Artikelilmiahs

Menampilkan 39.981-40.000 dari 48.907 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3998144545E2A020029KEBIJAKAN HUKUM PENGADAAN PEGAWAI PEMERINTAH DENGAN PERJANJIAN KERJA (PPPK) DI SEKRETARIAT JENDERAL DEWAN KETAHANAN NASIONALSebagaimana amanat pada Pasal 66 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN bahwa Pegawai non-ASN atau nama lainnya wajib diselesaikan penataannya paling lambat Desember 2024. Hal ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menghilangkan ketidakjelasan konsep pegawai kontrak/tenaga honorer yang ada saat ini yang diwadahi dengan adanya PPPK. Oleh karena itu, setiap Instansi Pemerintah perlu melaksanakan pengadaan PPPK dengan membuka jabatan lowong yang dapat diisi oleh pegawai non-ASN. Terdapat 2 (dua) rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu kebijakan hukum pengadaan PPPK dalam memenuhi kebutuhan pegawai ASN di Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional, dan implikasi hukum terhadap tenaga honorer yang jabatannya tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dilamar.
Kerangka teori yang digunakan oleh penulis pada penelitian ini, yaitu kebijakan (teori freies ermessen), jabatan (prinsip the right man on the right place), dan hukum kepegawaian (teori hubungan dinas publik). Jenis penelitian metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan analisis, spesifikasi penelitian preskriptif, pengumpulan data dengan studi kepustakaan dan dokumentasi, penyajian data dalam bentuk naratif dan tabel matriks, dan analisis data menggunakan metode analisis kualitatif dengan menambahkan penafsiran sistematis, teleogis, dan gramatikal yang disusun secara sistematis dan terorganisir.
Hasil dari penelitian ini pertama, kebijakan hukum dalam pengadaan PPPK tersebut belum bisa secara optimal merekrut PPPK dalam pengadaan PPPK untuk menghilangkan tenaga honorer. Kedua, Implikasi hukum terhadap tenaga honorer (eks THK-II dan tenaga non-ASN) dengan jabatannya tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dilamar yaitu tidak terpenuhinya syarat administrasi yang menyebabkan tenaga honorer tersebut tidak lolos seleksi administrasi dan tidak terpenuhinya syarat kompetensi yang menyebabkan tenaga honorer tersebut tidak lolos seleksi kompetensi.
As mandated in Article 66 of Law Number 20 of 2023 concerning ASN, non-ASN employees or other names must have their arrangements completed no later than December 2024. This is one of the government's efforts to eliminate the current unclear concept of contract employees/honorary workers which is accommodated by government employees with work agreements. Therefore, every government agency needs to carry out procurement of government employees with employment agreements by opening up vacant positions which can be filled by non-state civil servant employees. There are 2 (two) problem formulations in this research, namely the legal policy for procuring government employees with work agreements to meet the needs of state civil servant employees at the Secretariat General of the National Defense Council, and the legal implications for honorary staff whose positions do not match the educational qualifications applied for.
The theoretical framework used by the author in this research is policy (freies ermessen theory), position (the right man on the right place principle), and civil service law (public service relations theory). This type of research is a normative juridical method with a statutory approach and analytical approach, prescriptive research specifications, data collection using literature and documentation studies, presenting data in narrative form and matrix tables, and data analysis using qualitative analysis methods by adding systematic, teleological and grammar that is arranged systematically and organized.
The results of this research are first, the legal policy in procuring government employees with work agreements has not been able to optimally recruit government employees with work agreements in procuring government employees with work agreements to eliminate honorary workers. Second, the legal implications for honorary staff whose positions do not match the educational qualifications applied for, namely failure to fulfill administrative requirements which causes the honorary staff not to pass the administrative selection and failure to fulfill competency requirements which causes the honorary staff not to pass the competency selection.
3998242235F1F019060Respon Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Terhadap Kebijakan Renewable Energy Directive Uni Eropa Tahun 2019-2022Uni Eropa merupakan salah satu importir minyak sawit terbesar di dunia, yang menjadikan mereka memiliki suatu rasa keharusan atas apa yang dihasilkan dari proses kegiatan pembuatan minyak sawit atau pun hasil dari pembuatan minyak sawit yang menyebabkan perubahan iklim dan pemanasan global. Peningkatan kesadaran terhadap dampak perubahan iklim serta akibat yang timbul dari perubahan iklim tersebut melatar belakangi kebijakan Renewable Energy Directive untuk disusun. Banyak negara yang terpengaruh dengan adanya kebijakan Renewable Energy Directive termasuk Indonesia, karena penekanan dan seleksi minyak sawit membuat harga dan nilai ekspor mengalami penurunan akibat dari kebijakan Uni Eropa ini yang melarang negara anggota Uni Eropa menggunakan biofuel kelapa sawit karena dianggap sebagai sumber penyumbang terbesar deforestasi yang membuat negara-negara produsen minyak kelapa sawit menentang kebijakan ini karena dianggap dapat mengganggu ekspor kelapa sawit mereka. Tulisan ini akan membahas respon yang diberikan kelompok industri sawit Indonesia dengan adanya kebijakan Renewable Energy Directive Uni Eropa dari tahun 2019-2022. Tulisan ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil dari tulisan ini menunjukkan bahwa bagaimana kelompok industri sawit Indonesia melakukan sejumlah upaya dan respon kepada pemerintahan Uni Eropa dengan adanya kebijakan Renewable Energy Directive.The European Union is one of the largest importers of palm oil in the world, which makes it imperative for them to be aware that the production of palm oil is causing climate change and global warming. Increased awareness of the impact of climate change and the consequences of climate change is the background for the Renewable Energy Directive. Many countries are affected by the Renewable Energy Directive policy including Indonesia, because the emphasis and selection of palm oil has made the price and value of exports decline due to this EU policy which prohibits EU member countries from using palm oil biofuels because it is considered the largest contributor to deforestation which makes palm oil producing countries oppose this policy because it is considered to interfere with their palm oil exports. This paper will discuss the response given by Indonesian palm oil industry groups to the existence of the European Union's Renewable Energy Directive policy from 2019-2022. This paper is descriptive in nature using qualitative research methods. The results of this paper show that how Indonesian palm oil industry groups made a number of efforts and responses to the European Union government with the Renewable Energy Directive policy.
3998342337L1A019048MIKROALGA PERIFITON YANG MENEMPEL PADA ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) DI WADUK PENJALINWaduk Penjalin digunakan sebagi irigasi, lokasi wisata, serta sebagai sarana perikanan tangkap oleh masyarakat sekitar. Terdapat beberapa area eceng gondok yang tersebar di perairan Waduk Penjalin. Eceng gondok yang terdapat di perairan Waduk Penjalin dapat menjadi substrat bagi tempat hidupnya mikroalga perifiton. Mikroalga perifiton adalah organisme perairan yang hidupnya bersifat menempel pada substrat. Mikroalga perifiton bersifat menetap pada substrat dalam waktu yang lama dan mampu merespons bahan polutan terlarut, sehingga mampu memberikan informasi tentang kondisi kualitas suatu perairan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelimpahan dan struktur komunitas perifiton dan kondisi perairan di Waduk Penjalin. Metode yang digunakan purpose random sampling dengan lima stasiun didasarkan adanya ekosistem eceng gondok yang ada di perairan. Hasil penelitian diperoleh nilai kelimpahan berkisar antara 499-10.449 ind/cm2, keanekaragaman berkisar antara 1,03-1,88 dan nilai dominansinya berkisar antar 0,19-0,30. Kondisi perairan Waduk Penjalin tergolong tercemar sedang.Penjalin Reservoir is used as irrigation, a tourist location, and as a means of fishing by the local community. There are several water hyacinth areas scattered in the waters of the Penjalin Reservoir. Water hyacinth found in the waters of the Penjalin Reservoir can become a substrate for periphyton microalgae to live on. Periphyton microalgae are aquatic ecosystems whose life is attached to the substrate. Periphyton microalgae remain on the substrate for a long time and are able to respond to dissolved pollutants, so they can provide information about the quality conditions of a water body. This study purpose to determine the abundance and structure of periphyton communities and water conditions in the Penjalin Reservoir. The method used random sampling with five stations based on the water hyacinth ecosystem in the waters. The research results obtained values ranging from 499-10,449 ind/cm2, diversity ranged from 1.03-1.88 and dominance values ranged from 0.19-0.30. The condition of the Penjalin Reservoir waters is classified as moderately polluted.
3998442338J1B019005Campur Kode dalam Podcast YouTube Boy WilliamPenelitian memiliki tujuan untuk mendeskripsikan wujud dan faktor latar belakang campur kode pada konten NebengBoy dan UNBW di YouTube Boy William. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Data yang digunakan berupa kata, frasa, klausa, pengulangan kata, dan idiom. Sumber data penelitian ini dari video siniar pada kanal YouTube Boy William. Metode pengumpulan data menggunakan metode simak yang dilanjutkan dengan metode simak bebas libat cakap dan teknik catat. Teknik analisis data menggunakan teknik padan dilanjutkan dengan teknik dasar pilah unsur penentu (PUP). Dalam penelitian ini menghasilkan data empat wujud campur kode, yaitu 20 data berwujud kata, 9 data berwujud frasa, 4 data berwujud klausa, 3 data berwujud pengulangan kata dan 3 data berwujud idiom. Faktor latar belakang terjadinya campur kode ditemukan 22 data termasuk latar belakang penutur dan 18 data termasuk latar belakang kebahasaan penutur.The research aims to describe the form and background factors of code mixing in NebengBoy and UNBW content on Boy William's YouTube. This research is descriptive qualitative in nature. The data used is in the form of words, phrases, clauses, word repetitions and idioms. The data source for this research is from a video podcast on the Boy William YouTube channel. The data collection method uses the listening method followed by the proficient free-involved listening method and note-taking techniques. The data analysis technique uses the matching technique followed by the basic technique of selecting determining elements (PUP). This research produced data in four forms of code mixing, namely 20 data in the form of words, 9 data in the form of phrases, 4 data in the form of clauses, 3 data in the form of word repetitions and 3 data in the form of idioms. The background factors for code mixing were found to be 22 data including the attitudinal tyoe and 18 data including the linguistic type.
3998542339K1C017020INTERPRETASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DAERAH PROSPEK BATUBARA LEBAK BANTEN BERDASARKAN DATA ANOMALI GRAVITASI CITRA GEOSAT DAN ERS-1Penelitian menggunakan metode gravitasi citra satelit telah dilakukan di daerah Lebak, Banten. Gravitasi citra satelit menghasilkan data anomali gravitasi yang telah terkoreksi hingga udara bebas. Pemodelan geologi bertujuan untuk mengetahui model bawah permukaan dan mengidentifikasi kedalaman dan ketebalan formasi pembawa batubara. Pengolahan data meliputi koreksi bouguer, koreksi medan, reduksi ke bidang datar, serta pemisahan anomali regional dan residual. Data anomali residual dimodelkan menggunakan software Geosoft Oasis Montaj 8.4. Hasil pemodelan bawah permukaan di daerah penelitian memiliki rentang densitas 1,81-2,81 gram/cm3. Batuan penyusun bawah permukaan berasal dari beberapa formasi batuan yaitu anggota konglomerat Formasi Bayah, anggota batulempung Formasi Bayah, anggota batupasir Formasi Cijengkol, aluvium, anggota tuf Formasi Citarate, anggota batugamping Formasi Citarate, basalt, Formasi Cikotok dan batuan alas (andesit tua). Identifikasi pendugaan formasi pembawa batubara berada pada kedalaman 0 - 1.683,34 meter dengan ketebalan sebesar 1.683,34 meter. Formasi-formasi yang diidentifikasi sebagai pembawa batubara yaitu Formasi Bayah dan Formasi Cijengkol.Research using the satellite image gravity method has been carried out in the Lebak area, Banten. Gravity satellite imagery produces gravity anomaly data that has been corrected to free air. Geological modeling aims to determine the subsurface model and identify the depth and thickness of coal-bearing formations. Data processing includes Bouguer correction, terrain correction, reduction to plane, as well as discounting of regional anomalies and residuals. Residual anomaly data was modeled using Geosoft Oasis Montaj 8.4 software. The results of subsurface modeling in the research area have a density range of 1,81 – 2,81 grams/cm3. The rocks that make up the subsurface come from several rock formations, namely conglomerate members of the Bayah Formation, mudstone members of the Bayah Formation, sandstone members of the Cijengkol Formation, alluvium, tuff members of the Citarate Formation, limestone members of the Citarate Formation, basalt, Cikotok Formation and bedrock (old andesite). The estimated identification of the coal-bearing formation is at a depth of 0-1.683,34 meters with a thickness of 1.683,34 meters. The formations identified as coal carriers are the Bayah Formation and the Cijengkol Formation.
3998642340L1C019049Produktivitas Suara Ikan Giru (Amphiprion polymnus) Pada Kondisi Perairan Yang Terkontaminasi Minyak Bumi (Crude Oil) Pada Skala LaboratoriumPencemaran akibat tumpahan minyak bumi didaerah ekosistem terumbu karang dapat menyebabkan perubahan tingkah laku yang dapat diidentifikasi dengan adanya perubahan produktivitas suara. Tujuan penelitian ini adalah mengukur serta menganalisis produktivitas suara yang dihasilkan ikan giru (Amphiprion polymnus) pada konsentrasi minyak bumi yang berbeda. Metode penelitian ini adalah semiobservasi dengan mengunakan akustik pasif yang dibagi menjadi 3 tahap meliputi persiapan, pengamatan, dan analisis data dengan konsentrasi minyak bumi yang berbeda. Hasil yang didapat penelitian ini yaitu terdapat 3 jenis karakteristik suara ikan giru (Amphiprion polymnus) yang teridentifikasi sebagai jenis suara chirp, pop, dan scooling (SC) yang mengindikasikan adanya gangguan, keadaan terancam ataupun tingkat stress ikan. Produktivitas suara yang dihasilkan mengalami kecenderungan meningkat secara linier dengan koefisien determinasi (R2 ) sebesar 0,2231 atau 22,31%. Water pollution due to oil spills in coral reef ecosystems causes behavior changes that can be identified by the sound productivity. The purpose of this research is to measure and analyze the sound productivity produced by clownfish (Amphiprion polymnus) at different petroleum concentrations. This research method is semi-observation using passive acoustics which is divided into 3 stages including preparation, observation and data analysis with different petroleum concentrations. there ware 3 types of sound characteristics of clownfish (Amphiprion polymnus) identified as chirp, pop, and scooling (SC) sounds which indicate disturbance, threat or stress level of the fish. The results showed that sound productivity tends to increase linearly with a coefficient of determination (𝑅2) of 0.2231 or 22.31%.
3998742308L1A019040Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Perairan Waduk Penjalin, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa TengahWaduk Penjalin difungsikan oleh masyarakat sekitar untuk beraktifitas seperti wisata, perikanan, pertanian, peternakan, MCK dan lain sebagainya. Aktifitas tersebut berpotensi menjadi sumber pencemaran yang akan mempengaruhi kondusi makhluk hidup di dalamnya, salah satunya yaitu makrozoobentos. Makrozoobentos dapat merespon pencemaran dan dapat digunakan sebagai bioindikator kualitas perairan di Waduk Penjalin. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui nilai keanekaragaman, keseragaman, kepadatan, dan dominansi makrozoobentos serta mengetahui tingkat pencemaran perairan berdasarkan nilai Family Biotic Index (FBI) makrozoobentos di Waduk Penjalin. Metode yang digunakan yaitu purposive random sampling dengan 9 stasiun penelitian yang didasarkan pada aktifitas Masyarakat sekitar. Sampel makrozoobentos diambil menggunakan ekman grab yang kemudian diidentifikasi dan dianalisis. Hasil penelitian ditemukan 8 spesies makrozoobentos dengan rata-rata kepadatan 657 ind/m², rata-rata keanekaragaman 1,28, rata-rata keseragaman 0,87, dan rata-rata dominansi 0,34. Nilai rata-rata FBI yang didapat adalah 6,67 yang dikategorikan dalam kategori buruk.Penjalin Reservoir is used by the surrounding community for activities such as tourism, fishing, agriculture, farm, MCK and many others. That activity can become a potential source of pollution that will affect the conditions of living creatures within it, one of which is macrozoobenthos. Macrozoobenthos can respond to pollution and can be used as a bioindicator of water quality in the Penjalin Reservoir. The aim of this research is to determine the value of diversity, uniformity, density and dominance of macrozoobenthos and to determine the level of water pollution based on the Family Biotic Index (FBI) value of macrozoobenthos in the Penjalin Reservoir. The method used was purposive random sampling with 9 stations based on the activities of the surrounding community. Macrozoobenthos samples were taken using an Ekman grab which were then identified and analyzed. The results 8 macrozoobenthos species found with an average of density is 657 ind/m², average of diversity is 1.28, average of evenessity is 0.87, and average of dominance is 0.34. The average of FBI value is 6.67 which was categorized as bad.
3998844544J1D017023CITRA PEREMPUAN DAN KETIDAKADILAN GENDER PADA FILM PENYALIN CAHAYA KARYA WREGAS BHANUTEJA (KAJIAN SASTRA FEMINISME)
Penelitian ini meneliti menggambarkan bahwa sosok perempuan memiliki citra diri maupun citra sosial, tetapi juga seringkali mendapatkan bentuk ketidakadilan yang disebabkan oleh perbedaan gender. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan (1) Perwujudan citra perempuan dalam film Penyalin Cahaya karya Wregas Bhanuteja. (2) Bentuk ketidakadilan gender dalam Film Penyalin Cahaya karya Wregas Bhanuteja. Bentuk penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Objek dalam penelitian ini berfokus pada citra perempuan dalam aspek psikis, fisik, keluarga, dan masyarakat. Sedangkan bentuk ketidakadilan gender meliputi marginalisasi, subordinasi, stereotipe, kekerasan, dan beban kerja ganda. Subjek penelitian ini yaitu Film Penyalin Cahaya karya Wregas Bhanuteja. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik dasar sadap dan teknik lanjutannya menggunakan teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis isi. Teknik penyajian data dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode penyajian data informal. Hasil penelitian mengenai citra perempuan dan ketidakadilan gender dalam Film Penyalin Cahaya karya Wregas Bhanuteja menunjukkan bahwa terdapat (1) Citra perempuan dalam Film Penyalin Cahaya karya Wregas Bhanuteja meliputi aspek psikis yang berjumlah 4 data, aspek fisik berjumlah 3 data, citra perempuan dalam keluarga berjumlah 3 data, dan citra perempuan dalam masyarakat berjumlah 5 data. (2) Ketidakadilan gender dalam Film Penyalin Cahaya karya Wregas Bhanuteja terdiri dari marginalisasi, subordinasi, stereotipe, kekerasan, dan beban kerja ganda. Bentuk ketidakadilan gender yaitu marginalisasi berjumlah 4 data, subordinasi berjumlah 3 data, stereotipe berjumlah 3 data, kekerasan berjumlah 3 data, dan beban kerja berjumlah 2 data.

Kata kunci: feminisme, citra perempuan, ketidakadilan gender, Penyalin Cahaya
This study illustrates that the female figure has a self-image and a social image, but also often gets a form of inequalities caused by gender differences. The purpose of this research is to describe (1) The embodiment of the image of women in the film Penyalin Cahaya by Wregas Bhanuteja (2) The form of gender inequalities in the Film Penyalin Cahaya by Wregas Bhanuteja. This research is a qualitative descriptive study. The object of this study focuses on the image of women in physicological, physical, family, and community aspects. Meanwhile, forms of gender inequalities include marginalization, subordination, stereotypes, violence, and double burden. The subjects of this study is Film Penyalin Cahaya by Wregas Bhanuteja. The data collection techniques in this study using the method of listening with basic tapping techniques and the advanced technique uses free-involved listening techniques (SBLC) and note-taking techniques. The data analysis techniques using content analysis techniques. Techniques of presenting data in this research is using informal data presentation method. Results of research on the image of women and gender inequalities in the film Penyalin Cahaya by Wregas Bhanuteja show as follows (1) The image of women in the film Penyalin Cahaya by Wregas Bhanuteja covers aspects psychological aspect amounted to four data, the physical aspect totaled three data, the image of women in the family are three data, and the image of women in society amounted to five data. (2) The gender inequalities of film Penyalin Cahaya by Wregas Bhanuteja work consists of marginalization, subordination, stereotypes, violence, and double burden. Forms of gender inequalities are marginalization with four data, three data form subordination, three data form stereotypes, three data form violence, and two data form double burden.

Keywords: feminism, image of women, gender inequalities, Penyalin Cahaya
3998942341F1F017071Lombok Treaty sebagai Implementasi Kerja Sama Indonesia-Australia dalam Program Deradikalisasi di Indonesia Tahun 2015-2019Penelitian yang berjudul “Lombok Treaty sebagai Implementasi Kerja Sama Indonesia-Australia dalam Program Deradikalisasi di Indonesia Tahun 2015-2019”. Fokus penelitian ini adalah mengalanisis bagaimana Indonesia dan Australia dalam menanggulangi atau mencegah tidak kejahatan yaitu terorisme,Setelah kerjadian BOM bali yang memakan korban hampir 209 orang, dan dari 209 orang tersebut 88 orang merupakan warga negara Australia . Berdasarkan data yang diperoleh, Indonesia dan Australia melakukan Kerjasama ini mulai tahun 2006. Kerja sama yang dilakukan berupa menyediakan kerangka kerja untuk mengatasi tantangan keamanan tradisional dan non-tradisional. Perjanjian ini memberikan kerangka hukum yang kuat untuk mendorong dialog bilateral, pertukaran, dan pelaksanaan kegiatan secara kooperatif. Ini memperkuat komitmen untuk bekerja sama dalam pertahanan, penegakan hukum, anti-terorisme, keamanan maritim, serta tentang manajemen dan tanggap darurat. Pada kerja sama ini kedua negara melakukan berbagai kegiatan, salah satunya adalah melukakan beberapa pertemuan untuk membahas dan merencanakan program yang akan dijalankan untuk memerangi khasus terorisme. The study is titled “The Lombok Treaty on the Implementation of Indonesia-Australia Cooperation Deradicalization Program in Indonesia 2015-2019”. The objective of this study is to analyze how Indonesia and Australia managed or prevented crime, especially terrorism, after the attack in Bali that killed nearly 209 people and of these 209 people 88 were Australian citizens. Based on the data obtained, Indonesia and Australia carried out this cooperation starting in 2006. This cooperation was carried out in the form of providing a framework to overcome traditional and non-traditional security challenges. traditional. This agreement provides a solid legal framework to encourage dialogue, exchange and cooperation in carrying out bilateral counterterrorism, maritime security, as well as emergency management and response. As part of this cooperation, the two countries have conducted various activities, including holding several meetings to discuss and plan the programs to be implemented, especially on counter-terrorism.
3999042342E1A019303Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Dalam Pembatalan Keberangkatan Wisata Akibat Force Major Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen (Studi Putusan Pengadilan Negeri Batam Nomor 1/PDT.G.S/2023/PN. BTM)Perubahan iklim yang tidak menentu dan bencana alam yang menyebabkan pembatalan perjalanan wisata menimbulkan force major. Pelaksanaan jasa perjalanan wisata menimbulkan hubungan hukum antar wisatawan dengan perusahaan perjalanan wisata. Hak-hak konsumen semestinya diperhatikan dan dilindungi, namun dalam prakteknya sering terabaikan karena itikad tidak baik serta usaha hanya didorong untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui perlindungan hukum terhadap konsumen dalam pembatalan keberangkatan wisata akibat force major ditinjau dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen (Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Batam Nomor 1/PDT.G.S/2023/PN BTM).
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analisis. Sumber data dalam penelitian ini adalah bersumber dari data sekunder yang meliputi bahan hukum primer, sekunder dan tersier dengan menggunakan metode analisis data yang dilakukan secara normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa telah adanya perlindungan hukum kepada konsumen dalam pembatalan keberangkatan wisata akibat force major, dimana PT Mytrip Indonesia Endrifi telah melanggar hak konsumen yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Selanjutnya berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh hasil bahwa Hakim menyatakan bahwa perbuatan tersebut merupakan Perbuatan Melawan Hukum terkait kesalahan/kelalaian dalam menyampaikan informasi pembatalan keberangkatan perjalanan wisata.
Erratic climate change and natural disasters that cause the cancellation of tourist trips cause force majeure. The implementation of travel services creates a legal relationship between tourists and travel companies. Consumer rights should be considered and protected, but in practice are often neglected because of bad faith and businesses are only driven to get the maximum profit. This study aims to determine the legal protection of consumers in the cancellation of tour departures due to force majors in terms of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection (Case Study of Batam District Court Decision Number 1/PDT.G.S/2023/PN BTM).
The research method used is a normative juridical approach with descriptive analysis research specifications. The data source in this research is sourced from secondary data which includes primary, secondary and tertiary legal materials using normative qualitative data analysis methods.
Based on the results of the research, it shows that there has been legal protection to consumers in canceling tour departures due to force majeure, where PT Mytrip Indonesia Endrifi has violated consumer rights stipulated in Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. Furthermore, based on the results of research and discussion, it is obtained that the Judge states that the act is a Wrongful Act related to errors / negligence in conveying information on the cancellation of tour departures.
3999144505I1J020010The Relationship between Culture Shock and Quality of Life among Nurses and Caregivers of Indonesia Japan Economic Partnership Agreement ProgramLatar Belakang : Jepang mengundang Indonesia lewat program IJEPA dengan mengirimkan tenaga perawat/caregiver untuk mengatasi kenaikan jumlah penduduk lanjut usia yang sangat tinggi di Jepang. Namun Jepang mempunyai bahasa, budaya, norma dan aturan yang berbeda dengan Indonesia sehingga memicu culture shock pada perawat/caregiver Indonesia yang datang ke Jepang. Culture shock yang tidak diatasi dapat mempengaruhi kualitas hidup perawat/caregiver. Penelitian mengenai hubungan culture shock dengan kualitas hidup perawat/caregiver Indonesia yang bekerja di Jepang masih terbatas.
Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasi dengan teknik Accidental Sampling. Sampel penelitian ini adalah 87 perawat/caregiver yang mengikuti program IJEPA. Variabel diukur menggunakan kuesioner Culture Shock dan kuesioner Quality of Life versi bahasa Indonesia. Data dianalisis menggunakan Kolmogorov-Smirnov, Uji Homogenitas, One-Way Annova, dan Kruskall-Wallis.
Hasil : Mayoritas responden mengalami culture shock kategori sedang (62.07%) dan memiliki kualitas hidup yang baik disemua domain kualitas hidup kecuali domain hubungan sosial. Culture shock berhubungan dengan QoL pada domain psikologis (p = 0.019) domain hubungan sosial (p = 0.047) dan domain lingkungan (p = 0.005) Akan tetapi, culture shock tidak berhubungan dengan domain fisik (p = 0.503).
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara culture shock dengan semua domain dalam kualitas hidup (domain psikologis, hubungan sosial dan lingkungan), kecuali domain fisik.

Background : Japan invited Indonesia through the IJEPA program by sending nurses/caregivers to overcome the very high increase in the number of elderly people in Japan. However, Japan has a different language, culture, norms and rules from Indonesia, thus triggering culture shock among Indonesian nurses/caregivers who come to Japan. Untreated culture shock can affect the quality of life of nurses/caregivers. Research on the relationship between culture shock and the quality of life of Indonesian nurses/caregivers working in Japan is still limited.
Methodology : This research is a quantitative correlation research using the Accidental Sampling technique. The sample for this study was 87 nurses/caregivers who took part in the IJEPA program. Variables were measured using the Culture Shock questionnaire and the Indonesian version of the Quality of Life questionnaire. Data were analyzed using Kolmogorov-Smirnov, Homogeneity Test, One-Way Annova, and Kruskall-Wallis.
Results : The majority of respondents experienced moderate category culture shock (62.07%) and had a good quality of life in all quality of life domains except the social relations domain. Culture shock is related to QoL in the psychological domain (p = 0.019), social relations domain (p = 0.047) and environmental domain (p = 0.005). However, culture shock is not related to the physical domain (p = 0.503).
Conclusion : There is a relationship between culture shock and all domains of quality of life (psychological domain, social relationships and environment), except the physical domain.
3999242345A1A019050Perilaku Petani terhadap Risiko Produksi Kedelai di Kecamatan Kebasen Kabupaten PurwokertoTujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kedelai, tingkat risiko produksi kedelai, dan perilaku petani terhadap risiko produksi kedelai. Penelitian ini dilakukan dengan metode cluster sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 61 petani kedelai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor luas lahan, dan jumlah benih secara parsial berpengaruh nyata terhadap produksi kedelai. Tingkat risiko produksi kedelai termasuk dalam risiko produksi sedang. Perilaku petani kedelai dalam menghadapi risiko produksi sebagian besar adalah menghidari risiko. Hal ini dapat dilihat dari petani yang mengurangi penggunaan input produksi sehingga apabila terjadi kegagalan panen, kerugian yang dialami petani tidak besar.The purpose of this study was to determine the factors affecting soybean production, the level of risk of soybean production, and farmers' behavior towards soybean production risk. This research was conducted using the cluster sampling method. The number of samples in this study was 61 soybean farmers. The results showed that the factors of land area, and the number of seeds partially had a significant effect on soybean production. The level of risk of soybean production is included in the medium production risk. The behavior of soybean farmers in facing production risk is mostly risk aversion. This can be seen from farmers who reduce the use of production inputs so that in the event of crop failure, the losses experienced by farmers are not large.
3999342344E1B019028PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN BESI KANAL C
DENGAN LABEL SNI PALSU DITINJAU BERDASARKAN UNDANG- UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN
KONSUMEN (Studi Putusan Nomor 143/Pid.Sus/2022/PN.Mtr)
Perlindungan konsumen adalah peraturan yang menjamin adanya
kepastian hukum untuk memberi perlindungan kepada konsumen. Penelitian ini
dilakukan terhadap Putusan Pengadilan Negeri Mataram Nomor
143/Pid.Sus/2022/PN.Mtr mengenai tindakan pelaku usaha yang mendistribusikan
atau memperdagangkan Besi Kanal C menggunakan tanda SNI palsu atau bisa
disebut besi tersebut tidak memiliki tanda standar sesuai perundang-undangan
kepada konsumen
Penelitian ini menggunakan Metode pendekatan yuridis normatif dengan
spesifikasi penelitian deskriptif analitis, sumber data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan
hukum tersier. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan metode analisis
data normatif kualitatif yang dilakukan dengan Studi kepustakaan dan disajikan
dalam bentuk deskriptif analitif yang disusun secara sistematis. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa pelaku
usaha sudah bertanggung jawab sebagaimana telah diatur dalam Pasal 68 Jo. Pasal
26 ayat (1) Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2014 Tentang Standardisasi dan
Penilaian Kesesuaian, hal tersebut tercantum dalam amar putusan hakim yang
terdapat dalam Putusan Pengadilan Negeri Mataram Nomor
143/Pid.Sus/2022/PN.Mtr. Kata kunci : Perlindungan Hukum, Konsumen, Label SNI, Besi Kanal C.
Consumer protection is a regulation that guarantees legal certainty to
provide protection to consumers. This research was conducted on the Decision of
the Mataram District Court Number 143/Pid.Sus/2022/PN.Mtr regarding the
actions of business actors who distributed or traded Kanal C iron using fake SNI
markings or what could be said was that the iron did not have standard markings
according to the law to consumers. This research uses a normative juridical approach method with analytical
descriptive research specifications. The data sources used in this research are
primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials. The data obtained will be analyzed using the qualitative normative data analysis
method carried out by literature study and presented in analytical descriptive
form which is arranged systematically. Based on the results of the research carried out, it was found that business
actors were responsible as regulated in Article 68 Jo. Article 26 paragraph (1) of
Law Number 20 of 2014 concerning Standardization and Conformity Assessment, this is stated in the judge's decision contained in the Mataram District Court
Decision Number 143/Pid.Sus/2022/PN.Mtr. Keywords : Legal Protection, Consumers, SNI Labels, Channel C Iron.
3999442346J1D019047KORELASI TEORI STOIKISME DAN TEORI PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD PADA TOKOH UTAMA DALAM NOVEL REMBULAN TENGGELAM DI WAJAHMU
KARYA TERE LIYE
Dengan novel sebagai bahan penelitiannya, latar belakang yang akan dibahas mengenai perpaduan antara nilai stoikisme dan psikoanalisis ini merupakan hal yang berbeda dan belum banyak dikaji. Untuk teori stoikisme akan mengambil nilai mengenai faktor dikotomi kendali dan hidup selaras dengan alam, sedangkan teori Sigmund Freud yang digunakan adalah id, ego, dan superego. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perihal nilai-nilai stoikisme serta psikoanalisis dari Sigmund Freud yang ada novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu karya Tere Liye.
Hasil analisis data menunjukkan terdapat 40 data dengan ketentuan terbagi menjadi 6 bagian. Untuk teori stoikisme hidup selaras dengan alam terdapat 9 data, teori stoikisme faktor dikotomi kendali terdapat 9 data, teori psikoanalisis bagian id terdapat 9 data, bagian ego 8 data, dan yang terakhir bagian superego terdapat 5 data. Bentuk teori stoikisme, teori psikoanalisis Sigmund Freud, dan korelasi antara dua teori tersebut cukup banyak ditemukan dalam novel. Ray sebagai tokoh utama yang mengalami banyak pergolakan batin selama hidupnya melakukan tindakan yang sesuai dengan nilai-nilai dua teori tersebut.
With the novel as research material, the background that will be discussed regarding the combination of Stoicism and psychoanalysis is something different and has not been studied much. Stoicism theory will take values regarding the dichotomy factor of control and living in harmony with nature, while Sigmund Freud's theory used is the id, ego and superego. This research aims to describe the values of stoicism and psychoanalysis from Sigmund Freud in the novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu by Tere Liye.
The results of data analysis show that there are 40 data with provisions divided into 6 parts. For the Stoicism theory of living in harmony with nature, there are 9 data, for the Stoicism theory of dichotomy factors of control there are 9 data, for the psychoanalytic theory, the ID section has 9 data, the ego section has 8 data, and finally the superego section has 5 data. Forms of Stoicism theory, Sigmund Freud's psychoanalysis theory, and the correlation between these two theories are quite often found in the novel. Ray as the main character, who experienced a lot of inner turmoil during his life, takes actions that are in accordance with the values of these two theories.
3999542347K1B019046Dimensi Metrik Ketetanggaan dan Ketetanggaan Lokal Pada Graf Dutch WindmillNilai dimensi metrik ketetanggaan dan dimensi metrik ketetanggaan lokal ditentukan dengan cara mengambil himpunan pembeda ketetanggaan dan ketetanggaan lokal dengan jumlah anggotanya yang minimum. Himpunan pembeda ketetanggaan merupakan himpunan simpul di suatu graf sedemikian sehingga semua simpul di graf tersebut memiliki representasi ketetanggaan yang berbeda terhadapnya. Definisi himpunan pembeda ketetanggaan lokal sama seperti himpunan pembeda ketetanggaan, namun terdapat syarat tambahan dimana hanya pasangan simpul yang saling bertetangga saja yang tidak boleh memiliki representasi ketetanggaan yang sama. Penelitian ini membahas tentang penentuan nilai dimensi metrik ketetanggaan dan ketetanggaan lokal dari graf dutch windmill D_n^m dengan n\geq3 dan m\geq2. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa terdapat 6 kasus pada nilai dimensi metrik ketetanggaan dan 3 kasus pada dimensi metrik ketetanggaan lokal. Setiap kasus tersebut dibedakan berdasarkan dengan besaran nilai n dari graf dutch windmill D_n^m.The value of adjacency metric dimension and local adjacency metric dimension is determined by taking the adjacency resolving set and local adjacency with the minimum number of members. A adjacency resolving set is a set of vertices in a graph such that all vertices in the graph have different adjacency representations to them. The definition of a local adjacency metric dimension is the same as a adjacency metrik dimension, but there is an additional requirement that only pairs of adjacency vertices can not have the same adjacency representation. This research discusses determining the adjacency metric dimension and the local adjacency metric dimension values of the dutch windmill graph D_n^m With n\geq3 and m\geq2. This research found that there were 6 cases in the adjacency metric dimension and 3 cases in the local adjacency metric dimension. Each case is differentiated based on the n valueof the dutch windmill graph D_n^m.
3999644546C1C020036Pengaruh Audit Fee dan Spesialisasi Industri Auditor Terhadap Audit Delay dengan Kualitas Audit Sebagai Variabel MediasiPenelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh audit fee dan spesialisasi industri auditor terhadap audit delay dengan kualitas audit sebagai pemediasi terhadap perusahaan asuransi sektor keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2018 – 2022. Penelitian ini menggunakan teori keagenan sebagai dasar dalam penelitian ini. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 40 data penelitian yang berasal dari 8 perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, uji inner model, dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Audit fee berpengaruh negatif terhadap kualitas audit. (2) Audit fee tidak berpengaruh negatif terhadap audit delay. (3) Spesialisasi industri auditor berpengaruh negatif terhadap kualitas audit. (4) Spesialisasi industri auditor berpengaruh positif terhadap audit delay. (5) Kualitas audit berpengaruh negatif terhadap audit delay. (6) Audit fee berpengaruh positif terhadap audit delay melalui kualitas audit. (7) Spesialisasi industri auditor berpengaruh positif terhadap audit delay melalui kualitas audit.This study aims to test and analyze the effect of audit fees and auditor industry specialization on audit delay with audit quality as a mediator for financial sector insurance companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the period 2018 – 2022. This study uses agency theory as the basis for this research. The type of data used is secondary data in the form of the company's annual financial statements. The sample used in this study amounted to 40 research data from 8 companies. The sampling technique uses purposive sampling method based on certain criteria. The data analysis technique used are descriptive statistical analysis, inner model test, and hypothesis testing. The results of this study indicate that: (1) Audit fees have a negative effect on audit quality. (2) Audit fees have no negative effect on audit delay. (3) Auditor industry specialization has a negative effect on audit quality. (4) Auditor industry specialization has a positive effect on audit delay. (5) Audit quality has a negative effect on audit delay. (6) Audit fees have a positive effect on audit delay through audit quality. (7) Auditor industry specialization has a positive effect on audit delay through audit quality.
3999742348C1L019024DAMPAK MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI MAN 2 BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penerapan model pembelajaran Treffinger terhadap pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kreatif siswa pada mata pelajaran ekonomi. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu, dimana populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII MIPA MAN 2 Banyumas yang mengampu mata pelajaran ekonomi yang berjumlah 156 orang. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah teknik purposive sampling di mana penentuan sampel berdasarkan kriteria-kriteria tertentu, sehingga diperoleh kelas XII MIPA 3 dan XII MIPA 4 dengan jumlah 76 responden yang akan diuji dengan menggunakan instrumen pemahaman konsep berupa 14 soal pilihan ganda dan kemampuan berpikir kreatif berupa 4 soal uraian. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan uji prasyarat instrumen dan uji analisis data seperti uji normalitas, homogenitas, dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman konsep siswa sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran Treffinger. Kedua, terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kreatif siswa sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran Treffinger. This study aims to determine the impact of the application of the Treffinger learning model on students' understanding of concepts and creative thinking skills in economics subjects. This type of research is a pseudo-experiment, where the population of this study is all students of class XII MIPA MAN 2 Banyumas who teach economics subjects totaling 156 people. The sampling technique carried out is a purposive sampling technique in which the determination of samples is based on certain criteria, so that classes XII MIPA 3 and XII MIPA 4 are obtained with a total of 76 respondents who will be tested using concept understanding instruments in the form of 14 multiple-choice questions and creative thinking skills in the form of 4 description questions. While the data analysis techniques used are instrument prerequisite tests and data analysis tests such as normality, homogeneity, and t-tests. The results showed that first, there were significant differences in students' understanding of concepts before and after the application of the Treffinger learning model. Second, there are significant differences in students' creative thinking abilities before and after the application of the Treffinger learning model.
3999844803C1A019024FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI MINAT PETANI MUDA UNTUK BEKERJA PADA SEKTOR PERTANIAN DI KECAMATAN LEUWILIANG KABUPATEN BOGOR
Indonesia merupakan negara agraris yang masyarakatnya sebagian besar hidup dari bercocok tanam. Pertanian merupakan pilar penting dalam pengembangan ekonomi di Indonesia khususnya pada wilayah pedesaan, akan tetapi keberlanjutan sektor pertanian menghadapi ancaman yang serius dengan berkurangnya jumlah generasi muda yang enggan untuk berkecimpungan pada pertanian.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kepemilikan luas lahan orang tua, pendidikan petani, pekerjaan orang tua dan alat teknologi pertanian terhadap minat pemuda untuk bekerja pada sektor pertanian serta untuk mengetahui variabel yang paling memengaruhi minat pemuda untuk bekerja pada sektor pertanian.
Responden dari penelitian ini yaitu sebanyak 84 responden sebagai sampel dari tiga wilayah yang dijadikan tempat penelitian di Kecamatan Leuwiliang dan terdiri dari pemuda yang berusia 16-30 tahun. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan metode wawancara dan kuisioner sedangkan untuk teknik analisis menggunakan teknik regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan luas lahan, pendidikan petani, pekerjaan orang tua dan alat teknologi pertanian secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap minat pemuda untuk bekerja pada sektor pertanian di Kecamatan Leuwiliang. Kemudian secara parsial, variabel kepemilikan luas lahan orang tua, pekerjaan orang tua dan alat teknologi pertanian berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat pemuda.
Implikasi dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki lahan didorong untuk mengajarkan keluarganya bertani karena untuk meningkatkan minat pemuda. Orang tua yang bekerja sebagai petani diharapkan dapat mengajarkan anak-anaknya mulai dari teknik menanam, memupuk, pemberantasan hama, panen dan pemasaran. Pemuda didorong untuk dapat mengemmbangkan dan mengoperasikan teknologi, karena dapat meningkatkan kualitas hasil pertanian.
Indonesia is an agricultural country whose people mostly live from farming. Agriculture is an important pillar in economic development in Indonesia, especially in rural areas, however, the sustainability of the agricultural sector is facing serious threats with the decreasing number of young people who are reluctant to get involved in agriculture.
The aim of this research is to analyze the influence of parents' land ownership, farmer education, parents' occupation and agricultural technology tools on young people's interest in working in the agricultural sector and to find out the variables that most influence young people's interest in working in the agricultural sector.
The respondents of this research were 84 respondents as samples from three areas used as research sites in Leuwiliang District and consisted of youth aged 16-30 years. The data collection technique uses interview and questionnaire methods, while the analysis technique uses multiple linear regression techniques.
The results of the research show that land ownership, farmer education, parents' occupation and agricultural technology tools together have a significant influence on youth's interest in working in the agricultural sector in Leuwiliang District. Then, partially, the variables of parental land ownership, parental occupation and agricultural technology tools have a positive and significant effect on youth interest.
The implication of this research is that parents who own land are encouraged to teach their families to farm because it increases youth interest. Parents who work as farmers are expected to be able to teach their children techniques ranging from planting, fertilizing, eradicating pests, harvesting and marketing. Youth are encouraged to be able to develop and operate technology, because it can improve the quality of agricultural products.
3999942349F1A019120Pengetahuan Siswa SD Mengenai Seksualitas dan Variabel yang MemengaruhinyaPenelitian ini bertujuan menjelaskan hubungan pendidikan seks dalam keluarga dan akses informasi melalui media sosial dengan pengetahuan mengenai seksualitas. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan menyebarkan kuesioner kepada siswa kelas 5 dan 6 di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah dengan total sampel sebanyak 115 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden 81,74% mendapatkan pendidikan seks baik, dan beberapa responden lain 18,26% mendapatkan pendidikan seks kurang. Kemudian sebagian besar responden 93,04% memiliki akses informasi melalui media sosial aktif, dan sedikit responden 6,96% memiliki akses informasi melalui media sosial kurang aktif. Selain itu, sebagian besar responden 85,22% memiliki pengetahuan mengenai seksualitas tinggi, dan beberapa responden 14,78% memiliki pengetahuan mengenai seksualitas kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pendidikan seks dalam keluarga dengan pengetahuan mengenai seksualitas, dengan nilai r = 0,238 dan nilai signifikansi 0,000 ≤ 0,05. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara akses informasi melalui media sosial dengan pengetahuan mengenai seksualitas, dengan nilai r = 0,388 dan nilai signifikansi 0,000 ≤ 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara pendidikan seks dalam keluarga dengan pengetahuan mengenai seksualitas pada siswa SD di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Kemudian, terdapat hubungan yang positif antara akses informasi melalui media sosial dengan pengetahuan mengenai seksualitas pada siswa SD di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
This study aims to explain the relationship between sex education in the family and access to information through social media with knowledge about sexuality. This study used a survey method by distributing questionnaires to grade 5 and 6 students in Tegal Regency, Central Java with a total sample of 115 respondents. The results showed that most of the respondents 81.74% got good sex education, and some other respondents 18.26% got less sex education. Then most of the respondents 93.04% have access to information through active social media, and a few respondents 6.96% have access to information through less active social media. In addition, most of the respondents (85.22%) had high knowledge about sexuality, and some respondents (14.78%) had less knowledge about sexuality. The results showed that there was a relationship between sex education in the family and knowledge about sexuality, with a value of r = 0.238 and a significance value of 0.000 ≤ 0.05. In addition, the research results also show that there is a relationship between access to information through social media and knowledge about sexuality, with a value of r = 0.388 and a significance value of 0.000 ≤ 0.05. Thus, it can be concluded that there is a positive relationship between sex education in the family and knowledge about sexuality in elementary school students in Tegal Regency, Central Java. Then, there is a positive relationship between access to information through social media and knowledge about sexuality in elementary school students in Tegal Regency, Central Java.
4000042350J1B019042POTRET HEGEMONI KEKUASAAN DALAM NOVEL KERETA SEMAR LEMBU KARYA ZAKY YAMANIPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk hegemoni kekuasaan dan pengaruhnya dalam novel Kereta Semar Lembu karya Zaky Yamani berdasarkan teori Hegemoni Antonio Gramsci. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Hegemoni kekuasaan menjadi sebuah konsep yang memberikan potret atau gambaran tentang dominasi atau pengaruh kekuasaan yang mengakibatkan ketimpangan sosial dan pengelompokan struktur sosial yang berbeda dalam masyarakat. Pengelompokan tersebut terbagi dalam kelompok masyarakat dengan strata tertinggi hingga strata terendah berdasarkan dimensi atau tolak ukur tertentu. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat bentuk-bentuk dominasi kekuasaan dan pengaruh ideologi dalam novel.influence in the novel Kereta Semar Lembu by Zaky Yamani based on Antonio Gramsci's Hegemony theory. The method used in this research is descriptive qualitative with a literary sociology approach. Hegemony of power becomes a concept that provides a portrait or description of the dominance or influence of power that results in social inequality and different groupings of social structures in society. The grouping is divided into groups of people with the highest strata to the lowest strata based on certain dimensions or benchmarks. The results of the analysis in this study show that there are forms of power domination and ideological influence in the novel.