Home
Login.
Artikelilmiahs
35964
Update
MILA AMELIA
NIM
Judul Artikel
Strategi Pengusaha Wajit Perempuan di Masa Covid-19 sebagai Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Kampung Pangapekan Kabupaten Tasikmalaya
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan mengetahui latar belakang perempuan membuka usaha wajit serta strategi pengusaha wajit perempuan di masa Covid-19 sebagai pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tanpa Kemiskinan di Kampung Pangapekan Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sasaran penelitian adalah para perempuan pemilik usaha wajit yang buka sejak awal tahun 2020 atau pada awal pandemi Covid-19, teknik penentuan dilakukan dengan purposive sampling. Sumber data yang digunakan berupa sumber data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi, kemudian sasaran validasinya adalah kepala keluarga yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), karyawan wajit Kampung Pangapekan, serta Pemerintah Desa setempat. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan model interaktif. Perempuan Ibu rumah tangga asal Kampung Pangapekan yaitu Ibu Kenah, Ibu Mira, Ibu Halimah, dan Ibu Imas menerapkan strategi penghidupan dengan cara membuka UMKM wajit sampai merekrut warga setempat berjumlah 268 jiwa dari total penduduk 393 jiwa angkatan kerja masyarakat Kampung Pangapekan. keempat UMKM wajit milik perempuan tersebut, secara tidak langsung dapat menyumbangkan sebagian kecil untuk tercapainya program Sustainable Development Goals (SDGs) Tanpa Kemiskinan khususnya di Kampung Pangapekan Kabupaten Tasikmalaya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to find out the background of women opening a wajit business and the strategy of female mandatory entrepreneurs during the Covid-19 period as the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) Without Poverty in Pangapekan Village, Tasikmalaya Regency. This study uses a qualitative method. The research targets are women who own mandatory businesses that have been open since the beginning of 2020 or at the beginning of the Covid-19 pandemic, the determination technique is carried out by purposive sampling. Sources of data used in the form of primary data sources and secondary data. The data collection technique was carried out by means of in-depth interviews, observation and documentation, then the validation targets were the heads of families affected by termination of employment (PHK), mandatory employees of Pangapekan Village, and the local village government. The collected data were analyzed using an interactive model. Female housewives from Pangapekan Village, namely Ms. Kenah, Ms. Mira, Ms. Halimah, and Ms. Imas, implemented a livelihood strategy by opening MSMEs to recruit 268 local residents out of a total population of 393 people in the Pangapekan Village community workforce. the four mandatory MSMEs owned by women, can indirectly donate a small part for the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) Without Poverty program, especially in Pangapekan Village, Tasikmalaya Regency.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save