Artikelilmiahs

Menampilkan 31.561-31.580 dari 50.044 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3156134794E1A018073Pembatalan Pendaftaran Merek Berdasarkan
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis Dalam Putusan Nomor 71/Pdt.Sus-Merek/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst
Pendaftaran merek di Indonesia menganut asas first to file, yang artinya agar hak atas merek dapat dilindungi, suatu merek harus terdaftar terlebih dahulu di Indonesia. Pendaftaran merek tidak boleh berdasarkan iktikad tidak baik, karena dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, permohonan pendaftaran merek harus ditolak jika berdasarkan iktikad tidak baik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pembatalan pendaftaran merek dalam putusan nomor 71/Pdt.Sus-Merek/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst apabila ditinjau dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa pembatalan merek “5 DAYS” milik tergugat dalam putusan Nomor 71/Pdt.Sus-Merek/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst telah sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 21 ayat (1) dan (3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Merek “5 DAYS” milik tergugat terbukti memiliki persamaan dengan merek “7 DAYS” milik penggugat, merek “7 DAYS” milik penggugat adalah merek terkenal, dibuktikan dengan adanya pendaftaran merek yang bersangkutan diberbagai negara. Pendaftaran merek “5 DAYS” di kantor Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual telah terbukti dengan iktikad tidak baik, sehingga harus dibatalkan.
Trademark registration in Indonesia adheres to the first to file basis, which means that in order for the rights of the trademark to be protected, a trademark must be registered first. Trademark registration may not be based on bad faith, according to Law Number 20 of 2016 concerning Trademarks and Geographical Indications, an application for trademark registration must be rejected if it is based on bad faith. The purpose of this study is to find out how the cancellation of trademark registration in verdict number 71/Pdt.Sus-Merek/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst when viewed from Law Number 20 of 2016 concerning Trandemarks and Geographical Indications.
This study uses a normative juridical approach with descriptive analytical research specifications. The data source used is secondary data. The data collection method was carried out by literature study, the data obtained were presented with narrative text, and the data analysis method used was a qualitative normative method.
Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the cancellation of the defendant's "5 DAYS" brand in verdict number 71/Pdt.Sus-Merek/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst has complied with the provisions in Article 21 verses (1) and (3) of Law Number 20 of 2016 concerning Trandemarks and Geographical Indications. The defendant's “5 DAYS” brand is proven to have similarities with the plaintiff's “7 DAYS” brand, the plaintiff's “7 DAYS” brand is a well-known brand, as evidenced by the registration of the relevant trademark in various countries. The registration of the “5 DAYS” brand at the office of the Directorate General of Intellectual Property has been proven in bad faith, so it must be cancelled.
3156234795E1A018165PEMBATALAN PENCATATAN CIPTAAN “BATIK DAUN HIJAU NUSANTARA” BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA DALAM PUTUSAN NOMOR 06/PDT.SUS-HAK.CIPTA/2021/PN.NIAGA JKT.PST Penelitian yang dilatarbelakangi oleh permasalahan dalam Pelanggaran Hak Cipta sering terjadi di masyarakat karena sangat dekat berkaitan dengan hak ekonomi seseorang yang dilanggar, dimana hak ekonomi atas suatu ciptaan dipegang oleh pencipta dan pemegang hak cipta, seperti kasus antara Yudi Surjadi dan Ruddy Sundjaja Setiawan dalam Putusan Nomor 06/Pdt.Sus-Hak Cipta/2021/PN.Niaga.Jkt.Pst. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pembatalan pencatatan ciptaan apabila ditinjau dari Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta.
Penulis untuk menjawab persoalan tersebut melakukan penelitian yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analisis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pembatalan pencatatan ciptaan dalam Putusan Nomor 06/Pdt.Sus-Hak Cipta/2021/PN.Niaga.Jkt.Pst. sudah sesuai sebagaimana yang telah diatur dalam Pasal 97 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta. Dalam putusan tersebut Pencatatan ciptaan bukan merupakan kewajiban untuk mendapatkan hak cipta tetapi disarankan pencipta atau pemegang hak cipta melakukan pencatatan ciptaan untuk mendapatkan surat pencatatan ciptaan yang dapat dijadikan sebagai alat bukti awal apabila timbul sengketa.
This research is motivated by problems in Copyright Infringement often occurs in the community due to it is related to someone’s economic rights being violated, where economic rights to a work are owned by the creator and the copyright owner, such as the case between Yudi Surjadi and Ruddy Sundjaja Setiawan in the verdict number 06/Pdt.Sus-Hak Cipta/2021/PN.Niaga.Jkt.Pst. the purpose of this study in to find out how the cancellation of registration of creation when viewed from Law Number 28 of 2014 concerning Copyright.
The writer To answer this problem, conducted a normative juridical research with descriptive analytical research specifications. Sources of data used are secondary data in the form of primary, secondary, and tertiary legal materials. The data collection method was carried out by literature study, the data obtained were presented with narrative text, and the data analysis method used was a qualitative normative method.
The results of this study indicate that the cancellation of creation in the verdict number 06/Pdt.Sus-Hak Cipta/2021/PN.Niaga.Jkt.Pst. is in accordance with what has been regulated in of Article 97 of Law Number 28 of 2014 concering copyright. In the decision, the registration of creation is not an obligation to obtain copyright, but it is recommended that the creator or copyright holder register the creation to obtain a letter of registration of the creation which can be used as initial evidence in the event of a dispute.
3156334796E1A017284KEDUDUKAN HUKUM PEMBUKAAN UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAN INTERNALISASINYA DALAM PEMBENTUKAN UNDANG-UNDANGPembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai suatu dokumen negara, merupakan monumen keberhasilan perjuangan pendiri bangsa dalam menyusun Negara . Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 terletak dalam konstitusi Negara Republik Indonesia, dan memuat sejarah perjuangan, pernyataan kemerdekaan, serta tujuan berdirinya negara. Penelitian ini membahas mengenai kedudukan dan implementasi Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 dalam sistem hukum nasional. Sebagaimana diketahui bahwa selain letaknya sebagai bagian dari konstitusi Negara Republik Indonesia, muatan yang diatur dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 juga tidak kalah pentingnya dalam penyelenggaraan kehidupan negara yang merdeka.
Metode penelitian pada penulisan ini adalah yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis, yakni suatu penelitian dengan mana selain melukiskan keadaan, objek atau peristiwa juga keyakinan tertentu, kemudian diambil kesimpulan-kesimpulan dari objek persoalan yang dikaitkan dengan teori-teori hukum dan praktek pelaksanaan hukum positif yang berkaitan dengan permasalahan. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui kepustakaan dan diuraikan secara sistematis.
Dalam konteks teori Hans Kelsen Pembukaan lebih tepat diklasifikasikan sebagain norm. Dalam sudut pandang Staatsfundamentalnorm Hans Nawiasky, Pembukaan UUD NRI 1945 lebih tepat diklasifikasikan sebagai staatsgrungesetz. Dalam sudut pandang teori sumber hukum Pembukaan UUD NRI 1945 berkedudukan sebagai sumber hukum materiil dalam pengertian substansi yang dirumuskannya, selanjutnya dalam pengertian bentuk hukumnya Pembukaan UUD NRI 1945 dapat dikualifikasikan sebagai sumber hukum formil. Internalisasi Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 adalah dengan menempatkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pembukaan UUD NRI 1945, sebagai sumber inspirasi, sumber rujukan, dan kaidah penilai (norma kritik) .
The opening of the Constitution of the Republic Indonesia as a state document, is also a monument to the success of the struggle of the founders of the nation in compiling an independent Republic Indonesia. The opening of the Constitution of the Republic of Indonesia is formil located in the constitution of the Republic Indonesia, and contains the history of struggle, declaration of independence, and the purpose of the establishment of the Republic Indonesia.This research aims to discuss the position and implementation of the Opening of the Constitution in the national legal system. As it is known that in addition to its location that is so important as part of the constitution of the Republic Indonesia, the content stipulated in the Opening of the Constitution is important in the implementation of independent state life.
The research method used in this writing is normative juridical, with descriptive analytical research specifications, i.e. a study with which in addition to describing the circumstances, objects or events as well as certain beliefs, then drawn conclusions from problem objects associated with legal theories and the practice of positive legal implementation related to the problem. The study used secondary data obtained through literature and systematically deciphered.
In the context of Hans Kelsen's theory the Opening is more accurately classified as a “norm”. In the point of view of Hans Nawiasky's “Staatsfundamentalnorm”, the Opening of the Constitution is more appropriately classified as staatsgrungesetz. In the point of view of the theory of the source of the law the Opening of the Constitution is domiciled as a material legal source in the sense of the substance it formulates, furthermore in the sense of its legal form the Opening of the Constitution can be qualified as a source of formil law. Internalization of the Opening of the Constitution is to place the values contained in the Opening of the 1945 NRI Constitution, as a source of inspiration, a source of reference, and the rules of appraiser (criticism norms) in the establishment of laws and regulations.
3156434797J1B017016EKSISTENSI TOKOH PEREMPUAN DALAM NOVEL
PADANG ILALANG DI BELAKANG RUMAH KARYA NH. DINI
SEBUAH KAJIAN EKSISTENSIALISME FEMINIS SIMONE DE BEAUVOIR
Izzati, Nurul Afifah. 2021. “Eksistensi Tokoh Perempuan Dalam Novel Padang Ilalang di Belakang Rumah Karya Nh. Dini Sebuah Kajian Eksistensialisme Feminis Simone de Beauvoir”, Skripsi. Purwokerto: Fakultas Ilmu Budaya
Penelitian ini berjudul Eksistensi Tokoh Perempuan Dalam Novel Padang Ilalang di Belakang Rumah Karya Nh. Dini Sebuah Kajian Eksistensialisme Feminis Simone de Beauvoir, memiliki dua rumusan masalah yaitu eksistensi yang dibentuk oleh penulis pada tokoh-tokoh perempuan melalui penggambaran citra, peran, dan kehidupan sosial setiap tokoh, pada novel Padang Ilalang di Belakang Rumah karya N. H. Dini dengan dasar teori eksitensialisme feminis Simone de Beauvoir ?. Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan eksistensi tokoh perempuan dalam novel Padang Ilalang di Belakang Rumah karya NH. Dini, melalui citra dan peranannya sebagai perempuan, dengan dasar teori Eksistensialisme Feminis Simone de Beauvoir.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode penelitian kualitatif, dimana penelitian dilakukan dengan lima teknik sebagai berikut, menganalisis 1. Menganalisis citra dan peran penokohan perempuan dalam novel Padang Ilalang di Belakang Rumah karya NH. Dini melalui pendekatan teori eksistensialisme feminis Beauvoir, 2. Melakukan penyaringan data dan seleksi data berdasarkan teori eksistensialisme feminis, 3. Mengumpulkan hasil penelitian secara terpisah menurut pola hubungan yang dibutuhkan dalam rumusan masalah, 4. Mendeskripsikan informasi 5. Menyimpulkan hasil analisis dan pemberian saran. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu hampir seluruh tokoh perempuan yang terdapat dalam objek penelitian, meliputi tokoh; Ibu, Heratih, Maryam, Simbok, Bibi, Bu Bustaman, Bu Rus merupakan tokoh yang memiliki eksistensi diri Sang Liyan, karena mereka ada untuk yang lain, kecuali tokoh Aku dan Uwak Edi yang merupakan tokoh-tokoh yang memiliki eksistensi Sang Diri.
This study entitled The Existence of Female Characters in the Novel Padang Ilalang di Belakang Rumah by Nh. Dini. A Study of Feminist Existentialism by Simone de Beauvoir, has two problem formulations, that is the female existence formed by the author on characters through the story depiction, role, and social life by each character, in the novel Padang Ilalang di Belakang Rumah by NH Dini based on feminist existentialism theory of Simone de Beauvoir?. The main purpose of this study is to describe the existence of female characters in the novel Padang Ilalang di Belakang Rumah by NH. Dini, through her image and role as a woman, based on Simone de Beauvoir's Feminist Existentialism theory.
The research method used in this study is a qualitative research method, where the research was conducted using five techniques as follows, 1. Analyzing the image and role of women's characterizations in the novel Padang Ilalang di Belakang Rumah by NH Dini through Beauvoir's feminist existentialism theory approach, 2. Searching for data and selecting data based on feminist existentialism theory, 3. Collect the research results separately according to the relationship pattern based in the problem’s formulation, 4. Describing information 5. Concluding the results of the analysis and providing suggestions. The conclusion of this study is that almost all of female characters that is contained in the object of research, including characters as follows; Ibu, Heratih, Maryam, Simbok, Bibi, Bu Bustaman, Bu Rus, which are the characters who have the existence of Sang Liyan, because they exist for others, except for the characters Aku and Uwak Edi which are the characters who have the existence of Sang Diri.
3156534733F1B016063Analisa Pengaruh Motivasi Kerja Dan Kemampuan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai
Di Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja dan
kemampuan kerja terhadap kinerja pegawai di kantor Kecamatan Kedungbanteng.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni kuantitatif. Responden
adalah pegawai PNS dan pegawai Non-PNS di Kantor Kedungbanteng berjumlah 98
orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan dokumentasi.
Metode Analisis data menggunakan uji validitas dan reliabilitas kuesioner, , Korelasi
Kendall’s 𝝉c, Koefisien Konkordansi Kendall (W), dan Regresi Ordinal. Berdasarkan
hasil penelitian menunjukkan beberapa poin kesimpulan. Variabel motivasi kerja
memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Kantor Kecamatan
Kedungbanteng. Hal ini dibuktikan melalui hasil analisis korelasi Kendal Tau-c motivasi
kerja dengan kinerja sebesar 0,292 dengan menunjukkan arah positif. Dengan demikian
hipotesis pertama yang menyatakan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara
motivasi kerja terhadap kinerja pegawai Kantor Kecamatan Kedungbanteng, dapat
diterima. Variabel motivasi kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap
kinerja pegawai Kantor Kecamatan Kedungbanteng. Hal ini dibuktikan melalui hasil
analisis korelasi Kendal Tau-c kemampuan kerja dengan kinerja sebesar 0,292 dengan
menunjukkan arah positif.
The purpose of this study was to determine the effect of work motivation and work
ability on employee performance at the Kedungbanteng District office. The research
method used in this research is quantitative. Respondents were civil servants and
non-civil servants at the Kedungbanteng Office totaling 98 people. Data collection
methods used are questionnaires and documentation. Methods Data analysis used a
questionnaire validity and reliability test, Kendall's Correlation c, Kendall
Concordance Coefficient (W), and Ordinal Regression. Based on the results of the study
showed several points of conclusion. The variable of work motivation has a positive and
significant effect on the performance of the employees of the Kedungbanteng District
Office. This is evidenced by the results of the Kendal Tau-c correlation analysis of work
motivation with a performance of 0.292 by showing a positive direction. Thus, the first hypothesis which states that there is a positive and significant influence between work
motivation on the performance of Kedungbanteng District Office employees, can be
accepted. The variable of work motivation has a positive and significant effect on the
performance of the employees of the Kedungbanteng District Office. This is evidenced
by the results of the Kendal Tau-c correlation analysis with a performance of 0.292
showing a positive direction.
3156634798E1A017005TANGGUNG JAWAB HUKUM TUKANG GIGI DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN KESEHATAN GIGITANGGUNG JAWAB HUKUM TUKANG GIGI DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN KESEHATAN GIGI
Oleh
Palupi Laras Indri Astuti
E1A017005
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi peraturan dan bentuk-bentuk tanggung jawab hukum tukang gigi dalam memberikan pelayanan kesehatan gigi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan (statue approach), pendekatan analitis (analytical approach), dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Spesifikasi penelitian ini adalah inventarisasi peraturan perundang-undangan, sinkronisasi hukum, dan penemuan hukum in concreto. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan. Hasil Penelitian diketahui bahwa pengaturan mengenai tanggung jawab hukum tukang gigi dalam memberikan pelayanan kesehatan gigi telah menunjukan taraf sinkronisasi. Artinya peraturan yang memiliki derajat lebih rendah tidak bertentangan dengan peraturan yang memiliki derajat lebih tinggi. Bentuk tanggung jawab hukum tukang gigi dalam memberikan pelayanan kesehatan gigi meliputi pertanggungjawaban mengganti kerugian yang merupakan tanggung jawab hukum perdata berdasarkan dan Pasal 1239, Pasal 1365, Pasal 1366 KUHPerdata dan Pasal 58 Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Tanggung jawab menjalankan sanksi pidana berdasarkan Pasal 191 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Tanggung jawab melaksanakan putusan sanksi administrasi berdasarkan Pasal 11 Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 39 Tahun 2014 tentang Pembinaan, Pengawasan dan Perizinan Pekerjaan Tukang gigi, Lampiran Peraturan Menteri Kesehatan No. 61 Tahun 2016 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Emiris, Pasal 83 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 103 Tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional.
LEGAL RESPONSIBILITY OF A DENTAL ARTISANS IN PROVIDING DENTAL HEALTH SERVICES
By
Palupi Laras Indri Astuti
E1A017005
ABSTRACT
The aim of this research was to determine the synchronization of regulations and forms of legal responsibility of dental artisans in providing dental health services. The method used in this research is normative juridical research with a statue approach, an analytical approach, and a conceptual approach. The specifications of this research are an inventory of laws and regulations, legal synchronization, and legal findings in concreto. The type of data used is secondary data obtained from literature study. The results showed that the regulation regarding the legal responsibility of dental artisans in providing dental health services has shown a level of synchronization. This means that regulations with lower regulation degrees does not contravene with higher regulation degree. Forms of legal responsibility for dental artisans in providing dental health services include liability for compensation which is a civil legal responsibility based on and Article 1239, Article 1365, Article 1366 of the Civil Code and Article 58 of Law no. 36 of 2009 concerning Health. The responsibility for carrying out criminal sanctions based on Article 191 of Law Number 36 Year 2009 concerning Health. The responsibility for implementing administrative sanctions decisions based on Article 11 of the Regulation of the Minister of Health Number 39 of 2014 concerning the Guidance, Supervision and Licensing of Dental Work, Attachment to the Regulation of the Minister of Health No. 61 of 2016 concerning Emiris Traditional Health Services, Article 83 paragraph (1) of Government Regulation Number 103 of 2014 concerning Traditional Health Services.
3156733853H1A017004Rancang Bangun Aplikasi Pengenalan Ekspresi Wajah (Facial Expression Recognition) Secara Real-Time Menggunakan metode Deep LearningKepuasan pelanggan terhadap perusahaan suatu produk atau jasa adalah koondisi dimana harapan terhadap produk atau jasa yang diterima oleh pelanggan sesuai dengan kenyataan yang diberikan oleh perusahaan. Perusahaan dapat mengetahui tingkat kepuasan pelanggan dengan melakukan survey yaitu membagikan angket. Selain itu, untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan yaitu dilihat dari ekspresi wajah setelah pelanggan menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan. Aplikasi pengenalan ekspresi wajah dibangun dengan teknik deep learning dan menggunakan arsitektur MobileNet serta VGG-16. Detektor wajah berupa Algoritma Haarcascade Classifier. Model arsitektur MobileNet dan VGG-16 dibuat dan dilatih pada infrastruktur Google Colaboratory, model yang dilatih akan disimpan dalam bentuk file.h5. Selanjutnya model dikombinasikan dengan detektor wajah dan dijalankan di website menggunakan microframework yaitu Flask. Hasil pelatihan dan validasi pada arsitektur MobileNet mendapatkan nilai akurasi pelatihan dan validasi yaitu 0.9980 dan 0.9310, sedangkan pada arsitektur VGG-16 yaitu 0.9995 dan 0.9026. Nilai loss pelatihan dan loss validasi pada arsitektur MobileNet yaitu 0.0094 dan 0.2233, sedangkan pada arsitektur VGG-16 yaitu 0.0093 dan 0.2193. Pengujian dilakukan pada dua platform yaitu platform Jupyter Notebook dan platform Flask. Serta terdapat beberapa komponen pengujian yaitu jarak antara webcam dengan wajah (jarak 50 cm, 100 cm, dan 150 cm) serta intensitas cahaya (intensitas cahaya rendah, sedang, dan intensitas cahaya tinggi). Pada pengujian pengenalan ekspresi wajah, model arsitektur MobileNet memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan model arsitektur VGG-16. Jarak pengujian terbaik untuk melakukan deteksi adalah pada jarak 50 cm dan intensitas cahaya terbaik untuk melakukan deteksi adalah pada intensitas cahaya sedang yaitu 107 lux hingga 280 lux.Customer satisfaction with a product or service company is a condition where the expectations of the product or service received by the customer are in accordance with the reality given by the company. Companies can find out the level of customer satisfaction by conducting surveys, namely distributing questionnaires. In addition, to determine the level of customer satisfaction that is seen from facial expressions after customers use the products or services offered. The facial expression recognition application is built using techniques deep learning and uses the architecture MobileNet and VGG-16. The face detector is in the form of the Algorithm Haarcascade Classifier. The architectural models MobileNet and VGG-16were created and trained on the infrastructure Google Collaboratory, the trained models will be saved in the form of a .h5 file. Furthermore, the model is combined with a face detector and run on the website using a microframework, namely Flask. The results of training and validation on the architecture MobileNet get training and validation accuracy values ​of 0.9980 and 0.9310, while the architecture VGG-16 is 0.9995 and 0.9026. The value of loss training and loss validation on the architecture MobileNet are 0.0094 and 0.2233, while the architecture VGG-16 is 0.0093 and 0.2193. The test was carried out in two platform, Jupyter Notebook platform and Flask platform. And there are several test components, namely the distance between the webcam and the face (distance of 50 cm, 100 cm, and 150 cm) and light intensity (low, medium, and high light intensity). In the facial expression recognition test, the architecture model MobileNet has better performance than the architecture model VGG-16. The best test distance for detecting is at a distance of 50 cm and the best light intensity for detecting is at medium light intensity, which is 107 lux to 280 lux.
3156835430E1A015100TINDAK PIDANA PENCURIAN DALAM KEADAAN MEMBERATKAN OLEH ANAK (TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN NEGERI PURWOKERTO NOMOR : 7/PID.SUS-ANAK/2020/PN.PWT)Penelitian Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor : 7/Pid.Sus-Anak/2020/PN Pwt mengenai Majelis hakim memutus terdakwa anak telah bersalah melakukan tindak pidana pencurian dalam keadaan memberatkan. Penelitian ini bertujuan apakah pertimbangan hakim sudah tepat dalam menerapkan Pasal 363 ayat (1) ke- 4 dan ke- 5 KUHP dan mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana dengan menggunakan tipe penelitian hukum secara yuridis normatif dan metode pendekatan kasus (case approach) dan pendekatan konseptual (conseptual approach). Dalam penelitian ini sumber bahan hukum yang digunakan adalah data sekunder dan analisis data dilakukan secara deskrtiptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Pertimbangan hakim dalam menerapkan Pasal 363 ayat (1) ke- 4 dan ke- 5 KUHP pada terdakwa anak dalam perkara Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor :7/Pid.Sus-Anak/2020/PN Pwt tidak terpenuhi semua unsur-unsurnya sedangkan Pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap terdakwa tindak pidana pencurian dalam keadaan memberatkan oleh anak pada Perkara Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor : 7/Pid.Sus-Anak/2020/PN Pwt, yaitu perbuatan terdakwa anak yang bersifat melawan hukum sebab perbuatan terdakwa anak tersebut memenuhi rumusan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 363 ayat (1) ke-4 dan ke-5 KUHP dan adanya kesalahan yang meliputi antara lain terdakwa anak dinilai mampu bertanggung jawab dan mampu untuk menilai bahwa perbuatan yang telah dilakukan adalah suatu perbuatan yang dilarang oleh undang-undang. Penulis tidak sependapat dengan majelis hakim karena hakim kurang berhati-hati dan cermat dalam menjatuhkan pidana kepada terdakwa anak sehingga akan mengganggu psikologisnya anak tersebut dan hakim seharusnya memutus bebas pada terdakwa anak tersebut.Research on the Decision of the Purwokerto District Court Number: 7/Pid.Sus-Anak/2020/PN Pwt regarding the panel of judges deciding that the child defendant was guilty of committing the crime of theft in aggravating circumstances. This study aims to determine whether the judge's judgment is correct in applying Article 363 paragraph (1) 4 and 5 of the Criminal Code and to find out the judge's legal considerations in imposing a crime by using a normative juridical type of legal research and a case approach and a case approach. conceptual (conceptual approach). In this study, the source of the legal material used was secondary data and the data analysis was carried out in a qualitative descriptive manner. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the judge's considerations in applying Article 363 paragraph (1) 4 and 5 of the Criminal Code to child defendants in the Purwokerto District Court Decision Number: 7/Pid.Sus-Anak/2020/PN Pwt are not fulfilled all the elements while the judge's legal considerations in imposing a criminal offense against the defendant of the crime of theft in aggravating circumstances by the child in the Purwokerto District Court Decision Number: 7/Pid.Sus-Anak/2020/PN Pwt, namely the actions of the child defendant who were against the law because the act of the child defendant fulfills the formulation of a criminal act as regulated in Article 363 paragraph (1) 4 and 5 of the Criminal Code and the existence of errors which include, among other things, the child defendant is considered capable of being responsible and able to judge that the act that has been committed is an act prohibited by law. The author does not agree with the panel of judges because the judge was not careful and careful in imposing a sentence on the child defendant so that it would disturb the child's psychology and the judge should have decided to acquit the child defendant.
3156934802A1A017032KARAKTERISTIK DAN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN PETANI STROBERI (Fragaria sp) DI DESA SERANG, KECAMATAN KARANGREJA, KABUPATEN PURBALINGGAKewirausahaan adalah suatu mekanisme penting yang memfasilitasi limpahan pengetahuan dan kemampuan yang akhirnya menghasilkan pertumbuhan ekonomi. Kewirauasahaan diperlukan petani stroberi di Desa Serang untuk menghadapi tantangan kedepannya. Peneltiain ini bertujuan untuk; 1) mengidentifikasi karakteristik kewirausahaan internal dan eksternal petani stroberi di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, dan 2) menganalisis pengaruh karakteristik kewirausahaan terhadap perilaku kewirausahaan petani stroberi di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Responden ditentukan menggunakan metode sensus, yaitu seluruh petani yang melakukan usahatani stroberi dengan jumlah 40 orang. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis data menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian menunjukkan beberapa ciri dan karakteristik kewirausahaan internal dan eksternal. Karakteristik kewirausahaan internal direfleksikan oleh indikator pengalaman bertani dan juga terdapat umur, pendidikan serta sifat ekstroversi. Sementara itu, karakteristik kewirausahaan eksternal direfleksikan oleh indikator lingkungan ekonomi dan juga terdapat lingkungan sosial, lingkungan fisik, dan lingkungan kelembagaan. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa karakteristik kewirausahaan internal, dan karakteristik kewirausahaan eksternal petani stroberi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kewirausahaan.Entrepreneurship is an important mechanism that facilitates the transfer of knowledge and skills that ultimately results in economic growth. Entrepreneurship is needed by strawberry farmers in Serang Village to face future challenges. This research aims to; 1) identify the internal and external entrepreneurial characteristics of strawberry farmers in Serang Village, Karangreja District, Purbalingga Regency, and 2) analyze the influence of entrepreneurial characteristics on the entrepreneurial behavior of strawberry farmers in Serang Village, Karangreja District, Purbalingga Regency. Respondents were determined using the census method, namely all 40 farmers who did strawberry farming. The analysis used is descriptive analysis and data analysis using Structural Equation Modeling (SEM) with Partial Least Squares (PLS). The results of the study show several characteristics and characteristics of internal and external entrepreneurship. The characteristics of internal entrepreneurship are reflected by indicators of farming experience as well as age, education and extroversion. Meanwhile, external entrepreneurial characteristics are reflected by indicators of the economic environment and there are also social, physical, and institutional environments. In addition, the results also show that the characteristics of internal entrepreneurship, and external entrepreneurial characteristics of strawberry farmers have a positive and significant influence on entrepreneurial behavior
3157034803H1A018066Analisis Perbandingan Machine Learning Model Deployment Menggunakan Cloud Functions Dan Compute Engine Pada Capstone Project FarmacodeSebelum machine learning model diterapkan pada produk, perlu dilakukan deployment untuk melakukan prediksi yang berguna memastikan kelancaran integrasi dasar dari machine learning. Model perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan dari produk untuk menambahkan kategori baru, atau fitur baru untuk melatih model tersebut dan
memeriksa kinerjanya sebelum diterapkan secara langsung ke produk. Jika ini tidak dipertimbangkan sebelum diterapkan pada produk maka ada kemungkinan sistem machine learning tersebut memiliki efisiensi yang rendah dan latensi yang tinggi.
Machine learning model deployment dapat dilakukan di berbagai cloud platform yaitu Google Cloud Platform, Amazon Web Service dan Microsoft Azure. Pada Google Cloud Platform menawarkan layanan untuk melakukan machine learning deployment yaitu, Cloud Functions, Compute Engine, AI Platform dan App Engine, Amazon Web Service menawarkan layanan AWS Lamda dan AWS SageMaker, sedangkan dari Microsoft Azure menawarkan layanan Azure Functions dan Azure Machine Learning. Dalam penelitian ini, penulis memilih cloud platform dari Google Cloud Platform. Google Cloud Platform menawarkan layanan untuk melakukan machine learning model deployment dengan berbagai metode seperti serverless dengan menggunakan Cloud Functions Cloud Run dan App Engine, metode Artifical Intellegence mengunakan AI Platform sedangkan metode web framework menggunakan Compute Engine. Compute Engine akan membuat sebuah virtual machine yang nantinya dapat digunakan untuk berbagai infrastruktur yang dibutuhkan. Oleh karena itu, dalam penelitian ini, dilakukan perbandingan dari layanan Google Cloud Platform untuk machine learning model deployment dari layanan serverless dengan Cloud Functions dan web framework dengan memasang Docker-Compose melalui Virtual Machine pada Compute Engine.
Before the machine learning model is applied to the product, it is necessary to apply it to make predictions that will apply to the basic application of machine learning. Models need to adapt to the environment of various products for adding a new category, or new features to train the model and check its performance before applying it directly to the product. If this is not considered before being applied to the product then it is possible that the machine learning system has low efficiency and high latency.
The implementation of machine learning models can be carried out on various cloud platforms, namely Google Cloud Platform, Amazon Web Service, and Microsoft Azure. Google Cloud Platform offers services for implementing machine learning namely, Cloud Functions, Compute Engine, AI Platform, and App Engine, Amazon Web Service offers AWS Lambda and AWS SageMaker services, while Microsoft Azure offers Azure Functions and Azure Machine Learning services. In this study, the authors chose a cloud platform from Google Cloud Platform. Google Cloud Platform offers services to implement machine learning models with various methods such as serverless using Cloud Functions, Cloud Run, and App Engine Artificial Intelligence method using AI Platform while web framework method using Compute Engine. Compute Engine will create a virtual machine that can later be used for various required infrastructures.
Therefore, in this study, a comparison is made of Google Cloud Platform
services for machine learning deployment models from serverless services with Cloud Functions and web frameworks by installing Docker-Compose via Virtual Machine on Compute Engine.
3157134804E1A017221TINJAUAN YURIDIS PENERAPAN PEMBELAAN TERPAKSA (NOODWEER) DALAM TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN YANG MENYEBABKAN KEMATIAN (Studi Putusan Pengadilan Negeri Kutai Barat Nomor: 37/Pid.B/2017/PN Sdw)Pembelaan terpaksa merupakan bagian dari alasan penghapus pidana yang dapat menghilangkan sifat melawan hukum dari suatu perbuatan. Permasalahan yang sering timbul dalam penerapan pembelaan terpaksa ini adalah terkait pemahaman dan akibat hukum yang berlaku dalam pembelaan terpaksa. Berkaitan dengan hal tersebut penulis tertarik untuk menganalisa terkait penerapan pembelaan terpaksa dalam tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan kematian pada Putusan No. 37/Pid.B/2017/PN. Sdw. Penelitian ini membahas permasalahan mengenai unsur-unsur tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan kematian dan pertimbangan hukum hakim dalam memutus adanya pembelaan terpaksa terhadap Terdakwa. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini juga menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui studi pustaka dan diuraikan secara teks naratif dengan menggunakan metode analisis kualitatif melalui interpretasi sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan kematian dalam Putusan No. 37/Pid.B/2017/PN. Sdw telah memenuhi unsur tindak pidana antara lain: adanya kesengajaan, adanya perbuatan, adanya akibat perbuatan yakni rasa sakit, luka pada tubuh, akibat yang menjadi tujuan satu-satunya dan akibat yang tidak disadari yaitu kematian atau hilangnya nyawa seseorang. Dasar pertimbangan hukum Hakim dalam memutus mendasarkan alasan penghapus pidana karena pembelaan terpaksa dalam Putusan No. 37/Pid.B/2017/PN. Sdw, telah sesuai dengan ketentuan Pasal 49 Ayat (1) KUHP tentang pembelaan terpaksa yang merupakan alasan pembenar, Terdakwa telah terbukti bersalah dan memenuhi dakwaan yang didakwakan, akan tetapi perbuatan Terdakwa dianggap benar yang menhilangkan sifat melawan hukumnya, maka dari itu Terdakwa seharusnya dilepaskan dari segala tuntutan dan bukan dibebaskan dari segala dakwaan sebagaimana diputus oleh Majelis Hakim, hal ini sesuai dengan Pasal 191 Ayat (2) KUHAP.Forced defense is part of the reason for criminal removal that can eliminate the unlawful nature of an act. The problem that often arises in the application of this forced defense is related to the understanding and consequences of the law that applies in forced defense. In this regard, the author is interested in applying the application of forced defense in the crime of persecution that causes death in Verdict No. 37 / Pid.B / 2017 / PN. Sdw. This study addresses the issue of the elements of the crime of persecution that causes death and the judge's legal consideration in deciding the existence of a forced defense against the Defendant. This research uses normative juridical approach methods with descriptive research specifications. The study also used secondary data obtained through literature and deciphered in narrative text. The results showed that the crime of persecution that caused death in Verdict No. 37/ Pid.B/2017/PN. Sdw has fulfilled the elements that include intentionality, the existence of actions, the consequences of actions that are pain, injuries to the body, consequences that are the sole purpose and unconscious consequences of death or loss of one's life. The basis of the Judge's legal consideration in deciding the basis of the reason for criminal removal because the defense was forced in Decision No. 37 / Pid.B / 2017 / PN. Sdw, has been in accordance with the provisions of Article 49 Paragraph (1) of the Criminal Code on forced defense. The defense must be considered as a reason for the violation because the defendant's actions have been proven guilty and fulfill the charges indicted, but the defendant's actions are considered right in order to protect themselves from attacks that lead to him so that his unlawful nature is eliminated, therefore the defendant should be released from all charges and not acquitted of all charges as decided by the Judge, This is in accordance with Article 191 Paragraph (2) of the KUHAP.
3157234805E1A115128EFEKTIVITAS HUKUM STANDAR PELAYANAN MINIMAL GIZI DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN PASIEN
(Studi di Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas hukum standar pelayanan minimal gizi dalam upaya peningkatan kesehatan pasien dan kontribusi efektivitas hukum standar pelayanan minimal gizi dalam upaya peningkatan kesehatan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis empiris dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini berlokasi di Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap dengan responden sebanyak 32 (tiga puluh dua) tenaga gizi. Pengambilan sampel penelitian menggunakan metode simple random sampling. Jenis dan sumber data meliputi data primer dan sekunder yang diperoleh dengan menggunakan metode angket, studi dokumenter dan kepustakaan. Pengolahan data menggunakan teknik coding, editing, dan tabulasi serta dianalisis dengan metode distribusi frekuensi analisis, tabel silang analisis, analisis isi dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas hukum standar pelayanan minimal gizi dalam upaya peningkatan kesehatan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap adalah efektif. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian menggunakan 3 (tiga) indikator meliputi : efektifnya pelaksanaan ketetentuan waktu pemberian makanan kepada pasien; efektifnya meminimalisasi sisa makanan yang tidak termakan oleh pasien; efektifnya ketentuan tidak adanya kejadian kesalahan pemberian diet. Efektivitas hukum standar pelayanan minimal gizi cenderung memberikan kontribusi (sumbangan) secara positif terhadap upaya peningkatan kesehatan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas hukum standar pelayanan minimal gizi dalam upaya peningkatan kesehatan pasien dan kontribusi efektivitas hukum standar pelayanan minimal gizi dalam upaya peningkatan kesehatan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis empiris dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini berlokasi di Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap dengan responden sebanyak 32 (tiga puluh dua) tenaga gizi. Pengambilan sampel penelitian menggunakan metode simple random sampling. Jenis dan sumber data meliputi data primer dan sekunder yang diperoleh dengan menggunakan metode angket, studi dokumenter dan kepustakaan. Pengolahan data menggunakan teknik coding, editing, dan tabulasi serta dianalisis dengan metode distribusi frekuensi analisis, tabel silang analisis, analisis isi dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas hukum standar pelayanan minimal gizi dalam upaya peningkatan kesehatan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap adalah efektif. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian menggunakan 3 (tiga) indikator meliputi : efektifnya pelaksanaan ketetentuan waktu pemberian makanan kepada pasien; efektifnya meminimalisasi sisa makanan yang tidak termakan oleh pasien; efektifnya ketentuan tidak adanya kejadian kesalahan pemberian diet. Efektivitas hukum standar pelayanan minimal gizi cenderung memberikan kontribusi (sumbangan) secara positif terhadap upaya peningkatan kesehatan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap.
3157334807E1A016256 TINDAK PIDANA MENYALAHGUNAKAN NARKOTIKA GOLONGAN I BAGI DIRI SENDIRI
(Tinjauan Yuridis terhadap Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto
Nomor 122/Pid.Sus/2020/PN Pwt)

Tujuan dari pada penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan unsur - unsur tindak pidana menyalahgunakan Narkotika Golongan I bagi diri sendiri dan untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap terdakwa. Penerapan unsur - unsur tindak pidana menyalahgunakan Narkotika Golongan I bagi diri sendiri dan dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dalam Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 122/Pid.Sus/2020/PN Pwt. Menggunakan metode pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi penelitian deskriptif analisis, Sumber data sekunder berupa Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 122/Pid.Sus/2020/PN Pwt. Pengumpulan data dengan studi kepustakaan, disajikan dalam bentuk uraian, dianalisis dengan metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut : Penerapan unsur - unsur tindak pidana menyalahgunakan Narkotika Golongan I bagi diri sendiri dalam Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 122/Pid.Sus/2020/PN Pwt, telah sesuai dengan syarat-syarat pemidanaan sebagaimana doktrin dari Sudarto.
Dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dalam Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 122/Pid.Sus/2020/PN Pwt, kurang tepat karena Majelis Hakim mengabaikan amanah ketentuan undang-undang sebagaimana ditentukan di dalam Pasal 54 Jo Pasal 103 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang pada pokoknya menentukan apabila terdakwa terbukti melakukan tindak pidana narkotika sebagai penyalahguna atau pecandu maka hakim seharusnya memutuskan yang berangkutan menjalani pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi.




The purpose of this study is to determine the application of the elements of the crime of abusing Narcotics Group I for oneself and to find out the basis of the judge's legal considerations in imposing a sentence on the defendant. The application of the elements of the criminal act of abusing Narcotics Category I for oneself and the basis for the judge's legal considerations in imposing a crime against the defendant in the Purwokerto District Court Decision Number 122/Pid.Sus/2020/PN Pwt. This study uses a normative juridical approach. Specifications of descriptive analysis research, secondary data source in the form of Purwokerto District Court Decision Number 122/Pid.Sus/2020/PN Pwt. Collecting data with literature study, presented in the form of a description, analyzed by qualitative normative methods.
Based on the results of the research and discussion, it can be concluded as follows: The application of the elements of the criminal act of abusing Narcotics Category I for oneself in the Purwokerto District Court Decision Number 122/Pid.Sus/2020/PN Pwt, in accordance with the doctrine of the defendant's actions, has been proven to fulfill the formulation of the offense in the law, is against the law or cannot be justified by law, the defendant is able to take responsibility and the defendant is proven to have fulfilled the element of guilt in the form of an inner relationship between the maker and his actions, which was intentional.
The basis of the judge's legal considerations in imposing a criminal sentence on the defendant in the Purwokerto District Court Decision Number 122/Pid.Sus/2020/PN Pwt, is not appropriate because the Panel of Judges ignores the mandate of the provisions of the law as stipulated in Article 54 in conjunction with Article 103 paragraph (1) letter a of Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics, which basically determines that if the defendant is proven to have committed a narcotic crime as an abuser or addict, the judge should decide that the person concerned will undergo treatment and/or treatment through rehabilitation.



3157434808H1C017002GEOLOGI DAN KEMOSTRATIGRAFI UNSUR PADA BATUAN SEDIMEN LAUT DALAM FORMASI TOTOGAN, KECAMATAN SADANG, JAWA TENGAHDijumpainya pengkayaan unsur Logam Tanah Jarang (LTJ) dan Ytrrium (Y) pada endapan lempung sedimen laut dalam di daerah Pulau Minamitorishima, Jepang melatarbelakangi penelitian ini dengan menerapkan hipotesis yang sama kepada endapan sedimen laut dalam yang sudah terlithifikasi dan tersingkap ke permukaan sebagai batuan. Salah satu lokasi dijumpainya batuan sedimen laut dalam yaitu pada Formasi Totogan di Desa Seboro, Kecamatan Sadang, Kebumen, Jawa Tengah, terendapkan sebagai endapan olisostrom melange sedimenter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi daerah Seboro dan sekitarnya, serta meneliti trend kandungan unsur batuan berupa unsur utama, unsur jejak, unsur LTJ & Y, kemudian dilakukan pembagian zona korelasi kemostratigrafi (unit kemozone) untuk mengidentifikasi potensi serta karakteristik unsur-unsur tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemetaan geologi dan korelasi kemostratigrafi yang sebelumnya dilakukan evaluasi kemostratigrafi berupa analisis kandungan unsur, analisis faktor pengkayaan (FP), analisis multivariat, dan analisis kurva silang dari data konsentrasi unsur hasil analisis geokimia anorganik X-Ray Fluoresence (XRF) dari 15 sampel batuan yang diambil pada lintasan Pengukuran Penampang Stratigrafi (PPS) jalur K.Sogan, Formasi Totogan dengan jarak terukur berkisar 625 m, interval pengambilan sampel 25-30 m. Rekonstruksi sejarah geologi dilakukan dari hasil analisis kondisi morfologi, struktur geologi, dan stratigrafi, kemudian korelasi kemostratigrafi yang telah dilakukan menghasilkan 5 unit kemozone yang memiliki karakteristik grafik konsentrasi unsur yang berbeda tiap unitnya. Selanjutnya diketahui bahwa potensi kelimpahan LTJ pada batuan sedimen Formasi Totogan terbagi menjadi “Highly ΣREE-rich sedimentary rock” dan “Ordinary ΣREE-rich sedimentary rock”. Secara karakter, zona potensi tinggi berada pada unit kemozone kuning (unit 2), dan relatif terjadi kenaikan pada litologi breksi polimik dengan ukuran fragmen yang lebih kecil (kerikil-kerakal), sementara potensi biasa tersebar pada keseluruhan unit.The discovery of abundant Rare Earth Element (REE) and Ytrrium (Y) in deep-sea sediment clay deposits in the Minamitorishima Island area of Japan behind this study by applying the same hypothesis to deep-sea sediment deposits that have been identified and exposed to the surface as rocks. One of the locations found deep sea sedimentary rocks, namely in the Totogan Formation of Seboro Village, Sadang Subdistrict, Kebumen, Central Java, was deposited as olisostrome melange sedimenter. The aims of this research are to find out the geological conditions of the Seboro and surrounding areas, and examine the content of rock elements trend in the form of main elements, trace elements, REE & Y elements, then divided the chemostratigraphyc correlation zone (chemozone units) to identify the potential and characteristics of these elements. The methods used in this study are geological mapping and chemostratigraphic correlation that previously conducted an chemostratigraphic evaluation in the form of element content analysis, enrichment factor analysis (FP), multivariate analysis, and cross-curve analysis of element concentration data resulting from inorganic geochemical analysis X-Ray Fluoresence (XRF) of the 15 rock samples taken on the trajectory of the Measuring Sections Stratigraphy (MSS) of the K.Sogan track, Totogan Formation with a measured distance of 625 m, the sampling interval was 25-30 m. Reconstruction of geological history is carried out from the results of analysis of morphological conditions, geological structure, and stratigraphy, then the chemostratigraphic correlation that have been done produces 5 units of chemozone that have different characteristics of the concentration graph elements of each unit. It is further known that the potential abundance of REE in sedimentary rocks of the Totogan Formation is divided into "Highly ΣREE-rich sedimentary rock" and "Ordinary ΣREE-rich sedimentary rock". In character, the high potencial zone is in the yellow chemozone unit (unit 2), and relatively an increase in polymic breccia lithology with smaller fragment size (gravel-pebble), while the usual potential is spread over the entire unit.
3157534647C1A017077FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN JASA GADAI OLEH NASABAH PADA PEGADAIAN SYARIAH CABANG PURWOKERTOPegadaian Syariah Cabang Purwokerto terletak di Kabupaten Banyumas terus mengalami peningkatan pada jumlah pembiayaan dan nasabah. Namun, di Kabupaten Banyumas jumlah nasabahnya masih kalah jauh dibandingkan pegadaian konvensional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh harga, pendapatan, perilaku religiusitas, pelayanan dan jarak terhadap permintaan jasa gadai oleh nasabah pada Pegadaian Syariah Cabang Purwokerto. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah nasabah Pegadaian Syariah Cabang Purwokerto dan diambil sebanyak 100 sampel melalui rumus Taro Yamane. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini adalah: (1) Harga berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan pendapatan dan pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan jasa gadai oleh nasabah pada Pegadaian Syariah Cabang Purwokerto. (2) Perilaku religiusitas dan jarak tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan jasa gadai oleh nasabah pada Pegadaian Syariah Cabang Purwokerto. Implikasi pada penelitian ini adalah pihak pegadaian syariah memperhatikan dan menetapkan biaya sesuai kemampuan finansial nasabah, terutama pada biaya sewa tempat atau mu’nah. Lalu, pemerintah perlu menyusun regulasi tentang pemerataan Unit Pelayanan Syariah agar jasa gadai dari pegadaian syariah bisa terdistribusi secara merata, terutama bisa menjangkau yang pendapatannya menengah kebawah. Selain itu, pihak Pegadaian Syariah Cabang Purwokerto sebaiknya mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada nasabah.Pegadaian Syariah Cabang Purwokerto which is located in Banyumas regency keeps having the raise of customers number and financing amount. However, the customers number in Banyumas regency is still lower than that in conventional pawnshop. The purpose of this research was to analyze the effect of analyse price, income, religiosity behaviour, services, and distance to pawn service demand by the customers of Pegadaian Syariah Cabang Purwokerto. This type of research was quantitative research. The population of this research was the customers of Pegadaian Syariah Cabang Purwokerto and 100 samples were taken through Taro Yamane formula. The technique used to analyse the data was multiple linear regression analysis. The results of this research were: (1) price showed negative and significant effect, while income and services showed positive and significant effect to pawn service demand by the customers of Pegadaian Syariah Cabang Purwokerto; (2) religiosity behaviour and distance did not affect significantly to pawn service demand by the customers of Pegadaian Syariah Cabang Purwokerto. The implication of this research was that Pegadaian Syariah Purwokerto cares and determines the price based on the customers’ financial capability, mainly on space rental fee or mu’nah. Furthermore, government needs to set regulations about the spreading of Unit Pelayanan Syariah in order that pawn service from sharia pawnshop can be distributed evenly, especially for reaching those having middle to lower income. Besides, it is better for Pegadaian Syariah Purwokerto to maintain and increase its service quality given to the customers.
3157645494H1E020020Vendor Allocation to Minimize Transportation Cost and Delivery Distance by Multi-Objective Linear Programming MethodPermasalahan transportasi dengan tujuan mengalokasikan barang merupakan hal yang krusial pada suatu perusahaan karena berpengaruh pada biaya total perusahaan, terutama biaya transportasi, mengingat bahwa 60% biaya pada logistik merupakan biaya transportasi. Permasalahan transportasi juga terjadi pada Asia Pulp & Paper (APP) yang akan mengalokasikan truck kepada vendor trucking untuk keperluan distribusi material ke perusahaan milik APP. Multi - Objective Linear Programming (MOLP) dipilih sebagai metode pada penelitian ini karena fungsi tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan berjumlah lebih dari satu. Tujuan penelitian ini adalah mengalokasikan truck kepada 11 vendor trucking untuk meminimasi biaya transportasi dan total jarak pengantaran dengan mempertimbangkan kapasitas vendor, biaya transportasi, demand, dan prioritas vendor. Kondisi saat ini, terdapat 11 vendor yang terbagi menjadi 2 group, yaitu group 1 dan group 2. Setiap group vendor dan setiap pabrik memiliki demand yang berbeda untuk setiap jenis truck – nya. Hasil pengolahan data menunjukkan total biaya transportasi sebesar Rp 7.989.159.750 dan total jarak pengantaran 2312,5 km. Biaya transportasi menghasilkan penghematan sebesar 0,24% yang dapat berkontribusi pada pengurangan biaya bensin dan toll serta menghasilkan penghematan 49% pada jarak pengantaran yang berkontribusi pada kecepatan pengiriman yang akan berpengaruh pada peningkatan produktivitas. The transportation problem with the goal of allocating goods is crucial for a company as it impacts the company's total costs, especially transportation costs, considering that 60% of logistics costs are transportation costs. This transportation problem also occurs at Asia Pulp & Paper (APP), which needs to allocate truck to trucking vendors for the distribution of materials to APP – subsidiaries company. Multi – Objective Linear Programming (MOLP) is chosen as the method in this research because the company's objective functions are more than one. The objective of this research is to allocate truck to 11 trucking vendors to minimize transportation costs and total delivery distance, with consider in vendor capacity, transportation costs, demand, and vendor priority. Currently, there are 11 vendors divided into 2 groups, namely group 1 and group 2. Each group of vendors and each factory has different demands for each type of truck. The result of data processing show a total transportation cost of Rp 7.989.159.750 and a total delivery distance of 2312,5 km. The transportation cost results in a savings of 0,24%, which can contribute to the reduction of fuel and toll costs, and a 49% saving on delivery distance, which contributes to faster delivery times that will positively impact productivity.
3157734873I1E015012HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DAN PANJANG TUNGKAI TERHADAP FREKUENSI TENDANGAN SABIT ATLET PENCAK SILAT
KABUPATEN BANYUMAS
Masalah dalam penelitian ini adalah kesulitan yang dihadapi atlet dalam melakukan gerakan tendangan sabit yang benar. Faktor yang mempengaruhi kesulitan tersebut antara lain: IMT dan panjang tungkai yang bervariasi, sehingga dapat mempengaruhi frekuensi tendangan sabit pada atlet pencak silat Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota putra Perguruan Pencak silat Pusaka Kusuma Sokaraja di Kabupaten Banyumas yang berjumlah 100 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh sampel 30 orang atlet putra. Instrumen penelitian Berat badan menggunakan proses pengukuran berat badan dengan Indeks Masa Tubuh atau Body Massa Indeks (BMI), pengukuran panjang tungkai diukur dengan menggunakan roll meter dan frekensi tendangan menggunakan tes kecepatan tendangan sabit. Data dianalisis menggunakan uji statistik yaitu: uji normalitas menggunakan shappiron, uji linearitas, uji hipotesis menggunakan korelasi product moment,dan Uji korelasi berganda. Hasil penelitian menujukan terdapat hubungan antara Indeks Massa tubuh (IMT) dengan tendangan sabit kanan sebesar 0.000 dan tendangan sabit kiri sebesar 0.01 yang dapat di artikan korelasi lemah. Terdapat hubungan antara panjang tungkai terhadap tendangan sabit kanan sebesar 0.002 dan dengan sabit kiri sebesar 0.002 yang dapat di artikan korelasi lemah. Terdapat hubungan antara Indeks Massa Tubuh dan panjang tungkai dengan tendangan sabit sebesar 0.000 (tendangan sabit kanan dan kiri) yang dapat di artikan korelasi lemah. terdapat hubungan antara IMT dan panjang tungkai terhadap frekuensi tendangan sabit atlet putra perguruan pencak silat pusaka kusuma sokaraja.The problem in this study is the difficulties faced by athletes in performing the correct crescent kick. Factors that influence these difficulties include: Varied body weight and leg length, so that it can affect the frequency of sickle kicks in martial arts athletes in Banyumas Regency. This research is a correlation. The population in this study were all male members of the martial arts Pusaka Kusuma Sokaraja College in Banyumas Regency, totaling 100 people. Sampling using purposive sampling technique in order to obtain a sample of 30 male athletes. Research instrument Body weight uses the process of measuring body weight with Body Mass Index (BMI), limb length measurement is measured using a roll meter and kick frequency using a sickle kick speed test. The data were analyzed using statistical tests, namely: normality test using Shappiron, linearity test, hypothesis testing using product moment correlation, and multiple correlation test. research results show there is a relationship between body mass index (BMI) with a right crescent kick of 0.000 and a left crescent kick of 0.01 which can be interpreted as a weak correlation. There is a relationship between the length of the leg to the right sickle kick of 0.002 and with the left sickle of 0.002 which can be interpreted as a weak correlation. There is a relationship between Body Mass Index and leg length with a sickle kick of 0.000 (right and left sickle kick) which can be interpreted as a weak correlation.. there is a relationship between BMI and leg length on the frequency of sickle kicks for the male athletes of the pencak martial arts of Pusaka Kusuma Sokaraja.
3157834809E1A015231TINDAK PIDANA PENGGELAPAN TERUS-MENERUS SEBAGAI PERBUATAN YANG DILANJUTKAN
(Tinjauan Yuridis terhadap Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto
Nomor : 131/Pid.B/2020/PN Pwt)
ABSTRAK

Perbuatan berlanjut terjadi apabila seseorang melakukan perbuatan yang sama beberapa kali, pelaku mengulangi perbuatannya, dan di antara perbuatan-perbuatan tersebut terdapat hubungan yang sedemikian eratnya sehingga rangkaian perbuatan dimaksud harus dianggap sebagai satu perbuatan yang dilanjutkan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan unsur - unsur tindak pidana penggelapan terus – menerus sebagai perbuatan yang dilanjutkan dan dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dalam Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 131/Pid.B/2020/PN Pwt. Dengan menggunakan metode pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi penelitian deskriptif analisis, Sumber data sekunder berupa Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 131/Pid.B/2020/PN Pwt.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui, Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini, telah sesuai dalam menerapkan unsur-unsur tindak pidana sebagaimana rumuskan dalam Pasal 372 Jo Pasal 64 KUHP, unsur-unsur dimaksud: Barangsiapa; Dengan sengaja memiliki dengan melawan hak sesuatu barang yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain; Barang itu ada dalam tangannya bukan karena kejahatan; Beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa, sehingga harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri. Perbuatan Terdakwa telah memenuhi unsur-unsur tersebut.
Dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap terdakwa sebagai berikut : Pertimbangan terhadap unsur-unsur pasal yang didakwakan yaitu Pasal 372 Jo Pasal 64 KUHP; Pertimbangan terhadap pembuktian berdasarkan alat-alat bukti sebagaimana diatur dalam Pasal 184 KUHAP, berupa : keterangan saksi-saksi, dan keterangan terdakwa. Pertimbangan berdasarkan ketentuan Pasal 197 ayat (1) huruf f KUHAP, tentang hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Majelis Hakim menyatakan bahwa Terdakwa Dino Dwi Pujatmoko Bin Turyat, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “penggelapan terus-menerus sebagai perbuatan yang dilanjutkan”, menjatuhkan pidana kepada terdakwa berupa pidana penjara selama 10 (sepuluh) bulan; dan menetapkan Terdakwa tetap dalam tahanan.

Kata kunci: Tindak Pidana, Penggelapan, Dilanjutkan.
ABSTRACT

Deed continue happened if someone conduct is same deed several times, perpetrator repeat its deed, and among the deed there are relation which in such a way sliver so that such deed network have to be considered to be one continued deed.
This research aim to to know applying of element - embezzlement doing an injustice element continue - continuing as continued deed and consideration base punish judge in let fall crime to defendant in Decision District Court Purwokerto Number 131/Pid.B/2020/PN Pwt. By using method approach of normative yuridical. Specification of descriptive research of analysis, Source of secondary data in the form of Decision District Court Purwokerto Number 131/Pid.B/2020/PN Pwt.
Pursuant to result of research known, Committee Judge checking and judging this case, have according to in applying doing an injustice elements as formulating in Section 372 Jo Section 64 KUHP, such elements: Whomever; Designedly have with fighting against rights something goods which entirely or some of property of others; That goods there is in his arms not because of badness; Some existing deed of its relation in such a manner, so that have to be viewed as by self supporting deed. Deed of Defendant have fulfilled the the elements.
Consideration base punish judge in let fall crime to the following defendant : Consideration to asserted by section elements that is Section 372 Jo Section 64 KUHP; Consideration to verification pursuant to evidence appliance as arranged in Section 184 KUHAP, in the form of : eyewitness boldness, and defendant boldness. Consideration pursuant to rule of Section 197 sentence (1) KUHAP f letter, about things weighing against and lightening defendant. Committee Judge express that Double Defendant Dino Dwi Pujatmoko Bin Turyat, proven validly and assure to make a mistake to conduct doing an injustice "continuous embezzlement as continued deed", let fall crime to defendant in the form of crime serve a sentence during 10 (ten) months; and specify Defendant remain to in prisoner.


Keyword: Doing An Injustice, Embezzlement, Continued.

3157934810I1B018003TINGKAT STRES ORANG TUA DENGAN ANAK USIA SEKOLAH DASAR PADA MASA NORMAL BARU COVID-19Masa normal baru atau biasa disebut New Normal adalah suatu situasi dimana setiap orang beradaptasi dengan kebiasaan atau tatanan hidup yang baru. Pemberlakuan pembelajaran tatap muka terbatas dan hybrid pada masa normal baru Covid-19 berdampak pada peningkatan stres dikalangan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres orang tua dengan anak usia sekolah dasar di Desa Jayi Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi potong lintang (cross sectional) terhadap 139 responden. Instrumen yang digunakan yaitu kuisioner karakteristik responden yang meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, pendapatan, pekerjaan, dan intensitas pendampingan proses pembelajaran dan kuisioner tingkat stres DASS-42 yang berisi 14 pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat stres berdasarkan karakteristik responden mayoritas orang tua dengan usia 36-45 tahun sebanyak 19 (13,6%) orang, berjenis kelamin perempuan sebanyak 31 (22,3%) orang, berpendidikan SD sebanyak 25 (17,99%) orang, dengan kategori pekerjaan bekerja salah satu sebanyak 36 (25,9%) orang, berpendapatan <Rp.2.009.000 sebanyak 24 (17,27%) orang, dan dengan intensitas pendampingan pembelajaran hybrid selama 3 jam sebanyak 12 (8,63%) orang, mengalami stres sedang. Tingkat stres orang tua dengan anak usia sekolah dasar di Desa Jayi Kecamatan Sukahaji mayoritas mengalami stres normal dan sedang
The new normal period or commonly called the New Normal is a time or situation where everyone adapts to a new habit or order of life. The implementation of limited or hybrid face-to-face learning during the new normal period of Covid-19 has an impact on increasing stress among parents. This study aims to describe the level of stress of parents with elementary school-aged children in Jayi Village, Sukahaji District, Majalengka Regency. This study uses a quantitative descriptive method with a cross-sectional study approach to 139 respondents. The instrument used is a questionnaire on the characteristics of respondents which includes age, gender, education, income, occupation, and intensity of mentoring in the learning process and the DASS-42 stress level questionnaire which contains 14 questions. The results showed that stress level based on respondent characteristics the majority of parents aged 36-45 years were 19 (13.6%) people, 31 (22.3%) were female, 25 (17.99%) had primary education, with a job category. working one of the 36 (25.9%) people, with an income of <Rp.2,009,000 as many as 24 (17.27%) people, and with the intensity of 3 hours of hybrid learning assistance as many as 12 (8.63%) people, experienced moderate stress. The stress level of parents with elementary school age children in Jayi Village, Sukahaji District, the majority experience normal and moderate stress.
3158034811H1C017024ANALISIS ZONA KERENTANAN GERAKAN TANAH MENGGUNAKAN METODE STATISTIK WEIGHT OF EVIDENCE DAERAH KALIORI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN KARANGANYAR, KABUPATEN PURBALINGGA, JAWA TENGAHDaerah Kaliori dan Sekitarnya memiliki 3 satuan batuan, dimulai dari yang paling tua yaitu satuan
batulempung, satuan batupasir, dan endapan aluvial, bentukan morfologi dengan kemiringan lereng yang
cenderung curam, dan memiliki curah hujan tahunan yang tinggi, menjadikannya memiliki catatan kejadian
gerakan tanah yang tinggi. Hal ini lah yang mendasari perlunya analisis zonasi gerakan tanah yang menggunakan
data; litologi, kemiringan lereng, elevasi, tata guna lahan, jarak sungai, arah lereng, curah hujan, jenis tanah,
kurvatur, dan jarak struktur sebagai parameter penentuan daerah kerentanan. Metode WoE digunakan dalam
menentukan jenis parameter yang berpengaruh pada kejadian gerakan tanah berdasarkan kejadian gerakan tanah
yang telah terjadi, dan dari 10 data yang dipakai, hanya 7 yang bisa dijadikan sebagai parameter pemodelan akhir,
yaitu; litologi, kemiringan lereng, elevasi, tata guna lahan, arah lereng, kurvatur, dan jarak struktur. Dalam
validasinya metode ini akan memperhatikan kurva AUC dalam penentuan tingkat akurasi pemodelan dengan
mempertimbangkan 79 titik pengamatan gerakan tanah yang diambil dari lapangan, dan didapatkan 4 kelas
kerentanan yang telah disesuaikan dengan standar yang ada, yaitu; Zona Kerentanan Sangat Rendah dengan 5%
total gerakan tanah, Zona Kerentanan Rendah dengan 10% total gerakan tanah, Zona Kerentanan Menengah
dengan 15% total gerakan tanah, dan Zona Kerentanan Tinggi dengan 70% total gerakan tanah.
The Kaliori area and its surroundings have 3 rock units, starting with the oldest, namely claystone
units, sandstone units, and alluvial deposits, morphological formations with slopes that tend to be steep, and have
high annual rainfall, making them have a record of high mass movement events. This is what underlies the need
for mass movement zoning analysis using data as such; lithology, slope, elevation, land use, river distance, slope
direction, rainfall, soil type, curvature, and structure distance as parameters for determining vulnerable areas.
The WoE method is used to determine the types of parameters that affect the occurrence of ground motion based
on the occurrence of mass movement that has occurred, and of the 10 data used, only 7 can be used as the final
modeling parameters, namely; lithology, slope, elevation, land use, slope direction, curvature, and structural
distance. In the validation of this method will pay attention to the AUC curve in determining the level of modeling
accuracy by considering 79 observation points of mass movement taken from the field, and obtained 4 classes of
vulnerability that have been adapted to existing standards, namely; Very Low Vulnerability Zone with 5% total
ground movement, Low Vulnerability Zone with 10% total ground motion, Medium Vulnerability Zone with 15%
total ground motion, and High Vulnerability Zone with 70% total ground motion.