Home
Login.
Artikelilmiahs
43862
Update
NABILA ALLEYDA SAID
NIM
Judul Artikel
Penggunaan Aplikasi e-Kohort terhadap Pelayanan Antenatal Care di Kabupeten Banyumas : Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Selatan, Puskesmas Karanglewas, puskesmas Jatilawang Tahun 2024
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Jumlah kasus kematian ibu (MMR) di Banyumas sebanyak 22.677 kasus. Angka tersebut menunjukkan angka kematian ibu (MMR) di Banyumas masih menduduki peringkat keempat tertinggi di Jawa Tengah. Oleh karena itu, pemerintah berupaya meningkatkan pemantauan ibu hamil hingga persalinan yang didukung oleh infrastruktur kesehatan, seperti Aplikasi e-Cohort. Metodologi: Penelitian dilakukan dengan menggunakan desain penelitian kualitatif dengan analisis tematik. Subyek penelitian berjumlah 9 orang, meliputi 6 orang informan utama dan 3 orang informan pendukung yang diperoleh dari simple random sampling. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-Cohort dirasakan sangat bermanfaat, baik bagi puskesmas, bidan desa dan ibu hamil. Karena data tersebut dapat digunakan oleh bidan desa untuk memantau kondisi ibu hamil hingga melahirkan. Cara lain yang dilakukan bidan dalam memantau ibu hamil adalah dengan mendampingi pemeriksaan di rumah sakit dan puskesmas. Kesimpulan: Penggunaan e-Cohort di Puskesmas Purwokerto Selatan, Puskesmas Karanglewas, dan Puskesmas Jatilawang dapat mempermudah pelayanan pada ibu hamil. Meski ada beberapa faktor penghambat seperti keterbatasan waktu dan jaringan yang tidak stabil. Sedangkan faktor pendukungnya antara lain pelatihan e-Cohort dan pemantauan ibu hamil hingga melahirkan melalui pendampingan pemeriksaan di rumah sakit dan puskesmas.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: The number of cases of maternal mortality (MMR) in Banyumas is 22,677 cases. These figures show that the maternal mortality rate (MMR) in Banyumas is still the fourth highest in Central Java. Therefore, the government is trying to improve monitoring of pregnant women until delivery which is supported by health infrastructure, such as the e-Cohort Application. Methodology: Research was conducted using a qualitative research design with thematic analysis. The research subjects consisted of 9 people, including 6 main informants and 3 supporting informants obtained from simple random sampling. Research Results: The results show that e-Cohort is felt to be very useful, both for community health centers, village midwives and pregnant women. Because this data can be used by village midwives to monitor the condition of pregnant women until they give birth. There are other ways that midwives monitor pregnant women by accompanying them for examinations at hospitals and health centers. Conclusion: The use of e-Cohort at the South Purwokerto Community Health Center, Karanglewas Community Health Center, and Jatilawang Community Health Center can facilitate services for pregnant women. Although there are several inhibiting factors, such as limited time and unstable networks. Meanwhile, supporting factors include e-Cohort training and monitoring pregnant women until they give birth through accompanying them for examinations at hospitals and health centers.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save