Artikelilmiahs
Menampilkan 28.361-28.380 dari 50.150 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 28361 | 31717 | F1A014096 | Peran Komunitas Keluarga Buruh Migran (KKBM) dalam Pemberdayaan Ekonomi Keluarga di Desa Banteran Kecamatan Sumbang | Banyaknya kasus permasalahan Pekerja Migran Indonesia baik di negara tujuan maupun di negara asal menjadi alasan dibentuknya organisasi Komunitas Keluarga Buruh Migran (KKBM) oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) yang sekarang telah berubah nama menjadi Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Penelitian ini dilakukan: Untuk mengetahui peran Komunitas Keluarga Buruh Migran (KKBM) dalam melakukan pemberdayaan ekonomi terhadap para mantan pekerja migran indonesia yang ada di Desa Banteran Kecamatan Sumbang. Untuk mengetahui bentuk pemberdayaan ekonomi Komunitas Keluarga Buruh Migran (KKBM). Untuk mengetahui kendala pemberdayaan ekonomi yang dilakukan Komunitas Keluarga Buruh Migran (KKBM). Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Sasaran utama dalam penelitian ini adalah anggota Komunitas Keluarga Buruh Migran (KKBM) dengan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa Komunitas Keluarga Buruh Migran (KKBM) memiliki beberapa peran dalam pemberdayaan ekonomi yaitu, Membantu anggota KKBM dalam bidang ekonomi, menumbuhkan jiwa berwirausaha sehingga menekan keinginan untuk kembali bekerja ke luar negeri, sebagai tempat silaturahmi dan berbagi ilmu pengetahuan. Bentuk kegiatan pemberdayaan ekonomi yang dilakukan oleh Komunitas Keluarga Buruh Migran (KKBM) adalah pelatihan kewirausahaan budidaya jamur tiram. Kegiatan pelatihan dilakukan dalam rangka menumbuhkan jiwa wirausaha para mantan pekerja migran indonesia sehingga mampu mandiri serta mengurangi niat untuk kembali bekerja ke luar negeri. Kendala yang dialami oleh Komunitas Keluarga Buruh Migran (KKBM) dalam melakukan pemberdayaan seperti adanya rasa takut gagal dalam diri anggota, faktor iklim, kurangnya semangat anggota, adanya hama dan kurangnya modal. Pelaksanaan kegiatan pemberdayaan ekonomi Komunitas Keluarga Buruh Migran (KKBM) masih terbilang kurang berjalan dengan maksimal karena tidak adanya transparansi anggaran produksi yang jelas membuat para anggota memutuskan untuk keluar yang menyebabkan berhentinya produksi jamur tiram. Komunitas Keluarga Buruh Migran (KKBM) akan dapat berkembang dengan maksimal apabila adanya pendampingan dari pemerintah daerah dan adanya transparansi keuangan yang jelas sehingga mampu menciptakan pekerja migran indonesia maupun keluarganya yang mandiri melalui program pemberdayaannya. Kata kunci: peran, kkbm, pekerja migran indonesia, pemberdayaan ekonomi | The number of cases of problems for Indonesian Migrant Workers both in the destination country and in the country of origin is the reason for the formation of the Migrant Worker Family Community (KKBM) by the National Agency for Placement and Protection of Indonesian Workers (BNP2TKI) which has now changed its name to the Indonesian Migrant Workers Protection Agency (BP2MI) . This research was conducted: To determine the role of the Migrant Worker Family Community (KKBM) in carrying out economic empowerment of former Indonesian migrant workers in Banteran Village, Sumbang District. This is to determine the form of economic empowerment for the Migrant Worker Family Community (KKBM). This is to find out the obstacles to economic empowerment carried out by the Migrant Worker Family Community (KKBM). The research was conducted using descriptive qualitative methods. The main targets in this study were members of the Migrant Worker Family Community (KKBM) with a purposive sampling technique. Data collection methods in this study using interviews, observation and documentation. The results of this study explain that the Migrant Worker Family Community (KKBM) has several roles in economic empowerment, namely, helping members of the Migrant Worker Family Community (KKBM) in the economic field, fostering an entrepreneurial spirit so as to suppress the desire to return to work abroad, as a place of friendship and share knowledge. The form of economic empowerment activities carried out by the Migrant Worker Family Community (KKBM) is entrepreneurial training in oyster mushroom cultivation. Training activities are carried out in order to foster the entrepreneurial spirit of former Indonesian migrant workers so that they are able to be independent and reduce the intention to return to work abroad. Constraints experienced by the Migrant Worker Family Community (KKBM) in carrying out empowerment such as fear of failure in members, climate factors, lack of enthusiasm for members, presence of pests and lack of capital. The implementation of economic empowerment activities for the Migrant Worker Family Community (KKBM) is still not running optimally because there is no clear transparency of the production budget that makes members decide to leave which causes the cessation of oyster mushroom production. The Migrant Worker Family Community (KKBM) will be able to develop optimally if there is assistance from the local government and there is clear financial transparency so as to be able to create independent Indonesian migrant workers and their families through their empowerment program. Keywords: role, kkbm, Indonesian migrant workers, economic empowerment | |
| 28362 | 31719 | F2A016008 | Implementasi Pembangunan Kawasan Perdesaan Di Kecamatan Wadaslintang Kabupaten Wonosobo Studi Kasus Pembangunan Kawasan Perdesaan “Kusalamo” Kecamatan Wadaslintang Kabupaten Wonosobo | Penelitian ini mengkaji implementasi kebijakan pembangunan kawasan perdesaan di Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo. Pembangunan Kawasan Perdesaan merupakan salah satu program yang didanai oleh Kabupaten, Provinsi/ Pemerintah Pusat untuk urusan urusan yang tidak mampu dilakukan oleh desa. Pembangunan Kawasan Perdesaan hadir sebagai salah satu jawaban terhadap kenyataan bahwa ketimpangan antara desa dengan kota merupakan suatu problema yang harus segera diatasi. Tingginya angka kemiskinan di desa dibandingkan dengan kota, keterbatasan fasilitas fisik maupun non fisik, akses perekonomian tidak memadai dan pengembangan potensi lokal yang belum optimal merupakan beberapa dari sekian banyak permasalahan nyata yang dihadapi desa dan perlu sentuhan multi stakeholder untuk menanganinya. Implementasi kebijakan dalam membangun wilayah perdesaan menjadi salah satu fokus bagi pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membangun kawasan perdesaan. Isu pembangunan berkelanjutan (Sustainaility Development Goals) selalu bermuara dari desa sebagai pusat awal pengambilan kebijakan. Eksistensi kawasan perdesaan di Indonesia pada dasarnya memiliki peran krusial dalam pembangunan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif. Hasil penelitian ini mengacu pada dua hal yaitu kontek kebijakan dan konten kebijakan. Dimana dalam kontek kebijakan pembangunan kawasan pedasaan meliputi aspek kepemimpinan dan pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kebijakan, strategi pelaksanaan kebijakan, peranan lembaga dan karakteristik birokrasi. Sedangkan untuk aspek konten kebijakan melihat pada aspek sosial ekonomi, sosial budaya, dan pengembangan jaringan sarana dan prasarana pendukung dalam pembangunan kawasan pedesaan. | This study examines the implementation of rural area development policies in Wadaslintang sub-district, Wonosobo district. Rural Area Development is one of the programs funded by the Regency, Province / Central Government for affairs that the village cannot afford to do. Rural Area Development is present as an answer to the fact that inequality between villages and cities is a problem that must be addressed immediately. High poverty rates in villages compared to cities, limited physical and non-physical facilities, inadequate economic access and sub-optimal development of local potential are some of the many real problems faced by villages and need a multi-stakeholder touch to deal with them. The implementation of policies in developing rural areas is one of the focuses for the government in improving the welfare of the community in the village. One of the efforts made is by building rural areas. Sustainable development issues (Sustainaility Development Goals) always originate from the village as the initial center for policy making. The existence of rural areas in Indonesia basically has a crucial role in development. This research research method used in this research is a qualitative method. Data collection was carried out by in-depth interviews, observation and documentation.The data analysis method used is an interactive analysis model. The results of this study refer to two things, namely the policy context and policy content. Where in the context of rural area development policies include aspects of leadership and parties involved in policy implementation, policy implementation strategies, the role of institutions and characteristics of the bureaucracy. Meanwhile, the aspect of policy content looks at the socio-economic, socio-cultural aspects, and the development of a network of supporting facilities and infrastructure in the development of rural areas. | |
| 28363 | 31720 | C2A018016 | PENGARUH KONSUMSI ENERGI DAN ENERGI TERBARUKAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA | ABSTRAK Pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang stabil, sedangkan pertumbuhan konsumsi energi menunjukkan bahwa trend pertumbuhan yang menurun. Namun penelitian terdahulu menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara konsumsi energi dengan pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konsumsi bahan bakar minyak, gas, listrik, biomassa, infrastruktur jalan, angka harapan hidup, dan rata-rata lama sekolah terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia tahun 1990-2019. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dan analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan data time series dari tahun 1990-2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi energi bahan bakar minyak, gas, listrik, biomassa, dan rata-rata lama sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia tahun 1990-2019. Sementera itu, infrastruktur jalan dan angka harapan hidup tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia tahun 1990-2019. Rekomendasi penelitian 1) perlunya peningkatan cadangan energi dengan cara menambah sumber-sumber energi dan pembangunan infrastruktur untuk mendukung ketersedian dan pasokan energi. 2) perlu ditingkatkan kualitas pendidikan melalui pemberian beasiswa, perbaikan infrastruktur fisik dan tenaga pendidik. | ABSTRACT Economic growth in Indonesia shows stable growth, while energy consumption growth indicates a declining growth trend. However, previous research shows that energy assumptions had a positive and significant effect on economic growth. This study aims to analyze the effect consumption of fuels oil, gas, electricity, biomass, road infrastructure, life expectancy, and average length of schooling on economic growth in Indonesia at 1990-2019. This type of research is quantitative and data analysis uses multiple linear regression with a time series data approach from 1990-2019.The results showed that the consumption of fuel oil, gas, electricity, biomass, and the average school year had a positive and significant effect on economic growth in Indonesia at 1990-2019. Meanwhile, road infrastructure and life expectancy have no effect on economic growth in Indonesia at 1990-2019.Research implications 1) the need to increase energy reserves such as oil fuel, gas, electricity, biomass by adding energy sources and building infrastructure to support energy availability and supply.m2) it is necessary to improve the quality of education in Indonesia through the provision of scholarships, improvement of educational facilities and infrastructure and improvement of the quality of the teaching staff, so as to encourage increased creativity and productivity of each individual. | |
| 28364 | 41704 | I1C019064 | Analisis Bioinformatika Senyawa Andrografolid Sebagai Antikanker Karsinoma Sel Skuamosa Pada Serviks | Kanker menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia dengan permasalahan pada terapinya. Andrografolid, senyawa yang diisolasi dari Andrographis panniculata menunjukkan aktivitas antikanker yang luas. Adanya bioinformatika dapat membantu mengidentifikasi target terapi andrografolid pada kanker serviks. Analisis bioinformatika dilakukan dengan mengiriskan gen kanker dan gen yang diregulasi andrografolid, analisis geneontology, analisis KEGG pathway dan molecular docking. Delapan puluh tiga target gen potensial terdientifikasi dan analisis geneontology dan KEGG pathway menguak keterlibatannya dalam kanker. Studi literatur mengerucutkan gen lebih lanjut dengan 3 kandidat gen untuk docking yaitu MAPK3, MMP9 dan JAK2. Energi ikatan antara andrografolid dengan MAPK3, MMP9 dan JAK2 dalam kkal/mol berturut-turut adalah -9,954, -9,470 dan -8,482, sedangkan kontrol didapatkan -10,050, -9,459 dan -9,422. Andrografolid berinteraksi dengan beberapa asam amino kunci, yaitu Ile48 dan Tyr53 pada MAPK3, His230, His236, Pro246 dan Met247 pada MMP9 dan Leu983 pada JAK2. | Cancer is the world’s leading cause of death with a few drawbacks in its treatment. Andrographolide, a natural substance isolated from Andrographis panniculata has been shown to have broad anticancer activity. Bioinformatics can help identify andrographolide’s therapeutic target in cervical cancer. Bioinformatics analysis was done by intersecting cancer genes and genes regulated by andrographolide, geneontology analysis, KEGG pathway analysis and molecular docking. Eighty three potential target genes were identified and geneontology and KEGG pathway analysis revelaed their role in cancer. Literature study further narrowed 3 genes probable to be docked, MAPK3, MMP9 and JAK2. Binding energies in kcal/mol between andrographolide and MAPK3, MMP9 and JAK2 were -9,954, -9,470 and -8,842 respectively, while control binding energy were -10,050, -9,459 and -9,422. Andrographolide was shown to interact with key amino acid, Ile48 and Tyr53 in MAPK3, His230, His236, Pro246 and Met247 in MMP9 and Leu983 in JAK2. | |
| 28365 | 31721 | H1F013005 | GEOLOGI DAN ANALISIS DAYA DUKUNG TANAH PADA JEMBATAN KALIGINTUNG DESA TEGALPINGEN KABUPATEN PURBALINGGA JAWA TENGAH | Pembangunan fasilitas umum, khususnya jembatan merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat guna mempermudah masyarakat dalam sektor transportasi. Untuk perencanaan dan pembangunan jembatan tersebut diperlukan kajian geologi teknik guna mendapatkan informasi keteknikan tanah dan daya dukung tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kondisi geologi daerah penelitian dan melakukan analisis daya dukung tanah pada pembangunan jembatan kaligintung yang bertempat di desa Tegalpingen Purbalingga. Penelitian lapangan meliputi pemetaan geologi permukaan, dan pengambilan data lapangan berupa sampel batuan, dan sampel tanah. Analisis laboratorium meliputi analisis petrografi dan analisis tanah meliputi kadar air, berat jenis, batas-batas atterberg, ukuran butir, dan geser langsung. Analisis daya dukung tanah menggunakan metode Terzaghi untuk data hasil laboratorium dan metode Meyerhof untuk data SPT. Hasil penelitian geologi yaitu daerah penelitian terdiri dari 3 satuan geomorfologi yaitu Satuan Dataran Fluvial (F4), Satuan Perbukitan Denudasional (D1), dan Satuan Perbukitan Struktural (S1), sementara stratigrafi daerah penelitian terbagi menjadi 5 satuan dari yang tertua yaitu Satuan Perselingan Batupasir Batulempung, Satuan Batulempung Sisipan Batupasir, Satuan Perselingan Batupasir Batulempung yang yang merupakan bagian dari Formasi Kalibiuk berumur Pliosen, Satuan Breksi yang merupakan bagian dari Anggota Lempung Formasi Ligung berumur Plistosen, dan Satuan Endapan Aluvial yang berumur Holosen. Berdasarkan analisis daya dukung tanah dengan metode Terzaghi untuk data hasil laboratorium diperoleh daya dukung izin sebesar (ST-01) 384,85053 t/m2, (ST-02) 937,5417639333 t/m2, (ST-03) 626,2238644554 t/m2, (ST-04) 1941,7229491 t/m2. Sedangkan dengan metode Meyerhof didapat daya dukung izin sebesar (BH-2.1) 334,5994 t/m2, dan (BH-2.2) 355,920256 t/m2 untuk data SPT. | The public facilities construction, especially bridges is one of the government’s efforts to improve community welfare in order to make it easier for transportation in public. For planning and development bridge, a geological engineering study is required to obtain information on soil engineering and soil bearing capacity. This research is aimed to explain the geological condition of the reaserch area and to analyze the soil bearing capacity in the construction of the Kaligintung bridge which is located in the Tegalpingen area, Purbalingga district. The field research consisted of surface geological mapping and the field data such as rock samples and soil samples. The laboratory analysis consisted of soil water content, specific soil weight, atterberg boundaries, grain size, and direct shear. Terzaghi method used to analyze soil laboratory result, while Meyerhof method used to analyze the SPT in order to analysis soil bearing capacity. This research showed that geomorphology can be divided into 3 units, such as Fluvial Plains Unit (F4), Denudational Hill Unit (D1), and Structural Hill Unit (S1); meanwhile the stratigraphy of the study area divided into 5 units from the oldest are interbedded sandstone claystone unit consistently above claystone with intercalated sandstone unit are part of Kalibiuk Formation is deposited in the Pliocene, breccia unit was deposited in Plistocene and part of Clay Members of the Ligung Formation, last is alluvial unit was deposited during the Holocene. According to the analysis of soil bearing capacity used Terzaghi Method for laboratory result the allowable bearing capacity are (ST-01) 384,85053 t/m2, (ST-02) 937,5417639333 t/m2, (ST-03) 626,2238644554 t/m2, (ST-04) 1941,7229491 t/m2. Meanwhile, allowable bearing capacity by Meyerhof are BH-2.1) 334,5994 t/m2, dan (BH-2.2) 355,920256 t/m2 for the SPT. | |
| 28366 | 31722 | H1F013009 | GEOLOGI DAERAH PEPEDAN DAN SEKITARNYA KECAMATAN KARANGMONCOL KABUPATEN PURBALINGGA JAWA TENGAH | Ilmu geologi memiliki peran penting dikalangan masyarakat luas, terutama mengenai kondisi geologi yang bekerja dan berkembang pada suatu daerah. Dengan mempelajari hal ini diharapkan dapat mengetahui potensi positif dan negatif yang yang merupakan hasil dari proses geologi itu sendiri. Daerah penelitian berada di Daerah Pepedan , Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Pengolahan data dilakukan dengan pengamatan lapangan, analisis laboratorium berupa sayatan geologi, dan pengamatan geolistrik. Geomorfologi daerah penelitian terbagi menjadi dua satuan dengan menggunakan Klasifikasi Van Zuidam (1985), yaitu Satuan Perbukitan Struktural (S1) Satuan Perbukitan Antiklin (S9) dan Satuan Dataran Fluvial (F1). Stratigrafi daerah penelitian terbagi menjadi tiga satuan dari yang tua ke muda, Satuan Batulempung, Satuan Batupasir, dan Satuan Breksi. Penarikan satuan dibantu dengan adanya analisis geolistrik yang dapat menunjukan profil batuan bawah permukaaan yang mana setelah di lakukan korelasi pada beberapa titik geolistrik dapat diperkirakan pelamparan dari batuan-batuan dominan tersebut. Sejarah geologi penelitian dimulai pada kala Pliosen terbentuk Satuan Batulempung dan Satuan Batupasir, pada kala ini tektonik dan aktivitas gunung api relatif lemah, dan ini juga mempengaruhi lingkungan pengendapan yang mana pada kala ini terjadi proses regresi. Kemudian pada kala Plistosen awal tektonik mulai kembali aktif dan terjadi proses pengangkatan yang menjadikan lingkungan laut menjadi dominan lingkungan darat. Selang berapa waktu pada kala plistosen terbentuklah satuan breksi karena adanya longsoran sehingga terbentuk endapan dengan mekanisme gravitasi, satuan ini tergolong endapan lahar Gunung Slamet distal karena letaknya jauh dari sumber | Geology has an important role in society, especially the geological conditions that work and develop in an area. By studying geology, we will know the positive and negative potential of geological process from the result of this research. The research area is in the Pepedan area, Karangmoncol District, Purbalingga Regency, Central Java. Data processing was carried out by field observations, laboratory analysis in the form of geological incisions, and geoelectric observations. The geomorphology of the study area is divided into three units using the Van Zuidam Classification (1985), Structural Hill Unit (S1), Anticline Hill Unit (S9) and Fluvial Plain Unit (F1). The stratigraphy of the research area is divided into three units from old to young, Claystone Unit, Sandstone Unit, and Breccia Unit. The unit name based on the existence of a geoelectric analysis which can show the rock profile below the surface, After correlation at several geoelectric points, it can be used for estimating the spread of these rocks. The history of geological research began when the Pliocene Claystone and Sandstone Units were formed, the tectonics and volcanic activity were relatively weak, this also affected the depositional environment, and there was a regression process. Then during the early Plistocene tectonics began to reactivate and an uplifting process occurred which made the marine environment be the dominant land environment. After a while interval during the plistocene a breccia unit was formed due to an avalanche so the sediment was formed by a gravitational mechanism, this unit is classified as a distal Mount Slamet lava deposit because it is located far from the source. | |
| 28367 | 31432 | C1K013016 | The Mediating Role of Affective Commitment in the Relationship between Person-Job Fit and Person-Organization Fit to Innovative Work Behavior | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran mediasi komitmen afektif dalam hubungan antara person-job fit dan person-organization fit dengan perilaku kerja inovatif. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan kafe yang bekerja di kafe yang ada di wilayah Purwokerto. Dan jumlah sampelnya adalah 100 responden. Metode pengambilan sampel menggunakan convenient sampling untuk menentukan responden. Berdasarkan analisis regresi dan analisis jalur menunjukkan bahwa: (1) komitmen afektif berpengaruh terhadap perilaku kerja inovatif, (2) person-organization fit berpengaruh terhadap komitmen afektif, (3) person-job fit berpengaruh terhadap komitmen afektif. , (4) komitmen afektif memediasi hubungan antara person-organization fit dengan perilaku kerja inovatif, dan (5) person-job fit secara langsung memengaruhi perilaku kerja inovatif. Implikasi dari penelitian ini adalah perusahaan dapat menerapkan person-job fit dan person-organization fit test dalam proses rekrutmen dan seleksi agar dapat merekrut karyawan yang bersedia berkomitmen secara efektif terhadap perusahaan dan menjadi inovatif. | This study is aim to investigate the mediating role of affective commitment in the relationship between person-job fit and person-organization fit to innovative work behavior. The populations in this study were cafe employees who work at cafés in Purwokerto area. And the number of sample is 100 respondents. Convenient sampling method is used to determine the respondent. Based on the regression analysis and path analysis, it shows that: (1) affective commitment has influence on innovative work behavior, (2) person-organization fit has influence on affective commitment, (3) person-job fit has influence on affective commitment, (4) affective commitment mediates the relationship between person-organization fit to innovative work behavior, and (5) person-job fit directly influence innovative work behavior. The implication of this study is that company could implement person-job fit and person-organization fit test in the recruitment and selection process to hire the employees who are willing to be affectively committed to the company and become innovative. | |
| 28368 | 31723 | H1F013044 | GEOLOGI DAN ANALISIS KUANTITATIF INDEKS AKTIVITAS TEKTONIK RELATIF DAERAH TUNDAGAN, KABUPATEN PEMALANG, JAWA TENGAH | Geomorfologi merupakan cabang dari ilmu geologi yang mempelajari tentang bentuk permukaan bumi. Aspek geomorfologi menjadi salah satu faktor yang dapat digunakan untuk menentukan intensitas terjadinya gempa bumi. Tahapan penelitian berupa persiapan, pekerjaan lapangan serta pengolahan dan analisis data. Pengolahan data dilakukan dengan pengamatan data lapangan, analisis petrografi, analisis mikropaleontologi, analisis struktur geologi, analisis geomorfologi dan analisis morfotektonik (Indeks Aktivitas Tektonik Relatif). Lokasi penelitian berada di daerah Tundagan, kecamatan Watukumpul, kabupaten Pemalang, Jawa Tengah yang secara fisiografi termasuk kedalam pegunungan serayu utara, dibagi menjadi 3 satuan geomorfologi menggunakan Klasifikasi Bentuk Muka Bumi (2006), yaitu Satuan Punggungan Antiklin Rejosari, Satuan Perbukitan Zona Sesar Tundagan dan Satuan Punggungan Aliran Piroklastik Tundagan. Satuan tertua daerah penelitian adalah satuan batulempung perselingan batupasir (formasi Halang), intrusi basalt berumur tersier, dan satuan breksi vulkanik (formasi Kumbang). Struktur geologi daerah penelitian terdapat sesar mendatar kanan dan lipatan antiklin. Data yang digunakan dalam pendekatan morfotektonik adalah peta topografi, peta geologi, citra landsat, SRTM dan DEM. Hasil analisis terdiri dari kurva hipsometrik, indeks gradien panjang sungai, lengkungan muka pegunungan, indeks bentuk DAS dan perbandingan lembah. Hasil analisis perhitungan parameter morfometri didapat hipsometrik integral termasuk kelas 1 (tektonik aktif) dengan nilai ≥ 0,5. Indeks gradien panjang sungai dominan termasuk kelas 3 dengan nilai SL < 300. Lengkungan muka pegunungan dominan termasuk kelas 1 dengan nilai Smf < 1,1. Indeks bentuk daerah aliran sungai termasuk kelas 3 dengan nilai Bs ≤ 3. Perbandingan lembah termasuk kelas 2 dengan nilai 0,5 ≤ vf ≤ 1,0. IATR daerah penelitian termasuk tektonik menengah. | Geomorphology is a branch from Geological study that study the expression of land. The intensity of earthquake can also read from geomorphological aspect. This research consist of preparing, field study, and analysing data. Data processing consist of observation in the field, petrography analysis, micropaleontology analysis, structural geology analysis, geomorphology analysis, and morphotectonics analysis (Tectonics activity relativity index). This research is in Tundagan area, Watukumpul sub district, Pemalang district, Central Java which fisiographically is in North Serayu Mountain Range. This area is divided by three geomorphological units based on Earth Surface Expression (2006), Rejosari Anticlinal Unit, Tundagan Fault Zone and Tundagan Pyroclastic Flow Hill. The oldest lithological units is clasystone-sandstone units (Halang Units), Basalt intrusion in Tertiary, and Volcanic Breccia Units (Kumbang Formation). Structural geology in this area consist of Right Slip Faults and Anticlinal Hill. Morphotectonics analysis use Topography data, Geological maps, Landsat Data, SRTM and DEM. Based on morphometric parameter analysis the integral hipsometrik classified to class 1 (active tectonics) with ≥ 0,5 value. River Length Gradient Index classified to class 3 with SL value < 300. Mountain Curve Dominance classified to class 1 with Smf value < 1,1. Drainage Morphometric Index classified to class 3 with Bs value ≤ 3. Valley length and width ratio classified to class 2 with 0,5 ≤ vf ≤ 1,0 value. IATR in research area classified to middle tectonic activity class. | |
| 28369 | 31724 | F2A016013 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DANA DESA DI KECAMATAN KARANGMONCOL KABUPATEN PURBALINGGA | Membangun dari desa adalah salah satu komitmen pemerintah untuk menghadirkan pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat. Untuk itu, dana desa yang pertama digulirkan pada tahun 2015 terus ditingkatkan setiap tahunnya. Implementasi kebijakan dana desa merupakan tahapan kritis dalam suatu proses kebijakan publik, dalam implementasi kebijakan dana desa faktor-faktor yang dianggap berpengaruh adalah respons kelompok sasaran, kemampuan organisasi pelaksana, daya dukung lingkungan dan komunikasi. Untuk menganalisis dan menggambarkan pengaruh keempat faktor tersebut, baik secara individu maupun bersama-sama terhadap kinerja implementasi kebijakan dana desa, penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi ordinal. Adapun lokasi penelitian dilakukan di desa-desa di Kecamatan Karangmoncol dengan jumlah responden penelitian 107 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kearah positif dan signifikan dari faktor-faktor seperti respon kelompok sasaran, kemampuan organisasi pelaksana, daya dukung lingkungan, dan komunikasi terhadap kinerja implementasi kebijakan dana desa di Kecamatan Karangmoncol Kabupaten Purbalingga untuk pengukuran secara individu dan secara bersama-sama. Tingkatan variasi secara individu respon kelompok sasaran sebesar 18,8%, variasi kemampuan organisasi pelaksana sebesar 18,9%, variasi daya dukung lingkungan sebesar 9,1%, variasi komunikasi sebesar 4,8%, dan variasi secara bersama-sama keempat faktor terhadap kinerja implementasi kebijakan dana desa sebesar 33,7%. | Building from the village is one of the government's commitments to bring economic equality and increase welfare for the community. For this reason, the village fund that was first rolled out in 2015 continues to be increased every year. The implementation of the village fund policy is a critical stage in a public policy process, in the implementation of the village fund policy the factors that are considered influential are the response of the target group, the capacity of the implementing organization, the carrying capacity of the environment and communication. To analyze and describe the influence of these four factors, both individually and collectively on the implementation performance of village fund policies, this study used a survey method with a quantitative approach. Collecting data through questionnaires, interviews and documentation. The analytical method used is ordinal regression analysis. The research location was conducted in villages in Karangmoncol District with 107 research respondents. The results showed that there was a positive and significant influence from factors such as the response of the target group, the ability of the implementing organization, the carrying capacity of the environment, and communication on the performance of the implementation of village fund policies in Karangmoncol District, Purbalingga Regency for individual and collective measurements. The level of individual variation in the response of the target group is 18.8%, the variation in the ability of the implementing organization is 18.9%, the variation in the carrying capacity of the environment is 9.1%, the variation in communication is 4.8%, and the variation of the four factors together the implementation performance of village fund policies was 33.7%. | |
| 28370 | 31725 | C3A015002 | Direct and indirect effect of entrepreneurial orientation, family involvement and gender on family business performance | Tujuan-Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek langsung dari orientasi kewirausahaan terhadap kinerja bisnis keluarga. Penelitian ini juga membahas peran keterlibatan keluarga sebagai variabel mediasi dan peran gender sebagai variabel moderator dalam hubungan antara orientasi kewirausahaan dan kinerja bisnis keluarga. Desain/metodologi/pendekatan – Sebanyak 328 hotel di Yogyakarta, Indonesia, terpilih sebagai sampel dengan metode convenience sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang dikirimkan sendiri kepada orang-orang kunci di hotel seperti pemilik, direktur, dan staf utama (HRD, keuangan, hubungan). Hipotesis diuji oleh prosedur pemodelan persamaan struktural menggunakan AMOS 22.0. Tes sobel digunakan untuk menentukan efek tidak langsung dari variabel mediasi. Temuan - Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi kewirausahaan tidak berpengaruh signifikan pada kinerja bisnis keluarga. Keterlibatan keluarga bertindak sebagai mediasi penuh dalam hubungan antara orientasi kewirausahaan dan kinerja bisnis keluarga. Gender bertindak sebagai variabel moderat yang dapat memperkuat hubungan antara orientasi kewirausahaan dan kinerja bisnis keluarga. Hasilnya menunjukkan dukungan untuk penelitian sebelumnya. Keterbatasan/implikasi penelitian – Hasil penelitian tidak dapat menyimpulkan bisnis keluarga nasional karena mengadopsi convenience sampling dan area pengambilan sampel terbatas di Yogyakarta. Penelitian di masa depan dapat menggunakan sampel yang lebih besar. Penelitian ini hanya meneliti hotel yang dikelola oleh bisnis keluarga, sehingga tidak layak untuk menyimpulkan untuk bisnis keluarga pada umumnya. Penelitian di masa depan dapat memilih untuk menggunakan beberapa jenis bisnis keluarga sehingga hasil yang lebih bervariasi dapat diperoleh. Penelitian di masa depan juga dapat membandingkan hotel yang dikelola oleh bisnis keluarga dengan bisnis non-keluarga. Hasil penelitian juga menemukan bahwa selain peran gender, heterogenitas responden adalah komponen penting dalam studi identitas sosial. Oleh karena itu, penelitian yang meneliti pengaruh budaya yang berbeda pada hubungan antara orientasi kewirausahaan dan kinerja bisnis keluarga harus menjadi topik yang luar biasa untuk studi di masa depan. Hasil lain dari penelitian ini juga menunjukkan bahwa ada peran bagi agama dalam meningkatkan kinerja hotel. Penelitian di masa depan diperlukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut pemodelan bisnis Islam untuk bisnis keluarga. Implikasi praktis - Temuan ini memiliki implikasi signifikan yang dapat membantu bisnis keluarga dalam mengembangkan strategi yang cocok untuk manajemen bisnis. Orientasi kewirausahaan menempati posisi strategis dalam mengembangkan keunggulan kompetitif berkelanjutan dalam bisnis keluarga sektor pariwisata khususnya bisnis hotel di Yogyakarta menjadi lebih baik. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa orientasi kewirausahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Hubungan ini menjadi signifikan jika dikombinasikan dengan keterlibatan keluarga aktif. Temuan ini juga menunjukkan bahwa orientasi kewirausahaan berpotensi memiliki efek yang lebih bermanfaat karena keterlibatan aktif keluarga dalam membantu manajemen bisnis, meringankan masalah terkait bisnis, dan memiliki pengaruh yang signifikan ketika keluarga juga bertindak sebagai manajemen. Implikasi sosial – Temuan penelitian menunjukkan peran gender dalam memperkuat hubungan antara orientasi kewirausahaan dan kinerja bisnis keluarga. Hal ini memberikan posisi yang baik bagi perempuan di lingkungan sosial untuk menunjukkan prestasi. Menempatkan perempuan di sisi kesetaraan gender dan keadilan dalam bisnis keluarga di Indonesia. Dengan membuka akses yang lebih luas bagi perempuan Indonesia di ranah manajemen bisnis, memperluas partisipasi perempuan dalam sebuah bisnis keluarga, meningkatkan peran kontrol bagi perempuan, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perempuan untuk meningkatkan manfaat dalam mengelola bisnis keluarga sehingga memiliki ketahanan yang berkelanjutan dalam menghadapi persaingan global. Orisinalitas/nilai – Hasil penelitian ini memberikan model baru dalam memberikan gambaran peran langsung dan tidak langsung (mediasi dan moderat) dalam penilaian kinerja bisnis keluarga. Penelitian ini menggunakan tiga variabel yang penting dalam penilaian kinerja, yaitu orientasi kewirausahaan (variabel independen), keterlibatan keluarga (variabel mediasi) dan gender (variabel moderat). Di mana penelitian yang menggabungkan keempat variabel ini, secara langsung dan tidak langsung, belum pernah dilakukan sebelumnya. | Purpose – This study aims to determine the direct effect of entrepreneurial orientation on family business performance. This study also discusses the role of family involvement as a mediating variable and the role of gender as a moderating variable in the relationship between entrepreneurial orientation and family business performance. Design/methodology/approach – A total of 328 hotels in Yogyakarta, Indonesia, were selected as samples by the convenience sampling method. Primary data is collected through structured questionnaires that are delivered by themselves to key people in the hotel such as owners, directors and key staff (HRD, financial, relationship). Hypotheses are tested by structural equation modeling procedures using AMOS 22.0. Sobel test is used to determine the indirect effect of the mediation variable. Findings – The results showed that entrepreneurial orientation had no significant effect on family business performance. Family involvement acts as a full mediation in the relationship between entrepreneurial orientation and family business performance. Gender acts as a moderating variable that can strengthen the relationship between entrepreneurial orientation and family business performance. The results showed support for previous research. Research limitations/implications – The results of the study cannot conclude the national family business because it adopts convenience sampling and the sampling area is limited in Yogyakarta. Future research can use a larger sample. This study only researches hotels managed by family businesses, so it is not feasible to conclude for family businesses in general. Future research may choose to use several types of family businesses so that more varied results can be obtained. Future research could also compare hotels managed by family businesses with non-family businesses. The results also found that in addition to gender roles, respondent heterogeneity was an important component in the study of social identity. Therefore, research examining the influence of different cultures on the relationship between entrepreneurial orientation and family business performance should be an extraordinary topic for future study. Other results from this study also indicate that there is a role for religion in improving hotel performance. Future research is needed to further explore Islamic business modeling for family businesses. Practical implications – This finding has significant implications that can help family businesses in developing strategies that are suitable for business management. Entrepreneurial orientation occupies a strategic position in developing sustainable competitive advantage in the family business of the tourism sector especially the hotel business in Yogyakarta for the better. Besides, the results of the study also showed that entrepreneurial orientation had no significant effect on performance. This relationship becomes significant when combined with active family involvement. This finding also shows that entrepreneurial orientation has the potential to have a more beneficial effect because of the active involvement of the family in helping with business management, alleviating business-related problems, and having a significant influence when the family also acts as management. Social implications – Research findings indicate the role of gender in strengthening the relationship between entrepreneurial orientation and family business performance. This provides a good position for women in the social environment to show achievement. To place women on the side of gender equality and justice in the family business in Indonesia. By opening wider access for Indonesian women in the realm of business management, expanding women’s participation in a family business, increasing the role of control for women, and increasing women’s knowledge and skills to increase the benefits in managing family businesses so that they have sustainable resilience in the face of global competition. Originality/value – The results of this study provide a new model in providing an overview of the direct and indirect roles (mediating and moderating) in the assessment of family business performance. This study uses three variables which are important in performance appraisal, namely entrepreneurial orientation (independent variable), family involvement (mediating variable) and gender (moderating variable). Where research that combines these four variables, directly and indirectly, has never been done before. | |
| 28371 | 31695 | F1B013065 | KAPASITAS SUMBER DAYA MANUSIA PEMERINTAH DESA DALAM PENGELOLAAN SISTEM KEUANGAN DESA (SISKEUDES) DIDESA BANJARANYAR KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini berjudul Kapasitas Sumber Daya Manausia Pemerintah Desa Dalam Pengelolaan Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES) di Desa Banjaranyar Kecamatana Sokaraja Kabupaten Banyumas. Penelitian ini di latar belakangi oleh kualitas sumber daya pemerintah desa yang kurang memahami dalam pengoprasian aplikasi sistem keuangan desa, khususnya perangakat desa, sehingga hal tersebut yang menjadikan penulis tertarik untuk meneliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas perangkat desa mnggunakan aplikasi siskeudes. Penelitian ini menggunakan teori kapasitas dari Horton, dkk dengan pendekatan sumber daya yang dianggap relevan dengan Kapasitas Pemerintah Desa Banjaranyar. Informan yang dipilih oleh peneliti dalam penelitian ini ialah menggunakan teknik purposive sampling, yang dimaksud purposive sampling yaitu teknik pengambilan sumber data informan dengan kriteria tertentu. Teknik purposive sampling dipilih oleh peneliti supaya peneliti mendapatkan sumber data yang lengkap, objektif, serta sesuai dengan tema penelitian. Untuk mendapatkan data yang lengkap, objektif sesuai dengan tema penelitian maka peneliti harus terjun langsung ke lapangan untuk mendapatkan informan yang informatif. Dalam hal ini, peneliti yang mengetahui permasalahan yang akan dikaji peneliti dapat memilah memilih sumber daya yang peneliti peroleh, salah satunya yaitu pemilihan subyek informan. Hasil penelitian ini menunjukan Kapasitas Sumber Daya Manusia Pemerintah Desa Banjaranyar Dalam Pengelolaan Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES) sudah menerapkan aspek sumberdaya yaitu berupa infrastruktur, teknologi, namun sumberdaya berupa staff belum optimal. Saran bagi Pemerintah desa Banjaranyar untuk kembali mengadakan pelatihan penggunakan SISKEUDES agar perangkat desa yang lain juga dapat mengoprasikan SISKEUDES. Jadi analisis dan pembahasan serta beberapa hal yang belum terjawab dalam penelitian ini diharapkan bagi penelitian selanjutnya agar dapat melakukan penelitian lebih lanjut. | This research entitled Village Human Resources Government Capacity in Village Financial System Management (SISKEUDES) in Banjaranyar Village, Sokaraja District, Banyumas Regency. This research is motivated by the quality of village government resources that do not understand the operation of village financial system applications, especially village tools, so that this makes the author interested in researching. This study aims to determine the capacity of village officials using the siskeudes application. This research uses the theory of capacity from Horton et al with a resource and management approach that is considered relevant to the capacity of the Banjaranyar Village Government. The informants selected by the researcher in this study were using purposive sampling technique, which is meant by purposive sampling, namely the technique of collecting informants' data sources with certain criteria. The purposive sampling technique was chosen by the researcher so that the researcher would get a complete, objective, data source in accordance with the research theme. To get complete, objective data in accordance with the research theme, the researcher must go directly to the field to get informative informants. In this case, the researcher who knows the problem to be studied by the researcher can sort out the resources that the researcher gets, one of which is the selection of informant subjects. The results of this study indicate the capacity of the Banjaranyar Village Government in the Human Resources of the Village Financial System (SISKEUDES) has implemented the resource aspects, namely in the form of infrastructure, technology, finance, but the resources in the form of staff are not optimal. Suggestions for the Banjaranyar village government to re-hold training in using SISKEUDES so that other village officials can also operate SISKEUDES. So analysis and discussion as well as some things that have not been answered in this study are expected for further research so that further research can be carried out. | |
| 28372 | 31726 | E1A016136 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP TENAGA KESEHATAN YANG MELAKUKAN MOGOK KERJA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN | Tenaga kesehatan merupakan salah satu profesi yang dalam menjalankan pekerjaannya harus dilakukan dengan sadar bahwa profesinya adalah pekerjaan yang vital, karena pekerjaannya berhubungan dengan kepentingan umum dan keselamatan jiwa manusia. Akan tetapi tenaga kesehatan juga memiliki hak untuk melakukan mogok kerja, siapapun termasuk pengusaha dan pemerintah tidak dapat menghalang-halangi pekerja untuk menggunakan hak mogok kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana prosedur atau mekanisme yang harus dilakukan oleh tenaga kesehatan dalam melakukan mogok kerja dan bagaimana perlindungan hukum apabila tenaga kesehatan melakukan mogok kerja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder berupa peraturan perundang-undangan, buku-buku literatur, dan jurnal-jurnal yang relevan. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis kualitatif, dengan model penafsiran autentik dan penafsiran sosiologis. Berdasarkan hasil penelitian, mogok kerja merupakan salah satu hak yang dimiliki oleh tenaga kesehatan yang dalam pelaksanaannya harus dilakukan secara sah, tertib, dan damai. Perlindungan hukum terhadap tenaga kesehatan yang melakukan mogok kerja diantaranya: perlindungan dari penjatuhan hukuman, intimidasi dalam bentuk apapun, mutasi yang merugikan, sanksi atau tindakan balasan, dan tetap mendapatkan upah. | Health workers are one of the professions that in carrying out their work must be aware that their profession is a vital job, because their work is related to the public interest and the safety of the human soul. However, health workers also have the right to strike, anyone including employers and the government cannot prevent workers from exercising their right to strike. This study purpose to know the procedures or mechanisms that must be carried out by health workers in carrying out a strike and what is the legal protection if health workers go on strike. This study uses a normative juridical research method. The data used are secondary data consisting of primary legal materials and secondary legal materials in the form of statutory regulations, literature books, and relevant journals. The analytical method used is a qualitative analysis method, with an authentic interpretation model and a sociological interpretation Based on the results of the research, it can concluded that the strike is one of the rights possessed by health workers which in its implementation must be carried out legally, orderly and peacefully. Legal protection for health workers who carry out strikes includes: protection from punishment, intimidation of any kind, harmful transfer, sanctions or retaliation, and still getting salary. | |
| 28373 | 31727 | A2A018005 | Pengelolaan Penyakit Utama dengan Bacillus sp. pada Tiga Bahan Pembawa dan Pemupukan NPK terhadap Pertumbuhan Tanaman Jewawut (Setaria italica (L.) P. Beauv) | ADITYA PANDU PERDANA, Progam Studi Magister Agronomi Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, “Pengelolaan Penyakit Utama dengan Bacillus sp. pada Tiga Bahan Pembawa dan Pemupukan NPK terhadap Pertumbuhan Tanaman Jewawut (Setaria italica (L.) P. Beauv)”. Pembimbing I: Dr. Ir. Nur Prihatiningsih, M.S., Pembimbing II: Ahadiyat Yugi Rahayu, S.P., M. Si., D. Tech.Sc. Jewawut adalah salah satu sumber pangan alternatif yang memiliki nilai gizi tinggi dan memiliki serat tinggi dibandingkan dengan beras dan makanan pokok lainya. Salah satu penyebab produktivitas tanaman jewawut tidak maksimum yaitu adanya patogen yang menyerang tanaman. Patogen tular tanah yang sering dijumpai dan menyebabkan kehilangan hasil pada tanaman serealia adalah Rhizoctonia solani. Pengendalian Organisme Penganggu Tanaman dapat dilakukan dengan memanfaatkan bakteri antagonis. Bacillus sp. merupakan salah satu jenis bakteri yang dapat dimanfaatkan sebagai bakteri antagonis. Bacillus sp. memiliki aktivitas antifungal yang tinggi dan berperan dalam menekan beberapa jamur yang bersifat patogen, seperti Rhizoctonia solani. Penelitian ini bertujuan untuk; 1) Mendapatkan isolat bakteri rizosfer potensial antagonis dan isolat patogen penyebab penyakit utama pada jewawut, 2) Mengetahui pengaruh Bacillus sp. pada tiga bahan pembawa dalam menekan penyakit, dan efektivitas pengendalian penyakit utama pada tanaman jewawut, 3) Mengetahui pengaruh tiga macam dosis NPK terhadap pertumbuhan dan komponen patosistem tanaman jewawut, 4) Mengetahui pengaruh interaksi aplikasi Bacillus sp. pada tiga bahan pembawa dan pemberian tiga macam dosis NPK terhadap pertumbuhan dan komponen patosistem tanaman jewawut. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2019 sampai Desember 2020 dengan 4 tahapan meliputi; 1) Eksplorasi dan isolasi bakteri antagonis tanah daerah perakaran tanaman jewawut, 2) Eksplorasi dan identifikasi patogen utama tanaman jewawut, 3) Uji antagonis secara in vitro, 4) Aplikasi pada screen house sesuai faktor percobaan yang sudah ditentukan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL), yang terdiri atas 2 faktor yaitu pemberian NPK meliputi 0% (kontrol), 50%, 75%, 100%, dan aplikasi Bacillus sp. dengan tiga bahan pembawa meliputi kontrol, bahan pembawa air kelapa, air rebusan singkong, dan cucian air kedelai. Variabel penelitian meliputi variabel pertumbuhan, dan komponen patosistem. Hasil dari penelitian ini diperoleh bakteri rizosfer potensial berupa Bacillus sp. dan patogen R. solani yang merupakan penyebab penyakit busuk/hawar pelepah jewawut. Dosis NPK 100% merupakan dosis terbaik pada percobaan yang dilakukan. Bacillus sp. dengan bahan pembawa air kelapa merupakan formulasi terbaik pada percobaan yang dilakukan. Perlakuan dosis NPK 75% dan Bacillus sp. dengan bahan pembawa air kelapa merupakan perlakuan terbaik, pada percobaan menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar primer, volume akar, bobot akar segar, bobot akar kering, masa inkubasi penyakit, intensitas penyakit dan AUDPC. Aplikasi Bacillus sp. dengan bahan pembawa air kelapa dapat mengefisiensi penggunaan pupuk NPK dan dapat digunakan sebagai bakteri antagonis terhadap jamur patogen R. solani. | ADITYA PANDU PERDANA, Study Program of Masters in Agronomy, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, "Management of Major Diseases with Bacillus sp. on Three Carriers and NPK Fertilization on the Growth of Jewawut (Setaria italic (L.) P. Beauv)”. Advisor I: Dr. Ir. Nur Prihatiningsih, MS, Advisor II: Ahadiyat Yugi Rahayu, SP, M. Si., D. Tech.Sc. Jewawut is an alternative food source that has high nutritional value and is high in fiber compared to rice and other staple foods. One of the reasons for not maximum productivity of millet is the presence of pathogens that attack plants. Soil-borne pathogens that are often encountered and cause yield loss in cereal crops are Rhizoctonia solani. Control of plant pests can be done by utilizing antagonistic bacteria. Bacillus sp. is one type of bacteria that can be used as antagonistic bacteria. Bacillus sp. has high antifungal activity and plays a role in suppressing several pathogenic fungi, such as Rhizoctonia solani. This research aims to; 1) Obtaining potential antagonistic rhizosphere bacterial isolates and pathogenic isolates that cause main disease in millet, 2) Knowing the influence of Bacillus sp. on three carriers in suppressing disease, and the effectiveness of controlling the main disease in barley, 3) Knowing the effect of three different doses of NPK on the growth and components of the jewawut plant pathway, 4) Knowing the effect of the application interaction of Bacillus sp. on three carriers and administration of three different doses of NPK on the growth and components of the jewawut plant pathway. The research was conducted from September 2019 to December 2020 with 4 stages including; 1) Exploration, isolation and characterization of soil antagonistic bacteria in the root area of jewawut plants, 2) Exploration and identification of the main pathogens of jewawut plants, 3) Antagonistic tests In vitro, 4) Applications on the screen house according to the experimental factors that have been determined. This study used a completely randomized block design (RAKL), which consisted of 2 factors, namely the provision of NPK including 0% (control), 50%, 75%, 100%, and the application of Bacillus sp. with three carriers including control, coconut water, cassava boiled water, and washing soybean water. The research variables include growth variables and pathosystem components. The results of this analysis Obtained potential rhizosphere bacteria in the form of Bacillus sp. and the pathogen R. solani which causes rot disease / blight of millet blight. Dosis NPK 100% is the best dose in the experiment. Bacillus sp. with coconut water as the carrier material is the best formulation in the experiments conducted. NPK 75% and Bacillus sp. with coconut water as the best treatment, the experiments conducted showed a significant effect on plant height, leaf area, primary root length, root volume, fresh root weight, and weight dry root, disease incubation period, disease intensity and AUDPC. Applications of Bacillus sp. with coconut water as a carrier, it can make NPK fertilizer more efficient and can be used as an antagonistic bacterium against the pathogenic fungus R. solani. | |
| 28374 | 31551 | F1F013016 | A Pragmatic Analysis of Banter in Infringing the Maxims of Politeness Principle Found in the Pitch Perfect Movie Sequel (1-3) | Penelitian yang berjudul “Analisis Pragmatik Olok-olok dalam Melanggar Maksim Prinsip Kesantunan yang Ditemukan dalam Film Sekuel Pitch Perfect (1-3)” bertujuan untuk: (1) mengetahui konteks situasi yang menjadi faktor olok-olok terjadi dalam film sekuel Pitch Perfect (1-3); (2) menunjukkan penggunaan dari pelanggaran maksim prinsip kesantunan dalam film sekuel Pitch Perfect (1-3). Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dalam menganalisis data penelitian yang merupakan beberapa tuturan yang diucapkan oleh semua karakter dalam film sekuel Pitch Perfect (1-3). Pengumpulan data dilakukan dengan cara menonton film, menyalin, dan mengidentifikasi tuturan olok-olok yang diucapkan oleh semua karakter dalam film sekuel Pitch Perfect (1-3) yang melanggar maksim prinsip kesantunan. Hasil penelitian terdiri dari dua poin utama. Pertama, peneliti menemukan 26 tuturan yang mengandung olok-olok yang mana tuturan tersebut memiliki 16 situasi berbeda berdasarkan perbedaan topik percakapan dalam film sekuel Pitch Perfect (1-3). 16 situasi yang berbeda ini memengaruhi terjadinya olok-olok pada tuturan yang diucapkan oleh semua karakter. Situasi ini ditemukan pada masing-masing film sekuel yang mana pada Pitch Perfect 1 ada 7 topik, Pitch Perfect 2 ada 7 topik dan Pitch Perfect 3 ada 2 topik. Kedua, peneliti menemukan 26 tuturan olok-olok yang terdapat pada film sekuel Pitch Perfect (1-3) yang melanggar 2 maksim kebijaksanaan (7,69%), 19 maksim pujian (73,07%), 2 maksim persetujuan (7,69%), dan 3 maksim simpati (11,54%). Berdasarkan temuan tersebut, penggunaan tuturan olok-olok tersebut pada objek penelitian ini digunakan untuk menunjukkan tanda kedekatan antar partisipan dengan menggunakan kata-kata yang menghina, kata-kata yang mengejek, dan olok-olok jenaka yang tercermin dari setiap situasi yang berbeda berdasarkan beberapa topik percakapan, latar tempat dimana olok-olok diucapkan dan hubungan yang dimiliki antar partisipan. | The research entitled “A Pragmatic Analysis of Banter in Infringing the Maxim of Politeness Principle Found in Pitch Perfect Movie Sequels (1-3)” aims to: (1) find out the context situation that becomes the factor of banter occurs in Pitch Perfect movie sequels (1-3); (2) show the implementation of the infringement of politeness principle maxims in Pitch Perfect movie sequels (1-3). The researcher uses qualitative research method in analyzing the data of the research which are utterances uttered by all the characters in Pitch Perfect movie sequels (1-3). The data were collected by watching the movie, transcribing, and identifying the banter utterances produced by all the characters in Pitch Perfect movie sequels (1-3) that infringing the maxim of politeness principle. The result of the research consists of two main points. First, the researcher finds 26 utterances consisting of banter which have 16 different situations based on the different topics of conversations in Pitch Perfect movie sequels (1-3). These 16 different topics affect banter to occur on the utterances produced by all characters and these situations found in each movie sequel which are; Pitch Perfect 1 (7 topics), Pitch Perfect 2 (7 topics) and Pitch Perfect 3 (2 topics). Second, the researcher finds 26 utterances of banter in Pitch Perfect movie sequels (1-3) which has infringed 2 maxims of tact (7,69%), 19 maxims of approbation (73,07%), 2 maxims of agreement (7,69%), and 3 maxims of sympathy (11,54%). Based on the findings, the implementations of these banter utterances in these research’s objects are used to show a closeness sign among the participants by using insult words, teasing words, and witty banter, which are reflected from each different situation based on some topics of conversation, the settings where the banter is uttered and the relationship between the participants. | |
| 28375 | 31728 | H1F013013 | STUDI GEOLOGI DAN ALTERASI DAERAH SUMBERBOTO DAN SEKITARNYA KECAMATAN WONOTIRTO, KABUPATEN BLITAR, JAWA TIMUR | Daerah penelitian berada pada Desa Suberboto dan sekitarnya, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Secara geografis berada pada 624469 mE – 629737 mE dan 9086300 mN – 9091602 mN dengan luas wilayah sekitar 25 km2. Daerah penelitian secara fisiografis merupakan bagian dari Zona Pegunungan Selatan yang terdiri atas batuan berumur Tersier. Berdasarkan geomorfologi daerah penelitian merupakan zona gunung api purba dengan ditemukannya kenampakan circular feature pada citra SRTM. Geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi dua satuan yaitu Satuan Punggungan Kaldera dan Satuan Dataran Aliran Lava. Struktur geologi yang terbentuk di lapangan pada pada umumnya berarah barat laut – tenggara dan timur laut – barat daya yang merupakan sesar mendatar berupa Sesar Mendatar Kiri SR-1, Sesar Mendatar Kiri SR-2, Sesar Mendatar Kiri SR-3, dan Sesar Mendatar Kanan SR-4. Stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi lima satuan, dari tua ke muda berupa Satuan Endapan Tuf, Satuan Breksi Piroklastik, Satuan Lava Andesit, Satuan Intrusi Dasit, dan Satuan Batugamping. Batuan vulkanik yang terdapat pada daerah penelitian telah mengalami ubahan dan dibagi menjadi enam zona, yaitu Zona Alunit, Profilit-Dikit, Kaolinit, Ilit, Muscovit-Serisit, dan FeMg Klorit-Mg Klorit. Mineralisasi yang terbentuk sebagian besar berupa pirit yang tersebar pada batuan teralterasi dan dibeberapa sampel ditemukan adanya kalkopirit, hematit dan goetit. Berdasarkan pola persebaran mineralisasi dan kehadiran mineral alunit, profilit dan dikit yang ditemukan di lapangan, ubahan yang terbentuk pada daerah penelitian termasuk kedalam tipe ubahan epitermal sulfida tinggi. | The research area is in Suberboto Village and surrounding arsas, Wonotirto Sub - District, Blitar Regency, East Java Province. Geographically it is located at 624469 mE - 629737 mE and 9086 300 mN - 9091602 mN with an area of about 25 km². Physiographically, the research area is part of the Southern Mountain Zone consists of Tertiary-aged rocks. Based on geomorphology, the research area is an ancient volcanic zone with the discovery of circular features on the SRTM image. Geomorphology of the study area is divided into two units, The Caldera Ridge Unit and The Lava Flow Plain Unit. The geological structures formed in the field are generally northwest - southeast and northeast - southwest, which are horizontal faults in the form of the SR-1 Left Strike Slip Fault, SR-2 Left Strike Slip Fault, SR-3 Left Strike Slip Fault, and SR-4 Right Strike Slip Fault. The stratigraphy of the research area is divided into five units, from old to young in the form of the Tuff Deposit Unit, The Pyroclastic Breccia Unit, The Andesite Lava Unit, The Dacite Intrusion Unit, and The Limestone Unit. The volcanic rocks found in the study area has been altered and divided into six zones, Allunite Zone, Pyrophyllite-Dickite, Kaolinite, Illite, Muscovite-Sericite, and FeMg Chlorite-Mg Chlorite. The mineralization formed mostly pyrite spread in altered rocks and in some samples chalcopyrite, hematite and goethite are found. Based on the distribution pattern of mineralization and the presence of allunite, pyrophyllite and Dickite trace minerals found in the field, the alteration formed in the study area was categorized as a high- sulphidation epithermal alteration type. | |
| 28376 | 31610 | F1A016029 | PERSEPSI ALUMNI AKADEMI PARADIGTA MENGENAI PROSES PEMBERDAYAAN DI KECAMATAN PETARUKAN KABUPATEN PEMALANG | Skripsi ini membahas mengenai persepsi Alumni Akademi Paradigta tentang pemberdayaan perempuan kepala keluarga berbasis pendidikan nonformal. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan persepsi Alumni Akademi Paradigta mengenai proses pemberdayaan di Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Petarukan tepatnya di Kelurahan Petarukan yang terdapat kantor Center Kabupaten Pemalang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian mengungkapkan mengenai manfaat Alumni Akademi Paradigta setelah mengikuti pemberdayaan berbasis pendidikan nonformal ini yaitu peningkatan rasa percaya diri dan kemandirian. Materi dalam pembelajaran di Akademi Paradigta mengarah pada perencanaan dan pembangunan pedesaan yang inklusif, bersifat kesetaraan gender dan keadilan gender. Metode pembelajaran di Akademi Paradigta menggunakan metode ceramah, diskusi, belajar mandiri. Diakhir pembelajaran diterapkan evaluasi sebagai kelulusan Akademia melalui dua penilaian yaitu secara afektif dan secara administratif. Kata kunci: Alumni Akademi Paradigta, pemberdayaan berbasis pendidikan nonformal, desa | This thesis discusses the perceptions of Paradigta Academy Alumni about the empowerment of female heads of family based on non-formal education. The purpose of this study was to describe the perceptions of Paradigta Academy alumni about the empowerment process in Petarukan District, Pemalang Regency. This research was conducted in Petarukan Subdistrict, in Petarukan Village, where the Center Office of Pemalang Regency is located. This research uses descriptive qualitative method. The results of the study reveal the benefits of Paradigta Academy Alumni after participating in this non-formal education-based empowerment, namely increased self-confidence and independence. The learning materials at Paradigta Academy lead to inclusive rural planning and development, gender equality and gender justice. The learning method at the Paradigta Academy uses lectures, discussions, and independent study. At the end of the lesson, evaluation is applied as an academic graduation through two assessments, namely affective and administrative. Keywords: Paradigta Academy Alumni, empowerment based on non-formal education, village | |
| 28377 | 31729 | E1A116003 | KETIDAKMAMPUAN BERTANGGUNGJAWAB PADA TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN YANG DILAKUKAN OLEH ANGGOTA POLRI (Studi Putusan Nomor.2353/Pid.B/2018/Pn.Medan) | Putusan Nomor. 2353/Pid.B/2018/Pn.Medan mengadili mengenai seorang anggota Polri (Waka Polres Lombok Tengah) yang menembak mati adik iparnya, namun hakim dalam hal ini tidak menjatuhkan sanksi pidana terhadap Terdakwa dikarenakan dianggap tidak memiliki kemampuan bertanggung jawab sebagaimana diatur dalam Pasal 44 KUHP. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah menganalisis penerapan unsur-unsur tindak pidana pembunuhan dan pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara Nomor. 2353/Pid.B/2018/Pn.Medan. Metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif yang bersifat kualitatif dengan metode pendekatan perundang-undangan dan analisis. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Metode pengolahan data yang digunakan adalah metode reduksi data, display data dan kategorisasi data. Data sekunder yang terkumpul disajikan secara deskriptif serta dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapanya dalam unsur-unsur tindak pidana pembunuhan dalam Putusan Nomor. 2353/Pid.B/2018/Pn.Medan telah memenuhi. Hakim dalam menjatuhkan Putusan Nomor. 2353/Pid.B/2018/Pn.Medan untuk memerintahkan dikeluarkan dan dirawat dirumah sakit jiwa telah sesuai dengan aspek yuridis, filosofis dan sosiologis. | Verdict No. 2353/Pid.B/2018/Pn.Medan prosecuted a member of the National Police (deputy chief of central lombok police) who shot dead his brother-in-law, but the judge in this case did not impose criminal sanctions against the defendant because he was considered to have no ability to be responsible as stipulated in Article 44 of the Criminal Code. The problem examined in this study is analyzing the application of elements of murder crimes and legal considerations of judges in deciding the case No. 2353 / Pid.B / 2018 / Pn.Medan. The approach method used is normative juridical which is qualitative with the method of statutory approach and analysis. The type of data used is secondary data consisting of primary, secondary and tertiary legal materials. Data processing method used is data reduction method, data display and data categorization. Secondary data collected is presented descriptively and analyzed using qualitative analysis. The results of this study showed that its application in the elements of the crime of murder in the Verdict No. 2353 / Pid.B / 2018 / Pn.Medan has met. The judge in sentencing Decree No. 2353/Pid.B/2018/Pn.Medan to order the release and hospitalized mentally has been in accordance with the juridical, philosophical and sociological aspects. | |
| 28378 | 30963 | C1I016045 | THE EFFECT OF COMPONENT COSO FRAMEWORK FOR INTERNAL AUDITORS ON INTERNAL CONTROL STRUCTURE AT RURAL BANKS CREDIT (BPR) IN CENTRAL JAVA | Penilaian di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) berfungsi untuk menyediakan layanan untuk pelaksanaan tes mengenai kecukupan efektivitas pengendalian internal, dan dalam situasi ini peran auditor internal diperlukan. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk apakah komponen coso framework dapat mempengaruhi terhadap efektifitas pengendalian internal pada suatu BPR di Jawa Tengah. Oleh karena itu judul penelitian ini adalah pengaruh komponen kerangka coso untuk auditor internal terhadap struktur pengendalian internal pada Bank Perkreditan Rakyat di Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, objek penelitian ini adalah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang berada di Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan data primer yang berupa responden dari pihak auditor internal setiap BPR di Jawa Tengah. Jumlah data yang digunakan pada penilitian ini berdasarkan convenience sampling sebanyak 93 responden. Pada penelitian ini menggunakan uji Pada penelitian ini menghasilkan bahwa dari lima komponen kerangka coso terdapat dua komponen yang tidak berperan signifikan terhadap pengendalian internal pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Jawa Tengah. Kelima komponen kerangka coso yaitu (1) Komponen lingkungan pengendalian berpengaruh signifikan terhadap pengendalian internal. (2) komponen penilaian risiko berpengaruh signifikan terhadap pengendalian internal. (3) komponen aktivitas pengendalian tidak berpengaruh signifikan terhadap pengendalian internal. (4) komponen informasi dan komunikasi tidak berpengaruh signifikan terhadap pengendalian internal. (5) komponen monitoring berpengaruh signifikan terhadap pengendalian internal. Implikasi dari kesimpulan dari penelitian ini adalah pada setiap Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Jawa tengah perlu meningkatkan efektifitas pengendalian internal. Karena masih terdapat salah satu aspek dalam komponen kerangka coso yang belum dijalankan secara efektif. Oleh karena itu perlu adanya pelatihan atau semacam kegiatan upgrading untuk karyawan sehingga bisa memaksimalkan efektifitas pengendalian internal suatu perusahaan. | Of a judgment in smallholder credit banks bpr serves to provide a service for the implementation of a test about sufficiency the effectiveness of internal control , and in this situation the role of internal auditor required .Therefore this study aims to as to whether components coso framework can affect against the effectiveness of internal control at a bprs in central java. Hence this research is the The Effect of Component Coso Framework for Internal Auditors on Internal Control Structure at Rural Banks Credit (BPR) in Central Java Province This research is a quantitative study, the object of this research is the Rural Bank (BPR) located in Central Java. This study uses primary data in the form of respondents from the internal auditors of each BPR in Central Java. The amount of data used in this study based on convenience sampling was 93 respondents. In this study, using the test. In this study, it was found that of the five components of the Coso framework, there were two components that did not play a significant role in internal control at Rural Banks (BPR) in Central Java. The five components of the coso framework, namely (1) The control environment component has a significant effect on internal control. (2) the risk assessment component has a significant effect on internal control. (3) the components of control activities do not have a significant effect on internal control. (4) information and communication components have no significant effect on internal control. (5) the monitoring component has a significant effect on internal control. The implication of the conclusion of this study is that every Rural Bank (BPR) in Central Java needs to increase the effectiveness of internal control. Because there is one aspect of the coso framework component that has not been implemented effectively. Therefore it is necessary to have training or some kind of upgrading activity for employees so that they can maximize the effectiveness of a company's internal control. | |
| 28379 | 31389 | C1A013095 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYERAPAN TENAGA KERJA DI JAWA TENGAH 2014-2019 | Tenaga kerja adalah unsur yang penting dalam mengelola dan mengendalikan sistem ekonomi, seperti produksi, distribusi, konsumsi maupun investasi. Masalah tenaga kerja salah satunya adalah ketersedian lapangan pekerjaan yang sangat terbatas, sedangkan jumlah angkatan kerja yang semakin meningkat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data panel dengan teknik analisis regresi linear berganda. Data ini menggunakan 35 kabupaten/kota di Provinsi jawa Tengah dari tahun 2014-2019. Hasil penelitian menunjukkan secara simultan PDRB, UMK, Inflasi, dan IPM berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Jawa Tengah tahun 2014-2019. Secara parsial Produk Domestik Regional Bruto dan inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Jawa Tengah tahun 2014-2019. Sementara itu, Upah Minimum Kabupaten/Kota dan Indeks Pembangunan Manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Jawa Tengah tahun 2014-2019. Implikasi yang bisa diberikan perlunya peningkatan kualitas penduduk di Provinsi Jawa Tengah. Untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia dapat melalui kemudahan dalam mengakses fasilitas kesehatan dan pendidikan dengan harga yang terjangkau. | Labor is an important element in managing and controlling the economic system, such as production, distribution, consumption and investment. One of the labor problems is the availability of job opportunities which are very limited, while the number of workforce is increasing. This type of research used in this research is quantitative. The data used in this research is panel data with multiple linear regression analysis techniques. This data uses 35 districts / cities in Central Java Province from 2014-2019. The results showed that simultaneously PDBR, UMK, Inflation, and HDI had a significant effect on employment in Central Java Province in 2014-2019. Partially, Gross Regional Domestic Product and inflation have no significant effect on employment in Central Java Province in 2014-2019. Meanwhile, Regency / City Minimum Wages and Human Development Index have a positive and significant effect on employment in Central Java Province in 2014-2019. The implications that can be given are the need to improve the quality of the population in Central Java Province. To increase the Human Development Index, it is possible to facilitate access to health and education facilities at affordable prices. | |
| 28380 | 31730 | L1A016070 | Pengaruh Logam Cd terhadap Histologi Testis Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) Jantan | Cd merupakan salah satu logam berat yang banyak ditemukan di lingkungan perairan dan memiliki efek toksik bagi organisme akuatik. Dampak kadmium pada tubuh organisme yaitu dapat mengganggu sistem reproduksi terutama dalam pembentukan sperma pada proses spermatogenesis. Biota uji yang digunakan pada penelitian ini yaitu ikan nilem (Osteochilus hasselti) jantan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh logam berat Cd terhadap tingkat kerusakan jaringan testis ikan nilem jantan dan mengetahui perbandingan tingkat kerusakan jaringan testis ikan nilem jantan pada empat perlakuan logam berat Cd selama 4 minggu. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian dilakukan dengan tiga tahap, yaitu pengambilan testis, pembuatan preparat histologi, dan analisis laboratorium menggunakan mikroskop. Biota uji diberi empat perlakuan Cd 0 ppm, 2 ppm, 4 ppm, dan 6 ppm dengan waktu pemaparan selama 28 hari dan pengambilan sampel dilakukan setiap dua minggu sekali. Data kuantitatif berupa proporsi tahapan spermatogenesis dianalisis dengan One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi perubahan bentuk pada tahapan spermatogenesis dan menunjukkan hasil berfluktuasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa pemberian 4 perlakuan logam Cd selama 4 minggu tidak memberikan pengaruh terhadap kerusakan dan dalam menghambat proses spermatogenesis pada testis ikan. | Cd is a heavy metal that is found in many aquatic environments and has toxic effects on aquatic organisms. The impact of cadmium on the body of organisms is that it can interfere with the reproductive system, especially in the formation of sperm in the spermatogenesis process. The test biota used in this study was male nilem fish (Osteochilus hasselti). The purpose of this study was to determine the effect of heavy metal Cd on the level of damage to the testicular tissue of male nilem fish and to determine the ratio of the level of damage to the testicular tissue of male nilem fish in four treatments of Cd heavy metal for 4 weeks. The method used was an experimental method with a completely randomized design research design. The research was conducted in three stages, namely taking the testes, making histological preparations, and laboratory analysis using a microscope. The test biota was given four treatments of Cd 0 ppm, 2 ppm, 4 ppm, and 6 ppm with an exposure time of 28 days and sampling was carried out every two weeks. Quantitative data in the form of the proportions of the spermatogenesis stages were analyzed by One Way ANOVA. The results showed that there was no change in shape at the spermatogenesis stage and showed fluctuating results. This shows that giving 4 Cd metal treatments for 4 weeks has no effect on damage and in inhibiting the spermatogenesis process in fish testes. |