Artikelilmiahs
Menampilkan 31.521-31.540 dari 50.044 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 31521 | 34756 | G1B014041 | MANAJEMEN PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS TPS 3R DI DESA JANTI KECAMATAN WARU KABUPATEN SIDOARJO | Latar Belakang: Jumlah timbulan sampah di kabupaten sidoarjo telah mencapai 1.086 ton/hari atau setara dengan 396.476 ton/tahun. Jumlah timbulan sampah yang masuk di TPS 3R Janti pada tahun 2020 sebanyak 128.20 ton/tahun dan sampah yang terkelola sebanyak 13.53 ton/tahun. Hal tersebut mendorong dilakukannya penelitian untuk mengetahui manajemen pengelolaan sampah berbasis tempat pengolahan sampah reuse-reduce-recycle (TPS 3R) di Desa Janti Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif Kualitatif. Informan dalam penelitian ini terdapat 2 informan utama dan 4 informan pendukung yang diambil menggunakan teknik Purposive Sampling. Terdapat 5 aspek yang diteliti yaitu aspek hukum, aspek kelembagaan, aspek teknik operasional, aspek pembiayaan/retribusi, dan aspek peran serta masyarakat. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis fenomenologi Hasil Penelitian: Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa aspek hukum, aspek kelembagaan, aspek pembiayaan/retribusi, aspek peran serta masyarakat sudah dilaksanakan dengan optimal. Sedangkan untuk aspek teknik operasional hanya dilakukan oleh pengelola TPS 3R. Masyarakat tidak melakukan pengelolaan sampah 3R, seperti memilah sampah sesuai jenisnya. Kesimpulan: Aspek kelembagaan di tingkat desa masih kurang maksimal karena lembaga desa kurang memperhatikan dan aspek peran masyarakat dalam mengelola sampah 3R masih belum terlaksana. | Background: The amount of waste generated in Sidoarjo Regency has reached 1,086 tons/day or the equivalent of 396,476 tons/year. The amount of waste generated at the 3R Janti TPS in 2020 is 128.20 tons/year and managed waste is 13.53 tons/year. This prompted research to determine the management of waste management based on the reuse-reduce-recycle (TPS 3R) waste management site in Janti Village Waru District Sidoarjo Regency. Method: This study uses a qualitative descriptive research method. The informants in this study were 2 main informants and 4 supporting informants who were taken using the purposive sampling technique. There are 5 aspects studied, namely legal aspects, institutional aspects, operational technical aspects, financing/retribution aspects, and community participation aspects. Data was collected by means of interviews, observation, and documentation. Analysis of the data in this study using phenomenological analysis Results: The results of this study can be concluded that the legal aspects, institutional aspects, aspects of financing/retribution, aspects of community participation have been implemented optimally. Meanwhile, the operational technical aspect is only carried out by the 3R TPS manager. People don't do 3R waste management, such as sorting waste according to its type Conclusion: Institutional aspects at the village level are still not optimal because village institutions pay less attention to and aspects of the community's role in managing 3R waste have not been implemented. | |
| 31522 | 34757 | B2A019010 | AKTIVITAS AMILASE SALURAN DIGESTI DAN KADAR UREUM DARAH IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy) YANG DIBERI PAKAN SUPLEMENTASI Chlorella vulgaris PADA SISTEM PEMELIHARAAN BERBEDA | Gurami (Osphronemus gouramy) merupakan ikan air tawar asli Indonesia yang potensial untuk dikembangkan namun perlu didukung oleh kualitas nutrisi dan lingkungan pemeliharaan yang baik. Peningkatan nutrisi dapat dilakukan melalui suplementasi pakan dengan Chlorella vulgaris. Parameter pemanfaatan pakan pada ikan gurami dapat digambarkan melalui aktivitas amilase digesti. Sisa pakan dan sisa metabolisme menyebabkan tingginya amonia pada media pemeliharaan dan berpengaruh terhadap kadar ureum darah yang menggambarkan kondisi stres pada ikan. Limbah amonia dapat diubah menjadi biomassa flok sehingga kadarnya dalam media pemeliharaan menurun dan memperbaiki kualitas air. Penelitian sistem bioflok pada ikan gurami hingga kini masih belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas amilase dan kadar ureum darah ikan gurami yang diberi pakan suplementasi C. vulgaris pada sistem pemeliharaan berbeda, serta untuk mendapatkan level suplementasi C. vulgaris dan sistem pemeliharaan yang meningkatkan aktivitas amilase dan menurunkan kadar ureum darah ikan gurami. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri atas 2 faktor dengan 4 kali ulangan. Faktor pertama yaitu pakan suplementasi C. vulgaris (0, 2, 3, 4, 5 g/kg pakan) dan faktor kedua yaitu sistem pemeliharaan (bioflok dan non-bioflok). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi C. vulgaris 5 g/kg pakan pada sistem bioflok menunjukkan aktivitas amilase lebih tinggi dibandingkan dengan sistem non-bioflok (p<0,05). Sistem bioflok menghasilkan kondisi perairan yang lebih baik sebagaimana tercermin dari kadar ureum darah ikan yang secara signifikan lebih rendah (p<0,05) dibandingkan dengan sistem non-bioflok. Suplementasi C. vulgaris dan sistem bioflok dapat menjadi alternatif solusi perbaikan kualitas nutrisi dan kondisi lingkungan pemeliharaan. | Gourami (Osphronemus gouramy) is a potential Indonesian freshwater fish to be developed yet still needs to be supported by good nutrition and water quality in a culture system. Feed nutrition can be improved through supplementation with Chlorella vulgaris, a high dietary microalgae. Parameter of feed utilization in gourami can be seen from the digestive amylase activity. The metabolic wastes and feed may lead to increased levels of ammonia in the culture system, which can induce stress to fish and affect the blood urea levels. Ammonia waste can be converted into floc biomass, decreasing its level and improving water quality in the culture medium. Previous studies of biofloc mainly focused on shrimp and many fish species, but still less focused on gourami. This study aimed to determine the amylase activity and blood urea level of gourami fed with C. vulgaris supplementation on different culture systems, and to obtain level C. vulgaris supplementation and culture system that improves amylase activity and reduces blood urea level of gourami. The study was conducted experimentally with a Completely Randomized Factorial Design consisting of 2 treatment factors with 4 replications. The first factor was C. vulgaris supplementation (0, 2, 3, 4, 5 g/kg feed), and the second factor was the culture systems (biofloc and non-biofloc). Results showed that supplementation C. vulgaris level of 5 g/kg feed in biofloc system showed higher amylase activity compared to C. vulgaris supplementation in non-biofloc system (p<0.05). Biofloc system provided better water quality as shown in the blood urea level of gourami, which was significantly lower than non-biofloc system (p<0,05). C. vulgaris supplementation and biofloc system are alternative solutions to improving nutrition and better water quality in a culture system. | |
| 31523 | 34758 | H1C017021 | GEOLOGI DAN ANALISIS MORFOTEKTONIK DENGAN METODE ASIMETRI SUNGAI DAN INDEKS DAERAH ALIRAN SUNGAI STUDI KASUS PADA DAERAH TEMPURAN, KABUPATEN BANJARNEGARA | Aktivitas tektonik yang bekerja sangat berperan dalam membentuk tatanan tektonik daerah penelitian, baik dalam membentuk blok-blok ketinggian atau blok-blok depresi yang dapat berubah fungsi menjadi blok pengendapan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis morfometri pada daerah lereng dan lembah untuk mendapatkan suatu informasi mengenai tingkat keaktifan berupa aktivitas tektonik yang ada pada daerah Tempuran dan sekitarnya yang menyebabkan terbentuknya suatu morfologi seperti saat ini dan struktur geologi yang mungkin masih aktif dan mempengaruhi bentuk morfologi saat ini. Analisis yang dilakukan pada daerah penelitian ini meliputi Asimetri Sungai (AF) dan Indeks Daerah Aliran Sungai (Bs). Hasil pada daerah Tempuran menunjukkan bahwa daerah penelitian ini memiliki sungai berpola aliran subdendritik yang dikontrol oleh struktur geologi dan deformasi tektonik. Berdasarkan hasil dari metode Asimetri Sungai, daerah penelitian memiliki aktivitas tektonik yang tinggi ke rendah yang memiliki kelas 1, 2, dan 3 dengan bukti nilai dari kemiringan tektonik yang relatif stabil. Sedangkan hasil dari metode Indeks Daerah Aliran Sungai, daerah penelitian memiliki aktivitas tektonik yang melambat atau berhenti dengan bukti pembentukan deformasi sungai yang relatif membulat. IATR daerah penelitian terbagi menjadi 4 kelas: kelas 1 (sangat tinggi), kelas 2 (tinggi), kelas 3 (menengah), dan kelas 4 (rendah). Distribusi IATR pada 15 subdas seluas 25 km2 adalah: sekitar 13% area DAS (3,33 km2) kelas 1, 13% area DAS (3,33 km2) kelas 2, 27% area DAS (6,67 km2) kelas 3, dan 47% area DAS (11,67 km2) kelas 4. Hasil asnalisis morfometri mengindikasikan daerah ini lebih dipengaruhi tektonik daripada erosi. | Tectonic activity that work plays a very important role in shaping the tectonic setting of the research area, either in forming high-altitude blocks or depression blocks that can change function into depositional blocks. This research was conducted using morphometric analysis in the slopes and valleys to obtain information about the level of activity in the form of tectonic activity in the Tempuran area that caused the formation of a morphology as it is today and geological structures that may still be active and affect the current morphology. The analysis conducted in this research area includes Drainage Basin Asymmetry (AF) and Index of Drainage Basin Shape (Bs). The results in the Tempuran area show that has a river with a subdendritic flow pattern that is controlled by geological structures and tectonic deformation. Based on the results of the Drainage Basin Asymmetry method, the research area has high to low tectonic activity which has classes 1, 2, and 3 with evidence of the value of a relatively stable tectonic slope. While the results of the Index of Drainage Basin Shape method, the research has slowed or stopped tectonic activity with evidence of the formation of relatively rounded river deformation. The IATR research area is divided into 4 classes: class 1 (very high), class 2 (high), class 3 (middle), and class 4 (low). The distribution of IATR over 15 subwatersheds covering an area of 25 km² is: approximately 13% of the watershed area (3.33 km²) class 1, 13% of the watershed area (3.33 km²) class 2, 27% of the watershed area (6.67 km²) class 3, and 47% of the watershed area (11.67 km²) class 4. The results of morphometric analysis indicate that this area is more influenced by tectonic than erosion. | |
| 31524 | 34688 | E1A017359 | TINDAK PIDANA MELAKUKAN PEMBUNUHAN BERENCANA DAN PENCURIAN DALAM KEADAAN MEMBERATKAN DAN SECARA BERSAMA-SAMA MENGUBUR MAYAT UNTUK MENYEMBUNYIKAN KEMATIANNYA (Studi Kasus Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Banyumas Nomor 7/Pid.B/2020/PN Bms) | Pembunuhan adalah perbuatan yang dilakukan dengan sengaja untuk menghilangkan jiwa orang lain. Pencurian adalah perbuatan mengambil secara melawan hukum barang atau harta benda milik orang lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan unsur-unsur tindak pidana melakukan pembunuhan berencana dan pencurian dalam keadaan memberatkan dan secara bersama-sama mengubur mayat untuk menyembunyikan kematiannya dan untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dalam Putusan Pengadilan Negeri Banyumas dalam putusan Nomor: 7/Pid.B/2020/PN Bms. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi penelitian deskriptif analisis, Sumber data sekunder meliputi peraturan perundang-undangan, literatur, serta putusan Pengadilan Negeri Banyumas Nomor: 7/Pid.B/2020/PN Bms. Pengumpulan data dengan studi kepustakaan, disajikan dalam bentuk uraian dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Hasil penelitian diketahui bahwa Penuntut Umum dalam tuntutannya menggunakan dakwaan kombinasi. Para Terdakwa telah terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan suatu rangkaian tingkah laku perbuatan yang memenuhi seluruh unsur-unsur dari pasal yang didakwakan. Majelis Hakim telah menerapkan unsur-unsur tindak pidana melakukan pembunuhan berencana dan pencurian dalam keadaan memberatkan dan secara bersama-sama mengubur mayat untuk menyembunyikan kematiannya. | Murder is an act committed intentionally to eliminate the soul of another person. Theft is the act of taking unlawfully the goods or property of another person. The purpose of this study is to find out the application of the criminal elements of committing premeditated murder and theft in incriminating circumstances and jointly burying the body to hide his death and to find out the basis of the judge's legal consideration in sentencing the defendant in the Banyumas District Court Decision in verdict Number: 7/Pid.B/2020/PN Bms. The study uses normative juridical approach methods. Descriptive research specifications of analysis, Secondary data sources include laws and regulations, literature, and banyumas district court decisions Number: 7/Pid.B/2020/PN Bms. Data collection with literature studies, presented in the form of descriptions and analyzed with qualitative normative methods. The results of the study are known that the Public Prosecutor in his lawsuit uses a combination charge. The Defendants have been proven legitimately and convincingly to commit a series of acts that fulfill all elements of the alleged article. The Panel of Judges has applied the criminal elements of premeditated murder and theft in incriminating circumstances and jointly buried the body to conceal his death. | |
| 31525 | 34759 | E1A014039 | IMPLEMENTASI PENJATUHAN PIDANA DIBAWAH BATAS MINIMUM KHUSUS DALAM UNDANG – UNDANG NARKOTIKA (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 139/Pid.Sus/2014/PN Pbg.) | Tindak pidana narkotika adalah suatu perbuatan melanggar hukum dan merupakan kejahatan luar biasa yang terorganisir. Penanggulangan tindak pidana narkotika diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Salah satu pengaturan dalam undang-undang tersebut adalah pemberian sanksi di bawah batas minimum melalui putusan Hakim. Salah satu kasus yang diputus dibawah batas minimum khusus yang diatur dalam undang-undang adalah Putusan Nomor 139/Pid.Sus/2014/PN Pbg. Adapun permasalahan yang dikaji dalam skripsi ini meliputi dasar pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan pidana di bawah batas minimum khusus yang ditentukan oleh undang-undang dan implementasi penjatuhan pidana di bawah batas minimum khusus yang ditentukan oleh undang-undang. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Penelitian ini menggunakan sumber data berupa data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan diuraikan secara sistematis. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dasar pertimbangan hukum Hakim dalam menjatuhkan pidana di bawah batas minimum khusus yang di tentukan oleh undang-undang yaitu berdasarkan kepada perbuatan terdakwa yang telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, memenuhi unsur-unsur dakwaan Jaksa Penuntut Umum yaitu Pasal 111 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta terdapat dua alat bukti yang sah berupa keterangan saksi dan keterangan terdakwa. Berdasarkan hal tersebut terdapat implementasi hukum yaitu Hakim dalam menjatuhkan pidana harus membuat pertimbangan hukum berdasarkan pembuktian dan fakta-fakta yang terungkap di persidangan, serta penerapan berat ringannya pidana yang dijatuhkan harus disesuaikan dengan apa yang menjadi motivasi, peran dan akibat perbuatan si terdakwa serta demi terwujudnya tujuan hukum sehingga Hakim menjatuhkan putusan pemidanaan kepada Terdakwa selama 1 (satu) tahun. Saran yang dapat penulis sampaikan yaitu agar Hakim dalam penjatuhan putusan tindak pidana Narkotika lebih memperhatikan terwujudnya tujuan hukum yaitu keadilan, kepastian dan kemanfaatan, karena seorang Hakim diwajibkan untuk menegakkan hukum dan keadilan dengan tidak memihak sehingga Hakim dalam melakukan penafsiran/penemuan hukum tidak akan menimbulkan disparitas dalam penjatuhan pidana. Kata Kunci: Narkotika, Pemidanaan, Implementasi. | ABSTRACT Narcotics crime is an unlawful act and is an extraordinary organized crime. Narcotics crime countermeasures are regulated in Law Number 35/2009 about Narcotics. One of the countermeasures in the law is the provision of sanctions below the minimum limit through a Judge's decision. One of the cases decided under the special minimum threshold provided for the law is the Decision Number 139/Pid.Sus/2014/PN Pbg. The problems studied in this thesis include the basic consideration of the Judge’s verdict to the criminal under the special minimum limit determined by the law and the implementation of criminal imprisonment below the specific minimum limit determined by the law. The method used in this research is normative juridical method with specifically in descriptive analytical research. Data sources used in this study is in the form of secondary data obtained through literature study and systematically described. The data analysis method used in this study is a qualitative normative method. Based on the results of research and discussion, the legal basis for the Judge's decision in imposing a crime is below the specific minimum limit determined by the law that is based on the defendant's actions which have been proven legally and convincingly guilty, fulfill the indictment elements of the Public Prosecutor namely Article 111 paragraph (1) jo Article 132 paragraph (1) of Law Number 35/2009 about Narcotics and there are two valid evidences in the form of witness statements and defendant statements. Based on this, the judge can apply the law, namely the judge in imposing a crime must make legal considerations based on the evidence and facts revealed at the trial, as well as the application of the severity of the crime that must be adjusted to what is the motivation, role and consequences of the act and the realization of legal goals to impose a sentence on the Defendant for 1 (one) year. Suggestions that can be conveyed by the author is that judges in imposing decisions on narcotics crimes pay more attention to the realization of legal goals, namely justice, certainty and benefit, because a judge to carry out law and justice does not take sides with judges in carrying out / finding the law will not make a difference in imposing a crime. Keywords: Narcotics, Verdict, Implementations. | |
| 31526 | 34760 | F1B114036 | MANAJEMEN PENGELOLAAN PASAR TRADISIONAL (STUDI KASUS DI PASAR PURWAREJA KLAMPOK KABUPATEN BANJARNEGARA) | Penelitian ini berjudul Manajemen Pengelolaan Pasar Tradisional (Studi Kasus Di Pasar Purwareja Klampok Kabupaten Banjarnegara). Manajemen Pengelolaan pasar menjadi tanggung jawab pemerintah sebagai pelayanan sektor publik terhadap masyarakat karena dengan meningkatkan pengelolaan pasar di Kabupaten Banjarnegara akan meningkatkan pula retribusi pasar. Manajemen pengelolaan dilakukan dengan memperhatikan peraturan yang ada dan dilaksanakan oleh bagian-bagian yang saling bersinergi untuk mencapai tujuan bersama. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen pasar tradisional yang berjalan di Pasar Purwareja Klampok menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif.. Fokus penelitian ini adalah fungsi manajemen dari G. R. Terry yaitu : 1) Planning, 2) Organizing, 3) Actuating, 4) Controlling. Teknik pemilihan Informan dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan: 1) Wawancara, 2) Observasi, 3) Dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa manajemen pengelolaan yang berjalan di Pasar Purwareja Klampok dilaksanakan secara bersinergi oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Banjarnegara, Bidang Pengelolaan Pasar, Unit Pelaksana Teknis Daerah Pasar Wilayah II dan UPT Pasar Purwareja Klampok. Setiap bagian menjalankan tugas pokok dan fungsinya masing-masing sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang mengatur tugas pokok dan fungsi setiap bagian. Pengelolaan Pasar Purwareja Klampok sudah berjalan dengan baik tetapi masih terdapat beberapa kendala dan masalah yang dirasakan baik oleh pengelola pasar maupun penjual dan pembeli yang ada di Pasar Purwareja Klampok. Masalah tersebut adalah mengenai kualitas sumber daya manusia dalam lingkup pengelola pasar hingga kualitas sarana dan prasarana Pasar Purwareja klampok itu sendiri. | This research is entitled Traditional Market Management (Case Study in Purwareja Klampok Traditional Market, Banjarnegara Regency). Market management is the responsibility of the government as a public sector servant to the community because improving market management in Banjarnegara Regency will also increase market fees. Management is carried out by taking into account the existing regulations and implementing them by the parts that work together to achieve common goals. The purpose of this research is to find out how the market management in the Purwareja Klampok Traditional Market uses descriptive and qualitative research methods. The focus of this research is the management function of G. R. Terry, namely: 1) planning, 2) organizing, 3) actuating, and 4) controlling. Purposive sampling is a technique for selecting informants. In this study, data was gathered through the following methods: 1) interview, 2) observation, and 3) documentation.The data analysis method used in this study is the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana. The results of this study indicate that the management that runs in the Purwareja Klampok traditional market is carried out in synergy by the Department of Industry, Trade, Cooperatives, and Small and Medium Enterprises of Banjarnegara Regency, Market Management Sector, Regional Technical Implementation Unit for Regional Market Region II, and UPT Pasar Purwareja Klampok. Each section carries out its main duties and functions in accordance with the laws and regulations governing the main tasks and functions of each section. Purwareja Klampok Traditional Market management has been going well, but there are still some obstacles and problems that are felt by market managers, sellers, and buyers in the Purwareja Klampok Market. The problem is with regard to the quality of human resources within the scope of market managers and the quality of the facilities and infrastructure of the Purwareja Klampok Market itself. | |
| 31527 | 34761 | I1A015090 | Literature Review Analisis percepatan pembuatan Vaksin SARS-CoV-2 menggunakan metode Human Challenge Trial dari segi Etika Kesehatan | Latar Belakang : Untuk dapat melawan kondisi Pandemi COVID-19 yang terus menghantui kita, diperlukan sebuah solusi yang kuat, dan jawaban yang paling tepat adalah Vaksin yang Aman dan Efektif. Proses pembuatan Vaksin secara konvensional memakan waktu yang sangat lama, maka dari itu Human Challenge Trial hadir sebagai alternatif percepatan pembuatan Vaksin dengan menginfeksi secara sengaja Partisipan/Relawan dengan sumber penyakit. Melihat model penelitian seperti ini tentunya akan mengundang banyak problem juga tantangan, terutama dari segi Etika Kesehatan. Maka dari itu perlu banyak persiapan matang. Penelitian Literature Review ini bertujuan untuk menjabarkan persiapan juga Batasan apa saja yang sudah dan perlu dilakukan agar HCT SARS-CoV-2 dapat diterima dari segi Etika Kesehatan Metode : Desain Penelitian yang digunakan adalah Tinjauan Pustaka (Literature Review), dengan menggunakan Prisma Checklist dan PICOS Framework untuk menyeleksi juga menajamkan Artikel yang digunakan dalam Penelitian Ini Hasil : Secara umum, penelitian Human Challenge Trial adalah penelitian yang sensitif dari segi Etika Kesehatan, dengan resiko yang sangat tinggi bahkan ada juga yang belum diketahui, namun HCT untuk percepatan pembuatan Vaksin SARS-CoV-2 dilaksanakan tanpa melupakan hal tersebut. Penelitian HCT dijalankan berdasarkan standar etik yang kuat, dan garis besar penelitian yang didesain secara komprehensif. Hal ini mencakup Perencanaan Batasan Penelitian, Proses dan Metodologi Penelitian, Perbandingan Resiko dan Manfaat, Kriteria Inklusi dan Eksklusi, Informed Consent/ Lembar Persetujuan dan Analisis data Penelitian. Kesimpulan : Untuk memangkas waktu secepat mungkin tanpa melupakan Etik Kesehatan dalam pengembangan Vaksin SARS-CoV-2 adalah tujuan dari Penelitian. | Background: The COVID-19 Continues to haunt us, a strong solution is needed and the most viable option is a safe and effective Vaccines. The Conventional Vaccine development is most likely to take years, therefore Human Challenge Trials is here as an alternative to accelerate Vaccine Development by intentionally infecting participants/volunteer with the source of disease. This Research model comes with its own many problem and challenges, especially in terms of Health Ethics. This Literature Review Study aims to summarize the preparation as well as what have been and what need to be done in order for The Human Challenge Studies of SARS-CoV-2 can be accepted from The Health Ethics perspectives. Method : The research design that is used for this research is a literature review, using Prisma Checklist and PICOS Framework to classify and round up articles used in this research. Result : In general, the Human Challenge Trials is a sensitive research in terms of Health Ethics. Very large risk, maybe even more that are yet to be known, and the undergoing HCT to accelerate the development of SARS-CoV-2 Vaccines is carried out without forgetting this aspect, and are conducted on strong ethical standards with comprehensive designed outlines. This includes Planning Research Boundaries, Research Processes and Methodologies, Potential Risk and Benefit Balance, Inclusion and Exclusion Criteria, Informed Consent and Research Data analysis. Conclusion : To cut time as quickly as possible without compromising Health Ethics in the Development of the SARS-CoV-2 Vaccine is the main objective of the SARS-CoV-2 Human Challenge Trials. | |
| 31528 | 34762 | F1C014037 | Pengaruh Electronic Word Of Mouth Terhadap Minat Beli Ulang Produk Xiaomi ( Studi Kasus Minat Beli Ulang Pada Forum MiFans Indonesia) | Electronic Word of Mouth adalah bentuk perubahan dari WoM atau Word of Mouth. Electronic Word of Mouth merupakan bentuk komunikasi merupakan komunikasi dimana pesannya mengarah pada pemasaran. Pemasaran ini menggunakan penyebaran informasi dari mulut ke mulut, lisan, maupun tertulis berkenaan tentang menyampaikan ulasan, kesan, dan pengalaman terhadap produk dan jasa yang digunakan dan disampaikan kepada orang lain. Menurut Goyette et.al (2010) bahwa Electronic word of mouth merupakan bentuk komunikasi informal yang menyebar antar individu terkait layanan dan produk. Dalam penelitian ini, peneliti mencoba mencari pengaruh electronic word of mouth terhadap minat beli ulang sebuah produk. Produk yang dimaksud peneliti adalah produk smartphone dengan merk Xiaomi yang meliputi sub-merk-nya yaitu Pocophone, Redmi,dan Blackshark. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif serta dilaksanakan dengan menyebarkan angket berisikan sejumlah pertanyaan dengan maksud mencari hubungan dari electronic word of mouth terhadap munculnya minat beli ulang produk Xiaomi pada grup MI Fans Indonesia di media jejaring sosial Facebook.com. Variabel yang digunakan adalah electronic word of mouth sebagai variabel X, dan minat beli ulang sebagai variabel Y . Jumlah responden yang ditentukan adalah sebanyak 399 orang dimana jumlah ini ditentukan melalui perhitungan slovin dengan melihat jumlah populasi total yang ada sebesar 125.403 anggota. Temuan dari penelitian ini adalah bahwasannya electronic word of mouth memberikan pengaruh terhadap minat beli ulang produk Xiaomi. Hal ini digambarkan pada hasil perhitungan melalui program SPSS yang digunakan bahwa nilai “constant” berada pada angka dibawah 0,05 dimana hal ini disimpulkan bahwa adanya peran electronic word of mouth terhadap minat pembelian ulang produk Xiaomi di grup MI Fans Indonesia. | Electronic Word of Mouth is a modified form of WoM or Word of Mouth. Electronic Word of Mouth is a form of communication where the message leads to marketing. This marketing uses the dissemination of information by word of mouth, verbally, or in writing regarding conveying reviews, impressions, and experiences of products and services that are used and conveyed to others. According to Goyette et.al (2010) that Electronic word of mouth is a form of informal communication that spreads between individuals related to services and products. In this study, researchers tried to find the effect of electronic word of mouth on the interest in repurchasing a product. The product in question is a smartphone product with the Xiaomi brand which includes its sub-brands, namely Pocophone, Redmi, and Blackshark. The research was conducted using quantitative methods and was carried out by distributing questionnaires containing a number of questions with the aim of finding the relationship from electronic word of mouth to the emergence of buying interest in Xiaomi products in the MI Fans Indonesia group on the social networking media Facebook.com. The variable used is electronic word of mouth as variable X, and repurchase interest as variable Y. The number of respondents determined was 399 people where this number was determined through slovin calculations by looking at the total population of 125,403 members. The findings of this study are that electronic word of mouth has an influence on the intention to repurchase Xiaomi products. This is illustrated in the results of calculations through the SPSS program used that the "constant" value is below 0.05 where it is concluded that there is a role for electronic word of mouth on the interest in repurchasing Xiaomi products in the MI Fans Indonesia group. | |
| 31529 | 34763 | C1A017059 | Analisis Ekonomi Usaha Sate Ambal Di Kecamatan Ambal | Penelitian ini berjudul “Analisis Ekonomi Usaha Sate Ambal Di Kecamatan Ambal”. Produktivitas yang rendah menjadi kendala UMKM untuk berkembang dan menggapai skala ekonomi yang makin besar. Perihal tersebut kemungkinan penyebabnya karena kurangnya memperhatikan efisiensi pemakaian input atau faktor produksi. Efisiensi dalam input sangat dibutuhkan untuk mencapai output yang maksimal maka bisa meningkatkan pendapatan usaha. Semakin maksimal sumber daya atau input yang digunakan semakin tinggi juga tingkat efisiensinya sehingga keuntungan yang didapat akan semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor produksi berupa modal, tenaga kerja, dan bahan baku terhadap nilai produksi dan tingkat efisiensi teknis, efisiensi alokatif, serta efisiensi ekonomi pada usaha sate Ambal di Kecamatan Ambal. Jenis penelitan ini adalah deskriptif dan analitis. Data kuantitatif yang digunakan terdiri dari data jumlah produksi, harga produk, modal, tenaga kerja, bahan baku pada usaha sate Ambal di Kecamatan Ambal. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 30 orang pengusaha sate Ambal. Seluruh populasi tersebut akan diteliti menggunakan metode sensus melalui kuesioner dan wawancara. Analisis pada penelitian ini menggunakan metode analisis fungsi produksi stochastic frontier. Hasil analisis estimasi menunjukan bahwa variabel bebas yang berpengaruh signifikan terhadap nilai produksi sate Ambal di Kecamatan Ambal adalah jumlah modal. Sementara jumlah tenaga kerja dan jumlah bahan baku secara statistik tidak berpengaruh signifikan. Hasil analisis estimasi efisiensi menunjukan bahwa penggunaan input faktor produksi pada nilai produksi sate Ambal didapatkan rata-rata nilai efisiensi teknis (ET) sebesar 66,8 artinya usaha sate Ambal belum mencapai efisiensi teknis. Hasil estimasi efisiensi alokatif (EA) dan efisiensi ekonomi (EE) masing masing menunjukan hasil sebesar 1,626 dan 1,118 lebih besar dari satu. Hal ini berarti usaha sate Ambal di Kecamatan Ambal belum efisien secara alokatif dan ekonomi. Modal merupakan faktor produksi yang berpengaruh negatif dan signifikan terhadap produksi sate Ambal. Apabila modal terus ditambah maka output yang dihasilkan justru akan turun. Nilai efisiensi efisiensi teknis dan efisiensi alokatif belum efisien sehingga efisiensi ekonomi belum tercapai. Penggunaan faktor produksi yang belum efisien menyebabkan produksi yang rendah sehingga keuntungan yang diperoleh belum maksimal. | This research is entitled "Economic Analysis of Ambal Satay Business in Ambal District". Low productivity was an obstacle for MSMEs to develop and reach larger economies of scale. In this case, the user may be due to a lack of attention to the efficiency of inputs or production factors. Efficiency in inputs was needed to achieve maximum output to increase business income. The more maximal the resources or inputs used, the higher the efficiency level so that the profits will be higher. This study aims to determine the effect of production factors in the form of capital, labor, and raw materials on the production value and level of technical efficiency, allocative efficiency, and economic efficiency in the Ambal satay business in Ambal District. This type of research was descriptive and analytic. Quantitative data used consists of data on the amount of production, product prices, capital, labor, raw materials in the Ambal satay business in Ambal District. The population in this study found 30 entrepreneurs of Ambal satay. The entire population will be studied using the census method through questionnaires and interviews. The analysis in this study uses the stochastic frontier production function analysis method. The results of the analysis show that the independent variable that has a significant effect on the production value of Ambal satay in Ambal District is the amount of capital. Meanwhile, the number of workers and the number of statistical raw materials have no significant effect. The results of the efficiency estimation analysis show that the use of production factors in the production of Ambal satay gets an average technical efficiency (TE) value of 66.8, meaning that the Ambal satay business has not yet reached technical efficiency. The estimation results of allocative efficiency (AE) and economic efficiency (EE), respectively, show a result of 1,626 and 1,118, which was greater than one. This means that the Ambal satay business in Ambal District has not been allocatively and economically efficient. Capital was a production factor that has a negative and significant effect on the production of Ambal satay. If capital continues to be added, the resulting output will actually decrease. The value of the efficiency of technical efficiency and allocative efficiency has not been efficient so that causes low economic efficiency has not been achieved. The use of inefficient production factors production so that the profits obtained are not maximized. | |
| 31530 | 34764 | I1B017029 | HUBUNGAN PENGGUNAAN GADGET TERHADAP INTERAKSI SOSIAL ANAK USIA SEKOLAH DI SD NEGERI 1 SOKANANDI, KABUPATEN BANJARNEGARA | Latar belakang : Perkembangan gadget yang semakin meluas, hampir semua individu baik anak-anak hingga orang dewasa kini sudah memiliki handphone atau smartphone. Penggunaan gadget yang tidak terkontrolkan memberi dampak negatif bagi penggunanya. Dimana sebagian waktu dihabiskan untuk menggunakan gadget, interaksi dan komunikasi dengan orang disekitarnya menjadi berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan gadget dengan interaksi sosial anak usia sekolah di SD Negeri 1 Sokanandi Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa – siswi kelas VI di SD Negeri 1 Sokanandi, Kabupaten Banjarnegara. Pengambilan sam pel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 72 siswa. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa 59,7% responden memiliki frekuensi penggunaan gadget tingkat tinggi, 62,5% responden berinteraksi sosial secara maladaptif. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan gadget dengan interaksi sosial (p=0,000; p<0,05). Kesimpulan : Penggunaan gadget memiliki hubungan signifikan terhadap interaksi sosial pada anak usia sekolah di SD Negeri 1 Sokanandi, Kabupaten Banjarnegara. Kata kunci : penggunaan gadget, interaksi sosial. | Background : The development of always-on gadgets widespread to other places , almost all individual whether young adult so people is now having a cell phone or smartphone .The use of always-on gadgets controls are not adversely impact the for the end user .Most of the time it is using gadgets , interaction and communication with the nearby seawater being reduced. Research aims to understand the relationship between the use of gadgets with social interaction school age children in public primary schools sokanandi 1. Method : The study is approaching cross sectional quantitative research .The data using a questionnaire. Population in this study were those young adult of class VI in public school sokanandi 1 , district Banjarnegara. The sam mop uses the technique total sampling of samples from 72 students. Result : The result showed that the frequency of responden own 59,7% high level gadgets, respondents listed 62,5% maladaptive in social. The research also indicated that there are a significant relation exists between the use of gadgets with social interaction (p = 0,000; p < 0,05). Conclusion : The use of gadgets having relation significantly to social interaction in school-age children in primary school 1 Sokanandi, disctrict Banjarnegara Keywoard : the use of gadgets, social interaction. | |
| 31531 | 34765 | H1C016043 | STUDI GEOLOGI DAN IDENTIFIKASI GIPSUM DENGAN METODE RESISTIVITY 2D DAERAH KEDUNGBANTENG, TEGAL, JAWA TENGAH | Gipsum merupakan mineral industri yang memiliki banyak kegunaan terutama sebagai bahan konstruksi. Untuk mengetahui karakteristik gipsum perlu dilakukan studi geologi terperinci. Daerah Kedungbanteng, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah memiliki fenomena kemunculan gipsum di permukaan yang menarik untuk dilakukan studi lebih lebih lanjut. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi geologi, mengetahui karakteristik gipsum berdasarkan aspek fisik dan kimia, serta model endapan gipsum, serta sejarah pembentukannya. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini adalah studi literatur, survey dan pemetaan geologi, didukung dengan akuisisi data geolistrik dan analisis kandungan kimia dengan X-Ray Fluorescence dan X-Ray diffraction, serta validasi data dengan pembuatan sumur uji. Secara urutan stratigrafi daerah penelitian terdiri dari Satuan Batupasir, Satuan Batulempung, Satuan Batupasir Berfosil, dan Satuan Endapan Aluvial. Dari studi geolistrik nilai resistivitas yang didapatkan memiliki rentang nilai 0 - ±50Ω yang diasumsikan bahwa nilai 0-3 merupakan tanah lempungan, batulempung yang jenuh air, nilai 10-17.5 berupa batupasir yang jenuh dengan air, dan nilai 17.5-±50 berupa kelompok batuan yang berasosiasi dengan mineral evaporit seperti gipsum dan tanah gipsifer. Karakteristik gipsum yang ditemukan di lapangan hadir melimpah dipermukaan sebagai agregat bongkah bersama soil, berupa rekahan-rekahan yang terisi gipsum pada batulempung, dan lapisan tipis batupasir dengan mikrokristlin gipsum, serta selenite gipsum yang memiliki konsentrasi tinggi (discoidal gipsum). Berdasarkan analisis geokimia pada 8 sampel soil dan batulempung, nilai tertinggi konsentrasi unsur Ca dan S serta konsentrasi mineral gipsum ditemukan dilokasi WS3A dan WS1.1A yang berdasarkan nilai tersebut terdapat potensi kelimpahan gipsum. Berdasarkan karakteristik endapan gipsum, daerah penelitian memiliki potensi untuk dilakukan tahap eksplorasi lanjutan sampai pada tahap ekploitasi. | Gipsum is an industrial mineral with a wide range of uses, especially as a building material. Defining the properties of gipsum requires detailed geological research. The Kedungbanteng area, Kedungbanteng District, Tegal Regency, Central Java has an interesting appearance of gipsum on the surface for further geological research. The research aims to determine the geological conditions, characteristics of gipsum based on physical and chemical aspects, and simulate the history of gipsum deposits. The research methods used in this project are literature studies, geological surveys and mapping, supported by geoelectric data acquisition and chemical analysis using X-ray fluorescence and X-ray diffraction, and data validation using a test pit. The stratigraphic order of the study area consists of a Sandstone Unit, a Claystone Unit, a Fossil Sandstone Unit, and an Alluvial Sediment Unit. The resistivity value obtained from geoelectric research is in the range of 0-±50Ω, assuming that 0-3 Ω is water-saturated claystone, and 10-17.5 Ω is water-saturated sandstone, and 17.5-±50 is a group of rocks that contain evaporite mineral aggregates such as gipsum and gypsiferous soils. The characteristics of gipsum found in the field are abundant on the surface as aggregate with soil, in the form of cracks filled with gipsum in the claystone, and a thin layer of sandstone with microcrystalline gipsum, and selenite gipsum, which has a high concentration (discoidal gipsum). Based on the geochemical analysis of 8 samples of soil and claystone, the highest values for the concentration of Ca and S elements and the concentration of gipsum minerals were found at locations WS3A and WS1.1A, based on these values, there was a potential abundance of gipsum. Based on the characteristics of gipsum deposits, the research area has the potential to carry out further exploration stages up to the exploitation stage. | |
| 31532 | 34772 | I1B018016 | HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP SELF EFFICACY PADA IBU HAMIL YANG BERISIKO TINGGI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BRATI | Latar Belakang: Angka Kematian Ibu Hamil masih tergolong tinggi, di Kabupaten Grobogan sebanyak 31 kasus pada tahun 2020. Salah satu penyebabnya adalah kehamilan risiko tinggi. Dipelukannya self efficacy yang baik dalam menghadapi kehamilan risiko tinggi. Self efficacy dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah dukungan suami. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara dukungan suami terhadap self efficacy pada ibu hamil yang berisiko tinggi. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan desain cross sectional. Lokasi penelitian berada di Wilayah Kerja Puskesmas Brati Kabupaten Grobogan. Pengambilan sample menggunakan teknik purposive sampling dan didapatkan hasil sebanyak 116 orang. Penelitian ini menggunakan instrumen dukungan suami dan self efficacy yang diambil dan dimodifikasi dengan penelitian serupa. Analisa data pada penelitian ini menggunakan chi-square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata usia responden yakni 29,78 tahun, (48,3%), merupakan tamatan SMA, (61,2%), ibu multipara, Taraf mendapat dukungan suami kategori baik (74,1%), self efficay ibu kuat (59,5%). Hasil uji korelasi chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan self efficacy ibu hamil risiko tinggi (p=0,000). Kesimpulan: Terdapat Hubungan yang Signifikan antara Dukungan Suami terhadap Self Efficacy pada Ibu Hamil yang Berisiko Tinggi. Semakin baik dukungan suami, maka semakin kuat self efficacy ibu hamil. | Background: The Maternal Mortality Rate is still relatively high, in Grobogan Regency as many as 31 cases in 2020. One of the causes is high-risk pregnancies. The need for good self-efficacy in dealing with high-risk pregnancies. Self efficacy is influenced by several factors, one of which is husband's support. This study aims to identify the relationship between husband's support for self-efficacy in high-risk pregnant women. Methods: This study was a correlational research with cross sectional design. This study was conducted out in Puskesmas Brati, Grobogan Regency. This study’s sampling method was purposive sampling, which yielded 116 respondents. This study utilized an husband support and self efficacy instrument adapted from previous studies. Chi-suare test was used to interpret the data in this analysis. Result: The results showed that the average age of the respondents was 29.78 years, (48.3%), was a high school graduate, (61.2%), multiparous mothers, the level of husband support was good category (74.1%), self strong maternal efficay (59.5%). The results of the chi-square correlation test showed that there was a significant relationship between husband's support and the self-efficacy of high-risk pregnant women (p=0.000). Conclusion: There is a Significant Relationship between Husband's Support on Self Efficacy in High-Risk Pregnant Women. The better the husband's support, the stronger the self-efficacy of pregnant women. | |
| 31533 | 34773 | E2A016021 | IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DINAS PERDAGANGAN KOPERASI USAHA KECIL DAN MENENGAH DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN RETRIBUSI PELAYANAN PASAR DAERAH KABUPATEN CILACAP | Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Cilacap merupakan salah satu unsur otonomi daerah yang mempunyai tugas membantu Bupati melaksanakan urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah di bidang Perdagangan. Salah satu tugas DPKUKM adalah mengelola hasil retribusi pelayanan pasar sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2011 tentang Retribusi Pelayanan Pasar di Kabupaten Cilacap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi kebijakan Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Dalam meningkatkan Pendapatan Retribusi pelayanan Pasar Daerah Kabupaten Cilacap serta faktor-faktor yang mempengaruhi retribusi pelayanan pasar daerah kabupaten Cilacap. Penelitian dilakukan dengan pendekatan yuridis normatif. Lokasi penelitian adalah DPKUKM kabupaten Cilacap. Sumber bahan hukum penelitian diperoleh dari bahan hukum primer yaitu peraturan perundang-undangan terkait dengan retribusi pelayanan pasar dan bahan hukum sekunder berupa arsip dari DPKUKM. Hasil penelitian Implementasi Kebijakan Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dalam meningkatkan pendapatan retribusi pelayanan pasar daerah Kabupaten Cilacap tidak terlepas dari Peraturan Daerah Kabupaten Cilacap Nomor 5 Tahun 2011 Tentang Retribusi Pelayanan Pasar di Kabupaten Cilacap. Adanya perubahan tarif diatur dalam Peraturan Bupati Cilacap Nomor 163 Tahun 2019 Tentang Perubahan Tarif Retribusi Pada Lampiran II Peraturan Daerah Kabupaten Cilacap Nomor 5 Tahun 2011 Tentang Retribusi Pelayanan Pasar di Kabupaten Cilacap, dapat meningkatkan pendapatan retribusi pelayanan pasar. Dengan adanya pencapaian target retribusi pelayanan pasar, DPKUKM mendapatkan insentif atas dasar pancapaian kinerja tertentu yaitu dapat meningkatkan pendapatan retribusi pelayanan pasar karena target yang ditentukan dapat terealisasi yang diatur dalam Peraturan Bupati Cilacap Nomor 32 Tahun 2019 Tentang Pencapaian Target Kinerja Atas Penerimaan Pasar Pada Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Cilacap Tahun Anggaran 2019 dan Peraturan Bupati Cilacap Nomor 37 Tahun 2020 Tentang Pencapaian Target Kinerja Atas Penerimaan Pasar Pada Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Cilacap Tahun Anggaran 2020. Faktor yang mempengaruhi adalah subyek dan obyek retribusi, tarif retribusi, sistem pemungutan retribusi dan maraknya perkembangan toko modern yang ada di kabupaten Cilacap. Kata Kunci: Otonomi Daerah, Implementasi Kebijakan, Retribusi Pelayanan Pasar. | The Trade Office of Small and Medium Enterprises Cooperatives (DPKUKM) of Cilacap Regency is one of the elements of regional autonomy which has the task of assisting the Regent in carrying out government affairs which are the authority of the Region in the field of Trade. One of the tasks of DPKUKM is to manage the results of market service fees in accordance with Regional Regulation Number 5 of 2011 concerning Market Service Fees in Cilacap Regency. The purpose of this study was to determine the implementation of the policy of the Small and Medium Enterprises Cooperative Trade Office in increasing the Revenue of Regional Market Service Charges in Cilacap Regency and the factors that influence the Cilacap Regency regional market service levy. The research was conducted with a normative juridical approach. The research location is DPKUKM Cilacap district. Sources of legal research materials were obtained from primary legal materials, namely laws and regulations related to market service fees and secondary legal materials in the form of archives from DPKUKM. The results of the research on the implementation of the policy of the Small and Medium Enterprises Cooperative Trade Office in increasing the revenue of the regional market service retribution in Cilacap Regency cannot be separated from the Cilacap Regency Regional Regulation Number 5 of 2011 concerning Market Service Retribution in Cilacap Regency. Changes in rates are regulated in the Cilacap Regent's Regulation Number 163 of 2019 concerning Changes in Charges Tariffs in Appendix II of the Cilacap Regency Regional Regulations Number 5 of 2011 concerning Market Service Fees in Cilacap Regency, can increase market service retribution revenues. With the achievement of the market service retribution target, DPKUKM gets incentives on the basis of certain performance achievements, namely it can increase market service retribution income because the specified target can be realized as regulated in Cilacap Regent Regulation Number 32 of 2019 concerning Achievement of Performance Targets on Market Acceptance at the Cooperative Trade Office Small and Medium Enterprises in Cilacap Regency for Fiscal Year 2019 and Cilacap Regent Regulation Number 37 of 2020 concerning Achievement of Performance Targets for Market Acceptance at the Trade Office of Small and Medium Enterprises Cooperatives in Cilacap Regency for Fiscal Year 2020.The influencing factors are the subject and object of retribution, levy tariffs, retribution collection system and the widespread development of modern shops in Cilacap district. Keywords: Regional Autonomy, Policy Implementation, Market Service Retribution | |
| 31534 | 34774 | F1A014030 | Kesadaran dan Kreatifitas Pelaku Industri Kreatif (Kaos) di Purwokerto Tentang Nilai-Nilai Banyumasan | Skripsi ini mengangkat industri fashion Kaos Banyumasan dengan fokus utama pada peran pekerja kreatif. Kaos Banyumasan menitikberatkan kebudayaan Banyumas sebagai ide, gagasan dalam desainnya. Desain itu berisi tulisan, landmark, falsafah, atau petuah-petuah yang berkembang di masyarakat Banyumas. Karena itu ia bisa disebut sebagai ikon Banyumas. Peran pekerja kreatif sangat menentukan dalam industri ini. Mereka adalah orang yang memiliki ide, konsep yang dituangkan dalam bentuk desain meskipun dalam proses pembuatan desain, mereka dibantu oleh para pekerja desain grafis. Pergulatan mereka menjadi bagian dari masyarakat menjadi modal utama dalam menciptakan desain tertentu. Karena itu para pekerja kreatif membutuhkan pemahaman terhadap realitas sosial, kebudayaan Banyumas dan memilih tema menarik untuk desain mereka. Para pekerja kreatif ini memiliki perusahaan masing-masing seperti Dablongan Clothing, Kaos Ngapak, Kecean, Baloeng_Gedhe. Penelitian menggunakan metode kualitatif. metode penelitian yang menghasilkan data deskriptif yaitu kata-kata yang ditulis maupun diucapkan serta perilaku yang dilakukan oleh seseorang yang dapat diamati. Asumsi tersebut selaras dengan dasar aktivitas ekonomi kreatif yang awal mula terbentuknya berasal dari minat, bakat dan kreativitas yang dimiliki oleh individu pelakunya. Dari penelitian ini diketahui para pekerja kreatif telah memproduksi berbagai macam desain tentang Banyumasan. Masing-masing mereka memiliki belasan hingga puluhan desain. Dan pasar mereka tidak hanya terbatas di Banyumas saja. Produk kaos mereka bahkan sudah dikirim ke luar negeri. Tetapi dari sisi penjualan, para pekerja kreatif mengaku bahwa Kaos Banyumasan hanya memberikan 10% dari total pendapatan perbulan. Para pekerja kreatif juga menemukan berbagai kendala seperti plagiarisme desain yang dilakukan oleh perusahaan lain. Hasil penjualan yang masih relatif kecil dan plagiarisme desain menjadi tantangan bagi perkembangan industri Kaos Banyumasan. | This thesis discusses the role of creative workers in Kaos Banyumasan fashion industry. The Kaos Banyumasan emphasizes on Banyumas culture as an idea in its design. The design contains writings, landmarks, philosophies, or tips that have developed in the Banyumas community. Because of that, it can be called an icon of Banyumas. The role of creative workers is very decisive in this industry. They are people who have ideas and concepts that are poured into a design. Their struggle becomes the main capital in creating certain designs. Not surprisingly, creative workers require an understanding of the socio-cultural reality of Banyumas. Besides, they should also be able to choose an attractive theme for their designs. These creative workers have their own companies such as Dablongan Clothing, Kaos Ngapak, Kecean, Baloeng_Gedhe. This study uses a qualitative method. This research method produces descriptive data such as written or spoken words and behaviors that can be observed. From the research conducted, we know that creative workers have produced various designs about Banyumasan. Each worker has tens to hundreds of designs. In addition, their market is not only limited in Banyumas. Their t-shirt products have been shipped overseas. However, in terms of sales, creative workers admit that Kaos Banyumasan only provides 10% of the total monthly income. Creative workers also face various obstacles such as design plagiarism by other companies and small sales results. | |
| 31535 | 34871 | G1A018086 | HUBUNGAN BEBAN KERJA MENTAL DENGAN KELELAHAN KERJA PADA TENAGA KEPENDIDIKAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar Belakang: Kelelahan kerja pada tenaga kependidikan dapat mempengaruhi proses belajar dan kualitas lulusan institusi. Kelelahan yang terjadi dapat ditimbulkan dari besarnya beban kerja mental yang dimiliki tenaga kependidikan akibat peran dan tugas tenaga kependidikan yang penting dalam suatu institusi Pendidikan sehingga perhitungan beban kerja sangat penting untuk dilakukan agar penugasan tenaga kependidikan dapat terukur. Tujuan: Mengetahui hubungan beban kerja mental dengan kelelahan kerja pada tenaga kependidikan Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (FK Unsoed). Metode: Penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional pada tenaga kependidikan FK Unsoed dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data beban kerja mental menggunakan Kuesioner National Aeronautics and Space Administration Task Load Index (NASA TLX) dan kelelahan kerja menggunakan Kuesioner Fatigue Assesment Sclae (FAS). Analisis hipotesis menggunakan uji statistik spearman rank. Hasil: Hasil pengukuran beban kerja mental ringan, sedang dan berat pada tenaga kependidikan FK Unsoed secara berturut-turut sebesar 5,5%, 76,4%, dan 18,2%. Tenaga kependidikan dengan kelelahan kerja sebesar 32,7% dan tidak ada kelelahan sebesar 67,7%. Hasil uji kolerasi spearman didapatkan nilai p=0,325. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara hubungan beban kerja mental dengan kelelahan kerja pada tenaga kependidikan Universitas Jenderal Soedirman. | Background: Work fatigue on educational staff can affect the process of study and quality of institute’s graduates. Fatigue can happen from big amount of educational staff’s mental work load caused by their role and duty which very important at educational institute. Therefore, figuring mental work load are very important so that the duty and role can be calculated. Objective: To determine the relationship between mental workload and work fatigue on educational staff at Faculty of Medicine Jenderal Soedirman University. Methods: An analytic observational study with cross-sectional model was conducted among educational staff at Faculty of Medicine Jenderal Soedirman University with purposive sampling technique. Data of mental workload were collected using NASA TLX questionnaire and work fatigue were collected using FAS questionnaire. Hypothesis was analysed using Spearman Rank. Results: The level of mental workload on educational staff at Faculty of Medicine Jenderal Soedirman University in the mild category is 5,5%, moderate is 76,4%, and high is 18,2%. Meanwhile, there are 32,7% staff having work fatigue and 67,7% staff are not having work fatigue. The result of hipotesis analytic using spearman rank is p=0,325. Conculusion: There is no correlation between mental workload and work fatigue on educational staff at Faculty of Medicine Jenderal Soedirman University. | |
| 31536 | 34974 | J1D017049 | (KELAYAKAN ISI DAN KEBAHASAAN BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KURIKULUM 2013 KELAS XII SMA TERBITAN KEMENDIKBUD EDISI REVISI 2018) | Buku teks merupakan pedoman yang digunakan dalam proses pembelajaran. Faktanya, terdapat buku teks yang kurang sesuai dengan regulasi. Peneliti ingin mengetahui kelayakan buku teks yang digunakan dalam proses pembelajaran berdasarkan instrumen penilaian BSNP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan isi dan kelayakan kebahasaan buku teks Bahasa Indonesia Kelas XII Edisi Revisi tahun 2018 Kurikulum 2013 Terbitan Kemendikbud. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari buku teks Bahasa Indonesia Kelas XII SMA Kurikulum 2013 Terbitan Kemendikbud Edisi Revisi Tahun 2018. Penelitian ini difokuskan pada analisis kelayakan isi dan kebahasaan. Proses pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik reduksi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis mengalir. Data disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Kelayakan isi buku teks ini termasuk dalam kategori baik sekali (BS) dengan skor akhir 9,22. (2) Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa kelayakan kebahasaan buku teks ini juga termasuk dalam kategori baik sekali (BS) dengan skor akhir 9,43. Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa buku teks ini sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran ditinjau dari aspek kelayakan isi dan kebahaasaan. Relevansi penelitian ini terhadap pembelajaran adalah menyediakan referensi buku teks yang layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran yang sesuai dengan tuntuan KI dan KD. Kata Kunci: buku teks, kelayakan, isi, kebahasaan | Textbooks are guidelines used in the learning process. In fact, there are textbooks that do not comply with regulations. Researchers want to know the feasibility of textbooks used in the learning process based on the BSNP assessment instrument. This study aims to determine the feasibility of the content and linguistic feasibility of the Indonesian Language Textbook Class XII Revised Edition 2018 Curriculum 2013 Published by the Ministry of Education and Culture. The form of this research is descriptive qualitative. The source of the data was obtained from the Indonesian Language Textbook for Class XII SMA Curriculum 2013 Published by the Ministry of Education and Culture, Revised Edition 2018. This research is focused on analyzing the feasibility of content and linguistics. The process of data collection was carried out using a reduction technique. The analysis technique used is flow analysis. Data is presented in tabular form. The results showed that (1) the feasibility of the contents of this textbook was included in the very good category (BS) with a final score of 9.22. (2) Based on the results of the study, it shows that the linguistic feasibility of this textbook is also included in the very good category (BS) with a final score of 9.43. The results of this study indicate that this textbook is very suitable for use in the learning process in terms of the feasibility of content and linguistic aspects. The relevance of this research to learning is to provide appropriate textbook references to be used in the learning process in accordance with the requirements of KI and KD. Keywords: textbook, feasibility, content, language | |
| 31537 | 35654 | L1B018015 | PROFIL DARAH IKAN NILEM (Osteochilus vittatus) YANG DIBUDIDAYAKAN DI DESA PANEMBANGAN, BANYUMAS | Ikan nilem merupakan ikan yang sangat potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Banyumas. Kondisi kesehatan ikan nilem sulit ditentukan secara visual. Profil darah dapat digunakan untuk mengetahui kondisi kesehatan yang sedang dialami oleh ikan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil darah ikan nilem (Osteochilus vittatus) yang dibudidayakan di Desa Panembangan, Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi. Ikan sampel berasal dari Pokdakan Mina Mandiri dan Pokdakan Prukut Ulam Sari yang berjumlah 20 ekor, berat 61 ± 20,2 gram dan panjang 16 ± 1,9 cm. Berdasarkan hasil penelitian, ikan nilem di Pokdakan Mina Mandiri memiliki total eritrosit 0,991 x 106 sel/mm3; kadar hemoglobin 10,18 g/dL; kadar hematokrit 30,54%; dan kadar glukosa darah 114,2 mg/dl sedangkan ikan nilem di Pokdakan Prukut Ulam Sari memiliki total eritrosit 1,067 x 106 sel/mm3; kadar hemoglobin 11,18 g/dL; kadar hematokrit 33,54%; dan kadar glukosa darah 115,1 mg/dl. Berdasarkan hasil uji (Independent Sample T-Test), profil darah dari semua pokdakan menunjukkan tidak berbeda nyata (P>0,05). Hasil pengukuran kualitas air untuk suhu 27-28,5°C; pH 6; dan oksigen terlarut 4.7-5 mg/L. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ikan nilem di Pokdakan Mina Mandiri memiliki jumlah total eritrosit dan kadar hematokrit dibawah kisaran normal, kadar hemoglobin dalam kisaran normal dan kadar glukosa darah diatas kisaran normal sedangkan ikan nilem di Pokdakan Prukut Ulam Sari memiliki jumlah total eritrosit dibawah kisaran normal, kadar hemoglobin dan kadar hematokrit dalam kisaran normal, dan kadar glukosa darah diatas kisaran normal. | Nilem fish is a very potential fish to be developed in Banyumas Regency. The health condition of nilem fish is difficult to determine visually. The blood profile can be used to determine the health condition of the fish. This study aims to determine the blood profile of nilem fish (Osteochilus vittatus) which is cultivated in Panembangan Village, Banyumas. The method used in this research is the observation method. Fish samples came from Pokdakan Mina Mandiri and Pukdakan Prukut Ulam Sari, totaling 20 fish, weighing 61 ± 20.2 grams and length 16 ± 1.9 cm. Based on the results of the study, nilem fish in Pokdakan Mina Mandiri had a total erythrocyte of 0.991 x 106 cells/mm3; hemoglobin level 10.18 g/dL; hematocrit level 30.54%; and blood glucose levels of 114.2 mg/dl while nilem fish in Pokdakan Prukut Ulam Sari had a total erythrocyte of 1.067 x 106 cells/mm3; hemoglobin level 11.18 g/dL; hematocrit level 33.54%; and blood glucose levels of 115.1 mg/dl. Based on the test results (Independent Sample T-Test), the blood profiles of all pokdakan showed no significant difference (P> 0.05). The results of water quality measurements for a temperature of 27-28.5°C; pH 6; and dissolved oxygen 4.7-5 mg/L. The conclusion in this study was that the nilem fish in Pokdakan Mina Mandiri had a total number of erythrocytes and hematocrit levels below the normal range, hemoglobin levels in the normal range and blood glucose levels above the normal range, while nilem fish in Pukdakan Prukut Ulam Sari had a total number of erythrocytes below the normal range, hemoglobin and hematocrit levels in the normal range, and blood glucose levels above the normal range. | |
| 31538 | 34917 | P2A017001 | Komposisi, Struktur, dan Potensi Cadangan Karbon Hutan Rakyat di Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah | Salah satu permasalahan manusia saat ini adalah terjadinya perubahan iklim yang ditandai dengan meningkatnya suhu bumi secara global akibat meningkatnya kadar konsentrasi gas rumah kaca. Oleh sebab itu seluruh negara di dunia melakukan kesepakatan melalui Protokol Kyoto untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang menjadi penyebab meningkatnya suhu bumi. Hutan rakyat merupakan salah satu bentuk penggunaan lahan yang berperan dalam proses mitigasi perubahan iklim karena berperan dalam menyerap (sekuestrasi) dan menyimpan karbon. Jumlah karbon yang disimpan tanaman hidup pada suatu lahan hutan dapat menggambarkan banyaknya CO2 di atmosfer yang diserap menjadi stok karbon. Namun data mengenai komposisi, struktur, potensi cadangan karbon serta nilai ekonominya, yang berasal dari hutan rakyat di Kabupaten Purbalingga belum cukup memadai. Oleh karena itu, perlu pengkajian terhadap komposisi dan struktur hutan rakyat untuk mendukung perhitungan potensi cadangan karbon serta nilai ekonominya pada lahan hutan rakyat di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran, wawancara dan studi literatur. Penentuan plot sampel dilakukan secara purposive berdasarkan keterwakilan tegakan hutan rakyat di Kabupaten Purbalingga, yaitu hutan rakyat dengan tipe agroforestri kapulaga (E), kopi (K), nanas (B), dan non-agroforestri (T). Masing-masing plot sampel dilakukan ulangan sebanyak tiga kali pada lokasi yang berbeda, sehingga terdapat 12 plot sampel berukuran 20x50 m (0,1 ha). Kantong karbon (carbon pool) yang ditetapkan untuk diukur antara lain biomassa atas tegakan (BAP), biomassa bawah tegakan (BBP), dan tanah (TNH). Parameter yang diukur meliputi biomassa (Mg/ha), stok karbon (Mg/ha), serapan karbon (Mg/ha CO2-eq), dan nilai ekonomi karbon (US$/IDR). Pengukuran vegetasi dilakukan secara non-destruktif (tanpa penebangan) terhadap dua tingkat pertumbuhan vegetasi yakni tingkat tiang dan pohon. Sedangkan pengukuran cadangan karbon tanah dilakukan terhadap sampel tanah terganggu dan sampel tanah tidak terganggu. Analisis data komposisi dan struktur tegakan menggunakan Indeks Nilai Penting (INP); data biomassa dan cadangan karbon menggunakan persamaan alometrik, dan uji laboratorium sampel tanah. Hasil penelitian menunjukkan hutan rakyat di Kabupaten Purbalingga umumnya dibudidayakan pada lahan pekarangan, tegalan, dan kebun campuran. Sebaran hutan rakyat secara spasial hampir merata di seluruh tempat, terutama pada lahan kering dengan ketinggian antara 167 sampai 915 mdpl, di 13 dari 18 kecamatan di Kabupaten Purbalingga. Komposisi vegetasi yang ditemukan berjumlah 30 jenis yang termasuk dalam 20 famili. Struktur vertikalnya terdiri dari tiga lapisan yaitu Stratum A, Stratum B, dan Stratum C. Secara horizontal, struktur hutan rakyat di Kabupaten Purbalingga terbagi dalam 6 kelas diameter mulai dari Kelas Diameter II hingga Kelas Diameter VII, dengan tingkat kerapatan pohon berbanding terbalik dengan pertambahan diameter (membentuk kurva dengan huruf J terbalik). Potensi biomassa hutan rakyat di Kabupaten Purbalingga dengan tipe agroforestri kapulaga sebesar 347,56 Mg/ha (rata-rata 115,85 Mg/ha), kopi 488,90 Mg/ha (162,97 Mg/ha), nanas 475,11 Mg/ha (158,37 Mg/ha), dan non-agroforestri 393,19 Mg/ha (131,06 Mg/ha), total mencapai 1.704,75 Mg/ha (142,06 Mg/ha). Potensi cadangan karbon hutan rakyat di Kabupaten Purbalingga dengan tipe agroforestri kapulaga adalah sebesar 163,35 Mg/ha (rata-rata 54,45 Mg/ha), kopi 229,78 Mg/ha (76,59 Mg/ha), nanas 223,30 Mg/ha (74,43 Mg/ha), dan non-agroforestri 184,80 Mg/ha (61,60 Mg/ha), dengan total mencapai 801,23 Mg/ha (66,77 Mg/ha). Potensi cadangan karbon di Kabupaten Purbalingga dari kantong karbon biomassa (BAP dan BBP) 1.713.948,51 Mg dan dari kantong karbon tanah 1.309.654,83 Mg. Potensi serapan karbon pada biomassa tingkat pohon 1.216,75 Mg/ha CO2-eq, pada biomassa tingkat tiang sebesar 1.723,78 Mg/ha CO2-eq, dan kantong karbon tanah sebesar 748,91 Mg/ha CO2-eq, dengan total mencapai 3.689,44 Mg/ha CO2-eq (1.229,81 Mg/ha CO2-eq). Adapun nilai ekonomi karbon di Kabupaten Purbalingga mencapai US$ 8.569.742,55 (IDR 122.980.518.951) dengan nilai rata-rata per hektar mencapai US$ 333.850 (IDR 4.790.931). | Currently, one of the human problems is climate change, which is marked by the increase in global temperature due to increasing greenhouse gases concentrations. Therefore, all countries in the world made an agreement through the Kyoto Protocol to reduce greenhouse gas emissions as a cause of increasing earth’s temperature. Community forest is a type of the field utilizations which have a role to mitigate the climate change process because a main function as a producer of wood (emissions contributor), and effectiveness of carbon sink and store. The number of carbons stored by living trees on a land can describe the numbers of CO2 in the atmosphere and absorption of carbon stocks. However, the composition data, structure, potential of carbon stocks and economic value of carbon stocks in forest ecosystem is needed be studied to support the calculation of potential carbon stocks and the economic value of community forest lands in Purbalingga Regency. This research was descriptive quantitative with data collection techniques through measurements, interviews, and literature study. Determination of sample plots was conducted purposively based on the representation of community forest stands in Purbalingga Regency, namely community forests with cardamom (E), coffee (K), pineapple (B) and non-agroforestry (T) agroforestry types. Each sample plot was replicated three times at different locations, so there were 12 sample plots measuring 20x50 m (0.1 ha). The carbon pools measured were above-ground biomass (BAP), below-ground biomass (BBP), and soil (TNH). The parameters measured were biomass (Mg/ha), carbon stock (Mg/ha), carbon sequestration (Mg/ha CO2-eq), and the economic value of carbon (US$/IDR). Vegetation measurements were conducted non-destructively (without logging) on two levels of vegetation growth, namely the level of poles and trees. Meanwhile, soil carbon stock measurements were conducted on disturbed soil and undisturbed soil samples. Analysis of stand composition and structure data used the Important Value Index (IVI); biomass and carbon stocks data used allometric equations and laboratory tests of soil samples. The results showed that community forests in Purbalingga Regency were generally cultivated on yards, dry fields, and mixed gardens. The spatial distribution of community forests in 13 of the 18 sub-districts in Purbalingga Regency was almost evenly distributed throughout, especially on dry land with an altitude of 167 to 915 meters above sea level. The composition of the vegetation consists of 30 species belonging to 20 families. The vertical structure consisted of three layers, namely Stratum A, Stratum B, and Stratum C. The structure of community forests in Purbalingga Regency, in horizontally, was divided into 6 diameter classes, namely Diameter Class II, III, IV, V, VI, and VII, with the level of tree density being inversely proportional to the increase in diameter (forming a curve with an inverted J). The potential of community forest biomass in Purbalingga Regency with cardamom agroforestry types were 347.56 Mg/ha (average 115.85 Mg/ha), coffee was 488.90 Mg/ha (162.97 Mg/ha), pineapple was 475.11 Mg/ha (158.37 Mg/ha), and non-agroforestry was 393.19 Mg/ha (131.06 Mg/ha). The total was 1,704.75 Mg/ha (142.06 Mg/ha). Potential carbon stocks of community forests in Purbalingga Regency with cardamom agroforestry types were 163.35 Mg/ha (average 54.45 Mg/ha), coffee was 229.78 Mg/ha (76.59 Mg/ha), pineapple was 223.30 Mg/ha (74.43 Mg/ha), and non-agroforestry was 184.80 Mg/ha (61.60 Mg/ha). The total was 801.23 Mg/ha (66.77 Mg/ha). The potential carbon stock in Purbalingga Regency from the biomass carbon pool (BAP and BBP) was 1,713,948.51 Mg and the soil carbon pool was 1,309,654.83 Mg. The carbon sequestration potential at tree level biomass was 1,216.75 Mg/ha CO2-eq, pole level biomass was 1,723.78 Mg/ha CO2-eq, and soil carbon pool was 748,91 Mg/ha CO2-eq. The total reached 3,689.44 Mg/ha CO2-eq (1,229.81 Mg/ha CO2-eq). The economic value of carbon in Purbalingga Regency was US$ 8,569,742.55 (IDR 122,980,518,951) with an average per hectare of US$ 333,850 (IDR 4,790,931). | |
| 31539 | 34775 | E1A015234 | HUKUM PEMBUKTIAN DIGITAL FORENSIK DENGAN MENGGUNAKAN LINGUISTIK BAHASA DALAM PENGUNGKAPAN TINDAK PIDANA PENGANCAMAN MELALUI LINKEDIN (TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN NOMOR : 169/PID.SUS/2019/PN JKT.PST) | Berkat kemajuan teknologi internet, orang dapat melamar pekerjaan secara online melalui berbagai platform. Salah satu platform yang sering digunakan oleh para pencari kerja adalah LinkedIn. Pada putusan Nomor 169/Pidsus/2019/PN. Jkt.Pst terdapat kasus yang berhubungan dengan platform LinkedIn, Seseorang dapat memposting tulisan di platform tersebut tidak jarang terdapat tulisan yang berisi muatan pengancaman, seperti yang dilakukan terdakwa. Korban merasa terancam akibat postingan tersebut sehingga korban melakukan pelaporan. Hakim dalam kasus ini memutus terdakwa bersalah. Tulisan ini akan mengkaji mengenai peran hukum pembuktian digital forensik dalam mengungkap tindak pidana pengancaman melalui media sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan kasus, konseptual, dan undang-undang. Berkaitan dengan pembuktian yang ada pada putusan nomor 169/Pid.sus/2019/PN Jkt.Pst mengenai pengancaman melalui media sosial, digital forensik membantu penyidik untuk menguraikan dan mengamankan barang bukti yang berupa screenshot dari media sosial LinkedIn milik terdakwa.Satu bundle prinout tersebut didapat di situs LinkedIn milik terdakwa yang diposting untuk umum agar orang lain dapat mengetahui.Alat bukti Prinout ini akan dijadikan sebagai barang bukti tertulis yang akan didukung oleh Ahli Linguistik Bahasa dalam penjelasannya sesuai dengan bidang ilmunya dipersidangan. Pertimbangan hakim dalam memutus perkara ini sudah tepat dan sesuai berdasarkan Pasal 27 ayat (4) Jo Pasal 45 ayat (4) UU No.19 Tahun 2016 tentang perubahan atas dengan UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.Tulisan ini nantinya dapat dijadikan sebagai yurisprudensi bagi hakim yang mengadili perkara tindak pidana pengancaman melalui media sosial agar menggunakan laporan hasil penelitian ini sebagai salah satu bahan pertimbangan sebelum memberikan putusan. | Because of the development of internet technology, many people can apply for a job with online way through some platform. One of the platform that frequently used by the job seekers is LinkedI. Based on verdict number 169/Pidsus/2019/PN. Jkt.Pst, there is a case that related with Linkedin platform. Someone can post writings on the platform, it is not uncommon for posts to contain threats, such as what the defendant did.The victim felt threatened by the post, so the victim reported it. The judge in this case found the defendant guilty. This paper will examine the legal role of forensic digital evidence in uncovering criminal acts of threats through social media. The method used in this research is normative juridical with a conceptual case approach and statute approach.Regarding the evidence in decision number 169/Pid.sus/2019/PN Jkt.Pst regarding threats through social media, digital forensics helps investigators to decipher and secure evidence in the form of screenshots from the defendant's LinkedIn social media.One of the printouts was obtained on the defendant's LinkedIn site, which was posted publicly for others to know. Prinout's evidence will be used as written evidence which will be supported by the Linguistics Expert in his explanation in accordance with his field of knowledge in court.The judge's consideration in deciding this case was appropriate based on article 27 paragraph (4) Jo. article 45 paragraph (4) of Law No.19 of 2016 concerning amendments to Law No. 11 of 2008 concerning Electronic Information and Transactions. This paper can later be used as jurisprudence for judges who adjudicate criminal cases of threats through social media to use the report of the results of this study as one of the considerations before giving a decision. | |
| 31540 | 35582 | B1A018112 | KEANEKARAGAMAN GENETIK ALANG-ALANG (Imperata cylindrica (L.) Raeusch) DI PULAU JAWA BERDASARKAN MARKA PENYELA INTERGENIK psbA-trnH | Alang-alang (Imperata cylindrica (L.) Raeusch) merupakan spesies tumbuhan liar yang terdistribusi secara luas di berbagai wilayah tropis dan subtropis. Walaupun di antara alang-alang dari berbagai tempat terdapat kesamaan morfologi yang sangat tinggi, persebarannya yang begitu luas dapat berpengaruh terhadap keanekaragaman genetiknya. Analisis keanekaragaman genetik alang-alang dapat dilakukan menggunakan penanda atau marka molekuler tertentu yang memperlihatkan laju mutasi tinggi. Salah satu di antaranya adalah daerah penyela intergenik atau intergenic spacer (IGS) psbA-trnH yang terdapat pada genom kloroplas (cpDNA). Hasil studi keanekaragaman genetik alang-alang dapat dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan strategi pengelolaan dan pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui keanekaragaman genetik alang-alang di Pulau Jawa berdasarkan marka IGS psbA-trnH dan (2) mengetahui hubungan kekerabatan alang-alang di Pulau Jawa berdasarkan marka tersebut. Metode pengambilan sampel alang-alang dilakukan secara acak di berbagai tempat di Pulau Jawa, yaitu Purwokerto, Pantai Jetis Cilacap, Purworejo, Yogyakarta, dan Ponorogo. Prosedur kerja yang dilakukan terdiri atas ekstraksi DNA genomik, amplifikasi IGS psbA-trnH, dan sekuensing IGS psbA-trnH. Data sekuen IGS psbA-trnH dianalisis menggunakan piranti lunak DnaSP untuk mendapatkan nilai keanekaragaman haplotipe (h) dan keanekaragaman nukleotida (π), serta untuk memperoleh hubungan filogenetik antarindividu. Hasil penelitian menunjukkan alang-alang di Pulau Jawa memiliki keanekaragaman genetik yang tinggi dengan nilai keanekaragaman haplotipe (h) sebesar 1 dan keanekaragaman nukleotida (π) sebesar 0,00658. Meskipun demikian, di antara masing-masing individu alang-alang terdapat hubungan kekerabatan yang dekat dengan nilai jarak genetik yang rendah. | Reed (Imperata cylindrica (L.) Raeusch) is a wild plant species widely distributed throughout various tropical and subtropical regions. Although very high morphological similarities are observed among reeds from different places, the wide distribution may affect their genetic diversity. Analysis on the genetic diversity of reed can be done using particular molecular markers showing high mutation rate, one of which is psbA-trnH intergenic spacer (IGS) that is found in the chloroplast genome (cpDNA). Such a study can be the basis for management strategy of both controlling and utilizing reed. The aims of this study are (1) to determine the genetic diversity of reed in Java based on psbA-trnH IGS and (2) to determine genetic relationship of reed in Java based on the marker. Plant samples were taken randomly from several places in Java, namely Purwokerto, Jetis Beach, Purworejo, Yogyakarta, and Ponorogo. The procedures consisted of genomic DNA extraction, amplification of psbA-trnH IGS, and sequencing of psbA-trnH IGS. The psbA-trnH IGS sequences were analyzed using DnaSP software to calculate haplotypes diversity (h) and nucleotide diversity (π), and to construct phyilogenetic tree among individuals. The result showed that reed population in Java had a high genetic diversity with haplotypes diversity (h) and nucleotide diversity (π) of 1 and 0.00658 respectively. Nevertheless, very close genetic relationship among individuals were observed with low genetic distance values. |