Artikelilmiahs

Menampilkan 38.921-38.940 dari 48.943 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3892141483I1E019054PENGARUH LATIHAN SQUAT THRUST DAN HALF SQUAT TERHADAP POWER OTOT TUNGKAI PADA SISWA KELAS V SDN 1 KARANGGINTUNG KECAMATAN SUMBANG BANYUMASLatar Belakang: Pendidikan jasmani merupakan proses dimana kegiatan jasmani, permainan atau olahraga dipilih untuk mencapai tujuan pendidikan. Faktor fisik sangat penting untuk mendukung taktik dan teknik dalam proses pembelajaran salah satunya adalah power. Dari hasil data yang diambil power otot tungkai siswa kelas V masih dikatakan kurang, dikarenakan dalam pembelajaran tidak hanya fokus terhadap latihan power otot tungkai.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Desain yang diterapkan pada penelitian ini adalah True Eksperimental Design menggunakan model two group pretest and posttest design. Lokasi pengambilan data dilakukan di lapangan SDN 1 Karanggintung. Sampel dalam penelitian ini yaitu 26 siswa kelas V SDN 1 Karanggintung dengan teknik total sampling.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh latihan squat thrust dan half squat terhadap power otot tungkai pada siswa kelas V SDN 1 Karanggintung dilihat dari uji paired sample t-test sebesar 0,00 . dan tidak terdapat perbedaan pengaruh antara latihan squat thrust dan half squat terhadap power otot tungkai pada siswa kelas V SDN 1 Karanggintung dilihat dari uji independet test sebesar 0,844.
Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ada pengaruh latihan squat thrust dan half squat terhadap power otot tungkai pada siswa kelas V SDN 1 Karanggintung dan tidak terdapat perbedaan pengaruh antara latihan squat thrust dan half squat terhadap power otot tungkai pada siswa kelas V SDN 1 Karanggintung.
Kata Kunci: Kondisi Fisik, Squat thrust, Half squat, Power Otot Tungkai.
Background: Physical education is a process in which physical activities, games or sports are selected to achieve educational goals. One of the physical factors that is very important to support tactics and techniques in the learning process is strength. From the results of the data collected, the leg muscle power of class V students is still said to be lacking, because learning does not only focus on leg muscle power training.
Metod: This research is using experimental method. The design applied in this study is the True Experimental Design using the two group pretest and posttest design models. The location for data collection was carried out in the field of SDN 1 Karanggintung. The sample in this study were 26 fifth grade students at SDN 1 Karanggintung using total sampling technique.
Result: The results of this study indicate that there is an effect of squat thrust and half squat exercises on leg muscle power in fifth grade students at SDN 1 Karanggintung as seen from the paired sample t-test of 0.00. and there is no difference in the effect of squat thrust and half squat exercises on leg muscle power in class V SDN 1 Karanggintung seen from the independent test of 0.844.
Conclusion: The conclusion from this study is that there is an effect of squat thrust and half squat exercises on leg muscle power in fifth grade students of SDN 1 Karanggintung and there is no difference in the effect of squat thrust and half squat exercises on leg muscle power in fifth grade students of SDN 1 Karanggintung.
Keyword: Physical Condition, Squat thrust, Half squat, Leg Muscle Power.
1Student of Department of Physical Education FIKes Jenderal Soedirman
2University Lecturer in the Department of Physical Education FIKes, Jenderal Soedirman University
3892241500F1C018005Strategi Komunikasi Pemasaran Produk Kopi Lokal (Studi Kasus Pada Produk Kopi Ki Oyo)Kopi Ki OYO adalah kopi yang berasal dari biji kopi pilihan yang dipetik langsung dari kebun sendiri milik Bapak H. OYO di Desa Cileungsir Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh kopi Ki Oyo serta mengetahui apa saja hambatan yang dialami saat melakukan pemasaran produk kopi lokal yang dilakukan oleh kopi Ki Oyo. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Data yang diambil dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan teori AIDA. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa kopi Ki Oyo menggunakan event dan reseller sebagai strategi mereka dalam melakukan pemasaran, di setiap event yang mereka ikuti ini kopi Ki Oyo melakukan cara unik dalam menarik pengunjung dengan menampilkan sesi seduh kopi dan juga mencoba sampel produk kopi Ki Oyo, kemudian reseller yang dimana kopi Ki Oyo memanfaatkan konsumen mereka menjadi sarana atau alat pemasaran produk dari kopi Ki Oyo. Hambatan yang ditemukan adalah persaingan kopi lokal dan perkembangan dunia digital.Kopi Ki OYO is a coffee originating from carefully selected coffee beans, harvested directly from the personal plantation of Mr. H. OYO in Cileungsir Village, Rancah District, Ciamis Regency. This research aims to ascertain the marketing communication strategies employed by Ki Oyo Coffee and to identify the obstacles encountered while marketing the local coffee products, as done by Ki Oyo Coffee. The research methodology employed is qualitative-descriptive using purposive sampling to select informants. Data for this study were gathered through interviews and observations, which were subsequently analyzed using the AIDA theory. The findings of this research indicate that Ki Oyo Coffee employs events and resellers as their marketing strategies. In each event they participate in, Ki Oyo Coffee employs a unique approach to attract visitors, including showcasing coffee brewing sessions and offering samples of Ki Oyo Coffee products. Furthermore, the reseller aspect allows Ki Oyo Coffee to leverage their customers as means for marketing their products. Challenges identified include local coffee competition and the advancement of the digital realm.
3892341432C1B017123ANALISIS PENGARUH STRES KERJA TERHADAP PERILAKU KERJA
KONTRAPRODUKTIF DENGAN TIPE KEPRIBADIAN SEBAGAI
MODERATOR
Penelitian ini merupakan pengembangan baru dari berbagai riset terdahulu
mengenai stres kerja yang dapat memicu timbulnya perilaku kerja
kontraproduktif, serta ditemukannya gejala pada karyawan PT. Hyup Sung
Indonesia yang sesuai dengan instrumen yang diujikan. Tujuan dari penelitian ini
untuk mengetahui kemampuan agreeableness dan conscientiousness dalam
memoderasi hubungan antara stres kerja dengan perilaku kerja kontraproduktif.
Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kuantitatif dengan
kuesioner sebagai alat penghimpun informasi dan data dari responden. Jumlah
sampel yang diuji sebesar 91 responden yang dihitung berdasarkan rumus Slovin
dan diambil dengan menggunakan metode purposive sampling. Analisis statistik
yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji validitas dan reliabilitas, uji
asumsi klasik, analisis regresi sederhana, serta moderated regression analysis.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Stres Kerja berpengruh
positif dan signifikan terhadap Perilaku Kerja Kontraproduktif, (2) Agreeableness
memoderasi pengaruh Stres Kerja terhadap Perilaku Kerja Kontraproduktif, (3)
Conscientiousness memoderasi pengaruh Stres Kerja terhadap Perilaku Kerja
Kontraproduktif.
This research is a new development of several previous studies on work stress that
can trigger counterproductive work behavior, as well as the discovery of
symptoms in PT Hyup Sung Indonesia employees that are in accordance with the
instruments tested. The purpose of this research is to determine the ability of
agreeableness and conscientiousness in moderating the relationship between
work stress and counterproductive work behavior.
This type of research is included in the quantitative research with a questionnaire
as a means of gathering information and data from respondents. The number of
samples tested was 91 respondents calculated based on the Slovin formula and
taken using purposive sampling method. The statistical analysis used in this
research includes validity and reliability tests, classical assumption tests, simple
regression analysis, and moderated regression analysis.
The results of this study showed that: (1) Job Stress has a positive and significant
effect on Counterproductive Work Behavior, (2) Agreeableness moderates the
effect of Job Stress on Counterproductive Work Behavior, (3) Conscientiousness
moderates the effect of Job Stress on Counterproductive Work Behavior.
3892441484I1A016101Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Keberadaan Bakteri Escherichia Coli Pada Air Sumur Gali : Systematic ReviewLatar Belakang: Air merupakan media penularan penyakit yang dapat menyebabkan menurunnya derajat kesehatan masyarakat. Bakteri E.coli E.coli merupakan salah satu indikator kualitas air. Keberadaan bakteri E.coli pada air sumur gali dapat mengindikasikan adanya kontaminasi bakteri, virus atau organisme penyebab penyakit lainnya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap keberadaan bakteri E.coli pada air sumur gali. Metode Penelitian: Desain penelitian yang digunakan studi kepustakaan (Literature review). Metode yang digunakan yaitu systematic review. Pencarian literatur di lakukan dengan menggunakan database yaitu google scholar, garuda dan Mendeley menggunakan kata kunci keberadaan E.coli pada air sumur gali Hasil Penelitian: Berdasarkan pencarian literatur yang dilakukan dengan menggunakan database yaitu google scholar, garuda dan Mendeley. Selanjutnya literatur di seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi dan ditemukan hasil 6 artikel untuk dilakukan review. Kesimpulan: Hasil seleksi literatur yang relevan di peroleh bahwa terdapat 5 faktor keberadaan bakteri E.coli pada air sumur gali. faktor yang berpengaruh yaitu kondisi fisik gali, perilaku atau pengetahuan pengguna sumur gali, arah aliran air tanah, jarak septictank terhadap sumur gali, dan jarak sumber pencemar lainnya seperti jarak tempat pembuangan sampah (TPA) atau jarak saluran pembuangan air limbah..Background: Water is a medium for disease transmission that can cause a decline in public health. E.coli bacteria is one of the indicators of water quality. The presence of E.coli bacteria in dug well water can indicate contamination with bacteria, viruses or other disease-causing organisms. The study aims to determine what factors influence the presence of E.coli bacteria in dug well water. Research Methods: The research design used was a literature review. The method used was systematic review. Literature searches were conducted using databases, namely google scholar, garuda and Mendeley using the keyword presence of E.coli in dug well water. Research Results: Based on literature searches conducted using databases, namely google scholar, garuda and Mendeley. Furthermore, the literature was selected based on the inclusion and exclusion criteria and found the results of 6 articles for review. Conclusion: The results of the selection of relevant literature obtained that there are 5 factors for the presence of E.coli bacteria in dug well water. influential factors are the physical condition of the dug well, the behavior or knowledge of dug well users, the direction of groundwater flow, the distance of septic tanks to dug wells, and the distance of other pollutant sources such as the distance of landfills (TPA) or the distance of sewerage.
3892541485A1C019033PEMODELAN DAN KERANGKA KERJA UNTUK KEMUDAHAN
SERTIFIKASI HALAL PADA COFFEE SHOP DI KOTA YOGYAKARTA
Meningkatnya konsumsi coffee dan perubahan gaya hidup masyarakat urban
membuat pertumbuhan coffee shop di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun.
Salah satu kota di Indonesia yang terdapat banyak coffee shop yakni Kota
Yogyakarta. Mengacu pada pasal 4 UU No. 33 tahun 2104 bahwa produk yang
masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal.
Mengacu pada kewajiban tersebut coffee shop menjadi salah satu sasaran yang
diwajibkan untuk memperoleh sertifikasi halal dengan jalur reguler. Namun hingga
saat ini sejak peraturan kewajiban sertifikasi halal itu diberlakukan masih banyak
coffee shop di Kota Yogyakarta belum bersertifikat halal. Oleh karena itu, tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hambatan eksternal dan internal
pada proses implementasi sertifikasi halal, membuat roadmap tahapan penyelesaian
hambatan dalam implementasi sertifikasi halal, dan membuat pengembangan model
untuk peninjauan tindakan dalam implementasi sertifikasi halal pada coffee shop di
Kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan
metode Grounded Theory (GT) dan menggunakan Focus Group Discussion (FGD)
sebagai teknik pengambilan datanya. Hasil penelitian Hambatan proses
implementasi sertifikasi halal pada coffee shop di Kota Yogyakarta dibagi menjadi
hambatan eksternal dan internal. Kerangka kerja yang dibuat menunjukkan tahapan
yang harus dilalui pihak eksternal da internal untuk menyelesaikan hambatan.
Terdapat empat tahapan yang harus dilalui oleh pihak eksternal dan dua tahapan
yang harus dilalui pihak internal. Model yang dihasilkan merupakan perwujudan
ilustrasi praktis dari hasil penelitian dan solusi untuk sertifikasi halal pada masa
mendatang.
The increasing consumption of coffee and changes in the lifestyle of urban
communities have made the growth of coffee shops in Indonesia increase from year
to year. One of the cities in Indonesia where there are many coffee shops is
Yogyakarta. Referring to Article 4 of Law No. 33 of 2104, products that enter,
circulate, and trade in the territory of Indonesia must be halal certified. Referring
to these obligations, coffee shops are one of the targets required to obtain halal
certification through regular channels. But until now, since the regulation on
mandatory halal certification was enacted, there are still many coffee shops in the
city of Yogyakarta that have not received halal certification. Therefore, the purpose
of this research is to identify external and internal obstacles in the process of
implementing halal certification, create a roadmap for the stages of solving
obstacles in implementing halal certification, and develop a model for reviewing
actions in implementing halal certification in coffee shops in the city of Yogyakarta.
This research is qualitative and uses the grounded theory (GT) method and focus
group discussion (FGD) as the data collection technique. The results of the
research Obstacles to the process of implementing halal certification in coffee
shops in the city of Yogyakarta are divided into external and internal obstacles. The
framework created shows the stages that must be passed by external and internal
parties to resolve obstacles. There are four stages that must be passed by external
parties and two stages that must be passed by internal parties. The resulting model
is a practical and illustrative embodiment of research results and solutions for
future halal certification.
3892641486A1D019133Pengaruh Konsentrasi Dan Lama Perendaman Kolkisin Terhadap Pertumbuhan Planlet Kentang (Solanum tuberosum L.) Varietas Tedjo MZ Secara In VitroKendala utama produksi kentang di Indonesia pada tingkat petani adalah belum banyaknya bibit kentang yang memiliki kualitas dan kuantitas baik. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan metode pemuliaan tanaman melalui kultur jaringan dengan induksi mutagen kolkisin. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Mengetahui pengaruh konsentrasi kolkisin terhadap pertumbuhan planlet kentang varietas Tedjo MZ secara in vitro; (2) Mengetahui pengaruh lama perendaman kolkisin terhadap pertumbuhan planlet kentang varietas Tedjo MZ secara in vitro; dan (3) Mengetahui pengaruh kombinasi konsentrasi dan lama perendaman kolkisin terhadap pertumbuhan planlet kentang varietas Tedjo MZ secara in vitro. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yaitu konsentrasi kolkisin dengan taraf 0%, 0,025%, 0,050%, dan 0,075% dan lama perendaman dengan durasi 12 dan 24 jam. Parameter yang diamati yaitu waktu muncul tunas, tinggi tunas, jumlah tunas aksilar, jumlah daun, luas daun, waktu muncul akar, jumlah akar, panjang akar, bobot basah planlet, persentase planlet hidup, dan persentase tanaman tumbuh normal. Hasil penelitian menunjukan konsentrasi kolkisin berpengaruh terhadap semua variabel pertumbuhan kecuali persentase planlet hidup dan waktu muncul tunas sedangkan lama perendaman kolkisin berpengaruh terhadap tinggi tunas, jumlah tunas aksilar dan panjang akar. Kombinasi konsentrasi dan lama perendaman kolkisin berpengaruh terhadap tinggi tunas, luas daun, waktu muncul akar, jumlah akar, dan panjang akar. Perlakuan konsentrasi kolkisin 0,050% dengan lama perendaman 24 jam menghasilkan luas daun dan jumlah akar tertinggi.The main problems of potato production in Indonesia at the farm level is the lack of good quality and quantity seed potatoes. This problem can be overcome by plant breeding methods through tissue culture with colchicine mutagen induction. The aims of this study were: (1) to study the effect of colchicine concentration on the growth of potato planlets Tedjo MZ variety; (2) to study the effect of colchicine immersion time on the growth of potato planlets Tedjo MZ variety; and (3) to study the effect of a combination of colchicine concentration and immersion time on the growth of potato planlets Tedjo MZ variety. The experimental design used Randomized Block Design (RBD) with two factors, the colchicine concentration with level of 0%, 0.025%, 0.050%, and 0.075%, immersion time of 12 and 24 hours. The observed parameters were shoot emergence time, shoot height, number of axillary shoot, number of leaves, leaf area, root emergence time, number of roots, root length, planlet fresh weight, percentage of live planlets, and normal growing plants percentage. The results showed that the concentration of colchicine affected all observation variables except the percentage of live planlets and shoot emergence time, while the immersion time affected shoot height, the number of axillary buds and root length. The combination of colchicine concentration and immersion time affected shoot height, leaf area, root emergence time, number of roots, and root length. The treatment of 0.050% colchicine concentration with 24 hours immersion time produced the highest leaf area and number of roots.
3892741487F2A021012INOVASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI PROGRAM SULAP SAMPAH BERUBAH UANG (SUMPAH BERUANG) DI KABUPATEN BANYUMASPermasalahan sampah masuk dalam urusan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar. Meskipun begitu, pengelolaan sampah yang kurang baik akan memberikan dampak negatif terutama kesehatan. Peningkatan jumlah penduduk berbanding lurus dengan jumlah sampah yang dihasilkan baik itu sampah produksi maupun sampah rumah tangga. Peningkatan jumlah sampah ini menyebabkan tempat pembuangan akhir tidak mampu menampungsampah yang dihasilkan masyarakat. Ketika harus mencari tempat pembuangan akhir yang baru masalah akan muncul di kemudian hari, maka dari itu diperlukan inovasi untuk menyelesaikan masalah sampah. Dalam prosesnya inovasi tentu mendapati kendala sehingga tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi masalah yang ada dalam inovasi Sumpah Beruang di Kabupaten Banyumas sehingga ditemukan jawaban mengapa tujuan dari inovasi ini belum terwujud dan upaya apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk mengembangkan inovasi ini. Berdasarkan analisis dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti ditemukan bahwa secara prinsip inovasi Sumpah Beruang sudah berhasil dalam mengelola sampah di Kabupaten Banyumas namun belum dapat mewujudkan tujuan utamanya yaitu Banyumas bebas sampah. Tujuan tersebut belum terwujud karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk mau mengelola sampah di hulu, kurangnya anggaran untuk pembangunan tempat pengelolaan sampah terpadu, kurangnya pemahaman kelompok swadaya masyarakat dalam mengelola sampah di tengah dan kurangnya kepedulian stakeholder pemerintahan lain untuk menyukseskan inovasi ini. Sedangkan upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas adalah dengan terus melakukan sosialisasi kepada seluruh aktor inovasi, terus membangun TPST untuk mencukupi kebutuhan pengelolaan sampah dan bekerja sama dengan sektor privat untuk menyelesaikan masalah sampah.The issue of waste management falls under obligatory matters that are unrelated to basic services. However, poor waste management can have negative impacts, particularly on health. The increase in population is directly proportional to the amount of waste generated, both from production and household sources. This rise in waste production leads to the inadequacy of disposal sites to accommodate the generated waste. When the need arises to find new disposal sites, problems emerge in the future. Therefore, innovative solutions are required to address waste-related challenges. Despite the innovation process, there are often obstacles that prevent the desired outcomes and what efforts have been made by the Government of Banyumas Regency to develop this innovation. Based on the analysis conducted, it is found that, in principle, the "Sumpah Beruang" innovation has succeeded in waste management in the Banyumas Regency. However, it has not fully achieved its primary goal of making Banyumas waste-free. This outcome is attributed to the lack of public awareness regarding waste management upstream, insufficient funding for integrated waste management facility construction, limited understanding among community-based organizations in waste management within communities, and inadequate commitment from other governmental stakeholders to ensure the success of this innovation. While the efforts made by the Government of Banyumas Regency are to continue to socialize to all innovators, continue to build TPSTs to meet waste management needs and work together with the private sector to solve waste problems.
3892841489A1C018005PENGENDALIAN IKLIM MIKRO PADA PRODUKSI SELEDRI DI DATARAN RENDAH DENGAN SISTEM NFT (NUTRIENT FILM TECHNIQUE) Tanaman seledri termasuk golongan sayuran daun yang penting dan memiliki nilai ekspor. Seledri dapat tumbuh dengan baik di dataran tinggi dengan iklim sejuk yaitu pada suhu sekitar 15-24oC. Produksi seledri masih belum memenuhi permintaan pasar yang tinggi dan nilai produksi seledri yang tergolong rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi seledri yaitu dengan pembudidayaan menggunakan sistem hidroponik di dataran rendah. Suhu udara sebagai salah satu iklim mikro pada daerah sekitar tanaman penting untuk diketahui untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Pengendalian yang dapat dilakukan untuk mengurangi pengaruh suhu udara yang tinggi di dataran rendah dapat dilakukan dengan zone cooling. Salah satu metode untuk memprediksi iklim mikro dapat dilakukan dengan memprediksi sebaran suhu udara menggunakan Computational Fluid Dynamic (CFD). Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui prediksi pola suhu udara pada instalasi NFT untuk tanaman seledri di dataran rendah dan mendapatkan pertumbuhan dan hasil seledri dengan sistem NFT. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode CFD dengan bantuan software CFDSOF. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa untuk melihat pola sebaran suhu udara di dalam talang instalasi hidroponik NFT dapat dilihat menggunakan aplikasi CFDSOF. CFDSOF menampilkan hasil berupa kontur dan distribusi suhu udara yang ada pada talang NFT. Tanaman seledri yang ditanam di dataran rendah menghasillkan hasil pertumbuhan yang bagus. Namun, pengendalian iklim mikro belum menghasilkan perbedaan yanag signifikan. Celery is a leaf vegetable which is important and has export value. Celery can grow well in the highlands with a cool climate, namely at temperatures around 15-24oC. Celery production still does not meet the high market demand and the value of celery production is relatively low. One effort to increase celery production is by cultivating using a hydroponic system in the lowlands. Air temperature as one of the microclimates in the area around plants is important to know to support plant growth. Control that can be done to reduce the effect of high air temperatures in the lowlands can be done by zone cooling. One of the methods for predicting the microclimate can be done by predicting the distribution of air temperature using Computational Fluid Dynamics (CFD). The purpose of this study is to determine the prediction of air temperature patterns in NFT installations for celery plants in the lowlands and to obtain growth and yield of celery using the NFT system. The method used in this study uses the CFD method with the help of CFDSOF software. The results of this study indicate that to see the pattern of air temperature distribution in the NFT hydroponic installation gutters can be seen using the CFDSOF application. CFDSOF displays the results in the form of contours and air temperature distribution in the NFT gutters. Celery plants grown in the lowlands produce good growth results. However, microclimate control has not produced a significant difference.
3892941488I1A016069PERSEPSI PEKERJA SEKTOR INFORMAL TENTANG PENGGUNAAN KB MOP(Metode Operasi Pria) DI KECAMATAN KEDUNG BANTENGABSTRAK
Latar Belakang: Salah satu permasalahan kesehatan yang ada di Indonesia adalah kepadatan penduduk. Upaya pemerintah adalah dengan adanya program Keluarga Berencana menurut World Health Organization (WHO) adalah tindakan yang membantu pasangan suami istri untuk menghindari kelahiran yang tidak diinginkan, mengatur jarak kelahiran, dan menentukan jumlah anak dalam keluarga.Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas tahun 2022, jumlah PUS sebanyak 301.089 pasang dengan cakupan peserta KB aktif di Banyumas terdiri dari pengguna KB Kondom 3,2%, Suntik 41,8%, Pil 10,8%, AKDR 20,1%, MOP 0,6%, MOW 5,0%, Implan 18,5%.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif analitik. Informan utama dalam penelitian ini adalah enam orang informan utama pekerja sektor informal dan bernomisili di Kecamatan Kedung Banteng. Informan pendukungnya adalah istri,penanggung jawab program KB MOP dan ketua Priyo Utomo.
Hasil: Faktor masih banyak informan utama yang belum mengetahui terkait KB MOP, kerentanan,bahaya serta manfaat dan hambatan terkait KB MOP itu sendiri. Persepsi kerentanan informan utama adalah merasa hal tersebut rentan. Persepsi bahaya yang memiliki ketakutan akan bahaya efek samping jangka panjang apabila KB MOP, namun mereka memilih untuk melakukan upaya pencegahan lain selain imunisasi. Persepsi manfaat imunisasi informan utama mengetahui adanya manfaat KB MOP. Persepsi hambatan informan utama adalah kurangnya informasi mengenai KB MOP.
Kesimpulan: Persepsi kerentanan yang dirasakan informan utama merasa rentan. Persepsi bahaya yang dirasakan informan utama jika tidak KB MOP berbahaya. Persepsi manfaat KB MOP yang dirasakan informan utama adalah untuk mencegah angka kelahiran, mengurangi pertumbuhan penduduk. Informan utama memiliki hambatan yaitu kurangnya informasi terkait KB MOP.

ABSTRACT
Background: One of the health problems in Indonesia is overcrowding. The government's effort is to have a family planning program according to the World Health Organization (WHO) which is an action that helps married couples avoid unwanted births, regulates birth spacing, and determines the number of children in a family. According to data from the Banyumas District Health Office for 2022, the number 301,089 pairs of PUS with active family planning participants in Banyumas consisting of 3.2% condom users, 41.8% injections, 10.8% pills, 20.1% IUD, 0.6% MOP, 5.0% MOW , Implants 18.5%.
Methodology: This study uses a qualitative method with an analytic descriptive study approach. The main informants in this study were six main informants who are informal sector workers and live in Kedung Banteng District. The supporting informants were his wife, the person in charge of the KB MOP program and the chairman, Priyo Utomo.
Result: The factor is that there are still many key informants who do not know about KB MOP, the vulnerabilities, dangers and benefits and obstacles related to KB MOP itself. The main informant's perception of vulnerability is to feel that it is vulnerable. Perceptions of danger who have fear of the danger of long-term side effects if the MOP KB, but they choose to take other preventive measures besides immunization. The main informant's perception of the benefits of immunization knew about the benefits of MOP KB. The main informants' perception of the obstacle was the lack of information regarding KB MOP
Conclusion: Perceptions of vulnerability felt by key informants to feel vulnerable. The main informant felt the danger if the KB MOP was not dangerous. The main informants felt that the benefits of KB MOP were to prevent birth rates and reduce population growth. The main informant has an obstacle, namely the lack of information related to KB MOP.
3893044405H1E020057PERBANDINGAN PENGUKURAN BEBAN KERJA MENGGUNAKAN FULL TIME EQUIVALENT (FTE), HYBRID FTE-MCH, DAN MEISTER QUESTIONNAIRE TERHADAP GURU SLBN 1 KOTA SUKABUMI DAN SMAN 3 KOTA SUKABUMIPendidikan merupakan proses yang dilakukan dengan cara sengaja atau direncanakan dengan tujuan untuk membentuk generasi penerus yang mahir dalam mendukung kemajuan bangsa dan negara. Guru merupakan aktor utama yang berkecimpung langsung dalam dunia pendidikan khususnya pada proses belajar mengajar. Selaras dengan tingkat pendidikan dan kemampuan yang dimiliki seorang guru, tugas dan pekerjaannya pun berbeda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan hasil pengukuran beban kerja guru SLBN 1 Kota Sukabumi dan SMAN 3 Kota Sukabumi. Pengukuran beban kerja pada penelitian ini menggunakan metode full time equivalent (FTE), hybrid FTE dan MCH, dan meister questionnaire. Hasil pengukuran beban kerja dengan menggunakan metode FTE didapatkan rata-rata nilai FTE sebesar 1,316 (overload) untuk guru SLBN dan 1,351 (overload) untuk guru SMAN serta hasil pengukuran beban kerja dengan menggunakan metode hybrid FTE dan MCH didapatkan rata-rata nilai sebesar 2,024 untuk guru SLBN dan 1,842 untuk guru SMAN, sedangkan hasil pengukuran beban kerja menggunakan meister questionnaire didapatkan nilai rata-rata sebesar 21,67 untuk guru SLBN dan 19,70 untuk guru SMAN dimana kedua nilai tersebut termasuk kategori 1 yaitu dengan keterangan kesehatan dan kinerja kemungkinan besar tidak akan terpengaruh.Education is a process that is carried out deliberately or planned with the aim of forming the next generation who are proficient in supporting the progress of the nation and state. Teachers are the main actors who are directly involved in the world of education, especially in the teaching and learning process. In line with the level of education and ability of a teacher, his duties and work are different. The purpose of this study was to determine the differences in the results of workload measurements of teachers of SLBN 1 Sukabumi City and SMAN 3 Sukabumi City. Workload measurements in this study used the full time equivalent (FTE) method, hybrid FTE and MCH, and meister questionnaire. The results of workload measurements using the FTE method obtained an average FTE value of 1.316 (overload) for SLBN teachers and 1.351 (overload) for SMAN teachers and the results of workload measurements using the hybrid FTE and MCH method obtained an average value of 2.024 for SLBN teachers and 1.842 for SMAN teachers, while the results of workload measurements using the meister questionnaire obtained an average value of 21.67 for SLBN teachers and 19.70 for SMAN teachers where both values are included in category 1, namely with the statement that health and performance are unlikely to be affected.
3893144406E1A017258PEMBUKTIAN PERMUFAKATAN JAHAT PADA TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA
(Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Negeri Purbalingga Nomor : 167/Pid.Sus/2020/Pn.Pbg)
Penyalahgunaan narkotika di Indonesia menimbulkan akibat yang sangat merugikan bagi perseorangan atau masyarakat khususnya generasi muda dan dapat mempengaruhi ketahanan nasional. Pemberantasan tindak pidana penyalahgunaan narkotika penting untuk dilakukan pada waktu baru yang direncanakan, agar dapat ditumpas pada waktu yang masih berupa benih yang belum berbuah dimana saat terjadinya permufakatan untu melakukan kejahatan, seperti kasus yang terjadi putusan Pengadilan Negeri Purbalingga Nomor : 167/Pid.Sus/2020/Pn.Pbg.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembuktian tindak pidana permufakatan jahat dalam perlindungan narkotika dan pertimbangan hukum Hakim dalam menjatuhkan putusan Pengadilan Negeri Purbalingga Nomor : 167/Pid.Sus/2020/Pn.Pbg. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian yang digunakan adalah penelitian bersifat preskriptif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan studi kepustakaan, dokumen-dokumen hukum dan peraturan perundang-undangan tentang narkotika untuk disajikan dalam bentuk uraian yang disusun secara sistematis, logis dan rasional dalam bentuk teks naratif dengan analisis secara normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Majelis Hakim mempertimbangkan komponen-komponen pada Pasal 112 ayat (2) jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Pertimbangan yuridis dan non yuridis dari Majelis Hakim untuk melakukan penjatuhan hukuman terhadap terdakwa yang melihat dari alat bukti serta mempertimbangkan keadaan yang meringkan dan memberatkan menurut undang-undang terkait penyalahgunaan narkotika. Terdakwa Africo Carlie Wisanggeni Bin Wardi telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana tanpa hak menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman” dan dijatuhi hukuman pidana kepada Terdakwa pidana penjara selama 8 (delapan) tahun dan denda sejumlah 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana penjara selama 2 (dua) bulan penjara.
Narcotics abuse in Indonesia has a very detrimental effect on individuals or communities, especially the younger generation and can affect national resilience. Eradication of criminal acts of narcotics abuse is important to be carried out at a new planned time, so that it can be eradicated when it is still a seed that has not yet borne fruit where there is an agreement to commit a crime, such as the case that occurred in the decision of the Purbalingga District Court Number: 167/Pid.Sus/2020/Pn.Pbg.
This study aims to determine the evidence of criminal conspiracy in narcotics protection and the legal considerations of the Judge in imposing the decision of the Purbalingga District Court Number: 167/Pid.Sus/2020/Pn.Pbg. This research uses normative juridical legal research methods with the research specifications used are prescriptive research. The method of data collection in this research is carried out by literature study, legal documents and laws and regulations on narcotics to be presented in the form of descriptions arranged systematically, logically and rationally in the form of narrative text with qualitative normative analysis.
The results showed that the Panel of Judges considered the components of Article 112 paragraph (2) jo. Article 132 paragraph (1) of Law No. 35 of 2009 concerning Narcotics. Juridical and non-juridical considerations from the Panel of Judges to impose a sentence on the defendant who looked at the evidence and considered the mitigating and aggravating circumstances according to the law related to narcotics abuse. The defendant Africo Carlie Wisanggeni Bin Wardi has been proven legally and convincingly guilty of committing the crime of “conspiracy to commit a crime without the right to provide narcotics class I not plants” and sentenced the defendant to imprisonment for 8 (eight) years and a fine of 800,000,000.00 (eight hundred million rupiah) provided that if the fine is not paid it is replaced by imprisonment for 2 (two) months.
3893244742B2A021006Formulation of Organic Liquid Fertilizer from Seaweed (Sargassum sp.) Waste and Green
Mussel Shell (Perna viridis) Enriched with Beneficial Microorganisms
Tujuan
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi pupuk organik cair (POC) terbaik dari rumput laut (Sargassum sp.) dan cangkang kerang hijau (Perna viridis) yang diperkaya dengan mikroorganisme.

Metode
Metodologi penelitian ini bersifat eksperimental dan terdiri dari beberapa tahapan: pengumpulan sampel rumput laut dan cangkang kerang, formulasi pupuk, produksi pupuk, dan analisis sampel pupuk.

Hasil
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH dari semua formulasi POC memenuhi standar kualitas pH POC, yaitu antara 4-9. POC yang diperkaya dengan mikroorganisme memiliki kadar parameter yang lebih tinggi (C-Organik, N, P, K, dan Mg) dibandingkan dengan POC yang tidak diperkaya mikroorganisme. Nilai N, P, dan Mg untuk enam formulasi POC adalah sebagai berikut: nilai N tertinggi adalah 0,47; nilai P tertinggi adalah 0,65; dan nilai Mg tertinggi adalah 0,17. Nilai-nilai ini tertinggi pada formulasi P5, yang diperkaya dengan Bacillus sp. dan ekstrak kasar Trichoderma spp. Nilai K tertinggi (2,81%) ditemukan pada formulasi P1, yang diperkaya dengan Trichoderma sp. Rasio C/N tertinggi terdapat pada formulasi P0 (POC yang tidak diperkaya mikroorganisme), dengan nilai 4,30. Nilai Fe tertinggi juga ditemukan pada formulasi P0, dengan kadar 24,07 ppm.

Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, formulasi terbaik terdiri dari rumput laut (Sargassum sp.) dan cangkang kerang hijau (P. viridis) yang diperkaya dengan mikroorganisme. POC yang diperkaya menunjukkan kadar C-Organik, N, P, K, dan Mg yang lebih tinggi dibandingkan dengan POC yang tidak diperkaya mikroorganisme.
Purpose: This study aims to determine the optimal LOF formulation from seaweed (Sargassum sp.)
and green mussel shells (P. viridis) enriched with microorganisms.
Method:The research methodology was experimental, consisting of several stages, beginning with
the collection of seaweed and mussel shell samples, formulation of fertilizer, production of fertilizer,
and analysis of fertilizer samples.
Results: The pH obtained by all LOF formulations meets the LOF pH quality standards, namely 4-
9. Overall, based on several parameters tested, namely C-Organic, N, P, K, and Mg, LOF that was
enriched with microorganisms had higher levels compared to LOF that was not enriched with
microorganisms. The N, P, and Mg values of six LOF formulations, the N value was 0.47; P 0.65;
and Mg 0.17 with the highest levels compared to other formulations, namely in P5, LOF which was
enriched with Bacillus sp microorganisms. and Crude extract Trichoderma spp. The Potassium (K)
value in six LOF formulations, the highest K value was obtained, namely in P1, LOF which was
enriched with Trichoderma sp microorganisms. with a level of 2.81%. The highest C/N ratio value
was obtained, namely at P0, LOF that was not enriched with microorganisms, which had a C/N ratio
value of 4.30. The Iron (Fe) value in six LOF formulations, the highest Fe value was obtained,
namely in P0, LOF which was not enriched with microorganisms with a level of 24.07 ppm
Conclusion: Based on the results, the best formulation comprises seaweed Sargassum sp. and green
mussel shells (P. viridis) enriched with microorganisms. The test results of LOF, derived from
seaweed Sargassum sp. and green mussel shells (P. viridis) enriched with microorganisms, show
higher levels of C-Organic, N, P, K, and Mg content compared to LOF without microorganism
enrichment.
3893345175H1D017054SISTEM INFORMASI PENDATAAN PENILAIAN KINERJA KARYAWAN BERBASIS WEBSITEPenelitian ini membahas tentang pengembangan sistem informasi pendataan penilaian kinerja karyawan berbasis
website. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk merancang dan mengimplementasikan sebuah sistem yang
mampu mengelola data penilaian kinerja karyawan secara efektif dan efisien. Sistem ini diharapkan dapat
membantu perusahaan dalam memonitor dan mengevaluasi kinerja karyawan secara berkala serta menyediakan
laporan yang akurat dan tepat waktu.Dalam penelitian ini, metode pengembangan sistem yang digunakan adalah
metode waterfall yang meliputi tahap analisis, desain, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Alat bantu
perancangan yang digunakan meliputi Unified Modeling Language (UML) untuk pemodelan sistem, serta bahasa
pemrograman PHP dengan framework Laravel untuk pengembangan aplikasi. Database yang digunakan adalah
MySQL.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem informasi yang dikembangkan mampu melakukan
pendataan dan penilaian kinerja karyawan dengan baik. Sistem ini menyediakan fitur-fitur seperti input data
karyawan, penilaian kinerja, serta pembuatan laporan penilaian. Pengujian sistem menunjukkan bahwa aplikasi
berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan dapat diakses melalui berbagai perangkat dengan antarmuka yang
user-friendly.Dengan adanya sistem informasi pendataan penilaian kinerja karyawan berbasis website ini,
perusahaan dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam proses penilaian kinerja karyawan. Selain itu, sistem
ini juga mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik berbasis data yang terintegrasi dan mudah diakses.
This research discusses the development of a website-based employee performance assessment data collection
information system. The main objective of this research is to design and implement a system that is able to manage
employee performance assessment data effectively and efficiently. This system is expected to help companies
regularly monitor and evaluate employee performance and provide accurate and timely reports. In this research,
the system development method used is the waterfall method which includes analysis, design, implementation,
testing and maintenance stages. The design tools used include the Unified Modeling Language (UML) for system
modeling, as well as the PHP programming language with the Laravel framework for application development.
The database used is MySQL. The results of this research show that the information system developed is capable
of collecting data and assessing employee performance well. This system provides features such as employee data
input, performance assessment, and creation of assessment reports. System testing shows that the application runs
as expected and can be accessed via various devices with a user-friendly interface. With this website-based
employee performance assessment data collection information system, companies can increase efficiency and
accuracy in the employee performance assessment process. Apart from that, this system also supports better
decision making based on integrated and easily accessible data.
3893441490A1C018076DISTRIBUSI SUHU UDARA PADA SISTEM NUTRIENT FILM TECHNIQUE (NFT) UNTUK PENANAMAN STROBERI DI DATARAN RENDAH TROPIKA DENGAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMINCS (CFD)Budidaya stroberi masih terpusat di dataran tinggi, karena memerlukan suhu udara yang rendah, yaitu suhu 17-20oC. Produksi buah stroberi masih belum bisa memenuhi permintaan pasar yang tinggi. Pengembangan budidaya stroberi pada dataran rendah di Indonesia dapat menjadi upaya untuk peningkatan produksi. Hidroponik dapat menjadi solusi untuk budidaya tanaman stroberi di dataran rendah karena dapat memanfaatkan lahan yang sempit. Salah satu sistem hidroponik yang dapat digunakan adalah Nutrient Film Technique (NFT). NFT merupakan sistem hidroponik dengan teknik pemberian larutan nutrisi melalui aliran air dengan arus yang pelan dan dangkal supaya bagian akar tanaman mendapat oksigen dan nutrisi yang cukup. Tanaman stroberi yang ditanam di dataran rendah hasilnya akan berbeda dengan yang ditanam di dataran tinggi, hal tersebut dikarenakan adanya perbedaan suhu dan intensitas cahaya matahari. Kendala tersebut dapat diatasi dengan pengendalian iklim mikro terbatas pendinginan daerah perakaran tanaman (zone cooling). Metode untuk memprediksi iklim mikro berupa distribusi suhu udara yaitu menggunakan CFD (Computational Fluid Dynamics). Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pola distribusi suhu udara pada produksi stroberi dengan teknik hidroponik NFT, mendapatkan pertumbuhan dan hasil tanaman stroberi di dataran rendah tropika yang ditanam dengan teknik hidroponik NFT. Variabel dan pengukuran yang digunakan pada penelitian ini antara lain, suhu, kelembaban, intensitas cahaya, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buah dan bobot buah. Data suhu udara digunakan untuk simulasi menggunakan CFD. Tanaman stroberi yang ditanam di dataran rendah dengan menggunakan teknik hidroponik NFT menghasilkan umur masa panen yang relatif lebih cepat dan buah stroberi yang bagus. Meskipun menghasilkan buah stroberi yang bagus, namun pola distribusi suhu udara yang ada pada talang NFT masih belum optimal. Hasil simulasi menggunakan aplikasi CFDSOF menunjukan masih banyaknya suhu udara yang lebih tinggi berada didaerah sekitar perakaran tanaman. Suhu udara yang lebih rendah hanya ada di area yang terkena aliran nutrisi. Penggunaan zone cooling di daerah perakaran tanaman dinilai masih kurang efektif menurunkan suhu yang ada di dalam talang NFT. Strawberry cultivation is still concentrated in the highlands, because it requires low temperatures, namely 17-20oC. Production of strawberries is still not able to meet the high market demand. The development of strawberry cultivation in the lowlands in Indonesia can be an effort to increase production. Hydroponics can be a solution for strawberry cultivation in the lowlands because it can utilize narrow land. One hydroponic system that can be used is the Nutrient Film Technique (NFT). NFT is a hydroponic system with a technique of providing a nutrient solution through a slow, shallow stream of water so that the roots of the plant receive sufficient oxygen and nutrients. Strawberry plants planted in the lowlands will have different results from those planted in the highlands, this is due to differences in temperature and sunlight intensity. These constraints can be overcome by controlling the limited microclimate cooling the plant root area (zone cooling). The method for predicting microclimate is in the form of air temperature distribution using CFD (Computational Fluid Dynamics). The purpose of this study was to determine the pattern of air temperature distribution in strawberry production using the NFT hydroponic technique, to obtain the growth and yield of strawberry plants in tropical lowlands grown using the NFT hydroponic technique. Variables and measurements used in this study include temperature, humidity, light intensity, plant height, number of leaves, number of fruit and fruit weight. Air temperature data is used for simulation using CFD. Strawberry plants grown in the lowlands using the NFT hydroponic technique produced a relatively faster harvest age and good strawberry fruit. Even though it produces good strawberries, the air temperature distribution pattern in the NFT gutters is still not optimal. The simulation results using the CFDSOF application show that there are still many higher air temperatures in the area around plant roots. Lower air temperatures exist only in areas exposed to nutrient inflows. The use of zone cooling in plant root areas is considered to be less effective in reducing the temperature in the NFT gutters.
3893541491A1F019082IDENTIFIKASI PROFIL KONSUMEN PRODUK CASSABE PREMIX MUFFINCassaBe Premix Muffin merupakan produk luaran dari program Matching Fund Kedaireka. CaasaBe Premix Muffin adalah tepung premix berbasis mocaf yang berisi semua campuran bahan kering untuk pembuatan muffin. CassaBe Premix Muffin masih memerlukan pemasaran dan pengembangan produk guna meningkatan penjualan produk. Salah satu upaya untuk meningkatkan penjualan dengan melakukan identifikasi profil konsumen. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil konsumen CassaBe Premix Muffin. Tahap penelitian terdiri dari penyusunan kuesioner, penyebaran kuesioner, dan identifikasi profil konsumen. Jumlah minimal sampel mengacu pada unknown population dan digunakan sampel sebanyak 100 responden. Hasil identifikasi profil konsumen menunjukkan konsumen CassaBe Premix Muffin didominasi oleh perempuan, rentang usia 17-26 tahun, tingkat pendidikan terakhir SMA atau sederajat, berstatus pelajar atau mahasiswa, pendapatan kurang dari 1 juta rupiah per bulan, frekuesnsi konsumsi 1 kali dalam 2 bulan terakhir, dan sebagian besar berminat melakukan pembelian ulangCassabe premix muffin is an emerging product of the Matching fund program. Cassabe muffin is a mocafe based flour premix that contains all the dried ingredients for muffin making. Cassabe premix muffin still needs marketing and product development to increase product sales. One of the efforts to increase sales by making a consumer profile identification. Based on these, the research is done to find out about the consumer profile of cassabe premix muffin. The research phase consists of a compilation of questionnaires, dissemination of questionnaires, and consumer profile identification. A minimum number of samples refers to the unknown population and used a sample of 100 respondents. Consumer profile identification shows the consumer cassabe premix muffin is dominated by women, the 17-26 years of age, the last high school or equivalent education level, student or student status, revenues of less than 1 million rupiah per month, the consumption frequency is 1 times in the last two months, and most are interested in repurchasing
3893641492A1F019049Profil Konsumen Mi Kering Bebas Gluten Berbasis MocafMi merupakan makanan cepat saji yang terbuat dari tepung terigu. Penggunaan mocaf merupakan salah satu upaya untuk melakukan diversifikasi gandum. Mocaf merupakan produk tepung dari singkong yang dimodifikasi dengan metode fermentasi. Produk mi kering bebas gluten memerlukan data mengenai konsumen terhadap karakteristik produk yang dipasarkan untuk mengembangkan produk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil konsumen mi kering bebas gluten.
Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Banyumas dan berlangsung dalam beberapa tahap, yaitu penyusunan dan penyebaran kuesioner, identifikasi profil konsumen. Penentuan responden pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan syarat pernah mengonsumsi mi kering bebas gluten minimal dua kali dalam dua bulan terakhir. Kuesioner dibagikan kepada konsumen mi kering bebas gluten sebanyak 100 responden.
Hasil penelitian menunjukkan konsumen mi kering bebas gluten didominasi oleh jenis kelamin wanita, usia 17-28 tahun, dengab pendidikan terakhir SMA atau sederajat, dengan pekerjaan sebagai pelajar dan mahasiswa, pendapatan per bulan kurang dari sama dengan Rp. 1.000.000, domisili jawa tengah, dan frekuensi pembelian 2 kali dalam 2 bulan terakhir.
Noodles are fast food made from wheat flour. The use of mocaf is one of the efforts to diversify wheat. Mocaf is a flour product made from cassava which is modified by the fermentation method. Gluten-free dry noodle products require consumer data on the characteristics of the product being marketed to develop the product. The aim of this research is to know the consumer profile of gluten-free dry noodles.
This research was conducted in Banyumas Regency and took place in several stages, namely preparation and distribution of questionnaires, identification of consumer profiles. Respondents were determined in this study using a purposive sampling technique, with the condition that they had eaten gluten-free dry noodles at least twice in the last two months. The questionnaire was distributed to 100 respondents of gluten-free dry noodle consumers.
The results showed that consumers of gluten-free dry noodles were dominated by female sex, aged 17-28 years, with the last high school education or equivalent, with jobs as students and students, monthly income of less than Rp. 1,000,000, domicile in Central Java, and the frequency of purchases has been 2 times in the last 2 months.
3893741494A1D019011Studi Inisiasi Pembungaan Tiga Varietas Anggrek Dendrobium dengan Aplikasi Berbagai Konsentrasi Gibberellic Acid (GA3)Permasalahan anggrek Dendrobium di Indonesia adalah permintaan akan bunga anggrek yang terus meningkat namun memiliki waktu pembungaan yang lama. Pengaplikasian ZPT GA3 merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mempercepat inisiasi pembungaan anggrek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons berbagai varietas anggrek Dendrobium terhadap pemberian beberapa konsentrasi GA3. Penelitian dilaksanakan di screenhouse Fakultas Pertanian, UNSOED pada bulan November hingga bulan Juli 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan dua faktor yaitu varietas (V) dan berbagai konsentrasi GA3 (G) yang diulang sebanyak tiga kali. Varietas yang digunakan yaitu burana jade, caesar warawan, dan verus brown florenza. Taraf konsentrasi yang digunakan yaitu tanpa perlakuan, 0,1 ppm GA3, 0,2 ppm GA3, 0,3 ppm GA3. Penyemprotan dilakukan sebanyak 10 ml seminggu sekali. Data yang diperoleh dianalisis ragam dengan anova pada taraf 5%. Jika berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara varietas dan konsentrasi GA3 memberikan pengaruh nyata terhadap waktu inisiasi, diameter tangkai bunga, panjang rachis, waktu muncul kuntum, jumlah kuntum bunga, waktu mekar bunga, jumlah bunga mekar, lama anthesis bunga dari kuncup, dan diameter bunga.The problem with Dendrobium orchids in Indonesia is the demand for orchids which continues to increase but has a long flowering time. The application of ZPT GA3 is one of method that can be used to accelerate the initiation of orchid flowering. This study aims to determine the response of various Dendrobium orchid varieties to the application of several concentrations of GA3. The study was conducted at the Screenhouse of the Faculty of Agriculture, UNSOED from November to July 2023. This study used a Completely Randomized Block Design with two factors, namely variety (V) and concentration level of GA3 (G) which were repeated three times. The varieties used were Burana jade, Caesar warawan, and Verus brown florenza. The level of concentration used was without treatment, 0.1 ppm GA3, 0.2 ppm GA3, 0.3 ppm GA3. The dosage of GA3 application is 10 ml/plant once a week. The data obtained were analyzed for variance with ANOVA at the 5% level. If there is no significant effect then proceed with the Duncan Multiple Range Test (DMRT) at an error level of 5%. The results showed that the interaction between varieties and GA3 concentrations had a significant effect on initiation time, flower diameter, rachis length, time when buds appeared, number of flower buds, time of flower blooming, number of blooms, length of bud blooming, and flower diameter.
3893841495A1F019011Pengaruh Suplementasi Tepung Biji Kecipir dan Jenis Lemak terhadap Karakteristik Kimia dan Sensori Crackers Ubi JalarCrackers merupakan salah satu dari jenis biskuit yang memiliki tekstur berlapis dan renyah. Crackers ubi jalar memiliki kelemahan yaitu rendahnya kadar protein, oleh karena itu perlu suplemetasi bahan pangan lain untuk memenuhi nilai gizinya. Sumplementasi tepung biji kecipir dapat menjadi solusi untuk meningkatkan nilai gizi crackers ubi jalar sebab nilai gizinya setara dengan kacang kedelai. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi tepung biji kecipir, jenis lemak maupun kombinasi keduanya terhadap karakteristik kimia dan sensoris crackers ubi jalar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Faktor yang diteliti meliputi suplementasi tepung biji kecipir yaitu 5% (K1), 10% (K2), dan 15% (K3), serta jenis lemak yang terdiri dari Mentega (L1), margarin (L2) dan kombinasi antara mentega dan margarin (1:1) (K3). Variabel yang diamati berupa variabel kimia (kadar protein, kadar lemak, kadar air, kadar abu dan kadar karbohidrat (by difference)) dan variabel sensori (tekstur, aroma, warna, rasa asin, dan kesukaan). Data variabel kimia diuji dengan ANOVA dan uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Variabel sensori diuji dengan Kruskal Wallis pada taraf 5% dan uji lanjut banding ganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa suplementasi tepung biji kecpir memberi pengaruh pada semua variabel kimia kecuali kadar air, sedangkan jenis lemak hanya mempengaruhi kadar protein, lemak dan karbohidrat (by difference) crackers ubi jalar. Interaksi diantara dua faktor tidak memberikan pengaruh pada semua variabel kimia, namun kombinasi perlakuan suplementasi tepung biji kecipir mempengaruhi nilai sensori pada parameter tekstur, aroma langu dan kesukaan. Crackers Ubi jalar yang paling disukai adalah K1L1 yang memperoleh penialaian tekstur (3,6); aroma (3,90); warna (3,97); dan rasa asin (3,43)Crackers are a type of biscuit that has a layered and crunchy texture. Sweet potato crackers have a weakness, namely low protein content, therefore it is necessary to supplement other food ingredients to fulfill their nutritional value. Supplementation of winged bean seed flour can be a solution to increase the nutritional value of sweet potato crackers because their nutritional value is equivalent to soybeans. This study aims to determine the effect of supplementation of winged bean seed flour, type of fat or a combination of both on the chemical and sensory characteristics of sweet potato crackers. This study used a completely randomized design factorial. The factors studied included the supplementation of winged bean seed flour, namely 5% (K1), 10% (K2), and 15% (K3), as well as the type of fat consisting of butter (L1), margarine (L2) and a combination of butter and margarine ( 1:1) (K3). The variables observed were chemical variables (protein content, fat content, moisture content, ash content and carbohydrate content (by difference)) and sensory variables (texture, aroma, color, salty taste and preferences). Chemical variable data were tested by ANOVA and DMRT follow-up test at 5% level. Sensory variables were tested with Kruskal Wallis at 5% level and double comparison test. The results showed that the supplementation of winged bean seed flour had an effect on all chemical variables except for water content, while the type of fat only affected the levels of protein, fat and carbohydrates (by difference) in sweet potato crackers. The interaction between the two factors did not have an effect on all chemical variables, but the combination of treatment with winged bean seed flour supplementation affected sensory values in the parameters of texture, unpleasant aroma and preferences. The most preferred Sweet Potato Crackers were K1L1 which obtained a texture rating (3.6); aroma (3.90); color (3.97); and salty taste (3.43).
3893941470C1A018022Analisis Pendapatan Usaha Pelaku Industri Digital Printing di Kabupaten BanyumasPDRB Kabupaten Banyumas mengalami peningkatan setelah adanya Pandemi Covid-19. Kabupaten Banyumas merupakan kabupaten dengan PDRB tertinggi nomor 4 di Jawa Tengah. Sektor yang memberikan kontribusi terbesar dalam PDRB Kabupaten Banyumas adalah sektor industri pengolahan dengan nilai hampir 25 persen per tahunnya. Industri digital printing sedang mengalami perkembangan di Kabupaten Banyumas, perkembangan tersebut memberikan dampak positif terhadap kemajuan beberapa sektor bisnis lainnya. Kabupaten Banyumas memiliki 39 industri digital printing yang tersebar di 17 kecamatan dengan jumlah terbanyak di Kecamatan Purwokerto Timur. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan objek penelitian adalah pelaku usaha industri digital printing di Kabupaten Banyumas dengan sampel penelitian sebanyak 36 pelaku usaha. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan regresi linear berganda dengan data primer yang dikumpulkan melalui wawancara langsung dan kuesioner.
Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Variabel modal dan tenaga kerja berpengaruh positif signifikan terhadap pendapatan industri digital printing di Kabupaten Banyumas, Variabel lama usaha dan lokasi usaha berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap pendapatan industri digital printing di Kabupaten Banyumas.
The PDRB of Banyumas Regency has increased after the Covid-19 Pandemic. Banyumas Regency is the district with the 4th highest GRDP in Central Java. The sector that gives the largest contribution to the PDRB of Banyumas Regency is the manufacturing sector with a value of almost 25 percent per year. The digital printing industry is experiencing development in Banyumas Regency, this development has a positive impact on the progress of several other business sectors. Banyumas Regency has 39 digital printing industries spread across 17 sub-districts with the largest number in East Purwokerto District. This type of research is quantitative with the object of research being digital printing industry business actors in Banyumas Regency with a sample of 36 business actors. The method used in this study is using multiple linear regression with primary data collected through direct interviews and questionnaires.
Based on the results of data analysis, the following conclusions can be drawn: The variables of capital and labor have a significant positive effect on the income of the digital printing industry in Banyumas Regency, the variables of business length and business location have no significant negative effect on the income of the digital printing industry in Banyumas Regency.
3894041496I1C019013PENGEMBANGAN LIPOSOM BERLAPIS ALGINAT SEBAGAI SISTEM PENGHANTARAN DAN KANDIDAT ADJUVAN UNTUK VAKSINLatar Belakang: Liposom dikembangkan sebagai adjuvan vaksin untuk eningkatkan efektivitas vaksinasi melalui induksi respon imun dari sel kekebalan tubuh. Alginat merupakan polimer alami dengan biokompatibilitas tinggi, bersifat biodegradable dan non-toksik. Selain itu, sodium alginat juga memiliki aktivitas imunostimulan karena memiliki komponen pathogen associated molecular patterns (PAMPs) yang dikenali oleh reseptor imun tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik fisikokimia dan aktivitas biologis dari liposom berlapis alginat sebagai kandidat adjuvan vaksin. Metodologi: Preparasi adjuvan meliputi penyiapan liposom dengan metoda injeksi ethanol, lalu dilakukan pelapisan liposom dengan sodium alginat dengan dan tanpa kalsium klorida (CaCl2). Parameter yang diamati meliputi sifat fisikokimia (uji efisiensi enkapsulasi, ukuran partikel, distribusi ukuran partikel dan zeta potensial) dan uji aktivitas biologi in-vitro (pelepasan senyawa nitrit oksida (NO) dan uji viabilitas sel pada sel makrofag mencit, RAW 264.7). Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan liposom alginat memiliki variasi ukuran partikel antara 450 nm - 4100 nm dengan polidispersitas indeks (PDI) cukup besar yakni 0,28 - 1.0 dan nilai zeta potensial negatif (-1.0 mV sampai dengan -0,3 mV). Penambahan CaCl2 memperkecil ukuran partikel (260 nm - 280 nm), dengan nilai PDI berkisar antara 0.25-0,39 dan zeta potensial antara -2.40 mV sampai dengan -0.26 mV. Hasil analisis data liposom-alginat menunjukkan konsentrasi alginat mempengaruhi pelepasan senyawa NO (p<0,05). Selain itu, konsentrasi alginat dan liposom dalam sediaan adjuvan liposom-alginat mempengaruhi viabilitas sel RAW 264.7 (p<0,05). Kesimpulan: Penambahan natrium alginat terhadap liposom sebagai adjuvan vaksin dapat memperbaiki karakteristik fisikokimia adjuvan menjadi lebih baik dan meningkatkan efektivitas adjuvan liposom dalam menstimulasi pelepasan senyawa NO dan cenderung meningkatkan viabilitas sel secara in-vitroBackground: Liposomes were developed as vaccine adjuvants to increase the effectiveness of vaccination by inducing an immune response from immune cells. Alginate is a natural polymer with high biocompatibility, is biodegradable and non-toxic. In addition, sodium alginate also has immunostimulant activity because it has components of pathogen associated molecular patterns (PAMPs) that are recognized by the body's immune receptors. The purpose of this study was to determine the physicochemical characteristics and biological activity of alginate-coated liposomes as vaccine adjuvant candidate. Methods: Adjuvant preparation included the preparation of liposomes using the ethanol injection method, then coating the liposomes by sodium alginate with and without calcium chloride (CaCl2). Parameters observed included physicochemical properties (encapsulation efficiency test, particle size, particle size distribution and zeta potential) and in-vitro biological activity tests (release of nitric oxide (NO) compounds and cell viability assay on mouse macrophage cells, RAW 264.7). Result: The results showed that liposome-coated alginate had a variation in particle size between 450 nm - 4100 nm with a relatively high polydispersity index (PDI) of 0.28 - 1.0 and a negative zeta potential value (-1.0 mV to -0.3 mV). The addition of CaCl2 reduced the particle size (260 nm - 280 nm), with PDI values ​​ranging from 0.25-0.39 and zeta potential between -2.40 mV to -0.26 mV. The results of liposome-coated alginate data analysis showed that alginate concentration affected the release of NO compounds (p<0.05). In addition, alginate and liposome concentrations in liposome-alginate adjuvant preparations affected RAW cell viability 264.7 (p<0.05). Conclusion: The addition of sodium alginate to liposomes as vaccine adjuvants can improve the physicochemical characteristics of the adjuvants and increase the effectiveness of the liposome adjuvants in stimulating NO release and tends to increase cell viability in-vitro.