Home
Login.
Artikelilmiahs
42118
Update
OLGA OKTAVIA DWI ASA
NIM
Judul Artikel
STRUKTUR POPULASI DAN SEGREGASI RUANG ANTARA IKAN PREDATOR (BETUTU) DENGAN MANGSA (NILA GIFT) DI WADUK PB. SOEDIRMAN BANJARNEGARA, JAWA TENGAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Predasi merupakan interaksi antara predator dengan mangsa. Predator dapat mendominasi perairan dan menyebabkan populasi ikan lainnya menurun. Selain itu, predasi juga menyebabkan terjadinya segregasi ruang. Dikhawatirkan predator (Betutu) menyebabkan ikan nila GIFT (Genetic Improvement of Farmed Tilapia) sebagai ikan herbivora (mangsa) juga mengalami penurunan populasi. Ikan betutu telah ditemukan di Waduk Panglima Besar Soedirman dan dikategorikan predator yang bersifat generalis serta lebih menyukai ikan-ikan berukuran kecil. Pemangsaan ikan-ikan kecil akan mengakibatkan struktur populasi ikan-ikan mangsa menjadi tidak ideal. Oleh karena itu, peneliti akan mengkaji struktur populasi yang meliputi kelimpahan, sebaran ukuran, serta rasio kelamin dari ikan predator betutu dan mangsa nila GIFT serta segregasi pemanfaatan ruang antara ikan predator betutu dan mangsa nila GIFT di Waduk PB. Soedirman. Penelitian dilakukan di Waduk PB. Soedirman dengan menggunakan metode survei dengan teknik Purposive Random Sampling pada tiga zona. Setiap zona dibagi atas tiga stasiun dengan menggunakan gillnet ukuran panjang 30m x 3m mesh size 1, 2, dan 3 inchi. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak tiga kali dengan interval waktu dua bulan dari bulan November 2021 hingga Maret 2022. Data populasi dianalisis meliputi kelimpahan yaitu sebanyak 975 predator dan 251 mangsa. Kelimpahan relatif tertinggi yaitu predator di zona inlet sebesar 35,79%. Sebaran ukuran panjang predator dan mangsa didominasi oleh ukuran 10 – 13,9 cm dan 10,2 – 18,1 cm. sebaran ukuran berat predator da n mangsa didominasi oleh ukuran 1,88 – 46,78 g dan 0,47-219,87 g. Rasio kelamin predator dan mangsa yaitu 1:1,13 dan 1,47:1. Tidak ada perbedaan signifikan kelimpahan, ukuran panjang dan berat, serta rasio kelamin pada zona inlet, tengah, dan outlet. Segregasi ruang terlihat pada zona inlet yaitu I1.2 (stasiun 1 tangkapan kedua) dan zona tengah T1.1 (stasiun 1 tangkapan pertama), T1.2 (stasiun 1 tangkapan kedua), dan T1.3 (stasiun 1 tangkapan ketiga).
Abtrak (Bhs. Inggris)
Predation is an interaction between predator and prey. Predator can dominate waters and cause other fish populations to decline. Besides that, predation also causes spatial segregation. It is feared that predator (Betutu) will cause GIFT (Genetic Improvement of Farmed Tilapia) tilapia as herbivorous fish (prey) to also experience a decline in population. The betutu fish has been found in the Panglima Besar Soedirman Reservoir and is categorized as a generalist predator and prefers small fish. Predation on small fish will result in the population structure of the prey fish becoming less than ideal. Therefore, researchers will examine the population structure which includes the abundance, size distribution, and sex ratio of predatory betutu fish and GIFT tilapia prey as well as space utilization segregation between betutu predatory fish and GIFT tilapia prey in the PB Reservoir. Soedirman. The research was conducted at the PB Reservoir. Soedirman used a survey method with Purposive Random Sampling techniques in three zones. Each zone is divided into three stations using gillnets measuring 30m x 3m long, mesh sizes 1, 2 and 3 inches. Sampling was carried out three times at intervals of two months from November 2021 to March 2022. The population data analyzed included the abundance of 975 predators and 251 prey. The highest relative abundance was predators in the inlet zone at 35.79%. The distribution of predator and prey lengths is dominated by sizes 10 – 13.9 cm and 10.2 – 18.1 cm. The weight distribution of predators and prey is dominated by sizes 1.88 – 46.78 g and 0.47-219.87 g. The sex ratio of predator and prey is 1:1.13 and 1.47:1. There were no significant differences in abundance, length and weight, and sex ratio in the inlet, middle and outlet zones. Spatial segregation is seen in the inlet zone, namely I1.2 (station 1 second catchment) and the middle zone T1.1 (station 1 first catchment), T1.2 (station 1 second catchment), and T1.3 (station 1 third catchment).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save