Artikelilmiahs

Menampilkan 39.701-39.720 dari 48.915 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3970142096E1A019267PELAKSANAAN DIVERSI DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK DI PENGADILAN NEGERI LAMONGAN
(Studi Kasus Pengadilan Negeri Lamongan)
Diversi adalah suatu pengalihan isu penyelesaian kasus-kasus anak yang diduga melakukan tindak pidana yang melalui proses pidana formal ke penyelesaian damai antara tersangka/terdakwa/pelaku tindak pidana dengan korban yang difasilitasi oleh keluarga dan/atau masyarakat, Pembimbing Kemasyarakatan Anak, Polisi, Jaksa dan Hakim. Diversi diatur dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dan mekanisme diversi diatur dalam PERMA Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pelaksanaan Diversi Dalam Sistem Peradilan Pidana Anak. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan diversi dalam Sistem Peradilan Pidana Anak di Pengadilan Negeri Lamongan dan faktor-faktor apakah yang menghambat proses pelaksanaan diversi dalam sistem peradilan pidana anak di pengadilan negeri lamongan. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum yuridis sosiologis mengkaji tentang "apa
yang ada dibalik yang tampak dari penerapan Peraturan Perundang-Undangan"
(something behind the law) dengan spesifikasi penelitian deskriptif analisis yaitu
melakukan deskripsi terhadap hasil penelitian dengan data yang selengkap dan
sedetail mungkin. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu data primer
dan data sekunder, dan data dikumpulkan dengan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukan mekanisme pelaksanaan diversi sudah sesuai dengan apa yang sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dan mekanisme diversi diatur dalam PERMA Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pelaksanaan Diversi Dalam Sistem Peradilan Pidana Anak. Faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan diversi di Pengadilan Negeri Lamongan yaitu faktor kebudayaan dan faktor masyarakat.
Diversion is a process of redirecting cases involving children suspected of committing criminal acts from the formal criminal justice system to a peaceful resolution facilitated by family and/or the community, with the involvement of Child Welfare Officers, police, prosecutors, and judges. Diversion is regulated by Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System, and the mechanisms for diversion are outlined in Supreme Court Regulation Number 4 of 2014 on Guidelines for the Implementation of Diversion in the Juvenile Criminal Justice System. The research problem in this study is how the implementation of diversion in the juvenile criminal justice system at the Lamongan District Court and what factors may hinder the diversion process in the juvenile criminal justice system at the Lamongan District Court. The type of research used is socio-legal juridical research, which examines "what lies behind the application of legislation" (something behind the law), with a descriptive research specification that describes the research results in as much detail as possible. Data collection methods used include primary and secondary data, gathered through interview techniques. The research results show that the mechanism for implementing diversion is in line with what is regulated in Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System and Supreme Court Regulation Number 4 of 2014 on Guidelines for the Implementation of Diversion in the Juvenile Criminal Justice System. The factors that hinder the implementation of diversion in the Lamongan District Court are cultural factors and community factors.
3970242097K1C019011Analisis Citra USG Abdomen dengan Interval waktu minum air 30 menit, 45 menit, dan 60 menit menggunakan Metode Histogram. Ultrasound merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan frekuensi di luar jangkauan pendengaran manusia dan perambatannya dalam satu medium. Citra ultrasound (USG) yang dihasilkan belum begitu jelas, maka perlu dilakukan pengolahan menggunakan software IndoQCT dengan metode histogram untuk mencari kualitas citra. Sampel penelitian terdiri dari 15 pasien yang dipilih secara acak menggunakan metode pengambilan sampel acak. Alat USG dan software IndoQCT digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh perlakuan minum air dan menahan buang air kecil sebelum melakukan USG ditemukan adanya citra ginjal dan vesica urinaria. Nilai histogram didapatkan dari nilai mean dan standar deviasi yang menunjukkan hasil rata-rata nilai mean pada citra ginjal dan vesica urinaria pada USG, bila ditinjau dari nilai mean untuk citra ginjal pada kelompok pasien 45 menit nilai mean yang diperoleh sebesar 94,92 yang merupakan nilai mean paling tinggi dibandingkan dengan kelompok perlakuan yang lain. Sedangkan, nilai rata-rata mean untuk citra vesica urinaria pada kelompok pasien 60 menit nilai mean yang diperoleh sebesar 80,84 yang merupakan nilai mean paling tinggi dibandingkan dengan kelompok perlakuan yang lain. Pada kelompok pasien tersebut pada kelompok pasien minum air 45 menit dan 60 menit sebelum pemeriksaan yang memiliki rata-rata nilai mean paling tinggi atau kontras yang tinggi artinya USG yang dihasilkan terbaik maka dipilih sebagai prosedur pemeriksaan USG abdomen.
Ultrasound is a term used to describe frequencies beyond the range of human hearing and their propagation in a medium. The resulting ultrasound (USG) image is not very clear, so it needs to be processed using IndoQCT software with the histogram method to determine image quality. The research sample consisted of 15 patients who were randomly selected using a random sampling method. Ultrasound equipment and IndoQCT software were used to analyze the data in this study. The results of the study showed that there was an effect of drinking water and holding in urination before doing an ultrasound, it was found that there were images of the kidneys and urinary bladder. The histogram value is obtained from the mean value and standard deviation which shows the average results of the mean value on the image of the kidneys and urinary bladder on ultrasound. When viewed from the mean value for the kidney image in the 45 minute patient group the mean value obtained is 94.92 which is the value the highest mean compared to other treatment groups. Meanwhile, the mean value for the image of the urinary bladder in the 60 minute patient group, the mean value obtained was 80.84, which is the highest mean value compared to the other treatment groups. In this group of patients, the group of patients who drank water 45 minutes and 60 minutes before the examination had the highest mean value or high contrast, meaning that the ultrasound produced was the best, so the abdominal ultrasound examination procedure was chosen.
3970344515F1C020017Praktik Humas Badan Narkotika Nasional Kabupaten Banyumas Dalam Pemanfaatan Media Sosial Instagram Penelitian yang berjudul “Praktik Humas Badan Narkotika Nasional
Kabupaten Banyumas Dalam Pemanfaatan Media Sosial
Instagram” ini bertujuan untuk mengetahui cara pengelolaan humas
BNN Kabupaten Banyumas dalam memanfaatkan media sosial
khususnya instagram, serta faktor apa saja yang menjadi
pendukung dan penghambat dalam praktiknya. Penelitian ini
menggunakan jenis penelitian deskriptf kualitatif serta
menggunakan 2 teori yaitu teori media baru dari Pierre Levy dan
teori circular model of SOME dari Regina Luttrell. Hasil penelitian
dalam penelitian ini menunjukkan bahwa humas BNNK Banyumas
termasuk dalam jabatan fungsional atau dengan kata lain tugas
tambahan. Tugas pokoknya adalah mengelola media sosial untuk
publikasi dan penyebaran informasi terkait dengan program P4GN.
Terdapat 13 orang staff humas yang memiliki tugas untuk
melakukan dokumentasi dan publikasi. Instagram digunakan
sebagai media sosial utama BNN Kabupaten Banyumas. Belum
adanya standar operasional prosedur membuat pengelolaan baik
humas maupum media sosial masih berjalan secara isidental.
Meskipun demikian, humas menetapkan beberapa target dalam
pengelolaan media sosial instagram seperti rutin uploud 2-3 konten
setiap minggu dengan target 1200-1400 views pada setiap konten,
hal tersebut disebabkan karena adanya kewajiban adanya laporan
tiap minggu ke BNN pusat terkait dengan perkembangan media
sosial. Selain itu juga terdapat faktor pendukung dan faktor
penghambat yang mempengaruhi kinerja humas dalam
memanfaatkan media sosial instagram.
The research entitled "Practices of Public Relations of the
Banyumas Regency National Narcotics Agency in Using Instagram
Social Media" aims to find out how to manage the public relations of
the Banyumas Regency BNN in utilizing social media, especially
Instagram, as well as what factors support and hinder this in
practice. This research uses qualitative descriptive research and
uses 2 theories, namely Pierre Levy's new media theory and
Regina Luttrell's circular model of SOME theory. The research
results in this study show that Banyumas BNNK public relations is included in a functional position or in other words additional duties.
The main task is to manage social media for publication and
dissemination of information related to the P4GN program. There
are 13 public relations staff whose duties are to carry out
documentation and publications. Instagram is used as the main
social media for BNN Banyumas Regency. The absence of
standard operating procedures means that management of both
public relations and social media still runs incidentally. However,
public relations has set several targets in managing Instagram
social media, such as regularly uploading 2-3 content every week
with a target of 1200-1400 views on each content, this is due to the
obligation to report every week to the central BNN regarding social
media developments. Apart from that, there are also supporting and
inhibiting factors that influence the performance of public relations
in utilizing Instagram social media.
3970444517J1D017034Konjungsi Temporal dalam Novel "Persimpang" Karya Hasan AspahaniKONJUNGSI TEMPORAL DALAM NOVEL PERSIMPANGAN
KARYA HASAN ASPAHANI
Galang Damar Panuluh
Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Indonesia FIB Unsoed
Galang.panuluh@mhs.unsoed.ac.id
ABSTRAK
Panuluh, Galang Damar. 2024. “Konjungsi Temporal dalam Novel
Persimpangan Karya Hasan Aspahani”. Skripsi. Pendidikan Bahasa
Indonesia. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Jenderal Soedirman.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan konjungsi temporal
sederajat dan konjungsi temporal bertingkat. Masalah yang menjadi latar belakan
dalam penelitian ini adalah penggunaan konjungsi dalam sebuah novel yakni novel
Persimpangan karya Hasan Aspahani. Penelitian ini menggunakan bentuk penelitian
kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah kutipan penggunaan konjungsi yang terdapat dalam novel Persimpangan
karya Hasan Aspahani. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan
teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan
teknik mengalir dengan menggunakan reliabilitas intra-reter dan inter-reter. Hasil
dari penelitian ini menunjukkan pemakaian konjungsi, data yang didapat sebaai
berikut: (1) terdapat delapan kutipan novel yang berisi penggunaan konjungsi
temporal sederajat: (2) terdapat lima kutipan novel yang berisi penggunaan
konjungsi temporal bertingkat. Berdasarkan temuan peneliti, terdapat tigabelas
data kutipan berupa penggunaan konjungsi temporal baik sejajar maupun
bertingkat yang berguna menghubungkan satu kejadian ke kejadian selanjutnyan
dengan berdasarkan waktu.
Panuluh, Galang Damar. 2024. "Temporal Conjunctions in the Novel Crossroads by
Hasan Aspahani". Thesis. Indonesian Language Education. Faculty of
Humanities. General Soedirman University.
This study aims to analyze the use of equal temporal conjunctions and graded
temporal conjunctions. The problem that forms the background in this research is the
use of conjunctions in a novel, namely the novel Persimpangan by Hasan Aspahani.
This research uses a form of qualitative research with a descriptive approach. The data
used in this research are quotes from the use of conjunctions in the novel
Persimpangan by Hasan Aspahani. Data collection techniques in this research used
reading techniques and note-taking techniques. The data analysis technique in this
research uses a flowing technique using intra-reter and inter-reter reliability. The
results of this research show the use of conjunctions, the data obtained are as follows:
(1) there are eight novel quotations which contain the use of equal temporal
conjunctions: (2) there are five novel quotations which contain the use of graded
temporal conjunctions. Based on the researchers' findings, there are thirteen quotation
data in the form of the use of temporal conjunctions, both parallel and multilevel,
which are useful in connecting one event to the next based on time.
3970542104G2A022004Efek Biokimia dan Histopatologis dari Ekstrak Etanol Kombinasi Kunyit (curcuma longa) dan Sambiloto (andrographis paniculata) dalam Model Tikus Induksi Besi BerlebihPasien talasemia-β mengalami kerusakan eritrosit sehingga memerlukan perawatan transfusi darah. Perawatan transfusi darah yang dijalani berdampak pada kondisi besi berlebih dalam tubuh. Kondisi besi berlebih akan mengakibatkan stres oksidatif dan kerusakan organ sehingga memerlukan terapi tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas dosis ekstrak kunyit dan sambiloto terhadap parameter biokimia dan gambaran histopatologi hepar Rattus Norvegicus yang diinduksi besi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian True-eksperimen dengan post-test only control group. Sebanyak 30 tikus digunakan dan dibagi menjadi enam kelompok perlakuan, normal (GN), induksi (GIO), obat deferiprone (GC), ekstrak kunyit dan sambiloto 100mg/KgBB (EI), 200mg/KgBB (EII), dan 400mg/KgBB (EIII). Malondialdehyde, catalase, superoxide dismutase, dan feritin digunakan sebagai parameter biokimia, dan gambar histopatologi hepar didokumentasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbaikan dan perbedaan yang signifikan pada tikus yang telah diinduksi besi. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa ekstrak kunyit dan sambiloto memiliki efek yang serupa dengan deferiprone. Thalassemia-β patients have erythrocyte damage that requires blood transfusion treatment. Blood transfusion treatment that is undergone has an impact on the condition of iron overload in the body. The condition of iron overload will result in oxidative stress and organ damage that requires additional therapy. This study aimed to compare the effectiveness of turmeric and kalmegh extract doses against biochemical parameters and histopathological features of iron-induced liver Rattus Norvegicus. This study used a True-experiment research design with a post-test-only control group. A total of 30 rats were used and divided into six treatment groups, normal (GN), induced (GIO), deferiprone drugs (GC), turmeric, and kalmegh extracts 100mg/KgBW (EI), 200mg/KgBW (EII), and 400mg/KgBW (EIII). Malondialdehyde, catalase, superoxide dismutase, and ferritin are used as biochemical parameters and hepatic histopathology is documented. The results showed that there were significant improvements and differences in iron-induced rats. The study also showed that turmeric and kalmegh extracts had similar effects to deferiprone.
3970642105G2A021004HUBUNGAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI TUBA FALLOPI DENGAN EKSPRESI mRNA P53 DAN mRNA YY1 PADA KARSINOMA OVARIUM MUSINOSUMLatar belakang: Kanker ovarium merupakan kanker terbanyak ketiga di Indonesia setelah kanker payudara dan kanker leher rahim. Prevalensi karsinoma ovarium musinosum secara global paling sedikit daripada subtipe lainnya, namun frekuensi relatif subtipe musinosum di Indonesia merupakan terbanyak ketiga setelah Singapura dan Korea Selatan. Kanker ovarium berkembang di fimbria tuba sebelum metastasis ke ovarium. Gen yang terlibat dalam karsinogensis karsinoma ovarium musinosum diantaranya KRAS, BRAF, p53. Ekspresi YY1 (Yin Yang 1) dihubungkan dengan peningkatan kelangsungan hidup pada pasien kanker ovarium.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan gambaran histopatologi tuba fallopi dengan ekspresi mRNA p53 dan mRNA YY1. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel penelitian ini adalah 27 pasien karsinoma ovarium musinosum di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Pemeriksaan ekspresi p53 dan YY1 menggunakan qPCR dan gambaran histopatologi tuba menggunakan pengecatan hematoksilin eosin. Hasil: Dari 27 sampel penelitian, 24 pasien memiliki ekspresi mRNA p53 tinggi dan 3 pasien memiliki ekspresi mRNA p53 rendah. Sedangkan ekspresi mRNA YY1, 24 pasien memiliki ekspresi rendah, 3 pasien ekspresi tinggi. Berdasarkan hasil analisis uji statistik Fisher’s Exact, tidak terdapat hubungan gambaran histopatologi tuba dengan ekspresi mRNA p53 pada pasien karsinoma ovarium musinosum diperoleh hasil nilai signifikasi (p) 0,231. Tidak terdapat hubungan gambaran histopatologi tuba dengan ekspresi mRNA YY1 dengan nilai signifikasi (p) 0,569. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan gambaran histopatologi tuba fallopi dengan ekspresi mRNA p53 dan mRNA YY1. Background: Ovarian cancer is the third most common cancer in Indonesia after breast cancer and cervical cancer. The global prevalence of mucinous ovarian carcinoma is lower than other subtypes, but the relative frequency of the mucinous subtype in Indonesia is the third highest after Singapore and South Korea. Ovarian cancer develops in the tubal fimbria before metastasizing to the ovaries. Genes involved in the carcinogenesis of mucinous ovarian carcinoma include KRAS, BRAF, p53. The expression of YY1 (Yin Yang 1) is associated with increased survival in ovarian cancer patients. The aim of this study was to determine the relationship between histopathological features of the fallopian tubes and the expression of p53 mRNA and YY1 mRNA. Method: This study used a cross sectional research design. The sampling technique used was purposive sampling. The sample for this study were 27 mucinous ovarian carcinoma patients at Regional General Hospital Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Examination of p53 and YY1 expression using qPCR and tubal histopathology using hematoxylin eosin staining. Results: Of the 27 study samples, 24 patients had high p53 mRNA expression and 3 patients had low p53 mRNA expression. Meanwhile, 24 patients had low expression of YY1 mRNA expression, 3 patients had high expression. Based on the results of the Fisher's Exact statistical test analysis, there was no relationship between tubal histopathological features and p53 mRNA expression in mucinous ovarian carcinoma patients, with a significance value (p) of 0.231. There was no relationship between tubal histopathological features and YY1 mRNA expression with a significance value (p) of 0.569. Conclusion: There is no relationship between the histopathological features of the fallopian tubes and the expression of p53 mRNA and YY1 mRNA.
3970744792I1A020097STIGMA MASYARAKAT PADA PENDERITA
TUBERKULOSIS (TB) DI DESA LEDUG WILAYAH KERJA
PUSKESMAS II KEMBARAN KECAMATAN KEMBARAN
KABUPATEN BANYUMAS
Latar Belakang: Salah satu permasalahan dalam penanganan tuberkulosis adalah terkait stigma masyarakat terhadap penderita TB. Peran Tokoh masyarakat sangat berpengaruh terhadap stigma masyarakat. Untuk itu penelitian ini bertujuan mengkaji stigma masyarakat serta mendiskripsikan pengetahuan, sikap, lingkungan, identitas sosial penderita TB.

Metodologi: Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui pendekatan fenomenologis. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 5 informan utama yaitu tokoh masyarakat dan 3 informan pendunguk yaitu perwakilan masyarakat umum, kader TB, dan programer TB. Analisis yang digunakan adalah Analisis konten.
Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian, Semua informan sudah memiliki pengetahuan yang baik tentang penyakit tuberkulosis atau TB. Informan merasa penting nya kesadaran masyarakat supaya tidak mengucilkan penderita TB, selain itu tokoh masyarakat masih merasakan bahwa penderita TB merupakan sosok yang mudah menularkan penyakit TB maka dari itu penting nya menjaga jarak dan menggunakan masker jika bertemu dengan penderita TB. Melalui penelitian ini didapatkan lima tema yaitu pengetahuan, sikap, lingkungan, identitas sosial, dan stigma.

Kesimpulan: Masyarakat Desa Ledug memiliki pengetahuan yang baik terkait penyakit TB dan disana masih terdapat stigma terhadap penderita TB

Kata kunci: Stigma, Penderita tuberkulosis (TB), Masyarakat, Jaga jarak, Masker.
Background: One of the problems in treating tuberculosis is related to public
stigma towards TB sufferers. The role of community figures has a big influence on
community stigma. For this reason, this research aims to examine community
stigma and describe the knowledge, attitudes, environment and social identity of
TB sufferers.
Methodology: The type of research used is qualitative using a phenomenological
approach. Data collection was carried out through in-depth interviews with 5 main
informants, namely community leaders and 3 resident informants, namely
representatives of the general public, TB cadres, and TB programmers. The
analysis used is content analysis.
Research Results Based on the research results, all informants already had good
knowledge about tuberculosis or TB. Informants felt that it was important for public
awareness not to ostracize TB sufferers. Apart from that, community leaders still
felt that TB sufferers were people who could easily transmit TB disease, therefore
it was important to maintain distance and use masks when meeting TB sufferers.
Through this research, five themes were obtained, namely knowledge, attitudes,
environment, social identity, and stigma.Conclusion: The people of Ledug Village
have good knowledge regarding TB disease and there is still a stigma towards TB
sufferers.
Keywords: Stigma, Tuberculosis Pattients, Society. Social Distancing, Mask.
3970845248D1A020102Performa Reproduksi Ternak Sapi Peranakan Ongole (PO) di Kabupaten Kebumen Kabupaten Kebumen merupakan lokasi sentra sumber pembibitan sapi PO. Keberhasilan
dalam pengembangbiakan berkaitan dengan peningkatan performa reproduksi. Performa
reproduksi merupakan salah satu faktor penting untuk dapat meningkatkan produktivitas
ternak dalam negeri. Penelitian bertujuan untuk mengetahui performa reproduksi sapi
Peranakan Ongole (PO) di Kabupaten Kebumen pengaruh umur induk dan umur bunting
pertama terhadap service per conception (S/C), days open (DO), dan calving interval (CI).
Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu metode survei. Penentuan wilayah
ditentukan dengan metode purposive sampling di Kabupaten Kebumen dengan
pertimbangan sebagai lokasi pembibitan sapi PO di wilayah kerja Puskeswan Klirong dan
Puskeswan Mirit. Sampel yang digunakan yaitu induk sapi PO umur 4-6 tahun sebanyak 73
ekor milik 56 peternak. Ternak tersebut sudah pernah beranak minimal dua kali. Data
diperoleh melalui pengamatan langsung dan melakukan wawancara dengan peternak sapi
PO di Kabupaten Kebumen. Analisis data dengan menggunakan deskriptif, serta dilakukan
regresi berganda. Informasi yang diperoleh yaitu umur induk 4,89 ± 0,79 tahun, umur
bunting pertama 22,42 ± 3,51 bulan, S/C 1,92 ± 0,80, DO 3,81 ± 1,09 bulan, dan CI 12,93 ±
1,18 bulan. Data performa reproduksi dianalis menggunakan regresi berganda untuk
memperoleh pengaruh umur induk dan umur bunting pertama terhadap S/C, DO, dan CI.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur induk dan umur bunting pertama secara simultan berpengaruh (p < 0,05) terhadap S/C, DO, dan CI. Tingkat keeratan umur induk
dan umur bunting pertama terhadap S/C (r = 0,665), DO (r = 0,559), CI (r = 0,542). Analisis
regresi linier berganda diperoleh persamaan regresi antara umur induk dan umur bunting
pertama terhadap S/C (Y1) = -1,604 + 0,073 X1 + 0,142 X2 – 0,078 D dengan R-square 0,442,
DO (Y2) = -0,264 + 0,078 X1 + 0,165 X2 – 0,032 D dengan R-square 0,312, dan CI (Y3) = 8,606
+ 0,084 X1 + 0,174 X2 + 0,036 D dengan R-square 0,294.
Kebumen District is the location of the source center for PO cattle breeding. Success in
breeding is related to increased reproductive performance. Reproductive performance is
one of the important factors to be able to increase domestic livestock productivity. The
study aims to determine the reproductive performance of Peranakan Ongole (PO) cattle in
Kebumen District on the influence of the mother's age and the first pregnancy age on
service per conception (S/C), days open (DO), and calving interval (CI). The sampling method used is the survey method. The determination of the area was determined by the purposive
sampling method in Kebumen District with consideration as a location for PO cattle
breeding in the working area of the Klirong Health Center and Mirit Health Center. The samples used were 73 PO cows aged 4-6 years belonging to 56 breeders. The cattle have
given birth at least twice. Data was obtained through direct observation and interviews
with PO cattle breeders in Kebumen District. Data analysis using descriptive, as well as
multiple regression. The information obtained was 4.89 ± 0.79 years old, first pregnancy
age 22.42 ± 3.51 months, S/C 1.92 ± 0.80, DO 3.81 ± 1.09 months, and CI 12.93 ± 1.18
months. Reproductive performance data were analyzed using multiple regression to obtain
the influence of maternal age and first pregnancy age on S/C, DO, and CI. The results
showed that the mother's age and the first pregnancy age simultaneously affected (p <
0.05) on S/C, DO, and CI. The level of tightness of the mother's age and the first pregnancy
age to S/C (r = 0.665), DO (r = 0.559), CI (r = 0.542). Multiple linier regression analysis
obtained the regression equation between the parent age and the first gestation age
against S/C (Y1) = --1,604 + 0,073 X1 + 0,142 X2 – 0,078 D with R-square 0.442, DO (Y2) = -
0,264 + 0,078 X1 + 0,165 X2 – 0,032 D with R-square 0.312, and CI (Y3) = 88,606 + 0,084 X1
+ 0,174 X2 + 0,036 D with R-square 0.294.
3970944516H1A020045RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING DAN KONTROL KELEMBABAN TANAH MENGGUNAKAN WIRELESS SENSOR NETWORK BERBASIS INTERNET OF THINGSPertanian merupakan salah satu sektor yang sangat dibutuhkan untuk menunjang kehidupan manusia. Banyak sekali parameter yang harus diperhatikan pada sektor pertanian agar tanaman yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik. Salah satu parameter yang penting yaitu kelembaban tanah. Pada pertanian konvensional penyiraman tanaman masih mengandalkan manusia secara langsung atau dalam kata lain manual. Penelitian ini memberikan solusi untuk mengoptimalkan proses penyiraman tanaman dengan kendali otomatis agar tanah memiliki kelembaban yang ideal untuk ditumbuhi tanaman. Otomasi proses penyiraman menggunakan sensor capasitive soil moisture yang sudah dikalibrasi guna mendapatkan data kelembaban yang sesuai. Kemudian proses monitoring yang dilakukan menggunakan konsep Internet of Things dengan skenario wireless sensor network. Hal tersebut dipilih guna mempermudah pekerjaan petani dalam proses penyiraman di pertanian lahan terbuka yang luas. Penelitian ini tidak hanya berfokus untuk satu jenis tanaman saja, tetapi untuk tanaman secara keseluruhan dengan kelembaban tanah yang ideal secara umum. Selanjutnya, metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu eksperimental dengan membuat prototype untuk menguji dan menganalisis kelembaban tanah. Hasil dari penelitian ini yaitu prototype mampu me-monitoring kelembaban tanah dengan pembacaan sensor capacitive soil moisture yang memiliki nilai error sebesar 0,87. Kemudian prototype mampu mengendalikan sistem kelembaban tanah melalui Blynk IoT baik secara manual dengan input user dan otomatis dengan pengaturan rentang lebih dari sama dengan 60% pompa mati, kurang dari 60% pompa menyala yang memiliki akurasi 100%. Lalu spreadsheet mampu mengumpulkan data selama 5 menit sekali dengan nilai error 0,27.Agriculture is one of the sectors that is needed to support human life. There are so many parameters that must be considered in the agricultural sector so that the crops produced have good quality. One important parameter is soil moisture. In conventional agriculture, watering plants still relies on humans directly or in other words manually. This research provides a solution to optimize the process of watering plants with automatic control so that the soil has ideal moisture for plants to grow with. Automate the watering process using a calibrated capasitive soil moisture sensor to obtain appropriate moisture data. Then the monitoring process is carried out using the concept of the Internet of Things with a wireless sensor network scenario. This was chosen to facilitate the work of farmers in the process of watering on large open land farms. This agricultural focus is not just on one type of crop, but ideal soil moisture in general. Furthermore, the method used in this study is experimental by making a prototype to test and analyze soil moisture. The result of this study is that the prototype is able to monitor soil moisture with capacitive soil moisture sensor readings which have an error value of 0.87. Then the prototype is able to control the soil moisture system through Blynk IoT both manually with user input and automatically with a range setting of more than equal to 60% of the pump off, less than 60% of the pump is on which has 100% accuracy. Then the spreadsheet is able to collect data for 5 minutes with an error value of 0.27.
3971042107C1H017007FINANCIAL CONSTRAINTS, INVESTMENT OPPORTUNITIES,AND INVESTMENT DECISION OF LISTED INDONESIA MANFUCATURING COMPANY (2017-2021)Skripsi ini berjudul “Financial Constraints, Investment Opportunities, and
Investment Decisions of Listed Indonesian Manufacturing Companies (2017-2021)".
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh arus kas, market to book,
profitabilitas, leverage, dan financial constraint perusahaan terhadap keputusan
investasi.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data
panel. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Sampel dalam
penelitian ini adalah 47 perusahaan. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa:
(1) arus kas berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi, (2)
market to book berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keputusan investasi,
(3) profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keputusan investasi, (4)
leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keputusan investasi, (5)
financial constraint berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keputusan investasi.
Implikasi dari penelitian ini adalah investor dapat mengambil keputusan
investasi yang tepat dan benar dengan mempertimbangkan arus kas, profitabilitas, dan
leverage, yang sesuai dengan hasil penelitian ini. Bagi para manajer perusahaan
pemilihan sumber dana untuk berinvestasi juga menjadi salah satu komponen yang
harus diperhatikan secara serius karena setiap sumber dana akan menimbulkan biaya
modal tersendiri, oleh karena itu sangat diharapkan bagi perusahaan untuk
mengetahui informasi yang tepat dan benar sebelum melakukan keputusan investasi.
This thesis is entitled "Financial Constraints, Investment Opportunities, and
Investment Decisions of Listed Indonesian Manufacturing Companies (2017-2021)".
This research aims to determine the influence of cash flow, market to book,
profitability, leverage, and financial constraints on investment decisions.
The research method used in this research is panel data regression. This
research uses a purposive sampling method. The sample in this research was 47
companies. The results of hypothesis testing show that: (1) cash flow has a positive and
significant effect on investment decisions, (2) market to book has a positive and
insignificant effect on investment decisions, (3) profitability has a negative and
significant effect on investment decisions, (4) leverage has negative and significant
effect on investment decisions, (5) financial constraints have a negative and significant
effect on investment decisions.
The implication of this research is that investors can make appropriate and
correct investment decisions by considering cash flow, profitability, and leverage,
which is in accordance with the results of this research. For company managers,
choosing a source of funds for investment is also a component that must be taken
seriously because each source of funds will incur its own capital costs, therefore it is
highly desirable for companies to know the correct information before making
investment decisions.
3971142092A1C019085PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS UNTUK MENGETAHUI FAKTOR-FAKTOR KEPUTUSAN PETANI TERKAIT PENGGUNAAN RICE TRANSPLANTER UNTUK PENANAMAN PADI DI KABUPATEN PURBALINGGAAlat mesin tanam padi atau Rice Transplanter merupakan suatu alat tanam bibit padi yang menggunakan mesin sebagai tenaga penggeraknya. Alat ini sangat efektif dalam penanaman padi dibanding dengan tanam manual dikarenakan dalam mengoperasikan alat hanya butuh dua atau 3 orang saja sebagai operatornya. Selain itu, Rice Transplanter memiliki kapasitas penanaman yang besar dibanding tanam secara manual yang memberikan keuntungan lebih pada waktu tanam serta biaya tanam. Namun, saat ini di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah terdapat permasalahan yang menyebabkan Rice Transplanter tidak digunakan. Peneliti menganalisis sejumlah faktor yang mempengaruhi petani terkait mangkraknya alat menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yang berperan sebagai sitem pendukung keputusan.
Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah dengan membagi sampel menggunakan Multistage Sampling. Didapatkan wilayah yang perlu di analisis meliputi Kecamatan Kalimanah dan Kecamatan Padamara sebagai wilayah yang mendapatkan alat serta Kecamatan Kemangkon dan Kecamatan Bukateja sebagai yang tidak mendapatkan bantuan alat. Hasil analisis alternatif di Kecamatan Kalimanah dan Kecamatan Padamara sebagai wilayah yang mendapatkan bantuan alat terbanyak yaitu penyuluhan penggunaan alat sebesar 0,1613 atau 16,13%, Kecamatan Bukateja dan Kecamatan Kemangkon sebagai wilayah yang tidak mendapat bantuan alat yaitu modifikasi alat sebesar 0,1612 atau 16,12%. Adapun asil analisis keseluruhan data di Kabupaten Purbalingga yaitu penyuluhan penggunaan alat sebesar 0,1725 atau 17,25%.
A rice planting machine or Rice Transplanter is a tool for planting rice seeds that uses a machine as the driving force. This tool is very effective in planting rice compared to manual planting because to operate the tool it only requires two or 3 people as operators. Apart from that, the Rice Transplanter has a large planting capacity compared to manual planting which provides more advantages in planting time and planting costs. However, currently in Purbalingga Regency, Central Java there are problems that cause Rice Transplanters not to be used. Researchers analyzed a number of factors that influence farmers regarding equipment failure using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method which acts as a decision support system.
This research was carried out in Purbalingga Regency, Central Java by dividing the sample using Multistage Sampling. It was found that the areas that needed to be analyzed included Kalimanah District and Padamara District as areas that received equipment and Kemangkon District and Bukateja District as those that did not receive equipment assistance. The results of the alternative analysis in Kalimanah District and Padamara District as areas that received the most tool assistance, namely counseling on tool use amounted to 0.1613 or 16.13%, Bukateja District and Kemangkon District as areas that did not receive tool assistance, namely tool modification amounted to 0.1612 or 16.12%. The results of the overall analysis of data in Purbalingga Regency, namely education on the use of tools, amounted to 0.1725 or 17.25%.
3971242106H1D019032IMPLEMENTASI DETEKSI CITRA PADA PROGRAM AIMBOT MENGGUNAKAN ALGORITMA YOLOCheat merupakan salah satu cara bagi pemain untuk mendapat keunggulan secara tidak adil. Maraknya cheat pada game online mendorong para pembuat game untuk meningkatkan sistem keamanan pada game mereka. Akan tetapi, sistem keamanan yang umum dipakai pada saat ini hanya mengawasi data mentah yang masuk dan keluar serta integritas file saja. Dengan meluasnya penggunaan kecerdasan buatan untuk melakukan deteksi citra, kita dapat mengelabui sebagian besar sistem keamanan dalam game yang ada pada saat ini. Hal ini dapat dilakukan dengan menangkap gambar yang muncul pada layar lalu memprosesnya melalui sistem deteksi citra. Dari proses tersebut, dapat dilihat apakah ada lawan yang muncul pada layar. Jika ada, program akan menggerakkan mouse ke tempat dimana musuh tersebut berada lalu menembaknya. Program ini dibuat untuk game berjenis first person shooter (FPS) dengan menggunakan metode You Only Look Once (YOLO) untuk melakukan pengolahan citra serta Arduino untuk pengiriman data input. Dari hasil pengolahan 7799 gambar dalam 300 epoch, didapat nilai F1 tertinggi sebesar 67% ketika nilai confidence bernilai 68.8%Cheat is one of many ways for a player to gain unfair advantage upon the other. The popularity of cheat in online games has made the game developer to improve their game's security system. However, the common security system only check the incoming and outcoming data and the file's integrity. With the improvement of Artificial Intelligence for Object Detection, we can fool most of the current game's security system. This can be achieved by capturing the image that appears on the screen and then processing it with object detection system. From that process, we can see if there's any enemies on the screen. if there are any, the program will move the mouse towards the enemy and shoot them. This program is made for first person shooter (FPS) games with you only look once (YOLO) method for object detection and Arduino for sending the input. From the results of processing 7799 images in 300 epochs, the highest F1 value obtained is 67% when the Confidence value was at 68.8%
3971342108F1C019070Implementasi Komunikasi Kesehatan pada Program Penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Banyumas (Studi Kasus di LPPSLH Purwokerto)Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menjadi penyebab penyakit Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Penyakit ini merupakan salah satu epidemi global yang harus ditangani bersama. Penelitian ini membahas tentang implementasi komunikasi kesehatan pada Program Penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Banyumas yang dilakukan LPPSLH. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerapan komunikasi kesehatan pada Program Penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Banyumas yang dilakukan oleh LPPSLH, serta mengetahui hambatan yang dialami LPPSLH pada Program Penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Banyumas. Teori yang digunakan yaitu Teori Pemasaran Sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik pemilihan informan dilakukan dengan purposive sampling dan validitas data menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LPPSLH dalam menjalankan Program Penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Banyumas telah melakukan promosi kesehatan yang berkaitan dengan penanggulangan HIV/AIDS melalui empat tahapan, yaitu assessment, outreach, testing, dan pendampingan ODHA. Pesan kesehatan program tersebut disampaikan secara langsung dengan tatap muka serta melalui media sosial. Adapun respon yang muncul dari kelompok sasaran program berupa respon positif serta negatif. Beberapa hambatan juga ditemukan LPPSLH selama menjalankan Program Penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Banyumas, yaitu keterbatasan SDM, perbedaan cara pendampingan, komunikan kurang memahami isu HIV/AIDS, migrasi yang tinggi, serta minimnya support dari berbagai pihak.
Human Immunodeficiency Virus (HIV) is a virus that causes Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). This disease is a global epidemic that must be handled together. This research discusses the implementation of health communication in the HIV/AIDS Prevention Program in Banyumas Regency carried out by LPPSLH. This research aims to describe the process of implementing health communication in the HIV/AIDS Management Program in Banyumas Regency carried out by LPPSLH, as well as finding out the obstacles experienced by LPPSLH in the HIV/AIDS Management Program in Banyumas Regency. The theory used is Social Marketing Theory. This research uses a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques were carried out using observation, interviews and documentation methods. The informant selection technique was carried out using purposive sampling and data validity using the triangulation method. The research results show that LPPSLH in carrying out the HIV/AIDS Prevention Program in Banyumas Regency has carried out health promotion related to HIV/AIDS prevention through four stages, namely assessment, outreach, testing, and assistance to PLWHA. The program's health messages are delivered face to face and via social media. The responses that emerged from the program target group were positive and negative. LPPSLH also encountered several obstacles while carrying out the HIV/AIDS Prevention Program in Banyumas Regency, namely limited human resources, different methods of assistance, communicants not understanding the issue of HIV/AIDS, high migration, and lack of support from various parties.
3971442109K1A019014ISOLASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR SENYAWA BIOAKTIF EKSTRAK n-HEKSANA RIMPANG TEMU TIS (Curcuma purpurascens)Temu tis (Curcuma purpurascens) merupakan tanaman obat yang dapat mengobati gangguan kesehatan, infeksi saluran pencernaan dan penyakit kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa bioaktif ekstrak n-heksana rimpang temu tis serta menguji aktivitasnya terhadap jamur Candida albicans dan Malassezia furfur menggunakan metode difusi cakram. Tahapan penelitian meliputi ekstraksi dengan cara maserasi serbuk rimpang temu tis dengan pelarut n-heksana, ekstrak n-heksana kemudian difraksinasi serta dimurnikan dengan kromatografi cair vakum (KCV) dan kromatografi sentrifugal (kromatotron). Uji fitokimia menunjukkan bahwa isolat yang didapatkan memberikan hasil positif pada uji terpenoid. Senyawa hasil isolasi selanjutnya diidentifikasi menggunakan Gas Chromatography Mass Spectrometry (GC-MS), uji aktivitas antijamur terhadap jamur C. albicans dan M. furfur dilakukan pada ekstrak n-heksana, fraksi dan senyawa hasil isolasi. Hasil analisis GCMS dari isolat fgk1 menunjukkan bahwa terdapat 3 senyawa utama yang teridentifikasi berdasarkan data literatur yaitu metil heksadekanoat; metil 9(Z)-oktadekenoat dan metil stearat. Senyawa yang paling dominan yaitu metil 9(Z)-oktadekenoat dengan rumus molekul C19H36O2 dan berat molekul 296. Hasil uji antijamur menunjukkan bahwa hasil isolasi memiliki aktivitas antijamur terhadap jamur C. albicans dan M. furfur dengan nilai zona hambat berturut-turut 2,13 mm dan 1,42 mm.Temu tis (Curcuma purpurascens) is a medicinal plant that can treat various health problems, digestive tract infections and skin diseases. The objective of this study was to isolate and identify the bioactive compound n-hexane extract of temu tis rhizome and to test its activity against the fungi Candida albicans and Malassezia furfur using the disc diffusion method. The stages of the research included extraction by maceration of the Temu tis rhizome powder with n-hexane solvent, the n-hexane extract was then fractionated and purified by vacuum liquid chromatography (KCV) and chromatography centrifuge (chromatotron). The phytochemical test showed that the isolates obtained gave positive results in the terpenoid test. The isolated compounds were then identified using Gas Chromatography Mass Spectrometry (GC-MS). Antifungal activity tests against C. albicans and M. furfur were carried out on the n-hexane extract, fractions and isolated compounds. The results of the GCMS analysis of the isolate fgk1 showed that there were 3 main compounds identified based on literature data, namely methyl hexadecanoic; methyl 9(Z)-octadecenoic and methyl stearate. The most
dominant compound was methyl 9(Z)-octadecenoic with a molecular formula of C19H36O2 and a molecular weight of 296. The results of the antifungal test showed that the isolates had antifungal activity against the fungi C. albicans and M. furfur with inhibition zone values respectively 2,13 mm and 1,42 mm.
3971542110F1F019042Implementasi Kerjasama Amerika Serikat–Meksiko melalui Bicentennial Framework dalam Menghadapi Drugs Trafficking Organization di Perbatasan pada Tahun 2021-2023Permasalahan narkoba dan DTO yang beroperasi di wilayah perbatasan Amerika Serikat dan Meksiko merupakan permasalahan pelik yang sudah terjadi sejak tahun 1970. Gerakan “War on Drugs” yang dibentuk oleh Presiden Nixon merupakan awal dari dibentuknya perlawanan terhadap aktivitas DTO yang ada dikedua negara. Gerakan perlawanan terhadap DTO dan narkoba yang ada di perbatasan kedua ini dilanjutkan dengan 3 kerjasama Bi-National Drug Threat Assessment pada tahun 1997, Merida Initiative pada tahun 2006 dan Bicentennial Framework yang dibentuk pada tahun 2021. Dilaksanakannya 3 periode kerjasama dalam melawan narkoba dan DTO, kedua negara memiliki kewajiban yang sama dalam menanggulangi dan menghilangkan pengaruh dari narkoba dan DTO di perbatasan. Meski telah berjalan selama 2 dekade, kerjasama yang ada masih memiliki tantangan untuk berjalan secara efektif dan efisien dalam melawan narkoba dan DTO di perbatasan kedua negara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam memahami bagaimana opitmalisasi startegi yang ada didalam kerjasama Bicentennial Framework selama tahun 2021-2023. Sedangkan teknik pengumpulan data dihimpun dari data sekunder yang diolah dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, laporan dan situs yang dianalisis secara kualitatif.The problem of drugs and DTOs operating in the border areas of the United States and Mexico is a complicated problem that has occurred since 1970. The "War on Drugs" movement formed by President Nixon was the beginning of the formation of resistance to DTO activities in both countries. The resistance movement against DTOs and drugs at the second border was continued with 3 Bi-National Drug Threat Assessment collaborations in 1997, the Merida Initiative in 2006 and the Bicentennial Framework which was formed in 2021. Implementing 3 periods of cooperation in fighting drugs and DTOs, Both countries have the same obligations in tackling and eliminating the influence of drugs and DTO at the border. Even though it has been running for 2 decades, existing cooperation still has challenges in running effectively and efficiently in fighting drugs and DTO on the borders of the two countries. This research uses a descriptive method to understand how to optimize existing strategies in the Bicentennial Framework collaboration during 2021-2023. Meanwhile, data collection techniques are collected from secondary data processed from various sources such as books, journals, reports and sites which are analyzed qualitatively.
3971642111K1A019047UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PROTEIN HIDROLISAT
KACANG POLONG HASIL HIDROLISIS OLEH PROTEASE
DARI BAKTERI Bacillus Subtilis B298
Kacang polong (Pisum sativum L.) merupakan salah satu tanaman legume yang
memiliki nutrisi dan protein yang lebih tinggi dibandingkan tanaman serealia.
Protein kacang polong tersedia dalam berbagai bentuk termasuk tepung, konsentrat,
dan isolat kacang polong. Protein kacang polong biasanya dimanfaatkan dalam
bentuk konsentrat dan dapat diproduksi melalui proses hidrolisis enzimatik. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui potensi enzim protease isolat B. subtilis B298
dalam menghidrolisis protein kacang polong untuk menghasilkan protein hidrolisat
dengan aktivitas antioksidan. Penelitian ini, dilakukan dengan memproduksi enzim
protease B. subtilis B298 serta karakterisasi enzim meliputi pengaruh suhu dan pH.
Hidrolisis protein kacang polong dibuat pada kondisi optimum dengan lama waktu
inkubasi 10, 20, 30, 40, 50, dan 60 menit. Aktivitas antioksidan protein hidrolisat
dilakukan dengan metode DPPH serta dilakukan uji hemolisis. Hasil penelitian
menunjukkan enzim protease B. subtilis B298 bekerja pada suhu optimum 45 oC
dan pH 9. Hidrolisis tertinggi diperoleh pada waktu inkubasi 60 menit dengan nilai
derajat hidrolisis sebesar 44%. Persentase inhibisi tertinggi terhadap radikal DPPH
ditunjukkan oleh protein hidrolisat kacang polong dengan waktu inkubasi 10 menit
dengan nilai sebesar 38%. Berdasarkan nilai AAI, aktivitas antioksidan hidrolisat
kacang polong masih tergolong antioksidan lemah karena nilai AAI < 0,5 yaitu
0,103. Hasil uji hemolisis menunjukkan bahwa persentase hemolisis hidrolisat
protein kacang polong adalah sebesar 7%.
Peas (Pisum sativum L.) is a legume crop that has higher nutrients and protein than
cereal crops. Pea protein is available in various forms including flour, concentrate,
and pea isolate. Pea protein is usually utilized in concentrate form and can be
produced through enzymatic hydrolysis process. The aim of this study was to
determine the potential of protease enzyme isolate B. subtilis B298 in hydrolyzing
pea protein to produce protein hydrolysate with antioxidant activity. This study was
conducted by producing protease enzyme of B. subtilis B298 and characterizing the
enzyme including the effect of temperature and pH. Hydrolysis of pea protein was
made at optimum conditions with incubation time of 10, 20, 30, 40, 50, and 60
minutes. Antioxidant activity of protein hydrolysate was carried out by DPPH
method and hemolysis test was conducted. The results showed that the protease
enzyme B. subtilis B298 worked at an optimum temperature of 45 oC and pH 9. The
highest hydrolysis was obtained at an incubation time of 60 minutes with a
hydrolysis degree value of 44%. The highest percentage of inhibition against DPPH
radicals was shown by pea protein hydrolysate with an incubation time of 10
minutes with a value of 38%. Based on the AAI value, the antioxidant activity of
pea hydrolysate is still classified as a weak antioxidant because the AAI value is
<0.5, namely 0.103. Hemolysis test results showed that the percentage of pea
protein hydrolysate was 7%.
3971742113C1A017022PREFERENSI DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN DALAM MEMILIH KARTU DEBIT BERLOGO GERBANG PEMBAYARAN NASIONALData volume transfer dana tahun 2013 hingga 2021 menunjukkan besarnya transaksi berada di dalam negeri daripada luar negeri. Pada tahun 2017 terdapat 80 persen kartu debit yang menggunakan jasa jaringan pembayaran asing yang beredar di masyarakat. Pada tahun 2021, setelah adanya GPN, terjadi penurunan jumlah kartu debit dengan jasa jaringan pembayaran asing menjadi 51 persen. Penurunan ini tidak dibarengi dengan penurunan jumlah pengguna secara signifikan namun dikarenakan kenaikan jumlah pengguna GPN. Sehingga sasaran BI untuk melakukan switch kartu debit asing menjadi GPN tidak terlaksana karena masyarakat menambah kartu debit GPN bukan mengganti dari kartu debit asing menuju GPN. Penelitian ini menggunakan data primer yang didapatkan melalui pengisian kuesioner oleh dosen dan tenaga kependidikan FEB Unsoed sejumlah 70 responden. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan model Ordinary Least Square (OLS). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pendapatan, pengeluaran, biaya atas penggunaan kartu, dan kemudahan secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap preferensi. Secara parsial hanya variabel kemudahan yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap preferensi. Perlu adanya sosialisasi dan edukasi mendalam serta menyeluruh kepada seluruh lapisan masyarakat terkait keunggulan dan kemudahan GPN daripada kartu lainnya.Data on the volume of fund transfers from 2013 to 2021 shows that the majority of transactions are within the country rather than abroad. In 2017, there were 80 percent of debit cards that used foreign payment network services circulating in the community. In 2021, after the existence of GPN, there was a decrease in the number of debit cards with foreign payment network services to 51 percent. This decrease was not accompanied by a significant decrease in the number of users but due to an increase in the number of GPN users. So that BI's goal to switch foreign debit cards to GPN is not implemented because people add GPN debit cards instead of changing from foreign debit cards to GPN. This study uses primary data obtained through filling out questionnaires by lecturers and education staff of FEB Unsoed totaling 70 respondents. The analysis technique used is multiple linear regression with the Ordinary Least Square (OLS) model. The results of this study indicate that the variables of income, expenditure, fees of using cards, and convenience together have a significant influence on preferences. Partially, only the convenience variable has a positive and significant effect on preference. There is a need for in-depth and comprehensive socialization and education to all levels of society regarding the advantages and convenience of NPG over other cards.
3971842114E1A019272PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN YANG DIRUGIKAN AKIBAT IKLAN/PROMOSI VENEER GIGI MELALUI INSTAGRAM BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (STUDI PUTUSAN NOMOR 328/PID.SUS/2021/PN.PLG)Perlindungan konsumen telah mengatur hak-hak dan kewajiban konsumen dan pelaku usaha yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Salah satu kasus dalam hal ini adalah adanya tindakan pelaku usaha yang melanggar hak-hak konsumen, kewajiban, serta perbuatan yang dilanggar bagi pelaku usaha dengan mengiklanlkan/mempromosikan jasa pemasangan Veneer gigi melalui media sosial Instagram. Perbuatan tersebut telah merugikan konsumen karena iklan/promosi yang dilakukan melalui media sosial Instagram tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam iklan/promosi tersebut sehingga merugikan bagi konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Yang Dirugikan Akibat Iklan/Promosi Veneer Gigi Melalui Instagram berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Penelitian ini dilakukan dengan metode yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analisis. Sumber data yang digunakan adalah data hukum sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum tersier. Data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif sistematis dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa konsumen telah memperoleh perlindungan hukum dengan dijatuhkannya hukuman bagi pelaku usaha berdasarkan ketentuan Pasal 8 huruf f Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Majelis hakim juga menyatakan Rama Desih,S.Pd Binti Ibnu Sutowo terbukti bersalah karena memperdagangkan jasa pemasangan Veneer gigi yang tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam iklan/promosi.
Consumer protection has regulated the rights and obligations of consumers and business actors as stipulated in Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. One case in this case is the actions of business actors who violate consumer rights, obligations, and violated actions for business actors by advertising/promoting dental veneer installation services through Instagram social media. This action has harmed consumers because advertisements / promotions carried out through Instagram social media are not in accordance with the promises stated in the advertisements / promotions so that they are detrimental to consumers. The purpose of this study is to determine the legal protection of consumers who are harmed due to the advertisement / promotion of dental veneers through Instagram based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection.
This research was conducted using a normative juridical method with descriptive analysis research specifications. The data source used is secondary legal data consisting of primary legal materials and tertiary legal materials. The data obtained is presented in systematic narrative text and the data analysis method used is the qualitative normative method.
Based on the results of research and discussion, it can be concluded that consumers have obtained legal protection by imposing penalties for business actors based on the provisions of Article 8 letter f of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. The panel of judges also found Rama Desih, S.Pd Binti Ibnu Sutowo guilty of trading dental veneer installation services that were not in accordance with the promises stated in the advertisement/promotion.
3971945274D1A020007Pengkajian Kadar Protein, Lemak dan Laktosa Susu Segar di Kecamatan Cilongok dan Sumbang Kabupaten Banyumas MEI DWI CAHYANI.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kadar protein, lemak, laktosa susu segar dan hubungan antar peubah tersebut baik secara linier maupun berganda di Kecamatan Cilongok dan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Materi penelitian yang digunakan adalah sampel susu segar yang berasal dari peternakan di Kecamatan Cilongok (17 peternak) dan Kecamatan Sumbang (23 peternak), selain itu diambil sampel ransum yang digunakan sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukan rataan kadar lemak, protein dan laktosa Kecamatan Cilongok yaitu 2,84±0,65%; 3,03±0,12%; 4,54±0,18%, sedangkan di Kecamatan Sumbang yaitu 3,63±0,52%; 3,06±0,15%; 4,6±0,23%. Rataan hasil evaluasi kecukupan pakan di Kecamatan Cilongok yang terdiri dari BK, PK, TDN adalah -0,008 kg; +0,53 kg; +2,32 kg, sedanglan di Kecamatan Sumbang sebesar +0,88 kg; +0,67 kg; +2,62 kg. Hasil uji beda “t” menunjukan bahwa kadar lemak di kedua Kecamatan tersebut berbeda nyata (P<0,005), sedangkan kadar protein dan lemak berbeda tidak nyata (P>0,005). Terdapat hubungan yang lemak baik regresinya (R2 : 0,08) maupun korelasinya (R: 0,29) antara lemak dengan protein dan laktosa susu segar. Hubungan tersebut dapat diformulasikan sebagai Y= 1,185 – 91,97X1 + 61,74X2 (P>0,05). Dapat disimpulkan meskipun lemak susu segar dikedua kecamatan tersebut berbeda namun kadar lemak, protein dan laktosanya masih tergolong bagus dan sesuai dengan SNI (2011).MEI DWI CAHYANI. The aim of this research is to examine the levels of protein, fat and lactose in fresh milk and the relationship between these variables both linearly and in multiples in Cilongok and Sumbang Districts, Banyumas Regency. The research material used was fresh milk samples originating from farms in Cilongok District (17 breeders) and Sumbang District (23 breeders), in addition to that, ration samples were taken which were used as supporting data. The research results showed that the average levels of fat, protein and lactose in Cilongok District were 22.84 ± 0.65%; 3.03±0.12%; 4.54 ± 0.18%, while in Sumbang District it is 3.63 ± 0.52% 3.06±0.15%; 4.6 ± 0.23%. The average result of the evaluation of feed adequacy in Cilongok District which consists of BK, PK, TDN is -0.008 kg; +0.53 kg; +2.32 kg, while in Sumbang District it was +0.88 kg; +0.67 kg; +2.62 kg. The results of the "t" difference test showed that the fat levels in the two sub-districts were significantly different (P<0.005), while the protein and fat levels were not significantly different (P>0.005). There is a relationship between fat, both regression (R2: 0,08) and correlation (R: 0,29) between fat and protein and lactose in fresh milk. This relationship can be formulated as Y= 1.185 – 91.97X1 + 61.74X2 (P>0.05). It can be concluded that although the fresh milk fat in the two sub-districts is different, the fat, protein and lactose levels are still relatively good and in accordance with SNI (2011).
3972042115F1B018100KAPASITAS PEMERINTAH DAERAH DALAM PROGRAM PEMULIHAN OBJEK WISATA DESA PEKUNDEN KECAMATAN BANYUMAS USAI PANDEMI COVID 19.Pandemi COVID-19 telah melumpuhkan pariwisata nasional. Begitu pula di
Kabupaten Banyumas dimana wisatawan menurun drastis, salah satunya objekobjek wisata di Desa Pekunden. Pandemi membawa pengaruh besar terhadap
ekonomi Desa Pekunden. Pengrajin nopia yang turun omsetnya hingga tidak ada
kunjungan wisatawan ke desa. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti tentang
Kapasitas Pemerintah Daerah dalam Program Pemulihan Objek Wisata Desa
Pekunden Kecamatan Banyumas Usai Pandemi COVID-19. Penelitian ini
berjenis kualitatif yang pengumpulan datanya menggunakan metode wawancara.
Lokasi penelitian di Desa Pekunden Kecamatan Banyumas. Sasaran pada
penelitian ini adalah Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan Dan Pariwisata
(Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Pengurus Pokdarwis Desa, pengelola
objek wisata desa dan masyarakat desa. Teknik pemilihan informan yang
digunakan adalah teknik purposive sampling. Dalam penelitian ini metode yang
digunakan untuk menganalisa data kualitatif deskriptif adalah model yang
dikembangkan oleh Miles, Huberman dan Saldana. Hasil penelitian menemukan
bahwa kapasitas pemerintah daerah dalam program pemulihan objek Wisata Desa
Pekunden Kecamatan Banyumas usai masa pandemi COVID-19 meliputi konsep
desa wisata mandiri, mendatangkan pengunjung wisata yang terkelola,
melestarikan sosial budaya desa dan keberlanjutan lingkungan dengan
pengelolaan sampah dan juga penghijauan. Pemkab Banyumas bertugas
mengembangkan pariwisata secara garis besarnya dibagi menjadi empat yaitu
resilience (ketahanan), intention (niat), sustain (keberlanjutan) dan endurance
(daya tahan). Dalam resilience (ketahanan) dilakukan pemulihan ketahanan
pariwisata Desa Pekunden dilakukan dengan memobilisasi sumber daya keuangan
dan mengelola krisis. Pada intention (niat) dilakukan dengan tindakan pemerintah
daerah untuk meminimalisir dampak COVID-19 pada sektor wisata. Melalui
sustain (keberlanjutan), mengikutsertakan masyarakat dalam pengelolaan wisata
dengan konsep Berbasis Masyarakat (Community Based Tourism). Serta pada
tahap endurance (daya tahan) dilakukan penyesuaian sektor wisata usai pandemi
yang dilakukan pemerintah daerah agar objek Desa Wisata Pekunden semakin
maju usai pandemi.
The COVID-19 pandemic has paralyzed national tourism. Likewise in
Banyumas Regency where tourists have decreased drastically, one of which is the
tourist attractions in Pekunden Village. The pandemic has had a big impact on the
economy of Pekunden Village. Nopia craftsmen whose turnover has decreased to
the point that there are no tourist visits to the village. This research aims to
examine the capacity of the Regional Government in the Tourist Attraction
Recovery Program in Pekunden Village, Banyumas District after the COVID-19
Pandemic. This research is a qualitative type of data collection using the
interview method. The research location is Pekunden Village, Banyumas District.
The targets of this research were the Banyumas Regency Youth, Sports, Culture
and Tourism Department (Dinporabudpar), Village Pokdarwis Management,
village tourist attraction managers and village communities. The informant
selection technique used was a purposive sampling technique. In this research,
the method used to analyze descriptive qualitative data is a model developed by
Miles, Huberman and Saldana. The results of the research found that the local
government's capacity in the Pekunden Village Tourist Attraction Recovery
Program, Banyumas District after the COVID-19 pandemic includes the concept
of an independent tourist village, attracting managed tourist visitors, preserving
the village's social culture and environmental sustainability with waste
management and also reforestation. The Banyumas Regency Government's task
with developing tourism is broadly divided into four, namely resilience, intention,
sustain and endurance. In resilience, the tourism resilience of Pekunden Village is
restored by mobilizing financial resources and managing crises. Intention is
carried out by local government actions to minimize the impact of COVID-19 on
the tourism sector. Through sustainability, involving the community in tourism
management with a Community Based Tourism concept. And at the endurance
stage, adjustments to the tourism sector after the pandemic were carried out by
the regional government so that the Pekunden Tourism Village objects would
progress further after the pandemic.