Artikelilmiahs

Menampilkan 28.321-28.340 dari 50.150 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2832131680I1B016074HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN EFIKASI DIRI DALAM MENYELESAIKAN SKRIPSI SAAT COVID 19 PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR KEPERAWATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANABSTRAK
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN EFIKASI DIRI DALAM MENYELESAIKAN SKRIPSI SAAT COVID 19 PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR KEPERAWATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Naafi Wijayanti, Iwan Purnawan, Annas Sumeru
Latar Belakang : Efikasi diri merupakan keyakinan individu terhadap kemampuan dirinya untuk mengontrol dan melakukan tindakan demi mencapai suatu hal. Dukungan sosial diperlukan dalam mengerjakan skripsi pada mahasiswa keperawatan.
Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial terhadap efikasi diri pada mahasiswa tingkat akhir.
Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional design. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan total sampling dengan besar sampel 47 responden. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji gamma somer’s d.
Hasil : Penelitian menunjukkan sebagian besar responden mempunyai dukungan sosial yang baik 56.0% dan efikasi diri responden sangat baik 38.0%. Hasil uji statistik dukungan sosial terhadap efikasi diri menunjukan tingkat signifikansi p=0,022. Sedangkan nilai korelasi pada hasil penelitian ini 0,375.
Kesimpulan : Semakin baik dukungan sosial maka semakin tinggi pula efikasi diri mahasiswa tingkat akhir dalam menyelesaikan skripsi.
Kata Kunci : dukungan sosial, efikasi diri, mahasiswa tingkat akhir
1Mahasiswa Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
2Departemen Keperawatan Medikal Bedah Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu- Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
ABSTRACT
SOCIAL SUPPORT RELATIONSHIP WITH SELF-EFFICIENCY IN COMPLETING THESIS DURING COVID 19 AT FINAL LEVEL OF NURSING STUDENTS GENERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY
Naafi Wijayanti, Iwan Purnawan, Annas Sumeru
Background: Self-efficacy is an individual's belief in his ability to control and take

nursing students.

self-efficacy in final year students.

approach. Sampling was conducted using total sampling with a sample size of 47

somer test d.

and very good self-efficacy of respondents 38.0%. The statistical test results of

correlation value in the results of this study was 0.375.

year students in completing their thesis.
Keywords: social support, self-efficacy, final year students
2832231685F1A016016Peran LSM PEKA Dalam Mendampingi Orang Dengan HIV AIDS (ODHA)
Di Kabupaten Banyumas
Artikel ini mendeskripsikan mengenai bagiamana peran yang dilakukan oleh Pendukung Sebaya (PS) yang merupakan bagian dari LSM PEKA Banyumas dalam proses pendampingan ODHA. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Kasih atau kita sebut PEKA awalnya sebuah Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) bagi Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA) di Salatiga, Jawa Tengah, yang berdiri tahun 2006. Lembaga yang fokus bergerak dibidang HIV AIDS (Laporan LSM PEKA, 2017). Kemudian pada bulan September 2007 mulai berinisiatif mengambil peran lebih luas di tingkat provinsi. Kemudian pada tahun 2011 terbentuklah LSM PEKA di Banyumas hingga saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan analisis interaktif/ ongoing analysis. Metode ini memuat empat komponen utama yakni, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LSM PEKA Banyumas berhasil merangkul dan mempertahankan ODHA agar terus meminum obat (ARV) dan membuat ODHA tidak putus asa. LSM PEKA Banyumas menunjukan adanya peran yang dilakukan oleh Pendukung Sebaya (PS) yang merupakan bagian dari LSM PEKA Banyumas dalam proses pendampingan ODHAThis article describes the relevance between PLWHA and peer support (PS) which is part of the NGO PEKA Banyumas in the process of mentoring PLWHA. Talking about HIV AIDS is surely the first thought is a disease caused by "naughty" behavior. For example in the form of sharing unsterile needles, having intercourse without using a condom and often having multiple partners / free sex, homosexuality. This has led to the formation of the Non-Governmental Organization (NGO) Caring for Love (PEKA), initially a Peer Support Group (KDS) for PLWHA in Banyumas Regency, Central Java. Established in 2011 and recorded on October 30, 2016. An institution that focuses on HIV AIDS. This research uses descriptive qualitative methods, with interactive analysis / continuous analysis. This method contains four main components, namely, data, data reduction, data presentation, and interesting. The results showed that the PEKA Banyumas NGO succeeded in embracing and maintaining PLWHA to continue taking ARV drugs and made PLWHA not give up. The PEKA Banyumas NGO shows the relevance between PLWHA and what the PEKA Banyumas NGO does in the mentoring process.
2832331681I1B016006HUBUNGAN PENGGUNAAN INSTAGRAM DENGAN INSOMNIA PADA MAHASISWA DI JURUSAN KEPERAWATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANLatar belakang: Mahasiswa menggunakan instagram dengan intensitas penggunaan yang bervariasi. Instagram merupakan media berbasis online yang memungkinkan penggunanya untuk membuat profil, mengunggah kegiatan sehari-hari, serta mengundang atau menerima pertemanan untuk bergabung dalam situs tersebut. Penggunaan instagram yang berlebihan diduga dapat menyebabkan perubahan kegiatan keseharian mahasiswa termasuk istirahatnya.
Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan penggunaan instagram dengan insomnia pada mahasiswa.
Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Besar sampel adalah 225 responden yang memenuhi kriteria inklusi yaitu mahasiswa keperawatan angkatan 2017-2019 yang masih aktif, memiliki akun instagram, dan bersedia menjadi responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang dibuat sendiri oleh peneliti dan telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Korelasi kedua variabel diuji dengan uji Chi Square.
Hasil penelitian: Karakteristik responden rata-rata berusia 20 tahun, sebagian besar perempuan, memiliki akun instagram lebih dari 1 tahun (92,9%), frekuensi mengakses per hari lebih dari 6 kali (35,1%), waktu mengakses pada malam hari (55,1%), durasi mengakses instagram kurang dari 1 jam (49,8%), dan durasi tidur sehari semalam lebih dari 5 jam (69,3%), namun responden mengaku tetap mengalami insomnia (91,6%), dan gambaran penggunaan instagram kategori intens (81,8%). Hasil uji korelasi Chi Square menunjukkan p value 0,000 (p<0,05).
Kesimpulan: Ada hubungan antara penggunaan instagram dengan insomnia pada mahasiswa di Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman.
Background: Students use Instagram with diverse intensity of use. Instagram is an online-based media that allows users to create profiles, upload daily activities, and invite or accept friends to join the site. Excessive use of Instagram have presumed can cause changes in students daily activities, including taking breaks.
Research objective: To determine the relationship between Instagram use and insomnia in college students.
Methodology: This study use cross sectional design. The sampling technique uses total sampling. The total sample are 225 respondents with inclusion criteria, nursing collage students class 2017-2019 who are still active, have an Instagram account, and are willing to become respondents. The research instrument used a questionnaire that was made by the researcher, the validity and reliability were tested. Correlation between two variables was tested by using Chi Square test.
Results: The characteristics of the respondents are 20 years old on average, most of them are women, have an Instagram account for more than 1 year (92.9%), the frequency of accessing them of the day is more than 6 times (35.1%), the time they access at night days (55.1%), the duration of accessing Instagram is less than 1 hour (49.8%), and the duration of sleep a day and night is more than 5 hours (69.3%), but respondents admitted to still experiencing insomnia (91.6%), and an overview of the intense category of Instagram usage (81.8%). The results of the correlation test Chi Square showe is p value of 0.000 (p <0.05).
Conclusion: There is a relationship between the use of Instagram and insomnia among students in the Nursing Department of Jenderal Soedirman University.
2832431682I1B017070Hubungan Interaksi Sosial dengan Kepuasan Hidup Lansia Selama Pandemi Covid-19 Di Desa KaliwediABSTRAK

HUBUNGAN INTERAKSI SOSIAL DENGAN KEPUASAN HIDUP LANSIA SELAMA PANDEMI COVID-19 DI DESA KALIWEDI
Fian Ayu Junianti, Rahmi Setiyani, Annas Sumeru

Latar Belakang : Adanya pandemi Covid-19 membuat proses sosial yang mulanya dapat dilakukan secara langsung kini banyak yang mengalami perubahan. Hal tersebut dimungkinkan dapat memengaruhi seseorang dalam memperoleh kepuasan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara interaksi sosial dengan kepuasan hidup lansia selama pandemi Covid-19 di Desa Kaliwedi.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Responden penelitian ini berjumlah 100 orang lansia yang tinggal di Desa Kaliwedi. Penelitian ini menggunakan kuisioner Index of Social Interaction (ISI) dan kuisisoner Life Satisfaction Index for the Third Age (LSITA). Analisa data menggunakan uji Somer’s d.
Hasil : Hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden memiliki tingkat interaksi sosial tinggi (88%). Sebagian besar responden memiliki kepuasan hidup yang tinggi (88%). Hasil uji menunjukan tidak terdapat hubungan yang sifgnifikan antara interaksi sosial dengan kepuasan hidup (p = 0,635; p>0,05). Adapun nilai koefisien korelasi variabel interaksi sosial dengan kepuasan hidup yaitu (0,042).
Kesimpulan : Interaksi sosial tidak berhubungan dengan kepuasan lansia selama pandemi Covid-19 Di Desa Kaliwedi.

Kata Kunci : Covid-19, interaksi sosial, kepuasan hidup, lansia.
ABSTRACT


SOCIAL INTERACTION RELATIONSHIP WITH LIFE SATISFACTION DURING COVID-19 PANDEMIC IN KALIWEDI VILLAGE

Fian Ayu Junianti, Rahmi Setiyani, Annas Sumeru



Background : With the Covid-19 pandemic, many social processes that were initially carried out directly have now changed. It is possible that it can affect a person in obtaining life satisfaction. This study aims to determine the relationship between social interactions and life satisfaction in the elderly during the Covid-19 pandemic in Kaliwedi Village.
Methods : This study is a quantitative study with a cross sectional design. The number of respondents in this study was 100 elderly people who live in Kaliwedi Village. This study used the Index of Social Interaction (ISI) questionnaire and the Life Satisfaction Index for the Third Age (LSITA) questionnaire. Data analysis using Somer's d.
Results : The results showed that most respondents had a high level of social interaction (88%). Most of the respondents have high life satisfaction (88%). The test results showed that there was no significant relationship between social interaction and life satisfaction (p = 0,635; p>0,05). The correlation coefficient value of the social interaction variable with life satisfaction is (0,042).
Conclusion : Social interaction is not related to elderly satisfaction during the Covid-19 pandemic in Kaliwedi Village.

Keywords: Covid-19, social interaction, life satisfaction, elderly.
2832531469B1J013157KAJIAN ANATOMI DAN FISIOLOGI TANAMAN OKRA MERAH DAN OKRA HIJAU (Abelmoschus esculentus L. [Moench.])Okra [Abelmoschus esculentus L. (Moench.)] merupakan tumbuhan dari famili Malvaceae, biji dari buah tanaman okra memiliki kandungan protein yang terdiri dari lemak, serat dan mineral-mineral yang dibutuhkan oleh tubuh, kandungan dari buah tanaman okra diantaranya adalah kalium, natrium, magnesium, kalsium, besi, dan seng. Penyusunan varietas okra diarahkan untuk peningkatan produktivitas. Okra merupakan sumber bahan pangan yang perlu dikembangkan, untuk itu perlu dilakukan kajian tanaman okra melalui observasi anatomis dan fisiologis. Di Indonesia dijumpai dua genotipe okra yaitu okra merah dan okra hijau. Penelitian ini bertujuan untuk 1). mengetahui karakter anatomi dan fisiologi tanaman okra merah dan okra hijau serta 2). mengetahui perbedaan karakter anatomi dan fisiologi antara tanaman okra merah dengan okra hijau. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menanam 2 varietas okra merah dan okra hijau di greenhouse Fakultas Biologi Unsoed. Variabel yang diamati adalah karakter anatomi daun dengan parameter yang diukur adalah panjang dan lebar stomata dan kerapatan stomata per 1 mm2 luas daun. Variabel kedua adalah karakter fisiologi yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun dan kandungan klorofil daun okra. Data hasil pengamatan dianalisis dengan Uji T untuk mengetahui perbedaan karakter anatomi dan fisiologi antara okra merah dengan okra hijau.
Hasil penelitian diperoleh bahwa panjang dan lebar stomata, jumlah stomata per satuan luas daun, tinggi serta jumlah daun tanaman okra merah dan okra hijau lebih tinggi pada fase vegetatif dari pada fase generatif. Kandungan klorofil a pada fase vegetatif lebih tinggi dari pada fase generatif baik untuk okra merah maupun okra hijau, sedangkan kandungan klorofil b dan klorofil total fase generatif lebih tinggi dari pada fase vegetatif. Terdapat perbedaan pada panjang stomata, jumlah stomata, kandungan klorofil b dan korofil total antara okra merah dengan okra hijau, sedangkan tinggi tanaman dan jumlah daun tidak berbeda.
Okra [Abelmoschus esculentus L. (Moench.)] is a plant of the family Malvaceae, the seeds of the okra plant fruit has a protein content consisting of fats, fiber and minerals needed by the body, the content of okra plant fruits including potassium, sodium, magnesium, calcium, iron, and zinc. The preparation of okra varieties is directed to increase productivity. Okra is a source of food that needs to be developed, therefore it is necessary to conduct the study of okra plants through anatomical and physiological observations. In Indonesia there are two genotypes okra namely red okra and green okra. This study aims for 1). know the anatomical and physiological character of red okra plants and green okra and 2). know the differences in anatomical and physiological character between red okra plants and green okra. The research was conducted experimentally by planting 2 varieties of red okra and green okra in the greenhouse of the Faculty of Biology Unsoed. The observed variable is the anatomical character of the leaf with the parameters measured being the length and width of the stomata and the density of the stomata per 1 mm2 of leaf area. The second variable is the observed physiological character is the height of the plant, the number of leaves and the chlorophyll content of okra leaves. The observation data was analyzed with T Test to determine the difference in anatomical and physiological character between red okra and green okra.
The results obtained that the length and width of the stomata, the number of stomata per unit of leaf area, the height and number of leaves of the red okra plant and green okra are higher in the vegetative phase than in the generative phase. The content of chlorophyll a in the vegetative phase is higher than in the generative phase for both red okra and green okra, while the total chlorophyll b and chlorophyll content of the generative phase is higher than in the vegetative phase. There are differences in the length of the stomata, the number of stomata, the content of chlorophyll b and the total corophile between red okra and green okra, while the height of the plant and the number of leaves do not differ.
2832631684F1A013042PENGELOLAAN PARIWISATA BERBASIS KOMUNITAS
(STUDI TERHADAP PERAN KELOMPOK MASYARAKAT PENGGERAK PARIWISATA DI PANTAI PANGANDARAN)
Skripsi ini memaparkan hasil penelitian mengenai Pengelolaan Pariwisata Berbasis Komunitas (Studi Terhadap Peran Kelompok Masyarakat Penggerak Pariwisata Di Pantai Pangandaran) dengan dilatarbelakangi karena masih banyaknya permasalahan terkait pengelolaan objek wisata Pantai Pangandaran. Pantai Pangandaran merupakan salah satu Daerah Otonom Baru (DOB) dengan sektor pariwisata merupakan sektor unggulan yang menghasilkan pendapatan daerah terbesar bagi Kabupaten Pangandaran maka pengembangan pariwisata Pantai Pangandaran dibutuhkan suatu strategi yang serius untuk mencapai tujuan daerah.

Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan salah satu analisis dari Max Weber (1904) yaitu Spirit Of Kapitalism, semangat kapitalisme ialah ide-ide seperti waktu adalah uang, bekerjalah dengan tekun, hemat, tepat waktu, jujurlah, dan memperoleh uang adalah suatu tujuan yang sah.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengelolaan pariwisata Pantai Pangandaran khususnya peran yang dilakukan oleh Kelompok Masyarakat Penggerak Pariwisata (Kompepar). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, serta teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik Pusrposive Sampling, merupakan teknik penentuan sampel yang ditentukan secara sengaja oleh peneliti dengan berbagai pertimbangan tertentu sesuai dengan tujuan penelitian. Pertimbangan yang dimaksud adalah informan dianggap yang paling tahu dari masalah yang terjadi dan memiliki informasi yang sesuai untuk memaksimalkan tujuan penelitian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelompok Masyarakat Penggerak Pariwisata (Kompepar) sebagai mitra resmi pemerintah dalam mengelola pariwisata dan merupakan komunitas yang lahir dari masyarakat mempunyai tanggung jawab besar yang sama dengan Dinas Pariwisata Pangandaran. Masih banyak permasalahan terkait pengelolaan objek wisata Pantai Pangandaran seperti konflik di internal dan permasalahan yang berasal dari destinasti pariwisata. Kelompok Masyarakat Penggerak Pariwisata (Kompepar) sangat berperan dalam merealisaikan program Sapta Pesona, dan diharapkan mampu menjadi tuan rumah yang baik bagi setiap wisatawan yang berkunjung sehingga dapat meningkatkan pendapatan daerah Kabupaten Pangandaran dari sektor pariwisata. Dalam hal ini peran pemerintah, Kelompok Masyarakat Penggerak Pariwisata (Kompepar) dan masyarakat terutama masyarakat sekitar Pantai Pangandaran sangat penting dalam mencapai tujuan daerah agar memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
This thesis describes the results of research on Community-Based Pangandaran Beach Tourism Management (Study Of The Role Of Tourism Driving Community Group in Pangandaran Beach), which was motivated because there are still many problems related to the management of Pangandaran Beach tourism objects.

The theory used in this research is one of the analyzes from Max Weber (1904) namely Spirit Of Capitalism, the spirit of capitalism is such ideas as time is money, work diligently, thrifty, on time, honest, and earning money is a legitimate goal.

The purpose of the research is to determine the management of Pangandaran Beach tourism, especially the role played by the Tourism Driving Community Group (Kompepar). The research method used in this research is descriptive method with qualitative approach, and the technique of determining informant in this research uses Purposive Samplig is a sample determination technique that is determined deriberately by the reasearcher with certain considerations in accordance with the research objectives. The intended consideration is the informant who who is considered the most knowledgeable of the problem that occur and has the appropriate information to maximize the research objective.
The results showed that the Tourism Driving Community Group (Kompepar) as an official partner of the government in managing tourism and is a community born from the community having the same big responsibility as the Pangandaran Tourism Office. There are still many problems related to the management of Pangandaran Beach tourism objects such as internal conflicts and problems originating from tourism destinations. The Tourism Driving Community Group (Kompepar) whose scope of work in the field requires a clear and directed work program. The Tourism Driving Community Group (Kompepar) plays a very important role in realizing the Sapta Pesona program, and is expected to be a good host for every visiting tourist so that it can increase Pangandaran Regency regional income from the tourism sector. In this case the role of the government, the Tourism Driving Community Group (Kompepar) and the community, especially the people around Pangandaran Beach, are very important in achieving regional goals so that they have a positive impact on the community's.
2832731686I1B016048 STUDI LITERATUR TENTANG PENGARUH SINAR MATAHARI DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEMBUHAN COVID-19ABSTRAK
STUDI LITERATUR TENTANG PENGARUH SINAR MATAHARI DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEMBUHAN COVID-19
Kanti Endah Susilo1, Atyanti Isworo2, Annas Semeru3
Latar belakang : Coronavirus Disease (COVID-19) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus corona jenis baru yang mana virus ini dapat menyebabkan penyakit gangguan pernapasan dengan gejala ringan sampai berat. Meski jumlah kasus yang terjadi cukup besar dan masih terus meningkat namun hingga saat ini belum ada pengobatan ataupun vaksin yang dapat menjamin menyembuhkan COVID-19. Berbagai upaya penanganan yang tepat perlu dilakukan untuk menekan laju penyebaran.
Tujuan penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sinar matahari dalam upaya meningkatkan kesembuhan pasien COVID-19.
Metodologi : Desain jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa literature review.
Hasil : Terdapat sembilan artikel yang didiperoleh sesuai dengan kriteria inlusi dan eksklusi. Dari sembilan artikel, delapan diantaranya menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara paparan sinar matahari dan COVID-19. Paparan sinar matahari berpengaruh siginifikan terhadap angka kematian dimana ditunjukkan dengan angka kematian di daerah yang sedikit terpapar sinar matahari lebih tinggi dibanding angka kematian di daerah dengan paparan sinar matahari lebih banyak. Paparan sinar matahari berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kesembuhan pasien.
Kesimpulan : paparan sinar matahari memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatan kesembuhan pasien sehingga pemberian intervensi dengan memnafaatkan paparan sinar matahari yang tepat dan aman dapat diberikan kepada pasien COVID-19 dengan gejala ringan, sedang, atau tanpa gejala.
Abstract
LITERATURE STUDY ON THE EFFECT OF SUNSHINE IN EFFORTS TO IMPROVE HEALING FOR COVID-19
Kanti Endah Susilo1, Atyanti Isworo2, Annas Semeru3
Background : Coronavirus Disease (COVID-19) is a disease caused by infection with a new type of corona virus, which causes respiratory problems with mild to severe symptoms. Although the number of cases that have occurred is quite large and continues to increase, until now there is no treatment or vaccine that can guarantee a cure for COVID-19. Various appropriate handling efforts need to be made to reduce the rate of spread.
Purpose : This study aims to determine the effect of sunlight in an effort to improve the healing of COVID-19 patients.
Methodology : The type of research design used in this study is a literature review.
Result : There were nine articles obtained according to the inclusion and exclusion criteria. Of the nine articles, eight of them showed a significant correlation between sun exposure and COVID-19. Sun exposure has a significant effect on the mortality rate which is indicated by the mortality rate in areas with less exposure to sunlight, which is higher than the mortality rate in areas with more sun exposure. Sun exposure has a significant effect on improving patient recovery.
Conclusion : Sun exposure has a significant effect in improving patient recovery so that intervention by using appropriate and safe sun exposure can be given to COVID-19 patients with mild, moderate, or no symptoms.

2832831687I1B017066PENGARUH KOMBINASI SEDUHAN BAWANG DAYAK
(Eleutherine palmifolia) DAN MADU TERHADAP PENURUNAN
GLUKOSA DARAH SEWAKTU PADA TIKUS DIABETES
MELLITUS INDUKSI STREPTOZOTOCIN
Latar Belakang : Diabetes mellitus merupakan penyakit kronik yang sering
dijumpai pada masyarakat Indonesia maupun dunia. Bawang Dayak (Eleutherine
palmifolia) dan Madu berpotensi untuk menurunkan kadar glukosa darah.
Tujuan Penelitian : Mengetahui pengaruh kombinasi seduhan bawang dayak dan
madu dalam menurunkan kadar glukosa darah.
Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode true experiment dengan pretestposttest with control group design. Sampel berjumlah 30 ekor tikus yang dibagi
menjadi 6 kelompok. Kelompok (A) kontrol sehat, kelompok (B) kontrol negatif,
kelompok (C, D, dan E) diberikan dosis bawang dayak masing-masing 0,1 g/kgBB,
0,2 g/kgBB, dan 0,4 g/kgBB yang dikombinasikan dengan madu 1 ml/kgBB, serta
kelompok (F) diberikan metformin 45 mg/kgBB. Intervensi dilakukan selama 14
hari. Kadar GDS pre test diuji dengan One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan
Post-hoc Bonferroni, sedangkan GDS post test diuji dengan Kruskal-Wallis dan
dilanjutkan dengan Mann-Whitney.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi seduhan
bawang dayak dan madu terbukti dapat menurunkan kadar GDS. Rerata selisih
pretest-posttest GDS pada masing-masing dosis adalah 2.1940 ± 0.40472, 2.0142
± 0.41476, dan 2.1209 ± 0.37345.
Kesimpulan : Pemberian kombinasi seduhan bawang dayak dosis 0,1g/kgBB dan
madu 1 ml/kgBB merupakan dosis paling efektif dalam menurunkan GDS.
Kata Kunci: Diabetes Mellitus, glukosa darah sewaktu, hiperglikemia, kombinasi
bawang dayak dan madu.
Backgrounds : Diabetes mellitus is a chronic disease that is often found in
Indonesians and in the world. Dayak onions (Eleutherine palmifolia) and honey
have the potential to lower blood glucose levels.
Purposes : To determine the effect of the combination of Dayak onion and honey
brewing in reducing blood glucose levels.
Methodology : This study used a true experimental method with a pretest-posttest
control group design. The sample consisted of 30 rats which were divided into 6
groups. Group (A) healthy control, group (B) negative control, groups (C, D, and
E) were given a dose of dayak onion, respectively 0,1 g/kgBB, 0,2 g/kgBB, and 0,4
g/kgBB combined with honey 1 ml/kgBB, and group (F) was given metformin 45
mg/kgBB. The intervention was carried out for 14 days. The pre-test GDS levels
were tested by One Way ANOVA and followed by Post-hoc Bonferroni, while the
post-hoc GDS levels were tested with Kruskal-Wallis and followed by MannWhitney.
Results : The results showed that giving a combination of infused Dayak onions
and honey was proven to reduce GDS levels. The mean pretest-posttest GDS
differences at each dose were 2.1940 ± 0.40472, 2.0142 ± 0.41476, and 2.1209 ±
0.37345.
Conclusion : The combination of Dayak onion infusion dose 0,1g/kgBB and honey
1 ml/kgBB is the most effective dose in reducing GDS.
Key Words : Diabetes Mellitus, blood glucose levels, hyperglycemia, combination
onion dayak and honey.
2832931688I1B017048Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Penerapan Perilaku Pencegahan Infeksi pada Keluarga Pasien di Ruang Rawat Inap RSUD dr. R. Goeteng TaroenadibrataLatar Belakang:Keluarga merupakan salah satu kelompok yang paling sering kontak dengan pasien dan rentan terhadap masuknya mikroorganisme. Oleh karena itu, keluarga pasien memiliki peran yang penting dalam penerapan upaya pencegahan infeksi di rumah sakit. Perilaku tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor pengetahuan. Perilaku individu yang sesuai dengan aturan yang berlaku menggambarkan sejauh mana tingkat kepatuhan individu dalam menerapkan perilaku pencegahan infeksi di rumah sakit.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan keluarga pasien dengan kepatuhan penerapan perilaku pencegahan infeksi.
Metodologi: Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah keluarga pasien dengan sampel sebanyak 70 orang yang menggunakan consecutive sampling dengan kriteria inklusi adalah keluarga pasien yang bersedia menjadi responden di ruang rawat inap RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata dan usia di atas 17 tahun. Instrumen berupa kuesioner dibuat oleh peneliti dan telah diuji validitas dan realibilitas dengan r hitung yaitu >0,361 dan nilai Cronbach’a alpha variabel pengetahuannya yaitu 0,842. Sementara nilai Cronbach’a alpha kuesioner kepatuhannya adalah 0,818.
Hasil Penelitian: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang tinggi (77,1%) dan tingkat kepatuhan yang baik (71,4%). Analisis data dengan Somers’d didapatkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan kepatuhan perilaku pencegahan infeksi (p=0,000) dan nilai koefisien korelasinya bersifat kuat dan positif (r = 0,764).
Kesimpulan: Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pengetahuan memiliki hubungan yang kuat dan positif dengan kepatuhan penerapan perilaku pencegahan infeksi pada keluarga pasien di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata.
Background:Family is one of the groups most frequently in contact with patients and is susceptible to the entry of microorganisms. Therefore, the patient’s family has an important role in implementing infection prevention efforts in the hospital. This behavior can be influenced by the knowledge factor. Individual behavior in accordance with applicable policies shows the extent to which the level of individual compliance in implementing infection prevention behavior in the hospital. This study aims to know the relationship between patient’s family knowledge with compliance of infection prevention behavior.
Methodology:The design of this study is quantitative correlation study with a cross sectional approach. The population of this study is the patients’s family with a sample of 70 people who used consecutive sampling technique. The inclusion criteria in this study are the families of patients who were willing to be respondents in inpatient room at RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata and over 17 years old of age. The questionnaire instrument was made by researcher, The validity and reliability were tested with r count>0,361 and the Cronbach’s Alpha value of the knowledge variable was 0,842, meanwhile the compliance variable was 0,818.
Result: Most of the respondents have high knowledge (77,1%) and good level of compliance (71,4%). Data analysis Somers’d found that there was a significant relationship between knowledge and infection preventions behavior’s compliance (p=0,000) and the correlation coefficient value was strong and positve (r=0,764).
Conclusion:The result of this study that knowledge has a strong and positive relationship with infection preventions behavior’s compliance in the patient’s families at RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata.
2833031689F1B013034IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN DI KECAMATAN MREBET KABUPATEN PURBALINGGAPenelitian ini berjudul “Implementasi Program Keluarga Harapan Kemiskinan di Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga”. Penelitian ini di latarbelakangi oleh kondisi Indonesia sebagai Negara yang masih berkembang dan memiliki jumlah penduduk terbesar keempat di dunia. Jumlah penduduk yang begitu besar selain akan menjadi bonus demografi, dilain sisi juga mengakibatkan permasalahan kemiskinan menjadi masalah yang genting untuk diatasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi Program Keluarga Harapan di Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga. Selain untuk memperkaya ilmu Administrasi Publik, diharapkan penelitian ini akan mampu mengetahui sejauh mana implementasi program keluarga harapan dan mampuu meningkatkannya dimasa mendatang guna pencapaian tujuan program yang lebih baik.
Teori yang digunakan sebagai dasar dari penelitian ini adalah teori implementasi yang dikemukakan oleh Thomas B. Smith. Berdasar teori ini, implementasi dipengaruhi oleh empat variabel, yaitu idealized policy, target group, implementing organization, dan environmental factors.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pemilihan informan menggunakan Proportional Random Sampling, kemudian pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah variabel idealized policy, target group, implementing organization, dan environmental factors mempunyai pengaruh positif dan signifikan dalam keberhasilan Program Keluarga Harapan di Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga.
This study entitled "Implementation of the Family Hope Program in Mrebet District, Purbalingga Regency". This research is motivated by the condition of Indonesia as a developing country and has the fourth largest population in the world. Besides being a demographic bonus, such a large population will also result in the poverty problem becoming a critical problem to overcome. This study aims to determine how the implementation of the Family Hope Program in overcoming poverty, especially in Mrebet District, Purbalingga Regency. In addition to enriching the knowledge of Public Administration, it is hoped that this research will be able to determine the extent of the implementation of the family hope program and be able to improve it in the future in order to achieve better program objectives.
The theory used as the basis of this research is the theory of implementation proposed by Thomas B. Smith. Based on this theory, implementation is influenced by four variables, idealized policy, target group, implementing organization, and environmental factors.
This research uses a quantitative approach with a survey method. The informant selection technique uses Proportional Random Sampling, then data collection using a questionnaire and observation. The conclusion of this study is that the variables idealized policy, target group, implementing organization, and environmental factors have a positive and significant impact on the success of the Family Hope Program in Mrebet District, Purbalingga Regency.
2833131690F1B013069KUALITAS PELAYANAN POLI GIGI RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT PENDIDIKAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANRINGKASAN

Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Universitas Jenderal Soedirman (RSGMP Unsoed) merupakan Rumah Sakit Perguruan Tinggi milik Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto dibangun pada tahun 2012 sebagai konsekuensi didirikannya pendidikan kedokteran gigi di Universitas Jenderal Soedirman dan mulai beroperasi pada tahun 2013. RSGMP Unsoed diharapkan menjadi Rumah Sakit rujukan utama di Provinsi Jawa Tengah dan pusat pelayanan kesehatan gigi dan mulut paripurna, wahana Pendidikan Profesi Dokter Gigi yang berkualitas serta melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Kualitas Pelayanan Poli Gigi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Universitas Jenderal Soedirman.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah distribusi frekuensi, skor maksimal dan minimal, mean, modus.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kualitas Pelayanan Poli Gigi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Universitas Jenderal Soedirman diukur dengan menggunakan lima dimensi kualitas pelayanan publik, yaitu Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy, Tangible. Pelayanan yang diberikan oleh RSGMP dianggap telah efektif, karena telah mendapat penilaian yang baik oleh pasien berdasar lima indikator yang digunakan. Hal ini ditunjukkan melalui rekapitulasi kelima indikator kualitas pelayanan sudah berada diatas 80,00%, yang menunjukkan bahwa kualitas pelayanan poli gigi yang diberikan tergolong dalam kategori sangat baik.
SUMMARY

Dental and Mouth Education Hospital University Of Jenderal Soedirman (RSGMP Unsoed) is a University Hospital owned by Jenderal Soedirman University was built in 2012 as a consequence of the establishment of dental education at Jenderal Soedirman University and started operating in 2013. RSGMP Unsoed is expected to become a hospital the main reference in Central Java Province and the center for complete dental and oral health service, a vehicle for quality Dentist Professional Education and carrying out community service.
This study aims to determine how the Quality of Dental Services at the Dental and Mouth Education Hospital University Of Jenderal Soedirman.
The research method used is descriptive quantitative research. The sampling technique uses Accidental Sampling. The data analysis method used is the frequency distribution, maximum and minimum scores, mean, mode.
The results showed that the Quality of Dental Services at the Dental and Mouth Hospital of Jenderal Soedirman University was measured by using five dimensions of public service quality, namely Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy, Tangible. The services provided by the RSGMP are considered to have been effective, because they have received good ratings by patients based on the five indicators used. This is indicated by the recapitulation of the five indicators of service quality that are above 80.00%, which indicates that the quality of dental services provided is in the very good category.
2833231691G1A016095PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN ANTARA PASIEN PRIMIGRAVIDA DAN MULTIGRAVIDA TRIMESTER KETIGA DI PUSKESMAS KECAMATAN PURWOKERTO TIMURKecemasan merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang paling banyak di temui di dunia, berupa perasaan tidak nyaman dan merupakan sesuatu yang normal dalam keadaan tertentu. Namun jika berlebihan dapat menimbulkan masalah bagi kesehatan. Salah satu keadaan dimana dapat terjadi kecemasan adalah kehamilan. Pada kehamilan trimester ketiga, perasaan ibu hamil akan semakin peka dan tingkat kecemasan juga dapat meningkat serta menjadi lebih mudah lelah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan antara pasien primigravida dan multigravida trimester ketiga di Puskesmas Kecamatan Purwokerto Timur. Penelitian menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling dengan jumlah responden sebanyak 30 orang pasien primigravida dan 30 orang multigravida trimester ketiga. Pengambilan data dilakukan dengan kuisioner data diri responden, kuisioner L-MMPI, dan kuisioner TMAS. Hasil penelitian menunjukkan jumlah terbanyak responden primigravida terdapat pada kelompok usia 20-25 tahun dan multigravida pada kelompok usia 26-30 tahun. Pendidikan terakhir SMA/SMK terbanyak baik pada primigravida maupun multigravida. Pasien primigravida dan multigravida keduanya banyak mengalami kecemasan berat, masing-masing sebanyak 13 orang (43,3%). Setelah dilakukan analisis menggunakan uji chi-square, didapatkan nilai p adalah 0,784 sehingga hipotesis awal diterima. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat kecemasan yang bermakna antara primigravida dan multigravida trimester ketiga di Puskesmas Kecamatan Purwokerto Timur.Anxiety is one of the most encountered mental health problem in the world, in the form of uncomfortable feeling and is something normal in certain circumstances. However, if excessive, it can cause health problems. One of the circumstances in which anxiety can occur is pregnancy. In the third trimester of pregnancy, pregnant women’s feeling will become more sensitive, anxiety level can increase, and they can feel tired more easily. The Purpose of this study is to determine the difference in anxiety levels between primigravida and multigravida patients in the third trimester at the Public Health Center of east Purwokerto. This study used an observational analytic method with a cross sectional approach. The sampling technique used quota sampling with total number of respondents 30 people of primigravida and 30 people of multigravida, both in the third trimester of pregnancy. The data were collected using the questionnaire of respondent’s personal data, L-MMPI questionnaire, and TMAS Questionnaire. The result of this study shows that most primigravida respondents are in the 20-25 age group and most multigravida are in the 26-30 age group. The last education are mostly Senior High School/Vocational High School both in primigravida and multigravida respondents. Primigravida and multigravida patients both are likely to have severe anxiety level, respectively 13 people (43,3%). After being analyzed with chi-square test, it is obtained the p value equals to 0,784 therefore the null hypothesis is accepted. From this study it is concluded that there is no significant difference in anxiety level between primigravida and multigravida in the third trimester at the Public Health Center of East Purwokerto.
2833331692F1A017033POTRET SI FAHMI: SISWA KAYA YANG GAGAL BERPRESTASI Penelitian ini menceritakan tentang latar kehidupan sosok Fahmi (nama samaran) yang
merupakan siswa dari keluarga kelas atas yang gagal mengukir prestasi di sekolah.
Sebagai salah satu siswa dari kelas atas, Fahmi sebetulnya memiliki modal ekonomi,
sosial, budaya dan simbolik yang dapat menunjang prestasi akademiknya. Namun
kenyataannya, Fahmi justru gagal berprestasi di sekolah. Hal tersebut dibuktikan dengan
hasil belajar Fahmi yang tidak cukup baik, sehingga Fahmi berada di peringkat dua
terbawah di kelasnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif life history dan
dilakukan di SMA Negeri 1 Cilacap. Sasaran dalam penelitian ini adalah siswa dari
keluarga kelas atas yang gagal berprestasi dan dipilih berdasarkan rekomendasi guru BK
kelas XII. Teknik penentuan informannya yaitu menggunakan teknik purposive sampling.
Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan hasil wawancara dijadikan
sebagai sumber data primer. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode analisis
interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan
berbagai modal seperti modal ekonomi (berasal dari kelas atas), budaya (memiliki
banyak pengalaman sosial), sosial (jaringan pertemanan yang luas) dan simbolik
(memiliki banyak fasilitas belajar) tidak membuat Fahmi berprestasi di sekolah. Fahmi
justru gagal berprestasi karena memiliki habitus seperti malas belajar, gemar
menyontek, senang bermain serta memiliki kebiasaan membolos. Habitus Fahmi
terbentuk karena kurangnya perhatian orang tua terhadap kegiatan belajar Fahmi. Selain
itu, habitus yang dimiliki Fahmi terbentuk karena pengaruh lingkungan teman dan
sekolah. Pada akhirnya, lingkungan keluarga, sekolah dan pertemanan pembentuk
habitus Fahmi dapat dikategorikan sebagai faktor eksternal dan faktor internalnya
berupa rendahnya motivasi belajar.
This research tells about the background of the figure of Fahmi (a pseudonym) who is a
student from an upper class family who failed to make achievements in school. As a student
from the upper class, Fahmi actually has economic, social, cultural and symbolic capital that
can support his learning achievements. But in reality, Fahmi failed to do well in school. This
is evidenced by Fahmi’s learning outcomes that are not good enough, so that Fahmi is in the
second lowest rank in his class. This study used a qualitative method of life history and was
conducted at SMA Negeri 1 Cilacap. The target in this study were students from upper class
families who failed to perform and were selected based on the recommendations of the XII
grade counseling teacher. The technique of determining the informants is using purposive
sampling techniques. The data collection method is done through interviews and interviews
results are used as the primary data sources. The data analysis method used is the
interactive analysis method of Miles and Huberman. The result showed that the ownership
of various capitals such as economic capital (derived from the upper class), culture (having
a lot of social experiences), social (extensive network of friends) and symbolic (having many
learning facilities) did not make Fahmi excel in school. Fahmi actually failed to excel
because he had habits such as procrastinating, cheating, playing most of the time and
skipping class. Fahmi’s habitus was formed due to the lack of parental attention towards
Fahmi’s learning activities. In addition, Fahmi’s habitus was formed due to the influence of
his friends and school environmens. In the end, the family, environment, school and
friendship environment that forms Fahmi’s habitus can be categorized as external factors
and internal factors in the form of low learning motivation.
2833431694F1B013038KAPASITAS BUMDES PANCASAN MAKMUR DALAM PENGELOLAAN POTENSI DESA DI DESA PANCASAN KECAMATAN AJIBARANG KABUPATEN BANYUMASBUMDes sebagai lembaga ekonomi yang bekedudukan di Desa, secara umum memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan Desa dan masyarakat Desa dengan mengoptimalkan pemanfaatkan aset dan potensi yang dimiliki Desa. BUMDes Pancasan Makmur merupakan salah satu BUMDes dengan kategori berkembang yang ada di Kabupaten Banyumas. Selain itu BUMDes Pancasan Makmur memperoleh laba usaha dan memberikan kontribusi yang tinggi terhadap PADes. Sehingga hal tersebut menarik untuk diteliti.
Penelitian ini bertujuan mengetahui dan mendeskripsikan Kapasitas BUMDes Pancasan Makmur dalam Pengelolaan Potensi Desa di Desa Pancasan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas dengan memakai analisis Model Kapasitas Organisasi dari Horton, dkk. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatis deskriptif, dengan teknik pemilihan informan purposive sampling. Pengumpulan data didapatkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis menggunakan analisis data interaktif menurut Miles, Huberman dan Sadana.
Hasil penelitian menunjukkan ketercapaian Kapasitas Organisasi BUMDes Pancasan Makmur dalam pengelolaan potensi Desa dapat dilihat dari aspek sumber daya, dimana pengelolaan kapasitas sumber daya BUMDes Pancasan Makmur sudah dapat dikatakan baik dan sudah mampu untuk memenuhi kebutuhan operasional unit usaha baik Taman Tirta Alami maupun pengelolaan sampah. Kapasitas manajemen BUMDes Pancasan Makmur menghadapi kendala dalam pelaksanaannya. Perombakan total kepengurusan BUMDes Pancasan Makmur berdampak pada perubahan arah kebijakan dan mengganggu iklim organisasi yang telah terbentuk sebelumnya. Hal tersebut dapat menghambat proses manajemen karena tidak adanya keberlanjutan hasil kerja dari kepengurusan sebelumnya. Pun berdampak pada hilang atau berkurangnya kepercayaan pihak eksternal terhadap pengelolaan BUMDes Pancasan Makmur.
BUMDes as an economic institution in the village, generally has the aim to improve the welfare of the village and the welfare of the village community by optimizing the utilization of assets and potentials owned by the Village. BUMDes Pancasan Makmur is one of the growing BUMDes in Banyumas regency. In addition, BUMDes Pancasan Makmur earns business profits and contributed significantly to PADes. So it is interesting to research.
This study aims to know and describe the Capacity of BUMDes Pancasan Makmur in Village Potential Management in Pancasan Village, Ajibarang district, Banyumas Regency by using analysis of Organizational Capacity Model from Horton, et al. The research method used is descriptive qualitatis research method, with purposive sampling informant selection technique. Data collection is conducted with interviews, observations, and documentation. The analysis method used is interactive data analysis by Miles, Huberman and Sadana.
The results of the research showed the achievement of Organizational Capacity BUMDes Pancasan Makmur in the management of village potential can be seen from the aspect of resources, where the management of the capacity of BUMDes Pancasan Makmur resources can be said to be good and has been able to meet the operational needs of business units both Taman Tirta Alami and Pengelolaan Sampah. The management capacity of BUMDes Pancasan Makmur faces obstacles in its implementation. The reshuffle of BUMDes Pancasan Makmur's management has an impact on the change in policy direction and disrupting the climate of the organization that has been formed before. This can hamper the management process due to the lack of sustainability of the work of the previous Operational Executive Board. It also has an impact on the loss or decrease of trust of external parties to the manager of BUMDes Pancasan Makmur.
2833531693F1A013063AGING DALAM DRAMA TV “DEAR MY FRIENDS" (REPRESENTASI WACANA AGEISM DAN SUCCESSFUL AGING DI MEDIA MASSA)Korea Selatan mengalami aging population. Hal ini mendorong isu-isu mengenai lansia semakin penting untuk dipelajari. Salah satu caranya dengan mengkaji representasi mereka di media massa seperti K-Drama. Sosok lansia yang underrepreseneted bahkan di media massa yang masyarakatnya menganut confucianism, muncul lewat K-Drama berjudul “Dear My Friends”. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan membongkar wacana ageism dan successful aging dalam drama tersebut.

Penelitian yang dilakukan ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan metode Analisis Wacana Kritis model Norman Fairclough, yaitu mengkombinasikan tradisi analisis tekstual dengan konteks masyarakat yang lebih luas. Data primer dalam penelitian ini adalah K-Drama “Dear My Friends” dengan berbagai bantuan data sekunder untuk mengisi celah penelitian. Data-data yang dikumpulkan melalui dokumentasi dan studi pustaka.

Ditemukan hasil penelitian sebagai berikut; Pertama, dari segi analisis teks, terdapat delapan konsep yang berhubungan dengan ageism (stratifikasi usia; konflik antargenerasi; denial of aging; age norm; lansia sebagai beban keluarga, masyarakat dan pemerintah; stereotype lansia sebagai sosok yang vulnerable; mengasosiasikan lansia denga kematian; serta elderly abuse) dan tiga konsep berhubungan dengan successful aging (resistensi atas stereotype lansia sebagai sosok yang vulnerable; active aging; dan filial piety). Kedua, dari segi analisi praktik wacana, dalam produksi DMF ada dua pihak yang berperan yaitu Noh Hee Kyung sebagai penulis skenario dan Hong Jong Chan sebagai sutradara namun peran Noh jauh lebih besar sedangkan untuk konsumsi teks, DMF sendiri tidak hanya populer tapi juga dinilai bagus oleh para audiens-nya. Ketiga, dari segi analisis praktik sosiokultural, DMF muncul ditengah-tengah situasi saat lansia underrepresented di media massa. DMF merupakan hasil kolaborasi GT Entertainment dan Studio Dragon yang kemudian ditayangkan di TvN dan kini bisa dinikmati di platform streaming Netflix. Sedangkan dalam situasi sosial, isu-isu lansia Korea Selatan berhubungan dengan transformasi sosial, ekonomi dan politik yang menyebabkan terjadinya industrialisasi dan modernisasi.

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dalam penelitian ini, peneliti memiliki kesimpulan: Analisis pada DMF ini mewakili gambaran masyarakat Korea Selatan yang anomali, karena nilai dan norma modernitas serta nilai dan norma tradisional hadir secara bersamaan, yang akhirnya membentuk perilaku ageism terhadap lansia namun disaat bersamaan lansia pun dituntut untuk bisa menjadi sosok yang berhasil meraih successful aging. Wacana-wacana yang Noh tulis dalam DMF merupakan refleksi tentang hidupnya pribadi, namun disaat bersamaan juga adalah refleksi realitas sosial masyarakat secara luas.
South Korea is experiencing an aging population. This makes issue regarding elderly to be increasingly important to study. One of the ways is by examining their representation in mass media such as K-Drama. The figure of an underrepreseneted elderly person even in the mass media whose people adhere to confucianism, appeared through a K-Drama entitled "Dear My Friends". This research was conducted with the aim of dismantling the discourse on ageism and successful aging in the drama.

This research is a qualitative study using Norman Fairclough's Critical Discourse Analysis, which combines the tradition of textual analysis with the wider context of society. The primary data in this study is the K-Drama "Dear My Friends" with the help of secondary data to fill the research gap. The data collected through documentation and literature study.

The research results were found as follows; First, in terms of text analysis, there are eight concepts related to ageism (age stratification; intergenerational conflict; denial of aging; age norm; the elderly as a burden on family, society and government; stereotypes of the elderly as vulnerable; associating the elderly with death; and elderly abuse) and three concepts related to successful aging (resistance to stereotypes of the elderly as vulnerable; active aging; and filial piety). Second, in terms of discourse practice analysis, in the production of DMF there are two parties who play a role, namely Noh Hee Kyung as a screenwriter and Hong Jong Chan as a director but Noh's role is much bigger while for text consumption, DMF itself is not only popular but also considered good by the audience. Third, from the perspective of analyzing sociocultural practices, DMF appears in the midst of a situation when the elderly are underrepresented in the mass media. DMF is the result of a collaboration between GT Entertainment and Studio Dragon which was later broadcast on TvN and can now be enjoyed on the Netflix streaming platform. Meanwhile, in social situations, South Korean elderly issues are related to social, economic and political transformations that have led to industrialization and modernization.

Based on the results of the analysis carried out in this study, the researcher has a conclusion: The analysis in this DMF represents an anomalous picture of South Korean society, because the values and norms of modernity as well as traditional values and norms are present simultaneously, which ultimately shape ageism behavior towards the elderly but at the same time. Elderly people are also required to be successful in achieving successful aging. The discourses that Noh wrote in the DMF are a reflection of his personal life, but at the same time they are also a reflection of the social reality of society at large.
2833631702I1B017087PENGARUH TERAPI BERMAIN MENGGUNAKAN KARTU KUARTET TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP MENGENAI BAHAYA MEROKOK ANAK USIA 10-12 TAHUN DI DESA CILONGOKLatar Belakang: Angka kejadian merokok pada anak terus meningkat setiap tahunnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku merokok adalah pengetahuan. Pengetahuan yang cukup mengenai bahaya merokok akan berpengaruh terhadap sikap dalam berespon. Terapi bermain menggunakan kartu kuartet dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai bahaya merokok. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh terapi bermain menggunakan kartu kuartet terdapap pengetahuan dan sikap mengenai bahaya merokok.

Metode: Desain penelitian ini menggunakan kuantitatif quasi eksperimen dengan pretest-postest control group design. Jumlah sampel adalah 50 responden yang dipilih dengan probability sampling dengan design simple random sampling. Instrument dimodifikasi dari Nofalia(2018). Analisis data menggunakan chi-square, wilcoxon, dan mann-whitney.

Hasil: Rerata usia responden kelompok intervensi adalah 10,75 tahun sedangkan pada kelompok kontrol adalah 10,50 tahun. Jenis kelamin pada responden adalah laki-laki. Tingkat pendidikan ayah dan ibu mayoritas adalah SMP/Sederajat dan SMA/Sederajat. Terdapat perbedaan pretest dengan posttest pada tingkat pengetahuan kelompok intervensi(p=0,000). Tidak ada perbedaan pretest dengan posttest pada tingkat pengetahuan kelompok kontrol (p=0,480). Terdapat perbedaan perbedaan pretest dengan posttest pada sikap kelompok intervensi (p=0,000). Tidak terdapat perbedaan perbedaan pretest dengan posttest pada sikap kelompok kontrol (p=0,366). Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan antara kelompok intervensi dengan kontrol (p=0,000). Terdapat perbedaan sikap antara kelompok intervensi dengan kontrol (p=0,000).

Kesimpulan: Terdapat pengaruh terapi bermain menggunakan kartu kuartet terhadap pengetahuan bahaya merokok dan terdapat pengaruh terapi bermain menggunakan kartu kuartet terhadap sikap bahaya merokok.
Background: The incidence of smoking in children continues to increase every year. Smoking behavior is influenced by several factors such as friends, family, mass media and knowledge. Sufficient knowledge about the dangers of smoking will affect the attitude in responding. Playing therapy using quartet cards can be used to increase knowledge about the dangers of smoking. The purpose of this study was to determine the effect of playing therapy using quartet cards on knowledge and attitudes about the dangers of smoking.

Method: This research design used quantitative quasi experiment with pretest-posttest control group design. The number of samples is 50 respondents selected byprobability samplingwith simple random sampling design. Instrument modded from Nofalia(2018). Data analysis used chi-square, Wilcoxon, and Mann-Whitney.

Result: The mean age of respondents in the intervention group was 10.75 years, while in the control group was 10.50 years. The majority of the sexes of the respondents are male. The educational level of the majority of fathers and mothers is SMP / equivalent and SMA / equivalent. There was a difference between pretest and posttest in the knowledge level of the intervention group (p = 0.000). There was no difference between pretest and posttest in the knowledge level of the control group (p = 0.480). There was a difference between pretest and posttest in the attitude of the intervention group (p = 0.000). There was no difference between pretest and posttest in the attitude of the control group (p = 0.366). There was a difference in the level of knowledge between the intervention and control groups (p = 0.000). There were differences in attitudes between the intervention and control groups (p = 0.000).

Conclusion: There is an effect of playing therapy using quartet cards on knowledge of the dangers of smoking and there is an effect of playing therapy using quartet cards on the dangerous attitude of smoking.
2833731697H1F013038STUDI GEOLOGI DAN KONTROL STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP
MORFOLOGI DAERAH BODAS, KECAMATAN KANDANGSERANG, KABUPATEN
PEKALONGAN, JAWA TENGAH
Daerah Bodas merupakan daerah yang cukup menarik untuk dilakukan penelitian, karena pada daerah ini terdapat beragam struktur geologi yang mengakibatkan adanya perbedaan kemiringan lapisan pada litologi yang ada pada daerah penelitian. Untuk mengetahui kontrol struktur geologi terhadap morfologi daerah penelitian maka dilakukan pemetaan terhadap unsur struktur geologi, karena salah satu penyebab terbentuknya kenampakan geomorfologi yang ada pada saat ini salah satunya dipengaruhi oleh tenaga endogen. Kajian struktur geologi pada Daerah Bodas dilakukan guna mengetahui jenis – jenis struktur geologi yang ada dan pengaruhnya terhadap pembentukan kenampakan morfologi yang ada pada saat ini. Penelitian dilakukan dengan interpretasi kelurusan melalui citra DEM, pengukuran data – data kekar, sesar, serta rekonstruksi lipatan melalui penampang sayatan geologi. Gambaran struktur geologi dari data primer dikombinasikan dengan
data geomorfologi yang ada. Kenampakan morfologi pada Daerah Bodas sangat dikontrol oleh struktur geologi yang ada seperti, Satuan Punggungan Sinklin Gembong yang terbentuk karena struktur lipatan berupa sinklin; Satuan Punggungan Zona Sesar Bodas yang terbentuk karena Sesar Anjak Gembong dan Sesar Mendatar Kanan Kalikeruh; Satuan Blok Sesar Pawuluhan yang terbentuk karena Sesar Anjak Gembong, Sesar Anjak Kanan Pawuluhan serta lipatan seret yang besar; Satuan Lembah Antiklin Bangsal yang terbentuk karena struktur lipatan berupa antiklin; dan Satuan Bukit Intrusi Karangnongko yang terbentuk karena Intrusi diabas.
Bodas area is an interesting area for research. This area has several different lithologies with different slopes because of structural geology. The mapping part is important to know which geological structure that caused the change in morphology, because endogen Force play a role in the geomorphology that formed. The types of structural geology and its relation to morphology that formed is the main reason that structural geology data is essential. Data gathering on this research consist of map DEM analysis, shear fracture and fault data from fields, and fold reconstruction based on cross section. This method compares the structural geology data and geomorphological data. Based on the research structural geology in this play significant role over morphology that formed. This area has four geological structure, Gembong Thrust Slip Fault, Kalikeruh Reverse Right Slip Fault, Pawuluhan Left Slip Fault, Gembong Fold Zone. This area has also five geomorphological units that controlled by structure, Gembong Synclinal Hill which controlled mainly by Gembong Fold Zone, Bodas Fault Zone Area is controlled by Gembong Thrust Slip
Fault and Kalikeruh Reverse Right Slip Fault, Pawuluhan Fault Blocks Area is controlled by
Gembong Thrust Slip Fault, Pawuluhan Left Slip Fault, and also a big dragfold. Bangsal
Anticlinal Valley is formed by anticline that eroded, and Karangnongko Intrusion Hill.
2833831698G1F013036Pengukuran Tingkat Kepuasan Mahasiswa Terhadap Sistem Eldiru Pada Jurusan Farmasi Universitas Jenderal Soedirman PurwokertoLatar belakang: Kepuasan Mahasiswa Jurusan Farmasi Pada Penggunaan Sistem Eldiru Pada Universitas Jenderal Soedirmna. Tujuan Penelitian untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa Farmasi Unsoed dalam mengikuti pelaksanaan sistem Eldiru yang sedang dijalankan.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling ke 110 responden yang telah mau mengisi kuesioner. Instrument yang dipakai diadaptasi dari penelitian Chen, et all (2010). Data karakteristik responden di analisis diuji validasi dan uji reliabiltas dan data kepuasan dianalisis secara deskriptif dengan penilaian skor menggunakan Ms. Excel dan dilihat tingkat kepuasan mahasiswa terhadap sistem Eldiru.
Hasil : Hasil penelitian dari kuesioner menunjukan bahwa lebih banyak yang menjawab puas terhadap sistem yang telah dijalankan namun mengalami ketidak puasan ketika melakukan diskusi dengan dosen dan teman sekelas. Dari data tersebut didapatkan 102 mahasiswa menjawab puas terhadap sistem Eldiru dan 8 mahasiswa menjawab tidak puas.
Kesimpulan : Tingkat kepuasan mahasiswa terhadap sistem pembelajaran Eldiru pada Universitas Jenderal Soedirman masuk alam kategori puas dimana skor rata-rata yang didapatkan lebih banyak 3,0. Serta 19 mahasiswa menyatakan sangat puas dan 83 mahasiswa menyatakan puas dan 8 mahasiswa menyatakan tidak puas dari total 110 responden
Background: Student Satisfaction of the Pharmacy Department in Using the Eldiru System at Jenderal Soedirmna University. The research objective was to determine the level of satisfaction of Unsoed Pharmacy students in following the implementation of the Eldiru system that was being run.
Method :This research is descriptive research. Sampling using accidental sampling to 110 respondents who want to fill out a questionnaire. The instrument used was adapted from research by Chen, et al (2010). Data on the characteristics of respondents in the analysis were tested for validation and reliability and the data on satisfaction were analyzed descriptively by scoring using Ms. Excel and see the level of student satisfaction with the Eldiru system.
Result:
The research results from the questionnaire showed that more people answered satisfied with the system that had been implemented but experienced dissatisfaction when conducting discussions with lecturers and classmates. From these data, 102 students answered satisfied with the Eldiru system and 8 students answered dissatisfied.
Conclusion :
The level of student satisfaction with the Eldiru learning system at Jenderal Soedirman University is in the satisfied category where the average score obtained is 3.0. And 19 students stated that they were very satisfied and 83 students stated that they were satisfied and 8 students stated that they were not satisfied from a total of 110 respondents
2833931699F1A013056KRITIK PENDIDIKAN DAN MUSIK FOLK
(ANALISIS HERMENEUTIKA PADA LIRIK LAGU “KULIAH” DI ALBUM GULALI KARYA IKSAN SKUTER)
Musik sudah ada sejak zaman purbakala dan berperan besar dalam sejarah manusia. Ada berbagai fungsi musik dalam masyarakat, seperti sebagai media komunikasi, media penyampai pesan, atau media penyampai kritik sosial. Ada banyak musisi dan pencipta lagu yang peka terhadap masalah di sekitarnya dan mengangkatnya ke dalam lagu. Salah satu musisi dan pencipta lagu yang sering mengangkat isu–isu yang ada di masyarakat adalah Iksan Skuter. Beragam isu menjadi inspirasi lagu-lagunya, mulai dari isu lingkungan, politik, sosial, hingga pendidikan. Isu tentang mahalnya biaya pendidikan dia tulis dalam lirik lagu berjudul “Kuliah.” Penelitian ini bertujuan menjelaskan tafsir dan interpretasi lirik tersebut menggunakan pendekatan hermeneutika fenomenologi Paul Ricoeur.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dalam bentuk library research. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lirik lagu “Kuliah” di album Gulali karya Iksan Skuter dan didukung data sekunder berupa dokumentasi tertulis yang berkaitan dengan lirik lagu karya Iksan Skuter dalam media massa, baik cetak maupun online.
Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa tafsir dan interpretasi lirik lagu “Kuliah” mengungkapkan kondisi pendidikan Indonesia yang masih jauh dari harapan. Mahalnya biaya pendidikan membuat masyarakat miskin terpaksa harus “menurunkan” cita-citanya membangun Indonesia akibat sulitnya akses ke perguruan tinggi. Banyak anak Indonesia yang awalnya bermimpi menjadi dokter, arsitek, atau insinyur, terpaksa harus menerima realitas karena kemiskinan. Anak-anak ini harus mengalami konflik intrapersonal, sebuah dilema antara melanjutkan cita-cita dengan konsekuensi merelakan orang tuanya bekerja lebih keras membiayai kuliahnya - yang bahkan mungkin terpaksa juga harus mengorbankan saudara - saudaranya yang lain; atau menelan kenyataan bahwa dia harus memupus mimpi dapat sekolah tinggi.
Hasil penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa lagu ini cukup mewakili gambaran masyarakat miskin yang tidak mampu menempuh pendidikan tinggi di bangku kuliah. Rekomendasi dari penelitian ini, pemerintah perlu bekerja lebih keras agar semua orang dapat mengakses pendidikan tinggi. Para orang tua juga harus disadarkan bahwa pendidikan merupakan upaya strategis memutus rantai kemiskinan.
Music has existed since ancient times and played a major role in the history. There are various functions of music in society, such as a medium of communication, for conveying messages, or for conveying social criticism. There are many musicians and songwriters who are sensitive to the issues around them and bring them into the songs. One of the musicians and songwriters who often raises issues in society is Iksan Skuter. Various issues have inspired his songs, ranging from environmental, political, social, to educational issues. In the lyrics of the song entitled "Kuliah" (college) he wrote about the high cost of education. This study aims to interprete the lyrics using the phenomenological hermeneutic approach of Paul Ricoeur
The method used in this research is qualitative method in the form of a research library. The primary data used in this study is the lyrics of the song "Kuliah” written and performed by Iksan Skuter Gulali. Meanwhile, the secondary data is in the form of written documentation related to Iksan Skuter's song lyrics in mass media, both printed and online.
The study found that the lyrics of the song "Kuliah" could be interpreted as revealing the condition of Indonesian education which is still far from expectations. The high cost of education has forced the poor to lower their aspirations to develop Indonesia due to the difficulty in accessing higher education. Many Indonesian children, who initially dreamed of becoming doctors, architects or engineers, are forced to accept the reality because of poverty. These children have to experience intrapersonal conflicts, a dilemma between continuing with their dreams and letting their parents work harder to pay for college - which may even have to sacrifice other siblings; or accepting the fact that he/she has to give up his/her dream of going to college.
The study concludes that this song is representing the poor who cannot afford higher education in college. The research recommends the government to work harder so that everyone can access higher education. Parents must also be made aware that education is a strategic effort to break the chain of poverty.
2834031683I1B016054GAMBARAN MOTIVASI MENJALANI PERKULIAHAN SECARA DARING SAAT PANDEMI COVID-19 PADA MAHASISWA JURUSAN KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Latar Belakang: Pandemi Covid-19 di Indonesia menimbulkan dampak yang merambah ke dunia pendidikan. Salah satu kebijakan yang diambil yaitu dengan menerapkan perkuliahan secara daring. Motivasi merupakan faktor yang menentukan kualitas mahasiswa dalam belajar. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran motivasi menjalani perkuliahan secara daring saat pandemi Covid-19 pada mahasiswa keperawatan Universitas Jenderal Soedirman.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel berjumlah 263 mahasiswa diambil menggunakan metode total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dengan skala Likert dalam penilaiannya. Analisis data secara univariat serta disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi.
Hasill: Motivasi mahasiswa Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman berada dalam kategori tinggi yakni sebanyak 179 atau sebesar 68,1%, kategori sedang 79 responden atau sebanyak 30%, dan motivasi responden tergolong dalam kategori rendah sebanyak 5 responden atau sebesar 1,9%.
Kesimpulan: Dari hasil penelitian pada mahasiswa Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman disimpulkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki motivasi yang tinggi.

Kata Kunci: Motivasi, Perkuliahan daring, Pandemi Covid-19

1Mahasiswa Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman.
2,3Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman.

Background: The Covid-19 pandemic in Indonesia has had an impact on the world of education. One of the policies taken was by implementing online lectures. Motivation is a factor that determines the quality of students in learning. This study aims to determine the description of the motivation to undergo lectures online during the Covid-19 pandemic in nursing students of Jenderal Soedirman University.
Methods: This study is a research that uses a quantitative approach with descriptive methods. A sample of 263 students was taken using the total sampling method. The research instrument used a questionnaire with a Likert scale in its assessment. Data analysis was univariate and presented in the form of a frequency distribution.
Results: The motivation of students of the Nursing Department of Jenderal Soedirman University is in the high category, namely 179 or 68.1%, the medium category is 79 respondents or 30%, and the motivation of the respondents is in the low category as many as 5 respondents or 1.9%.

Conclusion: From the results of research on students of the Nursing Department, Jenderal Soedirman University, it was concluded that the majority of students had high motivation.

Keywords: Motivation, Online lectures, Covid-19 Pandemic

1 Student of Nursing Department, Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman.
2,3Nursing Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University.