Home
Login.
Artikelilmiahs
44549
Update
NUR 'AZIZATUL' FAJRIYAH
NIM
Judul Artikel
TUDI PARAMETIK PENGARUH PERKUATAN NEAR SURFACE MOUNTED (NSM) BAMBU PETUNG TERHADAP PERILAKU LENTUR BALOK BETON BERTULANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Bangunan beton bertulang (RC) rentan terhadap kerusakan karena berbagai alasan. Oleh karena itu, perkuatan struktur dilakukan untuk mengurangi potensi kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis numerik mengenai pengaruh diameter material perkuatan, strategi perkuatan, dan material perkuatan pada balok RC yang diperkuat dengan teknik Near Surface Mounted (NSM). Penelitian ini menggunakan 10 model balok, termasuk balok tanpa perkuatan (BK). Balok-balok tersebut diperkuat dengan menggunakan batang bambu petung dengan diameter yang bervariasi: 6 mm (BP dan BP-S6), 8 mm (BP-U8 dan BP-S8), dan 12 mm (BP-U12 dan BP-S12). Selain itu, balok-balok tersebut juga diperkuat dengan menggunakan material FRP, khususnya dengan FRP berdiameter 6 mm (BP-GFRP, BP-AFRP, dan BP-CFRP). Tujuan penggunaan perangkat lunak ATENA untuk analisis adalah untuk mendapatkan pemahaman tentang mode kegagalan dan memastikan nilai lendutan beban. Selanjutnya, nilai-nilai ini digunakan untuk menentukan kapasitas beban lentur, kekakuan, daktilitas, dan penyerapan energi. Balok yang diperkuat menunjukkan kapasitas beban lentur, kekakuan, dan penyerapan energi yang lebih baik dibandingkan dengan balok kontrol. Sebaliknya, balok yang diperkuat menunjukkan penurunan daktilitas jika dibandingkan dengan balok kontrol. Spesimen yang diperkuat secara berlebihan menunjukkan kegagalan geser, sedangkan spesimen lainnya mengalami kegagalan lentur.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Reinforced concrete (RC) buildings are vulnerable to damage for a variety of reasons. Consequently, structural strengthening is implemented in order to mitigate potential damage. This study aims to conduct a numerical analysis on the impact of strengthening material diameter, strengthening strategy, and strengthening material on RC beams strengthened with Near Surface Mounted (NSM) technique. This study employed 10 beam models, including unstrengthened beams (BK). The beams were additionally strengthened using petung bamboo culms of varying diameters: 6 mm (BP and BP-S6), 8 mm (BP-U8 and BP-S8), and 12 mm (BP-U12 and BP-S12). Furthermore, the beams were additionally strengthened using FRP material, specifically with a 6 mm diameter of FRP (BP-GFRP, BP-AFRP, and BP-CFRP). The objective of utilizing the ATENA software for analysis was to acquire comprehension of the failure modes and ascertain the values of load-deflection. Subsequently, these values were employed to determine the flexural load capacity, stiffness, ductility, and energy absorption. The strengthened beams demonstrated superior flexural load capacity, stiffness, and energy absorption in comparison to the control beams. Conversely, the strengthened beams exhibited a reduction in ductility when compared to the control beams. Specimens that were over-reinforced showed shear failure, whereas the remaining specimens underwent flexural failure.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save