Artikel Ilmiah : F1A018016 a.n. MILA AMELIA

Kembali Update Delete

NIMF1A018016
NamamhsMILA AMELIA
Judul ArtikelStrategi Pengusaha Wajit Perempuan di Masa Covid-19 sebagai Pencapaian
Sustainable Development Goals (SDGs) di Kampung Pangapekan Kabupaten
Tasikmalaya
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan mengetahui latar belakang perempuan membuka usaha wajit serta
strategi pengusaha wajit perempuan di masa Covid-19 sebagai pencapaian Sustainable
Development Goals (SDGs) Tanpa Kemiskinan di Kampung Pangapekan Kabupaten
Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sasaran penelitian adalah para
perempuan pemilik usaha wajit yang buka sejak awal tahun 2020 atau pada awal pandemi
Covid-19, teknik penentuan dilakukan dengan purposive sampling. Sumber data yang
digunakan berupa sumber data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data
dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi, kemudian
sasaran validasinya adalah kepala keluarga yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja
(PHK), karyawan wajit Kampung Pangapekan, serta Pemerintah Desa setempat. Data yang
terkumpul dianalisis menggunakan model interaktif. Perempuan Ibu rumah tangga asal
Kampung Pangapekan yaitu Ibu Kenah, Ibu Mira, Ibu Halimah, dan Ibu Imas menerapkan
strategi penghidupan dengan cara membuka UMKM wajit sampai merekrut warga setempat
berjumlah 268 jiwa dari total penduduk 393 jiwa angkatan kerja masyarakat Kampung
Pangapekan. keempat UMKM wajit milik perempuan tersebut, secara tidak langsung dapat
menyumbangkan sebagian kecil untuk tercapainya program Sustainable Development Goals
(SDGs) Tanpa Kemiskinan khususnya di Kampung Pangapekan Kabupaten Tasikmalaya.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to find out the background of women opening a wajit business and the
strategy of female mandatory entrepreneurs during the Covid-19 period as the achievement
of the Sustainable Development Goals (SDGs) Without Poverty in Pangapekan Village,
Tasikmalaya Regency. This study uses a qualitative method. The research targets are
women who own mandatory businesses that have been open since the beginning of 2020
or at the beginning of the Covid-19 pandemic, the determination technique is carried out by
purposive sampling. Sources of data used in the form of primary data sources and secondary
data. The data collection technique was carried out by means of in-depth interviews,
observation and documentation, then the validation targets were the heads of families
affected by termination of employment (PHK), mandatory employees of Pangapekan
Village, and the local village government. The collected data were analyzed using an
interactive model. Female housewives from Pangapekan Village, namely Ms. Kenah, Ms.
Mira, Ms. Halimah, and Ms. Imas, implemented a livelihood strategy by opening MSMEs to recruit 268 local residents out of a total population of 393 people in the Pangapekan Village
community workforce. the four mandatory MSMEs owned by women, can indirectly donate
a small part for the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) Without
Poverty program, especially in Pangapekan Village, Tasikmalaya Regency.
Kata kunciKemiskinan, SDGs, Strategi Penghidupan, UMKM
Pembimbing 1Dr. Tyas Retno Wulan, M.Si.
Pembimbing 2Dr. Muslihudin, M.Si
Pembimbing 3Ankarlina Pandu Primadata, M.Si
Tahun2022
Jumlah Halaman20
Tgl. Entri2022-05-25 13:38:45.445043
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.