (g), bobot umbi kering, dan indeks panen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dosis limbah media tanam jamur dapat meningkatkan variabel jumlah anakan dan kehijauan daun. Namun pemberian dosis limbah media tanam jamur menurunkan pH tanah dan jumlah umbi. Pemberian limbah media tanam jamur 20 ton/ha memberikan hasil yang cenderung meningkat terhadap bobot umbi segar, bobot umbi kering dan diameter umbi, serta dosis 40 ton/ha pada variabel kadar klorofil. Perlakuan dosis pupuk kandang sapi dapat meningkatkan kehijauan daun. Pemberian pupuk kandang sapi 15 ton/ha memberikan hasil yang cenderung meningkat terhadap bobot tanaman segar serta dosis 30 ton/ha memberikan hasil yang cenderung meningkat terhadap pH tanah, dan tinggi tanaman. Tidak terdapat interaksi antara limbah media tanam jamur dan pupuk kandang sapi pada semua variabel.This study aims to determine the effect of button mushroom planting media waste and cow manure on the growth and yield of shallot plants on inceptisol soil and to determine the effect of the interaction of button mushroom planting media waste and cow manure on the growth and yield of shallot plants. The study used a Complete Randomized Group Design (RAKL) with two factors and three replications. Measurement variables include pH (H2O), C-Organic (%), plant height (cm), number of tillers, leaf greenness (unit), chlorophyll content (mg/g), number of bulbs, bulb diameter (mm), fresh plant weight (g), dry plant weight (g), fresh bulb weight (g), dry bulb weight, and harvest index. The results of this study indicate that the dose of mushroom growing media waste can increase the variable number of tillers and leaf greenness. However, the dose of mushroom growing media waste decreased soil pH and the number of tubers. Giving 20 tons/ha of mushroom planting media waste gives results that tend to increase the fresh tuber weight, dry tuber weight and tuber diameter, and the dose of 40 tons/ha on the variable chlorophyll content. Treatment of cow manure doses can increase the greenness of the leaves. The application of cow manure 15 tons/ha gives results that tend to increase the fresh plant weight and the dose of 30 tons/ha gives results that tend to increase the soil pH, and plant height. There is no interaction between mushroom growing media waste and cow manure on all variables.
4138543491L1A020033Status Pencemaran Organik Berdasarkan Keberadaan Fitoplankton di Saluran Irigasi Desa Kebumen: Studi pada Sumber Air Perikanan WargaDesa Kebumen, Kecamatan Baturraden memiliki potensi dalam bidang budidaya perikanan karena lokasi yang kaya akan sumber air bersih. Aliran air saluran irigasi mendapat banyak masukan limbah dari aktivitas domestik dan pertanian. Limbah tersebut dapat meningkatan masukan bahan organik seperti nitrat dan fosfat yang merupakan zat hara penting bagi pertumbuhan fitoplankton yang berperan bioindikator pencemaran organik perairan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengestimasi tingkat pencemaran bahan organik melalui fitoplankton berdasarkan indeks saprobik di saluran irigasi Desa Kebumen. Pengambilan sampel air dilakukan pada bulan September – Oktober 2022 dengan empat kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan kelimpahan tertinggi dari divisi Bacillariophyta. Indeks keanekaragaman yaitu 1,67 – 2,17 dan termasuk kategori sedang. Indeks dominansi yaitu 0,10 – 0,19 dan termasuk kategori rendah. Nilai indeks saprobik yaitu 0,72 – 0,77 dan mengindikasikan perairan telah tercemar bahan organik ringan atau sedang. Kebumen Village, Baturraden District has potential in the field of fisheries cultivation because the location is rich in clean water sources. Irrigation canal water flows receive a lot of waste input from domestic and agricultural activities. This waste can increase the input of organic materials such as nitrate and phosphate, which are important nutrients for the growth of phytoplankton which act as bioindicators of organic water pollution. This research aims to estimate the level of organic material pollution through phytoplankton based on the saprobic index in the irrigation canals of Kebumen Village. Water sampling was carried out in September – October 2022 with four repetitions. The results showed the highest abundance of the Bacillariophyta division. The diversity index is 1.67 – 2.17 and is included in the medium category. The dominance index is 0.10 – 0.19 and is in the low category. The saprobic index value is 0.72 – 0.77 and indicates that the waters have been lightly or moderately polluted with organic matter.
4138643489E1A019071PERLINDUNGAN KONSTITUSIONAL KEMERDEKAAN PERS DI INDONESIA (TINJAUAN ATAS KONSEP KEMERDEKAAN PERS DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS)Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers (UU Pers) sebagai rujukan pengaturan pers di Indonesia, telah mengatur segala bentuk aktivitas jurnalisme. Pada gilirannya, perkembangan ekosistem media membuat UU Pers tak dapat lagi mengakomodir perlindungan kemerdekaan pers. Lebih mendasar lagi, kondisi demikian membawa persoalan perlindungan konstitusional undang-undang itu sendiri. Penelitian ini hendak menganalisis perlindungan konstitusional kemerdekaan pers dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945). Selain itu, penelitian ini hendak menganalisis kesesuaian perlindungan kemerdekaan pers yang diberikan UU Pers dengan perlindungan konstitusional kemerdekaan pers dalam UUD 1945. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan konseptual, historis, dan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa UUD 1945 menjamin perlindungan kemerdekaan pers sebagai Hak Asasi Manusia (HAM) bagi setiap orang. Kendati demikian, perlindungan kemerdekaan pers dalam UU Pers tidak sesuai dengan perlindungan konstitusional kemerdekaan pers dalam UUD 1945. UU Pers mengorientasikan pers sebagai suatu institusi/lembaga, berbeda dengan UUD 1945 yang menjaminnya sebagai suatu aktivitas bagi setiap orang.Law No. 40/1999 on the Press (Press Law) as a legal basis for press regulation in Indonesia, has regulated all forms of journalism activities. In turn, the development of the media ecosystem has made the Press Law unable to accommodate the protection of press freedom. More fundamentally, such conditions bring up the issue of constitutional protection of the law itself. This study aims to analyse the constitutional protection of press freedom in the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia (1945 Constitution). In addition, this study aims to analyse the compatibility of the press freedom protection provided by the Press Law with the constitutional protection of press freedom in the 1945 Constitution. This research uses normative juridical method with conceptual, historical, and legislative approaches. The results show that the 1945 Constitution guarantees the protection of press freedom as a human right for everyone. However, the protection of press freedom in the Press Law is not in accordance with the constitutional protection of press freedom in the 1945 Constitution. The Press Law orientates the press as an institution, in contrast to the 1945 Constitution which guarantees it as an activity for everyone.
4138743490L1A020060Efektivitas dan Efisiensi Pemanfaatan Kolam Pelabuhan di Pelabuhan Perikanan Samudera CilacapFasilitas pokok di pelabuhan perikanan salah satunya adalah kolam pelabuhan yang dapat diartikan sebagai tempat untuk sandar dan olah gerak kapal perikanan dalam menunjang aktivitas pelabuhan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tingkat efektivitas dan efisiensi pemanfaatan berdasarkan kedalaman kolam, hasil perikanan tangkap, dan manajemen fasilitas sehingga dapat memberikan saran pengelolaan kolam Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis tingkat pemanfaatan, Data Envelopment Analysis (DEA), dan analisis SWOT terhadap data operasional Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat efektivitas berdasarkan kedalaman kolam adalah 79% atau belum optimal akibat terjadinya pendangkalan kolam. Berdasarkan hasil perikanan tangkap terdiri dari Periode I (Agustus 2020 – Juli 2021) sebesar 103%, Periode II (Agustus 2021 – Juli 2022) sebesar 101%, serta Periode III (Agustus 2022 – Juli 2023) sebesar 125% yang berada pada kondisi melampaui optimal. Tingkat efisiensi tertinggi adalah 1 atau 100% pada Periode I di bulan September dan Oktober, Periode II di bulan September; November; April; Mei; dan Juli, dan Periode III di bulan September, Oktober, April; Juni, dan Juli. Pengerukan, pembangunan kolam pelabuhan baru, dan zonasi tempat berlabuh kapal sangat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pemanfaatan kolam pelabuhan.One of the main facilities in the fishing port is the port pool which can be interpreted as a place to dock and move fishing vessels in supporting port activities. The purpose of this study is to analyze the level of effectiveness and efficiency of utilization based on the depth of the pond, the results of capture fisheries, and facility management so as to provide advice on the management of the pond Cilacap Ocean Fishing Port. The data analysis method used is Utilization Rate Analysis, Data Envelopment Analysis (DEA), and SWOT analysis of the operational data of Cilacap Ocean Fishing Port. The results of this study indicate the level of effectiveness based on the depth of the pool is 79% or not optimal due to the silting of the pool. Based on the results of capture fisheries consisting of period I (August 2020 – July 2021) of 103%, period II (August 2021 – July 2022) of 101%, and period III (August 2022 – July 2023) of 125% which are in conditions outside of optimal. The highest efficiency rate is 1 or 100% in period I in September and October, period II in September; November; April; May; and July, and period III in September, October, April; June, and July. Dredging, construction of new port ponds, and zoning of ship berths are indispensable to improve the effectiveness and efficiency of port pond utilization.
4138843492A1A017007DAMPAK SOSIAL EKONOMI AKIBAT ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN SAWAH MENJADI KAWASAN INDUSTRI
(Studi Kasus Desa Nambo Udik Kecamatan Cikande Kabupaten Serang Banten)
Alih fungsi lahan di Kabupaten Serang sebagian besar beralih fungsi menjadi sektor industri. Terjadinya alih fungsi lahan pertanian menimbulkan berbagai dampak, terutama pada dampak ekonomi dan sosial masyarakat. Alih fungsi lahan pertanian terjadi dipengaruhi oleh faktor pendorong, salah satunya yaitu faktor yang mempengaruhi alih fungsi lahan di tingkat internal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perubahan kondisi sosial dan ekonomi pendapatan petani serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi alih fungsi lahan. Metode analisis yang data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, uji wilcoxon signed ranks test, dan uji regresi linear berganda yang dianalisis menggunakan SPSS Statistic 26. Hasil penelitian menunjukan terjadi perubahan pada kondisi sosial berpengaruh terhadap nilai-nilai sosial masyarakat, perubahan mata pencaharian petani, dan perubahan kegiatan petani. Terdapat perbedaan perubahan signifikan pendapatan usahatani dan tidak terdapat perubahan signifikan pada pendapatan non-usahatani dan total rumah tangga tani. Faktor internal yang mempengaruhi yaitu variabel pengalaman tani dan pendapatan usahatani berpengaruh signifikan terhadap luas lahan yang dialih fungsilan.Most land conversions in Serang Regency have been converted into the industrial sector. The conversion of agricultural land causes various impacts, especially on the economic and social impacts of society. The conversion of agricultural land functions is influenced by driving factors, one of which is factors that influence land conversion at the internal level. This research aims to determine the impact of changes in social and economic conditions on farmers' income and determine the factors that influence land conversion. The data analysis methods used were descriptive analysis, Wilcoxon signed rank test, and multiple linear regression tests which were analyzed using SPSS Statistics 26. The results of the research showed that changes in social conditions had an influence on community social values, changes in farmers' livelihoods, and changes in activities. farmer. There are significant differences in changes in farming income and there are no significant changes in non-farming income and the number of farming households. The influencing internal factors, namely the variables of farming experience and farming income, have a significant effect on the area of land converted to function.
4138943494C1B019066Pengaruh Pengalaman Wisata dan Tourism Endorsement Terhadap
Loyalitas Destinasi Dengan Citra Objek Wisata
Sebagai Variabel Mediasi
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pengalaman wisata
dan tourism endorsment terhadap loyalitas destinasi pada objek wisata di Kecamatan
Kalibening dengan citra objek wisata sebagai variabel mediasi. Metode penelitian yang
digunakan adalah kuantitatif pendekatan survey. Subjek yang diteliti dalam penelitian ini
adalah Pengunjung objek wisata di Kecamatan Kalibeninga dengan jumlah sampel yang
diambil pada penelitian ini sebanyak 150 responden. Metode pengumpulan data yang
dipakai yakni dengan kuesioner. Data dalam penelitian ini dianalisis memakai pendekatan
Structural Equation Modeling-Partial Least Square. Berdasarkan hasil penelitian yang
dilakukan dengan memakai bantuan SEM menunjukkan beberapa poin kesimpulan.
Pertama, pengalaman wisata berpengaruh terhadap loyalitas destinasi pada objek-objek
wisata di Kecamatan Kalibening. Kedua, tourism endorsement berpengaruh terhadap
loyalitas destinasi pada objek wisata di Kecamatan Kalibening. Ketiga, citra objek wisata
berpengaruh terhadap loyalitas destinasi pada objek wisata di Kecamatan Kalibening.
Keempat, citra objek wisata mampu memediasi pengaruh pengalaman wisata terhadap
loyalitas destinasi pada objek wisata di Kecamatan Kalibening. Kelima, citra objek wisata
mampu memediasi pengaruh tourism endorsement terhadap loyalitas destinasi pada objek
wisata di Kecamatan Kalibening.
The aim of this research is to analyze the influence of tourism experience and
tourism endorsements on destination loyalty to tourist attractions in Kalibening District
with the image of the tourist attraction as a mediating variable. The research method
used is a quantitative survey approach. The subjects studied in this research were visitors
to tourist attractions in Kalibeninga District with a total of 150 samples taken in this
research. The data collection method used was a questionnaire. The data in this research
were analyzed using the Structural Equation Modeling-Partial Least Square approach.
Based on the results of research conducted using SEM, several conclusion points are
drawn. First, tourism experience influences destination loyalty to tourist attractions in
Kalibening District. Second, tourism endorsement influences destination loyalty to tourist
attractions in Kalibening District. Third, the image of a tourist attraction influences
destination loyalty to tourist attractions in Kalibening District. Fourth, the image of the
tourist attraction is able to mediate the influence of tourist experience on destination
loyalty to tourist attractions in Kalibening District. Fifth, the image of the tourist
attraction is able to mediate the influence of tourism endorsement on destination loyalty
to tourist attractions in Kalibening.
4139043495E1A019222TINJAUAN YURIDIS TERHADAP WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN JUAL BELI DI BAWAH TANGAN PADA KASUS PERALIHAN HAK ATAS TANAHPenelitian ini dilaksanakan terhadap Putusan Pengadilan Nomor 331/Pdt.G/2022/PN.Btm mengenai sengketa perjanjian jual beli tanah dan bangunan secara oper kredit yang dilaksanakan dengan cara di bawah tangan antara M dan WG. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keabsahan perjanjian jual beli di bawah tangan pada peralihan hak atas tanah dan pertimbangan hakim dalam memutuskan penggugat sebagai pemilik sah hak atas tanah pada putusan Nomor 331/Pdt.G/2022/PN.Btm.

Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi penelitian deskriptif. Data bersumber dari data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, menggunakan metode analisis normatif kualitatif.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, Majelis Hakim dalam putusan nya pada perkara Nomor 331/Pdt.G/2022/PN.Btm menyatakan perjanjian jual beli tanah dan bangunan antara M dan WG yang dilakukan dengan cara oper kredit adalah sah dan Majelis Hakim memutuskan M merupakan pemilik sah hak atas tanah dan bangunan tersebut karena M adalah pembeli yang beriktikad baik. Majelis Hakim tidak mempertimbangkan dan memutuskan terkait dengan permohonan memerintahkan kepada Bank BTN Batam untuk menyerahkan sertipikat Hak Guna Bangunan No. 11557 kepada M, putusan yang menyatakan bahwa M adalah pemilik sah atas tanah dan bangunan seharusnya diikuti dengan perintah kepada Bank BTN Batam untuk menyerahkan sertipikat Hak Guna Bangunan No. 11557 kepada M.
This research was conducted on Court Decision Number 331/Pdt.G/2022/PN.Btm regarding a dispute over a land and building sale and purchase agreement on credit which was carried out private agreement between M and WG. The purpose of this study is to determine the validity of private agreement of the transfer of land rights and the judge's consideration in deciding the plaintiff as the legal owner of land rights in Court Decision Number 331/Pdt.G/2022/PN.Btm.

The approach method used in this research is a normative juridical approach. Descriptive research specifications. Data sourced from secondary data. The data collection method is done by literature study, using qualitative normative analysis method.

Based on the results of research and discussion, the Panel of Judges in its decision in case No. 331/Pdt.G/2022/PN.Btm stated that the sale and purchase agreement of land and building between M and WG which was carried out by way of passing credit was valid and the Panel of Judges decided that M was the legal owner of the rights to the land and building because M was a good faith buyer. The Panel of Judges did not consider and decide in relation to the request to order BTN Batam Bank to hand over the certificate of Right Of Use Of Structures No. 11557 to M, the decision stating that M is the legal owner of the land and building should have been followed by an order to BTN Batam Bank to hand over the certificate of Right Of Use Of Structures No. 11557 to M.
4139143496J1D020018KARAKTERISTIK LAMBANG DAN IMAJI PADA PUISI SISWA
SMP NEGERI 1 LUMBIR SERTA RELEVANSINYA SEBAGAI
BAHAN MATERI AJAR KELAS VII DAN VIII
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik lambang dan imaji pada
puisi siswa SMP Negeri 1 Lumbir serta menghubungkan hasil penelitian dengan
materi ajar di SMP. Hal yang melatarbelakangi penelitian ini adalah kurangnya
materi unsur pembangun puisi yang diajarkan dan kurangnya pembendaharaan
kata berbahasa Indonesia oleh siswa SMP Negeri 1 Lumbir. Bentuk penelitian ini
adalah kualitatif dengan data berasal dari penggalan puisi karya siswa SMP
Negeri 1 Lumbir. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode unjuk
kerja (tes), analisis teks, dan kepustakaan. Analisis data yang penulis gunakan
adalah model Miles and Huberman yaitu model interaktif. Teknik yang dilakukan
untuk menguji validasi isi pada penelitian ini adalah teknik triangulasi. Hasil dari
penelitian ini sebagai berikut: (1) karakteristik lambang yang digunakan oleh
siswa SMP Negeri 1 Lumbir adalah lambang benda yang digunakan untuk
menggantikan makna sesutu, (2) karakteristik imaji yang terdapat pada puisi karya
siswa SMP Negeri 1 Lumbir adalah imaji yang berhubungan dengan
pemandangan lingkungan, cuaca, suasana, dan kebiasaan sehari-hari masyarakat
Kecamatan Lumbir, (3) materi ajar lambang dan imaji sebagai materi tambahan
bab II kelas VII dan bab V kelas VIII kurikulum merdeka.
This research aims to find out the characteristics of symbols and imagery in the
poetry of students of SMP Negeri 1 Lumbir and to connect the research results
with teaching materials in junior high school. The background of this research is
the lack of material on the elements of poetry that are taught and the lack of
Indonesian vocabulary by students of SMP Negeri 1 Lumbir. The form of this
research is qualitative with data derived from fragments of poetry by students of
SMP Negeri 1 Lumbir. The data collection techniques used are the performance
method (test), text analysis, and literature. The data analysis that the author uses
is the Miles and Huberman model, namely the interactive model. The technique
used to test the content validation in this research is triangulation technique. The
results of this study are as follows: (1) the characteristics of symbols used by
students of SMP Negeri 1 Lumbir are symbols of objects used to replace the
meaning of something, (2) the characteristics of imagery contained in poems by
students of SMP Negeri 1 Lumbir are imagery related to environmental scenery,
weather, atmosphere, and daily habits of the people of Lumbir sub-district, (3)
teaching materials for symbols and imagery as additional material for chapter II
of class VII and chapter V of class VIII of the independent curriculum.
4139243500A1D019183KAJIAN AGIHAN HARA FOSFOR DAN SERAPAN FOSFOR PADA TANAMAN PADI DI WILAYAH DAS SERAYU TENGAH KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN BANJARNEGARAKecamatan Susukan memiliki luas lahan sawah irigasi sebesar 1.125,56 ha dan berada di wilayah DAS Serayu Tengah, dimana suplai air tersebut untuk irigasi dapat mempengaruhi ketersediaan unsur hara, salah satunya yaitu unsur hara fosfor (P). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui agihan hara fosfor, korelasi antara sifat kimia tanah dan serapan fosfor tanaman padi terhadap hasil tanaman padi, dan rekomendasi dosis pemupukan fosfor yang optimal untuk meningkatkan hasil tanaman padi wilayah DAS Serayu Tengah di Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. Pengambilan sampel dilakukan di 17 titik lokasi yang telah ditentukan berdasarkan peta SLH (Satuan Lahan Homogen). Pengambilan sampel dilakukan secara komposit dengan mengambil sampel sebanyak tiga titik dengan jarak 2-3 m dalam setiap satu titik lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran fosfor di lokasi penelitian memiliki harkat rendah sampai sangat tinggi (9- 23 ppm P2O5). Terdapat korelasi positif antara P-tersedia dengan hasil tanaman padi dan serapan P dengan hasil tanaman padi yang masing-masing memiliki nilai r = 0,025 (korelasi sangat lemah) dan r = 0,409 (korelasi sedang). Rekomendasi pemupukan P padi sawah berdasarkan harkat P-tersedia pada kedalaman tanah 0-25 cm yang memiliki rerata kebutuhan pupuk sebesar 15,23 kg P2O5/ha atau 42,30 kg SP-36 kg/ha atau 35,64 kg TSP/ha atau 101,53 kg phonska/ha.Susukan Distract encompasses an irrigated rice field of 1,125.56 hectares and is situated in the Central Serayu Watershed, where the water supply for irrigation can influence nutrient availability, including phosphorus (P). The purpose of this research is to understand the distribution of phosphorus, the correlation between soil chemical properties and rice plant phosphrus uptake abaout rice yield, and to provide optimal phosphorus fertilization recommendations to enhance rice production in the Central Serayu Watershed area of Susukan District Banjarnegara Regency. Sampling was conducted at 17 predetermined locations based on the Homogeneous Land Unit (SLH) map. Composite sampling involved collecting three samples at intervals of 2-3 meters within each location. Research findings indicate a phosphorus distribution ranging from low to very high (9-23 ppm P2O5). Positive correlations were observed between available P and rice yield, as well as P uptake and rice yield, with respective correlation coefficients of r = 0,025 (very weak correlation) and r = 0,409 (moderate correlation). Fertilization recommendation for paddy field based on availed P levels at a soil depth of 0-25 cm suggests an average fertilizer requirement of 15,23 kg P2O5/ha or 42,30 kg SP-36/ha or 35,64 kg TSP/ha or 101,53 kg phonska/ha.
4139343427J1B019003Register Bahasa dalam Komunitas Pencinta Tanaman Hias Asthabara di BanjarnegaraTujuan dari penelitian ini yaitu (1) untuk mendeskripsikan bentuk dan makna register yang digunakan dalam komunitas Asthabara (2) mendeskripsikan fungsi register dalam komunitas pencinta tanaman hias Asthabara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian yaitu tuturan yang diambil dari percakapan anggota komunitas. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode simak dan metode cakap. Dalam metode simak, peneliti menggunakan teknik dasar berupa teknik sadap dan teknik lanjutan berupa teknik simak libat cakap dan teknik catat. Selanjutnya dalam metode cakap peneliti menggunakan teknik dasar pancing dan teknik lanjutan berupa teknik cakap semuka. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode padan referensial dengan teknik dasar berupa teknik pilah unsur penentu dan teknik lanjutan berupa teknik hubung banding membedakan. Metode hasil analisis data menggunakan metode penyajian data secara informal.
Hasil penelitian ini berupa bentuk dan makna register yang terdapat dalam komunitas Asthabara. Bentuk register yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi bentuk register berdasarkan satuan lingual, berdasarkan asal bahasa, berdasarkan kategori katanya, berdasarkan penggunaanya dalam komunitas, dan berdasarkan asal bahasanya. Berdasarkan satuan lingualnya, dapat dibedakan menjadi bentuk kata (monomorfemis dan polimorfemis) dan bentuk frasa. Makna register yang ditemukan dalam komunitas Asthabara terbagi menjadi makna leksikal dan makna kontekstual. Makna leksikal berkaitan dengan makna yang ada di dalam kamus, sedangkan makna kontekstual berkaitan dengan penggunaanya di dalam komunitas. Berdasarkan perbandingan makna leksikal dan makna kontekstual maka peneliti membedakan kedua makna tersebut menjadi makna yang mengalami perubahan dan makna yang tidak mengalami perubahan. Perubahan makna yang terjadi berupa perubahan menyempit dan perubahan total. Fungsi register yang dianalisis dalam penelitian ini berupa fungsi instrumental, representasi, dan heuristik.


The purpose of this research is (1) to describe the form and meaning of registers used in the community of Asthabara houseplant lovers and (2) to describe the function of registers in the community of Asthabara houseplant lovers. The research used a descriptive qualitative method. The data were collected from the conversations of the community members. The data collection methods used in this research are the observation method. The basic technique used is tapping technique, then the advanced techniques are proficient listening and not-taking techniques. The analytical method used in this research is referential equivalent. This method is realized by the technique of sorting out the determining elements and the advanced technique in the form of a differentiating comparison. The results of data analysis are presented using an informal data presentation method.
The results of the analysis are in the form and meaning of registers contained in the Asthabara community. The forms of register analyzed in this study include register forms based on lingual units, based on language origin, based on word categories, based on their use in the community, and based on their language origin. Based on the lingual unit, it can be divided into word forms (monomorphemic and polymorphic) and phrase forms. The meaning of the registers found in the Asthabara community is divided into lexical meaning and contextual meaning. Lexical meaning is related to the meaning in the dictionary, while contextual meaning is related to its use in the community. Based on the comparison of lexical meaning and contextual meaning, researchers distinguish the two meanings into meanings that have changed and meanings that have not changed. The changes in meaning that occur are in the form of narrowing changes and total changes. The register functions found in this study are instrumental, representational, and heuristic functions.



4139443497E1A019144IZIN POLIGAMI DENGAN ALASAN INGIN MEMBANTU CALON ISTRI (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 60/Pdt.G/2022/PA.Tli)Beristeri lebih dari seorang atau poligami adalah sistem perkawinan yang mengizinkan seorang suami mempunyai istri lebih dari satu atau bisa kedua, ketiga dan seterusnya. Izin poligami dapat diberikan oleh Pengadilan apabila seseorang dikehendaki oleh pihak-pihak yang bersangkutan. Dalam pengajuan permohonan izin poligami seseorang wajib untuk mengajukan permohonan kepada Pengadilan di daerah setempat. Pengajuan permohonan izin beristeri lebih dari seorang atau poligami harus disertakan dengan alasan serta syarat yang telah diatur dalam Undang-Undang Perkawinan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perkara izin poligami yang alasan dalam pengajuannya tidak sesuai dengan alasan-alasan yang telah diatur oleh Undang-Undang Perkawinan akan tetapi tetap dikabulkan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan izin poligami berkaitan dengan alasan dan syarat beristeri lebih dari seorang dalam perkara putusan Pengadilan Agama Tolitoli Putusan Nomor 60/Pdt.G/2022/PA.Tli. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis normatif dan metode pendekatan perundang-undangan dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk teks naratif dengan menggunakan metode analisis normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa majelis hakim mengabulkan perkara permohonan izin poligami. Syarat kumulatif sebagaimana diatur dalam Pasal 5 Ayat (1) Undang-Undang Perkawinan telah terpenuhi, akan tetapi alasan-alasan yang diatur dalam Pasal 4 Ayat (2) Undang-Undang Perkawinan tidak terpenuhi. Hakim dalam pertimbangan hukumnya mengenyampingkan alasan alternatif yang telah diatur oleh Pasal 4 Ayat (2) UU Perkawinan. Menurut Penulis, Putusan Hakim dalam mengabulkan izin poligami ini meskipun mengabaikan alasan-alasan yang telah diatur dalam Pasal 4 Ayat (2) Undang-Undang Perkawinan, dengan melihat bahwasannya Hakim dalam Pengadilan Agama dituntut untuk menyikapi persoalan-persoalan yang muncul dengan hukum islam, maka apabila dikaitkan dengan kaidah islam Ar-Ra’yu yaitu maslahah mursalah dan kaidah fikih, Menolak bahaya didahulukan daripada mendapatkan kemanfaatan. Putusan Hakim dalam hal ini telah sesuai dengan aturan-aturan islam dan dapat dibenarkan karena dapat mendatangkan kemaslahatan serta dapat menghindarkan dari kemudharatan.

POLYGAMY PERMISSION FOR THE REASON OF WANTING TO HELP THE PROSPECTIVE WIFE
(Juridical Review of Decision Number 60/Pdt.G/2022/PA.Tli)
By:
Muhammad Sultan Zaky Zikrullah
E1A019144

ABSTRACT
Having more than one wife or polygamy is a marriage system that allows a husband to have more than one wife or possibly a second, third and so on. Permission for polygamy can be granted by the Court if a person is desired by the parties concerned. When applying for a polygamy permit, a person is obliged to submit an application to the court in the local area. Submission of an application for permission to have more than one wife or polygamy must be accompanied by the reasons and conditions stipulated in the Marriage Law. This research was motivated by the existence of a polygamy permit case where the reasons for the application were not in accordance with the reasons regulated by the Marriage Law but were still granted.
This research aims to determine the legal considerations of judges in granting permits for polygamy regarding the reasons and conditions for having more than one wife in the case of the Tolitoli Religious Court decision Number 60/Pdt.G/2022/PA.Tli. This research uses a normative juridical research type and a statutory approach method with analytical descriptive research specifications. The data source used is secondary data obtained from literature study. The data obtained is presented in the form of narrative text using qualitative normative analysis methods.
The results of the research show that the panel of judges granted the case requesting a polygamy permit. The cumulative requirements as regulated in Article 5 Paragraph (1) of the Marriage Law have been fulfilled, however the reasons stipulated in Article 4 Paragraph (2) of the Marriage Law have not been fulfilled. The judge in his legal considerations put aside the alternative reasons regulated by Article 4 Paragraph (2) of the Marriage Law. According to the author, the judge's decision in granting permission for polygamy despite ignoring the reasons set out in Article 4 Paragraph (2) of the Marriage Law, considering that judges in religious courts are required to respond to problems that arise with Islamic law, therefore When linked to the Islamic principles of Ar-Ra'yu, namely maslahah mursalah and the rules of fiqh, refusing harm takes precedence over gaining benefits. The judge's decision in this case is in accordance with Islamic rules and can be justified because it can bring benefits and can avoid harm.

Keywords: Polygamy Pemission, Reasons for Polygamy.
4139545033C1L017020Pengaruh Adversity Quotient, Motivasi Berprestasi, dan Konsep Diri Terhadap Kemandirian BelajarPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan untuk menganalisis pengaruh adversity quotient, motivasi berprestasi, dan konsep diri terhadap kemandirian belajar. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman angkatan 2021, 2022, dan 2023 sebanyak 196 mahasiswa dan sampel sebanyak 132 mahasiswa. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh menggunakan kuesioner tertutup dengan teknik pengambilan sampel yaitu proportionate stratified random sampling serta teknik analisis data yaitu analisis regresi berganda.
Hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan program SPSS menunjukkan bahwa: (1) Tidak terdapat pengaruh positif adversity quotient terhadap kemandirian belajar. (2) Terdapat pengaruh positif motivasi berprestasi terhadap kemandirian belajar. (3) Terdapat pengaruh positif konsep diri terhadap kemandirian belajar. Implikasi dari penelitian ini yaitu mahasiswa disarankan meningkatkan kemandirian belajar dengan cara meningkatkan motivasi untuk meraih prestasi belajar yang lebih baik, serta meningkatkan konsep diri dengan menumbuhkan pandangan yang positif terhadap diri sendiri sehingga dapat mengembangkan rasa percaya diri pada mahasiswa.
This study is quantitative research conducted to analyze the influence of adversity quotient, achievement motivation, and self-concept on learning independence. The population in this study consisted of 196 students from Economic Education Study Program at Jenderal Soedirman University, from the 2021, 2022, and 2023 cohorts with a sample of 132 students. The data used in this research were obtained using a closed-ended questionnaire with proportionate stratified random sampling as the sampling technique and multiple linear regression analysis as the data analysis technique.
The results of the research and data analysis using the SPSS program showed that: (1) There is no positive influence of adversity quotient on learning independence. (2) There is a positive influence of achievement motivation on learning independence. (3) There is a positive influence of self-concept on learning independence. The implications of this research are that students are advised to enhance their learning independence by increasing motivation to achieve better academic performance and to enhance their self-concept by nurturing a positive view of themselves, thereby developing self-confidence.
4139643501A1D018155KARAKTERISASI MOLEKULER BERBASIS SEKUEN 16S rRNA, UJI BIOKIMIA, DAN BIOASSAY BAKTERI REMEDIATOR KADMIUM ASAL PERAKARAN BAWANG MERAHPencemaran logam kadmium pada lahan pertanian bawang merah di Brebes diketahui melebihi ambang batas 0,05 ppm sehingga berdampak pada kematian tanaman. Untuk meminimalisir cemaran dapat dilakukan remediasi lahan menggunakan mikroorganisme seperti bakteri. Penelitian ini bertujuan 1) mengetahui identitas isolat bakteri resisten kadmium indigenus perakaran bawang merah melalui analisis bioinformatika berbasis sekuen 16S rRNA; 2) hubungan kekerabatan isolat bakteri dengan bakteri lainnya, 3) karakteristik biokimia isolat bakteri indigenus perakaran bawang merah dan 4) respon perkecambahan dan pertumbuhan tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Agroekologi Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah, dan PT. Genetika Science Indonesia. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-November 2022. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal, yaitu inokulasi isolat bakteri terdiri atas: (P0) = perendaman dengan air steril, (P1) = perendaman dengan isolat bakteri BR2, dan (P2) = perendaman dengan isolat bakteri SJ3. Variabel yang diamati dalam penelitian meliputi, daya kecambah, potensi tumbuh maksimum, First Count Test, Kecepatan Tumbuh, Keserempakan Tumbuh, Bobot Kering Kecambah Normal, Karakter agronomi, pertumbuhan vegetatif. Hasil penelitian menunjukkan identitas masing-masing isolat bakteri SJ3 dan BR2 adalah Bacillus cereus dan Bacillus tropicus. Isolat bakteri SJ3 memiliki hubungan kekerabatan dengan spesies B. cereus dengan identity 98,51%, sedangkan isolat bakteri BR2 memiliki kekerabatan dengan spesies B. tropicus dengan identity 98,13%. Isolat bakteri BR2 dan SJ3 bersifat negatif terhadap hidrolisis urea, hidrolisis CMC, pelarut fosfat, penghasil IAA, dan bersifat positif dalam menghasilkan gelatinase. Hasil penambahan isolat bakteri berpengaruh nyata terhadap bobot kering kecambah normal, tinggi tanaman, dan panjang akar dengan p value < 0,05, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap daya kecambah, potensi tumbuh maksimal, first count test, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, dan jumlah daun (p value > 0,05).Cadmium metal pollution on shallot farming land in Brebes is known to exceed the threshold of 0.05 ppm, resulting in plant death. Therefore, to minimize cadmium metal contamination, land remediation can be carried out using microorganisms such as bacteria. This study aims to 1) determine the identity of cadmium-resistant bacterial isolates to shallot roots through bioinformatics analysis based on 16S rRNA sequences; 2) the kinship of bacterial isolates with other bacteria recorded in GenBank, 3) biochemical characteristics of indigenous bacterial isolates of shallot roots and 4) response of tomato plant germination and growth through the application of indigenous bacterial isolates of shallot roots. The research was carried out at the Agroecology Laboratory of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Central Java and PT. Genetika Science Indonesia. The research was conducted from March-November 2022. This study uses a completely randomized design (CRD) with a single factor named bacterial isolate inoculation. It consists of: (P0) = soaking with sterile water, (P1) = soaking with BR2 bacterial isolate, and (P2) = soaking with SJ3 bacterial isolate. Variables observed in this study include germination, maximum growth potential, first count test, growth speed, growth uniformity, dry weight of normal sprouts, agronomic characters, vegetative growth. The results obtained the identity of each bacterial isolate SJ3 and BR2 based on N-BLAST results are Bacillus cereus and Bacillus tropicus. The bacterial isolate SJ3 has a kinship with species B. cereus with an identity of 98,51%, while the bacterial isolate BR2 has a kinship with species B. tropicus with identity of 98,13%. Bacterial isolates BR2 and SJ3 are negative for urea hydrolysis, CMC hydrolysis, phosphate solvent, IAA producer, and are positive in producing gelatinase. The results of the addition of bacterial isolates had a significant effect on sprout dry weight, plant height, and root length with p value <0.05, but had no significant effect on germination, maximum growth potential, first count test, growth speed, growth uniformity, and number of leaves (p value> 0.05).
4139743493E1A020010PENGAWASAN NETRALITAS APARATUR SIPIL NEGARA DAN TENTARA NASIONAL INDONESIA OLEH BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM DALAM KAMPANYE (Studi terhadap Implementasi Pasal 101 huruf d Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum di Kabupaten Banyumas)Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu) menjadi landasan hukum bagi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dalam melaksanakan pengawasan terhadap seluruh tahapan penyelenggaraan pemilihan umum. Dalam konteks pengawasan, Bawaslu antara lain bertugas untuk mengawasi netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyangkut dalam kegiatan kampanye. Penelitian ini hendak menganalisis implementasi Pasal 101 huruf d UU Pemilu oleh Bawaslu Kabupaten Banyumas sebagai Bawaslu di level kabupaten berikut hambatan serta strategi yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut. Lebih jauh, hasil penelitian ini akan dapat digunakan sebagai model pengawasan terhadap netralitas ASN dan TNI oleh Bawaslu di level kabupaten dalam kampanye di berbagai pemilihan umum yang akan datang. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis dan pendekatan kualitatif serta spesifikasi penelitian deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan terhadap netralitas ASN dan TNI oleh Bawaslu Kabupaten Banyumas dalam kampanye telah dilaksanakan sebagaimana yang diatur dalam Pasal 101 huruf d UU Pemilu dengan dilakukannya berbagai metode baik pencegahan dari segala lini dan penindakan pelanggaran. Adapun Bawaslu Kabupaten Banyumas menghadapi hambatan dan melakukan strategi dalam mengatasi hambatan dalam mengawasi netralitas ASN dan TNI dalam kampanye. Law Number 7 of 2017 concerning General Elections (General Election Law) is the legal basis for the General Election Supervisory Body (Bawaslu) in carrying out supervision over all stages of holding general elections. In the context of supervision, Bawaslu is tasked, among other things, with supervising the neutrality of the State Civil Apparatus (ASN) and the Indonesian National Army (TNI) regarding campaign activities. This research aims to analyze the implementation of Article 101 letter d of the General Election Law by Bawaslu of Banyumas Regency as Bawaslu at the district level along with the obstacles and strategies implemented to overcome these obstacles. Furthermore, the results of this research can be used as a model for monitoring the neutrality of ASN and TNI by Bawaslu at the district level in campaigns in various upcoming elections. This research uses an empirical juridical method with a sociological juridical approach and a qualitative approach as well as descriptive research specifications. The data used in this research includes primary data and secondary data. The results of the research show that supervision of the neutrality of ASN and TNI by Bawaslu of Banyumas Regency in the campaign has been carried out as regulated in Article 101 letter d of the General Election Law by implementing various methods, both prevention at all levels and taking action against violations. The Bawaslu of Banyumas Regency is facing obstacles and implementing strategies to overcome obstacles in monitoring the neutrality of ASN and TNI in the campaign.
4139845035H1D020086ANALISIS PERFORMA METODE TRIPLE DEEP CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK (TDCNN) DAN CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK (CNN)Penelitian ini mengkaji klasifikasi biji kopi berdasarkan kelembaban, yang sulit dilakukan secara manual. Metode machine learning seperti VGG16, InceptionV3, dan ResNet-50 sering digunakan dalam klasifikasi gambar, dan deep learning juga semakin banyak dibicarakan. Dalam penelitian ini, dilakukan perbandingan antara performa dan kinerja komputasi metode Convolutional Neural Network (CNN) dan Triple Deep Convolutional Neural Network (TDCNN) untuk klasifikasi biji kopi berdasarkan kelembaban. Dataset yang digunakan terdiri dari gambar biji kopi yang telah dikelompokkan dalam lima kelas berdasarkan kelembabannya. Model TDCNN dan CNN dilatih menggunakan dataset ini untuk mengklasifikasikan biji kopi. Metodologi penelitian melibatkan pengumpulan dataset yang terdiri dari citra biji kopi dengan sudah dikelompokkan ke dalam lima kelas berdasarkan kelembabannya. Kemudian model dari TDCNN dan CNN dilatih menggunakan dataset ini untuk mengklasifikasikan biji kopi berdasarkan kelembabannya. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa metode CNN dengan model InceptionV3 memiliki performa terbaik dalam klasifikasi biji kopi berdasarkan kelembaban, mengungguli metode TDCNN serta model CNN lainnya seperti VGG16 dan ResNet-50 dalam evaluasi performa, akurasi, presisi, recall, dan f1-score. Walaupun model VGG16 lebih baik dalam kinerja komputasi, InceptionV3 tetap berada di posisi kedua, menggarisbawahi kemampuannya yang kuat dalam klasifikasi biji kopi berdasarkan kelembaban. Oleh karena itu, InceptionV3 dalam metode CNN merupakan pilihan yang sangat baik untuk tugas klasifikasi ini.This study examines the classification of coffee beans based on moisture, a task that is challenging to perform manually. Machine learning methods such as VGG16, InceptionV3, and ResNet-50 are often used in image classification, and deep learning is increasingly discussed. In this research, a comparison is made between the performance and computational efficiency of Convolutional Neural Network (CNN) methods and Triple Deep Convolutional Neural Network (TDCNN) for classifying coffee beans based on moisture. The dataset used consists of images of coffee beans that have been grouped into five classes based on their moisture levels. The TDCNN and CNN models are trained using this dataset to classify the coffee beans. The research methodology involves collecting a dataset comprising images of coffee beans that have already been categorized into five classes based on moisture. Then, the TDCNN and CNN models are trained using this dataset to classify the coffee beans based on their moisture levels. The experimental results show that the CNN method with the InceptionV3 model has the best performance in classifying coffee beans based on moisture, outperforming the TDCNN method as well as other CNN models such as VGG16 and ResNet-50 in terms of performance evaluation, accuracy, precision, recall, and F1-score. Although the VGG16 model has better computational performance, InceptionV3 remains in second place, highlighting its strong capability in classifying coffee beans based on moisture. Therefore, InceptionV3 in the CNN method is an excellent choice for this classification task.
4139943510I1A020052FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN TUBERKULOSIS PADA PEDAGANG DI PASAR TAMBAKSOGRA KABUPATEN BANYUMAS
Latar Belakang : Tuberkulosis merupakan salah satu jenis penyakit menular yang masih menjadi ancaman di dunia. Tuberkulosis dapat menyerang siapa saja termasuk para pedagang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh terhadap perilaku pencegahan tuberkulosis pada pedagang.
Metode : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pedagang di Pasar Tambaksogra Kabupaten Banyumas yang berjumlah 122 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik incidental sampling sebanyak 94 orang. Analisis yang digunakan adalah uji chi square, uji korelasi spearman, dan uji regresi logistik berganda.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pada variabel jenis kelamin (p-value = 0,013), pendapatan (p-value = 0,039), dan sikap (p-value = 0,000) terhadap perilaku pencegahan tuberkulosis. Sedangkan, variabel yang tidak berpengaruh yaitu usia (p-value = 0,539), pendidikan (p-value = 0,189), pengetahuan (p-value = 0,753), pelayanan kesehatan (p-value = 0,624), dan dukungan teman (p-value = 0,681).
Kesimpulan : Sikap merupakan faktor yang paling berpengaruh dengan nilai OR = 13,381, artinya pedagang dengan sikap baik memiliki peluang 13,381 kali lebih besar untuk melakukan upaya pencegahan tuberkulosis dengan baik dibandingkan dengan pedagang dengan sikap kurang baik.
Background : Tuberculosis is one of the infectious diseases that still poses a threat worldwide. Tuberculosis can affect anyone, including traders. This research aims to determine the factors influencing tuberculosis prevention behavior among traders.
Methods : This research is quantitative with a cross-sectional study design. The population consisted of all traders in Pasar Tambaksogra, Banyumas Regency, totaling 122 individuals. The sample was selected using incidental sampling technique, with a total of 94 individuals. The analysis employed chi square test, Spearman correlation test, and multiple logistic regression test.
Results : The results indicate an influence with the variables of gender (p-value = 0.013), income (p-value = 0.039), and attitude (p-value = 0.000) on tuberculosis prevention behavior. Meanwhile, variables such as age (p-value = 0.539), education (p-value = 0.189), knowledge (p-value = 0.753), health services (p-value = 0.624), and friend support (p-value = 0.681) showed no significant influence.
Conclucion : Attitude is the most influential factor with an OR value of 13.381, indicating that traders with a positive attitude are 13.381 times more likely to engage in effective tuberculosis prevention measures compared to those with a less favorable attitude.
4140043513F1A019063KELOMPOK SUPPORTER SEPAK BOLA DAN KULTUR ANTI-MUSLIM: STUDI
MENGENAI SOLIDARITAS DALAM FILM FOREVER PURE (2017)
Artikel ini membahas representasi solidaritas kelompok supporter tim sepak bola Beitar Jerusalem, La Familia dalam mempertahankan kultur anti-Muslim pada film Forever Pure (2017). Solidaritas antarkelompok supporter seringkali digambarkan melalui media di sekitar kita, salah satunya film. Film berfungsi sebagai media hiburan, informasi, edukasi dan kritik sosial. Kisah yang disajikan dalam film tidak hanya dimaknai sebagai hiburan semata tetapi juga sebagai representasi dan kritik terhadap realitas sosial. Film Forever Pure menceritakan tentang diskriminasi yang terbentuk dalam kelompok supporter Beitar Jerusalem, La Familia yang terafiliasi ideologi sayap kanan radikal dan Zionisme. La Familia memiliki paham yang menolak adanya orang-orang Arab dan Muslim di Beitar Jerusalem. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis semiotika Charles Sanders Peirce. Terdapat delapan potongan adegan sebagai bahan kajian penelitian. Adegan yang dipilih dianalisis menggunakan konsep trikotomi Peirce. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penting solidaritas kelompok dalam memperkuat ikatan sosial justru seringkali menjadi salah satu faktor yang memunculkan konflik dan disintegrasi di masyarakat. Selanjutnya, solidaritas La Familia memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat modern seperti penekanan dan kontroversi yang dibentuk oleh media massa, dijadikan sebagai kendaraan politik oleh orang-orang tertentu hingga disintegrasi antarkelompok ras dan agama yang rentan terjadi di masyarakat saat ini.This article discusses the representation of the solidarity of the Beitar Jerusalem football team's supporter group, La Familia, in defending anti-Muslim culture in the film Forever Pure (2017). Solidarity between supporter groups is often depicted through the media around us, one of which is film. Movies function as a medium of entertainment, information, education and social criticism. The story presented in the movie is not only interpreted as entertainment but also as a representation and criticism of social reality. Forever Pure tells the story of discrimination within the Beitar Jerusalem supporter group, La Familia, which is affiliated with radical right-wing ideology and Zionism. La Familia has an ideology that rejects the existence of Arabs and Muslims in Beitar Jerusalem. This research uses descriptive qualitative method with Charles Sanders Peirce semiotic analysis approach. There are eight pieces of scenes as the research study material. The selected scenes were analyzed using Peirce's trichotomy concept. The results show that the important role of group solidarity in strengthening social ties is often one of the factors that lead to conflict and disintegration in society. Furthermore, La Familia's solidarity affects various aspects of modern society such as emphasis and controversy shaped by the mass media, used as a political platform by certain people, and disintegration between racial and religious groups that are prone to occur in today's society