Artikelilmiahs
Menampilkan 32.741-32.760 dari 50.009 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 32741 | 35869 | H1C018033 | GEOLOGI DAN ANALISIS KUALITAS BATUBARA SEBAGAI FAKTOR SWABAKAR TINGGI PADA PIT C2, BLOK SELATAN, KUTAI TIMUR, KALIMANTAN TIMUR | Fenomena swabakar yang terjadi secara langsung pada tambang batubara terbuka melatarbelakangi penelitian ini dengan memperlihatkan hubungan dan faktor kualitas batubara terhadap fenomena swabakar yang terjadi pada daerah penelitian yang berlokasi di daerah Kaubun, Kutai Timur, Kalimantan Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi, kualitas batubara, dan hubungan antara kualitas batubara sebagai faktor swabakar pada daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengamatan kondisi geologi, analisis kualitas batubara terhadap 10 (sepuluh) sampel pada tiap seam batubara pada PIT C2 dengan menggunakan metode analisis proksimat, analisis kandungan total sulfur, analisis nilai kalor yang kemudian ditentukan peringkat batubaranya, dan analisis swabakar yang terjadi pada daerah penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa daerah penelitian merupakan daerah dengan morfologi punggungan dan lembah homoklin serta terdiri atas morfologi antropogenik berupa bukaan tambang dan disposal, tatanan stratigrafi daerah penelitian merupakan batuan Formasi Manumbar berumur Miosen Tengah yang terdiri dari batuan sedimen klastik delta dengan lapisan batubara yang dikontrol oleh struktur geologi berupa lipatan sinklin. Terdapat 4 (empat¬) seam utama yang berkembang pada PIT C2 yakni Seam LE.2, Seam LE.3A, Seam LE.3, dan Seam LE.4 yang kemudian terdapat jejak swabakar pada Seam LE.2 yang merupakan batubara golongan tertinggi pada PIT C2 yakni Subbituminous A. Pengaruh total moisture, inherent moisture, volatile matter, fixed carbon, dan kandungan sulfur pada Seam LE.2 memperlihatkan bahwa peringkat batubara tidak menjadi acuan pasti dalam swabakar pada batubara yang terjadi langsung pada lapangan. | The spontaneous combustion phenomenon that occurs directly in open-PIT coal mining is the background of this research by showing the relationship and coal quality factors to the spontaneous combustion phenomenon that occurs in the research area located in the Kaubun area, East Kutai, East Kalimantan. This study intends to determine the geological conditions, coal quality, and the relationship between coal quality as a spontaneous combustion factor in the research area. The method used in this study is the observation of geological conditions, coal quality analysis of 10 samples in each coal seam at PIT C2 using the proximate analysis method, analysis of total sulfur content, calorific value analysis which is then determined by coal rank, and self-burning analysis that happened in the research area. The results showed that the research area is an area with homoclinic ridge and valley morphology and consists of anthropogenic morphology in the form of mine openings and disposal, the stratigraphic arrangement of the study area is the Middle Miocene Manumbar Formation consisting of deltaic clastic sedimentary rocks with coal seam controlled by geological structure in the form of syncline folds. There are 4 main seams that developed at PIT C2, namely Seam LE.2, Seam LE.3A, Seam LE.3, and Seam LE.4 which then contained traces of spontaneous combustion in Seam LE.2 which is the highest class of coal in PIT C2, namely Subbituminous A. The effect of total moisture, inherent moisture, volatile matter, fixed carbon, and sulfur content on Seam LE.2 shows that coal rank is not a definitive reference in coal spontaneous combustion that occurs directly in the field. | |
| 32742 | 35539 | E1A016137 | UPAYA PEMERINTAH DESA DAN PENGURUS BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DESA (Studi di Desa Maos Kidul Kabupaten Cilacap) | Era Otonomi bukan hanya daerah saja yang memiliki kewenangan otonomi tetapi desa juga memilikinya. Desa di Indonesia sebagai daerah hukum yang paling tua menjalankan otonomi yang sangat luas. Desa kini memiliki pengaturannya tersendiri dalam UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Desa dengan otonomi penuhnya di tuntut untuk mencari sumber pendapatan asli desa (PAD) bagi pengembangan desanya. Salah satu hal yang dimungkinkan dilakukan untuk membangun dan mengembangkan desa berdasarkan UU Desa adalah dengan mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya Pemerintah Desa dan Pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam meningkatkan pendapatan asli desa di Desa Maos Kidul Kabupaten Cilacap dan hambatannya. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis, dengan spesifikasi penelitian deskriptif, sumber data yang digunakan data primer dan data sekunder, data yang terkumpul disajikan dengan uraian yang sistematis dengan metode analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, upaya Pemerintah Desa pada BUMDes Desa Maos Kidul Kabupaten Cilacap untuk meningkatkan PAD adalah melakukan bimbingan teknis dan memberikan bantuan modal untuk program. Pengurus BUMDes berupaya dengan menjalankan program-program yang sudah ada. Upaya sudah dilakukan BUMDes masih belum bisa memberikan sumbangsih ke PAD. Hambatan yang dialami oleh BUMDes yaitu kurangnya modal, kurangnya dukungan masyarakat, dan masih kurang lancarnya arus keuangan dalam program usaha. | The Autonomy Era is not only the region that has the autonomy authority but the village also has it. Villages in Indonesia as the oldest legal regions exercise a very wide autonomy. The village now has its own regulation in law number 6 of 2014 concerning villages. Villages with full autonomy are required to find sources of village original income (PAD) for village development. One of the things that it is possible to do to build and develop villages based on village laws is to establish Village Owned Enterprises (BUMDES). This study aims to determine the efforts of Village Government and Management of Village Owned Enterprise in increasing village original income in Maos Kidul Village, Cilacap Regency and the obstacles. This study uses a sociological juridical approach, with descriptive research specifications, data sources used are primary data and secondary data, the data collected is presented in a systematic description with qualitative analysis methods. Based on the results of research and discussion, it was found that the village government's efforts at BUMDes Berkah Rejeki to increase PAD are providing technical guidance and providing capital assistance for programs. BUMDes management tries to run existing programs. Despite efforts made by BUMDes, they are still unable to contribute to PAD. The obstacles experienced by BUMDes are lack of capital, lack of community support, and the lack of smooth financial flows in business programs. | |
| 32743 | 35947 | F1F017016 | PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP EKONOMI KREATIF INDONESIA: STUDI KASUS COOL JAPAN TERHADAP USAHA KULINER JEPANG DI SEMARANG TAHUN 2017-2021 | Penelitian yang berjudul “Pengaruh globalisasi terhadap ekonomi kreatif Indonesia: studi kasus Cool Japan terhadap usaha kuliner Jepang di Semarang tahun 2017-2021” ini dianalisis berdasarkan konsep globalisasi dan juga ekonomi kreatif. Fokus penelitian ini adalah menganalisis bagaimana Cool Japan sebagai program yang dibangun oleh pemerintahan Jepang dengan memanfaatkan globalisasi, dapat mempengaruhi ekonomi kreatif di Indonesia, khususnya di Semarang. Berdasarkan data-data yang diperoleh, Cool Japan yang sudah hadir di Indonesia sejak tahun 90an dan semakin berkembang di tiap dekadenya ternyata juga memberikan dampak positif bagi masyarakat kota Semarang, sebagai kota yang memiliki persentase UMKM bidang kuliner tertinggi, dengan peningkatan yang semakin tinggi pula tiap tahunnya. Perkembangan ini juga tak lepas dari makin menjamurnya festival Jepang di Semarang mulai dari 2017 sampai 2021 meskipun adanya pandemi akibat dari covid-19. Kala festival Jepang di Semarang menjamur, persebaran bisnis kuliner dengan mengunsur tema Jepang juga semakin menjamur, hingga sampai ke titik dimana masyarakat bisa merasakan citarasa khas Jepang tersebut dengan harga yang relatif murah. | The research entitled "The effect of globalization on Indonesia's creative economy: a case study of Cool Japan on Japanese culinary businesses in Semarang in 2017-2021" is analyzed based on the concept of globalization and also the creative economy. The focus of this research is to analyze how Cool Japan, as a program built by the Japanese government by utilizing globalization, can affect the creative economy in Indonesia, especially in Semarang. Based on the data obtained, Cool Japan, which has been present in Indonesia since the 90s and is growing in each decade, turns out to also have a positive impact on the people of the city of Semarang, as a city that has the highest percentage of MSMEs in the culinary field, with a higher increase every year. year. This development is also inseparable from the proliferation of Japanese festivals in Semarang from 2017 to 2021 despite the pandemic due to COVID-19. When the Japanese festival in Semarang mushroomed, the spread of culinary businesses with elements of Japanese themes was also mushrooming, to the point where people could taste the Japanese specialties at relatively low prices. | |
| 32744 | 35949 | F1B018095 | KINERJA DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN PURBALINGGA (STUDI KASUS PADA PEMBERIAN PELAYANAN RETRIBUSI PARKIR) | Kinerja dalam sebuah organisasi merupakan unsur penting dalam menjalankan tugas organisasi, baik itu dalam lembaga pemerintahan maupun swasta. Pemberian pelayanan publik merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas kerja suatu organisasi. Tujuan dalam penelitian ini yaitu mendeskripsikan kinerja Dinas Perhubungan Kabupaten Purbalingga dalam memberikan pelayanan retribusi parkir. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Informan peneliti dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Sementara metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Dinas Perhubungan Kabupaten Purbalingga dalam pemberian pelayanan retribusi parkir masih membutuhkan berbagai perbaikan, seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendidikan, kurangnya control petugas Dinas Perhubunan Kabupaten Purbalingga yang mengakibatkan timbulnya berbagai permasalahan. | Performance in an organization is an important element in carrying out organizational tasks, both in government and private institutions. The provision of public services is one of the important factors in increasing the work productivity of an organization. The purpose of this study is to describe the performance of the Department of Transportation of Purbalingga Regency in providing parking retribution services. The research method used in this study is a qualitative method. Research informants were selected using purposive sampling technique. Data was collected through in-depth interviews, observation and documentation. While the data analysis method used is an interactive analysis method. The results showed that the performance of the Purbalingga Regency Transportation Service in providing retribution services still needed various improvements, such as improving the quality of human resources through education and the lack of control of the Purbalingga Regency Transportation Service officers which resulted in various problems. | |
| 32745 | 35952 | I1C017089 | Identifikasi Golongan Senyawa dan Uji Aktivitas Antioksidan pada Ekstrak dan Fraksi Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) | ABSTRAK IDENTIFIKASI GOLONGAN SENYAWA DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA EKSTRAK DAN FRAKSI BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) Devita Sukma Rahmahwati, Warsinah, Tuti Sri Suhesti Latar Belakang : Ketidakseimbangan radikal bebas dalam tubuh dapat diatasi dengan antioksidan, namun beberapa antioksidan sintetis seperti BHA dan BHT dapat menyebabkan karsinogenik sehingga perlu alternatif yaitu menggunakan bunga telang (Clitoria ternatea L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa dan potensi aktivitas antioksidan pada ekstrak dan fraksi n-heksan, kloroform, etil asetat, residu bunga telang (C. ternatea L.). Metodologi : Penelitian eksperimental yang dilakukan yaitu meliputi ekstraksi dengan metode maserasi, fraksinasi menggunakan pelarut n-heksan, kloroform dan etil asetat, identifikasi golongan senyawa dengan metode kromatografi lapis tipis, dan uji aktivitas antioksidan dengan metode diphenyl picrylhydrazyl (DPPH). Hasil identifikasi dan uji aktivitas antioksidan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menentukan nilai IC50. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ekstrak dan fraksi bunga telang mengandung senyawa yang memiliki potensi sebagai antioksidan seperti flavonoid, tanin, steroid/terpenoid. Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan pada ekstrak etanol, fraksi n- heksan dan fraksi etil asetat termasuk kategori kuat yaitu dengan nilai IC50 berturut-turut sebesar 78,778; 85,282; dan 82,943 µg/mL. Kesimpulan : Fraksi etil asetat memiliki aktivitas antioksidan paling baik dibanding fraksi lainnya karena adanya kandungan flavonoid sebagai antioksidan. Kata Kunci: Antioksidan, bunga telang, Clitoria ternatea, DPPH, flavonoid | ABSTRACT IDENTIFICATION OF CLASS OF COMPOUNDS AND ANTIOXIDANT ACTIVITY TESTING ON THE EXTRACT AND FRACTION OF THE BUTTERFLY PEA (Clitoria ternatea L.) Devita Sukma Rahmahwati, Warsinah, Tuti Sri Suhesti Background : The imbalance of free radicals in the body can be overcome with antioxidants, but some synthetic antioxidants such as BHA and BHT can cause carcinogenicity, so an alternative is needed, namely using the butterfly pea (Clitoria ternatea L.). This study aims to determine the class of compounds and their potential antioxidant activity in the extracts and fractions of n-hexane, chloroform, ethyl acetate, and residue of the butterfly pea (C. ternatea L.). Methodology : Experimental research carried out includes extraction by maceration method, fractionation using n-hexane, chloroform and ethyl acetate as solvent, identification of compound groups by thin layer chromatography method, and antioxidant activity test using diphenyl picrylhydrazyl (DPPH) method. The results of the identification and test of antioxidant activity were analyzed descriptively quantitatively by determining the IC50 value. Research Results: The results showed that the extract and fraction of the butterfly pea contains compounds that have potential as antioxidants such as flavonoids, tannins, steroids/terpenoids. The results of the antioxidant activity test showed that the ethanol extract, the n-hexane fraction and the ethyl acetate fraction were in the strong category with IC50 values of 78.778, respectively; 85,282; and 82,943 µg/mL. Conclusion : The ethyl acetate fraction has the best antioxidant activity compared to other fractions due to the presence of flavonoids as antioxidants. Keywords: Antioxidants, butterfly pea, Clitoria ternatea, DPPH, flavonoids | |
| 32746 | 35953 | D1A018129 | Konsumsi Dan Konversi Pakan Ayam Sentul Pada Suplementasi Tepung Maggot BSF (Black Soldier Fly) Produk Hidrolisis Menggunakan Ekstrak Kasar Rhizopus Oligosporus | Penelitian dengan judul “Konsumsi Dan Konversi Pakan Ayam Sentul Pada Suplementasi Tepung Maggot BSF (Black Soldier Fly) Produk Hidrolisis Menggunakan Ekstrak Kasar Rhizopus Oligosporus” bertujuan mengkaji penggunaan tepung maggot BSF pada pakan ayam Sentul untuk meningkatkan konsumsi dan konversi pakan ayam Sentul. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 13 Oktober 2021 – 12 Januari 2022, bertempat di Desa Karanggintung Kecamatan Sumbang dan Laboratorium Ilmu Bahan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan, setiap ulangan berisi 3 ekor ayam Sentul. Perlakuan yang berpengaruh diuji lanjut dengan uji Orthogonal Kontras. Perlakuan yang diberikan yaitu R0 = pakal basal, R1= R0 + 2% tepung maggot BSF nonhidrolisis, R2= R0 + 4% tepung maggot BSF nonhidrolisis, , R3= R0 + 6% tepung maggot BSF nonhidrolisis, R4= R0 + 2% tepung maggot BSF dihidrolisis ekstrak kasar Rhizopus oligosporus, R5= R0 + 4% tepung maggot BSF dihidrolisis ekstrak kasar Rhizopus oligosporus, R6= R0 + 2% maggot BSF dihidrolisis ekstrak kasar Rhizopus oligosporus. Hasil penelitian menunjukan bahwa suplementasi tepung maggot BSF berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi pakan ayam Sentul dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konversi pakan ayam Sentul. Suplementasi Tepung Maggot Bsf (Black soldier fly) yang dihidrolisis menggunakan ekstrak kasar Rhizopus Oligosporus mampu meningkatkan konsumsi dan menurunkan konversi pakan ayam Sentul. | The research with “Consumption and Conversion of Sentul Chicken Feed in on Suplementation of BSF Maggot Flour Product Hydrolysis Crude Extract Rhizopus oligosporus" aims to review the use of hydrolysed BSF maggot flour in feed to increase consumption and feed conversion of Sentul chickens. The research was conducted on October 13, 2021 – January 12, 2022, located in Karanggintung Village, and Feeds Materials Science Laboratory, Faculty of Animal Science, Jenderal Sudirman University, Purwokerto. The study was conducted using an experimental method using a complete random design (CRD) with 7 treatments and 3 repeation, each repeat using 3 Sentul chickens. The treatment was further tested with the Orthogonal Contrast test. The treatments given is R0 = basal pack, R1 = R0 + 2% non-hydrolyzed BSF maggot flour, R2 = R0 + 4% non-hydrolyzed BSF maggot flour, R3 = R0 + 6% non-hydrolyzed BSF maggot flour, R4 = R0 + 2% flour BSF maggot was hydrolyzed using Rhizopus oligosporus crude extract, R1 = R0 + 4% BSF maggot flour was hydrolyzed using Rhizopus oligosporus crude extract, R1 = R0 + 2% BSF maggot was hydrolyzed using Rhizopus oligosporus crude extract. The results showed that BSF maggot flour supplementation had a significant (P<0.05) effect on Sentul chicken feed consumption and a very significant (P<0.01) effect on Sentul chicken feed conversion. Supplementation of Maggot Bsf Flour (Black soldier fly) which was hydrolyzed using crude extract of Rhizopus Oligosporus was able to increase consumption and reduce feed conversion of Sentul chickens. | |
| 32747 | 35957 | F1C018075 | Internalisasi Budaya Organisasi 2I3K pada Karyawan PT. Midi Utama Indonesia, Tbk Cabang Pasuruan | Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses internalisasi budaya 2I3K yang dilakukan oleh PT Midi Utama Indonesia, Tbk cabang Pasuruan mencakup latar belakang terbentuknya budaya 2I3K, program internalisasi yang dijalankan, faktor pendukung dan penghambat internalisasi, serta strategi untuk mengatasi hambatan dalam menginternalisasi budaya 2I3K. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi budaya 2I3K yang dilakukan oleh karyawan PT Midi Utama Indonesia, Tbk cabang Pasuruan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan studi deskriptif. Jumlah informan penelitian sebanyak delapan informan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa: 1) Budaya 2I3K dirumuskan oleh para pendiri perusahaan untuk dijadikan pedoman bagi karyawan Alfamidi Pasuruan dalam melakukan pekerjaan sehari-hari. 2) Program internalisasi budaya 2I3K dijalankan melalui sistem, event, serta adanya “Gerakan Komunikasi Budaya”. 3) Faktor yang mendukung pelaksanaan internalisasi budaya 2I3K yakni teknologi serta karyawan sebagai pengguna teknologi. Sedang untuk faktor penghambatnya berasal dari motivasi intrinsik karyawan serta adanya karyawan departemen People & Development yang kurang menjiwai budaya 2I3K itu sendiri. 4) Karyawan Alfamidi Pasuruan telah memiliki pemahaman yang cukup baik mengenai budaya 2I3K dan secara aktif mengimplementasikan 2I3K dalam pekerjaan sehari-hari. Program internalisasi juga telah cukup efektif dijalankan. | This study describes the internalizing 2I3K culture conducted by PT Midi Utama Indonesia, Tbk Pasuruan unit. Besides, it discusses the background of 2I3K culture, the implementation of internalization program, the factors that support and inhibit, and strategies to overcome internalizing obstacles to 2I3K culture. On the other hand, this study describes how the 2I3K culture is implemented by PT Midi Utama Indonesia, Tbk Pasuruan unit. The method of this study used qualitative methods and descriptive studies, with the sample of eight informants using the purposive sampling technique. Meanwhile, the data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The study results showed that: 1)The company founders formulated the 2I3K culture as a guide for Alfamidi Pasuruan employees in doing their daily work. 2)The 2I3K cultural internalization program was implemented through systems, events, and the “Gerakan Komunikasi Budaya.” 3)Factors that support the implementation of 2I3K culture internalization were technology and employees as technology users. Meanwhile, the inhibiting factor came from the intrinsic motivation of employees and the employees from the PND department who was not passionate about the 2I3K culture. 4)Alfamidi Pasuruan employees already understood the 2I3K culture and actively implemented 2I3K. The internalization program has also been implemented quite effectively. | |
| 32748 | 35950 | J1A017030 | GOTTLIEB’S SUBTITLING STRATEGIES AND READABILITY OF THE PUNCHLINES IN DAVE CHAPPELLE’S STAND-UP COMEDY SHOW ENTITLED STICKS & STONES | Penelitian yang berjudul Strategi Subtitling Gottlieb dan Keterbacaan Punchlines dalam Acara Stand-up Komedi Dave Chappelle Yang Berjudul “Sticks & Stones” bertujuan untuk menemukan tipe-tipe strategi subtitling yang digunakan oleh penerjemah dalam menerjemahkan punchlines dan juga untuk menemukan tingkat keterbacaan pada terjemahan tersebut. Hasil terjemahan ini dapat menjadi dipahami atau tidak dipahami oleh para penonton. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik purposive sampling diaplikasikan untuk menentukan sampel. Data dalam penelitian ini adalah punchlines yang menggunakan strategi subtitling yang dicetuskan oleh Gottlieb pada 1992. Dalam pengumpulan data, ada beberapa langkah yang dilakukan, yaitu: mengunduh dan menonton acara stand-up komedi yang berjudul “Sticks & Stones”, mengidentifikasi dan mencatat punchlines-nya, berikut terjemahannya. Untuk mendapatkan hasil penilaian dalam tes keterbacaan, sepuluh responden dilibatkan untuk menilai hasil terjemahan punchlines kedalam tiga kategori, yaitu: keterbacaan tinggi, keterbacaan sedang dan keterbacaan rendah. Hasilnya menunjukkan bahwa penerjemah menggunakan lima dari sepuluh strategi subtitling yang dicetuskan oleh Gottlieb pada 1992. Strategi subtitling tersebut adalah 17.95% Paraphrase; 53.85% Transfer; 2.56% Imitation; 7.26% Condensation; 18.38% Deletion. Dengan hasil ini, penerjemah mengaplikasikan strategi subtitling berdasarkan perbedaan-perbedaan yang ada dalam bahasa sumber dan bahasa tujuan, dengan strategi Transfer sebagai strategi yang paling sering digunakan, dikarenakan punchlines yang ada pada “Sticks & Stones” memiliki sturuktur bahasa yang sederhana. Strategi lainnya digunakan berdasarkan perbedaan berbahasa yang jika diterjemahkan secara harfiah akan memiliki makna yang tidak akurat. Sementara, dari hasil tes keterbacaan yang dilakukan oleh 10 responden, dapat disimpulkan bahwa terjemahan punchlines dalam acara stand-up komedi “Sticks & Stones” dikategorikan sebagai terjemahan yang sangat dipahami. Perhitungan untuk seluruh datum adalah 105, dengan kategori 95 (90.48%) data keterbacaan tinggi, 8 (7.62%) data keterbacaan sedang dan 2 (1.90%) data keterbacaan rendah. Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa terjemahan punchlines dalam “Sticks & Stones” adalah terjemahan dengan tingkat keterbacaan yang tinggi, tetapi masih terdapat terjemahan yang sulit untuk dipahami dan ada juga terjemahan yang sama sekali tidak dapat dipahami oleh para responden. | The research entitled Gottlieb’s Subtitling Strategies And Readability Of The Punchlines In Dave Chappelle’s Stand-Up Comedy Show Entitled Sticks & Stones is aimed to discover the types subtitling strategies that are used by the translator in terms of translating the punchlines and to find out the readability level of the translation. The result of this translation can be readable or unreadable by the audience. The research conducted by using descriptive qualitative method. Purposive sampling technique applied to determine the samples. The data of this research are the punchlines that used subtitling strategies proposed by Gottlieb in 1992. In collecting the required data, several steps were required, they were: downloading and watching stand-up comedy show entitled "Sticks & Stones”, identifying the punchlines, noting the punchlines and its translation. To get the results of the assessment in the readability test, ten respondents were involved to assess the results of the punchlines translation into three categories, they are: high readability, medium readability and low readability. The result shows that the translator uses five out of ten subtitling strategies proposed by Gottlieb. Those subtitling strategies are 17.95% of Paraphrase; 53.85% of Transfer; 2.56% of Imitation; 7.26% of Condensation; 18.38% of Deletion. With this result, the translator applies subtitling strategies based on the differences that exist in the source language and target language, with transfer strategy as the most frequently applied strategy because the punchlines in "Sticks & Stones" have a simple language structure. Other strategies are applied depending on language differences which if translated literally has an inaccurate meaning. Meanwhile, from the result of readability test which conducted by 10 respondents, can be concluded that the translation of the punchlines in “Sticks & Stones” categorized as very readable translation. The calculation of score for whole datum is 105, with the distribution; 95 (90.48%) high readability data, 8 (7.62%) data are medium readability data, and 2 (1.90%) data are categorized as low readability translation. From these results, it can be concluded that the translation of the punchlines in "Sticks & Stones" is a translation that has a high level of readability, but there are some translations that are difficult to understand and there are also some translations that are completely unintelligible by the respondents. | |
| 32749 | 35951 | F1A017017 | KEPERCAYAAN PASIEN TERHADAP PENGOBATAN TRADISIONAL DI PESANTREN “NUURURROHMAN” (PPNR) DESA SIRAU, KECAMATAN KEMRANJEN, KABUPATEN BANYUMAS | Skripsi ini menggambarkan kepercayaan pasien terhadap pengobatan tradisional di pesantren. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan mengenai kepercayaan pasien terhadap pengobatan tradisional yang ada di pesantren. Lokasi penelitian ini di pengobatan tradisional di Pondok Pesantren Nuururrohman yang berada di Desa Sirau, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman dan model validasi yang digunakan adalah teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kepercayaan pasien dalam memilih pengobatan tradisional di PPNR didasarkan pada pengetahuan pasien terkait adanya pengobatan di PPNR yang berasal dari pengalaman pasien, keluarga pasien, tetangga maupun teman, serta pengalaman pasien mengkosumsi obat yang diberikan oleh pihak pengobatan di PPNR. Motivasi mendorong pasien menggunakan pengobatan tradisional di PPNR karena adaya faktor internal dan faktor eksternal. Kepercayaan pasien dilihat dari pasien yang menyadari bahwa penyakit datang dari Allah pasti sembuhnya juga dari allah. Kemudian pengobatan yang dilakukan secara keseluruhan tidak hanya pada diagnosa dan tindakan saja melainkan juga digunakan untuk membangun spiritual dan mendapatkan ketenangan. Rekomendasi peneliti ini mengharapkan pasien menambah wawasan terkait pengobatan tradisional yang akan digunakan. Sehingga pasien dapat mengetahui dampak dari pengobatan tradisional yang akan digunakan. Kemudian pihak pesantren perlunya sosialisasi terkait pengobatan tradisional di Pondok Pasantren Nuururohman. | This thesis describes the patient’s belief in traditional medicine in islamic boarding school. The purpose of this study was to describe the patient’s belief in traditional medicine in islamic boarding schools. The location this research is traditional medicine at the Nuururrohman Islamic Boarding School in Sirau Village, Kemranjen District, Banyumas Regency. This study uses the qualitative method using the Miles anda Huberman intractive analysis model and the validation model used is a source triangulation technique. The results of this study indicate that the patient’s confidence in choosing traditional treatment at PPNR is based on the patient’s knowledge regarding the existence of treatment at PPNR which comes from the experience of the petient’s, petient’s family, naighbors and friends, as well the patient’s experience of taking drugs given by the treatment at PPNR. motivation encourages patients to use traditional medicine at PPNR because of intrernal and external factors. The patien’s trust is seen from the patient who realize that the disease comes from allah, the healing must also be from allah. Then the treatment thet is carried out as a whole is not only on diagnosis and action but is also used to build spiritualy and get peace. The rekommendations of this researcher expect patien’s to add insight regarding the traditional medicine that will be used. So that patient’s can know the impact of traditional medicine that will be used. Then the pesantren Needs to socialize related to tradiditional medicine at the Nuururrohman Islamic Boarding School. | |
| 32750 | 38066 | A1A018018 | ANALISIS PEMASARAN JAGUNG MANIS (Zea mays L. Saccharata) DI KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH | Jagung manis (Zea mays L. Saccharata Sturt) mempunyai nilai ekonomis yang tinggi di pasaran, karena selain mempunyai rasa yang manis, faktor lain yang menguntungkan adalah masa produksi yang relatif lebih cepat dan pangka pasar yang luas. Permintaan jagung manis semakin meningkat dengan pertambahan penduduk, pola konsumsi, munculnya pasar swalayan, hotel, restoran dan pasar luar negeri yang masih terbuka lebar. Oleh karena itu, perlu ditinjau lebih lanjut bagaimana sistem pemasaran yang sedang berjalan di lokasi penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui gambaran umum Kabupaten Banyumas, (2) mengetahui karakteristik responden pemasaran jagung manis di Kabupaten Banyumas, (3) mengetahui pola saluran pemasaran jagung manis di Kabupaten Banyumas, (4) menganalisis besarnya margin pemasaran jagung manis untuk setiap tingkatan lembaga pemasaran di Kabupaten Banyumas, (5) menganalisis besarnya farmer’s share jagung manis di Kabupaten Banyumas, dan (6) mengetahui saluran pemasaran jagung manis yang paling efisien di Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada bulan September tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Penentuan sampel petani menggunakan metode two stage cluster stratified random sampling atau sampling kelompok dua tingkat dengan pengambilan sampel acak berstrata diperoleh 31 petani jagung manis, sedangkan penentuan sampel pedagang menggunakan metode non probability Sampling dengan teknik snowball sampling diperoleh 45 pedagang. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, analisis margin pemasaran, farmer’s share, analisis biaya dan keuntungan pemasaran, serta perhitungan analisis efisiensi pemasaran. Hasil analisis menunjukkan: (1) terdapat lima saluran pemasaran jagung manis, yaitu saluran I (Petani – Pengepul – Pedagang Besar – Pedagang Kecil –Pengecer – Konsumen), saluran II (Petani – Pedagang Besar – Pedagang Kecil – Pedagang Pengecer – Konsumen), saluran III (Petani – Pedagang Kecil – Pedagang Pengecer – Konsumen), saluran IV (Petani – Pedagang Pengecer – Konsumen), dan saluran V (Petani – Konsumen); (2) saluran pemasaran jagung manis yang paling efisien di Kabupaten Banyumas adalah saluran V. Saluran V mengeluarkan biaya pemasaran paling sedikit yaitu sebesar Rp1.161 per kilogram. Keuntungan pemasaran saluran V memiliki persentase keuntungan yang paling besar yaitu sebesar 66,60 persen dari margin pemasarannya atau memperoleh keuntungan Rp3.756 per kilogram. Margin pemasaran saluran V yaitu sebesar Rp3.476 per kilogram, merupakan margin yang paling kecil dibandingkan saluran yang lain. Farmer’s share saluran V sebesar 100%, dan dilihat dari rumus efisiensi pemasaran saluran V memiliki persentase efisiensi pemasaran terkecil yaitu sebesar 23,61 persen. | Sweet corn (Zea mays L. Saccharata Sturt) has a high economic value in the market, because apart from having a sweet taste, another profitable factor is the relatively faster production period and a wide market share. The demand for sweet corn is increasing with population growth, consumption patterns, the emergence of supermarkets, hotels, restaurants and foreign markets which are still wide open. Therefore, it is necessary to further review how the current marketing system at the research site is. This study aims to: (1) find out the general description of Banyumas Regency, (2) find out the characteristics of respondents to sweet corn marketing in Banyumas Regency, (3) determine the pattern of sweet corn marketing channels in Banyumas Regency, (4) analyze the marketing margin of sweet corn for each level of marketing institution in Banyumas Regency, (5) analyze the farmer's share of sweet corn in Banyumas Regency, and (6) knowing the most efficient sweet corn marketing channel in Banyumas Regency. The research was held on September 2022. The research method used was a survey method. Determination of the sample of farmers using the two-stage cluster stratified random sampling method or two-level group sampling with stratified random sampling method obtained 31 sweet corn farmers, while the determination of the sample of traders using the non probability sampling method with the snowball sampling technique obtained 45 traders.The types of data used in this study are primary data and secondary data. Analysis of the data used in this study is descriptive analysis, analysis of marketing margins, farmer's share, analysis of marketing costs and benefits, and calculation of marketing efficiency analysis. The results of the analysis show: (1) there are five marketing channels for sweet corn, namely channel I (Farmers – Collectors – Wholesalers – Small Traders – Retailers – Consumers), channel II (Farmers – Wholesalers – Small Traders – Retailers – Consumers), channel III (Farmers – Small Traders – Retailers – Consumers), channel IV (Farmers – Retailers – Consumers), and channel V (Farmers – Consumers); (2) the most efficient sweet corn marketing channel in Banyumas Regency is channel V. Channel V spends the smallest marketing costs in the amount of Rp. 1,161 per kilograms. The profit of channel V marketing has the largest profit percentage, which is 66.60 percent of its marketing margin or earns a profit of Rp3. 756 per kilograms. The marketing margin for channel V is Rp3.476 per kilograms, which is the smallest margin compared to other channels. Farmer's share of channel V is 100%, and seen from the marketing efficiency formula, channel V has the smallest percentage of marketing efficiency, which is 23.61 percent. | |
| 32751 | 38158 | A1D018184 | PENGARUH PEMBERIAN LARUTAN SALIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MELON (Cucumis melo L.) PADA MEDIA TANAH PASIR PANTAI | Melon merupakan komoditas hortikultura yang banyak dikonsumsi masyarakat. Lahan pasir pantai di Indonesia belum digunakan optimal. Lahan ini memiliki tantangan seperti salinitas tanah tinggi dan besarnya angin yang mengandung garam. Penelitian ini bertujuan untuk membedakan respon pertumbuhan dan hasil tanaman melon dengan berbagai cara pemberian larutan salin, membedakan respon pertumbuhan dan hasil tanam melon pada berbagai konduktivitas listrik larutan, membedakan respon pertumbuhan dan hasil tanaman melon dengan berbagai frekuensi pemberian larutan salin, dan menjelaskan interaksi antara cara pemberian larutan salin, konduktivitas listrik larutan dan frekuensi pemberian larutan salin terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon. Penelitian ini dilakukan dengan metode RAKL dengan tiga faktor perlakuan dan tiga kali ulangan. Faktor pertama cara pemberian larutan salin, konduktivitas listrik larutan dan frekuensi pemberian larutan salin. Analisis data menggunakan analisis ragam dan uji lanjut taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara pemberian larutan salin melalui udara menurunkan tinggi tanaman, bobot segar dan kering, dan jumlah bunga. Konduktivitas listrik larutan 18 dS/m menurunkan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar batang, bobot segar dan kering daun, bobot segar dan kering tanaman, jumlah bunga, bobot segar dan kering buah, dan produktivitas tanaman. Frekuensi pemberian larutan salin 3 kali sehari menurunkan bobot segar dan kering tanaman, diameter buah bobot segar dan kering buah, dan produktivitas tanaman. Interaksi cara pemberian larutan melalui tanah sebesar 18 dS/m memberikan nilai konduktivitas listrik tanah tertinggi. | Melon is a horticultural commodity that is consumed by many people. Indonesian sand beach has not been used optimally. This land has challenges such as high soil salinity, limited water sources and strong wind containing salt. This research aims to differentiate growth and yield respons of melon plants by various ways of giving saline solution, differentiate growth and yield respons of melon plants by various EC solution, differentiate growth and yield respons of melon plants by various frequency of giving saline solution, and explain the interaction between ways of giving saline solution, EC solution and frequency of giving saline solution on the growth and yield melon plants. This research was conducted using RAKL with three factors and three replications. First factor is ways of giving saline solution. Second factor is EC solution. Third factor is frequency of giving saline solution. Analysis of research data using ANOVA and DMRT. The results showed that ways of giving saline solution through air decreased plant height, stem fresh and dry weight, and number of flowers. EC 18 dS/m decreased plant height, number of leaves leaf areas, stem fresh weight, leaves fresh and dry weight, plant fresh and dry weight, number of flowers, fruit fresh and dry weight, and plant productivity. Frequency of giving saline solution 3 times a day decreased plant fresh and dry weight, fruit diameter, fruit fresh and dry weight, and plant productivity. The interaction ways of giving saline solution through the soil with EC 18 dS/m gave the highest soil EC. | |
| 32752 | 38290 | F1C018054 | Penerapan Kode Etik Penyiaran dalam Pemberitaan di Satelit TV Purwokerto | Wartawan sebagai profesi jurnalis mempunyai kode etik yang dijadikan sebagai dasar pedoman dalam menyelesaikan pekerjaanya agar mampu membuat berita yang layak dan berkualitas bagi masyarakat. Namun pada praktiknya, masih banyak terjadi pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh wartawan maupun lembaga penyiaran di Indonesia. Sepanjang tahun 2018, KPI Pusat menemukan sebanyak 33.802 potensi pelanggaran kode etik penyiaran yang dilakukan oleh lembaga penyiaran di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan pemahaman dan menganalisis penerapan kode etik penyiaran dalam proses pembuatan berita oleh wartawan di Satelit TV Purwokerto. Peneliti menggunakan metode kualitatif jenis deskriptif dengan teknik pemilihan informan yang digunakan adalah purposive sampling. Teori yang digunakan adalah teori pers tanggung jawab sosial (social responsibility theory) yang berasal dari Comission on Freedom of the Press oleh Hutchins pada tahun 1947. Subjek dalam penelitian ini adalah wartawan dan editor yang bekerja dalam membuat berita sehari-hari di Satelit TV Purwokerto. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) wartawan dan editor Satelit TV Purwokerto memahami tentang kode etik penyiaran dibuktikan dengan mereka yang sudah bisa menjelaskan apa yang dimaksud dengan kode etik penyiaran dan pentingnya dalam membuat berita. 2) penerapan kode etik penyiaran oleh wartawan dan editor Satelit TV Purwokerto sudah cukup baik. Mereka berusaha menerapkan kode etik dalam setiap pekerjaannya dan berusaha menghasilkan berita yang berkualitas baik. Meski demikian, pernah terjadi pelanggaran kecil yang dilakukan oleh editor maupun tim redaksi karena kurangnya koordinasi dengan wartawan yang melakukan liputan ke lapangan. | Journalists as a profession have a code of ethics that is used as a basic guideline in completing their work, to produce decent and quality news for the community. However, there are still many violations of the code of ethics by journalists and broadcasting institutions in Indonesia. Throughout 2018, the Central KPI found 33.802 potential violations of the broadcasting code of ethics committed by broadcasting institutions in Indonesia. Therefore, this research was conducted to describe understanding and analyze the application of the broadcasting code of ethics in the process of making news by journalists at Satelit TV Purwokerto. The researcher used a descriptive qualitative method with the informant selection technique used was purposive sampling. The theory used is the press theory of social responsibility originating from the Commission on Freedom of the Press by Hutchins in 1947. The subjects in this study were journalists and editors who work in making daily news at Satelit TV Purwokerto. The results of this study indicate that: 1) journalists and editors of Satelit TV Purwokerto understand the broadcasting code of ethics, and they can explain what is meant by a broadcasting code of ethics and its importance in making news. 2) the implementation of the broadcasting code of ethics by journalists and editors of Satelit TV Purwokerto is quite good. They try to apply a code of ethics in every job and try to produce good quality news. However, there have been minor violations committed by the editors and the editorial team due to a lack of coordination with journalists. | |
| 32753 | 35954 | D1A016253 | PENGGUNAAN ASAM LAKTAT SEBAGAI ACIDIFIER DALAM PAKAN YANG MENGANDUNG PROBIOTIK TERHADAP INDEKS TELUR DAN MASSA TELUR AYAM SENTUL | Penelitian dengan judul Penggunaan Asam Laktat Sebagai Acidifier dalam Pakan yang Mengandung Probiotik terhadap Indeks Telur dan Massa Telur Ayam Sentul bertujuan untuk mengkaji penambahan acidifier dalam pakan yang mengandung probiotik terhadap indeks telur dan massa telur ayam Sentul. Materi yang digunakan adalah ayam Sentul umur 5 bulan sebanyak 60 ekor, dengan 4 perlakuan 5 ulangan dan setiap unit percobaan terdiri dari 3 ekor. Perlakuan: R0 = pakan basal; R1 = pakan basal + probiotik dengan acidifier asam laktat 0,5%; R2 = pakan basal + probiotik dengan acidifier asam laktat 1,0%; R3 = pakan basal + probiotik dengan acidifier asam laktat 1,5%. Rancangan dengan RAL (rancangan acak lengkap) dan analisis data dengan ANAVA. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap indeks telur dan massa telur ayam Sentul. Disimpulkan bahwa penambahan asam laktat sebagai acidifier dalam pakan yang mengandung probiotik sampai level pemberian 1,5% belum mampu meningkatkan kualitas indeks telur dan massa telur ayam Sentul. | The research objective was to assess The Addition of an Acidifier in Feed Containing Probiotics of Egg Index and Egg Mass of Sentul Chickens. The material used was 60 female sentul chickens aged 5 months, with 4 treatments, 5 repetitions, and each experimental unit consists of 3 chicken. Treatment: R0 = basal feed; R1 = basal feed + probiotic with lactic acid acidifier 0.5%; R2 = basal feed + probiotic with lactic acid acidifier 1.0%; R3 = basal feed + probiotic with lactic acid acidifier 1.5%. Design with CRD (completely randomized design) and data analysis using ANOVA. The results of the analysis of variance showed that the treatment had no significant effect (P> 0.05) on egg index and egg mass of Sentul chicken. It was concluded that the addition of lactic acid as an acidifier in feed containing probiotics up to a level 1,5% was not able to improve the quality of egg index and egg mass of Sentul chickens. | |
| 32754 | 35955 | L1B018008 | FERTILITAS, DAYA TETAS TELUR DAN SINTASAN LARVA IKAN TAWES (Barbonymus gonionotus) PADA MEDIA PEMBUAHAN LARUTAN NaCl FISIOLOGIS DAN MADU DENGAN DOSIS BERBEDA | Ikan tawes (Barbonimus gonionotus) merupakan salah satu jenis ikan budidaya yang terkenal khususnya di Indonesia. Dalam proses pembenihan salah satu masalah yang timbul, yaitu rendahnya fertilisasi telur oleh sperma yang disebabkan oleh motilitas dan viabilitas sperma yang rendah. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menggunakan larutan NaCl Fisiologis dan madu yang dapat mendukung motilitas dan viabilitas spermatozoa. Penambahan madu diharapkan dapat memberikan energi dan memperpanjang viablitas serta motilitas spermatozoa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan madu pada media pembuahan telur ikan tawes terhadap fertilitas, daya tetas telur dan sintasan larva ikan tawes. Metode penelitian yang digunakan yaitu, Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu media pembuahan 100 ml Air (P0); 100 ml NaCl (P1); penambahan 0,2 ml madu + 99,8 ml NaCl fisiologis (P2); penambahan 0,4 ml madu + 99,6 ml NaCl fisiologis (P3); dan penambahan 0,6 ml madu + 99,4 ml NaCl fisiologis (P4). Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan 0,6ml + 99,4 ml NaCl fisiologis (P4) menunjukan hasil yang tertinggi, dengan nilai fertilitas 56.51±0.57%, daya tetas 54.58±1.07% dan sintasan 71.34±0.68%. Kualitas air dengan kisaran nilai suhu 27.8-28.3°C, pH 7, dan oksigen terlarut 5.8-6.5 mg/L. | Tawes (Barbonimus gonionotus) is one of the well-known cultivated fish species, especially in Indonesia. In the hatchery process, one of the problems that arise is low sperm fertilization caused by low sperm motility and viability. One way to overcome this is to use a Physiological NaCl solution and honey which can support the motility and viability of spermatozoa. The addition of honey is expected to provide energy and can prolong the viability and motility of spermatozoa. The purpose of this study was to determine the effect of adding honey to the media for fertilization of Tawes fish eggs on fertility, egg hatchability and survival of Tawes fish larvae. The research method used is Completely Randomized Design (CRD) which consists of 5 treatments and 4 replications. The treatments given were fertilization media 100 ml Water (P0); 100 ml NaCl (P1); addition of 0.2 ml of honey + 99.8 ml of physiological NaCl (P2); addition of 0.4 ml of honey + 99.6 ml of physiological NaCl (P3); and addition of 0.6 ml of honey + 99.4 ml of physiological NaCl (P4). The results showed that the addition of 0.6 ml + 99.4 ml of physiological NaCl (P4) showed the highest results, with a fertility value of 56.51±0.57%, hatching rate 54.58±1.07% and survival rate 71.34±0.68%. The water quality result the range of temperature 27.8-28.3°C, pH 7, and dissolved oxygen 5.8-6.5 mg/L. | |
| 32755 | 35956 | J0A017060 | Praktik Memandu Wisatawan Asing di Museum Sonobudoyo Yogyakarta | Laporan praktik kerja ini berjudul " Praktik Memandu Wisatawan Asing di Museum Sonobudoyo Yogyakarta". Penulis melaksanakan praktik kerja pada tanggal 20 Januari 2020 hingga 20 Februari 2020. Tujuan pelaksanaan praktik kerja yaitu untuk melakukan kegiatan praktik memandu wisatawan asing dan mengetahui cara apa yang digunakan pramuwisata dalam menyampaikan informasi berbahasa Inggris terhadap wisatawan mancanegara agar memahami apa yang pemandu wisata sampaikan di Museum Sonobudoyo Yogyakarta. Museum Negeri Sonobudoyo merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah pada Dinas Kebudayaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, mempunyai fungsi pengelolaan benda museum yang memiliki nilai budaya ilmiah, meliputi koleksi pengembangan dan bimbingan edukatif kultural. Hasil yang diperoleh Penulis selama praktik kerja yaitu dalam menyampaikan informasi berbahasa Inggris seorang pemandu harus memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik agar wisatawan merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan. Dalam melaksanakan praktik kerja penulis menggunakan metode observasi, metode dokumentasi, metode jelajah internet, dan metode kuisioner. Praktik memandu dan menyampaikan informasi lisan berbahasa Inggris kepada wisatawan asing dilakukan dengan langkah-langkah seperti memberi sapaan dan senyum, memberi bantuan, memberikan informasi, mengucapkan salam perpisahan, dan diakhiri dengan meminta kesediaan wisatawan mengisi lembar kuisioner. Ketika memandu wisatawan asing penulis dihadapkan beberapa kendala. Kendala yang dihadapi yaitu terbatasnya grammar dan vocabulary dan pelafalan yang masih terbata-bata. Namun, terdapat solusi dalam menghadapi kendala tersebut seperti mempelajari lebih dalam materi grammar, memperbanyak vocabulary dan lebih berlatih berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris. | This final report is entitled "Practice of Guiding Foreign Tourist ar the Sonobudoyo Museum, Yogyakarta". The job training was conducted on 20 Januari 2020 – 20 February 2020. The purpose of this job training is to do practice of guiding foreign tourist and to find out what methods are used by tour guides in providing English information to foreign tourists in order to understand what the tour guides provide at the Sonobudoyo Museum, Yogyakarta. The Sonobudoyo State Museum is a Regional Technical Implementation Unit at the Cultural Service of the Special Region of Yogyakarta, having the function of managing museum objects that have scientific cultural values, including collections of development and cultural educative guidance. The results obtained by the author during the job training are that in conveying information in English, a guide must have good English skills so that tourists are satisfied with the services provided. In carrying out job training, the writer used the observation method, documentation method, internet browsing method, and the questionnaire method. There were some steps conducted in practice of guiding and providing spoken English information to foreign tourists such as greeting and smiling, offering help, giving information, saying goodbye, and ending with asking tourists to fill out the questionnaire. There were several obstacles when the author guiding the foreign tourist such as the limited grammar and vocabulary, also the pronunciation was still stuttering. However, there were solutions in overcome with these obstacles, such as learning more about grammar material, increasing vocabulary and more English practice. | |
| 32756 | 37862 | B1B018045 | PREVALENCE OF GASTROINTESTINAL HELMINTHS IN PET CATS BY FAECAL EXAMINATION IN PURWOKERTO | Cats are a popular pet all over the world, as in Purwokerto, given the number of pet shops. Cats are vulnerable to diseases and parasites, which can increase the risk of disease transmission to humans. This study aims to investigate the gastrointestinal helminth species that infect pet cats in Purwokerto, the prevalence of gastrointestinal helminth infection in Purwokerto, and differences in gastrointestinal helminth infections in Purwokerto between sex of the cats and sample source. A total of 106 faecal samples were random-sampled by cross-section survey from the clinic and cat keeping homes in Purwokerto, and the feces were studied using the floatation method. In this study, four helminth species were identified: Toxocara cati, Ancylostoma sp., Diphyllobothrium latum, and Dipylidium caninum, with a 38.5% prevalence of gastrointestinal helminth infection, which, in terms of the prevalence category, is categorized as commonly. There was no significant difference in the prevalence of gastrointestinal helminth infection based on the sex of the cats and the sample source. Considering a number of prevalence of gastrointestinal helminth infection in pet cats in Purwokerto, cat owners must be aware of the problem and take preventive measures such as routine anthelmintic administration, maintaining hygiene and sanitation, and avoiding feeding raw meat to the cats. | Cats are a popular pet all over the world, as in Purwokerto, given the number of pet shops. Cats are vulnerable to diseases and parasites, which can increase the risk of disease transmission to humans. This study aims to investigate the gastrointestinal helminth species that infect pet cats in Purwokerto, the prevalence of gastrointestinal helminth infection in Purwokerto, and differences in gastrointestinal helminth infections in Purwokerto between sex of the cats and sample source. A total of 106 faecal samples were random-sampled by cross-section survey from the clinic and cat keeping homes in Purwokerto, and the feces were studied using the floatation method. In this study, four helminth species were identified: Toxocara cati, Ancylostoma sp., Diphyllobothrium latum, and Dipylidium caninum, with a 38.5% prevalence of gastrointestinal helminth infection, which, in terms of the prevalence category, is categorized as commonly. There was no significant difference in the prevalence of gastrointestinal helminth infection based on the sex of the cats and the sample source. Considering a number of prevalence of gastrointestinal helminth infection in pet cats in Purwokerto, cat owners must be aware of the problem and take preventive measures such as routine anthelmintic administration, maintaining hygiene and sanitation, and avoiding feeding raw meat to the cats. | |
| 32757 | 38067 | J1C018017 | Representasi Budaya Barat Dalam Cerpen Terjemahan Nihon no Kotowaza Karya Sitor Situmorang Dalam Perspektif Pascakolonial. | Penelitian ini membahas cerpen terjemahan Nihon no Kotowaza dengan judul asli Peribahasa Jepang karya Sitor Situmorang dengan teori Orientalisme Edward W.Said. Cerpen tersebut mengangkat persoalan hubungan orang Indonesia dan Jepang di Negeri Sakura. Indikasi poskolonialisme dalam yang Indonesia dan perempuan Jepang. Dapat dilihat dari kebiasaan tokoh pria yang tak jarang memasukkan budaya Barat ke dalam kehidupan Timur perempuan Jepang tersebut seperti, menonton film barat, menonton baseball, serta minum bir bersama serdadu Amerika, dan tak jarang sering memutarkan lagu barat. Hal itu karena tokoh pria dalam cerpen telah terbiasa dengan kehidupan di Eropa, jadi secara tidak langsung kebiasaan tersebut terbawa ketika ia pergi ke Jepang dan menjalin hubungan yang dekat dengan gadis Jepang. | This research discusses the short story translation of Nihon no Kotowaza with the original title Japanese Proverbs by Sitor Situmorang with the theory of Edward W.Said Orientalism. The short story raises the issue of the relationship between Indonesians and Japanese in the Sakura Country. an indication of postcolonialism in terms of culture between male figures of Indonesian origin and Japanese women. It can be seen from the habits of male characters who often incorporate Western culture into the Eastern life of Japanese women such as, watching western movies, watching baseball, and drinking beer with American soldiers, and not infrequently often playing western songs. This is because the male character in the short story has become accustomed to life in Europe, so indirectly the habit is | |
| 32758 | 35958 | F1F018006 | Upaya Peningkatan Keamanan Siber Indonesia oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) tahun 2017-2020 | Penelitian ini menganalisis mengenai upaya peningkatan keamanan siber yang dilakukan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebagai institusi keamanan siber nasional Indonesia. Dalam menganalisis hal tersebut, penulis menggunakan Teori Sekuritisasi serta Konsep Keamanan Siber. Berdasarkan data yang diperoleh, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dibentuk berdasarkan peraturan presiden dengan tugas untuk melaksanakan keamanan dalam bidang siber secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan, mengembangkan, serta mengkonsolidasikan berbagai unsur yang berkaitan dengan keamanan siber. Dalam meningkatkan keamanan siber di Indonesia mengacu pada lima aspek pada Global Cybersecurity Index yaitu aspek hukum, aspek teknis, aspek organisasi, aspek pengembangan kapasitas, dan aspek kerja sama. Global Cybersecurity Index digunakan untuk mengukur komitmen suatu negara terkait kapabilitas keamanan siber di negaranya. Dengan adanya upaya-upaya yang dilakukan BSSN terkait peningkatan keamanan siber diharapkan dapat mengurangi resiko dan ancaman dalam ruang siber di Indonesia. | This research analyzes about the strategy carried out by the National Cyber and Crypto Agency (BSSN) as the national cybersecurity institute. In this research, the author utilizes the Theory of Securitization and The Concept of Cybersecurity. Based on the data obtained, BSSN was formed by the Presidential Regulation on BSSN which state that BSSN is tasked with implementing cybersecurity effectively and efficiently by utilizing, developing and consolidating all parties related to cybersecurity. BSSN used Global Cybersecurity Index framework to improve the national cybersecurity capability. The GCI measures the commitment of countries in cybersecurity according to the five pillar: legal measures, technical measures, organizational measure, capacity development, and cooperative measures. The strategy of BSSN is expected to be able to face the problems and challenges in the present and future era. | |
| 32759 | 35959 | F1F018061 | CORPORATE DIPLOMACY MELALUI BANGTAN BOYS (BTS) SEBAGAI BRAND AMBASSADOR TOKOPEDIA 2019-2021: TINJAUAN SOCIAL ENTREPRENEURSHIP TOKOPEDIA TERHADAP EKONOMI DIGITAL INDONESIA | Penelitian ini berupaya menjelaskan bagaimana Tokopedia sebagai perusahaan teknologi asal Indonesia, melakukan praktik bisnis yang berkaitan dengan social entrepreneurship. Praktik bisnis yang dilakukan oleh Tokopedia berupaya mempermudah perdagangan dalam negeri melalui pengembangan produk dan jasa yang dikembangkan oleh perusahaan untuk mewujudkan visi perusahaan yang berkaitan dengan pemerataan ekonomi digital di Indonesia. Demi mengkomunikasikan tujuan, produk, dan jasa perusahaan maka Tokopedia menunjuk Bangtan Boys (BTS) sebagai Brand Ambassador untuk membangun branding di hadapan publik. Tokopedia menggunakan corporate diplomacy untuk berkomunikasi dan bekerja sama dengan aktor-aktor terkait dalam mewujudkan visi perusahaan. Dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh Tokopedia untuk mewujudkan visi perusahaan maka Tokopedia telah memberikan berbagai implikasi bagi Indonesia. | This study explains how Tokopedia as technology company from Indonesia carries out business practices related to social entrepreneurship. The business practices carried out by Tokopedia seek to facilitate domestic trade through the development of products and services developed by the company to realize the company's vision related to the equitable distribution of the digital economy in Indonesia. To communicate the company's vision, products, and services, Tokopedia appointed Bangtan Boys (BTS) as Brand ambassadors to build branding in public. Tokopedia uses corporate diplomacy to communicate and collaborate with relevant actors in realizing the company vision. With the various efforts made by Tokopedia to realize the company's vision, Tokopedia has given implications for Indonesia. | |
| 32760 | 35960 | F1F018049 | PENGEMBANGAN BANYUMAS KOTA LAMA BERDASARKAN KONSEP HERITAGE CITIES MENURUT UNESCO | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan Banyumas Kota Lama berdasarkan konsep Heritage Cities UNESCO. Penelitian ini menggunakan variabel dependen tentang sejauh mana pengembangan Banyumas Kota Lama jika dilihat dari konsep Heritage Cities UNESCO dan variabel independen konsep Heritage Cities UNESCO yang menjadi standar Kota Pusaka yang diakui dunia untuk menjaga peninggalan sejarah dunia, penelitian ini menggunakan analisa induksionis karena induksionis karena pada penelitian ini variabel independen yang digunakan memiliki tingkat yang lebih tinggi (tingkat sistem global) daripada variabel terkait yang digunakan (tingkat negara). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan menggunakan konsep Heritage Cities sebagai landasan teori dalam menganalisa pengembangan Banyumas Kota Lama. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengembangan Banyumas Kota Lama masih jauh dari strandar Heritage Cities, namun Banyumas Kota Lama memiliki potensi yang dapat diajukan sebagai salah satu Heritage Cities. | This research aims to analyze the development of Banyumas Kota Lama based on the UNESCO Heritage Cities concept. This research uses the dependent variable about the extent of the development of Banyumas Kota Lama when viewed from the UNESCO Heritage Cities concept and the independent variable is the UNESCO Heritage Cities concept which is the world recognized standard of Heritage City for preserving world historical heritage. In this case, the independent variable used has a higher level (global system level) than the related variable used (country level). This research uses qualitative research methods and uses the concept of Heritage Cities as a theoretical basis for analyzing the development of Banyumas Kota Lama. The results of this research indicate that the development of Banyumas Kota Lama is still far from the standard Heritage Cities, but Banyumas Kota Lama has potential that can be proposed as one of the Heritage Cities |