Artikelilmiahs
Menampilkan 39.741-39.760 dari 48.907 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 39741 | 42139 | F1F019062 | From Crisis to Security: Mengurai Proses Sekuritisasi Krisis Iklim di Sudan Selatan Tahun 2016-2021 | Krisis iklim menjadi sorotan utama sebagai isu global yang mendesak, karena potensi dampaknya yang meluas hingga mengancam keamanan manusia dan stabilitas negara-negara rentan. Sudan Selatan, sebagai negara yang telah menghadapi berbagai tantangan politik, sosial, dan ekonomi, juga merasakan dampak serius krisis iklim yang makin mengkhawatirkan. Negara ini menempati peringkat ke-8 sebagai yang paling rentan di dunia, serta peringkat ke-175 dalam kesiapan menghadapi krisis iklim. Oleh sebab itu, diperlukan upaya untuk menempatkan krisis iklim sebagai isu keamanan sehingga muncul urgensi untuk mengatasinya. Sekuritisasi menjadi pilihan yang tepat untuk membingkai krisis iklim sebagai isu keamanan untuk menarik perhatian global sebagai audiens dalam membantu menghadapi berbagai dampak yang ditimbulkan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses sekuritisasi krisis iklim yang dilakukan oleh Pemerintah Sudan Selatan (sebagai aktor utama sekuritisasi), dengan dukungan beberapa aktor fungsional (Oxfam dan media Sudan Selatan), sebagai upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat Sudan Selatan (sebagai objek rujukan) yang terancam oleh ancaman eksistensial berupa krisis iklim. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif dan kerangka pemikiran Teori Sekuritisasi Barry Buzan dan Ole Wæver, serta disempurnakan oleh pandangan sekuritisasi Diez, dkk, penelitian ini menunjukkan bahwa proses sekuritisasi krisis iklim yang dilakukan oleh Pemerintah Sudan Selatan melalui speech act-nya berhasil. Hal ini dibuktikan oleh diterbitkannya kebijakan atau tindakan luar biasa, berupa adaptasi dan mitigasi iklim oleh Sudan Selatan (NAP). Selain itu, baik speech act yang disampaikan maupun tindakan luar biasa pemerintah direspons positif oleh komunitas global (sebagai audiens), seperti organisasi internasional maupun negara, yang memberikan dukungan bagi Sudan Selatan dalam memerangi krisis iklim dan dampaknya. | The climate crisis has come to the forefront as an urgent global issue, due to its potentially widespread impacts that threaten the human security and stability of vulnerable countries. South Sudan, a nation grappling with various political, social, and economic challenges, is simultaneously confronting the severe consequences of the climate crisis. The country ranks 8th in vulnerability globally and 175th in climate preparedness. Therefore, efforts are needed to position the climate crisis as a security issue to create a sense of urgency in addressing it. Securitization is the appropriate approach to framing the climate crisis as a security issue to attract global attention and help the country address its various impacts. This study aims to understand the climate crisis securitization process undertaken by the Government of South Sudan as the primary actor in securitization, with the support of functional actors such as Oxfam and South Sudanese media. This effort aims to protect the people of South Sudan from the existential threats posed by the climate crisis. By employing a descriptive research method and applying the conceptual framework of Barry Buzan and Ole Waever's Securitization Theory, further refined through the perspective of Diez et al., this study provides evidence of the successful securitization of the climate crisis by the Government of South Sudan through its speech acts. This success is underscored by South Sudan's implementation of extraordinary measures, such as climate adaptation and mitigation, as outlined in the National Adaptation Plan (NAP). Moreover, the speech acts and the government's extraordinary measures have garnered positive responses from the global community, including international organizations and supportive countries, in their collaborative efforts to combat the climate crisis. | |
| 39742 | 42140 | B1A019029 | KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER MENIRAN (Phyllanthus niruri L.) PADA BERBAGAI PERLAKUAN KO-KULTIVASI JAMUR DAN INDUKSI CEKAMAN KEKERINGAN | Meniran (Phyllanthus niruri L.) termasuk famili Euphorbiaceae yang mempunyai metabolit sekunder seperti fenol, flavonoid, tanin, dan lignan utama berupa filantin yang berperan dalam mengurangi risiko penyakit degeneratif. Peningkatan metabolit sekunder pada meniran dapat dilakukan dengan induksi cekaman kekeringan, namun jika terus-menerus tercekam pertumbuhan dan metabolit sekunder tanaman dapat menurun atau tidak optimal karena dampak negatifnya. Pemanfaatan jamur yang berperan sebagai stimulator dalam pertumbuhan atau plant growth promoting fungi (PGPF) dan pertahanan tanaman mampu meningkatkan tanaman inang untuk toleran terhadap kadar air yang rendah (cekaman). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi ko-kultivasi jamur pemacu tumbuh dan waktu cekaman kekeringan terhadap kandungan metabolit sekunder meniran, serta untuk menentukan aplikasi jamur pemacu tumbuh dan waktu cekaman kekeringan yang menghasilkan metabolit sekunder optimal pada meniran. Metode penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental yang disusun secara Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah metode aplikasi jamur, terdiri atas (J0, J1, J2, J3, J4) yang diaplikasikan secara inokulasi tanah/IT. Faktor kedua adalah waktu cekaman, terdiri atas 0 hari, 2 hari, dan 4 hari. Semua perlakuan diulang 3 kali. Variabel bebas meliputi metode aplikasi beberapa jamur dan waktu cekaman kekeringan. Variabel terikat terdiri atas karakter fisiologis dan kandungan metabolit sekunder meniran. Parameter yang diamati yaitu pengukuran kadar fenol total dan kadar flavonoid total. Parameter pendukung meliputi pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman, jumlah daun majemuk, jumlah anak daun), panjang tajuk, panjang akar, bobot basah total dan kering, nilai klorofil total, relative water content (RWC), dan kandungan filantin. Hasil penelitian yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dengan tingkat kesalahan 5% dan dilanjutkan dengan Uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi perlakuan ko-kultivasi jamur dan cekaman kekeringan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap metabolit sekunder yang dihasilkan meniran, namun perlakuan cekaman kekeringan 2 hari memiliki kecenderungan dalam meningkatkan metabolit sekunder meniran yang dihasilkan, sedangkan pemberian perlakuan jamur J4 (Penicillium sp.) ada kecenderungan dalam meningkatkan produksi metabolit sekunder yaitu kandungan fenol total dan flavonoid total yang dihasilkan. | Meniran (Phyllanthus niruri L.) belongs to the familia Euphorbiaceae which has secondary metabolites such as phenols, flavonoids, tannins, and the main lignan in the form of filantin which plays a rode in reducing the risk of degenerative diseases. Increasing secondary metabolites in meniran can be done by inducing drought stress, but if continuously stressed, plant growth and secondary metabolites can decrease or not be optimal due to the negative impact. Utilization of fungi that act as stimulators in growth or plant growth promoting fungi (PGPF) and plant defense so as to increase the host plant to tolerate low water content (stress). This study aims to determine the effect of interaction the co-cultivation of growth-promoting fungi and drought stress time on the content of secondary metabolites of meniran, and to determine the application of growth-promoting fungi and drought stress time that produces optimal secondary metabolites in meniran. The research method was conducted using an experimental method arranged in a Factorial Randomized Group Design (RAK) with 2 factors. The first factor was the method of fungal application, consisting of (J0, J1, J2, J3, J4) which was applied in soil inoculation/IT. The second factor is the time of stress, consisting of 0 days, 2 days, and 4 days. All treatments were repeated 3 times. The independent variables include the application method of some fungi and drought stress time. Independent variables include the application method of several fungi and drought stress time. The dependent variable consists of physiological characters and secondary metabolite content of meniran. Parameters observed were measurement of total phenol content and total flavanoid content. Supporting parameters include plant growth (plant height, number of compound leaves, number of leaflets), crown length, root length, total and dry wet weight, total chlorophyll value, relative water content (RWC), and phyllanthin content. The results obtained were analyzed using analysis of variance (ANOVA) with an error rate of 5% and continued with DMRT (Duncan's Multiple Range Test). The results showed that the interaction of fungal co-cultivation treatment and drought stress did not give a significant effect on the secondary metabolites produced by meniran, but the 2-day drought stress treatment had a tendency to increase the secondary metabolites of meniran produced, while the provision of fungal treatment J4 (Penicillium sp.) had a tendency to increase the production of secondary metabolites, namely the total phenol content and total flavonoids produced. | |
| 39743 | 44520 | K1B020017 | REGRESI RIDGE DAN SIMULASINYA PADA DATA KEMISKINAN DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2023 | Regresi linier berganda adalah teknik statistika yang digunakan untuk melihat pengaruh dua atau lebih variabel bebas terhadap variabel terikat. Salah satu kendala analisis regresi linier berganda adalah masalah multikolinearitas. Jika multikolinearitas terjadi, koefisiennya akan membesar dan tidak stabil. Untuk mengatasi multikolinearitas, maka akan dipertimbangkan elastic-net, lasso, dan regresi ridge. Selanjutnya, difokuskan pada regresi ridge karena secara efektif mengurangi varians koefisien regresi. Pada metode regresi ridge, peneliti menambahkan tetapan bias c pada kuadrat terkecil sehingga nilai koefisien regresi menjadi stabil. Dua metode yang digunakan untuk menentukan nilai tetapan bias, yaitu dipilih secara random (c=0,2) dan melalui pendekatan Bayes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah tahun 2023 adalah variabel presentase angka melek huruf (X_3 ), variabel angka harapan hidup (X_4 ), dan variabel IPM (X_6 ). Sementara itu, variabel presentase jumlah kasus diare balita (X_1 ), variabel presentase rata-rata lama sekolah (X_2 ), dan variabel presentase tingkat partisipasi angkatan kerja (X_5 ) tidak berpengaruh secara signifikan. Dalam konteks ini, metode regresi ridge memberikan solusi pada penentuan faktor tersebut . | Multiple linier regression is a statistical technique to detect the influence of two or more independent variables on the dependent variabel. One obstacle of multiple linear regression analysis is multicollinearity problem. If the multicollinearity occurred, the coefficients will be large and unstable. To overcome multicolinearty problem, we consider elastic-net, lasso, and ridge regression. Futhermore, we focused on ridge regression because it effectively reduced the variance of regression coefficient. In the ridge regression method, reseachers used of a bias constant c to the least square so that the anstable coefficien. Two methods are used to determinan c, that are to randomly selected (c=0,2) and using the Bayes approach. The results showed that the significant factors on proverty line in Central Java Province in 2023 are the literacy rate variable (X_3 ), the life expectancy variable (X_4 ), and the percentage of human development index variable (X_6 ). Otherwise, the percentage variable of toddler duarrhea cases (X_1 ), the percentage variable for the average number of years of schooling (X_2 ), and the percentage variable for the percentage of labor force participation rates (X_5 ) are not significant. In this context, the ridge regression method provides a solution to determination of the factor. | |
| 39744 | 42142 | A1A019110 | ANALISIS MANAJEMEN RANTAI PASOK SAYURAN SEHAT KOMODITAS DAUN BAWANG PADA KOPERASI PRODUSEN SUBUR MAKMUR SEJAHTERA (SMS) DI KECAMATAN PURWOKERTO TIMUR, KABUPATEN BANYUMAS | Total produksi daun bawang di Kabupaten Banyumas pada Tahun 2017 mencapai 25,510 kuintal, tetapi pada Tahun 2018 produksi daun bawang di Kabupaten Banyumas mengalami penurunan yaitu sebesar 25,290 kuintal. Penurunan produksi ini terjadi akibat harga rata-rata daun bawang di tingkat petani sangat rendah, yaitu sebesar Rp 7.000/kg. Padahal harga daun bawang di tingkat konsumen cukup tinggi yaitu dapat mencapai Rp 14.000/kg hingga Rp 15.000/kg .Tingginya produksi daun bawang yang tidak diimbangi oleh harga yang baik, akan mengakibatkan respon petani menjadi negatif terhadap upaya untuk meningkatkan jumlah produksinya.Penelitian mengenai Supply Chain Management di Koperasi Produsen Subur Makmur Sejahtera (SMS) ini dilakukan untuk mengkaji rantai pasokan yang terjadi di lingkungan terkaitnya.Metode penelitian yang dipilih untuk mendapatkan data adalah metode survei. Kemudian setelah data dikumpulkan untuk selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metde fscn, margin pemasaran, farmer''s share dan r/c rasio.Hasil analisis kinerja supply chain menunjukkan sebagian besar pelaku rantai pasok merasa puas dengan jalannya kemitraan. Aliran produk diawali dengan pemanenan daun bawang oleh petani sampai produk diterima oleh konsumen di Season Natural and Healthy Store. Aliran informasi antara pelaku supply chain sudah dilakukan dengan baik. Aliran uang di rantai pasok yaitu dari konsumen yang membeli bawang daun di Season Natural and Healthy Store, sampai akhirnya uang diterima oleh produsen. Lembaga pemasaran dengan margin pemasaran terkecil yaitu pedagang pengepul dan Kopsen SMS pada saluran pemasaran I dengan margin sebesar 18 persen atau masing-masing sebesar Rp3.923 per kilogram dan Rp4.000 per kilogram. Masing-masing mitra dapat meningkatkan kinerja dan meningkatkan kerja sama antar anggota mitra, dapat dimulai dengan seringkali melakukan diskusi dan evaluasi mengenai hal-hal yang perlu diperbaiki. | Total leek production in Banyumas Regency in 2017 reached 25,510 quintals, but in 2018 leek production in Banyumas Regency decreased, namely 25,290 quintals. This decline in production occurred due to the very low average price of leeks at the farmer level, namely IDR 7,000/kg. Even though the price of leeks at the consumer level is quite high, namely it can reach Rp. 14,000/kg to Rp. 15,000/kg. The high production of leeks which is not balanced by good prices, will result in farmers' responses being negative towards efforts to increase the amount of production. Research on Supply. Chain Management at the Subur Makmur Sejahtera (SMS) Producer Cooperative was carried out to examine the supply chain that occurs in the related environment. The research method chosen to obtain data was the survey method. Then, after the data has been collected, it is then analyzed using the fscn method, marketing margin, farmer's share and r/c ratio. The results of the supply chain performance analysis show that the majority of supply chain actors are satisfied with the progress of the partnership. The product flow begins with harvesting leeks by farmers until the product is received by consumers at the Season Natural and Healthy Store. The flow of information between supply chain actors has been carried out well. The flow of money in the supply chain is from consumers who buy spring onions at the Season Natural and Healthy Store, until finally the money is received by the producer. The marketing institutions with the smallest marketing margins are wholesalers and Kopsen SMS in marketing channel I with a margin of 18 percent or Rp. 3,923 per kilogram and Rp. 4,000 per kilogram, respectively. Each partner can improve performance and increase cooperation between partner members, starting with frequent discussions and evaluations regarding things that need to be improved. | |
| 39745 | 42144 | D1A019160 | PENGARUH JUMLAH TERNAK DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP TINGKAT KESEJAHTERAAN EKONOMI PETERNAK KAMBING DI KECAMATAN KEDUNGBANTENG | Tujuan penelitian ini yaitu: 1). Mengetahui jumlah kepemilikan ternak kambing dan tingkat pendidikan peternak di Kecamatan Kedungbanteng; 2). Mengetahui tingkat kesejahteraan ekonomi peternak kambing di Kecamatan Kedungbanteng dan; 3). Menganalisis pengaruh jumlah ternak dan tingkat pendidikan terhadap tingkat kesejahteraan ekonomi peternak di Kecamatan Kedungbanteng.Metode penetapan sampel wilayah kecamatan dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling yaitu Kecamatan Kedungbanteng yang merupakan satu kecamatan dengan tingkat kemiskinan yang tinggi di Kabupaten Banyumas. Penentuan sampel desa menggunakan teknik Random Sampling yaitu sebanyak 50% dari jumlah seluruh desa yang ada di Kecamatan Kedungbanteng yaitu Desa Beji, Karangnangka, Kedungbanteng, Dawuhan Kulon, Kebocoran, Dawuhan Wetan, dan Melung. Penentuan jumlah responden dengan menggunakan rumus slovin dan pemilihan responden dilakukan secara acak. Jumlah responden sebanyak 77 peternak kambing. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan regresi linier berganda. Hasil yang diperoleh dari penelitian bahwa peternak di Kecamatan Kedungbanteng rata-rata memiliki ternak 5,67 STK lama pendidikan 7,27 tahun, serta tingkat kesejahteraan yang diukur menggunakan NTPRP sebesar 1,49. Tingkat kesejahteraan peternak kambing di Kecamatan Kedungbanteng dipengaruhi oleh jumlah kepemilikan ternak. Jumlah kepemilikan ternak kambing sebaiknya ditingkatkan agar pendapatan yang diterima peternak semakin baik, sehingga peternak dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi yang lebih layak. | The objectives of this research are: 1). Knowing the number of goat owners and the education level of breeders in Kedungbanteng District; 2). Knowing the level of economic welfare of goat breeders in Kedungbanteng District and; 3). Analyzing the influence of the number of livestock and level of education on the level of economic welfare of farmers in Kedungbanteng District. The method for determining sub-district area samples was carried out using a purposive sampling technique, namely Kedungbanteng District, which is a sub-district with a high level of poverty in Banyumas Regency. The village sample was determined using the Random Sampling technique, namely 50% of the total number of villages in Kedungbanteng District, namely Beji, Karangnangka, Kedungbanteng, Dawuhan Kulon, Kebocoran, Dawuhan Wetan, and Melung Villages. The number of respondents was determined using the Slovin formula and the selection of respondents was carried out randomly. The number of respondents was 77 goat breeders. The data obtained were analyzed using quantitative descriptive analysis and multiple linear regression. The results obtained from the research show that breeders in Kedungbanteng District have an average of 5.67 STK livestock, 7.27 years of education, and the level of welfare as measured using the NTPRP is 1.49. The level of welfare of goat breeders in Kedungbanteng District is influenced by the number of livestock owned. The number of goat owners should be increased so that the income received by farmers will be better, so that farmers can improve their economic welfare to a more feasible level. | |
| 39746 | 43262 | I1C019094 | UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN NANOPARTIKEL EKSTRAK ETANOL DAUN BAKAU HITAM (Rhizophora mucronata) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus | Latar Belakang: Daun R. mucronata merupakan tamanan yang banyak dijumpai diperairan Indonesia. Daun bakau hitam (R. mucronata) diketahui memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder seperti seperti tannin, alkaloid, flavonoid, saponin dan fenol yang berfungsi sebagai antibakteri. Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri penyebab penyakit infeksi kulit contonya selulitis. Pembuatan nanopartikel bertujuan untuk mengetahui daya hambat aktivitas antibakteri nanopartikel ekstrak etanol daun R. mucronata lebih baik dibandingkan ekstrak etanol daun R. mucronata terhadap S. aureus. Metodologi: Daun R. mucronata diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dan dibuat formulasi nanopartikel ekstrak etanol daun R. mucronata dengan metode gelasi ionic dan dilakukan karakterisasi nanopartikel ekstrak etanol daun R. mucronata menggunakan Particle Size Analyzer (PSA). Nanopartikel dibuat dengan menggunakan variasi konsentrasi (25%, 30% , 35%). Untuk pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi kertas cakram dan pengamatan dilakukan 1x12 jam masa inkubasi, dengan zona hambat diukur menggunakan penggaris millimetre. Hasil: Hasil karakteristik ukuran nanopartikel ekstrak daun R. mucronata diperoleh rata-rata sebesar 229,76 ± 3,14 dan zeta potensial diperoleh rata-rata sebesar -17,256 ± 0,17. Nilai zona hambat antibakteri nanopartikel ektsrak etanol daun R. mucronata dengan rata-rata sebensar 5,99 ± 2,20 (Konsentrasi 25%), 7,01 ± 2,82 (Konsentrasi 30%), 8,64 ± 3,54 (Konsentrasi 35%). Kesimpulan: Nanopartikel ekstrak etanol daun bakau hitam (R. mucronata) dapat menghambat aktivitas bakteri S. aureus dengan terbentuknya zona hambat pada formula 1 sebesar 5,99 mm, pada formula 2 sebesar 7,01 mm, dan pada formula 3 sebesar 8,64 mm yang termasuk dalam kriteria sedang-kuat. Kata Kunci: Nanopartikel, ekstrak etanol, Daun Bakau Hitam, Rhizophora mucronata, Antibakteri, Staphylococcus aureus. | Background; R. mucronata leaves are a garden that is found in many Indonesian waters. Black mangrove leaves (R. mucronata) are known to contain secondary metabolite compounds such as tannins, alkaloids, flavonoids, saponins and phenols that function as antibacterials. Staphylococcus aureus is one of the bacteria that causes skin infections such as cellulitis. The manufacture of nanoparticles aims to determine the inhibitory power of antibacterial activity of R. mucronata leaf ethanol extract nanoparticles better than R. mucronata leaf ethanol extract against S. aureus. Methodology: R. mucronata leaves were extracted using maceration method with 96% ethanol solvent and made nanoparticle formulation of R. mucronata leaf ethanol extract by ionic gelation method and characterization of R. mucronata leaf ethanol extract nanoparticles using Particle Size Analyzer (PSA). The nanoparticles were made using concentration variations (25%, 30%, 35%). For antibacterial activity testing was carried out by the method of diffusion of disc paper and observations were carried out 1x12 hours of incubation period, with the inhibitory zone measured using a millimetre ruler. Results: The results of nanoparticle size characteristics of R. mucronata leaf extract were obtained on average of 229.76 ± 3.14 and zeta potential obtained on average of - 17.256 ± 0.17. The value of antibacterial inhibition zone of ethanol extract nanoparticles of R. mucronata leaves with an average of 5.99 ± 2.20 (Concentration 25%), 7.01 ± 2.82 (Concentration 30%), 8.64 ± 3.54 (Concentration 35%). Conclusion: Black mangrove leaf ethanol extract nanoparticles (R. mucronata) can inhibit the activity of S. aureus bacteria by forming an inhibitory zone in formula 1 of 5.99 mm, in formula 2 of 7.01 mm, and in formula 3 of 8.64 mm which is included in the medium-strong criteria. Keywords: Nanoparticles, ethanol extract, Black Mangrove Leaf, Rhizophora mucronata, Antibacterial, Staphylococcus aureus. | |
| 39747 | 42147 | D1A019188 | KARAKTERISTIK MORFOMETRIK DAN BOBOT BADAN SAPI PERANAKAN ONGOLE DI LOKA PENGUJIAN STANDAR INSTRUMEN RUMINANSIA BESAR | Penelitian bertujuan mengetahui karakteristik morfometrik dan bobot badan sapi PO di LPSI Ruminansia Besar dan mengevaluasi kesesuaiannya berdasarkan SNI. Variabel penelitian adalah data morfometrik dan bobot badan sapi PO di LPSI Ruminansia Besar. Materi penelitian adalah 18 ekor sapi PO jantan dan 17 ekor sapi PO betina. Data dianalisis secara deskriptif dan diuji menggunakan uji one sample t-test satu arah untuk mengevaluasi rataan variabel berdasarkan SNI. Hasil penelitian menunjukkan nilai rataan ± standar deviasi bobot badan, tinggi pundak, panjang badan dan lingkar dada sapi PO jantan secara berturut-turut sebesar 334 ± 64 kg, 136 ± 18,66 cm, 142 ± 24,82 cm, dan 169 ± 26,85 cm dengan nilai koefisien keragaman sebesar 19,17%, 13,75%, 17,50%, dan 15,89%. Nilai rataan ± standar deviasi sapi PO betina berturut-turut sebesar 299 ± 52,09 kg, 133 ± 11,87 cm, 133 ± 13,27 cm dan 168 ± 18,47 cm dengan nilai koefisien keragaman sebesar 17,39%, 8,94%, 9,97% dan 10,99%. Hasil analisis rataan bobot badan, tinggi pundak, panjang badan dan lingkar dada sapi PO jantan di LPSI Ruminansia Besar belum melampaui SNI (P>0,05). Hasil analisis rataan tinggi pundak sapi PO betina melampaui SNI (P<0,01), panjang badan dan lingkar dada melampaui SNI (P<0,05), sedangkan bobot badan sapi PO betina belum melampaui SNI (P>0,05). Kesimpulannya bahwa rataan bobot badan sapi PO betina belum melampaui persyaratan minimum SNI, sedangkan rataan tinggi pundak, panjang badan dan lingkar dada sapi PO betina telah melampaui persyaratan minimum SNI. Namun, rataan bobot badan, tinggi pundak, panjang badan dan lingkar dada sapi PO jantan belum melampaui persyaratan minimum SNI. | The study aims to determine the morphometric characteristics and weight of PO cattle in LPSI Large Ruminant and to evaluate their suitability based on SNI. The research variable is the morphometric data and body mass of the PO cattle in the LPSI Large Ruminant. The study involved 18 males and 17 females. The data were analyzed descriptively and tested using a single-directional t-test sample to evaluate the variable averages based on SNI. The results of the study showed average ± standard deviations of weight, shoulder height, body length, and chest circle of male PO stems with values of 334 ± 64 kg, 136 ± 18,66 cm, 142 ± 24,82 cm and 169 ± 26,85 cm, whereas the diversity coefficient values are 19,17%, 13,94%, 17,75%, 17,95% and 15,89%. The average standard deviation of the female PO line consecutive 299 ± 52,09 kg, 133 ± 11,87 cm, 133,13 ± 13,27 cm and 168 ± 18.47 cm, while the diversity coefficient are 17.39%, 8.94%, 9.97%, 17.95% and 10.99%. Analysis of the average body weight, shoulder height, body length and chest circumference of male PO cattle in LPSI Large Ruminant has not exceeded SNI (P>0,05). Analysis results of the female PO shoulders exceed SNI(P<0,01), the length of the body and the chest perimeter exceeds SNI (P<0,05), whereas the body weight of female Po cattle has yet to exceed the SNI (P>0,05). The conclusion was that the body weight circle for female Po cattle has not exceeded the minimum SNI requirement, while female PO cattle's shoulder height, body length and chest circumference have exceeded the minimum SNI requirement. However, the body mass circle, shoulders length, lengths of the body and belly circle have not exceeded SNI's minimum requirements. | |
| 39748 | 42146 | C1C019087 | Pengaruh Pengetahuan, Kesadaran, Sanksi Pajak, Penghasilan Dan Kualitas Pelayanan Fiskus Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Membayar PBB-P2 di Kabupaten Banyumas | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan wajib pajak, kesadaran wajib pajak, sanksi pajak, penghasilan wajib pajak dan kualitas pelayanan fiskus terhadap kepatuhan wajib pajak membayar pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan teori atribusi dan teori kepatuhan. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan convenience sampling dengan instrument kuesioner. Sampel yang digunakan adalah wajib pajak PBB-P2 di Kabupaten Banyumas dengan jumlah sampel 100 yang dihitung menggunakan rumus slovin. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari jawaban yang diisikan oleh responden sesuai dengan keadaan sesungguhnya dan juga sesuai dengan ketentuan pengisian kuesioner yang sudah dicantumkan pada kuesioner . Hipotesis penelitian ini diuji menggunakan metode analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan wajib pajak, kesadaran wajib pajak, sanksi pajak dan kualitas pelayanan fiskus berpengaruh positif signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak membayar PBB-P2 di Kabupaten Banyumas, sedangkan penghasilan wajib pajak berpengaruh negatif signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak membayar PBB-P2 di Kabupaten Banyumas. | This study aims to analyze the effect of taxpayer knowledge, taxpayer awareness, tax sanctions, taxpayer income and quality of fiscal services on taxpayer compliance to pay rural and urban land and building tax (PBB-P2) in Banyumas Regency. This study used attribution theory and compliance theory. The sampling method in this study used convenience sampling with a questionnaire instrument. The sample used was a PBB-P2 taxpayer in Banyumas Regency with a sample number of 100 calculated using the slovin formula. The data used in this study was sourced from the answers filled in by respondents in accordance with the actual situation and also in accordance with the provisions for filling out the questionnaire that had been included in the questionnaire. The hypothesis of this study was tested using multiple regression analysis method. The results of this study show that taxpayer knowledge, taxpayer awareness, tax sanctions and the quality of fiscal services have a significant positive effect on taxpayer compliance to pay PBB-P2 in Banyumas Regency, while taxpayer income has a significant negative effect on taxpayer compliance to pay PBB-P2 in Banyumas Regency. | |
| 39749 | 42143 | B1A019019 | Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Limbah Tapioka dengan Konsentrasi yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir.) | Industri tapioka merupakan sektor agroindustri yang tidak terlapas dari permasalahan limbah. Limbah yang dihasilkan menyebabkan pencemaran terutama diakibatkan oleh limbah cair. Limbah cair industri tapioka terutama skala rumah tangga biasanya langsung dibuang ke lingkungan sehingga menyebabkan pencemaran seperti bau busuk, penurunan kualitas air sungai, kematian biota air dan perubahan warna air sungai. Limbah cair tapioka banyak mengandung komponen organik yang cukup tinggi sehingga dapat diolah menjadi pupuk organik cair (POC). POC limbah tapioka mempunyai nilai jual yang tinggi dan ramah lingkungan karena tidak menggunakan senyawa sintetis. Fermentasi POC limbah tapioka dibantu EM4 (Effective Microorganism 4) sebagai bioaktivator yang mampu meningkatkan kualitas pupuk dengan mengubah unsur hara agar mudah diserap oleh tanaman dan mampu mempercepat proses fermentasi bahan organik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian POC limbah tapioka dan mengetahui konsentrasi yang efektif terhadap pertumbuhan tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans Poir.). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasin POC limbah tapioka dengan konsentrasi yang berbeda memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kangkung darat dengan penambahan 20%, tetapi hanya terlihat pada parameter jumlah daun dan luas daun yang disebabkan karena masih minimnya kandungan unsur hara N dan P serta masih tingginya kandungan bahan organik sehingga belum memenuhi standar baku mutu limbah cair yang telah ditetapakan pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 tahun 2014 Lampiran V tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan atau Kegiatan Industri Tapioka. | The tapioca industry is an agroindustry sector that can’t be separated from waste problems. The resulting waste causes pollution mainly caused by liquid waste. Tapioca wastewater, especially on household scales, is usually disposed of directly into the environment causing pollution such as foul odors, decreased river water quality, death of aquatic biora and discolored river water. Tapioca liquid waste contains a lot of high enough organic components so that it can be processed into liquid organic fertlizer. Liquid organic fertilizer from tapioca wastewater has a high selling value and is environmentally friendly because is does not use synthetic compounds. Tapioca wastewater fermentation was assisted by Effective Mikroorganism 4 (EM4) as a bioactivator that was able to improved the quality of fertilizer bu changing nutrient so that they are easily absorbed by plants and able to accelerate the fermentation process of organic matter. This study aims to determine the effect of liquid organic fertilizer from tapioca wastewater and deretmine the effective concentration on the growth of water spinach (Ipomoea reptans Poir.). The results showed that the application of liquid organic fertilizer from tapioca wastewater with different concentrations had an effect on the growth of land kale with an additional concentration of 20%, but this was only seen in the parameters of the number of leaves and leaf area due to the lack of nutrients N and P and still high organic matter content so that it does not meet the liquid wastewater quality standards set out in the Regulations of the Minister of Environment of the Republic of Indonesia Number 5 of 2014 Appendix V concerning Wastewater Quality Standards for Tapioca Industry Businesses and or Activities. | |
| 39750 | 42150 | F1D019003 | Pengaruh Politik Uang Terhadap Partisipasi Pemilih Pada Pemilihan Kepala Desa di Desa Sukajadi Kabupaten Ciamis | Penelitian ini berjudul “ Pengaruh Politik Uang Terhadap Partisipasi Pemilih Pada Pemilihan Kepala Desa di Desa Sukajadi Kabupaten Ciamis”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya politik uang di indonesia disebabkan kerena sikap penerimaan dan cara pandang masyarakat terhadap politik uang itu sendiri. Dari survey yang dilakukan oleh Burhanudin Muhtadi menemukan bahwa empat dari sepuluh orang indonesia menilai politik uang adalah hal yang wajar. Hasil survai SPD tentang prilaku masyarakat terhadap politik uang dalam pemilihan kepala daearah yang menunjukan 62,95% masyarakat Sumatera, 60% masyarakat Jawa dan 64,77% masyarakat Kalimantan mau menerima politik uang. Pemilihan kepala desa tahun 2018 Desa Sukajadi yang diikuti oleh lima kandidat ternodai adanya politik uang yang dilakukan oleh kandidat kepala desa dengan cara memberikan uang tunai dengan nominal yang berbeda. Dari pengakuan sala satu warga mereka diberi uang 100.000 agar memilih sala satu calon. Tujuan penelitian Mengetahui adakah pengaruh seberapa besar pengaruh dari sikap pemilih mengenai politik uang terhadap perilaku pemilih dalam pemilihan kepala desa di Desa Sukajadi Kabupaten Ciamis. Untuk mengetahui adanya pengaruh dan seberapa besar pengaruh dari pengetahuan tentang politik uang terhadap partispasi pemilih dalam pemilihan kepala desa di Desa Sukajadi Kabupaten Ciamis. Adapun metode yng digunakan adalah metode penelitian kuantitatif yang melibatkan 4.532 populasi masyarakat Desa Sukajadi yang masuk DP4. Populasi dikerucutkan menjadi 100 responden sebagai sampel dan pengambilannya menggunakan random sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hipotesis kerja atau H_1 diterima dan H_0 ditolak, artinya ada pengaruh sikap pemilih terdap politik uang terhadap prilaku pemilih terhadap politik uang. Hal tersebut dilandasi oleh hasil analisis rangk sperman yang menunjukan angka 0,000 < 0,05 dengan nilai koefisien 0,572 maka dikategorikan cukup kuat. Oleh sebab itu membuktikan penelitiannya burhanudin muhtadi bahwa masyarakat pedesan sangat riskan terkenal politik uang. Asumsinya adalah semakin bersikap dan menganggap politik uang sebagi hal yang wajar maka pemilih semakin cenderung menerima apabila ditawari politik uang. Selain hasil penelitian ini menunjukan bahwa hipotesis kerja atau H_1 diterima dan H_0ditolak, artinya ada pengaruh pengetahuan politik uang terhadap partisipasi pemilih. Hal tersebut dilandasi oleh hasil analisis rangk sperman yang menunjukan angka 0,000 < 0,05 dengan nilai koefisien 0, 365 maka dikategorikan rendah. Selanjutnya menurut uji regresi ordinal yang menunjukan 0,000 < 0,005 serta R Squarenya menunujukan angka 0,127 artinya pengaruh pengetahuan politik uang terhadap partisipasi pemilih sebesar 12,7% oleh kerena itu termasuk kategori pengaruh yang rendah. Maka dari itu ada faktor lain yang mempengaruhi partisipasi politik masyarakat sebasar 87,3% yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Maka hal tersebut membuktikan teori Jack C.Plano yang menyatakan bahwa pengetahuan politik yang ditandai dengan kemampuan, kemauan, dan kesempatan seseorang dalam mengakses informasi dalam setiap aktifitas politik. Semakin baik pengetahuan politik seseorang, maka akan berdampak pada partisipasi politiknya, asumsinya jika pengetahuan pemilih tinggi, maka semakin tinggi pula partisipasi pemilih dalam dalam pemilihan. | This research is entitled "The Influence of Money Politics on Voter Participation in the Village Head Election in Sukajadi Village, Ciamis Regency". This research is motivated by the rise of money politics in Indonesia due to society's attitude of acceptance and perspective on money politics itself. A survey conducted by Burhanudin Muhtadi found that four out of ten Indonesians considered money politics to be normal. The results of the SPD survey regarding people's behavior towards money politics in regional head elections showed that 62.95% of the people of Sumatra, 60% of the people of Java and 64.77% of the people of Kalimantan were willing to accept money politics. The 2018 village head election in Sukajadi Village, which was attended by five candidates, was marred by money politics carried out by village head candidates by giving cash of different denominations. According to one of the residents, they were given 100,000 to vote for one of the candidates. The aim of the research is to find out whether there is a big influence of voters' attitudes regarding money politics on voter behavior in the village head election in Sukajadi Village, Ciamis Regency. To find out the influence and how much influence knowledge about money politics has on voter participation in the village head election in Sukajadi Village, Ciamis Regency. The method used is a quantitative research method involving 4,532 residents of Sukajadi Village who are included in DP4. The population was narrowed down to 100 respondents as samples and taken using random sampling. The results of this research show that the working hypothesis or H_1 is accepted and H_0 is rejected, meaning that there is an influence of voters' attitudes towards money politics on voters' behavior towards money politics. This is based on the results of sperm ranking analysis which shows a figure of 0.000 < 0.05 with a coefficient value of 0.572, so it is categorized as quite strong. Therefore, Burhanudin Muhtadi's research proves that rural communities are very at risk of being known for money politics. The assumption is that the more people behave and consider money politics as something normal, the more likely voters are to accept when offered money politics. Apart from that, the results of this research show that the working hypothesis or H_1 is accepted and H_0 is rejected, meaning that there is an influence of knowledge of money politics on voter participation. This is based on the results of sperm rank analysis which shows a figure of 0.000 < 0.05 with a coefficient value of 0.365, so it is categorized as low. Furthermore, according to the ordinal regression test, it shows 0.000 < 0.005 and the R Square shows 0.127, meaning that the influence of knowledge of money politics on voter participation is 12.7%, therefore it is included in the low influence category. Therefore, there are other factors that influence community political participation of 87.3% which were not examined in this research. So this proves Jack C. Plano's theory which states that political knowledge is characterized by a person's ability, willingness and opportunity to access information in every political activity. The better a person's political knowledge, the impact it will have on his political participation. The assumption is that if voter knowledge is high, the higher voter participation will be in the election. | |
| 39751 | 42151 | C1B019115 | PENGARUH KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA, WORK-LIFE BALANCE DAN SUPERVISOR SUPPORT TERHADAP KINERJA KARYAWAN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesehatan dan keselamatan kerja, work-life balance dan supervisor support terhadap kinerja karyawan PT Citradasa Binamanunggal Cilacap. Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kinerja karyawan, variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kesehatan dan keselamatan kerja, work-life balance dan supervisor support. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 30 reponden. Purposive sampling method digunakan dalam penentuan responden. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) menunjukkan bahwa (1) Kesehatan dan keselamatan kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan, (2) Work-life balance berpengaruh secara positif terhadap kinerja karyawan (3) Supervisor support berpengaruh secara negatif terhadap kinerja karyawan. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu diperlukan program kesehatan dan keselamatan kerja yang memadai untuk mendukung karyawan dalam bekerja serta penciptaan lingkungan kerja yang positif untuk mengurangi tekanan yang dirasakan oleh karyawan saat bekerja dengan memperhatikan work-life balance dan supervisor support untuk meningkatkan kinerja karyawan. | This research aims to determine the influence of health and safety at work, work-life balance, and supervisor support on the performance of PT Citradasa Binamanunggal Cilacap employees. The dependent variable used in this study is employee performance, while the independent variables are health and safety at work, work-life balance, and supervisor support. The data collection method employed in this research is a questionnaire. A total of 30 respondents were included in the study, selected using purposive sampling method. Based on the research findings and data analysis using SPSS (Statistical Package for the Social Sciences), it is revealed that (1) Occupational Health and Safety has no effect on employee performance, (2) Work-life balance has a positive influence on employee performance, and (3) Supervisor support has a negative influence on employee performance. The implications of the above conclusions are the need for adequate health and safety at work programs to support employees in their work and the creation of a positive work environment to reduce the stress experienced by employees while considering work-life balance and supervisor support to enhance employee performance. | |
| 39752 | 42153 | E1A019224 | PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN ATAS HILANGNYA BARANG DI BAGASI PESAWAT PT LION AIR BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (STUDI PUTUSAN BPSK KOTA PADANG NOMOR : 03/PTS /BPSK-PDG/SBR/ARBT/III/2023) | Angkutan Udara merupakan setiap kegiatan dengan menggunakan pesawat udara untuk mengangkut penumpang atau kargo untuk satu perjalanan atau lebih dari satu tempat ke tempat yang lain. Perkembangan angkutan udara sayangnya tidak diimbangi dengan peningkatan keamanan dalam penerbangan yang dapat merugikan penumpang, tidak sedikit masyarakat yang merasa dirugikan atas tidak bertanggungjawabnya maskapai penerbangan terhadap masalah-masalah yang terjadi dalam jasa angkutan udara, salah satunya yaitu hilangnya bagasi tercatat di dalam pesawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap konsumen atas hilangnya bagasi tercatat PT Lion Air berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 dalam Putusan BPSK Kota Padang Nomor : 03/PTS/BPSK-PDG/SBR/ARBT/III/2023. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier yang dilakukan dengan studi kepustakaan. Data yang disajikan dalam bentuk uraian kemudian dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada putusan BPSK Kota Padang Nomor : 03/PTS/BPSK-PDG/SBR/ARBT/III/2023, diketahui bahwa konsumen sudah mendapatkan perlindungan hukum secara penuh terkait hak-haknya, diantaranya pada Pasal 4 huruf c dan h Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Hal ini dapat dibuktikan dalam putusan Majelis hakim yang memutuskan bahwa PT Lion Air selaku pelaku usaha terbukti secara sah dan meyakinkan telah melanggar Pasal 7 huruf b dan f jo. Pasal 19 ayat (2) jo. Pasal 60 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan memerintahkan PT Lion Air untuk membayar ganti rugi sebesar Rp. 9.911.400,- dan dikenai sanksi administratif sebesar Rp.30.000.000,- yang dibayarkan kepada konsumen. | Air transportation is any activity that uses aircraft to transport passengers or cargo from one place to another for one or more journeys. Unfortunately, the development of air transportation has not been matched by an increase in flight safety, which can be detrimental to passengers. Many people feel aggrieved due to the airlines' irresponsible behavior regarding issues that occur in air transportation services, one of which is the loss of checked baggage on board. This research aims to determine the legal protection for consumers regarding the loss of checked baggage on PT Lion Air based on Law Number 8 of 1999 in BPSK verdict number : 03/PTS/BPSK-PDG/SBR/ARBT/III/2023. This research uses a normative juridical approach with a descriptive-analytical research specification. The type of data used is secondary data consisting of primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials conducted through a literature study. The data presented in the form of descriptions are then analyzed using qualitative normative methods. Based on the results of the research and the discussion in BPSK verdict number: 03/PTS/BPSK-PDG/SBR/ARBT/III/2023, it is known that consumers have received full legal protection related to their rights, including in Article 4 letters c and h of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. This can be proven in the panel of judges' decision, which stated that PT Lion Air, as a business entity, was proven to have legitimately violated Article 7 letters b and f in conjunction with Article 19 paragraph (2) in conjunction with Article 60 of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. They were ordered to pay compensation in the amount of Rp. 9,911,400 and were subject to an administrative sanction of Rp. 30,000,000 to be paid to the consumer. | |
| 39753 | 45838 | L1B020081 | Jumlah dan Karakteristik Bakteri pada Usus Ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang Dipelihara pada Sistem Bioflok dengan Penambahan Berbagai Dosis Probiotik | Sistem bioflok merupakan salah satu alternatif pemecah masalah limbah pada budidaya intensif ikan nila. Bakteri menguntungkan yang mampu membentuk bioflok dapat diberikan dalam bentuk probiotik yang nantinya digunakan sebagai sumber pakan alami untuk ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah total dan karakteristik bakteri pada usus ikan nila yang dipelihara pada sistem bioflok dengan penambahan berbagai dosis probiotik. Metode yang digunakan berupa eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun perlakuan tersebut yaitu dosis probiotik K (0); A (3); B (9); C (15) butir. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jumlah total bakteri pada kontrol lebih banyak dibandingkan bakterai pada pernambahan probiotik. Karakteristik koloni bakteri pada perlakuan kontrol didominasi oleh bentuk punctifrom, elevasi flat, tepi entire, berwarna putih katalase negatif (50%), fermentasi karbohidrat laktosa negatif (50%) dan sukrosa negatif (50%) sedangkan pada perlakuan dengan penambahan probiotik cenderung lebih beragam. Aktivitas enzim amilase meningkat seiring dengan penambahan dosis probiotik. Sedangkan protease lebih lebih tinggi pada perlakuan kontrol dibandingkan perlakuan dengan penambahan probiotik. | The biofloc system is one of the alternatives to solve the waste problem in intensive tilapia farming. Beneficial bacteria capable of forming bioflocs can be given in the form of probiotics which are later used as a natural food source for fish. This study aims to determine the total number and characteristics of bacteria in the gut of tilapia reared in a biofloc system with the addition of various doses of probiotics. The method used was an experiment with a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replicates. The treatments were probiotic dose K (0); A (3); B (9); C (15) grains. The results showed that the total number of bacteria in the control was more than the bacteria in the probiotic addition. The characteristics of bacterial colonies in the control treatment were dominated by punctifrome shape, flat elevation, entire edge, white color, negative catalase (50%), negative lactose (50%) and negative sucrose (50%) carbohydrate fermentation while in the treatment with probiotic addition tended to be more diverse. Amylase enzyme activity increased with the addition of probiotic dose. Meanwhile, protease was higher in the control treatment compared to the treatment with the addition of probiotics. | |
| 39754 | 45839 | L1B020062 | Kelimpahan Bakteri Vibrio sp. pada Hepatopankreas Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) yang Dibudidayakan Secara Semi Intensif dan Supra Intensif di Kabupaten Cilacap | Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan krustasea yang paling banyak dibudidaya dan merupakan salah satu komoditas budidaya terbesar di Indonesia. Cilacap merupakan salah satu daerah yang memproduksi udang tersebut dan tambak udang yang terdapat di Cilacap terdiri dari berbagai sistem seperti semi intensif dan supra intensif. Kedua sistem tambak tersebut memiliki keunggulan dan kelemahan masing – masing yang berpotensi untuk Vibrio sp. berkembang dan menginfeksi hepatopankreas udang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kelimpahan bakteri Vibrio sp. pada hepatopankreas Udang Vaname yang dibudidayakan secara semi intensif dan supra intensif di Kabupaten Cilacap. Metode yang digunakan adalah observasi dengan purposive sampling di tambak udang Bapak Siswanto dan CV Cemarasewu Sumber Rejeki yang kemudian mengisolasi bakteri dari hepatopankreas pada media Takeshu Vibrio Specific Test Kit. Hasil penelitian ini adalah kelimpahan bakteri Vibrio sp. yang menunjukan tidak ada perbedaan siginifikan (P>0.05). Kelimpahan Vibrio sp. yang terdeteksi yaitu, 110,3 x 103 CFU/g pada tambak semi intensif dan 1,63 x 103 CFU/g pada tambak supra intensif. Kemudian secara spesifik kelimpahan V. alginolyticus lebih tinggi pada tambak udang supra intensif dengan angka 0,63 x 103 CFU/g. Kelimpahan V. parahaemolyticus sendiri lebih tinggi pada tambak udang semi intensif dengan angka 97,67 x 103 CFU/g. | Pacific Whiteleg Shrimp (Litopenaeus vannamei) is most widely farmed crustacean and is one of the largest aquaculture commodities in Indonesia. Cilacap is one of the areas that produce these shrimp and shrimp ponds in Cilacap consist of various systems such as semi-intensive and supra-intensive. Both pond systems have their own advantages and disadvantages that have potential for Vibrio sp. to develop and infect shrimp’s hepatopancreas. Aim of the research is to know the difference in the abundance of Vibrio sp. bacteria in the hepatopancreas of Pacific Whiteleg Shrimp cultivated in semi-intensive and supra intensive systems in Cilacap Regency. The method used was observation with purposive sampling in Mr. Siswanto's shrimp pond and CV Cemarasewu Sumber Rejeki which then bacteria from the hepatopancreas isolated on Takeshu Vibrio Specific Test Kit. The result of this research is the abundance of Vibrio sp with no significant difference (P>0.05). The abundance of Vibrio sp. detected was 110,3 x 103 CFU/g in semi-intensive ponds and 1,63 x 103 CFU/g in supra-intensive ponds. The abundance of V. alginolyticus was higher in supra intensive shrimp ponds with 0,63 x 103 CFU/g. The abundance of V. parahaemolyticus was higher in semi-intensive shrimp ponds with 97.67 x 103 CFU/g. | |
| 39755 | 42154 | A1D019016 | PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KUBIS BUNGA (Brassica oleracea var. botrytis L.) INTRODUKSI PADA MUSIM HUJAN DI DATARAN TINGGI KABUPATEN PEMALANG | Kubis bunga termasuk tanaman yang sangat peka terhadap temperatur terlalu rendah ataupun terlalu tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan hasil dari setiap varietas/galur dari tanaman kubis bunga introduksi yang di tanam pada dataran tinggi di Kabupaten Pemalang serta mengetahui pertumbuhan dan hasil beberapa varietas/galur tanaman kubis bunga introduksi yang lebih unggul. Penelitian dilaksanakan di lahan terbuka Desa Gombong, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang mulai Februari sampai dengan Juli 2023 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Perlakuan terdiri dari dua galur kubis bunga introduksi yaitu RS5340 dan Girija dan dua varietas kubis bunga pembanding yaitu Aquina dan Snow Waltz yang diulang 3 kali. Data dianalisis menggunakan analis ragam (ANOVA) pada taraf kesalahan 5%. Apabila hasil analisis menunjukkan pengaruh signifikan, dilakukan uji lanjut DMRT (Duncan's Multiple Range Test). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, lebar daun, panjang daun, luas daun, umur muncul bunga, diameter bunga, panjang bunga, lingkar bunga, umur panen, berat kotor tanaman, berat bersih tanaman, bentuk bunga, warna bunga, dan bentuk daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Seluruh galur/varietas tanaman kubis bunga yang ditanaman di lokasi penelitian tumbuh dengan baik. Galur introduksi RS5340 memiliki tingkat adaptasi cukup baik di dataran tinggi pada musim hujan dan Galur introduksi RS5340 memiliki keunggulan dibandingkan dengan varietas pembanding (Snow Waltz) dalam hal panjang daun lingkar bunga, berat kotor dan berat bersih bunga. | Cauliflower is a plant that is very sensitive to temperatures that are too low or too high. This research aims to examine the growth and yield of each variety/strain of introduced cauliflower planted in the highlands in Pemalang Regency and to determine the growth and yield of several superior varieties/strains of introduced flowering cabbage. The research was carried out in open land in Gombong Village, Belik District, Pemalang Regency from February to July 2023 using a non-factorial Randomized Block Design (RBD). The treatment consisted of two introduced cauliflowerlines, namely RS5340 and Girija, and two comparison cauliflower varieties, namely Aquina and Snow Waltz, which were repeated 3 times. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) at an error level of 5%. If the analysis results show a significant effect, a further DMRT (Duncan's Multiple Range Test) test is carried out. Variables observed included plant height, number of leaves, stem diameter, leaf width, leaf length, leaf area, flower emergence age, flower diameter, flower length, flower circumference, harvest age, plant gross weight, plant net weight, flower shape, color. flowers, and leaf shape. The research results showed that all strains/varieties of cauliflower plants planted at the research location grew well. The introduced strain RS5340 has a fairly good level of adaptation in the highlands during the rainy season and the introduced strain RS5340 has advantages compared to the comparison variety (Snow Waltz) in terms of leaf length, flower circumference, gross weight and net flower weight. | |
| 39756 | 44522 | J0A021017 | CREATING ENGLISH-INDONESIAN BOOKLET FOR TRAIN CONDUCTOR AT PT KAI DAOP 5 PURWOKERTO | Laporan akhir ini berjudul “Creating English-Indonesian Booklet for Train Conductor at PT KAI DAOP 5 Purwokerto.” Berdasarkan dari praktik kerja lapangan yang telah dilaksanakan pada 21 Agustus – 30 November 2023 di PT KAI DAOP 5 Purwokerto. Tujuan dari laporan praktik kerja ini adalah membuat buklet untuk kondektur kereta api, sehingga kondektur kereta api dapat memberikan informasi tentang cara melayani wisatawan asing dalam kereta api. Selain itu, dalam buklet ini juga ditambahkan beberapa kosakata yang berhubungan dengan hal-hal yang ada di sekitar kereta, serta terdapat beberapa kata slang yang sering digunakan oleh wisatawan asing dalam berkomunikasi. Dalam melaksanakan praktik kerja lapangan ini, terdapat empat metode untuk pengumpulan informasi dan data, yaitu observasi, studi literatur, wawancara, dan dokumentasi. Oberservasi dilakukan pada minggu pertama praktik kerja lapangan, yaitu dengan mengamati di kantor dan stasiun untuk memperoleh informasi. Studi literatur dilaksanakan sejak awal dalam penyusunan laporan tugas akhir ini untuk memperoleh data dengan cara mencari secara online, seperti jurnal, artikel ilmiah, dan proyek dari laporan sebelumnya. Wawancara dilakukan dengan menanyakan kepada kondektur kereta api, pegawai KA Wisata DAOP 5 Purwokerto terkait keterlibatan mereka dalam menyikapi wisatawan asing. Lalu, dokumentasi dilakukan dari perekaman suara dan mencatat wawancara oleh kondektur kereta api dan pegawai Kai Wisata Terdapat enam aspek yang digunakan dalam proses pembuatan buklet ini, yaitu konsistensi, format, pengorganisasian, daya tarik, ukuran font, dan spasi. Terdapat beberapa kendala dalam pembuatan buklet ini. Pertama, Ketidakkonsistenan dalam pemilihan dasar warna buklet, terkadang dasar warna berwarna-warni, kemudian diubah menjadi warna netral atas saran dosen pembimbing dan melihat referensi warna desain di internet. Kedua, daya tarik bukletnya, elemen terlalu sering diganti, pada akhirnya elemen-elemen tersebut dihapus karena untuk menjaga kenyamanan pembaca. | This final report is entitled “Creating English-Indonesian Booklet for Train Conductor at PT KAI DAOP 5 Purwokerto”. It is based on the job training carried out on August 21 – November 30, 2023, at PT KAI DAOP 5 Purwokerto. The purpose of this job training report is to create a booklet for train conductor, in order train conductor could give information about how to service foreign tourists on the train. Moreover, in this booklet, some vocabularies are added related to the things in the train surroundings, and there were some slang words that foreign tourists often use in communication. In carrying out this job training, there were four methods for collecting information and data, namely observation, literature study, interview, and documentation. The observation was carried out in the first week of job training by observing at the office and station to gain information. The literature study was carried out from the beginning in preparing this final report to obtain data by searching online, such as journals, scientific articles, and looking at the project from previous reports. Interviews were conducted by asking train conductor and KA Wisata employee DAOP 5 Purwokerto about their involvement in responding to foreign tourists. Then, documentation was recording and taking notes from the interview by train conductor and KA Wisata employee. There are six aspects that were used in the process of creating this booklet, specifically, consistency, format, organization, attractiveness, font size, and white space. There were several obstacles to making this booklet. First, there was inconsistency in choosing the color background of the booklet, sometimes a colorful background, then changing to a neutral color as suggested by the supervisor and looking at reference design colors on the internet. Second, the attractiveness of the booklet frequently changed the elements. At the end, those elements are deleted to maintain readers' convenience. | |
| 39757 | 42155 | D1A018030 | MANAJEMEN PEMERAHAN KONVENSIONAL DAN ROBOT TERHADAP PRODUKSI SUSU DAN PREVALENSI MASTITIS SAPI PERAH DI PETERNAKAN SAPI PERAH ABE FARM, HOKKAIDO, JEPANG | Kegiatan magang MBKM di bidang peternakan sapi perah di Abe Farm, Shibecha Cho, Kawakami Gun, Nijibetsu Genya, Hokkaido, Jepang telah dilaksanakan dimulai pada tanggal 1 Juli 2022 sampai dengan 17 Mei 2023. Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari, meningkatkan keterampilan serta wawasan, dan menganalisis dari adanya pengaruh perkembangan teknologi dalam bidang peternakan. Materi dalam kegiatan magang yaitu berupa ternak, pakan, perkandangan, dan manajemen pemerahan di Abe Farm. Metode dalam penyusunan laporan kegiatan magang berupa partisipasi aktif, observasi, wawancara, serta studi pustaka. Dalam pencegahan mastitis, kandang harus selalu dipastikan bersih dan sapi diperah hingga tuntas sehingga tidak banyak susu yang terkandung pada ambing yang mampu mengakibatkan mastitis. Dalam pemerahannya, Abe Farm menggunakan metode alat perah konvensional dan juga robot sebagai salah satu inovasi teknologi peternakan. Penerapan dua metode pemerahan tersebut tidak menghasilkan perbedaan secara nyata dalam segi produksi (P>0,05) namun berpengaruh nyata terhadap prevalensi mastitis (P<0,05) dan kedua variabel tersebut berkorelasi positif (r=0,01). | MBKM internship activities in the field of dairy farming at Abe Farm, Shibecha Cho, Kawakami Gun, Nijibetsu Genya, Hokkaido, Japan have been carried out starting from July 1 2022 to May 17 2023. This activity aims to learn, improve skills and insight, and analyze the influence of technological developments in the livestock sector. The material in the internship activities is livestock, feed, housing and milking management at Abe Farm. Methods for preparing internship activity reports include active participation, observation, interviews, and literature study. Disease treatment is carried out as soon as possible if the cow shows signs that indicate mastitis, which is one of the diseases that most often attacks dairy cows. In preventing mastitis, it is always important to ensure that the pen is clean and the cow is milked thoroughly so that there is not a lot of milk contained in the udder which can cause mastitis. In its milking, Abe Farm uses conventional milking methods and also robots as one of the livestock technology innovations. The application of the two milking methods did not produce significant differences in terms of production (P>0.05) but had a significant effect on the prevalence of mastitis (P<0.05) and the two variables were positively correlated (r=0.01). | |
| 39758 | 42156 | D1A019129 | PENGARUH PEMBERIAN ONGGOK TERHADAP KONSUMSI PAKAN DAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN HARIAN SAPI PERANAKAN ONGOLE | Penelitian ini telah dilaksanakan di Sawojajar Farm bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian onggok terhadap konsumsi pakan dan PBBH sapi Peranakan Ongole (PO). Materi yang digunakan yaitu 36 unit percobaan sapi Peranakan Ongole (PO) dengan bobot badan 500-600 kg. Metode yang digunakan adalah metode percobaan dan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 3 perlakuan dan 12 ulangan yang dibantu dengan program exel 2010. Nilai konsumsi pakan perlakuan P1, P2, dan P3 berturut turut adalah 16,11 ± 0,99 kg, 16,70 ± 1,25 kg, dan 16,91 ± 1,53 kg. Nilai PBBH 0,23 ± 0,18 kg (P1), 0,37 ± 0,18 kg (P2), dan 0,70 ± 0,40 kg (P3). Hasil analisis data yang dilakukan pada perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap PBBH (P<0,05) tetapi tidak berbeda nyata terhadap konsumsi pakan (P>0,05). Kata kunci: Onggok, Konsumsi Pakan, PBBH, Sapi Peranakan Ongole | This research was carried out at Sawojajar Farm aiming to determine the effect of giving cassava on feed consumption and average daily gain (ADG) of Ongole Peranakan (PO) cattle. The material used was 36 experimental units of Ongole Breed (PO) cattle with a body weight of 500-600 kg. The method used was the experimental method and a completely randomized design (CRD) consisting of 3 treatments and 12 replications assisted by the Excel 2010 program. The feed consumption values for treatments P1, P2, and P3 were 16.11 ± 0.99 kg, 16.70 ± 1.25 kg, and 16.91 ± 1.53 kg. ADG values 0.23 ± 0.18 kg (P1), 0.37 ± 0.18 kg (P2), and 0.70 ± 0.40 kg (P3). The results of the data analysis performed on the treatment have a very significant effect on ADG (P<0.05) but was not significantly different on feed consumption (P>0.05). Keywords: Cassava by-product, Feed Consumption, ADG, Ongole Breed Cattle | |
| 39759 | 44920 | D1A020058 | Tingkah Laku Antara Induk Domba Garut Dan Barbados Yang Sedang Menyusui Di Kandang Karang Sari Cv Lembu Sari Farm Kabupaten Cilacap | Latar Belakang. Tingkah laku ternak merupakan respon hewan ternak terhadap rangsangan dan interaksi dengan lingkungan sekitarnya. Perilaku menyusui pada induk domba merupakan salah satu contoh tingkah laku penting yang melibatkan interaksi sosial, perawatan, dan perlindungan terhadap anak domba. Domba Garut dan domba Barbados merupakan dua ras domba yang memiliki perbedaan karakteristik dan adaptasi terhadap lingkungan. Domba Garut merupakan sumber daya genetik ternak penting di Jawa Barat, Indonesia, dengan pengaruh signifikan terhadap produktivitas domba penghasil daging. Sementara itu, domba Barbados dikenal sebagai domba pedaging dengan adaptasi baik terhadap iklim panas dan kering. Metodologi. Penelitian dilakukan di kandang domba di Kabupaten Cilacap dengan menggunakan sepuluh ekor induk domba Garut dan sepuluh ekor induk domba Barbados yang sedang menyusui. Domba tersebut diamati selama dua hari berturut-turut dengan menggunakan metode studi cross-sectional. Data tentang tingkah laku domba dicatat dan diukur waktu serta frekuensinya. Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis data tingkah laku. Hasil. Data yang dianalisis meliputi lama menyusui, frekuensi menyusui, rata-rata lama menyusui, lama makan, frekuensi makan, lama ruminasi, frekuensi ruminasi, frekuensi minum, serta beberapa tingkah laku lainnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa domba Barbados memiliki waktu lama menyusui yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan domba Garut. Hal ini mungkin disebabkan oleh frekuensi minum yang lebih sering pada domba Barbados. Selain itu, frekuensi makan dan frekuensi ruminasi juga menunjukkan perilaku antara kedua ras domba tersebut. Domba Garut cenderung makan dan meruminasi lebih sering dibandingkan dengan domba Barbados. Hasil analisis menunjukkan bahwa domba Barbados memiliki waktu menyusui yang sedikit lebih lama dan minum lebih sering dibandingkan dengan domba Garut. Domba Garut cenderung menyusui dan makan lebih sering, serta memiliki lama makan dan ruminasi yang lebih panjang. Hal ini dapat disebabkan oleh kebutuhan nutrisi, jenis pakan, dan produksi susu. Tingkah laku ini mencerminkan interaksi sosial antara kedua ras domba, termasuk dalam bentuk kekuatan, kasih sayang, dan perawatan diri mereka. Kesimpulan. Induk domba Garut dan Barbados menunjukkan tingkah laku yang serupa saat menyusui dengan kemampuan mothering ability yang sama baiknya. Mereka menunjukkan kepedulian, perhatian, dan interaksi positif antara induk dan anak domba. | Background. Livestock behavior is the response of livestock to stimuli and interaction with the surrounding environment. Nursing behavior in ewe is one example of important behavior that involves social interaction, care and protection of lambs. Garut sheep and Barbados sheep are two breeds of sheep that have different characteristics and adaptations to environment. Garut sheep are an important livestock genetic resource in West Java, Indonesia, with a significant influence on the productivity of meat-producing sheep. Meanwhile, Barbados sheep are known as meat sheep with good adaptation to hot and dry climates. Methodology. The research was conducted in a sheep pen in Cilacap Regency using ten Garut and ten ewes a lactating Barbadian ewe. The sheep were observed for two consecutive days using cross-sectional study methods. Data about The behavior of the sheep is recorded and the time and frequency measured. Descriptive analysis used to analyze behavioral data. Results. The data described covers a long time breastfeeding, frequency of breastfeeding, average duration of breastfeeding, duration of feeding, frequency of feeding, length of rumination, frequency of rumination, frequency of drinking, and several other behaviors. The results of the analysis show that Barbados sheep have a long lactation period slightly higher than Garut sheep. This may be caused by greater drinking frequency in Barbadian sheep. In addition, meal frequency and the frequency of rumination also shows the behavior between the two sheep breeds. Sheep Arrowfish tend to eat and ruminate more often than sheep Barbados. The analysis results show that Barbados sheep have a lactation period which is slightly longer and drinks more frequently compared to Garut sheep. Sheep Garut tend to breastfeed and eat more frequently, and have longer feeding times longer rumination. This can be caused by nutritional needs, type of feed, and milk production. This behavior reflects social interactions between the two breeds of sheep, including in the form of their strength, compassion, and self-care. Conclusion. Garut and Barbados mother sheep show similar behavior when breastfeeding with the same good parenting skills. They show care, attention, and positive interactions between mother and lamb. | |
| 39760 | 44521 | J0A021007 | BILINGUAL TOURISM PROMOTION IN SUKOHARJO THROUGH A PROMOTIONAL VIDEO ON TIKTOK | Laporan ini ditulis berdasarkan praktik kerja yang telah dilakukan di Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Sukoharjo dari 11 September 2023 hingga 15 Desember 2023. Disporapar Sukoharjo adalah departemen pemerintah yang bertanggung jawab untuk mempromosikan pariwisata di Sukoharjo. The Heritage Palace dipilih sebagai tujuan wisata di mana penulis membuat video promosi. Tujuan wisata ini dipilih karena memiliki keunikan dan banyak atraksi yang dapat dinikmati oleh wisatawan. Dalam penyusunan laporan praktik kerja ini, terdapat tiga metode, yaitu observasi, dokumentasi, dan praktik langsung. Observasi dilakukan sebelum dan selama pelatihan kerja, sedangkan dokumentasi dan praktik langsung dilakukan selama praktik kerja. Ketiga metode ini digunakan dalam pelaksanaan praktik kerja yang bertujuan untuk membuat video promosi dua bahasa. Hasil video promosi tersebut berupa video sinematik dengan narasi Bahasa Indonesia dan teks bahasa Inggris. Ada tiga langkah dalam proses produksi video promosi dua bahasa, yaitu langkah persiapan, langkah produksi, dan langkah pasca-produksi. Di dalam langkah persiapan, ada beberapa tahap yaitu menentukan nama akun video promosi, menentukan tempat pariwisata, melakukan riset tentang tempat pariwisata, membuat keterangan dan hashtag, membuat naskah, serta membuat papan cerita. Selain itu, ada tiga tahap dalam langkah produksi, yaitu menetapkan posisi perangkat video, merekam video promosi, dan mengedit video promosi. Dalam langkah pasca-produksi, ada satu tahap yaitu publikasi proyek. Terdapat beberapa hambatan selama proses tersebut, namun itu semua dapat diselesaikan dengan cepat. Hasil dari video promosi dipunggah di akun TikTok Disporapar Sukoharjo. Kemudian, video tersebut mendapatkan lebih dari 1500 penonton. | This job training report is written based on the job training carried out at the Department of Youth, Sport, and Tourism Sukoharjo or Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Sukoharjo from 11 September 2023 to 15 December 2023. Disporapar Sukoharjo is a government department responsible for promoting tourism in Sukoharjo. The Heritage Palace was chosen as the tourist destination for which I created the promotional video. This tourist destination was chosen because it has its uniqueness and many facilities that the tourist can enjoy. In making this job training report, there were three methods: observation, documentation, and direct practice. The observation was carried out before and during the job training, and documentation, and direct practice were carried out during the job training. These three methods were used in the job training, creating the bilingual promotional video. The promotional video was cinematic with Indonesian voice-over and English subtitles. There were three steps in the process of producing the bilingual promotional video namely preparation, production, and post-production. In the preparation steps, there were several stages namely determining the title of the promotional video account, determining the tourist destination, researching the tourist destination, constructing the captions and hashtags, creating the script, and creating the storyboard. Moreover, there were three stages in the production steps namely setting the position of the video device, recording the promotional video, and editing the promotional video. In the post-production steps, there is one stage which is the project publication. There were several obstacles during the process, but they could be solved promptly. The results of the promotional video were published on the TikTok account of the Disporapar Sukoharjo. Subsequently, the video gained more than 1500 viewers. |