Artikelilmiahs
Menampilkan 41.341-41.360 dari 48.878 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 41341 | 43451 | F1C020048 | IMPLEMENTASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA TENAGA KESEHATAN DENGAN PASIEN PASCA OPERASI ERACS DI RSIA UMMU HANI | Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji implementasi manajemen rumah sakit melalui fungsi public relations dalam upaya meningkatkan kualitas komunikasi interpersonal yang dilakukan tenaga Kesehatan kepada pasien pasca operasi ERACS (Enhanced Recovery After Caesarean Surgery) di RSIA Ummu Hani. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif yang melibatkan tenaga kesehatan, pasien, dan humas rumah sakit sebagai subjek penelitian. Penelitian dengan pendekatan ini memiliki cakupan atas analisis kebutuhan komunikasi interpersonal, pelatihan keterampilan komunikasi, survei kepuasan pasien, evaluasi program PR, dan pemantauan interaksi komunikatif. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan dengan melakukan penampilan data dalam bentuk rancangan deretan naratif yang didasarkan pada informasi-informasi penting dalam penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PR memiliki peran atau fungsi yang signifikan sebagai fasilitator atas berjalannya komunikasi interpersonal efektif antara tenaga kesehatan dengan pasien pasca operasi ERACS. Fungsi PR yang berjalan efektif oleh tenaga kesehatan dapat meningkatkan pemahaman pasien terhadap prosedur kesehatan melalui hubungan interpersonal. Edukasi kesehatan melalui prosedur perawatan pasca operasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien dan pelatihan keterampilan komuniaksi bagi tenaga kesehatan menjadi kunci keberhasilan. Survei kepuasan pasien yang dilakukan menunjukkan adanya persepsi pasien terhadap kualitas komunikasi interpersonal tenaga kesehatan. Penelitian ini memiliki andil untuk memberikan pemahaman bagaimana fungsi PR sebagai pendukung manajemen dapat meningkatkan kualitas komunikasi interpersonal di lingkungan pasca operasi ERACS. Implikasi dari penelitian ini mencakup atas pengembangan strategi komunikasi yang lebih efektif, keterlibatan pasien, dan memperkuat citra positif rumah sakit sebagai lembaga pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan pasien. | This study aims to examine the implementation of hospital management through the public relations function in an effort to improve the quality of interpersonal communication carried out by health workers to patients after ERACS (Enhanced Recovery After Caesarean Surgery) at RSIA Ummu Hani. The research was conducted with a qualitative approach involving health workers, patients, and hospital public relations as research subjects. Research with this approach has a scope of interpersonal communication needs analysis, communication skills training, patient satisfaction surveys, PR program evaluation, and communicative interaction monitoring. Research data were collected through in-depth interviews, direct observation, and document analysis. Data analysis is carried out by displaying data in the form of a narrative series design based on important information in research. The results of this study show that PR has a significant role or function as a facilitator for the running of effective interpersonal communication between health workers and patients after ERACS surgery. Effective PR functions by health workers can increase patient understanding of health procedures through interpersonal relationships. Health education through postoperative care procedures tailored to patient needs and communication skills training for health workers are key to success. The patient satisfaction survey conducted shows the patient's perception of the quality of interpersonal communication of health workers. This research has contributed to providing an understanding of how the function of PR as a management support can improve the quality of interpersonal communication in the ERACS postoperative environment. The implications of this study include developing more effective communication strategies, patient engagement, and strengthening the positive image of the hospital as a patient-oriented health care institution. | |
| 41342 | 43453 | G1A020073 | HUBUNGAN OBESITAS DENGAN FORCED VITAL CAPACITY PADA PENGEMUDI OJEK ONLINE DI BANYUMAS | Latar belakang: Pengemudi ojek online dihadapkan dengan berbagai risiko kesehatan akibat pekerjaan. Rasa lelah, stres dan gaya hidup tidak sehat yang disertai dengan terbatasnya waktu untuk mengakses layanan kesehatan menyebabkan pengemudi ojek online berisiko mengalami obesitas. Pengemudi ojek online berisiko terpapar polusi udara karena menghabiskan mayoritas waktunya di jalan sehingga dapat menimbulkan penurunan fungsi paru yang meningkatkan berbagai risiko penyakit. Tujuan: Mengetahui antara obesitas dengan forced vital capacity pada pengemudi ojek online di Banyumas. Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Tiga puluh satu sampel penelitian diambil menjadi subjek penelitian melalui teknik consecutive sampling. Pengukuran fungsi paru menggunakan alat Spirometer Mir Spirolab. Pengukuran lingkar pinggang menggunakan metline. Pengukuran persen lemak tubuh menggunakan timbangan BIA Omron HF-212. Uji normalitas data menggunakan Shapiro-Wilk. Hubungan antar variabel dievaluasi menggunakan uji Pearson. Hasil: Nilai rerata indeks massa tubuh sebesar 26,02. Nilai rerata persen lemak tubuh sebesar 25,63. Nilai rerata lingkar pinggang sebesar 91,20. Nilai rerata forced vital capacity sebesar 102,32. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara indeks massa tubuh (p-value=0,493), persen lemak tubuh (p-value=0,546) dan lingkar pinggang (p-value=0,660) dengan forced vital capacity. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara obesitas dengan forced vital capacity pada pengemudi ojek online di Banyumas. | Background : Online motorcycle taxi drivers face various health risks due to their job. Fatigue, stress, and an unhealthy lifestyle, combined with limited access to healthcare services, put online motorcycle taxi drivers at risk of obesity. Additionally, they are at risk of exposure to air pollution as they spend the majority of their time on the road, which can lead to decreased lung function and increased risks of various diseases. Objective : To determine the correlation obesity and forced vital capacity among online motorcycle taxi drivers in Banyumas. Method : This research is an analytical observational study with a cross-sectional approach. Thirty-one samples were selected as subjects using consecutive sampling techniques. Lung function was measured using the Mir Spirolab Spirometer. Waist circumference was measured using a measuring tape. Body fat percentage was measured using the Omron HF-212 BIA scale. Data normality was tested using the Shapiro-Wilk test. The correlation between variables was evaluated using the Pearson correlation test. Results : The mean body mass index was 26,02. The mean body fat percentage was 25,63. The mean waist circumference was 91,20. The mean forced vital capacity was 102,32. The Pearson correlation test results showed no significant correlation between body mass index (p-value=0,493), body fat percentage (p-value=0,546) and waist circumference (p-value=0,660) with forced vital capacity. Conclusion : There is no correlation between obesity and forced vital capacity among online motorcycle taxi drivers in Banyumas. | |
| 41343 | 43454 | J1A019038 | TRANSLATION TECHNIQUES AND READABILITY OF INDONESIAN CAPTIONS OF BREAKING NEWS POSTS INSTAGRAM ACCOUNT BADMINTALK_COM | Dengan semakin luasnya jangkauan manusia dalam mengakses berbagai informasi dan hiburan di media sosial, penerjemahan menjadi semakin penting di dunia siber untuk mempermudah pengolahan informasi bagi orang-orang dengan latar belakang bahasa berbeda. Selanjutnya, caption @badmintalk_com pada postingan berita terhangat dilengkapi dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Keterlibatan manusia dalam penerjemahan dapat mengurangi atau menghilangkan hasil terjemahan teks yang janggal. Penelitian ini menggunakan teori Molina dan Albir untuk menentukan dan menemukan teknik penerjemahan dalam data dan teori Nababan untuk menilai kualitas terjemahan dari segi keterbacaan. Melalui metodologi deskriptif kualitatif, diperoleh hasil bahwa terdapat 8 dari 18 teknik penerjemahan yang dikemukakan oleh Molina dan Albir (2002), dengan rincian frekuensi sebagai berikut: Amplifikasi 16 (25,8%), Reduksi 12 (19,3%), Literal Terjemahan 11 (17,8%), Transposisi 7 (11,3%), Peminjaman 6 (9,7%), Generalisasi 5 (8,1), Partikularisasi 4 (6,4%), dan Deskripsi 1 (1,6%). Oleh karena itu, penilaian keterbacaan menunjukkan bahwa dari enam puluh dua data yang diperoleh, 52 data terhitung layak dibaca dengan persentase 83,9%, kurang terbaca (16,1%), dan tidak ada data yang dianggap tidak terbaca. | With the wider range of humans accessing various information and entertainment on social media, translation is increasingly important in the cyber world to make information easier for people with different language backgrounds to process. Subsequently, @badmintalk_com's caption on breaking news posts furnished both the English and Indonesian languages. Human involvement in translating can reduce or eliminate the result of an awkwardly translated text. The research uses the theories of Molina and Albir to determine and find the translation techniques in the data and Nababan’s to assess the translation quality in terms of readability. Through the qualitative descriptive methodology, the result found that there are 8 out of 18 translation techniques proposed by Molina and Albir (2002), with the frequent in detail as follows: Amplification 16 (25.8%), Reduction 12 (19.3%), Literal Translation 11 (17.8%), Transposition 7 (11.3%), Borrowing 6 (9.7%), Generalization 5 (8.1), Particularization 4 (6.4%), and Description 1 (1.6%). Therefore, the readability assessment shows that out of sixty-two pieces of data obtained, 52 were counted as readable with a percentage of 83.9%, less readable (16.1%), and no data is considered unreadable. | |
| 41344 | 43455 | E1A019122 | PENYELESAIAN PERKARA PIDANA DENGAN RESTORATIVE JUSTICE BERDASARKAN PERATURAN KEJAKSAAN NOMOR 15 TAHUN 2020 TENTANG PENGHENTIAN PENUNTUTAN BERDASARKAN KEADILAN RESTORATIF (Studi Kasus di Kejaksaan Negeri Gayo Lues) | Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif menjadi landasan hukum (legal standing) bagi Kejaksaan untuk menyelesaikan perkara melalui Restorative Justice. Penelitian ini bertujuan mengkaji mengenai mekanisme Restorative Justice di Kejaksaan Negeri Gayo Lues serta faktor penguat dan penghambat Kejaksaan Negeri Gayo Lues dalam melaksanakan Restorative Justice. Penelitian ini menggunakan menggunakan metode pendekatan yuridis empiris dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Lokasi penelitian di Kejaksaan Negeri Gayo Lues. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jaksa dalam melaksanakan wewenangnya dalam penyelesaian perkara melalui Restorative Justice telah sesuai dengan Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020 mulai dari penentuan syarat sampai dengan pemulihan status tersangka. Terdapat beberapa faktor penguat dan penghambat di Kejaksaan Negeri Gayo Lues dalam menyelesaikan perkara melalui pendekatan Restorative Justice. Faktor penguat terdiri dari hukum itu sendiri, penegak hukum, fasilitas dan sarana, masyarakat, serta sosial budaya merupakan kontributor utama dalam terlaksananya 10 (sepuluh) kasus yang telah diselesaikan melalui Restorative Justice, sedangkan faktor penghambat dari adanya Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020, kurangnya jumlah jaksa yang bertugas, serta fasilitas dan sarana yang dapat dimaksimalkan lagi. Hal-hal ini mempengaruhi pelaksanaan penyelesaian perkara pidana melalui Restorative Justice Kejaksaan Negeri Gayo Lues. | Republic of Indonesia Prosecutor's Regulation Number 15 of 2020 concerning Termination of Prosecution Based on Restorative Justice is the legal basis (legal standing) for the Prosecutor's Office to resolve a case through Restorative Justice. This research aims to examine the Restorative Justice mechanism at the Gayo Lues District Prosecutor's Office in accordance with Prosecutor's Regulation Number 15 of 2020, as well as the strengthening and inhibiting factors of the Gayo Lues District Prosecutor's Office in implementing Restorative Justice. This research uses an empirical juridical approach with analytical descriptive research specifications. The research location is the Gayo Lues District Prosecutor's Office. The research results show that the Prosecutor in carrying out his authority in resolving cases through Restorative Justice is in accordance with Prosecutor's Regulation Number 15 of 2020 starting from determining conditions to restoring suspect status. There are several strengthening and inhibiting factors at the Gayo Lues District Prosecutor's Office in resolving cases using a Restorative Justice approach. Strengthening factors consist of the law itself, law enforcement, facilities and infrastructure, society, and social culture which are the main contributors in the implementation of the 10 (ten) cases that have been resolved through Restorative Justice, while the inhibiting factors are the enactment of Prosecutor's Regulation Number 15 of 2020, weaken. the number of prosecutors on duty, as well as facilities and infrastructure that can be further maximized. These things influence the implementation of resolving criminal cases through Restorative Justice at the Gayo Lues District Prosecutor's Office. | |
| 41345 | 44848 | H1D020048 | IMAGE CAPTIONING PADA GAMBAR OBJEK WISATA DI PURBALINGGA MENGGUNAKAN ARSITEKTUR TRANSFORMER DAN TEXT-TO-SPEECH BERBASIS WEBSITE | Purbalingga merupakan sebuah wilayah yang terletak di Provinsi Jawa Tengah. Purbalingga menawarkan keindahan alam dan tempat wisata yang menarik. Banyak wisatawan mengabadikan momen kunjungannya dalam bentuk foto/gambar yang kemudian diunggah di media sosial. Namun, sebuah gambar dapat mengandung banyak informasi dan setiap individu dapat menafsirkannya secara berbeda. Tanpa adanya keterangan atau caption pada gambar, manusia akan kesulitan mengurai informasi tersebut. Image captioning mampu mengatasi tantangan ini dengan menghasilkan deskripsi teks otomatis pada gambar. Selain itu, text-to-speech digunakan untuk meningkatkan aksesibilitas bagi penyandang tunanetra dalam memahami keterangan gambar. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model image captioning pada gambar objek wisata di Purbalingga menggunakan arsitektur transformer serta ResNet50. Arsitektur transformer menggunakan attention mechanism untuk mempelajari konteks dan hubungan antara input dan output, sementara ResNet50 merupakan jaringan konvolusional yang handal dalam ekstraksi fitur gambar. Evaluasi model menggunakan metrik BLEU, yang membandingkan kalimat prediksi dengan kalimat referensi, menunjukkan hasil terbaik BLEU-{1, 2, 3, 4} = {0.672, 0.559, 0.489, 0.437}. Eksperimen dengan berbagai kombinasi hyperparameter menunjukkan penambahan embedding dan layer meningkatkan waktu pelatihan dan menurunkan skor BLEU, sementara perubahan jumlah head tidak terlalu memengaruhi hasil. Model terbaik diimplementasikan dalam aplikasi berbasis web menggunakan metode SDLC waterfall, framework Flask, dan basis data MySQL. Aplikasi ini memungkinkan pengguna mengunggah gambar objek wisata, mendapatkan deskripsi otomatis dalam bahasa Indonesia, dan mendengarkan caption-nya yang dibacakan secara audio menggunakan fitur text-to-speech berbasis Web Speech API. Hasil pengujian dengan metode blackbox menunjukkan hasil valid pada setiap pengujian, menandakan aplikasi berjalan sesuai kebutuhan dan layak digunakan. | Purbalingga is a region located in Central Java Province, offering interesting natural beauty and tourist destinations. Many tourists capture their moments in photos, which are then uploaded to social media. However, a picture can contain a lot of information, and each individual may interpret it differently. Without captions, people may struggle to extract this information. Image captioning addresses this challenge by automatically generating text descriptions for images. Additionally, text-to-speech is used to enhance accessibility for the visually impaired in understanding image descriptions. This research aims to develop an image captioning model for images of tourist attractions in Purbalingga using transformer architecture and ResNet50. The transformer architecture employs an attention mechanism to learn the context and relationships between inputs and outputs, while ResNet50 is a robust convolutional network for image feature extraction. Model evaluation using BLEU metrics, which compare generated sentences to reference sentences, shows the best results as BLEU-{1, 2, 3, 4} = {0.672, 0.559, 0.489, 0.437}. Experiments indicate that increasing embeddings and layers extends training time and lowers BLEU scores, while changing the number of heads has minimal impact on results. The best model is implemented in a web-based application using the SDLC waterfall method, Flask framework, and MySQL database. This application allows users to upload tourist attraction images, receive automatic descriptions in Indonesian, and listen to the captions read aloud using the Web Speech API-based text-to-speech feature. Blackbox testing results show valid outcomes for all tests, indicating that the application operates as required and is suitable for use. | |
| 41346 | 43499 | F1B020013 | ANALISIS TRANSFORMASI DIGITAL DALAM PENGELOLAAN PENGARSIPAN BUKU TANAH | Pengelolaan pengarsipan yang baik merupakan suatau kegiatan yang penting, karena sebuah dokumen yang vital dan aktif perlu adanya penyimpanan serta mobilitas yang baik, seperti dokumen buku tanah yang ada pada kantor ATR/BPN Kabupaten Cilacap. Perkembangan zaman pada era globalisasi ini membuat SDM (Sumber Daya Manusia) menjadi berfikir kreatif sehingga terciptanya digitalisasi, penggunaan sistem digitalisasi memiliki kelebihan khususnya pada digitalisasi pengarsipan yang lebih sederhana, aman, dan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan digitalisasi arsip buku tanah pada kantor ATR/BPN Cilacap, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan digitalisasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik yang digunakan penulis untuk mengumpulkan data adalah dengan pendekatan observasi dan wawancara dengan pihak-pihak terkait. Kemudiaan teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan digitalisasi arsip sudah terlaksana di kantor ATR/BPN Cilacap, terbukti dari web dan aplisai yang telah digunakan oleh kantor ATR/BPN yaitu KKP (Komputerisasi Kantor Pertanhan) dan SIAP (Sistem Arsip Pertangan). Pengelolaan arsip di Kantor ATR/BPN Cilacap menunjukkan kemajuan, namun masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu dievaluasi untuk menentukan sejauh mana tingkat efektivitas dan kematangan sistem yang telah diterapkan. | Good archiving management is an important activity, because an important and active document needs good storage and mobility, such as land book documents at the Cilacap Regency ATR/BPN office. Current developments in this era of globalization have made HR (Human Resources) think creatively so that digitalization is created. The use of a digitalization system has advantages, especially in digitizing archiving which is simpler, safer and faster. This research aims to determine the implementation of digitizing land book archives at the ATR/BPN Cilacap office, as well as identifying the obstacles faced in implementing digitization. This research uses descriptive qualitative research methods. The technique used by the author to collect data is an observation approach and interviews with related parties. Then data analysis techniques include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on the results of this research, it can be concluded that the implementation of archive digitization has been carried out at the ATR/BPN Cilacap office, as evidenced by the website and applications that have been used by the ATR/BPN office, namely KKP (Computerized Land Office) and SIAP (Archival Archive System). Records management at the ATR/BPN Cilacap Office shows progress, but there are still a number of challenges that need to be evaluated to determine the level of effectiveness and maturity of the system that has been implemented. | |
| 41347 | 43457 | F1A020006 | PERSEPSI SEKS BEBAS DI KALANGAN MAHASISWA (STUDI PADA MAHASISWA BERSTATUS PACARAN DI FISIP UNSOED ANGKATAN 2020) | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui persepsi mahasiswa laki-laki dan perempuan yang memiliki status pacaran di FISIP UNSOED angkatan 2020 mengenai seks bebas, 2) mengetahui persepsi mahasiswa berstatus pacaran yang mengikuti UKM kerohanian dan tidak mengikuti UKM kerohanian di FISIP UNSOED mengenai seks bebas. Penelitian ini juga berkaitan dengan grand theory dari Sutherland yaitu teori asosiasi diferensial. Jenis penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif untuk mendeskripsikan hasil temuan. Sasaran penelitian yaitu mahasiswa laki-laki dan perempuan yang memiliki status pacaran serta mahasiswa yang mengikuti UKM kerohanian di FISIP UNSOED angkatan 2020 menggunakan simple random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara terstruktur. Analisis data menggunakan analisis distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Persepsi laki-laki berstatus pacaran mengenai seks bebas didominasi oleh petting dan oral seksual dengan persentase 100,0%, selanjutnya yaitu bersenggama dengan persentase 95,7%, 2) persepsi perempuan berstatus pacaran mengenai seks bebas didominasi oleh petting, oral seksual, dan bersenggama dengan persentase 100,0%, 3) persepsi mahasiswa yang mengikuti UKM kerohanian mengenai seks sebas didominasi oleh petting, oral seksual, dan bersenggama dengan persentase 100,0%, 4) persepsi mahasiswa yang tidak mengikuti UKM kerohanian mengenai seks bebas didominasi oleh petting dan bersenggama dengan persentase 100,0%, selanjutnya yaitu oral seksual dengan persentase 93,0%. | This research aims to: 1) find out the perceptions of male and female students who have dating status at FISIP UNSOED class of 2020 regarding free sex, 2) find out the perceptions of students with dating status who take part in spiritual UKM and who do not take part in spiritual UKM at FISIP UNSOED regarding free sex . This research is also related to Sutherland's grand theory, namely differential association theory. This type of research is a descriptive quantitative method to describe the findings. The research targets were male and female students who were in a relationship as well as students participating in the spiritual UKM at FISIP UNSOED class of 2020 using simple random sampling. Data collection methods use questionnaires and structured interviews. Data analysis uses frequency distribution analysis. The results of the research show that: 1) Perceptions of men in a relationship status regarding casual sex are dominated by petting and oral sex with a percentage of 100.0%, followed by intercourse with a percentage of 95.7%, 2) Perceptions of women in a relationship status regarding free sex are dominated by petting, oral sexual, and intercourse with a percentage of 100.0%, 3) perceptions of students who take part in spiritual UKM regarding sex as dominated by petting, oral sexual, and intercourse with a percentage of 100.0%, 4) perceptions of students who do not take part in spiritual UKM Regarding free sex, it is dominated by petting and intercourse with a percentage of 100.0%, followed by oral sex with a percentage of 93.0%. | |
| 41348 | 43473 | G1A020048 | Pengaruh Starvasi Terhadap Viabilitas Sel Punca Mesenkimal Tali Pusat | Latar Belakang: Sel punca mesenkimal (SPM) dapat dimanfaatkan sebagai terapi berbagai penyakit. Namun, terapi penyakit menggunakan SPM memiliki beberapa tantangan diantaranya adalah viabilitas dan proliferassi yang rendah karena adanya kegagalan adaptasi SPM dan perbedaan siklus sel ketika SPM ditransplantasikan. Pengondisian awal dengan starvasi dinilai dapat menjadi metode sinkronisasi sel karena starvasi menginduksi SPM masuk ke dalam fase G0 atau quiescence. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh starvasi terhadap viabilitas sel punca mesenkimal tali pusat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian true experimental dengan desain posttest only control group design. SPM akan di kultur dengan tiga medium dengan komposisi berbeda dimana pada kelompok I menggunakan medium MEM dengan serum, kelompok II adalah kultur dengan medium MEM tanpa serum, dan kelompok 3 adalah kultur pada medium HBSS. Perhitungan viabilitas dilakukan setelah 4, 8 dan 24 jam perlakuan dengan metode trypan blue dye exclusion dan dilakukan tiga kali pengulangan. Hasil: Rerata nilai viabilitas setelah starvasi 4 jam pada kelompok I, II, III bertutur-turut adalah 98,18±0,28% ; 97,30±0,69% ; 98,11±0,29%. Rerata Rerata nilai viabilitas setelah starvasi 8 jam pada kelompok I, II, III bertutur-turut adalah 98,78±1,00% ; 97,31±1,61% ; 98,90±0,38%. Rerata nilai viabilitas setelah starvasi 24 jam pada kelompok I, II, III bertutur-turut adalah 98,80±0,79% ; 99,35±0,43% ; 96,82±1,59%. Nilai tertinggi ada pada kelompok II starvasi 24 jam, sedangkan nulai terendah ada pada kelompok III starvasi 24 jam. Hasil uji analisis bivariat dengan menggunakan uji One-Way ANOVA menunjukkan bahwa starvasi tidak berpengaruh signifikan terhadap viabilitas sel punca mesenkimal. Kesimpulan: Starvasi serum maupun Glukosa/Asam amino tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap viabilitas SPM tali pusat pasa durasi 4, 8, dan 24 jam. | Background: Mesenchymal stem cells (MSCs) can be utilized to treat various diseases. However, disease therapy using SPM has several challenges including low viability and proliferation due to SPM adaptation failure and cell cycle differences when SPM are transplanted. Preconditioning with starvation is considered to be a method of cell synchronization because starvation induces SPM to enter the G0 or quiescence phase. Objective: This study aims to determine the effect of starvation on the viability of umbilical cord mesenchymal stem cells. Methods: This study is a true experimental study with posttest only control group design. SPM will be cultured with three mediums with different compositions where group I uses MEM medium with serum, group II is culture with MEM medium without serum, and group 3 is culture on HBSS medium. Viability calculations were carried out after 4, 8 and 24 hours of treatment with the trypan blue dye exclusion method and three repetitions were carried out. Results: The mean viability values after 4 hours of starvation in groups I, II, III were 98.18 ± 0.28%; 97.30 ± 0.69%; 98.11 ± 0.29%. The mean viability values after 8 hours starvation in groups I, II, III were 98.78 ± 1.00%; 97.31 ± 1.61%; 98.90 ± 0.38%. The mean viability value after 24 hours starvation in groups I, II, III were 98.80 ± 0.79%; 99.35 ± 0.43%; 96.82 ± 1.59%. The highest value was in group II 24-hour starvation, while the lowest value was in group III 24-hour starvation. The results of bivariate analysis using One-Way ANOVA test showed that starvation had no significant effect on mesenchymal stem cell viability. Conclusion: Neither serum starvation nor glucose/amino acid starvation had a significant effect on the viability of umbilical cord SPM at 4, 8, and 24 hours. | |
| 41349 | 43458 | A1G020012 | Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pendapatan Usahatani Padi (Studi Kasus pada Gapoktan Lestari Desa Bulakpacing Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal) | Tanaman padi merupakan sumber karbohidrat utama yang dijadikan sebagai makanan pokok dan sumber mata pencaharian bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Pendapatan usahatani padi terutama di Gapoktan Lestari Desa Bulakpacing Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal mengalami penurunan, hal tersebut disebabkan oleh penurunan produktivitas padi. Pendapatan petani padi sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti luas lahan, harga jual, jumlah produksi, tingkat pendidikan formal, tingkat pendidikan nonformal, dan lama usahatani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik Gabungan Kelompok Tani Lestari Desa Bulakpacing Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal, dan untuk mengetahui pengaruh faktor luas lahan, harga jual, jumlah produksi, tingkat pendidikan formal, tingkat pendidikan nonformal dan lama usaha tani terhadap pendapatan usahatani padi di Gapoktan Lestari Desa Bulakpacing Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif untuk menggambarkan hasil penelitian yang dilakukan Analisis ini menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS 25. Penelitian ini dilaksanakan pada Musim Tanam II (MT II) di bulan April – Juli 2023 pada Gapoktan lestari Desa Bulakpacing, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal. Hasil penelitan menunjukkan bahwa usahatani memiliki R/C ratio sebesar 1,4 yang menunjukkan bahwa usahatani ini layak dengan nilai rata-rata penerimaan sebesar Rp.10.149.275 per 0,29 hektare dan rata-rata biaya usahatani sebesar Rp.7.352.220 per 0,29 hektare, sedangkan secara bersama-sama luas lahan, harga jual, jumlah produksi, tingkat pendidikan formal, tingkat pendidikan nonformal, dan lama usahatani berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan usahatani padi di Gapoktan Lestari dibuktikan dari hasil uji F hitung yakni 14661.013 lebih besar dari F tabel yakni 2.29 dan nilai prob. F-hitung (0,000) < alpha 5%. Nilai Adjusted R Square = 0,995, berarti bahwa 99,5 persen pengaruh variabel luas lahan, harga jual, jumlah produksi, tingkat pendidikan formal, tingkat pendidikan nonformal, dan lama usahatani terhadap pendapatan usahatani padi dan selebihnya 0,5 persen dipengaruhi oleh faktor lain. Secara parsial variabel luas lahan, harga jual, jumlah produksi, pendidikan nonformal dan lama usahatani berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan usahatani padi, sedangkan pendidikan formal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pendapatan usahatani padi di Gapoktan Lestari. | Rice plants are the main source of carbohydrates which are used as staple food and a source of livelihood for the majority of Indonesian people. Rice farming income, especially in Gapoktan Lestari, Bulakpacing Village, Dukuhwaru District, Tegal Regency, has decreased, this is due to a decrease in rice productivity. Rice farmers' income is influenced by several factors such as land area, selling price, production volume, formal education level, non-formal education level, and length of farming. The aim of this research is to determine the characteristics of the Association of Sustainable Farming Groups in Bulakpacing Village, Dukuhwaru District, Tegal Regency, and to determine the influence of land area, selling price, quantity of production, level of formal education, level of non-formal education and length of farming on rice farming income in Gapoktan Lestari Village, Bulakpacing, Dukuhwaru District, Tegal Regency. This study employed qualitative research methods, specifically descriptive approaches, to describe the research findings. The analysis involved the application of multiple linear regression through the SPSS 25 program. The research was conducted during Planting Season II (MT II) from April to July 2023 in Gapoktan Lestari Village, Bulakpacing, Dukuhwaru District, Tegal Regency. The results showed that the farm has an R/C ratio of 1.4 which shows that this farm is feasible with an average revenue value of Rp.10,149,275 per 0.29 hectares and an average farm cost of Rp.7,352,220 per 0.29 hectares, while together the land area, selling price, amount of production, level of formal education, level of non-formal education, and length of farming have a positive and significant effect on rice farming income in Gapoktan Lestari as evidenced by the results of the F test count which is 14661.013 greater than F table which is 2.29 and the value of prob. F-count (0.000) < alpha 5%. The value of Adjusted R Square = 0.995, means that 99.5 percent of the influence of variables such as land area, selling price, amount of production, level of formal education, level of non-formal education, and length of farming on rice farming income and the remaining 0.5 percent is influenced by other factors. Partially, the variables of land area, selling price, amount of production, non-formal education and length of farming have a positive and significant effect on rice farming income, while formal education has a negative and significant effect on rice farming income in Gapoktan Lestari. | |
| 41350 | 43456 | J1E018017 | An Analysis of Reading Comprehension Problems on Narrative Texts (Descriptive-Qualitative Research of the Grade 9D Students at SMP Negeri 1 Gumelar in the Academic Year of 2022/2023) | Perhatian umum dari penelitian ini merupakan teks naratif, dan perhatian utama adalah analisis masalah pemahaman membaca pada teks naratif (penelitian deskriptif kualitatif pada kelas 9D di SMP Negeri 1 Gumelar). Beberapa siswa megalami hal tersebut, karena banyak hal yang harus diperhatikan ketika memprediksi, menganalis, dan memaknai teks. Terdapat 32 siswa yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan desain metode kualitatif deskriptif, bertujuan untuk mengetahui masalah, untuk mengetahui faktor-faktor yang mungkin menyebabkan masalah, dan untuk mengungkapkan bagaimana siswa kelas 9D di SMP Negerei 1 Gumelar dalam mengatasi masalah yang dihadapi dalam pemahaman membaca pada teks naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat 5 masalah dalam pemahaman membaca teks naratif: pengetahuan bahasa (80%), proses membaca (76%), pengetahuan latar belakang (74%), strategi membaca (70%), dan motivasi (58%). (2) Terdapat 5 faktor yang menyebabkan masalah dalam pemahaman membaca pada teks naratif: pengolahan informasi (81%), kurang familiar dengan materi pelajaran (78%), kesulitan teks (74%), kelancaran yang buruk (67%), dan kurangnya kosa kata (60%. (3) Para siswa memiliki 5 cara untuk mengatasi masalah dalam pemahaman bacaan pada teks naratif: membaca perlahan dan hati-hati (81%), menjeda teks (81%), menggunakan kamus (77%), mencatat (66%), dan menggarisbawahi atau melingkari informasi penting (62%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa mempunyai beberapa masalah dalam pemahaman membaca, meliputi pengetahuan bahasa, proses membaca, pengetahuan latar belakang, strategi membaca, dan motivasi. Faktor penyebab permasalahan adalah pengolahan informasi, kurang familiar dengan materi pembelajaran, kesulitan teks, kelancaran yang buruk, dan kurangnya kosa kata. Cara siswa mengatasi permasalahan pemahaman membaca pada teks naratif adalah dengan membaca perlahan dan hati-hati, memberi jeda pada teks, menggunakan kamus, mencatat, dan menggaris bawahi atau melingkari informasi penting. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif, dan solusi terhadap permasalahan siswa dalam pemahaman membaca pada teks naratif. Kata Kunci: Masalah Siswa, Pemahaman Membaca, Teks Naratif. | The general concern of this research was narrative texts, and the main concern was an analysis of reading comprehension problems on narrative texts (descriptive-qualitative research of the grade 9D students at SMP Negeri 1 Gumelar). Some students have experienced it, since there were so many things to take into account when predicting, analyzing, and making meaning from the texts. There were 32 students collected using purposive sampling technique. The data were collected by questionnaire, interview, and documentation. This study employed a descriptive-qualitative to figure out the problems, to investigate the factors possibly causing the problems, and to reveal how the grade 9D students at SMP Negeri 1 Gumelar overcome problems faced in reading comprehension on narrative texts. The result showed that: (1) There were 5 problems in reading comprehension on narrative texts: language knowledge (80%), reading process (76%), background knowledge (74%), reading strategies (70%), and motivation (58%). (2) There were 5 factors that caused the problems in reading comprehension on narrative texts: information processing (81%), less familiarity with the subject matter (78%), text difficulty (74%), poor fluency (67%), and lack of vocabulary knowledge (60%). (3) The students had 5 ways to overcome the problems in reading comprehension on narrative texts: reading slowly and carefully (81%), pausing the texts (81%), use a dictionary (77%), note-taking (66%), and underlining or circling important information (62%). Thus, it is concluded that the students have some problems in reading comprehension, covering language knowledge, reading process, background knowledge, reading strategies, and motivation. The factors that caused the problems were information processing, less familiarity with the subject matter, text difficulty, poor fluency, and lack of vocabulary. The way the students overcame problems reading comprehension on narrative text including reading slowly and carefully, pausing the texts, using a dictionary, note-taking, and underlining or circling important information. This research was expected to make a positive contribution, and provide a solution to the students’ problems in reading comprehension on narrative texts. Keywords: Narrative Texts, Reading Comprehension, Students' Problems. | |
| 41351 | 43459 | F1C020022 | Analisis Strategi Humas Melalui Penerapan Two Way Symmetrical Dalam Upaya Meningkatkan Reputasi Perusahaan (Studi Pada Perumdam Tirta Satria Kabupaten Banyumas) | Reputasi merupakan gambaran secara keseluruhan terkait perilaku organisasi dan hubungan stakeholder yang terbentuk seiring dengan berjalannya waktu. Perumdam Tirta Satria Kabupaten Banyumas merupakan salah satu perusahaan yang sudah berdiri sejak lama. Reputasi perusahaan sudah seharusnya positif dimata masyarakat. Namun pada realisasinya, masih terdapat beberapa kritik pada perusahaan yang secara tidak langsung, dapat membuat reputasi perusahaan menurun. Maka dari itu Perumdam Tirta Satria memerlukan strategi untuk meningkatkan reputasi perusahaan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana strategi, faktor pendukung, dan penghambat Perumdam Tirta Satria dalam upaya meningkatkan reputasi perusahaan melalui penerapan two ways symmetrical yang ditafsirkan melalui excellence theory. Adapaun subjek penelitian terdiri dari Humas Perumdam Tirta Satria Banyumas serta objek penelitiannya yaitu strategi humas yang dilakukan Perumdam Tirta Satria melalui penerapan two ways symmetrical dalam meningkatkan reputasi perusahaan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Humas Perumdam Tirta Satria menerapkan empat model public relations dalam excellence theory yaitu press agentry, public information, two way asymmetrical, dan two way symmetrical. Strategi yang paling efektif, sesuai dengan visi misi perusahaan, dan berhasil dilakukan oleh Humas Perumdam Tirta Satria yaitu dengan menerapkan Two Way Symmetrical Model. Adapun faktor yang mendukung dalam melakukan strategi yaitu sarana prasarana yang memadai dan keterlibatan dengan divisi lain. Kemudian untuk faktor penghambat yang terjadi yaitu terkait kekurangsesuaian jadwal dan waktu kegiatan yang akan dilaksanakan dalam kegiatan yang diadakan oleh Humas Perumdam Tirta Satria Kabupaten Banyumas. | Reputation is an overall picture of organizational behavior and stakeholder relationships that are formed over time. Perumdam Tirta Satria Banyumas Regency is one of the companies that has been established for a long time. The company's reputation should be positive in the eyes of the public. However, in reality, there are still some criticisms of the company that can indirectly make the company's reputation decrease. Therefore Perumdam Tirta Satria needs a strategy to improve the company's reputation. The purpose of this research is to find out how the strategy, supporting factors, and obstacles of Perumdam Tirta Satria in an effort to improve the company's reputation through the application of two ways symmetrical interpreted through excellence theory. The research subject consists of Public Relations of Perumdam Tirta Satria Banyumas and the object of research is the public relations strategy carried out by Perumdam Tirta Satria through the application of two ways symmetrical in improving the company's reputation. Data collection was carried out by means of in-depth interviews, observation, and documentation. The results of the research show that Perumdam Tirta Satria's public relations applies four public relations models in excellence theory, namely press agentry, public information, two way asymmetrical, and two way symmetrical. The most effective strategy, in accordance with the company's vision and mission, and successfully carried out by Perumdam Tirta Satria Public Relations is by implementing the Two Way Symmetrical Model. The factors that support in carrying out the strategy are adequate infrastructure and involvement with other divisions. Then for the inhibiting factors that occur, namely related to the lack of schedule and time of activities to be carried out in activities held by Public Relations Perumdam Tirta Satria Banyumas Regency. | |
| 41352 | 43460 | F1A019050 | KOMODIFIKASI AGAMA: PELIBATAN NILAI-NILAI AGAMA DALAM PERDAGANGAN ELEKTRONIK DI ERA INFORMASI (Analisis Wacana pada Iklan Shopee Barokah) | Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah populasi muslim terbesar yang kemudian dimanfaatkan oleh kapitalis dalam memperoleh keutungan, dengan cara memproduksi komoditas berlabel islami. Alhasil, banyak aspek kebutuhan masyarakat yang melibatkan unsur islami dan disebut komodifikasi agama. Saat ini, komodifikasi agama mulai merambah pada media baru yaitu platform e-commerce. Shopee melakukan komodifikasi agama melalui iklan Youtube dalam mendistribusikan komoditas terbarunya yaitu Shopee Barokah. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan komodifikasi nilai-nilai agama Islam melalui analisis terhadap iklan Shopee Barokah. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori ekonomi politik media dari Vincent Mosco, yang menjelaskan bagaimana hubungan politik, ekonomi, dan komunikasi dalam kapitalisme. Metode dalam penelitian ini yaitu kualitatif dan analisis data menggunakan analisis wacana model Van Dijk. Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa iklan Shopee Barokah melakukan komodifikasi, yaitu komodifikasi konten dan khalayak. Melalui analisis wacana model Van Dijk pada elemen struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro, menunjukkan bahwa komodifikasi konten dalam iklan Shopee Barokah membuat skema adegan bertema islami dan terdapat penonjolan pesan menggunakan label islami seperti kata, logo, atribut, serta pemilihan warna. Iklan Shopee Barokah juga melakukan komodifikasi khalayak berdasarkan konteks sosial yaitu memanfaatkan populasi umat muslim sebagai pangsa pasar potensial dan penghayatan mereka terhadap implementasi nilai-nilai agama Islam dalam kehidupan sehari-hari. | Indonesia is one of the countries with the largest moslem population which is then used by capitalist in obtaining profits, by producing commodities labelled as islamic. As a result, many aspects of society needs involve islamic elements and are called the commodification of religion. Currently, the commodification of religion is starting to penetrate into new media, namely e-commerce platform. Shopee commodifies religion through Youtube advertisement in distributing its latest commodity, Shopee Barokah. The purpose of this research is to explain the commodification of islamic religious values through the analysis of Shopee Barokah advertisements. This research used Vincent Mosco’s political economy of media theory approach, which explains how politics, economics, and communication relate to capitalism. The method in this research is qualitative and the data analysis used Van Dijk’s discourse analysis model. The results of this research show that Shopee Barokah advertisement are commodified, namely commodification of content and audience. Through the discourse analysis of Van Dijk’s model on the elements of macro structure, superstructure, and micro stucture it shows that the commodification of content in Shopee Barokah ads creates an islamic themed scene scheme and there is a protrusion of messages using Islamic labels such as words, logos, attributes, and colour selection. Shopee Barokah advertisements also commodify audiences based on social context, utilising the Muslim population as a potential market share and their appreciation of the implementation of Islamic values in their daily lives. | |
| 41353 | 43461 | E1A020089 | PENJATUHAN VONIS LEPAS DARI SEGALA TUNTUTAN HUKUM TERHADAP TERDAKWA TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN (Studi Putusan Nomor 68/Pid.B/2023/PN Sbg) | Penelitian ini membahas tentang penjatuhan vonis lepas dari segala tuntutan hukum terhadap Terdakwa tindak pidana penganiayaan pada perkara dalam Putusan Nomor 68/Pid.B/2023/PN Sbg dengan Terdakwa atas nama Adi Siska. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis terkait pertimbangan hukum Hakim dalam menjatuhkan vonis lepas dari segala tuntutan hukum dan juga akibat hukum yang timbul akibat vonis tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis normatif kualitatif melalui metode kepustakaan untuk mengumpulkan data-data pendukung penelitian dan disajikan menggunakan teks naratif agar dapat mendeskripsikan hasil penelitian secara komprehensif. Hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa telah ditemukan peran korban dalam terjadinya tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh Terdakwa, yaitu adanya ancaman, baik berupa lisan, maupun tindakan, yaitu berupa penodongan pisau ke arah Terdakwa dan ancaman penyebaran video asusila Terdakwa. Majelis Hakim berpendapat bahwa Terdakwa pada saat kejadian perkara berusaha untuk bertahan menyelamatkan dirinya dengan melakukan perlawanan yang berlebihan akibat bentuk respon guncangan jiwa yang mendadak atas ancaman korban. Dengan begitu, mengacu pada Pasal 191 Ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), Majelis Hakim menjatuhkan vonis lepas dari segala tuntutan hukum terhadap Terdakwa sehingga Terdakwa dibebaskan dari tahanan dan mendapatkan pemulihan atas hak-haknya. Akibat hukum lain yang muncul dengan adanya vonis lepas tersebut adalah timbulnya hak untuk mengajukan upaya hukum Banding bagi Terdakwa dan Penuntut Umum selama tidak mengenai kurang tepatnya penerapan hukum. | This research discusses the imposition of void verdict of all legal claims on defendant of crime of abuse in the case of Verdict Number 68/Pid.B/2023/PN Sbg with the defendant’s name Adi Siska. The purpose of this research is to know and analyse about the judge’s law consideration in imposing the void verdict of all legal claims and about the law impact arising from the verdict. This research is held by the normative qualitative method of analysis through literature method to collect the support data for the research and is shown using narrative text in order to describe the result comprehensively. The results and discussions of this research can be concluded that it is found the victim’s precipitation in the execution the crime of abuse committed by the defendant, such as the threats done by the victim, there are verbal threats, that is the spread of immoral video between the victim and the defendant, and physical threats by pointing a knife right in front of the defendant’s chest. The panel of judges thought that the defendant’s behaviour at that time was about to keep her safe by doing excessive self defense as a form of a response from threats she got. Therefore, based on Article 191 Paragraph (2) Criminal Law Procedure Code, the panel of judges was imposing a void verdict of all legal claims on the defendant so that the defendant was released from custody and got a recovery for her rights. Besides that, another thing arising impacted on the verdict is the rising of rights to appeal by the defendant or the prosecutor as long as it is not caused by the lack of precise application of the law. | |
| 41354 | 43462 | F1C020058 | Implementasi Government Public Relations Dinas Komunikasi dan Informatika dalam Percepatan Penurunan Stunting di Banyumas | Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak dibawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan beberapa penyebab lainnya. Untuk memastikan bahwa masyarakat mengetahui dan berpartisipasi dalam aktivitas pemerintah, government public relations menjadi sangat penting melalui strategi komunikasi dan mengimplementasikan government public relations. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui implementasi Government Public Relations Dinas Komunikasi dan Informatika dalam percepatan penurunan stunting di Banyumas. Model penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif-kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Model Komunikasi SMCR. Informan dalam penelitian ini adalah narasumber yang berkerja di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banyumas dengan menggunakan teknik purposive sampling dalam penentuan informan. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara dan observasi serta buku, literatur, internet, media, dokumen dan lain sebagainya mengenai informasiinformasi yang terkait dengan penelitian. Dengan model analisis Miles dan Huberman yang terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian pada skripsi ini menunjukan adanya penyebaran informasi terkait permasalahan stunting dengan menggunakan berbagai media disertai dengan penyusunan dan pengelolaan pesan. Percepatan penurunan stunting dilakukan oleh Kabupaten Banyumas salah satunya Dinas Komunikasi dan Informatika sebagai Government Public Relations bersama dengan lembaga/dinas lainnya. | Stunting is a condition of failure to thrive in children under five years old due to chronic malnutrition and other causes. To ensure that the public is aware of and participates in government activities, government public relations becomes very important through communication strategies and implementing government public relations. The purpose of this research is to find out the implementation of Government Public Relations of the Communication and Information Office (Dinas Komunikasi dan Informatika) in accelerating the reduction of stunting in Banyumas. The research model used is descriptive-qualitative research. The theory used in this research is SMCR model of communication. The informants in this research are resource persons who work at the Communication and Informatics Office of Banyumas Regency by using purposive sampling technique in determining informants. Data collection techniques by means of interviews and observations as well as books, literature, internet, media, documents and so on regarding information related to research. With the Miles and Huberman analysis model consisting of data collection, data reduction, data presentation and verification. The results of the research in this thesis show that there is innovation in disseminating information related to the problem of stunting by using various media accompanied by the preparation and management of messages. The acceleration of stunting reduction is carried out by Banyumas Regency, one of which is the Communication and Informatics Office as Government Public Relations together with other institutions/offices. | |
| 41355 | 43463 | E1A020032 | PENDEKATAN RESTORATIVE JUSTICE DALAM DUGAAN TINDAK PIDANA KORUPSI ASET PDAM TIRTA SATRIA KABUPATEN BANYUMAS (Studi di Kejaksaan Negeri Purwokerto) | Penanganan perkara korupsi secara umum diselesaikan di pengadilan dengan hasil akhir berupa putusan hakim yang menghukum terpidana. Hukumannya sendiri selalu berorientasi pada kerugian negara dan pemberian hukuman badan pada pelaku. Bahwasanya Kejaksaan Agung RI sudah menerapkan penyelesaian perkara tindak pidana korupsi dengan pendekatan restorative justice untuk kerugian yang relatif kecil dimulai dari tahun 2010. Terhadap hal tersebut, Kejaksaan Negeri Purwokerto turut melaksanakan dengan salah satu perkaranya yaitu dugaan tindak pidana korupsi asset PDAM Tirta Satria Kabupaten Banyumas pada 2021. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pertimbangan Kejaksaan Negeri Purwokerto untuk menyatakan berhasil atau tidaknya pendekatan restorative justice dalam perkara tersebut dan untuk mengetahui sesuai atau tidaknya pendekatan restorative justice dalam perkara tersebut dengan Surat Edaran Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: B1113/F/Fd.1/05/2010, Surat Edaran Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: B-765/F/Fd/04/2018, dan Surat Edaran Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: B-945/F/Fjp/05/2018. Metode pendekatan pada penelitian ini yaitu yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis, sedangkan metode pengumpulan datanya melalui wawancara dan studi pustaka yang kemudian dilakukan analisis kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pendekatan restorative justice dalam dugaan tindak pidana korupsi asset PDAM Tirta Satria telah berhasil dengan pertimbangan telah pulihnya kerugian keuangan negara secara penuh dan pelaku tidak mengulangi perbuatannya. Dalam pelaksanaannya, hal tersebut sudah sesuai dengan Surat Edaran Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: B1113/F/Fd.1/05/2010, Surat Edaran Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: B765/F/Fd/04/2018, dan Surat Edaran Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: B-945/F/Fjp/05/2018. | The handling of corruption cases is generally resolved in court with the final result in the form of a judge's decision that punishes the convicted person. The punishment itself is always oriented towards state losses and the imposition of corporal punishment on the perpetrator. That the Attorney General's Office of the Republic of Indonesia has implemented the settlement of corruption cases with a restorative justice approach for relatively small losses starting from 2010. Against this, the Purwokerto District Attorney's Office also implemented one of the cases, namely the alleged corruption of Banyumas Tirta Satria Regional Drinking Water Company’s assets in 2021. The purpose of this study is to determine the consideration of the Purwokerto District Attorney's Office to declare whether or not the restorative justice approach was successful in the case and to determine whether or not the restorative justice approach in the case is in accordance with the Circular Letter of the Deputy Attorney General for Special Crimes Number: B1113/F/Fd.1/05/2010, Circular Letter of the Deputy Attorney General for Special Crimes Number: B-765/F/Fd/04/2018, and Circular Letter of the Deputy Attorney General for Special Crimes Number: B-945/F/Fjp/05/2018. The approach method in this research is juridical sociological with analytical descriptive research specifications, while the data collection method is through interviews and literature studies which are then subjected to qualitative analysis. The results of this study indicate that the restorative justice approach in the alleged corruption of Banyumas Tirta Satria Regional Drinking Water Company’s assets has been successful with the consideration that the full state financial losses have been recovered and the perpetrators have not repeated their actions. In its implementation, this is in accordance with Circular Letter of the Deputy Attorney General for Special Crimes Number: B1113/F/Fd.1/05/2010, Circular Letter of the Deputy Attorney General for Special Crimes Number: B-765/F/Fd/04/2018, and Circular Letter of the Deputy Attorney General for Special Crimes Number: B-945/F/Fjp/05/2018. | |
| 41356 | 43464 | E1A020191 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PT PLN (Persero) WILAYAH BANJARBARU DALAM PEMUTUSAN ALIRAN LISTRIK BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (Studi Putusan Pengadilan Negeri Banjarbaru Nomor 63/Pdt.Sus-BPSK/2023/PN Bjb) | Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen merupakan suatu perangkat hukum yang dibuat untuk melindungi dan memenuhi hak bagi konsumen dan pelaku usaha. Setiap masyarakat yang menikmati tenaga listrik disebut sebagai konsumen, sedangkan PT PLN (Persero) yang menyediakan tenaga listrik disebut sebagai pelaku usaha. Dengan adanya hubungan hukum tersebut, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen menjadi dasar hukum dalam sengketa Putusan Pengadilan Negeri Banjarbaru Nomor 63/Pdt.Sus-BPSK/2023/PN Bjb. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan Hakim dalam memberikan perlindungan hukum bagi konsumen ketenagalistrikan dalam pemutusan aliran listrik oleh PT PLN (Persero). Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang melitputi bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier dengan metode pengumpulan data studi kepustakaan dan studi dokumenter. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk teks naratif dan metode analisis data yang digunakan yaitu normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Bambang Syamsuzar Oyong selaku konsumen sudah mendapatkan perlindungan hukum dengan tidak dikenakan untuk membayar tagihan susulan dan tidak dilakukannya pemutusan aliran listrik, hal tersebut dikarenakan pelaku usaha telah melanggar kewajibannya sebagai pelaku usaha yang terdapat dalam Pasal 7 huruf (a) dan huruf (b) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. | Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection is a legal instrument created to protect and fulfill the rights of consumers and business actors. Every person who enjoys electric power is called a consumer, while PT PLN (Persero) which provides electric power is called a business actor. With this legal relationship, Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection became the legal basis for the dispute over Banjarbaru District Court Decision Number 63/Pdt.Sus-BPSK/2023/PN Bjb. This research aims to determine the judge's considerations in providing legal protection for electricity consumers when electricity is cut off by PT PLN (Persero). This research uses a normative juridical approach with analytical descriptive research specifications. The data source used is secondary data which includes primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials using data collection methods from library studies and documentary studies. The data obtained is presented in the form of narrative text and the data analysis method used is normative qualitative. Based on the research results, it can be concluded that Bambang Syamsuzar Oyong as a consumer has received legal protection by not being required to pay additional bills and not having to cut off electricity, this is because the business actor has violated his obligations as a business actor as contained in Article 7 letter (a) and letter (b) Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. | |
| 41357 | 43465 | F1A018029 | Analisis Perspektif Pedagang Kaki Lima Terhadap Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kelurahan Sumber Kabupaten Cirebon | Pada tahun 2019 dunia dilanda bencana pandemi koronavirus varian SARS-CoV-2. Indonesia adalah salah satu negara yang mengalami pandemi sejak tahun 2020. Dampak pandemi tersebut, pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan mobilisasi masyarakat dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Imbas dari kebijakan PPKM banyak pedagang kaki lima yang dirugikan termasuk di daerah Cirebon. Penelitian ini bertujuan mengkaji perspektif pedagang kaki lima terhadap penerapan kebijakan PPKM melalui makna dan motif yang melatarbelakangi perilaku dan tindakan pedagang kaki lima. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Lokus penelitian dilakukan di Kelurahan Sumber, Kabupaten Cirebon. Teknik penentuan informan menggunakan purposive dengan sasaran pedagang kaki lima yang terdampak atas penerapan kebijakan PPKM. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pedagang kaki lima membangun makna negatif dan positif terhadap penerapan kebijakan PPKM yang dianggap sebagai dampak. Pertama, makna dampak negatif karena dianggap telah merugikan secara finansial akibat penurunan omset, pembatasan jam operasional, pelarangan penggunaan meja dan kursi, serta fasilitas umum, hingga rasa takut pembeli terjangkit Covid-19. Kedua, makna dampak positif karena dianggap telah membuat PKL untuk berpikir secara kreatif dan inovatif dalam berdagang. Hasil berikutnya menunjukkan bahwa makna yang terbangun mengarahkan perilaku dan tindakan PKL menaati dan tidak menaati atas penerapan kebijakan PPKM. Adapun PKL yang tidak menaati memiliki motif untuk menekan biaya produksi dan adanya kelonggaran satgas PPKM. Sedangkan PKL yang menaati kebijakan PPKM memiliki motif agar di kemudian hari masih mendapatkan izin dan adanya tuntutan sebagai ketua kelompok. Adapun strategi yang digunakan adalah 1) Pindah tempat berjualan dari pinggir jalan ke shelter yang disediakan pemerintah, 2) Peralihan sistem berjualan dari offline ke online. 3) Melakukan pinjaman modal untuk usaha. 4) Berganti produk jualan. 5) Mencari pekerjaan sampingan. 6) Bermain petak umpet dengan petugas. 7) Membentuk perkumpulan pedagang. | In 2019 the world was hit by the SARS-CoV-2 variant coronavirus pandemic. Indonesia is one of the countries that has experienced a pandemic since 2020. As a result of the pandemic, the government implemented a policy of limiting community mobilization by implementing Community Activity Restrictions (PPKM). As a result of the PPKM policy, many street vendors have suffered losses, including in the Cirebon area. This research aims to examine street vendors’ perspectives on the implementation of PPKM policies through the meaning and motives behind the behavior and actions of street vendors. This research uses descriptive qualitative methods. The research locus was carried out in Sumber Village, Cirebon Regency. The technique for determining informants uses purposive targeting of street vendors who are affected by the implementation of the PPKM policy. Data collection techniques use in-depth interviews, observation and documentation. The collected data is analyzed interactively. The research results show that street vendors develop negative and positive meanings towards the implementation of the PPKM policy which is considered an impact. First, the meaning of the negative impact is because it is considered to have caused financial harm due to reduced turnover, restrictions on operating hours, prohibitions on the use of tables and chairs, as well as public facilities, and buyers’ fear of contracting Covid-19. Second, the meaning of the positive impact is because it is considered to have made street vendors think creatively and innovatively in trading. The next results show that the meaning that is built directs the behavior and actions of street vendors in obeying and disobeying the implementation of PPKM policies. Meanwhile, street vendors who do not comply have a motive to reduce production costs and to allow the PPKM task force to relax. Meanwhile, street vendors who comply with PPKM policies have a motive so that in the future they will still get permission and have demands as group leaders. The strategies used are 1) Moving the selling place from the roadside to a shelter provided by the government, 2) Switching the selling system from offline to online. 3) Make capital loans for business. 4) Change selling products. 5) Looking for a side job. 6) Play hide and seek with the officers. 7) Form a traders’ association. | |
| 41358 | 43466 | I1A020026 | Evaluasi Pelaksanaan Penemuan Kasus Dalam Program Pencegahan Dan Penanggulangan Tuberkulosis Di Puskesmas Purwokerto Barat | Latar belakang : Tahun 2021 jumlah kasus TBC di Indonesia sebanyak 969.000 kasus, meningkat 17% dari tahun sebelumnya. Angka penemuan kasus tuberkulosis di Jawa Tengah tahun 2022 mencapai 42,14%, kurang 27,86% dari standar yang ditetapkan WHO (70%). Angka penemuan kasus Kabupaten Banyumas naik dari 178 ke 208 per 100.000 penduduk dari tahun 2020 ke 2021, namun masih belum mencapai target Kabupaten Banyumas sebanyak 252 per 100.000 penduduk. Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui pelaksanaan penemuan kasus TBC dari aspek penemuan dan penanganan kasus, SDM, peran serta masyarakat, capaian penemuan kasus di Puskesmas Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas. Metode : Jenis penelitian ini adalah Kualitatif dengan pendekatan naratif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan 9 informan dan juga telaah dokumen. Data selanjutnya akan dianalisis naratif. Hasil : Diketahui bahwa pelaksanaan penemuan kasus Puskesmas Purwokerto Barat masih belum menyeluruh, terdapat keluarga pasien yang merasa belum mendapat informasi dan pengawasan dari petugas kesehatan. SDM petugas kesehatan terkendala pada jumlah kader TBC yang masih belum mencukupi dan memiliki beban ganda. Peran serta masyarakat dalam penemuan kasus, promosi PHBS, sudah berjalan dengan baik namun masih terdapat stigma yang tersebar di masyarakat. Capaian penemuan kasus belum memenuhi target yang di tetapkan Kabupaten Banyumas tahun 2023. Kesimpulan : Penemuan kasus TBC di Puskesmas Purwokerto Barat memperlihatkan kurangnya informasi serta pengawasan terhadap pasien, kurangnya ketersediaan kader TBC, dan masih adanya stigma di masyarakat. Diharapkan puskesmas dapat memberikan informasi/sosialisasi yang merata ke masyarakat dan meningkatkan koordinasi dengan kader TBC mengenai kebutuhan jumlah kader dan tugasnya sehingga pelaksanaan penemuan kasus dapat lebih efektif | Background : In 2021, the number of TB cases in indonesia is 969.000 cases, its increase by 17% from the last year. TB case finding at Central Java in 2022 reached 42.14%, 27.86% less than the standard set by WHO (70%). Banyumas Regency's case detection rate increased from 178 to 208 per 100,000 population from 2020 to 2021, but still has not reached Banyumas Regency's target of 252 per 100,000 population. The purpose of this research is to determine the implementation of case finding activities from the aspect of case finding dan handling, human resources, community participation, case finding rates at West Purwokerto Public Health Center, Banyumas Regency. Method : This is a qualitative research with a narative approach. Data collection is carried out through in-depth interview with 9 informants, as well as document review. The collection data is then analyzed using narative analysis. Result : It is known that the West Purwokerto Community Health Center's case finding implementation is still not comprehensive, there are patient families who feel they have not received information and supervision from health workers. Human resources for health workers are constrained by the number of TB cadres which is still insufficient and has a double burden. Community participation in case finding has gone well, but there is still stigma that spreads in society. The achievement of case detection has not met the target set by Banyumas Regency in 2023. Conclusion : TB case finding at the West Purwokerto Public Health Center shows a lack information and supervision of patienta bad stigma in community. It is hoped that the West Purwokerto Public Health Center can provide information evenly to community and improve coordination with TB cadres regarding the needs for the number of cadres and their duties so that the implementation of case finding can be more effective. | |
| 41359 | 43467 | F1B018117 | CITRA KUALITAS PELAYANAN TRANSJAKARTA MENURUT PERSPEKTIF NETIZEN PADA MEDIA SOSIAL TWITTER | Kegiatan masyarakat di Jakarta saat ini sangat dipengaruhi oleh ketersedianya transportasi publik yang menjadi sarana untuk menghubungkan masyarakat dengan aktivitas sehari-hari. Pemprov DKI Jakarta menghadirkan Transjakarta pada tahun 2004 sebagai salah satu alternatif transportasi publik yang aman, nyaman serta terjangkau bagi masyarakat. Seiring berjalan nya waktu, kualitas pelayanan yang diberikan oleh transjakarta dinilai belum dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat selaku pelanggan. Masyarakat memanfaatkan media sosial Twitter sebagai wadah untuk beropini mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pelayanan transjakarta. Oleh karena itu penting dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk menganalisis sentimen publik dalam media sosial Twitter yang mempresentasikan citra kualitas pelayanan Transjakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan jenis penelitian Natural Languange Processing (NLP): Sentiment Analysis dengan metode Naïve Bayes. Penelitian ini dilakukan pada media sosial twitter dengan bantuan bahasa pemograman Pyhton dan software Jupyter NoteBook. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan tweet netizen yang ada dalam media sosial twitter dengan kata kunci Transjakarta, dengan jumlah sampel sebanyak 500 tweet dengan tingkat akurasi sebesar 85%. Pada penelitian ini data yang digunakan adalah data sekunder dalam bentuk dokumen, internet ataupun kepustakaan. Metode analisis data yang digunakan adalah Analisis sentiment dan Naive Bayes Classification. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa citra masyarakat terhadap kualitas pelayanan Transjakarta hanya memiliki sentimen positif sebesar 23.4% dan sentimen negatif sebesar 61.2%. artinya, citra masyarakat terhadap kualitas pelayanan Transjakarta pada media sosial twitter berada dalam tingkat yang buruk. Dapat diketahui bahwa presentase hasil analisis sentimen positif lebih rendah dibandingkan dengan presentase hasil analisis sentimen negatif maka H0 dapat diterima Penelitian ini menghasilkan rekomendasi untuk Transjakarta agar dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dengan cara memberbaiki pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Transjakarta saat ini harus dapat memperhatikan kritik atau masukan yang diberikan masyarakat melalui berbagai media terutama media sosial. | Community activities in Jakarta are currently greatly influenced by the availability of public transportation which is a means of connecting people's daily activities. The DKI Jakarta Provincial Government introduced Transjakarta in 2004 as an alternative public transportation that is safe, comfortable and affordable for the community. As time goes by, the quality of service provided by Transjakarta is considered to have not been able to provide maximum service to the community as customers. The public uses Twitter social media as a forum for providing opinions on matters related to Transjakarta services. Therefore, it is important to carry out this research with the aim of analyzing public sentiment on Twitter social media which spreads the image of Transjakarta service quality. This research uses a descriptive quantitative research method with the Natural Language Processing (NLP) research type: Sentiment Analysis with the Naïve Bayes method. This research was conducted on Twitter social media with the help of the Python programming language and Jupyter NoteBook software. The population in this study was all netizen tweets on Twitter social media with the keyword Transjakarta, with a sample size of 500 tweets with an accuracy rate of 85%. In this research, the data used is secondary data in the form of documents, the internet or literature. The data analysis methods used are Sentiment Analysis and Naive Bayes Classification. The results of this research show that the public's image of the quality of Transjakarta services only has positive sentiment of 23.4% and negative sentiment of 61.2%. This means that the public's image of the quality of Transjakarta services on Twitter social media is at a bad level. It can be seen that the percentage of positive sentiment analysis results is lower than the percentage of negative sentiment analysis results, so H0 can be accepted. This research produces recommendations for Transjakarta to increase customer satisfaction by improving the services provided to the community. Currently, Transjakarta must be able to pay attention to criticism or input given by the public through various media, especially social media. | |
| 41360 | 43469 | A1G020011 | Pengaruh Fluktuasi Harga Cabai Rawit Merah Terhadap Inflasi di Kabuapten Banyumas | Perubahan harga komoditas bahan pangan menjadi penyumbang terbesar laju inflasi dikarenakan harga bahan pangan yang berfluktuasi, salah satunya cabai rawit merah yang seringkali mengalami lonjakan harga pada hari besar yang diakibatkan pasokan cabai rawit merah di pasar tidak dapat memenuhi permintaan konsumen. Kabupaten Banyumas mengalami lonjakan harga cabai rawit merah cukup tinggi sehingga cabai rawit merah menjadi salah satu penyumbang laju inflasi di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Untuk mengetahui pergerakan harga cabai rawit merah di Kabupaten Banyumas pada tahun 2017 hingga 2023. 2) Mengidentifikasi pengaruh fluktuasi harga cabai rawit merah terhadap inflasi Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang menggunakan data time series Inflasi bulanan dari Januari 2017 hingga Februari 2023 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyumas dan Daftar harga cabai rawit merah bulanan dari Januari 2017 hingga Februari 2023 yang diperoleh dari Sistem Informasi Harga Pangan Strategis Provinsi Jawa Tengah. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2023 sampai Agustus 2023 menggunaan software Eviews 12 dan alat analisis VAR (Vector Autoregression) yang terdiri dari uji stasioneritas, penentuan lag optimum, uji stabilitas VAR, uji kasualitas grangger, uji kointegrasi, estimasi VECM, analisis IR, dan analisis FEVD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga cabai rawit merah di Kabupaten Banyumas mengalami lonjakan harga yang signifikan pada awal tahun dan Hari Raya Idul Fitri yaitu pada bulan Maret sampai Juni periode tahun 2017 sampai 2023 dan mengalami penurunan harga pada bulan September sampai November dikarenakan Provinsi Jawa Tengah mengalami panen raya. Fluktuasi harga cabai rawit merah di Kabupaten Banyumas dalam jangka pendek maupun jangka panjang signifikan mempengaruhi nilai Inflasi. Pada periode pertama harga cabai rawit merah berkontribusi terhadap pembentukan inflasi sebesar 13,57% dan pada jangka panjang berkontribusi sebesar 23,61%. | Changes in food commodity prices were the biggest contributor to the inflation rate due to fluctuating food prices, one of which was red cayenne pepper which often experiences price spikes on holidays due to the supply of red cayenne pepper in the market that could not met consumer demanded. Banyumas regency experiences a high spike in the price of red cayenne pepper every year on holidays and the new year so that red cayenne pepper was one of the contributors to the inflation rate in Banyumas Regency. This studied aims to 1) To determine the price movement of red cayenne pepper in Banyumas Regency from 2017 to 2023. 2) Identified the effect of red cayenne pepper price fluctuations on inflation in Banyumas Regency. This researched was a quantitative descriptive studied that used monthly inflation time series data from january 2017 to february 2023 obtained from the Banyumas Regency Central Bureau of statistics and a monthly price listed for red cayenne peppers from January 2017 to February 2023 obtained from the Java Province Strategic Food Price Information System Middle. The researched was carried out from April 2023 to August 2023 used Eviews 12 software and VAR (vector autoregression) analysis tools consisting of stationarity test, determination of optimum lag, var stability test, granger casuality test, cointegration test, IRF estimation, IRF analysis, and analysis FEVD. The results showed that the price of red cayenne pepper in Banyumas Regency experienced a significant price spike at the beginning of the year and eid Al-fitr, namely in Marched to June for the period 2017 to 2023 and experienced price decline in September to November due to Central Java province experiencing a bumper harvest. Fluctuations in the price of red cayenne pepper in Banyumas Regency in the short term significantly affect the valued of inflation but in the long term did not significantly affect inflation. In the first period the price of red cayenne pepper contributed to the formation of inflation by 13. 57% and in the long term contributed 23,61%. |