| NIM | F1A020052 |
| Namamhs | DESY WULANDARI |
| Judul Artikel | Rasionalitas Pasangan Usia Subur Unmet Need Dalam Membatasi Kelahiran Anak |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali menjadi salah satu permasalahan yang terjadi di Indonesia. Hal ini disebabkan karena kurang berhasilnya program keluarga berencana yang dicanangkan pemerintah. Dimana program ini berfokus untuk mengendalikan jumlah penduduk dengan menekan fertilitas. Unmet need KB menjadi salah satu kendala program KB karena adanya unmet need ini dapat menimbulkan kehamilan tidak diinginkan (KTD). Pasangan usia subur memilih untuk tidak ber-KB dan tidak menggunakan alat kontrasepsi karena beberapa alasan.Untuk itu, dalam melakukan pembatasan kelahiran anak, pasangan usia subur unmet need menggunakan upaya alternatif lain seperti metode kontrasepsi tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasionalitas pasangan usia subur dalam memilih upaya pembatasan kelahiran anak. Lokasi peneltiian ini dilakukan di Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik penentuan informan menggunakan Teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan usia subur unmet need memilih menggunakan KB tradisional seperti pantang berkala dan senggama terputus dalam membatasi kelahiran anak. Hal ini disebabkan oleh beberapa alasan yang muncul dari hasil rasionalitas pasangan usia subur. Tindakan rasional pasangan usia subur unmet need dapat diklasifikasikan menjadi tiga yaitu rasionalitas instrumental, nilai, dan afektif. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Uncontrolled population growth is one of the problems occurring in Indonesia. This is due to the lack of success of the family planning program launched by the government. Where this program focuses on controlling the population by suppressing fertility. An unmet need for family planning is one of the obstacles to family planning programs because this unmet need can lead to unwanted pregnancies. Couples of childbearing age choose not to have family planning and do not use contraception for several reasons. For this reason, in limiting the birth of children, couples of childbearing age who do not meet the need to use other alternative measures such as traditional contraceptive methods. This research aims to determine the rationality of couples of childbearing age in choosing efforts to limit childbirth. The location of this research was carried out in South Purwokerto District, Banyumas Regency. The research method used is a descriptive qualitative method. Data collection uses in-depth interviews, observation, and documentation. The technique for determining informants uses a purposive sampling technique. The results of the research show that couples of childbearing age who do not meet their needs choose to use traditional family planning such as periodic abstinence and interrupted intercourse to limit the birth of children. This is caused by several reasons that arise from the rationality of couples of childbearing age. The rational actions of couples of childbearing age who do not meet their needs can be classified into three, namely instrumental, value, and affective rationality. |
| Kata kunci | Kata Kunci: pasangan usia subur, unmet need KB, pembatasan kelahiran, rasionalitas |
| Pembimbing 1 | Sotyania Wardhianna |
| Pembimbing 2 | Masrukin |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2024 |
| Jumlah Halaman | 19 |
| Tgl. Entri | 2024-05-17 10:13:49.668782 |
|---|