Home
Login.
Artikelilmiahs
42143
Update
PINA PEBRIANTI
NIM
Judul Artikel
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Limbah Tapioka dengan Konsentrasi yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir.)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Industri tapioka merupakan sektor agroindustri yang tidak terlapas dari permasalahan limbah. Limbah yang dihasilkan menyebabkan pencemaran terutama diakibatkan oleh limbah cair. Limbah cair industri tapioka terutama skala rumah tangga biasanya langsung dibuang ke lingkungan sehingga menyebabkan pencemaran seperti bau busuk, penurunan kualitas air sungai, kematian biota air dan perubahan warna air sungai. Limbah cair tapioka banyak mengandung komponen organik yang cukup tinggi sehingga dapat diolah menjadi pupuk organik cair (POC). POC limbah tapioka mempunyai nilai jual yang tinggi dan ramah lingkungan karena tidak menggunakan senyawa sintetis. Fermentasi POC limbah tapioka dibantu EM4 (Effective Microorganism 4) sebagai bioaktivator yang mampu meningkatkan kualitas pupuk dengan mengubah unsur hara agar mudah diserap oleh tanaman dan mampu mempercepat proses fermentasi bahan organik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian POC limbah tapioka dan mengetahui konsentrasi yang efektif terhadap pertumbuhan tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans Poir.). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasin POC limbah tapioka dengan konsentrasi yang berbeda memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kangkung darat dengan penambahan 20%, tetapi hanya terlihat pada parameter jumlah daun dan luas daun yang disebabkan karena masih minimnya kandungan unsur hara N dan P serta masih tingginya kandungan bahan organik sehingga belum memenuhi standar baku mutu limbah cair yang telah ditetapakan pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 tahun 2014 Lampiran V tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan atau Kegiatan Industri Tapioka.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The tapioca industry is an agroindustry sector that can’t be separated from waste problems. The resulting waste causes pollution mainly caused by liquid waste. Tapioca wastewater, especially on household scales, is usually disposed of directly into the environment causing pollution such as foul odors, decreased river water quality, death of aquatic biora and discolored river water. Tapioca liquid waste contains a lot of high enough organic components so that it can be processed into liquid organic fertlizer. Liquid organic fertilizer from tapioca wastewater has a high selling value and is environmentally friendly because is does not use synthetic compounds. Tapioca wastewater fermentation was assisted by Effective Mikroorganism 4 (EM4) as a bioactivator that was able to improved the quality of fertilizer bu changing nutrient so that they are easily absorbed by plants and able to accelerate the fermentation process of organic matter. This study aims to determine the effect of liquid organic fertilizer from tapioca wastewater and deretmine the effective concentration on the growth of water spinach (Ipomoea reptans Poir.). The results showed that the application of liquid organic fertilizer from tapioca wastewater with different concentrations had an effect on the growth of land kale with an additional concentration of 20%, but this was only seen in the parameters of the number of leaves and leaf area due to the lack of nutrients N and P and still high organic matter content so that it does not meet the liquid wastewater quality standards set out in the Regulations of the Minister of Environment of the Republic of Indonesia Number 5 of 2014 Appendix V concerning Wastewater Quality Standards for Tapioca Industry Businesses and or Activities.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save