Artikelilmiahs

Menampilkan 32.721-32.740 dari 50.010 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3272135926H1C018034Geologi dan Analisis Pengaruh Kandungan Abu Batubara terhadap Potensi Pembentukan Slagging dan Fouling Pit X-1, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan TimurDi Indonesia, pemanfaatan batubara sebagai sumber energi semakin meningkat setiap tahunnya. Saat ini penggunaan batubara sebagai bahan bakar di PLTU. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi, kualitas batubara, kandungan abu batubara, nilai titik leleh abu, dan pengaruh kandungan abu batubara terhadap potensi pembentukan slagging dan fouling. Daerah penelitian berada di daerah Kaubun, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Metode yang dilakukan yaitu pengamatan kondisi geologi, analisis kualitas batubara meliputi analisis proksimat, nilai total sulfur, nilai kalor, analisis kandungan abu batubara, dan analisis titik leleh abu. Geomorfologi daerah penelitian yaitu Satuan Perbukitan Struktural Berlereng Curam-Menengah dan Satuan Perbukitan Struktural Berlereng Miring. Stratigrafi daerah penelitian terdiri dari Satuan Batulempung Sisipan Batupasir dan Satuan Perselingan Batupasir-Batulempung. Hasil analisis yang dilakukan terhadap 5 seam batubara sumur Y19 PIT X-1, menghasilkan kualitas batubara seam 13U, seam 13L, seam 12, seam 11, termasuk batubara sub-bituminus B dan seam 10 termasuk batubara sub-bituminus A. Seam 13U, seam 13L, dan seam 11 termasuk abu bituminus, seam 12 dan seam 10 termasuk abu lignit. Seam 13U memiliki indeks slagging 0,66; indeks fouling 1,02. Seam 13L memiliki indeks slagging 0,07; indeks fouling 0,06. Seam 12 memiliki nilai AFT 12000C; indeks fouling 1,16. Seam 11 memiliki indeks slagging 17,27; indeks fouling 3,42. Seam 10 memiliki nilai AFT 12920C; indeks fouling 0,53. Dari perhitungan tersebut, potensi slagging seam 13L rendah, seam 13U dan seam 10 sedang, seam 12 tinggi, seam 11 parah. Sedangkan potensi fouling seam 13L, seam 12, dan seam 10 rendah, seam 13U dan seam 11 parah.In Indonesia, the use of coal as an energy source is increasing every year. Currently, the use of coal is as a fuel in PLTU. This study aims to determine the geological conditions, coal quality, coal ash content, ash fusion temperature, and the effect of coal ash content on the potential formation of slagging and fouling. The research area is located in the Kaubun area, East Kutai Regency, East Kalimantan. The methods used are the observation of geological conditions, coal quality analysis include proximate analysis, total sulfur and calorific value, coal ash content analysis, and ash fusion temperature analysis. The geomorphology of the research area is Structural Hills Unit with Medium-Steep Slope, and Structural Hills Unit with Sloping Slope. The stratigraphy of the research area consists of Sandstone Insertion Claystone Unit and Sandstone-Claystone Interchange Unit. The results of the analysis conducted on 5 coal seams of the Y19 well PIT X-1, resulted in coal quality seam 13U, seam 13L, seam 12, and seam 11, include sub-bituminous B coal, and seam 10 include sub-bituminous A coal. Seam 13U, seam 13L, and seam 11 are bituminous ash, while seam 12 and seam 10 are lignite ash. Seam 13U has a slagging index of 0.66; fouling index 1.02. Seam 13L has a slagging index of 0.07; fouling index 0.06. The Seam 12 has an AFT rating of 1200oC; fouling index 1.16. Seam 11 has a slagging index of 17.27; fouling index 3.42. The Seam 10 has an AFT rating of 1292oC; fouling index 0.53. From these calculations, the slagging potential for seam 13L is low, seam 13U and seam 10 are medium, seam 12 is high, seam 11 is severe. While the fouling potensial of seam 13L, seam 12, and seam 10 are low, seam 13U and seam 11 are severe.
3272235933F1C018027Pola Komunikasi Pendidikan dalam Proses Pembelajaran Al-Qur'an Santri Usia Dini TPQ Al-Khoirot Pola komunikasi merupakan model atau gambaran dari proses komunikasi yang nantinya akan menghasilkan pola yang sesuai dan mudah digunakan untuk berkomunikasi. Komunikasi digunakan dalam dunia pendidikan dimana komunikasi merupakan alat atau stimulus yang digunakan oleh tenaga pendidik atau guru untuk menyampaikan ilmu yang mereka punya ke anak didik atau murid mereka. Salah satu tujuan adanya komunikasi pendidikan adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mencari solusi dari permasalahan yang ada didalam pembelajaran. Oleh karena itu, komunikasi pendidikan sangat berguna dan bermanfaat dalam proses pengembangan kepribadian seseorang. Kajian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pola komunikasi pendidikan yang terjadi didalam proses pembelajaran Al-Qur’an santri usia dini di TPQ Al-Khoirot. Pada penelitian ini menggunakan teori interaksi simbolik dimana pada penerapannya teori ini berperan penting dalam proses pembelajaran. Selain itu pada penelitian ini juga menggunakan pendekatan komunikasi interpersonal yang mana dalam penerapannya juga dianalisis menggunakan 5 hukum komunikasi efektif diantaranya yaitu Respect, Emphaty, Audible, Clarity, Humble. Pola komunikasi pendidikan yang digunakan dalam proses pembelajaran Al-Qur’an santri usia dini di TPQ Al-Khoirot yaitu :1. Pola komunikasi dua arah dan 2. Pola komunikasi banyak arah. Selain itu juga ditemukan beberapa faktor pendukung dan faktor penghambat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan informan kunci kepala ustadzah dan ustadzah yang mengajar dikelas serta informan pendukung yaitu santri usia dini dan para wali santri.Communication pattern is a model or description of the communication process which will produce a pattern that is suitable and easy to use to communicate. Communication is used in the world of education where communication is a tool or stimulus used by educators or teachers to convey the knowledge they have to their students or students. One of the goals of educational communication is to improve the quality of education and find solutions to problems that exist in learning. Therefore, educational communication is very useful and beneficial in the process of developing one's personality. This study aims to determine the pattern of educational communication that occurs in the process of learning the Qur'an for early childhood students at TPQ Al-Khoirot. This study uses the theory of symbolic interaction where in its application this theory plays an important role in the learning process. In addition, this study also uses an interpersonal communication approach which in its application is also analyzed using 5 laws of effective communication including Respect, Empathy, Audible, Clarity, Humble. The educational communication pattern used in the Qur'an learning process for early childhood students at TPQ Al-Khoirot is a : 1. Ttwo-way and 2. Many-way communication pattern. In addition, several supporting and inhibiting factors were also found. This study uses a qualitative method with the key informants being the principal ustadzah and ustadzah who teach in the class as well as supporting informants, namely early childhood students and the guardians of students.
3272335934F1D018022PENGARUH RELIABILITY DAN RESPONSIVENESS APARATUR BIROKRASI TERHADAP PELAYANAN PUBLIK DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA TASIKMALAYAArtikel hasil penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui
seberapa besar pengaruh reliability dan responsiveness aparatur birokrasi terhadap
pelayanan publik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tasikmalaya.
Dengan menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dalam
penelitian ini menggunakan accidental sampling dari jumlah populasi 6.043, dengan
margin of error 10% sehingga didapatkan sampel 100 responden. Teknik pengambilan
data dilakukan melalui survei. Data primer diperoleh melalui wawancara
menggunakan daftar pertanyaan yang ada dalam kuesioner kepada responden terpilih
yang berdasarkan pada kriteria tertentu. Teknik analisis data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji linearitas, analisis
korelasi pearson product moment, dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian
tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh reliability dan responsivess terhadap
pelayanan publik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tasikmalaya
yaitu sebesar 53,7% dan sisanya 46,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak
termasuk dalam penelitian ini. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa
pelayanan publik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tasikmalaya akan
meningkat seiring dengan meningkatnya reliability dan responsiveness aparatur
birokrasi dalam memberikan pelayanannya kepada masyarakat.
This research article aims to analyze and find out how much influence the
reliability and responsiveness of the bureaucratic apparatus on public services at the
Department of Population and Civil Registry of Tasikmalaya City have. By using
quantitative methods. The sampling technique in this study used accidental sampling
from a total population of 6,043, with a margin of error of 10% so that a sample of
100 respondents was obtained. The data collection technique is through surveys.
Primary data was obtained through interviews using a list of questions in the
questionnaire to respondents who were selected based on certain criteria. The data
analysis technique used in this research is validity test, reliability test, normality test,
linearity test, Pearson product moment correlation analysis, and multiple linear
regression analysis. The results of this study indicate that there is an effect of reliability
and responsiveness on public services at the Department of Population and Civil
Registration of the City of Tasikmalaya, which is 53.7% and the remaining 46.3% is
influenced by other factors not included in this study. Thus, this study shows that public
services at the Department of Population and Civil Registration of the City of
Tasikmalaya will increase along with the increasing reliability and responsiveness of
the bureaucratic apparatus in providing services to the community.
3272435935I1D018035PERUBAHAN KADAR MALONDIALDEHID PLASMA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II YANG DIBERIKAN YOGURT KECAMBAH KACANG TOLO
(Vigna unguiculata)
ABSTRAK

PERUBAHAN KADAR MALONDIALDEHID PLASMA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II YANG DIBERIKAN YOGURT KECAMBAH KACANG TOLO (Vigna unguiculata)
Ghinaa Hasnaa Nabiilah1, Hery Winarsi2, Ibnu Zaki2

Latar Belakang: Hiperglikemia pada penderita DM Tipe II menyebabkan meningkatnya stress oksidatif, ditandai tingginya produksi Reactive Oxygen Species (ROS) dan rendahnya status antioksidan tubuh. ROS dapat berikatan dengan senyawa polyunsaturated fatty acid di membran sel, dan mengawali proses peroksidasi lipid. Hasil akhir berupa tingginya kadar MDA plasma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek yogurt kecambah kacang tolo (yocamcalo) terhadap kadar MDA plasma penderita DM Tipe II.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan rancangan randomized controlled trial (RCT) single blind. Subjek berjumlah 18 wanita penderita DM Tipe II di Desa Purwosari, Kecamatan Baturraden, dibagi secara acak yaitu sembilan orang pada kelompok intervensi yang diberikan yocamcalo dan sembilan orang pada kelompok plasebo yang diberikan yogurt susu skim. Plasma darah diambil untuk mengukur kadar MDA plasma sebelum dan setelah intervensi. Perubahan kadar MDA plasma dianalisis dengan uji Wilcoxon.
Hasil Penelitian: Setelah dua bulan pemberian yocamcalo 200 ml/hari pada kelompok intervensi, terdapat penurunan rata-rata kadar MDA plasma dari 7,49 nmol/ml menjadi 6,24 nmol/ml (p=0,015), sedangkan pada kelompok plasebo terjadi peningkatan pada kadar MDA plasma, tetapi tidak nyata (p=0,374),
Kesimpulan: Konsumsi yogurt kecambah kacang tolo sebanyak 200 ml/hari selama dua bulan dapat menurunkan kadar MDA plasma penderita DM Tipe II
Kata Kunci: Malondialdehid, yogurt kecambah kacang tolo, DM Tipe II

1Mahasiswa Jurusan Ilmu Gizi FIKes Universitas Jenderal Soedirman
2Departemen Jurusan Ilmu Gizi FIKes Universitas Jenderal Soedirman

ABSTRACT

CHANGES IN PLASMA MALONDIALDEHYD LEVELS FOR TYPE II DIABETES MELLITUS FROM COWPEA BEAN SPROUT YOGHURT
(Vigna unguiculata)
Ghinaa Hasnaa Nabiilah1, Hery Winarsi2, Ibnu Zaki2

Background: Hyperglycemia in patients with type II diabetic mellitus causes increased oxidative stress, characterized by high production of Reactive Oxygen Species (ROS) and low antioxidant in the body. ROS can bind to polyunsaturated fatty acid compounds in cell membranes and initiate the process of lipid peroxidation. The final result is high plasma MDA levels. This study aims to determine the effect of cowpea bean sprout yoghurt (yocamcalo) on plasma malondialdehyde levels of patients with type II diabetic mellitus
Methodology: This study used a single blind randomized controlled trial (RCT). Subjects were 18 women with type II diabetic mellitus in Purwosari Village, Baturraden District, divided randomly into nine people in the intervention group given yocamcalo and nine people in the placebo group given skim milk yogurt. Blood plasma was taken to measure plasma MDA levels before and after the intervention. Changes in plasma MDA levels were analyzed by the Wilcoxon test.
Results: After two months of giving yocamcalo 200 ml/day to the intervention group, plasma MDA level was decreased from 7.49 nmol/ml to 6.24 nmol/ml (p=0.015), while in the placebo group there was an increase in plasma MDA levels, but not significant (p=0.374).
Conclusion: Consumption of 200 ml of cowpea bean sprout yoghurt per day for two months can reduce plasma MDA levels in type II diabetic mellitus patients.
Keywords: Malondialdehyde, cowpea bean sprout yoghurt, type II diabetic mellitus

1Student of the Department of Nutrition Science, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University
2Department of Nutrition Science, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University
3272535936I1B018099HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT TERHADAP PERILAKU PEMERIKSAAN MAMOGRAFI DI RSUD MARGONO SOEKARJOLatar Belakang: Tingginya angka kejadian kanker payudara, juga akan meningkatkan angka kematian yang diakibatkan oleh kanker. Hal tersebut terjadi karena kurangnya kesadaran untuk melakukan deteksi dini kanker payudara, salah satunya mamografi. Perawat merupakan agen of change perilaku kesehatan, namun hal tersebut tidak tercermin pada perawat di RSUD Margono Soekarjo mayoritas dari mereka belum melakukan pemeriksaan mamografi. Oleh karena itu peneliti ingin mengidentifikasi hubungan antara pengetahuan dan sikap perawat terhadap perilaku pemeriksaan mamografi.
Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Lokasi penelitian berada di RSUD Margono Soekarjo. Pengambilan sampel menggunakan teknik Non-Probability Sampling dengan Convenience Sampling dan didapatkan hasil sebanyak 153 orang. Akan tetapi terdapat sebanyak 57 sampel berusia < 35 tahun sehingga diekslusi. Maka sampel akhir penelitian ini yaitu 96 orang. Penelitian ini menggunakan instrumen pengetahuan, sikap dan perilaku tentang pemeriksaan mamografi yang diambil dan dimodifikasi dengan penelitian serupa. Analisa data pada penelitian ini menggunakan uji alternatif yaitu Fisher.
Hasil Penelitian: Analisis bivariat menggunakan uji Fisher didapatkan hasil tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku perawat mengenai pemeriksaan mamografi (p=0,345). Tidak terdapat hubungan pengetahuan dengan sikap mengenai pemeriksaan mamografi (p= 0,815). Tidak terdapat hubungan sikap dengan perilaku perawat mengenai pemeriksaan mamografi (p= 0,732).
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap, pengetahuan dengan perilaku, dan sikap dengan perilaku pemeriksaan mamografi pada perawat di RSUD Margono Soekarjo.
Background: The high incidence of breast cancer will also increase the death rate from cancer. This happens because of the lack of awareness to carry out early detection of breast cancer, one of which is by mammography. Nurses are agents of change in health behavior, but this is not reflected in the nurses at Margono Soekarjo General Hospital, the majority of whom have not performed mammography examinations. Therefore, researchers wanted to know the relationship between knowledge and attitudes of nurses on mammography examination behavior.
Objective: This study used a quantitative with cross sectional design. This study was conducted in RSUD Margono Soekarjo. Sampling using non-probability sampling technique with convenience sampling and the results obtained as many as 153 people. However, there were 57 samples aged < 35 years so they were excluded. So the final sample of this research is 96 people. This study used an instrument of knowledge, attitudes and behavior about mammography examination which were taken and modified by similar research. The analysis test in this study used alternative test, namely Fisher.
Methods: Bivariate analysis using Fisher's exact test showed that there was no relationship between knowledge and behavior of nurses regarding mammography examination (p=0,345). There was no relationship between knowledge and attitude regarding mammography examination (p=0,815). There was no relationship between attitude and behavior of nurses regarding mammography examination (p=0,732)
Results: There is no significant relationship between knowledge and attitudes, knowledge and behavior, and attitudes and behavior on mammography examinations on nurses at RSUD Margono Soekarjo.
Conclusion: There is no significant relationship between knowledge and attitudes, knowledge and behavior, and attitudes and behavior on mammography examinations on nurses at RSUD Margono Soekarjo.
3272637859J1B018042Nilai-Nilai Edukasi dalam Bacaan Anak "Aku Anak yang Berani, Bisa Melindungi Diri Sendiri : Seri 1" karya Watiek IdeoPada hakikatnya sebuah karya sastra memiliki pesan serta nilai-nilai yang akan disampaikan oleh pengarang kepada para pembacanya. Demikian halnya pada karya sastra anak. Karya sastra anak dapat menjadi sebuah media pembelajaran yang tepat bagi anak-anak. Sastra anak menjadi sebuah karya yang memiliki kehidupan cerita berkorelasi dengan dunia pemahaman anak serta penggunaan bahasa yang sesuai dengan perkembangan intelektual anak. Penggunaan gambar ilustrasi dalam karya sastra anak turut serta membantu anak memahami keseluruhan isi cerita yang ada sehingga akan mudah baginya untuk menangkap pesan di dalamnya. Pesan-pesan tersebutlah yang kemudian menjadi nilai-nilai edukasi. Pada penelitian ini, peneliti akan mencari nilai-nilai edukasi yang terdapat di dalam karya sastra anak berjudul Aku Anak yang Berani, Bisa Melindungi Diri Sendiri : Seri 1 karya Watiek Ideo. Karya sastra tersebut bertemakan mencegah kejahatan seksual pada anak, sehingga nilai-nilai edukasi di dalamnya akan berupa cara perlindungan diri dari kejahatan seksual yang dapat dilakukan oleh anak-anak. Untuk melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan teori strukturalisme sebagai landasan utama. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis. Metode tersebut merupakan gabungan dari dua metode yang ada. Sedangkan untuk pendekatannya, penelitian menggunakan pendekatan struktural. Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini nantinya adalah dapat membuat pembaca semakin waspada terhadap bahaya kejahatan seksual yang mengintai di sekitarnya.In essence, a literary work has messages and values that will be conveyed by the author to his readers. The same is true for children's literature. Children's literature can be an appropriate learning media for children. Children's literature becomes a work that has a story life that is correlated with the world of children's understanding and the use of language that is in accordance with children's intellectual development. The use of illustrated images in children's literature helps children understand the whole content of the story so that it will be easy for him to catch the message in it. These messages then become educational values. In this study, researchers will look for educational values contained in children's literature entitled Aku Anak Berani, Bisa Melindungi Diri Sendiri : Seasons 1 by Watiek Ideo. The literary work has the theme of preventing sexual crimes against children, so that the educational values in it will be in the form of ways to protect themselves from sexual crimes that can be committed by children. To conduct this research, the researcher uses the theory of structuralism as the main basis. The research method used is descriptive analysis. This method is a combination of two existing methods. As for the approach, the research uses a structural approach. The benefits that can be obtained from this research later are that it can make readers more aware of the dangers of sexual crimes that lurk around them.
3272738319F1C017078REPRESENTASI WANITA PEKERJA SEKS KOMERSIL PADA FILM MOAMMAR EMKA’S JAKARTA UNDERCOVER

Penelitian ini membahas tentang bagaimana Film Moammar Emka’s Jakarta Undercover mampu menghadirkan representasi wanita pekerja seks komersial. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk Mendeskripsikan Film Jakarta Undercover, Untuk mengetahui bagaimana wanita pekerja seks komersial direpresentasikan film Jakarta Undercover, dan Untuk menganalisis makna konotasi, denotasi, dan mitos pada adegan Wanita pekerja seks komersial di Film Jakarta Undercover. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan studi Pustaka. Pengembangan validitas data yang digunakan adalah teknik Sembilan formula
Hasil penelitian menunjukan bahwa Film Moammar Emka’s Jakarta Undercover dapat merepresentasikan Wanita Perkerja Seks Komersial. Dalam film Moammar Emka’s Jakarta Undercover ini menggambarkan sisi lain dari PSK yang digambarkan oleh Laura seorang PSK yang terpaksa melakukan pekerjaannya karena tuntutan ekonomi keluarganya yang sedang mengalami kesulitan. Laura mengalami perang batin, Dia menyadari pekerjaannya adalah pekerjaan yang hina. Namun karena terpaksa Laura harus melakukan pekerjaannya, terlihat dalam beberapa adegan laura menyesali pekerjaannya dan sedih atas apa yang harus dialaminnya. Berdasarkan hasil Analisa semiotika terdapat 4 representasi Pekerja Seks Komersial yaitu, Psk adalah seks solusi, Profesional dalam menjalankan pekerjaan, Pekerja Seks Komersial mengalami eksploitasi, dan Pekerja Seks Komersil mengalami kekerasan seksual.

ABSTRACT

This study discusses how the film Moammar Emka's Jakarta Undercover is able to present representations of women commercial sex workers. The purpose of this study is to describe the film Jakarta Undercover, to find out how women commercial sex workers are represented in the film Jakarta Undercover, and to analyze the meaning of connotations, denotations and myths in the scenes of women commercial sex workers in the film Jakarta Undercover. Data collection techniques used are documentation and library research. The development of the validity of the data used is the Nine Formulas technique
The results of the study show that the film Moammar Emka's Jakarta Undercover can represent women who work in commercial sex. In the film Moammar Emka's Jakarta Undercover, it depicts the other side of prostitutes as portrayed by Laura, a prostitute who is forced to do her job because of the economic demands of her family who are experiencing difficulties. Laura is having an inner war. She realizes that her job is despicable work. However, because Laura was forced to do her job, it can be seen in several scenes that Laura regrets her work and is sad for what she has to go through. Based on the results of the semiotic analysis, there are 4 representations of Commercial Sex Workers, namely, Sex Workers are solution sex, Professionals in carrying out their work, Commercial Sex Workers experience exploitation, and Commercial Sex Workers experience sexual violence.

3272835879H1C018002Geologi dan Studi Unsur Jejak Serta Hubungannya Terhadap Kualitas Batubara PIT Y-2, Formasi Manumbar, Cekungan Kutai, Kalimantan TimurCekungan Kutai merupakan salah satu cekungan terbesar di Indonesia dan diketahui sebagai cekungan pembawa batubara. Batubara mengandung sejumlah komponen berupa unsur utama, unsur jejak, maseral, mineral pengotor dan komponen lainnya. Hal tersebut melatarbelakangi penelitian ini dengan melakukan analisis lebih lanjut mengenai kandungan unsur pada batubara, terkhusus unsur jejak yang keterdapatannya kurang dari 1 ppb (part per billion) pada batuan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi geologi daerah penelitian, karakteristik unsur, potensi, dan pengkayaan unsur jejak serta hubungannya dengan nilai total sulfur dan ash content pada batubara. Analisis ICP-OES (Inductively Coupled Plasma – Optical Emission Spectrometer), kandungan abu, dan analisis sulfur dilakukan pada 11 seam batubara PIT Y-2 untuk mengetahui kandungan unsur jejak, unsur utama, nilai total sulfur dan ash content. Hasil penelitian menjelaskan bahwa daerah penelitian terdiri atas morfologi perbukitan sinklin dan perbukitan strukural, tatanan stratigrafi terdiri atas batulempung, perselingan batupasir-batulempung, perselingan batulempung-batupasir yang dikontrol struktur geologi berupa sinklin. Pola sebaran dan kandungan unsur tergambar dalam masing-masing grafik pada analisis kemostratigrafi dan terbagi menjadi 5 unit kemozone. Selanjutnya diketahui bahwa unit paling potensial adalah unit kemozone 3 dimana semua unsur jejak mengalami pengkayaan yang signifikan pada unit ini. Diketahui juga beberapa unsur jejak dapat berkorelasi dengan kenaikan dan penurunan nilai total sulfur dan ash content pada batubara. Unsur jejak yang di indikasikan berhubungan dengan perubahan nilai total sulfur terdiri atas unsur Cd, Mn dan Pb, sedangkan yang berperngaruh terhadap perubahan nilai ash content mencakup Cr, Cu, Pb dan V.
The Kutai Basin is one of the largest basins in Indonesia and is hidden as a coal carrier. Coal contains several trace elements, trace elements, macerals, mineral impurities, and other components. This is the background of this research by conducting further analysis of the content in coal, especially traces that are less than 1 ppb (parts per billion) in rock. This study was conducted to determine the geological conditions of the research area, characteristics, potential, enrichment of traces element, and their relationship to the value of sulfur content and total ash in coal. ICP-OES (Inductively Coupled Plasma – Optical Emission Spectrometer) analysis, ash content, and sulfur analysis were carried out on 11 coal seams of PIT Y-2 to determine trace element content, main elements, sulfur content, and total ash content. The results of the study explain that the research area consists of the morphology of Syncline Hills and Structural Hills, the stratigraphic arrangement consists of claystone, alternating sandstone-claystone, alternating claystone-sandstone controlled geological structure in the form of a syncline. The distribution pattern and elemental content are depicted in each graph in the chemostratigraphic analysis and are divided into 5 chemozone units. Furthermore, it is known that the most potential unit is the chemozone unit 3 where all trace elements have significant enrichment in this unit. Several things can correlated with the increase and decrease in the total sulfur and ash content of coal. The trace elements indicated to be related to changes in the total sulfur value consist of Cd, Mn and Pb elements, while those that affect changes in the ash content include Cr, Cu, Pb and V.
3272935937F1A018034HUBUNGAN STATUS SOSIAL EKONOMI KELUARGA DENGAN TINGKAT KEDISIPLINAN SISWA SLTA DI PURBALINGGA Artikel ini menjelaskan hubungan status sosial ekonomi keluarga dan tingkat kedisiplinan siswa SLTA di Purbalingga Jawa Tengah. Tujuan artikel ini adalah menjelaskan hubungan status sosial ekonomi orang tua dengan tingkat kedisiplinan siswa SLTA di Purbalingga. Penelitian ini dilakukan di SMA dan SMK di Purbalingga menggunakan metode survei dengan teknik sampel acak sederhana sejumlah 271 responden. Metode pengolahan data menggunakan uji korelasi tau kendal. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu terdapat hubungan negatif status sosial ekonomi keluarga dengan tingkat kedisiplinan dengan nilai korelasi sebesar -0,007 dan nilai signifikansi 0,912. Artinya, tingkat kedisiplinan siswa dari kelas atas cenderung lebih rendah daripada siswa dari kelas bawah. Nilai hubungan antarvariabel yang sangat rendah (-0,007) menunjukkan bahwa status sosial ekonomi keluarga tidak menjadi faktor utama penentu kedisiplinan siswa. Ada banyak faktor lain yang menentukan kedisiplinan siswa, seperti: teman sebaya, motivasi diri, dan lingkungan sekolah. Teman sebaya menjadi salah satu agen sosialisasi di luar keluarga yang dapat memengaruhi seseorang untuk bertindak. Selain itu motivasi yang datang dari diri sendiri juga dapat memengaruhi bagaimana kedisiplinan individu tersebut apakah memiliki motivasi diri untuk disiplin atau justru tidak memiliki motivasi dan cenderung malas. Lingkungan sekolah sebagai agen sosialisasi selain keluarga juga turut membentuk kedisiplinan siswa melalui peraturan yang ada.


This article describes the relationship between family socioeconomic status and the level of discipline of high school students in Purbalingga, Central Java. The purpose of this article is to explain the relationship between parents socioeconomic status and the level of discipline of high school students in Purbalingga. Research subject are students in Senior High Shcool and Vocational High School in Purbalingga. Data were collected through a survey with a simple random sample technique of 271 respondents. The data processing method uses the Tau Kendal correlation test. The results shows that there is a negative relationship between family socioeconomic status and the level of discipline with a correlation value of -0.007 and a significance value of 0.912. The level of discipline of students from the upper class tends to be lower than students from the lower class. The very low value of the relationship between variables (0.007) indicates that the socioeconomic status of the family is not the main factor determining student's discipline. There are many other factors that determine student discipline, such as: peers, self-motivation, and school environment. Peers become one of the agents of socialization outside the family that can influence a person to act. In addition, motivation that comes from oneself can also affect how disciplined the individual is, whether they have self-motivation to discipline or not and tends to be lazy. The school environment as an agent of socialization in addition to the family also helps establish student's discipline through existing regulations.
3273035938F1D015001POLITIK IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH (PERDA) NOMOR
26 TAHUN 2016 TENTANG KAWASAN TANPA ROKOK (KTR)
DI KABUPATEN BANYUMAS
Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk memahami dan
mendeskripsikan kebijakan kawasan tanpa rokok di Kabupaten Banyumas, terkait
Peraturan Daerah Nomor 26 Tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Rokok di
Kabupaten Banyumas yang melihat pada faktor pendorong dan penghambatnya,
dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus dalam bingkai
perspektif strukturalis dan paradigma konstruktivisme. Hasil penelitian tersebut
mengungkapkan bahwa: pertama, implementasi Perda Banyumas masih belum
diterapkan secara menyeluruh. Menjadi kendalanya adalah belum bersinerginya
antara stakeholder terkait dengan implementasi kebijakan ini yang pada akhirnya
membuat Perda ini belum sampai ketahap menjadi Peraturan bupati. Aktor-aktor
yang terlibat di dalamnya seolah seperti lempar tanggungjawab antara siapa yang
harus bertanggungjawab dan hal ini membuat implementasi dari kebijakan belum
bisa dijalankan secara masif sampai hari ini.Dalam politik implementasi terdapat
aktor- aktor yang terlibat dalam implementasi kebijakan tersebut. Aktor-aktor yang
terlibat dalam implementasi kebijakan berkaitan dengan aspek politik yaitu
kekuasaan. Kekuasaan berkaitan erat dengan legitimasi, wewenang, dan pengaruh;
kedua, faktor pendorong politik implementasi PERDA Nomor 26 tahun 2016
diantaranya: (a) Regulasi yang dibuat dari adanya PERDA Banyumas tentang
KTR, (b) Telah tersedianya sarana prasarana pendukung, (c) Adanya anggaran
yang sudah disediakan oleh DPRD. Sedangkan faktor penghambat diantaranya: (a)
Belum adanya tindak lanjut, (b) komunikasi antar instansi terkait belum berjalan
baik, (c) Belum adanya sosialisasi menyeluruh.
This research-based paper aims at to understand and describe the policy of a nosmoking area in Banyumas Regency, regarding the regulation Number 26 in 2016
of no-smoking area in banyumas regency that It concerns about driving and resistor
factors, by using a qualitative method and case study approach in the framework
of the structuralist perspective and the constructivist paradigm, the result of the
research reveals that: first, the implementation of the Banyumas Regional
Regulation has not yet been fully implemented. The problemis that there is no
synergy between stakeholders related to the implementation of this policy, which
in the end has made this Regional Regulation not yet reachedthe stage of
becoming a Regent's Regulation. The actors involved in it seem to be throwing
responsibilities between who should be responsible and this makes the
implementation of the policy unable to be carried out on a massive scale to this day.
In implementation politics there are actors involved in implementing the policy. The
actors involved in policy implementation are related to the political aspect, namely
power. Power is closely related to legitimacy, authority, andinfluence; second, the
political implementation factor of local regulation number 26 in 2016: (a) The
regulation was made because of banyumas KTR (b) It has been provided by infrastructure
support, (c) The budget has been provided by local parliament. It is also inhibitor factors
and there are: (a) There is no follow-up, (b) communication between relevant agencies
has not been successful, (c) The socialization is not comprehensively. Based on the
obtained data, it can be concluded that in politics the implementation of banyumas
rregulation No 26 in 2016, KTR has not been fully implemented because it still has some
constrabarriers to implement.
3273135939H1C015030GEOLOGI DAN PENENTUAN DEBIT PUNCAK DALAM PERENCANAAN PENGALIHAN ALUR SUNGAI DAERAH DOUP, BOLAANGMONGONDOW TIMUR, SULAWESI UTARAAir sering digunakan sebagai sumber energi, terutama pada daerah Doup yang memiliki beberapa sumber air. Daerah penelitian berada pada kawasan Doup, Kabupaten Bolaangmongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah debit air maksimum limpasan pada lokasi tambang kemudian dikaitkan dengan kapasitas rencana pengalihan sungai. Perkiraan debit air maksimum dapat ditentukan dengan menganalisis aspek geologi dan hidrologi, contohnya analisis geologi, analisis geomorfologi, analisis curah hujan, analisis periode ulang hujan dan analisis debit maksimum. Analisis data dilakukan pada DAS Kotabunan yang memiliki beberapa sub DAS. Implikasi analisis geologi digunakan untuk menentukan kondisi zona daerah aliran sungai setempat, analisis hidrologi digunakan untuk menentukan periode ulang curah hujan dan debit air maksimum pada daerah penelitian. Curah hujan periode ulang dihitung berdasarkan analisis distribusi Metode Gumble, Metode Normal, dan Metode Log Pearson Tipe III. Perhitungan data curah hujan bertujuan untuk mendapatkan besaran debit air maksimal yang kemudian dihubungkan dengan aspek geologi. Satuan litologi setempat meliputi satuan batupasir, batugamping, intrusi andesit, intrusi diorit, lava dasit, breksi piroklastik, dan aluvial. Gaya utama pada daerah penelitian yaitu sesar geser kanan dengan arah barat laut - tenggara. Hasil perhitungan data curah hujan menunjukkan Metode Gumble merupakan jenis distribusi yang dapat diterima, intensitas curah hujan tahun ke-2 adalah 105 mm/hari, tahun ke-5 adalah 124 mm/hari, pada tahun ke-10 adalah 136 mm/hari, pada tahun ke-25 adalah 151 mm/hari, pada tahun ke-50 adalah 162 mm/hari, dan tahun ke-100 adalah 173 mm/hari. Pengelolaan debit air maksimum menggunakan rencana pengalihan sungai dan normalisasi sungai. Berdasarkan perhitungan distribusi Metode Gumbel dengan rasio 25 tahun, debit air maksimum pada rencana pengalihan sungai Moat diperkirakan sebesar 9,44 m3/detik dan debit air maksimum pada pengalihan sungai Ongkobu sebesar 82,23 m3/detik. Secara keseluruhan, rencana pengalihan sungai Moat dapat menampung debit air maksimum pada kondisi ekstrim, dan rencana normalisasi sungai Ongkobu tidak dapat menahan debit air maksimum pada kondisi ekstrim, sehingga rencana pengalihan sungai Ongkobu perlu menambah dimensi rencana geometri pengalihan sungai.Water is often used as an energy resource, especially in Doup area which has several water resource. Research area is located at the Doup area, East Bolaang Mongondow District, North Sulawesi Provinces. This research aims to determine the maximum water discharge at the mine site and combined by the capacity of river diversion plans. Prediction of maximum water discharge can be determined by analysing the geology and hydrological aspects, such as geological mapping, geomorphological analysis, rainfall analysis, re-period rainfall analysis and maximum discharge analysis. The data analysis was carried out on Kotabunan water catchment which has several sub-catchment. The implication of geological analysis is used to determine condition zone of discharge water, hydrological analysis is used to determine re-period rainfall and maximum water discharge on research area. Re-period rainfall is calculated base on analysis distribution of Gumble Method, Normal Method, and Log Pearson Type III Method. Rainfall data is performed to obtain maximum water discharge and combine with geological aspect. This area formed by several lithological unit including sandstone, limestone, andesite intrusion, diorite intrussion, lava dacite, pyroclastic breccia, and Aluvial. The major structure in research area is a reverse right slip fault with north west - south east direction. The result of hydrological calculation of rainfall data shows Gumble Methods is acceptable data, the rainfall intensity of the 2nd-years is 105 mm/day, at 5th years is 124 mm/day, at 10th years is 136 mm/day, at 25th years is 151 mm/day, at 50th years is 162 mm/day, and 100th years is 173 mm/day. To manage maximum water disharge is using river diversion and normalization plans. Based on result Gumbel Method distribution of 25 years ratio, the maximum water discharge at Moat river diversion plan estimated about 9.44 m3/s, and maximum water discharge at Ongkobu river diversion about 82.23 m3/s. Overall, Moat river diversion plan can hold maximum water discharge during extreme condition, and Ongkobu river normalization plan can not hold maximum water discharge during extreme condition, so Ongkobu river diversion plan need to extend the size of geometry river diversion plan.
3273237860J1B018030ANALISIS WACANA PENGHAPUSAN MURAL “JOKOWI 404: NOT FOUND” MEDIA KOMPAS.COM EDISI AGUSTUS 2021Penelitian ini akan membahas analisis teks, analisis praktik wacana, dan analisis praktik sosiokultural dalam pemberitaan Kompas.com mengenai penghapusan mural “Jokowi 404: Not Found” sehingga dapat diketahui bagaimana tindakan dan tokoh-tokoh yang terlibat ditampilkan dalam teks berita tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian adalah teks berita yang dirilis oleh Kompas.com pada Agustus 2021. Analisis data menggunakan analisis wacana kritis model Norman Fairclough. Hasil analisis teks menunjukkan bahwa Kompas.com memanfaatkan bahasa untuk memberi pencitraan negatif kepada aparat kepolisian, TNI, dan pemerintah. Analisis praktik wacana menunjukkan bahwa Kompas.com cenderung menampilkan penilaian dan tanggapan dari pihak-pihak yang kontra terhadap peristiwa tersebut sehingga menggiring pembaca pada opini yang negatif. Analisis praktik sosiokultural memperlihatkan bahwa Kompas.com menunjukkan eksistesinya sebagai media yang cepat dan tanggap dalam menginformasikan peristiwa yang bersifat aktual dan kontroversial.This study will discuss text analysis, discourse practice analysis, and sociocultural practice analysis in the news Kompas.com regarding the removal of the mural “Jokowi 404: Not Found” so that it can be known how the actions and figures involved are displayed in the news text. The method used is descriptive qualitative. The data in the study is a news text released by Kompas.com in August 2021. Data analysis using a critical discourse analysis of Norman Fairclough's model. The results of the text analysis show that Kompas.com use language to give negative imagery to police, TNI, and government officials. Analysis of discourse practice shows that Kompas.com tend to display the judgments and responses of opposing parties to the event, leading the reader to a negative opinion. Analysis of sociocultural practice shows that Kompas.com shows its existence as a fast and responsive medium in informing events of an actual and controversial nature.
3273335941H1A018028ANALISIS PENGARUH PEMBEBANAN DAN KINERJA ISOLASI TERHADAP
SUSUT UMUR TRANSFORMATOR TENAGA
(STUDI KASUS TRAFO 1 GARDU INDUK 150 KV PURBALINGGA)
Perencanaan dilakukan dengan menghitung nilai susut umur akibat dari pembebanan dan kinerja isolasi belitan. Kemudian dilakukan analisis sehingga diketahui perkiraan sisa umur dari transformator tenaga tersebut. Perhitungan dan analisis susut umur transformator mengacu pada standar IEC 354 tahun 1972. Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai patokan untuk melakukan pemeliharaan maupun penggantian transformator di Gardu Induk. Hasil penelitian diperoleh berdasarkan data beban existing trafo 1 Gardu Induk 150 kV Purbalingga pada bulan September 2021 dengan pembebanan maksimal sebesar 47% dari kapasitas daya pengenal dan suhu udara rata-rata 27,5 0C menghasilkan susut umur sebesar 0,0947 pu/bulan. Dengan nilai susut umur bulanan tersebut diperkirakan sisa umur trafo 1 yang dapat beroperasi sekitar 63,36 tahun lagi. Hasil perhitungan susut umur sesuai dengan SPLN yang ditetapkan, dimana pembebanan yang mengakibatkan kenaikan temperatur hotspot kurang dari 80 0C maka trafo akan mengalami penyusutan umur kurang dari 0,125 pu/bulan dan sisa umur diperkirakan lebih dari 20 tahun.Planning is done by calculating the value of life shrinkage due to loading and winding insulation performance. Then the analysis is carried out so that the estimated remaining life of the power transformer is known. The calculation and analysis of transformer life loss refers to the IEC 354 standard of 1972. Based on data on the existing load of the Purbalingga 150 kV Substation 1 transformer in September 2021 with a maximum load of 47% of the rated power capacity and an average air temperature of 27,5 0C resulting in a life loss of 0,0947 pu/month. With this monthly depreciation value, it is estimated that the remaining life of transformer 1 which can operate is around 63,36 years. The results of the calculation of life shrinkage are in accordance with the stipulated SPLN, where the load resulting in an increase in the hotspot temperature is less than 80 0C, the transformer will experience a shrinkage of life of less than 0.125 pu/month and the remaining life is estimated to be more than 20 years.
3273435942I1D017032HUBUNGAN PENGETAHUAN LABEL GIZI DENGAN PERILAKU KONSUMSI PRODUK KEMASAN TINGGI NATRIUM DI KOTA BANDUNGABSTRAK
HUBUNGAN PENGETAHUAN LABEL GIZI DENGAN PERILAKU KONSUMSI PRODUK KEMASAN TINGGI NATRIUM DI KOTA BANDUNG

Nabila Mardhiyyah1, Atikah Proverawati2, Katri Andini Surijati2

Latar Belakang: Pencantuman label gizi pada kemasan pangan olahan merupakan upaya mengurangi risiko penyakit tidak menular. Label gizi memberi informasi pada masyarakat agar dapat memilih pangan kemasan sesuai kebutuhan gizi. Pengetahuan tentang label gizi pada produk makanan dan minuman kemasan diharapkan dapat memengaruhi perilaku konsumsi masyarakat dalam memilih makanan yang lebih sehat dan rendah natrium untuk mengurangi risiko terkena penyakit hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang label gizi dengan perilaku konsumsi produk kemasan tinggi natrium pada usia dewasa muda di Kota Bandung.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan Cross Sectional dengan teknik sampling snowball. Populasi dalam penelitian ini yaitu masyarakat Kota Bandung dengan sampel sebanyak 107 orang. Analisis bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact pada variabel pengetahuan yang menggunakan kuesioner terbuka dan variabel perilaku yang menggunakan kuesioner tertutup dengan tingkat kepercayaan 95% (α= 0,05).

Hasil Penelitian: Hasil uji statistik diperoleh p-value sebesar 0,716 (p>0,05) menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan mengenai label gizi dengan perilaku mengkonsumsi produk kemasan tinggi natrium.

Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan responden tentang label gizi dengan perilaku konsumsi produk kemasan tinggi natrium pada usia dewasa muda di Kota Bandung.

Kata Kunci: Pengetahuan Label Gizi, Perilaku Konsumsi Natrium, Hipertensi

1Mahasiswa Jurusan Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman
2 Jurusan Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman
ABSTRACT
THE RELATION OF AWARENESS ON NUTRITION LABELS WITH HIGH SODIUM PROCESSED PRODUCT CONSUMPTION BEHAVIOR IN BANDUNG

Nabila Mardhiyyah1, Atikah Proverawati2, Katri Andini Surijati2

Background : Inclusion of nutrition labels on processed food is an effort to reduce the risk of non-communicable diseases, for example the case of hypertension in Indonesia. Nutrition labels provide informations to the community in order to choose packaged food in accordance with the nutritional needs. Education of nutritional labels on processedfood and beverage products is expected to affect community's consumption behaviors in choosing healthier and lower sodium foods to reduce the risk of developing hypertension. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of knowledge about nutrition labels and the consumption behavior of high-sodium packaged products in young adults in the city of Bandung

Methodology: This study used cross sectional approach with snowball sampling. The research was conducted in Bandung with sample of 107 people. For bivariate analysis, using Fisher's Exact test on awareness and behavior variables with a confidence level of 95% (α = 0.05).

Research Results: Statistical test results obtained a p-value of 0.716 (p>0.05) showed that there was no significant relation between the awareness of nutrition labels and the behavior of consuming high-sodium processedproducts.

Conclusion: There was no relation to respondents’ awareness level on nutrition labels with high-sodium processedproduct consumption behavior in young adult in Bandung.

Keywords: Nutrition Label Awareness, Sodium Consumption Behavior, Hypertension

1Student Department of Nutrition Science, Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman
2Nutrition Science Department, Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman
3273537861H1D015016Pengembangan Sistem Informasi Vaksinasi Warga Purwokerto Lor Berbasis WebsitePada saat masa pandemi sekarang ini pemerintah mewajibkan kepada
seluruh masyarakat untuk melakukan vaksin yang telah disediakan di daerah
masing-masing. Dan untuk warga di Kelurahan Purwokerto Lor ini yang sudah atau
belum divaksin akan didata atau dicatat oleh masing-masih ketua RT. Kemudian
dilaporkan kepada petugas kantor Kelurahan Purwokerto Lor. Namun dalam
pengelolaan data tersebut masih menggunakan cara konvensional, yaitu petugas
kelurahan mendatangi setiap rumah ketua RT untuk meminta data warga yang
sudah divaksin dan yang belum divaksin. Sehingga waktu yang diperlukan menjadi
tidak efisien. Maka dari itu Kelurahan Purwokerto Lor ini membutuhkan sistem
informasi pendataan vaksin agar menjadi lebih efisien dan terkomputerisasi. Sistem
Pendataan Vaksinasi memiliki tiga level user, yaitu admin, ketua RT, dan Lurah.
Sistem dibangun dengan metode pengembangan waterfall, menggunakan bahasa
pemrograman PHP untuk website dan basis data yang digunakan adalah MySQL.
Diharapkan sistem ini akan memberikan solusi untuk pendataan vaksinasi warga
Purwokerto Lor.
During the current pandemic, the government requires all people to carry
out the vaccines that have been provided in their respective regions. And for
residents in Purwokerto Lor Village who have or have not been vaccinated, they
will be recorded or recorded by the respective RT heads. Then it was reported to
the Purwokerto Lor sub-district office officer. However, in managing the data, they
still use the conventional method, namely village officials visit each RT head's
house to ask for data on residents who have been vaccinated and those who have
not been vaccinated. So that the time required becomes inefficient. Therefore,
Purwokerto Lor Village requires a vaccine data collection information system to
be more efficient and computerized. The Vaccination Data Collection system has
three user levels, namely admin, head of RT, and Lurah. The system is built using
the waterfall development method, using the PHP programming language for
websites and the database used is MySQL. It is hoped that this system will provide
a solution for collecting vaccination data for residents of Purwokerto Lor.
3273635944F1C018032Persepsi Remaja pada Tindakan CatcallingCatcalling merupakan sebuah contoh bentuk komunikasi yang melanggar ketidakpatutan sosial karena seringkali membuat tidak nyaman dan mengintimidasi korbannya. Tindakan catcalling ini masuk dalam salah satu bentuk pelecehan seksual dalam ranah kekerasan verbal dan kekerasan psikis. Namun terdapat ambiguitas makna di masyarakat dalam memandang tindakan ini. Terdapat orang yang menyadari mengenai catcalling sebagai bentuk pelecehan seksual, akan tetapi tidak sedikit pula yang menganggap bahwa catcalling hanyalah candaan dan hal yang wajar karena seringkali dibalut dengan pujian. Catcalling seringkali diidentikkan dengan tindakan yang terjadi di wilayah perkotaan, akan tetapi ternyata daerah perdesaan sendiri tidak luput dari maraknya aktivitas catcalling. Selain itu remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap perilaku catcalling baik sebagai pelaku maupun korban. Penelitian ini berusaha mencari tahu bagaimana persepsi remaja Desa Danareja pada tindakan catcalling yang terjadi di sekitarnya baik sebagai pelaku, korban maupun yang hanya melihat tindakan catcalling atau selanjutnya disebut dengan penonton. Penelitian dilakukan melalui metode deskriptif kualitatif dengan informan remaja Desa Danareja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja Desa Danareja dengan peran pelaku, korban, dan penonton tindakan ini tidak menganggap catcalling sebagai pelecehan seksual, hal ini karena ketidaktahuan remaja mengenai catcalling sendiri dan adanya pengaruh pewajaran dari lingkungan sekitar mengenai tindakan catcalling.Catcalling is an example of a form of communication that violates social inappropriateness because it often makes the victim uncomfortable and intimidating. This catcalling act is one form of sexual harassment in the realm of verbal violence and psychological violence. However, there is an ambiguity of meaning in society in viewing this action. There are people who are aware of catcalling as a form of sexual harassment, but not a few also think that catcalling is just a joke and a natural thing because it is often wrapped in praise. Catcalling is often identified with actions that occur in urban areas, but in fact, rural areas themselves are not spared from rampant catcalling activities. In addition, adolescents are an age group that is vulnerable to catcalling behavior, both as perpetrators and victims. This study seeks to find out how the perception of the youth of Danareja Village on the catcalling action that occurs around them, either as perpetrators, victims or those who only see catcalling actions or hereinafter referred to as spectators. The research was conducted through a qualitative descriptive method with adolescent informants in Danareja Village. The results showed that the youth of Danareja Village with the roles of perpetrators, victims, and spectators of this action did not consider catcalling as sexual harassment, this was due to the ignorance of adolescents about catcalling themselves and the influence of naturalness from the surrounding environment regarding the act of catcalling.
3273735948F1A017098Pemaknaan Perempuan 'Aisyiyah terhadap Beban Ganda (Studi pada Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Banyumas)Abstrak. Penelitian ini menggambarkan pemaknaan perempuan ‘Aisyiyah terhadap beban ganda yang dijalaninya. Lokasi penelitian ini adalah Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini adalah purposive sampling disesuaikan dengan tujuan penelitian. Informan dalam penelitian ini berjumlah 9 orang, terdiri atas 5 perempuan ‘Aisyiyah dan 4 anggota keluarganya. Hasil penelitian menunjukkan pemaknaan perempuan ‘Aisyiyah terkonstruksi dari perspektif gender dan praktik dalam relasi keluarganya. Perspektif gender perempuan ‘Aisyiyah termasuk sadar gender karena memiliki motivasi untuk mengaktualisasikan dirinya di publik. Praktik sadar gender dalam keluarga perempuan ‘Aisyiyah adalah dengan membangun pola relasi gender partnership. Gender partnership membangun role sharing dalam pembagian kerja domestik antara suami dan istri, serta androgini dalam pengasuhan anak. Perspektif dan praktik gender yang dilakukan informan telah merekonstruksi makna beban ganda menuju ke arah yang positif, yakni beban ganda dimaknai sebagai potensi diri yang teraktualisasikan dengan optimal sehingga mampu menjalankan banyak peran.
Kata Kunci : Perempuan ‘Aisyiyah, Gender, Beban Ganda.
Abstract. This study aims to describe the meaning of 'Aisyiyah's Woman towards the double burden she undergoes. The location of this research is Banyumas Regency. The method used in this research is descriptive qualitative with data collection through interviews, observation and documentation. The informant determination technique in this study was purposive sampling adjusted to the research objectives. There were 9 informants in this study, consisting of 5 women 'Aisyiyah and 4 members of her family. The results of the study show that the meaning of 'Aisyiyah women is constructed from the perspective of gender and practice in family relations. Aisyiyah's female gender perspective is gender aware because she has the motivation to actualize herself in the public. The practice of being aware of gender in Aisyiyah's woman's family is to build a pattern of gender partnership relations. Gender partnership builds role sharing in the division of domestic labor between husband and wife, as well as androgyny in child rearing. Gender perspectives and practices carried out by informants have reconstructed the meaning of double burden in a positive direction, namely double burden is interpreted as self-potential that is optimally actualized so that it is able to carry out many roles.
Keywords: Women 'Aisyiyah, Gender, Double Burden.
3273835945I1D017016ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 6-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMPIUH I TAHUN 2021Latar Belakang: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan linier akibat malnutrisi kronis. Faktor yang mempengaruhi stunting meliputi, berat badan lahir (BBL), panjang badan lahir (PBL), riwayat kenaikan berat badan (BB) ibu selama hamil, dan riwayat ASI Eksklusif.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sumpiuh I.

Metode: Penelitian menggunakan desain case control dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Menggunakan sampel anak berusia 6-24 bulan sebanyak 64 baduta. Pengumpulan data diperoleh dari buku KIA, wawancara dan pengukuran antropometri. Data dianalisis menggunakan uji chi-square.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara berat badan lahir (p=0,083; 90%), panjang badan lahir (p=0,046; 90%), Riwayat BB ibu selama hamil (p=0,024; 90%) dan riwayat ASI Eksklusif (p= 0,035; 90%) dengan stunting.

Kesimpulan: Ada hubungan signifikan antara riwayat berat badan lahir, panjang badan lahir, riwayat kenaikan BB ibu selama hamil, dan riwayat ASI Eksklusif dengan kejadian stunting.
Background: Stunting is a linear growth disorder due to chronic malnutrition. Factors that affect stunting include birth weight (BBL), birth length (PBL), history of maternal weight gain (BB) during pregnancy, and history of exclusive breastfeeding.

Objective: This study aims to determine the factors associated with the incidence of stunting in children aged 6-24 months in the Sumpiuh I Community Health Center Work Area.

Methods: This study uses case control design and carried out in September-October 2021 in the Work Area of the Sumpiuh Health Center I. Using a sample of children aged 6-24 months as many as 64 children. Data collection was obtained from the KIA book, interviews and anthropometric measurements. Data were analyzed using chi-square test.

Results: The results showed that there was a significant relationship between birth weight (p=0.083; 90%), birth length (p=0.046; 90%), history of maternal weight during pregnancy (p=0.024; 90%) and history of exclusive brestfeeding (p= 0.035; 90%) with stunting.

Conclusion: There is a significant relationship between history of birth weight, birth length, history of maternal weight gain during pregnancy, and history of exclusive breastfeeding with the incidence of stunting.

3273935931I1B018097FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GEJALA MUSCULOSKELETAL DISORDERS PADA MAHASISWA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN SELAMA PEMBELAJARAN DARINGABSTRAK
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GEJALA MUSCULOSKELETAL DISORDERS PADA MAHASISWA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN SELAMA PEMBELAJARAN DARING
Yustika Meliana, Atyanti Isworo, Agis Taufik
Latar Belakang: Pandemi Covid-19 mengubah pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran daring. Mahasiswa selama pembelajaran daring mengalami keluhan pada beberapa anggota tubuh seperti nyeri, mati rasa, kesemutan, ataupun kekakuan. Hal tersebut mengarah kepada gejala musculoskeletal disorders. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gejala musculoskeletal disorders pada mahasiswa.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling kepada 400 mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan kuesioner Physical Activity Level untuk aktivitas fisik, kuesioner Nordic Body Map untuk musculoskeletal disorders, dan kuesioner yang diadaptasi dari penelitian terdahulu untuk umur, jenis kelamin, posisi dan lama penggunaan laptop, serta stres akademik. Penelitian ini menggunakan analisis uji chi square.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia ≤19 tahun dan mayoritas berjenis kelamin perempuan. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa hanya stres akademik (p=0,002 p<0,05) yang memilki hubungan signifikan dengan gejala musculoskeletal disorders. Sedangkan faktor umur (p=0,231), jenis kelamin (p=0,600), posisi penggunaan laptop (p=0,674), lama penggunaan laptop (p=0,2l0), dan aktivitas fisik (p=0,626) tidak memilki hubungan signifikan dengan gejala musculoskeletal disorders (p>0,05).
Kesimpulan: Hanya faktor stres akademik yang memiliki hubungan signifikan dengan gejala musculoskeletal disorders.
Kata kunci: Covid-19, musculoskeletal disorders, pembelajaran daring.
ABSTRACT
FACTORS RELATED TO SYMPTOMS OF MUSCULOSKELETAL DISORDERS IN JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY STUDENTS DURING ONLINE LEARNING
Yustika Meliana, Atyanti Isworo, Agis Taufik
Background: The Covid-19 pandemic is turning face-to-face learning into online learning. Students during online learning experience complaints in several limbs such as pain, numbness, tingling, or stiffness. This leads to symptoms of musculoskeletal disorders. This study aims to find out the factors associated with the symptoms of musculoskeletal disorders in college students.
Method: This research uses a cross sectional design. Sampling using cluster random sampling techniques to 400 students of Jenderal Soedirman University. The study used a Physical Activity Level questionnaire for physical activity, a Nordic Body Map questionnaire for musculoskeletal disorders, and questionnaires adapted from previous studies for age, gender, position and length of laptop use, as well as academic stress. The study used chi square test analysis.
Results: The results showed that most of the respondents were ≤19 years old and the majority were female. Further analysis showed that only academic stress (p=0.002 p<0.05) had a significant association with symptoms of musculoskeletal disorders. While the age factor (p = 0.231), gender (p = 0.600), position of laptop use (p = 0.674), length of use of the laptop (p = 0.210), and physical activity (p = 0.626) did not have a significant association with symptoms of musculoskeletal disorders (p>0.05).
Conclusion: Only academic stress factors have a significant association with symptoms of musculoskeletal disorders.
Keywords: Covid-19, musculoskeletal disorders, online learning.

1Nursing Student, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University
2,3Nursing Study Progam, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University
3274035946H1C015008Geologi daerah Binangun dan sekitarnya, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap, Jawa TengahArea pemetaan terletak di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Daerah penelitian memiliki luas sekitar 16 km2. Tujuan dari penelitian ini adalah pemetaan secara detail untuk melengkapi data geologi yang telah ada, terutama yang meliputi kondisi stratigrafi pada daerah tersebut, kenampakan geomorfologi yang ada, struktur geologi yang bekerja, serta aspek geologi teraplikasi lainnya. Berdasarkan data – data geologi tersebut juga dapat mengetahui bagaimana potensi geologi yang bersifat positif maupun yang bersifat negatif ada pada daerah tersebut. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah pemetaan geologi permukaan yang mencakup deskripsi litologi, observasi geomorfologi, juga pengukuran data struktur geologi. Analisis laboratorium seperti petrografi dan mikropaleontologi berguna untuk mendukung data pemetaan. Area penelitian memiliki dua daerah aliran sungai, memiliki aliran sungai yaitu parallel, Trellis, Rectangular berdasarkan karakteristiknya. Geomorfologi daerah penelitian dapat terbagi menjadi dua, yaitu Dataran Struktural Teras Denudasional Struktural (S8) pada bagian tengah area penelitian dan Satuan perbukitan structural antiklin berlereng curam(S9) pada bagian utara dan selatan. Secara stratigrafi, daerah penelitian terbagi menjadi tiga satuan batuan. Satuan batuan tersebut antara lain dari tua ke muda, yaitu satuan batupasir perselingan batulempung , satuan batupasir, satuan Alluvium.Daerah penelitian dimulai pada kala Miosen Akhir terendapkan Satuan batupasir perselingan batulempung di lingkungan Neritik tengah. Selanjutnya pada kala Pliosen Awal - Akhir terjadi vulkanisme dan mengendapkan satuan batupasir tuf pada lingkungan Neritik Tengah. Setelah kedua satuan terdendapkan terjadi aktivitas tektonik pada kala Pliosen Akhir menyebabkan reaktivasi struktur pola meratus dan daerah tersebut membentuk sesar dan lipatan yang arah kompresinya sama dengan pola meratus. Terjadi pelapukan, erosi, dan transportasi sehingga terendapkan satuan allvium pada waktu holosen hingga recent dan membentuk morfologi seperti saat iniThe mapping area is located in Cilacap Regency, Central Java. The research area has an area of about 16 km2. The purpose of this research is a detailed mapping to complement the existing geological data, especially those which include stratigraphic conditions in the area, existing geomorphological features, working geological structures, and other aspects of applied geology. Based on these geological data, it is also possible to find out how positive and negative geological potentials exist in the area. The method used for this research is geological mapping of the surface which includes lithological descriptions, geomorphological observations, as well as measurement of geological structure data. Laboratory analyzes such as petrography and micropaleontology are useful to support mapping data. The research area has two watersheds, which have parallel, Trellis, and Rectangular streams based on their characteristics. The geomorphology of the research area can be divided into two, namely the Structural Denudational Terrace (S8) in the center of the study area and the steep-slope structural anticline hill unit (S9) in the north and south. Stratigraphically, the research area is divided into three rock units. The rock units are from old to young, namely claystone alternating sandstone units, sandstone units, and Alluvium units. The research area began in the Late Miocene period when the sedimentary sandstone units were intercalated with claystones in the middle Neritic environment. Furthermore, during the Early - Late Pliocene, volcanism occurred and precipitated tuff sandstone units in the Middle Neritic environment. After the two units were deposited, tectonic activity occurred during the Late Pliocene causing reactivation of the Meratus pattern structure and the area formed faults and folds with the same compression direction as the Meratus pattern. Weathering, erosion, and transportation occurred so that allvium units were deposited during the Holocene to recent times and formed a morphology as it is today