Artikel Ilmiah : C1A019083 a.n. ADITYA PAMUJI CAHYA SOBARLI
| NIM | C1A019083 |
|---|---|
| Namamhs | ADITYA PAMUJI CAHYA SOBARLI |
| Judul Artikel | PENGARUH UPAH MINIMUM, PERTUMBUHAN EKONOMI, TINGKAT PENDIDIKAN, DAN KESEMPATAN KERJA TERHADAP PENGANGGURAN TERDIDIK DI JAWA BARAT WILAYAH PRIANGAN TIMUR TAHUN 2013 - 2022 |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Tingkat pengangguran di Indonesia pada Agustus 2022 tercatat mencapai 5,86 persen, artinya dari 100 orang angkatan kerja, terdapat kurang lebih 6 orang yang menganggur. Jika pengangguran tidak cepat diatasi maka akan menyebabkan tingginya beban sosial, terutama di Jawa Barat wilayah Priangan Timur. Tujuan dari penelitian ini ialah (1) untuk menganalisis upah minimum terhadap pengangguran terdidik, (2) untuk menganalisis pertumbuhan ekonomi terhadap pengangguran terdidik, (3) untuk menganalisis tingkat pendidikan terhadap pengangguran terdidik, (4) untuk menganalisis kesempatan kerja terhadap pengangguran terdidik. Jenis penelitian ini termasuk kedalam penelitian kuantitatif. Dalam pengambilan metode regresi data panel terdapat tiga model regresi dan setelah dilakukan Uji Chow maupun Uji Hausman, model regresi yang layak digunakan untuk estimasi adalah Fixed Effect Models. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa UMK berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengangguran terdidik dan kesempatan kerja terdidik berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pengangguran terdidik. Sedangkan untuk pertumbuhan ekonomi dan tingkat pendidikan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pengangguran terdidik yang berada di Priangan Timur. Implikasi yang dapat diberikan oleh peneliti adalah pemerintah tentu perlu andil dalam melindungi kesejahteraan buruh untuk menyesuaikan upah, dan memperhatikan kebijakan makro, untuk para pengusaha agar merangsang terciptanya lapangan pekerjaan yang baru terutama pada sektor UMKM dan membayar pekerja berdasarkan upah minimum atau musyawarah bersama dengan para pekerja untuk kesepakatan pemberian upah terhadap para pekerja. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Unemployment rate in Indonesia in August 2022 reached 5.86 percent, which means that out of 100 people in the workforce, there are approximately 6 people who are unemployed. If unemployment is not quickly addressed, it will lead to a high social burden, especially in the East Priangan region of West Java. The objectives of this research are (1) to analyze the impact of minimum wage on educated unemployment, (2) to analyze the impact of economic growth on educated unemployment, (3) to analyze the impact of education level on educated unemployment, (4) to analyze the impact of job opportunities on educated unemployment. This type of research is classified as quantitative research. In the panel data regression method, there are three regression models, and after conducting the Chow Test and Hausman Test, the Fixed Effect Models regression is deemed suitable for estimation. The result of the research indicate that the minimum wage has a positive and significant impact on educated unemployment, while job opportunities have a negative and significant impact on educated unemployment. On the other side, economic growth and education level are not significant on educated unemployment in East Priangan Region. The implications of this research suggest that the government needs to play a role in protecting the welfare of labor by adjusting wages, and paying attention to macroeconomic policies. This is aimed at encouraging employers, especially in the UMKM sector to create new job opportunities and to compensate workers based on the minimum wage or through negotiations with workers for agreements. |
| Kata kunci | Pengangguran Terdidik, Upah Minimum, Pertumbuhan Ekonomi, Tingkat Pendidikan, Kesempatan Kerja |
| Pembimbing 1 | Drs. Dedi Supriadi, M.S |
| Pembimbing 2 | Dwita Aprillia Floresti, S.E., M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2023 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2023-11-19 20:23:52.102132 |