Artikelilmiahs
Menampilkan 39.661-39.680 dari 48.915 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 39661 | 44510 | C1L020019 | PENGARUH GAME ONLINE, MANAJEMEN WAKTU DAN LINGKUNGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK PESERTA DIDIK SMA NEGERI 4 PURWOKERTO | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh game online, manajemen waktu dan lingkungan teman sebaya terhadap prokrastinasi akademik. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X Merdeka Belajar, XI Merdeka dan XI Mandiri SMA Negeri Purwokerto yang bermain game online. Sampel yang digunakan berjumlah 136 dengan menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Teknik analisis yang digunakan menggunakan analisis regresi linear berganda. Data kuesioner yang telah diperoleh ditransformasikan menjadi data interval menggunakan Method of Successive Interval (MSI). Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda menunjukan bahwa: (1) Game online berpengaruh negatif terhadap prokrastinasi akademik peserta didik SMA Negeri 4 Purwokerto, (2) Manajemen waktu berpengaruh negatif terhadap prokrastinasi akademik peserta didik SMA Negeri 4 Purwokerto, (3) Lingkungan teman sebaya berpengaruh negatif terhadap prokrastinasi akademik peserta didik SMA Negeri 4 Purwokerto. | The aim of this research is to determine the influence of online games, time management and the peer environment on academic procrastination. The population in this study were students in class X Merdeka Belajar, XI Merdeka and XI Mandiri at Purwokerto State High School who played online games. The sample used was 136 using the Proportionate Stratified Random Sampling technique. The analysis technique used uses multiple linear regression analysis. The questionnaire data that has been obtained is transformed into interval data using the Method of Successive Interval (MSI). Based on the results of research and data analysis using multiple linear regression analysis, it shows that: (1) Online games have a negative effect on the academic procrastination of students at SMA Negeri 4 Purwokerto, (2) Time management has a negative effect on the academic procrastination of students at SMA Negeri 4 Purwokerto, (3) The peer environment has a negative influence on the academic procrastination of students at SMA Negeri 4 Purwokerto. | |
| 39662 | 44790 | K1B019070 | PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PADA PEMETAAN KERAWANAN LONGSOR DI WILAYAH DESA KABUPATEN BREBES MENGGUNAKAN METODE WEIGHTED OVERLAY | Tanah longsor adalah salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, terutama di Kabupaten Brebes. Fenomena ini terjadi ketika massa tanah bergerak secara alami dalam waktu singkat dengan volume yang besar. Dampak dari bencana tanah longsor dapat sangat merugikan baik secara ekonomi maupun sosial. Pada penelitian ini, pemetaan kerawanan longsor dilakukan dengan menggunakan data perkiraan dari Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, Kementerian Pertanian tahun 2004. Parameter yang digunakan adalah curah hujan, kemiringan lereng, jenis batuan, tutupan lahan dan jenis tanah. Metode weighted overlay pada SIG digunakan dalam penelitian ini dengan bantuan perangkat lunak QGIS versi 3.22 untuk menentukan tingkat kerawanan tanah longsor. Hasil analisis menunjukkan bahwa di Kabupaten Brebes, terdapat 72 desa dengan tingkat kerawanan rendah, 151 tingkat kerawanan sedang, 68 desa tingkat kerawanan tinggi, dan 6 desa tingkat kerawanan sangat tinggi. | Landslides are one of the most common natural disasters in Indonesia, especially in Brebes Regency. This phenomenon occurs when a mass of soil moves naturally in a short time with a large volume. The impacts of landslides can be highly detrimental both economically and socially. In this study, landslide vulnerability mapping was conducted using estimations from the Soil Research Center and Agroclimate, Ministry of Agriculture 2004. The parameters used are rainfall, slope, rock type, land cover, and soil type. The weighted overlay method in GIS was employed in this research with the assistance of QGIS software version 3.22 to determine the level of landslide vulnerability. The analysis results indicate that in Brebes Regency , there are 72 villages with low vulnerability, 151 villages with moderate vulnerability, 68 villages with high vulnerability, and 6 villages with very high vulnerability. | |
| 39663 | 44791 | C1A020109 | ANALISIS PENGARUH PRODUKSI BERAS, KEMISKINAN, DAN PREVALENCE OF UNDERNOURISHMENT (POU) TERHADAP KETAHANAN PANGAN DI INDONESIA | Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Produksi Beras, Kemiskinan, dan Prevalence of Undernourishment (PoU) Terhadap Ketahanan Pangan di Indonesia”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variabel Produksi Beras, Kemiskinan dan Prevalence of Undernourihment (PoU) terhadap ketahanan pangan di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder berupa data panel dengan periode tahun penelitian 2018-2022. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi data panel dengan metode Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara bersama-sama variabel produksi beras, kemiskinan, dan prevalence of undernourihment (PoU) berpengaruh signifikan terhadap ketahanan pangan di Indonesia. Secara parsial variabel produksi beras berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap ketahanan pangan di Indonesia. Variabel kemiskinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketahanan pangan di Indonesia. Variabel prevalence of undernourihment (PoU) berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketahanan pangan di Indonesia. Kata kunci: Indeks Ketahanan Pangan, Produksi Beras, Kemiskinan, Prevalence of Undernourishment. | This research is entitled "Analysis of the Effect of Rice Production, Poverty, and Prevalence of Undernourishment (PoU) on Food Security in Indonesia". The aim of this research is to analyze the influence of the variables Rice Production, Poverty and Prevalence of Undernourishment (PoU) on food security in Indonesia. This type of research is descriptive quantitative using secondary data in the form of panel data with a research period of 2018-2022. The analytical method used in this research is panel data regression analysis using the Fixed Effect Model (FEM) method. The results of this research show that together the variables of rice production, poverty and prevalence of undernourishment (PoU) have a significant effect on food security in Indonesia. Partially, the rice production variable has a positive and insignificant effect on food security in Indonesia. The poverty variable has a negative and significant effect on food security in Indonesia. The prevalence of undernourishment (PoU) variable has a positive and significant effect on food security in Indonesia. Keywords: Food Security Index, Rice Production, Poverty, Prevalence of Undernourishment. | |
| 39664 | 44511 | J1A020036 | INTRA-RACIAL RACISM:MALEEKAANDEUROCENTRICBEAUTY STANDARDSINTHESKINI’MINBYSHARONG.FLAKE(1998) | Eurosentrisme lebih dari sekadar persepsi. Kecantikan, sebuah elemen budaya yang penting, mewakili individu atau budaya dan mempengaruhi perilaku dan persepsi sosial. Standar eurosentrisme yang tertanam secara sosial mengukur individu atau masyarakat dalam standar tersebut. Penelitian ini meneliti bagaimana Maleeka, seorang gadis muda Afrika-Amerika, mengatasi norma kecantikan eurosentris dalam The Skin I'm In (1998). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif karena datanya berupa kata-kata atau ucapan, bukan angka-angka. Eurosentrisme pascakolonial dari Lois Tyson digunakan dalam penelitian ini. Data akan dianalisis dengan standar kecantikan Eurosentris dan rasisme intra-rasial pada bagian pertama. Dimulai dari warna kulit kemudian status sosial ekonomi yang menjadi hambatan Maleeka dalam menjalani kehidupannya di sekolah. Sub-bab kedua diakhiri dengan bimbingan dan pemberdayaan yang membantu Maleeka untuk melawan standar tersebut dan menemukan kedamaian batinnya. Maka dari itu, penelitian ini menunjukkan bagaimana individu melawan standar eurosentris yang diciptakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, standar eurosentris seharusnya tidak dijadikan patokan utama dalam gaya hidup, terutama untuk merundung orang lain. | Eurocentrism is more than just a perception. Beauty, a key cultural element, represents an individual or culture and influences social behaviors and perceptions. Socially embedded eurocentric standards measure an individual or society towards them. This research examined how Maleeka, a young African-American girl, overcomes the Eurocentric beauty norm in The Skin I'm In (1998). This research used a qualitative method since the data are in the form of words or utterances not numbers. Lois Tyson's postcolonial Eurocentrism was used in this research. The data were analyzed in Eurocentric beauty standards and intra-racial racism in the first section. Start with colorism then socioeconomic status which became Maleeka's obstacles in living her life at school. The second subchapter ended with mentorship and empowerment that helps Maleeka to go against the standards and find her own inner peace. Ultimately, this research showed how individuals resist the eurocentric standards created by their society. Therefore, eurocentric standards should not be used as a main benchmark in lifestyle, especially to bully people. | |
| 39665 | 42070 | E1A018270 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN DALAM PENANGANAN MEDIS HEWAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (Studi Kasus Putusan Nomor 1283/PDT.SUS-BPSK/2021/PN Sby) | Perlindungan kosnumen di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Salah satu kasus perlindungan konsumen adalah kasus sengketa konsumen antara pemilik hewan dengan dokter hewan dapat dilihat dalam Putusan Nomor 1283/Pdt.SUS-BPSK/2021/PN Sby yaitu kasus dimulai dari Liesiana yang merupakan pemilik anjing yang didiagnosa penyakit pyometra (infeksi pada rahim) dan harus dilakukan operasi pengangkatan rahim. Operasi dilakukan di Catdog Veterinary Clinic Ruko Villa Bukit Mas Ro-05, Surabaya dan kondisi anjing setelah beberapa jam pasca operasi mengalami penurunan kesehatan sampai akhirnya meninggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap konsumen dalam penanganan medis hewan berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Metode Pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dengan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, bahan hukum tersier. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, data yang diperoleh disajikan dalam bentuk teks naratif, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian terhadap putusan Nomor 1283/PDT.SUS-BPSK/2021/PN Sby menunjukan bahwa Konsumen telah mendapatkan perlindungan hukum sebagai bukti terpenuhinya perlindungan hukum terhadap konsumen dengan diberikannya sanksi administratif berupa sanksi ganti rugi kepada pelaku usaha sebesar Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah). Hal ini sejalan dengan hak-hak konsumen sebagaimana diatur dalam Pasal 4 huruf a, e, dan h UUPK mengenai hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa, hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut, dan hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya. Pelaku usaha dalam kasus ini tidak memenuhi kewajibannya sebagaimana diatur dalam Pasal 7 huruf a dan b Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen menganai beritikad baik dalam melakukan kegiatan usahanya, dan memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur. | Consumer protection in Indonesia has been regulated in Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. One of the consumer protection cases is a consumer dispute case between an animal owner and a veterinarian, as can be seen in Decision Number 1283/Pdt.SUS-BPSK/2021/PN Sby, namely that the case began with Liesiana, a dog owner who was diagnosed with pyometra (infection of the uterus) and had to undergo surgery to remove the uterus. The surgery was performed at Catdog Veterinary Clinic Ruko Villa Bukit Mas Ro-05, Surabaya and the dog's condition after several hours after surgery experienced a decline in health until it finally died. This study aims to determine the legal protection of consumers in veterinary medical handling based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. The approach method used is normative juridical approach. The data source used is secondary data with primary legal materials, secondary legal materials, tertiary legal materials. The data collection method is done by literature study, the data obtained is presented in the form of narrative text, and the data analysis method used is qualitative normative method. Based on the results of research on decision Number 1283/PDT.SUS-BPSK/2021/PN Sby, it shows that consumers have received legal protection as evidence of the fulfillment of legal protection for consumers by imposing administrative sanctions on business actors in the amount of Rp. 50,000,000.00 (fifty million rupiah). This is in line with consumer rights as stipulated in Article 4 letters a, e, and h of the GCPL regarding the right to comfort, security, and safety in consuming goods and/or services, the right to obtain advocacy, protection, and efforts to resolve consumer protection disputes properly, and the right to obtain compensation, compensation and/or replacement, if the goods and/or services received are not in accordance with the agreement or not as they should be. Business actors in this case did not fulfill their obligations as stipulated in Article 7 letters a and b of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection regarding good faith in conducting business activities, and providing correct, clear, and honest information. | |
| 39666 | 42071 | A1A019034 | Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Risiko Produksi Usahatani Kentang di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga | Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan tanaman pangan yang memiliki karakteristik berumur pendek, berbentuk perdu atau semak, dan termasuk dalam tanaman sayuran semusim yang tumbuh optimal pada ketinggian antara 1.000-1.300 mdpl dan suhu 18-21oC. Salah satu wilayah yang cocok digunakan sebagai tempat membudidayakan tanaman kentang adalah Kecamatan Karangreja. Usahatani kentang memiliki berbagai kendala dalam proses produksi yang disebabkan oleh beberapa faktor. Dari uraian di atas, peneliti ingin meneliti faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi, tingkat risiko produksi, dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap risiko produksi usahatani kentang di Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga sehingga petani dapat mengetahui kombinasi input yang tepat untuk dapat meminimalisir dampak risiko produksi kentang. Analisis yang digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi dalam penelitian ini merupakan analisis fungsi Cobb-Douglas. Selain itu juga terdapat analisis tingkat risiko produksi dengan menggunakan koefisien variasi dan analisis Just and Pope untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi risiko produksi. Responden dalam penelitian ini adalah 90 responden yang dipilih secara acak dengan menggunakan teknik propotionate stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel luas lahan, pupuk kandang, pupuk sumber nitrogen, dan insektisida berpengaruh secara nyata terhadap produksi kentang sedangkan variabel tenaga kerja, pupuk sumber fosfor, pupuk sumber kalium, fungisida, bibit, dan varietas tidak berpengaruh nyata terhadap produksi kentang. Tingkat risiko produksi menghasilkan nilai koefisien variasi 0,40 artinya usahatani kentang memiliki tingkat risiko produksi rendah. Variabel independen yang memiliki pengaruh secara nyata terhadap risiko produksi kentang yaitu luas lahan sedangkan variabel tenaga kerja, pupuk kandang, pupuk sumber nitrogen, pupuk sumber fosfor, pupuk sumber kalium, fungisida, insektisida, bibit, dan varietas tidak berpengaruh secara nyata terhadap risiko produksi kentang. | Potato (Solanum tuberosum L.) is a food crop that has a short-lived, shrub-shaped or shrub-shaped, and is included in vegetable annuals. This plant can grow in mountainous areas with altitudes ranging from 1,000-1,300 meters above sea level and the optimum temperature is 18-21oC. One area that is suitable for use as a place to cultivate potato plants is Karangreja District. Potato farming has various obstacles in the production process caused by several factors. From the description above, researchers want to examine the factors that affect production, the level of production risk, and to examine the factors that affect production risk of potato farming in Karangreja District, Purbalingga Regency so that farmers can find out the right combination of inputs to minimize the impact of potato production risk. The analysis used to determine the factors that affect production in this study is Cobb-Douglas production function. In addition, there is also an analysis of the level of production risk using the coefficient variation and Just and Pope analysis to determine the factors that affect production risk. The respondents in this study were 90 respondents who were randomly selected using a simple random sampling technique. The results showed that the variables of land area, manure, nitrogen source fertilizers, and insecticides had a real effect on potato production while variables of labor, phosphorus source fertilizers, potash source fertilizers, fungicides, seeds, and varieties did not have a real effect on potato production. The level of production risk produces a coefficient of variation value of 0,40, meaning that potato farming has a low level of production risk. The independent variables that have a real influence on potato production risk are land area while labor variables, manure, nitrogen source fertilizer, phosphorus source fertilizer, potassium source fertilizer, fungicida, insecticide, seed, and variety do not have a real effect on potato production risk. | |
| 39667 | 42068 | J0A020019 | Translating "Tentang" Menu of Melung Village Website | Laporan Tugas Akhir ini berjudul ‘Translating “Tentang” Menu of Melung Village Website.’ Dipilihnya teks ini untuk diterjemahkan karena bersifat informatif dan bermanfaat bagi pembaca, khususnya orang asing yang membutuhkan informasi mengenai desa dalam bahasa inggris. Teks ini menjelaskan mengenai sejarah, wilayah, dan lembaga Desa Melung. Tujuan pelaksanaan praktik kerja ini adalah untuk menerjemahkan teks dan menerapkan ilmu penerjemahan yang didapatkan selama masa perkulliahan. Proses penerjemahan ini telah dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2023. Dalam menerjemahkan teks website dari Desa Melung terdapat tiga tahap yang dilakukan yaitu: tahap analisis, tahap pengalihan, dan tahap restrukturisasi. Pada tahap pertama, penerjemah membaca seluruh transkrip dan menangkap pesan dalam teks menu “Tentang”. Tahap transfer dilakukan pada otak untuk memindahkan teks dari bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran. Pada tahap ketiga, teks yang telah diproses pada tahap pertama dan tahap kedua ditulis ulang hingga dapat diterima pada teks menu “Tentang”. Selama proses penerjemahan teks menu "Tentang" dari website Desa Melung, penulis menemui beberapa kendala. Kendalanya adalah dalam menemukan diksi yang tepat dalam bahasa target untuk menyampaikan pesan dari bahasa sumber, mencari dan menemukan padanan kata dalam bahasa sasaran, dan kurangnya pemahaman untuk menerapkan dan mengedit hasil terjemahan ke dalam situs website. Solusi untuk mengatasi kendala tersebut adalah mencari informasi dalam bahasa sumber, memberikan deskripsi untuk kata yang diterjemahkan, dan berkolaborasi dengan pengelola website untuk mengedit dan menerapkan hasil terjemahan pada website. | This final project report is entitled ‘Translating “Tentang” Menu of Melung Village Website.’ This text was chosen to translate because it is informative and useful for readers, especially for foreigners who need information about the village using English language. This text explains the history, region, and institutions of Melung Village. The purposes of this internship are to translate the text and apply the knowledge of translation acquired during the course of study. The translation process was carried out from May to June 2023. There were three stages in translating these texts: analysis stage, transfer stage, and restructuring stage. In the first stage, the translator reads the entire transcript and capture the message in “Tentang” menu text. The transfer stage is carried out on the brain to transfer text from source language text to target language text. In the third stage, the text that has been processed in the first stage and second stage is rewritten until it became acceptable in the “Tentang” menu text. During the translation process of the “Tentang” menu text of the Melung Village website, the writer encountered several obstacles. The obstacles were finding the right diction in the target language to convey messages from the source language, searching and finding the equivalent word in the target language, and applying and editing the translation result into the website. The solutions to overcome the obstacles were searching information about the text in the source language, giving the description for the word was translated, and collaborating with the website management to edit and apply result of the translation on the website. | |
| 39668 | 42069 | J1B017068 | ANALISIS MAKNA LEKSIKAL DAN MAKNA KULTURAL DALAM TRADISI ADAT PASOLA DI LAMBOYA SUMBA BARAT, NUSA TENGGARA TIMUR | Penelitian ini berjudul “Analisis Makna Leksikal Dan Makna Kultural Dalam Tradisi Adat Pasola di Lamboya Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (Kajian Etnolinguistik)”. Penelitin ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan data kebahasaan yang berkaitan dengan makna leksikal dan makna kultural dalam tradisi adat Pasola di Lamboya Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Dalam penelitian ini terdapat dua rumusan masalah yaitu bagaimana makna leksikal dan makna kultural dalam tradisi adat Pasola. Selain itu, tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan makna leksikal dan makna kultural dalam tradisi adat Pasola di Lamboya. Sumber data dalam penelitian ini merupakan informasi hasil dari wawancara berupa tradisi adat Pasola. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak. Metode simak memiliki teknik dasar dan teknik lanjutan. Teknik dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sadap. Teknik lanjutannya adalah teknik simak libat cakap, teknik rekam, dan catat. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah metode padan. Selain itu, dalam metode pengumpulan data peneliti menggunakan metode snowballing dengan menggunakan teori etnolinguistik dan etnosemantik. Metode penyajian hasil analisis data secara formal dan informal. Hasil penelitian terdapat makna leksikal dan makna kultural. Makna leksikal adalah makna berdasarkan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Makna kultural adalah makna yang ada pada masyarakat yang berkaitan dengan tradisi Pasola. Berdasarkan penelitian ini ditemukan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tradisi Pasola berupa; 1) nilai religi (wujud kepercayaan), 2) nilai simbolik (tanda), 3) nilai persaudaraan atau nilai persahabatan, 4) nilai sosial (partisipasi, kerjasama), 5) nilai ekonomi. | This research is entitled "Analysis of Lexical Meaning and Cultural Meaning in Pasola Indigenous Tradition in Lamboya, West Sumba, East Nusa Tenggara (Ethnolinguistic Studies)". This research includes qualitative descriptive research, which describes linguistic data related to lexical meaning and cultural meaning in the Pasola indigenous tradition in Lamboya, West Sumba, East Nusa Tenggara. In this study, there are two formulations of the problem, namely how lexical meaning and cultural meaning in the Pasola indigenous tradition. In addition, the purpose of this study is to describe the lexical meaning and cultural meaning in the Pasola tradition in Lamboya. The source of data in this study is information from interviews in the form of Pasola traditional traditions. The data collection method used in this study is the listen method. The listen method has basic techniques and advanced techniques. The basic technique used in this study is the tapping technique. Advanced techniques are listening techniques, recording techniques, and recording techniques. The data analysis method in this study is the equivalent method. In addition, in the data collection method, researchers use the snowballing method using ethnolinguistic and ethnomantic theories. Method of presenting the results of data analysis formally and informally. The results of the study contained lexical meaning and cultural meaning. Lexical meaning is the meaning based on KBBI (Big Dictionary Indonesian). Cultural meaning is the meaning that exists in society related to the Pasola tradition. Based on this research, cultural values contained in the Pasola tradition were found; 1) religious value (form of trust), 2) symbolic value (sign), 3) fraternal value or friendship value, 4) social value (participation, cooperation), 5) economic value. | |
| 39669 | 42072 | A1D019202 | VALIDASI MARKA MOLEKULER TERKAIT SIFAT AROMATIK PADA GALUR F9 HASIL PERSILANGAN PADI HITAM LOKAL (PWR) DAN MENTIK WANGI | Persilangan antara Padi Hitam lokal (PWR) dan Mentik Wangi diharapkan dapat menghasilkan padi hitam yang kaya akan nutrisi dan memiliki aroma wangi. Diperlukan marka spesifik sifat aromatik untuk mengidentifikasi adanya gen BADH2 pada hasil persilangan tersebut. Validasi marka juga diperlukan untuk mengetahui marka apa saja yang dapat digunakan untuk membedakan karakter aromatik dan non aromatik pada hasil persilangan ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui marka yang berkaitan dengan sifat aromatik pada galur F9 hasil persilangan Padi Hitam lokal (PWR) dan Mentik Wangi. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian Unsoed pada bulan Januari hingga Agustus 2023. Penelitian ini menggunakan 12 marka SSR (Simple Sequence Repeats) yang berkaitan dengan karakter aromatik dan 10 genotip padi yaitu 2 tetua persilangan (Padi Hitam lokal (PWR) dan Mentik Wangi), 3 galur F9 hasil persilangan (PHMW 482-1-4, PHMW 482-9-134, PHMW 487-24-8), dan 5 varietas pembanding (Ciherang, IR64, Pandan Wangi, Logawa, dan Inpago Unsoed 1). Hasil penelitian ini menunjukkan dari 12 marka yang diuji pada genotip yang digunakan dalam penelitian terdapat 7 marka yang menunjukkan hasil polimorfik. Marka tersebut adalah marka RM223, RM9, RM80, RM 3459, RM152, RM308, dan RM515. Berdasarkan analisis Principal Component Analysis (PCA) marka RM 308, RM 3459, RM 152, dan RM 515 memiliki kemungkinan paling besar untuk dapat digunakan dalam membedakan sifat aromatik pada galur F9 hasil persilangan Padi Hitam lokal (PWR) dengan Mentik Wangi. Hasil dari penelitian ini juga dapat dijadikan sebagai sumber informasi untuk program pemuliaan tanaman selanjutnya seperti seleksi karakter aromatik berdasarkan genotip khususnya pada tanaman padi. | It is hoped that a cross between local black rice (PWR) and Mentik Wangi will produce black rice that is rich in nutrients and has a fragrant aroma. Specific markers for aromatic traits are needed to identify the presence of the BADH2 gene in the cross. Marker validation is also needed to find out what markers can be used to differentiate aromatic and non-aromatic characters in the results of this cross. The aim of this research was to determine markers related to aromatic properties in the F9 line resulting from a cross between local Black Rice (PWR) and Mentik Wangi. This research was conducted at the Plant Breeding and Biotechnology Laboratory, Faculty of Agriculture, Unsoed, from January to August 2023. This research used 12 SSR (Simple Sequence Repeats) markers related to aromatic characters and 10 rice genotypes, namely 2 parent crosses (local Black Rice (PWR) and Mentik Wangi), 3 F9 lines resulting from crosses (PHMW 482-1-4, PHMW 482-9-134, PHMW 487-24-8), and 5 comparison varieties (Ciherang, IR64, Pandan Wangi, Logawa, and Inpago Unsoed 1). The results of this study showed that of the 12 markers tested on the genotypes used in the study, there were 7 markers that showed polymorphic results. These marks are the RM223, RM9, RM80, RM 3459, RM152, RM308, and RM515 marks. Based on the Principal Component Analysis (PCA) analysis, the markers RM 308, RM 3459, RM 152, and RM 515 have the greatest possibility of being used to differentiate the aromatic properties of the F9 line resulting from crossing local Black Rice (PWR) with Mentik Wangi. The results of this research can also be used as a source of information for further plant breeding programs such as selection of aromatic characters based on genotype, especially in rice plants. | |
| 39670 | 42073 | I1C019074 | EFEK FOTOPROTEKTIF KRIM EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG BAKAU LINDUR (Bruguiera gymnorrhiza) | Tabir surya merupakan kosmetik yang digunakan untuk melindungi dari paparan sinar matahari. Jenis bakau seperti Rhizophora mucronata, Avicennia alba, Avicennia marina dan Aegiceras floridum memiliki aktivitas fotoprotektif dengan nilai SPF rentang proteksi maksimal hingga ultra. Namun, belum pernah dilakukan pada bakau lindur (Bruguiera gymnorrhiza). Pada penelitian ini akan diformulasi sediaan krim dengan ekstrak etanol kulit batang B. gymnorrhiza untuk melihat sifat fisik sediaan krim dan mengetahui aktivitas fotoprotektif. Krim yang dibuat divariasikan pada penambahan ekstrak etanol kulit batang B.gymnorrhiza yaitu F0 (0%), F1 (1%), F2 (2%), dan F3 (3%). Selanjutnya dilakukan evaluasi sifat fisik, stabilitas, dan uji aktivitas fotoprotektif secara in vitro menggunakan spektovotometri UV-Vis dan dibandingkan dengan sunscreen brand E sebagai kontrol positif. Krim ekstrak etanol kulit batang B.gymnorrhiza memenuhi sifat fisik krim dan stabil selama masa penyimpanan 28 hari. Aktivitas fotoprotektif F0, F1, F2, dan F3 berturut-turut sebesar 0,834, 2,062, 2,92, dan 5,405. F3 memiliki aktivitas fotoprotektif tertinggi dalam rentang sedang. | Sunscreen is a cosmetic used to protect against sun exposure. Mangrove species such as Rhizophora mucronata, Avicennia alba, Avicennia marina and Aegiceras floridum have photoprotective activity with SPF values ranging from maximum to ultra protection. However, this has never been done on lindur mangroves (Bruguiera gymnorrhiza). In this research, a cream preparation will be formulated using ethanol extract of B. gymnorrhiza stem bark to examine the physical properties of the cream preparation and determine the photoprotective activity. The cream made varied by adding ethanol extract of B.gymnorrhiza stem bark, namely F0 (0%), F1 (1%), F2 (2%), and F3 (3%). Next, physical properties, stability and photoprotective activity tests were evaluated in vitro using UV-Vis spectrophotometry and compared with brand E sunscreen as a positive control. The ethanol extract cream from B.gymnorrhiza stem bark meets the physical properties of the cream and is stable during a storage period of 28 days. The photoprotective activities of F0, F1, F2, and F3 were 0.834, 2.062, 2.92, and 5.405 respectively. F3 has the highest photoprotective activity in the medium range. | |
| 39671 | 44512 | J0A021014 | Creating Bilingual Educational Booklet as the Implementation of the Tagline 'Sinau Maring Alam, Ora Bakal Nggawe Kowe Gela' in Taman Botani Baturraden | Laporan Tugas Akhir ini berjudul “Creating Bilingual Educational Booklet as The Implementation of The Tagline ‘Sinau Maring Alam, Ora Bakal Nggawe Kowe Gela’ in Taman Botani Baturraden”. Tujuan utama dari praktik kerja ini adalah untuk membuat booklet edukasi dua bahasa di Taman Botani Baturraden. Booklet ini dibuat dengan tujuan untuk mengimplementasikan tagline Taman Botani Baturraden, yaitu ‘Sinau Maring Alam, Ora Bakal Nggawe Kowe Gela’, yang artinya belajar dari alam tidak akan membuat anda kecewa. Terlebih lagi, media pembelajaran Taman Botani Baturraden sebelumnya belum tersedia. Dengan dibuatnya booklet ini, penulis berharap dapat membantu pengunjung untuk mengenal tumbuhan yang ada di Taman Botani Baturraden yang artinya booklet ini sesuai dengan tagline dan tema edukasi yang melekat pada Taman Botani Baturraden. Dalam membuat booklet, penulis menggunakan empat metode, yaitu observasi, dokumentasi, wawancara staf, dan pembuatan desain. Observasi dilakukan oleh penulis untuk mengamati dan mendapatkan data tanaman-tanaman yang ada di Taman Botani Baturraden. Dokumentasi dilakukan agar mendapatkan foto terbaik tanaman sebagai penunjang visual pada booklet. Pada tahap wawancara staf, penulis mencari tahu lebih dalam lagi mengenai informasi-informasi tanaman di booklet. Lalu tahap terakhir pembuatan desain yaitu membuat desain booklet dengan menggunakan warna dasar hijau sebagai representasi tanaman-tanaman di Taman Botani Baturraden. Selama proses pembuatan booklet, penulis menemui beberapa kendala dalam prosesnya. Kendalanya yaitu dalam menentukan warna dan font. Hal ini dikarenakan Taman Botani Baturraden tidak memiliki palet warna dan font yang spesifik untuk setiap produk mereka, sehingga penulis mempelajari lagi terkait teori warna dan font untuk menentukannya. Lalu, tidak semua tanaman sedang mekar, sehingga penulis tidak bisa mendokumentasikan tanaman secara menyeluruh. Solusi dari kendala-kendala tersebut yaitu dengan mendiskusikan hal tersebut kepada dosen pembimbing serta pembimbing di Taman Botani Baturraden. | This final report is entitled "Creating Bilingual Educational Booklet as the Implementation of the Tagline 'Sinau Maring Alam, Ora Bakal Nggawe Kowe Gela' in Taman Botani Baturraden". The main purpose of the job training is to create a bilingual educational booklet in Taman Botani Baturraden. This booklet was created to implement the tagline of Taman Botani Baturraden, that is 'Sinau Maring Alam, Ora Bakal Nggawe Kowe Gela', which means learning from nature will not make you disappointed. Moreover, the learning media of Taman Botani Baturraden was unavailable before. The creation of this booklet could help visitors to know the plants in Taman Botani Baturraden, which means that this booklet aligned with the tagline and educational theme brought by Taman Botani Baturraden. In making the booklet, the author used four methods, there were observation, documentation, staff interview, and design making. The observation was carried out by the author to observe and obtain data on plants in Taman Botani Baturraden. Documentation was carried out to get the best photos of plants as visual support in the booklet. For the staff interview stage, the author found more information about plants in the booklet. Then, the last stage is making a booklet design using the basic green color as a representation of plants in Taman Botani Baturraden. During the booklet making process, the author encountered several obstacles in the process. The obstacle is in determining the color and font. This is because Taman Botani Baturraden did not have a specific color palette and fonts for their products, so the author studied color and font theory again to determine it. Then, not all plants were in bloom, so the author could not document the plants thoroughly. The solution to these obstacles was to discuss with job training supervisors and supervisors in Taman Botani Baturraden. | |
| 39672 | 42075 | B1A019095 | Pemberian Pupuk Dasar Sekam dan Pupuk Kandang Kambing dengan Dosis yang Berbeda terhadap Morfologi dan Produksi Tanaman Kedelai (Glycine max) | Kedelai merupakan salah satu tanaman sumber protein dan murah di Indonesia. Selain itu kedelai dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Media tanam untuk tanaman kedelai dengan toleransi pH 4,5-7 bahkan pada kondisi lahan kurang subur tanaman kedelai dapat tumbuh dengan baik asal tidak terendam air. Media tanam untuk budidaya tanaman kedelai berupa tanah diaplikasikan arang sekam yang dapat menahan air dengan cadangan air yang cukup. Kondisi ini akan berdampak positif pada penggunaannya apabila dikombinasikan kembali dengan pupuk kandang kambing. Pupuk kandang kambing memiliki kandungan nitrogen yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang kambing terhadap karakter morfologi dan produksi tanaman kedelai; mengetahui komposisi kombinasi tanah, arang sekam dan pupuk kandang kambing terbaik terhadap produksi tanaman kedelai kultivar Grobogan. Penelitian dilaksanakan di dekat Sungai Cikawung Bantarpanjang, Dusun Nambo, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah selama 3 bulan dari bulan Januari – Maret 2023. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental, dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 kombinasi perlakuan. Perlakuan yang dicobakan adalah kontrol dengan kombinasi bobot tanah : arang sekam : pupuk kandang kambing = 4000 g : 500 g : 0 g, perlakuan 1 dengan kombinasi bobot tanah : arang sekam : pupuk kandang kambing = 4000 g : 500 g : 250 g; perlakuan 2 dengan kombinasi tanah : arang sekam : pupuk kandang kambing = 4000 g : 500 g : 500 g; perlakuan 3 dengan kombinasi tanah : arang sekam : pupuk kandang kambing = 4000 g : 500 g : 750 g, dan perlakuan 4 dengan kombinasi tanah : arang sekam : pupuk kandang kambing = 4000 g : 500 g : 1000 g. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (Uji F) dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kandang kambing tidak memberikan perubahan pada karakter morfologi. Namun, memberikan perubahan pada karakter produksi. Perlakuan 2 (P2) bobot tanah: arang sekam: pupuk kandang kambing 4000 g : 500 g : 500 g, merupakan perlakuan terbaik serta memberikan perubahan karakter produksi (jumlah polong per tanaman, polong isi, dan polong hampa). Perlakuan 2 (P2) pada parameter jumlah polong per tanaman memperoleh nilai yang tertinggi yaitu 63,2 biji, jumlah polong isi memperoleh nilai yang tertinggi yaitu 62,2 biji dan jumlah polong hampa memperoleh nilai yang terendah yaitu 2,2 biji. | Soybeans are a source of protein and are cheap in Indonesia. Apart from that, soybeans can be used to meet people's nutritional needs. Planting media for soybean plants with a pH tolerance of 4.5-7, even in less fertile land conditions, soybean plants can grow well as long as they are not submerged in water. The planting medium for cultivating soybeans is soil applied with husk charcoal which can hold water with sufficient water reserves. This condition will have a positive impact on its use if it is combined again with goat manure. Goat manure has a fairly high nitrogen content. This research aims to determine the effect of goat manure on the morphological characteristics and production of soybean plants; determine the composition of the best combination of soil, husk charcoal and goat manure for the production of the Grobogan cultivar soybean plant. The research was carried out near the Cikawung Bantarpanjang River, Nambo Hamlet, Cimanggu District, Cilacap Regency, Central Java Province for 3 months from January – March 2023. The research method used experimental methods, with a Completely Randomized Design (RAL) with 5 treatment combinations. The treatments tried were: Control with a combination of soil weight: husk charcoal: goat manure = 4000 g: 500 g: 0 g, treatment 1 with a combination of soil weight: husk charcoal: goat manure = 4000 g: 500 g: 250 g; treatment 2 with a combination of soil: husk charcoal: goat manure = 4000 g: 500 g: 500 g; treatment 3 with a combination of soil : husk charcoal : goat manure = 4000 g : 500 g : 750 g, and treatment 4 with a combination of soil : husk charcoal : goat manure = 4000 g : 500 g : 1000 g. The data obtained were analyzed using analysis of variance (F test) followed by the Duncan test. The results of the study showed that goat manure did not provide changes to morphological characteristics but did provide changes to production characteristics. Treatment 2 (P2) soil weight: husk charcoal: goat manure 4000 g : 500 g : 500 g, is the best treatment and provides changes in production characteristics (number of pods per plant, filled pods and empty pods). Treatment 2 (P2) on the parameter number of pods per plant obtained the highest value namely 63,2 seeds, the number of filled pods obtained the highest value namely 62,2 seeds, and the number of empty pods obtained the lowest value namely 2,2 seeds. | |
| 39673 | 42137 | A1F019018 | OPTIMASI FORMULA MI BERBASIS TEPUNG SINGKONG TERMODIFIKASI (MOCAF) DENGAN PENAMBAHAN ISOLAT PROTEIN KEDELAI DAN SUSU SKIM | Mi merupakan salah satu olahan pangan yang banyak dikonsumsi oleh masayarakat. Data World Instant Noodles Association (WINA) pada tahun 2021 konsumsi mi instan Indonesia meningkat 4,98% menjadi 13,27 miliar bungkus dibanding tahun sebelumnya. Umumnya mi terbuat dari tepung terigu, hal ini menyebabkan tingkat ketergantungan terhadap tepung terigu meningkat karena bahan utama dalam pembuatan mi adalah tepung terigu. Selain itu, tidak semua orang dapat mengkonsumsi makanan yang mengandung gluten. Saat ini sekitar 1% populasi dunia menderita penyakit celiac (intoleransi gluten). Pada penelitian sebelumnya telah ditemukan alternatif penggunaan tepung singkong termodifikasi sebagai pengganti tepung terigu, namun memiliki kelemahan yaitu kadar proteinnya yang rendah, sehingga pada penelitian ini dilakukan modifikasi dengan menambahkan isolat protein kedelai dan susu skim untuk meningkatkan kadar protein pada mi mocaf. Tujuan dari penelitian ini yaitu menetapkan proporsi isolat protein kedelai dan susu skim pada produksi mi berbasis tepung singkong termodifikasi untuk menghasilkan mi yang memiliki kesukaan dan kekenyalan maksimum, flavor singkong minimum, beany flavor, dan milky flavor serta warna in range, mengkaji pengaruh proporsi isolat protein kedelai dan susu skim terhadap karakteristik sifat fisikokimia dan sensori dari mi yang dihasilkan, dan membandingkan karakteristik sensori, fisik dan kimia antara produk mi yang menggunakan formula optimum dan kontrol (dibuat dengan 100% tepung terigu). Penelitian ini dilaksanakan di Pusat Inovasi Pangan Dukuhwaluh, Labolatorium Pangan dan Gizi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dan Labolatorium Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Response Srface Methodolofy (RSM) dengan rancanagn central composite design (CCD). Faktor penelitian yang diteliti adalah konsentrasi isolat protein kedelai dan susu skim. Tahapan penelitian meliputi penelitian pendahuluan, optimasi formula, verifikasi dan validasi data serta karakteristik produk optimum yang dibandingkan dengan kontrol (dibuat dengan 100% tepung terigu). Hasil penelitian ini diperoleh formula optimum memiliki nilai desirability 0,74 dengan proporsi isolat protein kedelai 7,08% dan susu skim 18,54%. Hasil uji sensori menunjukkan peningkatan proporsi isolat protein kedelai menyebabkan peningkatkan intensitas warna kuning, beany flavor, kekenyalan dan elastisitas serta menyebabkan penurunan terhadap respon flavor singkong, milky flavor dan kesukaan. Peningkatan proporsi susu skim menyebabkan peningkatan intensitas warna kuning, milky flavor, kekenyalan, elastisitas dan kesukaan, serta menyebabkan penurunan terhadap respon flavor singkong dan beany flavor. Mi optimum memiliki nilai karbohidrat yang tinggi serta kadar air dan gula yang rendah dibandingkan dengan kontrol yang dibuat dengan 100% tepung terigu serta telah memenuhi syarat SNI. Selain itu, mi optimum memiliki nilai elongasi yang tidak bebrbeda nyata, cooking loss dan waktu rehidrasi yang lebih rendah dibandingkan kontrol yaitu 16,87% dan 6,25 menit. | Noodles are one of the processed foods that are widely consumed by the public. Data from the World Instant Noodles Association (WINA) in 2021, Indonesia's instant noodle consumption increased by 4.98% to 13.27 billion packs compared to the previous year. Generally, noodles are made from wheat flour, this causes the level of dependence on wheat flour to increase because the main ingredient in making noodles is wheat flour. In addition, not everyone can consume foods that contain gluten. Currently, about 1% of the world's population suffers from celiac disease (gluten intolerance). In previous studies, an alternative to using modified cassava flour as a substitute for wheat flour has been found, but it has the disadvantage of low protein levels, so in this study modifications were made by adding soy protein isolate and skim milk to increase protein levels in mocaf noodles. The objectives of this study were to determine the proportion of soy protein isolate and skimmed milk in the production of modified cassava flour-based noodles to produce noodles that have maximum liking and chewiness, minimum cassava flavor, beany flavor, and milky flavor and color in range, examine the effect of the proportion of soy protein isolate and skimmed milk on the characteristics of physicochemical and sensory properties of the noodles produced, and compare the sensory, physical and chemical characteristics between noodle products using the optimum formula and the control (made with 100% wheat flour). This research was conducted at the Dukuhwaluh Food Innovation Center, the Food and Nutrition Laboratory of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University and the Laboratory of the Faculty of Agriculture, Gadjah Mada University. The method used in this research is Response Srface Methodolofy (RSM) with central composite design (CCD). The research factors studied were the concentration of soy protein isolate and skim milk. The research stages included preliminary research, formula optimization, data verification and validation and optimum product characteristics compared to the control (made with 100% wheat flour). The results of this study obtained the optimum formula has a desirability value of 0.74 with the proportion of soy protein isolate 7.08% and skim milk 18.54%. The sensory test results showed that increasing the proportion of soy protein isolate caused an increase in the intensity of yellow color, beany flavor, chewiness and elasticity and caused a decrease in the response to cassava flavor, milky flavor and liking. Increasing the proportion of skim milk caused an increase in yellow color intensity, milky flavor, chewiness, elasticity and liking, and caused a decrease in cassava flavor and beany flavor responses. Optimum noodles have a high carbohydrate value and low water and sugar content compared to the control made with 100% wheat flour and have met the SNI requirements. In addition, optimum noodles have elongation values that are not significantly different, cooking loss and rehydration time which are lower than the control, namely 16.87% and 6.25 minutes. | |
| 39674 | 42076 | K1A019027 | ISOLASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR SENYAWA BIOAKTIF DARI EKSTRAK ETIL ASETAT RIMPANG TEMU TIS (Curcuma purpurascens) | Tanaman temu tis (Curcuma purpurascens) merupakan salah satu tanaman dari famili Zingiberaceae yang diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif sehingga memiliki potensi sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa bioaktif yang terkandung dalam ekstrak etil asetat rimpang temu tis serta menguji aktivitasnya terhadap jamur C. albicans dan M. furfur. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etil asetat, fraksinasi dengan kromatografi cair vakum, serta pemurnian dengan kromatotron. Senyawa hasil isolasi yang diperoleh kemudian diidentifikasi menggunakan LC-MS. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa isolat rimpang temu tis mengandung senyawa golongan fenolik, flavonoid dan terpenoid. Hasil analisis LC-MS isolat Ig4 menunjukkan senyawa utama pada waktu retensi 16,74 menit yang diduga merupakan senyawa kurkumin yang termasuk golongan polifenol yang memiliki rumus molekul C21H21O6 dengan berat molekul 369. Hasil uji antijamur dengan metode difusi cakram menunjukkan bahwa senyawa hasil isolasi dari ekstrak etil asetat rimpang temu tis memiliki aktivitas antijamur yang tergolong lemah terhadap C. albicans dan M. furfur dengan diameter zona hambat sebesar 1,18 mm terhadap C. albicans dan 1,97 mm terhadap M. furfur. | Temu tis (Curcuma purpurascens) is a plant from the Zingiberaceae family which is known to contain various bioactive compounds that have potential as antimicrobials. This study aims to isolate and identify the bioactive compounds contained in the ethyl acetate extract of the temu tis rhizome and to test their activity against the fungi C. albicans and M. furfur. This research consisted of several stages, including extraction by maceration method using ethyl acetate solvent, fractionation by vacuum liquid chromatography, and purification by chromatotron. The isolated compounds obtained were then identified using LC-MS. The results of the phytochemical tests showed that the temu tis rhizome isolate contained phenolic, flavonoid and terpenoid compound. The results of the LC-MS analysis of Ig4 isolates showed that the main compound at a retention time of 16.74 minutes was suspected to be curcumin which belongs to the polyphenol group which has the molecular formula C21H21O6 with a molecular weight of 369. The results of the antifungal test using the disc diffusion method showed that the compound isolated from the extract Temu tis rhizome ethyl acetate has weak antifungal activity against C. albicans and M. furfur with an inhibition zone diameter of 1.18 mm against C. albicans and 1.97 mm against M. furfur. | |
| 39675 | 42077 | C1A019058 | Analisis Pengaruh PDRB Sektor Pertanian, PDRB Sektor Industri, dan Belanja Pengelolaan Lingkungan Hidup Terhadap Kualitas Lingkungan di Pulau Jawa | Pulau Jawa merupakan wilayah yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah lain di Indonesia. Di sisi lain pulau Jawa juga berperan sebagai kontributor utama dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Namun demikian, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tersebut belum cukup dijadikan sebagai indikator pembangunan. Meningkatnya kapasitas produksi dari sektor pertanian dan industri tidak hanya mendorong berkembangnya perekonomian namun juga berpengaruh terhadap kualitas lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan yang menyelaraskan pertumbuhan ekonomi dengan kualitas lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh PDRB sektor pertanian, PDRB sektor industri, dan belanja pengelolaan lingkungan hidup terhadap kualitas lingkungan di pulau Jawa serta mengetahui variabel yang paling berpengaruh. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik, Direktorat Jenderal Perimbangan dan Keuangan, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kualitas lingkungan dalam penelitian ini diukur menggunakan emisi karbon dioksida. Metode analisis yang digunakan ialah regresi data panel dengan model yang terpilih yaitu Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Variabel PDRB sektor pertanian berpengaruh negatif dan signifikan terhadap emisi karbon dioksida di pulau Jawa; 2) Variabel PDRB sektor industri berpengaruh positif dan signifikan terhadap emisi karbon dioksida di pulau Jawa; 3) Belanja Pengelolaan Lingkungan Hidup tidak berpengaruh signifikan terhadap emisi karbon dioksida di Pulau Jawa; 4) Variabel yang paling berpengaruh terhadap emisi karbon dioksida di pulau Jawa adalah PDRB sektor industri. Implikasi dari penelitian ini yaitu meningkatkan produktivitas sektor pertanian atau nilai PDRB sektor pertanian melalui penerapan sistem pertanian yang ramah lingkungan, seperti misalnya melalui penerapan sistem pertanian agroforestri. Di sisi lain, kementerian perindustrian perlu menerapkan kebijakan pengendalian emisi dengan pemberlakuan standar dan sertifikasi industri hijau. Dibutuhkan keterlibatan atau partisipasi masyarakat dalam mengupayakan penurunan emisi karbon dioksida salah satunya dapat dilakukan dengan menghemat penggunaan energi maupun sumber daya serta penerapan sistem 3R (reuse, reduce, recycle) dalam pengelolaan sampah. | Java Island is a region that has a higher level of economic growth compared to other regions in Indonesia. On the other hand, Java island also plays a role as a major contributor to national economic growth. However, the increasing economic growth is not enough to be used as an indicator of development. Increasing the production capacity of the agricultural and industrial sectors not only encourages economic development but also affects environmental quality. Therefore, it is necessary to apply the principles of sustainable development that align economic growth with environmental quality. The aim of this research is to analyze the influence of Gross Regional Domestic Product (GRDP) in the agricultural sector, GRDP in the industrial sector, and environmental management expenditure on environmental quality on the island of Java and to find out the most influential variables. This research is included in the type of quantitative descriptive research using secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS), the Directorate General of Balance and Finance, and the Ministry of Environment and Forestry. Environmental quality in this study was measured using carbon dioxide emissions. The analytical method used is panel data regression with the selected model, namelyFixed Effect Model (FEM). The results of this research show that 1) the GRDP variable in the agricultural sector has a negative and significant effect on carbon dioxide emissions on the island of Java; 2) The industrial sector GDP variable has a positive and significant effect on carbon dioxide emissions on the island of Java; 3) Environmental Management Expenditures do not have a significant effect on carbon dioxide emissions on the island of Java; 4) The variable that has the most influence on carbon dioxide emissions on Java island is the GRDP of the industrial sector. The implication of this research is to increase the productivity of the agricultural sector or the GRDP value of the agricultural sector through the implementation of environmentally friendly agricultural systems, such as such as through the implementation of agroforestry farming systems. On the other hand, the ministry of industry needs to implement emission control policies by implementing green industry standards and certification. Community involvement or participation is needed in efforts to reduce carbon dioxide emissions, one of which can be done by saving energy and resource use and implementing the 3R system (reuse, reduce, recycle) in waste management. | |
| 39676 | 42078 | A1F019033 | Pengaruh Penambahan Mikrokapsul Temulawak terhadap Sifat Fisikokimia Cookies Berbasis Tepung Terigu dan Tepung Jagung | Cookies merupakan kue kering yang memiliki rasa manis atau gurih, bertekstur renyah. Untuk mengurangi penggunaan terigu maka digunakan tepung jagung serta untuk menambah manfaat pada cookies maka ditambahkan mikrokapsul temulawak dengan berbagai konsentrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis tepung dan konsentrasi mikrokapsul terhadap sifat fisikokimia cookies temulawak. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor yang diteliti meliputi jenis tepung yang terdiri tepung terigu (A1) dan tepung jagung (A2), serta konsentrasi mikrokapsul 2% (B1), 4% (B2), 6% (B3). Variabel yang diamati berupa variabel fisikokimia (total fenol, penangkapan radikal bebas DPPH, kurkumin, dan warna), serta variabel proksimat pada perlakuan terbaik (kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, dan kadar karbohidrat). Data variabel fisikokimia diuji dengan ANOVA dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test pada taraf 5%. Penentuan perlakuan terbaik menggunakan metode indeks efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cookies temulawak dengan jenis tepung jagung memiliki total fenol, kadar kurkumin, penangkapan radikal bebas DPPH, lightness dan yellowness lebih tinggi dibandingkan dengan cookies temulawak dengan jenis tepung terigu, namun menurunkan nilai redness. Peningkatan konsentrasi mikrokapsul 2%, 4%, dan 6% menurunkan nilai lightness, namun meningkatkan nilai total fenol, kurkumin, penangkapan radikal bebas DPPH, redness dan yellowness cookies temulawak. Perlakuan terbaik cookies temulawak diperoleh dari perlakuan A2B3 (cookies tepung jagung dengan konsentrasi mikrokapsul 6%) dengan rata-rata total fenol (7,43%), penangkapan radikal bebas (75,65%), kurkumin (6,77%), lightness (67,63), redness (5,90), yellowness (51,83). Perlakuan terbaik selanjutnya dilakukan analisis proksimat sehingga dihasilkan kadar air (3,22%), kadar abu (1,28%), kadar lemak (15,35%), kadar protein (4,73%), dan kadar karbohidrat (75,42%). Kata kunci: mikroenkapsulasi, cookies temulawak, tepung jagung, tepung terigu, konsentrasi temulawak. | Cookies are dry biscuits that have a sweet or savory taste and a crispy texture. To reduce the use of wheat flour, corn flour is used, and to enhance the benefits of cookies, microencapsulated turmeric is added with various concentrations. This research aims to determine the effect of flour type and microcapsule concentration on the physicochemical properties of turmeric cookies. The study was conducted using a factorial Randomized Block Design (RAK). The factors studied included the types of flour, consisting of wheat flour (A1) and corn flour (A2), and the concentration of microcapsules, which were 2% (B1), 4% (B2), and 6% (B3). The observed variables included physicochemical properties (total phenols, DPPH free radical scavenging activity, curcumin content, and color) and proximate variables in the best treatment (moisture content, ash content, fat content, protein content, and carbohydrate content). The data for physicochemical variables were tested using ANOVA and the Duncan Multiple Range Test at a 5% significance level. The determination of the best treatment was done using the effectiveness index method. The results showed that turmeric cookies made with corn flour had higher total phenols, curcumin content, DPPH free radical scavenging activity, lightness, and yellowness compared to cookies made with wheat flour, but they reduced the redness value. Increasing the microcapsule concentration at 2%, 4%, and 6% decreased the lightness value but increased the total phenols, curcumin content, DPPH free radical scavenging activity, redness, and yellowness of turmeric cookies. The best treatment for turmeric cookies was obtained from treatment A2B3 (corn flour cookies with 6% microcapsule concentration) with an average total phenol content of 7.43%, DPPH free radical scavenging activity of 75.65%, curcumin content of 6.77%, lightness of 67.63, redness of 5.90, and yellowness of 51.83. The best treatment was then analyzed for proximate content, resulting in a moisture content of 3.22%, ash content of 1.28%, fat content of 15.35%, protein content of 4.73%, and carbohydrate content of 75.42%. Keywords: microencapsulation, turmeric cookies, corn flour, wheat flour, turmeric concentration. | |
| 39677 | 42079 | A1F019002 | PENGARUH KONSENTRASI TEMULAWAK PADA EKSTRAK PEMBUAT MIKROKAPSUL TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA COOKIES BERBAHAN TEPUNG JAGUNG DAN TEPUNG TERIGU | Cookies dikenal sebagai kudapan yang digemari oleh berbagai kalangan usia karena rasanya enak, tahan lama, praktis dan mengandung beragam nutrisi dan berpotensi dijadikan pangan fungsional. Kombinasi cookies dan rempah-rempah seperti temulawak dapat meningkatkan aktivitas antioksidannya, namun disisi lain temulawak memiliki kelemahan yaitu rasa pahit dan aroma khas yang tajam. Maka diperlukan alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu cara yang digunakan adalah melalui teknologi mikroenkapsulasi. Hasil dari teknik mikroenkapsulasi disebut mikrokapsul. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak pada pembuat mirkokapsul dan jenis tepung serta mengetahui kombinasi terbaik terhadap sifat fisikokimia cookies temulawak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor yang diteliti meliputi konsentrasi ekstrak 10% pada mirkokapsul (A1); konsentrasi ekstrak 20% pada mirkokapsul (A2) dan konsentrasi ekstrak 30% pada mirkokapsul (A3) serta penggunaan tepung jagung (B1) dan penggunaan tepung terigu (B2). Variabel yang diamati berupa variabel fisikokimia (total fenol, kurkumin, kapasitas penangkapan radikal bebas (DPPH) dan warna). Data variabel fisikokimia diuji dengan ANOVA dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test pada taraf 5%. Penentuan perlakuan terbaik menggunakan metode indeks efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar total fenol, kurkumin, kapasitas penangkapan radikal bebas (DPPH) dan nilai yellowness (b*) cenderung meningkat seiring peningkatan konsentrasi ekstrak pada mikrokapsul. Perlakuan terbaik cookies temulawak diperoleh pada perlakuan A3B2 (penambahan konsentrasi 30% ekstrak pada mikrokapsul dari total bahan cookies terigu) dengan nilai kapasitas penangkapan DPPH 81,003 %; kurkumin 3,865 g/100g; total fenol 6,601 mg GAE/g; nilai lightness (L*) 63,375; redness (a*) 6,383 dan yellowness (b*) 48,835. Serta pada perlakuan A3B1 (penambahan konsentrasi 30% ekstrak pada mikrokapsul dari total bahan cookies jagung) dengan nilai kapasitas penangkapan DPPH 84,019 %; kurkumin 5,429 g/100g; total fenol 5,901 mg GAE/g; nilai lightness (L*) 66,418; redness (a*) 5,643 dan yellowness (b*) 50,373. | Cookies are known as snacks that are liked by various ages, both children and adults. This snack is preferred because it tastes good, lasts a long time, is practical and has the potential to contain various nutrients and has the potential to be used as functional food. The combination of cookies and spices such as temulawak can increase its antioxidant activity, but on the other hand temulawak has a bitter taste and a distinctly sharp aroma. So we need an alternative that can overcome these problems. One way that can be used is through microencapsulation technology. The result of the microencapsulation technique is called a microcapsule. This study aims to determine the effect of extract concentration on the mircocapsule maker and the type of flour and to determine the best combination for the physicochemical properties of temulawak cookies. This study used a factorial randomized block design (RBD). The factors studied included the concentration of 10% extract in microcapsules (A1); extract concentration of 20% in mircocapsule (A2) and 30% extract concentration in mircocapsule (A3) and the use of corn flour (B1), and the use of wheat flour (B2). The variables observed were physicochemical variables (total phenol, curcumin, free radical scavenging capacity (DPPH) and color). Physicochemical variable data were tested by ANOVA and Duncan's Multiple Range Test at 5% level. Determination of the best treatment using the effectiveness index method. The results showed that the levels of total phenol, curcumin, free radical scavenging capacity (DPPH) and yellowness (b*) tended to increase with increasing concentration of the extract in the microcapsules. The best treatment of temulawak cookies was obtained in the A3B2 treatment (addition of 30% concentration of extract to the microcapsules of the total flour cookies ingredients) with a DPPH capture capacity value of 81.003%; curcumin 3.865 g/100g;; total phenol 6.601 mg GAE/g; lightness value (L*) 63.375; redness (a*) 6.383 and yellowness (b*) 48.835. As well as the A3B1 treatment (addition of 30% concentration of extract in microcapsules of the total ingredients of corn cookies) with a DPPH capture capacity value of 84.019%; curcumin 5.429 g/100g; total phenol 5.901 mg GAE/g; lightness value (L*) 66.418; redness (a*) 5.643 and yellowness (b*) 50.373. | |
| 39678 | 42080 | E1A018316 | PENERAPAN PASAL 74 UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS MENGENAI TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN ( CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY ) PADA PT.BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA BARAT DAN BANTEN ( PT.BANK BJB ) TBK | Perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya tidak hanya menimbulkan dampak positif, namun juga dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat dan lingkungan. Oleh karena itu Perusahaan mempunyai kewajiban melaksanakan Tanngung Jawab Sosial dan Lingkungan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang telah diatur pada Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, yang mewajibkan suatu Perseroan Terbatas untuk turut berperan dalam memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat maupun lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan dan melakukan wawancara di PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten ( PT.Bank BJB ). Model penyajian data menggunakan bentuk teks naratif dan model analisis data secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten ( PT.Bank BJB )telah melaksanakan kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau Corporate Social Responsibility (CSR) sesuai dengan ketentuan Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Oleh karena itu, PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten ( PT.Bank BJB ) tidak dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan Pasal 74 ayat (3) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. | Companies in carrying out business activities can result in both positive and negative effects on society and the environment. Therefore, the Company has an obligation to carry out Social and Environmental Responsibility or Corporate Social Responsibility (CSR) which has been regulated in Article 74 of Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies, which requires a Limited Liability Company to play a role in making a positive contribution to society and the environment. This research uses a normative juridical method with analytical descriptive research specifications. This research data is sourced from secondary data and primary data. The data collection method is carried out with a literature study and conducting interviews at PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten ( PT.Bank BJB ). The data obtained are presented with narrative text form and a qualitative normative data analysis model. Based on the results of this research, it can be concluded that PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten ( PT.Bank BJB ) has implemented Corporate Social Responsibility (CSR) activities properly in accordance with the provisions of Article 74 of Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies. Therefore, PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten ( PT.Bank BJB ) cannot be charged to sanctions in accordance with the provisions of Article 74 paragraph (3) of Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies. | |
| 39679 | 42098 | H1D019004 | APLIKASI MOBILE SKRINING TALASEMIA MINOR MENGGUNAKAN ALGORITMA NAÏVE BAYES DAN FRAMEWORK REACT NATIVE | Talasemia merupakan penyakit keturunan yang terjadi akibat kekurangan sel darah merah yang mengakibatkan penurunan produksi hemoglobin. Mengingat prevalensi talasemia yang terus meningkat di Indonesia, skrining atau deteksi dini menjadi sangat penting, terutama untuk talasemia minor yang sering tidak menunjukkan gejala. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi mobile untuk skrining talasemia minor dengan pendekatan teknologi. Aplikasi ini dikembangkan menggunakan framework React Native, dengan pendekatan metode pengembangan Waterfall. Analisis data dilakukan dengan algoritma Naive Bayes. Data yang digunakan dalam penelitian berasal dari hasil screening talasemia yang diperoleh dari Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman, mencakup fitur Hb (Hemoglobin), MCH (Mean Corpuscular Hemoglobin), dan MCV (Mean Corpuscular Volume), serta kelas DNA. Berdasarkan pengujian, aplikasi menunjukkan akurasi prediksi sebesar 96.19%. Selain itu, hasil pengujian black box memastikan semua fitur berfungsi dengan baik dan sesuai spesifikasi. Implementasi web service dengan framework Flask dan JWT juga memastikan keamanan dan integritas data. Keseluruhan penelitian menunjukkan bahwa aplikasi dapat menjadi alat yang efektif dan akurat untuk deteksi dini talasemia di masyarakat. | Thalassemia is a hereditary disease resulting from a deficiency in red blood cells, leading to a decrease in hemoglobin production. Given the continually increasing prevalence of thalassemia in Indonesia, early screening or detection is crucial, especially for thalassemia minor which often shows no symptoms. This research aims to develop a mobile application for thalassemia minor screening using a technological approach. The application was developed using the React Native framework, following the Waterfall development method. Data analysis was performed using the Naive Bayes algorithm. The data utilized in this study originated from thalassemia screening results obtained from the Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University, encompassing features like Hb (Hemoglobin), MCH (Mean Corpuscular Hemoglobin), MCV (Mean Corpuscular Volume), and a DNA class. Based on the tests, the application exhibited a prediction accuracy of 96.19%. Furthermore, black box testing results ensured all features functioned correctly and met specifications. The implementation of a web service using the Flask framework and JWT also ensured data security and integrity. Overall, the study suggests that the application can effectively and accurately aid in early detection of thalassemia in the community. | |
| 39680 | 42081 | A1A019025 | KINERJA RANTAI PASOK KAPULAGA DI KABUPATEN BANYUMAS DENGAN PT INDUSTRI JAMU DAN FARMASI SIDO MUNCUL KABUPATEN SEMARANG JAWA TENGAH | Kapulaga merupakan salah stau tanaman biofarmaka yang menjadi bahan baku produksi jamu atau obat-obatan herbal. PT Sido Muncul sebagai perusahaan industri jamu bermitra dengan petani kapulaga di Kecamatan Cilongok melalui program Petani Mitra. Tujuan penelitian, yaitu membandingkan kinerja rantai pasok pada pengepul kapulaga di Kecamatan Cilongok yang merupakan petani mitra PT Sido Muncul dengan pengepul kapulaga di Kecamatan Kedungbanteng sebagai pemasok biasa dan mengukur efisiensi kinerja rantai pasok setiap supplier kapulaga PT Sido Muncul di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode analisis Supply Chain Operation Reference (SCOR) dan Data Envelopment Analysis (DEA) dengan menggunakan software DEAP 2.1. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja rantai pasok pada pengepul kapulaga di Kecamatan Cilongok sebagai petani mitra PT Sido Muncul lebih baik dibandingkan pengepul kapulaga di Kecamatan Kedungbanteng sebagai supplier biasa. Selain itu, nilai efisiensi kinerja rantai pasok pengepul kapulaga di Kecamatan Cilongok dan Kecamatan Kedungbanteng masing-masing adalah sebesar 89,7% dan 89,5%. | Cardamom is one of the bio-pharmaceutical plants used as raw material for traditional herbal medicine or herbal remedies production. PT Sido Muncul, as a herbal medicine industry, collaborates with cardamom farmers in the Cilongok District through the Petani Mitra program. The objective of this research is to compare the supply chain performance between cardamom collectors in the Cilongok District, who are partners with PT Sido Muncul, and cardamom collectors in the Kedungbanteng District, who are regular suppliers, and to measure the efficiency of the supply chain performance of each cardamom supplier of PT Sido Muncul in Banyumas Regency. This research employs the Supply Chain Operation Reference (SCOR) and Data Envelopment Analysis (DEA) methods using DEAP 2.1 software. The results of this study indicate that the supply chain performance of cardamom collectors in the Cilongok District, as partners of PT Sido Muncul, is superior to that of cardamom collectors in the Kedungbanteng District as regular suppliers. Additionally, the efficiency values of the supply chain performance for cardamom collectors in the Cilongok and Kedungbanteng Districts are 89.7% and 89.5%, respectively. |