Artikel Ilmiah : F1D019030 a.n. GADING DWI FATHYA PUTRI

Kembali Update Delete

NIMF1D019030
NamamhsGADING DWI FATHYA PUTRI
Judul ArtikelAnalisis Keterlibatan Masyarakat dalam Praktik Collaborative Governance Pada Pengelolaan Sampah Di TPST Bantargebang
Abstrak (Bhs. Indonesia)Salah satu permasalahan yang sulit terselesaikan adalah permasalahan mengenai sampah. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi permasalahan sampah, khususnya mengenai pengelolaan sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi. Salah satu upaya pemerintah adalah membuat kebijakan mengenai pengelolaan berbasis masyarakat. Sehingga dibutuhkan kolaborasi dengan masyarakat dalam pengelolaan sampah TPST Bantargebang, sebab masyarakat menjadi komponen utama agar masalah sampah dapat terselesaikan dari akarnya. Collaborative governance merupakan tata kelola kolaborasi yang memiliki hubungan kerjasama antar stakeholders untuk menemukan solusi terhadap suatu permasalahan yang sulit untuk diselesaikan. Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dan mendeskripsikan keterlibatan masyarakat dalam praktik kolaborasi pada pelaksanaan pengelolaan sampah di TPST Bantargebang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dimana penulis mengambarkan dan menjelaskan mengenai suatu fenomena yang terjadi di lapangan. Lokasi dari penelitian ini adalah TPST Bantargebang, Kota Bekasi dengan mengambil beberapa narasumber melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data interaktif menurut Miles dan Huberman, dan guna mengecek keabsahan data penelitian ini penulis menggunakan teknik trangulasi sumber data. Hasil dari penelitian ini adalah collaborative governance dalam pengelolaan sampah masih belum berhasil, hal ini dikarenakan masyarakat masih minim pelibatannya dalam pengelolaan sampah terutama dalam partisipasi tidak langsung.
Abtrak (Bhs. Inggris)One of the problems that is difficult to solve is the problem of waste. Various efforts have been made by the government to overcome waste problems, especially regarding waste management at TPST Bantargebang, Bekasi City. One of the government's efforts is to make policies on community-based management. So collaboration with the community is needed in waste management of TPST Bantargebang, because the community is the main component so that the waste problem can be solved from its roots. Collaborative governance is collaborative governance that has a cooperative relationship between stakeholders to find solutions to a problem that is difficult to solve. Based on this, the purpose of this study is to understand and describe community involvement in collaborative practices in the implementation of waste management at TPST Bantargebang. The research method used in this study is a qualitative method, where the author describes and explains a phenomenon that occurs in the field. The location of this study is TPST Bantargebang, Bekasi City by taking several resource persons through purposive sampling techniques. Data collection techniques carried out in this study are observation, interviews, and documentation. As for the data analysis technique used is interactive data analysis according to Miles and Huberman, and to check the validity of this research data, the author uses data source transgulation techniques. The result of this study is that collaborative governance in waste management is still unsuccessful, this is because the community still lacks involvement in waste management, especially in indirect participation.
Kata kunciPengelolaan sampah, masyarakat, dan partisipasi
Pembimbing 1Oktafiani Catur Pratiwi, S.IP., MA.
Pembimbing 2Drs. M. Soebiantoro, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman18
Tgl. Entri2023-08-22 19:46:59.574176
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.