Artikelilmiahs

Menampilkan 32.761-32.780 dari 50.009 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3276135961I1D018032EFEK YOGURT KECAMBAH KACANG TOLO (Vigna unguiculata) TERHADAP PERUBAHAN KADAR GULA DARAH DAN LINGKAR PERUT PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE IIABSTRAK
EFEK YOGURT KECAMBAH KACANG TOLO (Vigna unguiculata) TERHADAP PERUBAHAN KADAR GULA DARAH DAN LINGKAR PERUT PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II
Intan Anggita Dewi1, Hery Winarsi2, Farida3

Latar Belakang: Obesitas sentral memicu inflamasi yang dapat berujung pada kondisi diabetes melitus tipe 2 (DMT-2), DMT-2 ditandai oleh tingginya kadar gula darah (hiperglikemia). Tingginya kadar gula darah dapat menyebabkan berbagai penyakit komplikasi. Produk pangan kaya antioksidan seperti yogurt kecambah kacang tolo (yocamcalo) diharapkan dapat mencegah komplikasi terkait diabetes melitus dengan cara menurunkan kadar gula darah puasa dan lingkar perut.

Metodologi: Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan pretest-posttest control group design. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2022 di Laboratorium Pengolahan Pangan dan Kuliner Ilmu Gizi UNSOED, Desa Purwosari, dan Laboratorium Klinik Medico Labora Purwanegara. Responden berjumlah 18 orang dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan (yocamcalo) dan kelompok kontrol (plasebo). Subjek Penelitian diperiksa kadar gula darah puasa dan diukur lingkar perut sebelum dan setelah intervensi. Data karakteristik subjek penelitian dianalis menggunakan uji independent sample t-test dan mann whitney, penurunan kadar gula darah puasa dan lingkar perut dianalisis menggunakan uji wilcoxon dan uji paired sample t-test.

Hasil Penelitian: Setelah dua bulan pemberian yocamcalo 200 ml/hari, terjadi penurunan rata-rata kadar gula darah puasa secara signifikan dari 259,33 mg/dl menjadi 231,78 mg/dl (p=0,013) dan penurunan rata-rata lingkar perut secara signifikan dari 95,00 cm menjadi 91,67 cm (p=0,008).

Kesimpulan: Pemberian yocamcalo 200ml/hari selama 2 bulan terbukti mampu menurunkan kadar gula darah puasa dan lingkar perut pada penderita diabetes melitus tipe 2.

Kata Kunci: Yocamcalo, Gula Darah Puasa, Lingkar Perut, Penderita Diabetes Melitus Tipe 2.

1Mahasiswa Jurusan Ilmu Gizi FIKes Universitas Jenderal Soedirman
2Departemen Jurusan Ilmu Gizi FIKes Universitas Jenderal Soedirman
ABSTRACT

THE EFFECT OF TOLO BEAN SPROUTS YOGURT (Vigna unguiculata) ON CHANGES IN BLOOD GLUCOSE LEVELS AND ABDOMINAL CIRCUMFERENCE OF TYPE II DIABETES MELLITUS PATIENTS
Intan Anggita Dewi1, Hery Winarsi2, Farida3

Background: Central obesity triggers inflammation that can lead to type 2 diabetes mellitus (DMT-2), DMT-2 is characterized by high blood glucose levels (hyperglycemia). High blood glucose levels can cause various complications. Antioxidant-rich food products such as tolo bean sprouts yogurt (yocamcalo) are expected to prevent complications related to diabetes mellitus by reducing fasting blood glucose levels and abdominal circumference.

Methodology: This experimental study used pretest-posttest control group design. The research was carried out in February-March 2022 at the Food and Culinary Processing Laboratory Department of Nutritional Science Unsoed, Purwosari Village, and Medico Labora Purwanegara Clinical Laboratory. The 18 respondents were divided into treatment group (yocamcalo) and control group (plasebo). Research subject were examined fasting blood glucose levels and measured abdominal circumference before and after the intervention. Research subject characteristic data were analyzed using independent sample t-test and mann whitney, a decrease of fasting blood glucose and abdominal circumference were analyzed using wilcoxon test and paired sample t-test.

Results: After 2 months of giving yocamcalo 200ml/day, there was a significant decrease of fasting blood glucose levels from 259,33 mg/dl to 231,78 mg/dl (p=0,013) and a significant decrease of abdominal circumference from 95,00 cm to 91,67 cm (p=0,008).

Conclusion: Giving yocamcalo 200ml/day for 2 months has been shown to reduce fasting blood glucose levels and abdominal circumference of type II diabetes mellitus patients.

Keywords: Yocamcalo, Fasting Blood Glucose, Abdominal Circumference, Type 2 Diabetes Mellitus

1Student of Nutritional Science, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University
2Departement of Nutritional Science, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University
3276235971I1D018048PENGARUH PEMBERIAN YOGURT KECAMBAH KACANG TOLO (Vigna unguiculata) TERHADAP KADAR C-REACTIVE PROTEIN (CRP) PLASMA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE IIABSTRAK
PENGARUH PEMBERIAN YOGURT KECAMBAH KACANG TOLO (Vigna unguiculata) TERHADAP KADAR C-REACTIVE PROTEIN (CRP) PLASMA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II

Indah Amalia Safira¹, Hery Winarsi², Afina Rachma Sulistyaning ³
Latar Belakang: Hiperglikemia pada diabetes melitus Tipe II (DMT-II) menimbulkan peningkatan produksi Reactive Oxygen Species (ROS). Ketidakseimbangan antara peningkatan ROS dengan ketersediaan antioksidan dapat menimbulkan kondisi stres oksidatif, kerusakan jaringan, dan penurunan imunitas tubuh. Sistem imun yang rendah menyebabkan penderita DMT-II rentan terkena infeksi dan menyebabkan inflamasi. Produk pangan kaya antioksidan seperti yogurt kecambah kacang tolo (yocamcalo) diharapkan mampu memperbaiki status imun penderita DMT-II dengan menurunkan kadar CRP plasma.
Metodologi: Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan Randomized Controlled Trial (RCT) single blind. Penelitian dilaksanakan pada Februari-Maret 2022 di Laboratorium Pengolahan Pangan dan Kuliner Ilmu Gizi Unsoed dan Desa Purwosari Purwokerto. Responden berjumlah 18 orang dibagi menjadi kelompok perlakuan (yocamcalo) dan kelompok kontrol (plasebo). Diukur kadar CRP plasma sebelum dan setelah intervensi. Data karakteristik responden dianalisis menggunakan uji independent sampe t-test dan mann whitney, penurunan kadar CRP plasma dianalisis menggunakan uji wilcoxon dan uji paired sampe t-test.
Hasil Penelitian: Setelah dua bulan pemberian yocamcalo 200 mL/hari, terjadi penurunan rata-rata kadar CRP plasma dari 44,79mg/L menjadi 27,09 mg/L (p=0,008)
Kesimpulan: Pemberian yocamcalo 200 mL/hari selama 2 bulan terbukti mampu menurunkan kadar CRP plasma pada penderita Diabestes Melitus Tipe II.


Kata Kunci: Yocamcalo, kadar CRP, Diabetes melitus tipe II

1Mahasiswa Jurusan Ilmu Gizi FIKes Universitas Jenderal Soedirman
2Dosen Jurusan Ilmu Gizi FIKes Universitas Jenderal Soedirman
ABSTRACT
THE EFFECT OF GIVING TOLO BEAN (Vigna unguiculata) YOGURT TOWARDS C-REACTIVE PROTEIN (CRP) LEVELS OF TYPE II DIABETES MELLITUS PATIENTS
Indah Amalia Safira¹, Hery Winarsi², Afina Rachma Sulistyaning ³
Background: Hyperglycemia in Type II diabetes mellitus (DMT-II) causes an increase in the production of Reactive Oxygen Species (ROS). The imbalance between the increase in ROS and the availability of antioxidants can lead to conditions of oxidative stress, tissue damage, and decreased immunity. A low immune system causes DMT-II sufferers to be susceptible to infection and cause inflammation. Antioxidant-rich food products such as tolo bean sprout yogurt (yocamcalo) are expected to improve the immune status of DMT-II patients by reducing plasma CRP levels.
Methodology: This experimental study used a single blind Randomized Controlled Trial (RCT). The research was carried out in February-March 2022 at the Laboratory of Food Processing and Culinary Nutrition Unsoed and Purwosari Village, Purwokerto. The 18 respondents were divided into the treatment group (yocamcalo) and the control group (placebo). Measured plasma CRP levels before and after the intervention. The respondent's characteristic data were analyzed using the independent sample t-test and Mann Whitney test, the decrease in plasma CRP levels was analyzed using the Wilcoxon test and the paired sample t-test.
Research Results: After two months of giving yocamcalo 200 mL/day, the average plasma CRP level decreased from 44.79 mg/L to 27.09 mg/L (p=0.008)
Conclusion: Giving yocamcalo 200 mL/day for 2 months has been shown to be able to reduce plasma CRP levels in patients with Type II Diabetes Mellitus.

Keywords: Yocamcalo, CRP level, Type II diabetes mellitus

1 Student of the Department of Nutrition, FIKes, Jenderal Soedirman University
2 Lecturer of the Department of Nutrition, FIKes, Jenderal Soedirman University





3276335962F1F018048Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Banyumas Kota Lama Serta Dampaknya Terhadap Lingkungan Pariwisata Berdasarkan Standar CHSE (Cleanness, Health, Security, Environmental Sustainability)Sektor pariwisata di Indonesia memiliki pengaruh yang besar terhadap ekonomi negara namun dalam kurun waktu belakangan ini pandemi Covid-19 menghambat perkembangan sektor pariwisata. Pemerintah Indonesia telah mengikuti panduan yang diciptakan oleh United Nations World Tourism Organization (UNWTO) mengenai pemulihan sektor pariwisata di era pandemi covid-19 dengan mengeluarkan standar CHSE yang berfokus pada kesehatan, kebersihan, keamanan, hingga keberlanjutan lingkungan, standar ini perlu diikuti oleh seluruh pelaku pariwisata yang ada di Indonesia.

Banyumas sebagai salah satu wilayah di Jawa Tengah yang memiliki banyak potensi dan destinasi pariwisata, hal ini juga mendorong Pemerintah Banyumas untuk menjadikan Kawasan Banyumas sebagai Kota Pusaka. Pemerintah Kecamatan Banyumas Kota Lama sedang dalam upaya untuk menggiatkan sektor pariwisata hal ini membuat sektor pariwisata Banyumas Kota Lama untuk perlu menerapkan standar CHSE dalam pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana dampak dari pembangunan Banyumas Kota Lama menuju Kota Pusaka yang dilakukan Pemerintah Kecamanatan Banyumas terhadap pelestarian lingkungan.
Tourism is one of the top contributor to Indonesia’s economy but in recent time the Covid-19 Pandemic has halt the tourism sector development. Indonesia’s Government has been following United Nations World Tourism Organization (UNWTO) guidelines for tourism sector recovery in pandemic era with the release of CHSE Standardisation which focuses on cleanness, health, security, and environmental sustainability. This standard must be obliged by
all tourism actors in Indonesia.
Banyumas which located in Central Java of Indonesia has a lot potentials and destinations in tourism sector, this drives the local government to promote the status of Banyumas into Heritage City. The local government is also engaging in effort to develop the tourism sector which means that all of the tourism sector in the area must follow the CHSE standard. This Research is conducted in order to observe the effect of the development of Banyumas into Heritage City to environmental sustainability.
3276437863J1B018037Tindak Tutur Ilokusi Pada Unggahan Akun Media Sosial TreasuremakerPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji tuturan yang mengandung tindak tutur ilokusi pada unggahan akun sosial media Treasuremaker, kemudian ditelaah mengenai ragam fungsi ilokusinya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik sadap /dokumentasi, teknik simak bebas libat cakap, dan teknik catat. Data berasal dari akun twitter @treasuremenfess, akun instagram @drama.treasure dan @treasurecamp__. Teknik analisis data menggunakan metode padan pragmatis dengan melalui tahapan teknik pilah unsur tertentu dan teknik lanjutan hubung banding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebuah tuturan ilokusi mengandung ragam fungsi dengan tujuan dan maksud tertentu, yang dapat dipahami melalui pengkajian secara seksama terkait makna dan konteks tuturannya.
Abstract
This study aims to examine utterances containing illocutionary speech acts on Treasuremaker’s social media Account uploads, then examine the various illocutionary functions. This research is a qualitative descriptive study. Data collection was carried out using tapping/documentation techniques, free-of-conversation listening techniques, and note-taking techniques. The data comes from the twitter account @treasuremenfess, instagram account @drama.treasure and @treasurecamp__. The data analysis technique uses a pragmatic equivalent method by going through the stages og the technique of sorting certain elements and advanced techniques of comparison. The results of the study indicate that an illocutionary utterance contains a variety of functions wit specific aims and purposes, which can be understood through careful study of the meaning and context of the utterance.
3276538068A1F018091OPTIMASI PROPORSI PURE BUAH CARICA DAN GELATIN SAPI PADA PEMBUATAN PERMEN JELI BUAHBuah carica adalah salah satu buah-buahan yang dapat ditemukan di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo. Buah carica memiliki rasa yang unik, aroma yang khas dan daging buah yang kenyal. Ciri dari buah carica yaitu mempunyai rasa masam, pahit dan getah yang dapat menyebabkan gatal, sehingga buah ini hanya enak dikonsumsi jika telah diolah terlebih dahulu. Salah satu contohnya yaitu dengan mengolahnya menjadi permen jeli. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menetapkan proporsi pure carica dan gelatin sapi untuk menghasilkan produk permen jeli carica yang mempunyai respon kekenyalan, kohesivitas, flavor carica, kelembutan, dan kesukaan maksimum, warna kuning in range, serta kelengketan minimum; (2) mengetahui karakteristik sifat sensori dari produk permen jeli dengan formula hasil rekomendasi program Design Expert; (3) membandingkan karakteristik sensori dan kimia antara produk permen jeli formula optimum dengan kontrol. Penelitian ini menggunakan metode RSM (Response Surface Methodology) dengan rancangan percobaan CCD (Central Composite Design) yang terdiri atas 2 faktor dan 2 blok sehingga didapatkan 14 kombinasi perlakuan. Data yang diperoleh dianalisis dengan software Design Expert V.10 dan SPSS IBM Statistics V. 25 menggunakan uji T 95%.
Hasil penelitian ini yaitu didapatkan formula optimum permen jeli buah carica dengan proporsi pure buah carica 28,85% dan gelatin sapi 12,75% dengan nilai desirability 0,75. Peningkatan proporsi pure buah carica menyebabkan peningkatan terhadap intensitas flavor carica dan warna kuning. Penambahan gelatin sapi memberikan peningkatan terhadap kekenyalan, kohesivitas, kelengketan dan tingkat kesukaan panelis. Hasil uji kimia terhadap permen jeli buah carica formula optimum dan kontrol adalah produk optimum memiliki memiliki kadar air, kadar abu, kadar protein, dan vitamin C lebih tinggi dibandingkan produk kontrol.
Carica is one of the fruits that can be found in the Dieng Plateau, Wonosobo Regency. Carica fruit has a unique taste, distinctive aroma, and chewy flesh. It has a sour, bitter, and gum taste which can cause itching, so this fruit is only good for consumption if it has been processed first. One example is by processing it into jelly candy. This study aims to: (1) determine the proportions of pure Carica and gelatine to produce Carica jelly candy products that have a response of elasticity, cohesiveness, Carica taste, softness, and maximum preference, yellow color in range, and minimum stickiness; (2) knowing the sensory characteristics of the jelly candy product with the formula recommended by the Design Expert program; (3) determination of the price of rubber between the optimum formula jelly candy product and the control. This study used the RSM (Response Surface Methodology) method with a CCD (Central Composite Design) experimental design consisting of 2 factors and 2 blocks to obtain 14 treatment combinations. The data obtained were analyzed using Design Expert software V.10 and SPSS IBM Statistics V.25 using a 95% T-test. The results of this study were the optimum Carica fruit jelly candy formula with the proportion of Carica fruit puree at 28.85% and gelatine at 12.75% with a desirability value of 0.75. Increasing the proportion of pure Carica fruit causes an increase in the intensity of Carica taste and yellow color. While the addition of gelatine gave an increase in the elasticity, cohesiveness, stickiness, and level of preference of the panelists. The results of chemical tests on Carica fruit jelly candy with optimum formula and control were the optimum product had higher moisture content, ash content, protein content, and vitamin C than the control product.
3276638159F1A017016GERAKAN ANTI-WUWUR DALAM PEMILIHAN KEPALA DESA SIKAYU KECAMATAN BUAYAN KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2019Selama ini politik uang sudah dianggap sebagai bagian dari setiap pemilihan pemimpin, mulai dari tingkat nasional hingga tingkat desa. Gerakan anti-wuwur (antipolitik uang) dalam pemilihan kepala desa merupakan pendidikan politik bagi masyarakat guna memutus mata rantai politik uang. Penelitian ini bertujuan menjelaskan strategi gerakan anti-wuwur yang dilakukan Perpag dalam pemilihan kepala desa (pilkades) di Desa Sikayu 2019 dan menjelaskan tahapan-tahapan gerakan anti-wuwur tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan teknik penentuan dilakukan dengan purposive sampling. Lokasi penelitian di Desa Sikayu, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen. Hasil penelitian ini menunjukkan, strategi advokasi yang dilakukan Perpag dalam pilkades di Desa Sikayu 2019 adalah dengan melakukan serangkaian sosialisasi dan penyadaran kepada masyarakat tentang bahaya wuwuran. Dalam kegiatan tersebut, Tim Perpag mengangkat dua isu, yakni isu pembangunan desa bersama masyarakat dan isu perjuangan Perpag dalam menjaga kelestarian air. Analisis tahapan gerakan anti-wuwur dalam Pilkades Sikayu menggunakan pemikiran Tarrow. Pertama, munculnya kekhawatiran di kalangan masyarakat jika kepala desa yang terpilih nantinya adalah kades yang lebih akomodatif terhadap pihak pabrik sehingga mengabaikan aspirasi masyarakat dan pembangunan desa. Kedua, kekhawatiran masyarakat semakin meluas, karena berkaca dari pengalaman selama ini, kades yang terpilih lebih merupakan kepanjangan tangan pabrik semen. Ketiga, kegelisahan masyarakat ditangkap oleh Perpag dengan mengusung ketuanya, Pak Samtilar, sebagai calon kepala desa. Perpag membentuk tim sukses untuk memenangkan Pak Samtilar dalam kompetisi pilkades. Keempat, tim pemenangan melakukan framing sedemikian rupa tentang bahaya wuwuran dalam pilkades, bahwa wuwur justru nantinya akan merugikan masyarakat sendiri, sekaligus mempromosikan Pak Samtilar sebagai calon kepala desa yang sesuai dengan aspirasi masyarakat. Hasilnya, warga mendukung kampanye anti-wuwur, bahkan mereka secara sukarela ikut membiaya pendaftaran dan kampanye Pak Samtilar dalam pilkades. Kelima, repertoir yang dilakukan, selain melakukan sosialisasi tentang bahaya wuwuran, Tim Perpag juga menggunakan pemuda desa sebagai agen untuk memata-matai pihak lawan, menjanjikan tanah bengkok sebagai kompensasi biaya kampanye dan untuk membantu masyarakat marjinal.


So far, money politics has been considered as part of every leader election, starting from the national level to the village level. The anti-wuwur (anti-money politics) movement in village head elections is political education for the community to break the chain of money politics. This study aims to explain the strategy of the anti-wuwur movement carried out by Perpag in the 2019 village head elections (pilkades) in Sikayu Village and explain the stages of the anti-wuwur movement. This research uses qualitative research methods and the determination technique is carried out using purposive sampling. The research location is in Sikayu Village, Buayan District, Kebumen Regency. The results of this study indicate that the advocacy strategy carried out by Perpag in the village election in Sikayu 2019 is to carry out a series of outreach and awareness to the community about the dangers of wuwuran. In this activity, the Perpag Team raised two issues, namely the issue of village development with the community and the issue of Perpag's struggle in preserving water. Analysis of the stages of the anti-wuwur movement in the Sikayu Pilkades uses Tarrow's thinking. First, the emergence of concern among the community if the village head who is elected will be a village head who is more accommodating to the factory so that he ignores the aspirations of the community and village development. Second, the community's concerns are increasingly widespread, because reflecting from experience so far, the elected village head is more of an extension of the cement factory. Third, the people's anxiety was caught by Perpag by nominating its chairman, Pak Samtilar, as a candidate for village head. Perpag formed a successful team to win Pak Samtilar in the pilkades competition. Fourth, the winning team framed the dangers of wuwur in the pilkades in such a way, that wuwur would actually harm the community itself, as well as promoting Pak Samtilar as a candidate for village head according to the aspirations of the community. As a result, the residents supported the anti-wuwur campaign, and they even voluntarily paid for Pak Samtilar's registration and campaign in the village election. Fifth, the repertoire that was carried out, in addition to conducting socialization about the dangers of wuwuran, the Perpag Team also used village youths as agents to spy on opposing parties, promising bengkok land as compensation for campaign costs and to help marginal communities.
3276735963F1F018017Analasis Ancaman Epidemi Virus Ebola terhadap Keamanan Kesehatan (Health Security) Negara Republik Demokratik Kongo Tahun 2018-2020Penelitian yang berjudul “Analisis Ancaman Epidemi Virus Ebola terhadap Keamanan Kesehatan (Health Security) Negara Republik Demokratik Kongo Tahun 2018-2020” dianalisis menggunakan konsep Keamanan Kesehatan (Health Security) sebagai salah satu dimensi dalam Human Security. Fokus penelitian ini yaitu menganalisis bagaimana wabah virus Ebola di Republik Demokratik Kongo (RDK) menimbulkan ancaman terhadap Keamanan Kesehatan dilihat dari konteks Keamanan Manusia (Human Security). Berdasarkan data dan analisis yang dilakukan, konsep Health Security melihat bahwa wabah virus Ebola yang terjadi di Republik Demokratik Kongo di tahun 2018 menimbulkan ancaman keamanan kesehatan individu dan ancaman keamanan kesehatan global. Tingginya risiko penularan virus terhadap individu dan semakin meluasnya zona merah di RDK membuat status risiko penularan sangat tiinggi di tingkat nasional dan regional meskipun masih tergolong rendah di tingkat global. Konsep Health Security dalam keamanan manusia yang merujuk pada International Health Regulation bahwa Health Security ada untuk meningkatkan sistem kesehatan dasar pada individu dari fenomena tidak biasa agar keamanan kesehatan menjadi lebih baik di masa depan.The research entitled " Analysis of the Threat of the Ebola Virus Epidemic to the Health Security of the Democratic Republic of the Congo in 2018-2020" was analyzed using the concept of Health Security as one of the dimensions in Human Security. The focus of this study is to analyze how the Ebola virus outbreak in the Democratic Republic of Congo (DRC) poses a threat to Health Security in terms of Human Security. Based on the data and analysis conducted, the Health Security concept sees that the Ebola virus outbreak that occurred in the Democratic Republic of the Congo in 2018 poses a threat to individual health security and a threat to global health security. The high risk of transmitting the virus to individuals and the increasingly widespread red zone in the DRC have made the transmission risk status very high at the national and regional levels, although it is still relatively low at the global level. The concept of Health Security in Human Security refers to the International Health Regulation that Health Security exists to improve the basic health system for individuals from unusual phenomena so that Health Security will be better in the future.
3276835964F1A018016Strategi Pengusaha Wajit Perempuan di Masa Covid-19 sebagai Pencapaian
Sustainable Development Goals (SDGs) di Kampung Pangapekan Kabupaten
Tasikmalaya
Penelitian ini bertujuan mengetahui latar belakang perempuan membuka usaha wajit serta
strategi pengusaha wajit perempuan di masa Covid-19 sebagai pencapaian Sustainable
Development Goals (SDGs) Tanpa Kemiskinan di Kampung Pangapekan Kabupaten
Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sasaran penelitian adalah para
perempuan pemilik usaha wajit yang buka sejak awal tahun 2020 atau pada awal pandemi
Covid-19, teknik penentuan dilakukan dengan purposive sampling. Sumber data yang
digunakan berupa sumber data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data
dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi, kemudian
sasaran validasinya adalah kepala keluarga yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja
(PHK), karyawan wajit Kampung Pangapekan, serta Pemerintah Desa setempat. Data yang
terkumpul dianalisis menggunakan model interaktif. Perempuan Ibu rumah tangga asal
Kampung Pangapekan yaitu Ibu Kenah, Ibu Mira, Ibu Halimah, dan Ibu Imas menerapkan
strategi penghidupan dengan cara membuka UMKM wajit sampai merekrut warga setempat
berjumlah 268 jiwa dari total penduduk 393 jiwa angkatan kerja masyarakat Kampung
Pangapekan. keempat UMKM wajit milik perempuan tersebut, secara tidak langsung dapat
menyumbangkan sebagian kecil untuk tercapainya program Sustainable Development Goals
(SDGs) Tanpa Kemiskinan khususnya di Kampung Pangapekan Kabupaten Tasikmalaya.
This study aims to find out the background of women opening a wajit business and the
strategy of female mandatory entrepreneurs during the Covid-19 period as the achievement
of the Sustainable Development Goals (SDGs) Without Poverty in Pangapekan Village,
Tasikmalaya Regency. This study uses a qualitative method. The research targets are
women who own mandatory businesses that have been open since the beginning of 2020
or at the beginning of the Covid-19 pandemic, the determination technique is carried out by
purposive sampling. Sources of data used in the form of primary data sources and secondary
data. The data collection technique was carried out by means of in-depth interviews,
observation and documentation, then the validation targets were the heads of families
affected by termination of employment (PHK), mandatory employees of Pangapekan
Village, and the local village government. The collected data were analyzed using an
interactive model. Female housewives from Pangapekan Village, namely Ms. Kenah, Ms.
Mira, Ms. Halimah, and Ms. Imas, implemented a livelihood strategy by opening MSMEs to recruit 268 local residents out of a total population of 393 people in the Pangapekan Village
community workforce. the four mandatory MSMEs owned by women, can indirectly donate
a small part for the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) Without
Poverty program, especially in Pangapekan Village, Tasikmalaya Regency.
3276935965I1D017053Analisis Nilai Gizi Produk Formula Enteral Berbasis Bahan Pangan Lokal sebagai Potensi Terapi Gizi BurukLatar Belakang: Penanganan gizi buruk dapat dilakukan salah satunya dengan pemberian formula enteral. Ubi jalar ungu, ikan lele, tempe kedelai dan labu kuning memiliki kandungan gizi yang berpotensi dapat digunakan sebagai terapi gizi buruk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis zat gizi makro dan β-karoten yang terkandung pada formula enteral berbasis ubi jalar ungu, ikan lele, tempe kedelai dan labu kuning untuk terapi gizi buruk.
Metodologi: Penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan empat formula yaitu L1, L2, L3 dan L4 dengan perbandingan tepung ikan lele dan tepung tempe kedelai secara berurutan 19 : 31, 21 : 29, 23 : 27, 25 : 25. Analisis statistik dilakukan dengan uji Oneway Anova serta uji lanjutan menggunakan uji Duncan.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan dalam 100g formula L1 mengandung 73,09% karbohidrat, 8,89% protein dan 18,03% lemak dari total energi serta 7,62 mg β-karoten. 100g formula L2 mengandung 74,27% karbohidrat, 9,46% protein dan 16,27% lemak dari total energi serta 7,40mg β-karoten. 100g formula L3 mengandung 74,29% karbohidrat, 9,78% protein dan 15,93% lemak dari total energi serta 10,15 mg β-karoten. 100g formula L4 mengandung 73,62% karbohidrat, 10,21% protein dan 16,17% lemak dari total energi serta 9,08 mg β-karoten. Hasil formula terpilih yaitu formula L4.
Kesimpulan: Rata-rata nilai gizi pada produk formula enteral terpilih yaitu 399,60 kkal/100g energi, 10,21% protein, 16,17% lemak dan 9,08 mg/100g β-karoten.
Background: One of the procedure to handle malnutrition is by gived enteral formulas. Purple sweet potato, catfish, soybean tempe and yellow pumpkin have nutrient content that could be the potential to be used as a therapy for malnutrition. This study aims to analyze macro nutrients and β-carotene contained in the enteral formulas based on purple sweet potato, catfish, soybean tempe and yellow pumpkin for malnutrition therapy.
Method: This study used a completely randomized design (CRD) used four formulas, there are L1, L2, L3 and L4 with the proportion catfish and soybean tempe sequentially 19 : 31, 21 : 29, 23 : 27, 25 : 25. Statistic analysis used OneWay Anova and advanced test used Duncan.
Result: The result showed that in the 100g formula L1 contains 73,09% carbohydrates, 8,89% protein and 18,03% fat of total energy and 7,62 mg β-carotene. The 100g formula L2 contains 74,27% carbohydrates, 9,46% protein and 16,27% fat of total energy and 7,40 mg β-carotene. The 100g formula L3 contains 74,29% carbohydrates, 9,78% protein and 15,93% fat of total energy and 10,15 mg β-carotene. The 100g formula L4 contains 73,62% carbohydrates, 10,21% protein and 16,17% fat of total energy and 9,08 mg β-carotene. The result of the selected formula is formula L4.
Conclusion: The average nutritional value of the selected enteral formula products were 399,60 kcal/100g energy, 10,21% protein, 16,17% fat and 9,08 mg/100g β-carotene.
3277037864B1A018084PENGARUH BERBAGAI ANTIOKSIDAN ALAMI TERHADAP DIFERENSIAL LEUKOSIT MENCIT (Mus musculus) JANTAN YANG DIPAPAR ASAP ROKOKMerokok telah menjadi kebiasaan dan kebudayaan manusia sejak ratusan tahun yang lalu. Asap rokok mengandung berbagai zat kimia yang dapat menimbulkan radikal bebas. Efek negatif dari radikal bebas dapat dihambat dengan senyawa yang disebut antioksidan. Sumber antioksidan alami banyak terdapat dalam bahan pangan terutama dalam buah-buahan dan sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antioksidan alami (vitamin A, vitamin C, vitamin E, dan antosianin) dalam menangkal radikal bebas yang dihasilkan oleh senyawa asap rokok terhadap diferensial leukosit mencit (Mus musculus) jantan dan mengetahui antioksidan alami terbaik yang dapat menghambat radikal bebas akibat asap rokok dilihat dari diferensial leukosit.
Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 kelompok perlakuan, yaitu P0, kontrol positif yang dipapar asap rokok; P1, kontrol negatif yang tidak dipapar asap rokok; dan 4 perlakuan menggunakan sumber antioksidan alami yang berbeda (vitamin A, vitamin C, vitamin E, dan antosianin) dan dipapar asap rokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai antioksidan alami dan induksi radikal bebas dari asap rokok tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap keberadaan eosinofil, basofil, dan monosit. Pemberian berbagai antioksidan alami dan induksi radikal bebas dari asap rokok memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap keberadaan neutrofil dan limfosit. Kesimpulan, pemberian berbagai antioksidan alami memberikan pengaruh nyata terhadap keberadaan neutrofil dan limfosit, sedangkan pada eosinofil, basofil, dan monosit tidak berpengaruh nyata. Antioksidan alami terbaik yang dapat menghambat efek negatif radikal bebas dari asap rokok terhadap mencit jantan adalah jus tauge (vitamin E).
Smoking has become a habit and human culture since hundreds of years ago. Cigarette smoke contains various chemicals that can cause free radicals. The negative effects of free radicals can be inhibited by compounds called antioxidants. Sources of natural antioxidants are found in many foods, especially in fruits and vegetables. This study aims to determine the effect of natural antioxidants (vitamin A, vitamin C, vitamin E, and anthocyanins) in counteracting free radicals produced by cigarette smoke compounds on the differential leukocytes of male mice (Mus musculus) and to find out the best natural antioxidants that can inhibit free radicals. due to cigarette smoke seen from the differential leukocytes.
The study was conducted experimentally with a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 6 treatment groups, namely P0, positive control exposed to cigarette smoke; P1, a negative control who was not exposed to cigarette smoke; and 4 treatments using different sources of natural antioxidants (vitamin A, vitamin C, vitamin E, and anthocyanins) and exposure to cigarette smoke. The results showed that the administration of various natural antioxidants and the induction of free radicals from cigarette smoke had no significant effect (P>0.05) on the presence of eosinophils, basophils, and monocytes. The administration of various natural antioxidants and the induction of free radicals from cigarette smoke had a significant effect (P<0.05) on the presence of neutrophils and lymphocytes. In conclusion, the administration of various natural antioxidants had a significant effect on the presence of neutrophils and lymphocytes, while on eosinophils, basophils, and monocytes it had no significant effect. The best natural antioxidant that can inhibit the negative effects of free radicals from cigarette smoke on male mice is bean sprout juice (vitamin E).
3277138160I1A018054Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penerapan Hygiene Sanitasi oleh Penjamah Makanan pada Rumah Makan di Kota MagelangLatar Belakang: Rumah Makan atau restoran sebagai salah satu tempat pengelolaan makanan memiliki peluang sebagai tempat penyebaran penyakit bawaan makanan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan terdapat 31 agen berbahaya (virus, bakteri, parasit, toksin dan kimia) yang menyebabkan 600 juta orang di dunia mengalami penyakit bawaan makanan setiap tahun dan 420.000 kematian. Temuan awal yang dilakukan terhadap beberapa rumah makan yang ada di Kota Magelang terdapat beberapa rumah makan yang tidak memenuhi standar hygiene dan sanitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penerapan hygiene sanitasi rumah makan oleh penjamah makanan di Kota Magelang.
Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini penjamah makanan di rumah makan yang terdaftar di Dinas Kesehatan Kota Magelang, dan untuk jumlah sampelnya diambil sebanyak 101 sampel, dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat.
Hasil Penelitian: Berdasarkan analisis bivariat menggunakan uji Chi Square terdapat tiga variabel yang berhubungan dengan penerapan hygiene sanitasi yaitu pengetahuan mengenai hygiene sanitasi oleh penjamah makanan (p-value = 0,015), ketersediaan fasilitas sanitasi (p-value = 0,006), dan peran petugas kesehatan dalam memberikan penyuluhan dan pengawasan (p-value = 0,001). Didapatkan pula dua variabel tidak berhubungan dengan penerapan hygiene sanitasi yaitu tingkat pendidikan (p-value = 0,681) dan sikap terhadap pelaksanaan hygiene sanitasi oleh penjamah makanan (p-value = 0,220).
Kesimpulan: Variabel yang berhubungan dengan penerapan hygiene sanitasi adalah variabel pengetahuan mengenai hygiene sanitasi oleh penjamah makanan, ketersediaan fasilitas sanitasi dan peran petugas kesehatan dalam memberikan penyuluhan dan pengawasan.
Background: Restaurant as a place for food management has the opportunity as a place for the spread of foodborne diseases. The World Health Organization (WHO) estimates that there are 31 harmful agents (viruses, bacteria, parasites, toxins and chemicals) that cause 600 million people worldwide to experience foodborne illness each year and 420,000 deaths. Preliminary findings made on several restaurants in Magelang City, there are several restaurants that do not meet hygiene and sanitation standards. The purpose of this study was to determine the factors associated with the application of restaurant hygiene sanitation by food handlers in Magelang City.
Methodology: This research is a quantitative analytic study with a cross-sectional approach. The population of this study is food handlers in restaurants registered with the Magelang City Health Office, and for the number of samples taken as many as 101 samples, using simple random sampling technique. Data were analyzed by univariate and bivariate.
Research result: Based on the bivariate analysis using the Chi Square test, there are three variables related to the application of hygiene sanitation, namely knowledge of sanitation hygiene by food handler (p-value = 0,150), the availability of sanitation facilities (p-value = 0,006), and the role of health workers in providing counseling and supervision (p-value = 0,001). Two variables were found that were not related to the application of sanitation hygiene, namely the level of education (p-value = 0,681), and attitudes towards the implementation of sanitation hygiene by food handler (p-value = 0,220).
Conclusion: Variables related to the application of sanitation hygiene are knowledge of sanitation hygiene by food handler, the availability of sanitation facilities and the role of health workers in providing counseling and supervision.
3277235966I1D018012EFEK KONSUMSI YOGURT KECAMBAH KACANG TOLO (Vigna unguiculata) TERHADAP KADAR SUPEROKSIDA DISMUTASE PLASMA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE IILatar Belakang: Diabetes Melitus Tipe II ditandai dengan hiperglikemia yang dapat meningkatkan radikal bebas dan mengalami stres oksidatif yang ditandai dengan rendahnya kadar superoksida dismutase (SOD) plasma. Minuman fungsional kaya antioksidan seperti yogurt kecambah kacang tolo (yocamcalo) diharapkan mampu memperbaiki status antioksidan SOD pada penderita diabetes melitus tipe II.
Metodologi: Penelitian eksperimental menggunakan rancangan randomized controlled trial (RCT) single blind. Penelitian dilakukan di Laboratorium Pengolahan Pangan dan Kuliner Ilmu Gizi Universitas Jenderal Soedirman, Desa Purwosari Kecamatan Purwokerto Timur, Laboratorium Mediko Purwanegara, dan Laboratorium Karya Medika Slawi. Responden berjumlah 18 wanita, dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok I (diberi yocamcalo) dan kelompok II (diberi plasebo). Diambil plasma darah untuk diukur kadar SOD plasma pada penderita Diabetes Melitus Tipe II sebelum dan setelah dilakukan intervensi.
Hasil Penelitian: Pemberian yocamcalo sebanyak 200 mL/hari selama dua bulan terjadi peningkatan kadar SOD secara signifikan dari 17,25 pg/mL menjadi 27,81 pg/mL (p=0,028), sedangkan pada kelompok plasebo juga terjadi kenaikan, namun tidak signifikan dari 24,87 pg/mL menjadi 25,22 pg/mL (p=0,767).
Kesimpulan: Pemberian yocamcalo sebanyak 200 mL/hari selama dua bulan terbukti mampu meningkatkan kadar SOD plasma penderita diabetes melitus tipe II.


Background: Type II Diabetes Mellitus is characterized by hyperglycemia which can increase free radicals and undergo oxidative stress which can be characterized by low plasma superoxide dismutase (SOD) levels. Functional drinks that rich in antioxidants such as cowpea’s yogurt (yocamcalo) are expected to improve the antioxidant status of SOD in patients with type II diabetes melitus.
Methodology: The experimental study using randomized controlled trial (RCT) single blind. This research was conducted at the Laboratory of Food Processing and Culinary Nutrition at Jenderal Soedirman University, Purwosari Village, East Purwokerto District, Purwanegara Mediko Laboratory, and Karya Medika Slawi Laboratory. Respondents were 18 women of respondents, divided into 2 groups, group I (given yocamcalo) and group II (given placebo). Blood plasma was taken to measure the plasma SOD levels in patients with type II diabetes mellitus before and after intervention.
Results: After two months of administering yocamcalo as much as 200 mL/day, there was a significant increase in SOD levels from 17.25 pg/mL to 27.81 pg/mL (p=0.028), while in the placebo group there was also an increase, but not significant from 24, 87 pg/mL to 25.22 pg/mL (p=0.767).
Conclusion: Administration of yocamcalo as much as 200 mL/day for two months has been proved to increase plasma SOD levels in type II diabetes mellitus patients.



3277335967I1D018009Perubahan Kadar Kolesterol Total Dan Hdl Penderita Diabetes Melitus Tipe II Yang Diberikan Yogurt Kecambah Kacang Tolo (Vigna unguiculata) Latar Belakang: Pasien DM Tipe II cenderung memiliki profil lipid yang tidak normal. Kacang tolo diketahui mengandung antioksidan fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi yogurt kecambah kacang tolo sebagai makanan kaya antioksidan untuk pasien DM Tipe II.
Metodologi: Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan rancangan Randomized Controled Trial (RCT) single blind. Subyek adalah wanita berusia 40-70 tahun yang memiliki GDP ≥ 126 mg/dl, dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok I diberi yogurt kecambah kacang tolo (yocamcalo) dan kelompok II diberi plasebo. Sebelum pengambilan darah, subyek dipuasakan selama 8 jam, kadar kolesterol total dan HDL ditentukan dengan metode CHOD-PAP (Cholesterol Oxidase-Peroxidase Aminoantipyrine Phenol). Asupan makan dipantau menggunkan recall konsumsi pangan. Uji normalitas menggunakan Saphiro-wilk. Analisis statistik menggunakan uji paired t-test untuk data normal dan uji Wilcoxon untuk data tidak normal. Perbedaan konsumsi makanan menggunakan uji Independent t-test untuk data yang normal dan Man whitney untuk data yang tidak normal.
Hasil Penelitian: Pemberian yocamcalo 200 ml selama 2 bulan terbukti menurunkan kadar kolesterol total sebesar 21,86% dan meningkatkan kadar HDL sebesar 15,96%.
Kesimpulan: Pemberian yocamcalo sebanyak 200 ml selama 2 bulan dapat menurunkan kadar kolesterol total dan meningkatkan kadar HDL
Background: Type II DM patients tend to have an abnormal lipid profile. Tolo beans are known to contain phenolic antioxidants. This study aims to determine the potential of tolo bean sprout yogurt as an antioxidant-rich food for Type II DM patients.
Methods: This research used true experimental design with Randomized Controled Trial (RCT) single blind. Subjects were women aged 40-70 years who had a GDP ≥ 126 mg/dl, divided into 2 groups, group I was given tolo bean sprout yogurt (yocamcalo) and grup II was given a placebo. Subjects has fasting for 8 hours before their blood were taken, total cholesterol and HDL levels were measured by CHOD-PAP Cholesterol Oxidase-Peroxidase Aminoantipyrine Phenol) method. Food intake was monitored using food consumption recall. Normality test using Saphiro-wilk. Statistical analysis used paired t-test for normal data and Wilcoxon test for abnormal data. Differences in food consumption using Independent t-test for normal data and Man Whitney for abnormal data.
Results: 200 ml of yocamcalo given for 2 month can prove decresead total cholesterol level by 21,86% and elevated HDL level by 15,96%.
Conclusion: 200 ml of yocamcalo given for 2 month can prove decreased total cholesterol level and elevated HDL level.
3277435968I1D017009KADAR SERAT KASAR, VITAMIN C, VISKOSITAS DAN ORGANOLEPTIK JELLY DRINK BUAH NAGA MERAH DAN KULIT SEMANGKA SEBAGAI SELINGAN SEHAT UNTUK LANSIAABSTRAK

KADAR SERAT KASAR, VITAMIN C, VISKOSITAS DAN ORGANOLEPTIK JELLY DRINK BUAH NAGA MERAH DAN KULIT SEMANGKA SEBAGAI SELINGAN SEHAT UNTUK LANSIA

Bunga Ramdhiani1, Indah Nuraeni2, Hiya Alfi Rahmah3

Latar Belakang: Lansia identik dengan berbagai penurunan status kesehatan, terutama kesehatan fisik dan perubahan sistem pencernaan yang dapat mengganggu penyerapan zat gizi secara optimal. Penurunan kesehatan fisik antara lain ketidakmampuan mengunyah dan menelan akibat kerusakaan gigi. Jelly drink merupakan pangan inovasi untuk memenuhi kebutuhan gizi dan memudahkan lansia dalam mengkonsumsinya.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui kandungan nilai gizi dan sensoris jelly drink dari buah naga merah yang ditambahkan kulit semangka.
Metode: Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pengumpulan data sensoris menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunaka uji Friedman dan uji lanjut DMRT taraf 5%.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh nyata pada hedonik dan mutu hedonik jelly drink dari segi warna, rasa, aroma, kekenyalan dan kemudahan disedot (p<0,05). Formulasi terbaik jelly drink dengan proporsi substitusi kulit semangka 25% dan jelly powder 0,8% (S1A1) yang mengandung serat kasar 10,69%, vitamin C 4,10 mg/100g, dan viskositas sebesar 1106,6 mPa.s.
Kesimpulan: Ada pengaruh nyata pada.hedonik dan mutu hedonik jelly drink dari segi warna, rasa, aroma, kekenyalan dan kemudahan disedot (p<0,05).

Kata Kunci: Jelly drink, buah naga merah, kulit semangka, lansia, organoleptik
1Mahasiswa Jurusan Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman
2Jurusan Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman
ABSTRACT

CRUDE FIBER, VITAMIN C, VISCOSITY AND ORGANOLEPTIC JELLY DRINK OF RED DRAGON FRUIT AND WATERMELON RIND AS A HEALTHY SNACK FOR THE ELDERLY

Bunga Ramdhiani1, Indah Nuraeni2, Hiya Alfi Rahmah3

Background: Elderly is known with various declines in health status, especially physical health and changes in the digestive system that can interfere with optimal absorption of nutrients. Decreased physical health, including the inability to chew and swallow due to the tooth decay. Jelly drink is an innovative food to meet nutritional needs and make it easier for the elderly to consume it.
Objective: This study aims to determine the nutritional value and sensory value of jelly drink from red dragon fruit with watermelon rin added.
Methods: The study used a completely random design (RAL) and carried out in March-April 2022. Sensory data is collected using a questionnaire. Data were analyzed using Friedman test and DMRT follow-up test at 5% level.
Results: The results showed that there was a significant effect on the level of preference and quality of jelly drink in terms of color, taste, aroma, viscosity and ease to consumption (p<0,05). The best formulation is jelly drink with a proportion of 25% watermelon rind substitution and 0,8% jelly powder (S1A1) containing 10,69% crude fiber, 4,10 mg/100g vitamin C, and a viscosity of 1106,6 mPa.s.
Conclusion: There is a significant effect on the level of preference and quality of jelly drink in terms of color, taste, aroma, viscosity and ease to consumption (p<0,05).

Keywords:Jelly drink, red dragon fruit, watermelon rind, elderly, sensory.


1Student of the Department of Nutrition, Faculty of Health Sciences, Jenderal Sudirman University
2Department of Nutrition Science, Faculty of Health Sciences, Jenderal Sudirman University
3277535969I1A018006Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Keluhan Low Back Pain pada Pekerja Pembuat Tahu di Desa Kalisari Kecamatan CilongokLatar Belakang: Low back pain merupakan sensasi rasa nyeri yang terjadi pada
punggung bawah yang dapat diakibatkan karena adanya cidera, ketegangan otot
dan atau kondisi lain yang lebih spesifik seperti herniated disc. Faktor resiko
yang dapat menyebabkan terjadinya LBP diantaranya adalah faktor individu dan
pekerjaan. Pembuat tahu berisiko mengalami keluhan LBP karena pekerjaannya
masih dilakukan secara manual handling. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh terhadap keluhan LBP pada
pekerja pembuat tahu di Desa Kalisari Kecamatan Cilongok.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional analitik
dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 567 pembuat
tahu di Desa Kalisari Kecamatan Cilongok, jumlah sampel sebanyak 237 dengan
menggunakan teknik cluster sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan
wawancara dengan kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan uji regresi
logistik dengan derajat kepercayaan 95%.
Hasil Penelitian: Variabel yang berpengaruh adalah beban kerja (0,002), usia
(0,006), dan sikap kerja (0,022). Variabel yang tidak berpengaruh adalah jenis
kelamin (1,000), status gizi (0,233), kebiasaan merokok (1,000), kebiasaan
olahraga (0,542), dan masa kerja (0,888).
Simpulan: Variabel yang paling berpengaruh adalah beban kerja.
Saran: Membagi tugas yang merata pada para pekerja, memperhatikan usia
sebelum memberikan pekerjaan dan melakukan pekerjaan dengan sikap
ergonomis.
Kata Kunci: Low Back Pain, Pembuat Tahu, Beban Kerja
Background: Low back pain is a sensation of pain in the lower back, can be
caused by injury, muscle tension or other more specific condition such as a
herniated disc. Factors that influence the low back pain complaint include
individual factors and work factors. Tofu makers are at risk of experiencing LBP
complaints because their work is still manual handling. The purpose of this study
was to determine what factors influence the complaint of LBP in tofu workers in
Kalisari, Cilongok District.
Methods: This research use analytic observation method with cross sectional
approach. The population of this research were 567 tofu makers in Kalisari,
Cilongok District, the number of sample were 237 workers with cluster
sampling. Collecting data using interviews with questionnaires. Data were
analyzed by logistic regression test with 95% confidence degree.
Research and Results: The influential variable is workload (0,002), age (0,006)
and work attitude (0,022). The variable that has no effect is gender (1,000),
nutritional status (0,233), smoking habits (1,000), exercise habits (0,542) and
work period (0,888).
Conclusion: The influential variable is workload.
Suggestion: Dividing tasks among workers, pay attention to the before giving
the job, and doing work with ergonomy attitude.
Keyword: Low Back Pain, Tofu Makers, Workload
3277635970C1I016046THE INFLUENCE OF JAPANESE STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT PRACTICES ON INTERNAL CONTROL SYSTEM (A CASE STUDY ON AEON RETAIL CO., LTD. AJISAI FOOD PROCESSING CENTER)Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dari kuesioner. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah Lifetime Employment, Seniority-based Wage and Promotion, dan Enterprise Union sebagai SHRM Jepang mempengaruhi Sistem Pengendalian Internal?”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel Lifetime Employment, Seniority-based Wage and Promotion, dan Enterprise Union terhadap sistem pengendalian internal pada AEON Retail CO., LTD. Ajisai Food Processing Center.

Kata Kunci: Manajemen Sumber Daya Manusia Strategis, SHRM Jepang, Sistem Pengendalian Internal, Lifetime Employment, Seniority-based Wage and Promotion, Enterprise Union.
This research is a type of quantitative descriptive research. The source of the data used is primary data from the questionnaire. The formulation of the problem in this study is “Does Lifetime Employment, Seniority-based Wage and Promotion, and Enterprise Union as a Japanese SHRM influence Internal Control System?”. This study aims to analyze the influence of the variable Lifetime Employment, Seniority-based Wage and Promotion, and Enterprise Union practices on the influence Internal Control System in AEON Retail CO., LTD. Ajisai Food Processing Center.

Keywords: Strategic Human Resources Management, Japanese SHRM, Internal Control System, Lifetime Employment, Seniority-based Wage and Promotion, Enterprise Union.
3277735972I1A018051Evaluasi Program Kampung Anak Sejahtera Sebagai Uapaya Mewujudkan Kabupaten Layak Anak di Kabupaten MagelangABSTRAK
EVALUASI PROGRAM KAMPUNG ANAK SEJAHTERA SEBAGAI
UPAYA MEWUJUDKAN KABUPATEN LAYAK ANAK DI KABUPATEN
MAGELANG
Anfasarisda
1
, Yuditha Nindya Kartika Rizqi2
, Arih Diyaning Intiasari3
Latar belakang: Kabupaten Magelang memiliki jumlah stunting tahun 2017
mencapai 37,6 % dari total populasi anak. Tahun 2018 sebesar 29,69 %. Jumlah
tersebut termasuk yang tertinggi di Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2020, jumlah kasus di Kabupaten Magelang sebanyak 21,39%. Pada tahun 2018, Kementerian PPPA mengadakan program nasional pengentasan stunting yaitu
Program Kampung Anak Sejahtera (KAS) di Kabupaten Magelang untuk
menurunkan angka stunting serta penguatan peran keluarga dalam tumbuh
kembang anak .Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pelaksanaan program di
Kabupaten Magelang dari sisi konteks, input, proses dan produk. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain studi
deskriptif naratif. Subyek penelitian ini terdiri dari 6 informan utama dan 2
informan pendukung dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data
dilakukan dengan wawancara kepada informan, studi dokumen, dan observasi. Data dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan hasil evaluasi CIPP. Evaluasi
konteks menunjukkan identifikasi gambaran program terdiri dari latar belakang, tujuan dan sasaran program . Evaluasi input menunjukkan kondisi sumber daya
manusia sesuai kebutuhan, keterampilan sumber daya belum optimal, memiliki
struktur organiasasi yang jelas. Ketersediaan sarana dan prasarana terdapat alat
yang belum tersedia serta distribusi dana tidak merata. Evaluasi proses
menunjukkan persiapan baik dan sesuai target sasaran, serta pelaksanaan program
berjalan baik sesuai tujuan namun masih terdapat permasalahan. Evaluasi produk
menunjukkan bahwa program memberikan dampak bagi ibu dan anak, serta
menunjukkan keberhasilan pelaksanaan program dan tindak lanjut. Kesimpulan: evaluasi konteks menunjukkan tujuan dan sasaran yang jelas. Evaluasi input menunjukkan kondisi sumber daya sesuai kebutuhan namun
memiliki keterampilan yang belum optimal, sarana prasarana terdapat alat yang
kurang, dan distribusi dana tidak merata. Evaluasi proses menunjukkan bahwa
proses persiapan dan pelaksanaan program berjalan dengan baik namun terdapat
permasalahan. Evaluasi produk menunjukkan dampak bagi ibu dan anak, serta
keberhasilan pelaksanaan program. Kata kunci: stunting,CIPP, Kampung Anak Sejahtera
ABSTRACT
EVALUATION OF PROSPEROUS CHILDREN’S VILLAGE PROGRAM
AS AN EFFORT TO CREATE CHILD FRIENDLY DISTRICTS IN
MAGELANG DISTRICT
Anfasarisda
1
, Yuditha Nindya Kartika Rizqi2
, Arih Diyaning Intiasari3
Background: Magelang Regency has the number of stunting in 2017 reaching
37.6% of the total child population. In 2018 it was 29.69%. This number is among
the highest in Central Java Province. In 2020, the number of cases in Magelang
Regency was 21.39%. In 2018, the Ministry of PPPA held a national stunting
alleviation program, namely the Prosperous Child Village Program (KAS) in
Magelang Regency to reduce stunting rates and strengthen the role of families in
child growth and development. The purpose of this study was to evaluate program
implementation in Magelang Regency from the context, input , processes and
products. Methods: This research is a qualitative research with a narative study design. The
subjects of this study consisted of 6 main informants and 2 supporting informants
using purposive sampling technique. Data was collected by interviewing
informants, document study, and observation. Data were analyzed using thematic
analysis. Research results: The results showed the results of the CIPP evaluation. Context
evaluation shows the identification of the program description consisting of
program background, goals and objectives. Input evaluation shows the condition
of human resources as needed, resource skills are not optimal, have a clear
organizational structure. Availability of facilities and infrastructure there are tools
that are not yet available and the distribution of funds is not evenly distributed. Process evaluation shows good preparation and according to targets, and program
implementation is running well according to objectives but there are still problems. Product evaluation shows that the program has an impact on mothers and children, and shows the success of program implementation and follow-up. Conclusion: context evaluation shows clear goals and objectives. The input
evaluation shows that the condition of resources is in accordance with the needs
but has not yet optimal skills, infrastructure facilities are lacking, and the
distribution of funds is uneven. Process evaluation showed that the program
preparation and implementation process went well but there were problems. Product evaluation shows the impact on mothers and children, as well as the
success of program implementation. Keywords: stunting, CIPP, Prosperous Children Village
1Student of the Department of Public Health, Jenderal Soedirman University
2,3 Lecturer of the Department of Public Health at Jenderal Soedirman University
3277835973I1D018057POTENSI YOGURT KECAMBAH KACANG TOLO TERHADAP PERUBAHAN KADAR TUMOR NECROSIS FACTOR-ALPHA (TNF-α) PLASMA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE IIABSTRAK
POTENSI YOGURT KECAMBAH KACANG TOLO TERHADAP
PERUBAHAN KADAR TUMOR NECROSIS FACTOR-ALPHA (TNF-α)
PLASMA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II
Windi Sri Lestari Handayani1
, Hery Winarsi2
, Teguh Jati Prasetyo2
Latar Belakang: Hiperglikemia pada DM menimbulkan peningkatan produksi ROS.
Ketidakseimbangan antara peningkatan ROS dengan ketersediaan antioksidan dapat
menimbulkan kondisi stres oksidatif yang berdampak pada kerusakan jaringan dan
penurunan imunitas tubuh. Kedua kondisi tersebut dapat meningkatkan resiko
terjadinya inflamasi dan meningkatkan produksi sitokin pro-inflamasi TNF-α. Kadar
TNF-α yang tinggi dan dapat menyebabkan komplikasi makro maupun mikrovaskuler.
Produk pangan kaya antioksidan seperti yogurt kecambah kacang tolo (yocamcalo)
diharapkan mampu memperbaiki status imun dan menurunkan kadar TNF-α plasma
penderita DM Tipe II.
Metodologi: Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan Randomized
Controlled Trial (RCT) single blind. Penelitian dilaksanakan pada Februari-Maret
2022 di Laboratorium Pangan dan Gizi Unsoed dan Desa Purwosari, Kabupaten
Banyumas. Responden berjumlah 18 orang dibagi menjadi kelompok yocamcalo dan
kelompok plasebo. Kadar TNF-α plasma diukur sebelum dan setelah intervensi
menggunakan ELISA reader. Data karakteristik responden dianalisis menggunakan uji
Independent Sample T Test dan Mann Whitney, penurunan kadar TNF-α plasma
dianalisis menggunakan uji Wilcoxon.
Hasil Penelitian: Setelah dua bulan pemberian Yocamcalo 200 mL/hari, terjadi
penurunan rata-rata kadar TNF-α plasma dari 54,58 pg/mL menjadi 34,47 pg/ mL
(p=0,015).
Kesimpulan: Pemberian Yocamcalo sebanyak 200mL/hari selama dua bulan dapat
memberikan efek berupa penurunan kadar TNF-α plasma pada penderita DM Tipe II.
Kata Kunci: Yocamcalo, Tumor Necrosis Factor-Alpha (TNF-α), Diabetes Melitus
Tipe II.
1Mahasiswa Jurusan Ilmu Gizi FIKes Universitas Jenderal Soedirman
2Dosen Jurusan Ilmu Gizi FIKes Universitas Jenderal Soedirman
ABSTRACT
POTENTIAL OF TOLO BEAN SPROUT YOGURT ON CHANGE TUMOR
NECROSIS FACTOR-ALPHA (TNF-α) PLASMA PATIENTS WITH TYPE II
DIABETES MELLITUS
Windi Sri Lestari Handayani1
, Hery Winarsi2
, Teguh Jati Prasetyo2
Background: Hyperglycemia in DM causes an increase in ROS production. The
imbalance between the increase in ROS and the availability of antioxidants can cause
oxidative stress conditions that have an impact on tissue damage and decreased
immunity. Both conditions can increase the risk of inflammation and increase the
production of the pro-inflammatory cytokine TNF-α. TNF-α levels are high and can
cause macro and microvascular complications. Antioxidant-rich food products such as
tolo bean sprout yogurt (yocamcalo) are expected to improve immune status and reduce
plasma TNF-α levels in patients with Type II DM.
Methodology: This experimental study used a single blind Randomized Controlled
Trial (RCT). The research was carried out in February-March 2022 at the Food and
Nutrition Laboratory of Unsoed and Purwosari Village, Banyumas Regency. The 18
respondents were divided into the yocamcalo group and the placebo group. Plasma
TNF-α levels were measured before and after the intervention using an ELISA reader.
The respondent's characteristic data were analyzed using the Independent Sample T
Test and Mann Whitney, the decrease in plasma TNF- levels was analyzed using the
Wilcoxon test.
Results: After two months of administration of Yocamcalo 200 mL/day, the average
plasma TNF- level decreased from 54.58 pg/mL to 34.47 pg/mL (p=0.015).
Conclusion: Giving Yocamcalo as much as 200mL/day for two months can have an
effect in the form of decreasing plasma TNF- levels in patients with Type II DM.
Keywords: Yocamcalo, Tumor Necrosis Factor-Alpha (TNF-α), Type II Diabetes
Mellitus.
1Student of Nutritional Science, Faculty of Health Science, Jenderal Soedirman
University
2Lecturer of the Department of Nutritional Science, Faculty of Health Science, Jenderal
Soedirman University
3277935975I1C018008ESTIMASI KADAR AMIKASIN DALAM DARAH TERHADAP
OUTCOME KLINIS PASIEN PNEUMONIA DI RSUD
MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
Amikasin merupakan antibiotik yang memiliki
nilai sensitivitas terhadap bakteri penyebab
pneumonia seperti Pseudomonas aeruginosa,
Klebsiella pneumoniae dan Acinetobacter
baumannii. Amikasin memiliki indeks terapi
sempit yang memerlukan pemantauan untuk
mendapatkan efektivitas yang optimal dan efek
toksik yang minimal. Tujuan penelitian ini adalah
untuk menentukan estimasi kadar obat amikasin
dalam darah secara farmakokinetika sehingga
tercapai efektivitas yang optimal. Penelitian ini
bersifat deskriptif observasional dengan metode
case series secara retrospektif yang dilakukan
dengan mengambil data rekam medis pasien
pneumonia rawat inap di RSUD Margono
Soekarjo Purwokerto Periode Januari 2019-
Desember 2020. Analisis data dilakukan
menggunakan rumus concentration steady-states
(Css) dan concentration peak (Cmax). Sebanyak
12 pasien memenuhi kriteria inklusi. Hasil
menunjukkan pada kelompok usia anak sebanyak
7 pasien (58,33%) memiliki estimasi kadar
amikasin di bawah rentang terapi dan tidak ada
pasien (0%) yang memiliki estimasi kadar
amikasin berada pada rentang terapi dan di atas
rentang terapi. Pada kelompok usia dewasa
terdapat 3 pasien (25%) memiliki estimasi kadar
amikasin di bawah rentang terapi, 2 pasien
(16,67%) memiliki estimasi kadar amikasin pada
rentang terapi, dan tidak ada pasien (0%) yang
memiliki nilai estimasi kadar amikasin di atas
rentang terapi. Nilai rasio Cmax/MIC untuk
bakteri K. pneumoniae mencapai rentang optimal
pada 3 pasien (25%). Untuk bakteri P. aeruginosa
dan A. baumannii tidak ada pasien (0%) yang
mencapai rentang optimal. Outcome clinic yang
baik dicapai pada 5 pasien (41,67%). Hasil
2 | Cika Zahrah Dewisonia, Dewi Latifatul Ilma, Masita Wulandari Suryoputri
estimasi kadar amikasin dalam darah pada pasien
pneumonia rawat inap yang berada di bawah
rentang terapi lebih tinggi dibandingkan dengan
estimasi kadar amikasin yang berada pada rentang
terapi. Nilai rasio Cmax/MIC yang mencapai
rentang optimal lebih rendah dibandingkan
dengan yang mencapai rentang optimal. Hal ini
dapat dipengaruhi oleh faktor variabilitas
farmakokinetik dan farmakodinamik yang dapat
mempengaruhi nilai kadar obat dalam darah.
Amikacin is an antibiotic that has a sensitivity
value against bacteria that cause pneumonia such
as Pseudomonas aeruginosa, Klebsiella
pneumoniae and Acinetobacter baumannii.
Amikacin has a narrow therapeutic index that
requires monitoring for optimal effectiveness and
minimal toxic effects. This study aimed to
determine the pharmacokinetic estimation of
amikacin blood levels in order to achieve optimal
effectiveness. This research is a descriptive
observational study with case series method
which was carried out by taking medical records
of inpatient pneumonia patients at Margono
Soekarjo Hospital Purwokerto for the January
2019-December 2020. Data collection was carried
out by total sampling. Data analysis was carried
out in a univariate using the formulas of
concentration steady-states (Css) and
concentration peak (Cmax). The results of the
analysis of the estimated blood levels of amikacin
in 12 patients who met the inclusion criteria
showed that in pediatric age group, 7 patients
(58.33%) had an estimated amikacin level below
the therapeutic range and no patient (0%) had an
estimate of the amikacin level. In adult age group,
3 patients (25%) had an estimated level of
amikacin below the therapeutic range, 2 patients
(16.67%) had an estimated level in the therapeutic
range, and no patient (0%) had an estimated level
above the therapeutic range. The value of
Cmax/MIC ratio for K. pneumoniae reached the
optimal range in 3 patients (25%). For P.
aeruginosa and A. baumannii , none of the patients
(0%) reached the optimal range. Outcome Clinic
was achieved in 5 patients (41,67%). The results
of the estimation of blood levels of amikacin in
hospitalized pneumonia patients who are under
the therapeutic range are higher than in the
3 | Cika Zahrah Dewisonia, Dewi Latifatul Ilma, Masita Wulandari Suryoputri
therapeutic range. The value of the Cmax/MIC
ratio that reaches the optimal range is lower than
that which reach the optimal range. This can be
influenced by pharmacokinetic and
pharmacodynamic variability factors that can
affect the value of drug levels in the blood.
3278035976C2C020016THE EFFECT OF CHANGES IN GOLD AND NICKEL PRICES ON STOCK RETURN OF MINING SECTOR COMPANY
Penelitian ini untuk menguji pengaruh dari perubahan harga emas dan nikel terhadap return saham dengan indeks harga saham gabungan sebagai variabel kontrol. Penelitian ini ingin melihat apakah perubahan harga komoditas emas dan nikel di pasar dunia yang diakibatkan adanya sentimen pasar dapat memengaruhi return saham yang akan didapatkan oleh investor. Objek penelitian ini adalah perusahaan pertambangan subsektor logam dan mineral, yang memproduksi kedua produk ini (emas dan nikel). Data yang digunakan adalah data kuartal, dengan periode penelitian Juni 2018 sampai dengan Juli 2021. Setelah data lolos uji asumsi klasik, data ini diuji kembali tingkat pengaruhnya dengan menggunakan data panel dengan dua kali model pengujian. Setelah dilakukan pengujian, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan harga emas tidak berpengaruh positif terhadap perusahaan pertambangan. Hal ini karena perusahaan pertambangan di Indonesia tidak semuanya memproduksi emas. Berbeda dengan harga nikel secara konsisten dapat mempengaruhi return saham perusahaan pertambangan. Hal ini dikarenakan produk nikel merupakan penyumbang penjualan terbesar di Indonesia. Emas dan nikel merupakan komoditas yang sangat peka terhadap sentimen pasar sehingga perusahaan pertambangan harus berhati-hati agar return saham yang diberikan tetap menarik di mata investor.The purpose of this study was to examine the effect of changes in gold and nickel prices on stock returns with the Jakarta Composite Index (JCI) as a control variable. This study wants to see whether changes in gold and nickel commodity prices on the world market caused by market sentiment can affect the stock returns that investors will get. The object of this research is a mining company in the metal and mineral sub-sector, which produces these two products (gold and nickel). The data used is quarterly data, with a research period from June 2018 to July 2021. After the data passes the classical assumption test, this data is retested level of influence by using panel data with twice the test model. Afterwards testing, the results of this study indicate that changes in gold prices do not have a positive effect on mining companies. This is because mining companies in Indonesia do not all produce gold. In contrast, nickel prices can consistently affect mining company stock returns. This is because nickel products are the largest contributor to sales in Indonesia. Gold and nickel are commodities that are very sensitive to market sentiment, so mining companies must be careful so that their stock returns remain attractive in the eyes of investors.