Artikelilmiahs

Menampilkan 40.001-40.020 dari 48.907 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4000142351F2C021003MEDIA CONVERGENCE IN THE SAMUTRI ANDARU LARAS GAMELAN COMMUNITY IN PRESERVING TRADITIONAL ARTSKonvergensi media yang dimanfaatkan oleh komunitas @SALGamelan mengikutsertakan generasi Y dan Z dalam mendistribusikan musik gamelannya, tetapi komunitas ini belum maksimal dalam memanfaatkan platform digital yang digunakannya seperti instagram, tiktok, dan youtube. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis upaya-upaya pemanfaatan media komunikasi digital samutri andaru laras dalam melestarikan seni tradisional. Metode penelitian ini menggunakan paradigma post-positivisme dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian ini deskriptif, teknik pengumpulan data penelitian ini melalui wawancara, dokumentasi, dan studi literature. Selanjutnya, Keabsahan data yang digunakan triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan bahwa upaya-upaya pemanfaatan platform musik digital menjadi ide dalam melestarikan seni tradisional khususnya musik gamelan. Kemudian membuat konten di media sosial komunitas SAL. Selain membuat konten, pelestarian musik gamelan dilakukan melalui mini show yang ada di Museum Nasional, Jakartadan workshop pengenalan gamelan yang rutin dilakukan setiap sebulan sekali di Graha Puspatarini, Jakarta Selatan. Kesadaran Individu dan komunitas dalam pelestarian budaya harus ditingkatan dengan cara membuat konten dan mengikuti eventkomunitas musik tradisional.The media convergence utilized by the @SALGamelancommunity includes Y and Z generations in distributing their gamelan music. Still, this community needs to maximize the use of digital platforms it uses, such as Instagram, TikTok, and YouTube. This study aims to analyze efforts to use digital communication media samutri andaru laras in preserving traditional arts. This research method uses a post-positivism paradigm with a qualitative approach, and this type of research is descriptive; the data collection technique for this research is through interviews, documentation, and literature studies. Furthermore, the validity of the data used is source triangulation. Based on the results of this study, it was found that efforts to utilize digital music platforms are ideas for preserving traditional arts, especially gamelan music. Then create content on the social media of the SAL community. Apart from creating content, gamelan music preservation is done through mini shows at the National Museum, Jakarta, and gamelan introduction workshops are routinely held monthly at Graha Puspatarini, South Jakarta. Individual and community awareness of cultural preservation must be increased by creating content and participating in traditional music community events.
4000244547B1A019039PERANCANGAN PRIMER UNTUK MENDETEKSI GEN PENYANDI PROTEIN NOSTRUKTURAL 3 (NS3) VIRUS DENGUE DAN APLIKASINYA MENGGUNAKAN METODE RT-PCRDemam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus Dengue. Infeksi Dengue menimbulkan gejala sulit dibedakan dengan infeksi demam akut lainnya pada manusia dan dapat bermanifestasi menjadi gejala yang lebih parah bahkan kematian jika tidak didiagnosis dengan benar. Metode RT-PCR dengan menggunakan sepasang primer spesifik telah banyak dikembangkan untuk mendeteksi DENV. Perancangan primer untuk mendeteksi DENV menggunakan gen penyandi protein NS3 belum banyak dilaporkan. Protein NS3 merupakan protein yang berperan penting dalam proses replikasi virus dan memiliki daerah lestari paling tinggi antar serotipe DENV. Tujuan penelitian ini yaitu mendapatkan sekuens primer yang potensial untuk mendeteksi gen penyandi protein nonstruktural 3 (NS3) virus Dengue dan mengetahui efektivitas primer hasil rancangan terhadap sampel klinis demam berdarah menggunakan metode RT-PCR. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survei dengan melakukan pencarian data sekuens gen NS3 dari database NCBI. Hasil perancangan primer yang diperoleh pada penelitian ini yaitu primer forward DenVNS3F (5’-CGAGTAGGAATGGGWGARGCAGC-3’) dan primer reverse DenVNS3R (5’-CTGTCCAGTGAGCRYGGTCTT-3’). Primer hasil rancangan efektif untuk mendeteksi gen NS3 virus Dengue pada sampel pasien demam berdarah dengan tingkat kecocokan moderate agreement terhadap hasil screening menggunakan primer komersial real-time RT-PCR (K= 0,60). Nilai tersebut menunjukkan adanya kesesuaian antara hasil primer rancangan dengan dengan hasil primer komersial, namun memiliki tingkat kepercayaan yang masih rendah. Hasil penelitian ini perlu dilanjutkan ke tahap sekuensing untuk mengkonfirmasi sekuens dari pita hasil amplifikasi yang terbentuk.Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an acute febrile illness caused by Dengue virus (DENV). Dengue infection may lead to undifferentiated symptoms with other acute febrile illnesses in humans and can cause more severe symptoms if not diagnosed accurately. RT-PCR method using a specific primer has been developed for the detection of DENV. Primer design for detecting DENV using the NS3 gene has not been reported. NS3 is a protein that has an important role in virus replication and has the highest conserved region between DENV serotype. This study aimed to determine potential primer sequences for detecting the NS3 gene in Dengue virus and to determine the level of effectiveness of the designed primers in dengue clinical samples using the RT-PCR method. This research was conducted using a survey method by searching for NS3 gene sequences from the NCBI. The results of primer design in this study were forward primer DenVNS3F (5’-'CGAGTAGGAATGGGWGARGCAGC-3') and reverse primer DenVNS3R (5’-CTGTCCAGTGAGCRYGGTCTT-3'). The designed primers were effective for detecting the NS3 gene of Dengue virus in dengue clinical samples with a moderate level of agreement with the screening results using real-time RT-PCR (K= 0,60). This value shows that there is agreement between the designed primer results and the commercial primer results, although the level of confidence is still relatively low. This research needs to be continued to the sequencing stage to confirm the sequence of the amplified band.
4000342354A1C019037Perencanaan Energi Listrik dan Irigasi Pertanian Padi menggunakan Perangkat Lunak LEAP di PLTA Ketenger, Banyumas, Jawa TengahPLTA Ketenger adalah salah satu PLTA yang terletak di wilayah barat Jawa Tengah, tepatnya di desa Ketenger, Baturraden, Banyumas. PLTA Ketenger merupakan salah satu pembangkit listrik peninggalan Hindia-Belanda yang pada awal pembangunan hanya memiliki 2 unit generator dan dapat menghasilkan energi listrik sebesar 3,52 MW untuk kelistrikan di wilayah Banyumas. Penelitian ini bertujuan mengetahui rencana ketersediaan energi listrik di PLTA dan juga rencana ketersediaan air di desa Ketenger yang akan dimanfaatkan untuk kebutuhan irigasi pertanian padi untuk tahun 2022–2033.
Simulasi dilakukan menggunakan software LEAP (Low Emissions Analysis Platform) untuk meramalkan permintaan energi listrik di Kabupaten Banyumas dan ketersediaan air di Desa Ketenger serta ketersediaan energi listrik oleh PLTA Ketenger dengan skenario Business As Usual (BAU) dengan pendekatan tren dan ekonometri.
Proyeksi konsumsi energi listrik Kabupaten Banyumas menunjukkan adanya peningkatan. Pertumbuhan konsumsi energi listrik total dari tahun 2022 sampai 2033 sebesar 6,91% rata- rata per tahun. PLTA Ketenger hanya mampu menyuplai energi sebesar 5,2% pada tahun 2022 dan 17,5% pada tahun 2033 maka perlu tambahan dari pembangkit listrik lain yang dapat menghasilkan energi listrik sebesar 1.572.860,76 MWh di tahun 2033. Proyeksi kebutuhan air Desa Ketenger untuk produktivitas tanaman padi menunjukkan sampai dengan 2033 sebanyak 10.517,26 mm3/tahun. Menunjukkan bahwa curah hujan rata-rata per bulan pada tahun 2022 sudah optimal karena ketersedian air sebanyak 662,83 mm3/bulan, demikian pula sampai dengan tahun 2033 dimana ketersediaan air meningkat lebih banyak yaitu sebesar 876 mm3/bulan dengan asumsi rata-rata jumlah air yang dibutuhkan untuk memproduksi padi yang optimal adalah 180-300 mm3/bulan.
PLTA Ketenger is one of the hydroelectric power plant located in the western region of Central Java, specifically in the village of Ketenger, Baturraden, Banyumas. PLTA Ketenger is a legacy of the Dutch East Indies era, initially equipped with 2 generator units, capable of producing electrical energy totaling 3.52 MW for the electricity needs in the Banyumas region. The purpose of this study is to understand the planned availability of electricity at PLTA and the planned water availability in the Ketenger village, intended for the irrigation needs of rice farming for the period 2022–2033.
Simulation is conducted using the LEAP (Low Emissions Analysis Platform) software to forecast the demand for electricity in Banyumas Regency and the availability of water in Ketenger Village, as well as the electricity supply by PLTA Ketenger under the Business As Usual (BAU) scenario using trend and econometric approaches.
Projection of electricity consumption in Banyumas Regency indicates an increase, with a total average annual growth rate of 6.91% from 2022 to 2033. PLTA Ketenger is only able to supply 5.2% of the energy in 2022 and 17.5% in 2033, requiring additional electricity from other power plants to generate 1,572,860.76 MWh of electricity in 2033.
Projection of water needs in Ketenger Village for rice crop productivity shows a total of 10,517.26 mm³/year until 2033. This indicates that the average monthly rainfall in 2022 is optimal, with water availability of 662.83 mm³/month. Similarly, until 2033, the water availability increases to 876 mm³/month, assuming the average amount of water needed for optimal rice production is 180-300 mm³/month.
4000442310C1L019036PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR DAN HASIL BELAJAR EKONOMI KELAS XI IPS SMA NEGERI 3 PURWOKERTO

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya nilai rata-rata siswa kelas XI IPS pada pelajaran ekonomi. Hal ini dikarenakan kurangnya guru mengoptimalkan proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Snowball throwing terhadap aktivitas belajar dan hasil belajar ekonomi siswa SMA Negeri 3 Purwokerto. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA Negeri 3 Purwokerto tahun pelajaran 2022/2023 yang terdiri dari 5 kelas dan berjumlah 176 siswa. Sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2 kelas dengan jumlah 71 siswa, menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji tingkat kesukaran soal, uji daya pembeda soal, uji normalitas, uji homogenitas, regresi linier sederhana dan uji independent sample t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Model pembelajaran snowball throwing berpengaruh signifikan terhadap aktivitas belajar; (2) Model pembelajaran snowball throwing berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar; (3) Terdapat perbedaan aktivitas belajar antara siswa yang menggunakan model pembelajaran snowball throwing dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional; (4) Terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang menggunakan model pembelajaran snowball throwing dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional.This research was motivated by the low average score of class XI IPS students in economics lessons. This is due to the lack of teachers optimizing the learning process. The aim of this research is to analyze the effect of implementing the Snowball throwing learning model on the learning activities and economic learning outcomes of students at SMA Negeri 3 Purwokerto. The population in this study were students of class Meanwhile, the sample used in this research was 2 classes with a total of 71 students, using a purposive sampling technique. The data analysis techniques used in the research are validity test, reliability test, question difficulty level test, question discrimination test, normality test, homogeneity test, simple linear regression and independent sample t-test. The results of this research show that: (1) The snowball throwing learning model has a significant effect on learning activities; (2) The snowball throwing learning model has a significant effect on learning outcomes; (3) There are differences in learning activities between students who use the snowball throwing learning model and students who use the conventional learning model; (4) There are differences in learning outcomes between students who use the snowball throwing learning model and students who use the conventional learning model.
4000544408H1E019035Usulan
Perbaikan Penerapan Contractor Safety Management System Tahap
Prakualifikasi di PT. UES Menggunakan Gap Analysis
PT. UES merupakan Perusahaan jasa yang bergerak di bidang konstruksi dan sedang
bersiap untuk mengikuti tahap prakualifikasi Contractor Safety Managemet System
(CSMS) untuk tender proyek pada salah satu perusahaan pemberi kerja. Oleh karena
itu perusahaan perlu melakukan evaluasi terhadap penerapan CSMS di perusahaannya
agar sesuai dengan standar yang ada pada perusahaan pemberi kerja. Tujuan
penelitian ini adalah untuk memberikan usulan perbaikan terhadap penerapan
Contractor Safety Management System (CSMS) pada tahap pra kualifikasi di PT.
UES menggunakan metode Gap Analysis. Metode gap analysis digunakan untuk
membandingkan set data yang ada untuk melihat kesenjangan yang ada diantaranya.
Dalam hal ini metode gap analysis digunakan untuk membandingkan data dari
penerapan CSMS yang ada pada perusahaan dengan standar CSMS dari perusahaan
pemberi kerja. Metodologi penelitian pada penelitian berupa penyebaran kuesioner
kepada narasumber terkait, dan review dokumen K3. Hasil penelitian dengan
menggunaka Gap Analyisis mendapatkan persentase kesesuaian sebesar 73% dan
menunjukkan adanya kesenjangan antara penerapan CSMS perusahaan dengan
standar yang ditetapkan oleh perusahaan pemberi kerja sehingga perlunya perbaikan
dalam penerapan CSMS di perusahaan.
PT. UES is a service company engaged in the construction sector and is preparing to
undergo the pre-qualification stage of the Contractor Safety Management System
(CSMS) for project tenders at one of the client companies. Therefore, the company
needs to evaluate the implementation of CSMS in its organization to align with the
standards set by the client company. The purpose of this study is to measure the
implementation of the Contractor Safety Management System (CSMS) in the pre-
qualification stage for PT. UES project tenders using the Gap Analysis method. The
Gap Analysis method is employed to compare existing datasets to identify any
discrepancies among them. In this case, the Gap Analysis method is used to compare
data from the existing CSMS implementation in the company with the CSMS
standards of the client company. The research methodology involves distributing
questionnaires to relevant informants and reviewing the company's occupational
health and safety (K3) documents. The research results using Gap Analysis revealed a
compliance percentage of 73%, indicating discrepancies between the company's
CSMS implementation and the standards set by the client company, highlighting the
need for improvements in CSMS implementation within the company.
4000642352J1E019022The Implementation of Kurikulum Merdeka in English Teaching (A Descriptive Study on the 10th Grade English Class in SMA Negeri 1 Cileungsi)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kurikulum merdeka dalam pengajaran Bahasa Inggris di SMA Negeri 1 Cileungsi. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah guru Bahasa Inggris dan siswa kelas 10 di SMA Negeri 1 Cileungsi. Populasi dan sampel berjumlah 1 guru Bahasa Inggris dan 35 orang siswa kelas X6. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teori Miles&Huberman, kemudian disajikan melalui penjelasan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah berhasil menerapkan Kurikulum Merdeka di kelas meskipun masih terdapat kendala yang dihadapi guru yaitu kurangnya pengalaman, keterbatasan referensi, dan tidak efektifnya komunikasi antara guru dan siswa. Guru juga telah melakukan beberapa upaya untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan mengikuti in-house training, mencari referensi di media social, dan guru mendorong siswa untuk menyadari pentingnya belajar Bahasa Inggris.The research aims to know the implementation of Kurikulum Merdeka in English Teaching in SMA Negeri 1 Cileungsi. This research belongs to a descriptive qualitative research. The research subject was the English teacher and the 10th grade students in SMA Negeri 1 Cileungsi. There were 1 english teacher and 35 students on the X6 as population and sample. The data were collected by using observation, interview, and documentation. The collected data were analysed by using Miles&Huberman’s theory, then were presented through descriptive explanation. The result showed that the teacher had successfully implemented Kurikulum Merdeka in the class although there were still problems that the teacher faced which were lack of experience, limited references, and ineffective communication between the teacher and students. The teacher also had done some efforts to overcome the problems which were joined in-house training, looked for the references on social media, and teacher encouraged students to aware about the importance in learning English.
4000742353J1E018034TEACHERS' PERCEPTION TOWARDS TEACHING INTERNSHIP PROGRAM 2021 AT PARTNER SCHOOLS IN PURWOKERTO: A NARRATIVE INQUIRY APPROACHPLP adalah program dari studi program Pendidikan Bahasa inggris dari Universitas Jenderal Soedirman untuk melatih mahasiswa menjadi guru di masa depan. Tujuan peneliti dalam hal ini ingin mengetahui (1) bagaimana program PLP tahun 2021 dilaksanakan di sekolah mitra. Tujuan peneliti juga dalam hal ini ingin mengetahui (2) apa saja permasalahan dalam pelaksanaan yang muncul dan tujuan peneliti yang terakhir (3) bagaimana seharusnya program PLP diadakan di waktu yang akan datang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode pendekatan narratif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah guru Bahasa Inggris di seluruh sekolah mitra dalam program PLP dan 4 guru Bahasa Inggris telah dipilih berdasarkan metode pengambilan sampel secara sengaja. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa (1) berdasarkan persepsi guru pamong, pelaksanaan kegiatan PLP tahun 2021 berjalan dengan lancar (2) masalah juga muncul berdasarkan dokumentasi pada saat pelaksanaan kegiatan PLP bahwa beberapa masalah juga muncul dalam pelaksanaan kegiatan, seperti dalam membuat RPP dan pada saat mengajar. Dan hasil penelitian ini yang terakhir menunjukan bahwa (3) ada sektor yang harus ditingkatkan menurut persepsi guru pamong selama tahap wawancara dalam pelaksanaan di waktu yang akan datang, seperti waktu dan seberapa lama kegiatan PLP diadakan.Teaching internship program is a program from Education Study program to practice student for becoming teacher in the future especially in English Education of Jenderal Soedirman University. The researcher purposes to find out that (1) how the implementation of the teaching internship program 2021 implemented in the partner schools. The researcher also purposes to find out that (2) the problems in the implementation and the last purpose is to find out (3) how the teaching internship program should be held in the future. This is a qualitative research with a narrative study approach. The research data collected using the interview and documentation. The research population were all the supervisor teachers in partner schools of the teaching internship program 2021 and four English teachers in partner schools were selected using a purposive sampling method. The research results showed that (1) on the interview section with the supervisor teachers’ perception showed that the implementation of the teaching internship program 2021 was successful; (2) based on the documentation from the supervisor teachers showed that some problems happened during the implementation of the teaching internship program, such as creating the lesson plan and teaching activity. The last research result showed that (3) there are some sectors according from supervisor teachers’ perception that need to be improved in the future of teaching internship program implementation such as, the time and duration for the implementing internship program.
4000844548I1J019002CORRELATION BETWEEN SPIRITUAL WELL-BEING AND THE LENGTH OF HEMODIALISIS IN PATIENTS WITH CHRONIC KIDNEY DISEASE AT PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO Latar Belakang: Penyakit Ginjal Kronis (CKD) adalah masalah kesehatan utama di Jawa Tengah,
Indonesia. Hemodialisis merupakan terapi utama, namun menimbulkan tantangan fisik dan
psikososial. Penelitian ini fokus pada pengaruh lamanya hemodialisis terhadap kesejahteraan
spiritual pasien CKD.
Metodologi: Studi kuantitatif korelasi dengan sampel 83 pasien hemodialisis di RS Prof. Dr.
Margono Soekarjo, Purwokerto. Analisis menggunakan Skala Kesejahteraan Spiritual (SWBS) dan
metode Spearman Rank.
Hasil: Usia rata-rata responden adalah 51 tahun, mayoritas laki-laki dengan hipertensi. Skor SWBS
menunjukkan pandangan spiritual positif tetapi ada beberapa yang mengalami skor yang negatif.
Ditemukan korelasi negatif lemah antara kesejahteraan spiritual dan lamanya hemodialisis (-0,113),
tidak signifikan (p = 0,155).
Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara kesejahteraan spiritual dan lamanya
hemodialisis. Namun, tingkat kesejahteraan spiritual yang tinggi menunjukkan dampak positif
hemodialisis. Faktor lain yang dapat lebih berpengaruh terhadap kesejahteraan spiritual dapat
berpengaruh secara signifikan.
Background: Chronic Kidney Disease (CKD) is a significant health issue in Central Java,
Indonesia. Hemodialysis serves as the primary treatment for CKD, but it presents physical and
psychosocial challenges. This study was intended to investigate the impact of length of hemodialysis
on the spiritual well-being of CKD patients.
Methodology: A quantitative correlational study was conducted with a sample of 83 hemodialysis
patients at RS Prof. Dr. Margono Soekarjo in Purwokerto. The analysis utilized the Spiritual Well
Being Scale (SWBS) and the Spearman Rank method.
Results: The average age of respondents was 51 years, with the majority being male and having a
history of hypertension. SWBS scores reflected SWBS scores indicate a positive spiritual outlook,
but some individuals experience negative scores. The Spearman Rank analysis revealed a weak
negative correlation (-0.113) between spiritual well-being and length of hemodialysis, although it
was not statistically significant (p = 0.155).
Conclusion: While no significant relationship was found between spiritual well-being and
hemodialysis length, the overall high level of spiritual well-being among respondents suggests a
positive impact of hemodialysis. Other factors, such as social support and individual spiritual
understanding, may play a greater role in spiritual well-being.
4000942343E1A019275TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA DALAM MEMPERDAGANGKAN PUPUK SUBSIDI PALSU BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN
(STUDI PUTUSAN NOMOR: 124/PID.SUS/2022/PN.Mgt)

Perlindungan Konsumen telah mengatur hak-hak dan kewajiban konsumen dan pelaku usaha yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Salah satu contoh kasus dalam hal ini adalah tindakan pelaku usaha yang melanggar hak-hak konsumen, kewajiban, serta perbuatan yang dilarang bagi pelaku usaha denganmemperdagangkan pupuk subsidi palsu yang tidak sesuai dengan label dan tidak sesuai standar mutu kepada konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggung jawab pelaku usaha terhadap konsumen pembelian pupuk subsidi palsu dalam Putusan Pengadilan Negeri Magetan Nomor 124/Pid.Sus/2022/PN.Mgt.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode yuridis normatif dengan spesifikasi penelitan deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier yang dilakukan dengan studi kepustakaan. Data disajikan dalam bentuk uraian yang disusun secara sistematis, dan kemudian dianalisis secara normatif kualitatif.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa pelaku usaha telah bertanggung jawab sebagaimana telah diatur dalam Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf d, dan huruf e Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP Jo Pasal 53 ayat (1) KUHP, hal tersebut tercantum dalam amar putusan hakim yang terdapat dalam putusan Pengadilan Negeri Magetan Nomor 124/Pid.Sus/2022/PN.Mgt, akibat hukum atas tindakan pelaku usaha yang telah memperdagangkan pupuk subsidi palsu adalah pelaku usaha dinyatakan bersalah melanggar ketentuan yang terdapat dalam Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf d, dan huruf e Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP Jo Pasal 53 ayat (1) KUHP, sehingga pelaku usaha diberikan sanksi pidana berupa pidana penjara selama 9 (sembilan) bulan.

Consumer Protection has regulated the rights and obligations of consumers and business actors as stated in Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. One example of a case in this case is the actions of business actors who violate consumer rights, obligations, and actions that are prohibited for business actors by trading fake subsidized fertilizers that do not comply with labels and do not meet quality standards to consumers. This research aims to determine the responsibility of business actors towards consumers purchasing fake subsidized fertilizer in the Magetan District Court Decision Number 124/Pid.Sus/2022/PN.Mgt.

This research was conducted using normative juridical methods with analytical descriptive research specifications. The data sources used are primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials which were carried out using library research. Data is presented in the form of descriptions arranged systematically, and then analyzed normatively qualitatively.

Based on the results of the research carried out, it was found that business actors were responsible as regulated in Article 62 paragraph (1) Jo Article 8 paragraph (1) letter d, and letter e Law of the Republic of Indonesia Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection Jo Article 55 paragraph (1) Criminal Code in conjunction with Article 53 paragraph (1) of the Criminal Code, this
is stated in the judge's decision contained in the Magetan District Court decision Number 124/Pid.Sus/2022/PN.Mgt, legal consequences for the actions of business actors who have traded fertilizer Fake subsidies mean that business actors are found guilty of violating the provisions contained in Article 62 paragraph (1) Jo Article 8 paragraph (1) letter d, and letter e Law of the Republic of Indonesia Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection Jo Article 55 paragraph (1) of the Criminal Code Article 53 paragraph (1) of the Criminal Code, so that business actors are given criminal sanctions in the form of imprisonment for 9 (nine) months
4001042358E1A019245PERCERAIAN AKIBAT PERJUDIAN
(Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Mojokerto Nomor 3067/Pdt.G/2021/PA.Mr)
Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Karena tujuan perkawinan adalah untuk membentuk keluarga yang bahagia kekal dan sejahtera maka Undang-Undang menganut prinsip untuk mempersukar terjadinya perceraian, untuk memungkinkan perceraian harus ada alasan-alasan tertentu serta harus dilakukan di depan Sidang Pengadilan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan cerai gugat dalam Putusan Nomor 3067/Pdt.G/2021/PA.Mr dan mengetahui akibat hukum dari cerai gugat tersebut. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan Yuridis Normatif dengan spesifikasi penelitian Preskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan. Data yang disajikan dalam bentuk teks naratif dengan menggunakan analisis normatif kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Majelis Hakim dalam putusannya mengabulkan permohonan cerai gugat akibat adanya perjudian, hakim mendasarkan pada Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan jo Pasal 19 huruf f Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo Pasal 116 huruf f Kompilasi Hukum Islam. Menurut peneliti dalam perkara tersebut terdapat fakta hukum bahwa tergugat sudah lama bermain judi, hakim dalam pertimbangan hukumnya dapat menambahkan ketentuan dalam Penjelasan Pasal 39 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Jo Pasal 19 huruf (a) Peraturan pemerintah nomor 9 tahun 1975 Jo Pasal 116 huruf (a) Kompilasi Hukum Islam. Akibat hukum yang timbul dalam perkara cerai gugat tersebut yaitu terhadap para pihak, dan anak. Terhadap para pihak berakibat antara suami dan istri tidak mempunyai hubungan hukum perkawinan dan talak satu bain shugraa yaitu suami tidak dapat rujuk kembali dengan istri, jika suami menginginkan kembali kepada istri maka harus melalui akad nikah baru. Hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 119 ayat (1) Kompilasi Hukum Islam. Terhadap anak berakibat suami dan istri wajib memelihara dan mendidik anak-anak mereka sampai anak itu kawin atau dapat berdiri sendiri, karena anak tersebut belum berumur 12 (dua belas) tahun atau belum mumayyiz maka pemeliharaan adalah hak ibunya serta biaya pemeliharaan ditanggung oleh ayahnya. Hal ini sesuai dengan ketentuan pasal 45 Undang- Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan jo Pasal 105 Kompilasi Hukum Islam.
Marriage is when a man and a woman come together, both spiritually and legally, as a husband and wife, aiming to create a joyful and lasting family based on their faith in God. The purpose of marriage itself is to establish a lasting and prosperous family, therefore, the law adheres to the principle of making divorce more challenging. To allow divorce, there must be good reasons, and it must happen in a court. One such case occurred in the Religious Court of Mojokerto Number: 3067/Pdt.G/2021/PA.Mr.
This study aims to understand why the judge allowed a divorce in Decision Number: 3067/Pdt.G/2021/PA/Mr and what happens because of that divorce. The study utilized a normative juridical approach with a prescriptive research specification as its method. Secondary data sources were obtained through literature studies, presented in narrative text form, and analyzed using qualitative normative analysis.
The result of this study indicates that the Panel of Judges granted the contested divorce, the decision is based on Article 39 Paragraph (2) of Marriage Law Number 1 of 1974 jo. Article 19 Letter f of Government Number 9 of 1975 and Article 116 letter f of the Compilation of Islamic Law. Based from the analysis, the researcher leans more towards using the provisions in the Explanation of Article 19 letter (a) of Government Regulation Number 9 of 1975 jo. Article 116 letter (a) of the Compilation of Islamic Law. The legal consequences of this having legal consequences for multiple parties. For the husband and wife, they are no longer legally married, and they have undergone a talaq bain shugraa, means that the husband cannot reconcile with the wife without a new marriage contract. This is in accordance Article 119 Paragraph (1) of the Compilation of Islamic Law. For the children, the parents must take care of and educate them until they get married or can support themselves financially. If the kids are under 12 or not yet considered adults, the mother gets custody, and the father pays for their expenses. This is in accordance with Article 45 of Marriage Law Number 1 of 1974 jo. Article 105 of the Compilation of Islamic Law.
4001142359J1B019014Wujud Tuturan pada Interaksi Percakapan Pasangan Pria dan Wanita
(Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman)
Pria dan wanita cenderung menggunakan wujud tuturan atau bentuk bahasa yang berbeda dalam berinteraksi. Perbedaan wujud tuturan tersebut dipengaruhi oleh faktor sosial yang melatarbelakanginya, seperti topik percakapan, daerah asal, jenis kelamin, usia, dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud tuturan pada interaksi percakapan pasangan pria dan wanita dalam studi kasus mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap dalam mengumpulkan data. Adapun hasil penelitian ini menunjukan adanya 109 data wujud tuturan pada interaksi percakapan pasangan mahasiswa pria dan wanita Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman. Wujud tuturan tersebut dipengaruhi oleh tiga faktor sosial, yaitu topik percakapan, daerah asal, dan usia. Topik percakapan menjadi faktor dominan yang memengaruhi wujud tuturan di dalam interaksi. Topik percakapan pria banyak membahas cerita pengalaman, pekerjaan, hewan, politik, dan belajar; sedangkan topik percakapan wanita banyak membahas cerita pengalaman, pekerjaan, gosip, dan makanan. Men and women tend to use different forms of speech or language forms in interaction. The difference in the form of speech is influenced by the social factors behind it, such as the topic of conversation, region of origin, gender, age, and so on. This research aims to describe the form of speech in the conversational interaction of men and women couples in a case study of students of the Faculty of Cultural Sciences, Jenderal Soedirman University. This research uses a observant method with uninvolced conversation observation technique. The result of this research shows that there are 109 data on the form of speech in the conversational interaction of men and women students couples at the Faculty of Cultural Sciences, Jenderal Soedirman University. The form of speech is influenced by three social factors, namely topic of conversation, region of origin, and age. The topic of conversation is the dominant factor that influences the form of speech in the interaction. Men's conversation topics mostly discuss stories of experience, work, animals, politics, and learning; while women's conversation topics mostly discuss stories of experience, work, gossip, and food.
4001244804C1G019010INFLUENCE OF ECONOMIC GROWTH, HUMAN DEVELOPMENT INDEX, MINIMUM WAGES AND POPULATION ON THE UNEMPLOYMENT RATE IN WEST JAVA PROVINCE 2012-2022As a developing country, Indonesia has economic problems that require handling from the government. One of the economic problems is unemployment. A high level of unemployment in a country can have a negative impact on the country's economy. One of the provinces with the highest unemployment rate in Indonesia is West Java Province. In this way, the government is expected to be able to reduce the unemployment rate in order to achieve prosperity. There are several factors that need to be considered, such as economic growth, HDI, minimum wage, and population.
The aim of this research is to analyze the influence of economic growth, HDI, minimum wage, and population on the unemployment rate jointly and partially
The objects that will be studied in this research are economic growth, HDI, minimum wage and population on the unemployment rate in West Java Province in 2012-2022
The research results show that economic growth, HDI, minimum wage, and population together influence the unemployment rate in West Java Province in 2012-2022. Then partially, the minimum wage and population have a positive and significant effect on the unemployment rate.
The implication of this research is that local governments are encouraged to pay attention to economic development policies related to local economic growth, increase the HDI by increasing access and equal distribution of quality and affordable educational services for the entire community, and adjusting the increase in the number of the workforce with the availability of employment opportunities
Sebagai Negara yang sedang berkembang Indonesia memiliki permasalahan ekonomi yang memerlukan penanganan dari pemerintah. Salah satu masalah ekonomi adalah pengangguran. Tingginya tingkat pengangguran pada suatu negara dapat mengakibatkan terjadinya dampak yang negatif terhadap perekonomian negara tersebut. Salah satu Provinsi dengan tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia adalah Provinsi Jawa Barat. Dengan demikian pemerintah diharapkan untuk dapat menurunkan tingkat pengangguran agar dapat mencapai kesejahteraan. Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan seperti pertumbuhan ekonomi, IPM, upah minimum, dan jumlah penduduk.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh perrumbuhan ekonomi, IPM, upah minimum, dan jumlah penduduk terhadap Tingkat pengangguran secara Bersama-sama dan secara parsial.
Objek yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah pertumbuhan ekonomi, IPM, upah minium dan jumlah penduduk terhadap tingkat pengangguran di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2012-2022.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi, IPM, upah minimum, dan jumlah penduduk secara bersama-sama berpengaruh terhadap tingkat pengangguran di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2012-2022. Kemudian secara parsial, upah minimum dan jumlah penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat pengangguran.
Implikasi dalam penelitian ini adalah pemerintah setempat didorong untuk dapat memperhatikan kebijakan ekonomi pembangunan yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi setempat, meningkatkan ipm dengan cara peningkatan akses dan pemerataan layanan pendidikan yang bermutu dan terjangkau bagi seluruh masyarakat, dan menyesuaikan pertambahan jumlah angkatan kerja dengan ketersediaan lapangan pekerjaan
4001344549H1B020085TUDI PARAMETIK PENGARUH PERKUATAN NEAR SURFACE MOUNTED (NSM) BAMBU PETUNG TERHADAP PERILAKU LENTUR BALOK BETON BERTULANGBangunan beton bertulang (RC) rentan terhadap kerusakan karena berbagai alasan. Oleh karena itu, perkuatan struktur dilakukan untuk mengurangi potensi kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis numerik mengenai pengaruh diameter material perkuatan, strategi perkuatan, dan material perkuatan pada balok RC yang diperkuat dengan teknik Near Surface Mounted (NSM). Penelitian ini menggunakan 10 model balok, termasuk balok tanpa perkuatan (BK). Balok-balok tersebut diperkuat dengan menggunakan batang bambu petung dengan diameter yang bervariasi: 6 mm (BP dan BP-S6), 8 mm (BP-U8 dan BP-S8), dan 12 mm (BP-U12 dan BP-S12). Selain itu, balok-balok tersebut juga diperkuat dengan menggunakan material FRP, khususnya dengan FRP berdiameter 6 mm (BP-GFRP, BP-AFRP, dan BP-CFRP). Tujuan penggunaan perangkat lunak ATENA untuk analisis adalah untuk mendapatkan pemahaman tentang mode kegagalan dan memastikan nilai lendutan beban. Selanjutnya, nilai-nilai ini digunakan untuk menentukan kapasitas beban lentur, kekakuan, daktilitas, dan penyerapan energi. Balok yang diperkuat menunjukkan kapasitas beban lentur, kekakuan, dan penyerapan energi yang lebih baik dibandingkan dengan balok kontrol. Sebaliknya, balok yang diperkuat menunjukkan penurunan daktilitas jika dibandingkan dengan balok kontrol. Spesimen yang diperkuat secara berlebihan menunjukkan kegagalan geser, sedangkan spesimen lainnya mengalami kegagalan lentur.Reinforced concrete (RC) buildings are vulnerable to damage for a variety of reasons. Consequently, structural strengthening is implemented in order to mitigate potential damage. This study aims to conduct a numerical analysis on the impact of strengthening material diameter, strengthening strategy, and strengthening material on RC beams strengthened with Near Surface Mounted (NSM) technique. This study employed 10 beam models, including unstrengthened beams (BK). The beams were additionally strengthened using petung bamboo culms of varying diameters: 6 mm (BP and BP-S6), 8 mm (BP-U8 and BP-S8), and 12 mm (BP-U12 and BP-S12). Furthermore, the beams were additionally strengthened using FRP material, specifically with a 6 mm diameter of FRP (BP-GFRP, BP-AFRP, and BP-CFRP). The objective of utilizing the ATENA software for analysis was to acquire comprehension of the failure modes and ascertain the values of load-deflection. Subsequently, these values were employed to determine the flexural load capacity, stiffness, ductility, and energy absorption. The strengthened beams demonstrated superior flexural load capacity, stiffness, and energy absorption in comparison to the control beams. Conversely, the strengthened beams exhibited a reduction in ductility when compared to the control beams. Specimens that were over-reinforced showed shear failure, whereas the remaining specimens underwent flexural failure.
4001442360F1B017052PENGARUH ADVERSITY QUOTIENT DAN KOMITMEN PEGAWAI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS TENAGA KERJA KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini berjudul Pengaruh Adversity Quotient dan Komitmen Pegawai Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya permasalahan gap antara kinerja pegawai dengan kinerja organisasi, angka kinerja pegawai adalah 100% sedangkan kinerja organisasi hanya 82.73%. Keberhasilan suatu organisasi sangat dipengaruhi oleh kinerja pegawai di dalamnya, namun kinerja pegawai juga sangat bergantung pada kualitas SDM di sana. Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas SDM, salah satu yang menarik dari penelitian ini adalah, peneliti mencoba melihat dari sisi personal tiap pegawai melalui dua variabel, yaitu variabel adversity quotient (AQ) dan variabel komitmen pegawai.
Metode yang digunakan adalah metode survai dengan pengumpulan data melalui kuisioner dengan 84 responden, observasi dan dokumentasi. Teknis analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan korelasi konkordasi Kendall W dan regresi ordinal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) adversity quotient berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten, (2) Komitmen pegawai berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Banyumas, (3) adversity quotient dan komitmen pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Banyumas.
This research entitled the influence of adversity quotient and commitment on the performance employees Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Banyumas. districtThis research based on the gap between the performance problems employees with, organisational performance the employee performance is 100 % while the performance of the organization just 82.73 %.The success of an organization so influenced by the performance of employees in it, but the performance of employees also relies heavily on the quality of human resources there.A lot of factor that affects the quality of human resources, one who withdraws from this research is, a researcher trying to look beneath the personal every single employee through two, variable which is variable adversity quotient (AQ) and variable commitment. Employees.
The method used is a survey method with data collection through questionnaires with 84 respondents, observation and documentation. Technical data analysis was carried out quantitatively using Kendall W concordance correlation and ordinal regression.
The result showed that ( 1 ) adversity quotient influential positive and significantly to the performance of employees at, department of labor cooperatives and of small and medium sized, district ( 2 ) commitment employees led to a positive and did not significantly to the performance of employees at, department of labor cooperatives and of small and medium sized banyumas, district ( 3 ) adversity quotient and commitment of civil servants positive and significant influence on the performance of manpower Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Banyumas.
4001542362C1A019083PENGARUH UPAH MINIMUM, PERTUMBUHAN EKONOMI, TINGKAT PENDIDIKAN, DAN KESEMPATAN KERJA TERHADAP PENGANGGURAN TERDIDIK DI JAWA BARAT WILAYAH PRIANGAN TIMUR TAHUN 2013 - 2022Tingkat pengangguran di Indonesia pada Agustus 2022 tercatat mencapai 5,86 persen, artinya dari 100 orang angkatan kerja, terdapat kurang lebih 6 orang yang menganggur. Jika pengangguran tidak cepat diatasi maka akan menyebabkan
tingginya beban sosial, terutama di Jawa Barat wilayah Priangan Timur. Tujuan dari
penelitian ini ialah (1) untuk menganalisis upah minimum terhadap pengangguran terdidik, (2) untuk menganalisis pertumbuhan ekonomi terhadap pengangguran terdidik, (3) untuk menganalisis tingkat pendidikan terhadap pengangguran terdidik, (4) untuk menganalisis kesempatan kerja terhadap pengangguran terdidik.
Jenis penelitian ini termasuk kedalam penelitian kuantitatif. Dalam pengambilan metode regresi data panel terdapat tiga model regresi dan setelah dilakukan Uji Chow maupun Uji Hausman, model regresi yang layak digunakan untuk estimasi adalah Fixed Effect Models.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa UMK berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengangguran terdidik dan kesempatan kerja terdidik berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pengangguran terdidik. Sedangkan untuk pertumbuhan ekonomi dan tingkat pendidikan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pengangguran terdidik yang berada di Priangan Timur.
Implikasi yang dapat diberikan oleh peneliti adalah pemerintah tentu perlu andil dalam melindungi kesejahteraan buruh untuk menyesuaikan upah, dan memperhatikan kebijakan makro, untuk para pengusaha agar merangsang terciptanya lapangan pekerjaan yang baru terutama pada sektor UMKM dan membayar pekerja berdasarkan upah minimum atau musyawarah bersama dengan para pekerja untuk kesepakatan pemberian upah terhadap para pekerja.
Unemployment rate in Indonesia in August 2022 reached 5.86 percent, which means that out of 100 people in the workforce, there are approximately 6 people who are unemployed. If unemployment is not quickly addressed, it will lead to a high social burden, especially in the East Priangan region of West Java. The objectives of this research are (1) to analyze the impact of minimum wage on educated unemployment, (2) to analyze the impact of economic growth on educated unemployment, (3) to analyze the impact of education level on educated unemployment, (4) to analyze the impact of job opportunities on educated unemployment.
This type of research is classified as quantitative research. In the panel data regression method, there are three regression models, and after conducting the Chow Test and Hausman Test, the Fixed Effect Models regression is deemed suitable for estimation.
The result of the research indicate that the minimum wage has a positive and significant impact on educated unemployment, while job opportunities have a negative and significant impact on educated unemployment. On the other side, economic growth and education level are not significant on educated unemployment in East Priangan Region.
The implications of this research suggest that the government needs to play a role in protecting the welfare of labor by adjusting wages, and paying attention to macroeconomic policies. This is aimed at encouraging employers, especially in the UMKM sector to create new job opportunities and to compensate workers based on the minimum wage or through negotiations with workers for agreements.
4001642363G1A019079Uji Toksisitas Akut Oral Ekstrak Ciplukan (Physalis angulata L.) terhadap Gambaran Histopatologi Hepar Tikus Sprague DawleyLatar Belakang: Ciplukan (Physali angulata L.) adalah buah yang memiliki banyak manfaat yang tersebar di daerah tropis dan subtropis. Metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak ciplukan menunjukkan berbagai efek positif dan potensi toksik. Oleh karena itu, perlu dilakukan uji toksikologi untuk mendeteksi efek toksik yang muncul. Uji toksikologi yang dapat dilakukan adalah uji toksisitas akut oral. Berbagai obat atau bahan yang dikonsumsi secara oral akan melalui proses metabolisme dan detoksifikasi oleh hepar sehingga dapat menyebabkan toksisitas hepar. Tujuan: Mengetahui efek pemberian ekstrak ciplukan terhadap gambaran histopatologi hepar tikus Sprague Dawley dengan uji toksisitas akut oral. Metode: Penelitian true experimental dengan desain posttest only with control group design dan teknik sampling simple random sampling. Hewan coba sebanyak 30 ekor dikelompokkan menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok A sebagai kelompok kontrol dan kelompok B, C, D, dan E sebagai kelompok perlakuan dengan pemberian dosis tunggal 100 mg/KgBB, 400 mg/KgBB, 800 mg/KgBB, dan 1200 mg/KgBB ekstrak ciplukan yang diberikan dalam waktu 24 jam. Hasil: Uji Kruskall-Wallis menunjukkan adanya perbedaan signifikan setidaknya pada dua kelompok perlakuan dengan nilai p=0,003. Uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok kontrol dengan kelompok C (p=0,003), D (p=0,004), dan E (p=0,004). Selain itu, juga terdapat perbedaan signifikan antara kelompok B dengan kelompok C (p=0,005), D (p=0,006), dan E (p=0,006). Kesimpulan: Pemberian ekstrak ciplukan dengan dosis 400, 800, dan 1200 mg/KgBB berpengaruh signifikan terhadap gambaran histopatologi hepar tikus Sprague Dawley.Background: Ciplukan, widely distributed in tropical and subtropical regions, has numerous benefits. Secondary metabolites contained within ciplukan extract exhibit various positive effects as well as potential toxicity. Therefore, it is essential to conduct toxicological tests to detect emerging toxic effects. The toxicological test conducted involves an acute oral toxicity test. Various orally consumed drugs or substances undergo metabolic and detoxification processes within the liver, potentially leading to hepatic toxicity. Objective: To ascertain the effects of ciplukan extract administration on the histopathological features of the liver tissue in Sprague Dawley rats through an acute oral toxicity test. Method: A true experimental study was undertaken with a posttest-only design using a control group and employing simple random sampling. Thirty test animals were grouped into 5 categories: Group A as control group, and Groups B, C, D, and E as the treatment groups. They received single doses of ciplukan extract at 100 mg/kg BW, 400 mg/kg BW, 800 mg/kg BW, and 1200 mg/kg BW, respectively, administered within a 24-hour period. Results: The Kruskal-Wallis test indicated a significant difference in at least two groups (p-value of 0.003). The Mann-Whitney test revealed significant differences between the control group and groups C (p=0.003), D (p=0.004), and E (p=0.004). Also there are significant differences between the group B and groups C (p=0.005), D (p=0.006), and E (p=0.006). Conclusion: Administration of ciplukan extract at doses of 400 mg/kgBW, 800 mg/kgBW, and 1200 mg/kgBW significantly affects the histopathological features of Sprague Dawley rats liver.
4001742118B1A018039STRUKTUR POPULASI DAN SEGREGASI RUANG ANTARA
IKAN PREDATOR (BETUTU) DENGAN MANGSA
(NILA GIFT) DI WADUK PB. SOEDIRMAN
BANJARNEGARA, JAWA TENGAH
Predasi merupakan interaksi antara predator dengan mangsa. Predator dapat mendominasi perairan dan menyebabkan populasi ikan lainnya menurun. Selain itu, predasi juga menyebabkan terjadinya segregasi ruang. Dikhawatirkan predator (Betutu) menyebabkan ikan nila GIFT (Genetic Improvement of Farmed Tilapia) sebagai ikan herbivora (mangsa) juga mengalami penurunan populasi. Ikan betutu telah ditemukan di Waduk Panglima Besar Soedirman dan dikategorikan predator yang bersifat generalis serta lebih menyukai ikan-ikan berukuran kecil. Pemangsaan ikan-ikan kecil akan mengakibatkan struktur populasi ikan-ikan mangsa menjadi tidak ideal. Oleh karena itu, peneliti akan mengkaji struktur populasi yang meliputi kelimpahan, sebaran ukuran, serta rasio kelamin dari ikan predator betutu dan mangsa nila GIFT serta segregasi pemanfaatan ruang antara ikan predator betutu dan mangsa nila GIFT di Waduk PB. Soedirman.
Penelitian dilakukan di Waduk PB. Soedirman dengan menggunakan metode survei dengan teknik Purposive Random Sampling pada tiga zona. Setiap zona dibagi atas tiga stasiun dengan menggunakan gillnet ukuran panjang 30m x 3m mesh size 1, 2, dan 3 inchi. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak tiga kali dengan interval waktu dua bulan dari bulan November 2021 hingga Maret 2022. Data populasi dianalisis meliputi kelimpahan yaitu sebanyak 975 predator dan 251 mangsa. Kelimpahan relatif tertinggi yaitu predator di zona inlet sebesar 35,79%. Sebaran ukuran panjang predator dan mangsa didominasi oleh ukuran 10 – 13,9 cm dan 10,2 – 18,1 cm. sebaran ukuran berat predator da n mangsa didominasi oleh ukuran 1,88 – 46,78 g dan 0,47-219,87 g. Rasio kelamin predator dan mangsa yaitu 1:1,13 dan 1,47:1. Tidak ada perbedaan signifikan kelimpahan, ukuran panjang dan berat, serta rasio kelamin pada zona inlet, tengah, dan outlet. Segregasi ruang terlihat pada zona inlet yaitu I1.2 (stasiun 1 tangkapan kedua) dan zona tengah T1.1 (stasiun 1 tangkapan pertama), T1.2 (stasiun 1 tangkapan kedua), dan T1.3 (stasiun 1 tangkapan ketiga).
Predation is an interaction between predator and prey. Predator can dominate waters and cause other fish populations to decline. Besides that, predation also causes spatial segregation. It is feared that predator (Betutu) will cause GIFT (Genetic Improvement of Farmed Tilapia) tilapia as herbivorous fish (prey) to also experience a decline in population. The betutu fish has been found in the Panglima Besar Soedirman Reservoir and is categorized as a generalist predator and prefers small fish. Predation on small fish will result in the population structure of the prey fish becoming less than ideal. Therefore, researchers will examine the population structure which includes the abundance, size distribution, and sex ratio of predatory betutu fish and GIFT tilapia prey as well as space utilization segregation between betutu predatory fish and GIFT tilapia prey in the PB Reservoir. Soedirman.
The research was conducted at the PB Reservoir. Soedirman used a survey method with Purposive Random Sampling techniques in three zones. Each zone is divided into three stations using gillnets measuring 30m x 3m long, mesh sizes 1, 2 and 3 inches. Sampling was carried out three times at intervals of two months from November 2021 to March 2022. The population data analyzed included the abundance of 975 predators and 251 prey. The highest relative abundance was predators in the inlet zone at 35.79%. The distribution of predator and prey lengths is dominated by sizes 10 – 13.9 cm and 10.2 – 18.1 cm. The weight distribution of predators and prey is dominated by sizes 1.88 – 46.78 g and 0.47-219.87 g. The sex ratio of predator and prey is 1:1.13 and 1.47:1. There were no significant differences in abundance, length and weight, and sex ratio in the inlet, middle and outlet zones. Spatial segregation is seen in the inlet zone, namely I1.2 (station 1 second catchment) and the middle zone T1.1 (station 1 first catchment), T1.2 (station 1 second catchment), and T1.3 (station 1 third catchment).
4001844550H1B020047KINERJA MONOTONIK BALOK BETON BERTULANG TAMPANG T DENGAN PERKUATAN DAERAH MOMEN NEGATIF: STUDI PARAMETRIK PENGARUH STEEL WIRE ROPE (SWR)Kegagalan struktur adalah keadaan di mana satu atau lebih elemen struktur, atau seluruh struktur, kehilangan kapasitasnya untuk menahan beban yang ditopang. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan perkuatan struktur untuk mencegah kerusakan yang mungkin terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi secara numerik pengaruh diameter tali baja kawat, kualitas mortar, dan penggantian material tali baja kawat dengan FRP pada balok T beton bertulang. Fokusnya adalah pada daerah momen negatif dimana tali kawat baja digunakan untuk perkuatan. Daerah momen negatif merupakan daerah yang krusial karena mengandung nilai tertinggi untuk momen dan gaya geser. Penelitian ini menggunakan 18 model, masing-masing dicirikan oleh tiga parameter yang identik. Model pertama (BP1) diperkuat dengan dua tali kawat baja, sedangkan model kedua (BP2) diperkuat dengan empat tali kawat baja. Diameter parameter untuk kedua model adalah 8 mm, 10 mm, dan 12 mm. Selain itu, digunakan mortar dengan kuat tekan 35 MPa, 48,52 MPa, 52 MPa, dan 65 MPa, serta mengganti material tali kawat baja dengan GFRP, BFRP, dan CFRP. Perangkat lunak ATENA digunakan untuk menganalisa data dan mendapatkan kurva beban-lendutan dan mode kegagalan untuk menentukan kapasitas beban lentur, kekakuan, daktilitas, dan nilai penyerapan energi. Data menunjukkan bahwa balok yang diperkuat menunjukkan peningkatan kapasitas beban lentur, kekakuan, dan penyerapan energi dibandingkan dengan balok kontrol. Sebaliknya, nilai daktilitas menunjukkan penurunan pada balok yang diperkuat jika dibandingkan dengan balok kontrol. Selanjutnya, kegagalan yang terjadi pada semua spesimen adalah kegagalan lentur.Structural failure is the state in which one or more structural elements, or the entire structure, lose their capacity to endure the load they are supporting. Hence, it is crucial to carry out structural strengthening to prevent any possible damage. This study aims to numerically investigate the impact of steel-wire rope diameter, mortar quality, and substitution of steel-wire rope material with FRP on reinforced concrete (RC) T-beams. The focus is on the negative moment region where the steel-wire rope is used for strengthening. The negative moment region is a crucial area as it contains the highest values for both moment and shear force. This study employed 18 models, each characterized by three identical parameters. The first model (BP1) was strengthened with two steel-wire rope, while the second model (BP2) was strengthened with four steel-wire rope. The detailed parameter diameters for both models were 8 mm, 10 mm, and 12 mm. In addition, it utilized mortar with compressive strengths of 35 MPa, 48,52 MPa, and 65 MPa, and substituted steel-wire rope materials with GFRP, BFRP, and CFRP. The ATENA software was utilized to analyze the data and derive load-deflection curves and failure modes for the purpose of determining flexural load capacity, stiffness, ductility, and energy absorption values. The data demonstrates that the strengthened beams exhibit enhanced flexural load capacity, stiffness, and energy absorption in comparison to the control beams. Conversely, the ductility values exhibited a decrease in the strengthened beams when compared to the control beams. Furthermore, the failure modes observed in all specimens are characterized by flexural failure.
4001942365L1C019047Model Identifikasi Habitat Bentik Berbasis Machine Learning
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model identifikasi habitat bentik berbasis machine learning menggunakan algoritma YOLOv5. Habitat bentik memainkan peran penting dalam ekosistem laut maupun kebutuhan manusia. Identifikasi dan analisis habitat bentik secara manual merupakan tugas yang memakan waktu dan sumber daya besar. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya mencari solusi dengan memanfaatkan teknologi machine learning untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini melibatkan beberapa tahap, termasuk pengumpulan dataset gambar habitat bentik, identifikasi dan pelabelan objek dalam dataset, serta proses pelatihan model menggunakan algoritma YOLOv5. Hasil dari training model dievaluasi menggunakan confusion matrix model dan uji validasi dengan 120 foto dari berbagai kelas habitat bentik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model memiliki nilai accuracy 0,466. Nilai recall sebesar 0,544, nilai precision sebesar 0,766, dan nilai F1-score sebesar 0,636 yang mengindikasikan bahwa model dapat mengenali objek bentik dan dapat diterapkan pada penelitian ini. Model ini memiliki potensi untuk mengotomatisasi tugas identifikasi dan memudahkan analisis citra bawah air. Meskipun masih ada ruang untuk perbaikan secara berkala dari segi arstitektur algoritma, tambahan tahap pre-processing, dan penambahan jumlah dataset. Pengembangan model ini membuka potensi untuk aplikasi lebih lanjut dalam pemantauan dan konservasi ekosistem laut.The research aimed to develop a benthic habitat-based identification machine learning model using the YOLOv5 algorithm. Benthic habitats plays an important role in marine ecosystems and human needs. Manual identification and analysis of benthic habitats were time-consuming and resource-intensive. Therefore, the research sought to find a solution by utilizing machine learning technology to resolve the issue. The research involved several stages, including collecting benthic habitat images, identifying and labelling objects in the dataset, and training the model using the YOLOv5 algorithm. The results of the model training were evaluated using a confusion matrix model and validation tests with 120 photos from various benthic habitat classes. The results showed that the model had an accuracy value of 0.466, a recall value of 0.544, a precision value of 0.766, and an F1-score value of 0.636, which indicated that the model could recognize benthic objects and could be applied to this research. This model had the potential to automate identification tasks and facilitate underwater image analysis. Although there was still room for improvement in terms of algorithm architecture, additional pre-processing stages, and increasing the amount of data gradually. The development of this model opened up the potential for further applications in monitoring and conserving marine ecosystems.
4002042366C1A019109ANALISIS EFISIENSI PRODUKSI PADA PETANI MINA PADI DAN PETANI NON MINA PADI DI DESA PANEMBANGAN, KECAMATAN CILONGOK, KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini berjudul Analisis Efisiensi Produksi pada Petani Mina Padi dan Petani Non Mina Padi di Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensifikasi pertanian di Desa Panembangan, menganalisis pengaruh bibit padi, benih ikan, pupuk, pakan, plastik perikanan, waktu kerja petani, pengetahuan dan tenaga kerja terhadap produktivitas petani mina padi, untuk menganalisis pengaruh benih, pupuk, pestisida, waktu kerja petani, pengetahuan dan tenaga kerja terhadap produktivitas petani non mina padi, dan untuk mengetahui perbedaan efisiensi dan pendapatan antara petani mina padi dengan petani non mina padi. Jenis penelitian ini adalah dan menggunakan Teknik survei dengan melakukan wawancara langsung kepada responden dibantu menggunakan kuesioner yang berjumlah 50 petani mina padi dan 75 petani non mina padi. penelitian ini menggunakan Teknik analisis data uji Scohasctic Frontier Analysis (SFA), uji asumsi klasik dan uji regresi linear berganda.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pertanian mina padi variabel bibit padi, benih ikan, pupuk, pakan, dan pestisida berpengaruh signifikan terhadap produktivitas mina padi, sedangkan variabel plastik perikanan, waktu kerja petani, pengetahuan pertanian, dan tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas mina padi. Hasil penelitian mengenai non mina padi menunjukkan bahwa variabel bibit padi, pupuk, dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap produktivitas non mina padi sedangkan variabel pestisida, waktu kerja petani, dan pengetahuan pertanian tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas non mina padi. Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu bahwa pemerintah daerah maupun penyuluh pertanian dapat membuat program atau menyarankan petani untuk melakukan intensifikasi pertanian mina padi untuk dapat meningkatkan pendapatan para petani agar dapat menutup kejadian gagal panen padi yang membuat petani merasakan rugi.
This research is entitled "Production Efficiency Analysis among Wetland Rice Farmers and Non-Wetland Rice Farmers in Panembangan Village, Cilongok District, Banyumas Regency." Its aim is to analyze the influence of agricultural intensification in Panembangan Village, examining the effects of rice seedlings, fish seeds, fertilizers, feed, fishery plastics, farmers' working time, knowledge, and labor on the productivity of wetland rice farmers. It also seeks to analyze the impact of seeds, fertilizers, pesticides, farmers' working time, knowledge, and labor on the productivity of non-wetland rice farmers. Additionally, it aims to determine the differences in efficiency and income between wetland and non-wetland rice farmers. The research methodology involves a survey technique, conducting direct interviews aided by questionnaires among 50 wetland rice farmers and 75 non-wetland rice farmers. The study utilizes Stochastic Frontier Analysis (SFA), classical assumption tests, and multiple linear regression.
Results indicate that in wetland rice farming, variables such as rice seedlings, fish seeds, fertilizers, feed, and pesticides significantly affect wetland rice productivity. However, fishery plastics, farmers' working time, agricultural knowledge, and labor do not significantly influence wetland rice productivity. In non-wetland rice farming, the research demonstrates that variables such as rice seedlings, fertilizers, and labor significantly affect non-wetland rice productivity, while pesticides, farmers' working time, and agricultural knowledge do not significantly impact non-wetland rice productivity. The implication drawn from these conclusions is that local governments and agricultural extension workers can create programs or advise farmers to intensify wetland rice farming to enhance farmers' income and prevent losses due to rice crop failure
This research is entitled "Production Efficiency Analysis among Wetland Rice Farmers and Non-Wetland Rice Farmers in Panembangan Village, Cilongok District, Banyumas Regency." Its aim is to analyze the influence of agricultural intensification in Panembangan Village, examining the effects of rice seedlings, fish seeds, fertilizers, feed, fishery plastics, farmers' working time, knowledge, and labor on the productivity of wetland rice farmers. It also seeks to analyze the impact of seeds, fertilizers, pesticides, farmers' working time, knowledge, and labor on the productivity of non-wetland rice farmers. Additionally, it aims to determine the differences in efficiency and income between wetland and non-wetland rice farmers. The research methodology involves a survey technique, conducting direct interviews aided by questionnaires among 50 wetland rice farmers and 75 non-wetland rice farmers. The study utilizes Stochastic Frontier Analysis (SFA), classical assumption tests, and multiple linear regression.
Results indicate that in wetland rice farming, variables such as rice seedlings, fish seeds, fertilizers, feed, and pesticides significantly affect wetland rice productivity. However, fishery plastics, farmers' working time, agricultural knowledge, and labor do not significantly influence wetland rice productivity. In non-wetland rice farming, the research demonstrates that variables such as rice seedlings, fertilizers, and labor significantly affect non-wetland rice productivity, while pesticides, farmers' working time, and agricultural knowledge do not significantly impact non-wetland rice productivity. The implication drawn from these conclusions is that local governments and agricultural extension workers can create programs or advise farmers to intensify wetland rice farming to enhance farmers' income and prevent losses due to rice crop failure.