Artikelilmiahs

Menampilkan 28.241-28.260 dari 50.150 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2824131598F1A016028PERAN PUSAT INFORMASI DAN KONSELING REMAJA DALAM UPAYA PENCEGAHAN PERILAKU MENYIMPANG SEKSUAL REMAJA
(Studi pada PIK-R Aksiologi FISIP Unsoed)
Penelitian ini dilatarbelakangi permasalahan yang terjadi pada remaja yakni perilaku menyimpang seksual remaja. Untuk merespon permasalahan tersebut dibutuhkan upaya pencegahan melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R), dimana para pengurusnya yang masih berusia remaja mampu melakukan kegiatan dalam rangka upaya tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses PIK-R Aksiologi di FISIP Unsoed dalam mencegah perilaku menyimpang seksual remaja serta untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi kendala atau hambatan dalam menjalankan peran tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik penentuan informan yaitu purposive sampling. Lokasi penelitian ini bertempat di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman, tepatnya di Jalan Prof.DR.H.R. Bunyamin 993 Purwokerto. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Sumber data yang diperoleh yaitu sumber data primer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan metode analisis interaktif dari Miles dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah pencegahan perilaku menyimpang seksual remaja dilakukan PIK-R Aksiologi melalui berbagai proses dalam bentuk program kerja yaitu seperti adanya campaign, sosialisasi, studi banding, pemilihan Duta GenRe, dan layanan konseling. Untuk dapat menjalankan tujuan PIK-R Aksiologi dalam mencegah perilaku menyimpang seksual remaja diperlukan adanya pemberdayaan terhadap pengurus PIK-R Aksiologi sebagai acuan dalam melakukan berbagai kegiatan yang dilaksanakan. PIK-R Aksiologi dalam menjalankan perannya seringkali mendapatkan kendala baik internal maupun eksternal. Kendala internal yaitu kurangnya koordinasi yang baik antar pengurus dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya dan kendala eksternal juga terjadinya koordinasi yang kurang baik antar pengurus dengan pihak luar saat akan melaksanakan kerjasama dalam menjalankan program kerja. Selain itu, di era pandemi COVID-19 komunikasi antar pengurus menjadi terhambat oleh adanya PSBB.
This research is based on the problems that occur in adolescents, namely adolescent sexual deviant behavior. To respond to these problems, preventive efforts are needed through the Center for Adolescent Information and Counseling (PIK R), where the administrators who are still teenagers are able to carry out activities in the framework of these efforts. The purpose of this study was to determine the process of PIK-R Axiology at FISIP Unsoed in preventing adolescent sexual deviant behavior and to determine the factors that become obstacles or obstacles in carrying out this role.
This study used a qualitative descriptive method with the informant determination technique, namely purposive sampling. The location of this research is located at the Faculty of Social and Political Sciences, Jenderal Soedirman University, precisely on Jalan Prof. DR.H.R. Bunyamin 993 Purwokerto. Data collection methods in this study using in-depth interviews, observation, and documentation. Sources of data obtained are primary data sources and secondary data. This study uses an interactive analysis method from Miles and Huberman.
The results showed that steps to prevent adolescent sexual deviant behavior were carried out by PIK-R axiology through various processes in the form of work programs, such as the existence of campaigns, outreach, comparative studies, election of GenRe Ambassador, and counseling services. To be able to carry out the objectives of PIK-R Axiology in preventing adolescent sexual deviant behavior, it is necessary to empower the PIK-R Axiology board as a reference in carrying out various activities carried out. PIK-R Axiology in carrying out its role often faces obstacles both internally and externally. Internal constraints, namely the lack of good coordination between managers in carrying out their main duties and functions and external constraints as well as poor coordination between administrators and outsiders when collaborating in carrying out work programs. In addition, in the era of the COVID-19 pandemic, communication between administrators was hampered by the existence of the PSBB.
2824231599J1C015029Simbol dan makna tanka dalam Novel Kotonoha no Niwa karya Makoto ShinkaiPenelitian ini berjudul Simbol dan makna Tanka dalam Novel Kotonoha no Niwa Karya Makoto Shinkai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan simbol beserta makna yang terdapat dalam Tanka tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data, dan menggunakan teknik simak catat. Data penelitian berupa kalimat dan ungkapan setiap bait dalam Tanka yang ada pada Novel Kotonoha no Niwa. Metode yang digunakan untuk menganalisis adalah kajian hermeneutika Paul Ricoeur dan beberapa teori pendukung lainnya. Penulis menganalisis makna menggunakan pembacaan metafora dan simbol untuk mengetahui maknanya secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sepuluh simbol yang telah dimaknai, simbol pada Tanka dapat dipahami maknanya dengan melepas makna literalnya dan diberi makna figuratif, yaitu dengan cara mencari relasi antar hubungan katanya. Teori ini juga dapat membantu memahami makna teks lama dan melekatkan konteks baru pada maknanya.The title of this research is Symbols and Meaning of Tanka on Garden of Words Novel by Makoto Shinkai. The purpose of this research is to describe the symbols and meaning of the poem. This research is qualitative descriptive study with data collection techniques, and uses note taking techniques. The research data were in the form of sentences and expressions of each verse in short poem in the Garden of Words Novel. Methods used to analyze is the hermeneutics study of Paul Ricoeur and several other supporting theories. The author analyzes the meaning using the metaphors and symbols to find out the overall meaning. The results show that there are ten symbols that have been interpreted, Symbols in short poem can be understood by releasing their literal meaning and given a figurative meaning, by looking for relation between the words. This theory can also help understand the meaning of old texts and attach new contexts to their meanings.
2824331600I1B017051Hubungan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Dengan Penyakit Gangguan PernapasanLatar Belakang : Bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan faktor utama dalam peningkatan angka kematian bayi terutama di negara berkembang. BBLR sering mengalami defisiensi surfaktan dan imatur organ. Hal ini menyebabkan BBLR rentan mengalami komplikasi penyakit salah satunya gangguan pernapasan.
Tujuan : Menganalisis hubungan bayi berat lahir rendah (BBLR) dengan penyakit gangguan pernapasan.
Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan pendekatan retrospektif. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan sampel data rekam medik tahun 2018 dihitung menggunakan rumus slovin dengan jumlah sebanyak 460 sampel. Analisis data menggunakan uji Somers’d.
Hasil : Hasil uji Somers’d menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara BBLR dengan penyakit RDS (p-value = 0,000, r = 0,220), asphyxia (p-value = 0,000, r = 0,231), dan other apnoea of newborn (p-value = 0,002, r = 0,174). Selain itu juga didapatkan hasil tidak terdapat hubungan antara BBLR dengan penyakit congenital pneumonia (p-value = 0,887), transient tachypnea (p-value = 0,318), dan penyakit gangguan pernapasan lainnya (p-value = 0,158).
Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara BBLR dengan penyakit RDS, asphyxia, dan other apnoea of newborn. Tidak terdapat hubungan antara BBLR dengan penyakit congenital pneumonia, transient tachypnea, dan penyakit gangguan pernapasan lainnya.
Background : Low Birth Weight (LBW) is a major factor in raising infant mortality rates especially in developing countries. They often have deficiency of surfactants and immature organs. This causes LBW to be susceptible to various complications, one of those is respiratory distress.
Objective : To analyze the relationship between low birth weight (LBW) with respiratory distress.
Methods : This study used a cross sectional method with retrospective approach. This study used purposive sampling technique and data sample of medical record in 2018 was calculated using the Slovin formula with a total of 460 samples. Data analysis used Somers'd test.
Result : The Somers'd test results showed that there is a relationship between LBW and RDS disease (p-value = 0.000, r = 0.220), asphyxia (p-value = 0.000, r = 0.231), and other apnea of newborn (p-value = 0.002, r = 0,174). In addition, the results also showed that there was no relationship between LBW with congenital pneumonia (p-value = 0.887), transient tachypnea (p-value = 0.318), and other respiratory distress (p-value = 0.158).
Conclusion : There is a significant relationship between LBW and RDS, asphyxia, and other apnoea of newborn. There is no relationship between LBW with congenital pneumonia, transient tachypnea, and other respiratory distress.
2824431603C1A016105ANALISIS USAHATANI BUNGA MELATI DI KECAMATAN KRAMAT KABUPATEN TEGALPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keuntungan usahatani bunga melati, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi bunga melati, dan menganalisis efisiensi produksi bunga melati di Kecamatan Kramat. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif degan menggunakan survei pada petani usahatani bunga melati di Kecamatan Kramat sebagai subjek penelitian. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah Proportionate Stratified Random Sampling, dimana populasi petani bunga melati sebanyak 427 orang dengan jumlah sampel petani bunga melati sebanyak 81 orang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pendapatan, regresi linier berganda dan uji efisiensi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keuntungan usahatani bunga melati sebesar Rp. 8.216.481,00/ha/mt. Hasil uji signifikan faktor produksi luas lahan dan pestisida berpengaruh signifikan dan positif sedangkan bibit, pupuk, tenaga kerja dan pengalaman bertani tidak berpengaruh signifikan dan positif terhadap produksi bunga melati di Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal. Hasil perhintungan efisiensi teknis pada usahatani bunga melati sebesar 0,66, efisiensi harga sebesar 8,20, dan efisiensi ekonomi sebesar 5,41. Hasil tersebut menunjukkan kondisi usahatani belum efisiensi secara teknis, harga dan ekonomi, sehingga perlu penyesuaian faktor produksi.
This study aims to analyze the profitability of jasmine farming, to analyze the factors that influence the production of jasmine flowers, and to analyze the efficiency of the production of jasmine flowers in Kramat District. This type of research is quantitative by using a survey on jasmine flower farmers in Kramat District as research subjects. The sampling method used was Proportionate Stratified Random Sampling, where the population of jasmine flower farmers was 427 people with a sample size of 81 people. The data analysis used in this research is income analysis, multiple linear regression and efficiency test.
The results showed that the profit of jasmine farming was Rp. 8,216,481.00 / ha / mt. The results of the significant test of the production factor of land area and pesticides have a significant and positive effect, while seeds, fertilizers, labor and farming experience have no significant and positive effect on the production of jasmine flowers in Kramat District, Tegal Regency. The results of the calculation of technical efficiency in jasmine farming are 0.66, price efficiency is 8.20, and economic efficiency is 5.41. These results indicate that the farming conditions are not technically, economically efficient, so it is necessary to adjust production factors.
2824531601I1A017021FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI INDONESIA: SYSTEMATIC REVIEW
Latar Belakang : Pneumonia adalah penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang menginfeksi parenkim paru. Pneumonia sampai saat ini masih menjadi penyakit infeksi utama yang menyebabkan kematian pada balita di dunia termasuk Indonesia. Indonesia pada tahun 2018 menempati peringkat ketujuh jumlah kematian balita akibat pneumonia terbanyak di dunia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita di Indonesia berdasarkan kajian literatur.
Metodologi : Penelitian ini menggunakan systematic review dengan pendekatan systematic literatur review. Pencarian literatur dengan menggunakan kata kunci yang dimasukkan ke dalam database jurnal. Literatur berasal dari database Pubmed, Biomed Central, Cochrain Review dan Google Scholar dengan kriteria inklusi dan eksklusi kemudian proses seleksi literatur menggunakan metode peninjauan Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA).
Hasil Penelitian : Terdapat 24 literatur yang direview dengan tahun publikasi terbanyak pada tahun 2019. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, telah teridentifikasi bahwa terdapat terdapat 31 faktor-faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita di Indonesia. Riwayat ASI eksklusif merupakan faktor risiko dengan temuan terbanyak sebanyak 13 literatur.
Kesimpulan : Faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita di Indonesia telah teridentifikasi ini diharapakan dapat digunakan sebagai dasar untuk menganalisis program pencegahan dan menentukan penatalaksanaan pneumonia pada balita yang lebih tepat.
Background: Pneumonia is an acute respiratory infection that infects the lung parenchyma tissue (alveoli). Until now, pneumonia is still the main infectious disease that causes mortality in children under five in the world, including Indonesian. Indonesia in 2018 was ranked seventh in the number of children under-five deaths due to pneumonia in the world. The purpose of this study was to determine the factors related to pneumonia in children under five in Indonesia based on literature review.
Methodolgy: This study uses a systematic review with a systematic literature review approach. Literature search using keywords entered into the journal databases. Literature review used literature from Pubmed, Biomed Central, Cochrain Review and Google Scholar with inclusion and exclusion criteria, then the literature selection process applied Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA) review method.
Research results: There are 24 literature reviewed with the most publication year in 2019. Based on the analysis, it has been identified that there are 31 risk factors related to pneumonia in children under five in Indonesia. History of exclusive breastfeeding is a risk factor with the most findings in the literature review.
Conclusions: These identified risk factors related to pneumonia are expected to be used as a basis for analyzing prevention programs of pneumonia and establishing more appropriate management in under five children with pneumonia.
2824631602C1G015025Analysis Of Business Efficiency And Contribution Of Carica Producer Income To Family Income In Kejajar District, Wonosobo RegencyPenelitian ini meneliti tentang analisis efisiensi usaha dan kontribusi pendapatan pengrajin buah carica di Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo dengan jumlah responden sebanyak 36 pengrajin carica. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui efisiensi usaha carica, 2) mengetahui kontribusi pendapatan usaha carica terhadap pendapatan keluarga pengrajin carica 3) untuk mengetahui tingkat kesejahteraan pengrajin usaha carica. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan R/C rasio, analisis biaya dan pendapatan, pendapatan perkapita dan perbandingan dengan KHL.
Hasil dari penelitian dan analisis data menunjukan bahwa; 1) usaha carica di Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo sudah efisien dan layak dikembangkan dengan nilainya 2,47; 2) Rata-rata kontribusi usaha carica terhadap pendapatan keluarga kategori tinggi sebesar 97%; 3) Para pengrajin carica sdah sejahtera dengan rata-rata pendapatan perkapita Rp2.511.720 lebih dari KHL Kabupaten Wonosobo sebesar Rp1.853.000,

Kata kunci: efisiensi, kontribusi pendapatan dan kesejahteraan.
This research examines the analysis of business efficiency and income contribution of carica craftsmen in Kejajar sub-district, Wonosobo regency with 36 carica craftsmen as respondents. The objectives of this study are 1) to determine the efficiency of carica business, 2) to determine the contribution of carica business income to family income of carica craftsmen 3) to determine the level of welfare of carica craftsmen. The method used in this research is the survey method, while the data analysis technique uses the R / C ratio, cost and income analysis, per capita income and comparison with KHL.
The results of the research and data analysis show that; 1) the carica business in Kejajar District, Wonosobo Regency is efficient and feasible to develop with a value of 2.47; 2) The average contribution of the carica business to high category family income is 97%; 3) The carica craftsmen are already prosperous with an average income per capita of Rp 2,51,720 more than KHL Wonosobo Regency Rp.1,853,000.

Keywords: efficiency, contribution of income and welfare.
2824731604H1L013041EVALUASI USABILITY APLIKASI ELDIRU MENGGUNAKAN METODE WEBSITE ANALYSIS AND MEASUREMENT INVENTORYBanyak kemudahan - kemudahan yang diberikan dari dampak perkembangan teknologi informasi yang berdampak secara langsung kepada pengguna. Dampak dari perkembangan teknologi informasi juga memicu instansi untuk mengembangkan layanan melalui penerapan aplikasi web. Aplikasi ELDIRU merupakan website e-learning Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), website yang digunakan mahasiswa dan dosen Unsoed sebagai media pembelajaran daring. Eldiru merupakan salah satu penerapan layanan berbasis web. Pada pengembangan website, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan tujuan dan target pengguna. Dengan mengetahui target pengguna maka pengembangan halaman website diharapkan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pengguna. Usability merupakan kemampuan sebuah produk software untuk dipahami, dipelajari, digunakan dan menarik pengguna ketika digunakan dalam keadaan tertentu. Tingkat usability menentukan apakah website tersebut akan bermanfaat, diterima user dan bertahan lama dalam penggunaannya. Evaluasi usabilitas dilakukan untuk menillai sejauh mana sebuah website memenuhi aspek-aspek usability. Salah satu cara evaluasi ini adalah dengan menggunakan metode Website Analysis and Measurement Inventory (WAMMI). Aspek-aspek yang dinilai dalam WAMMI adalah attractiveness, controllability, helpfulness, efficiency, dan learnability. WAMMI merupakan evaluasi usability website yang menggunakan cara pengambilan data dengan kuesioner yang diberikan langsung kepada pengguna. Pengembangan sebuah website yang mengedepankan aspek-aspek usabilitas menghasilkan produk yang mudah digunakan, mudah dipelajari dan sesuai dengan keinginan pengguna.There are many conveniences provided by the impact of information technology developments that have a direct impact on users. The impact of the development of information technology also triggers many organization to develop services through the implementation of web applications. The ELDIRU application is an e-learning website of Jenderal Soedirman University (UNSOED), a website used by Unsoed students and lecturers alike as an online learning medium. Eldiru is one of the example of a web-based service implementation. In a website development, the first thing that needs to be done is to examine the user objectives from using the website. By knowing the user objectives, the development of website pages is expected to suit the needs and expectation of the user. Usability is the ability of a software or product to be understood, learned, used and be attractive to users when used in many situation. The level of usability determines whether a program or website will be useful to user, accepted by the user and last a long time. Usability evaluation is carried out to assess the extent to which a website meets usability aspects. One way of evaluating this is by using the Website Analysis and Measurement Inventory (WAMMI) method. The aspects assessed in WAMMI are attractiveness, controllability, helpfulness, efficiency, and learnability. WAMMI is an evaluation of a website usability that uses data collection by giving questionnaire directly to user. The development of a website that prioritizes usability aspects produces a product that is easy to use, easy to learn and satisfy user expectation.
2824831605F1A014094Fenomena Berbisnis Mining Bitcoin Di Kalangan Anak Muda Purwokerto
(Studi Tentang Fenomena Berbisnis Mining Bitcoin Di Kalangan Anak Muda Purwokerto)
Teknologi digital berkembang sangat pesat dan dimaanfatkan untuk berbagai aktivitas kehidupan manusia. Contohnya adalah kemunculan uang digital yaitu bitcoin dalam aktivitas ekonomi. Bitcoin merupakan mata uang dihital yang digunakan dalam melakukan transaksi keuangan online, tanpa harus terikat regulasi pemerintah dan kondisi ekonomi politik sebuah kawasan. Bisnis bitcoin sudah merambah ke berbagai penjuru dunia, termasuk di Purwokerto. Oleh karena itu, peneliti tetarik mengangkat penelitian dengan tema bisnis Mining Bitcoin di kalangan anak muda di Purwokerto. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dinamika bisnis mining bitcoin di kalangan anak muda di Purwokerto serta pengalaman anak muda tersebut selama berbisnis mining bitcoin, sekaligus mengetahui manfaat bisnis bitcoin bagi kondisi ekonomi anak muda tersebut dan masyarakat sekitar

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sasaran penelitiannya adalah anak muda Purwokerto yang bergelut dalam bisnis bitcoin, khususnya para miner (penambang) bitcoin. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam serta dokumentasi. Sementara analisis yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu menggunakan model Analisis Interaktif.

Hasil penelitian ini menemukan bahwa sejak awal kemunculan bisnis mining bitcoin, dinamika bisnis mengalami perubahan. Hal tersebut ditandai adanya perubahan model usaha yang awalnya berbasis tenaga kerja menjadi usaha yang berbasis pengetahuan, khususnya pengetahuan tentang tekhnologi informasi melalui internet. Meski bisnis bitcoin tidak berkembang secara signifikan, namun bisnis ini tetap eksis sampai sekarang. Anak muda Purwokerto pelaku bisnis mining bitcoin memiliki pengalaman berbeda beda. Terdapat pelaku bisnis yang mendapatkan keuntungan besar namun ada pula yang mendapatkan kerugian karena biaya mining bitcoin yang mahal tidak sebanding dengan yang didapatkan.

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bahwa bisnis bitcoinsangat bermanfaat bagi kondisi ekonomi anak muda yang memiliki pengetahuan tentang internet. Bitcoin bisa menjadi salah satu pekerjaan alternatif bagi anak muda, selain pekerjaan-pekerjaan konvensional. Mereka yang memperoleh keuntungan dari bitcoin dapat menginvestasikan uangnya untuk membuka usaha atau berwirausaha baik dalam sektor usaha barang ataupun jasa. Hal tersebut akan membuka lapangan kerja bagi orang lain. Artinya, dinamika bisnis mining bitcoin dikalangan anak muda di Purwokerto dapat menjadi salah satu pendorong kemajuan kota Purwokerto.
Digital technology is growing very rapidly and is used for various activities of human life. An example is the emergence of digital money that is bitcoin in economic activity. Bitcoin is a currency used in conducting online financial transactions, without having to be tied to government relations and the political economy conditions of a region. The bitcoin business has penetrated various parts of the world, including in Purwokerto. Therefore, researchers raised the research with the theme of Bitcoin Mining business among young people in Purwokerto. The purpose of this research is to know the dynamics of bitcoin mining business among young people in Purwokerto as well as knowing the benefits of the bitcoin business for the economic conditions of these young people and the surrounding community.
The method used in this research is qualitative method with descriptive approach. The target on this research is the young people of Purwokerto who struggled in the bitcoin business, especially the bitcoin miners. The data collection techniques used were observation, in-depth interviews and documentation. While the analysis carried out in this research is to use the Interactive Analysis model.
The results of this research found that since the emergence of the bitcoin mining business, business dynamics have changed. This is indicated by a change in the business model from a labor-based business to a knowledge-based business, particularly knowledge about information technology via the internet. Even though the bitcoin business has not developed significantly, this business still exists today. Purwokerto young people who do bitcoin mining business have different experiences. There are business people who get big profits, but there are also those who get losses because the expensive mining costs of bitcoin are not worth what they get.
From the research results it can be concluded that the bitcoins business is very beneficial for the economic conditions of young people who have knowledge of the internet. Bitcoin can be an alternative job for young people, apart from conventional jobs. Those who benefit from bitcoin can invest their money to open a business or entrepreneurship in the goods or services business sector. This will open up jobs for others. This means that the dynamics of the bitcoin mining business among young people in Purwokerto can be one of the driving forces for the progress of the city of Purwokerto.
2824931606F1F013072The Pros and Cons of The Influence of Consumerism Behavior in Keeping Up With The Kardashians and Life of Kylie (Reality Show): A Study of Cultural ConsumerPenelitian ini berjudul The Pro and Cons of the Influence of Consumerism Behavior in Keeping Up With The Kardashians and Life of Kylie (Reality Show): A Study of Cultural Consumer. Bidang penelitian ini adalah kajian budaya yaitu kajian untuk menganalisis reality show sebagai budaya populer. Penelitian ini menemukan pro dan kontra dari pengaruh perilaku konsumerisme. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis data. Data primer diambil dari pendapat responden. Data primer dianalisis dengan menggunakan studi budaya dan didukung oleh teori perilaku konsumerisme. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat dua kelompok yaitu pro dan kontra. Kelompok pertama adalah pro (dengan enam puluh persen responden) dan kelompok kedua adalah kontra (dengan empat puluh persen responden) dengan anggapan bahwa perilaku konsumerisme dapat mempengaruhi penonton khususnya responden.This research entitled The Pros and Cons of the Influence of Consumerism Behavior in Keeping Up With The Kardashians and Life of Kylie (Reality Show): A Study of Cultural Consumer . The field of this research is cultural studies which is the study to analyze the reality shows as popular culture. Furthermore, the research discovers and discusses what are the pros and cons of the influence of consumerism behavior. This research uses descriptive qualitative method to analyze the data. The primary data are taken from respondents’ opinion. The primary data are analyzed by using the cultural studies and supported by consumerism behavior theory. The result of this research finds that there are two groups, which are pros and cons. The first group is a pro (with the sixty percent of respondents) and the second group is a contra (with the forty percent of respondents) with the notion of consumerism behavior can influence the viewers especially the respondents.
2825031613B1J014023Pengaruh Pemberian Pupuk Cair Terhadap Pertumbhan dan Produksi Okra (Abelmoschus esculentus L. Moench) Merah-HijauOkra (Abelmoschus esculentus L. Moench) merupakan anggota famili Malvaceae atau kapas-kapasan. Perbedaan warna pada tanaman okra (merah dan hijau) merupakan keragaman genetik yang dibawa oleh sifat-sifat menurun, sehingga dalam pertumbuhannya faktor genetik akan memegang peranan yang tinggi dalam pertumbuhan selama fase vegetatif maupun generatifnya. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair pada berbagai konsentrasi terhadap pertumbuhan okra merah dan hijau, dan 2) menentukan konsentrasi terbaik produksi tanaman okra merah dan hijau dengan pemberian berbagai konsentrasi pupuk organik cair. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah genotipe tanaman dengan dua taraf yakni okra (merah dan hijau), sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi pupuk organik cair dengan 4 taraf perlakuan yakni konsentrasi pupuk organik cair (POC) 0 (kontrol), 3 mL/L air, 6 mL/L air, dan 9 mL/L air. Setiap perlakuan terdiri atas 4 tanaman, sehingga terdapat 16 tanaman okra merah dan 16 tanaman okra hijau. Data yang diperoleh untuk masing-masing parameter dianalisis dengan F-Test (Anova) dengan tingkat kepercayaan 5%. Kemudian diperoleh perbedaan yang sangat nyata antar individu maka dilakukan analisis lanjutan berupa Duncan-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC berpengaruh positif terhadap pertumbuhan okra merah dan okra hijau. Produksi terbaik okra merah-hijau yakni pada konsentrasi 9 mL/L (K3) dengan rataan jumlah polong 7,75 pada okra merah dan 8,5 pada okra hijau serta memiliki berat basah dan berat kering tertinggi pada konsentrasi 9 mL/L yaitu okra hijau dengan berat basah 438,25 g dan okra hijau dengan berat kering 80,055 g.Okra (Abelmoschus esculentus L. Moench) is a member of the Malvaceae or cottons family. The difference color in okra (red and green) is the genetic diversity carried by hereditary traits, so that in its growth, genetic factors will play a high role in growth during the vegetative and generative phases. The objectives of this study were 1) to determine the effect of liquid organic fertilizer at various concentrations on the growth of red and green okra, and 2) to determine the best concentration of red and green okra production by giving various concentrations of liquid organic fertilizer. This study used a randomized block design (RBD) factorial with 2 factors. The first factor is the plant genotype with two levels, namely okra (red and green), while the second factor is the concentration of liquid organic fertilizer with 4 treatment levels, namely the concentration of liquid organic fertilizer (POC) 0 (control), 3 mL / L water, 6 mL / L water, and 9 mL / L water. Each treatment consisted of 4 plants, so there were 16 red okra plants and 16 green okra plants. The data obtained for each parameter were analyzed by F-Test (ANOVA) with a confidence level of 5%. Then a very real difference between individuals was obtained, so a further analysis was carried out in the form of the Duncan-Test. The results showed that POC administration had a positive effect on the growth of red okra and green okra. The best production of red-green okra was at a concentration of 9 mL / L (K3) with an average number of pods of 7.75 in red okra and 8.5 in green okra and had the highest wet weight and dry weight of red-green okra at a concentration of 9 mL / L.
2825131607E2A019016A Long Road of Local Governance in Indonesia: From
Indonesian Independence to Promulgation of Job Creation Law
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengkaji secara menyeluruh tata kelola pemerintahan daerah di Indonesia dari waktu ke waktu. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan lebih menelusuri data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian, kami dapat menyatakan bahwa pelaksanaan pemerintahan daerah telah menempuh jalan yang panjang dan terus berubah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang mengaturnya. Dinamika yang relatif menarik adalah Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 137 / PUU-XIII / 2015 menyatakan bahwa pembatalan perda adalah kewenangan Mahkamah Agung. Selain itu, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja sebenarnya mencabut beberapa kewenangan yang diberikan kepada daerah menjadi kewenangan tingkat pusat, meskipun Undang-undang tersebut bertujuan untuk mengoreksi peraturan perundang-undangan yang tumpang tindih.This study aims at examining and reviewing thoroughly the local governance in Indonesia from time to time. This research employed normative a juridical method by searching the secondary data more. According to the research, we may state that local governance implementation has taken a long road and continuous changes pursuant to the laws and regulations regulating it. The relatively interesting dynamics are that Constitutional Court Decision No. 137/PUU-XIII/2015 states that cancellation of local regulation is under the Supreme Court’s authority. In addition, Law No. 11 of 2020 concerning Job Creation actually revokes some authorities granted to local level to be that of the central level, although the Law aims at correcting overlapping laws and regulations.
2825231608C1A017013DAMPAK PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) TERHADAP PENDAPATAN DAN USAHA UMKM MIKRO DI BRI UNIT CIBINONGUsaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peranan penting dalam perekonomian di Indonesia. Dalam upaya pengembangan UMKM diperlukannya akses bagi pelaku UMKM untuk mengakses modal tambahan. Termasuk dalam hal ini, pengembangan pelaku UMKM Mikro nasabah Bank BRI Unit Cibinong. Tujuan penelitian adalah menganalisis perbedaan pendapatan pelaku UMKM Mikro nasabah Bank BRI Unit Cibinong yang menerima program Kredit Usaha Rakyat (KUR), sebelum dan sesudah menerima KUR. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi para pelaku UMKM Mikro nasabah Bank BRI Unit Cibinong dalam mengakses modal tambahan.
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini mencakup analisis statistik deskriptif dan analisis uji perbedaan. Analisis-analisis ini digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pendapatan pelaku UMKM Mikro nasabah Bank BRI Unit Cibinong yang menerima program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang signifikan antara sebelum dan sesudah menerima KUR.
Berdasarkan hasil penelitian, juga dapat diidentifikasi bahwa tidak ada kendala yang dihadapi para pelaku UMKM Mikro nasabah Bank BRI Unit Cibinong dalam mengakses modal tambahan. Serta diketahui pula bahwa para pelaku UMKM Mikro nasabah Bank BRI Unit Cibinong tidak merasakan kendala dalam mengakses program KUR itu sendiri.
Oleh karena adanya dampak positif yang signifikan yang diberikan oleh program KUR ini terhadap keberlangsungan usaha pelaku UMKM maka perlu adanya sosialisasi lebih lanjut dari otoritas terkait mengenai keberadaan program KUR ini. Kemudian, ada baiknya apabila para pelaku UMKM untuk memanfaatkan program KUR ini sebagai salah satu solusi pendanaan tambahan dalam melangsungkan usahanya. Kemudian, perlu adanya pengawasan lebih lanjut oleh pihak bank atau otoritas terkait terhadap pelaku UMKM yang menerima program KUR ini dalam hal penggunaan dana pinjaman, hal tersebut dilakukan agar tujuan dari program KUR ini yaitu sebagai alternatif akses permodalan untuk mengembangkan usaha pelaku UMKM dapat tercapai. Selanjutnya Oleh sebab besarnya manfaat dari program KUR ini yang mana salah satunya peningkatan pendapatan usaha maka perlu adanya perluasan dan kemudahan akses bagi pelaku UMKM dalam mengakses program KUR ini.
Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) have an important role in the economy in Indonesia. In the effort to develop UMKM, access is needed for MSMEs players to access additional capital. Including in this case, the development of MSMEs which is the customers of Bank BRI Cibinong Unit. The purpose of this research is to analyze the differences in income of MSMEs actors of customers of Bank BRI Cibinong Unit who receive the Kredit Usaha Rakyat (KUR) program, before and after receiving KUR. In addition, this study also identifies the constraints faced by MSMEs, customers of Bank BRI Cibinong Unit in accessing additional capital.
The analytical method used in this study includes descriptive statistical analysis and difference test analysis. These analyzes are used to answer research questions. The results showed that there was a significant difference in the income of MSMEs of customers of Bank BRI Cibinong Unit who received KUR program which was significant between before and after receiving KUR.
Based on the results of the study, it can also be identified that there are no obstacles faced by MSMEs, customers of Bank BRI Cibinong Unit in accessing additional capital. As well as it is also known that the MSMEs actors, customers of Bank BRI Cibinong Unit, do not feel any obstacles in accessing the KUR program itself.
Because of the significant positive impact given by this KUR program on the business continuity of MSMEs players, it is necessary to have further socialization from the relevant authorities regarding the existence of this KUR program. Then, it is better if MSMEs actors take advantage of this KUR program as an additional funding solution in running their business. Then, it is necessary to have further supervision by the bank or the relevant authorities of the MSEMs actors who receive this KUR program in terms of the use of loan funds, this is done so that the purpose of this KUR program, namely as an alternative access to capital to develop the business of MSMEs players can be achieved. Furthermore, because of the large benefits of this KUR program, one of which is an increase in business income, it is necessary to expand and facilitate access for MSMEs players in accessing this KUR program.
2825331609I1B017072GAMBARAN SIKAP ERGONOMI MAHASISWA PROFESI NERS
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Latar Belakang: Perawat merupakan salah satu profesi yang memiliki risiko tinggi terkena gangguan muskuloskeletal. Ergonomi mempelajari tentang hubungan antara manusia dan sistem, hal ini menjadi salah satu faktor penyebab gangguan muskuloskeletal. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran sikap ergonomi mahasiswa profesi Ners.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Jumlah sampel adalah 79 responden dengan teknik total sampling. Data diambil dengan kuesioner dan analisis univariat.
Hasil Penelitian: Mayoritas responden memiliki sikap ergonomi dengan kategori cukup (72,2%). Sebagian besar responden berusia remaja akhir (73,4%) dengan rentang usia 17-25 tahun. Mayoritas responden adalah perempuan lebih banyak dibanding laki-laki (69,6%). Kemudian, sebagian besar responden memiliki IMT normal (77,2%). Kebanyakan responden tidak memiliki riwayat keluarga berprofesi sebagai perawat (67,1%). Dari berbagai kelompok usia, remaja akhr memiliki sikap ergonomi cukup lebih tinggi (81,1%). Mayoritas responden dengan jenis kelamin perempuan memiliki sikap ergonomi cukup (76,3%). Sebagian besar responden dengan IMT normal memiliki sikap ergonomi cukup (73,7%). Selain itu, mayoritas responden yang tidak memiliki riwayat keluarga berprofesi perawat mempunyai sikap ergonomi yang cukup (77,3%).
Kesimpulan: Sebagian besar responden memiliki sikap ergonomi dengan kategori cukup.
Kata Kunci: Ergonomi, perawat, profesi Ners, sikap.
Background: Nursing is one of the professions that have a high risk of musculoskeletal disorder's. Ergonomics learn about the relationship between humans and the system, this becomes one of the factors causing musculoskeletal disorder's. This study aims to find out the description of ergonomic attitude of Ners professional students.
Method: Quantitative research with descriptive method. The number of samples was 79 respondents with total sampling techniques. The data was taken with questionnaire and analysed using univariate analysis.
Research Result: The majority of respondents had an ergonomic attitude with sufficient category (72.2%). Most respondents were in their late teens (73.4%) 17-25 years old. The majority of respondents were more women than men (69.6%). Then, most respondents had a normal BMI (77.2%). Most respondents had no family history of working as nurses (67.1%). The group of adolescents had a fairly higher ergonomics attitude (81.1%). The majority of respondents with female gender had sufficient ergonomics (76.3%). Most respondents with a normal BMI had sufficient ergonomics (73.7%). In addition, the majority of respondents who do not have a family history of nursing profession have sufficient ergonomics (77.3%).
Conclusion: Most respondents have ergonomic attitude with sufficient category.
Keywords: Ergonomics, nurses, profession Ners, attitude.
2825431611D1A016234Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Pakan Domba Berbasis Limbah Agroindustri yang Disuplementasi Urea dan Tepung Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L)Pakan berbasis limbah agroindustri cenderung memiliki kualitas nutrien yang rendah sehingga dapat mempengaruhi tingkat kecernaan dan produktivitas ternak. Pakan dengan kualitas rendah dapat diatasi dengan pemberian urea dan kembang sepatu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik pakan domba berbasis limbah agroindustri yang disuplementasi urea dan tepung kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L). Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu domba lokal jantan berumur ± 8 bulan sebanyak 15 ekor dengan rataan bobot sebesar 13 ± 1,1 kg. Pakan perlakuan berupa formula pakan berbasis limbah agroindustri yang terdiri dari klobot jagung, kulit nanas, kulit durian, ampas teh, roti afkir, limbah soun, mineral mix, molases, bunga kembang sepatu, urea, serta air minum. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan ulangan sebanyak 5 kali. Perlakuan yang diuji terdiri dari R1: Pakan basal berbasis limbah agroindustri + 0% kembang sepatu + 2% urea (formula 1); R2: Pakan basal berbasis limbah agroindustri + 0,1% kembang sepatu + 2,5% urea (formula 2); R3: Pakan basal berbasis limbah agroindustri + 0,2% kembang sepatu + 3% urea (formula 3). Hasil penelitian diperoleh rataan kecernaan bahan kering pada perlakuan R1: 76,92 ± 2,20%; R2: 76,17 ± 3,04%; dan R3: 76,43 ± 1,30%. Sedangkan rataan kecernaan bahan organik pada perlakuan R1: 81,21 ± 1,88%; R2: 80,46 ± 2,67%; dan R3: 80,81 ± 1,15%. Berdasarkan hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Kesimpulan penelitian ini adalah bahan pakan berbasis limbah agroindustri yang disuplementasi urea dan tepung kembang sepatu tidak memberikan perbedaan yang bermakna secara statistik meskipun memiliki nilai kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik yang tinggi.Agro-industrial by-product feed tends to have low nutrient quality, thus affecting the digestibility and productivity of livestock. The Low-quality feed can be solved by adding urea and Chinese hibiscus. This research aimed to understand and study the digestibility of dry matter and the digestibility of organic matter sheep feed ingredients based on agro-industrial by-product supplemented with urea and Chinese hibiscus (Hibiscus rosa-sinensis L). The materials of the research used 15 male local sheep aged ± 8 months with an average body weight of 13 ± 1.1 kg. The treatments researched were in the form of agro-industrial by-product feed formula consist of corn husk, pineapple skins, durian skin, tea dergs, dried bread, vermicelli waste, mineral mix, molasses, Chinese hibiscus, urea, and drinking water. This research used a Completely Randomized Design (CRD) with 3 treatments and 5 repititions. The treatments were R1 : Basal feed based on agro-industrial by-product + 0% Chinese hibiscus + 2% urea (formula 1); R2 : Basal feed based on agro-industrial by-product + 0.1% Chinese hibiscus + 2.5% urea (formula 2); R3 : Basal feed based on agro-industrial by-product + 0.2% Chinese hibiscus + 3% urea (formula 3). The result of the research showed that the average digestibility of dry matter in the treatments were R1 : 76.92 ± 2.20%; R2: 76.17 ± 3.04%; and R3: 76.43 ± 1.30%. And the average digestibility of organic matter in the treatments were R1: 81.21 ± 1.88%; R2: 80.46 ± 2.67%; and R3: 80.81 ± 1.15%. Based on the analysis of variance present that the given treatment is not proved (P>0.05) on the digestibility of dry matter and organic matter. This research concluded that agro-industrial by-product feed supplemented with urea and Chinese hibiscus flour do not provide a statistically of dry mattter and organic matter is high.
2825531612F1D013048STRATEGI PEMENANGAN MASKUN FUADY DALAM PEMILIHAN KEPALA DESA KUTASARI TAHUN 2019Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan Strategi Pemenangan Maskun Fuady dalam Pemilihan Kepala Desa Kutasari Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus dalam bingkai prespektif strukturalis dan paradigma konstruktivisme. Hasil dari penelitian ini adalah Maskun Fuady melakukan berbagai strategi pemenangan yang berhasil memperoleh kedudukan sebagai kepala Desa Kutasari. Strategi pemenangan yang dilakukan Maskun mulai dengan melakukan penerapan tiga tahapan dalam marketing politik yakni, segmentasi yaitu dengan menjadikan pemilih rasional dan pemilih tradisional sebagai segmen utamanya karena sesuai dengan karakteristik masyarakat Desa Kutasari. Kemudian, tahapan berikutnya yaitu sasaran, dimana Maskun menjadikan kelompok usia produktif, kelompok pemberdayaan dan pemilih rasional yang menjadi sasaran utamanya, karena dianggap dapat memberi pengaruh terhadap masyarakat Kutasari lainnya dalam memberikan dukungan terhadap Maskun, terutama terkait masyarakat pemilih pragmatis yang dinggap menarik untuk dapat merubah pola pikir kelompok tersebut menjadi kelompok rasional. Lalu yang terakhir adalah positioning politik yakni Maskun membangun image atau citra politik sebagai pelayan masyarakat dan merupakan calon kepala desa dari kalangan masyarakat kelas bawah serta membangun citra sebagai sosok yang merangkul dan membaur dengan masyarakat. Ada beberapa faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksaan strategi pemenangan tersebut. Fartor pendukungnya yaitu aktif dalam kegiatan desa, pemberdayaan desa, atau pemerintahan desa. Selain itu harus merakyat untuk bisa berbaur dengan masyarakat banyak. Sedangkan faktor penghambatnya iyalah minimnya dana kampanye.This research article aims to understand and describe Maskun Fuady's winning strategy in the Kutasari Village Head Election 2019. This research uses qualitative methods and a case study approach within a structuralist perspective and constructivist paradigm. The tradition of this research is that Maskun Fuady carried out various winning strategies which succeeded in gaining a position as the head of Kutasari Village. The winning strategy undertaken Maskun is started by implementing three step in political marketing. The first step is segmentation, by making rational voters and traditional voters as the main segments because it suits characteristics of the Village community Kutasari. Then, the next step called target, where Maskun make the productive age group, empowerment group and rational voters the main target, because they are considered to have an influence on society Kutasari others in providing support to Maskun, especially related to the pragmatic voter community that considered it is interesting to be able to change the mindset of the group into a rational group. Then the last is political positioning namely Maskun to build an image or political image as a public servant and a candidate for village head from among the lower classes and build an image as a figure who embraces and mingles with the community. There are several supporting and inhibiting factors in implementing the winning strategy. His supporters are active in village activities, village empowerment, or village governance. In addition, people must be able to mingle with the community at large. Meanwhile, the inhibiting factor is the lack of campaign funds.
2825631614I1C016012FORMULASI SEDIAAN NANOEMULSI EKSTRAK ETANOL DAUN NAGASARI (Messua ferrea L.) DENGAN MINYAK ZAITUN (Extract Virgin Olive Oil) SEBAGAI FASE PEMBAWA
Latar Belakang : Nagasari (Messua ferrea L.) merupakan tanaman yang memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang kurang baik ketika diabsorbsi. Sediaan nanoemulsi dapat meningkatkan bioavaibilitas yang buruk dalam tubuh karena memiliki ukuran partikel yang berukuran nano. Fase minyak yang akan digunakan akan mempengaruhi sediaan nanoemulsi. Minyak zaitun (virgin olive oil) mengandung asam oleat tinggi yang memiliki kemampuan self-emulsifying tinggi dan kapasitas pelarutan obat yang besar.

Metodologi : Pembuatan nanoemulsi dilakukan dengan menggunakan metode emulsifikasi dengan sonikator. Parameter sifat fisik dan stabilitas yang diamati yaitu organoleptis, homogenitas, pH, tipe emulsi, viskositas, persen transmitan, ukuran partikel dan zeta potensial. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik.

Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi minyak virgin olive oil akan mempengaruhi sifat fisik dan stabilitas sediaan nanoemulsi. Formula II memiliki sifat fisik dan stabilitas sediaan nanoemulsi yang paling baik dilihat dari ukuran partikelnya dan stabil selama penyimpanan.

Kesimpulan : Secara statistik terdapat perbedaan yang signifikan pada masing-masing formula. Formula II dapat dikatakan formula yang paling baik karena stabil selama penyimpanan.
Background: Nagasari (Messua ferrea L.) has a low secondary metabolite compound when it is absorbed. In consequence produce a poor bioavaibility. Nanoemulsion preparations can increase bioavailability in a body because they have nano-sized particles. The oil phase affects a nanoemulsion preparation. Olive oil (virgin olive oil) bear a high oleic acid that have a high ability of self-emulsifying and large drug dissolving capacity.

Methods : The nanoemulsion was prepared using the emulsification method with sonicators. Evaluation of nanoemulsion preparations used a organoleptic test, pH test, emulsion type test, viscosity test, percent transmittance test, particle size test, and zeta potential test. The data obtained were analyzed with statistics.

Result : The results showed that the variation in the concentration of virgin olive oil would affect the physical properties and stability of the nanoemulsion preparation. Formula II has the best physical properties and stability of the nanoemulsion preparation from its particle size and is stable during storage.

Conclusion: There was no statistically significant difference in each formula. Formula II can be said to be the best formula because it is stable during storage
2825731615F1A017066Entrepreneurial Perception and Motivation of Vocational High School Students in PurwokertoPenelitian ini bertujuan menggambarkan persepsi tentang wirausaha dan motivasi berwirausaha siswa SMK di Purwokerto. Hal ini dilatarbelakangi peningkatan jumlah pengangguran di Indonesia dan ketidaksiapan sumber daya manusia untuk bersaing di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat. Sayangnya, pendidikan kejuruan yang seharusnya menyiapkan tenaga kerja yang terampil justru memiliki sistem pendidikan yang tidak lagi relevan. Penelitian ini menggunakan metode survai dengan lokasi penelitian di SMKN 1 dan SMKN 2 Purwokerto. Adapun sasaran penelitian ini adalah siswa kelas 12 SMK. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Sementara itu, metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif yang disajikan dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 165 responden memiliki persepsi yang positif tentang wirausaha. Sementara itu, sebanyak 167 responden memiliki motivasi berwirausaha yang tinggi. Namun demikian, mereka tetap memilih mencari kerja sebagai orientasi hidup pasca lulus SMK dikarenakan masih tidak siap untuk terjun langsung ke dunia wirausaha.This research aims to describe the entrepreneurial perception and motivation of vocational high school students in Purwokerto. The topic is mainly brought by the increasing unemployment rate in Indonesia and the unreadiness of human resources to compete in the work field. However, the vocational education that should have prepared and produced skilled labor has become no longer relevant according to the market demand. This research design is the survey method to examine vocational high school students' entrepreneurial perception and motivation at SMKN 1 and SMKN 2 Purwokerto. The author randomly took the twelfth grader as the sample. To analyze the data, the author used the descriptive method by using frequency distribution to display the frequency of various selection outcomes. The result shows that 165 respondents possess a positive entrepreneurial perception. On the other side, 167 respondents have high entrepreneurial motivation. Nonetheless, most of the students still choose to look for a job over setting up a business due to the unreadiness of encountering challenges in the entrepreneurial world.
2825831619J1D016045KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL CATATAN JUANG KARYA FIERSA BESARI SEBAGAI PEMBELAJARAN ANALISIS PESAN BUKU FIKSI SMA KELAS XI
Penelitian ini berjudul “Konflik Batin Tokoh Utama dalam Novel Catatan Juang Karya Fiersa Besari sebagai Pembelajaran Analisis Pesan Buku Fiksi SMA Kelas XI”. Konflik batin tokoh dalam novel dipelajari melalui psikologi sastra yang memanfaatkan teori-teori kejiwaan untuk mengetahui apa yang disajikan dalam karya sastra secara mendalam. Penelitian ini mendeskripsikan bentuk dan penyelesaian konflik batin dalam novel Catatan Juang karya Fiersa Besari, serta mendeskripsikan relevansinya dengan pembelajaran sastra di SMA. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data kualitatif dalam penggalan kalimat dalam novel Catatan Juang karya Fiersa Besari. Data kualitatif diperoleh dengan teknik baca dan catat dengan menerapkan pembacaan heuristik dan hermeneutik. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan ada 23 data. Dua data id, 13 data ego, serta 8 data pada superego dalam novel Catatan Juang karya Fiersa Besari. Kemudian dalam penyelesaian konflik batin terdapat 10 data yaitu, mekanisme pertahanan represi sebanyak 1 data, mekanisme pertahanan rasionaliasi sebanyak 7 data, mekanisme pertahanan proyeksi sebanyak 1 data, serta mekanisme pertahanan pemindahan sebanyak 1 data. Hasil penelitian ini direlevansikan dengan pembelajaran bahasa Indonesia kelas XI mengenai analisis pesan dari satu buku fiksi yang dibaca karena banyak terdapat nilai moral dan nilai kehidupan serta sesuai dengan latar belakang budaya.This research is entitled "The Inner Conflict of the Main Character in the Novel Catatan Juang by Fiersa Besari as Learning Analysis of Fiction Book Messages Class XI Senior High School. The inner conflicts of characters in novels are studied through literary psychology, which utilizes psychological theories to find out what is presented in literary works in depth. This study describes the form and resolution of inner conflicts in the novel Catatan Juang by Fiersa Besari, and describes its relevance to literature learning in high school. The data obtained in this study are qualitative data in sentence fragments in the novel Catatan Juang by Fiersa Besari. Qualitative data were obtained by reading and note-taking techniques by applying heuristic and hermeneutic readings. Based on the research results, it was found that there were 23 data. Two id data, 13 ego data, and 8 data on the superego in Catatan Juang Fiersa Besari's. Then in the settlement of inner conflicts there are 10 data, namely, 1 repression defense mechanism, 7 data rationalization defense mechanism,1 data projection defense mechanism, and 1 data transfer defense mechanism. The results of this study are relevant to learning Indonesian in class XI regarding message analysis from a fiction book that is read because there are many moral and life values and according to cultural backgrounds.
2825931620J1D016042ANALISIS KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL MARIANNE KARYA RISA SARASWATI DAN RELEVANSINYA TERHADAP PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA DI SMAKepribadian tokoh penting dalam karya sastra yang diciptakan oleh pengarang. Pembaca dapat menjadikan kepribadian setiap tokoh sebagai teladan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kepribadian tokoh utama dalam novel Marianne berdasarkan teori Sigumund Freud, faktor yang melatarbelakangi munculnya aspek psikologi pada tokoh utama pada novel Marianne, serta relevansi novel Marianne karya Risa Saraswati dengan pembelajaran apresiasi sastra di SMA kelas XII. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian novel Marianne karya Risa Saraswati. Penelitian ini difokuskan pada permasalahan berkaitan dengan kepribadian tokoh utama menggunakan teori psikologi sastra. Pengumpulan data dilakukan dengan membaca keseluruhan novel, mencatat bagian penting, kemudian mengklasifikasikan data dengan menggunakan teori yang digunakan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 10 data kepribadian yang termuat dari 3 bidang teori kepribadian Sigmund Freud, yaitu berdapat 4 data id, 2 data ego, dan 4 data superego, artinya tokoh pada novel seimbang dalam menggunakan id dan superego dalam kehidupannya. Terdapat 2 faktor yang melatarbelakangi munculnya kepribadian tokoh utama pada novel Marianne, yaitu 5 data fakor internal dan 2 data faktor eksternal. Novel yang digunakan dalam penelitian ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XII pada Kompetensi Dasar 3.9 Menganalisis isi dan kebahasaan novel.
The personality of an important figure in the literary work created by the author. Readers can make the personality of each character as a role model. This study aims to describe the personality of the main character in Marianne's novel based on Sigumund Freud's theory, the factors behind the psychological aspects of the main character in Marianne's novel, and the relevance of Risa Saraswati's Marianne novel with literary appreciation learning in XII grade high school. This research is a descriptive qualitative research with the research subject of the novel Marianne by Risa Saraswati. This research is focused on problems related to the personality of the main character using psychological theory. Data collection is done by reading the whole novel, noting the important parts, then classifying the data using the theory used.
The results showed that there were 10 personality data contained in the 3 areas of Sigmund Freud's personality theory, namely 4 id data, 2 ego data, and 4 superego data, namely characters in novels who were balanced in using id and superego in their lives. There are 2 factors behind the main personality characters in Marianne's novel, namely 5 internal factor data and 2 external factor data. The novel used in this study can be used as a medium for learning Indonesian for class XII in Basic Competence 3.9. Analyzing the contents and language of the novel.
2826030856J1C015022ANALISIS STRUKTURAL NOVEL YAMA NO OTO
KARYA YASUNARI KAWABATA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang struktur dalam novel Yama no Oto karya Kawabata Yasunari. Penelitian ini menjelaskan unsur intrinsik dengan menggunakan kajian struktural. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yaitu metode yang menggambarkan atau melukiskan gejala dan fakta secara sistematis dengan menggunakan teknik simak dan catat. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa cerita yang bersumber dari novel Yama no Oto karya Kawabata Yasunari. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan kesimpulan bahwa (a) penokohan dalam novel menggunakan penokohan sesuai kadar keutamaannya yaitu tokoh utama dan tokoh tambahan; (b) latar dalam novel menggunakan latar tempat di Jepang yaitu di desa Kamakura, latar waktu menggunakan penanda waktu, latar sosialnya yaitu kehidupan masyarakat Jepang; (c) alur yang digunakan dalam novel adalah alur campur; (d) tema dalam novel adalah sosial; (e) sudut pandang dalam novel adalah menggunakan sudut pandang orang ketiga serba tahu. (f) amanat dalam novel adalah seburuk-buruknya orang tua rasa kasih sayang orang tua kepada anak tidak akan berhenti begitu saja dan amanat lainnya adalah tetaplah kompak dan saling membantu, jangan ada rahasia dalam berumah tangga.This study aims to describe the structure in the novel Yama no Oto by Kawabata Yasunari. This study explains the intrinsic elements by using structural studies. The method used in this research is a qualitative descriptive method, namely a method that describes or describes the symptoms and facts systematically using the observation and note technique. The data used in this study are stories from the novel Yama no Oto by Kawabata Yasunari. Based on the results of data analysis, it is concluded that (a) characterizations in the novel use characterizations according to their level of virtue, namely the main characters and additional characters; (b) the setting in the novel uses a place in Japan, namely in the village of Kamakura, the time setting uses a time marker, the social setting is the life of the Japanese people; (c) the plot used in the novel is a mixed plot; (d) the theme in the novel is social; (e) the point of view in the novel is to use a knowledgeable third person point of view. (f) the message in the novel is that at worst parents' love of parents for children will not just stop and another mandate is to remain compact and help each other, there should be no secrets in the household.