Artikelilmiahs
Menampilkan 32.801-32.820 dari 50.008 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 32801 | 35991 | J1A018018 | A PRAGMATICS ANALYSIS OF IMPERATIVE FORM AND FUNCTION IN NETFIX COOKING PROGRAM NADIYA BAKES FIRST SEASON | Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk dan fungsi dari ungkapan imperatif yang diproduksi oleh Nadiya Hussain pada acara memasak Netfix yang berjudul Nadiya Bakes First Season. Data penelitian ini diambil dari ungkapan imperatif yang dituturkan oleh Nadia sebagain pembawa acara saat menyampaikan resep. Metode deskriptif kualitatif dan teknik purposive sampling diterapkan untuk menjawab rumusan masalah. Dari hasil analisis, terdapat 310 ungkapan imperatif yang diproduksi oleh Nadiya yang akan dianalisis menggunakan teori Holmes di Richard & Schmidt (1983) untuk bentuk imperatif dan teori Condoravdi & Laurer (2012) untuk fungsi imperatif. Hasil analisis untuk bentuk imperatif menujukan bahwa terdapat 279 base forms of verb, 11 you + imperative, 0 verb ellipsis, 2 present participle forms of verb, 1 imperative + modifier, and 17 let + first person pronouns. Base forms of verb sangat banyak ditemukan pada acara tersebut karena bentuknya yang paling sederhana dan biasanya cukup jelas untuk mencegah kesalahpahaman tentang instruksi yang diberikan oleh Nadiya. Selain itu, bentuk verb ellipsis tidak ditemukan karena instruksi disampaikan melalui visualisasi Nadiya. Berdasarkan fungsi imperatif, terdapat 306 data tergolong dalam group I: directives dengan 234 commands, 12 warnings, 42 requests, 16 advices, and 1 plea, serta 5 data tergolong dalam group III: permission and invitations dengan 4 permissions, 1 offers, serta 0 invitation. Saya juga menemukan 0 yang data tergolong dalam group II: wish-type serta group IV: disinterest advice. Commands mendominasi dalam acara tersebut karena fungsinya sangat efektif yang secara langsung diungkapkan melalui tuturan yang diproduksi oleh Nadiya. Sementara itu, group IV: disinterest advice dan group II: wish-type uses tidak ditemukan karena fungsi tersebut tidak mengharapkan realisasi dari para pendengar, sedangkan acara memasak memiliki tujuan agar para penonton dapat melakukan instruksi yang diberikan oleh Nadiya. Setelah membaca analisis ini, diharapkan para pembaca dapat membedakan berbagai bentuk ungkapan imperatif dan fungsinya serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. | This research aims to identify the forms and functions of imperative utterances produced by Nadiya Hussain in the Netflix cooking show, Nadiya Bakes First Season. The data of this research are imperative utterances produced by Nadiya while delivering her recipes. The descriptive qualitative method and the technique of purposive sampling are applied to answer the research questions. Based on the analysis, there are 310 imperative utterances produced by Nadiya that can be analyzed according to Holmes in Richard and Schmidt’s (1983) theory of imperative form and Condoravdi and Laurer’s (2012) theory of imperative function. The results show that based on the imperative form, base form of verb highly appeared in the show because it has the simplest form and is usually explicit enough to prevent misunderstanding about the cooking instructions. Besides, verb ellipsis has no occurrence due to the help of visualization of Nadiya while delivering the instructions. Based on the imperative functions, commands function dominates in this show due to the effectiveness of the function which is directly expressed from utterances produced by Nadiya. Group IV: disinterest advice and group II: wish-type uses have the least occurrence because these functions do not have the expectation of the realization of imperative from the hearer, while the cooking show aims to get the viewers follow the instructions given by Nadiya. After reading this research, hopefully, the readers can recognize the forms and functions of imperative utterances, not only employed in the cooking shows but also in their daily communication. | |
| 32802 | 35106 | L1C016061 | Status Konservasi Ikan Hiu dan Pari di Kabupaten Berau | Hiu dan pari memiliki peranan sangat penting di dalam ekosistem laut, namun populasinya menurun seiring tingginya tingkat perburuan. Salah satu wilayah perburuan hiu dan pari di Indonesia adalah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, komposisi, kelimpahan, keanekaragaman, dan status konservasi dari hiu dan pari yang ditemukan, serta menyusun rekomendasi pengelolaan hiu dan pari di Kabupaten Berau. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengidentifikasi jenis serta melakukan pengukuran panjang, lebar dan berat tubuh. Pengambilan data pendukung dilakukan melalui wawancara dengan nelayan dan pelaku penangkapan perikanan hiu dan pari lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 3 spesies hiu dan 10 spesies pari. Spesies hiu yang memiliki komposisi berat tertinggi adalah Hemigaleus microstoma dan pari adalah Urogymnus granulatus. Mayoritas hiu dan pari yang didaratkan merupakan spesies berukuran sedang. Kelimpahan hiu sebesar 100%, sementara kelimpahan pari sebesar 2,08-93,75%. Indeks keanekaragaman hiu dan pari termasuk dalam kategori rendah (<0,87) hingga sedang (<1,94). Status konservasi hiu dan pari yang ditemukan termasuk ke dalam kategori kritis, terancam, rentan, dan berisiko rendah. Penelitian ini merekomendasikan untuk melakukan sosialisasi, pendampingan, peningkatan perlindungan, pengawasan dan penegakan hukum, larangan penangkapan hiu dan pari pada ukuran produktif dan juvenil, serta pemanfaatan non ekstraktif. | Sharks and rays play an important role in marine ecosystem, but their populations are decreasing as the fishing levels are getting higher. Berau Regency, East Borneo is one area in Indonesia that has sharks and rays fishing activities. This study aims to determine the species, composition, abundance, diversity, and conservation status of sharks and rays, and also to arrange the recommendations for the management of sharks and rays in Berau Regency. This research was conducted by identifying the species and measuring the length, width, and weight. Supporting data was collected through interviews with fishermen and others who work in the sharks and rays fishing industry. The result revealed there were 3 species of sharks and 10 species of rays. The shark Hemigaleus microstoma and the ray Urogymnus granulatus exhibited the highest weight composition. The majority of sharks and rays that landed were medium-sized species. The abundance of sharks and rays were 100% and 2,08-93,5% respectively. The diversity index of sharks and rays was in the low (<0,87) to moderate (<1,94) category. The conservation status were critically endangered, endangered, vulnerable, and least concerned. This research recommends conducting socialization, assistance, increasing protection, monitoring and law enforcement, prohibiting the capture of sharks and rays in productive and juvenile sizes, also developing non-extractive use. | |
| 32803 | 35993 | I1B017089 | Pengaruh Pendidikan Kesehatan Melalui Video SADARI Terhadap Pengetahuan Dan Perilaku Sadari pada Remaja Putri Kelas XI di Sma Negeri 1 Wangon | PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN “SADARI” TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU SADARI PADA REMAJA PUTRI KELAS XI DI SMA NEGERI 1 WANGON Irma Rachmawati1, Mekar Dwi Anggraeni2, Aprilia Kartikasari2 Latar belakang : Kanker payudara merupakan tumor ganas yang menyerang bagian jaringan payudara seperti kelenjar susu, jaringan lemak dan jaringan-jaringan lainnya. faktor penyebab terjadinya kanker payudara yang dialami wanita yaitu kurangnya pengetahuan untuk mendeteksi kanker payudara serta manfaat dari pemeriksaan payudara sendiri. Tujuan dari penelitian kesehatan ini bermaksud untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pendidikan kesehatan melalui video SADARI terhadap pengetahuan dan perilaku SADARI pada remaja putri di SMA Negeri 1 Wangon . Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment with control group. Sampel terdiri dari 73 responden dengan jumlah pertanyaan kuisioner pengetahuan 10 soal dengan karateristik benar dan salah dan perilaku SADARI 9 soal dengan karakteristik Ya dan Tidak. Hasil penelitian : Hasil uji Mann Whitney menunjukkan hasil terdapat pengaruh SADARI terhadap pengetahuan dan perilaku SADARI didapatakan hasil p=0,001 (<0,05) Kesimpulan : Terdapat pengaruh pemberian media video terhadap pengetahuan dan perilaku SADARI pada siswi kelas XI SMA Negeri Wangon. | THE EFFECT OF HEALTH EDUCATION "SADARI" ON KNOWLEDGE AND CONSCIOUS BEHAVIOR IN ADOLESCENT WOMEN IN CLASS XI AT SMA NEGERI 1 WANGON Irma Rachmawati1, Mekar Dwi Anggraeni2, Aprilia Kartikasari2 Background:Breast cancer is a malignant tumor that attacks breast cancer parts of breast tissue such as mammary glands, fat tissue and other tissues. Factors causing breast cancer experienced by women are lack of knowledge to detect breast cancer and the benefits of breast self-examination. The purpose of this health research is to find out whether there is an effect of online health education SADARI on breast self-examination knowledge and behavior in adolescent girls at SMA Negeri 1 Wangon. Research method: This study used a quasi-experimental method with a control group. The sample consists of 73 respondents with a total of 10 questions with a knowledge of 10 questions with true and false characteristics and BSE behavior with 9 questions with Yes and No characteristics. Research result : The results of the Mann Whitney test show that there is an effect of SADARI on breast self-examination knowledge and behavior, the results are p =0.001 (<0.05) Conclusion: There is an effect of providing video media on breast self-examination knowledge and behavior in class XI SMA Negeri Wangon. | |
| 32804 | 35994 | I1B018066 | HUBUNGAN ANTARA LITERASI KESEHATAN DENGAN MEKANISME KOPING PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI | ABSTRAK HUBUNGAN ANTARA LITERASI KESEHATAN DENGAN MEKANISME KOPING PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Nana Lia Safitri¹, Lita Heni Kusumawardani², Arif Imam Hidayat³ Latar Belakang : Umur pada lanjut usia yang semakin bertambah lebih berisiko mengalami hipertensi. Upaya lansia dalam menghadapi hipertensi membentuk mekanisme koping yang dipengaruhi oleh literasi kesehatan dalam memanajemen pengendalian hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara literasi kesehatan dengan mekanisme koping pada lansia dengan hipertensi. Metodologi : Jenis penelitian ini yaitu cross sectional dengan jumlah 126 lansia usia 60 tahun keatas dengan riwayat hipertensi. Uji analisis pada penelitian ini menggunakan uji alternatif yaitu uji korelasi Rank Spearman. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan responden lansia pada penelitian ini dengan rentang usia 60 sampai 86 tahun. Mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 81,0%. Latar belakang pendidikan tergolong rendah yaitu tidak sekolah/tidak tamat SD sebanyak 46,8% dan tamatan SD sebanyak 42,1%. Responden memiliki riwayat penyakit lain yaitu sebesar 93,7%. Kondisi ekonomi mayoritas reponden dan keluarganya berpendapatan rendah dengan jumlah ≤ Rp 1.970.000,00 sebanyak 88,1%. Mayoritas responden memiliki tekanan darah yang tidak terkontrol sebanyak 69%. Hasil pada uji korelasi terdapat hubungan yang signifikan dengan nilai p = 0,037 dengan nilai koefisien 0,186. Kesimpulan : Literasi kesehatan dengan mekanisme koping pada lansia dengan hipertensi terdapat hubungan yang bermakna, namun sangat lemah. Kata Kunci : Hipertensi, lansia, literasi kesehatan, mekanisme koping. ¹Mahasiswa Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman 2,3Dosen Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman | ABSTRACT RELATIONSHIP BETWEEN HEALTH LITERACY AND COPING MECHANISMS IN THE ELDERLY WITH HYPERTENSION Nana Lia Safitri¹, Lita Heni Kusumawardani², Arif Imam Hidayat³ Background: Age in the elderly who are getting older are more at risk of developing hypertension. The efforts of the elderly in dealing with hypertension form a coping mechanism that is influenced by health literacy in managing hypertension control. The purpose of this study was to determine the relationship between health literacy and coping mechanisms in the elderly with hypertension. Methodology: This type of research is cross sectional with a total of 126 elderly people aged 60 years and over with a history of hypertension. The analysis test in this study used an alternative test, namely the Spearman Rank correlation test. Results: The results of this study indicate the elderly respondents in this study with an age range of 60 to 86 years. The majority are female as much as 81.0%. Educational background is classified as low, namely 46.8% of school/no elementary school graduates and 42.1% of elementary school graduates. Respondents have a history of other diseases that is equal to 93.7%. The economic condition of the majority of respondents and their families have low income with a total of Rp. 1,970,000.00 as much as 88.1%. The majority of respondents had uncontrolled blood pressure as much as 69%. The results of the correlation test have a significant relationship with p value = 0.037 with a coefficient value of 0.186. Conclusion: Health literacy with coping mechanisms in the elderly with hypertension has a significant, but very weak relationship. Keywords: Hypertension, the elderly, health literacy, coping mechanisms. 1Student of Nursing Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University 2,3Lecturer of Nursing Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University | |
| 32805 | 35995 | H1C015014 | GEOLOGI DAERAH PEKUNCEN DAN SEKITARNYA KECAMATAN SEMPOR KABUPATEN KEBUMEN | Geologi adalah salah satu cabang ilmu yang memiliki peranan penting dalam menunjang berbagai sektor kehidupan masyarakat, seperti sektor pembangunan, pertambangan, geowisata sampai mitigasi bencana alam. Hal ini dikarenakan ilmu geologi adalah rumpun ilmu eksak yang mendasar dan kompleks dengan pendekatan observasi lapangan dalam memahami karakteristik geologi suatu daerah. Adapun tujuan yang ingin diperoleh dari kegiatan penelitian ini antara lain sebagai berikut, Menjelaskan secara komprehensif kondisi geologi yang meliputi geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi, dan sejarah geologi pada daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemetaan geologi, dilakukan dengan serangkaian pendataan informasi geologi permukaan, menganalisa sampel lapangan, kajian pustaka dan analisa laboratorium. Lokasi penelitian berada di daerah Pekuncen dan sekitarnya, Kecamatan Sempor Kabupaten Kebumen Jawa tengah. Berdasarkan Peta Geologi Regional oleh Asikin, dkk (1992), termasuk ke dalam Lembar Banyumas dan Lembar Kebumen, dengan Formasi tua ke muda, Formasi Waturanda, Formasi Penosogan dan Endapan Aluvial. Geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi tiga satuan geomorfologi yaitu Satuan Perbukitan Sesar Bergelombang Kuat (S3) dan Satuan Perbukitan Sesar Bergelombang Sedang (S1) dan Satuan Dataran Fluvial (F3). Geologi daerah penelitian dimulai dari diendapkannya Satuan Breksi Vulkanik, yang merupakan produk dari gunungapi bawah laut (Proximal), pada Kala Miosen Awal pada lingkungan Batial, disebandingkan dengan Formasi Waturanda pada Geologi Regional, lalu di atasnya terendapkan Satuan Batupasir (Lithic Wacke) yang selaras, pada kala Miosen Tengah. Selanjutnya, terjadi proses tektonik, yang menyebabkan perubahan kedudukan batuan, menjadi termiringkan. Kemudian pada kala holosen, terendapkan secara tidak selaras Satuan Endapan Aluvial. | Geology is a branch of science that has an important role in supporting various sectors of people's lives, such as the development sector, mining, geotourism to natural disaster mitigation. This is because geology is a fundamental and complex family of exact sciences with a field observation approach in understanding the geological characteristics of an area. The objectives to be obtained from this research activity are as follows: To comprehensively explain the geological conditions which include geomorphology, stratigraphy, geological structure, and geological history in the research area. The method used in this research is geological mapping, carried out with a series of surface geological information collection, field sample analysis, literature review and laboratory analysis. The research location is in the Pekuncen area and its surroundings, Sempor District, Kebumen Regency, Central Java. Based on the Regional Geological Map by Asikin, et al (1992), it is included in the Banyumas Sheet and Kebumen Sheet, with the old to young Formation, Waturanda Formation, Penosogan Formation and Alluvial Deposits. The geomorphology of the research area is divided into three geomorphological units, namely the Ridge High Corrugated Fault Unit (S3) and the Medium Corrugated Fault Hills Unit (S1) and the Fluvial Plain Unit (F3). The geology of the research area starts from the deposition of the Volcanic Breccia Unit, which is the product of an underwater volcano (Proximal), in the Early Miocene in the Batial environment, compared to the Waturanda Formation in Regional Geology, then above it is deposited a harmonious Lithic Wacke Unit, during the Middle Miocene. Furthermore, tectonic processes occur, which cause changes in the position of the rock, becoming tilted. Then during the Holocene, it was deposited inconsistently with the Alluvial Sediment Unit. | |
| 32806 | 35997 | H1C015011 | Geologi dan Studi Fasies Daerah Cipari dan Sekitarnya, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah | Kondisi geologi pada saat ini dapat menjadi sebuah data untuk menjelaskan bagaimana proses pembentukan suatu daerah di masa lampau. Stratigrafi Daerah Cipari, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap memiliki susunan yang terdiri atas Formasi Halang yang dipercaya merupakan hasil turbidit dan Formasi Kumbang yang merupakan produk vulkanik pada Miosen Akhir hingga Pliosen Awal. Susunan stratigrafi tersebut menjadi hal yang menarik untuk mencari tahu bagaimana litofasies pada daerah tersebut sehingga dapat tergambarkan proses pembentukannya di masa lampau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pemetaan dan pengukuran penampang stratigrafi di lapangan dengan analisis data berupa data geomorfologi, struktur geologi, petrografi dan litostratigrafi. Dari hasil penelitian ini, geomorfologi daerah penelitian tersusun atas 3 satuan yaitu Satuan Punggungan Antiklin Segara Langu, Satuan Punggungan Homoklin Sidasari, dan Satuan Punggungan Sinklin Karangreja. Secara stratigrafi daerah penelitian tersusun oleh Satuan Perselingan Batupasir-Batulempung yang berumur N19-N20, kemudian Satuan Batupasir yang memiliki umur relatif sama yaitu N19-N20, dan Satuan Breksi Vulkanik yang memiliki umur yang sama dengan Satuan Batupasir. Struktur geologi yang ditemukan pada daerah penelitian adalah Lipatan Antiklin Segara Langu dan lipatan Sinklin Karangreja yang berarah relatif Timur-Barat dan terdapat Sesar Mendatar Kanan Cipari yang berarah relatif Barat Laut-Tenggara. Kemudian dari pembagian litofasies didapatkan 11 litofasies yang ada pada daerah penelitian yang kemudian dikelompokkan menjadi beberapa fasies gunung api yaitu fasies proksimal, fasies medial dan fasies distal. | Geological conditions at present can be used as data to explain about processes that forming certain area in the past. The stratigraphy of Cipari area, Cipari District, Cilacap Regency has consisting by Halang Formation which is believed to be the result of turbidity current and Kumbang Formation which is a volcanic product from Late Miocene to Early Pliocene. This stratigraphy condition is an interesting to find out about the lithofacies in this area, so the processes of forming this stratigraphy can be described. The methods that used in this research are mapping and measuring section in the field and analysis geomorphological data, geological structures data, petrography, and lithostratigraphy. From this research, the geomorphology of the research area is composed by 3 units, namely Segara Langu Anticline Ridge, Sidasari Homocline Ridge and, Karangreja Syncline Ridge. Based on stratigraphic, this area is composed by Interbedded Sandstone and Claystone (N19-N20), Sandstone (N19-N20), and Volcanic Brecia which have same age with Sandstone unit. The geological structures that found in this research area are Segara Langu Anticline Fold and Karangreja Syncline Fold which have a relatively same East-West direction and there is a Cipari Right-Slip Fault with Northwest-Southeast direction. Then, there were found 11 lithofacies in this research area which were grouped into several volcanic facies, namely proximal facies, medial facies, and distal facies. | |
| 32807 | 38069 | A1C017048 | IDENTIFIKASI PENGARUH VARIASI JADWAL IRIGASI TETES DENGAN BEBERAPA DOSIS PUPUK ORGANIK TERHADAP SIFAT FISIK TANAH DAN PRODUKTIVITAS AIR PADA TANAH MARJINAL BUDIDAYA SERAI WANGI | Secara umum lahan marjinal dianggap kurang subur, namun lahan tersebut sangat potensial untuk direhabilitasi melalui pemupukan yang berimbang, serta penyediaan dan pengelolaan air irigasi yang tepat, sehingga dapat dimanfaatkan untuk budidaya tanaman pangan maupun tanaman industri seperti serai wangi. Serai wangi (Cymbopogon nardus L.) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri. Hasil penyulingannya diperoleh minyak seraiwangi yang dikenal dengan nama Citronella oil. Diperlukan suatu kajian komprehensif yang mengintegrasikan berbagai parameter penting yang terkait dengan peningkatan produktivitas lahan marjinal sekaligus produktivitas serai wangi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi pengaruh variasi jadwal irigasi tetes dengan beberapa dosis pupuk organik terhadap sifat fisik tanah dan produktifitas air bagi tanaman seraiwangi, dan (2) Mendapatkan variasi jadwal irigasi, serta dosis pupuk organik yang efektif (aplikatif) untuk budidaya tanaman seraiwangi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni hingga bulan November 2021 di Laboratorium Teknik Pengolahan dan Pengendalian Bio Lingkungan (TPPBL) dan di lahan terbuka Laboratorium Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini antara lain: jadwal irigasi tetes, dosis pupuk organik, sifat fisik tanah (kadar air tanah, kerapatan isi tanah, dan konduktivitas hidrolik tanah) dan produktivitas air bagi tanaman seraiwangi. Analisis data pada penelitian menggunakan Analysis of Variance, Uji Kruskal-Wallis dan Uji Duncan Multiple Ranget Test (DMRT) α 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jadwal irigasi dan dosis pupuk organik berpengaruh terhadap kadar air, kerapatan tanah dan produktivitas air. Namun tidak berpengaruh terhadap konduktivitas hidrolik tanah. Nilai optimal pada masing-masing variabel ialah 0,35 cm3/cm3 untuk θ, 0,87 g/cm3 untuk ρb dan 0,048 cm/s untuk Ks. Kombinasi perlakuan yang terbaik pada nilai produktivitas air yakni dengan nilai 0,039 g/mL. | In general, marginal land is considered less fertile, but the land has the potential to be rehabilitated through balanced fertilization, as well as the provision and proper management of irrigation water, so that it can be used for the cultivation of food crops and industrial plants such as lemongrass.(Cymbopogon nardus L.) is one of the essential oil-producing plants. The results of the distillation obtained citronella oil which is known as Citronella oil. A comprehensive study is needed that integrates various important parameters related to increasing marginal land productivity as well as lemongrass productivity. This study aims to (1) identify the effect of variations in drip irrigation schedule with several doses of organic fertilizer on soil physical properties and water productivity for citronella plants, and (2) obtain variations in irrigation schedules, as well as effective (applicative) doses of organic fertilizer for plant cultivation. lemongrass. This research was carried out from June to November 2021 at the Bio-Environmental Processing and Control Engineering Laboratory (TPPBL) and in the open field of the Agricultural Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University, Purwokerto. The variables studied in this study include: drip irrigation schedule, dose of organic fertilizer, soil physical properties (soil water content, soil density, and soil hydraulic conductivity) and water productivity for citronella plants. Data analysis in this study used Analysis of Variance, Kruskal-Wallis Test and Duncan Multiple Ranget Test (DMRT) 5%. The results showed that irrigation schedule and dose of organic fertilizer had a effect on water content, soil density and water productivity. However, it has no effect on the hydraulic conductivity of the soil. The optimal values for each variable are 0.35 cm3/cm3 for , 0.87 g/cm3 for b and 0.048 cm/s for Ks. The best treatment combination for water productivity is 0.039 g/ml. | |
| 32808 | 35986 | H1C015020 | Geologi Daerah Rowokele Dan Sekitarnya, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah | Abstrak— Area penelitian pada kegiatan pemetaan ini terletak di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Daerah penelitian memiliki luas sekitar 16 km2. Tujuan dari penelitian ini adalah pemetaan secara detail untuk melengkapi data geologi yang telah ada, terutama yang meliputi kondisi stratigrafi pada daerah tersebut, kenampakan geomorfologi yang ada, struktur geologi yang bekerja pada daerah penelitian, serta aspek geologi teraplikasi lainnya. Berdasarkan data – data geologi tersebut juga dapat mengetahui bagaimana potensi geologi yang bersifat positif maupun negatif yang ada pada daerah penelitian. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah pemetaan geologi permukaan yang mencakup deskripsi litologi, aspek geomorfologi, dan juga struktur geologi. Analisis laboratorium mikropaleontologi dan petrografi berguna untuk mendukung data pada penelitian ini. Geomorfologi pada daerah penelitian terbagi menjadi 3 yaitu Satuan Perbukitan Karst Berlereng Miring (K2) pada daerah selatan, Satuan Dataran Rendah Fluvial Dataran Aluvial Berlereng Datar (F1) pada bagian barat daerah penelitian, Satuan Perbukitan Rendah Denudasional Berlereng Landai (D2) pada bagian utara hingga barat daerah penelitian. Secara stratigrafi, daerah penelitian terbagi menjadi 3 satuan yaitu batugamping, satuan batu pasir dan dataran aluvial yang mengandung endapan sedimen. Urutan satuan dari tua ke muda yaitu satuan batugamping, satuan batupasir dan dataran aluvial sebagai satuan yang paling muda. Struktur geologi yang mempengaruhi daerah penelitian menunjukan arah Barat Laut – Tenggara (N 320o E – N310o E). Sejarah geologi pada daerah ini berawal dari kala Miosen Tengah, pada saat itu daerah penelitian berada pada daerah yang cenderung tenang dan terbentuklah satuab batugamping. Produksi sedimen yang cenderung mengendap ke arah laut ini menyebabkan terbentuknya satuan batupasir.Proses Eksogen seperti pelapukan dan erosi masih terus berlangsung hingga saat ini yang mengontrol morfologi daerah penelitian hingga membentuk endapan yang menghasilkan Satuan Endapan Aluvial. Pada daerah penelitian ditemukan potensi positif seperti bahan galian tambang batugamping dan juga potensi negatif berupa runtuhan atau jatuhan (longsor) yang dapat mengganggu masyarakat sekitar daerah penelitian. | Abstract— The research area for this mapping activity is located in Kebumen Regency, Central Java. The research area has an area of about 16 km2. The purpose of this research is a detailed mapping to complement existing geological data, especially those covering stratigraphic conditions in the area, existing geomorphological features, geological structures working in the study area, as well as other aspects of applied geology. Based on these geological data, it is also possible to find out how positive and negative geological potentials exist in the research area. The method used for this research is a geological mapping of the surface which includes a description of lithology, geomorphological aspects, and also geological structures. Micropaleontology and petrographic laboratory analyzes are useful to support the data in this study. The geomorphology of the research area is divided into 3, namely the Sloping Karst Hills Unit (K2) in the southern area, the Fluvial Lowland Unit Alluvial Flat Slopes (F1) in the western part of the study area, the Denudational Low Sloping Hills Unit (D2) in the north to west of the study area. Stratigraphically, the study area is divided into 3 units, namely limestone, sandstone units and alluvial plains containing sedimentary deposits. The order of units from oldest to youngest is limestone unit, sandstone unit and alluvial plain as the youngest unit. The geological structure that affects the research area shows the direction of Northwest – Southeast (N 320o E – N310o E). The geological history of this area dates back to the Middle Miocene, at that time the research area was located in an area that tends to be calm and limestone formations were formed. The production of sediment which tends to settle towards the sea causes the formation of sandstone units. Exogenous processes such as weathering and erosion are still ongoing today which control the morphology of the research area to form deposits that produce Alluvial Sediment Units. In the research area, positive potential was found such as limestone mining minerals and also negative potential in the form of debris or falls (landslides) that could disturb the community around the research area. | |
| 32809 | 35998 | H1C015039 | PEMETAAN GEOLOGI DAERAH KRACAK DAN SEKITARNYA KECAMATAN AJIBARANG KABUPATEN BANYUMAS JAWA TENGAH | Pemetaan geologi dilakukan di daerah Kracak dan Sekitarnya, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Daerah ini termasuk kedalam Zona Pegunungan Serayu Selatan. Pemetaan ini dimaksudkan untuk mengetahui keadaan geologi dari daerah pemetaan dan menambah pengetahuan mengenai pemetaan geologi bagi penyusun. Daerah pemetaan memiliki banyak struktur dan terdiri dari berbagai satuan morfologi dan litologi. Metode pemetaan dilakukan dengan berbagai tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pengambilan data lapangan, tahap analisis studio dan tahap analisis laboratorium. Dari hasil pemetaan didapatkan beberapa informasi mengenai aspek-aspek geologi. Aspek geomorfologi terdiri dari Satuan Denudasional Struktural Dataran Rendah Berlereng Landai (S8) dan Satuan Perbukitan Struktural Sinklin Berlereng Curam sampai Sangat Curam (S9). Stratigrafi daerah pemetaan tersusun atas Satuan Batupasir, Satuan Batupasir Karbonat dan Satuan Batugamping. Formasi ini terendapkan pada lingkungan Batial Atas pada Miosen Akhir hingga Pliosen pada lingkungan pengendapatn Reef hingga Forereef Shelf. Daerah pemetaan dikontrol oleh struktur sinklin yang memanjang dengan arah Barat ke Timur dan Sesar Mendatar Kanan yang memanjang dengan arah Barat Laut ke Tenggara. Sedangkan Proses yang masih berlanjut hingga kini yaitu proses denudasional meliputi pelapukan, erosi dan sedimentasi. | Geological mapping was carried out in the Kracak and adjacent area, Ajibarang District, Banyumas Regency, Central Java. This area is included in the South Serayu Mountains Zone. This mapping is intended to determine the geological condition of the mapping area and increase knowledge about geological mapping. The mapping area has many structures and consists of various morphological and lithological units. The mapping method is carried out in various stages, namely the preparation stage, the field data collection stage, the studio analysis stage and the laboratory analysis stage. From the results of the mapping obtained some information about aspects of geology. The geomorphological aspect consists of the Denudational Structural Unit for Sloping Lowlands (S8) and the Hills Structural Syncline Unit with Steep to Very Steep Slopes (S9). The stratigraphy of the mapping area is composed of Sandstone Units, Carbonate Sandstone Units and Limestone Units. This formation was deposited in the Upper Batial environment in the Late Miocene to Pliocene in the Reef to Forereef Shelf depositional environment. The mapping area is controlled by a syncline structure that extends in a west-to-east direction and a reverse right slip fault that extends in a northwest-southeast direction. While the process that is still continuing until now is the denudational process including weathering, erosion and sedimentation. | |
| 32810 | 35943 | H1C015023 | GEOLOGI DAERAH LUMBIR DAN SEKITARNYA KECAMATAN LUMBIR, KABUPATEN BANYUMAS, PROVINSI JAWA TENGAH | Abstrak— Area pemetaan terletak di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Daerah penelitian memiliki luas sekitar 16 km2. Tujuan dari penelitian ini adalah pemetaan secara detail untuk melengkapi data geologi yang telah ada, terutama yang meliputi kondisi stratigrafi pada daerah tersebut, kenampakan geomorfologi yang ada, struktur geologi yang bekerja, serta aspek geologi teraplikasi lainnya. Berdasarkan data – data geologi tersebut juga dapat mengetahui bagaimana potensi geologi yang bersifat positif maupun yang bersifat negatif ada pada daerah tersebut. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah pemetaan geologi permukaan yang mencakup deskripsi litologi, observasi geomorfologi, juga pengukuran data struktur geologi. Analisis laboratorium seperti petrografi dan mikropaleontologi berguna untuk mendukung data pemetaan. Area penelitian memiliki dua daerah aliran sungai, namun hanya memiliki satu aliran sungai yaitu parallel berdasarkan karakteristiknya. Geomorfologi daerah penelitian dapat terbagi menjadi dua, yaitu Dataran Struktural Denudasional (S8) pada bagian tengah area penelitian dan Perbukitan Sesar Berlereng Curam Struktural (S12) pada bagian utara dan selatan. Secara stratigrafi, daerah penelitian terbagi menjadi tiga satuan batuan. Satuan batuan tersebut antara lain dari tua ke muda, yaitu satuan batupasir, satuan batulempung, satuan breksi.Daerah penelitian memiliki perubahan lingkungan pengendapan dan mengalami dampak dari tektonisme berdasarkan analisis. Mulai dari Miosen Tengah sampai Miosen Akhir pada batial atas, kemudian Miosen Akhir hingga Pliosen terjadi naiknya muka air laut sehingga lingkungan menjadi batial atas hingga neritik luar. Selanjutnya, material vulkanik tertransportasi dan terendapkan pada proses selanjutnya. Proses endogen menyebabkan satuan yang ada tersesarkan. Proses eksogen seperti pelapukan, erosi, dan transportasi yang terjadi hingga saat ini menyebabkan melemahkan satuan yang ada dan akan membentuk endapan sedimen lainnya. Berbagai proses yang telah terjadi menyebabkan terbentuknya potensi positif daerah penelitian berupa tambang galian C skala kecil hingga pemanfaatan lahan, juga munculnya potensi negatif seperti area-area rawan gerakan tanah. | Abstract— The mapping area is located on Banyumas region, Central Java. Study area approximately 16 km2 within 9173000° N – 9177000° N and 273750° E – 277750° E which covers several villages including Kedunggede, Cidora, and Lumbir. Aims of this project are to determine geomorphology, stratigraphy, geological structure, geological history, and its potency including geohazard and resources. Methods conducted in this project is surface geological mapping which comprises outcrop description, geomorphological observation, also structural measurement. Laboratory analysis such as petrography and micropaleontology are conducted to support mapping data. The research area only had one drainage pattern which is parallel because its characteristics. Geomorphological units in this area can be divided into two units which are Structural Denudational Plain unit (S8) in central parts of area and Fault Escarpments unit (S12) predominantly in southern and northern part of study area which has steep slopes. Stratigraphically, the area is made by three rock unit. Those units are sandstone unit, claystone unit, and breccia unit respectively from the oldest to youngest. Depositional environment in study area varies depends on time according to lithology, sedimentary structure, and fossils in each units. Starting from Middle Miocene to Late Miocene, sandstone unit was deposited in upper bathyal. Afterwards, claystone unit was deposited on upper bathyal to outer neritic due to sea level rise within Late Miocene to Pliocene. Moreover, volcanic materials also transported and deposited in study area. Endogenic process such as tectonism generates various geological structure. Exogenic processes such as weathering, erosion, and materials transportation attenuate every units which will form another sediment. Various kind of processes which occurs develop both positive potency as resources and somehow brought out geohazard potential such as slope movements. | |
| 32811 | 35999 | E1A018174 | PENERAPAN AMAR PUTUSAN PENUNTUTAN TIDAK DAPAT DITERIMA PADA PUTUSAN (Studi Putusan Nomor 1984/Pid.Sus/2020/PN Plg) | Dalam proses peradilan di pengadilan pada praktiknya sering dijumpai permasalahan, yaitu salah satunya terdakwa yang melarikan diri dalam proses persidangan. Hal ini dapat dijumpai permasalahan tersebut pada Putusan Nomor: 1984/Pid.Sus/2020/PN Plg atas nama terdakwa Joko Zulkarnain tidak dapat dihadirkan kembali dalam persidangan hingga pembacaan putusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim dalam penjatuhan amar putusan penuntutan tidak dapat diterima pada putusan dan untuk mengetahui akibat hukum terhadap penjatuhan putusan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang dikumpulkan dengan studi kepustakaan kemudian dianalisis dengan metode analisis kualitatif dan disajikan dengan teks deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan amar putusan penuntutan tidak dapat diterima pada putusan Nomor: 1984/Pid.Sus/2020/PN Plg itu sudah benar, karena meskipun pemeriksaan perkaranya telah memenuhi dua alat bukti yang sah disertai juga barang bukti, namun terdakwa tidak dapat dijatuhkan pidana karena bertentangan dengansyarat formil yaitu asas kehadiran terdakwa dalam persidangan dan asas pemeriksaan hakim yang langsung dan lisan. Akibat hukum dengan penjatuhan amar putusan tersebut Majelis Hakim mengembalikan berkas perkaranya kepada Kejaksaan dan perkara dapat diajukan kembali oleh Penuntut Umum ke Pengadilan Negeri apabila terdakwanya telah ditemukan. | In the judicial process in court, in practice, problems are often encountered, namely one of the defendants who escapes during the trial process. This problem can be found in Decision Number: 1984/Pid.Sus/2020/PN Plg on behalf of the defendant Joko Zulkarnain cannot be presented again in court until the verdict is read. This study aims to determine the basis of the judge's consideration in imposing the verdict of an unacceptable claim on the decision and to find out the legal consequences of the imposition of the decision. This study uses a normative juridical approach with prescriptive research specifications. This study uses secondary data collected by literature study then analyzed by qualitative analysis method and presented with descriptive text. Based on the results of the study, the basis for the judge's consideration in passing the verdict on the demands cannot be accepted in the decision Number: 1984/Pid.Sus/2020/PN Plg is correct, because even though the examination of the case has met two valid pieces of evidence accompanied by evidence, but The defendant cannot be sentenced because it is contrary to the formal requirements, namely the principle of the presence of the defendant in the trial and the principle of direct and oral examination of the judge. As a legal consequence of imposing the decision, the Panel of Judges returns the case file to the Prosecutor's Office and the case can be re-submitted by the Public Prosecutor to the District Court if the defendant has been found. | |
| 32812 | 36000 | H1B018050 | Simulasi Dry Dam Menggunakan Software Hec-Ras Sebagai Upaya Penanggulangan Banjir Pada Daerah Aliran Sungai Tambakbayan | Permasalahan utama pada Daerah Aliran Sungai Tambakbayan yaitu adanya banjir saat musim hujan datang. Salah satu cara untuk mengatasi banjir adalah menggunakan dry dam dengan prinsip utama yaitu menurunkan muka air banjir pada bagian hilir sungai. Pada penelitian ini, dapat dilihat korelasi antara dimensi box culvert dan jarak dry dam terhadap penurunan muka air banjir. Untuk melihat korelasi tersebut dilakukan simulasi dengan software HEC-RAS dengan menggunakan unsteady flow. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak dry dam berpengaruh terhadap penurunan muka air banjir. Pada penelitian ini, muka air banjir telah mengalami penurunan yang artinya simulasi dengan menggunakan HEC-RAS sudah sesuai dengan prinsip kerja dry dam. | The main problem in the Tambakbayan Watershed is flooding during the rainy season. One way to overcome flooding is to use a dry dam with the main principle of lowering the flood water level in the downstream part of the river. In this study, it can be seen the correlation between the dimensions of the box culvert and the distance of the dry dam on the reduction of the flood water level. To see the correlation, a simulation was carried out with the HEC-RAS software using unsteady flow. The results showed that the dry dam distance had an effect on decreasing the flood water level. In this study, the flood water level has decreased, which means that the simulation using HEC-RAS is in accordance with the working principle of the dry dam. | |
| 32813 | 36001 | E1A018224 | PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PENISTAAN AGAMA OLEH DIREKTORAT TINDAK PIDANA SIBER BARESKRIM POLRI DALAM KASUS MUHAMMAD KACE (Studi di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penyidikan tindak pidana penistaan agama oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri dalam kasus Muhammad Kace dan hambatan dalam proses penyidikan tindak pidana penistaan agama oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri dalam kasus Muhammad Kace. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini berlokasi di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, dengan informan sebanyak 2 (dua) orang. Metode penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Jenis sumber data meliputi data primer dan data sekunder. Data yang terkumpul diolah menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Data disajikan dalam bentuk teks naratif serta dianalisis dengan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan proses penyidikan dimulai dari laporan masyarakat yang resah akibat video Muhammad Kece, kemudian dilakukan penyelidikan, gelar perkara, penyidikan, penetapan tersangka, penangkapan tersangka, penyitaan, penahanan, pemberkasan, dan penyerahan berkas kepada JPU. Hambatan dalam proses penyidikan tindak pidana penistaan agama oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri dalam kasus Muhammad Kace dipengaruhi oleh faktor hukum, faktor penegak hukum, dan faktor fasilitas atau sarana prasarana. | This research aims to find out the process of investigation of religion’s defamation criminal act by Cyber Crime Directorate Criminal Investigation Agency on Muhammad Kace’s case and the obstacles on the investigation of religion’s defamation criminal act by Cyber Crime Directorate Criminal Investigation Agency on Muhammad Kace’s case. This research uses qualitative research metods with a sociological juridical approach and descriptive research specifications. This study was in Cyber Crime Directorate Criminal Investigation Agency, with as many as 2(two) informants. In this study, the method of informant determination uses purposive sampling. This type of data source includes primary and secondary data. The collected data are processed using data reduction, display data, and draw the conlusions. The data displayed in narrative text, and analyzed with qualitative analysis method. The results shows that the process of investigation started with a report from the society that has been agitated because of Muhammad Kace’s video, and then initial investigation, case title, investigation, suscpect determination, seizure orders, detention, making the investigation and interogation report and submit it to the public prosecutor. The obstacles on the investigation of religion’s defamation criminal act by Cyber Crime Directorate Criminal Investigation Agency on Muhammad Kace’s case are affected by the law factor, law enforcer factor, and facility factor. | |
| 32814 | 36002 | E2A020016 | EFEKTIVITAS PENYELESAIAN SENGKETA MEDIK DENGAN CARA MEDIASI PADA KLINIK KECANTIKAN DI WILAYAH DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANYUMAS | Efektivitas hukum penyelesaian sengketa medik dapat diukur maka kita juga harus tahu sejauh mana hukum itu ditaati atau tidak.Namun sebenarnya ditaati atau tidaknya suatu hukum tergantung kepada kepentingan seseorang dan kepentingan tersebut bersifat macam-macam.Dalam penyelesaian sengketa dapat digunakan dua jalur yaitu (peradilan) litigasi dan non litigasi/konsensual/ non ajudikasi. Berdasarkan hal tersebut untuk menyelesaiakan sengketa adalah salah satunya dengan cara mediasi. Mediasi adalah cara penyelesaian masalah sengketa medik melalui proses perundingan untuk memperoleh kesepakatan para pihak dibantu dengan mediator mediasi itu sendiri. Pengukuran efektivitas hukum yang antara lain menyatakan bahwa tujuan dari norma hukum adalah dapat mencerminkan politik hukum dari pembuat perundang-undangan. Adanya kasus sengketa medik pada klinik kecantikan di wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas yang menjadi dasar penelitian. Penelitian dititik beratkan untuk mengetahui apakah penyelesaian sengketa medik dengan cara mediasi sudah efektif dan kendala yang dihadapi dalam rangka penyelesaian sengketa medik. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan secara yuridis empiris. Penelitian yuridis empiris merupakan salah satu jenis penelitian hukum yang menganalisis dan mengkaji bekerjanya hukum di dalam masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian maka di dapatkan hasil efektivitas penyelesaian sengketa medik dengan cara mediasi pada klinik kecantikan di wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dengan cara mediasi adalah belum efektif, yaitu karena proses penyelesaian sengketa medik dengan cara mediasi dengan tujuan win - win solution belum tercapai antara dokter dengan pasien. Proses mediasi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kendala kendala yang dihadapi dalam rangka penyelesaian sengketa medik adalah Substansi hukum Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dan dokter penanggung jawab klinik belum mengetahui peraturan perundangan yang dibuat secara khusus untuk mengatur tentang klinik kecantikan. Struktur hukum Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas tidak mengetahui tentang proses mediasi yang sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku. Budaya hukum Masyarakat belum tahu hak dan kewajiban apabila terjadi sengketa medik. | The effectiveness of that law is measurable, so we must also know the extent to which it obeyed. But the compliance or failure of a law depends on one's interests and those interests are varied. In dispute settlement you can use two pathways: litigation and non-consensual judiciary. Based on these issues for settling disputes is one of them through mediation. Mediation is the solution of the medical dispute through a negotiating process to obtain agreement for the parties by the mediation medium itself. Measuring the effectiveness of laws in part states that the purpose of law norms can reflect the political laws of legislation. There is medical dispute over the beauty clinic of the banyumas districk health service that is the basis for research. Research aims to find out whether the medical approach with mediation is effective and obtracle faced in the treatment of medical disputes. The approach method used in this study is a juridical empirical approach. Empirical juridical research is one type of legal study that analyzes and examines the workings of laws in communities. According to the study, the results of the effectiveness of medical issues resulting from mediation at the beauty clinic in the region of banyumas district's health care care care are not as effective that is because the medical solution with the mediation goal to win win solution has not been reached between physicians and patien. The process of mediating the health services of banyumas district was not yet regulated. The obstacles encountered n the medical dispute are legal subtances. The health services of Banyumas and the medical director of the clinic are not yet aware of the invistation laws specifically made to manage beauty clinic. The legal structure is that the health services of Banyumas district are unawere of the mediation process that conforms to the current regulatory legislation. A legal culture in which people do not know the right and obligation if medical issues arise. | |
| 32815 | 35248 | H1D015026 | RANCANG BANGUN SISTEM PENILAIAN KINERJA BABY SITTER BERBASIS WEB MENGGUNAKAN FUZZY SUGENO | Menjadi ibu merupakan dambaan hampir semua kaum hawa karena anak adalah sebuah harapan baru bagi orang tua. Di era yang serba digital yang dapat mengakses berbagai informasi dengan cepat dan mudah. Rutinitas harian dari ibu yang menjadi seorang wanita karir sekaligus mengasuh anak tentu saja melelahkan. Maka dari itu, untuk membantu ibu dalam hal mengasuh anak menggunakan jasa layanan baby sitter. Aplikasi ini dirancang untuk melakukan pendataan dan penilaian terhadap baby sitter dengan harapan permasalahan dari baby sitter yang memakai jasa mereka, misalnya kasus kekerasan pada anak atau pencurian di rumah tangga maka penyedia jasa dapat mencari data lengkap personel dengan cepat. Sistem yang dibuat merupakan sebuah aplikasi berbasis web dengan menggunakan fuzzy sugeno dan dalam pengerjaannya sistem ini menggunakan metode pengembangan waterfall dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan data yang disimpan menggunakan DBMS MySQLi. | Being a mother is the dream of almost all women because children are a new hope for parents. In this digital era, you can access various information quickly and easily. The daily routine of a mother who becomes a career woman as well as raising children is certainly tiring. Therefore, to help mothers in caring for children, use the services of a baby sitter. This application is designed to collect data and assess the expectations of baby sitters in the hope of problems from baby sitters who use their services, for example cases of violence against children or theft in the household, so service providers can quickly find complete data on personnel. The system created is a web-based application using fuzzy Sugeno and in the process this system uses the waterfall development method using the PHP programming language and the data is stored using the MySQLi DBMS. | |
| 32816 | 36003 | E1A017290 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERJANJIAN BUY BACK GUARANTEE ANTARA TUAN S (DEVELOPER) DENGAN PT. BANK TABUNGAN NEGARA | Skripsi dengan judul “Tinjauan Yuridis Terhadap Perjanjian Buy Back Guarantee Antara Tuan S (Developer) Dengan PT. Bank Tabungan Negara” ini dilakukan untuk menganalisis mengenai penerapan unsur-unsur perjanjian penanggungan dan tanggung jawab penanggung didalam akta perjanjian buy back guarantee. Dalam dunia perbankan perjanjian ini biasanya digunakan untuk jenis Kredit Pemilikan Rumah. Disisi lain, terdapat beberapa kondisi khusus ketika bank mensyaratkan buy back guarantee selain pengikatan jaminan kebendaan. Kondisi khusus tersebut yaitu ketika bank setelah perjanjian kredit akan tetapi belum bisa melakukan proses Akta Jual Beli dan proses pengikatan jaminan seperti Akta Pembebanan Hak Tanggungan dan Akta Jaminan Fidusia. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis, dengan menggunakan data sekunder, pengumpulan data, dan studi kepustakaan, serta data yang dikumpulkan kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dan analisis data normatif kualutatif. Hasil penelitian menunjukkan pertama, perjanjian buy back guarantee tidak dapat dikualifikasikan sebagai perjanjian garansi, tetapi lebih tepat dikelompokkan sebagai perjanjian penanggungan sebagaimana diatur dalam Pasal 1820 KUHPerdata. Hal ini karena terpenuhinya persamaan unsur-unsur esensiil perjanjian penanggungan. Kedua, tanggung jawab penanggung pada perjanjian buy back guarantee dalam hal debitur wanprestasi adalah seorang penanggung harus membeli kembali rumah yang telah dijual kepada debitur dan/atau melunasi seluruh kewajiban debitur kepada kreditur, yang mana tanggung jawab penanggung disini sesuai dengan unsur-unsur pada perjanjian penanggungan yaitu sesuai dengan Pasal 1820 KUHPerdata. Adapun kewajiban penanggung yang lainnya adalah meliputi bunga, denda, dan biaya-biaya yang timbul sehubungan dengan kewajiban angsuran sesuai yang diatur dalam Pasal 1825 KUHPerdata. | Thesis with the title “Juridical Review of the Buy Back Guarantee Agreement between Mr. S (Developer) and the limited liability company of the State Savings Bank”, this is done to analyze the implementation of the elements of the guarantee agreement and the responsibility of the guarantor in the buy back guarantee agreement deed. In the banking world this agreement is usually used for the type of Home Ownership Loan. On the other hand, there are some special conditions when a bank requires a buy back guarantee in addition to binding material guarantees. This special condition is when the bank after the credit agreement has not been able to process the Sale and Purchase Deed and the process of binding guarantees such as the Deed of Assignment of Mortgage and Fiduciary Guarantee Deed. This study uses a normative juridical method, with descriptive analytical research specifications, using secondary data, data collection, and literature study, and the data collected is then presented in the form of narrative texts and qualitative normative data analysis. The results of the study show first, buy back guarantee agreement cannot be qualified as a guarantee agreement, but is more accurately classified as a guarantee agreement as regulated in Article 1820 of the Civil Code. This is due to the fulfillment of the essential elements of the guarantee agreement. Second, the responsibility of the guarantor in the buy back guarantee agreement in the event that the debtor defaults is that an insurer must buy back a house that has been sold to the debtor and/or pay off all debtor obligations to the creditor, where the responsibility of the insurer here is in accordance with the elements in the guarantee agreement. namely in accordance with Article 1820 of the Civil Code. The other obligations of the insurer include interest, fines, and costs incurred in connection with installment obligations as regulated in Article 1825 of the Civil Code. | |
| 32817 | 36004 | G1A018051 | Efek Pemberian Sari Markisa Ungu (Passiflora edulis var edulis) Berbagai Dosis Terhadap Gambaran Histopatologi Sel Hepar Model Tikus Wistar (rattus norvegicus). Studi pada Uji Toksisitas Subkronis | Latar Belakang: Penelitian mengenai kandungan dan manfaat dari markisa ungu telah banyak diteliti. Pengujian toksisitas secara akut dari sari markisa ungu terhadap histopatologi organ hepar sudah pernah dilakukan sebelumnya. Penelitian ini dilakukan sebagai penelitian lanjutan untuk mengetahui keamanan sari markisa ungu sebelum dikembangkan lebih lanjut. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian sari markisa ungu (Passiflora edulis var edulis) berbagai dosis terhadap gambaran histopatologis sel hepar tikus (Rattus norvegicus) galur Wistar pada uji toksisitas subkronis. Metode: Penelitian eksperimental dengan post test only with control group design. Sejumlah 50 ekor tikus jantan dibagi menjadi 5 kelompok dengan kelompok I merupakan kelompok kontrol, kelompok II, III, IV, dan V kelompok perlakuan dosis sari markisa ungu 4,2 ml /200g/hari, 8,4 ml/200g/hari, 12,6 ml/200g/hari, dan 16,8 ml/200g/hari selama 28 hari. Hasil: Uji Kruskal-Wallis pada semua kelompok menunjukkan hasil dari aktivasi sel kupffer dan dilatasi sinusoid yaitu p=0,72 & p=0,70, sedangkan untuk vakuolisasi sitoplasma, inflamasi porta, inflamasi lobus dan nekrosis menunjukkan hasil berturut-turut p=0,016, p=0,001, p=0,00, dan p=0,003. Uji Mann Whitney vakuolisasi sitoplasma menunjukkan hasil p=0,004 pada kelompok I&V. Uji Mann Whitney inflamasi porta menunjukkan hasil p=0,001 pada kelompok I&IV dan I&III. Uji Mann Whitney inflamasi lobus menunjukkan hasil p=0,001 pada kelompok I&V. Uji Mann Whitney Nekrosis menunjukkan hasil p=0,008 pada kelompok I&II, I&IV, dan I&V. Kesimpulan: Pemberian sari markisa ungu berbagai dosis berpengaruh secara signifikan terhadap vakuolisasi sitoplasma, inflamasi porta, inflamasi lobus, dan nekrosis tikus Wistar pada uji toksisitas subkronis. | Background: Research on the ingredients and benefits of purple passion fruit has been approved. Research on the toxicity of purple passion fruit juice against liver organ histopathology has been done before. This research was conducted as a follow-up study to determine the safety of purple passion fruit juice before further development. Objective: To determine the benefits of giving purple passion fruit juice (Passiflora edulis var edulis) various doses to the histopathological differences in rat liver cells (Rattus norvegicus) of Wistar strain in subchronic toxicity tests. Methods: An experimental study with a post test only with a control group design. Representing 50 rats were divided into 5 groups. Group I was given aquades as a control group. The administration of passion fruit juice to experimental animals was carried out in groups II, III, IV, and V received passion fruit juice respectively at a dose of 4.2 ml / 200gBB / day, 8,4 ml / 200gBB / day , 12,6 ml / 200gBB / day, and 16,8 ml / 200gBB / day for 28 days. Results: Kruskal-Wallis test all groups shows the results of Kupffer cell activation and sinusoid dilatation p=0,72 & p=0,70. While for cytoplasmic vacuolization, portal inflammation, lobe inflammation and necrosis the consecutive results show p=0,016, p=0,001, p=0,00, and p=0,003. The Mann Whitney cytoplasmic vacuolization test shows p=0,004 in groups I&V. The Mann Whitney test of portal inflammation shows p=0,001 in groups I&IV and I&III. The Mann Whitney test of lobe inflammation shows p=0,001 in groups I&V. The Mann Whitney test of Necrosis shows p=0,008 in groups I&II, I&IV, and I&V. Conclusion: The application of purple passion fruit juice various doses have a significant effect on cytoplasmic vacuolization, portal inflammation, lobe inflammation, and necrosis of Wistar rats in the subchronic toxicity test. | |
| 32818 | 36005 | G1A018102 | EFEK PEMBERIAN SARI MARKISA UNGU (Passiflora edulis var edulis) BERBAGAI DOSIS TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI GINJAL MODEL TIKUS WISTAR (rattus norvegicus). STUDI PADA UJI TOKSISITAS SUBKRONIS | Latar belakang:Pengobatan herbal di negara berkembang memiliki persentase sebesar 80%, salah satu pengobatan yang dapat dipilih adalah obat herbal. Obat herbal mengandung bahan kimia yang banyak manfaatnya bagi kesehatan. Manfaat bisa didapatkan dari buah yang sudah banyak dibudidayakan di Indonesia dan banyak diteliti yaitu markisa ungu. Tujuan: Uji toksisitas bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sari markisa ungu berbagai dosis terhadap gambaran histopatologi ginjal tikus pada studi uji toksisitas subkronis tikus (Rattus norvegicus) Galur Wistar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan post test only with control group design. Sejumlah 50 ekor tikus dibagi menjadi 5 kelompok. KI sebagai kelompok kontrol,KII, KIII,KIV,dan KV merupakan kelompok perlakuan yang mendapat sari markisa ungu dengan masing masing dosis secara berturut turut 4,2 ml/200gBB/hari,8,4 ml/200gBB/hari, 12,6 ml/200gBB/hari, 16,8 ml/200gBB/hari selama 28 hari .Setelah perlakuan selesai organ ginjal tikus akan diambil untuk diamati gambaran histopatologinya dan dilakukan skoring berdasarkan kriteria arsad. Hasil: Uji kruskal wallis berturut turut pada semua kelompok perlakuan menunjukan hasil pada kategori granular cast, cellular cast, protein cast, hydropic cells dan pycnotic cells yaitu p=0.144, p=0.70, p=0.17, p=0.152, p=0.073.Hasil uji tersebut menunjukkan nilai (p>0,05). Kesimpulan:Pemberian sari markisa ungu (Passiflora edulis var edulis) berbagai dosis tidak berpengaruh signifikan terhadap gambaran histopatologi ginjal tikus (Rattus norvegicus) Galur Wistar pada uji toksisitas subkronis. | Introduction: Herbal medicine contains chemicals that have many health benefits. Benefits can be obtained from a fruit that has been widely cultivated and studied in Indonesia, namely purple passion fruit. Objective:The purpose of the toxicity test was to determine the effect of administration of purple passion fruit juice in various doses on the histopathological picture of the kidney of rats in the subchronic toxicity test of Wistar rats (Rattus norvegicus). Methods: This research is an experimental study using post test only with control group design. A total of 50 rats were divided into 5 groups. KI as the control group, KII, KIII, KIV, and KV were the treatment groups that received purple passion fruit juice with each dose successively 4.2 ml/200gBW/day, 8.4 ml/200gBW/day, 12.6 ml /200gBW/day, 16.8 ml/200gBW/day for 28 days. After the treatment is complete, the rat's kidneys will be taken to observe the histopathological picture and score based on Arsad criteria. Results: The Kruskal Wallis test in succession in all treatment groups showed results in the categories of granular cast, cellular cast, protein cast, hydropic cells and pycnotic cells, namely p=0.144, p=0.70, p=0.17, p=0.152, p=0.073. The test results show a value (p>0.05). Conclusion:The administration of purple passion fruit (Passiflora edulis var edulis) extract at various doses did not significantly affect the kidney histopathological picture of Wistar strain rats (Rattus norvegicus) in the subchronic toxicity test. | |
| 32819 | 33889 | H1D016023 | Analisis Aspek Usability pada Website Jurusan Informatika Universitas Jenderal Soedirman Dengan Metode Heuristic Evaluation dan System Usability Scale | Website if.unsoed.ac.id merupakan website yang berisikan profil dan informasi mengenai jurusan Informatika fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman. Hal ini menjadikan website if.unsoed.ac.id sebagai wajah bagi jurusan Informatika. Maka, website if.unsoed.ac.id harus mempunyai user experience yang baik sehingga dapat memenuhi kebutuhan yang diperlukan beserta kepuasan pengguna. Untuk mendapatkan user experience yang baik pada suatu sistem, perlu diketahui tingkat usabilitas dan identifikasi permasalahan usabilitas pada sistem tersebut. Dilakukanlah pengujian menggunakan system usability scale (SUS) pada 6 partisipan yang merupakan pengguna website, untuk mengetahui tingkat kelayakan dari sisi pengguna. Setelah itu dilakukan identifikasi permasalahan usabilitas pada tampilan sistem menggunakan metode heuristic evaluation. Hasil pengujian website if.unsoed.ac.id dengan instrument SUS adalah sebesar 72,5 yang berarti, website if.unsoed.ac.id dapat diterima oleh pengguna (acceptable), termasuk dalam grade B dengan rating Good. Hasil identifikasi dengan evaluasi heuristik juga menunjukkan beberapa permasalahan usabilitas mayor yang penting untuk diperbaiki dan diberi prioritas tinggi. Dalam penanganan permasalahan tersebut perlu dilakukan beberapa usaha, seperti mengubah tata letak, menambahkan pemberitahuan redirecting, penambahan confirmation dialog box, penambahan pesan validasi dan menambahkan fitur bantuan pada website. | If.unsoed.ac.id is a website that contains profiles and information about the Department of Informatics, Faculty of Engineering, Jenderal Sudirman University. That makes the if.unsoed.ac.id website the face of the Informatics department. So, the if.unsoed.ac.id website must have a good user experience to meet the necessary needs and user satisfaction. To achieve a great user experience is required to know the level of usability and identify usability problems in the system. Tests are performed with a system usability scale (SUS) system on six website users to determine the eligibility level from the user's side. After that, usability problems were identified on the system interface using the heuristic evaluation method. The test results of the if.unsoed.ac.id website with the SUS instrument are 72.5, which means the if.unsoed.ac.id website is acceptable to users, including in grade B with a Good rating. Identifying heuristic evaluation results also show several major usability problems that must be fixed and given high priority. In handling these problems, several efforts need to be made, such as changing the layout, adding redirecting notifications, adding confirmation dialog boxes, adding validation messages, and adding help features on the website. | |
| 32820 | 36007 | E1A115045 | KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DITINJAU DARI PERSPEKTIF KRIMINOLOGI (Studi Di Wilayah Hukum Polres Wonosobo) | Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pada umumnya dipicu/didorong dari adanya persoalan yang ada didalam rumah tangga itu sendiri, sehingga persoalan tersebut menimbulkan konflik antara suami dan istri yang kemudian mengakibatkan munculnya kekerasan dalam rumah tangga itu sendiri. Secara langsung yang menyebabkan terjadinya KDRT oleh pelaku lebih disebabkan karena faktor psikologis dari si pelaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kejahatan kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi di wilayah hukum Polres Wonosobo dan untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh Polres Wonosobo dalam menangani kejahatan kekerasan dalam rumah tangga. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologi (social legal approach). Spesifikasi yang digunakan adalah spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Polres Wonosobo dan Rutan Kelas II B Wonosobo. Sumber data meliputi data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dengan wawancara, data sekunder studi kepustakaan. Data disajikan dalam bentuk uraian, di analisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kejahatan kekerasan dalam rumah tangga di Wonosobo adalah faktor psikologis berupa sense superioritas dari pelaku yang dipicu faktor ekonomi, faktor perselingkuhan dan faktor menolak hubungan intim. Sedangkan upaya penanggulangan yang dilakukan Polres Wonosobo dalam menanggulangi kejahatan kekerasan dalam rumah tangga adalah dengan upaya secara pre-emtif, upaya preventif dan upaya represif. | Domestic violence is generally triggered/driven from the presence of problems within the household itself, so these problems cause conflicts between husband and wife which then result in the emergence of domestic violence itself. What caused the occurrence of KDRT directly by the perpetrator was due to the psychological factors of the perpetrator.The purpose of this study is to find out the factors that caused the occurrence of domestic violence crimes that occurred in the jurisdiction of POLRES Wonosobo and to find out the efforts made by the police in dealing with domestic violence crimes. To achieve that goal, this study used a method of sociological juridical approach (social legal approach). The specification used is descriptive research specification. The study was conducted in POLRES Wonosobo and Class II B prison in Wonosobo. Data sources include primary data and secondary data. Primary data collection with interview, secondary data library studies. The data are presented in description form, analyzed qualitatively. Based on the results of the study it is known that the factors leading to the occurrence of domestic violence crimes in Wonosobo are psychological factors of sense superiority of the perpetrators triggered economic factors, infidelity factors and intimate rejection factors. Whereas domestic violence crime countermeasures are by pre-emptive efforts, preventive efforts and repressive efforts. |