Artikelilmiahs

Menampilkan 40.041-40.060 dari 48.905 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4004142384K1B019013PERBANDINGAN MODEL GENERALIZED POISSON REGRESSION DAN MODEL REGRESI BINOMIAL NEGATIF PADA KASUS STUNTING DI KABUPATEN BANYUMASStunting merupakan permasalahan gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama. Prevalensi stunting di Kabupaten Banyumas pada tahun 2022 adalah sebesar 16,6%. Meskipun prevalensinya berada di bawah batas toleransi WHO yaitu 20%, tetapi angka tersebut belum memenuhi target pemerintah pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebesar 14%. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan model regresi terbaik di antara metode Generalized Poisson Regression (GPR) dan regresi binomial negatif serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kasus stunting di Kabupaten Banyumas berdasarkan model tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model terbaik adalah model regresi binomial negatif. Hal tersebut ditunjukkan dari nilai AIC pada model regresi binomial negatif yang lebih kecil daripada model GPR. Adapun faktor-faktor yang berpengaruh secara positif terhadap jumlah kasus stunting adalah persentase imunisasi dasar lengkap dan jumlah bayi berat badan lahir rendah. Sebaliknya, faktor yang berpengaruh secara negatif adalah persentase inisiasi menyusui dini.

Stunting is a chronic nutritional problem resulted from long-term insufficient nutrient intake. The prevalence of stunting in Banyumas Regency is 16,6%. Even though the prevalence is below the WHO tolerance limit of 20%, this has not reached the government’s target in the National Medium Term Development Plan of 14%. This study aims to determine the best regression model between the Generalized Poisson Regression (GPR) method and negative binomial regression as well as identify factors that affect stunting cases in Banyumas Regency based on the model. The research showed that the best model is the negative binomial regression. This is shown by the AIC value in the negative binomial regression model which is smaller than the GPR. The factors that had positive effect on the number of stunting cases were the percentage of complete basic immunization and the number of babies with low birth weight. Moreover, factor that had negative effect was the percentage of early initiation of breastfeeding.
4004244552H1A020061ANALISIS TRAFIK JARINGAN BERDASARKAN PERMODELAN JAM SIBUK MENGGUNAKAN METODE ADPH, TCBH, DAN FDMH DI PT. PLN ICON PLUS PURWOKERTOJam sibuk merupakan periode waktu di mana lalu lintas pada suatu sistem mencapai tingkat tertinggi. Lonjakan lalu lintas data yang disebabkan oleh banyaknya aktivitas ini dapat mempengaruhi kualitas layanan dan berdampak negatif pada produktivitas user. Perhitungan trafik selama jam sibuk dalam Rekayasa Trafik dapat dilakukan menggunakan tiga konsep perhitungan, yaitu ADPH, TCBH, dan FDMH. Hasil penelitian didapatkan pada trafik jaringan upload nilai intensitas trafik metode ADPH sebesar 562,708 Eh, metode TCBH sebesar 54,985 Eh, dan metode FDMH sebesar 228,663 Eh sehingga penggunaan metode ADPH mampu mengidentifikasi tingkat kepadatan lalu lintas trafik jaringan upload yang lebih tinggi. Pada trafik jaringan download nilai intensitas trafik metode ADPH sebesar 979,058 Eh, metode TCBH sebesar 324,085 Eh, dan metode FDMH sebesar 711,048 Eh sehingga penggunaan metode ADPH mampu mengidentifikasi tingkat kepadatan lalu lintas trafik jaringan download yang lebih tinggi. Berdasarkan metode ADPH, jam tersibuk lalu lintas trafik jaringan upload terjadi pada hari Senin, 2 Oktober 2023 pada pukul 09.45 – 10.45 WIB, sedangkan jam tersibuk lalu lintas trafik jaringan download terjadi pada hari Selasa, 3 Oktober 2023 pada pukul 09.00 – 10.00 WIB. Berdasarkan metode TCBH, jam tersibuk lalu lintas trafik jaringan upload terjadi pada hari Senin, 2 Oktober 2023 pada pukul 10.30 – 11.30 WIB, sedangkan jam tersibuk lalu lintas trafik jaringan download terjadi pada hari Senin, 2 Oktober 2023 pada pukul 11.15 – 12.15 WIB. Berdasarkan metode FDMH, jam tersibuk lalu lintas trafik jaringan upload terjadi pada hari Rabu, 4 Oktober 2023 pada pukul 09.00 – 10.00 WIB, sedangkan jam tersibuk lalu lintas trafik jaringan download terjadi pada hari Selasa, 3 Oktober 2023 pada pukul 09.00 – 10.00 WIB.Peak hours are periods of time when traffic on a system reaches its highest levels. Spikes in data traffic caused by this large amount of activity can affect service quality and have a negative impact on user productivity. Traffic calculations during peak hours in traffic engineering can be done using three calculation concepts, namely ADPH, TCBH, and FDMH. According to the research results obtained for upload network traffic, the ADPH method traffic intensity value was 562,708 Eh, the TCBH method was 54,985 Eh, and the FDMH method was 228,663 Eh, so the use of the ADPH method was able to identify a higher level of upload network traffic frequency. For download network traffic, the traffic intensity value of the ADPH method is 979,058 Eh, the TCBH method is 324,085 Eh, and the FDMH method is 711,048 Eh, so the use of the ADPH method is able to identify a higher level of download network traffic density. Based on the ADPH method, the busiest hour for upload network traffic occurs on Monday, October 2, 2023, at 09.45–10.45 WIB, while the busiest hour for download network traffic occurs on Tuesday, October 3, 2023, at 09.00–10.00 WIB. Based on the TCBH method, the busiest hour for upload network traffic occurs on Monday, October 2, 2023, at 10.30–11.30 WIB, while the busiest hour for download network traffic occurs on Monday, October 2, 2023, at 11.15–12.15 WIB. Based on the FDMH method, the busiest hour for upload network traffic occurs on Wednesday, October 4, 2023, at 09.00–10.00 WIB, while the busiest hour for download network traffic occurs on Tuesday, October 3, 2023, at 09.00–10.00 WIB.
4004344553H1A020029ANALISA DAMPAK OBSTACLE KAYU BERDASARKAN KETEBALAN TERHADAP KINERJA PENGIRIMAN DATA BERBASIS JARINGAN WI-FI PADA APLIKASI XENDER MENGGUNAKAN PARAMETER QOSDalam era digital yang terus berkembang, konektivitas nirkabel, seperti Wi-Fi, menjadi kunci penting dalam kehidupan sehari-hari kita. Menurut Cisco Annual Internet Report, pada tahun 2023, 54% lalu lintas internet di seluruh dunia terhubung melalui Wi-Fi. Selain itu, teknologi ini memudahkan transfer data antar perangkat, dengan aplikasi Xender sebagai salah satu pilihan populer. Pada penelitian ini akan menganalisis bagaimana hambatan, khususnya kayu dengan jenis kayu jati dan ketebalan yang berbeda, memengaruhi kinerja pengiriman data melalui Wi-Fi saat menggunakan aplikasi Xender dengan menggunakan metode QoS. Analisis akan mencakup parameter seperti throughput, packet loss, delay, dan jitter yang kemudian akan dianalisis menggunakan standar TIPHON. Tahapan dari penelitian ini dimulai dengan tahapan persiapan, tahap pengambilan data, tahap pengolahan data, dan tahap akhir yaitu pembuatan laporan berdasarkan dari pengujian yang sudah dilakukan. Dalam melakukan pengujian, kedua perangkat diuji dengan ketebalan kayu yang berbeda dan jarak percobaan yang semakin jauh. Pengambilan data menggunakan perangkat lunak Wireshark. Hasil yang didapat dari pengambilan data diolah terlebih dahulu dengan menggunakan Microsoft Excel. Kemudian data yang sudah diolah akan dianalisa menggunakan standar TIPHON. Hasil analisa menunjukkan untuk parameter throughput didapat hasil terbaik pada ketebalan 0 cm, untuk parameter packet loss didapat hasil terbaik pada ketebalan 0 cm, untuk delay didapat hasil terbaik pada ketebalan 0 cm, dan untuk jitter didapat hasil terbaik pada ketebalan 0 cm. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa ketebalan 0 cm mendapat hasil terbaik dibanding ketebalan yang lain, hal ini juga menunjukkan bahwa semakin tebal obstacle kayu dan semakin jauh jarak percobaan, maka semakin rendah kualitas layanan jaringan Wi-Fi yang diberikan oleh aplikasi Xender.In the ever-evolving digital era, wireless connectivity, such as Wi-Fi, has become a crucial key in our daily lives. According to the Cisco Annual Internet Report, in 2023, 54% of global internet traffic was connected through Wi-Fi. Additionally, this technology facilitates data transfer between devices, with applications like Xender being one of the popular choices. This study will analyze how obstacles, specifically wood with different types of teak wood and thicknesses, affect the performance of data transmission via Wi-Fi when using the Xender application using Quality of Service (QoS) methods. The analysis will include parameters such as throughput, packet loss, delay, and jitter, which will then be analyzed using TIPHON standards. The stages of this research begin with preparation, data collection, data processing, and finally, the report creation based on the conducted testing. In conducting the testing, both devices are tested with different wood thicknesses and increasing trial distances. Data collection is done using Wireshark software. The collected data is first processed using Microsoft Excel. Then, the processed data will be analyzed using TIPHON standards. The analysis results show that for the throughput parameter, the best results are obtained with a thickness of 0 cm, for the packet loss parameter, the best results are obtained with a thickness of 0 cm, for delay, the best results are obtained with a thickness of 0 cm, and for jitter, the best results are obtained with a thickness of 0 cm. Based on the obtained results, it can be concluded that a thickness of 0 cm yields the best results compared to other thicknesses. This also indicates that the thicker the wood obstacle and the farther the trial distance, the lower the quality of Wi-Fi network service provided by the Xender application.
4004444884J1E017044Students' Perception on the Use of Freerice Online Vocabulary Game in Learning New Vocabularies for Undergraduate English Education StudentsPeran penguasaan kosakata dalam pembelajaran bahasa sangatlah penting.
Akan tetapi, masalah mendasar yang dihadapi banyak pembelajar EFL adalah
kosakata yang terbatas. Dalam penelitian ini, siswa diperkenalkan dengan
permainan kosakata daring Freerice. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
persepsi siswa dalam menggunakan Freerice untuk mempelajari kosakata bahasa
Inggris baru dan bagaimana pembelajaran kosakata terjadi selama penggunaan
Freerice. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus kualitatif. Penelitian ini
dilakukan kepada 27 mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2022
Universitas Jenderal Soedirman. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner,
wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan peneliti
adalah tematik analisis. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa persepsi
siswa terhadap Freerice adalah positif. Freerice dianggap sebagai permainan yang
sederhana, bermanfaat, menyenangkan, menarik, menantang, dan inovatif untuk
mempelajari kosakata baru. Kesederhanaan permainan Freerice, menampilkan
jawaban yang benar secara langsung, sistem peringkat, pertanyaan yang tidak ada
habisnya, sistem donasi, dan memunculkan kembali pertanyaan yang sebelumnya
salah dijawab adalah beberapa aspek dari Freerice yang disukai siswa. Mengenai
cara terjadinya pembelajaran kosakata, siswa menggunakan lima strategi dalam
menggunakan Freerice sebagai alat untuk pembelajaran kosakata secara mandiri.
Strategi tersebut adalah strategi memori, kognitif, kompensasi, metakognitif, dan
afektif. Sebagai kesimpulan, siswa merasa bahwa Freerice sangat
direkomendasikan untuk mempelajari kosakata bahasa Inggris baru.
The role of vocabulary mastery in language learning is crucial. However,
the basic problem that many EFL learners face is limited vocabularies. In this
research, students were introduced to Freerice online vocabulary game. This
study was carried out in order to find out students’ perception in using Freerice to
learn new English vocabularies and how vocabulary learning happens during the
use of Freerice. The research is a qualitative case study. It was conducted to 27
undergraduate English Education students batch 2022 Jenderal Soedirman
University. The data were collected through questionnaire, interview, and
documentation. The researcher used thematic analysis as the data analysis method.
Based on the result, it is found out that students’ perception towards Freerice is
positive. Freerice is considered as simple, helpful, fun, interesting, challenging,
and innovative game for learning new vocabularies. Freerice game’s simplicity,
showing the right answer directly, ranking system, never ending questions,
donation system, and reappearing wrong answered question are some aspects
about Freerice that students like. Regarding the way vocabulary learning happens,
students used five strategies in using Freerice as a tool for their self-directed
vocabulary learning. The strategies are memory, cognitive, compensation,
metacognitive, and affective strategies. To conclude, students perceived that
Freerice is really recommended to learn new English vocabularies.
4004544909J0B021024
PENGEMBANGAN WISATA HEHA SKY VIEW DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA MELALUI VIDEO PROMOSI DENGAN TEKNIK VOICE OVER BERBAHASA MANDARIN
Artikel ini berjudul “Pengembangan Wisata HeHa Sky View Melalui Video Promosi Dengan Teknik Voice Over Berbahasa Mandarin”. Penelitian ini berdasarkan observasi yang telah dilaksanakan di wisata HeHa Sky View pada bulan Oktober 2023 hingga bulan Januari 2024. Latar belakang dari penelitian ini adalah wisata HeHa Sky View belum memiliki sumber daya manusia (SDM) yang dapat berbicara bahasa Mandarin sehingga belum tersedia media promosi berbahasa asing terutama bahasa Mandarin. Hal ini menyebabkan tidak banyak wisatawan berbahasa Mandarin yang mengetahui informasi tentang keunggulan objek wisata HeHa Sky View. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan video promosi Wisata HeHa Sky View dengan teknik voice over berbahasa Mandarin. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode jelajah internet, wawancara dan metode observasi. Dalam proses penerjemahan penulis menggunakan metode penerjemahan komunikatif, karena tata bahasa hasil terjemahan disesuaikan oleh bahasa sasaran sehingga mudah dipahami oleh wisatawan berbahasa Mandarin. Hasil dari penulisan artikel ini adalah sebuah media promosi berbentuk video dengan teknik voice over berbahasa Mandarin yang akan diunggah di TikTok dan Weibo agar mudah diakses oleh wisatawan berbahasa Mandarin. Dengan adanya video promosi ini dapat menginformasikan tentang keunggulan yang dimiliki HeHa Sky View kepada wisatawan berbahasa Mandarin.

This article is titled "Development of HeHa Sky View Tourism Through Promotional Videos with Chinese Voice Over Techniques". This research is based on observations that have been carried out at the HeHa Sky View tour from October 2023 to January 2024. The background of this study is that HeHa Sky View tourism does not have human resources (HR) who can speak Mandarin so there is no foreign language promotional media, especially Chinese. This causes not many Chinese-speaking tourists to know information about the advantages of the HeHa Sky View tourist attraction. The purpose of this research is to produce a promotional video for HeHa Sky View Tourism with a Chinese voice over technique. The data collection methods used are internet browsing methods, interviews and observation methods. In the translation process, the author uses a communicative translation method, because the grammar of the translated results is adjusted by the target language so that it is easy to understand by Chinese-speaking tourists. The result of writing this article is a promotional media in the form of a video with a Chinese voice over technique that will be uploaded on TikTok and Weibo so that it is easily accessible to Chinese speaking tourists. With this promotional video, it can inform about the advantages that HeHa Sky View has to Chinese-speaking tourists.
Keywords: HeHa Sky View, communicative translation method, tourism, promotional video, voice over.
4004642386F2A021015Implementasi Program Gempur Rokok Ilegal Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam Menekan Peredaran Rokok IlegalImplementasi program merupakan sesuatu yang kompleks, karena faktor yang saling keterkaitan dalam sebuah sistem yang tidak lepas dari faktor lingkungan yang cenderung berubah, terdapat dua faktor yang mempengaruhi keberhasilan yaitu faktor pendorong dan faktor penghambat. Program Gempur Rokok Ilegal merupakan kegiatan operasi pengawasan rokok secara serentak dan terpadu dari untuk menghindari terjadinya “balloon effect” peredaran rokok ilegal. Implementasi program gempur rokok ilegal terhadap rokok ilegal yang meningkat jumlah pelanggarnya serta instruksi dari pusat dalam pergerakan gempur rokok ilegal di wilayah terkhususnya pada KPPBC TMP C Cilacap, padahal sudah ada instruksi program dari pusat namun pada kenyataannya baru tercatat 14 produsen rokok yang berstatus legal pada wilayah pengawasan KPPBC TMP C Cilacap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran dan menganalisis faktor penghambat implementasi program gempur rokok ilegal di wilayah KPPBC TMP C Cilacap.
Penelitian ini dilakukan KPPBC TMP C Cilacap yang menaungi wilayan Cilacap dan Kebumen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berfokus pada Implementasi dengan menggunakan teori Ripley dan Franklin ditinjau dari perspektif Compliance and What’s Happening.
Hasil penelitian dan pembahasan yang sudah dijabarkan dapat ditarik kesimpulan dalam penelitian ini yaitu Implementasi Program Gempur Rokok Ilegal pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai khususnya pada wilayah KPPBC TMP C Cilacap sudah berjalan dengan baik. Meskipun selalu ada kendala didalamnya tapi tidak menjadi penghambat besar dalam melakukan program gempur rokok ilegal. Aspek compliance yang diterapkan oleh para implementor Program Gempur Rokok Ilegal telah memenuhi sub aspek pendekatan implementasi. Kepatuhan melaksanakan kegiatan sesuai instruksi atasan yang sudah dijalankan dengan baik dan peran atasan yang selalu memberikan arahan, mengasosiasi dan memberi dukungan kepada bawahannya untuk bersama-sama menjalankan program. Dalam implementasi program Gempur Rokok Ilegal, terdapat beberapa sub aspek yang masih menjadi hambatan yaitu jumlah pegawai yang tersedia dan kompetensi pegawai yang masih belum memadai, tidak adanya SOP yang terfokus pada program tersebut dan tidak adanya anggaran khusus untuk program Gempur Rokok Ilegal. Sosialisasi dan Edukasi juga masih belum menjangkau seluruh Masyarakat sehingga perlu dimasifkan lagi karena pemahaman dan partisipasi Masyarakat pada Gempur Rokok Ilegal adalah output dari kegiatan tersebut.
Program implementation is something complex, because the factors are interconnected in a system which cannot be separated from environmental factors which tend to change, there are two factors that influence success, namely driving factors and inhibiting factors. The Ilegal Cigarette Fighting Program is a simultaneous and integrated cigarette monitoring operation to avoid the "balloon effect" of ilegal cigarette circulation. Implementation of a program to combat ilegal cigarettes against ilegal cigarettes, which is increasing in the number of violators, as well as instructions from the center to combat ilegal cigarettes in the region, especially at KPPBC TMP C Cilacap, even though there have been program instructions from the center, but in reality there are only 14 cigarette producers who have legal status in the region. supervision of KPPBC TMP C Cilacap. The aim of this research is to provide an overview and analyze the factors inhibiting the implementation of the program to combat ilegal cigarettes in the KPPBC TMP C Cilacap area.
This research was carried out by KPPBC TMP C Cilacap which covers the Cilacap and Kebumen areas. This research uses a qualitative method that focuses on implementation using Ripley and Franklin's theory from the perspective of Compliance and What's Happening.
The results of the research and discussion that have been described can be concluded in this research, namely that the implementation of the Ilegal Cigarette Fighting Program at the Directorate General of Customs and Excise, especially in the KPPBC TMP C Cilacap area, has been going well. Even though there are always obstacles involved, they are not a big obstacle in carrying out a program to combat ilegal cigarettes. The compliance aspect implemented by the implementers of the Ilegal Cigarette Fighting Program has fulfilled the sub-aspects of the implementation approach. Compliance with carrying out activities according to superiors' instructions which have been carried out well and the role of superiors who always provide direction, associate and provide support to their subordinates to jointly carry out the program. In implementing the Gempur Illegal Cigarettes program, there are several sub-aspects that are still obstacles, namely the number of available employees and employee competency which is still inadequate, the absence of SOPs that focus on the program and the absence of a special budget for the Gempur Illegal Cigarettes program. Socialization and education still have not reached the entire community so it needs to be intensified because community understanding and participation in the fight against illegal cigarettes is the output of these activities.
4004742387F1D020062PERKEMBANGAN FASILITAS PUBLIK KOTA TANGERANG : Studi Perbandingan Walikota Wahidin Halim Dan Walikota Arief R. WismanyahPenelitian ini ditulis untuk menjelaskan penataan fasilitas publik kota yang ditentukan oleh kepala daerah. Tahun 2008 babak baru untuk penataan tata ruang kota. Setiap walikota yang menjabat membawa gagasan baru untuk menentukan arah pembangunan, terlepas adanya kepentingan setiap kepala daerah yang tercampur menjadi kepentingan umum. Gagasan pembangunan dapat terlihat dari penataan kawasan, jaringan jalan dan transportasi, pendidikan, kesehatan, serta pemukiman. Oleh karena itu, studi ini menggunakan metode kualitatif, melalui studi literatur dengan teknik pengambilan data menggunan studi pustaka dari berbagai sumber literatur baik itu buku, jurnal, artikel maupun website. Artikel ini akan membandingkan fasilitas publik Kota Tangerang pada kepemimpinan setiap Walikota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gagasan pembangunan walikota Tangerang sangat mempengaruhi perkembangan fasilitas publik kota Tangerang. Pada era Wahidin Halim kota diarahkan pada pembangunan yang pro rakyat menjadikan kota tangerang kota Akhlakul Kharimah dengan memprioritaskan pembangunan di bidang pendidikan. Sedangkan di era Arief R. Wismansyah penataan kota diarahkan untuk membangun kota Tangerang menuju smart city, meningkatkan kan taraf hidup masyarakat. Gagasan penataan kota ini mampu menciptkaan wajah kota yang identik This research was written to explain the arrangement of city public facilities as determined by the regional head. In 2008 a new chapter in urban spatial planning. Every mayor in office brings new ideas to determine the direction of development, regardless of the interests of each regional head being mixed into the general interest. Development ideas can be seen from regional planning, road and transportation networks, education, health and housing. Therefore, this study uses qualitative methods, through literature studies with data collection techniques using library studies from various literary sources, including books, journals, articles and websites. This article will compare the public facilities of Tangerang City under the leadership of each Mayor. The research results show that the development ideas of the mayor of Tangerang greatly influenced the development of public facilities in the city of Tangerang. In the Wahidin Halim era, the city was directed towards pro-people development, making the city of Tangerang an Akhlakul Kharimah city by prioritizing development in the education sector. Meanwhile, in the Arief R. Wismansyah era, city planning was directed at developing the city of Tangerang into a smart city, improving the people's standard of living. This city planning idea is able to create an identical city face.
4004842388F2A021010IMPLEMENTASI PEMBANGUNAN PROGRAM KOTA TANPA KUMUH ( KOTAKU ) UNTUK MENCAPAI KOTA BERKELANJUTAN DI KABUPATEN BANJARNEGARA
( Studi di Kelurahan Karangtengah Kecamatan Banjarnegara dan Desa Purwareja Kecamatan Purwareja Klampok )
Implementasi program terbentuk dari kebijakan publik dimana pendekatan administrasi publik dikaitkan dengan birokrasi pemerintahan, perilaku implementasi dalam berbagai kebijakan publik akan mewarnai budaya organisasi birokrasi yang pada akhirnya mempengaruhi tingkat kinerja birokrasi dalam sistem administrasi publik secara keseluruhan. Pendekatan administratif dalam kebijakan publik berkaitan dengan pemerintah mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan penyediaan barang dan jasa publik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat implementasi program Kotaku di Kabupaten Banjarnegara dengan melihat dari segi kepatuhan dan apa yang terjadi.
Penelitian ini dilakukan pada dua wilayah yang ada di Kabupaten Banjarnegara yaitu Desa Purwareja dan Kelurahan Karangtengah. menggunakan metode kualitatif yang berfokus pada Implementasi Program Kotaku dalam penanganan kota kumuh di Banjarnegara dengan menggunakan teori Randal dan Ripley ditinjau dari perspektif Compliance and What’s Happening and Why?
Hasil dari penelitian ini adalah di Kabupaten Banjarnegara khususnya di Desa Purwareja dan Kelurahan Karangtengah telah memberikan dampak nyata yang diharapkan oleh berbagai pihak, baik oleh instansi pelaksana yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, dan bagi masyarakat, program ini memberikan kemudahan akses masyarakat terhadap fasilitas umum. Implementasi program KOTAKU di Desa Purwareja dan Kelurahan Karangtengah dilihat dari dua aspek implementasi yaitu perilaku bertanggung jawab dan pemahaman penanggung jawab pelaksanaan kebijakan.pada rencana pemeliharaan infrastruktur dapat dilihat dari Aspek What's Happening and Why dilihat dari lima hal, antara lain jumlah aktor yang terlibat, kejelasan isi tujuan program, perkembangan dan kompleksitas program, partisipasi dalam program, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan yang tidak dapat dikendalikan. Aktor yang banyak terlibat di setiap desa dan kelurahan adalah Dinas PKPLH, Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat Desa/Kelurahan, sejumlah Kelompok Swadaya Masyarakat. Kejelasan isi tujuan program KOTAKU di Desa Purwareja dan Kelurahan Karangtengah belum sepenuhnya dipahami oleh pelaksana. Implementasi program KOTAKU di Kelurahan Karangtengah dan Desa Purwareja secara bertahap sudah berangsur membaik, kompleksitas yang sering dialami oleh pelaksana kegiatan terletak pada penentuan prioritas pembangunan dan perbaikan infrastruktur, sehingga apabila terdapat kebutuhan mendesak maka urutan prioritasnya harus dipikirkan kembali dengan tim pelaksana, serta masih terdapat beberapa hambatan di dalamnya seperti cuaca dan bencana alam.

Kata Kunci: Implementasi, Program KOTAKU, kota Berkelanjutan
Program implementation is formed from public policy where the public administration approach is linked to government bureaucracy, implementation behavior in various public policies will color the bureaucratic organizational culture which ultimately influences the level of bureaucratic performance in the public administration system as a whole. The administrative approach in public policy is related to the government realizing community welfare through the provision of public goods and services. The aim of this research is to look at the implementation of the Kotaku program in Banjarnegara Regency by looking at compliance and what happens.
This research was conducted in two areas in Banjarnegara Regency, namely Purwareja Village and Karangtengah Village. uses a qualitative method that focuses on the implementation of the Kotaku Program in handling slum cities in Banjarnegara using Randal and Ripley's theory viewed from the perspective of Compliance and What's Happening and Why?
The results of this research are that in Banjarnegara Regency, especially in Purwareja Village and Karangtengah Subdistrict, it has had a real impact expected by various parties, both by implementing agencies, namely increasing community welfare and community trust in the government, and for the community, this program provides easy community access to public facilities. The implementation of the KOTAKU program in Purwareja Village and Karangtengah Subdistrict can be seen from two aspects of implementation, namely responsible behavior and understanding of the person responsible for implementing the policy. The infrastructure maintenance plan can be seen from the What's Happening and Why aspect, seen from five things, including the number of actors involved, clarity content of program objectives, development and complexity of the program, participation in the program, and factors influencing implementation that cannot be controlled. The actors who are heavily involved in each village and sub-district are the PKPLH Service, the Head of the Village/District Community Welfare Section, a number of Community Self-Help Groups. The clarity of the contents of the objectives of the KOTAKU program in Purwareja Village and Karangtengah Subdistrict has not been fully understood by implementers. The implementation of the KOTAKU program in Karangtengah Subdistrict and Purwareja Village has gradually improved. The complexity often experienced by activity implementers lies in determining priorities for infrastructure development and improvement, so that if there is an urgent need then the priority order must be rethought with the implementing team, and there are still several obstacles in it such as weather and natural disasters.

Keywords: Implementation, KOTAKU Program, Sustainable City
4004942389A1H021001KAJIAN AGIHAN UNSUR HARA NITROGEN (N) DAN SERAPANNYA DI LAHAN SAWAH DAS SERAYU KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN BANJARNEGARAKetersediaan N dalam tanah yang optimal akan memberikan pengaruh peningkatan terhadap hasil tanaman. Penelitian yang telah dilakukan bertujuan untuk mengetahui distribusi unsur hara Nitrogen (N) pada lahan sawah pertanaman padi di DAS Serayu, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara; menentukan sifat kimia tanah, serapan Nitrogen (N) dan hasil tanaman padi serta nilai korelasi antar variabel pengamatan pada lahan sawah pertanaman padi di DAS Serayu, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara; dan menentukan rekomendasi pemupukan Nitrogen (N) yang optimum untuk meningkatkan hasil tanaman padi pada lahan sawah di DAS Serayu, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. Penelitian dilaksanakan pada Januari sampai dengan Mei 2023. Penentuan titik lokasi pengamatan berdasarkan peta SLH (Satuan Lahan Homogen) melalui overlay peta peggunaan lahan sawah, peta jenis tanah, dan peta kelerengan. Pengambilan sampel jaringan tanaman menggunakan daun ke-3 dan ke-4, sampel tanah pada kedalaman 0-25 cm dan 25-50 cm dan sampel biji menggunakan 3 malai dalam satu rumpun. Variabel penelitian meliputi pH H2O, pH KCl, Daya Hantar Listik (DHL) tanah, potensial redoks tanah, N-total tanah, Serapan N tanaman, dan hasil tanaman padi. Data penelitian menunjukkan harkat N-total sangat tinggi yaitu pada SLH 2 bernilai 1,68 %. Korelasi N-total dengan hasil tanaman mempunyai korelasi positif sangat lemah dengan nilai r = 0,149. Berdasarkan analisis regresi hubungan antar variabel N-total dengan hasil tanaman memiliki R2 = 0,2218 yang artinya hasil tanaman dipengaruhi oleh N-total sebesar 22,18%. Hubungan korelasi antara serapan N dengan hasil tanaman juga memiliki hubungan yang positif dengan nilai R2 = 0,1347 atau 13,47%. Rekomendasi pemupukan di Lahan sawah pada titik 1 yaitu dengan peningkatan penggunaan pupuk N 88.82 kg/ha. Pada titik 6 yaitu dengan peningkatan penggunaan pupuk N 151.42 kg/ha, sedangkan pada titik 8 yaitu dengan peningkatan penggunaan pupuk N 63.51kg/ha. Pada titik 9 yaitu dengan peningkatan penggunaan pupuk N 95.15 kg/ha. Pada titik 10 yaitu dengan peningkatan penggunaan pupuk N 91.98 kg/ha. Pada titik 11 yaitu dengan peningkatan penggunaan pupuk N 40.72 kg/ha. Pada titik 14 yaitu dengan peningkatan penggunaan pupuk N 88.82 kg/ha dan pada titik 17 yaitu dengan peningkatan penggunaan pupuk N 28.31 kg/ha.Optimal availability of N in the soil will have an increasing influence on crop yields. The research that has been conducted aims to determine the distribution of Nitrogen (N) nutrients in rice paddy

fields in the Serayu watershed, Susukan Subdistrict, Banjarnegara Regency; determine soil chemical properties, Nitrogen (N) uptake and rice plant yields and correlation values between observational variables in rice paddy fields in the Serayu watershed, Susukan Subdistrict, Banjarnegara Regency; and determine the optimum Nitrogen (N) fertilization recommendations to increase rice plant yields in rice paddy fields in the Serayu watershed, Susukan Subdistrict, Banjarnegara Regency. The research was conducted from January to May 2023. Determination of observation location points was based on SLH (Homogeneous Land Unit) map through overlaying paddy field land use map, soil type map, and slope map. Plant tissue sampling used the 3rd and 4th leaves, soil samples at a depth of 0-25 cm and 25-50 cm and seed samples using 3 panicles in one clump. Research variables included pH H2O, pH KCl, soil conductivity (DHL), soil redox potential, soil N-total, plant N uptake, and rice yield. The research data showed that the N-total value was very high, namely at SLH 2, which was 1.68%. The correlation of N-total with plant yield has a very weak positive correlation with a value of r = 0.149. Based on regression analysis, the relationship between the N-total variable and plant yield has R2 = 0.2218, which means that plant yield is influenced by N-total by 22.18%. The correlation relationship between N uptake and plant yield also has a positive relationship with a value of R2 = 0.1347 or 13.47%. Fertilization recommendations in paddy fields at points 1, 9, 10, and 14 are to increase the use of N fertilizer by 88.82 kg/ha. At point 6, with an increase in the use of N fertilizer 151.42 kg/ha, while at point 8, with an increase in the use of N fertilizer 63.51kg/ha. At point 11, with an increase in the use of N fertilizer of 40.72 kg/ha and at point 17, with an increase in the use of N fertilizer of 28.31 kg/ha.
4005042390L1C019013Profil Karbon Organik Berdasarkan Kedalaman Sedimen Pada Ekosistem Mangrove Pantai Laguna Lembupurwo, KebumenPeningkatan konsentrasi CO2 di atmosfer telah menyebabkan perubahan iklim global. Upaya pengendalian perubahan iklim yang dapat dilakukan yaitu dengan mengoptimalkan peran ekosistem mangrove yang mampu menyerap dan menyimpan karbon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi karbon organik berdasarkan kedalaman sedimen ekosistem mangrove di Pantai Laguna Lembupurwo, Kebumen, Jawa Tengah. Pengambilan sampel sedimen dilakukan secara acak di 6 stasiun pengamatan pada tiga rentang kedalaman berbeda (0-10, 10-20, dan 20-30 cm). Metode yang digunakan untuk mengetahui konsentrasi karbon yaitu metode Loss on Ignition. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata konsentrasi karbon organik sedimen ekosistem mangrove Pantai Laguna Lembupurwo sebesar 0,81% dan meningkat seiring bertambahnya kedalaman dengan konsentrasi tertinggi terdeteksi pada lapisan sedimen tengah (10-20 cm) yang dipengaruhi oleh proses rhizodeposisi. Selain itu, tekstur sedimen memiliki dampak signifikan terhadap kandungan bahan organik dalam substrat. Profil sedimen di ekosistem mangrove Laguna Lembupurwo didominasi oleh fraksi pasir sebesar 98,96%. Fraksi pasir memiliki butiran yang cenderung besar dan memiliki daya serap yang rendah terhadap bahan organik, mengakibatkan tingkat simpanan karbon yang lebih rendah dibandingkan dengan lokasi penelitian lain yang memiliki substrat lumpur.
Increased concentrations of CO2 in the atmosphere has caused global climate change. Efforts to control climate change can be done by optimizing the role of mangrove ecosystems that are able to absorb and store carbon. The aim of this study is to determine the concentration of organic carbon based on the depth of mangrove ecosystem sediments at Lembupurwo Lagoon, Kebumen, Central Java. Sediment sampling was conducted randomly at 6 observation stations at three different depth ranges (0-10, 10-20, and 20-30 cm). The method used to determine carbon concentration is the Loss on Ignition method. The results showed that the average value of organic carbon concentration of mangrove ecosystem sediments of Lembupurwo Lagoon Beach was 0.81% and increased with increasing depth with the highest concentration detected in the middle sediment layer (10-20 cm) which was influenced by the rhizodeposition process. In addition, sediment texture has a significant impact on organic matter content in the substrate. The sediment profile in the Lembupurwo Lagoon mangrove ecosystem is dominated by the sand fraction of 98.96%. The sand fraction has grains that tend to be large and have low absorption of organic matter, resulting in lower levels of carbon storage compared to other research sites that have mud substrates.
Lembupurwo Lagoon, organic carbon, sediment depth.
4005142385K1B019075PERBANDINGAN MODEL PERAMALAN CURAH HUJAN DI KABUPATEN BANYUMAS, KABUPATEN CILACAP DAN KOTA BANJARHujan mempunyai peran penting dalam siklus hidrologi. Perubahan pola hujan telah terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa tahun berakhir. Besarnya curah hujan yang terjadi tidak dapat ditentukan secara pasti namun dapat diramalkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan model peramalan curah hujan di Kabupaten Banyumas, Kabupaten Cilacap dan Kota Banjar dengan menggunakan metode dekomposisi model aditif dan multiplikatif. Berdasarkan hasil dan pembahasan, pola curah hujan dari ketiga lokasi tersebut mengandung pola musiman dengan tipe pola curah hujan monsun. Ketiga lokasi tersebut memiliki pola curah hujan yang serupa dengan besaran yang berbeda. Rata-rata curah hujan tertinggi terjadi di Kabupaten Cilacap dilanjutkan dengan Kabupaten Banyumas dan Kota Banjar. Metode dekomposisi aditif lebih baik digunakan untuk peramalan curah hujan Kabupaten Banyumas, Kabupaten Cilacap dan Kota Banjar dibandingkan metode dekomposisi multiplikatif. Perhitungan ukuran akurasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah MAPE dengan rincian Kabupaten Banyumas memiliki MAPE sebesar 37,62%, Kabupaten Cilacap memiliki MAPE sebesar 37,27% dan Kota Banjar memiliki MAPE sebesar 44,93%. Hasil MAPE dari ketiga lokasi berada di rentang 20% < MAPE ≤ 50% dan dapat dikatakan layak untuk peramalan.Rain has a vital role in the hydrological cycle. In recent years, rain patterns have changed in various regions of Indonesia. The amount of rainfall cannot be determined with certainty but can be predicted. This research uses additive and multiplicative model decomposition methods to analyze the comparison of rainfall forecasting models in the Banyumas Regency, Cilacap Regency, and Banjar City. The discussion results from this research explain that the rainfall patterns from the three district locations have a seasonal design with the monsoon rainfall pattern type. These three locations have similar rainfall patterns with different amounts. The order of highest average rainfall starts from Cilacap Regency, Banyumas Regency, and Banjar City. Compared to the multiplicative decomposition method, the additive decomposition method is better used for forecasting rainfall in the Banyumas Regency, Cilacap Regency, and Banjar City. The accuracy used in the calculations in this research is MAPE, with details of Banyumas Regency having a MAPE of 37.62%, Cilacap Regency having a MAPE of 37.27%, and Banjar City having a MAPE of 44.93%. The MAPE results from the three locations are 20% < MAPE ≤ 50% and can be considered suitable for forecasting.
4005242392H1E019012Pengembangan Model Vendor Managed Inventory untuk Single-Vendor Multi-Retailers dengan Mempertimbangkan Expiry CostDalam rantai pasok terdapat berbagai aktivitas yang perlu diperhatikan dengan baik agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari, salah satunya adalah pengendalian persediaan pada produk yang mudah rusak. Produk mudah rusak yang dalam hal ini merupakan produk FMCG (Fast Moving Consumer Goods) yang memiliki waktu kedaluwarsa. Pengelolaan produk kedaluwarsa dengan berbagai cara membutuhkan biaya yang harus diperhatikan oleh vendor, sehingga biaya pengelolaan produk kedaluwarsa (expiry cost) perlu dipertimbangkan oleh perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Expiry cost merupakan biaya yang dikeluarkan vendor untuk menangani produk kedaluwarsa yang terdapat pada retailer. Untuk mengetahui besaran expiry cost yang terdapat pada setiap retailer dan biaya lain yang terlibat dalam rantai pasokan, kebijakan VMI dapat digunakan. VMI merupakan pendekatan dalam pengelolaan persediaan yang efisien antara vendor dan pembeli dalam rantai pasokan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model yang berfokus pada konsep Vendor Managed Inventory single-vendor, multi-retailer dan multi-item dengan mempertimbangkan expiry cost menggunakan permintaan linier deterministik. Hasil dari pengembangan model VMI dengan mempertimbangkan expiry cost telah dicoba dengan contoh numerik menggunakan software GAMS Optimization sehingga vendor dapat mengetahui periode pengisian dan jumlah pengiriman yang optimal pada retailer, serta keuntungan yang maksimum dalam rantai pasok.In the supply chain, various activities need to be carefully considered so as not to cause problems in the future, one of them is inventory control for perishable products. Perishable products, in this case FMCG products (Fast Moving Consumer Goods) or products that have an expiration date. Managing expired products in various ways requires costs that the vendor must pay attention to, so the cost of managing expired products (expiry costs) need to be considered by companies in running their business. Expiry costs are costs incurred by vendor to handle expired products at retailers. To find out the amount of expiry costs at each retailer and other costs involved in the supply chain, the VMI policy can be used. VMI is an approach to efficient inventory management between vendor and buyers in the supply chain. This research aims to develop a model that focuses on the single-vendor, multi-retailer and multi-item Vendor Managed Inventory concept by considering expiry costs using deterministic linear demand. The results of developing the VMI model by considering expiry costs have been tested with numerical examples using GAMS Optimization software so that vendor can find out the optimal replenishment period and delivery quantity at retailers, as well as maximum profits in the supply chain.
4005342393H1D018018PERANCANGAN USER INTERFACE MENGGUNAKAN METODE USER CENTERED DESIGN (UCD) UNTUK PENGEMBANGAN GAME EDUKASI ILMU PENGETAHUAN ALAM PENGENALAN FLORA DAN FAUNA BAGI ANAK SD KELAS 4Perkembangan teknologi semakin canggih dan berkembang. Hal ini menyebabkan berbagai pengaruh pola hidup manusia baik pola pikir maupun perilaku. Salah satu perkembangan teknologi yang mempengaruhi pikiran manusia adalah gadget. Mayoritas anak di Indonesia menghabiskan waktu bermain dengan gadget. Tentunya ini mempengaruhi perkembangan anak, terutama dalam pengembangan Pendidikan, oleh karena itu perlunya penyampaian materi yang menarik dan dapat menyesuaikan keadaan pada masa ini. Dengan adanya permasalahan tersebut, penulis membuat penelitian ini dengan tujuan untuk memberikan sarana edukasi melalui permainan berbasis android melalui pengasahan daya pikir dan logika, yang dapat memperkenalkan materi agar lebih menarik untuk diterima dan dipahami terutama oleh anak yang masih dalam usia dini. dengan menggunakan Unity serta menggunakan metode penelitian Eksperiment one group pretest-posttest, metode mendesain user interface menggunakan User Centered Design (UCD) dan metode pengembangan yaitu GDLC (Game Development Life Cycle). Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian game edukasi Mengenal Flora dan Fauna terbukti berhasil membantu siswa/i kelas 4 SD untuk mengenal flora dan fauna melalui proses bermain dan belajar dengan persentase peningkatan sejumlah 25%. Metode GDLC memungkinkan penyesuaian game dengan kebutuhan pemain, sehingga game ini mudah diterima dan efektif dalam meningkatkan pemahaman mengenal flora dan fauna. Diharapkan bahwa solusi pembelajaran ini dapat menjadi alternatif yang inovatif dan efektif untuk membantu siswa – siswi dalam mengenal flora dan fauna melalui penggunaan teknologi yang sesuai dan mendidik.Technological developments are increasingly sophisticated and developing. This matter causes various influences on human life patterns, both thought patterns and behavior. One of the technological developments that influences the human mind is gadgets. The majority of children in Indonesia spend their time playing with gadgets. Of course, this affects children's development, especially in educational development, therefore it is necessary to deliver material that is interesting and can adapt to current conditions. Given these problems, the author created this research with the aim of providing educational facilities through Android-based games by sharpening thinking and logic skills, which can introduce material to make it more interesting to accept and understand, especially by children who are still at an early age. using Unity and using the experimental research method one group pretest-posttest, the user interface design method uses User Centered Design (UCD) and the development method is GDLC (Game Development Life Cycle). Based on research results and discussions, the educational game Getting to Know Flora and Fauna has been proven to be successful in helping 4th grade elementary school students get to know flora and fauna through the process of playing and learning with a percentage increase of 25%. The GDLC method allows adapting the game to the player's needs, so that the game is easy to accept and effective in increasing understanding of flora and fauna. It is hoped that this learning solution can be an innovative and effective alternative to help students get to know flora and fauna through the use of appropriate and educational technology.
4005442404A1C019051ANALISIS EKONOMI TEKNIS PENYEWAAN MESIN PEMANEN PADI (COMBINE HARVESTER) PADA USAHA PELAYANAN JASA ALSINTAN (UPJA) DI KABUPATEN BANYUMASPeningkatan produktivitas pertanian khususnya komoditas padi perlu dilakukan dengan penggunaan alat mesin pertanian seperti combine harvester. Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas memberikan bantuan alat mesin pertanian sebanyak 651 unit ke 60 UPJA di Kabupaten Banyumas dan terdapat 9 UPJA yang mendapatkan bantuan combine harvester. Bantuan combine harvester tersebut perlu dianalisis secara ekonomi dan teknis untuk melihat kelayakan finansial dan efektivitas penggunaan combine harvester. Metode pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan kriteria yaitu UPJA di wilayah penelitian yang terdapat combine harvester dan melaukan penyewaan. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara dan pengujian langsung. Metode yang digunakan yaitu analisis ekonomi berupa analisis B/C ratio, Internal Rate of Return (IRR), Net Present Value (NPV), dan Break Event Point (BEP). Analisis teknis menggunakan Kapasitas Lapang Efektif (KLE), Kapasitas Lapang Teoritis (KLT), dan efisiensi lapang.
Hasil penelitian pada analisis ekonomi, Kabupaten Banyumas terdapat 2 UPJA yang layak yaitu UPJA Tani Jaya dan UPJA Sida Mukti. Kabupaten Purbalingga mempunyai nilai B/C ratio lebih tinggi yaitu 2,57, NPV sebesar Rp. 185.650.689,00, dan IRR sebesar 287%. Nilai BEP 3,83 ha/tahun lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Banjarnegara. Pada analisis teknis, UPJA Tani Jaya di Kabupaten Banyumas mempunyai nilai efisiensi lapang tertinggi sebesar 49,06%. Nilai rata-rata KLE, KLT, dan efisiensi Kabupaten Purbalingga tertinggi yaitu KLE sebesar 0,54 ha/jam, KLT sebesar 0,86 ha/jam, efisiensi lapang sebesar 63,35% dan Kabupaten Banyumas terendah yaitu KLE sebesar 0,30 ha/jam, KLT sebesar 0,66 ha/jam, dan efisiensi lapang sebesar 44,26%.
Increasing agricultural productivity, especially rice commodities, needs to be done with the use of agricultural machinery such as combine harvesters. The Banyumas Regency Agriculture Office provided 651 units of agricultural machinery assistance to 60 UPJAs in Banyumas Regency and there were 9 UPJAs that received combine harvester assistance. The combine harvester assistance needs to be analyzed economically and technically to see the financial feasibility and effectiveness of using combine harvesters. The sampling method is purposive sampling with the criteria of UPJA in the research area where there is a combine harvester and renting. Data collection was conducted through interviews and direct testing. The method used is economic analysis in the form of B/C ratio analysis, Internal Rate of Return (IRR), Net Present Value (NPV), and Break Event Point (BEP). Technical analysis using Effective Field Capacity (KLE), Theoretical Field Capacity (KLT), and field efficiency.
The results of research on economic analysis, Banyumas Regency has 2 feasible UPJAs, namely UPJA Tani Jaya and UPJA Sida Mukti. Purbalingga Regency has a higher B/C ratio of 2.57, NPV of Rp. 185,650,689.00, and IRR of 287%. The BEP value of 3.83 ha/year is higher than Banyumas Regency and Banjarnegara Regency. In technical analysis, UPJA Tani Jaya in Banyumas Regency has the highest field efficiency value of 49.06%. The average value of KLE, KLT, and efficiency of Purbalingga Regency is the highest KLE of 0.54 ha / hour, KLT of 0.86 ha / hour, field efficiency of 63.35% and Banyumas Regency of the lowest KLE of 0.30 ha / hour, KLT of 0.66 ha / hour, and field efficiency of 44.26%.
4005544807I1D020024PENGARUH BAKTERI ASAM LAKTAT, AKAR ALANG-ALANG, DAN PROPORSI SUSU KECAMBAH KACANG TANAH-SKIM TERHADAP FENOLIK, VITAMIN-C, DAN SENSORI HEDONIK YOGURT BERBASIS KECAMBAH KACANG TANAH UNTUK DISLIPIDEMIALatar Belakang: Dislipidemia dapat dipicu oleh stress oksidatif. Produk pangan kaya antioksidan diyakini mampu mengatasi stress oksidatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh proporsi susu kecambah kacang tanah (Sucamta) dan skim, sari akar alang-alang, BAL, dan interaksiya terhadap kadar antioksidan fenolik, vitamin C, dan sensori hedonik yogurt berbasis kecambah kacang tanah (Yocamtala).
Metodologi: Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan proporsi Sucamta:Skim (90;10; 80:20; 70:30), sari akar alang-alang (5%; 10%) dan BAL (0,3%; 0,5%). Kadar fenolik Yocamtala dianalisis menggunakan metode Folin Ciocalteu; vitamin C menggunakan metode titrasi iodium; sensori hedonik menggunakan metode skoring. Data dianalisis menggunakan Anova, dilanjutkan dengan DMRT bila terdapat signifikansi. Formula terbaik menggunakan indeks efektivitas.
Hasil Penelitian: Proporsi Sucamta:Skim dan kadar BAL meningkatkan kadar fenolik serta vitamin C (p<0,05). Sari akar alang-alang tidak berpengaruh terhadap kadar fenolik maupun vitamin C (p>0,05). Interaksi ketiganya meningkatkan kadar fenolik, vitamin C, dan sensori hedonik secara signifikan (p<0,05). Formula terbaik terbuat dari 70:30 Sucamta:Skim, 5% sari akar alang-alang, dan 0,3% BAL yang mengandung fenolik 934,86 mgGAE/L, vitamin C 69,42 mg/100g, probiotik 168x109 CFU/mL, skor warna 3,96; rasa 3,58; aroma 3,52 dan kekentalan 3,86.
Kesimpulan: Yocamtala berpotensi sebagai minuman fungsional untuk penderita dislipidemia.
Background: Dyslipidemia can be triggered by oxidative stress. Food products rich in antioxidants are considered capable of overcoming oxidative stress. This research aimed to determine effect of peanut sprout milk proportion (Sucamta) and skim, Imperata cylindrica root extract, LAB, and their interactions on antioxidants phenolic, vitamin C, and sensory hedonic of peanut sprout yogurt (Yocamtala).
Methods: This study used randomized block design with treatment proportions of Sucamta:Skim (90;10; 80:20; 70:30), Imperata cylindrica root extract (5%; 10%), and LAB (0.3%; 0.5%). Phenolic content was analyzed using Folin Ciocalteu method; vitamin C using iodine titration method; and hedonic sensory using scoring method. Data analyzed using ANOVA, followed by DMRT if significance. The best formula uses an effectiveness index.
Result: Proportion of Sucamta:Skim and LAB increased phenolic and vitamin C (p<0.05). Imperata cylindrica root extract had no effect on phenolic or vitamin C (p>0.05). Interaction of three significantly increased phenolic, vitamin C and hedonic sensory (p<0.05). The best formula made from 70:30 Sucamta:Skim, 5% Imperata cylindrica root extract, 0.3% LAB which contains phenolics 934.86 mgGAE/L, vitamin C 69.42 mg/100g, probiotics 168x109 CFU/mL, score of color 3.96; taste 3.58; aroma 3.52 and viscosity 3.86.
Conclution: Yocamtala has potential as a functional drink for dyslipidemia.
4005642394A1A019059ANALISIS TREND DAN PERAMALAN LUAS LAHAN PANEN, PRODUKSI, HARGA CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) DAN INFLASI DI KABUPATEN BANYUMAS PROVINSI JAWA TENGAHCabai rawit merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kebutuhan cabai semakin meningkat sepanjang tahun beriringan dengan meningkatnya jumlah penduduk. Cabai rawit merupakan komoditas yang diusahakan di Kabupaten Banyumas. Akan tetapi, luas lahan cabai rawit dan produksi menunjukkan penurunan fluktuatif sementara kebutuhan cabai terus meningkat. Harga jual cabai rawit di tingkat petani berfluktuatif dan terus meningkat. Harga cabai yang tinggi mampu turut andil terhadap inflasi di Kota Purwokerto. Salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kekurangan pasokan dan pengendalian inflasi adalah melakukan peramalan (forecasting) untuk membantu dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui trend luas lahan panen cabai rawit, produksi cabai rawit, harga jual cabai rawit dan inflasi di Kabupaten Banyumas, 2) Mengetahui teknik peramalan yang tepat untuk luas lahan panen cabai rawit, produksi cabai rawit, harga jual cabai rawit dan inflasi di Kabupaten Banyumas dan 3) Mengetahui model dan hasil peramalan luas lahan panen cabai rawit, produksi cabai rawit, harga jual cabai rawit dan inflasi di Kabupaten Banyumas.

Penelitian dilakukan dengan teknik studi pustaka dan mengumpulkan data sekunder melalui Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan Kabupaten Banyumas, Website BPS, serta literatur yang berhubungan dengan penelitian. Data yang digunakan adalah data runtun waktu luas lahan panen cabai rawit, produksi cabai rawit, harga jual petani cabai rawit dan inflasi Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan Juli 2023 sampai September 2023. Metode Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, Regresi Linier sederhana dan Winter Exponential Smoothing.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan panen dan produksi cabai rawit selama 2018-2022 mengalami trend yang menurun, harga jual petani cabai rawit tahun 2018-2022 mengalami trend meningkat dan Inflasi di Kabupaten Banyumas mengalami trend meningkat. Berdasarkan hasil peramalan diperoleh Teknik peramalan terbaik yang digunakan untuk meramalkan luas lahan panen, produksi, harga cabai rawit di Kabupaten Banyumas adalah Winter Exponential Smoothing, sedangkan teknik peramalan yang tepat untuk inflasi di Kabupaten Banyumas adalah regresi linier sederhana. Sementara hasil peramalan untuk 18 bulan kedepan hingga Juni 2024 menunjukkan bahwa luas lahan, produksi dan harga cabai rawit mengalami trend yang menurun, sedangkan inflasi di Kota Purwokerto mengalami trend meningkat

Cayenne pepper is a horticultural commodity that has high economic value. The need for chilies increases throughout the year along with the increase in population. Cayenne pepper is a commodity cultivated in Banyumas Regency. However, the area of cayenne pepper land and production shows a fluctuating decline while the need for chilies continues to increase. The selling price of cayenne pepper at the farmer level fluctuates and continues to increase. High chili prices can contribute to inflation in the city of Purwokerto. One step that can be taken to prevent supply shortages and control inflation is to carry out forecasts to help decision making. This research aims to knowing 1) trends in the area of harvested cayenne pepper, production of cayenne pepper, selling price of cayenne pepper and inflation in Banyumas Regency, 2) the appropriate forecasting technique for the area of harvested cayenne pepper, production of cayenne pepper, selling price of cayenne pepper and inflation in Banyumas Regency and 3) the model and results of forecasting the area of harvested cayenne pepper, cayenne pepper production, selling price of cayenne pepper and inflation in Banyumas Regency.

The research was carried out using literature study techniques and collecting secondary data through the Banyumas Regency Agriculture and Food Security Service, the BPS Website, as well as literature related to the research. The data used is time series data on the area of land harvested for cayenne pepper, production of cayenne pepper, selling prices for cayenne pepper farmers and inflation in Banyumas Regency. The research was conducted July 2023 to September 2023. The data analysis methods used were descriptive analysis, simple linear regression and winter exponential smoothing.

The results show that the area of harvested land and production of cayenne pepper during 2018-2022 experienced a decreasing trend, the selling price of cayenne pepper farmers in 2018-2022 experienced an increasing trend and inflation in Banyumas Regency experienced an increasing trend. The best forecasting technique used to predict the area of harvested land, production and price of cayenne pepper in Banyumas Regency is Winter Exponential Smoothing, while the appropriate forecasting technique for inflation in Banyumas Regency is simple linear regression. Meanwhile, forecasting results for the next 18 months until June 2024 show that land area, production and prices of cayenne pepper are experiencing a decreasing trend, while inflation in Purwokerto City is experiencing an increasing trend.
4005742395H1E019040EXPERIMENTAL MARKETING UNTUK MENENTUKAN KOMBINASI TERBAIK DALAM PROMOSI PENJUALAN MELALUI MEDIA SOSIAL DENGAN METODE DESAIN FAKTORIAL 2K (Studi Kasus : Thriftshop Sadean)
Keberadaan media sosial tidak hanya digunakan sebagai alat komunikasi melainkan dapat dimanfaatkan untuk pemasaran bagi para pelaku bisnis. Sadean.ofc merupakan usaha bisnis thrift yang menawarkan pakaian bekas branded yang memanfaatkan media sosial Instagram dan Tiktok untuk membantu kegiatan promosi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh media sosial terhadap penjualan di Sadean.ofc serta menentukan kombinasi terbaik dalam kegiatan promosi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain eksperimen faktorial 2k dan uji lanjut Duncan. Dalam eksperimen ini melakukan kegiatan promosi dengan dua level faktor yaitu biaya tinggi dan biaya rendah dengan pengulangan sebanyak tiga kali. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari efek utama A (Instagram) dengan Fhitung (7.54) > Ftabel (5.31) dan efek utama B (Instagram) dengan Fhitung (6.91) > Ftabel (5.31), sehingga H0 ditolak. Berdasarkan hasil Uji Duncan yang digunakan untuk melihat beda nyata antar perlakuan, maka diketahui bahwa perlakuan A1B1 dan A2B2 memiliki efek yang berbeda terhadap respon. Sehingga diketahui kombinasi terbaik yang paling berpengaruh terhadap penjualan adalah kombinasi A1B1 yang menyatakan faktor A dengan level rendah dan faktor B dengan level rendah, dan kombinasi A2B2 yang menyatakan faktor A dengan level tinggi dan faktor B dengan level tinggi. Berdasarkan nilai persen kontribusinya faktor A (Instagram) memiliki persen kontribusi sebesar 29.47%, faktor B (Tiktok) sebesar 26.68%.Social media is not only used as a way for communication, but it can also be used by businesses for marketing. Sadean.ofc is a second-hand goods business that offers branded used clothing that utilizes Instagram and Tiktok social media to help their promotional activities. The purpose of this study is to find the optimal combination of promotional and analyze how social media affects sales at Sadean.ofc. The method used in this study was a 2K factorial experimental design and Duncan's test. Promotional activities were conducted in this experiment with two factor levels, high costs and low costs, and three replications. The experimental results show the main effect A (Instagram) has an impact with Fcount (7.54) > Ftable (5.31) and main effect B (Tiktok) with Fcount (6.91) > Ftable (5.31) so that H0 is rejected. Based on the results of the Duncan Test which is used to see real differences between treatments, it is known that treatments A1B1 and A2B2 have different effects on respons. Therefore, it is known that the combination A1B1, which states factor A at a low level and factor B at a low level, and the combination A2B2, which states factor A at a high level and factor B at a high level, are the best combinations that have the biggest effects on sales.Based on the percent contribution value, factor A (Instagram) has a percent contribution of 29.47%, factor B (Tiktok) is 26.68%.
4005842397L1C019029Konsentrasi Bahan Organik Total (BOT), Nitrat dan Fosfat di Pantai Laguna Lembupurwo, KebumenEkosistem di wilayah pesisir Pantai Laguna Lembupurwo bersifat dinamis dan kompleks akibat adanya pengaruh daratan (terestrial), sungai dan laut yang dapat menyebabkan proses dekomposisi bahan organik di perairan. Bahan organik penting digunakan sebagai indikator kualitas perairan dan faktor pendukung bagi kehidupan organisme di ekosistem mangrove. Bahan organik yang dapat dijadikan parameter untuk melihat kualitas perairan diantaranya Bahan Organik Total (BOT), nitrat dan fosfat. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 5 dan 21 Maret 2023 saat pasang dan surut di Pantai Laguna Lembupurwo, Kebumen. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan metode Principal Component Analysis (PCA) dan digambarkan sebarannya menggunakan software ArcGIS dengan metode Inverse Distance Weighting (IDW). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan konsentrasi BOT (14,985 mg/L dan 14,436 mg/L), nitrat (1,035 mg/L dan 1,033 mg/L), fosfat (0,269 mg/L dan 0,320 mg/L) pada saat pasang dan surut. Keterkaitan antara BOT, nitrat, fosfat dan parameter fisika-kimia menunjukkan hubungan erat dan saling mempengaruhi. Penelitian menunjukkan bahwa Pantai Laguna Lembupurwo termasuk dalam perairan yang memiliki kesuburan sedang dan berpotensi mengalami eutrofikasi bila tidak dikelola dengan baik.Ecosystems in the coastal area of Lembupurwo Lagoon Beach are dynamic and complex due to the influence of land (terrestrial), river and sea which can cause one of them the process of decomposition of organic matter in the waters. Organic matter is important as an indicator of water quality and a supporting factor for the life of organisms in the mangrove ecosystem. Organic materials that can be used as parameters to see the quality of waters include Total Organic Matter (TOM), nitrate and phosphate. This research was conducted on March 5 and 21, 2023 during high and low tides at Lembupurwo Lagoon Beach, Kebumen. The data obtained were analyzed using the Principal Component Analysis (PCA) method and the distribution was described using ArcGIS software with the Inverse Distance Weighting (IDW) method. The results showed differences in the concentration of BOT (14.985 mg/L and 14.436 mg/L), nitrate (1.035 mg/L and 1.033 mg/L), phosphate (0.269 mg/L and 0.320 mg/L) at high and low tide. The relationship between BOT, nitrate, phosphate and physico-chemical parameters showed a close relationship and mutual influence. The research showed that Lembupurwo Lagoon Beach is included in waters that have moderate fertility and have the potential to experience eutrophication if not managed properly.
4005942398F1D020074Simbolisasi Ruang Publik sebagai Personal Branding Kepemimpinan Achmad Husein Periode 2013 - 2023Personal branding merupakan hal penting yang wajib dimiliki oleh kepala daerah. Menurut McNally & Speak, dalam membangun personal branding, diperlukan 3 hal mendasar yang menjadikan personal branding kuat, yaitu kekhasan, relevansi, dan konsistensi. Penerapan personal branding dapat dilakukan dengan pemaknaan simbol yang ada dalam produksi ruang. Ruang yang diproduksi menginterpretasikan branding dan penyampaian makna politik yang ingin diciptakan oleh seorang pemimpin. Hal ini kemudian menjadi bahan kajian peneliti mengenai personal branding Achmad Husein yang di interpretasikan melalui simbolisasi ruang publik di Kabupaten Banyumas dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian tentang personal branding yang dibangun oleh Achmad Husein menunjukkan makna politik bahwa kekhasan yang dimiliki oleh Achmad Husein yaitu ingin menunjukan kepada masyarakat Banyumas bahwa beliau adalah sosok pemimpin yang sangat menjunjung nilai, adat dan tradisi Banyumasan dengan pembangunan simbolisasi ruang publik yang banyak mengandung unsur budaya Banyumasan. Relevansi memunculkan bagaimana iconic simbol ruang publik tersebut ditunjukan sebagai objek wisata, pembangunan ekonomi dan pengenalan budaya. Konsistensi tercermin pada fokus pembangunan yang ada dari dulu, yaitu tidak meninggalkan unsur kebudayaan Banyumas. Pada Menara Pandang Teratai simbolisasi makna politik personal branding muncul dan menggambarkan loyalitas tinggi terhadap partai pengusungnya yaitu PDI-PerjuanganPersonal branding This is an important thing that regional heads must have. According to McNally & Speak, in building personal branding, 3 basic things are needed to make personal branding strong, namely distinctiveness, relevance and consistency. Applicationpersonal branding This can be done by interpreting the symbols that exist in the production of space. The space produced interprets the branding and conveys the political meaning that a leader wants to create. This then became material for researchers to study personal branding Achmad Husein interpreted through the symbolization of public space in Banyumas Regency using qualitative research methods and a case study approach. Research results about personal branding which was built by Achmad Husein shows the political meaning that Achmad Husein's uniqueness is that he wants to show the people of Banyumas that he is a leader who really upholds Banyumasan values, customs and traditions by building symbolic public spaces that contain many elements of Banyumasan culture. Relevance brings out the howiconic This symbol of public space is shown as a tourist attraction, economic development and cultural introduction. Consistency is reflected in the development focus that has existed from the past, namely not abandoning elements of Banyumas culture. At the Teratai View Tower, a symbol of the political meaning of personal branding emerges and depicts high loyalty to the supporting party, namely PDI-Perjuangan.
4006044808G1B020048PENGARUH PERENDAMAN EFFERVESCENT EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) TERHADAP PERUBAHAN DIMENSI BASIS GIGI TIRUAN RESIN
AKRILIK POLIMERISASI PANAS
Resin akrilik memiliki sifat menyerap air yang dapat memengaruhi sifat mekanis dan sifat fisik pada basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas. Bawang putih (Allium sativum L.) merupakan bahan alternatif pembersih gigi tiruan yang memiliki sifat antibakteri yang baik dan memiliki nilai kekasaran permukaan yang rendah pada basis gigi tiruan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perendaman larutan effervescent ekstrak bawang putih terhadap perubahan dimensi basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas. Jenis penelitian berupa eksperimental laboratoris menggunakan effervescent ekstrak bawang putih konsentrasi 50%. Sebanyak 24 plat resin akrilik polimerisasi panas dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok perlakuan menggunakan larutan effervescent ekstrak bawang putih konsentrasi 50%, kelompok kontrol positif menggunakan larutan effervescent alkalin peroksida dan kelompok kontrol negatif menggunakan larutan effervescent murni tanpa ekstrak. Uji perubahan dimensi dilakukan menggunakan jangka sorong digital dengan ketelitian 0,1 mm. Analisis data pada penelitian ini dilakukan uji One-Way ANOVA. Hasil pada penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan nilai perubahan dimensi yang signifikan antar kelompok. Nilai rerata perubahan dimensi yang paling rendah terdapat pada kelompok kontrol positif perendaman effervescent alkalin peroksida sebesar 0,3431 ± 0,1237 mm dan nilai perubahan dimensi yang paling tinggi terdapat pada kelompok kontrol perendaman effervescent ekstrak bawang putih 50% 0,3485 ± 0,1580 mm. Simpulan penelitian ini tidak terdapat pengaruh larutan effervescent ekstrak bawang putih terhadap perubahan dimensi terhadap basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas.
Acrylic resin has water absorbing properties which can affect the mechanical and physical properties of denture base acrylic heat cured polymerization. Garlic (Allium sativum L.) is an alternative material for cleaning dentures which has good antibacterial properties and has a low surface roughness value on the denture base. The aim of this research was to determine the effect of soaking in garlic extract effervescent solution on dimension changes in the denture base acrylic heat cured polymerization. This type of research is in the form of an experimental laboratory using effervescent garlic extract with a concentration of 50%. A total of 24 plates heat cured polymerized acrylic resin were divided into three groups, first group using a 50% concentration of garlic extract effervescent solution, positive control group using an alkaline peroxide effervescent solution and the negative control group using a pure effervescent solution without extract. The dimensional change test was carried out using a digital caliper with an accuracy of 0,1 mm. Data analysis in this study using the One-Way ANOVA. The results of the study showed that there were no significant differences in dimensional change values between groups. The lowest mean dimension change value was in the control positive group of alkaline peroxide effervescent soaking 0,3431 ± 0,1237 mm and the highest mean dimension change value found in the treatment group of 50% concentration of garlic extract effervescent immersion was 0,3485 ± 0,1580 mm. The conclusion of this research is that there is no effect of garlic extract effervescent solution on the dimension change of the base heat cured polymerized acrylic resin dentures.