| NIM | L1B020062 |
| Namamhs | AHMAD MA'HAUDIS SAFIL MUBAROD |
| Judul Artikel | Kelimpahan Bakteri Vibrio sp. pada Hepatopankreas Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) yang Dibudidayakan Secara Semi Intensif dan Supra Intensif di Kabupaten Cilacap |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan krustasea yang paling banyak dibudidaya dan merupakan salah satu komoditas budidaya terbesar di Indonesia. Cilacap merupakan salah satu daerah yang memproduksi udang tersebut dan tambak udang yang terdapat di Cilacap terdiri dari berbagai sistem seperti semi intensif dan supra intensif. Kedua sistem tambak tersebut memiliki keunggulan dan kelemahan masing – masing yang berpotensi untuk Vibrio sp. berkembang dan menginfeksi hepatopankreas udang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kelimpahan bakteri Vibrio sp. pada hepatopankreas Udang Vaname yang dibudidayakan secara semi intensif dan supra intensif di Kabupaten Cilacap. Metode yang digunakan adalah observasi dengan purposive sampling di tambak udang Bapak Siswanto dan CV Cemarasewu Sumber Rejeki yang kemudian mengisolasi bakteri dari hepatopankreas pada media Takeshu Vibrio Specific Test Kit. Hasil penelitian ini adalah kelimpahan bakteri Vibrio sp. yang menunjukan tidak ada perbedaan siginifikan (P>0.05). Kelimpahan Vibrio sp. yang terdeteksi yaitu, 110,3 x 103 CFU/g pada tambak semi intensif dan 1,63 x 103 CFU/g pada tambak supra intensif. Kemudian secara spesifik kelimpahan V. alginolyticus lebih tinggi pada tambak udang supra intensif dengan angka 0,63 x 103 CFU/g. Kelimpahan V. parahaemolyticus sendiri lebih tinggi pada tambak udang semi intensif dengan angka 97,67 x 103 CFU/g. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Pacific Whiteleg Shrimp (Litopenaeus vannamei) is most widely farmed crustacean and is one of the largest aquaculture commodities in Indonesia. Cilacap is one of the areas that produce these shrimp and shrimp ponds in Cilacap consist of various systems such as semi-intensive and supra-intensive. Both pond systems have their own advantages and disadvantages that have potential for Vibrio sp. to develop and infect shrimp’s hepatopancreas. Aim of the research is to know the difference in the abundance of Vibrio sp. bacteria in the hepatopancreas of Pacific Whiteleg Shrimp cultivated in semi-intensive and supra intensive systems in Cilacap Regency. The method used was observation with purposive sampling in Mr. Siswanto's shrimp pond and CV Cemarasewu Sumber Rejeki which then bacteria from the hepatopancreas isolated on Takeshu Vibrio Specific Test Kit. The result of this research is the abundance of Vibrio sp with no significant difference (P>0.05). The abundance of Vibrio sp. detected was 110,3 x 103 CFU/g in semi-intensive ponds and 1,63 x 103 CFU/g in supra-intensive ponds. The abundance of V. alginolyticus was higher in supra intensive shrimp ponds with 0,63 x 103 CFU/g. The abundance of V. parahaemolyticus was higher in semi-intensive shrimp ponds with 97.67 x 103 CFU/g. |
| Kata kunci | Udang Vaname, Vibrio sp., semi intensif, supra intensif, kelimpahan bakteri |
| Pembimbing 1 | Emyliana Listiowati, S.Si., M.Sc. |
| Pembimbing 2 | Dr. Kasprijo, M.Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2024 |
| Jumlah Halaman | 11 |
| Tgl. Entri | 2024-08-20 21:36:27.311586 |
|---|