Artikelilmiahs

Menampilkan 31.601-31.620 dari 50.039 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3160134826J1C017031DEIKSIS BAHASA JEPANG DAN TERJEMAHANNYA DALAM BAHASA INDONESIAPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk deiksis persona bahasa Jepang serta mendeskripsikan padanan deiksis persona bahasa Jepang dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan teori pragmatik dan teori terjemahan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah drama Kakegurui Live Action Season 2. Sedangkan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kutipan dialog yang mengandung deiksis persona. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak catat sebagai teknik pengumpulan data. Dalam drama Kakegurui Live Action Season 2 ditemukan 113 data yang mengandung deiksis persona dan terdapat kesepadanan serta ketidaksepadanan dalam penerjemahan dalam bahasa sumber ke bahasa sasaran.The aims of this study are to describe the form of Japanese person deixis and to describe the equivalent of Japanese deixis into Indonesian. This study used pragmatic and translation theories. Drama Kakegurui Live Action Season 2 is used as the data source. The data that used in this study is a dialogue excerpt that contained person deixis. Descriptive qualitative is used as a research method and note-taking technique as a data collection technique. As a result, there are 113 data that contained person deixis and there are equivalent and non-equivalent deixis translations from the source language into the target language.
3160234828J1D015035PENGARUH SIKAP TOKOH PEREMPUAN DALAM NOVEL ENTROK KARYA OKKY MADASARI TERHADAP EKSISTENSI BUDAYA PATRIARKI: KAJIAN FEMINISME DALAM PEMBELAJARAN KELAS XI SMAABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk sikap tokoh perempuan dalam novel Entrok. Penelitian ini berbentuk deskriptif analitik, data yang digunakan yaitu penggalan novel Entrok yang menggambarkan sikap perempuan yang mempengaruhi eksistensi budaya patriarki. Pengumpulan data tersebut menggunakan metode baca, simak, catat (BSC) dengan teknik analisis isi.
Berdasarkan pengumpulan data yang dilakukan, peneliti menemukan 10 penggalan novel yang menggambarkan pengaruh sikap tokoh perempuan terhadap eksistensi budaya patriarki. Data tersebut menggambarkan 5 sikap tokoh perempuan dan 5 pengaruhnya terhadap eksistensi budaya patriarki. Sikap tokoh perempuan tersebut dianalisis berdasarkan landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini kemudian dikorelasikan dengan pengaruh yang muncul terhadap eksistensi budaya patriarki dalam novel Entrok.
Penelitian ini relevan dengan kompetensi dasar (KD) yang diajarkan dikelas XI SMA yaitu KD. 3.11 Menganalisis pesan dari satu buku fiksi yang dibaca. Novel Entrok dapat direlevansikan sebagai bahan ajar kelas XI SMA karena dalam novel ini banyak mencerminkan pesan-pesan moral dan perilaku kehidupan sehari-hari yang dapat diaplikasikan siswa. Oleh karena itu, melalui analisis pengaruh sikap tokoh perempuan dalam novel Entrok terhadap eksistensi budaya patriarki termasuk ke dalam menganalisis pesan dari suatu buku fiksi yang dibaca.
ABSTRACT

This study aims to analyze the attitude of the female character in the novel Entrok. This research is in the form of analytical descriptive, the data used is a fragment of the novel Entrok which describes the attitudes of women that affect the existence of patriarchal culture. The data collection used the read, listen, note (BSC) method with content analysis techniques.
Based on the data collection conducted, the researchers found 10 fragments of novels that describe the influence of female characters' attitudes on the existence of patriarchal culture. The data describes 5 attitudes of female figures and their 5 effects on the existence of patriarchal culture. The attitude of the female character is analyzed based on the theoretical basis used in this study and then correlated with the influence that appears on the existence of patriarchal culture in the novel Entrok.
This research is relevant to the basic competencies (KD) taught in class XI SMA, namely KD. 3.11 Analyze the message of a fiction book that is read. Entrok novels can be relevant as teaching materials for class XI SMA because in this novel many reflect the moral messages and behavior of everyday life that can be applied by students. Therefore, through analyzing the influence of the female character's attitude in the novel Entrok on the existence of patriarchal culture, including analyzing the message of a fiction book that is read.
Keywords: feminism, the influence of female character attitudes, patriarchy
3160334829E1A016262PENERAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) BERDASARKAN PASAL 74 UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DI PT. ARISAMANDIRI PRATAMA SEMARANGKeberadaan suatu perusahaan mempunyai arti penting dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitarnya, namun di lain sisi dapat merusak lingkungan sekitar. Negara mengatur tentang hal ini dengan mengeluarkan pengaturan tentang Corporate Social Responsibility atau CSR dalam Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas. Pasal tersebut dalam prakteknya mempunyai beberapa hambatan dalam penerapannya karena tidak semua perusahaan melaksanakannya.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif yaitu penelitian hukum yang meneliti bahan pustaka (data sekunder) disertai data primer sebagai pendukung. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah normatif kualitatif yaitu pembahasan dan penjabaran yang disusun secara logis terhadap hasil penelitian dengan norma kaidah maupun teori hukum yang relevan.
Hasil penelitian Penerapan Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas di PT. Arisamandiri Pratama Semarang memperoleh hasil sebagai berikut: PT. Arisamandiri Pratama Semarang sebagai perusahaan yang kegiatan usahanya di bidang Industria telah melaksanakan Corporate Social Responsibility berdasarkan SK Direksi Direksi PT. Arisamandiri Pratama Nomor 05.J/13/AP/2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Community Development, dan SK Direksi PT Arisamandiri Pratama Nomor 20.J/AP/2014 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, maka dalam rangka penerapan CSR telah sesuai dengan ketentuan Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas.
The existence of a company has an important meaning in the economic growth of the surrounding community, but on the other hand it can damage the surrounding environment. The state regulates this matter by issuing regulations on Corporate Social Responsibility or CSR in Article 74 of Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies. The article in practice has several obstacles in its application because not all companies implement it.
This study uses a normative juridical approach, namely legal research that examines library materials (secondary data) accompanied by primary data as support. The analytical method used in this research is qualitative normative, namely the discussion and explanation that is arranged logically on the research results with relevant legal norms and theories.
The results of the research on the application of Article 74 of Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies at PT. Arisamandiri Pratama Semarang obtained the following results: PT. Arisamandiri Pratama Semarang as a company whose business activities are in the industrial sector has implemented Corporate Social Responsibility based on the Decree of the Board of Directors of the Board of Directors of PT. Arisamandiri Pratama Number 05.J/13/AP/2013 concerning Guidelines for the Implementation of Community Development, and the Decree of the Board of Directors of PT Arisamandiri Pratama Number 20.J/AP/2014 concerning Social and Environmental Responsibility, in the context of implementing CSR in accordance with the provisions of Article 74 Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies..
3160434830J1C017008GASTRONOMI RAMEN PADA ANIME RAMEN DAISUKI KOIZUMI-SANPenelitian ini membahas tentang gastronomi dalam anime Ramen Daisuki Koizumi-san. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gastronomi ramen dan budaya Jepang yang tercermin pada anime Ramen Daisuki Koizumi-san. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif. Pada penelitian ini, data yang digunakan adalah berupa penggalan percakapan atau dialog, monolog dari tokoh dan tangkapan layar dari adegan yang ada dalam anime Ramen Daisuki Koizumi-san. Selanjutnya, pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara simak dan catat. Data kemudian diidentifikasi dan dianalisis menggunakan perspektif gastronomi, yang berfokuskan pada ramen yang ada pada anime Ramen Daisuki sebagai objek penelitian. Hasil penelitian ini menemukan adanya beberapa peristiwa gastronomi yang terdapat pada anime Ramen Daisuki Koizumi-san. Unsur gastronomi ramen yang terdapat dalam penelitian meliputi (1) aspek seni yang berjumlah 20 data, (2) aspek makanan terdapat 17 data, dan (3) aspek budaya terdapatkan 15 data. Setelah ditemukan unsur gastronomi dalam animen Ramen Daisuki Koizumi-san kemudian penelitian ini juga terdapat budaya Jepang seperti Me de taberu, Washoku, Shokuiku dan Budaya Slurp yang ada pada anime Ramen Daisuki Koizumi-san.This research is discusses about gastronomy in the anime Ramen Daisuki Koizumi-san. This study aims to describe the gastronomy of ramen and Japanese culture as reflected from the anime Ramen Daisuki Koizumi-san. This research is a qualitative descriptive research. In this study, the data used are in the form of fragments of conversation or dialogue, monologues of characters and screenshots of scenes in the anime Ramen Daisuki Koizumi-san. The data analysis technique used is the listening technique followed by the note-taking technique. The data are then identified and analyzed using a gastronomic perspective, which focuses on the ramen in the Ramen Daisuki Koizumi-san anime as the object of research. The results of this study found that there were several gastronomic elements in the Ramen Daisuki Koizumi-san anime. The gastronomic elements of ramen contained in the study include include (1) there are 20 data on the art aspect, (2) 17 data on the food aspect, and (3) 15 data on the cultural aspect. After finding gastronomic elements in Ramen Daisuki Koizumi-san, this study also included Japanese culture, such as Me de taberu, Washoku, Shokuiku and Slurp Culture in anime Ramen Daisuki Koizumi-san.
3160534190A1H014052Evaluasi Kinerja Pengelolaan Irigasi Di Daerah Irigasi Karangnangka Kecamatan Kedung Banteng Kabupaten BanyumasIrigasi merupakan salah satu media penunjang pemanfaatan sumber daya air yang berfungsi sebagai penyedia, pengatur dan penyalur air untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian. Dalam suatu sistem irigasi terdapat beberapa komponen yang harus terpenuhi agar seluruh aset dalam sistem irigasi selau terpelihara dan memberikan pelayanan yang berkelanjutan bagi pengguna air irgasi dan jaringan irigasi, komponen tersebut meliputi sarana dan prasarana irigasi, air irigasi, manajemen irigasi, kelembagaan pengelolaan irigasi, dan sumber daya manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui besarnya pengaruh dari lima pilar irigasi terhadap kinerja sistem irigasi di Daerah Irigasi Karangnangka, mengetahui besarnya kotribusi dari lima pilar irigasi terhadap terhadap kinerja sistem irigasi di Daerah Irigasi Karangnangka.
Metode yang digunakan yaitu analisis regresi ganda dengan menggunakan lima variabel ketersediaan air irigasi, sarana dan prasarana irigasi, sistem pengelolaan irigasi, institusi pengelola irigasi dan sumber daya manusia pengelola irigasi.
Hasil penelitian kinerja irigasi mendapatkan hasil bahwa variabel ketersediaan air irigasi memberikan pengaruh sebesar sebesar 15,8%, variabel institusi pengelola irigasi memberikan pengaruh sebesar 7,8%, dan sumber daya manusia memberikan pengaruh sebesar 28,5%, variabel sarana dan prasarana sebesar memberikan pengaruh sebesar -13,4% dan variabel sistem pengelolaan irigasi memberikan pengaruh sebesar -3,1% sedangkan untuk kontribusi semua variabel secara bersama-sama terhadap kinerja irigasi yaitu sebesar 14%.
Irrigation is one of the supporting media for the use of water resources that functions as a provider, regulator and distributor of water to meet the needs of agricultural land. In an irrigation system there are several components that must be fulfilled so that all assets in the irrigation system are always maintained and provide sustainable services for users of irrigation water and irrigation networks, these components include irrigation facilities and infrastructure, irrigation water, irrigation management, irrigation management institutions, and human Resources. The purpose of this study was to determine the magnitude of the influence of the five pillars of irrigation modernization on the performance of the irrigation system in the Karangnangka Irrigation Area, to determine the contribution of the five irrigation pillars to the performance of the irrigation system in the Karangnangka Irrigation Area.
The method used is multiple regression analysis using five variables of irrigation water availability, irrigation facilities and infrastructure, irrigation management systems, irrigation management institutions and irrigation management human resources.
The results of the irrigation performance research show that the irrigation water availability variable has an effect of 15.8%, the irrigation management institution variable has an influence of 7.8%, and human resources has an influence of 28.5%, the facilities and infrastructure variables provide the effect is -13.4% and the irrigation management system variable has an effect of -3.1% while the contribution of all independent variables together to the irrigation performance is 14%.
3160635431E1A016280KESADARAN HUKUM PEDAGANG PASAR TERHADAP PENCEGAHAN COVID-19 BERDASARKAN PERATURAN DAERAH NOMOR 2 TAHUN 2020 TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PENYAKIT DI KABUPATEN BANYUMAS (Studi Kasus di Pasar Wage Purwokerto)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran hukum pedagang pasar terhadap pencegahan covid-19 dan pengaruh faktor kedisiplinan, fasilitas dan lingkungan kerja terhadap kesadaran hukum pedagang pasar terhadap pencegahan covid-19. Penelitian ini mengunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini berlokasi di Pasar Wage Purwokerto dengan responden sebanyak 50 (lima puluh) orang pedagang pasar. Pengambilan sampel penelitian menggunakan simple random sampling. Jenis sumber data meliputi data primer dan sekunder yang diperoleh dengan menggunakan metode angket, dokumenter dan kepustakaan. Data yang terkumpul diolah menggunakan teknik coding, editing, dan tabulasi kemudian disajikan secara naratif dan tabel data. Analisis data kuantitatif mengunakan metode statistik sederhana, sedangkan analisis data kualitatif menggunakan metode analisis isi dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran hukum pedagang pasar terhadap pencegahan covid-19 di Pasar Wage Purwokerto adalah tinggi. Hal ini dibuktikan dengan indikator-indikator yaitu tingginya tingkat pengetahuan pedagang pasar terhadap pencegahan Covid-19, tingginya tingkat pemahaman pedagang pasar terhadap pencegahan Covid-19, banyaknya sikap setuju pedagang pasar terhadap pencegahan Covid-19 dan banyaknya perilaku pedagang pasar yang sesuai dengan pencegahan Covid-19. Faktor kedisiplinan, fasilitas dan lingkungan kerja pedagang pasar cenderung berpengaruh secara positif terhadap tingkat kesadaran hukum pedagang pasar terhadap pencegahan covid-19, artinya semakin tinggi kedisplinan, semakin baik fasilitas dan lingkungan kerja pedagang pasar maka semakin tinggi pula tingkat kesadaran hukum pedagang pasar terhadap pencegahan covid-19.This study aims to determine the level of legal awareness of market traders on the prevention of covid-19 and the influence of discipline factors, facilities and work environment on the legal awareness of market traders on the prevention of covid-19. This study uses quantitative research methods with a sociological juridical approach and descriptive research specifications. This research is located in Pasar Wage Purwokerto with 50 (fifty) market traders as respondents. The research sample was taken using simple random sampling. Types of data sources include primary and secondary data obtained using the questionnaire, documentary and library methods. The collected data is processed using coding, editing, and tabulating techniques and then presented in a narrative and data table. Quantitative data analysis used simple statistical methods, while qualitative data analysis used content analysis and comparison analysis methods. The results showed that the level of legal awareness of market traders regarding the prevention of covid-19 in Purwokerto's Wage Market was high. This is evidenced by the indicators, namely the high level of knowledge of market traders regarding the prevention of Covid-19, the high level of understanding of market traders regarding the prevention of Covid-19, the large number of agreeable attitudes of market traders towards the prevention of Covid-19 and the large number of behavior of market traders in accordance with the prevention of Covid. -19. Discipline factors, facilities and the work environment of market traders tend to have a positive effect on the level of legal awareness of market traders for the prevention of covid-19, meaning that the higher the discipline and facilities and the better the working environment of market traders, the higher the level of legal awareness of market traders towards preventing covid. -19.
3160734844F1B017016Manajemen Dana Zakat Pada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banyumas Dalam Upaya Pengentasan KemiskinanPermasalahan kemiskinan masih menjadi topik utama bagi negara dunia ketiga, terutama dalam masa pandemi Covid-19. Melihat hal tersebut, BAZNAS Kabupaten Banyumas turut berupaya dalam mengentaskan kemiskinan melalui pengelolaan dana zakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen dana zakat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyumas dalam upaya pengentasan kemiskinan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif deskriptif, dengan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling.Untuk pengumpulan data, Penelitimelakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa telah ada mekanisme manajemen yang memenuhi lima aspek dalam pengelolaan dana zakat. Hal tersebut dapat dilihat dari adanya perencanaan jangka pendek dan jangka panjang, penyusunan prosedur dalam pengelolaan dana zakat, pembentukan struktur organisasi dengan desain struktur fungsional yang pembagian beban tugasnyadisesuaikan dengan kapasitas sumber daya manusia dan bidangnya. Tahap pelaksanaan pengelolaan dana zakat juga sudah dilakukan dengan baik, arahan dan komunikasi yang terbuka serta tingkat pelaksanaan yang berjalan dengan baik di UPZ serta di lingkup pengurus BAZNAS. Pengawasan yang dilakukan terdiri dari pengawasan internal dan eksternal. Evaluasi beberapa tahun terakhir,penerimaan, pendistribusian, dan kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS Kabupaten Banyumas mengalami tren positif.
Poverty still become one of the main topics for developing countries, especially during the COVID-19 pandemic. This makes BAZNAS of Banyumas Regency to participate in alleviating poverty through the management of zakat funds.The aim of this study was to describe the management of zakat funds from Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) of Banyumas Regency in an effort to alleviate poverty. This study used descriptive qualitative methods and used purposive sampling and snowball sampling for the selection of informants. For data collection, the writer conducted interviews, observations, and documentation.
The results of this study indicated that there is a mechanism that fulfills five aspects in the management of zakat funds. This can be seen from the existence of short-term and long-term planning, preparation of procedures in the management of zakat funds, and the formation of an organizational structure with a functional structure design whose division of tasks is adjusted to the capacity of human resources and their fields.In addition, the implementation stage of zakat fund management had also been carried out well, it can be seen from the direction, open communication, and the level of implementation that is going well in UPZ and within the scope of the BAZNAS management.The supervision carried out by BAZNAS Banyumas Regency consists of internal and external supervision. In the evaluation over the past few years, BAZNAS Banyumas Regency experienced a positive trend in increasing fund receipts, distribution of funds, and public trust in BAZNAS in managing zakat funds.
3160834831A1H014031UJI PERFORMANSI ALAT TANAM PADI MANUAL (MANUAL RICE TRANSPLANTER) PADA BEBERAPA TINGKAT PELUMPURAN LAHAN DAN UMUR BIBIT PADI
Penanaman adalah kegiatan penting dalam budidaya padi. Pada tahun 2018 Kurniawan melakukan penelitian alat tanam padi manual yang disesuaikan dengan kebiasaan para petani di Indonesia. Penggunaan alat tanam padi manual dapat meningkatkan efisiensi dalam pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk : 1) Mengevaluasi kinerja alat tanam padi manual dan 2) Mengetahui kemampuan kerja alat tanam padi manual pada berbagai tingkat pelumpuran lahan dan umur bibit padi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan alat tanam padi manual untuk mengetahui kinerja alat dengan menentukan beberapa tingkat pelumpuran (antara 80-85%, 85-90%, dan 90-95%) dan umur bibit padi (15 hss,20 hss, dan 25 hss), variabel yang diamati yaitu jarak tanam dalam baris, jumlah bibit per lubang, kedalaman tanam, dan efisiensi lapang alat tanam padi manual. Hasil uji lapang menunjukan jarak tanam dalam baris adalah 27,08 cm dan jumlah bibit per lubang 2 batang pada umur bibit padi 25 hss (hari setelah semai) pada indeks pelumpuran 80-85%, kedalaman tanam 4,16 cm pada umur bibit 20 hss (hari setelah semai) di indeks pelumpuran 85-90%, dan efisiensi sebesar 53,02% pada umur bibit 15 hss (hari setelah semai) di indeks pelumpuran 85-90%. Berdasarkan hasil uji lapang, alat tanam padi manual pada indeks pelumpuran 85-90 %, menghasilkan efisiensi lapang alat tanam padi manual (manual rice transplanter) tertinggi yaitu 53,02 %.
Planting is an important activity in rice cultivation. In 2018 Kurniawan conducted research on manual rice planting tools that were adapted to the habits of farmers in Indonesia. The use of manual rice planting tools can increase efficiency in agriculture. The aims of this study were to: 1) evaluate the performance of manual rice planting equipment and 2) determine the working ability of manual rice planting equipment at various levels of soil mudding and the age of rice seedlings. Data collection was carried out using a manual rice planting tool to determine the performance of the tool by determining several levels of silting (between 80-85%, 85-90%, and 90-95%) and the age of rice seedlings (15 DAS, 20 DAS, and 25 DAS ), the variables observed were spacing in rows, number of seeds per hole, planting depth, and field efficiency of manual rice planting equipment. The results of the field test showed that the spacing in rows was 27.08 cm and the number of seeds per hole was 2 stems at the age of 25 days after sowing (days after sowing) at a puddling index of 80-85%, planting depth of 4.16 cm at a seedling age of 20 days after planting. (days after sowing) at a puddling index of 85-90%, and an efficiency of 53.02% at a seedling age of 15 days after sowing (days after sowing) at a puddling index of 85-90%. Based on the results of the field test, the manual rice transplanter at the puddling index was 85-90%, resulting in the highest field efficiency of the manual rice transplanter, which was 53.02%.

3160935432E1A018203PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN ATAS PERBUATAN CURANG PELAKU USAHA PERTAMINI DALAM MEMPERDAGANGKAN BAHAN BAKAR MINYAK BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN
(STUDI PUTUSAN NOMOR 84/Pid.Sus/2020/PN Wat)
Tingkat penggunaan kendaraan bermotor yang tinggi oleh masyarakat semakin meningkatkan konsumsi bahan bakar minyak sehingga beberapa pihak membuka usaha Pertamini sebagai suatu peluang usaha meski hanya bermodalkan mesin pengisian bahan bakar saja tanpa disertai izin usaha maupun penerapan standar pengisian yang telah ditetapkan dalam penjualan bahan bakar minyak. Berlakunya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen diharapkan dapat menjamin perlindungan hukum bagi konsumen di Indonesia. Penulis tertarik untuk meneliti bagaimana perlindungan hukum terhadap konsumen atas perbuatan curang pelaku usaha pertamini dalam memperdagangkan bahan bakar minyak berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Studi Putusan Nomor 84/Pid.Sus/2020/PN Wat).
Metode pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, buku-buku literatur, artikel, jurnal dan dokumen resmi dengan cara studi pustaka, yaitu menginventarisasi data-data tersebut yang kemudian diidentifikasi dan dipelajari yang kemudian disajikan dalam bentuk uraian sistematis, logis dan rasional. Metode analisis bahan hukum adalah dengan menggunakan metode analisis normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dimas Sigit Yulianto selaku pelaku usaha Pertamini telah bersalah karena melanggar ketentuan Pasal 8 huruf a dan i Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen meskipun hakim kurang mempertimbangkan pelaku usaha juga melanggar ketentuan Pasal 23 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak Dan Gas Bumi dan Pasal 16 ayat (1) Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 13 Tahun 2018 Tentang Kegiatan Penyaluran Bahan Bakar Minyak, Bahan Bakar Gas Dan Liquefled Petroleum Gas.
The high level of use of motorized vehicles by the public has increasingly increased the consumption of fuel oil, so that several parties have opened Pertamini businesses as a business opportunity, even though they only have a refueling machine without a business license or application of filling standards that have been set in selling fuel oil. The enactment of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection is expected to guarantee legal protection for consumers in Indonesia. The author is interested in researching how the legal protection of consumers for the fraudulent acts of Pertamina's business actors in trading fuel oil based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection (study of decision number 84/Pid.Sus/2020/PN Wat).
The approach method used is a normative juridical approach. The data used is secondary data in the form of laws and regulations, literature books, articles, journals and official documents by means of a literature study, namely an inventory of these data which is then identified and studied which is then presented in the form of a systematic, logical and rational description. The method of analyzing legal materials is by using a qualitative normative analysis method.
The results showed that Dimas Sigit Yulianto as a Pertamini business actor was guilty of violating the provisions of Article 8 letters a and i of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection even though the judge did not consider business actors also violated the provisions of Article 23 paragraph (1) and (2 ) Law Number 22 of 2001 concerning Oil and Natural Gas and Article 16 paragraph (1) of the Regulation of the Minister of Energy and Mineral Resources (ESDM) Number 13 of 2018 concerning the Distribution of Oil Fuel, Gas Fuel and Liquefled Petroleum Gas.
3161034843A1D017145UJI APLIKASI JAMUR PATOGEN GULMA PADA GULMA DAUN SEMPIT DI LAPANGGulma merupakan masalah utama sejak awal persiapan penanaman sampai menjelang panen pada budidaya tanaman. Keberadaan gulma di tengah tanaman budidaya dapat memberikan dampak kerugian besar. Pengendalian gulma menggunakan herbisida kimia sintetik dapat menimbulkan dampak negatif, sehingga memerlukan alternatif pengendalian gulma dengan memanfaatkan jamur patogen gulma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan jamur patogen gulma dalam menginfeksi beberapa jenis gulma berdaun sempit di lapang. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan dan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman pada Oktober 2020 hingga Mei 2021. Rancangan percobaan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 12 kombinasi perlakuan dengan dua faktor utama yaitu tiga jenis jamur patogen (Chaetomium sp., Fusarium sp., dan Curvularia sp.) dan tiga jenis gulma (Cynodon dactyon, Cyperus rotundus, dan Imperata cylindrica) serta ulangan tiga kali. Variabel yang diamati adalah intensitas penyakit, laju infeksi, area under diseases progress curve (AUDPC), tinggi tanaman, jumlah daun, serta bobot segar dan kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi jamur patogen infektif untuk menginfeksi ketiga jenis gulma daun sempit di lapang dengan tingkat intensitas tertinggi yaitu jamur patogen Curvularia sp. dengan intensitas penyakit 82,67%, dan AUDPC 72,94% lebih tinggi dibandingkan kontrol. Ketiga jamur patogen tidak menunjukkan hasil yang signifikan untuk dapat menekan bobot segar, bobot kering, tinggi tanaman dan jumlah daun. Gulma Cyperus rotundus merupakan yang paling rentan mengalami kerusakan akibat aplikasi jamur patogen dengan intensitas penyakit sebesar 18,84% dan AUDPC sebesar 39,57%.Weeds are a major problem from the beginning of planting preparation until before harvest in plant cultivation. The presence of weeds in cultivated plants can have a large loss impact. Weed control with herbicides can have a negative impact, thus an alternative weed control was required by the use of weed pathogenic fungi. This research aimed to determine the ability of weed pathogenic fungi to infect several narrow leaf weeds in the field. This research was carried out in the experimental field and in the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University from October 2020 to May 2021. A factorial randomized block design was used with 12 treatment combinations with two main factors, namely three fungal pathogens (Chaetomium sp., Fusarium sp., and Curvularia sp.) and three narrow leaf weeds (Cynodon dactyon, Cyperus rotundus, and Imperata cylindrica) and replicated three times. Variables observed were disease intensity, infection rate, area under disease progress curve (AUDPC), plant height, number of leaves, and plant fresh and dry weight. The results showed that the application of infective pathogenic fungi to infect three types of narrow leaf weeds in the field with the highest intensity level, namely the pathogenic fungus Curvularia sp. with disease intensity 82.67%, and AUDPC 72.94% higher than control. The three pathogenic fungi did not show significant results in suppressing fresh weight, dry weight, plant height and number of leaves.weed Cyperus rotundus was the most susceptible to damage due to application of pathogenic fungi with disease intensity of 18.84% and AUDPC of 39.57%.
3161134855H1B016028NILAI PENETRASI AIR PADA BETON MUTU 40 MPA YANG MENGGUNAKAN BAHAN PENGIKAT ORDINARY PORTLAND CEMENT DAN BAHAN TAMBAH CALCIUM STEARATEBeton merupakan material yang sering dipakai pada bangunan sipil karena kuat tekannya yang tinggi dan memiliki durabilitas yang baik. Material ini tidak sepenuhnya impermeable terhadap penetrasi air karena terbentuknya jutaan kapiler pada saat proses pembuatan beton. Senyawa korosif masuk bersama air melalui kapiler ini. Oleh karena itu diperlukan bahan tambah yang bisa memperbaiki sifat fisik beton. Penggunaan calcium stearate telah terbukti mampu menurunkan serangan korosi melalui uji korosi dipercepat. Sayangnya masih jarang penelitian yang menguji infiltrasi air ke dalam beton menggunakan permeabilitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan calcium stearate terhadap nilai penetrasi air. Dosis calcium stearate yang digunakan yaitu 0, 1, 2 dan 3% dari berat semen. Mutu beton yang digunakan adalah 40 MPa. Benda uji berupa kubus dengan sisi 15x15x15 cm. Hasil penelitian menunjukan adanya penurunan nilai penetrasi air akibat penambahan calcium stearate. Nilai penetrasi pada masing-masing kadar calcium stearate 0, 1, 2 dan 3% adalah sebesar 1.27, 1.07, 0.93 dan 0.70 cm. Hal ini menunjukan bahwa calcium stearate dapat menurunkan penetrasi air ke dalam beton.Concrete is the material often used in civil buildings due to its high compressive strength and good durability. However, it is not completely impermeable due to the formation of millions of capillaries during the manufacturing process, thereby allowing the passage of corrosive compounds with water. This means additional materials are needed to improve its physical properties with calcium stearate discovered to have the ability to reduce corrosion attacks through the use of accelerated corrosion tests. Meanwhile, there are limited studies conducted to test the ability of this material to resist the penetration of water into the concrete. Therefore, this research was focused on determining the effect of calcium stearate added to concrete on the water penetration value. The dosages of calcium stearate are 0, 1, 2 and 3% by weight of cement. The concrete grade used in this study is 40 MPa. The specimens is cube with 15 cm of sides. The results showed a decrease in the value of water penetration due to the addition of calcium stearate as indicated by the values of 1.27 cm, 1.07 cm, 0.93 cm, and 0.70 cm for 0, 1, 2, and 3%, respectively. Finally, it was concluded that calcium stearate has the ability to reduce water penetration into the concrete.
3161234869F1B017036INOVASI PELAYANAN PUBLIK DALAM PELAYANAN KEPENDUDUKAN
DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL (DISDUKCATPIL)
KABUPATEN PEMALANG
Inovasi pelayanan publik dilatar belakangi karena adanya perubahan jaman dimasyarakat yang saat ini memasuki era Revolusi Industri 4.0 atau era digital yang mengakibatkan meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap perbaikan dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis inovasi pelayanan publik dalam pelayanan kependudukan di Disdukcatpil Kabupaten Pemalang melalui Lakone (Layanan Kependudukan Online). Penelitian ini menggunakan konsep inovasi oleh Paul Windrum (2008). Pemilihan informan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, dokumentasi, dan observasi. Sedangkan metode penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam setiap dimensi inovasi menurut konsep Paul Windrum, inovasi pelayanan publik yang dilakukan Disdukcatpil Kabupaten Pemalang telah memenuhi sebagian besar dimensi namun terdapat satu dimensi yang tidak terpenuhi yaitu dimensi inovasi administratif dan organisasional karena Disdukcatpil Kabupaten Pemalang belum menyediakan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang jelas dan tidak adanya perubahan pada struktur organisasi. Selain itu, dalam kriteria keterlibatan masyarakat juga kurang dikarenakan Disdukcatpil Kabupaten Pemalang masih kurang responsif dalam menanggapi kritik, saran dan masukan yang disampaikan masyarakat.Public service innovation is motivated by the changing times in society which is currently entering the era of the Industrial Revolution 4.0 or the digital era which has resulted in increased public demands for improvement of the quality of public services. The purpose of this study was to anlyze public service innovations in population service at the Disdukcatpil Pemalang Regency through Lakone (Online Population Services). This study uses concept of innovation by Paul Windrum (2008). Selection of informants using purposive sampling and snowball sampling. Collecting data using interview documentation, and observation methods. While the research method uses descriptive qualitative research methods. The results of this study indicate that in each dimension of innovation, according to Paul Windrum’s concept, public service innovation carried out by the Disdukcatpil Pemalang Regency has fulfilled most of the dimensions but there is one dimension that is not fulfilled, namely the administrative and organizational innovation dimensions because Disdukcatpil Pemalang Regancy has not provided SOP’s (Standard Operating Procedures) is clear and there is no change in the organizational structure. In addition, the criteria for community involvement are also lacking because the Disdukcatpil Pemalang Regency is still not responsive in responding to criticism, suggestions and input submitted by the community.
3161334832E1A016064TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA TERHADAP KONSUMEN PEMBELIAN GAS ELPIJI 12 KG BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PUTUSAN PENGADILAN NEGERI SLAWI NOMOR 75/PID.SUS/2018/PN.SLWUndang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen menjamin perlindungan terhadap konsumen, namun belum sepenuhnya dapat terealisasi di negara Indonesia. Kebutuhan terhadap gas elpiji di Indonesia terus meningkat, sehingga meningkat pula persaingan usaha, hal ini memicu persaingan tidak sehat dari pelaku usaha gas elpiji yang dapat merugikan Konsumen. Perdagangan gas elpiji tidak sesuai timbangan oleh pelaku usaha terjadi di Slawi dalam Putusan Pengadilan Negeri Slawi Nomor 75/Pid.Sus/2018/PN.Slw. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tanggung jawab pelaku usaha terhadap konsumen pembelian gas elpiji 12 kg berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 dalam Putusan Pengadilan Negeri Slawi Nomor 75/Pid.Sus/2018/PN.Slw. Metode yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Metode data dalam penelitian ini adalah normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dalam Putusan Pengadilan Negeri Slawi Nomor: 75/Pid.Sus/2018/PN.Slw, diperoleh kesimpulan bahwa pertanggungjawaban pelaku usaha adalah pertanggungjawaban pidana. Hakim dalam putusanya menggunakan Pasal 62 ayat (1) jo Pasal 8 ayat (1) huruf c Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP untuk menjerat Pelaku Usaha.
Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection guarantees the protection of consumers, but it has not been fully realized in Indonesia. The need for LPG continues to increase in Indonesia, thus increasing business competition, this triggers unfair competition from LPG gas business actors which can harm consumers. LPG trade that does not match the scales by business actors occurs in Slawi in the Decision of the Slawi District Court Number 75/Pid.Sus/2018/PN.Slw.. The purpose of this study is to determine the responsibility of business actors to consumers purchasing 12 kg LPG based on Law Number 8 of 1999 in the Decision of the Slawi District Court Number 75/Pid.Sus/2018/PN.Slw. The method used is normative juridical approach with a statutory approach. The data used in this study is secondary. The data method in this research is qualitative normative.
Based on the results of the research in the Decision of the Slawi District Court Number: 75/Pid.Sus/2018/PN.Slw, it is concluded that the responsibility of business actors is criminal liability. The judge in his decision used Article 62 paragraph (1) in conjunction with Article 8 paragraph (1) letter c of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection in conjunction with Article 55 paragraph (1) of the 1st Criminal Code to ensnare Business Actors.
3161434833D1B019001ANALISIS BREAK EVEN POINT DAN RENTABILITAS USAHA SUSU KAMBING PE RAS KALIGESING DI KECAMATAN KALIGESING (Studi Kasus di 4 Desa, Kecamatan Kaligesing )
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui break even point produk, break even point harga dan rentabilitas usaha susu kambing perah PE Kaligesing dimana metode yang digunakan adalah responden diambil secara sensus terhadap peternak yang mengusahakan susu kambing perah. Penelitian dilakukan pada tanggal 4 Juni 2021 – 11 Juni 2021. Data diambil dengan metode wawancara menggunakan panduan kuisioner yang telah disiapkan sebelumnya. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif terhadap hasil perhitungan BEP dan rentabilitas usaha. Untuk mengetahui perbedaan BEP dan rentabilitas pada skala usaha berbeda, dilakukan uji beda, dari hasil perhitungan diperoleh break even point produk dan harga pada skala usaha kecil yaitu 259 liter dan Rp. 8.237, untuk skala usaha besar didapat hasil 546 liter dan Rp. 5.952, nilai rentabilitas pada skala usaha kecil dan besar didapat nilai 10% dan 34%, serta analisis uji beda pada kedua skala usaha berdasarkan Break Even Point Produk, Break Even Harga dan Rentabilitas tidak terdapat perbedaan. Kesimpulan penelitian ini adalah Break even point produk, break even point harga dan rentabilitas usaha pada skala kecil dan skala besar relatif sama, demikian juga dengan nilai rentabilitasnya, kedua usaha skala tersebut sudah baik.This study aims to determine the product break even point, price break even point and rentability of the PE Kaligesing Goat Milk Business where the method used is a census of dairy goat farmers dairy goats' milk. The study was conducted on June 4, 2021 – June 11, 2021. Data were collected using the interview method using a previously prepared questionnaire guide. The analysis used is a descriptive analysis of the results of the calculation of BEP and business rentability. To find out the difference between BEP and rentability on different business scales, a different test was carried out. From the calculation results, the product break even point and price on a small scale business were 259 liters and Rp. 8.237, for large-scale businesses the results are 546 liters and Rp.5.952, the value of rentability on small and large scale businesses obtained values of 10% and 34%, and the analysis of the difference test on both business scales based on Break Even Point Products, Break Even Prices and Rentability there is no difference. The conclusion of this study break even point product and break even point price point on both scales is relatively the same, as well as the rentability value, both scale businesses are good.
3161534834F1A018065SI MISKIN DALAM MEDIA
(ANALISIS ISI REPRESENTASI HABITUS KELAS BAWAH DALAM PROGRAM "ORANG PINGGIRAN" TRANS7)
Artikel ini merupakan penelitian yang menggambarkan habitus kelas bawah dalam tayangan “Orang Pinggiran” Trans7. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis isi kuantitatif. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan sampel jenuh yakni 137 tayangan “Orang Pinggiran” yang diakses melalui akun Youtube ”TRANS7 OFFICIAL”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tayangan “Orang Pinggiran” lebih sering menampilkan orang tua sebagai tokoh utama dan anak-anak sebagai tokoh pendamping. Habitus kelas bawah yang ditampilkan mulai dari pekerjaan, kondisi tempat tinggal, kondisi fisik, hingga sifat yang dimiliki. Bekerja sebagai penjual makanan keliling, buruh harian lepas, dan penjual kerajinan tangan yang waktu kerjanya tidak menentu dan penghasilannya juga tidak menentu. Serta, tinggal di desa dengan kondisi tempat tinggal rumah semi permanen yang sudah usang dan kondisi keluarga tidak lengkap menjadi habitus kelas bawah yang dicirikan sebagai orang pinggiran . Selain itu, pekerja keras dan pantang menyerah, dan selalau bersyukur dan ikhlas merupakan sifat positif kelas bawah yang juga ditampilkan dalam tayangan “Orang Pinggiran”. Jadi, semua habitus yang muncul dalam alur cerita tayangan “Orang Pinggiran” menggambarkan ciri hidup kelas bawah.This article is a research that describes the habitus of the lower class in Trans7's "Orang Pinggiran" program. This research was conducted using quantitative content analysis method. The sampling technique used in this study was census sampling, namely 137 "Orang Pinggiran" shows which were accessed through the "TRANS7 OFFICIAL" Youtube account. The results of the study show that the "Orang Pinggiran" show more often shows parents as the main character and children as the companion character. The lower class habits that are displayed start from work, living conditions, physical conditions, to their characteristics. Working as a food seller, casual daily laborer, and handicraft seller whose working hours are uncertain and their income is also uncertain. In addition, living in a village with semi-permanent housing conditions that are outdated and family conditions are incomplete has become a lower class habitus which is characterized as marginal people. In addition, hardworking and unyielding, and always grateful and sincere are positive qualities of the lower class which are also shown in the program "Orang Pinggiran". So, all the habitus that appear in the storyline of the “Orang Pinggiran” show the characteristics of the lower class life.
3161634835F1A018036Buku Sekolah Elektronik sebagai Media Simbol Status Kelas Atas di SekolahBuku pelajaran sebagai alat pendukung proses sosialisasi formal di sekolah, masih dijadikan sarana reproduksi dan legitimasi simbol status kelas dominan. Legitimasi dan dominasi kelas dominan dalam kajian Bourdieu disebut sebagai bentuk kekerasan simbolik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan simbol status kelas sosial dan membandingkan proporsi simbol status kelas atas dan kelas bawah dalam BSE Kurikulum 2013. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis isi kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu census sampling. Populasi penelitian ini yaitu sebanyak 51 BSE tematik terpadu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa simbol status mendominasi kalimat dalam BSE sebanyak 72,26%, sedangkan kelas bawah hanya sebanyak 27,74%. Sosialisasi simbol status kelas atas dalam BSE dilakukan dengan menceritakan benda-benda yang sering dijumpai di rumah-rumah kelas atas seperti: kulkas, telepon rumah, televisi, dan lainnya. Kemudian, menceritakan kegiatan yang sering dilakukan kelas atas seperti: kebiasaan membaca dan menulis, olahraga bersama keluarga, berwisata, merayakan ulang tahun, dan lainnya. Selanjutnya, menggambarkan profil atau ciri-ciri mereka seperti: bekerja di kantor, tinggal di perumahan, memiliki orang tua berpendidikan dan berwawasan luas, sekolah di sekolah ternama, bersikap angkuh, dan malas membersihkan rumah.

Textbooks are the concrete of formal socialization implementation guided by a curriculum at school, become media to reproduction and legitimacay the symbols status of upper class. Bourdieu call this legitimacy as a form of symbolic violence. This study aims to describe social class status symbols and the comparison of upper and lower class status symbols in electronic textbooks (e-books or buku sekolah elektronik) based curriculum 2013 for elementary school. This study used quantitative content analysis method and takes a census sampling. The population of this study was 51 integrated thematic e-books. The results showed that the upper-class status symbols dominates the sentences of each e-book’s theme as much as 72,26% and the status symbol of lower class as much as 27,74%. The socialization of the upper class status symbols in BSE is done by telling about objects of upper class such as: refrigerators, landlines, televisions, and others. Then, tell the activities that are often carried out by the upper class such as: reading and writing habits, sports with family, celebrating birthdays, and others. Next, describe their profile or characteristics: work in an office, live in housing, have educated and broad-minded parents, attend well-known schools, raise arrogant, and are lazy to clean the house.


3161734836E1A016203KEKUATAN PEMBUKTIAN SAKSI TESTIMONIUM DE AUDITU DALAM TINDAK PIDANA PENCABULAN ANAK
(Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor:5/Pid.Sus-Anak/2020/PN.PWT)
Pencabulan merupakan suatu tindak pidana yang merupakan aktivitas sesksual dengan orang yang tidak berdaya seperti anak, baik pria maupun wanita, dengan kekerasan maupun tanpa kekerasan. Tidak menutup kemungkinan bahwa pelaku dari pencabulan tersebut juga merupakan anak. Pencabulan diatur dalam KUHP Pasal 289 sampai dengan Pasal 296, dimana dalam ketentuan Pasal 289 tersebut diancam dengan pidana selama-lamanya 9 tahun penjara. Kejahatan melaukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk Anak untuk melakukan persetubuhan diatur dalam ketentuan Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan dapat dipidana sebagaimana dalam ketentuan Pasal 81 ayat (1) yakni pidana penjara 5 tahun dan paling lama 15 tahun serta denda paling banyak 5 miliar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan pembuktian saksi testimonium de auditu dan pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara tindak pidana pencabulan pada Putusan Nomor: 5/Pid.Sus-Anak/2020/PN. PWT. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, dan data yang digunakan adalah dengan pengumpulan bahan hukum primer dan sekunder yang kemudian di analisis dengan metode analisis kualitatif. Data tersebut kemudian disajikan dalam bentuk uraian teks secara sistematis sebagai suatu kesatuan yang utuh. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kekuatan pembuktian saksi testimonium de auditu baru memiliki kekuatan pembuktian apabila keterangan saksi yang satu dengan saksi yang lain saling berkesesuaian sebagaimana ditentukan dalam putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 65/PUU-VIII/2010 dan dengan keterangan terdakwa, alat bukti surat berupa Visum Et Repertum, serta barang bukti. Pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sudah sesuai. Hal tersebut sejalan dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum dan telah berdasarkan pada fakta yang terungkap di persidangan serta alat bukti yang sah.Obscenity is a criminal act which is a sexual activity with helpless people such as children, both men and women, with violence or without violence. It is possible that the perpetrator of the sexual abuse is also a child. Obscenity is regulated in the Criminal Code Articles 289 to 296, in which the provisions of Article 289 are punishable by a maximum sentence of 9 years in prison. The crime of tricking, a series of lies, or persuading a child to have intercourse is regulated in the provisions of Article 81 paragraph (2) of Law Number 35 of 2014 concerning Amendments to Law Number 23 of 2002 concerning Child Protection and can be punished as in the provisions of Article 81 paragraph (1), namely imprisonment of 5 years and a maximum of 15 years and a maximum fine of 5 billion. This study aims to determine the strength of the evidence of witness testimony de auditu and the judge's legal considerations in deciding cases of criminal acts of obscenity in Decision Number: 5/Pid.Sus-Anak/2020/PN. PWT. The research method used in this research is normative juridical, and the data used is by collecting primary and secondary legal materials which are then analyzed by qualitative analysis methods. The data is then presented in the form of text descriptions systematically as a unified whole. Based on the results of the study, it can be concluded that the strength of the evidence for the witness testimonyum de auditu only has the power of proof if the testimony of one witness and another is in agreement with each other as specified in the decision of the Constitutional Court Number 65/PUU-VIII/2010 and with the defendant's statement, documentary evidence in the form of Visum Et Repertum, as well as evidence. The judge's legal considerations in deciding the case stated that the defendant was legally and convincingly proven to have violated Article 81 paragraph (2) of Law Number 35 of 2014 concerning Amendments to Law Number 23 of 2002 concerning Child Protection. This is in line with the indictment of the Public Prosecutor and has been based on facts revealed at trial and valid evidence.
3161834837G1A018025KORELASI MASA KERJA TERHADAP TERJADINYA BURNOUT PADA GURU SEKOLAH DASAR DI SEMARANGKesehatan mental yang dialami oleh pekerja dapat dibagi menjadi dua yaitu kesehatan pekerja berupa stres kerja dan kejenuhan kerja atau burnout. Burnout menggambarkan sebagai konsekuensi dari stress berlebihan yang menyebabkan kelelahan kronis dan kurangnya entusiasme. Burnout dapat disebabkan oleh beban kerja yang berlebihan, meliputi lamanya kerja, banyaknya tanggungjawab yang harus diterima, dan banyaknya tugas yang harus diselesaikan. Masa kerja adalah berapa lama seseorang bekerja pada masing-masing pekerjaan . Jenis pekerjaan juga dapat memicu terjadinya burnout seperti pada profesi yang bersifat human service, seperti polisi, perawat, dokter, guru, konselor, dan pekerja sosial.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi masa kerja terhadap terjadinya burnout pada guru SD di Semarang.Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian ini berjumlah 72 orang, berasal dari guru SD di Kecamatan Mijen Kota Semarang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode consecutive sampling. Alat pengumpulan data berupa kuisioner data demografis, Maslach Burnout Inventory, Personal & Occupational characteristic. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi spearman dan komparatif Chi-Square dengan uji alternatif berupa uji Fisher. Serta dilakukan analisis multivariat berupa regresi logisti etiologik. Terdapat korelasi antara masa kerja dengan terjadinya burnout dengan nilai r = 0,600 dan p = 0,000. Terdapat variabel perancu yaitu usia. Semakin lama masa kerja tingkat terjadinya burnout akan semakin tinggi. Mental health experienced by workers can be divided into two, the health of workers in the form of work stress and work saturation or in other terms burnout. Burnout is described as a consequence of excessive stress leading to chronic fatigue and lack of enthusiasm. Burnout can be caused by an excessive workload, including the length of work, the number of responsibilities that must be accepted, and the number of tasks that must be completed. Length of service is how long a person works on each job. This type of work triggers burnout, such as in human service professions, such as police, nurses, doctors, teachers, counselors, and social workers.This study aims to determine whether there is a correlation between of service time with burnout among elementary school teachers in Semarang.: This research is an analytic observational study with a cross sectional approach. The respondents of this study amounted to 72 people, came from elementary school teachers in Mijen District, Semarang City. Sampling was done by consecutive sampling method. Data collection tools in the form of demographic data questionnaires, Maslach Burnout Inventory, Personal & Occupational characteristics. Bivariate analysis using Spearman correlation test and comparative Chi-Square with alternative test in the form of Fisher's exact test. As well as multivariate analysis in the form of etiologic logistic regression.There is a correlation between service time and burnout with values of correlation spearman= 0.600 and p value = 0.000. There is a confounding variable, that is age.The longer the working period, the higher the burnout rate will be.
3161934839G1A018071Hubungan Beban Kerja Mental Dengan Tekanan Darah Pada Tenaga Kependidikan Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal SoedirmanKenaikan tekanan darah atau hipertensi adalah penyakit tidak menular yang menjadi permasalahan serius di Dunia tak terkecuali di Indonesia. Peningkatan tekanan darah merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh beban kerja berlebih. Beban kerja yang belebih menyebabkan tingginya stres dan kelelahan. Stres dapat memicu kerja saraf simpatis yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah dan curah jantung.Oleh karena itu, agar tenaga kependidikan dapat bekerja dengan optimal, maka beban kerja harus dimanajemen dengan baik.
Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan beban kerja mental dengan tekanan darah pada tenaga kependidikan Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan rancangan cross sectional kepada 31 tenaga kependidikan Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman dengan teknik total sampling. Pengambilan data beban kerja mental menggunakan Kuisioner NASA TLX dan tekanan darah menggunakan sfigmomanometer air raksa dan stetoskop. Analisis hipotesis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian ini adalah tingkat beban kerja mental pada tenaga kependidikan Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman pada kategori ringan sebesar 16,1%, sedang sebesar 48,4% ,dan berat sebesar 35,5%. Sementara itu, tekanan darah tenaga kependidikan dengan kategori hipotensi sebesar 3,2%, kategori normal sebesar 51,6%, kategori prehipertensi sebesar 38,7%, kategori hipertensi stage 1 sebesar 3,2%, dan kategori hipertensi stage 2 sebesar 3,2%. Hasil uji statistik Spearman yaitu p value = 0,184. Kesimpulan, tidak terdapat hubungan antara beban kerja mental dengan tekanan darah pada tenaga kependidikan Universitas Jenderal Soedirman.
An increase in blood pressure or hypertension is a non-communicable disease that is a serious problem in the world, including in Indonesia. Increased blood pressure is one of the diseases caused by an excessive workload. Excessive workload causes high stress and fatigue. Stress can trigger the work of the sympathetic nerves which increases blood pressure and cardiac output. Therefore, for educational staff to work optimally, the workload must be managed properly.
Objective: To determine the relationship between mental workload and blood pressure on educational staff at Faculty Of Medicine Jenderal Soedirman University. An analytic observational study with the cross-sectional model was conducted among 31 education staff of the Faculty of Medicine, Jenderal Sudirman University with total sampling technique. Mental workload data was collected using the NASA TLX Questionnaire and blood pressure using a mercury sphygmomanometer and a stethoscope. Hypothesis analysis using Spearman correlation test. The level of mental workload on the education staff of the Faculty of Medicine at Jenderal Sudirman University in mild category was 16.1%, moderate was 48.4%, and heavy was 35.5%. Meanwhile, the blood pressure of education staff in the hypotension category was 3.2%, the normal category was 51.6%, the prehypertension category was 38.7%, the stage 1 hypertension category was 3.2%, and the stage 2 hypertension category was 3.2%. Spearman's statistical test results are p-value = 0.184. The conclusion is there is no relationship between mental workload and blood pressure on educational staff at Faculty Of Medicine Jenderal Soedirman University.
3162034840F1B017012IMPLEMENTASI PROGRAM ONE PESANTREN ONE PRODUCT
(STUDI KOMPARASI PESANTREN AL-MAARIF, PESANTREN
KHOERUL FALAH DAN PESANTREN DARUSSALAM KABUPATEN
TASIKMALAYA)
Penelitian ini berjudul “Implementasi Program One Pesantren One Product
(Studi Komparasi Pesantren Al-Maarif, Pesantren Khoerul Falah dan Pesantren
Darussalam Kabupaten Tasikmalaya)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
dan menganalisis bagaimana Implementasi Program One Pesantren One Product
di Pesantren Al-Maarif, Pesantren Khoerul Falah dan Pesantren Darussalam
Kabupaten Tasikmalaya, dengan menggunakan kacamata pengembangan usaha.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif komparatif dengan
pendekatan kualitatif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive dan
snowball sampling, pengumpulan data didapat dari hasil wawancara, observasi dan
dokumentasi, sementara teknik analisis data menggunakan model analisis
interaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum Implementasi Program
One Pesantren One Product jika dilihat menggunakan kacamata Pengembangan
Usaha dengan melihat aspek Pasar, Teknologi dan Inovasi, Permodalan dan juga
Manajemen sudah cukup baik. dari kegiatan usaha yang mereka jalankan juga dapat
dikatan bahwa usaha ketiga pesantren tersebut sudah berkembang.
This research is entitled “The Implementation of One Pesantren One Product
Program (Comparative Study of Al-Maarif Islamic Boarding School, Khoerul
Falah Islamic Boarding School and Darussalam Islamic Boarding School,
Tasikmalaya Regency)”. This study aims to determine and analyze how the
implementation of the One Pesantren One Product Program at the Al-Maarif
Islamic Boarding School, Khoerul Falah Islamic Boarding School and Darussalam
Islamic Boarding School in Tasikmalaya Regency, using business development
glasses. The method used in this research is comparative descriptive with a
qualitative approach. The selection of informants used purposive and snowball
sampling techniques, data collection was obtained from interviews, observations
and documentation, while data analysis techniques used interactive analysis
models. The results of the study show that in general the implementation of the One
Pesantren One Product Program when viewed using the perspective of Business
Development by looking at the aspects of Market, Technology and Innovation,
Capital and Management is quite good. From the business activities they run, it can
also be said that the businesses of the three pesantren have developed.