Artikel Ilmiah : E1A017348 a.n. MA'RIFATUN JABRIYAH

Kembali Update Delete

NIME1A017348
NamamhsMA'RIFATUN JABRIYAH
Judul ArtikelTINDAK PIDANA KEPABEANAN DALAM BENTUK KETIDAKSESUAIAN
DOKUMEN DENGAN FISIK BARANG
(Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Negeri Nomor
2119/Pid.Sus/2016/Pn.Tng)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tindak pidana kepabeanan menjadi masalah serius dalam pelaksanaan ekonomi negara
yang menyebabkan banyak uang negara tidak terserap sehingga menghambat target
yang ditetapkan negara melalui pungutan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Tindak
pidana kepabeanan dilakukan oleh oknum yang ingin memperoleh keuntungan besar
dengan cara melanggar prosedur ekspor-impor yang berlaku.
Penelitian ini membahas bagaimana proses penyidikan tindak pidana kepabeanan
dalam bentuk ketidaksesuaian dokumen dengan fisik barang dan bagaimana
pertimbangan putusan hakim terhadap tindak pidana kepabeanan dalam bentuk
ketidaksesuaian dokumen dengan fisik barang dalam putusan perkara
Nomor.2119/Pid.Sus/2016/PN.Tng. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif,
dengan spesifikasi penelitian preskriptif analisis, teknik pengumpulan data studi
kepustakaan dengan inventarisasi, data yang terkumpul disajikan dalam bentuk teks
naratif dengan model analisis secara normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa proses
penyidikan tindak pidana kepabeanan diatur dalam Pasal 112 Undang-Undang No. 17
Tahun 2006 Tentang Kepabeanan. Adapun dasar pertimbangan hakim dalam hal ini
kurang tepat karena hakim berpendapat tidak adanya unsur kesengajaan dan perbuatan
terdakwa bukan merupakan pidana. Menurut peneliti perbuatan Terdakwa tersebut
merupakan perbuatan yang memenuhi unsur tindak pidana yang melanggar Pasal 103
huruf a Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 1995 Tentang Kepabeanan. Hal ini
berdasarkan pendapat Simons yang melanggar unsur kesengajaan.
Abtrak (Bhs. Inggris)Customs crime is a big problem in the implementation of the state economy since it
results in a significant amount of state money not being absorbed, hampereding the
state's targets set through levies from the Directorate General of Customs and Excise.
Customs crimes are carried out by individuals who want to make big profits by
violating the applicable export-import procedures.
This study discusses how the process of investigating customs crimes in the form of
document differences with physical goods and how the judge's judgment on customs
crimes in the form of document discrepancies with physical goods in case decisions
Number.2119/Pid.Sus/2016/PN.Tng. The method of this research is using normative
juridical, with prescriptive analysis research specifications, library study data
gathering with an inventory, and data provided in the form of narrative text using a
normative qualitative analysis model.
Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the
customs crime investigation process is regulated in Article 112 of Law no. 17 of 2006
concerning Customs. The basis for the judge's consideration in this case is not
appropriate because the judge believes that was no purposeful element and the
defendant's act were not criminal. According to the research, the Defendant's activities
constituted an act that fulfilled the elements of a criminal act that violated Article 103
letter a of Law Number 17 of 2006 concerning Amendments to Law Number 10 of 1995
concerning Customs. This is based on Simons’opinion which violates the element of
intent.
Kata kunciTindak Pidana Kepabeanan, Dokumen, Fisik Barang
Pembimbing 1Dr. Kuat Puji Prayitno, S.H., M.Hum.
Pembimbing 2Dr. Dwi Hapsari Retnaningrum, S.H., M.H.
Pembimbing 3Rani Hendriana, S.H., M.H.
Tahun2022
Jumlah Halaman19
Tgl. Entri2022-02-06 18:47:27.103648
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.