Artikelilmiahs
Menampilkan 38.621-38.640 dari 48.949 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 38621 | 41234 | F1B017100 | PENGARUH PARTISIPASI PEREMPUAN TERHADAP KEBERHASILAN PEMBANGUNAN DI DESA KARANGSALAM LOR, KECAMATAN BATURRADEN, KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini berjudul Pengaruh Partisipasi Perempuan terhadap Keberhasilan Pembangunan di Desa Karangsalam Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini diatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara laki-laki dan perempuan yang dipengaruhi oleh faktor sosial budaya, dimana laki-laki masih dianggap sebagai penopang ekonomi keluarga dan pengambil keputusan, sedangkan perempuan sebagai ibu rumah tangga. Padahal perempuan sebagai pribadi juga mempunyai kesempatan yang sama untuk meningkatkan kapasitas terutama dalam peningkatan kesejahteraan sosialnya. Padahal sudah lama isu mengenai kesetaraan gender ini digaungkan oleh pemerintah sendiri melalui program Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam pembangunan yang diinisiasi melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam pembangunan yang kemudian dalam Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 dinyatakan bahwa PUG merupakan salah satu arus utama yang harus dilaksanakan dalam pembangunan di samping pengarusutamaan pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development) dan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh partisipasi perempuan terhadap keberhasilan pembangunan di Desa Karangsalam Lor, dengan partisipasi perempuan sebagai variabel bebas (X) dan keberhasilan pembangunan desa sebagai variabel terikat (Y). Metode yang digunakan adalah metode survei dengan pengumpulan data melalui kuesioner dengan 90 responden, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan korelasi Kendall’s tau-b dan regresi ordinal. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa partisipasi perempuan memberikan dampak yang positif dan signifikan terhadap keberhasilan pembangunan desa di Desa Karangsalam Lor. Hasil analisis data menggunakan korelasi kendall’s tau-b menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,599 yang berarti terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara partisipasi perempuan dengan keberhasilan pembangunan desa. Pada uji regresi ordinal, menunjukkan nilai sebesar 0,289 yang berarti bahwa partisipasi perempuan mempengaruhi keberhasilan pembangunan desa sebesar 28,9%. Kesimpulannya adalah semakin partisipasi perempuan memiliki dampak yang positif dan signifikan terhadap keberhasilan pembangunan desa. Tetapi masih perlu upaya lebih bagi semua elemen pemerintah desa untuk lebih mengakomodir kebutuhan perempuan agar mampu mengoptimalkan keberhasilan pembangunan desa. | This study entitled The Effect of Women's Participation on Development in Karangsalam Lor Village, Baturraden District, Banyumas Regency. This research is motivated by the gap between men and women, influenced by socio-cultural factors. Men are still considered economic support for the family and decision-makers, while women are housewives. Even though women as individuals also have the same opportunity to increase their capacity, especially in improving their social welfare. Even though the government itself has long echoed the issue of gender equality through the Gender Mainstreaming (PUG) program in development, which was initiated through Presidential Instruction No. 9 of 2000 and the 2015-2019 National Medium Term Development Plan (RPJMN) states that PUG is one of the main streams that must be implemented in development in addition to mainstreaming sustainable development and good governance. This study aimed to determine the effect of women's participation on the success of development in Karangsalam Lor Village, with women's participation as the independent variable (X) and the success of village development as the dependent variable (Y). The survey method is used with data collection through questionnaires to 90 respondents, observation, and documentation. Data analysis techniques were quantitatively using Kendall's tau-b correlation and ordinal regression. The study's results revealed that women's participation had a positive and significant impact on the success of village development in Karangsalam Lor Village. The results of data analysis using Kendall's tau-b correlation show a correlation coefficient value of 0.599 which means that there is a positive and significant relationship between women's participation and the success of village development. The ordinal regression test shows a value of 0.289, meaning that women's participation affects the success of village development by 28.9%. The conclusion is that more women's participation has a positive and significant impact on the success of village development. However, more efforts are still needed for all elements of the village government to accommodate women's needs better in order to be able to optimize the success of village development. | |
| 38622 | 41238 | K1B019062 | PENERAPAN FUZZY INFERENCE SYSTEM TSUKAMOTO UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN APLIKASI PEGADAIAN DIGITAL SERVICE | Pegadaian berhasil melakukan transformasi digital dengan menghadirkan sebuah aplikasi bernama Pegadaian Digital Service (PDS). Aplikasi PDS telah membantu banyak penggunanya, namun terdapat pengguna lain yang belum merasa terbantu karena adanya kendala saat menggunakan aplikasi. Kendala tersebut dapat diminimalisir dengan melakukan suatu evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan aplikasi PDS. Evaluasi kualitas pelayanan terhadap aplikasi PDS memiliki hasil yang berbeda-beda dari setiap pengguna. Hasil evaluasi ini termasuk bagian dari masalah ketidakpastian. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode untuk menyelesaikan masalah ketidakpastian tersebut. Metode Tsukamoto merupakan salah satu metode fuzzy inference system (FIS) pada logika fuzzy untuk menyelesaikan masalah ketidakpastian. Tahapan pada metode ini terdiri dari fuzzifikasi, inferensi, dan defuzzifikasi dengan menghitung rata-rata terbobot. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan FIS metode Tsukamoto untuk meningkatkan kualitas pelayanan aplikasi PDS berdasarkan evaluasi para pengguna menggunakan empat variabel input, yaitu efficiency, fulfillment, system availability, dan privacy. Data penelitian menggunakan 110 responden yang diperoleh dari survei kuesioner. Penelitian ini menghasilkan sebanyak 72% responden menilai aplikasi PDS memiliki kualitas tinggi, sedangkan 28% responden menilai aplikasi PDS memiliki kualitas rendah. Aplikasi PDS dinilai memiliki kualitas yang rendah karena tidak puas terhadap variabel fulfillment. Fulfillment atau ketersediaan jasa yang disediakan aplikasi PDS perlu dilakukan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan aplikasi PDS. | Pegadaian has succeeded in carrying out digital transformation by presenting an application called Pegadaian Digital Service (PDS). The PDS application has helped many of its users, but there are other users who have not found it helpful because of problems when using the application. These constraints can be minimized by conducting an evaluation to improve the service quality of the PDS application. Evaluation of service quality for the PDS application has different results for each user. The results of this evaluation include part of the problem of uncertainty. Therefore, we need a method to solve the uncertainty problem. The Tsukamoto method is a method of fuzzy inference system (FIS) in fuzzy logic to solve uncertainty problems. The stages in this method consist of fuzzification, inference, and defuzzification by calculating the weighted average. The purpose of this study is to apply the Tsukamoto FIS method to improve the service quality of PDS applications based on user evaluations using four input variables, namely efficiency, fulfillment, system availability, and privacy. The research data used 110 respondents obtained from a questionnaire survey. This research resulted in 72% of respondents assessing the PDS application as having high quality, while 28% of respondents considered the PDS application as having low quality. The PDS application is considered to have low quality because it is dissatisfied with the fulfillment variable. Fulfillment or the availability of services provided by the PDS application needs to be improved to improve the service quality of the PDS application. | |
| 38623 | 44367 | E1A020179 | Tinjauam Yuridis Pertanggungjawaban Pelaku Pelanggaran Penggunaan Autonomous Weapon Systems dalam Serangan Drone Amerika Serikat ke Afghanistan pada 2021 | Konflik bersenjata pada era modern mulai didominasi oleh penggunaan Autonomous Weapon Systems (AWS). Belum adanya peraturan yang secara spesifik mengatur mengenai AWS membuat adanya ketidakpastian hukum dalam penegakan hukum humaniter internasional apabila terjadi pelanggaran. Ketidakpastian hukum tersebut terjadi pada kasus serangan drone oleh Amerika Serikat di Kabul, Afghanistan pada 29 Agustus 2021 yang menewaskan sepuluh warga sipil dan dilakukan di kawasan padat penduduk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan penggunaan Autonomous Weapon Systems menurut hukum humaniter internasional dan menganalisis pertanggungjawaban hukum atas pelanggaran penggunaan AWS pada serangan drone oleh Amerika Serikat di Afghanistan pada 2021. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan pendekatan kasus dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif, dan metode analisis yang digunakan adalah normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, belum ada peraturan yang mengatur secara khusus mengenai Autonomous Weapon Systems, sehingga dalam studi, pengembangan, dan penggunaan senjata ini harus mengikuti ketentuan dari hukum internasional yang berlaku, yaitu Pasal 22 Konvensi Den Haag 1907 dan Pasal 35 Ayat (1) Protokol Tambahan I 1977, serta prinsip-prinsip hukum internasional seperti prinsip kepentingan militer dan pembedaan. Pertanggungjawaban terhadap pelanggaran hukum humaniter internasional dilakukan dengan ganti rugi yang dilakukan oleh negara berdasarkan Pasal 91 Protokol Tambahan I 1977. Amerika Serikat melakukan pelanggaran terhadap Konvensi Jenewa IV 1949, yaitu melakukan serangan yang membunuh sepuluh warga sipil di kawasan padat penduduk menggunakan AWS, sehingga dapat diminta pertanggungjawaban negara karena kerusakan dan kerugian yang diakibatkan oleh AWS merupakan tanggung jawab negara pemilik. | Armed conflicts in the modern era are starting to be dominated by the use of Autonomous Weapon Systems (AWS). The absence of regulations that specifically regulate AWS creates legal uncertainty in enforcing international humanitarian law if violations occur. This legal uncertainty occurred in the case of a drone attack by United States in Kabul, Afghanistan on August 29, 2021 which killed ten civilians and was carried out in a densely populated area. The purpose of this research is to determine the regulations for the use of Autonomous Weapon Systems according to international humanitarian law and analyze legal liability for violations of the use of AWS in drone attacks by United States Troops to Afghanistan in 2021. This research used statutory, conceptual and case approaches with descriptive research specifications and conceptual analysis. The data source used is secondary data. The data collection method is done by literature study, the data obtained is presented with narrative text, and the analysis method used is normative qualitative. Based on the research results, there are no regulations that specifically regulate Autonomous Weapon Systems, so that the study, development and the use of these weapons must follow the provisions of applicable international law, namely Article 22 of the 1907 Hague Convention and Article 35 Paragraph (1) of the 1977 Additional Protocol I, as well as international principles such as the principles of military necessity and distinction. Accountability for violations of international humanitarian law is done by compensation carried out by states, based on Article 91 of the 1977 Additional Protocol I. The United States violated the 1949 Geneva Convention IV, carrying out an attack that killed ten civilians in a densely populated area using AWS, so that the state can be held responsible because the damage and losses caused by AWS are the responsibility of the owner country. | |
| 38624 | 41235 | J0A019024 | Translating Subtitle of a Short Movie Entitled “CAPCIPTOP!” by Ravacana Films from Indonesian to English | Praktik kerja ini dilakukan pada November – December 2022. Judul dari praktik kerja adalah “Translating Subtitle of a Short Movie Entitled “CAPCIPTOP!” by Ravacana Films from Indonesian to English”. Tujuan dari praktik kerja ini ada empat. Yang pertama adalah menerjemahkan subtitle dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris. Lalu, menjelaskan proses penerjemahan. Yang ketiga adalah menjelaskan kesulitan pada saat menerjemahkan, dan yang terakhir adalah menjelaskan solusi dari kesulitan yang dialami saat menerjemahkan. Dalam proses penerjemahan, penulis menggunakan empat proses penerjemahan. Diantaranya analisis, transfer, restrukturisasi, dan evaluasi serta revisi. Sementara itu, ada delapan teknik yang digunakan. Diantaranya amplification, borrowing, literal translation, modulation, description, generalization, reduction, dan substitution. Terdapat kesulitan saat menerjemahkan subtitle dari film pendek “CAPCIPTOP!”. Kesulitan tersebut adalah kurangnya pengetahuan kosakata dan sulitnya memahami arti yang tersirat. Lalu, solusi dari kesulitan tadi adalah mencari kosa kata yang sulit menggunakan kamus dan meminta bantuan dari proofreader dan pembimbing. Tujuannya yaitu untuk membuat hasil dari terjemahan menjadi lebih sepadan dan dapat diterima dengan baik. Kata kunci: Terjemahan Film, Proses, Subtitle | The job training was carried out in November – December 2022. The title of the job training was “Translating Subtitle of a Short Movie Entitled “CAPCIPTOP!” by Ravacana Films from Indonesian to English”. There were four purposes of this job training. The first was translating the subtitle from Indonesian to English. The second was explaining the translation processes. The third was explaining the obstacles in translating. The last was explaining the solutions to the obstacles in translating. In the translating stages, four translation processes were used. They were analysis, transfer, restructuring, evaluation, and revision. Moreover, there were eight translation techniques used. They were amplification, borrowing, literal translation, modulation, description, generalization, reduction, and substitution. There were obstacles in translating the subtitle of the “CAPCIPTOP!” short movie. They were a lack of knowledge of vocabulary and quite difficult to find the implied meaning of the sentence. Then, the solutions to the obstacles were using a dictionary and asked for help to the proofreaders and supervisors. The aim was to make the results of the translation more commensurate and acceptable. Keywords: Movie Translation, Proces, Subtitle | |
| 38625 | 41236 | H1E018016 | Pengujian Ergonomi Berdasarkan Sni 9011:2021 Dan ROSA Serta Evaluasi Lingkungan Kerja Perkantoran Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 48 Tahun 2016 Di Fakultas Teknik Unsoed | Perkantoran, sebagai salah satu tempat kerja, tidak terlepas dari potensi bahaya lingkungan kerja yang dapat mempengaruhi kesehatan dan keselamatan orang di dalamnya. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No 48 tahun 2016, perkantoran harus memenuhi persyaratan fisik yang mempertimbangkan aspek-aspek seperti pencahayaan, kebisingan, temperature udara, dan kelembaban udara di lingkungan kerja (Kementrian Kesehatan, 2016). Terdapat beberapa permasalahan yang ditemukan di Fakultas Teknik Unsoed diantaranya beberapa AC mati, pencahayaan yang minim, kebisingan dari suara kendaraan, hingga keluhan postur tubuh pekerja. Pekerja perkantoran memiliki resiko bahaya ergonomi berupa gangguan otot rangka akibat kerja atau GOTRAK. Penelitian ini berfokus pada mengkaji kesesuaian dalam Peraturan Mentri Kesehatan No. 48 Tahun 2016 untuk mengetahui hasil pengukuran lingkungan kerja dan SNI 9011:2021 tentang Pengukuran dan Evaluasi Potensi Bahaya Ergonomi di Tempat Kerja. Untuk memperkuat data dan memastikan bahwa potensi bahaya ergonomi perkantoran, metode penilaian ergonomi seperti Rapid Office Strain Assessment (ROSA) dapat digunakan. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hasil pengukuran parameter lingkungan fisika seperti tingkat pencahayaan, kebisingan dan suhu, untuk mengetahui hasil keluhan GOTRAK berdasarkan SNI 9011:2021, dan terakhir merekomendasikan hasil perbaikan berdasarkan Permenkes No 48 tahun 2016 dan SNI 9011:2021. | The office, as a workplace, is inseparable from the potential hazards of the work environment which can affect the health and safety of the people in it. Based on Minister of Health Regulation No. 48 of 2016, offices must meet physical requirements that consider aspects such as lighting, noise, air temperature, and humidity in the work environment (Ministry of Health, 2016). There were several problems found at the Unsoed Faculty of Engineering, including several ACs not working, minimal lighting, noise from vehicle noises, and complaints about workers' posture. Office workers have an ergonomic hazard risk in the form of work-related skeletal muscle disorders or GOTRAK. This research focuses on examining conformity in the Minister of Health Regulation No. 48 of 2016 to find out the results of measurements of the work environment and SNI 9011: 2021 concerning the Measurement and Evaluation of Potential Ergonomic Hazards in the Workplace. To strengthen the data and ensure that office ergonomics has potential hazards, ergonomic assessment methods such as the Rapid Office Strain Assessment (ROSA) can be used. The purpose of this study was to find out the results of measuring physical environmental parameters such as lighting levels, noise and temperature, to find out the results of GOTRAK complaints based on SNI 9011: 2021, and finally to recommend improvement results based on Minister of Health Regulation No 48 of 2016 and SNI 9011: 2021. | |
| 38626 | 44368 | A1A018056 | Analisis Struktur, Perilaku dan Kinerja Pemasaran Kentang di Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara | Kecamatan Batur merupakan salah satu sentra produksi komoditas kentang di Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Petani kentang di Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara mengalami permasalahan berupa ketidakseimbangan harga yang diterima oleh petani kentang dengan konsumen akhir, petani sebagai price taker, dan fluktuasi harga kentang yang berubah tiap bulan. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengetahui struktur pasar kentang di Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, 2) Mengetahui perilaku pasar kentang di Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara dan 3) Mengetahui kinerja pasar kentang di Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Metode penelitian yang digunakan didalam penelitian ini adalah metode survei dan pemilihan lokasi dilakukan dengan sengaja (purposive) di Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Penelitian dilaksanakan September 2023 hingga Oktober 2023. Teknik pengambilan responden petani menggunakan stratified random sampling dan diperoleh sebanyak 62 responden dan teknik pengambilan responden lembaga pemasaran menggunakan metode snowball sampling dan diperoleh sebanyak 18 lembaga pemasaran yang terdiri dari 9 pedagang pengepul, 6 pedagang besar dan 3 pedagang eceran. Metode analisis data yang digunakan adalah 1) analisis deskriptif, 2) analisis struktur pasar yang terdiri dari analisis pangsa pasar, concentration ratio, dan hambatan masuk pasar menggunakan Minimum Efficiency Scale, 3) analisis fungsi pemasaran yang terdiri dari analisis saluran pemasaran dan fungsi pemasaran dan 4) analisis kinerja pemasaran yang terdiri dari margin pemasaran, farmer’s share, dan keuntungan pemasaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa struktur pasar kentang Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara merupakan oligopoli tingkat sedang dan terdapat hambatan masuk pasar. Hasil penelitian perilaku pasar menunjukan bahwa terdapat 6 saluran pemasaran dan masing - masing lembaga pemasaran memiliki fungsi pemasaran yang berbeda. Hasil kinerja pemasaran menunjukan bahwa saluran pemasaran 2 merupakan saluran pemasaran yang paling efisien dikarenakan margin rendah, farmer’s share yang tinggi dan keuntungan tinggi dan saluran pemasaran 5 merupakan saluran pemasaran paling kurang efisien dikarenakan margin tinggi dan farmer’s share rendah walaupun keuntungan pemasaran merata. | Batur District is one of the potato production centers in Banjarnegara Regency, Central Java Province. Potato farmers in Batur Subdistrict, Banjarnegara District experience problems in the form of price imbalances received by potato farmers with end consumers, farmers as price takers, and fluctuations in potato prices that change every month. The objectives of this study are: 1) To find out the structure of potato market in Batur Sub-district, Banjarnegara Regency, 2) Knowing the market behavior of potatoes in Batur Subdistrict, Banjarnegara Regency and 3) Knowing the performance of the potato market in Batur Subdistrict, Banjarnegara Regency. The research method used in this study is the survey method and the location selection is done purposively in Batur Subdistrict, Banjarnegara Regency. The research was conducted from September 2023 to October 2023. The technique of taking farmer respondents using stratified random sampling and obtained as many as 62 respondents and the technique of taking respondents of marketing institutions using the snowball sampling method and obtained as many as 18 marketing institutions consisting of 9 collector traders, 6 large traders and 3 retail traders. The data analysis methods used are 1) descriptive analysis, 2) market structure analysis consisting of market share analysis, concentration ratio, and market entry barriers using Minimum Efficiency Scale, 3) marketing function analysis consisting of marketing channel analysis and marketing function and 4) marketing performance analysis consisting of marketing margin, farmer's share, and marketing profit. The results showed that the potato market structure of Batur Sub-district, Banjarnegara Regency is a moderate oligopoly and there are market entry barriers. Market behavior research results show that there are 6 marketing channels and each marketing institution has a different marketing function. Marketing performance results show that marketing channel 2 is the most efficient marketing channel due to low margins, high farmer's share and high profits and marketing channel 5 is the least efficient marketing channel due to high margins and low farmer's share although marketing profits are evenly distributed. | |
| 38627 | 41237 | I1A019046 | Analisis Bauran Pemasaran dalam Meningkatkan Jumlah Kepesertaan Bukan Penerima Upah pada BPJS Ketenagakerjaan KCP Indramayu | Latar Belakang: Persentase pencapaian kepesertaan BPU di BPJS Ketenagakerjaan KCP Indramayu sampai Oktober 2022 mencapai 95% dari target 100%. Hal ini disebabkan oleh pemahaman yang rendah terhadap program BPJS Ketenagakerjaan terutama pada BPU. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bauran pemasaran (product, price, place, and promotion) dalam meningkatkan jumlah kepesertaan BPU pada BPJS Ketenagakerjaan KCP Indramayu. Metode: Penelitian kualitatif ini menggunakan desain penelitian fenomenologi. Penelitian ini dilaksanakan di BPJS Ketenagakerjaan KCP Indramayu, pada bulan Mei hingga Juni 2023. Subyek penelitian melibatkan 3 informan utama dan 7 informan pendukung yang diperoleh dengan purposive sampling. Analisis data menggunakan thematic analysis. Hasil Penelitian: Produk dan harga dari program BPU BPJS Ketenagakerjaan KCP Indramayu ditetapkan dari pusat dan disesuaikan dengan pendapatan serta kebutuhan sasaran. Namun, dalam menjangkau kepesertaan BPU terdapat berbagai kendala pada pembayaran iuran peserta BPU, persebaran agen perisai yang belum merata, serta promosi program BPU BPJS Ketenagakerjaan. Kesimpulan: Peningkatan kepesertaan BPU BPJS Ketenagakerjaan KCP Indramayu lebih banyak di sektor nelayan. Penambahan agen perisai dan sosialisasi perlu dilakukan di seluruh wilayah dan sektor untuk menjangkau peserta BPU BPJS Ketenagakerjaan KCP Indramayu. Kata Kunci: Bauran Pemasaran, Kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan | Background: The percentage of Non-Wage Recipient Workers (BPU) participation achievement in the BPJS Ketenagakerjaan KCP Indramayu until October 2022 has reached 95% of the target of 100%. This is caused by a low understanding of the BPJS Ketenagakerjaan program, especially for BPU. This study aims to describe the marketing mix (product, price, place, and promotion) in increasing the number of BPU participants in BPJS Ketenagakerjaan KCP Indramayu. Methods: This study was qualitative research using a phenomenological research design. This research was conducted at BPJS Ketenagakerjaan KCP Indramayu, from May to June 2023. The research subjects involved 3 main informants and 7 supporting informants obtained by purposive sampling. Data analysis uses thematic analysis. Results: Products and prices from the BPU BPJS Ketenagakerjaan KCP Indramayu program are set from the center and adjusted to target income and needs. However, in reaching out to BPU participants, there are various obstacles to the payment of BPU participant contributions, the uneven distribution of Perisai agents, and the promotion of the BPU BPJS Ketenagakerjaan program. Conclusion: The increase in the participation of BPU BPJS Ketenagakerjaan KCP Indramayu is more on the fishing sector. The addition of Perisai agents and outreach needs to carried out in all sectors and regions to reach BPU BPJS Ketenagakerjaan KCP Indramayu participants. Keywords: Marketing Mix, Participation, Employment Social Security | |
| 38628 | 44369 | L1C020043 | Identifikasi Molekuler dan Skrining Metabolit Sekunder Rumput Laut Gracilaria sp. dan Palmaria sp. dari Pantai Karapyak Pangandaran sebagai Antibakteri | Identifikasi morfologi spesies Rhodophyta memiliki kelemahan dan sering terjadi kesalahan identifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Gracilaria sp. (PK. G) dan Palmaria sp. (PK. P) melalui analisis molekuler menggunakan penanda genetik spesifik, serta mengetahui potensi antibakteri dari metabolit sekunder yang dihasilkan Gracilaria sp. (PK. G) dan Palmaria sp. (PK. P). Identifikasi molekuler dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu isolasi DNA, amplifikasi DNA dengan primer COX11549R (5'-AGG CAT TTC TTC AAA NGT ATG ATA -3') dan COX143F (5'-TCA ACA AAT CAT AAA GAT ATT GGW ACT -3'), analisis BLAST, dan analisis filogenetik. Ekstraksi metabolit sekunder dengan maserasi bertingkat dan MAE menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, metanol, dan etanol. Analisis metabolomik menggunakan LC HRMS (Liquid Chromatography High Resolution Mass Spectrometry). (PK.G) lebih dekat kekerabatannya dengan spesies Gracilaria edulis dengan nilai bootstrap 100 dan kemiripan 99%, namun PK. P berkerabat dekat dengan Sarcodia ciliata dengan nilai bootstrap 99 dan kemiripan 93%. PK. G dan PK. P juga memiliki aktivitas antibakteri namun masih tergolong respon yang lemah. Berdasarkan hasil analisis metabolomik, terdapat 4 senyawa yang berpotensi sebagai antibakteri. Keempat senyawa tersebut terutama dihasilkan oleh ekstrak PK.P pelarut n-heksana melalui metode maserasi bertingkat. | The morphological identification of Rhodophyta species had some weakness and misidentifications that sometimes occur. The aim of this study was to identify Gracilaria sp. (PK. G) and Palmaria sp. (PK. P) by molecular analysis using specific markers for genetics , and to determine the antibacterial potential of secondary metabolites produced by Gracilaria sp. (PK. G) and Palmaria sp. (PK. P). Molecular identification was carried out in several steps, namely DNA isolation, DNA amplification with COX11549R primers (5'-AGG CAT TTC TTC AAA NGT ATG ATA -3') and COX143F (5'-TCA ACA AAT CAT AAA GAT ATT GGW ACT -3'), BLAST analysis and phylogenetic analysis. The extraction of secondary metabolites carried out by using stratified maceration method and MAE method with four solvents namely n-hexane, ethyl acetate, methanol and ethanol. Metabolomics analysis was held using LC HRMS (Liquid Chromatography High Resolution Mass Spectrometry). (PK.G) was more closely related to the species Gracilaria edulis with a bootstrap value of 100 and a similarity of 99%, but PK. P was closely related to Sarcodia ciliates with a bootstrap value of 99 and a similarity of 93%. It turned out that PK. G and PK. P also has antibacterial activity but is still classified as a weak response. Based on the metabolomics analysis, there were 4 compounds that have potential as antibacterials. These four compounds are mainly produced by n-hexane extract of PK.P via stratified maceration method. | |
| 38629 | 41241 | A1D019045 | PEMBENTUKAN NOMOR-NOMOR TANAMAN PUTATIF MUTAN JAHE MERAH (Zingiber officinale var. Rubrum) SECARA in vitro | Jahe merah sebagai komoditi ekspor andalan memiliki permasalahan besar pada hasil produksi yang mengalami penurunan secara perlahan di Indonesia dari kurun waktu tahun 2015 hingga 2021 yang hampir mencapai enam puluh lima juta ton (BPS, 2015; BPS, 2017). Pengetahuan tentang pembentukan tanaman putatif mutan dengan menggunakan iradiasi sinar gamma pada fase in vitro diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pembentukan bahan tanaman untuk mutan, (2) mengetahui respon pertumbuhan iradiasi sinar gamma (3) mengetahui penentuan nilai LD50 iradiasi sinar gamma secara in vitro (4) mengetahui keragaman genetik pada fase in vitro. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Genomik, BRIN KST. Soekarno, Bogor pada bulan September 2022 hingga April 2023. Penelitian dilakukan dengan tiga kegiatan besar yaitu (1) persiapan bahan tanaman mutan dengan metode multiplikasi tunas; (2) penentuan LD50 dengan metode analisis probit pada dosis kontrol, 40, 60, dan 80 Gy; dan (3) mengetahui pembentukan tanaman putatif mutan dilakukan pada dosis LD50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian BAP 7 ppm dan TDZ 0,1 ppm menunjukkan hasil terbaik pada variabel lama pembentukan tunas dan jumlah tunas dalam multiplikasi tunas jahe merah secara in vitro. Nilai LD50 yang didapat yaitu pada dosis 35,14 Gy yang menyebabkan kematian hingga 50% dan pertumbuhan tanaman terhambat. Pembentukan tanaman putatif mutan pada dosis LD50 menunjukkan respon pertumbuhan yang sangat lambat pada variabel jumlah tunas, tinggi tanaman, dan jumlah daun. Hal tersebut menunjukkan bahwa tanaman putatif mutan masih berada di fase regenerasi. | Red ginger as a reliable export commodity has a big problem in the production that has decreased slowly in Indonesia from 2015 to 2021, which has almost reached sixty five million tons (BPS, 2015; BPS, 2017). Knowledge about the formation of putative mutant plants using gamma irradiation in the in vitro phase is needed. This study aims to (1) determine the formation of plant material for mutants, (2) determine the growth response of gamma irradiation (3) determine the LD50 value of gamma irradiation in vitro (4) determine genetic diversity in the in vitro phase. The research was conducted in the Genomics laboratory, BRIN KST. Soekarno, Bogor from September 2022 to April 2023. The research was conducted with three major activities, namely (1) preparation of mutant plant material by shoot multiplication method; (2) determination of LD50 by probit analysis method at the control dose, 40, 60, and 80 Gy; and (3) knowing the formation of mutant putative plants carried out at the LD50 dose. The results showed that the addition of 7 ppm BAP and 0.1 ppm TDZ showed the best results on the length of shoot formation and the number of shoots in the multiplication of red ginger shoots in vitro. The LD50 value obtained is at a dose of 35.14 Gy which causes death up to 50% and stunted plant growth. The formation of putative mutant plants at the LD50 dose showed a very slow growth response in the variables of number of shoots, plant height, and number of leaves. It shows that the putative mutant plants are still in the regeneration phase. | |
| 38630 | 41227 | F1F019054 | Implementasi ASEAN Way Dalam Upaya Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) Menghadapi Isu Pelanggaran HAM di Myanmar Pascakudeta Militer Tahun 2021 | Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) memiliki norma regional ASEAN Way yang berisi prinsip-prinsip dasar sebagai panduan berinteraksi. Dalam perkembangannya, ASEAN dihadapkan dengan permasalahan HAM yang banyak terjadi di Myanmar. Pada tahun 2021 terjadi kudeta militer yang diikuti oleh sejumlah pelanggaran HAM. Peristiwa tersebut membuat Myanmar mendapat kecaman dan sanksi dari beberapa aktor hubungan internasional. Tetapi, ASEAN menanggapinya secara berbeda dengan mengeluarkan lima poin konsensus sebagai solusi damai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi ASEAN Way sebagai norma regional dalam upaya ASEAN menghadapi isu pelanggaran HAM di Myanmar pascakudeta militer tahun 2021 menggunakan teori konstruktivisme. Data mengenai upaya ASEAN menghadapi isu pelanggaran HAM diperoleh dari studi pustaka yang bersumber dari laporan resmi, artikel jurnal, dan berita daring. Penelitian ini menemukan bahwa ASEAN berupaya mempertahankan norma regional ASEAN Way dalam upayanya menangani pelanggaran HAM di Myanmar pascakudeta militer tahun 2021. Namun upaya yang dilakukan ASEAN belum mampu menghentikan pelanggaran HAM yang terjadi di Myanmar | The Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) has ASEAN Way regional norms which contain basic principles as a guide for interacting. In its development, ASEAN is faced with many human rights problems that occur in Myanmar. In 2021 there was a military coup followed by a number of human rights violations. This incident made Myanmar receive criticism and sanctions from several international relations actors. However, ASEAN responded differently by issuing a five-point consensus as a peaceful solution. This study aims to analyze the implementation of the ASEAN Way as a regional norm in ASEAN's efforts to deal with the issue of human rights violations in Myanmar after the 2021 military coup using constructivism theory. Data on ASEAN's efforts to deal with the issue of human rights violations were obtained from literature studies sourced from official reports, journal articles and online news. This research finds that ASEAN is trying to maintain regional norms of the ASEAN Way in its efforts to deal with human rights violations in Myanmar after the 2021 military coup. However, the efforts made by ASEAN have not been able to stop human rights violations that occurred in Myanmar. | |
| 38631 | 41242 | J1E018003 | An Analysis of The Causal Factors of Students' Anxiety in Learning Speaking Skills at SMA Negeri 3 Cirebon Academic Year 2021/2022 | Penelitian ini ini didasarkan pada permasalahan belajar bahasa Inggris, salah satunya dalam hal berbicara bahasa Inggris. Berbicara bahasa Inggris adalah salah satu aspek terpenting dalam menguasai bahasa Inggris. Namun, banyak siswa yang kurang mampu berbahasa Inggris karena beberapa faktor antara lain kecemasan dan ketakutan yang dialami. Penelitian ini berfokus pada faktor-faktor penyebab kecemasan siswa. Penelitian ini merupakan penelitian metode campuran (kuantitatif-kualitatif). Data kuantitatif-kualitatif diperoleh melalui kuisioner dan wawancara. Kuisioner menunjukkan bahwa (1) faktor utama dari jenis kecemasan yang dialami siswa adalah pemahaman komunikasi (2) faktor penyebab kecemasan siswa dalam mempelajari keterampilan berbicara adalah gugup, kurangnya interaksi, guru yang kurang responsif, dan kurangnya minat dalam berbicara bahasa Inggris. Berdasarkan hasil wawancara, salah satu faktor yang menyebabkan kecemasan siswa adalah ketakutan yang disebabkan oleh ketidakmampuannya memahami bahasa Inggris dan kurangnya minat untuk belajar bahasa Inggris. Peneliti menyarankan mahasiswa untuk membangun pengetahuan dan kemampuannya dalam berbahasa Inggris dengan meningkatkan pelatihannya. | The background of this research was based on the problem of learning English, one of which is in terms of speaking English. Speaking English is one of the most important aspects in mastering English. However, there are many students who are less able to speak English because of several factors including anxiety and fear that their experience. This study focuses on the factors causing students’ anxiety. This study is mixed method research (quantitative-qualitative). The quantitative-qualitative data were obtained through questionnaires and interviews. The questionnaire shows that (1) the main factors of the kind of anxiety that students’ experience is communication apprehension (2) factors that cause students’ anxiety in learning speaking skills are nervousness, lack of interaction, less responsive teachers, and lack of interest in speaking English. Based on the results of the interviews, one of the factors causing students’ anxiety is fear caused by their inability to understand English and lack of interest in learning English. The researcher suggests students to build their knowledge and ability in speaking English by increasing the practice. | |
| 38632 | 41243 | J1E017020 | SPOTIFY AS ALTERNATIVE LEARNING MEDIA IN THE TEACHING OF LISTENING (A Pre-Experimental Research of Learning English with Spotify Podcast on the 2nd Semester Students of the English Education Department Jenderal Soedirman University Academic Year 2022/2023) | Penelitian ini difokuskan untuk mengimplementasikan podcast Spotify sebagai media pembelajaran alternatif pada Mahasiswa Semester 2 Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Jenderal Soedirman Tahun Akademik 2022/2023. Dalam penelitian ini, peneliti membahas dan menguraikan beberapa poin. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui bagaimana pengajaran listening menggunakan podcast Spotify diimplementasikan pada mahasiswa semester 2 Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Jenderal Soedirman Tahun Akademik 2022/2023, (2) Untuk mengetahui bagaimana hasil dari implementasi podcast Spotify kepada mahasiswa semester 2 Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Jenderal Soedirman Tahun Akademik 2022/2023. (3) Untuk mengetahui tanggapan mahasiswa semester 2 Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Jenderal Soedirman Tahun Akademik 2022/2023 setelah implementasi podcast Spotify. Metodologi penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimental. Partisipan penelitian ini adalah 28 mahasiswa semester 2 Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Jenderal Soedirman Tahun Akademik 2022/2023. Pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif, distribusi frekuensi dan pengelolaan grafik. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Pengajar harus membuat beberapa audio podcast berkualitas menggunakan Spotify. (2) Keterampilan listening siswa meningkat dalam penelitian ini. (3) Siswa merasa mendengarkan audio podcast di Spotify menarik dan bermanfaat karena mereka dapat mempelajari kosa kata baru dan mengembangkan keterampilan listening mereka. | This research is focused to implement Spotify podcast as alternative learning media on the 2nd Semester Students of the English Education Department Jenderal Soedirman University Academic Year 2022/2023. In this chapter, the researcher discusses and elaborate on some points. The purposes of this research are: (1) To find out how teaching listening using Spotify podcast is implemented to the 2nd semester students of English Education Department of Jenderal Soedirman University Academic Year 2022/2023, (2) To discover how is the result of the implementation of Spotify podcast to the 2nd semester students of English Education Department of Jenderal Soedirman University Academic Year 2022/2023. (3) To find out the response of the 2nd semester students of English Education Department of Jenderal Soedirman University Academic Year 2022/2023 after the implementation Spotify podcast. The methodology of this research is quantitative research with pre-experimental design. The participants of this research were 28 2nd semester students of English Education Department of Jenderal Soedirman University Academic Year 2022/2023. The data were collected through written test and interview. The technique of data analysis were descriptive statistics, frequency distribution and the management of graphs. The results of this research are: (1) The teacher should create some quality podcast audio using Spotify. (2) The students' listening skills were enhanced in this research (3) The students found listening to podcasts on Spotify to be interesting and rewarding since they could pick up new vocabulary and develop their listening skills. | |
| 38633 | 44733 | B1A020032 | Pengaruh Komposisi Media Tanam Serbuk Gergaji Kayu dan Jerami Padi terhadap Produktivitas Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) | Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jenis jamur pangan yang banyak diminati oleh masyarakat. Bahan baku utama yang digunakan untuk pembuatan medium tanam yaitu serbuk gergaji, namun karena ketersediaan serbuk gergaji kayu yang terbatas sehingga membutuhkan bahan alternatif lain salah satu di antaranya jerami padi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan jerami padi dan persentase penambahan jerami padi yang daling baik pada komposisi medium tanam untuk produktivitas jamur tiram putih. Penelitian ini dilakukan secara ekperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis medium tanam dengan perbandingan serbuk gergaji kayu dan jerami padi yang berbeda, yaitu P1 (100% serbuk gergaji kayu), P2 (80% serbuk gergaji kayu + 20% jerami padi), P3 (60% serbuk gergaji kayu + 40% jerami padi), P4 (40% serbuk gergaji kayu + 60% jerami padi), P5 (20% serbuk gergaji kayu + 80% jerami padi), dan P6 (100% jerami padi). Perlakuan tersebut diulang sebanyak 5 kali sehingga terdapat 30 satuan percobaan. Variabel yang diamati adalah produktivitas jamur tiram putih (P. ostreatus) dengan parameter yang diukur meliputi bobotbasah tubuh buah, jumlah tubuh buah, dan diameter tudung buah. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) tingkat kepercayaan 95%, dilanjutkan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan berat badan buah terberat terdapat pada perlakuan P3 dengan rata-rata 303,4 gram, jumlah tubuh buah terbanyak pada perlakuan P3 dengan rata-rata 10,6 buah, dan diameter tudung buah terbesar pada perlakuan P4 dengan rata-rata 9,27 cm. | White oyster mushroom (Pleurotus ostreatus) is one type of food mushroom that is in great demand by the public. The main raw material used for making the growing medium is wood sawdust, but due to the limited availability of wood sawdust, it requires other alternative materials, one which is rice straw. The purpose of this study was to determine the effect of the addition of rice straw and the best percentage of rice straw addition to the composition of the growing medium for white oyster mushroom productivity. This research was conduvted experimentally using a comletely randomized design (CRD). The treatment used in this study was the type of planting medium with different compositions od wood sawdust and rice straw, namely P1 (100% wood sawdust), P2 (80% wood sawdust + 20% rice straw), P3 (60% wood sawdust + 40% rice straw), P5 (20% wood sawdust + 80% rice straw), and P6 (100% rice straw). The treatment was repeated 5 times so there were 30 experimental units. The obeserved variable was the productivity of white oyster mushroom (P. ostreatus) with the measured parameters including wet weight of fruiting body, number of fruiting body, and diameter of fruiting hood. The data obtained were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) at 95% confidence level, followed by Least Significance Difference Test (LSD) ar 5% error level. The results showed that the heaviest fruit body weight was found in P3 treatment with an average of 303,4 grams, the highest number of fruit bodies in P3 treatment with an average of 10,6 fruits, and the largest fruit hood diameter in P4 treatment with an average of 9,27 cm. | |
| 38634 | 41244 | A1A016010 | KAJIAN POTENSI WILAYAH BERBASIS KOMODITAS TANAMAN BUAH DALAM UPAYA PENGEMBANGAN WILAYAH KABUPATEN PEMALANG | Pemalang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki potensi tanaman buah yang cukup besar. Optimalisasi potensi tanaman buah untuk mendukung perkembangan wilayah dapat dilakukan dengan cara mengembangkan subsektor tanaman buah yang spesifik di masing-masing kecamatan di Kabupaten Pemalang. Analisis data yang digunakan yaitu Analisis Location Quotient, Shift Share Analysis, dan Analisis Tipologi Klassen. Hasil penelitian menunjukan bahwa di Kabupaten Pemalang terdapat 8 komoditas tanaman buah basis. Komoditas tanaman buah basis yang dibudidayakan paling banyak di berbagai kecamatan yaitu pepaya. Komoditas yang memiliki pertumbuhan cepat meliputi alpukat, rambutan, jeruk, durian dan pisang. Komoditas yang memiliki daya saing baik meliputi alpukat, mangga, rambutan, jeruk, durian, pepaya, pisang dan nanas. Komoditas yang perlu dijadikan pertimbangan untuk dikembangkan di Kabupaten Pemalang antara lain: alpukat, rambutan, durian, jeruk, pepaya, pisang dan mangga. Kata kunci: Tanaman buah, Komoditas basis, Location Quotient, Shift Share Analysis, Analisis Tipologi Klassen | ABSTRACT Pemalang is one of the districts in Central Java Province that has considerable fruit crop potential. Optimizing the potential of fruit crops to support regional development can be done by developing specific fruit crop subsectors in each sub-district in Pemalang Regency. Data analysis used is Location Quotient Analysis, Shift Share Analysis,and Klassen Typology Analysis.The results showed that in Pemalang Regency there are 8 basic fruit crop commodities. The most widely cultivated base fruit crop commodity in various sub-districts is papaya. Commodities that have fast growth include avocado, rambutan, orange, durian and banana. Commodities with good competitiveness include avocado, mango, rambutan, orange, durian, papaya, banana and pineapple. Commodities that need to be considered for development in Pemalang Regency include: avocado, rambutan, durian, orange, papaya, banana and mango. Keywords: Fruit crops, Base commodities, Location Quotient, Shift Share Analysis, Klassen Typology Analysis | |
| 38635 | 44735 | C1G020015 | Anaysis Labor Productivity in Indonesia | Produktivitas tenaga kerja di suatu daerah dihitung dari output dibagi dengan jumlah tenaga kerja di daerah tersebut. Nilai output yang digunakan adalah nilai produk domestik regional bruto (PDRB). Pengukuran produktivitas tenaga kerja dilakukan untuk mengetahui kondisi dan kemampuan suatu daerah dalam mencapai tujuannya berdasarkan kemampuan sumber daya manusianya. Apabila produktivitas tenaga kerja masih tergolong rendah, maka kompetensi atau pelatihan pekerja harus ditingkatkan, sedangkan apabila produktivitas tenaga kerja dinilai tinggi, maka tetap perlu dilakukan pemeliharaan agar produktivitas tercapai dan tidak menurun. Namun tingkat produktivitas tenaga kerja di Indonesia saat ini masih di bawah rata-rata Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas tenaga kerja di Indonesia. Objek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah data produktivitas tenaga kerja 8 tahun, rata-rata lama sekolah, upah minimum provinsi, angka harapan hidup dan IP-TIK pada 22 provinsi di Indonesia. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder sehingga pengumpulan datanya dilakukan dengan menggunakan media perantara atau diolah dan dicatat oleh orang lain. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan bantuan aplikasi E-views. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Rata-rata lama sekolah berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja, 2) IP-TIK berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja, 3) Upah minimum provinsi tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja, 4) Angka harapan hidup tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja. Implikasi penelitian ini bagi pemerintah adalah pemerintah Indonesia perlu terus meningkatkan kualitas produktivitas tenaga kerja berdasarkan faktor-faktor yang diteliti, seperti di bidang pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, kualitas tenaga kerja dan teknologi, sehingga diharapkan tingkat produktivitas tenaga kerja dapat terus meningkat. | Labor productivity in an area is calculated from output divided by the number of workers in that area. The output value used is the value of gross domestic regional product (GDRP). Labor productivity measurements are carried out to determine the condition and ability of a region to achieve its goals based on the capabilities of its human resources. If labor productivity are still relatively low, workers competency or training must be increased. The purpose of this research are to examine the factors that might affected labor productivity in Indonesia. The research objects are 8 years data of labor productivity, mean years of schooling, provincial minimum wage, life expectancy and ICT development index on 22 provinces in Indonesia. The type of data that was used in this research are secondary data so that data collection is carried out using intermediary media or processed and recorded by other people. The analysis method used is panel data regression using E-views. The research results show that: 1) Mean years of schooling has a significant effect on labor productivity, 2) IDI has a significant effect on labor productivity, 3) Provincial minimum wage, 4) Life expectancy has no significant effect on labor productivity. The implications of this research for the government are Indonesian government needs to continue to improve the quality of labor productivity based on the factors studied, such as in the fields of education, health and welfare, workforce quality and technology, so it is hoped that labor productivity can increased. | |
| 38636 | 41245 | A1D019206 | PENGARUH APLIKASI GIBERELIN (GA3) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN NILAI ESTETIKA TIGA VARIETAS CABAI HIAS | Permintaan tanaman hias berkembang seiring dengan meningkatnya kesadaran manusia akan lingkungan hidup yang indah dan nyaman. Tanaman cabai yang ditanam sebagai tanaman hias harus memenuhi persyaratan yang menambah estetika, salah satu upayanya adalah dengan pemberian zat pengatur tumbuh tanaman (ZPT) Giberelin yang dapat menstimulasi pembungaan dan pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi GA3 terhadap pertumbuhan tiga varietas cabai hias, mengetahui perbedaan respon berbagai varietas terhadap penambahan GA3, dan mengetahui konsentrasi giberelin yang tepat untuk meningkatkan nilai estetika tiga varietas cabai hias dengan Uji Afektif. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) Faktorial 4 x 3 dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi Giberelin (0 ppm, 10 ppm, 20 ppm, dan 30 ppm). Faktor kedua adalah varietas cabai hias (Varietas Orange Chupetinho, Varietas Thai Pumpkin, dan Varietas Lemon Drop). Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dilanjutkan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi giberelin signifikan menurunkan kandungan klorofil daun dibandingkan kontrol. Varietas Thai Pumpkin memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, lebar tajuk, jumlah buah terbentuk, diameter buah, bobot buah, dan produktivitas. Varietas Orange Chupetinho memberikan hasil terbaik pada umur berbunga, jumlah bunga rontok, jumlah buah terbentuk, dan fruit set. Varietas Lemon Drop hanya memberikan hasil terbaik pada jumlah daun. Hasil uji afektif yaitu tanaman cabai hias varietas Orange Chupetinho dan varietas Thai Pumpkin memiliki nilai estetika terbaik pada perlakuan kontrol, sementara varietas Lemon Drop memiliki nilai estetika terbaik pada penambahan giberelin 20 ppm. | The demand for ornamental plants is growing along with the increasing human awareness of a beautiful and comfortable living environment. Pepper plants grown as ornamental plants must meet requirements that add to the aesthetics, one of the efforts is the provision of plant growth regulators (PGR) Gibberellin which can stimulate flowering and growth. This study aims to determine the effect of various concentrations of GA3 on the growth of three varieties of ornamental peppers, to determine differences in the response of various varieties to the addition of GA3, and to determine the right concentration of gibberellin to increase the aesthetic value of three varieties of ornamental peppers with the affective test. The research used a 4 x 3 Factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) with 3 replications. The first factor is Gibberellin concentration (0 ppm, 10 ppm, 20 ppm, and 30 ppm). The second factor is ornamental pepper varieties (Orange Chupetinho Variety, Thai Pumpkin Variety, and Lemon Drop Variety). Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at an error level of 5%. The results showed that gibberellin application significantly reduced leaf chlorophyll content compared to the control. Thai Pumpkin variety gave the best results in plant height, number of leaves, leaf area, canopy width, number of fruits formed, fruit diameter, fruit weight, and productivity. Orange Chupetinho variety gave the best results in flowering age, number of drop flowers, number of fruits formed, and fruit set. Lemon Drop variety only gives the best results on the number of leaves. The affective test results are ornamental pepper plants of Orange Chupetinho and Thai Pumpkin varieties have the best aesthetic value in the control treatment, while the Lemon Drop variety has the best aesthetic value in the addition of 20 ppm gibberellin. | |
| 38637 | 41246 | K1A019062 | Perancangan Biosensor Glukosa menggunakan Kitosan dan Nanopartikel NiFe2O4 terdopan Logam Sr (Sr/NiFe2O4) | Cryogel kitosan sering digunakan dalam aplikasi biosensor sebagai bahan pendukung amobilisasi enzim. Kitosan memiliki biokampabilitas yang baik untuk enzim, namun polimer ini bersifat non konduktif sehingga untuk biosensor elektrokimia perlu dimodifikasi, misalnya menggunakan nanopartikel untuk meningkatkan konduktivitas elektroda. Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi elektroda karbon cetak layar menggunakan cryogel kitosan dengan nanopartikel NiFe2O4 terdopan logam Sr untuk biosensor glukosa. Penelitian dilakukan menggunakan teknik voltametri siklik. Metode penelitian meliputi sintesis nanopartikel Sr/NiFe2O4, pembuatan cryogel kitosan, optimalisasi elektroda termodifikasi, pengujian elektroda termodifikasi menggunakan enzim GOD sebagai biosensor glukosa yang selanjutnya dilakukan uji linieritas, batas deteksi, dan batas kuantitasi. Hasil penelitian menunjukkan morfologi Sr/NiFe2O4 yang dihasilkan adalah bentuk spherical. Optimalisasi elektroda kerja termodifikasi yaitu penambahan 0,02 gram Sr/NiFe2O4 dalam 1 mL cryogel kitosan, larutan bufer fosfat konsentrasi 125 mM dengan pH 7,5, dan laju imbasan sebesar 0,5 V/s. Elektroda termodifikasi cryogel kitosan-Sr/NiFe2O4 nanopartikel menghasilkan nilai arus lebih tinggi dibandingkan dengan elektroda cryogel kitosan dan elektroda tanpa modifikasi. Data linieritas uji biosensor glukosa diperoleh persamaan regresi, yaitu y = 0,1862x + 62,984 dengan nilai r sebesar 0,9993. Nilai batas deteksi (LOD) sebesar 1,968 mM dan batas kuantitasi (LOQ) sebesar 6,561 mM. Berdasarkan data tersebut, elektroda termodifikasi cryogel kitosan-Sr/NiFe2O4 memiliki sensitivitas yang baik sebagai biosensor glukosa. | Chitosan cryogel is often used in biosensor applications as a supporting material for enzyme immobilization. Chitosan has good biocompatibility for enzymes, but this polymer is non-conductive so that electrochemical biosensors need to be modified by using nanoparticles to increase electrode conductivity. This study aims to modify screen printed electrodes using chitosan cryogel with nanoparticles NiFe2O4 doped Sr metal for glucose biosensors. The research using cyclic voltammetry technique. Research methods included synthesis of Sr/NiFe2O4 nanoparticles, synthesis of chitosan cryogel, optimization of modified electrodes, testing of modified electrodes using GOD enzymes as glucose biosensors which were then tested for linearity, limit of detection, and limit of quantification. The results showed that the morphology of Sr/NiFe2O4 is spherical. Optimization of the modified working electrode was the addition of 0.02 gram Sr/NiFe2O4 in 1 mL chitosan cryogel, phosphate buffer solution 125 mM pH 7,5, and scan rate 0.5 V/s. The cryogel chitosan-Sr/NiFe2O4 produced a higher current value compared to the chitosan cryogel electrode and the electrode without modification. Llinearity of the glucose biosensor test obtained the regression equation, y = 0.1862x + 62.984, r value are 0.9993. The limit of detection (LOD) value are 1,968 mM and limit of quantification (LOQ) are 6,561 mM. Based on those data, the modified electrode cryogel chitosan-Sr/NiFe2O4 has good sensitivity as a glucose biosensor. | |
| 38638 | 45167 | D1A020061 | PENDUGAAN BOBOT BADAN BERDASARKAN PANJANG BADAN DAN TINGGI PUNDAK DOMBA DORPER PERSILANGAN DENGAN METODE REGRESI LINIER BERGANDA | Pendugaan Bobot Badan Berdasarkan Panjang Badan dan Tinggi Pundak Domba Dorper Persilangan dengan Metode Regresi Linier Berganda. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan ukuran linier tubuh dan bobot domba Dorper persilangan dengan persamaan regresi linier berganda berdasarkan panjang badan dan tinggi pundak. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 2023-12 Januari 2024 bertempat di Gebas Farm, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Materi penelitian yang digunakan yaitu domba Dorper persilangan umur anakan (<1 tahun), pejantan dan betina (2-4 tahun). Metode penelitian yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif, analisis regresi linier, analisis korelasi, analisis determinasi, uji keakuratan dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan hasil jantan dewasa rata-rata bobot badan 30,40 + 13,88 kg, panjang badan 59,06 + 9,46 cm, tinggi pundak 59,99 + 6,57 cm, betina dewasa memiliki rata-rata bobot badan 21,55 + 3,32 kg, panjang badan 52,38 + 2,93 cm, tinggi pundak 59,51 + 5,14 cm, jantan anakan memiliki rata-rata bobot badan 14,18 + 6,52 kg, panjang badan 45,49 + 8,25 cm, tinggi pundak 49,67 + 8,89 cm, ternak betina anakan memiliki rata-rata bobot badan 7,06 + 2,72 kg, panjang badan 35,36 + 3,96 cm, tinggi pundak 43,08 + 4,27 cm. Nilai koefisien korelasi dan koefisien determinasi sebesar 0,917 dan 84,1%. Persamaan regresi yang diperoleh yaitu -31,50 + 0,72X1 + 0,27X2 dengan Y = bobot badan, X1 = panjang badan, X2 = tinggi pundak dengan nilai persen deviasi absolut sebesar 19,22%. Panjang badan memberikan sumbangan sebesar 70% dan tinggi pundak sebesar 30%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa panjang badan dan tinggi pundak dapat digunakan untuk menduga bobot badan. | Estimation of Body Weight Based on Body Length and Shoulder Height of Crossed Dorper Sheep with Multiple Linear Regression Method. This study aims to compare the linear body size and weight of crossbred Dorper sheep with multiple linear regression equations based on body length and shoulder height. The research was conducted on December 12, 2023-January 12, 2024 at Gebas Farm, Kedungbanteng District, Banyumas Regency. The research material used was Dorper sheep of puppy age (<1 year), males and females (2-4 years). The research method used was a purposive sampling technique. The research data were analyzed using descriptive analysis, linear regression analysis, correlation analysis, determination analysis, accuracy test and t test. The results showed that adult males had an average body weight of 30.40 + 13.88 kg, body length 59.06 + 9.46 cm, shoulder height 59.99 + 6.57 cm, adult females had an average body weight of 21.55 + 3.32 kg, body length 52.38 + 2.93 cm, shoulder height 59.51 + 5.14 cm, male pups had an average body weight of 14.18 + 6.52 kg, body length 45.49 + 8.25 cm, shoulder height 49.67 + 8.89 cm, female pups had an average body weight of 7.06 + 2.72 kg, body length 35.36 + 3.96 cm, shoulder height 43.08 + 4.27 cm. The correlation coefficient and coefficient of determination were 0.917 and 84,1%. The regression equation obtained is -31.50 + 0.72X1 + 0.27X2 with Y = body weight, X1= body length, X2 = shoulder height with a percent deviation value of 19.22%. Body length contributes 70% and shoulder height is 30%. Based on the results of the study, it can be concluded that body length and shoulder height can be used to predict body weight. | |
| 38639 | 45168 | B1A020009 | STRUKTUR KOMUNITAS SERANGGA PERMUKAAN TANAH PADA AREA TERINFESTASI SEMUT DI DESA LANGGONGSARI BANYUMAS JAWA TENGAH | Serangga permukaan tanah merupakan serangga yang sebagian atau seluruh hidupnya di dalam lapisan tanah bagian atas dan beraktivitas di permukaan tanah. Berbagai spesies serangga permukaan tanah dapat berinteraksi membentuk rantai makanan, yang dapat berperan sebagai herbivor, karnivor, dan detritivor. Salah satu serangga permukaan tanah adalah semut. Semut berpotensi menginfestasi kemudian mendominasi habitat sehingga dapat memengaruhi struktur komunitas serangga permukaan tanah suatu area. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keragaman, kelimpahan, dan komposisi fungsional serangga permukaan tanah pada area terinfestasi semut di Desa Langgongsari, Banyumas, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan metode survei, menggunakan teknik purposive sampling atas dasar kondisi lokasi semut yang menginfestasi yaitu lokasi berserasah dan tidak berserasah. Lokasi berserasah sebanyak 8 stasiun dan tidak berserasah sebanyak 7 stasiun, sehingga total area penelitian sebanyak 15 stasiun. Waktu penelitian dilakukan selama bulan Desember 2023 sampai dengan bulan Mei 2024. Variabel bebas penelitian ini adalah lokasi terinfestasi semut berserasah dan tidak berserasah, sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah keragaman, kelimpahan, dan komposisi serangga permukaaan tanah. Parameter utama penelitian ini adalah jumlah spesies dan jumlah individu serangga permukaan tanah, sedangkan parameter pendukung penelitian ini adalah suhu udara, suhu tanah, kelembaban udara, kelembaban tanah, dan pH tanah. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan aplikasi Microsoft Excel dan PAST4.05 meliputi indeks kekayaan spesies Margalef (Dmg), indeks keragaman Shannon-wiener (H’), indeks kemerataan (E), indeks dominansi Berger-Parker (d), kelimpahan relatif, dan indeks kesamaan Sorensen (IS). Selanjutnya, dianalisa secara deskriptif dalam bentuk tabel, diagram lingkaran, dan diagram batang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman serangga permukaan tanah pada area terinfestasi semut di Desa Langgongsari, Banyumas, Jawa Tengah terdiri dari 20 spesies serangga permukaan tanah, yaitu Periplaneta americana, Pycnoscelus surinamensis, Onthophagus sp.1, Onthophagus sp.2, Cicindela aurulenta, Cicindela discreta, Thinobius sp., Lepidocyrtus sp., Dicranocentrus sp., Harlomillsia sp., Drosophila melanogaster, Bactrocera dorsalis, Lucilia sericata, Nylanderia fulva, Odontoponera denticulata, Dolichoderus pustulatus, Paratrechina longicornis, Gryllus sp., Ceuthophilus sp., dan Paratettix cucullatus. Keragaman serangga permukaan tanah pada area terinfestasi semut di Desa Langgongsari, Banyumas, Jawa Tengah lebih tinggi pada area berserasah dibandingkan area tidak berserasah. Kelimpahan serangga permukaan tanah pada area berserasah dan tidak berserasah yang paling tinggi adalah N. fulva (1260 individu). Komposisi fungsional serangga permukaan tanah pada area terinfestasi semut di Desa Langgongsari, Banyumas, Jawa Tengah terdapat perbedaanantara area berserasah dan tidak berserasah. Perbedaan komposisi fungsional serangga permukaan tanah antara area berserasah dan tidak berserasah mencerminkan dampak struktur habitat, ketersediaan sumber daya (makanan), dan interaksi semut yang menginfestasi terhadap komunitas serangga permukaan tanah. | Soil surface insects are insects that live part or all of their lives in the topsoil and move on the soil surface. Various species of soil surface insects can interact to form food chains, which can act as herbivores, carnivores, and detritivores. One of the soil surface insects is ants. Ants have the potential to infest and then dominate habitats so that they can affect the structure of the soil insect community in an area. The purpose of this study was to determine the diversity, abundance, and functional composition of soil surface insects in ant-infested areas in Langgongsari Village, Banyumas, Central Java. The research was conducted with a survey method, using purposive sampling technique based on the condition of the infested ant locations, namely littered and non-littered locations. There were 8 stations in littered locations and 7 stations in non-littered locations, making the total research area 15 stations. The research was conducted from December 2023 to May 2024. The independent variables in this study were the locations infested with littered and nonlittered ants, while the dependent variables in this study were the diversity, abundance, and composition of soil surface insects. The main parameters of this study were the number of species and the number of individuals of soil surface insects, while the supporting parameters of this study were air temperature, soil temperature, air humidity, soil moisture, and soil pH. The data obtained were analyzed using Microsoft Excel and PAST4.05 applications including Margalef species richness index (Dmg), Shannon-wiener diversity index (H'), evenness index (E), Berger-Parker dominance index (d), relative abundance, and Sorensen similarity index (IS). Furthermore, it was analyzed descriptively in the form of tables, pie charts, and bar charts.The results showed that the diversity of soil surface insects in ant-infested areas in Langgongsari Village, Banyumas, Central Java consisted of 20 species of soil surface insects, namely Periplaneta americana, Pycnoscelus surinamensis, Onthophagus sp.1, Onthophagus sp.2, Cicindela aurulenta, Cicindela discreta, Thinobius sp., Lepidocyrtus sp., Dicranocentrussp., Harlomillsia sp., Drosophila melanogaster, Bactrocera dorsalis, Lucilia sericata, Nylanderia fulva, Odontoponera denticulata, Dolichoderus pustulatus, Paratrechina longicornis, Gryllus sp., Ceuthophilus sp., and Paratettix cucullatus. The diversity of soil surface insects in ant-infested areas in Langgongsari Village, Banyumas, Central Java was higher in littered areas than in non-littered areas. The highest abundance of soil surface insects in littered and non-littered areas was N. fulva (1260 individuals). The functional composition of soil surface insects in ant-infested areas in Langgongsari Village, Banyumas, Central Java was different between littered and non-littered areas. Differences in the functional composition of soil surface insects between littered and non-littered areas reflect the impact of habitat structure, resource availability (food), and the interaction of infesting ants on the soil surface insect community. | |
| 38640 | 41248 | A1F019041 | IDENTIFIKASI PROFIL KONSUMEN PRODUK PULPY CARICA | Carica adalah salah satu komoditas buah lokal unggulan khas Dataran Tinggi Dieng yang berpotensi untuk dimanfaatkan. Pulpy carica adalah salah satu produk hasil pengembangan oleh P3T LPPM Universitas Jenderal Soedirman yang telah diproduksi dengan skala UMKM oleh KUB Berkah Mandiri sejak 2018. Namun, sampai saat ini distribusi dan pemasaran pulpy carica belum terarah dengan baik akibat ketidakjelasan target pasar yang dituju. Perlu dilakukan identifikasi profil konsumen agar memudahkan perusahaan merencanakan strategi pemasaran. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil konsumen pulpy carica. Tahap penelitian terdiri dari penyusunan kuesioner, penyebaran kuesioner, dan identifikasi profil konsumen. Jumlah minimal sampel mengacu pada unknown population dan digunakan sampel sebanyak 100 responden. Hasil identifikasi profil konsumen menunjukkan konsumen pulpy carica didominasi oleh laki-laki, rentang usia 17-26 tahun, tingkat pendidikan terakhir SMA atau sederajat, berstatus pelajar atau mahasiswa, pendapatan 1-5 juta rupiah per bulan, frekuesnsi konsumsi 2 kali dalam 3 bulan terakhir, berasal dari Jawa Tengah, dan sebagian besar berminat melakukan pembelian ulang. | Carica is a superior local fruit commodity typical of the Dieng Plateau which has the potential to be utilized. Pulpy carica is one of the products developed by P3T LPPM Jenderal Soedirman University which has been produced on an UMKM scale by KUB Berkah Mandiri since 2018. However, until now the distribution and marketing of pulpy carica has not been well directed due to the unclear target market. It is necessary to identify consumer profiles to make it easier for companies to plan marketing strategies. Based on this, this research was conducted to determine the profile of consumers of pulpy carica. The research phase consisted of preparing questionnaires, distributing questionnaires, and identifying consumer profiles. The minimum number of samples refers to the unknown population and a sample of 100 respondents is used. The results of identification of consumer profiles show that consumers of pulpy carica are dominated by men, age range 17-26 years, last education level is high school or equivalent, student status, income 1-5 million rupiah per month, consumption frequency 2 times in the last 3 months , originally from Central Java, and most of them are interested in repurchasing. |