Artikelilmiahs
Menampilkan 40.061-40.080 dari 48.905 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 40061 | 42396 | C1A020070 | Analisis Faktor yang Mempengaruhi Willingness to Pay Pengunjung untuk Membayar Wahana Bermain Di Objek Wisata Rowo Jombor | Penelitian ini merupakan penelitian survei pada pengunjung wisata diobjek wisata Rowo Jombor Kabupaten Klaten mengenai kesediaan membayar atau willingness to pay. Penelitian ini mengambil judul: “Analisis Faktor yang Memepengaruhi Willingness To Pay Pengunjung untuk Membayar Wahana Bermain Di Objek Wisata Rowo Jombor”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh faktor pendapatan, jenis kelamin, pendidikan, dan usia berpengaruh terhadap willingness to pay pengunjung untuk membayar wahana bermain di objek wisata Rowo Jombor dan menganalisis faktor yang paling mempengaruhi willingness to pay pengunjung untuk membayar wahana bermain di objek wisata Rowo Jombor. populasi dalam penelitian ini adalah semua pengunjung objek wisata Rowo Jombor. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 74 responden. Simple random sampling digunakan dalam menentukan responden. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan kuesioner dan analisis regresi berganda menunjukkan bahwa: (1) pendapatan tidak berpengaruh terhadap willingness to pay pengunjung untuk membayar wahana bermain di objek wisata Rowo Jombor, (2) tidak ada perbedaan nilai willingness to pay antara pengunjung laki-laki dan perempuan untuk membayar wahana bermain di objek wisata Rowo Jombor, (3) tingkat pendidikan berpengaruh positif signifikan terhadap willingness to pay pengunjung untuk membayar wahana bermain di objek wisata Rowo Jombor, (4) usia tidak berpengaruh terhadap willingness to pay pengunjung untuk membayar wahana bermain di objek wisata Rowo Jombor. Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu dalam upaya peningkatan minat pengunjung objek wisata Rowo Jombor untuk membayar wahana berimain pemerintah dapat memberikan perhatian khusus yang berfokus pada pengembangan usaha wahana bermain. Upaya yang dapat dilakukan adalah memberikan standar atau syarat mengenai fasilitas dan layanan bagi pengelola wahana bermain agar pengunjung merasa lebih aman. | This research is a survey research on tourist visitors at the Rowo Jombor tourist attraction, Klaten Regency regarding willingness to pay. This study takes the title: "Analysis of Factors Affecting Visitors' Willingness to Pay to Pay for Rides to Play at the Rowo Jombor Tourism Object". The purpose of this study was to analyze the influence of income, gender, education, and age factors on the willingness to pay visitors to pay for rides to play at the Rowo Jombor tourist attraction and to analyze the factors that most influence the willingness to pay for visitors to pay for rides to play at the Rowo tourist attraction. Jombore. The population in this study were all visitors to the Rowo Jombor tourist attraction. The number of respondents taken in this study were 74 respondents. Simple random sampling was used in determining the respondents. Based on the research results and data analysis using a questionnaire and multiple regression analysis, it shows that: (1) income has no effect on the willingness to pay of visitors to pay for rides at the Rowo Jombor tourist attraction, (2) there is no difference in the value of willingness to pay between male visitors - men and women to pay for rides to play at Rowo Jombor attractions, (3) education level has a significant positive effect on visitors' willingness to pay to pay for rides to play at Rowo Jombor attractions, (4) age has no effect on visitors' willingness to pay to pay a vehicle to play at the Rowo Jombor tourist attraction. The implication of the above conclusions is that in an effort to increase the interest of visitors to the Rowo Jombor tourist attraction to pay for rides, the government can pay special attention focusing on the development of rides businesses. Efforts that can be made are to provide standards or requirements regarding facilities and services for managers of playgrounds so that visitors feel safer. | |
| 40062 | 42400 | F1D020069 | Kajian Psikologi Politik tentang Kecerdasan Emosional Figur Politik Perempuan: Studi Kasus Tri Rismaharini | Penelitian ini bertujuan untuk menunjukan bahwa realita dari stigma masyarakat mengenai perempuan yang cenderung menggunakan perasaan sebagai dasar kepemimpinan politik pada figur Tri Rismaharini. Penelitian ini merupakan sebuah kajian psikologi politik yang berfokus pada kecerdasan emosional figur politik perempuan, dengan analisis wacana pada Tri Rismaharini selama menjabat menjadi walikota sampai menteri sosial. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data analisis wacana. Hasil penelitian mengungkapkan berbagai aspek kelebihan dan kelemahan dalam kecerdasan emosional Tri Rismaharini dalam berpolitik. Jika dilihat dari sosok Tri Rismaharini sebagai figur politik perempuan, kecerdasan emosional yang menonjol adalah kompetensi kesadaran emosi diri, kontrol diri, dan melayani. Dari beberapa kompetensi yang menonjol tersebut, dapat dilihat bahwa persepsi mengenai Perempuan yang condong menggunakan perasaannya atau emosionalnya itu benar. Hal tersebut dapat dilihat melalui emosi dirinya yang masih belum stabil, bahkan Tri Risma sendiri mengakui bahwa dirinya memang memiliki sifat emosional. | This research aims to show the reality of society's stigma regarding women who tend to use feelings as a basis for political leadership in the figure of Tri Rismaharini. This research is a political psychology study that focuses on the emotional intelligence of female political figures, with discourse analysis on Tri Rismaharini during her tenure as mayor and minister of social affairs. The research was conducted using a qualitative approach with discourse analysis data collection techniques. The research results reveal various aspects of strengths and weaknesses in Tri Rismaharini's emotional intelligence in politics. If we look at the figure of Tri Rismaharini as a female political figure, the emotional intelligence that stands out is the competence of emotional self-awareness, self-control, and service. From several of these prominent competencies, it can be seen that the perception of women tending to use their feelings or emotions is correct. This can be seen through her emotions which are still unstable, even Tri Risma herself admits that she does have an emotional nature. | |
| 40063 | 42399 | H1B019014 | POTENSI DEBRIS TSUNAMI DI PANTAI SINDANGKERTA DAN PANTAI PAMAYANG KABUPATEN TASIKMALAYA | Pantai Sindangkerta dan Pamayang adalah pantai yang masih berada dalam satu daerah yaitu berada di Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. Di pesisir Pantai Sindangkerta terdapat banyak bangunan yang akan mempengaruhi adanya potensi debris tsunami, sedangkan di Pantai Pamayang terdapat banyak perahu nelayan dan sedikit bangunan yang juga akan mempengaruhi adanya potensi debris tsunami. Penelitian terdahulu telah membuktikan bahwa kerugian besar pada tsunami disebabkan karena gaya saat menghantam bangunan yang sangat besar, adanya debris yang terbawa tsunami dapat membuat kerusakan yang besar. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi adanya aliran debris terhadap kecepatan dan gaya tsunami pada bangunan di Wilayah Pantai Sindangkerta dan Pantai Pamayang Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan data primer yang didapatkan dengan hasil survei di lapangan. Peta elevasi 0 m, 5 m, dan 10 m pada potensi debris tsunami menggunakan software Google Earth, perhitungan jumlah bangunan dan perahu nelayan menggunakan alat counter untuk menganalisa gaya tumbukan tsunami dengan menggunakan software Excel. Dari hasil analisis yang telah dilakukan gaya tumbukan tsunami yang terjadi di Pantai Sindangkerta memiliki massa puing total sebesar 285,91 Ton serta memiliki kekakuan puing yang relevan sebesar 2998,02 N/m, maka gaya tumbukan tsunami untuk kecepatan aliran yang paling maksimum yaitu 13,3 m/s di antara 10 titik sebesar 12351,30 N dan untuk kecepatan aliran yang paling minimum yaitu 3,4 m/s sebesar 3153,40 N. Pada analisis gaya tumbukan tsunami yang terjadi di Pantai Pamayang memiliki massa puing total sebesar 147,40 Ton serta memiliki kekakuan puing yang relevan sebesar 2181,18 N/m, maka gaya tumbukan tsunami untuk kecepatan aliran yang paling maksimum yaitu 13,3 m/s di antara 10 titik sebesar 7564,30 N dan untuk kecepatan aliran yang paling minimum yaitu 3,4 m/s sebesar 1931,24 N. | Sindangkerta Beach and Pamayang Beach are two adjacent coastal areas located within the same region, specifically in the Cipatujah District of Tasikmalaya Regency. The shoreline of Sindangkerta Beach is densely populated with various structures, which can potentially contribute to the generation of tsunami debris. Meanwhile, Pamayang Beach features a significant number of fishing boats and relatively fewer buildings, also presenting the potential for tsunami debris. Previous research has demonstrated that significant damage during tsunamis is often caused by the substantial force exerted when the waves interact with structures, and the presence of tsunami-generated debris can result in severe destruction. Therefore, the aim of this study is to assess the potential for debris flow and its impact on the velocity and force of tsunamis on structures in the Sindangkerta and Pamayang coastal areas of Tasikmalaya Regency. This research uses primary data collected through field surveys. Elevation maps at 0m, 5m, and 10m regarding potential tsunami debris are generated using Google Earth software. The calculation of the number of buildings and fishing boats is carried out using a counter tool to analyze the impact force of tsunami collisions, facilitated by Excel software. The analysis reveals that the tsunami impact force at Sindangkerta Beach, where the debris mass totals 285.91 tons and the relevant debris stiffness is 2998.02 N/m, results in a maximum impact force of 12351.30 N for a maximum flow velocity of 13.3 m/s among 10 data points, and a minimum impact force of 3153.40 N for a minimum flow velocity of 3.4 m/s. In the case of Pamayang Beach, the analysis of tsunami impact force, with a debris mass of 147.40 tons and relevant debris stiffness of 2181.18 N/m, indicates a maximum impact force of 7564.30 N for a maximum flow velocity of 13.3 m/s among 10 data points, and a minimum impact force of 1931.24 N for a minimum flow velocity of 3.4 m/s. | |
| 40064 | 42401 | C1A019112 | ANALISIS PERMINTAAN DAN VALUSI EKONOMI OBJEK WISATA GUNUNG KEMUKUS MENGGUNAKAN PENDEKATAN TRAVEL COST METHOD | Gunung Kemukus merupakan salah satu objek wisata yang berada di Kabupaten Sragen tepatnya Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang. Beredar mitos yang menjadikan objek wisata ini menjadi tempat pesugihan bercampur prostitusi. Pemerintah daerah melakukan revitalisasi yang mengubah nama objek wisata ini menjadi New Kemukus. Oleh karena itu, diperlukan valuasi ekonomi untuk mengetahui nilai dari objek wisata ini setelah dilakukan revitalisasi. Penelitian ini menghitung valuasi ekonomi menggunakan individual travel cost method. Keterbaharuan pada penelitian ini terletak pada variabel baru yaitu motif berkunjung dan lokasi penelitian yang menghitung valuasi ekonomi di objek wisata religi dan buatan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor yang mempengaruhi permintaan wisata dan mengetahui nilai ekonomi Gunung Kemukus. Penelitian ini menggunakan 100 wisatawan sebagai responden dari sampel penelitian. Data dikumpulkaan menggunakan kuesioner dan disebar kepada responden. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda. Berdasarkan hasil analisis diperoleh hasil biaya perjalanan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap permintaan wisata Gunung Kemukus. Kemudian, pendapatan, umur dan motif berkunjung berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan wisata Gunung Kemukus. Wisatawan Gunung Kemukus memperoleh surplus konsumen sebesar Rp101.324 per individu per tahun sedangkan tiap kunjungannya mendapat Rp50.662 per kunjungan. Nilai total ekonomi dari Gunung Kemukus dengan jumlah kunjungan 164.498 adalah sebesar Rp16.667.595.352. Implikasi yang diberikan oleh penelitian ini yaitu agar dapat meningkatkan permintaan wisata Gunung Kemukus, pengelola wisata dapat menambah fasilitas tempat kuliner dan tempat sampah, melakukan promosi, membuat event yang dapat melibatkan pemuda dan masyarakat sekitar, menjaga kebersihan serta kenyamanan Gunung Kemukus. | Kemukus Mountain is sights in the Sragen Regency, specifically in Pendem Village, Sumberlawang. The sights has had a dark history due to the local stigma surrounding the myth of Prince Samudra, which has associated the sights with rituals involving supernatural practices and prostitution. The local government has made efforts to change this perception, including a revitalization project that has renamed the tourism site to "New Kemukus". Therefore, an economic valuation is needed to assess the value of this tourism site after the revitalization. The research uses the individual travel cost method and introduces new variables related to visitor motives and the location, as it calculates the economic valuation of a religious and man-made tourism site. The research aims to analyze factors influencing tourism demand and determine the economic value of Mount Kemukus. One hundred tourists were surveyed as research respondents, and data was collected through questionnaires. The research employs multiple linear regression analysis. Based on the analysis, it was found that travel costs have a negative and significant impact on the demand for Mount Kemukus tourism. On the other hand, income, age, and visitor motives have a positive and significant effect on the demand for Mount Kemukus tourism. Mount Kemukus tourists receive a consumer surplus of Rp101.324 per individual per year, and each visit yields Rp50.662 per visit. The total economic value of Mount Kemukus, with 164.498 annual visits, is Rp16.667.595.352. The implications of this research suggest that to increase the demand for Mount Kemukus tourism, the site's management should enhance culinary facilities, waste disposal, promotional efforts, and organize events involving local youth and the community, while also maintaining cleanliness and comfort at Mount Kemukus. | |
| 40065 | 42402 | E1A019317 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PEMBELI BAHAN TAMBAHAN PANGAN YANG TIDAK MEMILIKI IZIN EDAR (STUDI PUTUSAN NOMOR 59/PID.SUS/2022/PN.BDG) | Peredaran barang yang terjadi di Indonesia masih banyak yang tidak memenuhi persyaratan saat ini dinilai terus menjadi perhatian, khususnya bahan tambahan pangan tanpa nomor izin edar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum dan tanggungjawab pelaku usaha terhadap konsumen pembeli bahan tambahan pangan yang tidak memiliki izin edar dalam putusan Nomor 59/Pid.Sus/2022/Pn.Bdg ditinjau dari Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier yang dilakukan dengan studi kepustakaan. Data yang disajikan dalam bentuk uraian, kemudian dianalis menggunakan metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, maka dapat diambil suatu kesimpulan bahwa konsumen telah mendapatkan perlindungan hukum berdasarkan Pasal 142 Jo. Pasal 91 ayat (1) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Putusan tersebut menjadi bukti upaya perlindungan hukum terhadap konsumen pembeli bahan tambahan pangan yang tidak memiliki izin edar terutama perlindungan hukum atas hak konsumen yang terdapat dalam Pasal 4 huruf a dan c Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, terhadap tanggungjawab pelaku usaha telah terpenuhi dengan dijatuhkannya pidana denda sebesar Rp 12.000.000 subsidair 3 bulan kurungan pada putusan tersebut. | The movement of goods that occur in Indonesia is still a lot that needs to meet the current requirements and is considered to continue to be a concern, especially food additives without distribution permit license numbers. This research aims to find out the legal protection and liability of entrepreneurs against consumer purchasers of food additives without distribution permits in judgment Number 59/Pid.Sus/2022/Pn.Bdg reviewed from the Consumer Protection Act. This research uses a normative juridic approach with specifications of analytical descriptive research. The type of data used is secondary data, which consists of primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary law materials carried out with library studies. Data is presented in descriptions and then analyzed using qualitative normative methods. Based on the results of research and data analysis, it can be concluded that the consumer has obtained legal protection under Article 142 Jo. Article 91 paragraph (1) of the Act Number 18 Year 2012 about Food. The judgment is evidence of legal protection efforts against consumer purchasers of food additives without distribution permits, especially the legal protection of the rights of consumers contained in Article 4 letters a and c of Law Number 8 Year 1999 about Consumer Protection, against the liability of the entrepreneur, has been fulfilled by with the imposition of a fine of IDR 12,000,000 subsidiary to 3 months in prison on the decision. | |
| 40066 | 42403 | L1C019041 | Kandungan Logam Berat Kromium Heksavalen (Cr⁶⁺) Pada Sedimen Di Perairan Kali Ijo, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen | Pencemaran logam menjadi suatu masalah yang sangat mengancam bagi lingkungan perairan. Hal ini, diduga karena logam berat susah hancur dan akan terakumulasi di perairan. Salah satu jenis cemaran di sedimen perairan berasal dari kegiatan antropogenik ataupun industri. Wilayah pesisir Kali Ijo diduga terkontaminasi oleh logam berat, karena banyak kegiatan antropogenik di daerah tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur kandungan Cr⁶⁺ di sedimen, serta mengetahui tingkat pencemaran berdasarkan indeks EF, CF, Igeo di perairan Kali Ijo, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Metode yang digunakan untuk menentukan stasiun pengambilan sampel yaitu purposive sampling, metode analisis sampel logam Cr⁶⁺ menggunakan UV-VIS, sedangkan Fe menggunakan FAAS, dan untuk menjelaskan tingkat pencemaran dengan metode deskriptif. Hasil kandungan Cr⁶⁺ berkisar antara 20,29 – 33,28 mg/kg, berdasarkan indeks EF dikategorikan tidak ada pengayaan, indeks CF dikategorikan terkontaminasi rendah, dan indeks Igeo dikategorikan tidak tercemar. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu kandungan logam di perairan Kali Ijo tergolong tercemar sedang menurut US-EPA dan berdasarkan indeks tingkat pencemaran di perairan Kali Ijo tergolong tidak tercemar | Metal pollution is a very threatening problem for the aquatic environment. This is because heavy metals are difficult to disintegrate and will accumulate in the water. One type of contamination in aquatic sediments comes from anthropogenic or industrial activities. The coastal area of Kali Ijo is suspected to be contaminated by heavy metals, due to many anthropogenic activities in the area. This study was conducted to measure Cr⁶⁺ content in sediments, and to determine the level of pollution based on the EF, CF, and Igeo indices in the waters of Kali Ijo, Ayah Subdistrict, Kebumen Regency. The method used to determine the sampling station is purposive sampling, the method of analyzing Cr⁶⁺ metal samples using UV-VIS, while Fe uses FAAS, and to explain the level of pollution with descriptive methods. The results of Cr⁶⁺ content ranged from 20.29 - 33.28 mg/kg, based on the EF index is categorized as no enrichment, the CF index is categorized as low contamination, and the Igeo index is categorized as unpolluted. The conclusion of this research is that the metal content in Kali Ijo waters is classified as moderately polluted according to US-EPA and based on the index of pollution level in Kali Ijo waters is classified as unpolluted. | |
| 40067 | 42406 | F1B017118 | Pengaruh Kualitas Pelayanan Pajak Lima Tahunan Pada Samsat Kabupaten Banyumas Terhadap Tingkat Kepuasan Masyarkat | Saat ini penggunaan kendaraan sangat dibutuhkan untuk menunjang mobilisasi dalam kehidupan sehari-hari. Kebutuhan berkendara berdampak pada peningkatan jumlah kendaraan di Kabupaten Banyumas. Jumlah kendaraan bermotor yang ada di Kabupaten Banyumas setiap tahunnya mengalami peningkatan. Seiring meningkatnya jumlah kendaraan bermotor mengakibatkan meningkatnya wajib membayar pajak kendaraan bermotor, termasuk pajak lima tahunan. Pembayaran Pajak Lima Tahunan tidak bisa dilakukan secara online karena membutuhkan pemeriksanaan fisik, tujuannya untuk mencocokkan tanda bukti pendaftaran atau legalisasi sekaligus identifikasi pemilik kendaraan. Diketahui juga pelayanan yang diberikan Samsat Kabupaten Banyumas cenderung negatif berdasarkan ulasan warganet di google review. Ulasan negatif timbul karena kualitas pelayanan yang diberikan rendah sehingga berefek pada kepuasan masyarakat. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif korelasi dengan pendekatan survey. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian menemukan kualitas pelayanan mempunyai memiliki kategori berkualitas. Variabel Kualitas Pelayanan dengan Kepuasan Masyarakat memiliki korelasi yang positif berdasarka koefisien Tau-c sejumlah 0.263 dan signifikansinya sebesar 0.000 <0.05 yang menunjukan artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Dari hasil analisis regresi ordinal menghasilkan kualitas pelayanan mempunyai hubungan yang positif dan signifikan pada kepuasan masyarakat pada pelayanan pajak lima tahunan di Kantor Samsat Kabupaten Banyumas. Dari hasil uji regresi ordinal secara parsial diketahui variabel Kualitas Pelayanan dengan Kepuasan Masyarakat memiliki koefisien Pseudo R-Square 0.201. Artinya kepuasan masyarakat yang dapat dijelaskan oleh variabel kualitas pelayanan sebesar 20,1% | Currently, the use of vehicles is needed to support mobilization in everyday life. The need for driving has an impact on increasing the number of vehicles in Banyumas Regency. The number of motor vehicles in Banyumas Regency has increased every year. As the increase in the number of motor vehicles resulted in an increase in the mandatory payment of motor vehicle tax, including the five-year tax. The five-year tax payment cannot be done online because it requires a physical examination, the goal is to match the proof of registration or legalization as well as the identification of the vehicle owner. It is also known that the services provided by Samsat Banyumas Regency tend to be negative based on netizens ' reviews on google review. Negative reviews arise because the quality of service provided is low so that it has an effect on people's satisfaction. This study uses quantitative correlation research with survey approach. Data collection techniques used are questionnaires. The results found that the quality of Service has a quality category. Service quality variable with community satisfaction has a positive correlation based on Tau-C coefficient of 0.263 and its significance of 0.000 <0.05 which shows that Ho is rejected and Ha is accepted. From the results of ordinal regression analysis results in service quality has a positive and significant relationship to community satisfaction in the five-year tax service at the Samsat Office of Bnyumas Regency. From the results of ordinal regression test partially known variable quality of Service with community satisfaction has a coefficient of Pseudo R-Square 0.201. This means that public satisfaction can be explained by the variable service quality of 20.1%. | |
| 40068 | 42407 | H1C019056 | Evaluasi Potensi Likuefaksi Menggunakan Data Cone Penetration Test (CPTu) dan Faktor Pendukungnya di Daerah Wiradesa dan Sekitarnya, Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah | Secara geologi regional, wilayah Kabupaten Pekalongan tercakup dalam Formasi Aluvium (Qa). Tersusun dari endapan sedimen berumur Kuarter bersifat endapan lepas dan rentan terhadap resiko gerakan tanah. Wilayah ini merupakan salah satu wilayah berpotensi likuefaksi karena tersusun dari endapan sedimen berumur Kuarter bersifat lepas dan adanya Sesar Aktif Baribis-Kendheng yang terus bergerak hingga saat ini dengan kekuatan 6,5 Mw. Berdasarkan kedua hal tersebut, maka dilakukan penelitian potensi likuefaksi di daerah Wiradesa dan sekitarnya menggunakan metode uji penetrasi konus (CPTu) dengan rumus perhitungan menurut Youd dkk., (2001) dan Robertson dan Wride (1998) di 12 titik. Analisis dan perhitungan dengan skema gempa 6,5 Mw mendapatkan hasil bahwa Wiradesa dan sekitarnya termasuk daerah berpotensi likuefaksi pada kedalaman bervariatif di lapisan tanah bersifat sand and silty sand, silty sand, dan clay and silty clay. Sehingga kontinuitas persebaran lapisan berpotensi likuefaksi tidak berada di semua kedalaman. | Based on regional geology, Pekalongan Regency is covered in the Alluvium (Qa) formation which is composed of Quartenary sedimentary deposits that are loose deposits and are susceptible to the risk of ground movement. This area is one of the potential liquefaction areas because it is composed of loose Quaternary-aged sedimentary deposits and there is the Baribis-Kendheng Active Fault which continues to move today with a force of 6,5 Mw. Based on these two things, research was carried out on the liquefaction potential in the Wiradesa area and its surroundings using the cone penetration test method (CPTu) with the calculation formula according to Youd et al., (2001) and Robertson and Wride (1998) at 12 points. The results showed that Wiradesa and its surroundings are areas with potential for liquefaction at varying depths in the soil layers which are sand and silty sand, silty sand, and clay and silty clay. So that the continuity of the distribution of potentially liquefaction layers is not at all depths. | |
| 40069 | 44555 | G1B020004 | Aktivitas Ekstrak Etanol Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) terhadap Degradasi Biofilm Streptococcus mitis Penyebab Karies Gigi | Streptococcus mitis merupakan spesies bakteri koloni primer yang berperan dalam menyebabkan karies gigi. Ekstrak etanol kayu secang berpotensi sebagai antibiofilm yang dapat dimanfaatkan untuk terapi alternatif dalam pencegahan karies gigi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol kayu secang terhadap degradasi biofilm S. mitis. Pada penelitian ini terdapat 8 kelompok perlakuan ekstrak etanol kayu secang konsentrasi 0,39 mg/mL, 0,78 mg/mL, 1,56 mg/mL, 3,125 mg/mL, 6,25 mg/mL, 12,5 mg/mL, 25 mg/mL, dan 50 mg/mL. Chlorhexidine gluconate 0,2% sebagai kontrol positif dan DMSO 1% sebagai kontrol negatif. Pengujian dilakukan melalui dua tahap yaitu uji degradasi dan penghambatan biofilm. Aktivitas degradasi dan penghambatan biofilm diuji melalui microtitter plate assay dengan pewarnaan kristal violet 1%. Densitas optik dibaca dengan microplate reader pada panjang gelombang 620 nm. Data hasil degradasi biofilm dianalisis secara statistik dengan One-Way ANOVA. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan ekstrak etanol kayu secang dengan kontrol negatif (p≤0,05). Aktivitas degradasi biofilm S. mitis oleh ekstrak etanol kayu secang terus meningkat dan mencapai puncak pada konsentrasi 1,56 mg/mL (60,01%). Pada konsentrasi 1,56 mg/mL ekstrak etanol kayu secang tidak menunjukkan perbedaan bermakna dengan kontrol positif (p≥0,05) sehingga konsenstrasi 1,56 mg/mL menjadi konsentrasi efektif. MBEC50 pada penelitian ini ditentukan oleh rumus cut off point. Hasil perhitungan menunjukkan MBEC50 ada pada konsentrasi 0,78 mg/mL. Aktivitas penghambatan biofilm lanjutan menunjukkan persentase yang lebih tinggi dibandingkan persentase degradasi biofilm. Simpulan penelitian ini adalah ekstrak etanol kayu secang memiliki aktivitas terhadap degradasi biofilm Streptococcus mitis penyebab karies gigi. | Streptococcus mitis is a species of primary colony bacteria that plays a role in causing dental caries. Sappan wood ethanol extract has the potential as an antibiofilm that can be utilized for alternative therapy in the prevention of dental caries. The purpose of this study was to determine the activity of sappan wood ethanol extract on the degradation of S. mitis biofilm. In this study there were 8 treatment groups of sappan wood ethanol extract concentrations of 0,39 mg/mL, 0,78 mg/mL, 1,56 mg/mL, 3,125 mg/mL, 6,25 mg/mL, 12,5 mg/mL, 25 mg/mL, and 50 mg/mL. Chlorhexidine gluconate 0.2% as positive control and DMSO 1% as negative control. Testing was carried out in two stages, namely degradation and biofilm inhibition tests. Biofilm degradation and inhibition activities were tested through microtitter plate assay with 1% crystal violet staining. Optical density was read with a microplate reader at a wavelength of 620 nm. Data from biofilm degradation results were statistically analyzed with One-Way ANOVA and showed significant differences between the treatment groups of sappan wood ethanol extract and negative control (p≤0,05). The biofilm degradation activity of S. mitis by sappan wood ethanol extract continued to increase and reached a peak at a concentration of 1,56 mg/mL (60,01%). At a concentration of 1,56 mg/mL, the ethanol extract of sappan wood showed no significant difference with the positive control (p≥0,05) so that the concentration of 1,56 mg/mL became the effective concentration. MBEC50 in this study was determined by the cut off point formula. The calculation results showed MBEC50 at a concentration of 0,78 mg/mL. Further biofilm inhibition activity showed a higher percentage than the percentage of biofilm degradation. The conclusion of this study is that the ethanol extract of sappan wood has activity against the degradation of Streptococcus mitis biofilm that causes dental caries. | |
| 40070 | 42355 | A1F019092 | KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK JELLY DRINK PARIJOTO DENGAN VARIASI JENIS DAN KONSENTRASI HIDROKOLOID | Tanaman parijoto (Medinilla speciosa) adalah tanaman yang mengandung beberapa antioksidan. Terdapat beberapa senyawa antioksidan pada buah parijoto antara lain antosianin, fenol, flavonoid, saponin dan tanin. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan produk diversifikasi parijoto berupa jelly drink. Jelly drink parijoto adalah minuman yang terbuat dari sari buah parijoto yang ditambahkan hidrokoloid, gula dan asam sitrat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi jenis hidrokoloid terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik jelly drink parijoto, mengetahui pengaruh variasi konsentrasi hidrokoloid terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik jelly drink parijoto, serta menentukan kombinasi perlakuan terbaik jelly drink parijoto dari variasi jenis dan konsentrasi hidrokoloid berdasarkan karakteristik fisikokimia dan organoleptik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang dilakukan secara faktorial yang terdiri atas 9 kombinasi perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Faktor pertama yaitu jenis hidrokoloid (J) yang terdiri dari karagenan, konjak dan karagenan:konjak. Faktor kedua yaitu konsentrasi hidrokoloid (K) 0,25; 0,50 dan 0,75%. Variabel yang diamati pada penelitian ini terdiri dari variabel fisikokimia dan variabel organoleptik. Variabel fisikokimia mencakup viskositas, sineresis, pH dan vitamin C, sedangkan variabel organoleptik mencakup kekenyalan, kemudahan disedot, rasa asam dan intensitas warna merah). Data hasil pengamatan variabel fisikokimia dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) dan uji lanjut DMRT pada taraf α = 5%. Data hasil pengamatan variabel organoleptik dianalisis dengan uji Friedman. Untuk memperoleh kombinasi perlakuan terbaik dilakukan dengan Uji Perbandingan Ganda pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis hidrokoloid karagenan:konjak menghasilkan produk jelly drink parijoto dengan viskositas yang tinggi dan sineresis yang rendah. Adanya peningkatan konsentrasi hidrokoloid dapat meningkatkan nilai viskositas, pH dan vitamin C pada jelly drink parijoto. Namun, nilai sineresis jelly drink parijoto semakin rendah. Perlakuan terbaik pada penelitian ini didapatkan pada kombinasi perlakuan 0,75% (J1K3) dengan viskositas 4.121 cP, sineresis 19,53%, pH 3, vitamin C 61,60 mg/100g, skor kekenyalan 4,53 (sangat kenyal), skor kemudahan disedot 3,37 (agak mudah disedot), skor rasa 3,00 (asam) dan skor intensitas warna merah 3,13 (agak kuat). | The parijoto plant (Medinilla speciosa) is a plant that contains several antioxidants. There are several antioxidant compounds in parijoto fruit, including anthocyanins, phenols, flavonoids, saponins and tannins. In this research, parijoto diversification products were made as jelly drinks. Parijoto jelly drink is made from parijoto fruit juice with added hydrocolloids, sugar, and citric acid. This research aims to determine the effect of variations in the type of hydrocolloid on the physicochemical and organoleptic characteristics of jelly drink parijoto, determine the effect of variations in hydrocolloid concentration on the physicochemical and organoleptic characteristics of jelly drink parijoto, and determine the best treatment combination for jelly drink Parijoto from variations in the type and concentration of hydrocolloids based on physicochemical characteristics and organoleptic. This research used an experimental method with a Randomized Block Design (RBD), which was carried out in a factorial manner consisting of 9 treatment combinations and 3 repetitions to obtain 27 experimental units. The first factor is the hydrocolloid type (J), consisting of carrageenan, konjac, and carrageenan: konjac. The second factor is hydrocolloid concentration (K), consisting of 0.25; 0.50 dan 0.75%. The variables observed in this study consisted of physicochemical variables and organoleptic variables. Physicochemical variables include viscosity, syneresis, pH, and vitamin C, while organoleptic variables include elasticity, suction power, sour taste, and red color intensity). The variables observed in this study consisted of physicochemical variables and organoleptic variables. Physicochemical variables include viscosity, syneresis, pH, and vitamin C, while organoleptic variables include elasticity, suction power, sour taste, and red color intensity). Data from observations of physicochemical variables were analyzed using ANOVA (Analysis of Variance) and the DMRT (Duncan Multiple Test Range) further tests at the α = 5% level. Data from observations of organoleptic variables were analyzed using the Friedman test. A Multiple Comparison Test was carried out at the 5% level to obtain the best treatment combination. The research showed that the hydrocolloid carrageenan:konjac produced parijoto jelly drink products with high viscosity and low syneresis. An increase in hydrocolloid concentration can increase the viscosity, pH, and vitamin C values in the Parijoto jelly drink. However, the syneresis value of the Parijoto jelly drink is getting lower. The best treatment in this study was obtained in a combination of 0.75% (J1K3) treatment with a viscosity of 4,121 cP, syneresis 19.53%, pH 3, vitamin C 61.60 mg/100g, elasticity score 4.53 (very elastic), score suction power 3.37 (somewhat suckable), taste score 3.00 (sour), and red color intensity score 3.13 (somewhat intense). | |
| 40071 | 44809 | L1C018052 | Pengaruh Kerapatan Mangrove Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Kerang Darah (Anadara granosa) Di Kawasan Mangrove Teluk Blanakan Subang, Jawa Barat | Mangrove merupakan habitat beberapa jenis biota, termasuk kerang darah (A. granosa). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui kerapatan jenis mangrove dan pertumbuhan kerang darah, serta pengaruh kerapatan mangrove dengan pertumbuahan kerang darah di kawasan mangrove Teluk Blanakan, Subang. Pengambilan sampel kerapatan mangrove dilakukan pada 3 stasiun dengan teknik transek kuadran pada 3 stasiun secara purposive sampling. Sedangkan, pengamatan pertumbuhan panjang dan berat kerang darah dilakukan selama 60 hari. Berdasarkan hasil, ditemukan 5 jenis mangrove, diantaranya Avicennia marina, Rhizophora stylosa, Bruguiera gymnorhiza, Sonneratia caseolaris dan Avicennia alba. Berdasarkan hasil Anova dua arah dan uji beda nyata, kerapatan mangrove berpengaruh nyata terhadap pertambahan panjang dan berat kerang darah. Kerapatan mangrove pada stasiun 1 sebesar 1.333 indv/ha; stasiun 2 sebesar 1.600 indv/ha; dan stasiun 3 sebesar 2.033 indv/ha. Semakin tinggi nilai kerapatan mangrove, maka pertambahan panjang dan berat kerang darah juga meningkat. Pertumbuhan panjang harian rata-rata kerang darah terbaik yaitu sebesar 0,0444%dan berat harian rata-rata sebesar 0,0789% terdapat pada stasiun 3 yang merupakan stasiun dengan kerapatan mangrove tertinggi. Oleh karena pentingnya peran ekosistem mangrove, maka masyarakat perlu menjaga kelesatarian dan keberlanjutan ekosistem tersebut. | Mangroves are a habitat for several marine organism, such as blood cockles (A. granosa). This research aims to determine the density of mangrove species and the growth of blood cockles, as well as the influence of mangrove density on the growth of blood cockles in the mangrove area of Teluk Blanakan, Subang. Mangrove density sampling was carried out at 3 stations using a quadrant transect technique using purposive sampling. Meanwhile, observations of the growth in length and weight of blood cockles were carried out for 60 days. Based on the results, there are 5 types of mangroves were found, including Avicennia marina, Rhizophora stylosa, Bruguiera gymnorhiza, Sonneratia caseolaris and Avicennia alba. Based on the results of two-way Anova and significant difference tests, mangrove density had a significant effect on the increase in length and weight of blood cockles. Mangrove density at station 1 was 1,333 indv/ha; station 2 of 1,600 indv/ha; and station 3 of 2,033 indv/ha. The higher the mangrove density value, the increase in length and weight of blood clams also increases. The best average daily length growth of blood clams was 0.0444% and the average daily weight was 0.0789% at station 3, which was the station with the highest mangrove density. Because of the important role of the mangrove ecosystem, society needs to maintain the preservation and sustainability of this ecosystem. | |
| 40072 | 42261 | H1C019059 | Analisis Geokimia Batuan Induk dan Sejarah Pemendaman Cekungan Sumatera Tengah Daerah Indragiri Hulu dan Pelalawan, Provinsi Riau | Cekungan Sumatera Tengah merupakan cekungan belakang busur yang terbentuk akibat gaya subduksi Lempeng Indo-Australia dengan Lempeng Eurasia dan diketahui sebagai cekungan penghasil hidrokarbon di kawasan barat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi, karakteristik geokimia batuan induk Formasi Kelesa dan Formasi Lakat serta kematangannya berdasarkan kurva sejarah pemendaman. Hasil analisis geologi untuk mengetahui tatanan geologi, berupa kondisi stratigrafi yang terdiri dari enam formasi, serta kondisi struktur geologi berupa lipatan antiklin dan sesar-sesar yang berkembang menunjukkan arah dominan barat laut-tenggara. Berdasarkan analisis geokimia, batuan induk Formasi Kelesa memiliki kekayaan buruk hingga cukup, dan batuan induk Formasi Lakat memiliki kekayaan yang buruk hingga baik. Tipe kerogen yang terbentuk adalah tipe II/III dan III pada Formasi Kelesa; tipe kerogen pada Formasi Lakat yaitu II/III, III, dan IV yang akan menghasilkan minyak/gas, gas, dan tidak menghasilkan. Berdasarkan kurva analisis sejarah pemendaman, batuan induk pada sumur Agha-1 belum mencapai kematangan dan akan matang awal pada kedalaman 2031 m, batuan induk pada sumur Rabung-1 juga belum matang dan akan matang awal pada kedalaman 2038 m, sedangkan batuan induk Formasi Kelesa pada sumur Talau-1 telah mencapai kematangan awal di kedalaman 1833 m pada 1,43 jtl dan puncak matang di kedalaman 1896 m pada 0,45 jtl, dan pada Formasi Lakat telah matang awal di kedalaman 1747 m pada 0,94 jtl. Batuan induk daerah penelitian tidak bernilai ekonomis karena kuantitas, kualitas, dan kematangan material organiknya belum memenuhi kriteria. | The Central Sumatra Basin is a back-arc basin due to the subduction of the Indo-Australian Plate with the Eurasian Plate and is known as a hydrocarbon-producing basin in western Indonesia. This study aims to determine the geological setting, geochemical characteristics of the Kelesa and Lakat Formation source rocks and maturity based on the burial history curve. The results of geological analysis to determine the geological setting, stratigraphic conditions consisting of six formations, and geological structures, such as anticlinal folds and fault systems, predominantly oriented in the northwest-southeast direction. Based on geochemical analysis, the source rocks richness of the Kelesa Formation range from poor to fair, while the source rocks richness of the Lakat Formation range from poor to good. The kerogen types identified are type II/III and III for the Kelesa Formation, and for the Lakat Formation, they are types II/III, III, and IV, indicating potential for oil/gas, gas, and non-productivity. Based on the burial history curves analysis, the source rocks in the Agha-1 well have not reached maturity yet and will early mature at a depth of 1903 meters. The source rocks in the Rabung-1 well also have not matured and will reach early maturity at a depth of 1910 meters. Meanwhile, the source rocks of the Kelesa Formation in the Talau-1 well have reached early maturity at a depth of 1833 meters 1.43 Ma, and their peak maturity is at a depth of 1896 meters 0.45 Ma. In the Lakat Formation, the source rocks have already reached early maturity at a depth of 1747 meters 0.94 Ma. The source rocks in the research area's wells are not economically viable due to insufficient organic material quantity, quality, and maturity. | |
| 40073 | 42408 | L1C019039 | Konsentrasi Logam Berat Timbal (Pb) dan Arsen (As) pada Sedimen di Perairan Muara Kali Ijo Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen | Logam berat dapat berasal dari proses alami maupun aktivitas manusia. Banyaknya aktivitas manusia di wilayah muara Kali Ijo membuat daerah ini rentan terhadap pencemaran terutama akibat logam berat. Logam berat yang masuk ke perairan dapat mengendap di dasar perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi logam berat Pb dan As, mengetahui tingkat pencemarannya, dan mengetahui potensi risiko ekologis logam Pb dan As pada sedimen muara Kali Ijo. Penentuan stasiun menggunakan metode purposive sampling dengan pengambilan sampel sedimen dilakukan pada tujuh stasiun berbeda. Sampel sedimen dianalisis menggunakan metode AAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan standar baku mutu US EPA perairan muara Kali Ijo tidak tercemar logam Pb, dan tercemar sedang logam As. Tingkat kontaminasi berdasarkan indeks CF berada pada kategori kontaminasi rendah untuk logam Pb (CF < 1) dan kontaminasi sedang untuk logam As (1 ≤ CF < 3). Tingkat pengayaan berdasarkan indeks EF berada pada kategori pengayaan rendah untuk logam Pb (EF < 2), dan logam As termasuk dalam kategori pengayaan sedang (2 < EF < 5). Berdasarkan nilai Igeo, muara Kali Ijo termasuk dalam kategori tidak tercemar logam Pb yang berasal dari sumber alami (Igeo < 0). Sedangkan untuk logam As termasuk dalam kategori tidak tercemar hingga tercemar sedang dengan sumber logam berasal dari kegiatan antropogenik (0 < Igeo ≤ 1). Dampak ekologi lingkungan berdasarkan PERI di muara Kali Ijo berada pada kategori risiko ekologis ringan untuk logam Pb dan kategori risiko ekologis sedang untuk logam As | Heavy metals can originate from natural processes as well as human activities. The high level of human activities in the estuarine area of Kali Ijo makes this region vulnerable to pollution, especially due to heavy metals. Heavy metals entering the water can settle at the bottom of the water body. This study aims to determine the concentrations of heavy metals Pb and As, assess their pollution levels, and evaluate the ecological risk potential of Pb and As in the sediments of Kali Ijo estuary. Station determination was carried out using purposive sampling method with sediment samples that based on the US EPA water quality standards, the waters of Kali Ijo estuary are not polluted by Pb, but moderately polluted by As. The contamination level based on the CF index is categorized as low contamination for Pb (CF < 1) and moderate contamination for As (1 ≤ CF < 3). The enrichment level based on the EF index falls under the category of low enrichment for Pb (EF < 2), and As is classified as moderately enriched (2 < EF < 5). According to the Igeo value, Kali Ijo estuary falls under the category of unpolluted by Pb originating from natural sources (Igeo < 0). However, for As, it ranges from unpolluted to moderately polluted, with the source of the metal coming from anthropogenic activities (0 < Igeo ≤ 1). The environmental ecological impact based on the PERI in Kali Ijo estuary is classified as low ecological risk for Pb and moderate ecological risk for As. | |
| 40074 | 42409 | J1B019048 | AMANAT PENYAIR DALAM BUKU KUMPULAN PUISI SALAH PIKNIK KARYA JOKO PINURBO MELALUI ANALISIS SEMIOTIKA RIFFATERRE | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna penuh serta amanat yang terkandung dalam puisi pada buku kumpulan puisi Salah Piknik karya Joko Pinurbo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika yang dikemukakan oleh Michael Riffaterre. Data yang dikumpulkan berupa kata, kalimat, atau larik dalam puisi. Sementara sumber data pada penelitian ini ialah buku Salah Piknik karya Joko Pinurbo. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik studi kepustakaan serta teknik baca dan catat. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasilnya ditemukan bahwa kelima puisi ciptaan Joko Pinurbo mengandung makna dan amanat yang sangat dalam seputar kehidupan manusia di tengah pandemi Covid-19. Penyair berpesan melalui puisinya bahwa manusia harus sabar dan tabah saat menghadapi cobaan hidupnya. | This research aims to describe the full meaning and message contained in the poem in the poetry collection Salah Piknik by Joko Pinurbo. This research uses a qualitative descriptive method with a semiotic approach proposed by Michael Riffaterre. The data collected is in the form of words, sentences, or lines in poetry. Meanwhile, the data source for this research is the book Salah Piknik by Joko Pinurbo. Data was collected using library study techniques and reading and note-taking techniques. The data was analyzed using content analysis techniques. The results found that the five poems written by Joko Pinurbo contained very deep meaning and messages regarding human life in the midst of the COVID-19 pandemic. The poet advises through his poetry that humans must be patient and steadfast when facing the trials of life. | |
| 40075 | 42414 | K1C019032 | ANALISIS SITE CLASS PADA ZONA KERENTANAN SEISMIK MENGGUNAKAN METODE MIKROTREMOR DI KECAMATAN PUNDONG KAB. BANTUL DI. YOGYAKARTA | Kecamatan Pundong merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Bantul yang terdampak gempabumi Yogyakarta 2006. Tingkat kerusakan yang terjadi di permukaan dipengaruhi karakteristik geologi lokal. Karakteristik ini dapat direpresentasikan dengan kategori kelas tanah (site class). Penentuan kategori site class dilakukan berdasarkan nilai v_s30 dengan menggunakan pengukuran sinyal mikrotremor. Penelitian ini mencoba untuk mengkategorikan site class dengan melakukan pengukuran di 41 titik penelitian. Sinyal mikrotremor diolah menggunakan software Geopsy sehingga menghasilkan parameter nilai frekuensi dominan (f_g) dan faktor amplifikasi (A_g). Data tersebut diolah untuk mendapatkan nilai kerentanan seismik (K_g) dan diolah menggunakan software Dinver untuk mendapatkan nilai kecepatan gelombang geser pada kedalaman 30 meter (v_s30), sehingga diketahui kategori site class. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Pundong memiliki nilai frekuensi dominan (f_g ) rentang nilai 0,1 – 6,4 (Hz) dan faktor amplifikasi (A_g) memiliki rentang nilai 0,1 – 5,4. Indeks kerentanan seismik (K_g) di Kecamatan Pundong memiliki rentang nilai antara 0,1 – 14,3. Nilai kecepatan gelombang geser (v_s30) di Kecamatan Pundong memiliki rentang nilai antara 0,1 – 430 (m⁄s). Klasifikasi site class kategori tanah lunak berada di Desa Panjangrejo dan Desa Srihardono mengindikasikan potensi bahaya gempabumi yang lebih tinggi dibandingkan dengan site class kategori tanah sedang dan tanah keras di Desa Seloharjo. | Pundong District is one of the sub-districts in Bantul Regency that was affected by the 2006 Yogyakarta earthquake. The level of damage that occurred on the surface was influenced by local geological characteristics. These characteristics can be represented by land class categories (site class). Determination of the site class category is carried out based on the v_s30 value using microtremor signal measurements. This research tries to categorize site classes by taking measurements at 41 research points. The microtremor signal is processed using Geopsy software to produce dominant frequency value parameters (f_g) and amplification factor (A_g). The data is processed to obtain a seismic vulnerability value (K_g) and processed using Dinver software to obtain a shear wave velocity value at a depth of 30 meters (v_s30), so that the site class category is known. The results of the research show that Pundong District has a dominant frequency (f_g) value range of 0.1 – 6.4 (Hz) and the amplification factor (A_g) has a value range of 0.1 – 5.4. The seismic vulnerability index (K_g) in Pundong District has a value range between 0.1 – 14.3. The value of shear wave velocity (v_s30) in Pundong District has a value range between 0.1 – 430 (m⁄s). The site class classification for the soft soil category in Panjangrejo Village and Srihardono Village indicates a higher potential for earthquake hazard compared to the site class categories for medium soil and hard soil in Seloharjo Village. | |
| 40076 | 44810 | F1F020059 | STRATEGI GERAKAN SIPIL YELLOW-VEST MOVEMENT DALAM UPAYA MENDORONG PERUBAHAN KEBIJAKAN EKONOMI DI PRANCIS TAHUN 2018 - 2019 | Pemerintah Prancis mengeluarkan kebijakan kenaikan pajak bahan bakar minyak pada tahun 2018. Kebijakan tersebut dikritik oleh banyak masyarakat karena dianggap merugikan masyarakat kelas menengah yang sehari-hari menggunakan kendaraan pribadi untuk bekerja. Kritik tersebut berkembang menjadi sebuah gerakan, yakni Gerakan Yellow Vest. Yellow Vest menolak akan adanya kebijakan kenaikan pajak bahan bakar minyak tersebut dengan adanya demonstrasi yang dilakukan setiap hari Sabtu selama enam bulan dengan menggunakan rompi kuning. Upaya Yellow Vest untuk mencapai tujuannya tidak lepas dari strategi yang mereka gunakan. Strategi yang digunakan berupa perluasan tuntutan tidak hanya mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak tetapi juga mencakup berbagai isu, seperti isu budaya, pendidikan, sosial, dan sebagainya. Strategi lain yang dilakukan oleh Yellow Vest yakni strategi taktik yang berupa demonstrasi dan strategi arena yang dipilih untuk pelaksanaan demonstrasi. Strategi-strategi tersebut cukup mampu menarik perhatian masyarakat dan mendorong adanya perubahan kebijakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam memahami bagaimana strategi yang dilakukan oleh Yellow Vest dalam upayanya mencapai perubahan ekonomi di Prancis tahun 2018-2019. Sedangkan, teknik pengumpulan data dihimpun dari data sekunder yang diperoleh dari hasil pengamatan pihak lain melalui berbagai sumber, seperti buku, jurnal, laporan, media, dan situs yang dianalisis secara kualitatif. | The French government issued a policy to increase fuel taxes in 2018. This policy was criticized by many people because it was considered detrimental to middle class people who daily use private vehicles to work. This criticism developed into a movement, namely the Yellow Vest Movement. The Yellow Vest rejects the policy of increasing fuel tax by holding demonstrations every Saturday for six months using yellow vests. Yellow Vest's efforts to achieve their goals cannot be separated from the strategy they use. The strategy used is to expand demands not only regarding increases in fuel prices but also to cover various issues, such as cultural, educational, social issues, and so on. Another strategy used by Yellow Vest is a tactical strategy in the form of a demonstration and the arena strategy chosen for the demonstration. These strategies are quite capable of attracting public attention and encouraging policy changes. This research uses a qualitative descriptive method to understand the strategies implemented by Yellow Vest in its efforts to achieve economic change in France in 2018-2019. Meanwhile, data collection techniques are collected from secondary data obtained from observations by other parties through various sources, such as books, journals, reports, media and sites which are analyzed qualitatively. | |
| 40077 | 42410 | A1F019059 | OPTIMASI PENAMBAHAN PURE NANAS, KARAGENAN DAN SORBITOL PADA FRUIT LEATHER MELON MENGGUNAKAN RESPONSE SURFACE METHODOLOGY | Melon (Cucumis melo L.) merupakan salah satu komoditas buah-buahan dengan tingkat produksi dan konsumsi yang tinggi. Varietas yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia adalah Sky Rocket. Melon memiliki beragam kandungan nutrisi, seperti karbohidrat, vitamin C, A, D, K, dan mineral. Namun, buah melon bersifat perishable sehingga diperlukan proses pengolahan untuk memperpanjang umur simpannya. Alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan mengolahnya menjadi fruit leather. Karakteristik fruit leather dipengaruhi oleh pektin, gula, dan asam. Kadar pektin buah melon cukup rendah sehingga diperbaiki dengan penambahan karagenan sebagai gelling agent. Jenis gula yang digunakan yaitu sorbitol dan asam yang digunakan merupakan asam alami yang berasal dari buah nanas. Tujuan dari penelitian ini yaitu menetapkan formula optimum berdasarkan penambahan pure nanas, karagenan, dan sorbitol terhadap karakteristik kimia dan sensori fruit leather melon serta membandingkan karakteristik kimia dan sensoris fruit leather melon formula optimum dengan formula kontrol. Penelitian ini menggunakan metode Response Surface Methodology (RSM) dengan rancangan percobaan Central Composite Design (CC). Faktor yang diujikan pada penelitian ini yaitu pure nanas, karagenan, dan sorbitol. Tahap penelitian yang dilakukan meliputi penelitian pendahuluan, optimasi formulasi pembuatan fruit leather melon, analisis data, verifikasi dan validasi serta karakterisasi produk optimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi pure nanas menyebabkan peningkatan respon kadar air, gula total, total asam tertitrasi serta penurunan respon sensori tekstur, sementara pada respon sensori kesukaan cenderung stabil. Peningkatan konsentrasi karagenan menyebabkan peningkatan respon kadar gula total dan sensori tekstur serta penurunan respon kadar air, total asam tertitrasi, dan sensori kesukaan. Peningkatan konsentrasi sorbitol menyebabkan peningkatan respon sensori tekstur dan kesukaan serta penurunan respon kadar air, gula total, total asam tertitrasi. Formula optimum yang diperoleh yaitu fruit leather melon dari proporsi pure nanas 15%, karagenan 0,6%, dan sorbitol 8% dengan tingkat desirability 0,723. Lebih lanjut, hasil pengujian formula optimum diperoleh kadar air 17,998%; gula total 20,039%; total asam tertitrasi 1,605 % dan sensori rasa 3,600 yang lebih rendah dibandingkan dengan kontrol. Sementara itu, kandungan vitamin C 52,243 mg/100 g; total padatan terlarut 83,222oBrix; sensori warna 3,933; sensori tekstur 3,667; dan kesukaan 3,760; yang lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol. Sedangkan sensori aroma 3,044 sama dengan kontrol. | Melon (Cucumis melo L.) is one of the fruit commodities with high production and consumption rates. The most widely cultivated variety in Indonesia is Sky Rocket. Melons contain a variety of nutrients, such as carbohydrates, vitamins C, A, D, K, and minerals. However, melons are perishable fruits, so processing is needed to extend their shelf life. An alternative is to process them into fruit leather. The characteristics of fruit leather are influenced by pectin, sugar, and acid. The pectin content in melons is relatively low and is improved by adding carrageenan as a gelling agent. Sorbitol is used as the sugar, and natural acid from pineapples is used as the acid. The aim of this research is to determine the optimal formula based on the addition of pure pineapple, carrageenan, and sorbitol to the chemical and sensory characteristics of melon fruit leather and to compare it with the control formula. This research uses the Response Surface Methodology (RSM) with the Central Composite Design (CC) experimental design. The factors tested in this study are pure pineapple, carrageenan, and sorbitol. The research stages include preliminary research, optimization of melon fruit leather formulation, data analysis, verification and validation, and product characterization of the optimal formula. The results of the research show that an increase in the concentration of pure pineapple leads to an increase in water content, total sugar content, total titratable acidity, and a decrease in sensory texture response, while the sensory preference response tends to remain stable. An increase in carrageenan concentration leads to an increase in total sugar content and sensory texture response and a decrease in water content, total titratable acidity, and sensory preference response. An increase in sorbitol concentration leads to an increase in sensory texture and preference response and a decrease in water content, total sugar content, and total titratable acidity. The optimum formula obtained consists of melon fruit leather with 15% pure pineapple, 0.6% carrageenan, and 8% sorbitol, with a desirability level of 0.723. Furthermore, the testing results of the optimal formula show a water content of 17.998%; a total sugar content of 20.039%; total titratable acidity of 1.605%; and taste sensory 3.600 which is lower than the control. Meanwhile, the vitamin C content is 52.243 mg/100 g; total soluble solid 83.222°Brix; color sensory 3.933; texture sensory 3.667; and preference 3.760; which are higher than the control. The aroma sensory score is 3.044, the same as the control. | |
| 40078 | 42411 | E1A019095 | PERBANDINGAN PENGATURAN PIDANA MATI DI INDONESIA DAN JEPANG | Pidana mati merupakan suatu jenis pidana yang masih diberlakukan di beberapa negara termasuk Indonesia dan Jepang, namun demikian terdapat persamaan dan perbedaan pada pengaturan pidana mati di masing-masing negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan dan perbandingan pengaturan pidana mati dalam hukum positif Indonesia dan Jepang. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan historis, dan pendekatan komparatif dengan spesifikasi penelitian yang bersifat deskriptif analitis. Data yang digunakan adalah data sekunder yang dikumpulkan dengan metode kepustakaan dan diolah menggunakan metode reduksi, display data, dan klasifikasi data yang disajikan dalam bentuk teks naratif dan tabel. Analisis dalam penelitian ini dilakukan secara normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan pidana mati di Indonesia diatur dalam KUHP 1946, KUHP 2023, dan beberapa undang-undang di luar KUHP yang mengatur pidana mati, sedangkan Jepang mengatur pidana mati dalam Japan Penal Code, Japan Code of Criminal Procedure, dan beberapa undang-undang lain di luar pengaturan tersebut seperti Juveniles Act dan lain-lain. Hasil penelitian ini juga menunjukkan terdapat persamaan dan perbedaan pengaturan pidana mati di Indonesia dan Jepang. Persamaannya terdapat pada klasifikasi pidana mati, tidak berlakunya pidana mati bagi anak, beberapa mekanisme pelaksanaan pidana mati, dan beberapa pengaturan tindak pidana yang diancam dengan pidana mati. Perbedaannya terdapat pada prosedur pelaksanaan pidana mati dan masa tunggu pelaksanaan pidana mati, serta beberapa tindak pidana yang diancam dengan pidana mati. Pengaturan pidana mati di Indonesia lebih beragam, namun pengaturan pelaksanaan pidana mati di Jepang lebih memberikan kepastian hukum. | Death penalty is a type of criminal punishment that is still enforced in several countries including Indonesia and Japan, however there are similarities and differences in the regulations of the death penalty in each country. This research aims to determine the evolution and the comparison on the regulations of death penalty in positive law in Indonesia and Japan. The research method used is normative juridical with statutory approach, historical approach, and comparative approach with descriptive analytical research specifications. The data used is secondary data collected by literature method and processed using the method of reduction data, data display, and data classification presented in the form of narrative text and tables. The analysis on this research is done by normative qualitative method. The research results shows that the regulation of death penalty in Indonesia is regulated in the KUHP 1946, KUHP 2023, and several laws outside KUHP which regulate the death penalty, while Japan regulates the death penalty in the Japan Penal Code, Japan Code of Criminal Procedure, and several criminal laws outside those regulations such as Juveniles Act and others. This research result also shows that there are similarities and differences on the regulations of the death penalty in Indonesia and Japan. The similarities including the classification of death penalty, the non-applicable death penalty on children and some mechanism of death penalty implementation, and several regulations on criminal acts punishable by death penalty. The differences are in the procedures for the death penalty implementations, the waiting period of death penalty executions, several criminal acts that are punishable by death penalty. The regulation of the death penalty in Indonesia is more diverse, but the regulation of the implementation of death penalty in Japan provides more legal certainty. | |
| 40079 | 42412 | I1A018030 | Persepsi Orang Tua tentang Pendidikan Seks untuk Mencegah Kekerasan Seksual pada Anak di Desa Gununglurah Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas | Latar Belakang: Kasus kekerasan seksual anak di Banyumas cukup mendominasi. Terjadi peningkatan kasus di Desa Gununglurah dari tahun 2020 hingga 2022 sebanyak 1 kasus, 2 kasus dan 4 kasus. Pendidikan seks dapat mencegah kekerasan seksual, namun di Desa Gununglurah masih banyak yang menganggap tabu. Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi orang tua tentang pendidikan seks untuk mencegah kekerasan seksual pada anak di Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Terdapat 8 informan yang terdiri atas 5 informan utama dan 3 informan pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Variabel penelitian meliputi pengetahuan, persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, keyakinan, isyarat untuk bertindak dan perilaku. Hasil Penelitian: Pengetahuan informan tentang pendidikan seks cukup baik, namun perlu ditingkatkan. Adanya kerentanan anak terhadap kekerasan seksual menyebabkan pendidikan seks penting diberikan. Banyak manfaat yang diterima anak dari pendidikan seks. Apabila tidak dicegah dengan pendidikan seks, menyebabkan dampak negatif akibat kekerasan seksual. Informan telah memberikan pendidikan seks kepada anaknya dan memiliki beberapa faktor pendukung. Terdapat hambatan yang berpengaruh terhadap keyakinan informan. Hubungan komunikasi antara informan dengan anak berjalan baik dan saling terbuka. Kesimpulan: Pengetahuan, persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, keyakinan, isyarat untuk bertindak dan perilaku orang tua memiliki kaitan yang cukup signifikan terhadap pemberian pendidikan seks pada anak. Kata Kunci: Pendidikan Seks, Kekerasan Seksual, Persepsi. | Background: Child sexual violence cases in Banyumas are quite dominant. There was an increase in cases in Gununglurah Village from 2020 to 2022 as many as 1 case, 2 cases and 4 cases. Sex education can prevent sexual violence, but in Gununglurah Village there are still many who consider it taboo. This study aims to determine parents' perceptions of sex education to prevent sexual violence in children in Gununglurah Village, Cilongok District, Banyumas Regency. Method: This research is a descriptive qualitative research. Determination of informants using purposive sampling techniques. There are 8 informants consisting of 5 main informants and 3 supporting informants. Data was collected through in-depth interviews. Data analysis includes data reduction, data presentation, conclusion and verification. Research variables include knowledge, perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefit, perceived barriers, self efficacy, cues to action and behavior. Research Results: The informant's knowledge of sex education is quite good, but it needs to be improved. The vulnerability of children to sexual violence makes sex education important. Many benefits children receive from sex education. If not prevented by sex education, it causes negative impacts due to sexual violence. The informant had provided sex education to her child and had several contributing factors. There are obstacles that affect the confidence of informants. The communication relationship between informants and children runs well and is mutually open. Conclusions: Knowledge, perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefit, perceived barriers, self efficacy, cues to action and parental behavior have a significant relationship with the provision of sex education to children. Keywords: Sex Education, Sexual Violence, Perception. | |
| 40080 | 42413 | E1A019148 | TINJAUAN YURIDIS TERKAIT SIKAP DIAM PEJABAT ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DALAM PERMOHONAN PENERBITAN SERTIFIKAT HAK ATAS TANAH (STUDI PUTUSAN NOMOR : 8/P/FP/2021/PTUN.PBR) | Pemerintah dalam upaya optimalisasi layanan publik dan penerapan prinsip good governance, mengeluarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan yang memperluas kewenangan menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara salah satunya kewenangan memutus permohonan fiktif positif. Untuk memberikan keputusan yang konkret terhadap permohonan yang sifatnya fiktif, Mahkamah Agung megeluarkan PERMA Nomor 8 Tahun 2017 tentang Pedoman Beracara untuk Memperoleh Putusan Atas Penerimaan Permohonan Guna Mendapatkan Keputusan dan atau Tindakan Badan atau Pejabat Pemerintahan. Peraturan Perundang-Undangan tersebut menjadi landasan bagi Hakim dalam menyelesaikan perkara fiktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemenuhan kriteria permohonan keputusan fiktif positif dalam perkara a quo dan mengetahui pertimbangan hukum hakim terkait sikap diam pejabat administrasi pemerintahan pada putusan Nomor : 8/P/FP/2021/PTUN.PBR. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, dengan spesifikasi deskriptif analitis. Sumber bahan hukum yang digunakan adalah primer, sekunder, dan tersier. Bahan hukum yang diperoleh disajikan dengan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa permohonan keputusan fiktif positif dalam perkara a quo tidak terpenuhi dan pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara melalui aspek kewenangan pengadilan, aspek kedudukan hukum pemohon, dan aspek pokok permohonan tidak tepat. | The government, in its effort to optimize public services and uphold the principles of good governance, issued Law Number 30 of 2014 on Government Administration, which expands the authority to resolve disputes related to State Administration procedures, including the authority to decide on fictitious positive requests. To provide concrete decisions on requests of a fictitious nature, the Supreme Court issued Regulation Number 8 of 2017 concerning Procedural Guidelines for Obtaining Decisions on the Acceptance of Requests to Obtain Decisions and/or Actions of Government Bodies or Officials. This legal regulation serves as the foundation for judges in handling fictitious cases. This research aims to determine the fulfillment of criteria for positive fictitious decision requests in the case at hand and understand the legal considerations of the judge regarding the silent stance of state administrative officials in Decision Number: 8/P/FP/2021/PTUN.PBR. This study uses a normative juridical approach with descriptive analytical specifications. The legal materials used come from primary, secondary, and tertiary sources. Legal materials obtained are presented through qualitative analysis methods. The results of this study indicate that the request for a positive fictitious decision in the case at hand is not fulfilled, and the legal considerations of the judge in deciding the case through the aspects of court jurisdiction, the legal status of the applicant, and the substantive aspects of the request are not accurate. |