Artikelilmiahs
Menampilkan 31.701-31.720 dari 50.037 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 31701 | 35564 | C1A018101 | ANALISIS PENDAPATAN USAHA KELOMPOK WANITA TANI KECAMATAN CILACAP TENGAH | Pembangunan sektor pertanian dalam meningkatkan pembangunan perekonomian nasional bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan untuk memenuhi konsumsi dalam negeri. Dalam sektor pertanian terdapat kelembagaan yang mengelola didalamnya salah satunya Kelompok Wanita Tani (KWT). Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh modal, luas lahan, jumlah tenaga kerja dan diversifikasi usaha terhadap pendapatan KWT. Teknik pengumpulan data melalui metode wawancara berdasarkan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata – rata pendapatan yang diperoleh sebesar 26,47% atau senilai Rp 188.000,00 – Rp 670.000,00 per satu kali masa tanam. Variabel modal berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usaha KWT. Sedangkan variabel luas lahan, jumlah tenaga kerja dan diversifikasi usaha tidak berpengaruh. | The development of agricultural sector in enhancing national economic development aims to increase food production to meet domestic consumption. In the agricultural sector there are institutions that manage it, one of which is the Women Farmer Groups (KWT). The purpose of this study is to analyse the effect of capital, land area, number of workers and business diversification on KWT income. Data collection techniques through interview methods based on questionnaires. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that the average income earned is 26,47% or Rp 188.000,00 – Rp 670.000,00 one planting period. The capital variable has a significant effect on KWT operating income. While the variables of land area, number of workers and business have no effect. | |
| 31702 | 34913 | J1C015015 | PENERAPAN KONSEP MUSIM PADA CORAK KIMONO DALAM FILM LIVE-ACTION CHIHAYAFURU (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) | Kimono sebagai pakaian tradisional dari Jepang adalah salah satu bentuk dari kebudayaan yang mencerminkan masyarakat Jepang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna semiotika dari corak kimono, serta menganalisis penerapan konsep musim pada kimono yang dikenakan oleh pemeran utama Chihaya dalam film live-action Chihayafuru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data, teknik simak catat. Data berupa gambar, terdiri atas 12(dua belas) corak kimono dan penggalan dialog sebagai data dukung yang diambil dari 3 (tiga) kimono yang dikenakan oleh Chihaya dalam film live-action Chihayafuru yang dianalisis dengan menggunakan teori semiotika dari Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan dua belas corak tersebut yang masing-masing memiliki makna denotasi, konotasi serta mitos di dalamnya. Selain itu, dari 12 (dua belas) corak kimono, terdapat 10 (sepuluh) corak yang termasuk ke dalam suatu musim, yaitu 4 (empat) corak musim semi, 2 (dua) corak musim gugur, 4 (empat) corak musim dingin dan 2 (dua) corak yang termasuk ke dalam corak yang digunakan pada tahun baru. Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan bahwa berjalannya waktu menunjukkan bahwa praktik penggunaan beberapa corak dari berbagai musim dalam satu kimono mulai digunakan. Hal ini bertujuan agar pemakaian kimono dapat bisa dipergunakan di setiap musimnya. | Kimono is a traditional dress from Japan is a form of culture that reflects Japanese society. The purpose of this research is to describe the semiotic meaning of the kimono pattern and to analyze the application of the concept of season from the kimono that worn by the main character Chihaya in live-action film called Chihayafuru. This research is a descriptive qualitative study with data collection techniques using the note-taking technique. Data in the form of images, consisting of 12 kimono’s patterns and some dialogues fragments as supporting data taken from 3 kimono worn by Chihaya in the live-action Chihayafuru, which were analyzed using the semiotic theory of Roland Barthes. The results of the study show that 12 of each patterns have denotative, connotative and mythical meanings in them. In addition, from the 12 patterns of kimono, there are 10 patterns that belong to a season, namely 4 spring patterns, 2 autumn patterns, 4 winter patterns and 2 patterns that belong to be used in the new year. The conclusion of this research shows that as the times goes by it showed that the practice of using several patterns from different seasons in one kimono began to be used. This is because the use of the kimono can be used in every season. | |
| 31703 | 35447 | E1A016068 | PELAKSANAAN ASAS CONTANTE JUSTITIE (ASAS PERADILAN CEPAT, SEDERHANA DAN BIAYA RINGAN) DALAM PERADILAN TINDAK PIDANA KORUPSI (Studi Di Wilayah Pengadilan Negeri Semarang) | Salah satu asas dalam Hukum Acara Pidana yaitu asas contante justitie atau lebih dikenal dengan asas peradilan cepat, sederhana dan biaya ringan. Asas peradilan cepat, sederhana, dan biaya ringan memberikan pengaruh terhadap praktik pencarian keadilan, sehingga diharapkan dapat berlaku efektif dalam penegakan hukum. Peradilan sederhana, cepat dan biaya ringan ini dimaksudkan untuk memberi perlindungan dan kepastian hukum bagi tersangka atau terdakwa yang menjalani proses peradilan. Adapun pelaksanaan dari asas tersebut yang akan diteliti yaitu berkaitan dalam peradilan tindak pidana korupsi yang dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri Semarang. Pada penelitian ini membahas permasalahan mengenai pelaksanaan asas contante justitie (asas peradilan cepat, sederhana dan biaya ringan) dalam peradilan Tindak Pidana Korupsi di Pengadilan Negeri Semarang dan hambatan yang dihadapi dalam proses pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis, dengan spesifikasi penelitian deskriptif, sumber data yang digunakan data primer dan data sekunder, data yang terkumpul disajikan dengan uraian yang sistematis dengan metode analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan didapati bahwa pelaksanaan asas contante justitie (asas peradilan cepat, sederhana dan biaya ringan) di Pengadilan Negeri Semarang telah dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku. Adapun hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan asas contante justitie (asas peradilan cepat, sederhana dan biaya ringan) di Pengadilan Negeri Semarang adalah faktor sarana atau fasilitas, faktor masyarakat dan faktor kebudayaan. | One of the principles in the Criminal Procedure Code is the principle of contante justitie or better known as the principle of quick, simple and low cost justice. The principle of quick, simple, and low-cost justice has an influence on the practice of seeking justice, so it is expected to be effective in law enforcement. This simple, quick and low cost trial is intended to provide legal protection and certainty for suspects or defendants undergoing the judicial process. The implementation of these principles that will be investigated is related to the corruption criminal justice trial carried out by the Semarang District Court. This study discusses the problems regarding the implementation of the principle of contante justitie (the principle of quick, simple and low cost justice) in the Corruption Court at the Semarang District Court and the obstacles faced in the implementation process. This study uses a sociological juridical approach, with descriptive research specifications, data sources used are primary data and secondary data, the data collected is presented in a systematic description with qualitative analysis methods. Based on the results of the research and discussion, it was found that the implementation of the contante justitie principle (the principle of quick, simple and low-cost justice) at the Semarang District Court had been carried out according to the applicable rules. The obstacles of contante justitie principle (the principle of quick, simple and low cost justice) implementation on Semarang District Court are facilities factors, social factors and cultural factors. | |
| 31704 | 34902 | J0B018019 | Penyediaan Situs Web Berbahasa Mandarin sebagai Media Promosi untuk Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Tiongkok di Villa Monyet Pangandaran. | Laporan praktik kerja ini berjudul “Penyediaan Situs Web Berbahasa Mandarin sebagai Media Promosi untuk Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Tiongkok di Villa Monyet Pangandaran”. Kegiatan praktik kerja ini dilaksanakan pada tanggal 22 Februari hingga 15 Mei 2021 di Villa Monyet Pangandaran. Laporan praktik kerja ini bertujuan untuk menghasilkan media promosi berupa situs web Villa Monyet berbahasa mandarin yang mudah dipahami dengan menggunakan metode komunikatif dalam proses penerjemahannya. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan empat metode, yaitu metode observasi, jelajah internet, wawancara dan studi pustaka. Untuk menerjemahkan situs web, penulis melakukan empat tahapan. Keempat tahap tersebut, yaitu analisis teks bahasa sumber, pengalihan, retrukturisasi, dan evaluasi serta revisi. Pada kegiatan praktik kerja ini , penulis menggunakan metode komunikatif sebagai metode utama. Hasil dari praktik kerja ini adalah laman situs web Villa Monyet sudah diterjemahkan dari bahasa indonesia ke dalam bahasa mandarin dan digunakan oleh pihak Villa Monyet. | 这份报告的标题是 “Penyediaan Situs Web Berbahasa Mandarin sebagai Media Promosi untuk Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Tiongkok di Villa Monyet Pangandaran”.实习时间是从02月22号到2021年05月15号在Pangandaran县,Monyet别墅进行的。实习的目的是在翻译过程中使用交际方法以易于理解的汉语 Monyet别墅网站的形式制作宣传媒体。作者使用四种收集文件方法,就是观察方法,浏览互联网方法,访谈方法,和图书研究方法。进行翻译Monyet别墅的网站页面,作者进行了四个翻译阶段就是分析阶段,对应词转移阶段,调整阶段,和评价与修订阶段。在这份实习活动中,作者使用交际翻译方法作为主要的方法。实习的结果是Monyet别墅的网站页面已从印尼语翻译成汉语,并被Monyet别墅使用。 | |
| 31705 | 34906 | J0B018025 | STRATEGI PROMOSI DESA WISATA CIKAKAK MELALUI LEAFLET PAKET WISATA BERBAHASA MANDARIN DI DINPORABUDPAR KABUPATEN BANYUMAS | Laporan praktik kerja ini berjudul " Strategi Promosi Desa Wisata Cikakak Melalui Leaflet Paket Wisata Berbahasa Mandarin Di Dinporabudpar Kabupaten Banyumas". Kegiatan praktik kerja ini di laksanakan selama tiga bulan, yaitu dari tanggal 26 Januari sampai 21 April 2021 di Dinporabudpar kabupaten Banyumas. Tujuan dari praktik kerja ini adalah mempromosikan desa wisata Cikakak melalui leaflet paket wisata berbahasa Mandarin di Dinporabudpar kabupaten Banyumas. Penulis menggunakan tiga metode pengumpulan data yaitu: metode observasi, jelajah internet, dan wawancara. Pada metode penerjemahan penulis menggunakan dua metode yaitu metode penerjemahan kata demi kata dan penerjemahan harfiah. Selanjutnya penulis menggunakan strategi promosi melalui media cetak yaitu leaflet paket wisata, karena desa Cikakak belum pernah melakukan promosi melalui paket wisata khususnya dalam bahasa asing yaitu bahasa Mandarin sehingga penulis ingin membantu pelayanan desa wisata Cikakak untuk wisatawan mancanegara khususnya wisatawan Tiongkok, untuk mempermudah mereka yang ingin berkunjung ke desa wisata Cikakak sebagai strategi promosi desa wisata Cikakak melalui paket wisata berbahasa Mandarin di Dinporabudpar Kabupaten Banyumas. | 这份实习报告的题目是 " Strategi Promosi Desa Wisata Cikakak Melalui Leaflet Paket Wisata Berbahasa Mandarin Di Dinporabudpar Kabupaten Banyumas"。 实习时间是从 1 月 26 日 到 2021 年 4 月 21 日 在 Banyumas 区 青年、体育、文化和旅游部门。实习的目的是通过促进Cikakak村通过 小册子 中文在 Banyumas 区Dinporabudpar。作者使用三种收集材料的方法。 它们是观察方法,上网浏览方法,采访方法。在翻译方法,作者使用是二种翻译方法 逐字翻译方法,字面翻译方法。下一个方法战略促进使用 战略促进通过印刷社交媒体。其中一个像旅游套餐宣 小册子,因为Cikakak村从来没有通过旅游促进小册子,尤其是外语,是中文,所以作者想帮助Cikakak旅游村为外国游客服务,特别是中国游客,让那些想要参观 游客这个Cikakak 旅游村 可以更容易和增加游客访问到cikakak 旅游村。这个实习的结果是以翻译Cikakak村旅游套餐小册子的形式,作为Cikakak旅游村的促进战略,通过在 Banyumas Regency 的 Dinporabudpar 中文的旅游套餐小册子。 | |
| 31706 | 35527 | E1A018084 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN MASKER WAJAH ORGANIK YANG TIDAK MEMILIKI IJIN EDAR BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NO. 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (STUDI PUTUSAN No. 270/PID.SUS/2021/PN.BKS) | Maraknya peredaran sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan kosmetik dalam perdagangan di Indonesia yang tidak memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan memberikan pengaruh terhadap konsumen selaku pemakai, bahkan sekarang ini produk kosmetik dalam bentuk kemasan seperti masker wajah organik seringkali dianggap lebih aman karena disebut sebut mengandung bahan alami. Dalam kenyataanya masih banyak pelaku usaha yang tidak memperhatikan izin edar dalam menjual satu produknya, maka dari itu penulis tertarik untuk meneliti bagaimana Bagaimana perlindungan hukum terhadap konsumen masker wajah organik yang tidak memiliki ijin edar berdasarkan Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen (studi putusan No. 270/PID.SUS/2021/PN.BKS). Metode pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan mencakup bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif sistematis, dan metode analisis menggunakan normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian pada putusan Pengadilan Negeri Bekasi No. 270/PID.SUS/2021/PN.BKS bahwa pelaku usaha Charles Siregar telah bersalah karena mengedarkan masker wajah organik tanpa adanya izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan dan diketahui konsumen telah mendapatkan upaya perlindungan konsumen untuk melindungi hak konsumen yang terdapat pada Pasal 4 huruf a, c, dan h dengan hakim menjatuhkan hukuman kepada pelaku usaha dengan menggunakan Pasal 197 jo Pasal 106 ayat (1) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 Tentang Kesehatan. | The widespread circulation of pharmaceutical preparations and/or cosmetic medical devices in trade in Indonesia that do not have a distribution permit from the Food and Drug Supervisory Agency has an impact on consumers as users, even now cosmetic products in the form of packaging such as organic face masks are often considered safer because they are called say it contains natural ingredients. In fact, there are still many business actors who do not pay attention to distribution permits in selling one product, therefore the authors are interested in examining how the legal protection for organic face mask consumers who do not have a distribution permit based on Law no. 8 of 1999 concerning Consumer Protection (study of decision No. 270/PID.SUS/2021/PN.BKS). The approach method used is a normative juridical approach with descriptive research specifications. The data used is secondary data which includes primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials. The data obtained are presented with a systematic narrative text, and the analytical method uses a qualitative normative. Based on the results of research on the decision of the Bekasi District Court No. 270/PID.SUS/2021/PN.BKS that the business actor Charles Siregar was guilty of distributing organic face masks without a distribution permit from the Food and Drug Supervisory Agency and it is known that consumers have obtained consumer protection measures to protect consumer rights as stated in Article 4 letters a, c, and h with the judge sentenced to business actors by using Article 197 jo Article 106 paragraph (1) of Law Number 36 of 1999 concerning Health. | |
| 31707 | 34915 | G1A018031 | HUBUNGAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK DENGAN KADAR PROFIL LIPID PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS SUMBANG 2 BANYUMAS | Latar belakang : Diabetes melitus (DM) adalah suatu penyakit ketika kadar glukosa di dalam darah melebihi nilai normalnya karena tubuh tidak dapat melepaskan atau memakai insulin sesuai dengan kebutuhan. Faktor penyebabnya sangat beragam disertai dengan hiperglikemia yang kronis dan diikuti dengan gangguan metabolisme protein, karbohidrat, dan keadaan hiperkolesterol karena adanya gangguan sekresi insulin. Tujuan: Tujuan penelitian ini berguna untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan profil lipid pasien diebetes melitus tipe 2 (DM tipe 2) di Puskesmas Sumbang 2. Metode: Penelitian ini menggunakan studi cross sectional untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan profil lipid pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas 2 Sumbang. Sampel diperoleh menggunakan teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling ,dimana semua subjek yang memenuhi kriteria diambil sebagai sampel dengan minimal sesuai rumus yang ada (31 orang). Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan pengujian statistik spearman. Hasil : Dalam penelitian ini menghasilkan bahwa terdapat korelasi antara aktivitas fisik dengan kadar kolesterol total dengan nilai P sebesar 0,032, terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar trigliserida dengan nilai P sebesar 0,000, tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar kolesterol HDL dengan nilai P sebesar 0,123, terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar kolesterol LDL dengan nilai P sebesar 0,011. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar kolesterol HDL dengan kejadian diabetes melitus, tetapi terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar kolesterol total, trigliserida, dan kolesterol LDL dengan kejadian diabetes melitus di wilayah Puskesmas 2 Sumbang, Banyumas | Diabetes mellitus (DM) is a disease when the level of glucose in the blood exceeds the normal value because the body cannot release or use insulin as needed. The causative factors are very diverse, accompanied by chronic hyperglycemia and followed by disturbances in protein, carbohydrate metabolism, and hypercholesterolemia due to impaired insulin secretion. The aims of this study is to determine whether there is a relationship between the level of physical activity and the lipid profile of patients with type 2 diabetes mellitus (DM type 2) at the Sumbang 2 Public Health Center. This study used a cross sectional study to determine the relationship between physical activity and lipid profile in patients with type 2 diabetes mellitus. 2 at Puskesmas 2 Contributing. The sample was obtained using the sampling technique used in this study is total sampling, where all subjects who meet the criteria are taken as samples with a minimum according to the existing formula (31 people). Data analysis in this study used univariate and bivariate analysis with Spearman statistical testing. In this study resulted that there is a correlation between physical activity and total cholesterol levels with a P value of 0.032, there is a relationship between physical activity and triglyceride levels with a P value of 0.000, there is no relationship between physical activity and HDL cholesterol levels with a P value of 0.123, there is a relationship between physical activity and LDL cholesterol levels with a P value of 0.011. It was concluded that there was no relationship between physical activity and HDL cholesterol levels with the incidence of diabetes mellitus, but there was a relationship between physical activity and total cholesterol, triglyceride, and LDL cholesterol levels with the incidence of diabetes mellitus in the working area of Puskesmas 2 Sumbang, Banyumas. | |
| 31708 | 34918 | F1B017104 | Kinerja Implementasi Kebijakan Relokasi Pedagang Kaki Lima Di Purbalingga Food Center | ABSTRAK Kebijakan relokasi merupakan keputusan atau tindakan pemerintah dalam upaya penempatan kembali PKL dari satu tempat ke tempat lain yang dianggap lebih tepat untuk beberapa alasan dan tujuan. Dikarenakan banyaknya jumlah pedagang kaki lima yang tersebar dipusat kota menjadikan tata kota menjadi terlihat kurang tertib. Sehingga membuat Bupati Purbalingga membuat relokasi untuk PKL kebijakan yang awalnya berdagang di sekitar alun-alun, dan GOR Goentor Darjono menjadi satu tempat di Purbalingga Food Center seperti yang tercantum dalam Peraturan Bupati Nomor 94 Tahun 2019 Tentang Penataan dan Penunjukan Lokasi Sebagai Tempat Berjualan Bagi Pedagang Kaki Lima di Kecamatan Purbalingga. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana kinerja implementasi kebijakan relokasi di Purbalingga Food Center berdasarkan aspek komunikasi, akses, cakupan, akuntabilitas, dan penyesuaian program dengan kebutuhan. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa kinerja implementasi kebijakan relokasi ini jika dilihat berdasarkan aspek komunikasi, akses akuntabilitas, dan kesesuaian program dengan kebutuhan yang sudah berjalan dengan baik. Namun, pada aspek cakupan mengenai pemberian fasilitas dan prasarana pedagang masih belum berjalan secara maksimal. Untuk dapat meningkatkan kinerja implementasi kebijakan relokasi ini maka penyelenggara kebijakan harus memberikan pelatihan dan pembinaan kepada para pelaku di Purbalingga Food Center secara konsisten dan berkelanjutan serta mempertahankan dan meningkatkan semua aspek yang telah berjalan dengan baik agar dapat mencapai tujuan kebijakan dengan maksimal. | ABSTRACK A relocation policy is a government decision or action in an effort to replace street vendors from one place to another that is considered more appropriate for several reasons and purposes. Due to the large number of street vendors scattered in the city center, the city planning becomes less orderly. This made the Regent of Purbalingga make a relocation for policy vendors who initially traded around the square, and GOR Goentor Darjono became one place in the Purbalingga Food Center as stated in Regent Regulation No. 94 of 2019 concerning Structuring and Designating Locations as Selling Places for Pedestrians. Five in Purbalingga District. The purpose of this study is to find out how the performance of the implementation of the relocation policy at the Purbalingga Food Center is based on aspects of communication, access, coverage, accountability, and program adjustment to needs. The results of this study explain that the performance of the implementation of this relocation policy when viewed based on the aspects of communication, access to accountability, and the suitability of the program with needs has been going well. However, the coverage aspect regarding the provision of facilities and infrastructure for traders is still not running optimally. To be able to improve the performance of the implementation of this relocation policy, the policy organizers must provide training and guidance to the actors at the Purbalingga Food Center consistently and sustainably and maintain and improve all aspects that have been running well in order to achieve the policy objectives to the fullest. | |
| 31709 | 34919 | C1G017053 | ANALYSIS OF SAVING-INVESTMENT GAP IN ASEAN (ASSOCIATION OF SOUTHEAST ASIAN NATION) COUNTRIES (Case Study in ASEAN-7 Countries) | Kesenjangan tabungan-investasi sebenarnya merupakan fenomena umum di banyak negara, termasuk negara berkembang seperti Indonesia dan beberapa negara anggota ASEAN-7. Masalahnya, jika ini terjadi, pertumbuhan ekonomi akan terhambat karena kekurangan modal. Oleh karena itu, untuk menjaga tingkat pertumbuhan ekonomi yang stabil, diperlukan tabungan domestik yang tinggi untuk mendukung investasi agar proses produksi dapat berkelanjutan dan tingkat output dapat meningkat. Oleh karena itu, jika muncul kesenjangan tabungan-investasi, harus segera diatasi, agar pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh indeks harga konsumen, jumlah penduduk, produk domestik bruto dan suku bunga riil terhadap saving-investment gap di negara-negara ASEAN-7. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Worldbank selama tahun 2010- 2019 dengan jumlah observasi terdiri dari 7 cross section dan 10 time series. Teknik analisis yang digunakan adalah Regresi Panel Data dengan model Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks harga konsumen, jumlah penduduk, produk domestik bruto dan suku bunga riil secara simultan berpengaruh terhadap saving-investment gap di negara-negara ASEAN-7. Kemudian secara parsial variabel indeks harga konsumen dan produk domestik bruto berpengaruh positif dan signifikan terhadap saving-investment gap negara ASEAN-7, jumlah penduduk berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan suku bunga riil berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kesenjangan tabungan-investasi di negara-negara ASEAN-7. Kemudian variabel produk domestik bruto merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap saving-investment gap di negara-negara ASEAN-7. Implikasi dari penelitian ini adalah pemerintah masing-masing negara dan ASEAN sebagai organisasi bilateral harus menjaga nilai indeks harga konsumen yang terjadi untuk menjaga tingkat inflasi agar dapat mencapai target setiap periode, menjaga stabilitas populasi. dan meningkatkan kualitasnya dalam jangka panjang, meningkatkan pendapatan per kapita masing-masing negara dalam rangka meningkatkan kekuatan ekonomi, menjaga nilai suku bunga riil untuk meningkatkan tabungan dan investasi domestik di negara-negara ASEAN-7. | The savings-investment gap is actually a common phenomenon in many countries, including developing countries such as Indonesia and several ASEAN-7 member countries. The problem is, if this happens, economic growth will be hampered due to a lack of capital. Therefore, to maintain a stable level of economic growth, high domestic savings are needed to support investment so that the production process can be sustainable and the level of output can increase. Therefore, if a savings-investment gap arises, it must be addressed, so that economic growth can take place. The purpose of this study is to analyze the effect of the consumer price index, total population, gross domestic product and real interest rates on the saving-investment gap in ASEAN-7 countries.This study uses secondary data obtained from the Worldbank during the 2010-2019 period, with the number of observations consisting of 7 cross-sections and 10 time series. The analysis technique used is Data Panel Regression with the Ordinary Least Square (OLS) model. The results showed that the consumer price index, total population, gross domestic product and real interest rates simultaneously showed the affect to saving-investment gap in ASEAN-7 countries. Then partially, the consumer price index and gross domestic product variables have a positive and significant effect on the saving-investment gap in ASEAN-7 countries, total population has a negative and significant effect, while real interest rates have negative and insignificant effect on the saving-investment gap in ASEAN-7 countries. Then the variable gross domestic product is the most influential variable on the saving-investment gap in ASEAN-7 countries. The implication of this research is that the government of each country and ASEAN as a bilateral organization must maintain the value of the consumer price index that occurs to maintain the inflation rate in order to achieve the target for each period, maintain the stability of the population and improve its quality in the long term, increase the income per capita of each country in order to increase the strength of the economy, maintain the value of real interest rates to increase domestic savings and investment in ASEAN-7 countries. | |
| 31710 | 34920 | H1B017016 | ANALISIS KAPASITAS SAMBUNGAN BAUT PADA PELAKSANAAN PEKERJAAN SAMBUNGAN BALOK KOLOM TIPE SEDERHANA MENGGUNAKAN AMALISIS NUMERIKAL DENGAN BANTUAN SOFTWARE ABAQUS | Kegagalan pada struktur baja sebagian besar bersumber dari joint/sambungan yang buruk. Contoh kesalahan yang menyebabkan buruknya kekuatan sambungan adalah kesalahan pelubangan lubang baut pada pengerjaannya di lapangan. Untuk itu perlu dilakukan analisis untuk mengetahui pengaruh pergeseran lubang baut tersebut terhadap kapasitas kekuatan sambungan. Analisis dilakukan secara numerikal dengan bantuan software Abaqus. Pemodelan dibuat dengan adanya mutu baja A36 dan mutu baut A325 serta pergeseran lubang baut diasumsikan bergeser arah vertikal (bawah) dan arah horizontal (kiri) sejauh masing-masing 10mm. Pengaruh pergeseran lubang baut pada profil sambungan berpengaruh signifikan terhadap reaksi gaya disemua pergeseran lubang baut ke kiri sejauh 10mm maupun ke bawah sejauh 10mm. Terhadap displacement yang terjadi pada model geser kiri dikategorikan signifikan sedangkan untuk model geser bawah perubahannya dikategorikan tidak signifikan . Terhadap tegangan pada model sambungan dikategorikan tidak signifikan pada semua varian model. Pengaruh pergeseran lubang baut terhadap regangan yang terjadi pada model geser kiri dikategorikan signifikan sedangkan regangan yang terjadi pada model geser bawah bawah dikategorikan tidak signifikan. Pengaruh pergeseran lubang baut dinyatakan tidak aman karena adanya perubahan yang signifikan pada parameter ditinjau. Jika kapasitas dari parameter yang ditinjau berubah secara signifikan sangat mungkin sambungan tersebut mengalami kegagalan. | Most of the failures in steel structures stem from bad joints. An example of an error that causes poor connection strength is the error of perforating bolt holes in the work in the field. For this reason, it is necessary to conduct an analysis to determine the effect of the shift in the bolt hole on the connection strength capacity. The analysis was carried out numerically with the help of Abaqus software. The modeling is made with the presence of A36 steel quality and A325 bolt quality and the shift of the bolt holes is assumed to be shifted in the vertical direction (bottom) and horizontal direction (left) by 10mm each. The effect of shifting bolt holes on the connection profile has a significant effect on the reaction force in all bolt hole shifts to the left as far as 10mm and down as far as 10mm. The displacement that occurs in the left shear model is categorized as significant, while for the bottom shear model the changes are categorized as insignificant. The stress on the connection model is categorized as insignificant in all model variants. The effect of the bolt hole shift on the strain that occurs in the left shear model is categorized as significant while the strain that occurs in the bottom shear model is categorized as insignificant. The effect of shifting bolt holes is declared unsafe due to a significant change in the parameters reviewed. If the capacity of the parameter under consideration changes significantly, it is very likely that the connection will fail. | |
| 31711 | 35448 | E1A018357 | RATIO DECIDENDI PENJATUHAN PUTUSAN BEBAS (VRIJSPRAAK) DALAM PEMALSUAN AKTA OTENTIK OLEH NOTARIS (Studi Putusan Nomor: 1216/Pid.B/2019/PN Jkt.Tim) | Notaris merupakan pejabat umum yang diberi kewenangan oleh negara untuk membuat akta otentik. Dalam jabatan notaris terdapat kepercayaan publik yang sangat besar, namun notaris dalam menjalankan jabatannya tidak menutup kemungkinan melakukan penyimpangan yang merupakan perbuatan pidana. Perbuatan pidana yang sering dilakukan oleh seorang notaris adalah pemalsuan akta otentik sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 263 dan Pasal 264 KUHP. Berkaitan dengan hal tersebut penulis tertarik untuk menganalisa sejauh mana pembuktian serta pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan bebas terhadap Terdakwa, selaku notaris yang melakukan tindak pidana pemalsuan akta otentik dalam Putusan No.1216/Pid.B/2019/PN Jkt.Tim. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Penelitian ini juga menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan serta diuraikan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak pidana pemalsuan akta otentik yang dilakukan oleh Terdakwa dalam Putusan No.1216/Pid.B/2019/PN Jkt.Tim., dibuktikan dengan persesuaian alat bukti berupa keterangan saksi, surat dan keterangan terdakwa sehingga telah memenuhi batas minimum pembuktian yakni sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah diperolehnya keyakinan hakim bahwa Terdakwa tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana pemalsuan akta otentik. Dasar pertimbangan hukum hakim yaitu memperhatikan Pasal 263 ayat (1) dan (2) jo. Pasal 264 ayat (1) dan (2) KUHP. Majelis Hakim berpendapat bahwa adanya unsur inti delik (bestanddelen) yang tidak terpenuhi, yakni tidak terdapat unsur sikap batin berupa kehendak dan pengetahuan dari terdakwa untuk membuat akta otentik yang palsu. Terdakwa dinyatakan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan oleh Penuntut Umum dan dibebaskan dari dakwaan tersebut. | Notaries are general officials who are authorized by the state to make authentic deeds. In the notary office there is a huge public trust, but notaries in carrying out their positions do not rule out the possibility of committing irregularities that are criminal acts. Criminal acts that are often committed by a notary are falsification of authentic deeds as stipulated in the provisions of Article 263 and Article 264 of the Criminal Code. In this regard, the author is interested in analyzing the extent of the evidence and legal consideration of the judge in handing down a free verdict against Defendant, as a notary who committed the criminal act of falsifying authentic deeds in Verdict No.1216 / Pid.B / 2019 / PN Jkt.Tim. This research uses normative juridical approach methods with prescriptive research specifications. The study also used secondary data obtained through literature studies and systematically outlined. The results of the study showed that the criminal act of falsification of authentic deeds carried out by the Defendant in Verdict No.1216 / Pid.B / 2019 / PN Jkt.Tim., was proven by the conformity of evidence in the form of witness statements, letters and statements of the accused so that it has met the minimum limit of proof that at least two valid evidence obtained by the judge's belief that the Defendant was not found guilty of committing the criminal act of falsification of authentic deeds. The basis of the judge's legal consideration is to pay attention to Article 263 paragraph (1) and (2) jo. Article 264 paragraph (1) and (2) of the Criminal Code. The Panel of Judges argued that there was an unfulfilled core element of delik (bestandence), namely there was no element of inner attitude in the form of the will and knowledge of the accused to make a false authentic deed. The defendant was found not to be validly and convincingly guilty of committing a criminal offence as charged by the Public Prosecutor and acquitted of the charges. | |
| 31712 | 34921 | I1F020011 | Pengaruh Metode Rapport, Intention, Negotiation, Direct Sugesstion, Utilization (RINDU) terhadap Kecemasan Pre-Operasi Tumor Otak di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto | ABSTRAK PENGARUH METODE RAPPORT, INTENTION, NEGOTIATON, DIRECT SUGGESTION, UTILIZATION (RINDU) TERHADAP KECEMASAN PRE-OPERASI TUMOR OTAK DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO Dios Alfita Dora 1, Atyanti Isworo 2, Wahyudi Mulyaningrat 3 Latar Belakang: Pembedahan otak dapat menyebabkan kecemasan bagi yang menjalaninya. Kecemasan dapat berpengaruh kepada fungsi tubuh pasien dan dapat memperlambat penyembuhan. Kecemasan dapat direduksi dengan memberikan sugesti pada pasien. Metode Rapport, Intention, Negotiaton, Direct Suggestion, Utilization (RINDU) merupakan penggabungan dari caring dan metode hipnosis sederhana, yang diduga mampu menurunkan kecemasan pada pasien pre-operasi tumor otak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode RINDU terhadap kecemasan pre-operasi pada pasien tumor otak. Metodologi: Metode yang digunakan yaitu quasi experiment dengan desain pretest-posttest with control group design dan penentuan sampel dengan consecutive sampling. Besar sampel dalam penelitian ini yaitu 48 pasien yang terdiri dari 24 pasien pada kelompok intervensi metode RINDU dan 24 pasien kelompok kontrol. Pengukuran kecemasan menggunakan kuisioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dengan analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan baik kelompok kontrol dan kelompok intervensi terdapat perbedaan signifikan kecemasan sebelum dan setelah perlakuan (p=0,827). Hasil analisis lebih lanjut menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan kecemasan setelah perlakuan antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi (p<0,000). Kesimpulan: Metode RINDU mampu menurunkan kecemasan pada pasien pre operasi tumor otak. Kata kunci: Kecemasan, Metode RINDU, Operasi, Tumor otak. 1 Mahasiswa Jurusan Keperawatan FIKes Universitas Jenderal Soedirman 2,3Dosen Keperawatan FIKes Universitas Jenderal Soedirman | ABSTRACT EFFECT OF RAPPORT, INTENTION, NEGOTIATION, DIRECT SUGGESTION, UTILIZATION (RINDU) METHOD TO BRAIN TUMOR PREOPERATIVE ANXIETY IN PROF.DR. MARGONO SOEKARJO HOSPITAL, PURWOKERTO Dios Alfita Dora 1, Atyanti Isworo2 , Wahyudi Mulyaningrat3 Background: Brain surgery could cause anxiety for those who would undergo such procedure. Anxiety could affect to physiological condition and prolong the recovery time of the patient. Anxiety could be reduced through guidance of suggestion to the patient. The rapport, intention, negotiation, direct suggestion, utilization (RINDU) method is a unison of care and simple hypnosis, thought to be able to reduce preoperative anxiety for brain tumor patients. Objective: The study aims to see the effect of RINDU method towards preoperative anxiety of brain tumor patients. Methodology: The study used a quasi-experimental method and “ pretest-posttest with-control group” design with consecutive sampling technic. Overall samples within the study was 48 patients, consisted of 24 patients as RINDU intervention group and 24 patients as control group. Anxiety was recorded using Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaire. Wilcoxon and Mann-Whitney test was performed as data analysis method. Results: The study shows that both control and intervention group has significant difference in anxiety from before and after the intervention (p=0.827). Further analysis shows that there is significant difference of anxiety after the intervention between control and intervention group (p<0.000). Conclusion: RINDU method proves to be able to lower anxiety level in preoperative brain tumor patients. Keywords: Anxiety, Brain Tumor, Operation, RINDU method. 1 Student of the Department of Nursing, FIKes, Jenderal Soedirman University 2,3Lecturer of Department of Nursing, Faculty Of Health Sciences Jenderal Soedirman University | |
| 31713 | 34922 | J0B018030 | VIDEO PROFIL MUSEUM BENTENG VREDEBURG YOGYAKARTA BERBAHASA MANDARIN DENGAN TEKNIK DUBBING DAN SUBTITLE SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PELAYANAN PROMOSI WISATA MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM | Laporan praktik kerja ini berjudul “Video Profil Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Berbahasa Mandarin Dengan Metode Dubbing dan Subtitle Sebagai Upaya Peningkatan Pelayanan Promosi Wisata Melalui Media Sosial Instagram”. Kegiatan praktik kerja dilaksanakan di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Praktik kerja dilaksanakan pada tanggal 1 Maret 2021 sampai 31 Mei 2021. Tujuan dilaksanakannya praktik kerja ini adalah meningkatkan kegiatan pelayanan promosi dengan menyediakan video yang mengenalkan Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta dalam bahasa Mandarin, sehingga memudahkan wisatawan asing berbahasa Mandarin untuk memperoleh informasi. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi, metode studi pustaka, metode jelajah internet, dan metode wawancara. Dalam menerjemahkan penulis menggunakan metode komunikatif agar hasil penerjemahan menjadi lebih mudah dipahami. Hasil praktik kerja adalah video profil Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta yang sudah berbahasa Mandarin dan dilengkapi dengan dubbing dan subtitle berbahasa Mandarin. Dengan adanya video profil berbahasa Mandarin ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang mengunjungi museum terutama wisatawan asing berbahasa Mandarin. | 这价实习报告的题目是“Video Profil Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Berbahasa Mandarin Dengan Metode Dubbing dan Subtitle Sebagai Upaya Peningkatan Pelayanan Promosi Wisata Melalui Media Sosial Instagram”. 实习时间 是 从2021 年3 月1日到 2021 年5 月31日, 在日惹Vredeburg 堡垒博物馆。实习的目的是帮助改进促销活动实施,用中文介绍日惹 Vredeburg 堡垒博物馆的视频所以中文的游客可以获取信息。收集文件时使用方法是观察方法,图书研究方法,浏览互联网方法, 和面试方法。作者时用了交际翻译法使翻译更容易理解。实习的结果是用了中文介绍日惹Vredeburg 堡垒博物馆的视频并配有中文配音和字幕。有了中文介绍视频,希望能增加参观博物馆的游客数量尤其是说中文的外国游客。 | |
| 31714 | 34923 | H1A014057 | Sintesis Nanopartikel Perak Menggunakan Bioreduktor Ekstrak Daun Sirih Duduk (Piper sarmentosum) dan Aktivitas Antibakterinya | Biosintesis nanopartikel perak dengan memanfaatkan tumbuhan tropis untuk sintesis nanomaterial yang ramah lingkungan berpotensi untuk dikembangkan. Tumbuhan diketahui memiliki kemampuan untuk mereduksi ion perak menjadi partikel berukuran kurang dari 100 nm. Nanopartikel perak memiliki potensi untuk diaplikasikan sebagai antibakteri. Penelitian ini memanfaatkan daun tanaman sirih duduk (Piper sarmentosum) sebagai agen biosintesis untuk memperoleh nanopartikel perak. Sintesis nanopartikel perak mengunakan variasi rasio volume air rebusan daun dengan AgNO3. Hasil biosintesis dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Analisis spektrum UV-Vis dari hasil biosintesis diperoleh spektrum dengan λ_max berada pada kisaran 400 -450 nm yang merupakan spektrum spesifik dari nanopartikel perak. Selanjutnya, dilakukan uji aktivitas antibakteri terhadap hasil biosintesis pada variasi rasio 3:1 (larutan C) dan variasi rasio 1:3 (larutan E) menggunakan bakteri uji E. coli. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa larutan C tidak memiliki aktivitas antibakteri, sedangkan larutan E memiliki aktivitas antibakteri dengan daya penghambatan lemah yaitu diameter hambat sebesar 6,03 mm setelah inkubasi 18 jam; 6,05 mm setelah 24 jam inkubasi; dan 6,71 mm setelah 48 jam inkubasi. | Tropical plants have high potential for environmentally friendly silver nanoparticle synthesis for many application in nanotechnology. Plants are known to have ability for silver ion reduction resulting in silver particle size less than 100 nm. Silver nanoparticles have ability as antibacterial agent. This study tried to obtain silver nanoparticles drived from biologycal method synthesis using Piper sarmentosum leaves as biosynthesis agent to obtain silver nanoparticles. The biosyntesis process of silver nanoparticles were conducted by boiling dried leaves then reacted with certain volume of AgNO3. Silvernanoparticles were confirmed and characterized using UV-Vis spectrophotometer. UV-Vis spectral analysis of silver nanoparticles showed that λ_max detected between 400 – 450 nm, that known as silver nanoparticles absorbance range. Further more, silver nanoparticles obtained from biosynthesis were tested for antibacterial activity. The choosen silver nanoparticles for antibacterial test are ratio 3:1 (solution C) and ratio 1:3 (solution E). Testing bacteria used in this study is Escheria coli. The result showed that solution C does not has activity against bacteria, whilst solution E has a weak activity against E. coli with inhibition diameter are 6,03 mm after 18 hours incubation; 6,05 mm after 24 hours incubation; and 6,71 mm after 48 hours incubation. | |
| 31715 | 34924 | D1A017007 | TREND PEMOTONGAN DAN PRODUKSI DAGING TERNAK SAPI POTONG DI KABUPATEN BANYUMAS | Trend Pemotongan dan Produksi Daging Ternak Sapi Potong di Kabupaten Banyumas. Tujuan dari penelitian tersebut yakni mengetahui perkembangan populasi ternak sapi potong di Kabupaten Banyumas, mengetahui trend pemotongan ternak sapi potong di kabupaten Banyumas dari 2011 ke tahun 2020, mengetahui trend produksi (penyediaan) daging sapi di Kabupaten Banyumas 10 tahun terakhir dari tahun 2011 sampai tahun 2020. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil data yang ada di Kabupaten Banyumas melalui Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyumas dan Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah. Data yang diamati yakni variabel dependent berupa data trend populasi (Y1) dan data trend produksi daging sapi potong (Y2) di Kabupaten Banyumas serta variabel independent berupa tahun (X) selama 10 tahun terakhir dari tahun 2011 sampai tahun 2020. Data yang sudah dikkumpulkan kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif secara statistik sederhana untuk memberi gambaran mengenai jumlah dan rataan populasi serta produksi daging ternak sapi potong serta data juga dianalisis menggunakan regresi linear sederhana untuk mengetahui trend produksi dan trend populasinya. Hasil analisis trend populasi sapi potong menunjukkan persamaan Y1 = 17779 - 735.41x dan (R2) sebesar 0,6843. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,6843, berarti bahwa variansi variabel dependent dapat dijelaskan oleh variabel independent sebesar 68,43% persen. Hasil analisis trend produksi daging menunjukkan persamaan Y1 = 4,976,301.07 - 285,084.61x dan (R2) sebesar 0,7907. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,7907, berarti bahwa variansi variabel dependent dapat dijelaskan oleh variabel independent sebesar 79,07% persen. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa total sapi yang dipotong sebanyak 137.342 ekor dan produksinya adalah 34.083.357 kg selama 10 tahun terakhir | Trend of Slaughter and Production of Beef Cattle in Banyumas Regency. The purpose of this research is to know the development of beef cattle population in Banyumas Regency, to know the trend of slaughtering beef cattle in Banyumas Regency from 2011 to 2020, to know the trend of beef production (supply) in Banyumas Regency for the last 10 years from 2011 to 2020 The sampling method was carried out by taking data in Banyumas Regency through the Central Bureau of Statistics of Banyumas Regency and the Central Statistics Agency of Central Java Province. The data observed were the dependent variable in the form of population trend data (Y1) and beef beef production trend data (Y2) in Banyumas Regency and the independent variable in the form of year (X) for the last 10 years from 2011 to 2020. The data collected were analyzed using descriptive analysis and simple statistics to provide an overview of the number and average population and beef cattle production and the data were also analyzed using simple linear regression to determine the trend of production and population trends. The results of the analysis of beef cattle population trends show the equation Y1 = 17779 -735.41x and (R2) is 0.6843. The value of the coefficient of determination (R2) is 0.6843, meaning that the variance of the dependent variable can be explained by the independent variable of 68.43% percent. The results of the analysis of meat production trends show the equation Y1 = 4,976,301.07 - 285,084.61x and (R2) is 0.7907. The value of the coefficient of determination (R2) is 0.7907, meaning that the variance of the dependent variable can be explained by the independent variable of 79.07% percent. The results of the analysis show that the average of beef cattle is 137,342 heads and the average production is 34,083,357 kg over the last 10 years | |
| 31716 | 35565 | E1A018071 | Cerai Gugat Karena Perselisihan (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Banjarmasin Nomor 318/Pdt.G/2021/PA.Bjm) | Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan merumuskan bahwa sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa. Tujuan perkawinan yang diamanatkan dalam Undang-Undang Perkawinan tidak semua orang dapat mewujudkannya. Adakala di dalam rumah tangga suami istri timbul percecokan atau perselisihan yang mengakibatkan ketidakharmonisan di kehidupan rumah tangga mereka dan berakhir dengan perceraian. Peneliti mengangkat rumusan masalah mengenai bagaimana dasar pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan perkara cerai gugat karena perselisihan pada Putusan Pengadilan Agama Banjarmasin Nomor : 318/Pdt.G/2021/PA.Bjm dan bagaimana akibat hukum dari perceraian karena perselisihan. Metode penelitian yang digunakan yuridis normatif, spesifikasi penelitian menggunakan perspektif analisis, sumber data yang digunakan adalah data sekunder, metode pengumpulan data studi kepustakaan dengan inventarisasi data, dan metode analisis menggunakan normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa Majelis Hakim memutus perkara ini mendasarkan alasan perceraian Pasal 39 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan Pasal 19 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo. Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum islam. Menurut peneliti pertimbangan hakim bukan saja mendasarkan pada huruf (f) tetapi dapat dilengkapi dengan huruf (a), (b) dan (h) Kompilasi Hukum Islam. Pertimbangan Majelis Hakim dalam mengabulkan permintaan Penggugat untuk memfasakh perkawinannya dengan Tergugat, Menurut peneliti hendaknya tidak di kabulkan dan hakim memutus perkara ini dengan talak ba’in sughra. Akibat dari putusannya perkawinan antara Penggugat dan Tergugat terhadap anak dan terhadap harta, anak sudah dewasa sehingga bisa memilih di antara ayah atau ibunya sebagai pemegang hak pemeliharaannya. Perihal harta bersama baru dapat diajukan setelah putusnya perkawinan dan sudah mempunyai kekuatan hukum tetap. | Article 1 of law Number 1 of 1974 concerning Marriage defines that as husband and wife with the aim of forming a happy and eternal family (household) based on the One Godhead. The purpose of marriage as mandated in the Marriage Law is not everyone can make it happen. Sometimes in the husband and wife’s household there are disputes or disputes that result in disharmony in their domestic life and end in divorce. The researcher raised the problem formulation regarding how the judge’s legal considerations in granting divorce cases due to disputes in the Banjarmasin Religious Court Number : 318/Pdt.G/2021/PA/Bjm and what are the legal cosenquences of divorce due to disputes. The research method used is normative juridical, the research specification uses an analytical perspective, the data source used is secondary data, the library study data collection method uses an inventory of data and the analytical method uses a qualitative normative. Based on the results of the study, it was concluded that the Panel of Judges decided on this case based on the reasons for divorce in Articel 9 paragraphs (1) and (2) of Law Number 1 of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage and Article 19 of Government Regulation Number 9 of 1975 jo. Article 116 letter (f) Complition of islamic Law. According to the researcher, the judge's considerations are not only based on the letter (f) but can be supplemented with the letters (a), (b) and (h) the Compilation of Islamic Law. The consiceration of the Panel of Judges in granting the Plaintiff’s request to terminate his marriage with the Defendant, according to the researcher, should not be granted and the judge decided this case with talak ba’in sughra. As a result of the marrige decision between the Plaintiff and the Defendant against the child and the property, Children who are adults can choose between their father or mother as the holder of the right of care. Regarding joint property, it can only be submitted after the termination of the marriage and it already has permanent legal force. | |
| 31717 | 34925 | I1F020016 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WAKTU TUNGGU PENATALAKSANAAN PASIEN DI IGD RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO PADA MASA PANDEMI COVID-19 | Abstrak : Salah satu indikator mutu rumah sakit adalah waktu tunggu penatalaksanaan pasien di IGD. Pandemi covid-19 berdampak pada pelayanan di IGD. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi waktu tunggu penatalaksanaan pasien di IGD RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan data menggunakan lembar observasi dengan populasi pasien yang datang ke IGD, pengambilan sampel dengan teknik accidental sampling. sebanyak 277 pasien. Hasil Penelitian : Didapatkan nilai coefficients penunjang laboratorium 0.013 < 0.05, konsultasi DPJP 0.001 < 0.05, emergency respon time 0.974 > 0.05, pemeriksaan penunjang radiologi 0.816 > 0.05. Hasil tersebut menunjukan bahwa pemeriksaan penunjang laboratorium dan konsultasi DPJP mempengaruhi waktu tunggu penatalaksanaan pasien di IGD sedangkan emergency respon time dan pemeriksaan penunjang radiologi tidak mempengaruhi waktu tunggu penatalaksanaan pasien di IGD. Kesimpulan : Faktor yang mempengaruhi waktu tunggu penatalaksanaan pasien IGD yaitu pemeriksaan penunjang laboratorium dan konsultasi DPJP. | Abstract : One indicator of hospital quality is waiting time for patient management in the emergency departemen. The Covid-19 pandemic has an impact on services in the emergency room. This research aims to find out the factors that affect the waiting time for patient management in the emergency room at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Methodology: This research was study quantitative with cross sectional design. Collecting data using an observation sheet with a population patients who come to the emergency departemen, sampling with technique accidental sampling. as many as 277 patients. Research result : Get value coefficients laboratory support 0.013 < 0.05, DPJP consultation 0.001 < 0.05, emergency response time 0.974 > 0.05, radiological investigations 0.816 > 0.05. These results indicate that laboratory investigations and DPJP consultations affect waiting time for patient management in the emergency room, while emergency response time and radiological investigations do not affect waiting time for patient management in the emergency room. Conclusion : Factor which influence waiting time for emergency departemen is patient management laboratory support examination and DPJP consultation. | |
| 31718 | 34926 | J1C016029 | Negosiasi Identitas Perempuan terhadap Sistem Ie dalam Novel Taigan no Kanojo Karya Mitsuyo Kakuta | Sistem ie merupakan suatu sistem keluarga dengan latar belakang patriarki yang dianut secara turun temurun oleh banyak keluarga di Jepang. Sistem ie menempatkan perempuan sebagai subordinat yang dibelenggu oleh skema patriarki domestik sehingga stigma yang melekat pada perempuan yang telah menikah hanyalah sebagai seorang istri dan ibu rumah tangga beserta pekerjaannya dalam ranah privat saja. Novel Taigan no Kanojo menghadirkan tokoh Sayoko Tamura, seorang wanita yang telah menikah dan berusaha melakukan proses negosiasi pada identitasnya sebagai ibu rumah tangga agar mereka tak melulu tunduk dalam sistem ie dan mampu mendapatkan pekerjaan kembali di ranah publik. Penelitian ini menggunakan teori klasifikasi patriarki milik Walby yang membagi patriarki menjadi patriarki domestik dan patriarki publik serta mengamati proses negosiasi identitas terhadap sistem ie berdasarkan asumsi teoretis milik Ting-Toomey sebagai indikasi keberhasilan suatu proses negosiasi identitas. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian kualitatif deskriptif dengan analisis berupa pengamatan pada narasi maupun dialog dalam sumber data dan mengaitkannya dengan landasan teori yang digunakan. Fokus dalam penelitian ini adalah indikasi patriarki domestik beserta proses negosiasi identitas terhadap sistem ie yang dideskripsikan melalui data yang diperoleh. Pengarang menjabarkan bahwa proses tersebut tidaklah mudah karena sistem ie telah menjadi sebuah peraturan tak tertulis dan pedoman bagi keluarga Jepang sehingga individu yang mencoba mengubah kedudukannya terhadap sistem ie tak mendapatkan empati dan dukungan dari individu lain dan kelompok di sekitarnya. | Ie is a Japanese family system and popularly used as the traditional family structure. The system of ie places women as subordinates who are shackled by private patriarchy schemes so that the stigma attached to married women is only as a wife and their work in the private sphere as a housewife. Novel Taigan no Kanojo presents the character of Sayoko Tamura, a woman who is married and is trying to negotiate her identity as a housewife so women will not always submit to the ie system and can get a job in public after the marriage. This research uses Walby's patriarchal classification theory which divides patriarchy into private patriarchy and public patriarchy also observes the identity negotiation process against the ie system based on Ting-Toomey's theoretical assumptions as an indication of the progress of the identity negotiation process. This research is categorized as descriptive qualitative with analysis in the form of observations in narratives and dialogues based on the data then relates them within the theories on this research. The focus in this research is the indication of domestic patriarchy along with the identity negotiation process against the ie system which is described through the data obtained.Through the novel, the author explains the process of negotiation is not easy because the ie system has become a nonwritten rule and guideline for Japanese families so that individuals who try to change their position against it will do not get empathy and support from others individuals and groups around them. | |
| 31719 | 34927 | E1A017033 | TANGGUNG JAWAB HUKUM DOKTER DALAM PELAYANAN TELEMEDICINE | TANGGUNG JAWAB HUKUM DOKTER DALAM PELAYANAN TELEMEDICINE Oleh Sherly Primavita E1A017033 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan dan bentuk-bentuk tanggung jawab hukun dokter dalam pelayanan telemedicine pada struktur peraturan perundang-undangan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normative dengan metode pendekatan peraturan perundang-undangan (statue approach) dan pendekatan analitis (analytical approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah inventarisasi peraturan perundang-undangan (hukum positif), sinkronisasi hukum, dan penemuan hukum in concreto. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan. Metode pengolahan data dengan reduksi data, display data dan klasifikasi data. Penelitian ini disajikan dalam bentuk teks naratif dengan metode analisis data secara kualitatif menggunakan analisis isi dan analisis perbandingan. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa pengaturan tanggung jawab hukum dokter dalam pelayanan telemedicine sudah menunjukkan taraf sinkronisasi secara vertikal. Artinya, peraturan perundang-undangan terkait tanggung jawab hukum dokter dalam pelayanan telemedicine yang memiliki derajat lebih rendah tidak saling bertentangan dengan peraturan yang memiliki derajat yang lebih tinggi, peraturan yang memiliki derajat yang lebih tinggi menjadi dasar atau sumber dibentuknya peraturan yang memiliki derajat lebih rendah. Bentuk tanggung jawab hukum dokter dalam pelayanan telemedicine dapat dijelaskan dalam tiga hal, meliputi: tanggung jawab hukum perdata berdasarkan Pasal 66 ayat (3) Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, Pasal 38 dan 39 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016; tanggung jawab hukum pidana berdasarkan Pasal 75, Pasal 76, Pasal 79 Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan Pasal 48, Pasal 51 ayat (2), Pasal 52 ayat (2), (3), (4) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016; tanggung jawab hukum administrasi berdasarkan Pasal 31, Pasal 32 Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2052/MENKES/PER/XII/2011 tentang Izin Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran dan Pasal 69 Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. | DOCTOR'S LEGAL RESPONSIBILITY IN TELEMEDICINE SERVICES By Sherly Primavita E1A017033 ABSTRACT This study aims to determine the synchronization of arrangements and forms of doctor's legal responsibilities in telemedicine services in the structure of laws and regulations in Indonesia. This study uses a normative juridical research method with a statutory approach ( status approach ) and an analytical approach ( analytical approach ) and a conceptual approach ( conceptual approach ). The research specification used is an inventory of statutory regulations (positive law), legal synchronization, and legal findings in concreto . The type of data used is secondary data obtained from literature study. Data processing method with data reduction, data display and data classification. This research is presented in the form of narrative text with qualitative data analysis methods using content analysis and comparative analysis. Based on the results of the study, it is known that the regulation of doctors' legal responsibilities in telemedicine services has shown a level of vertical synchronization. This means that laws and regulations related to the legal responsibilities of doctors in telemedicine services that have lower degrees do not conflict with regulations with higher degrees, regulations with higher degrees are the basis or source for the formation of regulations with lower degrees. . The form of doctor's legal responsibility in telemedicine services can be explained in three ways, including : civil legal liability based on Article 66 paragraph (3) of Law Number 29 of 2004 concerning Medical Practice, Articles 38 and 39 of Law Number 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions as amended by Law Number 19 of 2016; legal responsibility criminal based on Article 75, Article 76, Article 79 of Law Number 29 of 2004 concerning Medical Practice and Article 48, Article 51 paragraph (2), Article 52 paragraph (2), (3), (4) of Law Number 11 of 2008 concerning Electronic Information and Transactions as amended by Law Number 19 of 2016; administrative legal responsibilities based on Article 31, Article 32 of the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 2052/MENKES/PER/XII/2011 concerning License to Practice and Implementation of Medical Practice and Article 69 of Law Number 29 of 2004 concerning Medical Practice. | |
| 31720 | 34928 | I1F020009 | ANALISIS FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENULARAN COVID-19 PADA PERAWAT DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Latar Belakang: Covid-19 menjadi masalah kesehatan global dengan angka penularan sangat besar yang tersebar di 223 negara. Tenaga kesehatan sangat rentan terinfeksi Covid-19 saat merawat pasien maupun aktivitas lain di luar rumah sakit. Penelitian ini bertujuan mengetahui prediktor penularan Covid-19 pada perawat dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penularan Covid-19 pada perawat, yang meliputi kontak erat di rumah sakit, kontak sosial di luar rumah sakit, ketidakpatuhan menjaga jarak, perilaku mencuci tangan yang kurang optimal, pengetahuan tentang APD, dan perilaku penggunaan APD. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi potong lintang. Pengumpulan data dilakukan pada awal Januari 2022. Responden berjumlah 245 perawat di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Pemilihan responden menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan uji chi square dan regresi logistik. Hasil: Perawat yang pernah terkonfirmasi positif Covid-19 (39,8%). Uji chi-square menunjukkan ada lima faktor memiliki hubungan dengan penularan Covid-19, yaitu kontak erat di rumah sakit (p-value 0,036), kontak sosial di luar rumah sakit (p-value 0,031), ketidakpatuhan menjaga jarak (p-value 0,044), perilaku mencuci tangan yang kurang optimal (p-value 0,019), dan perilaku penggunaan APD (p-value 0,002). Kesimpulan: Prediktor terkuat penularan Covid-19 pada perawat adalah ketidakpatuhan menjaga jarak. Kata Kunci: Covid-19, penularan Covid-19, perawat | Background: Covid-19 is a global health problem with many transmission cases in 223 countries. Health workers are highly susceptible to being infected with Covid-19 when caring for patients or other activities outside of the hospital. This study aims to find factors that influence the transmission of Covid-19 and analyze the dominant predictors in the transmission of COVID-19 to nurses. Methodology: This study used a quantitative method with a cross-sectional design. Data collection was carried out in early January 2022. Respondents were 245 nurses who worked at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital within simple random sampling. Data analysis used the chi-square test and logistic regression. Results: There were 39.8% of nurses who have been confirmed positive for Covid-19. The chi-square test resulted in five factors that had a significant relationship with Covid-19 transmission, namely close contact at the hospital (p-value 0.036), social contact outside the hospital (p-value 0.031), non-compliance with social distancing (p-value 0.044), unoptimal handwashing behavior (p-value 0.019), and PPE use behavior (p-value 0.002). Conclusion: The predictor factor of Covid-19 transmission in nurses is non-compliance with social distancing. Keywords: Covid-19, Covid-19 transmission, nurses |