Artikelilmiahs
Menampilkan 31.621-31.640 dari 50.040 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 31621 | 34841 | A1D017212 | Pengaruh Macam dan Dosis N Terhadap Sifat Kimia Tanah dan Kandungan Senyawa Metabolit Sekunder Tanaman Padi Masa Tanam II Pada Tanah Entisol | Penelitian ini bertujuan 1) Mengetahui pengaruh dosis N dan macam pupuk NZeo-SR Plus terhadap sifat kimia di tanah entisol pada masa tanam II, 2) Mengetahui pengaruh dosis N dan macam pupuk NZeo-SR Plus terhadap unsur hara di tanah entisol pada masa tanam II, 3) Mengetahui pengaruh dosis N dan macam pupuk NZeo-SR Plus terhadap senyawa metabolit sekunder pada tanaman padi IR 36 di tanah entisol pada masa tanam II, 4) Mengetahui pengaruh dosis N dan macam pupuk NZeo-SR Plus untuk pertumbuhan padi IR 36 di tanah entisol pada masa tanam II. Penelitian dilaksanakan di screen house Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman yang berlokasi di Kelurahan Grendeng, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Perlakuan pertama yaitu macam pupuk (Urea, NZeo-SR Plus 1% dan NZeo-SR Plus 3%) dan faktor kedua yaitu dosis pupuk N (0 kg/ha, 100 kg/ha dan 200 kg/ha). Variabel yang diamati meliputi pH, DHL, redoks, P tersedia, K tersedia, prolin, fenol, saponin, tanin, dan tinggi tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa macam pupuk meningkatkan varibel redoks dengan nilai tertinggi (165b mV), meningkatkan kandungan metabolit sekunder fenol pada tanaman padi dengan nilai tertinggi (1,79b mgGAE/g) dan kandungan saponin dan tanin pada tanaman padi. Dosis N mampu meningkatkan variabel pH tanah dengan nilai tertinggi (7,70b), meningkatkan DHL dengan nilai tertinggi (360b mS/cm), dan meningkatkan kandungan metabolit sekunder saponin dan tanin pada tanaman padi. Tidak terjadi interaksi antara jenis pupuk dan dosis nitrogen pada semua variabel pengamatan. | This study aims 1) To determine the effect dose of N and NZeo-SR Plus fertilizer on chemical properties in Entisol soil, 2) To determine the effect dose of N and NZeo-SR Plus fertilizer on nutrients in Entisol soil, 3) To determine the effect dose of N and NZeo-SR Plus fertilizer on secondary metabolites in IR 36 rice plants in entisol soils, 4) To determine the effect dose of N and NZeo-SR Plus fertilizer for IR 36 rice growth in entisol soil. The research was conducted at the screen house of the Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University, which is located in Grendeng Village, North Purwokerto District, Banyumas Regency, Central Java. This study used a Randomized Block Design (RBD) with two factors. The first treatment was the various of fertilizers (Urea, NZeo-SR Plus 1% and NZeo-SR Plus 3%) and the second factor was the dose of N fertilizer (0 kg/ha, 100 kg/ha and 200 kg/ha). The observed variables include pH, DHL, redox, availability of P, availability of K, proline, phenol, saponin, tannin, and plant height. The results showed that the various of fertilizers increased the redox variable with the highest value (165b mV), increased the content of phenol secondary metabolites in rice plants with the highest value (1.79b mgGAE/g) and the content of saponins and tannins in rice plants. The dose of N was able to increase the soil pH variable with the highest value (7.70b), increase the DHL with the highest value (360b mS/cm), and increase the content of secondary metabolites of saponins and tannins in rice plants. There was no interaction between the type of fertilizer and the dose of nitrogen in all observation variables. | |
| 31622 | 34845 | C1C018082 | Pengaruh Sikap Perilaku, Nilai Norma, dan Solidaritas Karyawan terhadap Terjadinya Whistleblowing di SKPD DKI Jakarta | Penelitian ini adalah penelitian yang menargetkan karyawan SKPD yang beroperasi di DKI Jakarta sebagai responden, dengan menggunakan kuesioner sebagai metode pengumpulan data. Judul penelitian ini adalah “Pengaruh Sikap Perilaku, Nilai Norma, dan Solidaritas Karyawan terhadap Terjadinya Whistleblowing di SKPD DKI Jakarta”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis adanya hubungan antara sikap perilaku, nilai norma, dan solidaritas karyawan terhadap terjadinya whistleblowing. Populasi penelitian ini adalah karyawan SKPD DKI Jakarta. Total responden yang diambil adalah sebanyak 30 responden. Responden dipilih menggunakan metode purposive sampling dengan ketentuan karyawan yang paling tidak telah bekerja selama satu tahun dan statusnya adalah sebagai pegawai tetap. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak adanya pengaruh antara sikap perilaku, nilai norma, dan solidaritas karyawan terhadap terjadinya whistleblowing di SKPD DKI Jakarta. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya menanamkan pengetahuan terhadap karyawan tentang pengertian whistleblowing system, pengingkatan peran nilai norma yang mengatur pola pikir karyawan perlu ditingkatkan ke arah budaya anti-fraud, peningkatan kepedulian sesama karyawan tentang menciptakan budaya anti-fraud. | This research is a research in DKI Jakarta as respondents, using a questionnaire as a data collection method. The title of this research is "The Influence of Behavioral Attitudes, Norm Values, and Employee Solidarity on the Occurrence of Whistleblowing in SKPD DKI Jakarta". The purpose of this study was to analyze the relationship between behavioral attitudes, norms, and employee solidarity on the occurrence of whistleblowing. The population of this research is the employees of SKPD DKI Jakarta. The total respondents who were taken were 30 respondents. Respondents were selected using a purposive sampling method with the provisions of employees who have worked for at least one year and their status is as permanent employees. The results of this study indicate that there is no influence between behavioral attitudes, norms, and employee solidarity on the occurrence of whistleblowing in SKPD DKI Jakarta. The implication of this research is the need to instill knowledge in employees about the meaning of the whistleblowing system, increase the role of norms that regulate employee mindsets, and increase the awareness of fellow employees about creating an anti-fraud culture | |
| 31623 | 35433 | K1C015052 | RANCANG BANGUN PURWARUPA SISTEM MONITORING VOLUME INFUS BERBASIS INTERNET OF THINGS | Sistem monitoring volume cairan infus dibuat menggunakan potensiometer geser sebagai sensor yang dirancang secara vertikal dan NodeMCU 8266 sebagai mikrokontroler. Potensiometer diletakan secara vertikal dengan knob yang dikaitkan dengan pegas yang sisi lainnya terkait pada statif. Perubahan posisi knob dapat mempegaruhi besar dari tegangan keluaran yang diproses langsung oleh nodemcu 8266. Tegangan keluaran bernilai besar ketika posisi knob di bawah dan bernilai kecil ketika posisi knob di atas. Pegas yang memiliki gaya pemulih yang berfungsi ketika diberikan kantung infus penuh maka pegas akan memanjang ke bawah dan jika volume kantung infus berkurang maka pegas akan kembali ke atas. Hasil dari perubahan tegangan keluaran dikonversi oleh nodemcu 8266 menjadi volume yang dapat dipantau memalui website dengan koneksi internet. Sistem memiliki karakteristik yang cukup baik dengan akurasi sebesar 92,99% , presisi 97,07%, error 7,01% dan rata-rata jeda waktu penggantian infus selama 11 menit. | The infusion fluid volume monitoring system is made using a sliding potentiometer as a vertically designed sensor and NodeMCU 8266 as a microcontroller. The potentiometer is vertically placed with the knob attached to the other side spring attached to the stative. Changes to the position of the knob can change the voltage of output processed directly by nodemcu 8266. The output is worth maximum when the knob is below and is worth minimum when the knob position is over. The spring that has a restorative force when given a full infusion bag will lengthen the spring to below and if the volume of the infusion bag is reduced it will return to over. The result of changes in output voltages is converted by nodemcu 8266 to a volume that can be monitored through websites with Internet connections. The system has a pretty good characteristic with an accuracy of 92.99%, the precision of 97.07%, the error of 7.01% and an average of time to replace the infusion bag in 11 minutes. | |
| 31624 | 35443 | E1A018343 | “PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PT. ASIA TRI TUNGGAL JAYA (ASIA TOSERBA) ATAS PENJUALAN PRODUK MAKANAN YANG TELAH KEDALUWARSA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 504 K/Pdt.Sus-BPSK/2021)” | Perlindungan konsumen di Indonesia telah diatur dalam Undang- Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Salah satu kasus perlindungan konsumen adalah kasus PT. Asia Tri Tunggal Jaya (Asia Toserba) selaku pelaku usaha yang telah melanggar hak, kewajiban, serta perbuatan yang dilarang kepada konsumen terkait penjualan produk makanan kedaluwarsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum konsumen produk makanan kedaluwarsa berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif sistematis, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian terhadap Putusan Mahkamah Agung Nomor 504K/Pdt.Sus-BPSK/2021 yang menguatkan putusan BPSK Kabupaten Garut No.18/Pdt.S-Brg/BPSK-GRT/IX/2020 tertanggal 13 November 2020 yang menghukum Tergugat yaitu pelaku usaha untuk membayar ganti rugi kepada konsumen sebesar Rp.10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah), dapat disimpulkan bahwa konsumen sudah mendapat perlindungan hukum dalam hal terjadinya pelanggaran hak konsumen sebagaimana telah diatur dalam Pasal 4 huruf (a) dan (c) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Kemudian Mahkamah Agung memutus menolak permohonan kasasi PT. Asia Tri Tunggal Jaya (Asia Toserba) dan menghukum untuk membayar biaya perkara sebesar Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah). | Consumer protection has been regulated in Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. One of the consumer protection cases is the case of PT. Asia Tri Tunggal Jaya (Asia Toserba) as a business actor who has violated consumer rights, as well as prohibited acts related to selling expired food products. This study aims to determine the legal protection of consumers of fertilizers does not match the label according to Law Number 8 of 1999 concerning consumer protection. The method used in this research is normative juridical with descriptive analytical research specifications. The data sources used are primary legal materials and secondary legal materials. The data obtained were presented with systematic narrative text, and the data analysis method used was qualitative normative method. Based on the results of research on the Supreme Court Decision Number 504K/Pdt.Sus-BPSK/2021 which strengthens the decision of BPSK Garut Regency No.18/Pdt.S-Brg/BPSK-GRT/IX/2020 dated November 13, 2020 which punishes the Defendants as a business actors to pay compensation to consumers in the amount of Rp. 10,000,000.00 (ten million rupiah), it can be concluded that consumers have received legal protection in the event of a violation of consumer rights as stipulated in Article 4 letter (a) and (c) of Law Number 8 of 1999 concerning consumer protection. Then the Supreme Court decided to reject the appeal of PT. Asia Tri Tunggal Jaya (Asia Toserba) and sentenced to pay court fees of Rp. 500,000.00 (five hundred thousand rupiah). | |
| 31625 | 35522 | J0B017053 | PEMBUATAN VIDEO PEMESANAN KAMAR BERBAHASA MANDARIN DI HOTEL JAVA HERITAGE SEBAGAI UPAYA MENDORONG PERKEMBANGAN PARIWISATA PURWOKERTO | Laporan praktik kerja ini berjudul “Pembuatan Video Pemesanan Kamar Berbahasa Mandarin di Hotel Java Heritage Sebagai Upaya Mendorong Perkembangan Pariwisata Purwokerto”. Praktik kerja dilaksanakan pada tanggal 20 Desember 2019 hingga 29 Februari 2020. Tujuan dari praktik kerja ini adalah untuk menerjemahkan video pemesanan kamar dengan aplikasi dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Mandarin secara visual. Penulis menggunakan tiga metode dalam mengumpulkan data yaitu observasi partisipatif, wawancara, dan jelajah internet. Penulis menggunakan metode komunikatif untuk menerjemahkan. Hasil terjemahan dilampirkan dalam bentuk video berbahasa Indonesia dengan subtitle berbahasa Mandarin. Kemudian hasil video pemesanan kamar akan diunggah ke Youtube agar video tersebut dapat diakses oleh banyak orang. | This work practice report is entitled "Creating a Video for Chinese Room Reservations at the Java Heritage Hotel as an Effort to Encourage Purwokerto Tourism Development". The internship is held from December 20, 2019 to February 29, 2020. The purpose of this internship is to visually translate a video of a room reservation with an application from Indonesian into Chinese. The author uses three methods in collecting data, namely participatory observation, interviews, and internet browsing. The author uses a communicative method to translate. The translation results are attached in the form of a video in Indonesian with Chinese subtitles. Then the results of the room booking video will be uploaded to Youtube so that the video can be accessed by many people. | |
| 31626 | 34847 | H1B017007 | ANALISIS PERSEPSI PEREMPUAN TERHADAP KEBIJAKAN ANGKUTAN UMUM DI KOTA PURWOKERTO | Selama ini transportasi dianggap menguntungkan baik bagi laki-laki maupun perempuan. Bahkan, penggunaan moda transportasi seringkali bias gender dan ada intervensi transportasi yang tidak memenuhi kebutuhan perempuan. Meningkatnya angka kriminalitas di angkutan umum juga memperburuk citra angkutan umum, terutama bagi perempuan. Dengan adanya hal tersebut penggunaan angkutan umum mengalami penurunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan angkutan umum oleh perempuan yang kemudian akan disesuaikan dengan kebijakan saat ini. Penelitian ini menggunakan metode analisis faktor yang dibantu dengan software SPSS dan data diperoleh melalui penyebaran kuesioner menggunakan simple random sample. Atribut yang digunakan adalah keamanan, keselamatan, kenyamanan, keterjangkauan, kesetaraan, dan keteraturan. Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa, faktor yang mempengaruhi perempuan menggunakan angkutan umum transit yaitu faktor informasi tanggap darurat dan faktor larangan merokok dan untuk paratransit yaitu faktor informasi nomor pengaduan dan faktor identitas kendaraan. Faktor-faktor tersebut sudah sesuai dengan kebijakan yang ada dengan menggunakan faktor bobot yang paling besar. | Transportation provision is attempted to profitable for both men and women. The use of transportation modes is often gender-equal, and it is found that transportation interventions generally do not meet women’s safety and security needs. The increase in crime on public transportation also worsens the image of public transportation, especially for women. That's why the use of public transportation has decreased. The purpose of this research is to identify the factors that influence the use of public transportation by women, which will allow it to be adjusted to the current policy. Data is collected by distributing questionnaries to the respondences following simple random sampling method. In doing the data analysis, this research utilised the factor analysis method conducted by using SPSS software using. The attributes used are security, safety, convenience, affordability, equality, and regularity. The findings of the research show that the factors that influence women using transit public transportation are the emergency response information factor and the smoking prohibition factor. The result of paratransit is the complaint number information factor and the vehicle identity factor. These factors are in accordance with existing policy. | |
| 31627 | 35434 | E1A018023 | CERAI TALAK KARENA MURTAD/RIDDAH (TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN PENGADILAN NOMOR 433/PDT.P/2021/PA.BJM) | Perkawinan merupakan sesatu hal yang esensial bagi kehidupan manusia dengan tujuan untuk membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Namun sering kali ditemukan beberapa faktor yang menyebabkan tujuan perkawinan tersebut tidak tercapai. Salah satunya yaitu perselisihan yang terjadi secara terus menerus. Seperti salah satunya perkara Putusan Pengadilan Agama Banjarmasin, dimana Pemohon mengajukan cerai talak dikarenakan berselisih dengan Termohon, namun ternyata pada faktanya Pemohon telah murtad, sehingga pada akhirnya oleh majelis hakim perkawinannya diputus dengan fasakh. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana dasar pertimbangan hukum hakim dalam memfasakh perkawinan karena murtad/riddah terhadap Putusan Pengadilan Agama Banjarmasin Nomor 433/Pdt.G/2021/PA.Bjm. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif. Data penelitian ini bersumber dari data sekunder berupa Peraturan Perundang-undangan, Putusan Pengadilan, dan literatur berupa buku-buku dan jurnal yang relevan dengan penelitian ini. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa majelis hakim dalam memfasakh perkawinan dalam Putusan Pengadilan Agama Banjarmasin Nomor 433/Pdt.P/2021/PA.Bjm adalah dengan mempertimbangkan pendapat Abu Hanifah, Abu Yusuf dan Malik yang terdapat dalam kitab al-Fiqh al-Islam Wa Adillatuhu dan juga hakim mempertimbangkan alsan perceraian Pasal 116 KHI huruf h. | Marriage is something that is essential for human life with the aim of forming a happy and eternal family based on the One Godhead. However, it is often found that several factors cause the purpose of the marriage not to be achieved. One of them is disputes that occur continuously. One of them is the case of the Banjarmasin Religious Court Decision, where the Petitioner filed for divorce due to a dispute with the Respondent, but in fact the Petitioner has apostatized, so that in the end the panel of judges decided the marriage was with Fasach.The formulation of the problem in this study is how the legal considerations of judges in fasakh marriage due to apostasy/riddah are based on the Banjarmasin Religious Court Decision Number 433/Pdt.G/2021/PA.Bjm. The approach method used in this research is a normative juridical approach. The data of this research comes from secondary data in the form of legislation, court decisions, and literature in the form of books and journals that are relevant to this research. The method of data collection is done by literature study. The analytical method used in this research is qualitative analysis.Based on the results of research and data analysis, it can be concluded that the panel of judges in facilitating marriage in the Banjarmasin Religious Court Decision Number 433/Pdt.P/2021/PA.Bjm is to consider the opinions of Abu Hanifah, Abu Yusuf and Malik contained in the book al-Fiqh al -Islam Wa Adillatuhu and also the judge considered the reasons for the divorce in Article 116 of the KHI letter h. | |
| 31628 | 34849 | H1C017053 | GEOLOGI DAN PENENTUAN AKTIVITAS TEKTONIK BERDASARKAN METODE ASIMETRI DAN INDEKS CEKUNGAN PENGALIRAN DAERAH KALIBENING DAN SEKITARNYA, BANJARNEGARA, JAWA TENGAH | Bentuk lahan pada daerah tektonik aktif dapat diketahu dari sistem sungai dan bentang alam perbukitan. Studi geomorfologi tektonik merupakan faktor utama yang mengontrol perkembangan bentuk lahan pada daerah tektonik yang aktif dan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap sistem sungai dan bentang alam pegunungan. Penelitian geomorfologi tektonik ini berfokus pada daerah Kalibening dan sekitarnya, Banjarnegara, Jawa Tengah, bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan kondisi geologi secara umum serta mengetahui kondisi tingkat aktivitas tektonik berdasarkan parameter morfotektonik menggunakan metode asimetri cekungan pengaliran (AF) dan indeks DAS (Bs). Hasil analisis geologi untuk mengetahui tatanan geologi meliputi satuan geomorfologi (tiga satuan), kondisi stratigrafi yang terbagi dalam tiga satuan tidak resmi, serta terdapat empat struktur geologi pada daerah penelitian. Peneliti membagi menjadi 32 SubDAS untuk mengidentifikasi tingkat keaktifan tektonik menggunakan dua parameter morfometri yang dikombinasikan dengan data geologi meliputi topografi dan struktur geologi sehingga menghasilkan peta kuantitatif aktivitas tektonik relatif pada daerah penelitian. Berdasarkan hasil dari aktivitas tektonik relatif pada daerah penelitian dapat dibagi dalam tiga kelas; kelas aktivitas tektonik tinggi, kelas aktivitas tektonik sedang, dan kelas aktivitas tektonik rendah. Berdasarkan hasil analisis nilai IATR, secara umum tingkat aktivitas tektonik pada daerah penelitian didominasi oleh aktivitas tektonik sedang-rendah. | Landforms in active tectonic areas can be identified from drainage systems and hilly landscapes. Tectonic geomorphology studies are the main factors controlling the development of landforms in active tectonic areas and have a significant influence on drainage systems and mountainous landscapes. This tectonic geomorphology research focuses on the Kalibening area and surroundings, Banjarnegara, Central Java, aiming to determine the characteristics and general geological conditions as well as to determine the condition of the level of tectonic activity based on morphotectonic parameters using the drainage basin asymmetry (AF) and drainage basin index (Bs) methods. The results of the geological analysis to determine the geological order include geomorphological units (three units), stratigraphic conditions, which are divided into three informal units, and there are four geological structures in the research area. Researchers divided into 32 sub-watersheds to identify the level of tectonic activity using two morphometric parameters combined with geological data, including topography and geological structure, to produce a quantitative map of relative tectonic activity in the study area. Based on the results of the relative tectonic activity in the research area, it can be divided into three classes; high tectonic activity class, medium tectonic activity class, and low tectonic activity class. Based on the results of the analysis of the IATR value, in general, the level of tectonic activity in the study area is dominated by medium-low tectonic activity. | |
| 31629 | 33877 | H1C016029 | GEOLOGI DAN GEOMORFOLOGI DAERAH WATUKUMPUL DAN KANDANGSERANG, PEMALANG DAN PEKALONGAN, JAWA TENGAH | Lokasi penelitian secara fisiografi terletak di Zona Serayu Utara tepatnya didaerah Watukumpul dan Kandangserang, Pemalang dan Pekalongan , Jawa Tengah. Lokasi penelitian berada di antara dua sesar utama (Major Fault) Pulau Jawa yaitu sesar Cimandiri dan Sesar N70E yang membentuk zona transpresi Bumiayu Majalengka. Berdasarkan kenampakan peta topografi dan citra hillshade DEMNAS daerah penelitian merupakan daerah perbukitan dengan kelurusan yang relatif berarah baralaut-tenggara . Jika melihat dari kontur pada peta topografi, daerah penelitian ini memiliki elevasi yang beragam Elevasi terendah pada daerah penelitian yaitu ketinggian 387,5 meter di atas permukaan laut sedangkan daerah tertinggi yaitu dengan elevasi 1212,7 meter di atas permukaan laut.. Secara umum daerah penelitian berupa perbukitan hingga perbukitan tinggi berdasarkan dari titik terendah dan titik tertinggi kontur daerah penelitian. Bentuk muka bumi daerah penelitian yang tampak sekarang berasal dari gabungan proses endogenik dan proses eksogenik yang menghasilkan pola sebaran dan perbedaan litologi penyusun serta pola struktur geologi yang dapat berupa pola kelurusan lembah, kelurusan bukit dan pola pengaliran di daerah penelitian. | The research location is physiographically located in the North Serayu Zone, precisely in the areas of Watukumpul and Kandangserang, Pemalang and Pekalongan, Central Java. Study area is located between Java two major faults, Cimandiri faults and N70E faults which forms Bumiayu Majalengka transpression zone. Based on the appearance of the topographic map and DEMNAS hillshade imagery, the research area is a hilly area with a relatively northwest-southeast trending. If you look at the contours on the topographic map, this research area has various elevations. The lowest elevation in the research area is 387.5 meters above sea level, while the highest area is 1212.7 meters above sea level. In general, this research area is in the form of hills to hills based on the lowest and highest points in the research area. The shape of the earth's surface in the research area that appears now comes from a combination of endogenic processes and exogenic processes that produce distribution patterns and differences in the lithology of the constituents as well as patterns of geological structures which can be in the form of valley straightness patterns, hill lineages and drainage patterns in the research area. | |
| 31630 | 35523 | C1L017005 | PENGARUH PENGGUNAAN GAWAI, AKTIVITAS BELAJAR, DAN LOCUS OF CONTROL TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN EKONOMI SISWA KELAS 12 IIS SMAN 3 PURWOKERTO | Penelitian berjudul “Pengaruh Penggunaan Gawai, Aktivitas Belajar, dan Locus of Control terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas 12 IIS SMAN 3 Purwokerto”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) Untuk menganalisis pengaruh penggunaan gawai terhadap prestasi belajar siswa kelas 12 IIS SMAN 3 Purwokerto. (2) Untuk menganalisis pengaruh aktivitas belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas 12 IIS SMAN 3 Purwokerto. (3) Untuk menganalisis pengaruh Locus of Control terhadap prestasi belajar siswa kelas 12 IIS SMAN 3 Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah responden yang diperoleh adalah 125 responden. Hasil penelitian ini menunjukan: (1) penggunaan gawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar. (2) aktivitas belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar. (3) locus of control berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar. Berdasarkan hasil penelitian ini, implikasinya (1) Penggunaan gawai pada siswa sudah cukup baik dalam mengikuti pembelajaran. Namun, untuk penggunaan gawai harus bisa memberikan arahan dan aturan yang jelas mengenai pemanfaatan penggunaan gawai untuk tujuan yang positif dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa di sekolah. (2) Aktivitas belajar sudah tergolong baik. Namun, agar siswa lebih tertarik lagi dalam melakukan aktivitas belajar maka guru harus lebih meningkatkan kegiatan-kegiatan pembelajaran yang berkualitas agar bisa meningkatkan prestasi belajar pada siswa. (3) siwa memiliki locus of control yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa yang telah di capai sebelumnya, yang mana siswa harus selalu di berikan motivasi dan masukan saat pembelajaran sedang berlangsung. | The research entitled "The Influence of Device Use, Learning Activities, and Locus of Control on Learning Achievement in Economics Subjects for Class 12 IIS SMAN 3 Purwokerto". The aims of this study were to (1) analyze the effect of using gadgets on student achievement in grade 12 IIS SMAN 3 Purwokerto. (2) To analyze the effect of learning activities on student achievement in grade 12 IIS SMAN 3 Purwokerto. (3) To analyze the effect of Locus of Control on student achievement in grade 12 IIS SMAN 3 Purwokerto. The research method used in this research is quantitative research. The sampling technique used is simple random sampling with the number of respondents obtained is 125 respondents. The results of this study indicate: (1) the use of gadgets has a positive and significant effect on learning achievement. (2) learning activities have a positive and significant effect on learning achievement. (3) locus of control has a positive and significant effect on learning achievement. Based on the results of this study, the implications are (1) The use of gadgets for students is quite good in participating in learning. However, the use of gadgets must be able to provide clear directions and rules regarding the use of gadgets for positive purposes in order to improve student achievement in school. (2) Learning activities are considered good. However, so that students are more interested in doing learning activities, the teacher must further improve quality learning activities in order to improve student achievement. (3) students have a locus of control that can affect student achievement that has been achieved previously, in which students must always be given motivation and input while learning is taking place. | |
| 31631 | 34850 | E1A017330 | PENGUNGKAPAN KASUS MENYEBARKAN BERITA BOHONG TERKAIT HASIL TES SWAB HABIB RIZIEQ SHIHAB (HRS) OLEH DIRUT RS UMMI BOGOR (Studi Kasus di Bareskrim Polri, Jakarta) | Ketentuan Pasal 1 butir (1) Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) menyatakan Penyidik adalah Pejabat Polisi Negara Republik Indonesia atau pejabat pegawai negeri sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh undang-undang untuk melakukan penyidikan. Pasal 1 Butir 5 KUHAP mencantumkan penyelidikan adalah serangkaian tindakan untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga kuat sebagai tindak pidana guna menentukan dapat atau tidaknya dilakukan penyidikan menurut carayang diatur dalam undang-undang. Penelitian ini bertujuan mengetahuipengungkapan kasus menyebarkan berita bohong terkait hasil tes swab Habib Rizieq Shihab (HRS) oleh Dirut RS Ummi Bogor dalam tahap penyidikan di Bareskrim Polri dan kendala penyidik Bareskrim Polri dalam mengungkap kasus menyebarkan berita bohong terkait hasil tes swab Habib Rizieq Shihab (HRS) oleh Dirut RS Ummi Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan informan, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan. Data yang telah diperoleh kemudian diolah dan dianalisis dengan metode kualitatif dan disajikan dalam bentuk uraian yang tersistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan menyebarkan berita bohong terkait hasil tes swab Habib Rizieq Shihab (HRS) oleh Dirut RS Ummi Bogor, yaituadanya laporan atau informasi dari masyarakat bahwa adanya dugaan penyebaran berita bohong hasil tes swab Habib Rizieq Shihab (HRS) oleh Dirut RS Ummi Bogor.Penyidik Bareskrim Polri segera mengumpulkan bahan-bahan keterangan dengan cara melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait dan memperoleh bukti-bukti yang berhubungan dengan tindak pidana tersebut yaitu Video itu yang diunggah ke kanal YouTube milik RS Ummi. Dalam video tersebut, Rizieq mengaku hasil pemeriksaannya baik dan akan pulang dari RS Ummi atas permintaannya sendiri karena merasa sudah segar sebagai alat bukti petunjuk. Dalam penegakan hukum terkait kasus tersebut,penyidik terkendala oleh faktor hukumnya, faktor masyarakat dan faktor budaya. | The provisions of Article 1 point (1) of the Criminal Procedure Code (KUHAP) states that investigators are Indonesian National Police Officers or certain civil servants who are given special authority by law to conduct investigations. Article 1 Point 5 of the Criminal Procedure Code states that an investigation is a series of actions to seek and find an event that is strongly suspected of being a criminal act in order to determine whether or not an investigation can be carried out according to the method regulated by law. This study aims to determine the disclosure of cases of spreading false news related to the results of the Habib Rizieq Shihab (HRS) swab test by the President Director of the Ummi Hospital, Bogor in the investigation stage at the National Police Criminal Investigation Department and the obstacles faced by the Indonesian Police Criminal Investigation Unit investigators in uncovering cases of spreading false news related to the results of the Habib Rizieq Shihab (HRS) swab test. by the President Director of the Bogor Ummi Hospital. The research method used is sociological juridical with descriptive research specifications. The data used in this study are primary and secondary data. Primary data was obtained through interviews with informants, while secondary data was obtained from literature study. The data that has been obtained is then processed and analyzed by qualitative methods and presented in the form of a systematic description.The results showed that the disclosure of spreading false news related to the results of the Habib Rizieq Shihab (HRS) swab test by the President Director of the Ummi Hospital in Bogor, namely the existence of reports or information from the public that there was an alleged spread of fake news from the results of the Habib Rizieq Shihab (HRS) swab test by the President Director of the Bogor Ummi Hospital. The Criminal Investigation Police investigators immediately collected information by clarifying the relevant parties and obtaining evidence related to the crime, namely the video which was uploaded to the Ummi Hospital's YouTube channel. In the video, Rizieq admits that his examination results are good and will return from Ummi Hospital at his own request because he feels it is fresh as evidence for instructions. In law enforcement related to the case, investigators are constrained by legal factors, community factors and cultural factors. | |
| 31632 | 34523 | B1A017095 | Optimasi Dosis Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) pada Tanah Lahan Bekas Tambang Batubara terhadap Tanaman Jagung (Zea mays) | Pertambangan batubara di Indonesia umumnya dilakukan dengan sistem tambang terbuka sehingga menyebabkan pertumbuhan tanaman kurang optimal. Salah satu strategi untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan penggunaan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian inokulum FMA terhadap pertumbuhan tanaman jagung dan mengetahui dosis optimum FMA terhadap pertumbuhan tanaman jagung dengan media tanam tanah bekas lahan tambang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu 4 dosis FMA (0, 100, 150, 200 g) pada medium tanah bekas tambang batubara dengan 3 kali ulangan. Variabel bebas yang digunakan yaitu dosis FMA dan variabel terikat yaitu kemampuan FMA dalam menginfeksi akar. Parameter utama yang diamati yaitu derajat infeksi akar, parameter pendukung yaitu bobot kering tanaman, jumlah daun dan tinggi tanaman jagung. Data dianalisa menggunakan uji Analisis Ragam (ANOVA) dengan standar kesalahan 5% dan dilanjutkan Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis FMA pada tanah lahan bekas tambang batubara memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman jagung umur 42 hari setelah tanam (HST). FMA memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan tanaman jagung. Dosis 100 g/polybag merupakan dosis efektif meningkatkan pertumbuhan tanaman jagung pada tanah bekas tambang batubara. Dosis 200 g/polybag memberikan hasil terbaik terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan bobot kering tanaman jagung. | Coal mining in Indonesia generally carried out with an open system that has an impact on environmental damage. One strategy to control these problems by using Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF). This study aimed to determine the effect of AMF inoculum on the growth of maize plants and to determine the optimum dose of AMF on maize plant growth using ex-mining soil as a planting medium.This research used an experimental method with a completely randomized design (CRD) with 4 doses of AMF (0, 100, 150, 200 g) by using ex-coal mined soil medium which consisted of three repetition. The independent variable was the dose of AMF and the dependent variable was the ability of AMF to infect roots. The main parameter observed was the degree of root infection, while the supporting parameters were plant dry weight, number of leaves and height of corn plants. Data were analyzed using Variance Analysis (ANOVA) test with a standard error of 5% and tested with Honestly Significant Different (HSD). The results showed that the AMF dose treatment on the ex-coal mined land had an effect on the growth of corn plants at 42 days after planting. AMF has a positive effect on the growth of corn plants. The dose of 100 g/polybag is an effective dose to increase the growth of corn plants on ex-coal mining soil. The dose of 200 g/polybag gave the best results on plant height, number of leaves and dry weight of corn plants. | |
| 31633 | 34851 | E1A017321 | TANGGUNG JAWAB HUKUM GRIYA SEHAT DALAM PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL KOMPLEMENTER | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi tanggung jawab hukum griya sehat dalam pelayanan kesehatan tradisional komplementer dan bentuk tanggung jawab hukum griya sehat dalam pelayanan kesehatan tradisional komplementer pada struktur peraturan perundang-undangan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statue approach), pendekatan analitis (analytical approach), dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah inventarisasi peraturan perundang-undangan (hukum positif), sinkronisasi hukum dan penemuan hukum in concreto. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakan. Metode pengolahan data dengan reduksi data, display data dan klasifikasi data. Penelitian ini disajikan dalam bentuk teks naratif dengan metode analisis data secara kualitatif menggunakan analisis isi dan analisis perbandingan. Hasil penelitian diketahui bahwa tanggung jawab hukum griya sehat dalam pelayanan kesehatan tradisional komplementer sudah menunjukan taraf sinkronisasi secara vertikal. Artinya, peraturan perundang-undangan terkait tanggung jawab hukum griya sehat dalam pelayanan kesehatan tradisional komplementer yang memiliki derajat lebih tinggi menjadi pedoman bagi peraturan yang lebih rendah dan peraturan perundang-undangan yang lebih rendah tidak bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi. Bentuk tanggung jawab hukum griya sehat dalam pelayanan kesehatan tradisional komplementer pada peraturan perundang-undangan meliputi tanggung jawab hukum griya sehat secara perdata berupa mengganti kerugian berdasarkan Pasal 58 ayat (1) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan; tanggung jawab hukum pidana berdasarkan Pasal 190 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan; dan tanggung jawab hukum administratif berdasarkan Pasal 46 ayat (2) Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplementer, Pasal 83 Peraturan Pemerintah Nomor 103 Tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional dan Pasal 188 Undang-Undang Nomor 36 Tahun Tahun 2009 tentang Kesehatan. | This study aims to determine the synchronization of legal responsibility of griya sehat in complementary traditional health service and the form of legal responsibility of griya sehat in complementary traditional health service in the structure of laws and regulations in Indonesia. This study uses normative juridical methods with a statutory approach, an analytical approach, and a conceptual approach. The specification of this research is an inventory of statutory regulations (positive law), legal synchronization and legal discovery in concreto. The type of data used secondary data obtained by library studies. Data processing methods is done by data reduction, data display and data categorization. This research is presented in the form of narrative text with qualitative data analysis method using content analysis and comparative analysis. The results showed that the legal responsibility of griya sehat in complementary traditional health service has shown the level of quality vertically. The regulation of legal responsibility of griya sehat in complementary traditional health service has a higher degree of being a guide for lower regulations and lower laws and regulations do not conflict with higher regulations. The form of legal responsibility of griya sehat in complementary traditional health service in the laws and regulations includes legal responsibility for griya sehat in the form of compensation for civil liability, based on Article 58 paragraph (1) of Law Number 36 of 2009 concerning Health; get criminal sanctions based on Article 190 of Law Number 36 of 2009 concerning Health; and receive administrative sanctions based on Article 46 paragraph (2) of the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 15 of 2018 concerning the Implementation of Complementary Traditional Health Services, Article 83 of Government Regulation Number 103 of 2014 concerning Traditional Health Services and Article 188 of Law Number 36 of 2009 about health. | |
| 31634 | 34852 | F1B017070 | Implementasi Program Jogo Tonggo Dalam Pencegahan Dan Penanganan Covid-19 Di Desa Selakambang Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga | Tingginya kasus Covid-19 di Indonesia membuat pemerintah provinsi Jawa Tengah mengeluarkan Intruksi Gubernur Jawa Tengah No. 1 Tahun 2020 Tentang Pembentukan “Satgas Jogo Tonggo.” Desa Selakambang merupakan salah satu desa yang menerapkan Program Jogo Tonggo. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menggambarkan Implementasi Program Jogo Tonggo dalam Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Desa Selakambang, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi Program Jogo Tonggo dalam Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Desa Selakambang, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan model implementasi kebijakan bottom-up Adam Smith. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pemilihan informan adalah purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukan Implementasi program jogo tonggo di Desa Selakambang belum berjalan optimal. Bidang kesehatan merupakan bidang yang paling terimplementasi dengan baik. Dari 8 kegiatan bidang kesehatan terdapat 7 kegiatan yang terlaksana. Bidang ekonomi terdapat 7 dari 9 kegiatan yang telah terlaksana. Dalam bidang sosial keamanan terdapat 9 dari 12 kegiatan yang terlaksana. Sementara itu, bidang hiburan jogo tonggo di Desa Selakambang belum terimplementasi. Kurangnya pemahaman pelaksana terhadap pedoman jogo tonggo, tingkat pendidikan yang berbeda antar masyarakat, lemahnya pengawasan, kurangnya dukungan anggaran, dan adanya kebijakan pemerintah. Sedangkan faktor-faktor keberhasilan jogo tonggo di Desa Selakambang antara lain, sarana dan prasarana yang lengkap, keaktifan masyarakat dalam pencegahan dan penanganan covid-19, komunikasi yang baik antara satgas dengan pemerintah desa, dan Perkembangan teknologi. | The high number of Covid-19 cases in Indonesia prompted the Central Java provincial government to issue Central Java Governor Instruction No. 1 of 2020 concerning the Establishment of the “Jogo Tonggo Task Force.” Selakambang Village is one of the villages implementing the Jogo Tonggo Program. The purpose of this study is to identify and describe the Implementation of the Jogo Tonggo Program in the Prevention and Handling of Covid-19 in Selakambang Village, Kaligondang District, Purbalingga Regency and to determine the factors that influence the successful implementation of the Jogo Tonggo Program in the Prevention and Handling of Covid-19 in Selakambang Village, Kaligondang District, Purbalingga Regency. This research uses Adam Smith's bottom-up policy implementation model. The method used is descriptive qualitative method. The informant selection technique is purposive sampling. Data was collected through interviews, observation and documentation. The data analysis method used is interactive analysis method. The results showed that the implementation of the jogo tonggo program in Selakambang Village had not run optimally. The health sector is the most well-implemented sector. Of the 8 health sector activities, 7 activities were carried out. In the economic sector, 7 out of 9 activities have been carried out. In the field of social security, 9 out of 12 activities were carried out. Meanwhile, the Jogo Tonggo entertainment sector in Selakambang Village has not yet been implemented. Lack of understanding of implementers of the jogo tonggo guidelines, different levels of education between communities, weak supervision, lack of budget support, and government policies. While the success factors for jogo tonggo in Selakambang Village include complete facilities and infrastructure, community activity in preventing and handling COVID-19, good communication between the task force and the village government, and technological developments. | |
| 31635 | 34792 | J1A017028 | The Development of Grunge Fashion in Bandung: A Case Study of Purnawarman Community | Penelitian yang berjudul “The Development of Grunge Fashion in Bandung: A Case Study of Purnawarman Community” ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan mode grunge di Purnawarman dan dampaknya terhadap komunitas. Untuk mendukung analisis tersebut, teori kritis digunakan untuk menjelaskan kemunculan dan perkembangan mode grunge di Purnawarman. Selanjutnya, untuk mencapai tujuan penelitian ini, konsep emansipasi diterapkan untuk mengamati bagaimana perubahan ini mempengaruhi kehidupan masyarakat komunitas Purnawarman. Peneliti menggunakan metode kualitatif dalam menganalisis data. Data primer dikumpulkan melalui wawancara pribadi dan Focus Group Discussion. Data sekunder diperoleh dari buku, jurnal dan artikel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada lima jenis mode grunge yang paling banyak ditemukan di Purnawarman. Mereka adalah Grunge T-shirt, Flannel, Clout Goggles, Ripped Jeans dan sepatu Converse All-Star atau Dr. Martens. Kepopuleran mode ini dikarenakan harganya yang murah dan desain yang sederhana. Mode ini juga berfungsi sebagai simbol solidaritas. Selain itu, gaya mode grunge memiliki pengaruh yang signifikan terhadap rasa harga diri seseorang. Gaya berpakaian grunge membantu mereka merasa percaya diri dan kukuh. Ditemukan juga bahwa musisi grunge berkontribusi kepada masyarakat tidak hanya melalui musik mereka, tetapi juga oleh gaya hidup mereka, yang mencakup beberapa bentuk aktivitas politik, serta kampanye dan aktivisme untuk mendukung isu-isu yang mereka yakini. Salah satu dari banyak isu yang diperjuangkan komunitas Purnawarman, adalah perlawanan terhadap rezim otoriter Presiden Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun, semakin jauhnya emansipatoris demokrasi di Indonesia dan minimnya kebebasan berekspresi. | The research entitled “The Development of Grunge Fashion in Bandung: A Case Study of Purnawarman Community” aims to figure out grunge fashion development in Purnawarman and the impacts it brings on the community. To support the analysis, critical theory is employed to analyse the emergence and development of grunge fashion in Purnawarman. Furthermore, to reach this research goal, the concept of emancipation is applied to observe how this change affects the lives of this community. The researcher uses a qualitative method in analyzing the data. The primary data are collected from personal interviews and Focus Group Discussion. The secondary data are obtained from books, journals and articles. The result of this research shows that there are five types of grunge fashion that are most found in Purnawarman. They are Grunge T-shirts, Flannels, Clout Goggles, Ripped Jeans and Converse All-Star or Dr. Martens shoes. The popularity of these fashions is due to the low prices and simple design. It also serves as a symbol of solidarity. In addition to that, the grunge fashion sense has a significant influence on a person's sense of self-worth. Grunge fashion style helps them feel confident and secure. It also finds that grunge musicians contributed to society not just via their music, but also by their style of life, which included some form of political activity, as well as campaigning and activism to support issues they believed in. One of the many issues the Purnawarman community fought for, is the struggle against the authoritarian regime of President Soeharto who was in power for 32 years, the increasingly far from reality emancipatory democracy in Indonesia and the lack of freedom of expression. | |
| 31636 | 34848 | F1D015056 | PERBUDAKAN MANUSIA PADA PROYEK TANAM PAKSA DALAM NOVEL MAX HAVELAAR DI LEBAK BANTEN TAHUN 1856 | Penelitian dengan judul “Perbudakan Manusia pada Proyek Tanam Paksa dalam Novel Max Havelaar di Lebak Banten tahun 1856” ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan tentang sistem kolonialisme Belanda dalam novel Max Havelaar serta untuk memahami dan mendiskripsikan praktik perbudakan manusia dalam proyek tanam paksa Belanda yang terkandung dalam novel Max Havelaar. Penelitian ini menjadi penting karena membahas laku kolonialisme di Hindia Belanda serta laku perbudakan manusia yang terjadi di dalamnya yang dimanifestasikan dalam Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel). Penelitian ini dilandasi dengan perspektif pascastrukturalisme dan paradigma konstruktivisme, serta menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan hermeneutika. Sementara itu, data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan teknik analisis data dan penafsiran teks secara mendalam dari Hans Georg-Gadamer. Berdasarkan hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa pelaksanaan kolonialisme di Lebak Banten dibantu dengan unsur kelokalan. Unsur kelokalan yang dimaksud ialah feodalisme. Pemerintah kolonial Hindia Belanda menggabungkan unsur kolonialisme dan feodalisme ketika masa penjajahan. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya pembagian peran antara pejabat Belanda serta pejabat pribumi. Kolonialisme di Hindia Belanda kemudian dijalankan dengan berbagai tindakan amoral. Seperti tidak transparannya pejabat pemerintahan serta manipulasi data. Hal ini yang kemudian mendorong timbulnya kejahatan lain dengan munculnya praktik perbudakan. Kolonialisme Hindia Belanda kemudian membawa masyarakat jajahan kepada babak baru ketika diberlakukannya Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel). Sistem Tanam Paksa menuntut para penguasa lokal untuk memberikan panen berlebih hingga nantinya dijanjikan akan diberi presentase hadiah panen kepada para Bupati. Diberlakukannya presentase hasil panen ini lalu mendorong para pejabat pribumi memberikan target yang tinggi kepada para penduduk mereka sebagai penggarap tanaman komoditas ekspor. Supaya para pejabat pribumi mendapatkan kekayaan dari hasil tanam paksa makanya target dinaikkan. Hal ini kemudian yang menimbulkan terjadinya perbudakan kepada manusia Lebak. Selain itu, Bupati Lebak juga menggunakan instrumen lokal guna melakukan perbudakan kepada penduduk mereka. Dalam penelitian ini kemudian ditemukan bahwa praktik kolonialisme Belanda yang dicampur dengan feodalisme Jawa menjadikan kekuasaan kolonial sebagai cambuk ganda kepada para penduduk Lebak Banten. Penindasan yang diterima penduduk Lebak berasal dari dua arh. Selain itu, laku perbudakan yang terjadi di Lebak tidak serta merta lepas dari peran para elit lokal yang ikut memperparah keadaan. Elit lokal menjadi ujung tombak dari kekuasaan kolonial untuk menjalankan praktik perbudakan ketika Proyek Tanam Paksa. | The research entitled “The Slavery of Humankind during Forced Cultivation Project in Max Havelaar Novel on Lebak Banten 1856” aims to identify and explain about The Dutch colonial system based on Max Havelaar novel and also to understand and describe about the practice of human slavery during cultuvitual project that is included on the Max Havelaar novel. This research is important because it discusses the behavior of colonialism in the Dutch East Indies and the behavior of human slavery that occurred in it which was manifested in the Forced Cultivation System (Cultuurstelsel). This research is based on post-structuralism perspective and constructivism paradigm, and also using qualitative research method with hermeneutic approach. Meanwhile, the obtained data was then being processed using data analysis technique and in-depth text interpretation from Hans Georg-Gadamer. Based on the result of the research, it is explained that execution of colonialism in Lebak Banten was assisted by local elements. The local element that is mentioned is feudalism. The Dutch East Indies colonial government combined colonial elements and feudalism during colonial period. This can be proven with the division of roles between Dutch officials and Local officials. Colonialism in The Dutch East Indies was then carried with various immoral acts. In example, luck of transparency of the government officials also data being manipulated. This problem then encourages another criminal action with the emergence of slavery practice. The Dutch East Indies Colonialism then brought colonized people to a new phase when Forced Cultivation System (Cultuurstelsel) was being impleted. Forced Cultivation System demanded local authorities to provide them excess harvest and after that they were promised to be given a percentage of the harvest reward to the Regents. With the percentage of the harvest being enforced, it was then encourage the local authorities to give a high target to the citizen as the cultivators of export commodity crops. In order for the local authorities to get the wealth from the forced cultivitation, the targed was raised. This then led to the slavery of Lebak people. Other than that, Lebak Regents also used local elements in order to do the slavery practice to his citizen. In this study, it was later found that the practice of Dutch colonialism mixed with Javanese feudalism made colonial power a double whip for the residents of Lebak Banten. The oppression that the people of Lebak receive comes from two directions. In addition, the slavery practices that took place in Lebak were not necessarily separated from the role of local elites who contributed to aggravating the situation. The local elite became the spearhead of the colonial power to carry out the practice of slavery during the Forced Cultivation System. | |
| 31637 | 34853 | B1A018072 | UJI VIABILITAS SPERMATOZOA SAPI POST MORTEM YANG DISIMPAN DALAM MEDIUM PENYIMPANAN DENGAN GLISEROL BERBAGAI KONSENTRASI | Penyimpanan spermatozoa telah lama menjadi bagian dari proses perbanyakan individu melalui jalur pembuahan artifisial seperti in vitro fertilization (IVF) maupun inseminasi buatan (IB). Sementara itu menurut kajian-kajian yang terus berkembang, penyimpanan spermatozoa memiliki potensi besar diterapkan dalam upaya konservasi. Proses penyimpanan pada temperatur rendah berpotensi merugikan spermatozoa. Untuk melindungi spermatozoa dari degradasi, maka dibutuhkan adanya krioprotektan seperti misalnya gliserol.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui viabilitas spermatozoa sapi post mortem yang disimpan selama 5 hari pada medium penyimpanan dengan gliserol pada konsentrasi berbeda dalam temperatur refrigerator. Metode yang digunakan adalah eksperimental. Spermatozoa didapat dari testis dan epididimis sapi yang telah mati selama 12 jam, kemudian disimpan selama 5 hari dalam refrigerator dengan diberi perlakuan perbedaan konsentrasi medium penyimpanan, yaitu gliserol 0%, 1%, 3%, dan 5%. Pengamatan dilakukan setiap hari selama 6 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan gliserol berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap viabilitas spermatozoa testis. Adapun untuk spermatozoa hasil isolasi dari epididimis, penambahan gliserol tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap viabilitas hari ke-0 dan ke-2 penyimpanan, namun berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap viabilitas hari ke-1, 3, 4 dan, 5 penyimpanan. Berdasarkan hasil uji lanjut yang dilakukan terhadap semua konsentrasi pada masing-masing hari, didapatkan kesimpulan bahwa konsentrasi gliserol 5% merupakan konsentrasi yang paling efektif dalam memelihara viabilitas spermatozoa cadaver sapi hingga hari ke-5 penyimpanan. | Sperm storage has long been part of the process of reproduction through artificial fertilization pathways such as in vitro fertilization (IVF) and artificial insemination (AI). Meanwhile according to recent studies, sperm storage shows great potential to be applied in conservation efforts. Sperm storage using low temperatures has the potential to harm the cell. To protect the sperm from degradation, a cryoprotectant is needed e.g. glycerol. The purpose of this study is to determine the viability of post mortem bovine sperm which were stored for 5 days in glycerol in different concentrations at refrigerator temperature. The method used here is experimental. Sperm were obtained from the testes and epididymis of cows that had been dead for 12 hours, then stored for 5 days in the refrigerator by being treated with different concentrations of glycerol i.e., 0%, 1%, 3%, and 5%. Observations then were made every day for 6 days. The results of this study showed that glycerol had a significant effect (P<0.05) on the viability of testicular sperms. As for sperm isolated from the epididymis, the glycerol did not significantly affect (P>0.05) the viability of the 0th and 2nd days of storage, but had a significant effect (P<0.05) on the viability of the 1st, 3rd, 4th and 5th days of storage. Based on the post hoc tests carried out on all concentrations on each day, it was found that 5% glycerol concentration was the most effective concentration in maintaining the viability of bovine cadaveric sperm until the 5th day of storage. | |
| 31638 | 34854 | E1A017348 | TINDAK PIDANA KEPABEANAN DALAM BENTUK KETIDAKSESUAIAN DOKUMEN DENGAN FISIK BARANG (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Negeri Nomor 2119/Pid.Sus/2016/Pn.Tng) | Tindak pidana kepabeanan menjadi masalah serius dalam pelaksanaan ekonomi negara yang menyebabkan banyak uang negara tidak terserap sehingga menghambat target yang ditetapkan negara melalui pungutan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Tindak pidana kepabeanan dilakukan oleh oknum yang ingin memperoleh keuntungan besar dengan cara melanggar prosedur ekspor-impor yang berlaku. Penelitian ini membahas bagaimana proses penyidikan tindak pidana kepabeanan dalam bentuk ketidaksesuaian dokumen dengan fisik barang dan bagaimana pertimbangan putusan hakim terhadap tindak pidana kepabeanan dalam bentuk ketidaksesuaian dokumen dengan fisik barang dalam putusan perkara Nomor.2119/Pid.Sus/2016/PN.Tng. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian preskriptif analisis, teknik pengumpulan data studi kepustakaan dengan inventarisasi, data yang terkumpul disajikan dalam bentuk teks naratif dengan model analisis secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa proses penyidikan tindak pidana kepabeanan diatur dalam Pasal 112 Undang-Undang No. 17 Tahun 2006 Tentang Kepabeanan. Adapun dasar pertimbangan hakim dalam hal ini kurang tepat karena hakim berpendapat tidak adanya unsur kesengajaan dan perbuatan terdakwa bukan merupakan pidana. Menurut peneliti perbuatan Terdakwa tersebut merupakan perbuatan yang memenuhi unsur tindak pidana yang melanggar Pasal 103 huruf a Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 1995 Tentang Kepabeanan. Hal ini berdasarkan pendapat Simons yang melanggar unsur kesengajaan. | Customs crime is a big problem in the implementation of the state economy since it results in a significant amount of state money not being absorbed, hampereding the state's targets set through levies from the Directorate General of Customs and Excise. Customs crimes are carried out by individuals who want to make big profits by violating the applicable export-import procedures. This study discusses how the process of investigating customs crimes in the form of document differences with physical goods and how the judge's judgment on customs crimes in the form of document discrepancies with physical goods in case decisions Number.2119/Pid.Sus/2016/PN.Tng. The method of this research is using normative juridical, with prescriptive analysis research specifications, library study data gathering with an inventory, and data provided in the form of narrative text using a normative qualitative analysis model. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the customs crime investigation process is regulated in Article 112 of Law no. 17 of 2006 concerning Customs. The basis for the judge's consideration in this case is not appropriate because the judge believes that was no purposeful element and the defendant's act were not criminal. According to the research, the Defendant's activities constituted an act that fulfilled the elements of a criminal act that violated Article 103 letter a of Law Number 17 of 2006 concerning Amendments to Law Number 10 of 1995 concerning Customs. This is based on Simons’opinion which violates the element of intent. | |
| 31639 | 34856 | F1D016005 | Marketing Politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Dalam Pemilihan Umum Legislatif Tahun 2019 di Kabupaten Pemalang | Penelitian ini berjudul “Marketing Politik PDI Perjuangan Dalam Pemilihan Umum Legislatif Tahun 2019 di Kabupaten Pemalang”. PDI Perjuangan sebagai salah satu partai besar di Indonesia menerapkan marketing politik sebagai salah satu cara untuk memperoleh kemenangan suara saat pemilihan umum khususnya pada pemilihan umum legislatif di Kabupaten Pemalang tahun 2019. Tujuan penelitian ini mempunyai fokus untuk mendeskripsikan tentang marketing politik yang digunakan oleh PDI Perjuangan dalam memenangkan pemilihan umum khususnya pada pemilihan umum legislatif tahun 2019 di Kabupaten Pemalang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini mendeskripsikan tentang marketing politik PDI Perjuangan dalam memenangkan pemilihan umum legislatif tahun 2019 di Kabupaten Pemalang. Kemenangan PDI Perjuangan Kabupaten Pemalang didapatkan karena partai secara konsisten melakukan marketing politik dari sebelum pemilu sampai setelah pemilu serta dilakukan dengan penyampaian produk politik secara langsung kepada pemilih. Dalam strategi marketing politiknya, PDI Perjuangan menggunakan dua strategi secara bersamaan yaitu strategi mobilisasi massa dan strategi chasing (berburu pemilih). Adapun cara partai untuk memaksimalkan strategi marketing politiknya yaitu dengan melakukan kampanye politik, komunikasi politik dan segmentasi politik. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan strategi marketing politik PDI Perjuangan untuk meraih kemenangan suara sebanyak-banyaknya dalam pemilu. Kata Kunci : Marketing Politik, PDI Perjuangan, Pemilihan Umum, Strategi Marketing Politik. | This research is titled "Political Marketing of the PDI-P in the 2019 Legislative General Election in Pemalang Regency". PDI-P as one of the major parties in Indonesia applies political marketing as a way to win votes during the general election, especially in the legislative general election in Pemalang Regency in 2019. The purpose of this study focuses on describing the political marketing used by PDI-P in won the general election, especially in the 2019 legislative general election in Pemalang Regency. This study uses a qualitative resear The results of this study describe the political marketing of the PDI-P in winning the 2019 legislative general election in Pemalang Regency. The victory of PDI Perjuangan Pemalang Regency was obtained because the party consistently carried out political marketing from before the election to after the election and was carried out by delivering political products directly to voters. In its political marketing strategy, PDI Perjuangan uses two strategies simultaneously, namely the mass mobilization strategy and the chasing strategy (voter hunting). The way for the party to maximize its political marketing strategy is by conducting political campaigns, political communication and political segmentation. This was done to maximize the PDI-P's political marketing strategy to win as many votes as possible in the election. Keywords: Political Marketing, PDI-P, General Elections, Political Marketing Strategy. | |
| 31640 | 34857 | D1A016148 | PENGARUH PEMBERIAN FEED ADDITIVE SEBAGAI PENGGANTI ANTIBIOTIK DALAM RANSUM TERHADAP BOBOT PANEN DAN KONVERSI PAKAN AYAM BROILER | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian feed additive dalam pakan sebagai pengganti antibiotik terhadap konversi pakan dan bobot panen. Penelitian ini dilakukan selama 35 hari di Ketapang Farm, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Pemberian pakan dilakukan pada hari ke 15 hingga hari ke 35. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdapat 4 perlakuan 6 ulangan, setiap unit terdiri dari 5 ekor ayam. Perlakuan terdiri dari pakan komersil (BR-1) yang diberi Antibiotik Olaquindox sebesar 0,125% (R0), Probiotik Promix sebesar 0,2% (R1), Acidifier Acidtex sebesar 1% (R2), Fitobiotik (tepung bawang putih 0,25%, tepung kunyit 2,1% ,dan tepung jahe 2,1%) (R3). Air minum diberikan secara ad libitum. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa R0: 1673,92 ± 169,49; R1: 1474,23 ± 84,75; R2: 1613,98 ± 143,43; R3: 1599,5 ± 135,75, berpengaruh tidak nyata terhadap bobot panen (P<0,05) dan R0: 1,51 ± 0,10; R1: 1,62 ± 0,47; R2: 1,51 ± 0,13; R3: 1,51 ± 0,06, berpengaruh tidak nyata terhadap konversi pakan (P<0,05). Penambahan feed additive dalam pakan mampu menggantikan peran antibotik dalam mengoptimalkan konversi pakan dan bobot panen. | This study aims to find out the effect of feeding additives in feed in feed instead of antibiotics on feed conversion and harvest weights. This research was conducted for 35 days in Ketapang Farm, Sokaraja Subdistrict, Banyumas Regency, Central Java. Feeding is done on the 15th to the 35th day. The research method used is an experimental method with a Complete Random Design (RAL), there are 4 treatments 6 repeats, each unit consists of 5 chickens. Treatment consists of commercial feed (BR-1) given antibiotic Olaquindox by 0.125% (R0), Probiotic Promix by 0.2% (R1), Acidifier Acidtex by 1% (R2), Phytobiotics (garlic flour 0.25%, turmeric flour 2.1%, and ginger flour 2.1%) (R3). Drinking water is given ad libitum, in optimizing the conversion of feed and harvest weights. Results from the study showed that R0: 1673,92 ± 169,49; R1: 1474,23 ± 84,75; R2: 1613,98 ± 143,43; R3: 1599,5 ± 135,75, have an unreal effect on harvest weight (P<0.05) and R0: 1,51 ± 0,10; R1: 1,62 ± 0,47; R2: 1,51 ± 0,13; R3: 1,51 ± 0,06 had an unreal effect on feed conversion (P<0.05). The addition of feed additives in feed is able to replace the antibotic role in optimizing feed conversion and harvest weight. |