Home
Login.
Artikelilmiahs
44920
Update
MUHAMAD ARIF NURISA
NIM
Judul Artikel
Tingkah Laku Antara Induk Domba Garut Dan Barbados Yang Sedang Menyusui Di Kandang Karang Sari Cv Lembu Sari Farm Kabupaten Cilacap
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang. Tingkah laku ternak merupakan respon hewan ternak terhadap rangsangan dan interaksi dengan lingkungan sekitarnya. Perilaku menyusui pada induk domba merupakan salah satu contoh tingkah laku penting yang melibatkan interaksi sosial, perawatan, dan perlindungan terhadap anak domba. Domba Garut dan domba Barbados merupakan dua ras domba yang memiliki perbedaan karakteristik dan adaptasi terhadap lingkungan. Domba Garut merupakan sumber daya genetik ternak penting di Jawa Barat, Indonesia, dengan pengaruh signifikan terhadap produktivitas domba penghasil daging. Sementara itu, domba Barbados dikenal sebagai domba pedaging dengan adaptasi baik terhadap iklim panas dan kering. Metodologi. Penelitian dilakukan di kandang domba di Kabupaten Cilacap dengan menggunakan sepuluh ekor induk domba Garut dan sepuluh ekor induk domba Barbados yang sedang menyusui. Domba tersebut diamati selama dua hari berturut-turut dengan menggunakan metode studi cross-sectional. Data tentang tingkah laku domba dicatat dan diukur waktu serta frekuensinya. Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis data tingkah laku. Hasil. Data yang dianalisis meliputi lama menyusui, frekuensi menyusui, rata-rata lama menyusui, lama makan, frekuensi makan, lama ruminasi, frekuensi ruminasi, frekuensi minum, serta beberapa tingkah laku lainnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa domba Barbados memiliki waktu lama menyusui yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan domba Garut. Hal ini mungkin disebabkan oleh frekuensi minum yang lebih sering pada domba Barbados. Selain itu, frekuensi makan dan frekuensi ruminasi juga menunjukkan perilaku antara kedua ras domba tersebut. Domba Garut cenderung makan dan meruminasi lebih sering dibandingkan dengan domba Barbados. Hasil analisis menunjukkan bahwa domba Barbados memiliki waktu menyusui yang sedikit lebih lama dan minum lebih sering dibandingkan dengan domba Garut. Domba Garut cenderung menyusui dan makan lebih sering, serta memiliki lama makan dan ruminasi yang lebih panjang. Hal ini dapat disebabkan oleh kebutuhan nutrisi, jenis pakan, dan produksi susu. Tingkah laku ini mencerminkan interaksi sosial antara kedua ras domba, termasuk dalam bentuk kekuatan, kasih sayang, dan perawatan diri mereka. Kesimpulan. Induk domba Garut dan Barbados menunjukkan tingkah laku yang serupa saat menyusui dengan kemampuan mothering ability yang sama baiknya. Mereka menunjukkan kepedulian, perhatian, dan interaksi positif antara induk dan anak domba.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background. Livestock behavior is the response of livestock to stimuli and interaction with the surrounding environment. Nursing behavior in ewe is one example of important behavior that involves social interaction, care and protection of lambs. Garut sheep and Barbados sheep are two breeds of sheep that have different characteristics and adaptations to environment. Garut sheep are an important livestock genetic resource in West Java, Indonesia, with a significant influence on the productivity of meat-producing sheep. Meanwhile, Barbados sheep are known as meat sheep with good adaptation to hot and dry climates. Methodology. The research was conducted in a sheep pen in Cilacap Regency using ten Garut and ten ewes a lactating Barbadian ewe. The sheep were observed for two consecutive days using cross-sectional study methods. Data about The behavior of the sheep is recorded and the time and frequency measured. Descriptive analysis used to analyze behavioral data. Results. The data described covers a long time breastfeeding, frequency of breastfeeding, average duration of breastfeeding, duration of feeding, frequency of feeding, length of rumination, frequency of rumination, frequency of drinking, and several other behaviors. The results of the analysis show that Barbados sheep have a long lactation period slightly higher than Garut sheep. This may be caused by greater drinking frequency in Barbadian sheep. In addition, meal frequency and the frequency of rumination also shows the behavior between the two sheep breeds. Sheep Arrowfish tend to eat and ruminate more often than sheep Barbados. The analysis results show that Barbados sheep have a lactation period which is slightly longer and drinks more frequently compared to Garut sheep. Sheep Garut tend to breastfeed and eat more frequently, and have longer feeding times longer rumination. This can be caused by nutritional needs, type of feed, and milk production. This behavior reflects social interactions between the two breeds of sheep, including in the form of their strength, compassion, and self-care. Conclusion. Garut and Barbados mother sheep show similar behavior when breastfeeding with the same good parenting skills. They show care, attention, and positive interactions between mother and lamb.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save