Artikelilmiahs
Menampilkan 41.221-41.240 dari 48.877 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 41221 | 43350 | L1C020038 | Analisis Metabolit Sekunder Bakteri Roseivirga sp. Pap.19 Simbion Spons dan Potensinya sebagai Antimikroba pada Berbagai Kondisi Kultur | Spons adalah biota penyusun terumbu karang yang memiliki pola makanan filter feeder, menggunakan mikroba di sekitarnya sebagai sumber nutrisi diantaranya bakteri, kapang dan zooxanthella. Interaksi biokimia antara bakteri dengan spons memungkinkan bakteri yang bersimbiosis menghasilkan senyawa metabolit yang sama dengan inangnya, tujuannya untuk pertahanan diri. Ekstrak metabolit dari bakteri yang bersimbion dengan spons mengandung senyawa bioaktif yang diketahui mempunyai sifat aktifitas seperti: sitotoksik, antivirus dan antimikroba. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah mengetahui metabolit sekunder bakteri Roseivirga sp. PAP.19 simbion spons dan potensinya sebagai antimikroba dengan perlakuan medium dan waktu inkubasi yang berbeda. Biosynthetic Gene Clusters silent (BGCs) merupakan gen yang memiliki banyak potensi didalam bakteri dan tidak aktif pada kondisi normal maka dari itu penelitian melakukan optimasi menggunakan pendekatan OSMAC untuk mengoptimalkan senyawa metabolit sekunder yang dihasilkan. Perlakuan medium dalam penelitian ini menggunakan medium A1BFe+C, RL1, dan air laut sedangkan perlakuan waktu inkubasi yang berbeda dilakukan pada hari ke-4, 5 dan 7. Penerapan pendekatan OSMAC terbukti berhasil, terdapat 8 senyawa yang berpotensi sebagai antimikroba. Berdasarkan uraian tersebut, perlakuan medium dan waktu inkubasi yang berbeda menghasilkan senyawa yang berbeda. | Sponges are the constituent biota of coral reefs that have a filter feeder diet, using the surrounding microbes as a source of nutrients including bacteria, molds and zooxanthella. Biochemical interactions between bacteria and sponges allow symbiotic bacteria to produce the same metabolite compounds as their host, the goal being self-defense. Metabolite extracts from bacteria that are symbionts with sponges contain bioactive compounds that are known to have activity properties such as: cytotoxic, antiviral and antimicrobial. The purpose of this study was to determine the secondary metabolites of Roseivirga sp. PAP.19 bacterial sponge symbionts and their potential as antimicrobials with different medium treatments and incubation times. Biosynthetic Gene Clusters Silent (BGCs) is a gene that has a lot of potential in bacteria and is not active under normal conditions, therefore the research optimizes using the OSMAC approach to optimize the secondary metabolite compounds produced. The A1BFe+C, RL1, and seawater media were apllied in this experiment using different incubation time is on days 4, 5 and 7. The application of the OSMAC approach proved successful, there were 8 compounds had potential as antimicrobials. Based on this description, different medium treatments and fermentation produce compounds that have the potential as antimicrobials. | |
| 41222 | 43360 | H1E020053 | RELAYOUT FASILITAS MENGGUNAKAN COMPUTERIZED RELATIONSHIP LAYOUT PLANNING (CORELAP) DAN MICRO COMPUTERIZE RELATIVE ALLOCATION FATCILITIES TECHNIQUE (MCRAFT) PADA MANUFAKTUR UPCYCLING MULTI-PLASTIK | Tata letak fasilitas area produksi perlu dirancang dengan mempertimbangkan seluruh faktor penyusun dalam sistem produksinya. Namun, PT Pracetak Bangun Indonesia kurang mempertimbangkan faktor tersebut. Kondisi ini berakibat pada kurang efisiennya aliran material yang berlangsung dalam proses produksi dan berimbas pada besarnya penggunaan ongkos material handling yang dikeluarkan. Untuk meminimasi ongkos material handling, pendekatan yang dapat dilakukan dengan melakukan perancangan layout dengan Sistematic Layout Planning (SLP) serta metode Computerized Relationship Layout Planning (CORELAP) dan Micro Computerized Relative Allocation Facilities Technique (MCRAFT). Kerangka SLP digunakan guna mempermudah proses perancangan mulai dari perencanaan sampai dengan evaluasi. Selain itu metode CORELAP digunakan untuk mendapatkan tata letak dengan rating hubungan kedekatan yang dinyatakan dalam Total Closeness Rating (TCR) dan MCRAFT digunakan untuk mempertimbangkan hubungan aktivitas dengan melakukan pertukaran stasiun kerja. Rancangan layout usulan ini mampu mengurangi jarak perpindahan materil sebesar 13,5 m atau 20,09% dari jarak awal dan OMH sebesar 18.84% dari OMH sebelumnya. | The layout of production area facilities needs to be designed by considering all the constituent factors in the production system. However, PT Prakerja Bangun Indonesia did not take this factor into consideration. This condition results in less efficient material flow in the production process and has an impact on the large material handling costs incurred. To minimize material handling costs, an approach that can be taken is to design the layout using Systematic Layout Planning (SLP) as well as the Computerized Relationship Layout Planning (CORELAP) and Micro Computerized Relative Allocation Facilities Technique (MCRAFT) methods. The SLP framework is used to simplify the design process from planning to evaluation. Apart from that, the CORELAP method is used to obtain a layout with a closeness relationship rating expressed in the Total Closeness Rating (TCR) and MCRAFT is used to consider activity relationships by exchanging work stations. This proposed layout design is able to reduce the material movement distance by 13,5 m or 20,09% from the initial distance and the OMH by 18,84% from the previous OMH. | |
| 41223 | 43348 | J1B018060 | ISTILAH-ISTILAH DALAM PERTUNJUKAN KESENIAN EBEG TURONGGO JOYO MIYARDI DI DESA JOJOGAN KECAMATAN WATUKUMPUL KABUPATEN PEMALANG (KAJIAN ETNOLINGUISTIK) | Bahasa merupakan alat atau syarat berhubungan antara manusia satu dengan manusia yang lain, baik lahir maupun batin dalam pergaulan setiap hari. Setiap bahasa mempunyai ciri khas sendiri yang tidak dimiliki oleh bahasa lainnya. Oleh sebab itu, dari ciri khas bahasa tersebutlah bahasa memegang peran penting dalam segala kegiatan masyarakat. Bahasa tidak hanya sebagai metode berpikir. Namun, juga sebagai pengembang budaya. Dalam hal kaitannya bahasa dengan budaya, para ilmuan biasa menyebutnya dengan istilah etnolinguistik. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk melestarikan budaya khususnya dalam pertunjukan ebeg turonggo joyo miyardi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk memudahkan memahami makna kultural dari istilah-istilah yang ada dalam pertunjukan ebeg turonggo joyo miyardi karena selama ini pemahaman makna tersebut hanya melalui proses turun-temurun yang lebih banyak secara lisan dibandingkan lewat tulisan. Oleh karena itu, secara detail akan dijelaskan mengenai bentuk dan makna kultural istilah-istilah dalam pertunjukan ebeg turonggo joyo Miyardi. | Language is a tool or condition for communicating between one human being and another human being, both physically and mentally in daily interactions. Each language has its own characteristics that other languages do not have. Therefore, from the characteristics of language, language plays an important role in all community activities. Language is not only a method of thinking, but also as a cultural developer. In terms of the relationship between language and culture, scientists usually call it ethnolinguistics. This research, was carried out as an effort to preserve culture, especially in the ebeg turonggo joyo miyardi perfomance. It is hoped that the results of this research will help the public to make it easier to understand the cultural meaning of the terms in the ebeg turonggo joyo miyardi performance because so far understanding of these meanings has only been through a hereditary process, mostly verbally rather than through writing. Therefore, in detail we will explain the form and cultural meaning of the terms in the ebeg turonggo joyo miyardi performance. | |
| 41224 | 45017 | J1A020006 | TRANSLATION ERRORS AND ACCURACY OF ENGLISH TRANSLATION IN MUSEUM SANDI YOGYAKARTA'S EXHIBITION LABELS | Sebagai salah satu destinasi pendidikan yang popular, museum banyak menarik pengunjung lokal dan asing yang ingin belajar tentang warisan budaya dan sejarah suatu negara. Oleh karena itu, sangat penting bagi museum menyajikan terjemahan dalam bahasa lain, terutama bahasa Inggris. Namun sayangnya, terdapat beberapa kasus di mana kesalahan terjemahan muncul di label pameran di museum, yang memengaruhi keakuratan terjemahan dan membingungkan pembaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis kesalahan terjemahan pada label pameran Museum Sandi dan bagaimana kesalahan tersebut berdampak pada kualitas keakuratannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, termasuk mengobservasi dan mengumpulkan data. Berdasarkan hasilnya, terdapat 10 kesalahan terjemahan dari 24 jenis, berdasarkan Framework for Standardized Error Making dari ATA. Jenis yang paling banyak ditemukan adalah kesalahan usage dan tanda baca yang terjadi 18 kali untuk keduanya. Selain itu, ditemukan Sebagian besar data (83%) termasuk dalam tingkat Akurat menggunakan akurasi parameter oleh Nagao, Tsuji, dan Nakamura, yang dikutip dari Akhiroh (2013). Kesalahan tersebut banyak dipengaruhi oleh kelalaian penerjemah, kecerobohan, dan kurangnya penelitian mengenai beberapa aturan kepenulisan dalam bahasa target. | As one of the popular educational destinations, the museum attracts both local and foreign visitors who are eager to learn about the country’s cultural heritage and history. Therefore, it is crucial to have translations in other languages, particularly in English. Unfortunately, there are some cases where translation errors appear in the exhibition labels in museums, affecting the translation accuracy and leading to confusion for the readers. This study aims to identify the types of translation errors on the exhibition labels of Museum Sandi and how these errors impact the quality of the accuracy. This study used qualitative descriptive methods, including observation and data collection. Based on the result, there are 10 translation errors out of 24 types, according to ATA’s Framework for Standardized Error Making. The most prominent types were found in usage and punctuation errors, occurring 18 times for both cases. Additionally, it is also indicated that most of the data (83%) belongs to the Accurate level using the parameter accuracy by Nagao, Tsuji, and Nakamura, as cited in Akhiroh (2013). The errors were mainly influenced by the translator's negligence, carelessness, and a lack of research regarding the rules in the target language. | |
| 41225 | 43347 | F1F019010 | PENGARUH RAP MUSIC DALAM GERAKAN BLACK LIVES MATTER DI AMERIKA SERIKAT TAHUN 2020 | Musik rap merupakan bagian dari budaya hiphop yang berasal dari norma,adat istiadat yang tumbuh pada sekitar tahun 1970an di Bronx, Amerika Serikat. Musik rap bertindak sebagai bentuk pengaruh media yang memberikan informasi kepada masyarakat sebagaimana rapper itu sendiri melantunkan dari musik mereka melalui proses selektivitas di mana isu-isu tertentu ditekankan. Sepanjang sejarah, masyarakat Afrika America sudah menggunakan musik rap sebagai sarana yang ampuh untuk mengekspresikan politik orang kulit hitam. Musik rap menjadi fenomena yang besar di era 2000an dan memiliki kaitan erat dengan hubungan internasional. Dalam hubungan internasional, Gerakan sosial menjadi salah satu faktor yang berpengaruh besar pada gelombang demokratisasi. Ketika Musik Rap menjadi suatu fenomena yang besar, hal ini memberikan suatu jalan bagi para pemuda kulit hitam untuk bergerak bersama dalam menyuarakan kesenjangan yang mereka rasakan melalu musik rap, aksi di jalan dalam mengikutsertakan media dalam pergerakan perebutan hak mereka. | Rap music is a part of hip-hop culture that originated from norms and customs that grew around the 1970s in the Bronx, United States. Rap music acts as a form of media influence, providing information to the public as rappers themselves express it through their music, emphasizing certain issues. Throughout history, African American communities have used rap music as a powerful means to express the politics of black people. Rap music became a significant phenomenon in the 2000s and has strong connections to international relations. In the realm of international relations, social movements play a major role in waves of democratization. When rap music became a major phenomenon, it lead the way for young black individuals to come together and voice the disparities they felt through rap music, street actions, and media involvement in their struggle for right. | |
| 41226 | 45018 | J1E017007 | THE USE OF SMART TV AS AN AUDIO-VISUAL MEDIA IN TEACHING ENGLISH SPEAKING SKILLS | Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan Smart TV sebagai alat untuk mengajarkan keterampilan berbicara pada siswa kelas akselerasi bahasa Inggris. Desain penelitian menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, meliputi observasi, wawancara, dan angket. Data dianalisis menggunakan triangulasi dan purposive sampling. Temuan menunjukkan bahwa Smart TV menawarkan peluang untuk meningkatkan penguasaan bahasa melalui fitur interaktif, kemampuan multimedia, dan kemudahan penggunaan. Guru dapat merancang lingkungan pembelajaran interaktif yang mendukung berbagai gaya belajar dan mendorong keterlibatan aktif. Lebih dari 50% siswa menyatakan tanggapan positif dan dukungan terhadap penggunaan Smart TV dalam proses pembelajaran. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa koneksi internet merupakan tantangan signifikan yang dihadapi guru selama menggunakan Smart TV dalam mengajar berbicara. Secara keseluruhan, Smart TV menawarkan cara yang fleksibel untuk melibatkan siswa dalam latihan berbicara intensif dan meningkatkan penguasaan bahasa. | This study explores the use of Smart TV as a tool for teaching speaking skills in English acceleration class students. The research design used descriptive qualitative research, including observation, interviews, and questionnaires. The data was analyzed using triangulation and purposive sampling. The findings indicate that Smart TV offers opportunities to improve language acquisition through its interactive features, multimedia capabilities, and ease of use. Teachers can design interactive learning environments that support various learning styles and encourage active engagement. More than 50% of students expressed positive responses and support for using Smart TV in the learning process. However, the study also found that internet connection was a significant challenge faced by the tacher during the use of Smart TV in teaching speaking. Overall, Smart TV offers flexible ways to engage students in intensive speaking exercises and enhance language acquisition. | |
| 41227 | 45019 | A1A020016 | Strategi Pengembangan Agroindustri Gula Semut pada CV Hugo Inovasi, Kabupaten Banyumas | Gula semut merupakan salah satu produk turunan dari komoditas kelapa yang memiliki nilai ekonomis tinggi untuk dikembangkan. Potensi gula semut yang tinggi menunjukkan perlu adanya pengembangan usaha yang dilakukan pada CV Hugo Inovasi sebagai salah satu perusahaan produsen gula kelapa di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kriteria dan alternatif strategi pengembangan agroindustri gula semut di CV Hugo Inovasi serta menentukan prioritas strategi pengembangan tersebut. Tahapan penelitian ini dimulai dari studi lapangan dengan mewawancarai pelaku agroindustri gula semut di CV Hugo Inovasi. Metode analisis yang digunakan yaitu Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan berbagai kriteria yang akan dikembangkan dan menentukan prioritas strateginya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pengembangan yang dilakukan memiliki beberapa kriteria diantaranya kriteria faktor dalam strategi pengembangan agroindustri gula semut di CV Hugo Inovasi meliputi ketersediaan modal, permintaan, kapasitas produk, infrastruktur, tenaga kerja, dan sumber daya alam. Kriteria tujuan dalam pengembangan agroindustri gula semut di CV Hugo Inovasi meliputi peningkatan pendapatan, perluasan kemitraan usaha, meningkatkan pasokan produk, dan meningkatkan mutu produk. Alternatif strategi dalam pengembangan agroindustri gula semut di CV Hugo Inovasi meliputi memperkuat modal, memperluas akses pasar, memperluas mitra kerjasama, dan melakukan pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia. Prioritas strategi pengembangan gula semut di CV Hugo Inovasi adalah memperkuat permodalan dengan bobot prioritas sebesar 0,294. Hal ini dikarenakan perusahaan ingin mengupayakan perluasan usaha, sehingga membutuhkan permodalan yang cukup tinggi. Modal usaha yang memadai membuat perusahaan tidak mengalami kesulitan dalam menghadapi masalah keuangan guna mencapai tujuan bisnis yang optimal. | Crystal coconut sugar was a derivative product from coconut commodities that has high economic value to be developed. The high potential of crystal coconut sugar indicates the need for business development carried out at CV Hugo Inovasi as one of the coconut sugar producers in Banyumas Regency. This study aims to identify criteria and alternative strategies for the development of crystalline coconut sugar agro-industry in CV Hugo Inovasi and determine the priority of these development strategies. The stages of this research began with a field study by conducting interviews with the actors of the crystalline coconut sugar agro-industry at CV Hugo Inovasi. The analysis method used is the Analytical Hierarchy Process (AHP) to determine the various criteria to be developed and determine strategy priorities. The results of this study indicate that the development strategy carried out has several criteria including factor criteria in the development strategy of the crystalline coconut agro-industry at CV Hugo Inovasi including capital availability, demand, product capacity, infrastructure, labor, and natural resources. The criteria for objectives in the development of the crystalline coconut sugar agro-industry at CV Hugo Inovasi include increasing income, expanding business partnerships, increasing the supply of product, and improving the quality of product. Alternative strategies in the development of crystal coconut sugar agro-industry at CV Hugo Inovasi include strengthening capital, expanding market access, expanding cooperation partners with farmers and entrepreneurs related to raw material supply, and conducting training and human resource development. The priority of the crystal coconut sugar development strategy at CV Hugo Inovasi was to strengthen capital with a priority weight of 0.294. This was because the company wanted to seek business expansion, so it required quite high capital. Adequate business capital makes the company have no difficulty in dealing with financial problems in order to achieve optimal business goals. | |
| 41228 | 43352 | I1A020090 | FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERAN PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO) DI KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN, KABUPATEN BANYUMAS | Latar Belakang : Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang dapat menyerang paru-paru dan organ tubuh lainnya dan disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pada tahun 2023 rentang periode Januari-Agustus, wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Selatan mencatat terdapat sebanyak 161 orang yang terinfeksi penyakit tuberkulosis dengan kasus tertinggi terjadi di Kelurahan Teluk sebanyak 36 kasus dan Kelurahan Karangpucung sebanyak 27 kasus. Pengawas Menelan Obat (PMO) sangat dibutuhkan untuk membantu penderita tuberkulosis selama masa pengobatannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor yang dapat berhubungan dengan peran PMO di Kelurahan Teluk dan Karangpucung. Metode : Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Populasi kasus adalah seluruh PMO yang tinggal serumah dengan penderita di Kelurahan Teluk dan Karangpucung pada tahun 2023. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 51 responden dengan total sampling setelah dilakukan seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner. Analisis data menggunakan uji univariat dan bivariat. Hasil Penelitian : Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat variabel yang berhubungan dengan peran PMO. Didapatkan hasil untuk variabel riwayat pendidikan (p-value=0,149), pekerjaan (p-value=0,742), pengetahuan (p-value=0,183) dan sikap (p-value=0,090). Kesimpulan PMO yang berada di Kelurahan Teluk dan Karangpucung sudah baik dalam menjalankan perannya. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel riwayat pendidikan, pekerjaan, pengetahuan dan sikap terhadap peran PMO di Kelurahan Teluk dan Karangpucung. Kata Kunci : Tuberkulosis, Peran PMO, Hubungan Peran PMO | Background : Tuberculosis is an infectious disease that can attack the lungs and other body organs and is caused by the bacteria Mycobacterium tuberculosis. In 2023, spanning the January-August periode, the work area of the South Purwokerto Community Health Center recorded 161 people infected with tuberculosis, with the highest cases occurring in Teluk Village with 36 cases and Karangpucung Village with 27 cases. Drug swallowing monitor are really needed to help tuberculosis suffers during their treatment periode. The aim of this research is to determine factors that can be related to the role of drug swallowing monitor in Teluk and Karangpucung Village. Method : Quantitative analytical research with a cross sectional design. The case population is all drug swallowing monitors who live in the same house as sufferers in Teluk and Karangpucung village in 2023. The sample in this study was 51 respondents with a total sampling after selection was carried out based on inclusion criteria and exclusion criteria. Data collection was carried out by filling out a questionnaire. Data analysis used univariate and bivariate tests. Research Results : The results is this study indicate that there are no variables related to the role of the drug swallowing monitor. Result were obtained for the variables educational history (p-value=0.149), employment (p-value=0.742), knowledge (p-value=0.183) and attitude (p-value=0.090). Conclusion : The drug swallowing monitors in Teluk and Karangpucung subdistrict are good at carrying out their roles. There is no significant relationship between the variables on educational history, employment, knowledge and attitude towards the role of drug swallowing monitors in Teluk and Karangpucung subdisticts. Keywords : Tuberculosis, Role of Drug Swallowing Monitors, Relationship Between Role of Drug Swallowing Monitors | |
| 41229 | 43353 | I1B020036 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI POST POWER SYNDROME PADA LANSIA PENSIUNAN | ABSTRAK FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN POST POWER SYNDROME PADA LANSIA PENSIUNAN Nur Zaefudin1, Wastu Adi Mulyono2, Hasby Pri Choiruna3 Latar Belakang: Post power syndrome adalah sekumpulan gejala pasca kekuasaan yang negatif dan dialami oleh individu setelah pensiun. Gejala ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah golongan PNS, koping religius positif, koping religius negatif dan resiliensi. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor yang berkorelasi signifikan secara statistik dengan post power syndrome. Metodologi: Penelitian dengan pendekatan cross sectional. Uji korelasi Spearman untuk golongan PNS dan Uji korelasi Pearson untuk koping religius positif, koping religius negatif dan resiliensi. Hasil Penelitian: Dari empat variabel, hanya koping religius negatif yang mempunyai korelasi secara statistik dengan post power syndrome. Melalui uji korelasi Pearson didapatkan nilai koping religius negatif (p=0,006) dan uji t parsial koping religius negatif dengan hasil (p=0,012) Kesimpulan: Secara statistik hanya koping religius negatif yang berhubungan signifikan dengan post power syndrome. Kata Kunci: Penyakit jiwa, Gerontik, Koping, Manajemen, Spiritualitas 1 Mahasiswa Jurusan Keperawatan FIKes Universitas Jenderal Soedirman 2,3 Departemen Keperawatan Dasar FIKes Universitas Jenderal Soedirman | ABSTRACT FACTORS ASSOCIATED WITH POST POWER SYNDROME IN ELDERLY RETIREES Nur Zaefudin1, Wastu Adi Mulyono2, Hasby Pri Choiruna3 Background: Post power syndrome is a set of negative post power symptoms experienced by individuals after retirement. This symptom is influenced by several factors, including job level, positive religious coping, negative religious coping and resilience. This study aims to determine the factors that correlate with post power syndrome. Methods: This study used a cross sectional approach. Spearman r correlation is used to test the relationship between job level and post power syndrome. Pearson r correlation was used to test the relationship between variables positive religious coping, negative religious coping, resilience and post power syndrome. Linear regression with a partial t-test predict the cause-efect relationship model. Results: Only negative religious coping had a statistical correlation with post power syndrome. Through the Pearson correlation test, negative religious coping values (p=0,006) and negative religious partial t test (p=0,012). Conclusion : Statistically, only negative religious coping was significantly associated with post power syndrome. Keywords : Mental Illness, Gerontic, Coping, Management, Spirituality 1Student of Nursing Department Faculty of Health Science, Jenderal Soedirman University 2,3Nursing Department Faculty of Health Jenderal Soedirman University | |
| 41230 | 43354 | A1G020007 | ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PRODUK KERIPIK TEMPE DI UMKM SUKA NICKY KECAMATAN PURWANEGARA KABUPATEN BANJARNEGARA | UMKM merupakan usaha mikro kecil menengah yang membantu masyarakat pada masalah perekonomian. Produk bisa diproduksi sendiri dan tidak perlu tempat karena bisa dilakukan di rumah. UMKM Suka Nicky di Banjarnegra termasuk UMKM yang meghasilkan produk sendiri dan diolah di rumah sendiri. Banyaknya UMKM dengan produk yang hasilkan sama, menjadikan banyaknya persaingan diantara masing-masing UMKM untuk mencapai kepuasan konsumen yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk, mengetahui karakteristik konsumen, menganalisis tingkat kepuasan konsumen, menentukan strategi pemasaran yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepuasan konsumen. Penelitian dilaksanakan pada UMKM Suka Nicky dengan produk keripik tempe. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan bulan April. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik non probability sampling berupa accidental sampling. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini menggunakan rumus Lemeshow dengan pertimbangan karena jumlah populasi tidak diketahui atau tidak terhingga yaitu diambil sebanyak 100 responden. Metode analisis yang digunakan untuk mengukur kepuasan konsumen (tingkat kepentingan dan tingkat kinerja) dan bauran pemasaran 4P menggunakan analisis Customer Satisfaction Index (CSI), dan Importance and Perfomance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan konsumen yang membeli keripik tempe di UMKM Suka Nicky yaitu mayoritas masyarakat berjenis kelamin perempuan, berusia 26-45 tahun, memiliki pendidikan akhir SLTA Sederajat, karyawan swasta, berstatus sudah menikah, dan memiliki pendapatan per bulan Rp.1.958.169 – Rp.3.000.000. Hasil perhitungan Customer Satisfaction Index (CSI), menunjukkan bahwa nilai kepuasan konsumen di UMKM Suka Nicky secara menyeluruh yaitu sebesar 0,86 atau 86 persen yang berarti indeks kepuasan konsumen tersebut berada pada kriteria sangat puas. Atribut dari UMKM Suka Nicky yang diprioritaskan untuk diperbaiki karena sangat mempengaruhi tingkat kepuasan konsumen yaitu atribut yang masuk kedalam kuadran I, dimana tingkat kepentingan tinggi tetapi tingkat kinerjanya masih rendah atribut no 4 (ukuran kemasan produk bervariasi),7 (terdapat penjualan melalui online),8 ( terdapat promosi melalui media sosial),13 (lokasi toko mudah di jangkau atau diakses),15 (kemudahan proses pembayaran),21 (ukuran kemasan produk tidak bervariasi),24 (lokasi toko tidak mudah dijangkau atau diakses). | UMKM are micro, small and medium enterprises that help the community with economic problems. Products can be produced by yourself and do not need a place because it can be done at home. UMKM like Nicky in Banjarnegra include UMKM that produce their own products and are processed at home. The number of UMKM with the same products makes a lot of competition between each UMKM to achieve the expected consumer satisfaction. This study aims to, knowing the characteristics of consumers, analyze the level of consumer satisfaction, determine marketing strategies that can be done to increase consumer satisfaction. The research was carried out on UMKM like Nicky with tempeh chip products. This study was conducted from February to April. The sampling technique used is a non-probability sampling technique in the form of accidental sampling. The number of samples taken in this study using the Lemeshow formula is considered because the population number is unknown or infinite, which is taken as many as 100 respondents. The analytical method used to measure consumer satisfaction (importance and performance level) and the 4P marketing mix uses Customer Satisfaction Index (CSI) analysis, and Importance and Performance Analysis (IPA). The results showed that most consumers who buy tempeh chips at Suka Nicky UMKM are the majority of women, aged 26-45 years, have the equivalent of high school final education, private employees, married status, and have a monthly income of Rp,1,958,169-Rp,3,000,000. The results of the Customer Satisfaction Index (CSI) calculation, show that the value of consumer satisfaction in Suka Nicky MSMEs as a whole is 0.86 or 86 percent which means The consumer satisfaction index is on the criteria of very satisfied. Attributes of UMKM like Nicky that are prioritized to be improved because they greatly affect the level of consumer satisfaction, namely attributes that fall into quadrant I, where the level of importance is high but the level of performance is still low attribute no 4 (product packaging size varies), 7 (there are sales through online), 8 (there are promotions through social media), 13 (store locations are easy to reach or access), 15 (ease of payment process),21 (product packaging size does not vary),24 (store location is not easy to reach or access). | |
| 41231 | 43355 | C1C020108 | Pengaruh Sales Growth, Struktur Modal, Ukuran Perusahaan, Likuiditas, Dan Free Cash Flow Terhadap Kinerja Keuangan | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh (1) sales growth terhadap kinerja keuangan, (2) struktur modal terhadap kinerja keuangan, (3) ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan, (4) likuiditas terhadap kinerja keuangan, (5) free cash flow terhadap kinerja keuangan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif asosiatif. Populasi yang digunakan adalah seluruh perusahaan sektor consumer non-cyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jumlah populasi pada penelitian ini sebanyak 80 perusahaan dengan periode penelitian 4 tahun yaitu 2019-2022. Teknik pengampilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel yang diperoleh pada penelitian ini sebanyak 32 perusahaan dengan 128 observasi data. Berdasarkan hasil pegujian dan analisis data menggunakan analisis regresi data panel dengan bantuan software Eviews 12 menunjukkan hasil bahwa (1) sales growth berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, (2) struktur modal tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan, (3) ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan, (4) likuiditas tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan, (5) free cash flow tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. | This study aims to determine the effect of (1) sales growth on financial performance, (2) capital structure on financial performance, (3) company size on financial performance, (4) liquidity on financial performance, (5) free cash flow on financial performance. This research is an associative quantitative research. The population in this study were all non-cyclical consumer sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The total population in this study were 80 companies with a 4-year research period for 2019-2022. The sample technique in this study used purposive sampling. The number of samples obtained in this study were 32 companies with 128 data observations. Based on the results of testing and data analysis using panel data regression analysis with the help of Eviews 12 software, the results show that (1) sales growth has a positive effect on financial performance, (2) capital structure has no effect on financial performance, (3) company size has no effect on financial performance, (4) liquidity has no effect on financial performance, (5) free cash flow has no effect on financial performance. | |
| 41232 | 43351 | D1A019139 | PENGARUH SARI BUAH TOMAT DENGAN LAMA PENYIMPANAN YANG BERBEDA TERHADAP MEMBRAN PLASMA UTUH DAN TUDUNG AKROSOM UTUH SPERMATOZOA AYAM PELUNG | Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan sari buah tomat dengan lama penyimpanan pada pengencer terhadap membran plasma utuh (MPU) dan tudung akrosom utuh (TAU) spermatozoa ayam pelung. Materi yang digunakan berupa buah tomat, ringer laktat, kuning telur, SDS (Sodium Dodecyl Sulfate), tris (hydroxymethyl) aminomethane, larutan HOST, larutan formal sitrat serta eosin nigrosin. Metode penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan split plot dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Faktor pertama meliputi (P0) 0% sari buah tomat, (P1) 9% sari buah tomat, (P2) 17% sari buah tomat, dan (P3) 23% sari buah tomat. Faktor kedua berupa lama penyimpanan selama 0, 2, 4, 6, 8, dan 10 jam. Variebel yang diamati adalah membran plasma utuh (MPU) dan tudung akrosom utuh (TAU) spermatozoa ayam pelung. Hasil analisis menunjukan bahwa pemberian sari buah tomat dalam pengencer dan lama penyimpanan yang berbeda berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap membran plasma utuh (MPU) dan tudung akrosom utuh (TAU). Kesimpulan penelitian ini adalah perlakuan penambahan sari buah tomat 9% menghasilkan membran plasma utuh (MPU) dan tudung akrosom utuh (TAU) yang optimal hingga 10 jam penyimpanan. | The purpose of this research was to examine the effect of tomatoes juice with storage time on intact plasma membrane (MPU) and intact acrosome (TAU) of pelung rooster spermatozoa. The research material used was the tomatoes juice, ringer lactate, egg yolk, SDS (Sodium Dodecyl Sulfate), tris (hydroxymethyl) aminomethane, HOST, formal ciitrate and eosin nigrosine. This research method was experimental with a split plot design with 4 treatments and 5 replications. The first factor was giving (P0) 0% tomatoes juice, (P1) 9% tomatoes juice, (P2) 17% tomatoes juice, and (P3) 23% tomatoes juice. The second factor is storage time that used in this research were 0, 2, 4, 6, 8, and 10 hours. The variables observed were intact plasma membrane (MPU) and intact acrosome (TAU) of pelung rooster spermatozoa. The results of the analysis showed that the application of of tomatoes juice with storage time is very significant effect (P<0,01) on intact plasma membrane (MPU) and intact acrosome (TAU) of pelung rooster spermatozoa. The conclusion of this study was that addition 9% tomatoes juice resulted in optimal of intact plasma membrane (MPU) and intact acrosome (TAU) of pelung rooster spermatozoa untill 10 hours of storage. | |
| 41233 | 43356 | L1C020056 | Skrining Metabolit Sekunder Bakteri Laut Roseivirga sp. PAP.19 dan Sinomicrobium sp. PAP.21 sebagai Antimiroba dengan Pendekatan One Strain Many Compounds (OSMAC) | Sumber yang paling potensial dalam penemuan dan pengembangan antibiotik baru adalah mikroorganisme laut yang sebagian besar berasal dari filum Bacteroidetes. Akan tetapi, eksplorasi terkait potensi dari filum Bacteroidetes masih terbatas. Eksplorasi potensi dapat dilakukan dengan penemuan metabolit baru, salah satunya adalah dengan co-culture untuk meningkatkan keragaman metabolit dan menghindari penemuan kembali metabolit yang telah diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak co-culture bakteri Roseivirga sp. PAP.19 dan Sinomicrobium sp. PAP.21 sebagai antimikroba melalui pendekatan One Strain Many Compounds (OSMAC) pada medium dan waktu kultur yang berbeda berdasarkan molecular networking profil LC-HRMS. Pendekatan OSMAC dilakukan untuk mengaktifkan kemungkinan produksi metabolit sekunder Biosynthetic Genes Clusters (BGCs) dengan menghasilkan senyawa antimikroba baru dari suatu strain bakteri. Ekstrak co-culture bakteri Roseivirga sp. PAP.19 dan Sinomicrobium sp. PAP.21 diketahui menghasilkan berbagai metabolit sekunder, yaitu lichenysin A (m/z 1008.65 [M+H]), norbuprenorphine (m/z 413.325 [M+H]), ricinoleic acid (m/z 511.396 [M+H]), surfactin C14 (m/z 1022.67 [M+H]) dan surfactin C15 (m/z 1036.69 [M+H]). Metabolit yang dihasilkan ini diketahui memiliki potensi sebagai antimikroba melawan bakteri patogen. | The most potential source for the discovery and development of new antibiotics are marine microorganisms from the phylum Bacteroidetes. However, the exploration potential of the Bacteroidetes phylum still needs to be improved. Potential exploration can be done by discovering new metabolites, one of which is co-culture to increase metabolite diversity and avoid the rediscovery of known metabolites. This research aims to determine the potential of the extract co-culture bacteria Roseivirga sp. PAP.19 and Sinomicrobium sp. PAP.21 as an antimicrobial through One Strain Many Compounds (OSMAC) approach on different culture medium and time-based on molecular networking LC-HRMS profile. The OSMAC approach was carried out to activate the possible production of secondary metabolite biosynthetic gene clusters (BGCs) by producing new antimicrobial compounds from a bacterial strain. Extract co-culture Roseivirga sp. PAP.19 and Sinomicrobium sp. PAP.21 is known to produce various secondary metabolites, namely lichenysin A (m/z 1008.65 [M+H]), norbuprenorphine (m/z 413.325 [M+H]), ricinoleic acid (m/z 511.396 [M+H]), surfactin C14 (m/z 1022.67 [M+H]) dan surfactin C15 (m/z 1036.69 [M+H]). The metabolites produced are known to have antimicrobial potential against pathogenic bacteria. | |
| 41234 | 43357 | C1B019113 | Analisis Faktor Penentu Volatlitas Idiosinkratik Pada Sektor Non Keuangan Perusahaan LQ45 Dengan Suku Bunga Sebagai Variabel Moderasi | Peneltian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penentu volatilitas idiosinkratik. Variabel dependen yang digunakan yaitu volatilitas idiosinkratik, variabel independen yaitu kebijakan dividen, likuiditas, dan profitabilitas serta menggunakan variabel moderasi yaitu suku bunga. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini yaitu perusahaan LQ45 yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2022. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 24 perusahaan dari total 45 perusahaan. Analisis data dengan menggunakan SEM (Structural Equation Modelling) berbasis PLS (Partial Least Square). Berdasarkan hasil penelitian data menunjukkan bahwa: (1) Kebijakan dividen tidak berpengaruh terhadap volatilitas idiosinkratik, (2) Likuiditas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap volatilitas idiosinkratik, (3) Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap volatilitas idiosinkratik, (4) Suku bunga tidak dapat memoderasi pengaruh kebijakan dividen terhadap volatilitas idiosinkratik, (5) Suku bunga memoderasi pengaruh likuiditas terhadap volatilitas idiosinkratik, (6) Suku bunga memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap volatilitas idiosinkratik. Implikasi pada penelitian ini yaitu bagi perusahaan diharapkan dapat memperhatikan masih ada cukup kas atau setara kas guna memenuhi kewajiban jangka pendek serta tetap memperhatikan faktor eksternal demi memperkecil volatilitas idiosinkratik. Bagi investor diharapkan mampu menganalisis likuiditas dan profitabilitas suatu perusahaan serta memperhatikan tingkat suku bunga. Bagi pemerintah perlu menjaga stabilitas suku bunga untuk mendukung perusahaan serta investor. | This research aims to analyze the determinants of idiosyncratic volatility. The dependent variable used is idiosyncratic volatility, the independent variables are dividend policy, liquidity, and profitability and uses moderating variables, namely interest rates. The data collection technique used is documentation. The population in this study are LQ45 companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2017-2022. The sampling technique used purposive sampling technique so that a sample of 24 companies was obtained from a total of 45 companies. Data analysis using SEM (Structural Equation Modeling) based on PLS (Partial Least Square). Based on the results of data research shows that: (1) Dividend policy has no effect on idiosyncratic volatility, (2) Liquidity has a negative and significant effect on idiosyncratic volatility, (3) Profitability has no effect on idiosyncratic volatility, (4) Interest rates cannot moderate the effect of dividend policy on idiosyncratic volatility, (5) Interest rates moderate the effect of liquidity on idiosyncratic volatility, (6) Interest rates moderate the effect of profitability on idiosyncratic volatility. The implication of this research is that companies are expected to pay attention to whether there is enough cash or cash equivalents to meet short-term obligations and continue to pay attention to external factors in order to minimize idiosyncratic volatility. Investors are expected to be able to analyze the liquidity and profitability of a company and pay attention to interest rates. The government needs to maintain interest rate stability to support companies and investors. | |
| 41235 | 43358 | A1F019046 | Aplikasi Metode Foam-Mat Drying pada Pembuatan Susu Jagung Bubuk: Kajian Rasio Jagung:Air dan Konsentrasi Gliserol Monostearat sebagai Bahan Pembusa | Jagung manis (Zea mays convar Saccharata) merupakan salah satu bahan nabati yang memiliki potensi untuk diolah menjadi susu nabati. Pada pembuatan susu jagung, rasio jagung:air merupakan salah satu faktor penting yang akan memengaruhi viskositas serta berdampak pada karakteristik susu jagung yang dihasilkan. Aplikasi teknologi pengeringan menggunakan metode foam-mat drying dan Gliserol Monostearat (GMS) sebagai bahan pembusa menjadi salah satu upaya untuk mengurangi kadar air serta memperpanjang umur simpan susu jagung. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mempelajari aplikasi metode foam-mat drying pada proses pengeringan susu jagung, 2) mempelajari pengaruh variasi rasio jagung:air terhadap karakteristik fisik dan kimia susu jagung bubuk yang dibuat dengan metode foam-mat drying, dan 3) mempelajari pengaruh variasi konsentrasi GMS terhadap karakteristik fisik dan kimia susu jagung bubuk yang dibuat dengan metode foam-mat drying. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap yang disusun secara faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan penelitian. Faktor I adalah rasio jagung:air, yaitu 1:1 dan 1:2. Faktor II adalah konsentrasi GMS, yaitu 1%, 2%, dan 3%. Pengujian fisik dan kimia susu jagung bubuk meliputi stabilitas busa, rendemen, kadar air, kadar protein kasar, kadar lemak, kadar abu, higroskopisitas, densitas nyata, densitas kamba, indeks kelarutan, pH, warna, dan Aw. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan uji DMRT dengan taraf kepercayaan 95%.Rasio jagung:air yang digunakan pada pembuatan susu jagung berpengaruh nyata terhadap rendemen, kadar lemak, kadar abu, higroskopisitas, indeks kelarutan, pH, nilai L*, dan nilai b*, sebaliknya tidak berpengaruh nyata terhadap stabilitas busa, kadar air, kadar protein kasar, densitas nyata, densitas kamba, nilai a*, dan Aw. Penambahan GMS pada proses pengeringan susu jagung berpengaruh nyata terhadap rendemen, kadar lemak, dan higroskopisitas, sebaliknya tidak berpengaruh nyata terhadap stabilitas busa, kadar air, kadar protein kasar, kadar abu, densitas nyata, densitas kamba, indeks kelarutan, pH, nilai L*, nilai a*, nilai b*, dan Aw. | Sweet corn (Zea mays convar Saccharata) is a vegetable ingredient that has the potential to be processed into plant-based milk. In making corn milk, the corn:water ratio is an important factor that will influence the viscosity and impact the characteristics of the corn milk produced. The application of drying technology using the foam-mat drying method and Glycerol Monostearate (GMS) as a foaming agent is an effort to reduce water content and extend the shelf life of corn milk. This research aims to 1) study the application of the foam-mat drying method in the corn milk drying process, 2) study the effect of variations in the corn:water ratio on the physical and chemical characteristics of corn milk powder made using the foam-mat drying method, and 3) study the effect variations in GMS concentration on the physical and chemical characteristics of corn milk powder made using the foam-mat drying method. The research method used was a completely randomized design arranged factorial with 2 factors and 3 research replications. Factor I is the corn:water ratio, namely 1:1 and 1:2. Factor II is the GMS concentration, namely 1%, 2%, and 3%. Physical and chemical testing of corn milk powder includes foam stability, yield, water content, crude protein content, fat content, ash content, hygroscopicity, tapped density, bulk density, water solubility index, pH, color and Aw. The data obtained were analyzed using ANOVA and continued with the DMRT test with a confidence level of 95%. The corn:water ratio used in making corn milk had a significant effect on the yield, fat content, ash content, hygroscopicity, water solubility index, pH, L* value, and b* value, on the other hand, has no significant effect on foam stability, water content, crude protein content, tapped density, bulk density, a* value, and Aw. The addition of GMS to the corn milk drying process has a significant effect on yield, fat content and hygroscopicity, whereas it has no significant effect on foam stability, water content, crude protein content, ash content, tapped density, bulk density, water solubility index, pH, L* value , a* value, b* value, and Aw. | |
| 41236 | 43359 | E1A018329 | BITCOIN SEBAGAI ALAT TRANSAKSI TINDAK PIDANA NARKOTIKA | Perkembangan teknologi yang sangat pesat membawa dampak munculnya sistem pembayaran baru, dimulai dari Uang Elektronik sampai Mata Uang Kripto atau biasa disebut cryptocurrency salah satunya adalah Bitcoin. Keberadaan Bitcoin di satu sisi sangat bermanfaat sebagai alat investasi, namun di sisi lain sangat membahayakan ketika digunakan sebagai alat suatu Tindak Pidana. Bitcoin menggunakan sistem jaringan pembayaran dengan menggunakan sistem peer – to - peer (P2P), Bitcoin seringkali digunakan pada beberapa situs illegal dan aksesbilitas yang hanya bisa diakses melalui Dark Web. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan Bitcoin sebagai alat transaksi pembelian Narkotika dan juga bertujuan untuk mengetahui perskeptif Hukum Pidana pada Bitcoin yang digunakan sebagai alat transaksi Tindak Pidana. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan pengumpulan data studi kepustakaan. Disajikan dalam bentuk teks naratif dengan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa Bitcoin dapat digunakan sebagai alat pembayaran suatu Tindak Pidana dengan cara mengakses Dark Web yang hanya dapat diakses menggunakan The Onion Router (TOR) hal ini sangat memungkin dijadikan sebagai alat transaksi suatu Tindak Pidana dan sampai saat ini praktis hanya Undang – Undang Nomor Undang – Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang yang hanya membahas mengenai Mata Uang yang sah. Jika melihat dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/40/PBI/2016 dan Nomor PBI 19/12/2017 hanya mengatur sanksi administrasi bukanlah sanksi pidana. | The rapid development of technology has resulted in the emergence of new payment systems, starting from Electronic Money to Cryptocurrencies or commonly called cryptocurrencies, one of which is Bitcoin. The existence of Bitcoin on the one hand is very useful as an investment tool, but on the other hand it is very dangerous when used as a tool for a criminal offence. Bitcoin uses a payment network system using a peer-to-peer (P2P) system, Bitcoin is often used on several illegal sites and accessibility that can only be accessed through the Dark Web. This research aims to find out the use of Bitcoin as a means of purchasing Narcotics transactions and also aims to find out the perceptive of Criminal Law on Bitcoin which is used as a transaction tool for Criminal Acts. The research method used is a normative juridical approach. The data used is secondary data with literature study data collection. Presented in the form of narrative text with qualitative analysis method. The results of this study concluded that Bitcoin can be used as a means of payment by accessing the Dark Web which can only be accessed using The Onion Router (TOR), this is very likely to be used as a transaction tool for a criminal offence and until now practically only Law Number 7 of 2011 concerning Currency which only discusses legal currency. If you look at Bank Indonesia Regulation Number 18/40/PBI/2016 and PBI Number 19/12/2017, it only regulates administrative sanctions, not criminal sanctions. | |
| 41237 | 43361 | C1C020049 | Pengaruh Green Accounting Terhadap Harga Saham Dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Mediasi | Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti secara empiris pengaruh green accounting terhadap harga saham dengan profitabilitas sebagai variabel mediasi. Populasi penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia dan mengikuti peringkat PROPER periode 2020-2022 sebanyak 231 perusahaan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling dan diperoleh sebanyak 57 sampel perusahaan dengan total 171 unit analisis. Teknik analisis data pada penelitian ini dalam pengujian hipotesis mengunakan program SmartPLS 3.2.9. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa green accounting berpengaruh terhadap profitabilitas, green accounting tidak berpengaruh terhadap harga saham, profitabilitas berpengaruh terhadap harga saham dan profitabilitas memediasi hubungan green accounting dengan harga saham. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan temuan-temuan dalam penelitian ini. Sehingga kedepannya penelitian mengenai harga saham akan semakin luas dan menjadi informasi penting dalam praktik secara nyata. | This study aims to obtain empirical evidence of the effect of green accounting on stock prices with profitability as a mediating variable. The population of this study are manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange and participating in the PROPER ranking for the 2020-2022 period as many as 231 companies. The sampling technique used in this study was purposive sampling technique and obtained 57 company samples with a total of 171 units of analysis. The data analysis technique in this study in testing the hypothesis used the SmartPLS 3.2.9 program. The findings in this study indicate that green accounting affects profitability, green accounting has no effect on stock prices, profitability affects stock prices and profitability mediates the relationship between green accounting and stock prices. Future research is expected to develop the findings in this study. So that in the future research on stock prices will be more extensive and become important information in real practice. | |
| 41238 | 43362 | I1A020020 | Evaluasi Promosi Kesehatan dalam Penanggulangan Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungbanteng | Latar Belakang : Puskesmas Kedungbanteng memiliki peran penting sebagai penyedia layanan kesehatan di salah satu wilayah dengan kasus Tuberkulosis (TB) tertinggi di Kabupaten Banyumas. Meskipun demikian, implementasi promosi kesehatan TB di Puskesmas tersebut belum mencakup secara menyeluruh semua lapisan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetehaui evaluasi pelaksanaan promosi kesehatan TB di wilayah kerja Puskesmas Kedungbanteng selama tahun 2023. Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain naratif. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam melibatkan 7 informan yang terlibat dalam pelaksanaan promosi kesehatan TB di wilayah kerja Puskesmas Kedungbanteng. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDM penanggulangan TB di Puskesmas Kedungbanteng telah memenuhi standar namun masih kekurangan jumlah kader TB. Dana dari Pemerintah dan swasta telah tersedia tanpa kendala, namun belum dialokasikan untuk promosi kesehatan TB. Program promosi kesehatan TB sudah berjalan sesuai standar, tetapi terhambat beban kerja petugas yang tinggi, waktu, dan stigma negatif di masyarakat terhadap tuberkulosis. Advokasi dan kemitraan dengan lintas sektor termasuk pemerintah desa dan LSM sudah berjalan baik. Kesimpulan : Promosi kesehatan dalam penanggulangan TB di Puskesmas Kedungbanteng sudah berjalan dengan cukup baik. Puskesmas Kedungbanteng diharapkan segera meningkatkan jumlah kader TB dan mengalokasikan dana yang dikhususkan untuk promosi kesehatan TB setiap tahunnya. Pelaksanaan promosi kesehatan TB terhambat oleh beban kerja, waktu, dan stigma yang di masyarakat sehingga perlu strategi untuk meningkatkan kegiatan promosi kesehatan TB di masyarakat. Kata Kunci : Evaluasi Program, Promosi Kesehatan TB, Penanggulangan TB | Background: Puskesmas Kedungbanteng has an important role as a health service provider in one of the areas with the highest Tuberculosis (TB) cases in Banyumas Regency. However, the implementation of TB health promotion at the health center has not covered all levels of society. This study aims to evaluate the implementation of TB health promotion in the Puskesmas Kedungbanteng working area during 2023. Methodology: This study used a qualitative method with a narrative design. Data collection was carried out by in-depth interviews involving 7 informants involved in the implementation of TB health promotion in the Kedungbanteng Health Center working area. Results: The results showed that TB prevention human resources at the Puskesmas Kedungbanteng have met the standards but still lack the number of TB cadres. Funds from the government and private sector are available without constraints, but have not been allocated for TB health promotion. The TB health promotion program has been running according to standards, but is hampered by the high workload of officers, time, and negative stigma in the community towards tuberculosis. Advocacy and partnerships with cross-sectors including village governments and NGO are well established. Conclusion: Health promotion in TB control at Puskesmas Kedungbanteng has been running quite well. Puskesmas Kedungbanteng is expected to immediately increase the number of TB cadres and allocate funds specifically for TB prevention. Keywords: Program Evaluation, TB Health Promotion, TB Control | |
| 41239 | 43363 | A1D019003 | Pengaruh Aplikasi Herbisida Terhadap Gulma, Bakteri Tanah, Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.) | Budidaya tanaman jagung manis relatif lebih menguntungkan dikarenakan jagung manis mempunyai nilai ekonomis yang tinggi dipasaran dan masa produksinya relatif lebih cepat. Gangguan biotik selain hama dan penyakit tanaman adalah gangguan gulma yang menyebabkan terjadinya kompetisi baik hara, air maupun ruang hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh herbisida berbahan aktif paraquat, glifosat, atrazin, mesotrion, dan nicosulfuron terhadap diversitas gulma, efektivitasnya dalam mengendalikan gulma pada pertanaman jagung dan pengaruhnya terhadap kelimpahan populasi bakteri tanah. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas satu faktor yaitu pengendalian gulma, terdiri atas 8 taraf dan 4 ulangan. Taraf perlakuan terdiri dari H0 (kontrol), H1 (penyiangan), H2 (paraquat), H3 (glifosat), H4 (paraquat, atrazin, dan mesotrion), H5 (glifosat, atrazin dan mesotrion), H6 (paraquat, atrazin, mesotrion dan nicosulfuron) dan H7 (glifosat, atrazin, mesotrion dan nicosulfuron). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji ANOVA pada taraf kesalahan 5%, dan dilanjutkan Uji DMRT jika nyata. Kombinasi herbisida berbahan aktif glifosat, paraquat, atrazin, mesotrion dan nicosulfuron mampu mengendalikan gulma tanaman jagung manis. Efektivitas pengendalian gulma glifosat dan paraquat yang menurun pasca 35 HST menyebabkan dominansi berbagai jenis gulma meningkat, namun dengan diaplikasikannya herbisida pasca tumbuh atrazin, mesotrion dan nicosulfuron mampu menurunkan diversitas gulma hingga masa panen. Petak H4 (paraquat, atrazine dan mesotrion) memberikan hasil terbaik pada variabel tinggi tanaman 145,72 cm; jumlah daun 10,85 helai; bobot jagung per petak efektif 41,87 kg/petak; bobot jagung per hektar 16,75 ton/ha. Paparan herbisida yang bersifat toksik menyebabkan mikroba tercekam dan keragaman mikroba terdegradasi. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kepadatan bakteri tanah pasca 55 HST (glifosat dan paraquat) dan pasca 35 hari (atrazin, mesotrion, dan nicosulfuron), dari 10,07x10-8 CFU/mL menjadi 9,55x10-8 CFU/mL (bakteri total). | Sweet corn cultivation is relatively more profitable because sweet corn has high economic value on the market and its production period is relatively faster. Biotic disturbances apart from pests and plant diseases are weed disturbances which cause competition for nutrients, air and living space. This research aims to determine the effect of herbicides containing the active ingredients paraquat, glyphosate, atrazine, mesotrione and nicosulfuron on weed diversity, their effectiveness in controlling weeds in corn plantations and their effect on accelerating soil bacterial populations. The design used was a Randomized Block Design (RAK) which consisted of one factor, namely weed control, consisting of 8 levels and 4 replications. Treatment levels consist of H0 (Control), H1 (Weeding), H2 (Paraquat), H3 (Glyphosate), H4 (Paraquat, Atrazine, and Mesotrione), H5 (Glyphosate, Atrazine and Mesotrione), H6 (Paraquat, Atrazine, Mesotrione and Nicosulfuron) and H7 (Glyphosate, Atrazine, Mesotrione and Nicosulfuron). A combination of herbicides containing the active ingredients glyphosate, paraquat, atrazine, mesotrione and nicosulfuron is able to control sweet corn weeds. The effectiveness of glyphosate and paraquat weed control decreases after 35 HST causing the dominance of various types of weeds to increase, however, with the application of post-emergence herbicides atrazine, mesotrione and nicosulfuron it is able to reduce weed diversity until harvest time. Plot H4 (paraquat, atrazine and mesotrion) gave the best results at a variable plant height of 145.72 cm; number of leaves 10.85 pieces; green leaves 52.15 units; effective corn weight per plot 41.87 kg/plot; corn weight per hectare 16.75 tonnes/ha. Exposure to toxic herbicides causes microbes to be stressed and microbial diversity is degraded. . The results showed a decrease in soil bacterial density after 55 DAP (glyphosate and paraquat) and after 35 DAP (atrazine, mesotrione, and nicosulfuron), from 10.07x10-8 CFU/mL to 9.55x10-8 CFU/mL (total bacteria). | |
| 41240 | 43364 | H1E019024 | PERANCANGAN ULANG CASING CHARGER SMARTPHONE BERBASIS BAHAN FILAMENT POLYLACTID ACID (PLA) MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) DAN DESIGN OF EXPERIMENTS (DOE) | Perkembangan teknologi yang begitu cepat menimbulkan dampak perangkat elektronik yang selalu terbarui. Hal tersebut juga menyebabkan masa alat pakai elektronik berkurang dan masyarakat memilih produk yang lebih baru dan canggih. Pesatnya perkembangan dan permintaan teknologi mengakibatkan sampah-sampah khususnya elektronik semakin meningkat. Peningkatan jumlah sampah tersebut menjadi tantangan yang mengarah pada keberlanjutan dan perlunya perancangan ulang menggunakan material yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang casing adapter charger dengan menggunakan material ramah lingkungan yaitu polylactid acid (PLA). Perancangan ulang dilakukan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) untuk memahami dan menganalisis preferensi serta kebutuhan pelanggan guna menghasilkan produk yang sesuai dengan permintaan pelanggan. Selain itu metode Design of Experiments (DOE) juga digunakan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi hasil serta menghasilkan perancangan yang optimal. Hasil pada penelitian mendapatkan bahwa pelanggan mengharapkan casing adapter charger memiliki kekuatan yang bagus dengan persentase sebesar 17%. Percobaan eksperimen DOE juga menunjukkan bahwa faktor suhu nozzle dan speed printing berpengaruh pada hasil kuat tekan. Melalui pendekatan ini, diharapkan bahwa perancangan ulang casing adapter charger dapat tidak hanya meminimalkan dampak lingkungan tetapi juga memberikan solusi yang memenuhi kebutuhan pelanggan dengan optimal. | The rapid development of technology has led to the impact of constantly updated electronic devices. This also results in a shortened lifespan of electronic devices, and people tend to choose newer and more advanced products. The swift progress and demand for technology contribute to the increasing amount of waste, particularly electronic waste. The escalation in the quantity of waste poses a challenge that directs attention towards sustainability and the need for redesign using environmentally friendly materials. This research aims to redesign the casing of a charger adapter using the environmentally friendly material, polylactic acid (PLA). The redesign is conducted using the Quality Function Deployment (QFD) method to understand and analyze customer preferences and needs in order to produce a product that aligns with customer demands. Additionally, the Design of Experiments (DOE) method is employed to identify influencing factors and generate an optimal redesign. The research findings reveal that customers expect the charger adapter casing to possess strong durability, with a percentage of 17%. DOE experimental trials also indicate that the temperature of the nozzle and printing speed significantly impact compressive strength. Through this approach, it is hoped that the redesigned charger adapter casing not only minimizes environmental impact but also provides an optimal solution that meets customer needs. |