Artikelilmiahs
Menampilkan 38.641-38.660 dari 48.952 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 38641 | 41246 | K1A019062 | Perancangan Biosensor Glukosa menggunakan Kitosan dan Nanopartikel NiFe2O4 terdopan Logam Sr (Sr/NiFe2O4) | Cryogel kitosan sering digunakan dalam aplikasi biosensor sebagai bahan pendukung amobilisasi enzim. Kitosan memiliki biokampabilitas yang baik untuk enzim, namun polimer ini bersifat non konduktif sehingga untuk biosensor elektrokimia perlu dimodifikasi, misalnya menggunakan nanopartikel untuk meningkatkan konduktivitas elektroda. Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi elektroda karbon cetak layar menggunakan cryogel kitosan dengan nanopartikel NiFe2O4 terdopan logam Sr untuk biosensor glukosa. Penelitian dilakukan menggunakan teknik voltametri siklik. Metode penelitian meliputi sintesis nanopartikel Sr/NiFe2O4, pembuatan cryogel kitosan, optimalisasi elektroda termodifikasi, pengujian elektroda termodifikasi menggunakan enzim GOD sebagai biosensor glukosa yang selanjutnya dilakukan uji linieritas, batas deteksi, dan batas kuantitasi. Hasil penelitian menunjukkan morfologi Sr/NiFe2O4 yang dihasilkan adalah bentuk spherical. Optimalisasi elektroda kerja termodifikasi yaitu penambahan 0,02 gram Sr/NiFe2O4 dalam 1 mL cryogel kitosan, larutan bufer fosfat konsentrasi 125 mM dengan pH 7,5, dan laju imbasan sebesar 0,5 V/s. Elektroda termodifikasi cryogel kitosan-Sr/NiFe2O4 nanopartikel menghasilkan nilai arus lebih tinggi dibandingkan dengan elektroda cryogel kitosan dan elektroda tanpa modifikasi. Data linieritas uji biosensor glukosa diperoleh persamaan regresi, yaitu y = 0,1862x + 62,984 dengan nilai r sebesar 0,9993. Nilai batas deteksi (LOD) sebesar 1,968 mM dan batas kuantitasi (LOQ) sebesar 6,561 mM. Berdasarkan data tersebut, elektroda termodifikasi cryogel kitosan-Sr/NiFe2O4 memiliki sensitivitas yang baik sebagai biosensor glukosa. | Chitosan cryogel is often used in biosensor applications as a supporting material for enzyme immobilization. Chitosan has good biocompatibility for enzymes, but this polymer is non-conductive so that electrochemical biosensors need to be modified by using nanoparticles to increase electrode conductivity. This study aims to modify screen printed electrodes using chitosan cryogel with nanoparticles NiFe2O4 doped Sr metal for glucose biosensors. The research using cyclic voltammetry technique. Research methods included synthesis of Sr/NiFe2O4 nanoparticles, synthesis of chitosan cryogel, optimization of modified electrodes, testing of modified electrodes using GOD enzymes as glucose biosensors which were then tested for linearity, limit of detection, and limit of quantification. The results showed that the morphology of Sr/NiFe2O4 is spherical. Optimization of the modified working electrode was the addition of 0.02 gram Sr/NiFe2O4 in 1 mL chitosan cryogel, phosphate buffer solution 125 mM pH 7,5, and scan rate 0.5 V/s. The cryogel chitosan-Sr/NiFe2O4 produced a higher current value compared to the chitosan cryogel electrode and the electrode without modification. Llinearity of the glucose biosensor test obtained the regression equation, y = 0.1862x + 62.984, r value are 0.9993. The limit of detection (LOD) value are 1,968 mM and limit of quantification (LOQ) are 6,561 mM. Based on those data, the modified electrode cryogel chitosan-Sr/NiFe2O4 has good sensitivity as a glucose biosensor. | |
| 38642 | 45167 | D1A020061 | PENDUGAAN BOBOT BADAN BERDASARKAN PANJANG BADAN DAN TINGGI PUNDAK DOMBA DORPER PERSILANGAN DENGAN METODE REGRESI LINIER BERGANDA | Pendugaan Bobot Badan Berdasarkan Panjang Badan dan Tinggi Pundak Domba Dorper Persilangan dengan Metode Regresi Linier Berganda. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan ukuran linier tubuh dan bobot domba Dorper persilangan dengan persamaan regresi linier berganda berdasarkan panjang badan dan tinggi pundak. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 2023-12 Januari 2024 bertempat di Gebas Farm, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Materi penelitian yang digunakan yaitu domba Dorper persilangan umur anakan (<1 tahun), pejantan dan betina (2-4 tahun). Metode penelitian yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif, analisis regresi linier, analisis korelasi, analisis determinasi, uji keakuratan dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan hasil jantan dewasa rata-rata bobot badan 30,40 + 13,88 kg, panjang badan 59,06 + 9,46 cm, tinggi pundak 59,99 + 6,57 cm, betina dewasa memiliki rata-rata bobot badan 21,55 + 3,32 kg, panjang badan 52,38 + 2,93 cm, tinggi pundak 59,51 + 5,14 cm, jantan anakan memiliki rata-rata bobot badan 14,18 + 6,52 kg, panjang badan 45,49 + 8,25 cm, tinggi pundak 49,67 + 8,89 cm, ternak betina anakan memiliki rata-rata bobot badan 7,06 + 2,72 kg, panjang badan 35,36 + 3,96 cm, tinggi pundak 43,08 + 4,27 cm. Nilai koefisien korelasi dan koefisien determinasi sebesar 0,917 dan 84,1%. Persamaan regresi yang diperoleh yaitu -31,50 + 0,72X1 + 0,27X2 dengan Y = bobot badan, X1 = panjang badan, X2 = tinggi pundak dengan nilai persen deviasi absolut sebesar 19,22%. Panjang badan memberikan sumbangan sebesar 70% dan tinggi pundak sebesar 30%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa panjang badan dan tinggi pundak dapat digunakan untuk menduga bobot badan. | Estimation of Body Weight Based on Body Length and Shoulder Height of Crossed Dorper Sheep with Multiple Linear Regression Method. This study aims to compare the linear body size and weight of crossbred Dorper sheep with multiple linear regression equations based on body length and shoulder height. The research was conducted on December 12, 2023-January 12, 2024 at Gebas Farm, Kedungbanteng District, Banyumas Regency. The research material used was Dorper sheep of puppy age (<1 year), males and females (2-4 years). The research method used was a purposive sampling technique. The research data were analyzed using descriptive analysis, linear regression analysis, correlation analysis, determination analysis, accuracy test and t test. The results showed that adult males had an average body weight of 30.40 + 13.88 kg, body length 59.06 + 9.46 cm, shoulder height 59.99 + 6.57 cm, adult females had an average body weight of 21.55 + 3.32 kg, body length 52.38 + 2.93 cm, shoulder height 59.51 + 5.14 cm, male pups had an average body weight of 14.18 + 6.52 kg, body length 45.49 + 8.25 cm, shoulder height 49.67 + 8.89 cm, female pups had an average body weight of 7.06 + 2.72 kg, body length 35.36 + 3.96 cm, shoulder height 43.08 + 4.27 cm. The correlation coefficient and coefficient of determination were 0.917 and 84,1%. The regression equation obtained is -31.50 + 0.72X1 + 0.27X2 with Y = body weight, X1= body length, X2 = shoulder height with a percent deviation value of 19.22%. Body length contributes 70% and shoulder height is 30%. Based on the results of the study, it can be concluded that body length and shoulder height can be used to predict body weight. | |
| 38643 | 45168 | B1A020009 | STRUKTUR KOMUNITAS SERANGGA PERMUKAAN TANAH PADA AREA TERINFESTASI SEMUT DI DESA LANGGONGSARI BANYUMAS JAWA TENGAH | Serangga permukaan tanah merupakan serangga yang sebagian atau seluruh hidupnya di dalam lapisan tanah bagian atas dan beraktivitas di permukaan tanah. Berbagai spesies serangga permukaan tanah dapat berinteraksi membentuk rantai makanan, yang dapat berperan sebagai herbivor, karnivor, dan detritivor. Salah satu serangga permukaan tanah adalah semut. Semut berpotensi menginfestasi kemudian mendominasi habitat sehingga dapat memengaruhi struktur komunitas serangga permukaan tanah suatu area. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keragaman, kelimpahan, dan komposisi fungsional serangga permukaan tanah pada area terinfestasi semut di Desa Langgongsari, Banyumas, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan metode survei, menggunakan teknik purposive sampling atas dasar kondisi lokasi semut yang menginfestasi yaitu lokasi berserasah dan tidak berserasah. Lokasi berserasah sebanyak 8 stasiun dan tidak berserasah sebanyak 7 stasiun, sehingga total area penelitian sebanyak 15 stasiun. Waktu penelitian dilakukan selama bulan Desember 2023 sampai dengan bulan Mei 2024. Variabel bebas penelitian ini adalah lokasi terinfestasi semut berserasah dan tidak berserasah, sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah keragaman, kelimpahan, dan komposisi serangga permukaaan tanah. Parameter utama penelitian ini adalah jumlah spesies dan jumlah individu serangga permukaan tanah, sedangkan parameter pendukung penelitian ini adalah suhu udara, suhu tanah, kelembaban udara, kelembaban tanah, dan pH tanah. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan aplikasi Microsoft Excel dan PAST4.05 meliputi indeks kekayaan spesies Margalef (Dmg), indeks keragaman Shannon-wiener (H’), indeks kemerataan (E), indeks dominansi Berger-Parker (d), kelimpahan relatif, dan indeks kesamaan Sorensen (IS). Selanjutnya, dianalisa secara deskriptif dalam bentuk tabel, diagram lingkaran, dan diagram batang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman serangga permukaan tanah pada area terinfestasi semut di Desa Langgongsari, Banyumas, Jawa Tengah terdiri dari 20 spesies serangga permukaan tanah, yaitu Periplaneta americana, Pycnoscelus surinamensis, Onthophagus sp.1, Onthophagus sp.2, Cicindela aurulenta, Cicindela discreta, Thinobius sp., Lepidocyrtus sp., Dicranocentrus sp., Harlomillsia sp., Drosophila melanogaster, Bactrocera dorsalis, Lucilia sericata, Nylanderia fulva, Odontoponera denticulata, Dolichoderus pustulatus, Paratrechina longicornis, Gryllus sp., Ceuthophilus sp., dan Paratettix cucullatus. Keragaman serangga permukaan tanah pada area terinfestasi semut di Desa Langgongsari, Banyumas, Jawa Tengah lebih tinggi pada area berserasah dibandingkan area tidak berserasah. Kelimpahan serangga permukaan tanah pada area berserasah dan tidak berserasah yang paling tinggi adalah N. fulva (1260 individu). Komposisi fungsional serangga permukaan tanah pada area terinfestasi semut di Desa Langgongsari, Banyumas, Jawa Tengah terdapat perbedaanantara area berserasah dan tidak berserasah. Perbedaan komposisi fungsional serangga permukaan tanah antara area berserasah dan tidak berserasah mencerminkan dampak struktur habitat, ketersediaan sumber daya (makanan), dan interaksi semut yang menginfestasi terhadap komunitas serangga permukaan tanah. | Soil surface insects are insects that live part or all of their lives in the topsoil and move on the soil surface. Various species of soil surface insects can interact to form food chains, which can act as herbivores, carnivores, and detritivores. One of the soil surface insects is ants. Ants have the potential to infest and then dominate habitats so that they can affect the structure of the soil insect community in an area. The purpose of this study was to determine the diversity, abundance, and functional composition of soil surface insects in ant-infested areas in Langgongsari Village, Banyumas, Central Java. The research was conducted with a survey method, using purposive sampling technique based on the condition of the infested ant locations, namely littered and non-littered locations. There were 8 stations in littered locations and 7 stations in non-littered locations, making the total research area 15 stations. The research was conducted from December 2023 to May 2024. The independent variables in this study were the locations infested with littered and nonlittered ants, while the dependent variables in this study were the diversity, abundance, and composition of soil surface insects. The main parameters of this study were the number of species and the number of individuals of soil surface insects, while the supporting parameters of this study were air temperature, soil temperature, air humidity, soil moisture, and soil pH. The data obtained were analyzed using Microsoft Excel and PAST4.05 applications including Margalef species richness index (Dmg), Shannon-wiener diversity index (H'), evenness index (E), Berger-Parker dominance index (d), relative abundance, and Sorensen similarity index (IS). Furthermore, it was analyzed descriptively in the form of tables, pie charts, and bar charts.The results showed that the diversity of soil surface insects in ant-infested areas in Langgongsari Village, Banyumas, Central Java consisted of 20 species of soil surface insects, namely Periplaneta americana, Pycnoscelus surinamensis, Onthophagus sp.1, Onthophagus sp.2, Cicindela aurulenta, Cicindela discreta, Thinobius sp., Lepidocyrtus sp., Dicranocentrussp., Harlomillsia sp., Drosophila melanogaster, Bactrocera dorsalis, Lucilia sericata, Nylanderia fulva, Odontoponera denticulata, Dolichoderus pustulatus, Paratrechina longicornis, Gryllus sp., Ceuthophilus sp., and Paratettix cucullatus. The diversity of soil surface insects in ant-infested areas in Langgongsari Village, Banyumas, Central Java was higher in littered areas than in non-littered areas. The highest abundance of soil surface insects in littered and non-littered areas was N. fulva (1260 individuals). The functional composition of soil surface insects in ant-infested areas in Langgongsari Village, Banyumas, Central Java was different between littered and non-littered areas. Differences in the functional composition of soil surface insects between littered and non-littered areas reflect the impact of habitat structure, resource availability (food), and the interaction of infesting ants on the soil surface insect community. | |
| 38644 | 41248 | A1F019041 | IDENTIFIKASI PROFIL KONSUMEN PRODUK PULPY CARICA | Carica adalah salah satu komoditas buah lokal unggulan khas Dataran Tinggi Dieng yang berpotensi untuk dimanfaatkan. Pulpy carica adalah salah satu produk hasil pengembangan oleh P3T LPPM Universitas Jenderal Soedirman yang telah diproduksi dengan skala UMKM oleh KUB Berkah Mandiri sejak 2018. Namun, sampai saat ini distribusi dan pemasaran pulpy carica belum terarah dengan baik akibat ketidakjelasan target pasar yang dituju. Perlu dilakukan identifikasi profil konsumen agar memudahkan perusahaan merencanakan strategi pemasaran. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil konsumen pulpy carica. Tahap penelitian terdiri dari penyusunan kuesioner, penyebaran kuesioner, dan identifikasi profil konsumen. Jumlah minimal sampel mengacu pada unknown population dan digunakan sampel sebanyak 100 responden. Hasil identifikasi profil konsumen menunjukkan konsumen pulpy carica didominasi oleh laki-laki, rentang usia 17-26 tahun, tingkat pendidikan terakhir SMA atau sederajat, berstatus pelajar atau mahasiswa, pendapatan 1-5 juta rupiah per bulan, frekuesnsi konsumsi 2 kali dalam 3 bulan terakhir, berasal dari Jawa Tengah, dan sebagian besar berminat melakukan pembelian ulang. | Carica is a superior local fruit commodity typical of the Dieng Plateau which has the potential to be utilized. Pulpy carica is one of the products developed by P3T LPPM Jenderal Soedirman University which has been produced on an UMKM scale by KUB Berkah Mandiri since 2018. However, until now the distribution and marketing of pulpy carica has not been well directed due to the unclear target market. It is necessary to identify consumer profiles to make it easier for companies to plan marketing strategies. Based on this, this research was conducted to determine the profile of consumers of pulpy carica. The research phase consisted of preparing questionnaires, distributing questionnaires, and identifying consumer profiles. The minimum number of samples refers to the unknown population and a sample of 100 respondents is used. The results of identification of consumer profiles show that consumers of pulpy carica are dominated by men, age range 17-26 years, last education level is high school or equivalent, student status, income 1-5 million rupiah per month, consumption frequency 2 times in the last 3 months , originally from Central Java, and most of them are interested in repurchasing. | |
| 38645 | 41249 | A1F019068 | Preferensi Konsumen terhadap Mutu Hedonik dan Jenis Kemasan Kukis Jagung | Kukis merupakan salah satu produk bakery yang banyak digemari oleh berbagai kalangan masyarakat karena rasanya yang enak, ukurannya kecil, dan memiliki tekstur yang renyah. Dalam proses pembuatannya kukis tidak memerlukan bahan yang volumenya dapat mengembang besar sehingga dapat memanfaatkan tepung jagung. Konsumsi kukis sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia, konsumen akan semakin selektif dikarenakan banyaknya produk kukis yang beredar. Sebagai salah satu produk pangan yang cukup baru, diperlukan adanya tahap perkenalan untuk mengetahui tingkat preferensi (kesukaan) konsumen terhadap kukis jagung. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap mutu hedonik kukis jagung dan terhadap jenis kemasan kukis jagung. Penelitian ini dilakukan di Kota Purwokerto dan Laboratorium Pengolahan Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penentuan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling dengan jumlah responden 100 orang. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini berlangsung dalam beberapa tahap, yaitu pembuatan kukis jagung, pencetakan kemasan kukis jagung, penyusunan kuesioner, uji validitas dan reliabilitas, pengambilan data, serta analisis data. Analisis data menggunakan bantuan Microsoft Excel dan hasilnya disajikan dalam bentuk tabel lalu dijelaskan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi konsumen terhadap mutu hedonik kukis jagung pada atribut warna, aroma, rasa, dan kesukaan secara keseluruhan sudah disukai, sedangkan preferensi konsumen terhadap mutu hedonik pada atribut tekstur agak disukai. Preferensi konsumen terhadap jenis kemasan kukis jagung pada kemasan toples bulat dan standing pouch kraft disukai, sedangkan preferensi konsumen pada kemasan standing pouch aluminium dan kemasan plastik agak disukai. | Cookies are one of the bakery products that are favored by many people because they taste good, are small in size, and have a crunchy texture. In the process of making cookies, it does not require ingredients that can expand in volume, so corn flour can be utilized. The consumption of cookies has become a habit of Indonesian society, consumers will be more selective due to the large number of cookie products in circulation. As one of the new food products, an introduction stage is needed to determine the level of consumer preference for corn cookies. The purpose of this study was to determine consumer preferences for the hedonic quality of corn cookies and the type of corn cookie packaging. This research was conducted in Purwokerto City and Processing Laboratory of Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. Sampling was done by accidental sampling method with 100 respondents. The data used were primary data and secondary data. This research took place in several stages, namely making corn cookies, printing corn cookie packaging, preparing questionnaires, validity and reliability tests, data collection, and data analysis. The data were analyzed using Microsoft Excel and the results were presented in tabular form and then explained descriptively. The results showed that consumer preferences for the hedonic quality of corn cookies on the attributes of color, aroma, taste, and overall liking were preferred, while consumer preferences for the hedonic quality of texture attributes were somewhat preferred. Consumer preference for the type of packaging of corn cookies in round jar packaging and kraft standing pouch is preferred, while consumer preference for aluminum standing pouch packaging and plastic packaging is somewhat preferred. | |
| 38646 | 41247 | C1C019054 | PENGARUH LITERASI KEUANGAN DAN LOCUS OF CONTROL TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA INDUSTRI CARICA DI KABUPATEN WONOSOBO | Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan dan locus of control terhadap kinerja keuangan pada Industri Carica di Kabupaten Wonosobo. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh pelaku Industri Carica di Kabupaten Wonosobo dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Data yang digunakan adalah data primer yang didapatkan melalui kuesioner. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 105 responden dengan dilakukan uji pilot terlebih dahulu terhadap 25 responden. Analisis data dalam penelitian menggunakan statistik deskriptif, uji kualitas data, uji asumsi klasik, dan analisis regresi berganda. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa: (1) literasi keuangan berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan (2) locus of control berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. | This study aims to determine the effect of financial literacy and locus of control on financial performance in the Carica Industry in Wonosobo Regency. This research is an survey research using a quantitative approach. The population of this study were all Carica Industry in Wonosobo Regency using saturated sampling. The data that researchers used are primary data that obtained through questionnaires. Data collection was carried out by distributing questionnares to 105 respondents with a pilot test conducted on 25 respondents first. This study obtained the results that: (1) financial literacy has a positive effect on financial performance, (2) locus of control has a positive effect on financial performance. | |
| 38647 | 41250 | A1C019031 | Karakteristik Biopelet Karbonisasi Berbahan Campuran Tongkol Jagung, Batang Jagung, dan Daun Jati dengan Perekat Tanah Liat | Bahan bakar minyak atau lebih dikenal dengan sebutan BBM semakin meningkat harganya, hal ini disebabkan oleh ketersediaan bahan bakar fosil yang semakin langka. Agar bisa mengurangi konsumsi bahan bakar minyak maka diperlukan sumber energi alternatif. Salah satu sumber energi alternatif adalah energi biomassa. Limbah pertanian dari tongkol jagung, batang jagung, dan daun jati adalah salah satu sumber biomassa yang dapat diolah menjadi biopelet. Biopelet merupakan bahan bakar padat yang memanfaatkan biomassa sebagai bahan baku dengan tambahan sedikit perekat. Penggunaan perekat tanah liat dikarenakan harga lebih murah dan mudah didapatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik biopelet yang terbuat dari limbah tongkol jagung, batang jagung, dan daun jati dengan perekat tanah liat sebagai bahan bakar alternatif. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan kombinasi perlakuan sebanyak 9 variasi percobaan. Pengulangan dilakukan sebanyak 3 kali sehingga mendapatkan 27 unit percobaan. Faktor perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah komposisi bahan baku (K1 = tongkol jagung 50%; batang jagung 20%; dan 30% daun jati, K2 = tongkol jagung 60%; batang jagung 15%; dan daun jati 25%; dan K3 = tongkol jagung 70%; batang jagung 10%; dan daun jati 20%) dan persentase perekat tanah liat (P1 = 10% perekat, P2 = 20% perekat, dan P3 = 30% perekat). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah kerapatan, kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, laju pembakaran, dan daya tahan biopelet karbonisasi. Hasil data dianalisis dengan menggunakan uji Analysis of Variance (ANOVA) dan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa karakteristik biopelet karbonisasi berbahan campuran tongkol jagung, batang jagung, dan daun jati dengan perekat tanah liat yaitu kerapatan 0,49-0,56 g/cm3, kadar air 5,34-6,82%, kadar abu 20,38-34,24%, kadar zat terbang 66,82-79,88%, laju pembakaran 0,03-0,05 g/menit, dan daya tahan 43,72-55,03%. | The price of oil, more commonly known as BBM, increased due to the decreasing availability of fossil fuels. To reduce oil consumption, alternative energy sources were needed, and one of them was biomass energy. Agricultural waste such as corn cobs, corn stalks, and teak leaves were processed into bio-pellets as a solid fuel with a small amount of clay as a binder, which was cheaper and more easily obtained. This research aimed to evaluate the characteristics of bio-pellets made from corn cobs, corn stalks, and teak leaves with clay as an alternative fuel. The research used a Completely Randomized Design (CRD) with 9 experimental variations. Each variation was repeated 3 times, resulting in a total of 27 experiments. The treatment factors in this research were the composition of raw materials (K1 = 50% corn cobs, 20% corn stalks, and 30% teak leaves; K2 = 60% corn cobs, 15% corn stalks, and 25% teak leaves; K3 = 70% corn cobs, 10% corn stalks, and 20% teak leaves) and the percentage of clay binder (P1 = 10% binder, P2 = 20% binder, and P3 = 30% binder). The observed variables included density, moisture content, ash content, volatile matter content, burning rate, and carbonization endurance of bio-pellets. The data from the research were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) and Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at a significance level of 5%. The research results showed that the characteristics of carbonized bio-pellets made from a mixture of corn cobs, corn stalks, and teak leaves with a clay binder were as follows: density 0,49-0,56 g/cm3, moisture content 5,34-6,82%, ash content 20,38-34,24%, volatile matter content 66,82-79,88%, burning rate 0,03-0,05 g/minute, and endurance 43,7162-55,0265%. | |
| 38648 | 41255 | F2A019019 | PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM PEMBANGUNAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA (P3MD) DI KABUPATEN BANYUMAS | Abstrak Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) adalah upaya mengembangkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan, perilaku, kemampuan, kesadaran, serta memanfaatkan sumber daya melalui penetapan kebijakan, program, kegiatan, dan pendampingan yang sesuai dengan esensi masalah dan prioritas kebutuhan masyarakat Desa. Di Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah, program tersebut dimulai sejak tahun 2015. Program yang berlangsung lama tersebut rupanya belum dapat mewujudkan masyarakat yang berdaya. Hal tersebut ditandai dengan masih tingginya angka kemisikinan dan masih lemahnya keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan. Tujuan dari penelitian ini yaitu: untuk mendeskripsikan dan menjelaskan gagalnya Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) dalam memberdayakan masyarakat di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan lokasi penelitian di Kabupaten Banyumas dengan lokus Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas yang terdiri dari 20 desa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) di Kabupaten Banyumas belum berhasil dalam memberdayakan masyarakat agar bisa berpartisipasi aktif dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan karena pendampingan yang ada baru dapat mewujudkan partisipasi yang ada masih sebatas mobilisasi, belum merupakan partisipasi yang sesungguhnya. P3MD gagal dalam memberdayakan masyarakat karena belum dapat meningkatkan kapasitas lembaga kemasyarakatan sebagai organisasi lokal di Kabupaten Banyumas dengan baik. Kapasitas organisasi lokal masih lemah karena belum pendampingan yang kurang intensif sehingga para pengurus organisasi lokal belum memiliki bekal yang cukup tentang ilmu-ilmu pemberdayaan. | Abstract The Village Community Development and Empowerment Program (P3MD) is an effort to develop community independence and welfare by increasing knowledge, attitudes, skills, behavior, abilities, awareness, and utilizing resources through establishing policies, programs, activities, and assistance that are in accordance with the essence of the problem and prioritize the needs of the Village community. In Banyumas Regency, Central Java Province, the program was started in 2015. It seems that this long-running program has not been able to create an empowered society. This is indicated by the still high poverty rate and the weak community involvement in the development process. The purpose of this study is: to describe and explain the failure of the Village Community Development and Empowerment Program (P3MD) in empowering communities in Banyumas Regency. This study used qualitative methods with research locations in Banyumas Regency with the locus of Cilongok District, Banyumas Regency consisting of 20 villages. The conclusion of this research is that the Village Community Development and Empowerment Program (P3MD) in Banyumas Regency has not been successful in empowering the community to actively participate in development planning, implementation and monitoring because the existing assistance can only realize that existing participation is still limited to mobilization, not yet participation. The real. P3MD failed to empower the community because it had not been able to properly increase the capacity of social institutions as local organizations in Banyumas Regency. The capacity of local organizations is still weak because there is no less intensive assistance so that the administrators of local organizations do not have sufficient knowledge about empowerment. | |
| 38649 | 41251 | A1D019205 | RESPON PERTUMBUHAN EKSPLAN BIJI STROBERI MENCIR (Fragaria ananassa 'Mencir') PADA BERBAGAI KONSENTRASI AIR KELAPA DAN PEPTON | Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi konsentrasi air kelapa dan pepton yang paling baik untuk pertumbuhan bibit stroberi secara kultur jaringan. Penelitian ini akan dilaksanakan mulai bulan Desember 2022 sampai Mei 2023, di Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 4 (empat) ulangan dan 2 faktor. Total seluruh unit percobaan ada 96 buah. Data yang diperoleh diuji dengan uji analisis sidik ragam atau ANOVA. Perbedaan di antara rata-rata perlakuan dianalisis dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa K2P0 merupakan konsentrasi yang paling baik untuk pertumbuhan bibit stroberi Mencir kultur jaringan. | This study aims to obtain the best combination of coconut water and peptone concentrations for the growth of strawberry seedlings by tissue culture. This research will be carried out from December 2022 to May 2023, at the Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The experimental design used was a completely randomized design (CRD) factorial pattern with 4 (four) replications and 2 factors. In total there are 96 experimental units. The data obtained was tested by analysis of variance test or ANOVA. Differences between treatment means were analyzed by the Duncan Multiple Range Test (DMRT) with a significance level of 5%. The results showed that K2P0 was the best concentration for the growth of Mencir strawberry seedlings in tissue culture. | |
| 38650 | 41252 | F1B016104 | EFEKTIVITAS KEBIJAKAN PENGEMBANGAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KABUPATEN BANYUMAS (STUDI KASUS WILAYAH PURWOKERTO) | Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang telah menetapkan bahwa sekitar 30% dari total wilayah harus diperuntukkan sebagai ruang terbuka hijau. Dari jumlah tersebut, 20% diwajibkan untuk ruang terbuka hijau publik dan 10% untuk ruang terbuka hijau pada ranah privat. Di Kabupaten Banyumas, khususnya wilayah Purwokerto jumlah Ruang Terbuka Hijau masih belum terpenuhi yaitu berkisar 4,23% dari total wilayah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk Menganalisis efektivitas pelaksanaan kebijakan pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas dalam pemenuhan jumlah RTH Publik. Serta Mengetahui dan menganalisis apakah kebijakan pengembangan RTH yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kab. Banyumas efektif dalam memberikan kontribusi kuantitas RTH di Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Adapun teknik pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Dalam penelitian ini menggunakan teori efektivitas kebijakan yang menekankan pada Ketepatan Kebijakan, Pelaksana, Target, Lingkungan, dan Proses. Hasil penelitian ini adalah tepat pelaksanaan, dan tepat lingkungan sudah berjalan dengan baik tanpa ada catatan, sedangkan pada indikator tepat kebijakan, dan tepat proses sudah berjalan dengan baik dan tepat hanya saja ada catatan yaitu kurangnya kuantitas SDM sebagai pelaksana baik secara monitoring maupun pembangunan dari RTH, kemudian pada indikator tepat target belum berjalan dengan baik karena masih belum terpenuhinya batas minimal dari ketersediaan RTH publik yaitu sebanyak 20%. | Law Number 26 of 2007 concerning Spatial Planning has stipulated that around 30% of the total area must be designated as green open space. Of this amount, 20% is required for public green open spaces and 10% for green open spaces in the private sphere. In Banyumas Regency, especially the Purwokerto area, the number of Green Open Spaces is still not fulfilled, which is around 4.23% of the total area. The purpose of this study is to analyze the effectiveness of the implementation of the Green Open Space (RTH) development policy carried out by the Banyumas Regency Environmental Service in fulfilling the number of Public Open Open Spaces (RTH). As well as knowing and analyzing whether the green open space development policy carried out by the Kab. Banyumas is effective in contributing to the quantity of green open space in Purwokerto. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques used namely in-depth interviews, observation, and documentation. The informant selection technique in this study used purposive sampling. In this study using the theory of policy effectiveness which emphasizes the Accuracy of Policy, Executor, Target, Environment, and Process. The results of this study are the right implementation, and the right environment has been running well without any records, whereas on the right policy indicators, and the right process has been going well and right, it's just that there are notes, namely the lack of quantity of human resources as executors both in monitoring and development of green open space , then on the right target indicator it has not gone well because the minimum limit of the availability of public green open space is still not fulfilled which is 20%. | |
| 38651 | 41253 | F1A016006 | PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI DESA WLAHAR KULON KECAMATAN PATIKRAJA KABUPATEN BANYUMAS | Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Persepsi Masyarakat Tentang Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) Di Desa Wlahar Kulon Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kuantitatif, dengan jumlah responden 88 KK yang dihitung menggunakan teknik proposional sampling. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi. Penelitian ini menggunakan indikator pengetahuan (kognisi), sikap (afeksi), harapan serta indikator kesesuaian penerimaan dan penggunaan dana bantuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator pengetahuan sebanyak 58% responden tahu terhadap pelaksanaan PKH, tetapi tidak mengetahui manfaat dan tujuan dari program tersebut, serta harapannya bantuan tetap berjalan sesuai dengan kriteria-kriteria yang telah ditentukan. Persepsi masyarakat tentang ketepatan sasaran penerima 80,7% belum tepat sasaran, masih banyaknya persepsi masyarakat penerima yang ketergantungan dari uang bantuan tersebut dan persepsi masyarakat tentang perbedaan bagi penerima bantuan sebelum dan sesudah adanya PKH belum mengalami perbedaan secara siginifikan, misalnya saja KPM (Keluarga Penerima Manfaat) masih kebingungan ketika sudah waktunya membayar LKS atau pembelian perlengkapan sekolah tetapi belum ada biaya karena pencairan dana bantuan telat. | The purpose of this study was to describe the community's perception of the implementation of the Family Hope Program (PKH) in Wlahar Kulon Village, Patikraja District, Banyumas Regency. The method used in the research is descriptive quantitative, with the number of respondents 88 families calculated using proportional sampling technique. Data analysis using frequency distribution. This research uses indicators of knowledge (cognition), attitude (affection), expectations and indicators of the suitability of receiving and using aid funds. The results showed that the knowledge indicator as much as 58% of respondents knew about the implementation of PKH, but did not know the benefits and objectives of the program, and hoped that the assistance would continue to run according to predetermined criteria. The community's perception of the accuracy of the target recipients 80.7% is not yet on target, there are still many perceptions of the recipient community who are dependent on the aid money and the community's perception of the difference for beneficiaries before and after PKH has not experienced a significant difference, for example, KPM (Family Beneficiaries) are still confused when it is time to pay for LKS or purchase school supplies but there is no money because the disbursement of aid funds is late. | |
| 38652 | 41254 | J1A017002 | Bullying Action and Motive in Unkrich's Toy Story 3 (2010) | Penelitian yang berjudul “Bullying Action and Motive in Children’s Movie Toy Story 3” ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan motif perundungan yang terjadi di Toy Story 3. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam menganalisis data. Data primer dalam penelitian ini adalah film berjudul Toy Story 3 yang rilis pada tahun 2010, buatan Disney dan Pixar. Data sekunder diambil dari berbagai sumber seperti jurnal, buku, artikel dan sumber dari internet yang berkaitan dengan topik penelitian. Penelitian ini menggunakan tiga teori untuk menganalisis data, teori bullying diaplikasikan untuk menganalisis tindakan dan ciri dari perundungan yang ditampilkan di film, teori Adler (1964) psikologi individu untuk menemukan motivasi dari seorang karakter, dan teori sinematografi digunakan untuk mensuport penjelasan melalui beberapa aspek seperti adegan, warna, dan pengambilan adegan. Dalam penelitian ini ditemukan ada tiga bentuk perundungan di dalam film, perundungan verbal, perundungan psikologi dan perundungan fisik. Selain itu, penelitian ini berfokus kepada salah satu karakter dalam film yaitu Lotso yang merupakan pemimpin dan pendiri dari kelompok pembuli dengan tujuan untuk mengetahui motivasi Lotso membentuk kelompok pembuli dan melakukan perundungan. Lotso memiliki tiga motif diantaranya, menjadi sosok yang disukai, ingin menjadi unggul, dan menjadi pemimpin dari Sunnyside. Perundungan adalah tindakan yang berbahaya, terkadang bisa menjadi kejadian yang berulang, jadi, untuk mempelajari tentang perundungan selain mengetahui tentang efek pada koban, perlu juga diketahui motif dari pelaku dari perundungan tersebut. | The research entitled “Bullying Action and Motive in Children’s Movie Toy Story 3” aims to figure out forms and motive of bullying that appeared in Toy Story 3. This research uses qualitative method in analyzing the data. The primary data sources are taken from Disney and Pixar’s movie Toy Story 3 which was released in 2010. The secondary data are taken from several sources such as journals, books, article, and internet sources which are related to the topic of the research. This research uses three theories to analyze the data, bullying theory is applied to analyze the actions and marks of bullying that appear in the movie, Adler’s theory (1964) of individual psychology to figure out a character’s motivation, and cinematography theory is used to support the explanation through some aspects such as scenes, colours and shots. The research discovers there are three forms of bullying that appear in the movie, verbal bullying, psychological bullying, and physical bullying. Furthermore, this research also focuses on one of the characters of the movie which is Lotso, the leader and the pioneer of the bully group, in order to find out Lotso’s motivation to commit a bully and forms a bully group. Lotso has three motives, wanting to be superior and overcome insecurities, being a favourite figure, and being the leader of Sunnyside. Bullying is a dangerous action, sometimes it can lead into a repeated action when the bullied becomes a bully, therefore, to study about bullying it is important to not only focus on the effect for the victim, but also to know about the motive of the bully. | |
| 38653 | 44370 | F1B020008 | Transformasi Pengembangan Kompetensi ASN Melalui Program ASN Talent Academy pada Unit Pusbangkader ASN LAN RI | Banyaknya jumlah ASN generasi milenial ini membawa pengembangan kompetensi untuk berupaya agar mampu memberikan bekal kepada mereka sebagai calon pemimpin. Penelitian ini berfokus pada transformasi program pengembangan kompetensi ASN Talent Academy melalui kajian shift paradigm terdiri dari perubahan orientasi menjadi kebutuhan nasional, dari klasikal ke blended/ full e-learning, pemanfaatan sumber belajar, dan variasi pengembangan kompetensi. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumetnasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pengembangan kompetensi ASN melalui program ASN Talent Academy ini didasarkan kebutuhan nasional agar meningkatkan kualitas layanan publik. Program ini telah melakukan transformasi dan adaptasi era digital dengan menggunakan metode pembelajaran blended dan full e-learning. Selanjutnya sumber belajar dalam program ini bertransformasi dengan menghadirkan sumber belajar dari pakar hingga praktisi yang telah tersertifikasi dalam ICF (International Coaching Federation). ASN Talent Academy menawarkan variasi pengembangan kompetensi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan perubahan yang dimana tidak semua pelatihan mampu melakukan variasi tersebut. | The large number of ASN from millennial generation brings competency development to be able to equip them as future leaders. This research focuses on the transformation of the ASN Talent Academy competency development program through a paradigm shift study consisting of changing orientation to national needs, from classical to blended/full e-learning, utilization of learning resources, and variations in competency development. The method used is qualitative by collecting data from interviews, observation and documentation. The research show that the transformation of ASN competency development through the ASN Talent Academy program is based on national needs to improve the quality of public services. This program has transformed and adapted to the digital era using blended and full e-learning methods. Furthermore, the learning resources in this program are transformed by presenting learning resources from experts to practitioners who are certified in the ICF (International Coaching Federation). ASN Talent Academy offers variations in competency development that can be adapted to needs and changes, where not all training is capable. | |
| 38654 | 40550 | E1A016181 | IMPLEMENTASI PERLINDUNGAN HUKUM DOKTER TERHADAP RISIKO PROFESI DALAM PELAYANAN KESEHATAN (Studi di Rumah Sakit Harapan Ibu Purbalingga) | IMPLEMENTASI PERLINDUNGAN HUKUM DOKTER TERHADAP RISIKO PROFESI DALAM PELAYANAN KESEHATAN (Studi di Rumah Sakit Harapan Ibu Purbalingga) Oleh: ILHAM RAMADHAN E1A016181 ABSTRAK Dokter dalam memberikan pelayanan mempunyai resiko yang cukup besar dikarenakan profesinya berkaitan dengan Kesehatan dan nyawa seseorang maka dokter sangat rentan untuk dipersalahkan. Skripsi ini membahas tentang implementasi perlindungan hukum terhadap risiko pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengentahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi implementasi perlindungan hukum terhadap profesi kedokteran. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis dengan pendekatan yang didasarkan pada pola-pola perilaku sosial yang terlembagakan, eksis sebagai variable sosial yang empirik. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa Implementasi perlindungan hukum dokter di Rumah Sakit Harapan Ibu Purbalingga terhadap risiko profesi dalam pelayanan kesehatan terbukti efektif. Indikator keberhasilan meliputi efektifitas dokter dalam menjalankan tugas sesuai standar profesi dan prosedur operasional, memberikan pelayanan medis sesuai standar, mendapatkan informasi lengkap dan jujur dari pasien atau keluarganya, serta menerima imbalan jasa yang tinggi. Selain itu, faktor kedisiplinan, fasilitas kerja, dan lama kerja juga berpengaruh positif terhadap perlindungan hukum dokter. Kata Kunci: Dokter, Risiko Profesi, Pelayanan Kesehatan. | IMPLEMENTATION OF PHYSICIAN LEGAL PROTECTION AGAINST PROFESSIONAL RISKS IN HEALTH SERVICES (Study at Harapan Ibu Hospital in Purbalingga) By: ILLAM RAMADHAN E1A016181 ABSTRACT Doctors in providing services have a considerable risk because their profession is related to one's health and life, so doctors are very vulnerable to being blamed. This thesis discusses the implementation of legal protection against health service risks. The purpose of this study is to find out what factors influence the implementation of legal protection for the medical profession. The type of research used is sociological juridical with an approach based on institutionalized patterns of social behavior, existing as empirical social variables. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the implementation of legal protection for doctors at Harapan Ibu Purbalingga Hospital against professional risks in health services has proven to be effective. Indicators of success include the effectiveness of doctors in carrying out their duties according to professional standards and operational procedures, providing medical services according to standards, obtaining complete and honest information from patients or their families, and receiving high fees for services. In addition, disciplinary factors, work facilities, and length of work also have a positive effect on the legal protection of doctors. Keywords: Doctor, Professional Risk, Health Services. | |
| 38655 | 41256 | A1F018052 | PENGARUH FORMULA PENGAWET ALAMI NIRA BERBAHAN TEMPURUNG KELAPA DAN KAPUR SERTA WAKTU PENYADAPAN NIRA TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORI GULA KELAPA CETAK | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh formula pengawet alami nira berbahan tempurung kelapa tua maupun muda dan kapur serta waktu penyadapan nira terhadap karakteristik sensori gula kelapa cetak. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas dua faktor dengan 20 perlakuan dan 2 ulangan. Faktor pertama yaitu proporsi pengawet alami nira dengan tempurung kelapa tua : kapur (b/b) (1:9; 2:8; 3:7; 4:6; 5:5) dan serbuk tempurung muda : kapur (b/b) (1:9; 2:8; 3:7; 4:6; 5:5) yang masing-masing konsentrasi 5%. Faktor kedua yaitu waktu penyadapan nira H1 = penyadapan sore hari dan H2 = penyadapan pagi hari. Hasil penelitian pada uji sensori gula kelapa cetak menunjukkan kombinasi perlakuan berpengaruh nyata pada warna, tingkat kemanisan dan kesukaan. Kombinasi perlakuan terbaik berdasarkan uji indeks efektivitas, kesesuaian terhadap SNI, aspek teknis, aspek ekonomis dan aspek kesukaan panelis adalah pengawet alami nira berbahan tempurung kelapa tua : kapur dengan proporsi 3:7 (b/b) dan waktu penyadapan sore hari. Kombinasi tersebut menghasilkan gula kelapa cetak dengan karakteristik sensori warna 2,73 (cokelat), tekstur 3,83 (keras), aroma 3,13 (cukup khas), tingkat rasa manis 3,93 (manis) dan tingkat kesukaan 3,68 (suka). | The purpose of this study was to determine the effect of the natural preservative formula for sap made from old and young coconut shells and lime and the tapping time of the sap on the sensory characteristics of solidified coconut sugar. The experimental design used was a randomized block design (RBD) consisting of two factors with 20 treatments and 2 replications. The first factor was the proportion of natural preservatives for sap with old coconut shell : lime (w/w) (1:9; 2:8; 3:7; 4:6; 5:5) and young shell powder : lime (w/w) (1:9; 2:8; 3:7; 4:6; 5:5) each concentration of 5%. The second factor is the time of tapping sap H1 = tapping in the evening and H2 = tapping in the morning. The results of the research on printed coconut sugar sensory tests showed that the combination of treatments had a significant effect on color, level of sweetness and preference. The best treatment combination based on effectiveness index test, compliance with SNI, technical aspects, economic aspects and panelists' preferences was a natural preservative for sap made from old coconut shell: lime with a proportion of 3:7 (w/w) and tapping time in the afternoon. The combination produces solidified coconut sugar with color sensory characteristics of 2,73 (chocolate); texture of 3,83 (hard); aroma of 3,13 (quite distinctive); level of sweetness 3,93 (sweet); and level of preference of 3,68 ( Like). | |
| 38656 | 41257 | A1D016179 | PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN STEVIA (Stevia rebaudiana Bertoni) PADA TINGKAT NAUNGAN DAN DOSIS PUPUK KALIUM YANG BERBEDA DI DATARAN RENDAH | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengkaji dosis pupuk kalium yang paling baik pada tanaman stevia di dataran rendah. (2) Mendapatkan tingkat naungan terbaik pada beberapa tingkat naungan sebagai alternatif penanganan dalam budidaya tanaman stevia di dataran rendah dan (3) Mendapatkan kombinasi perlakuan terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan kualitas hasil tanaman stevia di dataran rendah. Penelitian ini dilaksanakan bulan Oktober 2021-Januari 2022 di Screen house Kebun Percobaan Fakultas Pertanian dan Laboratorium Agronomi & Hortikultura Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split plot) pola faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dan diulang tiga kali. Faktor pertama yaitu tingkat naungan (main plot) terdiri atas 0 %; 50%; dan 75% sedangkan faktor kedua adalah dosis pupuk kalium (sub plot) terdiri atas: 0 % ; 50% (100 kg/ha setara 0,625 g/tanaman); 100% (200 kg/ha setara 1,25 g/tanaman); 150% (300 kg/ha setara 1,875 g/tanaman). Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, luas daun, bobot segar akar, bobot segar daun, bobot kering akar, bobot kering daun dan tingkat kemanisan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F, dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemupukan kalium dapat meningkatkan produksi dan tingkat kemanisan tanaman stevia. Intensitas naungan 50% dapat meningkatkan produksi dan tingkat kemanisan tanaman stevia. Kombinasi pemupukan kalium dan intensitas naungan 50% dapat meningkatkan produksi dan tingkat kemanisan tanaman stevia. | ABSTRACT This research aims to achieve the following objectives: (1) to assess the optimal potassium fertilizer dosage for stevia plants in lowland areas. (2) To determine the best shading level among various shading intensities as an alternative cultivation approach for stevia plants in lowland areas. (3) To identify the best combination of treatments to enhance the growth and quality of stevia plants in lowland areas. This study was conducted from October 2021 to January 2022 at the Screen House A23 of the Experimental Farm of the Faculty of Agriculture and at the Agronomy and Horticulture Laboratory of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The study employed a split-plot factorial design with a complete randomized block design (CRBD) and was repeated three times. The main plot factor was shading levels, consisting of 0%, 50%, and 75%, while the sub-plot factor was potassium fertilizer dosages, including: 0%; 50% (100 kg/ha equivalent to 0.625 g/plant); 100% (200 kg/ha equivalent to 1.25 g/plant); 150% (300 kg/ha equivalent to 1.875 g/plant). The observed variables were plant height, leaf count, branch count, leaf area, fresh root weight, fresh leaf weight, dry root weight, dry leaf weight, and sweetness level. The collected data were subjected to an F-test, followed by the Duncan Multiple Range Test (DMRT) at a significance level of 5%. The results of the research indicate that potassium fertilization can enhance the yield and sweetness level of stevia. A shading intensity of 50% can also increase the yield and sweetness level of stevia. The combination of potassium fertilization and 50% shading intensity further improves the yield and sweetness level of stevia plants. | |
| 38657 | 44371 | G1A020042 | GAMBARAN HISTOPATOLOGI GLOMERULUS PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR SPRAGUE DAWLEY MODEL HIPERURISEMIA YANG DIBERI BAWANG HITAM (Black Garlic) | Latar Belakang: Sekitar 70% asam urat diekskresikan melalui ginjal. Namun, kondisi hiperurisemia dapat menyebabkan kerusakan dan dapat menurunkan fungsi ginjal tersebut. Bawang hitam diketahui memiliki senyawa bioaktif yang dapat mencegah kerusakan tersebut, seperti flavonoid, polifenol, 5-HMF serta SAC. Tujuan: Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui efek proteksi dari bawang hitam terhadap gambaran kerusakan glomerulus pada tikus putih model hiperurisemia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik pada BBT ginjal tikus putih yang berasal dari peneliti sebelumnya. BBT tersebut terbagi menjadi lima kelompok perlakuan. Kelompok A sebagai kontrol sakit hiperurisemia; Kelompok B diberikan induksi hiperurisemia serta allopurinol; Kelompok C, D, dan E diinduksi hiperurisemia dan diberikan larutan bawang hitam dengan dosis pada masing-masing kelompok tersebut berturut-turut adalah 240 mg/hari, 480 mg/hari dan 960 mg/hari. Hasil: Rerata skor kerusakan glomerulus kelompok A, B, C, D, dan E berturut-turut 2,36±0,15; 2,00±0,17; 1,20±0,12; 1,33±0,16; 1,56±0,29. Hasil uji ANOVA satu arah didapatkan perbedaan yang signifikan yaitu 0,000 (sig.<0,05). Sementara itu, pada uji post hoc LSD didapatkan hasil perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan, kecuali antara kelompok C dengan D. Kesimpulan: Pemberian larutan bawang hitam dapat memberikan efek protektif terhadap kerusakan glomerulus ginjal tikus putih model hiperurisemia, dengan dosis larutan bawang hitam yang paling efektif pada penelitian ini adalah 240 mg/hari. | Background: About 70% of uric acid is excretion through the kidney. However, hyperuricemia conditions cause damage and decrease kidney function. Black garlic is known to contain bioactive compounds that can prevent such damage, such as flavonoids, polyphenols, 5-HMF, and SAC. Objective: This study aimed to determine the protective effect of black garlic on the picture of glomerular damage in a white rat model of hyperuricemia. Method: This study was an analytical observational study of white rat kidney BBT derived from previous researchers. The BBT was divided into five treatment groups. Group A served as a control of hyperuricemia pain; Group B was administered induction of hyperuricemia as well as allopurinol; Groups C, D, and E were induced with hyperuricemia and administered black garlic solution. The dose in each of black garlic groups were 240 mg/day, 480 mg/day, and 960 mg/day. Result: The mean glomerular damage scores of groups A, B, C, D, and E are 2.36±0.15; 2.00±0.17; 1.20±0.12; 1.33±0.16; and 1.56±0.29, respectively. The results of the one-way ANOVA test indicate a significant difference of 0.000 (sig.<0.05). Meanwhile, in the LSD post hoc test, significant differences are found between treatment groups, except between groups C and D. Conclusion: The Administration of black garlic solution provides a protective effect against kidney glomerular damage in hyperuricemia white rats, with the most effective dose of black garlic solution in this study is 240 mg/day. | |
| 38658 | 41259 | K1B016067 | PREDIKSI PDRB KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2023 MENGGUNAKAN MODEL ARIMA | Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Bandung (PDRB) tahun 2023 dengan menggunakan metode ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average). Data yang digunakan adalah data PDRB atas dasar harga konstan tahun 2016-2022. Penggunaan metode ARIMA dalam prediksi data PDRB menggunakan tiga tahap analisis data. Tahap yang pertama adalah mengidentifikasi data. Tahap yang kedua adalah menentukan model ARIMA. Tahap yang ketiga adalah menerapkan model ARIMA terbaik untuk memprediksi nilai PDRB Kabupaten Bandung tahun 2023. Model terbaik untuk prediksi PDRB Kabupaten Bandung tahun 2023 berdasarkan semua uji diagnosis yang terpenuhi adalah model ARIMA (0,1,1). | The aim of this report is to forecast the number of Gross Regional Domestic Product (GRDP) in Regency of Bandung 2023 with ARIMA (Autoregressive Integreted Moving Average). The data used in this report is a constant prices of GRDP 2016-2022. This method consist of six steps. The first step is to identify the data. The second step is to determine the ARIMA model. The third step is application of the best ARIMA model for forecasting GDRP 2023. The result shows that the best model for forecasting the number GRDP in Regency of Bandung based on diagnostic tests is ARIMA (0,1,1). | |
| 38659 | 44736 | B1A020024 | Aktivitas Harian Lebah Heterotrigona itama pada Tanaman Xanthostemon chrysanthus | Lebah klanceng Heterotrigona itama adalah spesies lebah yang tidak memiliki sengat dan telah dikenal secara luas untuk dibudidayakan sebagai salah satu sumber penghasil madu di Indonesia. Lebah H. itama mampu menghasilkan madu lebih produktif dibandingkan dengan jenis lebah klanceng lainnya. Efektivitas produksi madu berkaitan erat dengan aktivitas harian lebah yang mengunjungi bunga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan waktu kunjungan terhadap frekuensi dan lama kunjungan lebah H. itama dan mengetahui korelasi antara frekuensi dan lama kunjungan terhadap faktor lingkungan (suhu dan kelembapan). Penelitian dilakukan di Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Metode Penelitian yang digunakan yaitu metode survei. Analisis data yang digunakan yaitu menggunakan uji F (anova), sedangkan untuk mengetahui korelasi antara frekuensi dan lama kunjungan terhadap faktor lingkungan (suhu dan kelembapan) digunakan analisis korelasi dan regresi dengan bantuan software SPSS. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa frekuensi dan lama kunjungan menunjukan hasil yang berbeda signifikan antar waktu pengamatan. Frekuensi kunjungan tertinggi pada pukul 09.00-12.00 WIB, sedangkan lama kunjungan tertinggi pada pukul 12.00-15.00. Frekuensi kunjungan berkorelasi positif dengan suhu, dan berkorelasi negatif dengan kelembapan, dengan masing-masing pengaruh sebesar 21,6% dan 50,7%. Lama kunjungan berkorelasi positif dengan suhu, dan berkorelasi negatif dengan kelembapan, dengan masing-masing pengaruh sebesar 94,4% dan 65,1%. | Heterotrigona itama is a stingless bee species and has been widely known to be cultivated as one of the sources of honey production in Indonesia. H. itama bees are able to produce honey more productively than other types of klanceng bees. The effectiveness of honey production is closely related to the daily activity of bees visiting flowers. This study aims to determine the difference in visit time to the frequency and duration of visits of H. itama bees and determine the correlation between frequency and duration of visits to environmental factors (temperature and humidity). The research will be conducted in Pabuaran Village, North Purwokerto District, Banyumas Regency, Central Java. The research method was the survey method. The data analysis method used is using the F test (anova) and regression. Meanwhile, to determine the correlation between the frequency and duration of visits to environmental factors (temperature and humidity), correlation analysis was used with the help of SPSS software. The result of this study is that the frequency and duration of visits differ significantly among observation times. The frequency of visits reaches the highest peak at 09.00-12.00 WIB, while the duration of visits reaches the highest peak at 12.00-15.00. The frequency of visits was positively correlated with temperature, and negatively correlated with humidity, with influences of 21.6% and 50.7%, respectively. Duration visits of H. itama bees was positively correlated with temperature, and negatively correlated with humidity, with influences of 94.4% and 65.1%, respectively. | |
| 38660 | 41258 | E1A019174 | PERTANGGUNGJAWABAN HUKUM PELANGGARAN PERJANJIAN BERSAMA DALAM PENYELESAIAN BIPARTIT (Studi Putusan Nomor 262/Pdt.sus-PHI/PN Mdn) | Dalam suatu hubungan kerja seringkali terjadi perselisihan. Menurut Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Industrial dijelaskan bahwa apabila terjadi perselisihan hubungan industrial maka wajib diupayakan penyelesaian terlebih dahulu melalui perundingan bipartit secara musyawarah untuk mufakat. Bahwa hasil penyelesaian bipartit yang telah selesai ini selanjutnya disebut perjanjian bersama ditandatangani oleh kedua belah pihak. Dalam pelaksanaannya berdasarkan Putusan Nomor 262/Pdt.Sus-PHI/201/PN Mdn, Penggugat bernama Saelan Hasanuddin mengajukan gugatan kepada perusahaannya yaitu PT. Tolan Tiga Indonesia atas Pemutusan Hubungan Kerja yang dilakukan secara sepihak. Dalam prosesnya PT Tolan Tiga Indonesia menolak seluruh pernyataan yang disampaikan Penggugat dan menyatakan bahwa sebelum berakhirnya hubungan kerja, telah dilakukan perundingan bipartit yang menghasilkan perjanjian bersama dan telah didaftarkan Pengadilan Hubungan Industrial sehingga peneliti bermaksud untuk mengkaji pertimbangan hukum hakim mengenai pelanggaran terhadap perjanjian bersama dalam perkara tersebut serta bentuk pertanggungjawaban hukum pelanggaran perjanjian bersama bagi para pihak. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan pendekatan perundangundangan, kasus serta analisis, spesifikasi penelitian preskriptif dengan data bersumber pada data sekunder yang dianalisis dengan normatif kualitatif dan metode penyajian berbentuk naratif. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pertimbangan hukum hakim dalam Putusan Nomor 262/Pdt.Sus-PHI/2018/PN Mdn terdapat pelanggaran yang dilakukan oleh Saelan Hasanuddin terhadap perjanjian bersama yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Bentuk pertanggungjawaban hukum pelanggaran perjanjian bersama berupa pelaksanaan Perjanjian Bersama yang telah disepakati keduanya. | In a work relationship often occurs of disputes. According to Article 3 paragraph (1) of Law Number 2 of 2004 concerning Industrial Dispute Settlement, it is explained that in the event of an industrial relations dispute, it is obligatory to seek a settlement first through bipartite negotiations by deliberation for consensus. The result of the completed bipartite settlement here is referred to as a joint agreement in which the agreement was signed by both parties. In its implementation in the case of Decision Number 262/Pdt.Sus-PHI/201/PN Mdn, the Plaintiff named Saelan Hasanuddin filed a lawsuit against his company, namely PT. Tolan Tiga Indonesia for Termination of Employment, which was carried out unilaterally. In the process, PT Tolan Tiga Indonesia rejected all statements submitted by the Plaintiff and stated that before the end of the working relationship between them, bipartite negotiations had been carried out which resulted in a collective agreement and had been registered at the Industrial Relations Court, so the researcher intends to examine the judge's legal considerations regarding violations of the collective agreement in the case as well as forms of legal responsibility for violations of the collective agreement for the parties. The method used is normative juridical, with a statutory, case, and analysis approach, prescriptive research specifications with data sourced from secondary data which are analyzed using qualitative normative and narrative presentation methods. Based on the results of the study, the judge's legal considerations in Decision Number 262/Pdt.Sus-PHI/2018/PN Mdn contained violations committed by Saelan Hasanuddin because he had violated a collective agreement that had permanent legal force. In the form of legal responsibility for violations of the collective agreement, Saelan Hasanuddin must be held accountable for his actions by the Collective Agreement that both agreed upon. |