Home
Login.
Artikelilmiahs
42144
Update
MUHAMMAD ALIEF BHESARA
NIM
Judul Artikel
PENGARUH JUMLAH TERNAK DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP TINGKAT KESEJAHTERAAN EKONOMI PETERNAK KAMBING DI KECAMATAN KEDUNGBANTENG
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tujuan penelitian ini yaitu: 1). Mengetahui jumlah kepemilikan ternak kambing dan tingkat pendidikan peternak di Kecamatan Kedungbanteng; 2). Mengetahui tingkat kesejahteraan ekonomi peternak kambing di Kecamatan Kedungbanteng dan; 3). Menganalisis pengaruh jumlah ternak dan tingkat pendidikan terhadap tingkat kesejahteraan ekonomi peternak di Kecamatan Kedungbanteng.Metode penetapan sampel wilayah kecamatan dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling yaitu Kecamatan Kedungbanteng yang merupakan satu kecamatan dengan tingkat kemiskinan yang tinggi di Kabupaten Banyumas. Penentuan sampel desa menggunakan teknik Random Sampling yaitu sebanyak 50% dari jumlah seluruh desa yang ada di Kecamatan Kedungbanteng yaitu Desa Beji, Karangnangka, Kedungbanteng, Dawuhan Kulon, Kebocoran, Dawuhan Wetan, dan Melung. Penentuan jumlah responden dengan menggunakan rumus slovin dan pemilihan responden dilakukan secara acak. Jumlah responden sebanyak 77 peternak kambing. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan regresi linier berganda. Hasil yang diperoleh dari penelitian bahwa peternak di Kecamatan Kedungbanteng rata-rata memiliki ternak 5,67 STK lama pendidikan 7,27 tahun, serta tingkat kesejahteraan yang diukur menggunakan NTPRP sebesar 1,49. Tingkat kesejahteraan peternak kambing di Kecamatan Kedungbanteng dipengaruhi oleh jumlah kepemilikan ternak. Jumlah kepemilikan ternak kambing sebaiknya ditingkatkan agar pendapatan yang diterima peternak semakin baik, sehingga peternak dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi yang lebih layak.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The objectives of this research are: 1). Knowing the number of goat owners and the education level of breeders in Kedungbanteng District; 2). Knowing the level of economic welfare of goat breeders in Kedungbanteng District and; 3). Analyzing the influence of the number of livestock and level of education on the level of economic welfare of farmers in Kedungbanteng District. The method for determining sub-district area samples was carried out using a purposive sampling technique, namely Kedungbanteng District, which is a sub-district with a high level of poverty in Banyumas Regency. The village sample was determined using the Random Sampling technique, namely 50% of the total number of villages in Kedungbanteng District, namely Beji, Karangnangka, Kedungbanteng, Dawuhan Kulon, Kebocoran, Dawuhan Wetan, and Melung Villages. The number of respondents was determined using the Slovin formula and the selection of respondents was carried out randomly. The number of respondents was 77 goat breeders. The data obtained were analyzed using quantitative descriptive analysis and multiple linear regression. The results obtained from the research show that breeders in Kedungbanteng District have an average of 5.67 STK livestock, 7.27 years of education, and the level of welfare as measured using the NTPRP is 1.49. The level of welfare of goat breeders in Kedungbanteng District is influenced by the number of livestock owned. The number of goat owners should be increased so that the income received by farmers will be better, so that farmers can improve their economic welfare to a more feasible level.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save