Artikelilmiahs

Menampilkan 38.601-38.620 dari 48.946 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3860141217C1H017027THE MEDIATING ROLE OF CUSTOMER TRUST ON THE EFFECT OF CASHLESS LIFESTYLE, PERCEIVED SECURITY, AND EASE OF TRANSACTIONS TOWARDS INTENTION TO USE E-WALLET
(STUDY OF DANA USERS)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh cashless lifestyle terhadap niat menggunakan aplikasi DANA, (2) Pengaruh persepsi keamanan terhadap niat menggunakan aplikasi DANA di Indonesia, (3) Pengaruh kemudahan bertransaksi terhadap niat menggunakan aplikasi DANA di Indonesia, (4) Pengaruh kepercayaan pelanggan terhadap niat menggunakan aplikasi DANA di Indonesia, (5) Pengaruh kepercayaan pelanggan memediasi gaya hidup cashless terhadap niat menggunakan aplikasi DANA di Indonesia, (6) Pengaruh Kepercayaan Pelanggan Memediasi Persepsi Keamanan Terhadap Niat Penggunaan Aplikasi DANA di Indonesia (7) Pengaruh Kepercayaan Pelanggan Memediasi Kemudahan Transaksi Terhadap Niat Penggunaan Aplikasi DANA di Indonesia.Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif terhadap responden yang pernah menggunakan aplikasi DANA di Indonesia. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengguna DANA yang pernah menggunakan aplikasi DANA minimal dua kali atau lebih. Pengukuran variabel dalam penelitian ini menggunakan skala Likert dan pengujian hipotesis menggunakan Structural Equation Model (SEM). Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa dalam upaya meningkatkan niat pelanggan untuk menggunakan, perusahaan harus mempertahankan dan menemukan cara untuk meningkatkan gaya hidup cashless, keamanan yang dirasakan, kemudahan transaksi sehingga dapat bersaing dengan pesaingnya. Perusahaan harus terus menjaga dan meningkatkan reputasinya yang sudah baik, antara lain dengan meningkatkan pelayanan pelanggan, meningkatkan kinerja, mengurangi kekecewaan pelanggan, dan menjaga sistem keamanan.This study aims to determine: (1) The effect of cashless lifestyle on intention to use on DANA applications, (2) The effect of perceived security on intention to use on DANA applications in Indonesia, (3) The effect of ease of transaction on intention to use on DANA applications in Indonesia, (4) The effect of customer trust on intention to use on DANA applications in Indonesia, (5) The effect of customer trust mediating cashless lifestyle on the Intention to Use of DANA applications in Indonesia, (6) The effect of customer trust mediating perceived securityon the Intention to Use of DANA applications in Indonesia (7) The effect of customer trust mediates ease of transaction on the Intention to Use of DANA applications in Indonesia. This research is a type of quantitative research on respondents who have used DANA applications in Indonesia. The population used in this study is DANA users who have used DANA applications at least twice or more. Variable measurement in this study uses a Likert scale and hypothesis testing uses the Structural Equation Model (SEM). The implication of this research is that in an effort to increase customer intention to use, the companies must maintain and find ways to improve cashless lifestyle, perceived security, ease of transaction so that they can compete with their competitors. The company must continue to maintain and improve its already good reputation, such as by improving customer service, improving performance, reducing customer disappointment, maintaining the security systems, and getting a good impression on previous customers.
3860241218E1A016286 KESADARAN HUKUM PASIEN TUBERKULOSIS
TERHADAP ATURAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS
(Studi di Rumah Sakit Tentara Wijayakusuma, Purwokerto)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran hukum pasien tuberkulosis terhadap aturan pengobatan tuberkulosis dan pengaruh faktor kedisiplinan, faktor motivasi, dan faktor komunikasi terhadap kesadaran hukum pasien tuberkulosis pada aturan pengobatan tuberkulosis di Rumah Sakit Tentara Wijaya Kusuma, Purwokerto. Penelitian ini mengunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis. Penelitian ini berlokasi di Rumah Sakit Tentara Wijayakusuma Purwokerto, dengan responden sebanyak 20 orang. Pengambilan sampel penelitian menggunakan simple random sampling. Jenis sumber data meliputi data primer dan sekunder yang diperoleh dengan metode angket, studi kepustakaan, dan studi dokumenter. Data yang terkumpul diolah menggunakan teknik editing, coding, dan tabulasi kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dan tabel data. Analisis data mengunakan distribusi frekuensi analisis, tabel silang analisis, analisis isi dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran hukum pasien tuberkulosis terhadap aturan pengobatan tuberkulosis di Rumah Sakit Tentara Wijayakusima Purwokerto adalah tinggi. Hal ini dapat diukur dengan indikator sebagai berikut : tingginya tingkat pengetahuan hukum pasien tuberkulosis terhadap aturan pengobatan tuberkulosis; tingginya tingkat pemahaman hukum pasien tuberkulosis terhadap aturan pengobatan tuberkulosis, banyaknya sikap hukum pasien tuberkulosis yang setuju terhadap aturan pengobatan tuberkulosis; dan banyaknya pola perilaku pasien tuberkulosis yang sesuai terhadap aturan pengobatan tuberkulosis.

Kata Kunci : Aturan Pengobatan Tuberkulosis; Kesadaran Hukum; Pasien Tuberkulosis
This study aims to determine the level of legal awareness of tuberculosis patients regarding the rules of tuberculosis treatment and the influence of disciplinary factors, motivational factors, and communication factors on the legal awareness of tuberculosis patients on the rules of tuberculosis treatment at Wijaya Kusuma Army Hospital, Purwokerto. This study uses a quantitative research method with a sociological juridical approach. This research is located at Wijayakusuma Army Hospital, Purwokerto, with 20 respondents. Sampling research using simple random sampling. Types of data sources include primary and secondary data obtained by questionnaire methods, literature studies, and documentary studies. The collected data was processed using editing, coding, and tabulation techniques and then presented in the form of narrative text and data tables. Data analysis used frequency distribution analysis, cross-table analysis, content analysis and comparative analysis. The results showed that the legal awareness of tuberculosis patients regarding the rules of tuberculosis treatment at the Wijayakusima Army Hospital, Purwokerto, was high. This can be measured by the following indicators: the high level of legal knowledge of tuberculosis patients regarding the rules of tuberculosis treatment; the high level of legal understanding of tuberculosis patients towards the rules of tuberculosis treatment, the many legal attitudes of tuberculosis patients who agree with the rules of tuberculosis treatment; and the number of behavior patterns of tuberculosis patients that are appropriate to the rules of tuberculosis treatment.

Keywords: Tuberculosis Treatment Rules; Legal Awareness; Tuberculosis patient

3860341219C1B019075ANALISIS PENGARUH FASHION CONSCIOUSNESS DAN PERSEPSI HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK THRIFT SHOP DENGAN PERSEPSI RISIKO SEBAGAI VARIABEL MODERASI (STUDI PADA MAHASISWA DI PURWOKERTO)Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Fashion Consciousness Dan Persepsi Harga Terhadap Keputusan Pembelian Produk Thrift Shop Dengan Persepsi Risiko Sebagai Variabel Moderasi (Studi Pada Mahasiswa Di Purwokerto). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengatahui pengaruh fashion consciousness, pengaruh persepsi harga, serta pengaruh dari variabel moderasi persepsi risiko terhadap keputusan pembelian. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa di Purwokerto dengan jumlah 220 responden yang diambil dari perhitungan rumus Hair et al. dan teknik pengambilan sampel purposive sampling.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan yaitu : 1) Fashion consciousness berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian produk thrift shop, 2) Persepsi harga berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian produk thrift shop, 3) Persepsi risiko memoderasi hubungan antara fashion consciousness dan keputusan pembelian produk thrift shop, 4) Persepsi risiko memoderasi hubungan antara persepsi harga dan keputusan pembelian produk thrift shop. Implikasi berdasarkan hasil penelitian yaitu : 1) Pebisnis thrift shop lebih memperhatikan tren yang sedang berkembang serta melakukan seleksi terhadap model pakaian bekas yang akan dijual kembali, 2) Pebisnis thrift shop hendaknya mempertimbangkan harga dengan kualitas produk yang ditawarkan dan tidak menjual dengan harga yang terlalu mahal bagi jenis pakaian bekas yang sudah langka maupun produk bermerek, 3) Pebisnis sebaiknya lebih mengkontrol kualitas dan performa pakaian bekas yang akan dijual, 4) Akan lebih baik jika pakaian bekas yang dijual berasal dari sumber yang terpercaya serta sudah disterilisasi dan dicuci bersih sebelum dipasarkan agar kepercayaan konsumen tetap terjaga.
This research entitled "Analysis of the Influence of Fashion Consciousness and Perceived Price on Thrift Shop Products Purchase Decisions with Perceived Risk as a Moderating Variable (Study on College Students in Purwokerto)". This study aims to determine the effect of fashion consciousness, the effect of price perceptions, and the influence of the perceived risk as moderating variable on purchase decisions. The population in this study were students in Purwokerto with a total of 220 respondents taken from Hair et al. calculation formula and purposive sampling technique.
Based on the research results, it can be concluded that: 1) Fashion consciousness has a positive effect on thrift shop products purchase decisions, 2) Perceived price has a positive effect on thrift shop products purchase decisions, 3) Perceived risk moderates the relationship between fashion consciousness and thrift shop products purchase decisions, 4) Perceived risk moderates the relationship between perceived price and thrift shop products purchase decisions. Theimplications based on research results are: 1) Thrift shop owner need to pay more attention towards trends and more selective in choosing which type of used clothing to sell, 2) Thrift shop owner should consider the price with the quality of the products offered and shouldn’t set a price that is too expensive for rare or branded products, 3) Thrift shop should control the quality and performance of used clothes that will be sold, 4) It would be better if the second-hand clothing products come from a trusted source and has been sterilized and washed before being marketed so that consumers’ trust is maintained.
3860441220F1B016083IMPLEMENTASI PROGRAM PENANGGULANGAN STUNTING DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANYUMASPenilaian tentang stunting sebagai isu kesehatan pada anak balita menjadi relevan dalam konteks masyarakat tertentu apabila angka prevalensi stunting melebihi 20% Data dari Pemantauan Status Gizi pada Tahun 2017 menunjukkan bahwa angka stunting di kabupaten Banyumas mencapai 30.8%.,melatarbelakangi penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan program gizi dan dampaknya terhadap tingkat stunting di Kabupaten Banyumas.. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Analisis yang peneliti lakukan bersumber dari data yang peneliti dapatkan dari hasil wawancara dengan Kepala Bidang Gizi Dinkes Banyumas, Pegawai Poli gizi Puskesmas Cilongok 1, Sekertaris Desa serta Kader Posyandu Desa Gununglurah, observasi serta dokumentasi yang berkaitan dengan program penanggulangan stunting di Desa Gununglurah. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa pelaksanaan program sudah berjalan dengan baik, namun menghadapi berbagai hambatan seperti Komunikasi, sumberdaya, Disposisi, serta Birokrasi.Assesment of stunting as a health issue intoddlers becomes relevant in certain community contexts when the prevalence of stunting exceeds 20% Data from the Nutrional status monitoring in 2017i ncicated that stunting rate in Banyumas District reached 30,8 %. The purpose of this research is to understand the implementation of nutrion programs and their impact of the level of stunting in Banyumas District. In this study, a qualitative descriptive method will be employed, generating data in the from written and spoken words from the observed subjects. From the results of this research, it is evident that the policy implementation still faces problems in terms of suboptimal coordination, communication, The resources and the dispotion.
3860541221A1A019098Analisis Kelayakan Budidaya Tanaman Stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) di PT. Ramoco Agri IndustryPenelitian bertujuan untuk mengetahui proses budidaya tanaman stevia serta mengetahui kelayakan finansial dan nonfinansial budidaya tanaman stevia di PT. Ramoco Agri Industry. Penelitian dilaksanakan pada Mei 2023 di PT. Ramoco Agri Industry, Kampung Cijoho, Desa Bunikasih, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Objek dalam penelitian ini adalah kelayakan usaha budidaya tanaman stevia di PT. Ramoco Agri Industry dari aspek finansial dan nonfinansial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus melalui observasi langsung, wawancara, dokumentasi dan laporan. Kelayakan finansial diperoleh melalui analisis biaya, analisis penerimaan, analisis pendapatan, efisiensi usaha, break even poin, payback period dan analisis sensitivitas. Pengukuran kelayakan nonfinansial melalui aspek teknis, aspek manajemen, aspek pasar, aspek lingkungan serta aspek sosial dan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses budidaya di PT. Ramoco Agri Industry dapat dilaksanakan karena memiliki karakteristik wilayah yang baik untuk tanaman stevia yaitu ketinggian antara 500-1.200 mdpl, curah hujan 2.000-3.500 mm/tahun, kelembapan 75-85% dan suhu antara 16-28%. Hasil penelitian menunjukan biaya total yang dikeluarkan setiap musim panen yaitu sebesar Rp 40.805.019,16 dengan penerimaan sebesar Rp 80.000.000,- dan pendapatan sebesar Rp 39.194.980,84 per musim panen. Berdasarkan hal tersebut diperoleh R/C ratio sebesar 1,96 sehingga usahatani yang dijalankan sudah efisien. Hasil dari analisis BEP unit yaitu sebesar 174 unit dan BEP rupiah sebesar Rp 14.008.718,92. Payback period dari usaha budidaya yaitu selama 379 hari. Analisis sensitifitas yang digunakan yaitu jika terjadi penurunan harga jual produk sebesar 5%, 10% dan 15%. yang tetap menunjukkan kelayakan pada hasilnya. Aspek yang terdapat pada kelayakan nonfinansial juga menunjukkan adanya kelayakan. The aim of this study was to determine the stevia cultivation process and to determine the financial and non-financial feasibility of stevia cultivation at PT. Ramoco Agri Industry. The research was conducted in May 2023 at PT. Ramoco Agri Industry, Cijoho Village, Bunikasih Village, Cugenang District, Cianjur Regency, West Java. The object of this study is the feasibility of stevia cultivation at PT. Ramoco Agri Industry from financial and non-financial aspects. The method used in this research is a case study through direct observation, interviews, documentation and reports. Financial feasibility is obtained through cost analysis, revenue analysis, income analysis, business efficiency, break even points, payback period and sensitivity analysis. Measurement of non-financial feasibility through technical aspects, management aspects, market aspects, environmental aspects as well as social and cultural aspects. The results showed that the cultivation process at PT. Ramoco Agri Industry can be implemented because it has good regional characteristics for stevia plants, namely altitude between 500-1200 masl, rainfall 2000-3500 mm/year, humidity 75-85% and temperature between 16-28%. The results showed that the total costs incurred each harvest season were IDR 40,805,019.16 with revenues of IDR 80,000,000 and revenues of IDR 39,194,980.84 per harvest season. Based on this, an R/C ratio of 1.96 is obtained so that farming is run efficiently. The results of the BEP unit analysis are 174 units and the rupiah BEP is IDR 14,008,718.92. The payback period of the cultivation business is 379 days. The sensitivity analysis used is if there is a decrease in the selling price of the product by 5%, 10% and 15%. which still shows the feasibility of the results. The aspects contained in non-financial feasibility also show feasibility.
3860641224C1B018094PENGARUH ONLINE CUSTOMER REVIEW DAN RATING TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DENGAN MINAT BELI SEBAGAI VARIABEL MEDIASI
(Studi pada Konsumen UMKM Ayam Geprek di Indonesia)
Penelitian berjudul “Pengaruh Online Customer Review Dan Rating Terhadap Keputusan Pembelian Dengan Minat Beli Sebagai Variabel Mediasi ”. bertujuan untuk mengetahui pengaruh online customer review dan rating terhadap keputusan pembelian dengan minat beli sebagai variabel mediasi pada konsumen ayam geprek di Indonesia. Sampel pada penelitian ini berjumlah 121 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan analisis Structural Equation Modeling (SEM) diolah dengan software AMOS menunjukkan bahwa: (1) Online Customer Review berpengaruh positif terhadap Keputusan Pembelian (2) Online Customer Rating tidak berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian (3) Online Customer Review berpengaruh positif terhadap Minat Beli (4) Online Customer Rating tidak berpengaruh terhadap Minat Beli (5) Minat Beli berpengaruh positif terhadap Keputusan Pembelian (6) Minat Beli dapat memediasi Online Customer Review terhadap Keputusan Pembelian (7) Minat Beli tidak dapat memediasi Online Customer Rating terhadap Keputusan Pembelian.
The research titled "The Influence of Online Customer Review and Rating on Purchase Decision with Purchase Intention as a Mediating Variable" aims to examine the impact of online customer reviews and ratings on purchase decisions with purchase intention as a mediating variable among consumers of ayam geprek (smashed fried chicken) in Indonesia. The sample size for this study was 121 respondents, selected using purposive sampling technique. Based on the research conducted using Structural Equation Modeling (SEM) analysis processed with AMOS software, the results showed that: (1) Online customer reviews have a positive influence on purchase decisions, (2) Online customer ratings do not have a significant influence on purchase decisions, (3) Online customer reviews have a positive influence on purchase intention, (4) Online customer ratings do not have a significant influence on purchase intention, (5) Purchase intention has a positive influence on purchase decisions, (6) Purchase intention mediates the relationship between online customer reviews and purchase decisions, (7) Purchase intention does not mediate the relationship between online customer ratings and purchase decisions.
3860741225F1B019036PENGARUH KUALITAS PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT DALAM PROGRAM “ANAK CERIA JIPAT” DI KABUPATEN PURBALINGGAPelayanan administratif merupakan salah satu pemenuhan dari pelayanan publik. Dalam proses pelayanan administratif mengalami kendala yang menyebabkan masyarakat enggan mengurus dokumen kependudukan. Dalam konteks ini Kabupaten Purbalingga belum tertib dalam hal administrasi kependudukan terutama dalam pembuatan akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA). Oleh karena itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Purbalingga menerapkan program “Anak Ceria Jipat” sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut. Namun, pada pelaksanaannya program tersebut mengalami kendala yang berarti. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh positif dan siginifikan antara kualitas pelayanan administrasi kependudukan terhadap kepuasan masyarakat dalam program “Anak Ceria Jipat” di Kabupaten Purbalingga menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pemilihan responden yakni accidental sampling. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan sekunder dengan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner, dokumentasi dan observasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan korelasi product moment, regresi linier sederhana dan elaborasi. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat pengaruh yang signifikan dan positif antara kualitas pelayanan terhadap kepuasan masyarakat pengguna Program “Anak Ceria Jipat” di Kabupaten Purbalingga. Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan masyarakat berlaku bagi responden dengan karakteristik seperti jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, dan jenis pekerjaan. Namun, responden dengan karakteristik pendidikan terakhir Diploma (DI/DII/DIII), pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan masyarakat tidak berlaku.Administrative services are one of the fulfillment of public services. In the process of administrative services, there are problems that cause people to be reluctant to take care of population documents. In this context, Purbalingga Regency has not been orderly in terms of population administration, especially in making birth certificates and Child Identity Cards (KIA). Therefore, the Department of Population and Civil Registration of Purbalingga Regency implemented the “Cheerful Children of Jipat” program as an effort to overcome this problem. However, the implementation of the program experienced significant obstacles. This article aims to determine whether or not there is a positive and significant influence between the quality of population administration services on community satisfaction in the "Ceria Jipat Children" program in Purbalingga Regency using a quantitative method with a respondent selection technique, namely accidental sampling. The data collected includes primary and secondary data with data collection methods using questionnaires, documentation and observation. Data analysis in this study uses product moment correlation, simple linear regression and elaboration. The results of this study indicate that there is a significant and positive influence between the quality of service on the satisfaction of the community users of the "Ceria Jipat Children" Program in Purbalingga Regency. The effect of service quality on community satisfaction applies to respondents with characteristics such as gender, age, level of education, and type of work. However, for respondents with the last educational characteristics Diploma (DI/DII/DIII), the effect of service quality on community satisfaction does not apply.
3860841205J1E016006STUDENTS’ PERCEPTIONS ON TEACHER’S WRITTEN FEEDBACK TO THEIR WRITING TASKS (Descriptive Research at SMK N 2 Purwokerto in the Academic Year of 2022/2023)
Belajar bahasa Inggris membutuhkan waktu yang lama dan proses yang kompleks. Siswa perlu mendapatkan kosakata baru, menerima banyak tekanan, dan mempraktekkan hal yang telah mereka pelajari. Penelitian ini berfokus untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana pandangan siswa terbaik unpan balik tertulis yang diberikan oleh guru pada tugas mereka, bagaimana umpan balik tertulis dari guru mempengaruhi siswa dalam mengidentifikasi kesalahan dan kekeliruan dalam menulis, serta jenis feedback tertulis apa saja yang guru berikan kepada siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Objek penelitian ini adalah siswa dan guru kelas X DPIB 2 SMK N 2 Purwokerto. Penelitian ini menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi. Data yang diperoleh dianalisa melalui analisis data deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan. (1) Guru di SMK N 2 Purwokerto menggunakan beberapa umpan balik untuk mengevaluasi tugas siswa, yaitu umpan balik tertulis dan umpan balik lisan. (2) penerapan umpan balik tertulis untuk mengevaluasi tugas siswa dalam proses pembelajaran menulis berhasil dilakukan, siswa menjadi lebih aktif dan menunjukkan peningkatan. Siswa menjadi lebih sadar akan kelebihan dan kekurangannya, siswa juga dapat mengidentifikasi kesalahan dan kekeliruan dalam menulis dan lebih percaya diri untuk mengerjakan tugas menulis yang akan diberikan oleh guru. (3) Para siswa merasakan umpan balik tertulis secara positif, mereka setuju bahwa umpan balik tertulis dari guru membantu mereka untuk menjadi lebih baik dalam menulis. Kesimpulannya, penerapan umpan balik tertulis untuk mengevaluasi tugas tertulis siswa di kelas X DPIB 2 di SMK N 2 Purwokerto berhasil mendukung siswa dalam pembelajaran menulis. Siswa menganggap umpan balik tertulis dari guru sebagai bahan masukan positif untuk proses pembelajaran menulis mereka. Umpan balik tertulis dari guru memiliki dampak yang besar untuk para siswa, umpan balik tertulis memotivasi siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris, membantu mereka mengenali kesalahan dan kekeliruan dalam tugas mereka tulis, umpan balik yang guru berikan juga memberikan arahan yang jelas tentang bagaimana cara melakukan perbaikan untuk dapat menulis lebih baik.Learning English takes a long time and has complex process. Students need to gain new vocabularies, receive many pressures, and practice on what they have learned. Feedback is very important in helping the students learn English faster. This research is focused to answer research question on what are the students’ perception on the written feedback provided by the teacher in their task, how written feedback affects students’ understanding in recognizing their errors, and what are the common types of written feedback provided by the teacher. This research was a qualitative research. The participants of this research was the students and teacher of X DPIB 2 at SMK N 2 Purwokerto. This research used purposive sampling. The data were collected through questionnaire, interview, and observation. The data were analyzed through descriptive data analysis. The result of this study showed (1) that the teacher at SMK N 2 Purwokerto used some feedback to evaluate the students’ task, they are written feedback and oral feedback. (2) The implementation of written feedback to evaluate students’ task in writing learning process was successful, the students became more active and showing improvement. The students became more aware of their strength and weakness, students also can identify their error and mistake in their writing and gain more confidence to do the future writing task from the teacher. (3) The students perceived written feedback positively, they agreed that written feedback from the teacher helped them to do better in writing. In conclusion the implementation of written feedback to evaluate students’ written task in class X DPIB 2 at SMK N 2 Purwokerto was successful to support the students in learning writing. Students perceived the written feedback from the teacher as positive input to their writing learning process. The written feedback from the teacher has big impact to the students, it motivates the students in learning English, help them to recognize their mistakes and errors on their task and shows brief guidance on how to do to make better writing product.
3860941226C1A016117PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN, TINGKAT PENGALAMAN, JUMLAH ANGGOTA KELUARGA, CURAHAN WAKTU KERJA DAN PELATIHAN TERHADAP PENDAPATAN KELOMPOK WANITA TANI NELAYAN “SEKAR ARUM” KELURAHAN SIDAKAYA KECAMATAN CILACAP SELATAN KABUPATEN CILACAPPenelitian ini berjudul “pengaruh tingkat pendidikan, tingkat pengalaman, jumlah anggota keluarga, curahan waktu kerja dan pelatihan terhadap pendapatan Kelompok Wanita Tani Nelayan “Sekar Arum” Kelurahan Sidakaya Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap”. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh tingkat pendidikan, tingkat pengalaman, jumlah tanggungan keluarga, curahan waktu kerja dan pelatihan terhadap pendapatan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Arum Kelurahan Sidakaya Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap, serta mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap pendapatan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Arum Kelurahan Sidakaya Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda (multiple regression).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pendidikan, lama pengalaman dan pelatihan berpengaruh positif signifikan terhadap pendapatan anggota KWT Sekar Arum Kelurahan Sidakaya Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap, sedangkan jumlah anggota keluarga dan curahan waktu kerja tidak berpengaruh positif signifikan terhadap pendapatan responden, (2) Variabel pelatihan merupakan variabel paling berpengaruh terhadap pendapatan anggota KWT Sekar Arum Kelurahan Sidakaya Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka rekomendasi nya yaitu; (1) Anggota KWT Sekar Arum Kelurahan Sidakaya Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap hendaknya memaksimalkan faktor yang dapat meningkatkan pendapatan seperti pendidikan dan pelatihan melalui jalur non formal yang diselenggarakan oleh Dinas terkait dan perusahaan swasta agar mampu mengembangkan usahanya dengan baik sehingga mampu meperoleh pendapatan yang tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat sekitar, (2) diperlukan penelitian lanjutan yang lebih bervariasi dan lebih baik dalam menjelaskan faktor-faktor lain yang diduga mempengaruhi pendapatan usaha nelayan pada umumnya untuk meningkatkan nilai koefisien determinasi R2.
This study entitled "The influence of education level, level of experience, number of family members, work time and training on the income of the "Sekar Arum" Fishermen Farmer Women's Group, Sidakaya Village, South Cilacap District, Cilacap Regency". The purpose of this study was to analyze the effect of education level, experience level, number of family dependents, work time and training for members of the Sekar Arum Women Farmers Group (KWT) Sidakaya Village, South Cilacap District, Cilacap Regency, and to find out the variables that have the most influence on members' income. Women Farmers Group (KWT) Sekar Arum, Sidakaya Village, South Cilacap District, Cilacap Regency. The analytical method used is descriptive quantitative analysis. This study uses multiple linear regression analysis (multiple regression).
The results showed that: (1) Education, length of experience and training had a significant positive effect on the income of KWT Sekar Arum members, Sidakaya Village, South Cilacap District, Cilacap Regency, while the number of family members and working time had no significant positive effect on respondents' income, (2) The variable is the most influential variable on the income of KWT Sekar Arum members, Sidakaya Village, South Cilacap District, Cilacap Regency.
Based on the research, the recommendations are; (1) Members of KWT Sekar Arum, Sidakaya Sub-district, South Cilacap District, Cilacap Regency Increase factors that can increase income such as education and training through non-formal channels organized by related agencies and private companies in order to be able to develop properly so as to increase high income to improve welfare families and surrounding communities, (2) Further research is needed that is more varied and better in explaining other factors that affect the income of fishermen's businesses in general to increase the value of the coefficient of determination R2.
3861044365E1A020073PENERAPAN LEGITIME PORTIE DALAM PEMBAGIAN WARIS PERDATA (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung Reg No.3/PK/Pdt/2023)Hukum perdata berdasarkan kekuatan mengikatnya terbagi menjadi hukum yang
bersifat mengatur (aanvullend recht) dan hukum yang bersifat memaksa (dwingend
recht). Hukum waris perdata memiliki ketentuan yang bersifat memaksa (dwingend
recht) yakni legitime portie. Legitime Portie (bagian mutlak) merupakan bagian
dalam harta peninggalan yang tidak boleh dihilangkan oleh pewaris. Pada Putusan
Mahkamah Agung Reg No.3/PK/Pdt/2023 terjadi pelanggaran legitime portie
(bagian mutlak) oleh Pewaris dengan menghibahkan seluruh hartanya kepada salah
seorang ahli waris semasa hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis
perlindungan hukum bagi ahli waris legitimaris yang dilanggar legitime portie nya
dan menganalisis pertimbangan hakim berdasarkan prinsip-prinsip dalam
KUHPerdata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif
dengan pendekatan case approuch dan statue approuch. Spesifikasi penelitian
Perskripstif dengan sumber data bahan hukum sekunder. Pengumpulan Data dengan
Studi Pustaka, penyajian data perskriptif secara sistematis dengan metode analisis
Normatif-Kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kekurangan
pada putusan hakim dalam pelaksanaan inkorting (pengurangan) yang bertujuan
untuk melengkapi legitime portie ahli waris legitimaris. Kesimpulan dari penelitian
ini adalah putusan pada tingkat kasasi lebih memenuhi prinsip-prinsip KUHPerdata
dibandingkan dengan Putusan Mahkamah Agung Reg No.3/PK/Pdt/2023. Saran
dari penulis ialah agar dilakukan perhitungan aset harta agar dapat dilakukan
penghitungan legitime portie.
Civil law based on its binding force is divided into governing law (aanvullend recht)
and compelling law (dwingend recht). Civil inheritance law has provisions that are
compelling (dwingend recht), namely legitime portie. Legitime Portie (absolute
share) is a share in the inheritance that cannot be eliminated by the heir. In the
Supreme Court Decision Reg No.3/PK/Pdt/2023 there was a violation of legitime
portie (absolute share) by the heir by granting all of his property to one of the heirs
during his lifetime. The purpose of this study is to analyze the legal protection for
legitimate heirs who have violated their legitime portie and analyze the judge's
consideration based on the principles in the Civil Code. The method used in this
research is normative juridical with case approach and statue approach.
Perscriptive research specifications with data sources of secondary legal materials.
Data Collection with Literature Study, prescriptive data presentation systematically
with Normative-Qualitative analysis method. The results of this study indicate that
there are deficiencies in the judge's decision in the implementation of incorting
(reduction) which aims to complete the legitime portie of legitimate heirs. The
conclusion of this research is that the decision at the cassation level is more in line
with the principles of the Civil Code compared to the Supreme Court Decision Reg
No.3/PK/Pdt/2023. The author's suggestion is that the calculation of property
assets be carried out so that the calculation of legitime portie can be carried out.
3861141229A1A019003ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP
PELAYANAN PASAR TRADISIONAL (STUDI KASUS DI
PASAR WAGE PURWOKERTO)
Pasar tradisional menjadi bagian dari pranata ekonomi yang meliputi kegiatan jual beli dengan melibatkan interaksi sosial. Pasar Wage adalah satu dari beberapa pasar tradisional terbesar di Banyumas dengan luas 10.305,44 M2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik konsumen, menganalisis tingkat kepuasan konsumen, dan mengidentifikasi atribut yang masuk kedalam prioritas utama dalam peningkatan pelayanan Pasar Wage Purwokerto.
Target responden penelitian ini adalah 100. Purposive sampling digunakan untuk menentukan sampel. Kriteria respondennya yakni konsumen yang berbelanja di Pasar Wage dengan usia minimal 17 tahun. Data di analisis dengan analisis deskriptif, analisis indeks kepuasan konsumen (CSI) dan importance performance analysis (IPA). Penelitian ini memperoleh informasi bahwa konsumen Pasar Wage mayoritas adalah Ibu Rumah tangga dengan penghasilan ada pada interval Rp. 1.000.001 sampai Rp. 2.000.000/bulan. Konsumen berasal dari Purwokerto Utara yang menghabiskan kurang Rp. 1.000.000/bulan dengan frekuensi belanja 1-10 kali/bulan. Konsumen berbelanja di Pasar Wage dengan alasan stok barang yang dijual lengkap. Tingkat kepuasan konsumen Pasar Wage masuk dalam kategori "Cukup Puas". Atribut paling
mempengaruhi kepuasan konsumen berada pada Kuadran A yaitu pedagang selalu memberitahukan kondisi barang, Pasar Wage cukup bersih dan tidak becek, penataan pedagang teratur dan dibagi berdasarkan barang yang dijual, dan ketersedian toilet bersih.
Traditional markets are part of economic institutions which include buying and selling activities involving
social interaction. Wage Market is one of the largest traditional markets in Banyumas Regency with an
area of 10,305.44 M2. This study aims to identify consumer characteristics, analyze the level of customer satisfaction, and identify attributes that are included in the main priority in improving services in Pasar Wage Purwokerto. The target respondents in this study amounted to 100. The sampling technique in this study used purposive sampling. The criteria for respondents are consumers who shop at Pasar Wage with a minimum age of 17 years. Data were analyzed using descriptive analysis, customer satisfaction index
(CSI) analysis, and importance performance analysis (IPA) analysis. From the research results, it was
obtained information that the majority of Wage Market consumers were housewives with income in the
interval of Rp. 1,000,001 – Rp. 2,000,000/month. Consumers come from North Purwokerto who spend less Rp. 1,000,000/month with a spending frequency of 1-10 times/month. Consumers shop at Wage Market with the reason that the stock of goods sold is complete. Wage Market's consumer satisfaction level is in the "Quite Satisfied" category. The attribute that most influences consumer satisfaction is in Quadrant A, namely traders always inform the condition of the goods, Pasar Wage is quite clean and not muddy, the
arrangement of traders is orderly and divided based on the goods sold, and the availability of clean toilets.
3861241228F1F019024IN CAELO ET IN TERRA: KONSEPSI PERAN TAKHTA SUCI VATIKAN DALAM NONPROLIFERASI NUKLIRProliferasi senjata nuklir merupakan isu perdamaian yang terus beredar selama
beberapa dekade terakhir. Terutama setelah penggunaan senjata pemusnah massal pada tahun 1945 yang mengakhiri Perang Dunia II sekaligus mengawali era ketegangan yang baru. Amerika Serikat dan Uni Soviet adalah dua kekuatan nuklir tradisional yang pertama mengembangkan teknologi tersebut untuk kepentingan militer. Dalam perkembangannya, terdapat total 9 kekuatan nuklir dunia. Takhta Suci sebagai aktor internasional turut terlibat dalam usahanya mewujudkan nonproliferasi nuklir. Melalui kerangka moral yang dipegang, Gereja melalui Paus-paus berbicara kepada dunia. Riset ini menggunakan Teori Peran sebagai metode penelitian dan alat analisis. Data yang dihimpun berupa dokumentasi teks-teks resmi pejabat senior Takhta Suci maupun negara lainnya. Dengan demikian, tulisan ini bertujuan untuk menjawab Konsepsi Peran Takhta Suci atas isu nuklir.
Peace debate has long focused on nuclear nonporliferation for decades. The
successful atomic bomb dropped in 1945 was seen as a milestone for either the end of
World War II and the start of the Cold War. The United States and Soviet Union were
considered as traditional nuclear powerhouses, pioneering the military use of nuclear
technology. As of now, there are 9 states that possess the weapons. The Holy See,
recognized as an international actor, actively participated in the efforts for a world free of nuclear weapons. The Popes, representing the Church, strive to disseminate a moral framework worldwide. This study uses a research method of Role Theory. Documents retrieved from high-ranking officials of Holy See and other nations were then collected and analyzed through the lens of the theory. Therefore, this thesis aimed to explore the Role Conception of the Holy See regarding nulcear nonproliferation.
3861341231C1L016040PENGARUH LINGKUNGAN BELAJAR, GAYA MENGAJAR DOSEN, DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR
MAHASISWA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah Mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman telah memiliki prestasi belajar yang baik selama mengikuti perkuliahan, dengan menggunakan variabel lingkungan belajar, gaya mengajar dosen, dan motivasi belajar sebagai variabel berikat. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey eksplanatori dengan metode deskriptif kuantitatif. Jenis data dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman tahun angkatan 2019, 2020, 2021 yang berjumlah 139 mahasiswa dengan sampel berjumlah 103 mahasiswa yang dihitung dengan teknik Purposive Random Sampling. Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: (1) Lingkungan Belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman; (2) Gaya Mengajar Dosen berpengaruh positif terhadap prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman; (3) Motivasi Belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman.This study aims to analyze whether students of the Economics Study Program, Faculty of Economics and Business, Jenderal Soedirman University have had good learning achievements while attending lectures, by using the variables of the learning environment, teaching style of lecturers, and learning motivation as a dependent variable. This type of research is an explanatory survey research with a quantitative descriptive method. The types of data in this study are primary data and secondary data. The population in this study were all students of the Economics Education Study Program, Faculty of Economics and Business, Jenderal Soedirman University, class of 2019, 2020, 2021, totaling 139 students with a sample of 103 students who were calculated using the Purposive Random Sampling technique. In this study the instrument used was a questionnaire and the data analysis technique used was multiple regression data analysis. The results of this study indicate that based on the results of research and data analysis, it shows that: (1) the learning environment has a positive effect on student achievement in the Economics Education Study Program, Faculty of Economics and Business, Jenderal Soedirman University; (2) Lecturer's Teaching Style has a positive effect on student achievement of the Economic Education Study Program, Faculty of Economics and Business, Jenderal Soedirman University; (3) Learning Motivation has a positive effect on student achievement in the Economics Education Study Program, Faculty of Economics and Business, Jenderal Soedirman University.
3861444366J1A020027Breaking the Mold: How Thoma Challenges Traditional Gender Norms in Genshin Impact Game (2020)Penelitian ini berjudul "Mendobrak Pakem: Bagaimana Thoma Menantang Norma-Norma Gender Tradisional Melalui Game Genshin Impact (2020)". Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui bagaimana Genshin Impact menentang norma-norma gender tradisional. Identitas gender dan norma gender tradisional adalah kerangka teori yang digunakan dalam penelitian ini. Penelitian yang menggunakan metodologi penelitian kualitatif sebagai desain penelitiannya ini berusaha untuk memahami bagaimana karakter-karakter dalam Genshin Impact menumbangkan konvensi gender tradisional. Hasil penelitian menunjukkan Thomayang mendobrak norma-norma gender tradisional. Melalui peran dan karakterisasinya, Thoma dalam Genshin Impact menantang norma-norma gender tradisional. Peran dan perilaku beragam dari Thoma mendobrak norma-norma gender tradisional. Dengan mengambil peran sebagai seorang pengurus rumah tangga—sebuah posisi yang biasanya dikaitkan dengan femininitas dan domestisitas—Thoma mendobrak itu.This study entitled "Breaking Traditional Gender Identity Construction Through the Genshin Impact Game (2020)". Its main goal is to ascertain how Genshin Impact challenges traditional gender norms. Gender identity and traditional gender norms are the framework theories that were applied in this study. It is a qualitative research methodology which seeks to understand how Genshin Impact's characters subvert conventional gender conventions. The result shows Thoma who breaks traditional gender norms. Through his roles and characterization, the character in Genshin Impact challenge traditional gender norms. This character challenge traditional gender norms through his roles and actions. By taking up the role of a housekeeper—a position traditionally linked with femininity and domesticity—Thoma challenges norms.
3861544734G1A020104GAMBARAN DIATOM DI DALAM PARU DAN LAMBUNG TIKUS PUTIH (Rattus
norvegicus) DALAM BERBAGAI KEADAAN TENGGELAM DI PERAIRAN TAWAR
Latar Belakang – Pemeriksaan diatom pada organ dapat digunakan sebagai kepentingan
identifikasi dan penegakan diagnosis kasus tenggelam. Pada penelitian sebelumnya belum pernah
membahas mengenai gambaran perbandingan jumlah diatom yang ditemukan pada berbagai
keadaan sebelum tenggelam seperti hidup, pingsan dan mati.
Tujuan – Mengetahui gambaran diatom pada organ paru dan lambung tikus putih Rattus
norvegicus dalam berbagai keadaan tenggelam di perairan tawar Sungai Pelus, Banyumas.
Metode – Penelitian eksperimental menggunakan 20 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) yang
ditenggelamkan ke dalam Sungai Pelus dalam berbagai keadaan tenggelam yaitu hidup, pingsan,
dan mati. Sebelum ditenggelamkan kelompok tikus pingsan (P) diberi perlakuan dengan
menginjeksikan ketamin 0,2 cc pada setiap tikus, hingga pingsan. Sebelum ditenggelamkan
kelompok tikus mati (M) diberikan perlakuan dengan inhalasi chloroform hingga mati.
Hasil – Gambaran diatom pada organ paru lebih banyak ditemukan dibandingkan organ lambung.
Pada berbagai keadaan tenggelam, kondisi hidup lebih banyak ditemukan adanya gambaran diatom
dibandingkan pingsan bahkan mati, dengan total diatom yang dapat teridentifikasi di perairan tawar
sebanyak 12 genus, yaitu genus Encyonema, Ulnaria, Navicula, Synedra, Halamphora,
Eucocconeis, Pseudonitzschia, Stauroneis, Cocconeis, Thalassionema, Delicatophycus,
Nanofrustulum.
Kesimpulan – Gambaran diatom lebih banyak ditemukan pada organ paru Rattus norvegicus yang
mati akibat tenggelam.
Background - Diatom examination of organs can be used for identification and diagnosis of
drowning cases. Previous studies have never discussed the differences in the comparison of the
number of diatoms found in various conditions before drowning such as alive, unconscious and
dead.
Objective - To determine the picture of diatoms in the lung and stomach organs of white rats Rattus
norvegicus in various states of drowning in the fresh waters of Pelus River, Banyumas.
Methods - The experimental study used 20 white rats (Rattus norvegicus) that were drowned in the
Pelus River in various states of drowning, namely alive, unconscious, and dead. Before drowning
the group of unconscious rats (P) was treated by injecting ketamine 0.2 cc in each rat, until
unconscious. Before drowning the dead rat group (M) was treated with chloroform inhalation until
it died.
Results - Diatom images in the lung organs were found more than the stomach organs. In various
states of drowning, living conditions are more common than unconscious or dead diatoms, with a
total of 12 genus of diatoms that can be identified in freshwater, namely the genus Encyonema,
Ulnaria, Navicula, Synedra, Halamphora, Eucocconeis, Pseudonitzschia, Stauroneis, Cocconeis,
Thalassionema, Delicatophycus, Nanofrustulum.
Conclusion - Diatom images were found more in the pulmonary organs of Rattus norvegicus that
died from drowning.
3861641232F1A019015POTRET PROBLEMATIKA DAN STRATEGI SINGLE MOTHER TERDAMPAK
COVID-19 DI KABUPATEN PURBALINGGA
Munculnya Covid-19 di Indonesia memberikan dampak dalam berbagai aspek kehidupan. Banyak orang terpapar virus tersebut dan meninggal dunia. Angka kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Purbalingga di dominasi oleh kematian ayah yang mencapai 50% dalam rentang usia 39-48 tahun. Dengan demikian, banyak istri yang kehilangan suaminya akibat terpapar Covid-19. Setelah kehilangan suaminya, mereka menjadi seorang single mother. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan problematika yang dialami single mother terdampak Covid-19 serta strategi dalam menghadapi problematika tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan dilakukan di Kabupaten
Purbalingga. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, single mother terdampak Covid-19 di Kabupaten Purbalingga mengalami problematika seperti: penurunan kondisi ekonomi; status janda yang mendapat stigma negatif dari masyarakat; menjalankan peran ganda; dan menghadapi kesedihan kehilangan suami. Meskipun demikian, mereka tetap berusaha untuk dapat bangkit dan memiliki berbagai strategi untuk mengatasi problematika yang dihadapinya. Strategi yang dilakukan seperti: mencari pekerjaan tambahan agar dapat memiliki tambahan pendapatan, memprioritaskan kebutuhan pokok dan anak, berusaha untuk berhemat, memanfaatkan bantuan dana yang diterima dengan
baik, berusaha menjaga diri agar terhindar dari perspektif negatif masyarakat, berusaha tetap menjaga hubungan baik dengan mayrakat, dan selalu menjadikan anak sebagai penyemangat.
The emergence of Covid-19 in Indonesoa has had an impact on various aspects of life. Many people were exposed to the virus and died. The death rate due to Covid-19 in Purbalingga Regency is dominated by paternal deaths which reached 50% in the age range of 39-48 years. Thus, many wives have lost their husbands due to exposure to Covid-19. After losing her husband, they became single mothers. This study aims to describe the problems experienced by single mothers affected by Covid-19 and strategies in dealing with these problems. The research method used was qualitative and was conducted in Purbalingga Regency. The data collection method is done through interviews, observation, and documentation. The results of this study show that single mothers affected by Covid-19 in Purbalingga Regency experience problems such as: declining economic conditions; widow status that is negatively stigmatized by society; Performa dual role; and deal with the grief of losing a husband. Even so, they still try to be able to rise and have various strategies to overcome the problems they face. Strategies carried out such as: looking for additional jobs in order to have additional income, prioritizing basic needs and children, trying to save money, utilizing well-received financial assistance, trying to keep themselves away from negative perspectives of society, trying to maintain good relations with the community, and always making children as encouragement.
3861741233J1E016045TEACHERS’ PERCEPTION ON TEACHING WRITING DESCRIPTIVE TEXT
(A Narrative Study at SMP N 8 Purwokerto in the Academic Year 2022/2023)
Bahasa Inggris sebagai bahasa asing adalah salah satu mata pelajaran yang harus dikuasai dalam kurikulum. Dalam penguasaan keterampilan bahasa Inggris, siswa dituntut untuk memahami berbagai kosa kata sehingga dapat mempermudah siswa dalam mengungkapkan pemikirannya dalam menulis. Penelitian ini difokuskan untuk menjawab pertanyaan peneliti: bagaimana persepsi guru dalam mengajar teks deskriptif untuk menulis dan bagaimana guru mengajar teks deskriptif untuk menulis.
Penelitian ini menggunakan inkuiri naratif. Sampel penelitian ini adalah dua guru bahasa Inggris dari SMP N 8 Purwokerto yang terlibat dalam pengajaran menulis teks deskriptif. Penelitian ini menggunakan sampel purposive. Data penelitian ini dikumpulkan dari guru dengan melakukan wawancara. Data yang dikumpulkan dari wawancara dianalisis dengan melihat tema dan pola yang sama dari kedua guru dalam mengajar teks deskriptif.
Hasil penelitian di SMP N 8 Purwokerto menunjukkan bahwa (1) Pembelajaran menulis teks deskriptif sangat penting bagi siswa. Guru menilai dalam mengembangkan tulisan siswa, siswa harus mampu menggeneralisasi ide atau apa yang dipikirkan-nya dengan baik. (2) Guru menggunakan metode Problem Based Learning (PBL) dalam mengajar teks deskriptif. Guru menggunakan bahan cetak dalam menjelaskan teks deskriptif.
Kesimpulan-nya, menggunakan metode yang tepat dalam mengajar teks deskriptif akan membantu siswa dalam mengeksplorasi berbagai kosa kata dan membuat siswa lebih detail dalam menghasilkan ide dalam menulis teks deskriptif. Motivasi siswa juga memainkan peran penting dalam penguasaan bahasa Inggris. Dengan memotivasi siswa, guru mengharapkan agar siswa mudah dalam menangkap materi yang disampaikan oleh guru.
English as foreign language is one of the subjects to master in the curriculum. In mastering English skills, the students are required to understand various vocabularies so that can make they more easily to express their thought in writing process. This research is addressed to answer the researcher questions: What are the teachers' perceptions on teaching descriptive text for writing and how does the teacher teach descriptive text for writing.
This research used narrative inquiry. The participants of the research are two English teachers from SMP N 8 Purwokerto who involved in teaching writing descriptive text. The data of this research were collected from the teachers by doing interview. The data collected from interview were analyzed by looking the same themes and patterns from both teachers in teaching descriptive text.
The result of the study in SMP N 8 Purwokerto showed that (1) Learning writing descriptive text is very important for the students. In developing students’ writing, the teachers expected, the students to be able to generate what the ideas or what their thoughts properly. (2) The teachers used Problem Based Learning (PBL) method in teaching descriptive text and the teachers used printed material in explaining descriptive text.
In conclusions using proper method in teaching descriptive text help the students in exploring various vocabularies and make the students more detail in generating ideas on writing descriptive text. The students’ motivation also plays an important role in the English mastery. By motivating the students, the teachers hoped the students can easily grasp the material delivered by the teachers.
3861841234F1B017100PENGARUH PARTISIPASI PEREMPUAN TERHADAP KEBERHASILAN PEMBANGUNAN DI DESA KARANGSALAM LOR, KECAMATAN BATURRADEN, KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini berjudul Pengaruh Partisipasi Perempuan terhadap Keberhasilan Pembangunan di Desa Karangsalam Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini diatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara laki-laki dan perempuan yang dipengaruhi oleh faktor sosial budaya, dimana laki-laki masih dianggap sebagai penopang ekonomi keluarga dan pengambil keputusan, sedangkan perempuan sebagai ibu rumah tangga. Padahal perempuan sebagai pribadi juga mempunyai kesempatan yang sama untuk meningkatkan kapasitas terutama dalam peningkatan kesejahteraan sosialnya. Padahal sudah lama isu mengenai kesetaraan gender ini digaungkan oleh pemerintah sendiri melalui program Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam pembangunan yang diinisiasi melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam pembangunan yang kemudian dalam Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 dinyatakan bahwa PUG merupakan salah satu arus utama yang harus dilaksanakan dalam pembangunan di samping pengarusutamaan pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development) dan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh partisipasi perempuan terhadap keberhasilan pembangunan di Desa Karangsalam Lor, dengan partisipasi perempuan sebagai variabel bebas (X) dan keberhasilan pembangunan desa sebagai variabel terikat (Y).
Metode yang digunakan adalah metode survei dengan pengumpulan data melalui kuesioner dengan 90 responden, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan korelasi Kendall’s tau-b dan regresi ordinal.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa partisipasi perempuan memberikan dampak yang positif dan signifikan terhadap keberhasilan pembangunan desa di Desa Karangsalam Lor. Hasil analisis data menggunakan korelasi kendall’s tau-b menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,599 yang berarti terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara partisipasi perempuan dengan keberhasilan pembangunan desa. Pada uji regresi ordinal, menunjukkan nilai sebesar 0,289 yang berarti bahwa partisipasi perempuan mempengaruhi keberhasilan pembangunan desa sebesar 28,9%. Kesimpulannya adalah semakin partisipasi perempuan memiliki dampak yang positif dan signifikan terhadap keberhasilan pembangunan desa. Tetapi masih perlu upaya lebih bagi semua elemen pemerintah desa untuk lebih mengakomodir kebutuhan perempuan agar mampu mengoptimalkan keberhasilan pembangunan desa.
This study entitled The Effect of Women's Participation on Development in Karangsalam Lor Village, Baturraden District, Banyumas Regency. This research is motivated by the gap between men and women, influenced by socio-cultural factors. Men are still considered economic support for the family and decision-makers, while women are housewives. Even though women as individuals also have the same opportunity to increase their capacity, especially in improving their social welfare. Even though the government itself has long echoed the issue of gender equality through the Gender Mainstreaming (PUG) program in development, which was initiated through Presidential Instruction No. 9 of 2000 and the 2015-2019 National Medium Term Development Plan (RPJMN) states that PUG is one of the main streams that must be implemented in development in addition to mainstreaming sustainable development and good governance. This study aimed to determine the effect of women's participation on the success of development in Karangsalam Lor Village, with women's participation as the independent variable (X) and the success of village development as the dependent variable (Y).
The survey method is used with data collection through questionnaires to 90 respondents, observation, and documentation. Data analysis techniques were quantitatively using Kendall's tau-b correlation and ordinal regression.
The study's results revealed that women's participation had a positive and significant impact on the success of village development in Karangsalam Lor Village. The results of data analysis using Kendall's tau-b correlation show a correlation coefficient value of 0.599 which means that there is a positive and significant relationship between women's participation and the success of village development. The ordinal regression test shows a value of 0.289, meaning that women's participation affects the success of village development by 28.9%. The conclusion is that more women's participation has a positive and significant impact on the success of village development. However, more efforts are still needed for all elements of the village government to accommodate women's needs better in order to be able to optimize the success of village development.
3861941238K1B019062PENERAPAN FUZZY INFERENCE SYSTEM TSUKAMOTO UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN APLIKASI PEGADAIAN DIGITAL SERVICEPegadaian berhasil melakukan transformasi digital dengan menghadirkan sebuah aplikasi bernama Pegadaian Digital Service (PDS). Aplikasi PDS telah membantu banyak penggunanya, namun terdapat pengguna lain yang belum merasa terbantu karena adanya kendala saat menggunakan aplikasi. Kendala tersebut dapat diminimalisir dengan melakukan suatu evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan aplikasi PDS. Evaluasi kualitas pelayanan terhadap aplikasi PDS memiliki hasil yang berbeda-beda dari setiap pengguna. Hasil evaluasi ini termasuk bagian dari masalah ketidakpastian. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode untuk menyelesaikan masalah ketidakpastian tersebut. Metode Tsukamoto merupakan salah satu metode fuzzy inference system (FIS) pada logika fuzzy untuk menyelesaikan masalah ketidakpastian. Tahapan pada metode ini terdiri dari fuzzifikasi, inferensi, dan defuzzifikasi dengan menghitung rata-rata terbobot. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan FIS metode Tsukamoto untuk meningkatkan kualitas pelayanan aplikasi PDS berdasarkan evaluasi para pengguna menggunakan empat variabel input, yaitu efficiency, fulfillment, system availability, dan privacy. Data penelitian menggunakan 110 responden yang diperoleh dari survei kuesioner. Penelitian ini menghasilkan sebanyak 72% responden menilai aplikasi PDS memiliki kualitas tinggi, sedangkan 28% responden menilai aplikasi PDS memiliki kualitas rendah. Aplikasi PDS dinilai memiliki kualitas yang rendah karena tidak puas terhadap variabel fulfillment. Fulfillment atau ketersediaan jasa yang disediakan aplikasi PDS perlu dilakukan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan aplikasi PDS.Pegadaian has succeeded in carrying out digital transformation by presenting an application called Pegadaian Digital Service (PDS). The PDS application has helped many of its users, but there are other users who have not found it helpful because of problems when using the application. These constraints can be minimized by conducting an evaluation to improve the service quality of the PDS application. Evaluation of service quality for the PDS application has different results for each user. The results of this evaluation include part of the problem of uncertainty. Therefore, we need a method to solve the uncertainty problem. The Tsukamoto method is a method of fuzzy inference system (FIS) in fuzzy logic to solve uncertainty problems. The stages in this method consist of fuzzification, inference, and defuzzification by calculating the weighted average. The purpose of this study is to apply the Tsukamoto FIS method to improve the service quality of PDS applications based on user evaluations using four input variables, namely efficiency, fulfillment, system availability, and privacy. The research data used 110 respondents obtained from a questionnaire survey. This research resulted in 72% of respondents assessing the PDS application as having high quality, while 28% of respondents considered the PDS application as having low quality. The PDS application is considered to have low quality because it is dissatisfied with the fulfillment variable. Fulfillment or the availability of services provided by the PDS application needs to be improved to improve the service quality of the PDS application.
3862044367E1A020179Tinjauam Yuridis Pertanggungjawaban Pelaku Pelanggaran Penggunaan Autonomous Weapon Systems dalam Serangan Drone Amerika Serikat ke Afghanistan pada 2021Konflik bersenjata pada era modern mulai didominasi oleh penggunaan Autonomous Weapon Systems (AWS). Belum adanya peraturan yang secara spesifik mengatur mengenai AWS membuat adanya ketidakpastian hukum dalam penegakan hukum humaniter internasional apabila terjadi pelanggaran. Ketidakpastian hukum tersebut terjadi pada kasus serangan drone oleh Amerika Serikat di Kabul, Afghanistan pada 29 Agustus 2021 yang menewaskan sepuluh warga sipil dan dilakukan di kawasan padat penduduk.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan penggunaan Autonomous Weapon Systems menurut hukum humaniter internasional dan menganalisis pertanggungjawaban hukum atas pelanggaran penggunaan AWS pada serangan drone oleh Amerika Serikat di Afghanistan pada 2021. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan pendekatan kasus dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif, dan metode analisis yang digunakan adalah normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian, belum ada peraturan yang mengatur secara khusus mengenai Autonomous Weapon Systems, sehingga dalam studi, pengembangan, dan penggunaan senjata ini harus mengikuti ketentuan dari hukum internasional yang berlaku, yaitu Pasal 22 Konvensi Den Haag 1907 dan Pasal 35 Ayat (1) Protokol Tambahan I 1977, serta prinsip-prinsip hukum internasional seperti prinsip kepentingan militer dan pembedaan. Pertanggungjawaban terhadap pelanggaran hukum humaniter internasional dilakukan dengan ganti rugi yang dilakukan oleh negara berdasarkan Pasal 91 Protokol Tambahan I 1977. Amerika Serikat melakukan pelanggaran terhadap Konvensi Jenewa IV 1949, yaitu melakukan serangan yang membunuh sepuluh warga sipil di kawasan padat penduduk menggunakan AWS, sehingga dapat diminta pertanggungjawaban negara karena kerusakan dan kerugian yang diakibatkan oleh AWS merupakan tanggung jawab negara pemilik.
Armed conflicts in the modern era are starting to be dominated by the use of Autonomous Weapon Systems (AWS). The absence of regulations that specifically regulate AWS creates legal uncertainty in enforcing international humanitarian law if violations occur. This legal uncertainty occurred in the case of a drone attack by United States in Kabul, Afghanistan on August 29, 2021 which killed ten civilians and was carried out in a densely populated area.
The purpose of this research is to determine the regulations for the use of Autonomous Weapon Systems according to international humanitarian law and analyze legal liability for violations of the use of AWS in drone attacks by United States Troops to Afghanistan in 2021. This research used statutory, conceptual and case approaches with descriptive research specifications and conceptual analysis. The data source used is secondary data. The data collection method is done by literature study, the data obtained is presented with narrative text, and the analysis method used is normative qualitative.
Based on the research results, there are no regulations that specifically regulate Autonomous Weapon Systems, so that the study, development and the use of these weapons must follow the provisions of applicable international law, namely Article 22 of the 1907 Hague Convention and Article 35 Paragraph (1) of the 1977 Additional Protocol I, as well as international principles such as the principles of military necessity and distinction. Accountability for violations of international humanitarian law is done by compensation carried out by states, based on Article 91 of the 1977 Additional Protocol I. The United States violated the 1949 Geneva Convention IV, carrying out an attack that killed ten civilians in a densely populated area using AWS, so that the state can be held responsible because the damage and losses caused by AWS are the responsibility of the owner country.