Artikel Ilmiah : F1D019003 a.n. OMAN ABDUROHMAN
| NIM | F1D019003 |
|---|---|
| Namamhs | OMAN ABDUROHMAN |
| Judul Artikel | Pengaruh Politik Uang Terhadap Partisipasi Pemilih Pada Pemilihan Kepala Desa di Desa Sukajadi Kabupaten Ciamis |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini berjudul “ Pengaruh Politik Uang Terhadap Partisipasi Pemilih Pada Pemilihan Kepala Desa di Desa Sukajadi Kabupaten Ciamis”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya politik uang di indonesia disebabkan kerena sikap penerimaan dan cara pandang masyarakat terhadap politik uang itu sendiri. Dari survey yang dilakukan oleh Burhanudin Muhtadi menemukan bahwa empat dari sepuluh orang indonesia menilai politik uang adalah hal yang wajar. Hasil survai SPD tentang prilaku masyarakat terhadap politik uang dalam pemilihan kepala daearah yang menunjukan 62,95% masyarakat Sumatera, 60% masyarakat Jawa dan 64,77% masyarakat Kalimantan mau menerima politik uang. Pemilihan kepala desa tahun 2018 Desa Sukajadi yang diikuti oleh lima kandidat ternodai adanya politik uang yang dilakukan oleh kandidat kepala desa dengan cara memberikan uang tunai dengan nominal yang berbeda. Dari pengakuan sala satu warga mereka diberi uang 100.000 agar memilih sala satu calon. Tujuan penelitian Mengetahui adakah pengaruh seberapa besar pengaruh dari sikap pemilih mengenai politik uang terhadap perilaku pemilih dalam pemilihan kepala desa di Desa Sukajadi Kabupaten Ciamis. Untuk mengetahui adanya pengaruh dan seberapa besar pengaruh dari pengetahuan tentang politik uang terhadap partispasi pemilih dalam pemilihan kepala desa di Desa Sukajadi Kabupaten Ciamis. Adapun metode yng digunakan adalah metode penelitian kuantitatif yang melibatkan 4.532 populasi masyarakat Desa Sukajadi yang masuk DP4. Populasi dikerucutkan menjadi 100 responden sebagai sampel dan pengambilannya menggunakan random sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hipotesis kerja atau H_1 diterima dan H_0 ditolak, artinya ada pengaruh sikap pemilih terdap politik uang terhadap prilaku pemilih terhadap politik uang. Hal tersebut dilandasi oleh hasil analisis rangk sperman yang menunjukan angka 0,000 < 0,05 dengan nilai koefisien 0,572 maka dikategorikan cukup kuat. Oleh sebab itu membuktikan penelitiannya burhanudin muhtadi bahwa masyarakat pedesan sangat riskan terkenal politik uang. Asumsinya adalah semakin bersikap dan menganggap politik uang sebagi hal yang wajar maka pemilih semakin cenderung menerima apabila ditawari politik uang. Selain hasil penelitian ini menunjukan bahwa hipotesis kerja atau H_1 diterima dan H_0ditolak, artinya ada pengaruh pengetahuan politik uang terhadap partisipasi pemilih. Hal tersebut dilandasi oleh hasil analisis rangk sperman yang menunjukan angka 0,000 < 0,05 dengan nilai koefisien 0, 365 maka dikategorikan rendah. Selanjutnya menurut uji regresi ordinal yang menunjukan 0,000 < 0,005 serta R Squarenya menunujukan angka 0,127 artinya pengaruh pengetahuan politik uang terhadap partisipasi pemilih sebesar 12,7% oleh kerena itu termasuk kategori pengaruh yang rendah. Maka dari itu ada faktor lain yang mempengaruhi partisipasi politik masyarakat sebasar 87,3% yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Maka hal tersebut membuktikan teori Jack C.Plano yang menyatakan bahwa pengetahuan politik yang ditandai dengan kemampuan, kemauan, dan kesempatan seseorang dalam mengakses informasi dalam setiap aktifitas politik. Semakin baik pengetahuan politik seseorang, maka akan berdampak pada partisipasi politiknya, asumsinya jika pengetahuan pemilih tinggi, maka semakin tinggi pula partisipasi pemilih dalam dalam pemilihan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research is entitled "The Influence of Money Politics on Voter Participation in the Village Head Election in Sukajadi Village, Ciamis Regency". This research is motivated by the rise of money politics in Indonesia due to society's attitude of acceptance and perspective on money politics itself. A survey conducted by Burhanudin Muhtadi found that four out of ten Indonesians considered money politics to be normal. The results of the SPD survey regarding people's behavior towards money politics in regional head elections showed that 62.95% of the people of Sumatra, 60% of the people of Java and 64.77% of the people of Kalimantan were willing to accept money politics. The 2018 village head election in Sukajadi Village, which was attended by five candidates, was marred by money politics carried out by village head candidates by giving cash of different denominations. According to one of the residents, they were given 100,000 to vote for one of the candidates. The aim of the research is to find out whether there is a big influence of voters' attitudes regarding money politics on voter behavior in the village head election in Sukajadi Village, Ciamis Regency. To find out the influence and how much influence knowledge about money politics has on voter participation in the village head election in Sukajadi Village, Ciamis Regency. The method used is a quantitative research method involving 4,532 residents of Sukajadi Village who are included in DP4. The population was narrowed down to 100 respondents as samples and taken using random sampling. The results of this research show that the working hypothesis or H_1 is accepted and H_0 is rejected, meaning that there is an influence of voters' attitudes towards money politics on voters' behavior towards money politics. This is based on the results of sperm ranking analysis which shows a figure of 0.000 < 0.05 with a coefficient value of 0.572, so it is categorized as quite strong. Therefore, Burhanudin Muhtadi's research proves that rural communities are very at risk of being known for money politics. The assumption is that the more people behave and consider money politics as something normal, the more likely voters are to accept when offered money politics. Apart from that, the results of this research show that the working hypothesis or H_1 is accepted and H_0 is rejected, meaning that there is an influence of knowledge of money politics on voter participation. This is based on the results of sperm rank analysis which shows a figure of 0.000 < 0.05 with a coefficient value of 0.365, so it is categorized as low. Furthermore, according to the ordinal regression test, it shows 0.000 < 0.005 and the R Square shows 0.127, meaning that the influence of knowledge of money politics on voter participation is 12.7%, therefore it is included in the low influence category. Therefore, there are other factors that influence community political participation of 87.3% which were not examined in this research. So this proves Jack C. Plano's theory which states that political knowledge is characterized by a person's ability, willingness and opportunity to access information in every political activity. The better a person's political knowledge, the impact it will have on his political participation. The assumption is that if voter knowledge is high, the higher voter participation will be in the election. |
| Kata kunci | politik uang, partisipasi pemilih, pilkades |
| Pembimbing 1 | Luthfi Makhasin, S.IP., MA.,phD |
| Pembimbing 2 | Titis Perdani, S.IP.,M.Sos |
| Pembimbing 3 | Ahmad Roriq, S.sos,. MA |
| Tahun | 2023 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2023-11-07 11:42:25.635477 |