Artikelilmiahs

Menampilkan 28.341-28.360 dari 50.150 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2834131705I1B017022Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang COVID-19 dengan Tingkat Kecemasan Pada Ibu Hamil Saat Pandemi COVID-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Purwoekrto SelatanLatar Belakang: Kehamilan merupakan sesuatu yang unik dalam kehidupan perempuan. Seringkali ibu hamil menjadi lebih mudah panik, cemas, mudah tersinggung, lebih sensitif, dan lain sebagainya. Adanya pandemi COVID-19 dapat menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan kecemasan pada ibu hamil. Salah satu faktor internal yang memengaruhi kecemasan adalah pengetahuan ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan pada ibu hamil saat pandemi COVID-19 di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Selatan.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis metode cross sectional. Teknik sampling menggunakan convenience sampling dengan sampel 79 ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Selatan. Analisis data menggunakan uji chi Square.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 57% responden memiliki tingkat pengetahuan baik, 31,6% pengetahuan cukup, dan 11,4% pengetahuan kurang. 24,1% responden memiliki tingkat kecemasan berat, 70,9% kecemasan sedang, dan 5,1% kecemasan ringan. Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang COVID-19 dengan tingkat kecemasan pada bu hamil saat pandemi COVID-19 di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Selatan (p=0,855).
Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil mengalami kecemasan sedang hingga ringan sebanyak 75,9% pada saat pandemi COVID-19, diharapkan petugas kesehatan dapat melakukan intervensi yang efektif untuk menangani kecemasan yang dialami ibu hamil.
Background: Pregnancy is a unique thing in women’s life. Pregnant women is easier to become panic, worried, huffy, sensitive, and so on. The existence of the COVID-19 pandemic can be one of the factors that can increase anxiety in pregnant women. One of the internal factors that influence anxiety is the knowledge. This study aims to analyze the relationship between the level of knowledge and the level of anxiety in pregnant women during the COVID-19 pandemic in the work area of Purwokerto Selatan public health center.
Methods: This study used a cross sectional method. The sampling technique was convenience sampling with a sample of 79 pregnant women in the work area of Purwokerto Selatan public health center. Data were analyzed using chi square test. Results: The result showed that 57% respondents had a good level of knowledge, 31,6% had a sufficient knowledge, and 11,4% had insufficient knowledge. 24,1% respondents had a severe level of anxiety, 70,9% had moderate anxiety, and 5,1% had a mild anxiety.
Conclusion: The results showed that 75,9% pregnant women had moderate to mild anxiety during the COVID-19 pandemic. Health workers should intervene pregnant women to deal with anxiety so that they can controlled their anxiety during COVID-19 pandemic.
2834231700F1B113027EFEKTIVITAS PROGRAM BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) (STUDI DI DESA SROWOT KECAMATAN KALIBAGOR)Salah satu Bumdes yang berhasil mengembangkan usahanya ada di Desa Srowot, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Bumdes yang dinamakan Usaha Jadi Untung Bersama atau disingkat menjadi UJUB. Sehingga menarik untuk melihat Bagaimana Efektivitas program Badan Usaha Milik Desa dalam Keberhasilan Peningkatan Sumber Pendapatan Asli Desa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Efektivitas program Badan Usaha Milik Desa dalam Keberhasilan Peningkatan Sumber Pendapatan Asli Desa di Desa Srowot Kecamatan Kalibagor. Metode Penelitian adalah kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian survey. Teknik pengambilan responden adalah purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validitas data yang digunakan adalah menggunakan teknik Product Moment dan untuk melihat reliabilitas menggunakan teknik alfa cornbach. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Efektivitas Bumdes UJUB di desa Srowot, kecamatan Kalibagor, kabupaten Kalibagor tergolong tinggi dengan persentase 78,5 persen masuk dalam kategori tinggi.
Kata Kunci : Efektivitas, Bumdes, Desa
One of the Bumdes who has successfully developed his business is in Srowot Village, Kalibagor District, Banyumas Regency. Bumdes which is called Usaha Jadi Profit Bersama or abbreviated as UJUB. So it is interesting to see how the effectiveness of the implementation of Village-Owned Enterprises in the Success of Increasing Village Original Sources of Income. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the implementation of Village-Owned Enterprises in the Success of Increasing Village Original Income Sources in Srowot Village, Kalibagor District. The research method is quantitative using survey research methods. The technique of taking respondents was purposive sampling and snowball sampling. Data collection techniques include interviews, observation, and documentation. The validity of the data used is the Product Moment technique and to see the reliability using the cornbach alpha technique. The results of this study indicate that the effectiveness of Bumdes UJUB in Srowot village, Kalibagor district, Kalibagor district is high with a percentage of 78.5 percent in the high category.
Keywords: Effectiveness, Bumdes, Village
2834331701F1F013052Woman's Rebellions against Hegemony in Egypt's Gulf War Era as Reflected in Nawal El Saadawi's Love In The Kingdom of OilPerlawanan melawan hegemoni adalah sebuah isu umum yang bisa ditemukan di dalam karya sastra. Love in the Kingdom of Oil, sebuah novel karya dari Nawal El Saadawi. Merupakan salah satu novel yang menggambarkan bagaimana sebuah perlawanan bisa terjadi untuk melawan hegemoni. Berdasarkan isu tersebut, penelitian ini bermaksud untuk mempelajari tentang apa saja perlakuan yang dilakukan oleh perempuan tokoh utama dari novel ini untuk menunjukkan perlawanan terhadap hegemoni. Kritik Sastra Feminis digunakan sebagai alat untuk menganalisis novel ini. Untuk mendukung analisis, teori hegemoni dan juga teori perlawanan juga dipergunakan. Informasi tentang perempuan di Mesir pada Era Perang Teluk juga akan dipergunakan pada penelitian ini untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam terhadap hasil penelitian. Kemudian, penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis objek. Ada beberapa langkah penelitian yang digunakan, seperti pengumpulan data, pengkategorisasian data, analisis data dan penyimpulan data. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa ada empat temuan perlawanan perempuan terhadap hegemoni yang ada di dalam novel; pertama, bekerja di bidang yang berbeda dengan perempuan lainnya, kedua, pergi cuti dan tidak kembali; ketiga, tidak menurut terhadap laki-laki; keempat, melanggar aturan pernikahan.Rebellion against hegemony is a common issue that can be found in literary work. Nawal El Saadawi’s Love in The Kingdom of Oil is one of many novels that portray rebellion acts against hegemony. Regarding this issue, this research aims to study about what are the acts that are done by the woman main character of the novel to show her rebellions towards the hegemony. Feminist literary criticism is applied as a tool to analyse this novel. To support the analysis, hegemony theory and rebellion theory are used as well. Information about women in Egypt’s Gulf War Era is also used in this research to dig deeper understanding in the result. Then, this research uses qualitative method to analyse the object. There will be some steps which are data collection, data categorization, data analysis, and data conclusion. The result of this research finds that there are four acts that categorized as rebellion. Those four acts are working in different fields from other women, leaving home but do not return, disobeying men and violating marriage principals.
2834431696F1B013055IMPLEMENTASI PROGRAM KAMPUNG KELUARGA BERENCANA DI DESA REMPOAH KECAMATAN BATURRADEN KABUPATEN BANYUMASImplementasi program kampung keluarga berencana merupakan satuan wilayah setingkat RW, dusun atau setara yang memiliki kriteria tertentu dimana terdapat keterpaduan program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga serta sector terkait yang dilaksanakan secara sistematis. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui implementasi program kampung keluarga berencana di Desa Rempoah Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas.
Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Rempoah Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas. Sasaran penelitian ini adalah aparatur desa, petugas pembantu Pembina keluarga berencana desa (PPKBD), dan masyarakat. Metode penelitian adalah kualitatif. Pemilihan informan melalui teknik purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data adalah wawancara mendalam, observasi, dokumentasi. Analisa data dengan deskripsi secara interaktif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan impelementasi Program Kampung Keluarga Berencana di Desa Rempoah Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas secara keseluruhan dinilai cukup baik dari segi pelaksanaan prosuder program kampung KB, pelaksanaan jadwal yang sudah sesuai dengan aturan dan ketepatan sasaran dalam pelaksanaan program kampung KB.
The implementation of the family planning village program is an area unit at the level of RW, hamlet or equivalent which has certain criteria where there is an integrated population program, family planning and family development and related sectors which are carried out systematically. The research objective was to determine the implementation of the family planning village program in Rempoah Village, Baturraden District, Banyumas Regency.
The location of this research was conducted in Rempoah Village, Baturraden District, Banyumas Regency. The targets of this research are village officials, village family planning assistant (PPKBD), and the community. The research method is qualitative. Selection of informants through purposive sampling and snowball sampling techniques. Data collection techniques are in-depth interviews, observation, documentation. Interactively analyze data with descriptions.
The results showed that the implementation of the Family Planning Village Program in Rempoah Village, Baturraden District, Banyumas Regency was considered quite good in terms of the implementation of the KB village program program, the implementation of the schedule that was in accordance with the rules and the accuracy of the targets in the implementation of the KB village program.
2834531704H1F013045Geologi dan Sedimentologi Formasi Merawu Bagian Atas, Daerah Cikadu dan Sekitarnya, Pegunungan Serayu Utara, Jawa TengahDaerah penelitian terletak di Desa Cikadu dan sekitarnya, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah; berada di dalam bagian tengah dari fisiografi Pegunungan Serayu Utara. Satuan batuan di daerah penelitian tersusun atas Unit Serpih, Batupasir, dan Lava Basalt; terbentuk pada rentang waktu Miosen Tengah – Pliosen Awal. Terdapat struktur geologi berupa sistem sesar mendatar kanan. Morfologi daerah penelitian berupa lembah dan dataran sungai yang dikelilingi oleh perbukitan sesar, korok, dan hogback. Pengukuran penampang startigrafi dilakukan di dua lintasan pengamatan: AS-01 dan AS-06, yang menyingkap bagian atas Formasi Merawu, terletak di Sungai Kalikadu. Hasil pengukuran penampang stratigrafi, analisis litofasies, dan analisis mikropaleontologi pada dua lintasan pengamatan itu menyimpulkan bahwa litofasies yang menyusun Formasi Merawu bagian atas terdiri dari fasies serpih (Fl), fasies batupasir halus laminasi sejajar (Sh), fasies batupasir halus laminasi silangsiur (Sl), fasies batupasir halus laminasi silangsiur gelombang (Sr), fasies batupasir halus HCS (Sr2), fasies batupasir halus amalgamasi (Sm), fasies batupasir halus konvolut (Sh2), fasies batupasir halus slump (Slump), fasies wackestone (Wackestone). Fasies-fasies tersebut terbagi menjadi beberapa asosiasi fasies: asosiasi fasies distal shelf, lower shoreface, lower-middle shoreface, slump scar, dan channel infill; terbentuk pada rentang umur N11-N21, pada kala Miosen Tengah sampai Pliosen yang menggambarkan perubahan lingkungan pengendapan pada batas antara tepi paparan dengan kipas bawah laut.Research area located in Cikadu and adjacent area, Pemalang, Central Java. The area situated in the North Serayu Basin and the central part of North Serayu Range. Lithostratigraphy in the research area comprises of Shale Unit, Sandstone Unit, and Basalt Lava; all formed in Miocene – Early Pliocene epoch. Tectonic activity during Tertiary period deformed all rock unit in the research area and formed right strike-slip fault system, resulting positive flower structures. Local physiography comprises of fault-controlled and intrusion-controlled hills, denudated fault-related valley, hogback hill, and fluvial plain. A stratigraphic contact between Upper Merawu Formation and Penjatan Formation is exposed in the research area. Measuring section conducted in two different traverses (AS-01 and AS-02) in Kalikadu Creek. Based on the lihofacies, petrography, and micropaleontology analysis in the measured section area, the Upper Merawu Formation consists of shale (Fl), parallel-laminated fine-grained sandstone (Sh), cross-laminated fine sandstone (Sl), wave cross-laminated fine-grained sandstone (Sr), hummocky-cross-stratification fine-grained sandstone (Sr2), amalgamated fine-grained sandstone (Sm), convoluted fine-grained sandstone (Sh2), slump fine-grained sandstone (Slump), and wackestone (Wackestone) facies. All lithofacies grouped as several facies association: distal shelf, lower shoreface, lower-middle shoreface, slump scar, and channel-infill. The environment changes during N11-N21 (Middle Mioecene – Pliocene) interpreted as the shift from the shelf edge to a deepwater submarine-fan.
2834631667J1A016020Dissociative Identity Disorder of Oba Yozo in No Longer Human Novel by Osamu DazaiPratiwi, Risna. Dissociative Identity Disoreder of Oba Yozo in No Longer Human Novel by Osamu Dazai. Tesis. Pembimbing 1: Rizki Februansyah, S.S., M.A., Pembimbing 2: Shofi Mahmudah Budi Utami, S.S., M.A. Penguji: Rosyid Dodianto, S.S., M.Hum. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Purwokerto.
Penelitian yang berjudul “Dissociative Identity Disorder of Oba Yozo in No Longer Human Novel by Osamu Dazai” memiliki tujuan untuk mengetahui arti dari kepribadian ganda seseorang dalam novel dan bagaimana penyebab serta hal apa saja yang terjadi sehingga tokoh utama dalam novel yaitu Oba Yozo bisa memiliki kepribadian ganda, yang disebut sebagai Dissociative Identity Disorder. Peneliti menggunakan metode kualitatif dalam menganalisa data. Data utamanya adalah No Longer Human Novel karya Osamu Dazai. Peniliti menggunakan pengertian Dissociative Identity Disorder untuk mengetahui penyebab, gejala dan apa saja yang bisa dilakukan oleh penderita DID selain itu, teori psikologi di sastra dan teori Introvert and Extrovert Personality Carl Jung menjadi teori yang mendukung dalam menganilisa tokoh utama. Teori Psikologi pada Karya Sastra digunakan untuk meniliti kondisi psikis tokoh utama sedangkang Introvert dan Extrovert Personlity digunakan untuk mencari tahu bagaimana kedua personaliti bisa terjadi secara bersamaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki kepribadian ganda tidak murni dimiliki sejak kecil, tokoh Oba Yozo memiliki kepribadian ganda karena memiliki hal yang buruk yang akhirya membuat dirinya susah untuk mencari jati dirinya dan susah mengontrol kepribadiannya. Terlebih lagi, peneliti menemukan bahwa hal yang dialami Yozo terjadi sejak kecil yang mana bisa membantu pembaca untuk tidak melakukan hal buruk kepada anak kecil yang akan menyebabkan mereka trauma.
Pratiwi, Risna. Dissociative Identity Disoreder of Oba Yozo in No Longer Human Novel by Osamu Dazai. Thesis. Superviso 1: Rizki Februansyah, S.S., M.A. Supervisor 2: Shofi Mahmudah Budi Utami, S.S., M.A. External Examiner: Rosyid Dodianto, S.S., M. Hum. Ministry of Education and Culture, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, English and Literature Study Program, Purwokerto.
The research entitled "Dissociative Identity Disorder of Oba Yozo in No Longer Human Novel by Osamu Dazai" aims to find out the meaning of a person's multiple personalities in the novel and how the causes and things happen so that the main character in the novel, Oba Yozo, can have a multiple personalities which is known as Dissociative Identity Disorder. The researcher used qualitative methods in analyzing data. The main data is Osamu Dazai's No Longer Human Novel. The researcher used the notion of Dissociative Identity Disorder to find out the causes, symptoms and what DID sufferers can do. Besides that, the psychological theory in literature and Carl Jung's theory of Introvert and Extrovert Personality are supporting theories in analyzing the main character. Psychological Theory in Literature is used to examine the psychic conditions of the main character while Introvert and Extrovert Personality are used to find out how the two personalities can occur simultaneously. The results of this study indicate that a person who has multiple personalities is not purely owned since childhood, the character Oba Yozo has multiple personalities because he had bad things which ultimately make it difficult for him to find his identity. Moreover, the researcher found that what Yozo experienced happened since he was a child which could help readers not to do bad things to the childrens that would cause them trauma.
2834731706L1A016050Strategi Pengembangan Ekowisata Pulau Harapan di Kepulauan Seribu JakartaPulau Harapan yang termasuk dalam Kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu berpotensi besar untuk pengembangan ekowisata, mengingat letaknya yang dekat dengan ibu kota negara (Jakarta) sehingga menjadikan kawasan ini mempunyai peluang pengembangan yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pengembangan ekowisata Pulau Harapan di Kepulauan Seribu Jakarta. Pengambilan data menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dimana data yang didapat akan dianalisis menggunakan metode analisis daya dukung kawasan dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan potensi sumberdaya ekowisata yang terdapat di Pulau Harapan sangat beragam yaitu berupa panorama alamnya, sumberdaya alam yang dimiliki Pulau Harapan, dan pulau-pulau yang dikelola oleh Pulau Harapan yang mengenalkan objek wisatanya. Kapasitas wisatawan Pulau Harapan yang sesuai dengan objek wisata yang dimiliki yaitu taman biota sebesar 15 orang/hari, snorkeling sebesar 180 orang/hari, dan selam sebesar 307 orang/hari. Strategi pengembangan ekowisata Pulau Harapan yang sesuai untuk digunakan yaitu strategi Agresif (strategi SO) dengan mengoptimalkan promosi wisata berskala nasional maupun internasional melalui media sosial, mengembangkan wisata yang berwawasan lingkungan dan pengetahuan dengan memanfaatkan sumberdaya alam yang dimiliki, membuat aturan tegas bagi wisatawan dan masyarakat di Pulau Harapan, memberdayakan masyarakat Pulau Harapan untuk peningkatan kualitas SDM, dan meningkatkan pengawasan untuk wisatawan dan masyarakat.Harapan Island is one of the parts of Kepulauan Seribu National Park that have potention for ecotourism development, considering it‘s close to the national capital (Jakarta) so it makes this area have a big opportunity for a good development. The purpose of this study was to determine the strategy of developing in ecotourism on Harapan Island, Kepulauan Seribu, Jakarta. Collecting data using qualitative research methods with a case study approach where the data obtained will be analyzed using the area carrying capacity analysis method and SWOT analysis. The results showed that the potential of ecotourism resources in Harapan Island was extraoradanirily diverse namely in the form of natural panoramas, natural resources owned by Harapan Island, and the islands that managed by Harapan Island which introduce fort the tourist attraction. The capacity of Harapan Island tourists that is in accordance with the tourist objects owned is a biota park of 15 people/day, snorkeling by 180 people/day, and diving by 307 people/day. The strategy of developing Harapan Island ecotourism that is suitable for use were the Aggressive strategy (SO strategy) by optimizing national and international tourism promotion through social media, developing eco-friendly tourism and knowledge by utilizing existing natural resources, making strict rules for tourists and communities in Harapan Island, empowering the people of Harapan Island to improve the quality of human resources, and increase surveillance for tourists and public.
2834831711F1G013026Eufemisme dan Disfemisme di Merdeka.com Penelitian ini berjudul “Eufemisme dan Disfemisme”. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan penggunaan eufemisme dan disfemisme di Merdeka.com. Bentuk penelitian ini berupa deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak. Metode simak dilakukan dengan teknik dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sadap dengan teknik lanjutan berupa teknik catat. Data dianalisis dengan menggunakan metode padan dengan teknik dasar pilah unsur penentu (PUP) dan teknik lanjutan berupa hubung banding menyamakan (HBS). Hasil analisis data disajikan secara informal.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 7 referen yaitu referen benda dan binatang ada 3 data, referen bagian tubuh ada 5 data, referen profesi ada 1 data, referen penyakit ada 2 data, referen aktivitas sebanyak 5 data, referen keadaan sebanyak 7 data, dan referen peristiwa sebanyak 3 data. Selain itu, alasan penggunaan eufemisme terdapat 10 data yang bertujian untuk menghaluskan ucapan, sebanyak 2 data bertujuan untuk merahasiakan sesuatu, 1 data bertujuan untuk menghormati sesuatu, dan 1 data sebagai alat pendidikan. Alasan penggunaan disfemisme terdapat 6 data yang bertujuan untuk Menguatkan suatu makna/ memberikan tekananan pada suatu hal, sebanyak 2 data yang bertujuan untuk menimbulkan perasaan jijik dan vulgar, dan sebanyak 4 data yang bertujuan untuk menimbulkan rasa takut. Tujuan yang paling dominan penggunaan eufemisme di Merdeka.com adalah untuk menghaluskan ucapan, sedangkan untuk penggunaan disfemisme lebih dominan untuk menegaskann makna atau memberikan penegasan pada suatu hal.
This research is entitled "Eufemisme dan Disfemisme di Merdeka.com". The purpose of the research to describes the use of euphemisms and dysphemisms at Merdeka.com. This research used descriptive qualitative. The method of collecting data is listening. Listening method was done by Sadap and Catat. The data analysis was conducted through Metode Padan which applied Teknik Pilah Unsur Penentu and then was followed by Teknik Hubung Banding Menyamakan. The result of analyzed data was arranged informally.
Based on the results of the research, there are seven references, 3 data namely object and animal references, 5 data body part reference, 1 data professional reference, 2 data disease reference, 5 data activity reference, state referents are 7 data, and event references as much as 3 data. In addition, there are 10 reasons for using euphemisms to cultured speech, 2 data aimed at keeping something secret, 1 data aims to respect something, and 1 data as an education. The reasons for the use of dysphemism are 6 data that aim to strengthen a meaning / give emphasis to something, 2 data which aim to cause feelings of disgust and vulgarity, and as many as 4 data which aim to cause fear. The most dominant purpose of using euphemisms on Merdeka.com is to cultured speech, while dysfemism is more dominant to affirm meaning or give affirmation to something.
2834931707C1B014017ANALISIS PENGARUH RASIO LANCAR, RASIO HUTANG TERHADAP MODAL, MARJIN LABA KOTOR, DAN PERPUTARAN TOTAL AKTIVA TERHADAP PERUBAHAN LABAPenelitian ini merupakan penelitian asosiatif pada perusahaan barang dan konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini mengambil judul “Analisis Pengaruh Rasio Lancar, Rasio Hutang Terhadap Modal, Marjin Laba Kotor, Dan Perputaran Total Aktiva Terhadap Perubahan Laba”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh rasio lancar, rasio hutang terhadap modal, marjin laba kotor, dan perputaran total aktiva terhadap perubahan laba pada perusahaan barang dan konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2013-2016.
Populasi dalam penelitian ini berjumlah 42 perusahaan dan mendapatkan 27 perusahaan sebagai sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis menggunakan regresi berganda menunjukan bahwa (1) rasio lancar tidak berpengaruh terhadap perubahan laba (2) rasio hutang terhadap modal tidak berpengaruh terhadap perubahan laba (3) marjin laba kotor berpengaruh positif dan signifikan terhadap perubahan laba (4) perputaran total aktiva berpengaruh positif dan signifikan terhadap kenaikan perubahan laba. Implikasi dari penelitian ini adalah meningkatkan nilai marjin laba kotor dengan meningkatkan penjualan perusahaan dan memastikan keefisienan bahan baku dan tenaga kerja yang dimiliki perusahaan. Selain itu, perusahaan juga perlu meningkatkan nilai perputaran total aktiva dengan mengawasi persediaan perusahaan, memperhatikan tingkat penjualan dan mengelola manajemen aktiva dengan baik.
This research is an associative study of goods and consumer companies listed on the Indonesia Stock Exchange. This study takes the title "Analysis of the Effect of Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Gross Profit Margin, and Total Asset Turnover on Changes in Profits". The purpose of this study is to analyze the effect of current ratios, debt to equity ratios, gross profit margins, and total asset turnover on changes in earnings in goods and consumer companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2013-2016.
The population in this study amounted to 42 companies and got 27 companies as samples using purposive sampling technique. Based on the results of research and analysis using multiple regression shows that (1) current ratio has no effect on changes in profit (2) debt to equity ratio has no effect on changes in profit (3) gross profit margin has a positive and significant effect on changes in earnings (4) total turnover Assets have a positive and significant effect on the increase in changes in earnings. The implication of this research is to increase the gross profit margin value by increasing company sales and ensuring the efficiency of the company's raw materials and labor. In addition, companies also need to increase the total asset turnover value by monitoring company inventories, paying attention to sales levels and managing asset management properly.
2835031708G1A017020Hubungan Kekuatan Genggaman Tangan (Handgrip Strength) Dengan Tekanan Darah Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal SoedirmanLatar Belakang: Tekanan darah sangat penting pada sistem sirkulasi. Terdapat dua gangguan tekanan darah, yaitu hipertensi dan hipotensi. Pada tahun 2017 terdapat 30 dari 48 mahasiswa laki-laki Fakultas Universitas Jenderal Soedirman yang memiliki gangguan tekanan darah. Komponen kebugaran fisik yang berhubungan dengan kesehatan salah satunya yaitu kekuatan otot. Kekuatan otot yang baik akan mempengaruhi kebugaran fisik seseorang. Kekuatan otot dapat diukur menggunakan metode handgrip strength test dengan menggunakan alat handgrip dynamometer digital.
Tujuan: Untuk mengetahui adanya hubungan handgrip strength dengan tekanan darah pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman.
Metode: Penelitian observasional analitik menggunakan desain cross-sectional. Rumus pengambilan sampel yaitu purposive sampling dan diperoleh 33 responden. Data tekanan darah diukur menggunakan tensimeter digital dan kekuatan genggaman tangan diukur menggunakan handgrip dynamometer digital di Laboratorium Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman.
Hasil: Hasil rerata tekanan darah sistolik dan diastolik (116,87±9,71) mmHg dan (75,63±8,33) mmHg. Kekuatan genggaman tangan memiliki rerata (36,66±6,63) Kg. Hasil korelasi uji Pearson menunjukkan nilai (p=>0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kekuatan genggaman tangan dengan tekanan darah pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara kekuatan genggaman tangan dengan tekanan darah pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman.
Background: Blood pressure is very important in the circulatory system. There are two blood pressure disorders, namely hypertension and hypotension. In 2017 there were 30 out of 48 male students from the Faculty of Jenderal Soedirman University who had blood pressure disorders. One of the components of physical fitness related to health is muscle strength. Good muscle strength will affect a person's physical fitness. Muscle strength can be measured using the handgrip strength test method using a digital handgrip dynamometer.
Objectives: To determine the relationship between handgrip strength and blood pressure in students of the Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University.
Method: Analytical observational study using a cross-sectional design. The sampling formula is purposive sampling and obtained 33 respondents. Blood pressure data were measured using a digital tensimeter and handgrip strength was measured using a digital handgrip dynamometer at the Physiology Laboratory, Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University.
Results: Systolic and diastolic blood pressures were mean (116.87 ± 9.71) mmHg and (75.63 ± 8.33) mmHg. Handgrip strength was mean (36.66 ± 6.63) Kg. The results of the Pearson test correlation showed value (p => 0.05). These results indicate that there was no relationship between hand grip strength and blood pressure in students of the Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University.
Conclusion: There was no relationship between handgrip strength and blood pressure in students of the Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University.
2835131709E1A113044TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA TERHADAP KONSUMEN ATAS JUAL-BELI OVER KREDIT KENDARAAN RODA EMPAT BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN NOMOR: 08/07/ARBITRASE/XI/2018/BPSK-LBK)Seiring dengan perkembangan zaman dan meningkatnya aktivitas masyarakat, kebutuhan akan mobil saat sekarang ini menjadi hal yang sangat perlu, baik untuk kepentingan pribadi maupun untuk kepentingan umum. Banyak masyarakat melakukan terobosan yang dinilai mencederai perjanjian yang telah disepakati oleh pihak leasing. Dimana hal tersebut dikenal dengan over credit (pengalihan utang) dibawah tangan atau tanpa sepengetahuan pihak terkait yaitu leasing. Sebab over credit (pengalihan utang) dibawah tangan dilakukan masyarakat agar mudah mendapatkan kendaraan mobil dalam waktu yang singkat dan mendapat harga yang lebih murah dari harga showroom. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggung jawab pelaku usaha terhadap konsumen atas jual beli over kredit kendaraan roda empat berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, mengetahui pelaksanaan jual beli over kredit kendaraan roda empat yang dilakukan oleh konsumen PT Oto Multiartha, mengetahui upaya Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Cabang Lebak menyelesaikan sengketa atas jual beli over kredit kendaraan roda empat.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif deskriptif analisis. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan dengan inventarisasi, data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif sistematis, dan metode analisis data dilakukan secara normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian ini adalah Para pelaku usaha khususnya perusahaan pembiayaan (Leasing) hendaknya lebih mengutamakan kepentingan konsumen, setelah konsumen melaksanakan semua kewajibannya terhadap pelaku usaha seperti perusahaan pembiayaan (Leasing). Mengetahui dan memahami isi daripada perjanjian secara komprehensif supaya mengerti konsep hak dan kewajiban antara pihak leasing dengan lessee dari tahap pra kontraktual sampai pasca kontraktual.Sebelum melakukan over kredit, konsumen lebih baik memikirkan akibat hukum yang disebabkan dari tindakan over kredit (pengalihan utang) dibawah tangan yang memberikan dampak negatif berupa ganti rugi hingga bisa dimasukkan ke daftar hitam debitur.
Along with the times and the increasing activity of society, the need for cars is nowadays very necessary, both for personal and public interests. Many people have made breakthroughs which are considered to have violated the agreement agreed upon by the leasing party. Where this is known as over credit (transfer of debt) under the hands or without the knowledge of the related parties, namely leasing. Because over credit (transfer of debt) under the hands of the community, it is easy to get a car in a short time and get a price that is cheaper than the showroom price. This study aims to determine the responsibility of business actors to consumers for buying and selling over credit for four-wheeled vehicles based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection, knowing the implementation of buying and selling over credit for four-wheeled vehicles carried out by consumers of PT Oto Multiartha, knowing the efforts The Lebak Branch Consumer Dispute Resolution Agency (BPSK) resolves disputes over the sale and purchase of four-wheeled vehicle loans.
The method used in this research is a normative juridical method with descriptive analysis descriptive research specifications. The data sources used are primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The data collection method was carried out by literature study with an inventory, the data obtained were presented with systematic narrative text, and the data analysis method was carried out in a qualitative normative manner.
Business actors, especially finance companies (leasing), should prioritize the interests of consumers, after consumers carry out all their obligations to business actors such as leasing companies. Knowing and understanding the contents of the agreement comprehensively in order to understand the concept of rights and obligations between the leasing party and the lessee from the pre-contractual to post-contractual stages. Before over-crediting, consumers are better off thinking about the legal consequences caused by over-crediting (debt transfer) under their hands which has a negative impact in the form of compensation so that it can be included in the black list of debtors.
2835231710G1A013007HUBUNGAN ANTARA ANEMIA DENGAN TINGKAT PRESTASI
PADA SISWI SMP NEGERI 3 PATI

Latar Belakang: Anemia merupakan defisiensi zat besi yang pada dasarnya dipengaruhi secara langsung oleh konsumsi makanan yang kurang mengandung zat besi seperti daging, ikan, hati ayam dan lain sebagainya. Anemia pada remaja putri menurunkan konsentrasi belajar yang berdampak pada prestasi belajar. Kadar Hb yang tinggi dapat menunjukkan skor kecerdasan intelektual yang tinggi.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara anemia dengan prestasi belajar pada siswi SMP Negeri 3 Pati.
Metode: Rancangan observasional analitik dengan pengambilan data pemeriksaan hemoglobin (Hb) dan data nilai semester satu untuk semua mata pelajaran terhadap keseluruhan sampel (total sampling) sebanyak 30 siswi.
Hasil: Mayoritas responden tidak mengalami anemia sebanyak 18 siswi (60%) dan yang mengalami anemia sebanyak 12 siswi (40%). Tingkat prestasi responden baik sebanyak 13 siswi (43,3%) dan dengan tingkat prestasi kurang sebanyak 17 siswi (56,7%). Terdapat hubungan yang signifikan antara anemia dengan tingkat prestasi belajar pada siswi SMP Negeri 3 Pati dengan nilai p-value < α (0,016 < 0,05).
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara anemia dengan tingkat prestasi belajar pada siswi SMP Negeri 3 Pati.

Kata Kunci: anemia, prestasi belajar
Background: Anemia is an iron deficiency which is basically directly affected by the consumption of foods that contain less iron such as meat, fish, chicken liver and so on. Anemia in young women reduces learning concentration which has an impact on learning achievement. High Hb levels can indicate a high intellectual intelligence score.
Objective: To determine the relationship between anemia and learning achievement in SMP Negeri 3 Pati.
Methods: Analytical observational design with data collection of hemoglobin (Hb) examination and first semester value data for all subjects to a total sample (total sampling) of 30 students.
Results: The majority of respondents did not experience anemia as many as 18 students (60%) and 12 students who had anemia (40%). Good achievement levels of respondents were 13 students (43.3%) and with less achievement levels were 17 students (56.7%). There is a significant relationship between anemia and the level of learning achievement in SMP Negeri 3 Pati with p-value <α (0.016 <0.05).
Conclusion: There is a significant relationship between anemia and the level of learning achievement in SMP Negeri 3 Pati.

Keywords: anemia, learning achievement
2835331713J1E015025 The Implementation of Cue Cards in Teaching Speaking on Describing Things Kurnia D, Ayuk. 2020. Penerapan Cue Cards Dalam Pengajaran Berbicara Mendiskripsikan Benda (Studi Eksplorative Dalam Penerapan Cue Card Dalam Pengajaran Berbicara Mendiskripsikan Benda Untuk Siswa Kelas Tujuh SMP Muhammadiyah 3 Purwokerto, Tahun Ajaran 2019/2020). Skripsi. Pembimbing 1: Slamet Riyadi, S.S., M.Pd. Pembimbing 2: Mustasyfa Thabib Karyadi, S.Pd., M.Pd. Penguji: Dian Adiarti, S.Pd., M.Hum. Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, Universitas Jenderal Soedirman, Fakutas Ilmu Kebudayaan, Jurusan Pendidikan Bahasa, Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris, Purwokerto.
Kata Kunci: Berbicara, Cue Card, Deskriptif.
Penelitian ini berjudul “Mengimplementasikan Cue Card Dalam Pengajaran Berbicara Mendiskripsikan Benda (Studi Eksplorative Dalam Penerapan Cue Cards Dalam Pengajaran Berbicara Untuk Siswa Kelas Tujuh SMP Muhammadiyah 3 Purwokerto, Tahun Ajaran 2019/2020)”. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan penerapan cue cards dalam pengajaran berbicara mendiskripsikan benda (2) Untuk mengetahui tanggapan siswa tentang penerapan cue cards dalam pengajaran berbicara mendiskripsikan benda.
Jenis penelitian ini adalah penelitian ekplorasi. Pada penelitian ini, penulis melibatkan 29 siswa (18 laki-laki dan 11 wanita) dari kelas tujuh D sebagai jumlah sampel. Penlitian ini mengunakan kuisioner, observasi dan wawancara sebagai metode pengumpulan data. Untuk analisis data, peneliti menyeleksi dan menampilkan data yang terkait dengan tujuan. Data disajikan melalui penjelasan descriptif.
Hasil penelitian ini menujukan bahwa: (1) Penerapan cue cards untuk penerapan cue cards dalam membantu siswa dalam pengajaran berbicara mendiskripsikan benda, dengan step: brainstroming, menerangkan materi, berdikusi, bermain game, memberikan umpan balik, mengulas materi. (2) Tanggapan siswa terhadap pengajaran berbicara mendiskripsikan ini positif. Berdasarkan hasil kuisioner, 84.6% siswa berpendapat bahwa cue cards adalah media yang menarik dalam proses belajar mengajar berbicara mendiskripsikan benda. Data yang lain yang terdapat pada kuisioner dan wawancara juga menunjukan bahwa pengajaran mendiskripsikan benda sebanyak 3 kali, sebanyak 73% siswa setuju bahwa cue cards dapat membantu mereka dalam melafalkan kata, pembendarahan kata, tatabahasa, kelancaran berbicara, dan mengkoordinasi struktur text descriptif. Hal tersebut juga dapat dilihat dari hasil kuisioner bahwa 81% siswa mengatakan bahwa mereka merasa lebih mudah memahami unsur kebahasaan didalam mendiskripsikan benda.
Saran bagi guru Bahasa Inggris yang akan menetapkan cue cards sebaiknya disesuaikan dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar siswa kelas tujuh. Peneliti yang tertarik pada hal yang sama dapat melakukan penelitian mengunakan jenis materi dan tingkat pendidikn yang berbeda.
Kurnia D, Ayuk. 2020. The Implementation of Cue Cards in Teaching Speaking on Describing Things (An Explorative Study to the Seventh Grade Students of SMP Muhammadiyah 3 Purwokerto in the Academic Year of 2019/2020). Thesis. Supervisor 1: Slamet Riyadi, S.S., M.Pd. Supervisor 2: Mustasyfa Thabib Kariadi, S.Pd., M.Pd. Extenal Examiner: Dian Adiarti, S.Pd., M.Hum. Ministry of Education and Culture, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, English Education Department, English Education Study Program, Purwokerto
Keyword: Teaching Speaking, Cue Cards, Descriptive.
The research is entitled “The Implementation of Cue Cards in Teaching Speaking on Describing Things (An Explorative Study to the Seventh Grade Students of SMP Muhammadiyah 3 Purwokerto in the Academic Year of 2019/2020)”. The research aims at: (1) Describing the implementation of cue card in teaching speaking on describing things (2) Figuring out the students’ responses on the implementation of cue cards in teaching speaking on describing things.
This research was an explorative research study. In conducting the research, the researcher involved 29 students (18 males and 11 females) of seventh D class as the total sampling. This research used questionnaire, observation and interview as the instruments in collecting the data, which are written in the form of brief descriptions and charts. In analyzing the data, the researcher selected and displayed the data related to the research objectives. The data were presented through descriptive explanation.
The result showed that (1) The Implementation of cue cards in teaching helping the students in speaking on describing things, throught the following stages: brainstorming, explaining the material, discussing the material, playing games, giving feedback, and reviewing material. (2) The students' responses toward the Implementation of cue cards in teaching speaking on describing things were positive. Based on the result of questionnaire, 84,6 % students stated that cue cards were an interesting media in teaching-learning speaking on describing things. The other data were obtained from the interview and observation stated that by teaching speaking on describing things three times, about 73% of students agree that cue card help them in pronunciation, vocabulary, grammar, fluency, organizing the structure of descriptive text (introduction and description), it also could be seen from the result of questionnaire that 81% of students felt easier in using language features in speaking on describing things.
The suggestion for the English teacher, the implementation of cue cards should be adjusted to the standard of competence and basic competence of seventh grade students. For other researchers who have same interest may study futher in aplication of cue card method in defferent materials or education levels.
2835431714C2C018037Kata Kunci Kepatuhan Staf Medis dalam Kelengkapan dan Pengembalian Cepat Rekam Medis Rawat Inap di RSUD Cilacap.Kelengkapan dokumen rekam medis dan pengembalian 1x24 jam setelah pasien dipulangkan dari rumah sakit adalah cerminan mutu pelayanan rumah sakit. Namun dua hal tersebut sangat sulit untuk dipatuhi, sehingga menimbulkan beberapa dampak besar diantaranya risiko finansial rumah sakit, pelaporan penyakit yang tertunda, penyediaan dokumen rekam medis untuk pelayan pasien di poliklinik terlambat sampai terhambatnya keputusan dan kebijakan manajemen terkait pelayanan rumah sakit. Untuk itu penting dilakukan penelitian tentang faktor penyebab dari dua hal tersebut.
Penelitian dilakukan di RSUD Cilacap. Jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan metode observasi, wawancara mendalam serta focus grup discussion kepada Profesional Pemberi Asuhan (dokter, perawat, apoteker, psikolog, nutricient, perekam medis) yang mempunyai otoritas menulis dalam dokumen rekam medis. Untuk menentukan kemungkinan penyebab masalah menggunakan diagram fishbone/Ishikawa.
Completeness of medical record and returns 1x24 hours after being treated by the hospital. However, these two things are very difficult to obey, the provision of medical records for the patient's medical records for the patient's health care services. . For this reason, it is important to research on the causes of these two things. The study was conducted in Cilacap Hospital. This research is based on the research methods of observation, in-depth interviews and focus group discussions to care professionals (doctors, nurses, pharmacists, psychologists, nutritionists, medical recorders) who have the authority to writemedical records. The results interviews were carried out on 5 doctors, 3 nurses, 1 midwife, 1 administrator, 1 cashier. The study found the doctor's mindset, stable and solid coordination between medical staff and the application of a room doctor system to ensure compliance with compliance and a quick return of medical records. The results showed that the keywords of the completeness and return of rapid medical records were the doctor's no homework mindset, stable and solid coordination between medical staff and the application of the doctor's inpatient room system.
2835529976H1D016008RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI SELEKSI PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA (PKM) DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN BERBASIS WEBSistem Informasi Seleksi Program Kreativitas Mahasiwa (PKM) merupakan suatu sistem yang dibuat untuk melakukan seleksi PKM. Seleksi PKM di Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman masih belum terkomputerisasi sehingga dibutuhkan sistem ini untuk dapat memudahkan pengelolaan data PKM. Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem ini yaitu waterfall. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah bahasa PHP dalam Framework CI yang diintegrasikan dengan DBMS MySQL untuk pengolahan database.Selection Students Creativity Program Information System is a system created to selection student creativity program. Selection Students Creativity Program in Faculty of Engineering Jenderal Soedirman University still not computerized so this system is needed to facilitate data management Student Creativity Program. The method of this system development is the Waterfall. The programming language of this system is used PHP in Framework CI which is integrated with DBMS My SQL for processing the database.
2835631716E2A018047EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR 290 TAHUN 2008 TENTANG PERSETUJUAN TINDAKAN KEDOKTERAN DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTOPersetujuan tindakan medik yaitu persetujuan yang diberikan kepada pasien atau keluarga pasien setelah mendapatkan informasi secara lengkap mengenai tindakan medik yang akan dilakukan beserta resikonya. Menurut Permenkes Nomor 290 Tahun 2008 yaitu semua tindakan kedokteran harus mendapat persetujuan. Tuntutan dan gugatan hukum terhadap dokter dan rumah sakit di Indonesia saat ini sering terjadi, salah satunya terkait rekam medik. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis merumuskan permasalahan yaitu bagaimanakah efektivitas pelaksanaan persetujuan tindakan kedokteran berdasarkan Permenkes No. 290 Tahun 2008 di RSGM Unsoed Purwokerto dan apakah faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pelaksanaan persetujuan tindakan kedokteran berdasarkan Permenkes No. 290 Tahun 2008 di RSGM Unsoed Purwokerto. Penelitian ini bertujuan menganalisis mengenai efektivitas pelaksanaan persetujuan tindakan kedokteran berdasarkan Permenkes No. 290 Tahun 2008 di RSGM Unsoed Purwokerto dan faktor yang mempengaruhi efektivitas pelaksanaan persetujuan tindakan kedokteran berdasarkan Permenkes No. 290 Tahun 2008 di RSGM Unsoed Purwokerto.
Penelitian ini merupakan penelitian jenis yuridis empiris, yaitu mengkaji ketentuan hukum yang berasal dari data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier dan dari data primer yang diperoleh dari responden dan narasumber dengan melakukan penelitian di lapangan berupa pengamatan dan wawancara kemudian dianalisis secara kualitatif dan hasil analisis dijelaskan dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian yaitu pada Rumah Sakit Gigi dan Mulut Purwokerto.
Berdasarkan hasil analisis, diperoleh simpulan bahwa pelaksanaan persetujuan kedokteran di RSGM Unsoed belum sepenuhnya efektif. Faktor yang mempengaruhi pelaksanaan persetujuan tindakan kedokteran berdasarkan Permenkes No. 290 Tahun 2008 di RSGM Unsoed Purwokerto yaitu faktor substansi hukum, struktur hukum dan budaya hukum masyarakat RSGM Unsoed. Faktor substansi hukum adalah peraturan direktur yang masih belum sepenuhnya mengacu pada Permenkes 290 tahun 2008. Struktur hukum mempunyai kendala pada penegakan hukum terkait keterbatasan jumlah sumber daya manusia yang mengakibatkan tidak adanya pengawasan terhadap pelaksanaan persetujuan tindakan kedokteran dan dokter gigi yang tidak profesionalisme. Faktor budaya hukum mempunyai kendala berupa kesadaran hukum pasien yang rendah, tingkat pengetahuan pasien yang kurang, serta sikap acuh pada pasien. Faktor lain yang mempengaruhi adalah faktor sarana prasarana. Saran bagi RSGM Unsoed antara lain perlu dibuat kebijakan terkait pengawasan dan penegakan pelaksanaan persetujuan tindakan kedokteran dan harus disosialisasikan, perlu dibuat kebijakan di unit integrasi, penambahan dokter gigi dan menyediakan leaflet untuk dibawa pulang terkait tindakan medik yang akan dilakukan dokter atau dokter gigi.

Approval of medical action, namely the consent given to the patient or the patient's family after receiving complete information about the medical action to be carried out and its risks. According to Permenkes Number 290 of 2008, all medical actions must be approved. Lawsuits and lawsuits against doctors and hospitals in Indonesia today often occur, one of which is related to medical records. Based on this background, the authors formulated the problem, namely how the effectiveness of the implementation of the approval of medical action based on Permenkes No. 290 of 2008 at RSGM Unsoed Purwokerto and what are the factors that influence the effectiveness of the implementation of the medical treatment approval based on Permenkes No. 290 Year 2008 at RSGM Unsoed Purwokerto. This study aims to analyze the effectiveness of the implementation of approval for medical action based on Permenkes No. 290 of 2008 at RSGM Unsoed Purwokerto and the factors that influence the effectiveness of the implementation of the approval of medical treatment based on Permenkes No. 290 Year 2008 at RSGM Unsoed Purwokerto.
This research is a juridical empirical research, which examines legal provisions derived from secondary data in the form of primary, secondary and tertiary legal materials and from primary data obtained from respondents and resource persons by conducting field research in the form of observations and interviews then analyzed qualitatively and the results of the analysis were explained by descriptive methods. The research location is at the Dental and Oral Hospital in Purwokerto.
Based on the results of the analysis, it was concluded that the implementation of medical approval at RSGM Unsoed was not fully effective. Factors affecting the implementation of approval for medical action based on Permenkes No. 290 of 2008 at RSGM Unsoed Purwokerto, namely the legal substance, legal structure and legal culture of the community at RSGM Unsoed. The legal substance factor is the director's regulation which still does not fully refer to Permenkes 290 of 2008. The legal structure has constraints on law enforcement related to the limited number of human resources which results in the absence of supervision of the implementation of unprofessional medical and dentist approval. Legal culture factors have constraints in the form of low patient legal awareness, lack of patient knowledge, and indifference to patients. Another factor that affects is the infrastructure factor. Suggestions for RSGM Unsoed, among others, need to make policies related to the supervision and enforcement of the implementation of approval of medical action and must be socialized, it is necessary to make policies in the integration unit, add dentists and provide leaflets to take home related to medical actions that will be carried out by doctors or dentists
2835731715C2C017054PERAN MOTIVASI INTRINSIK PADA HUBUNGAN KEPEMIMPINAN PELAYAN TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian ini merupakan penelitian pada Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas. Penelitian ini berjudul Peran Motivasi Intrinsik Pada Hubungan Kepemimpinan Pelayanan Terhadap Kepuasan Kerja Dan Pengaruhnya Terhadap Kinerja Pegawai Pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran motivasi intrinsik pada hubungan kepemimpinan pelayan terhadap kepuasan kerja dan pengaruhnya terhadap kinerja pegawai pada Dinas pendidikan kabupaten Banyumas. Sampel yang digunakan adalah sebanyak 112 responden. Hasil analisis menyatakan variabel kepemimpinan pelayan berpengaruh positif terhadap variabel motivasi intrinsik, variabel kepemimpinan pelayan berpengaruh positif terhadap variabel kepuasan kerja, variabel motivasi intrinsik berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja, variabel motivasi intrinsik memediasi pengaruh kepemimpinan pelayan terhadap kepuasan kerja, variabel kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai. Hasil penelitian ini diharapakan dapat menjadi referensi bagi organisasi dalam rangka mengenalkan dan menerapkan konsep kepemimpinan pelayan yang cukup relevan bagi sebuah organisasi pelayanan pendidikan seperti Dinas pendidikan kabupaten Banyumas.

This research is a survey research at the Banyumas District Education Office. This study entitled The Role of Intrinsic Motivation in Service Leadership Relationship to Job Satisfaction and Its Effect on Employee Performance in Regional Work Units (SKPD) of the Banyumas District Education Office. The purpose of this study was to determine the role of intrinsic motivation in the relationship of servant leadership on job satisfaction and its effect on employee performance at the Banyumas district education office. The sample used was 112 respondents. The results of the analysis state that the servant leadership variable has a positive effect on the intrinsic motivation variable, the servant leadership variable has a positive effect on the job satisfaction variable, the intrinsic motivation variable has a positive effect on job satisfaction, the intrinsic motivation variable mediates the effect of servant leadership on job satisfaction, the job satisfaction variable has a positive effect on performance employees.
2835830849H1D016014RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI
BANK SAMPAH BERBASIS WEB
STUDI KASUS DESA PAGUYANGAN
Sampah merupakan bahan sisa yang dihasilkan dari suatu proses produksi, baik
industri maupun rumah tangga. Berdasarkan data statistika kabupaten Brebes,
kecamatan Paguyangan menduduki urutan nomor 4 dengan rata-rata sampah
perhari adalah 249,62 m3
. Desa Paguyangan yang nerupakan salah satu desa pada
kecamatan Paguyangan memiliki permasalahan sampah dimana masyarakat masih
memiliki kebiasaan membuang sampah di sungai dan di pekarangan sekitar rumah.
Keadaan ini terjadi karena belum adanya tempat pembuangan sampah dan tong
sampah di depan rumah warga desa Paguyangan. Berdasarkan hal tersebut Balai
Desa Paguyangan membuat rencana akan membangun bank sampah untuk
mengatasi permasalahan sampah. Seiring dengan kemajuan teknologi segala
sesuatu dibuat berdasarkan perkembangan teknologi sehingga akan dibuat sistem
informasi bank sampah berbasis web. Sistem informasi bank sampah berbasis web
merupakan sistem informasi yang digunakan untuk membantu proses transaksi
sampah pada bank sampah. Tujuan dari sistem informasi bank sampah ini adalah
untuk memudahkan petugas dan nasabah dalam memproses pelayanan di bank
sampah secara efisien dan efektif. Metodologi pengembangan yang digunakan
dalam pengembangan sistem ini adalah metode pengembangan secara waterfall.
Garbage is a residual material produced from a production process, both industry
and households. Based on statistical data for Brebes district, Paguyangan subdistrict ranks number 4 with an average daily waste of 249.62 m3
. Paguyangan
Village, which is one of the villages in Paguyangan sub-district, has a waste
problem where people still have the habit of throwing garbage in the river and in
the yard around the house. This situation occurs because there are no garbage dumps
and trash cans in front of the houses of Paguyangan villagers. Based on this, the
Paguyangan Village Hall made a plan to build a waste bank to solve the waste
problem. Along with technological advances, everything is made based on
technological developments so that a web-based waste bank information system
will be created. The web-based waste bank information system is an information
system used to help process waste transactions at waste banks. The purpose of the
waste bank information system is to facilitate officers and customers in processing
services at the waste bank efficiently and effectively. The development
methodology used in the development of this system is the waterfal development
method.
2835931627B1A016081PENGGUNAAN IAA DAN BAP DALAM INDUKSI KALUS Nepenthes gymnamphora Reinw. ex NeesPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan IAA dan BAP dalam menginduksi kalus N. gymnamphora serta menentukan interaksi yang ideal antara IAA dan BAP dalam menginduksi kalus N. gymnamphora. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama berupa konsentrasi IAA (0; 0,5; 1; 1,5 mg/L) dan faktor kedua berupa konsentrasi BAP (0; 1; 2 dan 3 mg/L). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Variabel yang digunakan adalah variabel pertumbuhan, dengan parameter yang diamati adalah waktu inisiasi kalus (hari), persentase eksplan yang tumbuh menjadi kalus, diameter kalus (mm) dan ketebalan kalus (mm). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Ragam (Uji F). Perlakuan yang berpengaruh nyata dilanjutkan dengan Uji BNT (Beda Nyata Terkecil) dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IAA pada konsentrasi 0,5 mg/L mempengaruhi diameter kalus N. gymnamphora. Sementara itu, BAP tidak berpengaruh dalam menentukan diameter kalus. Perlakuan yang diberikan tidak memberikan pengaruh interaksi antara IAA dan BAP dalam menginduksi kalus N. gymnamphora. This study aims to determine the effect of IAA and BAP in inducing N. gymnamphora callus and to determine the ideal interaction between IAA and BAP in inducing N. gymnamphora callus. The research was conducted experimentally using a completely randomized design (CRD) with factorial treatment design employing two factors. The first factor was the concentration of IAA (0; 0.5; 1; 1.5 mg/L) and the second factor was the concentration of BAP (0; 1; 2 and 3 mg/L). Each treatment was repeated three times giving rise to 48 experimental units. The variable used was plant growth consisting of several parameters, i.e. callus initiation time (days), percentage of explants growing into calli, callus diameter (mm) and callus thickness (mm). The data obtained were analyzed using Analysis of Variance (F Test). If significant effect was observed, further analysis was caried out employing LSD (the least significant difference) test with a confidence level of 95%. The results showed that IAA at a concentration of 0.5 mg/L affected the callus diameter of N. gymnamphora, while BAP showed no effect on callus diameter. The interaction between IAA and BAP had noeffect on inducing N. gymnamphora callus.
2836031718C2C018068The Effect Of Transformational Leadership on Employee Performance :
The Role of Leader Member Exchange and Job Satisfaction
Penelitian ini memfokuskan pada eksplorasi peran hubungan antara kepemimpinan transformasional dan kinerja karyawan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah karyawan organik di lingkungan Bank Indonesia Purwokerto yang berjumlah 35 responden. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dari responden adalah kuesioner untuk meminimalkan perbedaan interpretasi antara responden dan peneliti. Model analisis yang digunakan adalah model persamaan struktural (SEM) dengan dasar teori dan konsep, dengan program Smart Partial Least Square (PLS).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertukaran anggota pemimpin dan kepuasan kerja memediasi hubungan antara kepemimpinan transformasional dan kinerja karyawan.The research focuses on the exploration of the role of the relationship between transformational leadership and employee performance in the Bank Indonesia Purwokerto Representative Office of sample used in this study were employees of Bank Indonesia organic environment Purwokerto totaling 40 respondents. The technique used to collect data from respondents is a questionnaire to minimize the difference in interpretation between the respondents and researchers. Data analysis method uses Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) using SmartPLS software version 3. The results of research show that the leader member exchange and job satisfaction mediates the relationship between transformational leadership and employee performance.