Artikelilmiahs
Menampilkan 28.301-28.320 dari 50.150 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 28301 | 31659 | E2A018022 | TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH DAERAH DALAM KASUS GIZI BURUK PADA BALITA DI KABUPATEN CIAMIS | Teori yang sejalan dengan dasar negara Indonesia adalah teori Negara Kesejahteraan (Welfare State). Negara Kesejahteraan (welfare state) tercermin dalam UUD NRI Tahun 1945. Gizi buruk merupakan masalah yang masih menjadi perhatian dunia hingga saat ini, terutama di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Pemerintah daerah memiliki dasar hukum dalam tanggungjawab menanggulangi gizi buruk yaitu Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis No. 20 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Kesehatan dalam Bab XI mengenai Penanggulangan Masalah Gizi. Metode pendekatan adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitian deskriptif analitik. Sumber data sekunder, meliputi peraturan perundang-undangan, buku teks, kamus hukum, jurnal hukum, artikel hukum. Data diperoleh dengan menggunakan studi kepustakaan, disajikan dalam bentuk teks naratif yang disusun secara sistematis, dan dianalisis dengan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi gizi buruk pada balita di Kabupaten Ciamis yaitu asupan gizi, pendapatan keluarga, pendidikan ibu, penyakit infeksi, sanitasi lingkungan, dan pelayanan kesehatan dasar. Selain itu tanggung jawab pemerintah daerah Kabupaten Ciamis didasarkan pada Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis No. 20 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Kesehatan dalam Bab XI mengenai Penanggulangan Masalah Gizi yaitu dengan melakukan program-program seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT), Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), Keluarga Sadar Gizi (KADARZI), Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR), inovasi Rantai Emas, Gerakan Cegah Stunting, Sijaga, Gumelis dan pada 2021 ada gerakan DeBes (Desa Bebas Stunting), serta gerakan posyandu peduli stunting. | The theory of the Welfare State is the theory which is in line with the basis of the Indonesian state. The welfare state is reflected in the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. Malnutrition, especially in developing countries, including Indonesia, is a problem that is still of concern to the world today. In the duty to tackle malnutrition, local governments have a legal basis, namely Ciamis District Regulation No. 20 of 2011 on Health Implementation. The approach methods are normative juridical, descriptive analytic research specification. Secondary data sources, including statutory regulations, text books, legal dictionaries, legal journals, legal articles. Data collected using literature analysis, presented systematically organized as narrative text, and analyzed using qualitative methods. The results showed that the factors affecting malnutrition among children under five in Ciamis Regency were nutritional intake, family income, maternal education, infectious diseases, environmental sanitation, and basic health services. In addition, the responsibility of the local government of Ciamis Regency is based on the Ciamis Regency Regional Regulation No. 20 of 2011 concerning Health Implementation in Chapter XI concerning Overcoming Nutritional Problems, specifically by carrying out programs such as Supplementary Food (PMT), Infant and Child Feeding (PMBA), Healthy Living Community Movement (GERMAS), Nutrition-Conscious Family (KADARZI), Youth Care Health Service (PKPR), Golden Chain innovation, Movement to Prevent Stunting, Sijaga, Gumelis and in 2021 there will be the DeBes movement (Stunting Free Village), and the integrated health post movement that cares about stunting. | |
| 28302 | 31661 | C1A015079 | ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMSI PROTEIN HEWANI PADA RUMAH TANGGA PETANI DI KECAMATAN KEMANGKON KABUPATEN PURBALINGGA JAWA TENGAH | Penelitian ini tentang analisis faktor-faktor yang dapat mempengaruri konusumsi pangan sumber protein hewani, dan melihat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen pada rumah tangga petani di Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Penelitian ini mengambil judul: “Analisis Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Protein Hewani Pada Rumah Tangga Petani Di Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah”. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui pengaruh dari variabel tingkat pendapatan, harga daging sapi, harga daging ayam, harga ikan, tingkat pendidikan dan jumlah anggota keluarga terhadap konsumsi pangan hewani di Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, (2) mengetahui variabel apakah yang paling berpengaruh terhadap konsumsi pangan sumber protein hewani pada rumah tangga petani di Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode survei dengan wawancara terhadap responden, kemudian menggunakan teknik analisis regresi linear berganda, uji asumsi klasik, uji statistik dan uji elastisitas. Hasil penelitian bahwa: (1) secara bersama sama, variabel pendapatan, harga daging sapi, harga daging ayam, harga telur, harga ikan, pendidikan dan jumlah anggota keluarga berpengaruh signifikan terhadap konsumsi pangan sumber protein hewani, (2) variabel paling berpengaruh untuk konsumsi pangan sumber protein hewani adalah variabel tingkat pendidikan. | Research on the analysis of factors that can influence the consumption of food sources of animal protein, and seeing the effect of independent variables on the dependent variable in farmer households in Kemangkon District, Purbalingga Regency, Central Java. This study took the title: Analysis of Factors Affecting Consumption of Animal Protein in Farmers Household in Kemangkon District, Purbalingga Regency, Central Java. The objectives of this study were (1) to determine the effect of income level variables, beef prices, chicken meat prices, fish prices, education level and number of family members on the consumption of animal food in Kemangkon District, Purbalingga Regency, Central Java, (2) the variable the most influential on the consumption of food sources of animal protein in household farmers in Kemangkon District, Purbalingga Regency, Central Java. The research method uses the interview method with respondents, then uses multiple linear regression analysis techniques, classical assumption test, statistical test and elasticity test. The results of the research show that: (1) collectively, the variable income, beef price, chicken meat price, egg price, fish price, education and number of family members have a significant effect on food consumption of animal protein sources, (2) the most influential variable for the consumption of animal protein sources is the level of education variable. | |
| 28303 | 31660 | F1D013049 | POLITIK PEMERINTAHAN DESA DALAM PROGRAM PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT (PAMSIMAS) TAHUN 2018 DI DESA SILADO KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | ABSTRAK Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan Pemerintah Desa dalam program pemberdayaan masyarakat desa melalui PAMSIMAS tahun 2018 di Desa Silado, memahami faktor pendukung dan penghambat program pemberdayaan masyarakat desa melalui PAMSIMAS tahun 2018 di Desa Silado. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus dalam bingkai perspektif strukturalisme dan paradigma kontruktivisme. Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa tujuan pemerintah desa melakukan pemberdayaan masyarakat desa adalah sebagai bentuk untuk meningkatkan akses masyarakat desa terhadap fasilitas air minum dan sanitasi yang layak. Pemerintah desa berperan aktif melakukan sosialisasi, fasilitator, pendamping dan melakukan mediasi apabila terjadi konflik di masyarakat akibat pembangunan program PAMSIMAS. Disamping itu, keterlibatan aktor-aktor pemberdayaan masyarakat melalui program PAMSIMAS yaitu: pemerintah desa, Tim Fasilitator Masyarakat (TFM), Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM), Satuan Pelaksana, dan Badan Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (BP-SPAMS) Adapun faktor pendukung dalam program ini adalah keaktifan dari pemerintah desa, aktor-aktor yang terlibat dan tingginya partisipasi masyarakat dalam program PAMSIMAS menjadi faktor keberhasilan program ini di Desa Silado. Adapun faktor penghambatnya adalah keterlambatan Bantuan Langsung Masyarakat oleh pemerintah pusat. Kesimpulannya, aktor-aktor pemberdayaan masyarakat telah melakukan perannya dengan baik dari awal sampai akhir program. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan aktor-aktor dalam menggerakkan dan memotivasi masyarakat untuk ikut berperan dalam upaya pemberdayaan masyarakat. | ABSTRACT This research article aims to understand and describe the Village Government in the village community empowerment program through the 2018 PAMSIMAS in Silado Village, to understand the supporting and inhibiting factors of the village community empowerment program through the 2018 PAMSIMAS in Silado Village. This research uses qualitative methods and a case study approach within the framework of the structuralism perspective and constructivism paradigm. The results of this study reveal that the goal of the village government to empower village communities is as a form of increasing village community access to proper drinking water and sanitation facilities. The village government plays an active role in socializing, facilitating, assisting and mediating in the event of conflict in the community due to the development of the PAMSIMAS program. Types of village community empowerment activities carried out by the village government include community level training and construction of drinking water and water sanitation facilities. In addition, the involvement of community empowerment actors through the PAMSIMAS program, namely: village government, Community Facilitator Team (TFM), Community Self-Help Group (KKM), Implementing Units, and Management Agency for Water Supply and Sanitation Facilities (BP-SPAMS). The supporters of this program are the activeness of the village government, the actors involved and the high participation of the community in the PAMSIMAS program are the success factors for this program in Silado Village. The inhibiting factor is the delay in direct community assistance by the central government. In conclusion, the community empowerment actors have performed their roles well from the beginning to the end of the program. This is evidenced by the success of the actors in mobilizing and motivating the community to take part in community empowerment efforts. | |
| 28304 | 31654 | F2A016020 | PROSES PERUMUSAN KEBIJAKAN PUBLIK: STUDI KASUS PENYUSUNAN RENCANA PERATURAN DAERAH (RAPERDA) KABUPATEN BANYUMAS TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG (RDTR) KAWASAN PERKOTAAN PURWOKERTO | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan proses perumusan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Banyumas Tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Purwokerto. Pada wilayah kabupaten/kota, rencana umum tata ruang berupa rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota. Sedangkan rencana rinci tata ruang berupa rencana detail tata ruang kabupaten/kota dan rencana tata ruang kawasan strategis kabupaten/kota. Pengaturan tata ruang kota merupakan pedoman bagi masyarakat untuk memanfaatkan ruang dan bangunan pada kawasan kota atau kawasan fungsional kabupaten. Pemanfaatan ruang dan bangunan ini perlu diatur agar masyarakat terlibat dalam proses pembuatan kebijakan. Permasalahan yang dihadapi dalam proses perencanaan RDTR Perkotaan Purwokerto adalah publik beranggapan RDTR ini akan menggangu kepentingan oleh berbagai pihak bai dari pemerintah, masyarakat dan para pemangku kepentingan yang terlibat. sehingga pembahasan Raperda ini sempat berhenti cukup lama, sampai tahun 2018 kembali mendapatkan rekomendasi dari gubernur serta persetujuan substansi dari kementerian Agraria dan Tata Ruang. Proses Pengembangan opsi alternatif Kebijakan dilalui dengan kesepakatan zoning teks. Ada yang hijau: kawasan lindung atau ruang terbuka hijau (RTH), Kuning diperuntukkan bagi pemukiman. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif. Adapun hasil penelitian ini meliputi Proses Pengembangan Opsi Alternatif Kebijakan,Konseptualisasi masalah, Pengenalan karakteristik masalah, pengenalan opsi kebijakan, serta pihak-pihak yang terlibat dalam penyusunan kebijakan rencana detail tata ruang kota purwokerto. | ABSTRACT This research aims to find out and explain the process of formulate the Draft Regional Regulation (Raperda) of Banyumas Regency on Spatial Detail Plan (RDTR). In regency/ municipal areas, the general spatial plan is in the form of regency / city spatial planning. Meanwhile, a detailed spatial plan is in the form of a detailed regency/municipal spatial plan and a regency / municipal strategic area spatial plan. The arrangement of city spatial planning is a guideline for the community to utilize space and buildings in the city area or district functional area. The use of space and buildings needs to be regulated so that the community is involved in the policy-making process. The problem faced in the planning process for the Purwokerto Urban RDTR is that the public thinks this RDTR will interfere with the interests of various parties including the government, the community and the stakeholders involved. The problem faced in the planning process of RDTR Urban Purwokerto is that the public thinks this RDTR will interfere with their interests so that the discussion of Raperda has stopped long enough, until 2018 again get recommendations from the governor as well as the approval of substance from the ministry of Agrarian and Spatial Affairs. The Policy alternative option development process is traversed by text zoning agreement. There are green: protected areas or green open spaces (RTH), Yellow is reserved for settlements. red for trade and services as well as blue for agriculture, tourism and warehousing. Then brown is allocated public service, while purple color is allocated for office. The development of RdTR Urban Purwokerto now, the scale is more detailed and already in accordance with the Regulation stipulated in Law no. 26 of 2007 on Spatial Arrangement. However, for the certainty of approval of rdtrk is still awaiting evaluation from the governor. The research method used in this research is a qualitative method. Data collection was carried out by in-depth interviews, observation and documentation. The data analysis method used is an interactive analysis model. The results of this study include the process of developing alternative policy options, conceptualizing problems, recognizing problem characteristics, introducing policy options. | |
| 28305 | 31662 | F1J014015 | PERILAKU KONSUMTIF TOKOH UMARU DOMA DALAM ANIME HIMOUTO! UMARU-CHAN KARYA SANKAKU HEAD | Penelitian ini berjudul “Perilaku Konsumtif Tokoh Umaru Doma Dalam Anime Himouto! Umaru-chan Karya Sankaku Head”. Tujuannya adalah untuk mendeskripsikan tanda, makna tanda dan nilai tanda bagi tokoh Umaru. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif serta teori konsumerisme Jean Baudrillard dengan teknik pengumpulan data simak catat dan teknik analisis datanya menggunakan teknik deskriptif analisis. Dari hasil penelitian ini ditemukan 7 perilaku konsumtif yaitu : Membeli komik jump, membeli boneka, bermain game gacha, bermain game medal, membeli variasi jajanan cola, menyewa internet, dan membeli mobil. Berdasarkan hasil analisis terhadap 7 data tersebut, dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumtif yang paling banyak dilakukan tokoh Umaru sebagai Otaku adalah “membeli boneka”. Makna yang terdapat pada tanda tersebut adalah Umaru mengoleksi berbagai jenis boneka dan nilai tanda dari perilaku konsumtif “membeli boneka” tokoh Umaru adalah menambah koleksi boneka. | The tittle of this research is “The Consumtive Behavior of Umaru Doma in Himouto! Umaru-chan Anime by Sankaku Head”. The purpose of this research is to describe the sign, meaning of sign and value of sign for the Character Umaru. The method used were descriptive qualitative and Jean Baurillard’s theory of consumerism with the listening-taking note for data collection and the data analysis technique uses descriptive analysis technique. The result of this research have been Characters found 7 behaviors, that are: buying jump comics, buying dolls, playing gacha game, playing medal game, buying variations of cola snacks, renting the internet, and buying car. Based on the result of analysis of the 7 data, it can be concluded that the most consumptive behavior carried out by the Umaru character as an Otaku was “buying a doll”. The meaning on that sign is Umaru collects various types of dolls and the sign value of Umaru’s consumptive behavior “buying a doll” is to collecting a doll to her collection. | |
| 28306 | 31663 | J1B016062 | ANALISIS MAJAS SINDIRAN DALAM LIRIK LAGU ALBUM AKIBAT PERGAULAN BLUES KARYA JASON RANTI | Skripsi ini berjudul “Analisis Majas Sindiran dalam Lirik Lagu Album AKIBAT PERGAULAN BLUES karya Jason Ranti”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah menganalisis majas sindiran dan makna majas dalam lirik lagu album AKIBAT PERGAULAN BLUES yang berjudul “Lagu yang Problematik, Anggurman, Bahaya Komunis, Kisah Tusuk Belakang dari Tegal Rotan, Suci Maksimal, dan Doa Sejuta Umat (Live)” karya Jason Ranti. Tujuan penilitan ini untuk mendeskripsikan jenis majas serta jenis makna di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan fokus terhadap majas sindiran dan maknanya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu membaca lirik lagu dan mendengarkan dengan cermat, mencatat lirik lagu, mengklasifikasikan majas sindiran dan makna yang sesuai pada lirik lagu album AKIBAT PERGAULAN BLUES karya Jason Ranti. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, keenam lirik lagu tersebut masing-masing memiliki majas sindiran sinisme dan sarkasme pada setiap lagunya. Majas ironi hanya satu buah pada lagu Anggurman dan dua buah pada lagu Bahaya Komunis. Majas antifrasis hanya satu buah pada lagu Bahaya Komunis, Kisah Tusuk Belakang dari Tegal Rotan, dan dua buah pada lagu Suci Maksimal. Jenis makna yang ada di dalamnya, yaitu makna konotatif, makna asosiatif, makna kias, makna leksikal, dan makna konseptual. | This thesis titled “Analisis Majas Sindiran dalam Lirik Lagu Album AKIBAT PERGAULAN BLUES karya Jason Ranti”. The formulation of a research problems were analyze satirical figure of speech and the meaning of satirical figure of speech in song lyrics of the AKIBAT PERGAULAN BLUES album titled “Lagu yang Problematik, Anggurman, Bahaya Komunis, Kisah Tusuk Belakang dari Tegal Rotan, Suci Maksimal, Do’a Sejuta Umat (Live)” by Jason Ranti. The purpose of this research is to describe type of figure of speech, as well as the type meaning of figure of speech. The research method used is descriptive analysis with a focus on satirical figure of speech and their meanings. The data were collected reading the song lyrics and listening repeatedly, classifying the satirical figure of speech and the meaning of song lyrics of the AKIBAT PERGAULAN BLUES album by Jason Ranti. Based on analysis, all six song of the AKIBAT PERGAULAN BLUES album each of them had at least one cynical figure of speech and one sarcasm figure of speech. The ironi figure of speech had one piece in Anggurman song and two piece in Bahaya Komunis song. Antifratic figure of speech had one piece in Bahaya Komunis song and Kisah Tusuk Belakang dari Tegal Rotan song, two piece in Suci Maksimal song. The type of meaning contained in it is the connotative meaning, associative meaning, kias meaning, lexical meaning, and conceptual meaning. | |
| 28307 | 31665 | F1A016075 | KARAKTERISTIK PENYALAHGUNA NARKOBA DI KABUPATEN BANYUMAS BERDASARKAN DATA PENCAPAIAN REHABILITASI TAHUN 2018 DAN 2019 | Penyalahgunaan narkoba merupakan masalah yang dihadapi oleh semua negara di dunia termasuk Indonesia. Kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia semakin sering terjadi. Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi yang masuk dalam 10 besar wilayah dengan pengungkapan kasus narkoba terbesar pada tahun 2018 dan Banyumas merupakan Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang menduduki peringkat ketiga dengan penyalahguna narkoba terbanyak se-Jawa Tengah pada tahun 2017 dan 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik penyalahguna narkoba di Kabupaten Banyumas berdasarkan sosiodemografi yang meliputi: usia, jenis kelamin, status pendidikan, dan lingkungan tempat tinggal. Penelitian ini menggunakan metode analisis data sekunder dengan metode analisis data berupa kuantitatif deskriptif. Penyajian data menggunakan tabel distribusi frekuensi, sedangkan alat uji statistik menggunakan modus. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penyalahguna narkoba di Kabupaten Banyumas berdasarkan usia didominasi oleh remaja. Kemudian, penyalahguna narkoba berdasarkan jenis kelamin didominasi oleh laki-laki. Selanjutnya, penyalahguna narkoba berdasarkan status pendidikan didominasi oleh siswa yang berada pada jenjang pendidikan dasar yaitu SD dan SMP. Terakhir, penyalahguna berdasarkan lingkungan tempat tinggal didominasi oleh masyarakat perkotaan. | Drug abuse is a problem faced by all countries in the world including Indonesia. Cases of drug abuse in Indonesia are increasingly common. Central Java is one of the provinces that was included in the top 10 regions with the largest drug case disclosure in 2018 and Banyumas is a regency in Central Java Province that ranked third with the most drug abusers in 2017 and 2018. This thesis desribes the characteristic of drug abuser in Banyumas Regency based on sociodemography which includes: age, gender, educational status, and residential environment. This research uses secondary data analysis method with data analysis method in the form of descriptive quantitative. Data presentation uses frequency distribution tables, while statistical test tool use mode. The result showed that drug abusers in Banyumas regency based on aged were dominated by teenagers. Then, drug abusers based on gender were dominated by men. Furthermore, drug abusers based on educational status are dominated by elementary school and junior high school students. Lastly, drug abusers based on residential environments are dominated by urban communities. | |
| 28308 | 31668 | F1A014064 | HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI KELURAHAN KRANJI KECAMATAN PURWOKERTO TIMUR KABUPATEN BANYUMAS | Permasalahan penampungan tempat pembuangan akhir (TPA) yang sudah penuh, tidak lagi dapat menampung banyak di Kabupaten Banyumas. Hal tersebut menjadi latar belakang penelitian ini mengenai hubungan antara tingkat pendidikan, pengetahuan, tingkat pendapatan, persepsi dengan pengelolaan sampah rumah tangga di Kelurahan Kranji Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian survai. Teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Jumlah sampel sebanyak 33 responden cukup untuk memenuhi penelitian. Dihitung berdasarkan rumus Slovin dengan taraf kesalahan 10%. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan metode analisis person prodact moment dan korelasi linear berganda. Hubungan antara pendidikan dengan pengelolaan sampah rumah tangga, dari data yang diperoleh tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan pengelolaan sampah rumah tangga. Pengetahuan dari data yang diperoleh pengetahuan tidak terdapat hubungan dengan pengelolaan sampah rumah tangga. Hubungan antara tingkat pendapatan dengan pengelolaan sampah rumah tangga menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan antar variabel, korelasi koefisiennya lemah antara tingkat pendapatan dengan pengelolaan sampah rumah tangga. Hubungan antara persepsi tidak terdapat hubungan dengan pengelolaan sampah rumah tangga. Tidak terdapat hubungan bersama antara tingkat pendidikan, pengetahuan, tingkat pendapatan, persepsi dengan pengelolaan sampah rumah tangga. Petugas kebersihan masih mencampur sampah yang organik dan anorganik. Pemerintah tidak hanya menyiapkan lahan untuk pengolahan sampah. Masih banyak sarana yang diperlukan oleh masyarakat untuk mengatasi permasalahan sampah. Partisipasi masyarakat yang sudah baik agar tetap ditingkatkan dan mengajak seluruh anggota keluarga tetap menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan prinsip 3R dalam mengelola sampah rumah tangga. Masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah sudah berkategori baik, namun diharapkan masyarakat mengurangi penggunaan barang-barang yang akan menghasilkan sampah. | ABSTRACT The problem of landfills that are already full, can no longer accommodate many in Banyumas Regency. This is the background of this research on the relationship between education level, knowledge, income level, perception with household waste management in Kranji Subdistrict, East Purwokerto District, Banyumas Regency. Research using quantitative method with survai research type. Stratified random sampling techniques. The sample number of 33 respondents was enough to meet the research. Calculated based on Slovin's formula with a 10% error. Data collection method using questionnaire. Data analysis using person prodact moment analysis method and multiple linear correlation. The relationship between education and household waste management, from the data obtained there is no relationship between the level of education and the management of household waste. Knowledge from the data obtained by knowledge has no relationship with household waste management. The relationship between income levels and household waste management shows that there is no relationship between variables, the correlation of coefficients is weak between income levels and household waste management. The relationship between perceptions has no relationship with household waste management. There is no shared relationship between education level, knowledge, income level, perception with household waste management. The janitor still mixes organic and inorganic waste. The government does not only prepare land for waste processing. There are still many facilities needed by the community to solve the problem of garbage. Good community participation to be improved and invite all family members to maintain the cleanliness of the environment and apply the principle of 3R in managing household waste. The community in doing garbage sorting has been categorized well, but it is expected that the community reduces the use of goods that will produce waste. Keywords: education level, waste management, trash | |
| 28309 | 31664 | F1C016077 | Pengaruh Brand Image terhadap Keputusan Pembelian T-Shirt Band AK//47 | Musik saat ini menjadi salah satu kebutuhan manusia. Dalam dunia musik terdapat label musik, label musik dibagi menjadi dua, yakni label musik major (Arus utama) dan label musik independent. Kegiatan dari musisi-musisi musik independent bertolak belakang baik dari segi idelisme, kreativitas, produksi serta pemasaran. AK//47 merupakan salah satu grup musik beraliran Grindcore yang berasal dari Semarang. AK//47 sudah bermusik sejak tahun 1999. Mereka melakukan kegiatan bermusik mereka secara mandiri seperti membuat karya musik hingga membuat karya berupa merchandise. AK//47 melakukan kegiatan bermusik sekaligus membentuk brand image yang sudah terbentuk dalam persepsi para penggemarnya. Brand image yang dimiliki oleh band AK//47 mendasari penelitian ini. Penelitian ini dilakukan kepada followers AK//47 yang memiliki akun Instagram pribadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tahu sejauh mana brand image yang dimiliki oleh AK//47 mempengaruhi keputusan pembelian t-shirt band AK//47. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori tindakan beralasan serta brand image. Metode kuantitatif merupakan metode yang peneliti pilih untuk melaksanakan penelitian ini dengan menyebarkan kuesioner kepada responden yang merupakan followers Instagram AK//47. Hasil dari penelitian ini menunjukkan hasil yang positif serta signifikan antara brand image dengan keputusan pembelian t-shirt band AK//47. | Music is one of the human needs. In the world of music there are music labels, music labels are divided into two, namely major music labels (Mainstream) and independent music labels. The activities of independent musicians differ in terms of idealism, creativity, production and marketing. AK // 47 is a Grindcore music group originating from Semarang. AK // 47 has been doing music since 1999. They carry out their musical activities independently, from making music to making merchandise. AK // 47 carries out musical activities as well as forming a brand image that is already formed in the perceptions of its fans. The brand image of the band AK // 47 underlies this research. This research was conducted on AK // 47 followers who have personal Instagram accounts. The purpose of this research is to find out to what extent the brand image owned by AK // 47 affects the decision to buy a t-shirt for the band AK // 47. This study was analyzed using the theory of reasoned action and brand image. The quantitative method is the method the researchers chose to carry out this research by distributing questionnaires to respondents who are AK // 47 Instagram followers. The results of this study indicate a positive and significant result between the brand image and the decision to purchase the AK // 47 band t-shirt. | |
| 28310 | 31669 | F1C017085 | Fenomena Diskriminasi Gender pada Penari Lengger Lanang | Lengger Lanang merupakan kesenian rakyat Banyumas yang baru-baru ini dihidupkan kembali dan disambut baik oleh penduduk setempat. Laki-laki itu berpakaian seperti perempuan dan menari ditemani Gamelan atau Karon. Tarian khas Banyumas ini dibawakan oleh laki-laki yang secara total menjelma menjadi perempuan pada saat menampilkan tariannya. Beberapa penari masih laki-laki, hidup seperti laki-laki, bahkan punya anak dan istri. Namun, ada juga yang transgender. Penelitian ini menggukan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara serta dokumentasi serta literatur yang digunakan sebagai studi sebagai penguat hasil dari wawancara. Teknik keabsahan data menggunakan tringulasi sumber. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukan diskriminasi yang dialami oleh penari lengger lanang karena dianggap sebagai kaum waria atau kaum LGBT dan dianggap suatu perkumpulan yang melakukan gerakan yang terlarang yang menggunakan riasan dan busana seperti perempuan saat melakukan pertunjukan. Pandangan mengenai laki-laki harus berpenampilan mengeluarkan sisi maskulinitasnya sehingga berpengaruh pada minat penerus pada tarian lengger lanang tersebut. | Lengger Lanang is a Banyumas folk art that has recently been revived and has been welcomed by the local population. The man is dressed like a woman and dances accompanied by Gamelan or Karon. This typical Banyumas dance is performed by men who totally transform into women when performing the dance. Some of the dancers are still male, live like men, and even have children and wives. However, there are also transgender people. This study uses qualitative research methods with data collection techniques used in this study are observation, interviews and documentation and literature used as a study to reinforce the results of interviews. The data validity technique used source tringulation. The result of this research is that there is discrimination experienced by lengger lanang dancers because they are considered as transgender or LGBT people and are considered as an association that carries out forbidden movements that use make-up and clothing like women when performing. The view that men must appear to bring out their masculinity will influence the successor's interest in the lengger lanang dance. | |
| 28311 | 31670 | J0A017064 | PENULISAN BERITA BAHASA INGGRIS ONLINE DI KANTOR BERITA “ANTARA” BIRO JAWA TENGAH | Laporan praktik kerja ini berjudul "Penulisan Berita Bahasa Inggris Online di Kantor Berita “Antara” Biro Jawa Tengah" dan laporan ini ditulis berdasarkan praktik kerja yang dilakukan pada tanggal 20 Januari hingga 20 Februari 2020. Tujuan dalam pelaksanaan praktik kerja yaitu untuk mengetahui format penulisan berita, mengetahui proses menulis berita bahasa Inggris dan mengetahui kendala serta menemukan solusi saat menuliskan berita di “Antara” Biro Jawa Tengah. “Antara” Biro Jawa Tengah merupakan cabang daerah dari “Antara” news. “Antara” news merupakan pusat serta menjadi salah satu media berita online yang menawarkan informasi aktual dan akurat dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Penulis mendapatkan beberapa informasi selama praktik kerja diantaranya berupa kegiatan jurnalistik dalam proses pembuatan berita. Format penulisan berita, gramatika dalam penulisan berita, serta proses pembuatan berita. Dalam menulis berita terdapat format bagian yang harus penulis perhatikan seperti judul berita, isi berita, baris terbit dan sebagainya. Selanjutnya, timeline penulis dalam membuat berita yaitu peliputan berita, penulisan berita dan pemublikasian berita. Ketika menulis berita bahasa Inggris penulis dihadapkan beberapa kendala yaitu sulit menyesuaikan diri saat di kantor maupun di lapangan, karena melakukan praktik kerja sendirian sehingga mengalami kesulitan saat mencari bahan berita. Solusinya adalah penulis melakukan survei dengan wawancara ataupun riset tentang lingkungan disana sehingga penulis terbiasa dengan proses tersebut. Selain itu penulis juga kesulitan mencari padanan kata dalam menerjemahkan berita ke dalam Bahasa Inggris. Solusinya yaitu penulis lebih sering membaca berita Bahasa Inggris di “Antara”news yang menyediakan berita Bahasa Inggris guna mengetahui karakteristik penulisan berita bahasa Inggris di instansi tersebut. | This job training report is entitled "Writing News in English Online at Antara News Service, Central Java Bureau. This report is written based on a job training in January 20 to February 20, 2020. The aim of implementing the job training is to know the format of news writing, know the process of writing English news and find out obstacles and find solutions when writing news in Antara News Agency, Central Java Bureau. Antara News, Central Java Bureau is the regional branch of "Antara" news. "Antara" news is the center as well as being one of the online news media that provide actual and accurate information written in Indonesian and English languages. The information during job trainings includes journalistic activities in the news-making process. The format of news writing, grammar in news writing, and the process of making news. In writing news, there is a section format that must be paid attention to such as the headline, body, dateline and so on. Furthermore, there is timeline in making news, namely news coverage, news writing and news publication. When writing news in English, there are several obstacles, namely difficulties to adjust to both in the office and in the field, because to do job training alone so they have difficulty finding news material. The solution is by conducting a survey by interview or research about the environment there so that is a little familiar with the process. In addition, there is a difficulty in finding equivalent words in translating news into English. The solution is that by reading English news more often in "Antara" news which provides English news in order to find out the characteristics of English news writing in the agency. | |
| 28312 | 31672 | E1A016007 | PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA PAKSAAN DAN ANCAMAN (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Kabupaten Tanjung Karang Nomor 0174/Pdt.G/2020/PA.Tnk) | Perkawinan merupakan sesuatu yang dianggap sakral dalam kehidupan, dimana perkawinan tersebut bertujuan untuk membina rumah tangga yang baik guna menjalankan ibadah agama. Perkawinan hanya bisa berjalan dengan baik apabila dilandaskan dengan rasa sayang dan saling mencintai antara kedua belah pihak, apabila tidak dilandaskan dengan hal tersebut maka perkawinan akan berjalan tidak semestinya seperti yang terjadi dalam Putusan Pengadilan Agama Kabupaten Tanjung Karang Nomor 0174/Pdt.G/2020/PA.Tnk tentang pembatalan perkawinan karena adanya paksaan dan ancaman. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan pembatalan perkawinan karena paksaan dan ancaman pada Putusan Pengadilan Agama Kabupaten Tanjung Karang Nomor 0174/Pdt.G/2020/PA.Tnk. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dan spesifikasi penelitian preskriptif analisis, dan menggunakan metode analisis data normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara tersebut hanya berdasarkan pada Pasal 70, Pasal 71, Pasal 72 Kompilasi Hukum Islam, dan Pasal 149 Ayat (1) Rbg. Menurut peneliti hendaknya hakim menambahkan Pasal 6 Ayat (1), dan Pasal 27 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. | Marriage is considered sacred in life, where it aims to build a good household in order to carry out religious worship. Marriage can only go well if it is based on affection and love between the two parties, if it is not based on it then the marriage will run unduely as happened in the Decision of the Tanjung Karang Regency Religious Court No. 0174/Pdt.G/2020/PA. Tnk about annulment of marriage due to coercion and threats. The problem in this research is how the judge's legal consideration in granting the annulment of marriage due to coercion and threats in the Decision of the Tanjung Karang Regency Religious Court No. 0174/Pdt.G/2020/PA.Tnk. This research uses normative juridical approach methods and prescriptive research specifications of analysis, and uses qualitative normative data analysis methods. Based on the results of the study, it can be concluded that the legal consideration of judges in deciding the case is based only on Article 70, Article 71, Article 72 compilation of Islamic Law, and Article 149 Paragraph (1) Rbg. According to researchers should the judge add Article 6 Paragraph (1), and Article 27 Paragraph (1) of Law Number 1 Year 1974 on Marriage. | |
| 28313 | 31671 | E1A013073 | PEMIDANAAN OLEH HAKIM TERHADAP ANAK SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Nomor 6/Pid.Sus.Anak/2018/PN.Pwt) | Tindak pidana pembunuhan bayi yang dilakukan oleh ibu kandungnya merupakan salah satu kejahatan yang memerlukan perhatian khusus dari aparat penegak hukum. Hal ini karena tindak pidana tersebut pada umumnya dilakukan oleh seorang ibu terhadap bayinya, akibat dari terguncangnya jiwa setelah melahirkan. Seiring berkembangnya kehidupan masyarakat, tindak pidana pembunuhan bayi bukan hanya dilakukan oleh orang dewasa tetapi juga dilakukan oleh pelaku yang masih Anak sebagaimana diputus dalam putusan Nomor 6/Pid.Sus-Anak/2018/PN.Pwt. Tata cara mengadili pelaku Anak berbeda dengan pelaku dewasa, untuk pelaku Anak harus menggunakan Undang - Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Berdasarkan hasil penelitian penulis terhadap putusan Nomor 6/Pid.Sus-Anak/2018/PN.Pwt, dapat diketahui bahwa semua unsur dalam Pasal 76 C juncto Pasal 80 ayat (3) dan (4) Undang - Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang - Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak telah terpenuhi. Akan tetapi berdasarkan asas systematische specialiteit, hakim seharusnya menggunakan Pasal 341 KUHP dalam perkara Nomor 6/Pid.Sus-Anak/2018/PN.Pwt karena dalam Pasal tersebut terdapat kekhususan baik dari aspek pelaku, motif pelaku, dan korban dari tindak pidana yang dilakukan oleh pelaku. Berdasarkan pertimbangan hukum dalam putusan Nomor 6/Pid.Sus-Anak/2018/PN.Pwt, hakim juga telah mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan pidana terhadap terdakwa. Akan tetapi hakim tidak memerhatikan keguncangan jiwa yang dialami oleh terdakwa sebagai keadaan yang meringankan pidana. Hakim juga tidak mempertimbangkan upaya diversi dalam menyelesaikan perkara ini, padahal jika hakim menggunakan Pasal 341 KUHP maka jalur diversi dapat ditempuh untuk menyelesaikan perkara Nomor 6/Pid.Sus-Anak/2018/PN.Pwt. | Infanticide criminal act by the mother is one of a crime which needs a special attention from the law enforcement officers. It is because this kind of crime is usually done by a mother to her infant because of a soul shock after the birth. By the development of society, infanticide criminal act is not only carried out by adults but also by underaged perpetrators as being juged in the verdict number 6/Pid.Sus-Anak/2018/PN.Pwt. The adjudicating procedures for the underaged perpetrators must be based on the Act Number 11 of 2012 on Underaged Criminal Justice System. According to the writer’s result on the verdict number 6/Pid.Sus-Anak/2018/PN.Pwt., it can be inferred that all the elements in the Article 76 C in conjunction with Article 80 clause (3) and (4) Act Number 35 of 2014 on The Changes Over The Act Number 23 of 2002 on The Child Protection have been fulfilled. However, based on the principle of systematische specialiteit, judges must refer to the Criminal Code Article 341 in the case Number 6/Pid.Sus-Anak/2018/PN.Pwt. Because in that article, there is specificity in terms of the perpetrators’ aspects, motives, and victims. Based on the legal consideration on the verdict Number 6/Pid.Sus-Anak/2018/PN.Pwt, judges have also considered items which are able to incriminate or ease the punishment of the defendant. Nevertheless, judges didn’t consider the mental disorder of the defendants’ as a cause to ease the punishment. Judges also didn’t consider the diversion attempt in resolving the case, whereas if the judges refer to the Criminal Code Article 341, the diversion attempt can be processed to resolve the case Number 6/Pid.Sus-Anak/2018/PN.Pwt. | |
| 28314 | 31678 | I1B016079 | GAMBARAN NOMOPHOBIA PADA MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar Belakang: Nomophobia merupakan gangguan kecemasan akibat tidak ada smartphone yang membuat para penderitanya tidak bisa jauh dari smartphone miliknya. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran nomophobia mahasiswa keperawatan Universitas Jenderal Soedirman. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan jenis desain cross sectional. Sampel berjumlah 221 mahasiswa diambil menggunakan metode total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dengan skala Likert dalam penilaiannya. Analisis data secara univariat serta disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasill: Sebagian besar mahasiswa Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman mengalami nomophobia dalam kategori sedang yakni sebanyak 168 orang (76%). Sementara itu, sebanyak 48 orang (21,7%) mengalami nomophobia berat. Hanya 5 orang (2,3%) yang menunjukkan nomophobia ringan. Kesimpulan: Banyak mahasiswa Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman mengalami Nomophobia sedang, dan memiliki ciri dan karakteristik yang sesuai dengan orang yang mengidap nomophobia. | Background : Nomophobia is an anxiety disorder due to the absence of a smartphone which makes sufferers unable to get away from their smartphone. This study aims to determine the nomophobic description of nursing students at Jenderal Soedirman University. Method : This research is a descriptive quantitative study with a cross sectional design. A sample of 221 students was taken using the total sampling method. The research instrument used a questionnaire with a Likert scale in its assessment. Data analysis was univariate and presented in the form of a frequency distribution. Results: Most of the students of the Nursing Department at Jenderal Soedirman University experienced nomophobia in the moderate category, namely 168 people (76%). Meanwhile, as many as 48 people (21.7%) had severe nomophobia. Only 5 people (2.3%) showed mild nomophobia. Conclusion : Many students of the Nursing Department of Jenderal Soedirman University have moderate nomophobia, and have characteristics and characteristics that match those of people who have nomophobia. | |
| 28315 | 31673 | I1B016014 | HUBUNGAN FUNGSI AFEKTIF KELUARGA DENGAN PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL PADA ANAK PRASEKOLAH | ABSTRAK HUBUNGAN FUNGSI AFEKTIF KELUARGA DENGAN PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL PADA ANAK PRASEKOLAH Herna Slamet Nuryana1, Endang Triyanto2, Eni Rahmawati3 Latar belakang : Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan psikososial pada anak adalah peran pengasuhan. Saling mengasuh merupakan bagian dari fungsi afektif keluarga. Fungsi afektif merupakan fungsi yang utama untuk mengajarkan segala sesuatu dan mempersiapkan anggota keluarga untuk berhubungan dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fungsi afektif keluarga dengan perkembangan psikososial pada anak prasekolah. Metodologi : Desain penelitian yang digunakan adalah pendekatan cross-sectional dengan analisis korelasi. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling dengan jenis total sampling dengan jumlah sampel 39 orang. Uji statistik yang digunakan adalah Somers’d. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas fungsi afektif keluarga pada kategori baik (78,5%) dan perkembangan psikososial pada anak prasekolah pada kategori cukup (46,2%). Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara fungsi afektif keluarga dengan perkembangan psikososial pada anak prasekolah dengan nilai p value = 0,116. Nilai korelasi lemah (r= 0,266) dengan arah hubungan positif. Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan antara fungsi afektif keluarga dengan perkembangan psikososial pada anak prasekolah. Kata kunci : fungsi afektif keluarga, perkembangan psikososial , anak prasekolah 1Mahasiswa Jurusan Keperawatan FIKes Universitas Jenderal Soedirman 2Departemen Komunitas FIKes Universitas Jenderal Soedirman 3Departemen Anak FIKes Universitas Jenderal Soedirman | ABSTRACT RELATION BETWEEN THE FUNCTION OF FAMILY AFFECTIVE WITH PSYCHOSOCIAL DEVELOPMENT IN PRESCHOOLERS Herna Slamet Nuryana1, Endang Triyanto2, Eni Rahmawati3 Background : One of the factors that affect child psychosocial development is the role of parenting. Parenting is part of the family's affective function. Affective function is the main function to teach and prepare the family members to connect with others. This study aims to find out the relationship of family affective function with psychosocial development in preschoolers. Research Methodology : Design of research used is a cross-sectional approach with correlation analysis. Data retrieval using questionnaires and the sampling techniques using non probability sampling techniques with a total sampling type with a sample count of 39 people. For the statistical test, in this research Somers'd test were used. Result : The results showed that the majority of family affective functions in the good category (78.5%) and the psychosocial development in preschoolers in the sufficient category (46.2%). The results showed a link between family affective function and psychosocial development in preschoolers with a value of p value= 0.116. Weak correlation value (r= 0.266) with positive relationship direction. Conclusion : There is no relation between family affective function and psychosocial development in preschoolers. Keywords: Family Affective Function, Psychosocial Development, Preschoolers. 1Students of the Department of Nursing, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University 2Community Department Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University 3Children Department Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University | |
| 28316 | 31679 | I1B017088 | GAMBARAN KESIAPAN MAHASISWA TINGKAT AKHIR DALAM MENGHADAPI PROFESI NERS DI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN SAAT PANDEMI COVID-19 | Latar Belakang : Pandemi covid-19 berdampak terhadap perubahan metode pembelajaran mahasiswa Profesi Ners di Universitas Jenderal Soedirman. Profesi ners dilaksanakan dengan membatasi jumlah mahasiswa yang melaksanakan praktik di klinik atau rumah sakit dan mengkombinasikan pembelajaran daring dan luring. Dengan adanya perubahan tersebut mungkin mempengaruhi kesiapan mahasiswa untuk melanjutkan profesi ners. Tujuan : Mengetahui gambaran kesiapan mahasiswa tingkat akhir dalam menghadapi praktik profesi Ners di Universitas Jenderal Soedirman saat pandemi covid-19. Metodologi : Desain penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan sampel berjumlah 90 orang dari angkatan 2016 dan angkatan 2017. Analisis data dilakukan menggunakan uji univariat. Hasil : Mayoritas responden memiliki tingkat kesiapan dengan kategori baik (60,0%). Sebagian besar responden berusia 21 tahun. Mayoritas responden adalah perempuan sebanyak 80 orang (88,9%). Dan sebagian besar responden berasal dari angkatan 2017 sebanyak 76 orang (84,4%). Dari rentang usia responden yaitu 20-24 tahun, usia 21 tahun memiliki kesiapan baik lebih tinggi (64,3%) dari usia lain. Responden dengan karakteristik jenis kelamin laki-laki memiliki kesiapan baik lebih tinggi (70,0%) dibandingkan perempuan (58,8%). Angkatan 2016 memiliki kesiapan baik lebih tinggi dibandingkan angkatan 2017 (59,2%). Kesimpulan : Mayoritas responden memiliki kesiapan dengan kategori baik (60,0%). Kata Kunci : kesiapan, profesi ners, covid 19. | Background : Covid-19 pandemic has an affect on changing the learning methods of Nurse Internship Program at Jenderal Soedirman University. The Nurse Internship Program is carried out by limiting students who practice in hospitals or clinics and combining learning online and offline. With these changes, it may affect student’s readiness to continue nurse profession. Aim : To determine the readiness of final-year students in facing the practice of the Nurse Internship Program at Jenderal Soedirman University during the covid-19 pandemic. Methodology : This study used quantitative research design. Sampling using total sampling technique with 90 people as sample from class 2016 and class 2017. Data analysis used univariate test. Result : The majority of respondent have a good level of readiness (60,0%). Most of the respondent were 21 years old. The majority of responden were women as many as 80 people (88,9%). And most of the respondent came from class 2017 as many as 76 people (84,4%). From age range of respondents, 21 years old have a better readiness (64,3%) than other ages. Respondent with male gender have better readiness (70,0%) than women (58,8%). Class 2016 has better readiness than class 2017 (59,2%). Conslussion : The majority of the respondents have a good readiness category (60,0%). Keywords : readiness, nurse internship program, covid 19. | |
| 28317 | 31674 | P2A016017 | ANALISIS FAKTOR PENENTU YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENCEMARAN AIR SUNGAI DI KABUPATEN PURBALINGGA | Komponen pencemaran air akan menentukan terjadinya indikator pencemaran air. Tingkat pencemaran air sungai akan ditentukan oleh berbagai faktor penentu. Dengan melihat faktor-faktor penentu tingkat pencemaran air sungai akan mempengaruhi kegiatan pengendalian pencemaran air sungai. Upaya mengurangi laju kerusakan lingkungan dan pemulihan kualitas lingkungan tidak hanya oleh pemerintah namun oleh semua elemen masyarakat. Perlu dilakukan upaya kolaborasi antar pemangku kepentingan karena potensi sumber pencemar air sungai berasal dari berbagai sektor/aktivitas. Menurut tingkat eksplanasinya, penelitian ini tergolong asosiatif karena bertujuan untuk menemukan ada tidaknya pengaruh antara regulasi, ketaatan kegiatan dan/atau usaha dan peran serta masyarakat baik secara parsial maupun simultan dengan tingkat pencemaran air sungai di Kabupaten Purbalingga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan menggunakan kuisioner sebagai instrumen utama pengumpul datanya. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposiv sampling, total sampel adalah 67 orang sebagai responden. Analisis regresi berganda menggunakan uji koefisien regresi parsial (Uji τ) dan uji koefisien regresi secara simultan (uji F). Hasil penelitian diketahui bahwa nilai R sebesar 0,963 menunjukkan hubungan yang sangat erat antara variabel independen dengan variabel dependen. Nilai Adjust R2 (R Square) sebesar 0,854 atau (85,40%), hal ini menunjukkan bahwa variasi variabel independen yang digunakan dalam model mampu menjelaskan sebesar 85,40% variasi variabel dependen (tingkat pencemaran air sungai). Sedangkan sisanya sebesar 14,60% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. Ketaatan kegiatan dan/atau usaha berpengaruh signifikan secara parsial dengan nilai probabilitas signifikansi pada α = 0,05 terhadap tingkat pencemaran air sungai sedangkan regulasi dan peran serta masyarakat berpengaruh signifikan secara parsial dengan nilai probabilitas signifikansi pada α = 0,01. Variabel regulasi (X1) dan ketaatan kegiatan dan/atau usaha (X2) bersama-sama secara signifikan menentukan tingkat pencemaan air sungai (Y), nilai Fhitung sebesar 12,707 dan Ftabel sebesar 2,74. Pencemaran air dapat ditandai oleh turunnya mutu, baik air daratan (sungai, danau, rawa, dan air tanah) maupun air laut sebagai suatu akibat dari berbagai aktivitas manusia modern saat ini sangat beragam sesuai karakteristiknya. Pembagian tingkat pencemar dapat memberikan gambaran seberapa jauh kualitas sumber air yang tercemar dibandingkan dengan baku mutunya, serta dapat menjadi sasaran dalam perbaikan kualitas air untuk mencapai baku mutu air yang ditetapkan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah variabel tingkat pencemaran air sungai di Kabupaten Purbalingga dapat dipengaruhi oleh regulasi, ketaatan kegiatan dan/atau usaha dan peran serta masyarakat, atau dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa variabel regulasi, ketaatan kegiatan dan/atau usaha dan peran serta masyarakat pada penelitian ini berpengaruh signifikan baik secara parsial maupun bersama-sama terhadap tingkat pencemaran air sungai di Kabupaten Purbalingga. | Water pollution criteria are likely affecting the occurrence of water pollution indicators. The river water pollution level could be determined by numerous factors. These determinant factors will eventually affect the river water pollution countermeasures. Responsibilities to reduce environmental degradation and to improve environmental qualities belong to not only the government but also the entire communities. It is important to perform collaborations among the stakeholders since the pollutions are derived from numerous sectors and activities. Based on the level of explanations, this research is classified into the associative category since the aim is to scrutinize the associations among regulation, activity/business compliance, and public participation both partially and simultaneously towards river water pollution level in Purbalingga Regency. In this study, 67 respondents were incorporated to take our surveys. The respondents were determined following the purposive sampling technique. Multiple regression analysis was applied through partial regression coefficient test (τ test) and simultaneous regression coefficient test (F test).The result shows that the R-value of 0,963 could indicate a strong correlation between independent variables and dependent variables. The adjust R2 (R Square) value of 0,854 (85,40%) may demonstrate that the variation of independent variables used in the model could explain as much as 85,40% of the dependent variable variation (river water pollution level). Whilst the rest 14,60% is influenced by external variables that are not applied in this study. The activity and business obedience variable shows a partially significant effect, which the significance probability level at α = 0.05 towards the level of river water pollution. On the other hand, the regulation and public participation variables are collectively observed as partially significant effects with the significance probability level at α = 0.01. Both regulation (X1) and activity and business obedience (X2) variables are significantly affecting the river water pollution level (Y), where Fhitung value = 12,707 and Ftabel = 2,74. Water pollution is mostly characterized by the declining of water quality, either terrestrial water (river, lake, swamp, ground water) or marine water, as the impacts of the abundant human activities. The decomposition of pollution level may scrutinize the discrepancies between current water qualities and water quality standards. Besides, the decomposition is also useful to determine the target in water quality improvement towards achieving the water standards. Based on this study, the river water pollution level in Purbalingga Regency is likely affected by regulation, activity and business obedience, and public participation variables. Eventually, those variables may describe significant contribution both partially and collectively towards river water pollution level in Purbalingga Regency. | |
| 28318 | 31675 | I1B016069 | GAMBARAN CITRA TUBUH WANITA BERDASARKAN TAHAP MENOPAUSE | Latar Belakang: Tahapan menopause dibagi menjadi tiga yaitu premenopause, menopause dan postmenopause. Setiap tahapan tersebut, wanita mengalami perubahan fisik dan psikologis yang dapat memengaruhi gambaran citra tubuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran citra tubuh wanita berdasarkan tahapan menopause. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah orangtua (ibu) dari mahasiswa jurusan Keperawatan Unsoed Tahun Ajaran 2016, 2017, 2018, dan 2019. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 186 responden. Citra tubuh diukur menggunakan kuesioner yang memodifikasi dari beberapa penelitian sebelumnya. Data dianalisis menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian: Hasil penelitian menujukkan bahwa mayoritas responden berusia 50 tahun, dengan tingkat pendidikan SMA/Sederajat dan tidak bekerja. Mayoritas responden berada pada tahapan premonopause (55,4%), lainnya 16,7% berada pada tahap menopause dan 28% berada pada tahap postmenopause. Untuk gambaran citra tubuh, mayoritas responden pada tahap premonopause memiliki citra tubuh yang positif (91,26%). Sementara itu, 83,87% responden pada tahap menopause, dan 90,37% responden pada taha postmenopause juga memiliki citra tubuh yang positif. Kesimpulan: Mayoritas wanita pada tahap premenopause, menopause dan postmenopause sama-sama memiliki gambaran citra tubuh yang positif. | The stages of menopause are divided into three: premenopause, menopause and postmenopause. Each of these stages, women can experience several changes both physically and psychologically that can affect the image of their body image. This study aims to determine the image of a woman's body image based on the stages of menopause. Methodology: This study was a descriptive observational study with a cross sectional approach. The population in this study were the parents (mothers) of students majoring in Nursing Unsoed for the 2016, 2017, 2018, and 2019 academic years. Using purposive technique sampling with a sample size of 186 respondents. Body image was measured using a questionnaire that modified it from previous studies. Data were analyzed using univariate analysis. Results: The research results showed that the majority of respondents ere 50 years old, with a high school education level and did not working. The majority of respondents were at the premonopause stage (55,4%), another 16.7% were at the menopause stage and 28% were at the postmenopausal stage. In terms of body image, the majority of respondents at the premonopause stage had a positive body image (91.26%). Meanwhile, 83.87% of respondents at the menopause stage and 90.37% of respondents in the postmenopausal stage also had a positive body image.Conclusion: The majority of women in the premenopausal, menopausal and postmenopausal stages have the same positive body image. | |
| 28319 | 31676 | I1B017025 | PENGARUH KOMBINASI SEDUHAN BAWANG DAYAK (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) DAN MADU TERHADAP PENURUNAN KADAR TRIGLISERIDA PADA TIKUS MODEL HIPERKOLESTEROLEMIA | Latar Belakang: Meningkatnya kadar trigligliserida merupakan tanda terjadinya hiperkolesterolemia. Eleutherine palmifolia (L.) Merr dan madu berpotensi dapat menurunkan kadar trigliserida. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh kombinasi seduhan Eleutherine palmifolia (L.) Merr dan madu terhadap penurunan kadar trigliserida pada tikus hiperkolesterolemia. Metode: Metode yang digunakan ialah true experiment pre-post test with control group design. SampeI dibagi menjadi 6 kelompok. Kelompok kontrol sehat (A), kelompok kontrol sakit (B), kelompok perlakuan bawang dayak dosis 100 mg/KgBB + 1 ml/KgBB (C), kelompok perlakuan bawang dayak dosis 200 mg/KgBB + 1 ml/KgBB (D), kelompok perlakuan bawang dayak dosis 400 mg/KgBB + 1 ml/KgBB (E), kelompok pemberian simvastatin 0,18 mg/200 grBB (F). Uji statistik yang digunakan ialah One Way ANOVA dan dilanjutkan Post Hoc Duncan Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan kadar trigliserida dengan rerata selisih kadar trigliserida pada masing-masing kelompok adalah 15,69 ± 10,46 mg/dL, 22,66 ± 7,42 mg/dL, dan 35,05 ± 7,49 mg/dL. Hasil uji One Way ANOVA menunjukkan p = 0,000 (p < 0,05). Hasil uji Post Hoc Duncan menunjukkan terdapat perbedaan signifikan (p < 0,05) anatara kelompok kontrol sakit dengan semua kelompok. Kesimpulan: Dosis kombinasi seduhan Eleutherine palmifolia (L.) Merr 400 mg/KgBB + 1 ml/KgBB efektif dalam menurunkan trigliserida. | to reduce triglyceride levels. Purpose: To determine the effect of the combination of Eleutherine palmifolia (L.) Merr and honey infusion on the reduction of triglyceride levels in hypercholesterolemic rats. Method: This research uses a true experimental pre-post test with control group design. The sample was divided into 6. Healty contol group (A), sick control group (B), dayak onion treatment dose 100 mg/KgBB + honey 1 ml/KgBB (C), dayak onion treatment dose 200 mg/KgBB + honey 1 ml/KgBB (D), dayak onion treatment dose 400 mg/KgBB + honey 1 ml/KgBB (E), group giving simvastatin 0,18 mg/200 grBB (F). The statistical test used was One Way ANOVA and continued by Post Hoc Duncan Result: The results showed that there was a decrease in triglyceride levels with the mean difference triglyceride levels in each group was 15,69 ± 10,46 mg/dL, 22,66 ± 7,42 mg/dL, dan 35,05 ± 7,49 mg/dL. The One Way ANOVA test results showed p = 0.000 (p <0.05). The results of Duncan's Post Hoc test showed that there was a significant difference (p <0.05) between the sick control group and all groups. Conclusion: The combined dose of Eleutherine palmifolia (L.) Merr steeping 200 mg/KgBB + honey 1 ml/KgBB is effective in reducing triglycerides. | |
| 28320 | 31677 | F1B015086 | Kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa di Desa Kalicupak Kidul Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas | Pemerintah Desa Kalicupak Kidul membentuk BUMDes sebagai lokomotif pembangunan desa, didirikan berdasarkan usulan dari masyarakat, kebutuhan, profesi, dan kapasitas desa untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat di Desa Kalicupk Kidul. Selain itu juga untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa dan mengurangi pengangguran menuju kemandirian desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cakra Mukti dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa di Desa Kalicupak Kidul Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan indikator kinerja dari Agus Dwiyanto. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah dari model Miles dan Huberman (1984). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja BUMDes Cakra Mukti secara umum sudah berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya Pendapatan Asli Desa pada Desa Kalicupak Kidul dan berdasarkan berjalannya unit-unit usaha yang ada pada BUMDes, walaupun masih ada yang belum maksimal. Selain itu partisipasi masyarakat juga semakin meningkat. Harapan-harapan dari masyarakat juga semakin bertambah. Selain itu jika dilihat dari pengurusnya sendiri Sumber Daya Manusianya juga sudah baik, hanya saja perlu ditingkatkan lagi pada mentalnya terutama pada generasi mudanya. BUMDes Cakra Mukti juga sudah bisa meningkatkan Pendapatan Asli Desa, walaupun masih sedikit. Saran yang dapat diberikan yaitu agar segera merealisasikan rencana-rencana untuk pengembangan dan perbaikan BUMDes agar kedepannya bisa berkembang dengan baik. | ABSTRACT The Kalicupak Kidul Village Government formed BUMDes as a locomotive for village development, established based on suggestions from the community, needs, profession, and village capacity to improve the economic welfare of the people in Kalicupk Kidul Village. In addition, it is also to increase Village Original Income and reduce unemployment towards village independence. This study aims to determine how the performance of Cakra Mukti Village-Owned Enterprises (BUMDes) in increasing Village Original Income in Kalicupak Kidul Village, Kalibagor District, Banyumas Regency. The research method used is descriptive qualitative. This study uses performance indicators from Agus Dwiyanto. The data collection techniques used were interviews, observation, and documentation. Data analysis used is from the model of Miles and Huberman (1984). The results of this study indicate that the performance of BUMDes Cakra Mukti has generally been going well. This can be seen from the increase in Village Original Income in Kalicupak Kidul Village and based on the operation of existing business units in BUMDes, although there are still some that are not optimal. In addition, community participation is also increasing. The expectations of the community are also increasing. Besides that, if seen from the management itself, the Human Resources are also good, it's just that it needs to be improved mentally, especially in the younger generation. BUMDes Cakra Mukti has also been able to increase Village Original Income, although it is still a little. Suggestions that can be given are to immediately realize plans for the development and improvement of BUMDes so that in the future it can develop well. |