Artikelilmiahs

Menampilkan 32.661-32.680 dari 50.010 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3266135894A1D018163Pengaruh Dosis dan waktu Pemberian Pupuk NZEO-SRPLus Terhadap Sifat Kimia Tanah, Serapan N Tanaman, dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)Rendahnya ketersediaan N dalam tanah disebabkan akibat hilangnya N yang terangkut oleh tanaman berupa hasil panen, pencucian, dan penguapan. Upaya pengendalian unsur N dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk N lepas lambat (slow release), serta pemupukan yang tepat waktu dan tepat dosis. Penelitian ini bertujuan 1) Mengetahui pengaruh dosis pupuk NZEO-SRPLus terhadap sifat kimia tanah, meliputi: pH H2O; DHL; N-Tersedia; P-Tersedia; K-Tersedia; Serapan N tanaman; dan produksi tanaman bawang merah, dan 2) Mengetahui pengaruh waktu pemberian pupuk NZEO-SRPLus yang tepat terhadap sifat kimia tanah, serapan N tanaman, dan produksi tanaman bawang merah. Penelitian dilakukan di Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu dosis pupuk NZEO-SRPLus (0 kg N/ha, 50 kg N/ha, 100 kg N/ha, 150 kg N/ha, dan 200 kg N/ha) dan faktor kedua yaitu waktu pemberian pupuk (awal tanam 100% dan awal tanam 50% + umur 30 hst 50%). Variabel yang diamati meliputi pH H2O, daya hantar listrik, N-tersedia, P-tersedia, K-tersedia, serapan N, dan produksi tanaman bawang merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis pupuk NZEO-SRPLus mampu meningkatkan kemasaman tanah (pH H2O), N-tersedia, serapan hara N tanaman, dan produksi bawang merah dengan dosis terbaik yaitu 200 kg N/ha. Pemberian pupuk NZEO-SRPLus dengan dosis N berbeda juga memberikan hasil terbaik pada variabel daya hantar listrik, P-tersedia, dan K-tersedia dengan dosis 200 kg N/ha. Waktu pemberian pupuk tidak memberikan pengaruh terhadap parameter yang diamati, namun ada kecenderungan W1 (awal tanam 100%) lebih baik dari W2 (awal tanam 50% + umur 30 hst 50%). Hal ini dikarenakan W1 mampu meningkatkan ketersediaan unsur hara N dalam tanah yang menyebabkan tanaman mampu menyerap unsur hara N lebih tinggi, sehingga dapat memberikan hasil tanaman bawang merah yang lebih tinggi. Tidak terjadi interaksi antara dosis pupuk dan waktu pemberian pupuk NZEO-SRPLus pada semua variabel pengamatan.The low availability of N in the soil is caused by the loss of N transported by plants in the form of crop yields, leaching, and evaporation. Efforts to control N elements can be carried out by using slow-release N fertilizers, as well as fertilizing at the right time and at the right dose. This study aims to 1) determine the effect of the dose of NZEO-SRPLus fertilizer on the chemical properties of the soil, including: pH H2O; DHL; N-Available; P-Available; K-Available; Plant N uptake; and production of shallots, and 2) To determine the effect of the correct application of NZEO-SRPLus fertilizer on soil chemical properties, plant N uptake, and production of shallots. The research was conducted in Pliken Village, Kembaran District, Banyumas Regency and the Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University, Purwokerto. The study used a Completely Randomized Block Design (CRBD) with 2 treatment factors and 3 replications. The first factor is the dose of NZEO-SRPLus fertilizer (0 kg N/ha, 50 kg N/ha, 100 kg N/ha, 150 kg N/ha, and 200 kg N/ha) and the second factor is the timing of fertilizer application (early planting 100% and early planting 50% + age 30 days after planting 50%). The variables observed included pH H2O, electrical conductivity, N-available, P-available, K-available, N uptake, and production of shallots. The results showed that the dose of NZEO-SRPLus fertilizer was able to increase soil acidity (pH H2O), available N, plant N uptake, and shallot production with the best dose of 200 kg N/ha. The application of NZEO-SRPLus fertilizer with different doses of N also gave the best results on the variables of electrical conductivity, available P, and available K at a dose of 200 kg N/ha. The timing of fertilizer application did not affect the observed parameters, but there was a tendency for W1 (early planting 100%) to be better than W2 (early planting 50% + age 30 days after planting 50%). This is because W1 is able to increase the availability of N nutrients in the soil which causes plants to be able to absorb higher N nutrients, so as to provide higher yields of shallots. There was no interaction between fertilizer dose and time of application of NZEO-SRPLus fertilizer on all observed variables.
3266235895J1E015022AN ERROR ANALYSIS OF STUDENTS’ WRITING EXPERIENCE IN ENGLISH USING SIMPLE PAST TENSE AT VIII GRADE SCHOOL OF SMP ISLAM ANDALUSIA 2 KEBASENABSTRAK
Alvy Faiz, Mohamad, 2022. Analisis Tentang Kesalahan Menulis Pengalaman Siswa dalam Berbahasa Inggris Menggunakan Simple Past Tense di Kelas VIII SMP Islam Andalusia 2 Kebasen (Penelitian Deskripsi Kualitatif). Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, Dibimbing oleh Ibu Dian Adiarti dan Bapak M.T. Kariadi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kesalahan penggunaan simple past tense dalam pengalaman menulis dan kesalahan yang sering dilakukan oleh siswa kelas VIII SMP Islam Andalusia 2 Kebasen.
Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII E SMP Islam Andalusia 2 Kebasen. Sampel terdiri dari 10 siswa yang memiliki nilai terendah di kelas ini pada tahun ajaran 2021/2022. Data dikumpulkan melalui teks tertulis siswa.
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa kesalahan pada siswa yang menulis teks dan dibagi menjadi beberapa jenis, yang pertama adalah penghilangan, penambahan, salah formasi dan salah urut. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa siswa kelas VIII SMP Islam Andalusia Kebasen memiliki banyak kesalahan dalam pengalaman menulis khususnya dalam penggunaan simple past tense. Siswa membutuhkan lebih banyak latihan dalam menggunakan simple past tense agar mereka terbiasa dan mereka dapat membuat tulisan yang baik menggunakan simple past.

Kata kunci: Analisis Kesalahan, Kalimat Lampau, Pengalaman.
ABSTRACT
Alvy Faiz, Mohamad, 2022. An error Analysis of Students’ Writing Experience in English Using Simple Past Tense at VIII Grade of SMP Islam Andalusia 2 Kebasen (A Descriptive Qualitative Research). Under the Thesis of English Education Department the Faculty of Humanity, Jenderal Soedirman University, Supervised by Mrs. Dian Adiarti and Mr. M.T. Kariadi.
This research aimed to find out the kinds out error on the use of simple past tense in writing experience and dominant error made by VIII grade of SMP Islam Andalusia 2 Kebasen.
The method of this research was descriptive research. The population of this research was the students of VIII E class SMP Islam Andalusia 2 Kebasen. The sample consisted of 10 students who have the lowest score in this class academic year 2021/2022. The data were collected through the students’written text.
The findings of this research indicated that there where some errors on students writing text divided into several types, the first one was omission, addition, misformation and misordering. Based on the findings, it can be concluded that VIII grade students of SMP Islam Andalusia Kebasen had many errors in writing experience especially in using simple past tense. The students need more practice in using simple past tense in order to make them familiar with it and they can compose a good writing using simple past.

Keywords: Error Analysis, Simple Past, Experience.
3266335896I1B018052Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Harga Diri pada Penyintas Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas tTegal SelatanABSTRAK

HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN HARGA DIRI PADA PENYINTAS COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TEGAL SELATAN
Khoirunnisa Agustin1, Wahyu Ekowati2, Akhyarul Anam3

Latar Belakang: Tindakan pencegahan penyebaran Covid-19 yang ditetapkan menyebabkan terjadinya berbagai masalah di masyarakat. Stigma mengenai Covid-19 yang ada di masyarakat dapat meningkatkan masalah kesehatan mental seperti ketakutan dan kecemasan. Kecemasan yang terjadi pada penyintas Covid-19 serta pengalaman psikologis negatif dapat menyebabkan terganggunya harga diri seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan harga diri pada penyintas Covid-19.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Besar sampel sebanyak 57 orang dengan kriteria inklusi penyintas Covid-19 enam bulan terakhir yang bersedia menjadi responden dan berusia 26-45 tahun. Instrumen yang digunakan adalah State-Trait Anxiety Inventory (STAI) dan Rosenberg Self Esteem Scale (RSES). Analisa data menggunakan uji korelasi Sommers’ d.
Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat kecemasan sedang (59,6%) dan harga diri rendah (57,9%). Berdasarkan analisis data, didapatkan nilai signifikansi sebesar p = 0,001 < 0,05 dan nilai koefisien korelasinya sebesar r = -0,398.
Kesimpulan: Hasil penelitian ini membuktikan bahwa semakin tinggi tingkat kecemasan maka semakin rendah harga diri penyintas Covid-19.
Kata kunci: Harga diri, Penyintas Covid-19, Tingkat kecemasan



1Mahasiswa Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman.
2,3Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman.
THE RELATIONSHIP OF ANXIETY LEVEL WITH SELF-ESTEEM OF COVID-19 SURVIVAL IN THE WORK AREA OF SOUTH TEGAL PUBLIC HEALTH CENTER

Khoirunnisa Agustin1, Wahyu Ekowati 2, Akhyarul Anam3
Department of Nursing, Faculty of Health Sciences
Jenderal Soedirman University Purwokerto, Indonesia

Jl. Dr. Soerparno, Karangwangkal, Purwokerto Utara 53123 Telp (0281) 642838
E-mail: khoirunnisaagustin123@gmail.com

Background and Aims: Measures to prevent the spread of Covid-19 have caused various problems in the community. The stigma about Covid-19 that exists in society can increase mental health problems such as fear and anxiety. Anxiety that occurs in Covid-19 survivors as well as negative psychological experiences can cause a person's self-esteem to be disturbed. This study aims to determine the relationship between anxiety levels and self-esteem in Covid-19 survivors.
Method: This research used a cross sectional approach with a proportionate stratified random sampling teqhnique. The sample size is 57 people with inclusion criteria, are Covid-19 survivors in the last six months who are willing to become respondents and are aged 26-45 years. The instruments used are State-Trait Anxiety Inventory (STAI) and Rosenberg Self Esteem Scale (RSES). Analysis of the data in this study using the Sommers’ d correlation test.
Results: Most of the respondents had moderate levels of anxiety (59.6%) and low self-esteem (57.9%). Based on data analysis, obtained a significance value of p = 0.001 <0.05 and the correlation coefficient value of r = -0.398.
Conclusion: The higher the level of anxiety, the lower the self-esteem of Covid-19 survivors.
Keywords: Anxiety levels, Covid-19 survivors, Self esteem

1Nursing Student, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University
2,3Nursing Study Program, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University
3266435897E1A016155PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN JASA PARKIR DALAM HAL KEHILANGAN BARANG BERHARGA DALAM MOBIL DI AREA PARKIR SUPERMARKET (STUDI KASUS: PUTUSAN BPSK KOTA CIREBON NOMOR: 006/PK/BPSK/VII/2019)ABSTRAK
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN JASA PARKIR DALAM HAL KEHILANGAN BARANG BERHARGA DALAM MOBIL DI AREA PARKIR SUPERMARKET (STUDI KASUS: PUTUSAN BPSK KOTA CIREBON NOMOR: 006/PK/BPSK/VII/2019)
Oleh:
Rafy Syauqi Rachman
E1A016155

Hukum perlindungan konsumen adalah upaya untuk memberikan hak keamanan dan kenyamanan konsumen. Perlindungan konsumen yang harus diperhatikan salah satunya adalah perlindungan terhadap konsumen jasa parkir. Permasalahan dalam penelitian ini adalah PT. Transmart Cirebon selaku pelaku usaha jasa parkir telah melakukan kelalaian sehingga menyebabkan kerugian bagi konsumen saat memarkirkan kendaraannya sebagaimana dalam Putusan BPSK Kota Cirebon Nomor 006/PK/BPSK/VII/2019. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian yang bersifat analisis deskriptif menggunakan data sekunder yaitu studi kepustakaan. Hasil penelitian dan pembahasan terhadap Putusan BPSK Kota Cirebon menyatakan bahwa Putusan BPSK Kota Cirebon sudah tepat dalam menyelesaikan masalah. PT Transmart Cirebon telah melanggar Pasal 4 huruf a Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. PT Transmart Cirebon telah terbukti melakukan kelalaian yang dilakukan oleh pegawainya dan diharuskan untuk mengganti kerugian yang diderita oleh konsumen. PT Transmart Cirebon harus bertanggung jawab mengganti kerugian terhadap konsumen sesuai dengan Pasal 19 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yang mengatur mengenai tanggung jawab pelaku usaha terhadap konsumen.








Kata Kunci: Perlindungan Konsumen, Ganti Rugi, Jasa Parkir
ABSTRACT
LEGAL PROTECTION OF CONSUMER PARKING SERVICES IN THE EVENT OF LOSS OF VALUABLE GOODS IN THE CAR IN THE SUPERMAKET PARKING AREA (CASE STUDY: DECISION OF BPSK CITY OF CIREBON NUMBER: 006/PK/BPSK/VII/2019)
By:
Rafy Syauqi Rachman
E1A016155

Consumer protection law is an effort to provide consumer safety and comfort rights. One of the consumer protections that must be considered is the protection of parking service consumers. The problem in this research is PT. Transmart Cirebon as a parking service business actor has made negligence, causing harm to consumers when parking their vehicles as stated in the Cirebon City BPSK Decision Number 006/PK/BPSK/VII/2019. This study uses a normative juridical method with research specifications that are descriptive analysis using secondary data, namely library research. The results of research and discussion of the Cirebon City BPSK Decision stated that the Cirebon City BPSK Decision was appropriate in solving the problem. PT Transmart Cirebon has violated Article 4 letter a of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. PT Transmart Cirebon has been proven to have committed negligence by its employees and is required to compensate for the losses suffered by consumers. PT Transmart Cirebon must be responsible for indemnifying consumers in accordance with Article 19 of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection which regulates the responsibilities of business actors to consumers.








Keyword: Consumer Protection, Compensation, Parking Service
3266535898A1F018025PENENTUAN BOBOT KRITERIA PADA PRODUK PANGAN KHAS DAERAHPangan khas merupakan salah satu identitas dari suatu kelompok masyarakat daerah. Pangan khas pada masing-masing daerah di Indonesia sangatlah bervariatif, sehingga dengan variasi tersebut dapat menjadikan suatu keunikan pada produk pangan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan bobot kriteria pada produk pangan khas. Pembobotan kriteria dilakukan dengan wawancara kepada pakar dan menggunakan metode perbandingan berpasangan. Analisis data menggunakan perangkat lunak Expert Choice V 11. Hasil dari penentuan bobot kriteria dari paling tinggi adalah kekhasan produk dengan bobot sebesar 0,670; inovasi produk dengan bobot sebesar 0,234; dan kebutuhan pelatihan penerapan teknologi dengan bobot sebesar 0,097.The typical food product is one of the identities of a regional community group. Typical food in each region in Indonesia is very varied so these variations can make a unique food product. The purpose of this study is to determine the weight of criteria on typical food products. The weighted criteria that are used in this research are interviews with the experts and a comparison of the pair criteria method. Analyzing the data using Expert Choice V 11 software. The result of determining the weight of the criteria from the highest is the peculiarity of the product with a weight of 0.670; product innovation with a weight of 0.234; and the need for training in the application of technology with a weight of 0.097.
3266635899A1D018020ISOLASI, UJI RESISTENSI, DAN UJI KEMAMPUAN REMEDIASI BAKTERI INDIGENOUS PADI KABUPATEN BANYUMAS PADA MEDIUM TERCEMAR KADMIUM
Kabupaten Banyumas merupakan salah satu wilayah pertanian intensif dengan produksivitas padi yang cukup stabil di Jawa Tengah. Hama dan penyakit pada padi merupakan salah satu kendala yang dapat menurunkan produksi padi, untuk mengatasinya petani padi umumnya menggunakan pestisida sintetik dengan dosis dan frekuensi yang melebihi batas rekomendasi. Kondisi ini menyebabkan adanya pencemaran logam berat kadmium (Cd) di lahan pertanian yang menimbulkan berbagai kerugian seperti penurunan produktivitas padi. Salah satu pilihan untuk mengatasi masalah pencemaran Cd di lahan pertanian adalah bioremediasi menggunakan mikroba. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen untuk mendapatkan isolat bakteri resisten, karakterisasi bakteri, dan kemampuan dalam remediasi Cd. Sampel tanah berasal dari tiga desa di Kabupaten Banyumas, yaitu Ajibarang Kulon, Menganti, dan Pesawahan. Metode pengambilan sampel tanah menggunakan komposit dan isolasi bakteri menggunakan teknik pour plate. Uji resistensi dilakukan dengan menumbuhkan isolat bakteri di medium NA mengandung Cd. Uji remediasi Cd dilakukan pada medium NB mengandung 10,23 ppm Cd dalam 7 hari. Hasil penelitian didapat 6 isolat bakteri indigenous, yaitu AB1, AB2, MT1, MT2, PSW1, dan PSW2. Tiga isolat resisten terhadap Cd hingga 50 ppm, yaitu isolat AB2, MT2, dan PSW1. MT2 merupakan isolat dengan persentase penurunan logam berat Cd tertinggi 30,449%, sedangkan isolat PSW2 memiliki persentase penurunan terendah 5,552%.Banyumas Regency is one of the intensive agricultural areas with stable rice productivity in Central Java. Pests and diseases in rice are one of the obstacles that can reduce rice production, to overcome them, rice farmers generally use synthetic pesticides with doses and frequencies that exceed the recommended limits. This condition causes heavy metal contamination of cadmium (Cd) in agricultural land which causes various losses such as a decrease in rice productivity. One option to overcome the problem of Cd pollution in agricultural land is bioremediation using microbes. This research is an experimental study to obtain isolates of resistant bacteria, bacterial characterization, and ability in Cd remediation. Soil samples came from three villages in Banyumas Regency, namely Ajibarang Kulon, Menganti, and Pesawahan. The method of taking soil samples using composites and isolation of bacteria using the pour plate technique. Resistance test was carried out by growing bacterial isolates in NA medium containing Cd. Cd remediation test was carried out on NB medium containing 10.23 ppm Cd in 7 days. The results obtained 6 isolates of indigenous bacteria, namely AB1, AB2, MT1, MT2, PSW1, and PSW2. Three isolates were resistant to Cd up to 50 ppm, namely isolates AB2, MT2, and PSW1. MT2 was the isolate with the highest percentage of Cd heavy metal reduction 30.449%, while the PSW2 isolate had the lowest percentage reduction of 5.552%.
3266735613B1A018135PERKEMBANGAN SEL ANAKAN LEBAH MADU (Apis cerana) DAN JUMLAH SISIRAN PADA UKURAN KOTAK SARANG YANG BERBEDABudidaya lebah madu lokal (Apis cerana) di Desa Serang, Kabupaten Purbalingga yang merupakan daerah dataran tinggi dapat dipengaruhi oleh kondisi mikroklimat meliputi suhu dan kelembapan relatif. Upaya untuk memanipulasi suhu dan kelembapan sarang A. cerana dilakukan dengan pendekatan pengelolaan model sarang. Sehingga, penelitian terkait jumlah sisiran pada ukuran kotak sarang yang berbeda terhadap perkembangan A. cerana di dataran tinggi perlu untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran kotak sarang yang baik untuk budidaya A. cerana pada daerah dataran tinggi. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan berupa kotak sarang dengan ukuran 40 cm x 18 cm x 20 cm, 40 cm x 24 cm x 20 cm, dan 40 cm x 30 cm x 20 cm masing-masing diamati seminggu sekali selama lima minggu sebagai ulangan. Parameter yang diamati yaitu jumlah sel anakan, jumlah sisiran, suhu di luar sarang dan suhu di dalam sarang. Sel anakan A. cerana dihitung pada fase pupa dibantu menggunakan Hand Tally Counter. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut Tukey dengan tingkat kesalahan 5% pada aplikasi SPSS 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan ukuran kotak berpengaruh nyata terhadap perkembangan sel anakan A. cerana dan pertambahan jumlah sisiran. Jumlah sel anakan paling banyak yaitu 3.489 dan jumlah sisiran paling banyak adalah 6 sisiran yang terdapat pada kotak berukuran 40 cm x 30 cm x 20 cm. Sehingga, ukuran tersebut merupakan ukuran kotak yang baik untuk budidaya A. cerana di dataran tinggi.Beekeeping of local honey bees (Apis cerana) in Serang Village, Purbalingga Regency which is a highland area can be affected by microclimate condition including temperature and relative humidity. Effort to manipulate the temperature and humidity of A. cerana nests were carried out using a nest model management approach. Thus, research on the number of combs at different nest box sizes on the development of A. cerana in the highlands is necessary. This study aims to determine the size of the nest box that is proper for the cultivation of A. cerana in the highlands. The study was conducted using an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD). Treatments in the form of nest boxes with a size of 40 cm x 18 cm x 20 cm, 40 cm x 24 cm x 20 cm, and 40 cm x 30 cm x 20 cm were each observed once a week for five weeks as replicates. The parameters observed were the number of pupal cells, the number of combs, the temperature outside the nest and the temperature inside the nest. Pupal cells of A. cerana were counted in the pupa phase assisted by a Hand Tally Counter. The results of the observations were analyzed using ANOVA test and Tukey's further test with an error rate of 5% in the SPSS 21 application. The results showed that the difference in box size significantly affected the development of A. cerana pupal cells and the increase in the number of combs. The highest number of pupal cells was 3.489 and the maximum number of combs was 6 combs contained in a box measuring 40 cm x 30 cm x 20 cm. Thus, this size is a proper box size for the cultivation of A. cerana in the highlands.
3266835900F1D016050Strategi Pemenangan Nanang Pranoto 3 Periode (Studi Kasus Pada Pemilihan Kepala Desa Tahun 2019 di Desa Karang Kemiri Kecamatan Karang Lewas Kabupaten Banyumas)Artikel penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan ulang soal konstruksi yang terbangun dari suatu kejadian sosial yang akan diteliti yaitu, Strategi Pemenangan Nanang Pranoto 3 Periode dalam pemilihan kepala desa Karang Kemiri Kecamatan Karang Lewas Kabupaten Banyumas Tahun 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan lokasi penelitian langsung di Desa Karang Kemiri, menggunakan teknik pemilihan informan purposive sampling, dan teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini mengungkap bahwa Nanang Pranoto memainkan cara atau strategi bisa dengan mendekati dan meraih hati masyarakat supaya mendapatkan simpati masyarakat. Dia akan menang mudah atas lawannya karena dinilai sudah memiliki kinerja dan pengalaman dalam memimpin di periode sebelumnya bahkan calon petahana juga dinilai mampu menggerakkan tokoh-tokoh informal maupun formal di daerahnya serta didukung oleh kesiapan secara mentalyang lebih dibanding dengan lawannya. Muncul banyaknya kadidat dalam pemilihan Kepala Desa Karangkemiri karena beberapa alasan yaitu ingin ada nya perubahan, kekecewaan terhadap pemerintah sebelumnya dan juga merupakan ajang kompetisi yang menarik bagi sebagian orang.This article aims to describe the constructive construction of a social event that will be carried out, namely, the Nanang Pranoto 3 Period Winning Strategy in the election of the village head of Karang Kemiri, Karang Lewas District, Banyumas Regency in 2019. The method used in this research is qualitative with direct research locations. in Karang Kemiri Village, using purposive sampling informant selection technique, and collecting data by interview, observation and documentation. The results of this study reveal that Nanang Pranoto plays a way or strategy to approach and reach people's hearts in order to gain public sympathy. He will win easily over his opponent because he is considered to have had the performance and experience in leading in the previous period and even the incumbent candidate is also considered capable of mobilizing informal and formal figures in his area and is supported by mental readiness that is more than his opponent. There were many candidates in the election of the Karangkemiri Village Head for several reasons, namely wanting a change beforehand, disappointing the government and also being an attractive competition for some people.
3266943910C1L020014ANALISIS PERBANDINGAN KEMAMPUAN METAKOGNITIF, MINAT, DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS UNGGULAN MAN 2 BANYUMAS SEBELUM DAN SESUDAH DIGITALISASI MEDIA PEMBELAJARANPenelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis perbandingan kemampuan metakognitif, minat, dan keaktifan belajar siswa kelas unggulan atau kelas digital MA Negeri 2 Banyumas antara sebelum dan sesudah digitalisasi media pembelajaran. Penelitian ini dilakukan pada tahun ajaran 2023/2024 di MA Negeri 2 Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif komparatif melalui pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas X unggulan Riset dan Sains MA Negeri 2 Banyumas yang berjumlah 80 siswa sehingga teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik non probability sampling dengan sampel jenuh/sensus. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) terdapat perbedaan kemampuan metakognitif siswa kelas X unggulan MA Negeri 2 Banyumas antara sebelum dan sesudah digitalisasi media pembelajaran; (2) terdapat perbedaan minat belajar siswa kelas X unggulan MA Negeri 2 Banyumas antara sebelum dan sesudah digitalisasi media pembelajaran; (3) terdapat perbedaan keaktifan belajar siswa kelas X unggulan MA Negeri 2 Banyumas antara sebelum dan sesudah digitalisasi media pembelajaran. Ketiga hasil analisis data tersebut diketahui juga bahwa: kemampuan metakognitif siswa kelas X unggulan setelah digitalisasi media pembelajaran meningkat sebesar 19%, minat belajar sebesar 37%, dan keaktifan belajar sebesar 31%. Implikasi dari penelitian ini adalah penggunaan teknologi dalam pembelajaran memberikan manfaat dalam pengembangan kemampuan siswa untuk memahami, mengelola, dan mengendalikan proses belajar, memotivasi siswa untuk belajar dengan lebih bersemnagat, serta mendorong siswa lebih aktif terlibat dalam proses pembelajaran.This study aims to analyze the comparison of metacognitive ability, interests, and learning activity of students in superior classes or digital classes of MA Negeri 2 Banyumas between before and after digitalization learning media. This research was conducted in the 2023/2024 school year at MA Negeri 2 Banyumas. This research is a comparative descriptive research through a quantitative approach with a survey method. The population in this study were students of class X superior Research and Science MA Negeri 2 Banyumas which amounted to 80 students so that the research sampling technique used non-probability sampling techniques with saturated / census samples. The results of the study can be concluded that: (1) there is a difference in the metacognitive ability of students in class X superior MA Negeri 2 Banyumas between before and after the digitization of learning media; (2) there is a difference in learning interest of students in class X superior MA Negeri 2 Banyumas between before and after the digitization of learning media; (3) there is a difference in learning activeness of students in class X superior MA Negeri 2 Banyumas between before and after the digitization of learning media. The three results of data analysis also found that: the metacognitive ability of superior class X students after digitalization learning media increased by 19%, interest in learning by 37%, and learning activeness by 31%. The implication of this research is that the use of technology in learning provides benefits in developing students' ability to understand, manage, and control the learning process, motivating students to learn with more enthusiasm, and encouraging students to be more actively involved in the learning process.
3267035902E1A016304PERAN BALAI PEMASYARAKATAN DALAM PEMBINAAN DAN
BIMBINGAN TERPIDANA ANAK TINDAK PIDANA PENCURIAN
(Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor
7/Pid.Sus-Anak/2020/PN.PWT)
Balai Pemasyarakatan (BAPAS) merupakan suatu pranata untuk melaksanakan bimbingan terhadap klien pemasyarakatan, secara khusus tugas dari pembimbing kemasyarakatan tercantum dalam pasal 2 ayat 1 Keputusan Menteri Kehakiman RI No. M.01-PK04.10 Tahun 1998 tentang Tugas, Kewajiban, dan Syarat-Syarat bagi Pembimbing Kemasyarakatan, Salah satunya ialah bimbingan kerja bagi klien pemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Balai Pemasyarakatan dalam melakukan pembinaan dan bimbingan suatu perkara tindak pencurian yang dilakukan oleh anak pada Putusan Nomor: 7/Pid.Sus-Anak/2020/PN.PWT. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, dan data yang digunakan adalah dengan pengumpulan bahan hukum primer dan sekunder yang kemudian di analisis dengan metode deskriptif analitis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pembinaan dan Pembimbingan yang dilakukan oleh Balai Pemasyarakatan telah sesuai dengan Pasal 80 dan Pasal 71 ayat (1) huruf d Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak guna memenuhi syarat formil dan materil. Kemudian berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Pemerintahan Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pembinaan dan Pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan dapat disimpulkan bahwa pembinaan yang dilakukan oleh BAPAS mendapatkan keleluasaan dalam menentukan dan melaksanakan bimbingan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan. Pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara memperhatikan asas pembinaan dan pembimbingan supaya Hakim menjatuhkan pidana penjara kepada Anak dengan mempertimbangkan Anak dipidana penjara sesingkat mungkin dan berharap anak dapat memperbaiki perilakunya.The Penitentiary (Balai Pemasyarakatan) is an institution to carry out guidance for correctional clients, specifically the duties of the community counselor are stated in Article 2 paragraph 1 of the Decree of the Minister of Justice of the Republic of Indonesia No. M.01-PK04.10 of 1998 concerning Duties, Obligations, and Requirements for Community Counselors, one of which is work guidance for correctional clients. This study aims to determine the role of the Correctional Center in providing guidance and guidance to a case of theft committed by a child in Decision Number: 7/Pid.Sus-Anak/2020/PN.PWT. The research method used in this research is normative juridical, and the data used is by collecting primary and secondary legal materials which are then analyzed using descriptive analytical methods. Based on the results of the study, it can be concluded that the Guidance and Guidance carried out by the Correctional Center is in accordance with Article 80 and Article 71 paragraph (1) letter d of Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Justice System in order to meet the formal and material requirements. Then based on the provisions in Government Regulation Number 31 of 1999 concerning the Guidance and Guidance of Correctional Inmates, it can be concluded that the guidance carried out by BAPAS has the flexibility to determine and carry out guidance to Prisoners. The judge's legal considerations in deciding cases pay attention to the principles of coaching and mentoring so that the judge imposes a prison sentence on the child by considering the child sentenced to prison as short as possible and hopes that the child can improve his behavior
3267135903E1A015172PENGELOLAAN SAMPAH BERDASARKAN PERATURAN BUPATI KUNINGAN NOMOR 46 TAHUN 2018 TENTANG KEBIJAKAN DAN STRATEGI KABUPATEN KUNINGAN DALAM PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DAN SAMPAH SEJENIS SAMPAH RUMAH TANGGASampah rumah tangga yang dihasilkan masyarakat di Kota Kuningan, mencapai ratusan ton setiap harinya, dan merupakan salah satu sumber pencemaran yang sangat potensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pengelolaan sampah rumah tangga di Kabupaten Kuningan berdasarkan Peraturan Bupati Kuningan Nomor 46 Tahun 2018 Tentang Kebijakan dan Strategi Kabupaten Kuningan dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan hukum secara normative, dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Data yang disajikan secara sistematis dan terperinci, dan analisis data dilakukan secara kualitatif. Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat diketahui bahwa pengelolaan sampah rumah tangga di Kabupaten Kuningan dilakukan berdasarkan aspek perencanaan, aspek kelembagaan, aspek operasional pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, serta aspek regulasi. Adapun hambatan yang dihadapi dalam kegiatan pengelolaan sampah rumah tangga di Kabupaten Kuningan, diantaranya yaitu hambatan internal seperti minimnya pengawasan lapangan untuk mengawasi pelaksanaan pengelolaan sampah rumah tangga di Kabupaten Kuningan sehingga belum mampu mengawasi secara keseluruhan dan hambatan eksternal yaitu peraturan atau kebijakan yang dibuat oleh pemerintah belum cukup untuk mewujudkan tujuan dari dibuatnya kebijakan mengenai pelaksanaan pengelolaan sampah rumah tangga di Kabupaten Kuningan.Household waste generated by the community in Kuningan City, reaches hundreds of tons every day, and is one of the potential sources of pollution. This study aims to determine the implementation of household waste management in Kuningan Regency based on the Kuningan Regent Regulation Number 46 of 2018 concerning Policies and Strategies of Kuningan Regency in the Management of Household Waste and Types of Household Waste. This study uses a normative legal approach, with descriptive research specifications. In this study, the data sources used were secondary data and primary data. The data are presented in a systematic and detailed manner, and the data analysis is carried out qualitatively. From the results of the research and discussion, it can be seen that the management of household waste in Kuningan Regency is carried out based on planning aspects, institutional aspects, operational aspects of sorting, collecting, transporting, and regulatory aspects. The obstacles faced in household waste management activities in Kuningan Regency, including internal obstacles such as the lack of field supervision to oversee the implementation of household waste management in Kuningan Regency so that they have not been able to supervise as a whole and external obstacles, namely regulations or policies made by the government have not sufficient to realize the goal of making a policy regarding the implementation of household waste management in Kuningan Regency.
3267235904A1D018030KARAKTERISTIK MORFOLOGI DAN FISIOLOGI TANAMAN PADI (Oryza sativa. L) PADA CEKAMAN SUHU TINGGIPadi (Oryza sativa L.) merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat Indonesia sehingga kebutuhannya akan terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Perubahan iklim yang menyebabkan peningkatan suhu udara menjadi salah satu tantangan dalam upaya produksi padi. Cekaman suhu tinggi mengakibatkan penurunan kuantitas dan kualitas hasil pada budidaya padi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman padi pada cekaman suhu tinggi melalui karakteristik morfologi dan fisiologinya sehingga dapat diketahui genotipe padi yang memiliki kemampuan beradaptasi pada cekaman suhu tinggi. Penelitian dilaksanakan di screenhouse Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan 4 varietas dan 2 aksesi padi dengan 2 taraf cekaman suhu yaitu 38oC dan 40oC. Hasil penelitian didapat Varietas Inpari Unsoed 79 Agritan dan aksesi PH 3 menunjukkan indikasi toleran terhadap cekaman suhu tinggi. Inpari Unsoed 79 Agritan memiliki penurunan nilai klorofil terendah (4,07 mg/L) dan persentase butir kapur terkecil (28,22%), sedangkan PH 3 memiliki peningkatan persentase butir kapur terendah (10,99%).Rice (Oryza sativa L.) is a staple food for the Indonesian people so that their needs will continue to increase along with the increase in population. Climate change which causes an increase in air temperature is one of the challenges in rice production efforts. High temperature stress causes a decrease in the quantity and quality of yields in rice cultivation. This research was conducted to determine the response of rice plant growth to high temperature stress through its morphological and physiological characteristics so we can select which rice genotypes have the ability to adapt to high temperature stress. The research was conducted at the screenhouse of the Center for Seeds of Food Crops and Horticulture, Banyumas Regency. This research was carried out using 4 varieties and 2 rice accessions with 2 levels of temperature stress, namely 38oC and 40oC. The results showed Inpari Unsoed 79 Agritan and PH 3 accessions showed indications of tolerance to high temperature stress. Inpari Unsoed 79 Agritan had the lowest decrease in chlorophyll value (4.07 mg/L) and the smallest percentage of grain chalkiness (28.22%), while PH 3 had the lowest increase in the percentage of grain chalkiness (10.99%).
3267335905F1B016039MANAJEMEN RISIKO TAHAP PRA BENCANA TANAH LONGSOR PADA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) KABUPATEN BANYUMASKabupaten Banyumas merupakan daerah yang beberapa kecamatannya memiliki intensitas kejadian bencana tanah longsor yang beragam, bahkan ada yang mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dalam hal ini manajemen pengurangan risiko bencana yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Banyumas menjadi sorotan. Masalah yang dihadapi oleh BPBD Kabupaten Banyumas salah satunya mengenai belum optimalnya kapasitas aparatur penanggulangan bencana Kabupaten Banyumas. Di dalam penelitian ini, manajemen pengurangan risiko bencana tanah longsor yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Banyumas dilihat dari 4 (empat) fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, kegiatan perencanaan manajemen pengurangan risiko bencana tanah longsor sudah sesuai dengan apa yang menjadi indikator dalam menilai suatu perencanaan. Kegiatan pengorganisasian sudah baik karena memenuhi unsur-unsur organisasi dan terdapat keterbatasan sumber daya. Kegiatan penggerakan dalam manajemen pengurangan risiko bencana terdapat 2 (dua) bagian tindakan yaitu mitigasi pasif dan mitigasi aktif. Kegiatan pengawasan yang dilakukan BPBD dapat dikatakan baik, karena dalam pencapaian setiap fungsi sebagian besar telah tercapai walaupun memang adanya keterbatasan yang dikatakan bisa mempengaruhi hasil akhir yang dilakukan dalam manajemen pengurangan risiko bencana tanah longsor.Banyumas Regency is an area where several sub-districts have various intensity of landslides, some of which have even experienced a significant increase. In this case, the disaster risk reduction management carried out by the Banyumas Regency BPBD is in the spotlight. One of the problems faced by the Banyumas Regency BPBD is the not yet optimal capacity of the Banyumas Regency disaster management apparatus, this can affect the disaster management carried out by the Banyumas Regency BPBD, especially landslides. In this study, the management of landslide risk reduction carried out by BPBD Banyumas Regency is seen from 4 (four) management functions, namely planning, organizing, mobilizing, and monitoring. Based on research conducted in the planning activities of landslide risk reduction management, it is in accordance with what is an indicator in assessing a plan. Organizing activities are good because they meet the organizational elements and there are limited resources. The mobilization activities in disaster risk reduction management have 2 (two) parts of action, namely passive mitigation and active mitigation. Supervision activities carried out by BPBD can be said to be good, because most of the achievements in each function have been achieved, although there are indeed limitations that are said to affect the final results carried out in landslide risk reduction management.
3267435920I1A018039ANALISIS PENGARUH FAKTOR INDIVIDU DENGAN GEJALA KELUHAN LOW BACK PAIN PADA SOPIR ANGKUTAN PERKOTAAN (ANGKOT) DI KOTA BOGOR BARATLatar Belakang: LBP merupakan penyakit akibat kerja. Penyebab terjadinya LBP yaitu duduk terlalu lama atau sikap duduk yang salah. Sopir berisiko mengalami LBP karena pekerjaannya dilakukan dengan posisi duduk yang lama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor individu apa saja yang berpengaruh terhadap gejala keluhan LBP pada sopir angkot di Kota Bogor Barat.
Metode: Penelitian ini penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini sopir angkot Kota Bogor Barat dengan jumlah 280. Sampel sebanyak 165 didapatkan dengan rumus Slovin dengan teknik pengambilan simple random sampling. Data dianalisis menggunakan uji univariat, bivariat dengan chi-square dan multivariat dengan regresi logistik (derajat kepercayaan 95%).
Hasil Penelitian: Variabel yang berpengaruh adalah usia (0,003), dan masa kerja (0,032). Variabel yang tidak berpengaruh adalah IMT (0,063), kebiasaan merokok (0,815), riwayat pendidikan (0,774), dan kebiasaan olahraga (0,106).
Simpulan : Variabel yang paling berpengaruh adalah usia.
Saran: Melakukan pola hidup sehat dan memberlakukan shift kerja.
Kata Kunci: LBP, Sopir Angkot, Faktor Individu.
Background: LBP is a occupational disease. The cause of LBP is sitting too long or the wrong sitting attitude. The driver is at risk of LBP because his work is done with a long sitting position. The purpose of this study is to find out what individual factors affect the symptoms of LBP complaints in angkot drivers in West Bogor City.
Methods: This research is analytical observational quantitative research with a cross sectional approach. The population of this study is a driver of West Bogor City with a total of 280. A sample of 165 was obtained by the Slovin formula with a simple random sampling technique. The data was analyzed using univariate, bivariate tests with chi-square and multivariate with logistic regression (95% confidence degree).
Research Results: The influential riabels are age (0.003), and working period (0.032). Variables that had no effect were BMI (0.063), smoking habits (0.815), educational history (0.774), and exercise habits (0.106).
Conclusion: The most influential variable is age.
Suggestion: Doing a healthy lifestyle and enforcing work shifts.
Keywords: LBP, Angkot Driver, Individual Factor.
3267535922I1A018013PENGARUH FAKTOR INDIVIDU TERHADAP STRES KERJA PADA PEKERJA BAGIAN WELDING DI PT CATUR EKA MANDIRI KOTA BATAMLatar Belakang: Stres kerja adalah suatu bentuk tanggapan seseorang, baik fisik maupun mental terhadap suatu perubahan di lingkungan kerja yang dirasakan mengganggu dan mengakibatkan dirinya terancam. Faktor yang mempengaruhi stres kerja meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, status pernikahan, masa kerja, penilaian diri, dan kepuasan kerja. Pekerja Bagian Welding berisiko stres kerja karena memiliki penilaian diri yang kurang baik. Tujuan penelitian ini Mengetahui pengaruh faktor individu terhadap stres kerja pada pekerja bagian Welding di PT Catur Eka Mandiri Kota Batam.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pekerja Bagian Welding di PT Catur Eka Mandiri Kota Batam, jumlah sampel sebanyak 73 pekerja dengan pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan uji regresi logistik dengan derajat kepercayaan 95%.
Hasil Penelitian: Variabel yang berpengaruh adalah penilaian diri (0,018). Variabel yang tidak berpengaruh adalah usia (0,089), jenis kelamin (0,671), pendidikan (0,933), status pernikahan (0,906), masa kerja (0,256), dan kepuasan kerja (0,053).
Simpulan: Variabel yang berpengaruh adalah penilaian diri.
Saran: Memberi apresiasi seperti pujian atau penghargaan kepada pekerja untuk mewujudkan penilaian diri pekerja yang baik serta meningkatkan fokus dalam bekerja dan mengurangi tingkat stres kerja.
Kata Kunci: Stres kerja, Pekerja Bagian Welding, Penilaian Diri
ABSTRACT

Background: Job stress is a form of a person's response, both physically and mentally to a change in the work environment that is felt to be disturbing and causes him to be threatened. Factors that affect work stress include age, gender, education, marital status, years of service, self-assessment, and job satisfaction. Welding workers are at risk of work stress because they have poor self-assessment. The purpose of this study is to determine the influence of individual factors on work stress in welding workers at PT Catur Eka Mandiri Batam City.
Research Methods: This study used a cross sectional approach. The population of this research is the Welding Section workers at PT Catur Eka Mandiri Batam City, the number of samples is 73 workers with total sampling using total sampling. Collecting data using a questionnaire. Data were analyzed by logistic regression test with 95% confidence degree.
Research Results: The influential variable is self-assessment (0.018). Variables that have no effect are age (0.089), gender (0.671), education (0.933), marital status (0.906), tenure (0.256), and job satisfaction (0.053).
Conclusion: The influential variable is self-assessment.
Suggestion: Give appreciation such as praise or appreciation to workers to realize a good employee self-assessment and increase focus at work and reduce work stress levels.
Keywords: Work stress, Welding Worker, Self Assessment
3267635906A1D017197ADAPTABILITAS LIMA GENOTIPE STROBERI (Fragaria sp.) DAN RESPONNYA PADA PEMBERIAN BEBERAPA MACAM PUPUK DI DATARAN RENDAHPenelitian bertujuan untuk mengetahui adaptabilitas lima genotip stroberi dan respon tanaman terhadap pemberian beberapa macam pupuk di dataran rendah. Penelitian dilaksanakan di Screen House Fakultas Pertanian Unsoed (110 mdpl) sejak bulan April hingga Agustus 2021. Penelitian menggunakan 5 klon stroberi asal Desa Pratin Purbalingga. Perlakuan pupuk yang diberikan yaitu kontrol (tanpa pemupukan), pupuk organik kotoran sapi, pupuk fermentasi kedelai dan pupuk NPK mutiara 16-16-16 dengan 3 ulangan. Pengamatan meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), kandungan klorofil daun (unit), umur berbunga (hst), jumlah bunga (kuntum), jumlah buah per tanaman (buah), bobot buah per tanaman (g), umur panen (hst) dan persentase bunga jadi buah (%) serta pengamatan lingkungan berupa suhu udara (oC), kelembaban udara (%) dan intensitas cahaya (LUX). Penelitian menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) dua faktor dan uji BNJ (Beda Nyata Jujur) taraf 5%. Pengamatan kualitatif tanaman dilakukan berdasarkan panduan Internasional UPOV (Union for the Protection of New Varieties of Plant) Geneva. Hasil menunjukkan bahwa klon 5 dan klon 4 merupakan klon paling adaptif pada penanaman di dataran rendah ditunjukkan dengan respon yang baik pada variabel jumlah bunga, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman, dan persentase bunga jadi buah dengan hasil yang tidak berbeda. Perlakuan macam pupuk sangat berpengaruh terhadap jumlah daun dan kandungan klorofil daun. Pupuk NPK mutiara merupakan yang terbaik diantara keempat perlakuan pupuk. Pengamatan karakter kualitatif tanaman stroberi meliputi morfologi tanaman, daun, petiol, bunga dan buah stroberi.This study was aimed to determine the adaptability of the five strawberry genotypes and their responses on the application of several kinds of fertilizers in the lowlands. The research was conducted at greenhouse of Faculty of Agriculture Unsoed (110 meters above sea level) since April to August 2021. The study used 5 clones of strawberry plant from Pratin Purbalingga. The treatment of fertilizers there are control (without fertilizer), organic cow dung fertilizer, soybean fermented fertilizer, and NPK fertilizer 16-16-16. Observed included plant height (cm), number of leaves (strands), leaf chlorophyll content (unit), age of flowering (dap), number of flowers (buds), number of fruit each plant (pieces), fruit weight each plant (g), harvest age (dap), percentage of flowers into fruit (%), air temperature (oC), humidity (%) and light intensity (LUX). The research was conducted using a Randomized Complete Block Design (RCBD) two factors and Tukey's Honestly Significant Difference (HSD) test with a level of 5%. Plant qualitatif character observations based on the International Union for the Protection of New Varieties of Plant (UPOV) Geneva guidelines. Clone 5 and clone 4 were the most adaptive clones planted in the lowland, indicated by good plant responses on the number of flowers, number of fruit each plant, fruit weight each plant, and percentage of flowers into fruit with results that are not significantly different. The type of fertilizer treatment greatly affects to the number of leaves and leaf chlorophyll content. NPK fertilizer was the best one of the four fertilizer treatments. The observation of the qualitative character of strawberry plants included plant morphology, leaves, petioles, flowers and fruit of strawberries.
3267735907F1A018017Peran Mahasiswa Fisip Unsoed dalam Penanaman Nilai Anti Korupsi Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran mahasiswa Fisip Unsoed dalam menanamkan nilai-nilai antikorupsi. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan sasaran dan lokasi penelitian adalah mahasiswa Ilmu Sosial Jurusan Sosiologi, Administrasi Publik, Ilmu Politik, Ilmu Komunikasi, dan Hubungan Internasional. Teknik penentuan informan menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling dengan jumlah 97 responden. Teknik pengumpulan data survei adalah melalui pengisian kuesioner. Data primer dalam penelitian ini yaitu kuesioner yang telah dibagikan kepada sampel yang telah ditentukan. Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dengan referensi melalui buku-buku, jurnal dan penelitian-penelitian sebelumnya yang memiliki keterkaitan dengan penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Analisis deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau mendeskripsikan data tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran mahasiswa Fisip Unsoed berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa peran yang sering dilakukan yaitu di lingkungan keluarga, kedua di lingkungan kampus, selanjutnya peran mahasiswa Fisip Unsoed ketiga di lingkungan masyarakat, dan urutan keempat yaitu peran mahasiswa Fisip Unsoed di lingkungan nasional. Peran yang di lakukan mahasiswa terkhusus mahasiswa 2020 dan 2021 memiliki peran yang rendah, hal ini dikarenakan bahwa Angkatan 2020 dan 2021 masih sangat relatif rendah dalam mengenyam kegiatan di kampus dikarenakan semua aktivitas yang dilakukan secara online atau jarak jauh. This study aims to explain the role of Fisip Unsoed students in instilling anti-corruption values. This research method is descriptive quantitative, with the target and research location are students of Social Sciences Department of Sociology, Public Administration, Political Science, Communication Studies, and International Relations. The technique of determining the informants used Proportionate Stratified Random Sampling with a total of 97 respondents. Survey data collection technique is through filling out a questionnaire. The primary data in this study is a questionnaire that has been distributed to a predetermined sample. The secondary data in this study were obtained by reference through books, journals and previous studies that are related to this research. This research uses descriptive analysis method. Descriptive analysis is a statistic used to analyze data by describing or describing the data. The results showed that the role of Fisip Unsoed students based on the results of the study showed that the roles that were often carried out were in the family environment, the second in the campus environment, then the role of the third Fisip Unsoed students in the community, and the fourth was the role of Fisip Unsoed students in the national environment. The role played by students, especially students in 2020 and 2021, has a low role, this is because the 2020 and 2021 batches are still relatively low in having activities on campus because all activities are carried out online or remotely.
3267835909F1A018043Implementasi Konsep Pendidikan Pembebasan di Bhinneka Ceria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tentang implementasi konsep pendidikan pembebasan yang dilakukan di Bhinneka Ceria Purwokerto. Implementasi pendidikan pembebasan akan khas bagi Bhinneka Ceria itu sendiri. Dengan demikian, cerita para pelaku di Bhinneka Ceria menjadi data utama agar tujuan dapat diraih. Berangkat dari asumsi tersebut maka penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bhinneka Ceria merupakan komunitas yang mengirimkan relawan ke sekolah di desa maupun warga desa di Banyumas. Implementasi pendidikan pembebasan di Bhinneka Ceria terlihat dari penyusunan kurikulum di Bhinneka Ceria yang membutuhkan pendapat siswa dan konsultasi dari guru di tempat Bhinneka Ceria mengirim relawan. Praktik pendidikan di Bhinneka Ceria yang mengacu kepada pendidikan pembebasan yaitu siswa di Bhinneka Ceria juga belajar sembari bermain di luar kelas, sehingga siswa tidak hanya duduk diam di dalam kelas. Siswa di Bhinneka Ceria juga sering mempraktikkan secara langsung terkait apa yang akan mereka pelajari. Di Bhinneka Ceria, humanisasi dalam pendidikan pembebasan Paulo Freire yaitu kakak-kakak Bhincer dan siswa melakukan kegiatan untuk menciptakan komunikasi yang aktif dan menciptakan dialog. Seperti halnya di Bhinneka Ceria, terdapat instruksi yang tidak tuntas dalam praktik pembelajarannya. Terdapat pula gaya pendidikan kritis yang diterapkan di Bhinneka Ceria seperti diskusi dan problem solving. This research aims to describe and explain the implementation of the concept of liberation education carried out in Bhinneka Ceria Purwokerto. The implementation of liberation education will be typical for Bhinneka Ceria itself. Thus, the stories of the perpetrators in Bhinneka Ceria become the main data so that goals can be achieved. Departing from these assumptions, this research was carried out using qualitative methods. The results of this study showed that Bhinneka Ceria is a community that sends volunteers to schools in the village and villagers in Banyumas. The implementation of liberation education in Bhinneka Ceria can be seen from the preparation of the curriculum in Bhinneka Ceria which requires student opinion and consultation from teachers at the place where Bhinneka Ceria sends volunteers. The educational practice in Bhinneka Ceria which refers to liberation education is that students in Bhinneka Ceria also learn while playing outside the classroom, so that students do not just sit still in the classroom. Students at Bhinneka Ceria also often practice directly related to what they will learn. In Bhinneka Ceria, humanization in the liberation education of Paulo Freire, namely Bhincer's brothers and students carry out activities to create active communication and create dialogue. As is the case in Bhinneka Ceria, there are incomplete instructions in his learning practice. There are also critical education styles applied in Bhinneka Ceria such as discussion and problem solving.
3267937851E1B018011Comparative Study On The Application Of Amicus Curiae (Friends Of The Court) In Criminal Courts In Indonesia And The United StatesAmicus curiae (sahabat pengadilan) merupakan pihak diluar pihak yang sedang berperkara di Pengadilan berkepentingan atau tertarik untuk berpartisipasi dengan memberikan pendapatnya terhadap suatu perkara. Amicus curiae adalah praktik hukum yang sudah diterapkan sejak lama pada negara dengan sistem hukum common law, salah satunya adalah Amerika Serikat yang sudah mengatur praktik amicus curiae secara menyeluruh. Negara Indonesia yang bersistem hukum civil law mulai menerapkan praktik amicus curiae pada beberapa perkara pidananya meskipun tidak ada aturan baku terhadap praktik amicus curiae. Penulisan hukum ini bertujuan untuk menganalisa penerapan amicus curiae di Indonesia dan membandingkan penerapannya dalam sistem peradilan pidana di Indonesia dan Amerika Serikat. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah yuridis normatif dan komparatif untuk menjelaskan masalah hukum yang ada. Jenis penulisan ini menggunakan penelitian hukum normatif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh melalui kepustakaan dan diuraikan dengan sistematis. Penulisan ini menemukan bahwa pertama, Indonesia dapat menerapkan praktik amicus curiae dan beberapa kali diterapkan pada perkara-perkara pidana dengan menggunakan dasar hukum Pasal 5 ayat (1) Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman; dan kedua, Indonesia tidak memiliki aturan-aturan yang mengatur secara baku dan eksplisit layaknya Amerika Serikat. Menyikapi dua hal tersebut perlu dilakukan pembentukan aturan baku tentang praktik amicus curiae agar terdapat kepastian hukum dari penerapan praktik tersebut kedalam sistem peradilan pidana di Indonesia.Amicus curiae (friend of the court) is a party outside the party who is litigating in court with an interest or interest in participating by giving his opinion on a case. Amicus curiae is a legal practice that has been applied for a long time in countries with a common law system, one of which is the United States which has regulated the practice of amicus curiae thoroughly. Indonesia, which has a civil law system, began to apply the practice of amicus curiae in several criminal cases even though there are no standard rules for the practice of amicus curiae. This legal writing aims to analyze the application of amicus curiae in Indonesia and compare its application in the criminal justice system in Indonesia and the United States. The method used in this writing is normative and comparative juridical to explain existing legal problems. This type of writing uses normative legal research. The source of data used is secondary data obtained through the library and described systematically. This paper found that first, Indonesia can apply the practice of amicus curiae several times applied to criminal cases using the legal basis of Article 5 Paragraph (1) of Law No. 48 of 2009 on Judicial Power; and second, Indonesia does not have rules that govern in a standard and explicit manner like the United States. In response to these two things, it is necessary to establish standard rules on the practice of amicus curiae so that there is legal certainty in the application of these practices into the criminal justice system in Indonesia.
3268037977A1D018017PENGARUH PEMOTONGAN UMBI DAN DOSIS PUPUK NZEO-SRPlus TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pemotongan umbi dan dosis pupuk NZEO-SRPlus yang optimum terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan pada Februari sampai April 2022. Penelitian dilaksanakan di Desa Pliken, Purwokerto dan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian berupa percobaan lapang dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemotongan umbi yaitu tanpa pemotongan dan dengan pemotongan umbi 1/3 bagian. Faktor kedua adalah dosis pupuk NZEO-SRPlus yaitu 0 kg/ha, 125 kg/ha, 250 kg/ha, 375 kg/ha. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah daun, luas daun, jumlah umbi, diameter umbi, bobot umbi segar dan kering per rumpun, bobot akar segar dan kering per rumpun, bobot umbi segar dan kering per petak. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F, apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemotongan umbi dapat meningkatkan jumlah umbi dan bobot umbi segar per petak. Pemupukan NZEO-SRPlus mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter umbi, jumlah umbi, bobot umbi segar dan kering per rumpun, bobot umbi segar dan kering per petak. Pemotongan umbi 1/3 bagian dan dosis pupuk NZEO-SRPlus hingga 375 kg/ha dapat meningkatkan bobot umbi segar per rumpun (29,25 g), bobot umbi segar per petak (6,21 ton/ha) dan bobot umbi kering per petak (5,07 ton/ha). This study aims to determine the optimum cutting of shallot and doses of NZEO-SRPlus fertilizer for the growth and yield of shallot plants. The research was carried out from February to April 2022. The research was carried out in Pliken Village, Purwokerto and at the Laboratory of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research was in the form of a field experiment with a Completely Randomized Block Design consisting of 2 factors with 3 replications. The first factor is cutting the shallot, namely without cutting and cutting the shallot 1/3 of the way. The second factor is the dosage of NZEO-SRPlus fertilizer, namely 0 kg/ha, 125 kg/ha, 250 kg/ha, 375 kg/ha. Observation variables included plant height, number of tillers, number of leaves, leaf area, number of shallots, shallot diameter, weight of fresh and dry bulbs per clump, weight of fresh and dry roots per clump, weight of fresh and dry bulbs per plot. The data obtained were analyzed using the F test, if there effect significant was continued with the Duncan Multiple Range Test (DMRT) at an error rate of 5%. The results showed cutting shallots that increased the number of shallots and the weight of fresh shallots per plot. NZEO-SRPlus fertilization increased plant height, number of leaves, leaf area, diameter of shallots, number of shallots, weight of fresh and dry shallots per clump, weight of fresh and dry shallots per plot. Cutting shallots 1/3 part and dose of NZEO-SRPlus fertilizer up to 375 kg/ha can increase the weight of fresh shallots per clump (29.25 g), fresh bulb weight per plot (6,21 tons/ha) and dry shallot weight per plot. (5,07 tons/ha).