Artikelilmiahs

Menampilkan 28.221-28.240 dari 50.150 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2822131573F1D016051Politik Dinasti Aang Hamid Suganda Dalam Kontestasi Pilkada Tahun 2018 di Kabupaten KuninganPenelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganilisis dan mendeskripsikan politik dinasti keluarga Aang Hamid Suganda dalam kontestasi pemilihan kepala daerah tahun 2018 di Kabupaten Kuningan serta 2) Menjelaskan faktor kontekstual yang melatarbelakangi terjadinya politik dinasti dalam kontestasi pilkada tahun 2018 di Kabupaten Kuningan. Dalam penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dan perspektif strukturalisme. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian ini berada di Kabupaten Kuningan. Teknik pemilihan informan yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling dan snowball sampling. Teknik analisis data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi.
Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Politik Dinasti Aang Hamid Suganda ini berlangsung mulai dari ayahnya diteruskan oleh ibunya lalu diteruskan lagi oleh anak bungsunya yang bisa bertahan dengan menggunakan strategi komunikasi politik dan juga marketing politiknya yang ditujukan langsung pada masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Kuningan, 2) Tantangan yang dihadapi oleh dinasti Aang Hamid Suganda berupa penolakan terhadap dinasti dan juga penyebaran isu korupsi bisa diatasi oleh dinasti Aang Hamid Suganda. Dan, dalam praktik politik dinasti tersebut terdapat beberapa faktor-faktor kontekstual yang melatarbelakangi bertahannya politik dinasti Aang Hamid Suganda, diantaranya: 1) Popularitas Jadi Pilihan Partai, 2) Kuatnya Figur Aang Hamid Suganda di mata Publik.
ABSTRACT
The purpose of this research are: 1) to analyze and to discover the political dinasty of Aang Hamid Suganda's family in the 2018 regional head elections in Kuningan Regency. 2) reveals the contextual factors behind the occurrence of dynasty politics in the 2018 regional elections Kuningan Regency. This research used the constructivism paradigm and structuralism perspectives. This research used the constructivism paradigm and structuralism perspectives. The method of this research is qualitative with a case study approach, and this research is located in Kuningan Regency, West Java. The sampling techniques used in this research are purposive sampling and snowball sampling. The data analysis used were interview, observation, and documentation. For the validity of the data, the research use triangulation.
The finding revealed that the family dinasty of Aang Hamid Suganda in the 2018 Pilkada Contest in Kuningan Regency are: 1) The Politics of the Aang Hamid Suganda Dynasty took place starting from his father being continued by his mother and then continued by his youngest son who could survive using political communication strategies and political marketing aimed directly at the people of Kuningan Regency, 2) Challenges that faced by the Aang Hamid Suganda dynasty in the form of rejection of the dynasty and also the spread of corruption issues which the Aang Hamid Suganda dynasty could overcome. In addition, in the political practice of the dynasty, there are several contextual factors behind it, including: 1) Popularity as Party Choice, 2) The strength of Aang Hamid Suganda's figure in the eyes of the public.. In the political practice of dynasty also, there are contextual factors in the background for the persistence of dynastic politics, includes: 1) Popularity becomes party choice 2) The strength of Aang Hamid Suganda's figure in public perspective.
2822231574C1A013122ANALISIS FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN TOYOTA AVAZA DI INDONESIAPenelitian ini mengambil judul : “Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Toyota Avanza Di Indonesia”. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pendapatan per kapita, harga mobil Toyota Avanza, harga Daihatsu Xenia berpengaruh terhadap permintaan mobil Toyota di Indonesia.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukan bahwa : (1) pendapatan perkapita mempunyai pengaruh terhadap permintaan Toyota Avanza,(2) harga mobil Toyota Avanza tidak mempunyai pengaruh terhadap variabel permintaan mobil Toyota Avanza, (3) harga mobil Daihatsu Xenia tidak mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap variabel permintaan mobil Toyota Avanza.
Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu : (1) pendapatan perkapita memberikan pengaruh positif terhadap permintan Toyota Avanza, untuk itu salah satu strategi yang bisa di gunakan perusahaan adalah dengan meningkatan permintaan dengan meningkatan kualitas serta faktor lainnya, (2) Permintaan Toyota Avanza merupakan permintaan yang elastis dan sensitif terhadap harga, sehingga produsen Toyota harus mempertimbangkan perubahan tingkat harga Toyota Avanza untuk menjaga agar permintaan setiap unit Toyota Avanza tetap tinggi, (3) Adanya pengaruh harga mobil pesaing terhadap permintaan hendaknya menjadi masukan khusus bagi perusahaan dalam menentuakn harga dan bisa berkompetisi untuk meningkatkan penjualan.
This study is entitled “Analysis of Factors Affecting Toyota Avanza’s Demands in Indonesia”. The study aims to find out how the income per capita, The price of Toyota Avanza, the price of Daihatsu Xenia in affecting the Toyota Avanza demands in Indonesia.
The result showed : (1) income per capita has a significant effect on Toyota Avanza demands, (2) the price of Toyota Avanza has no correlation on the demands variable of the car itself, (3) the price of Daihatsu Xenia has no negative effect and significant to the demands variable for Toyota Avanza.
The implication of this study suggested that (1) income per capita has a positive influence for Toyota Avanza demands, for that matters the Toyota could level up the demands on Avanza by increasing quality and other factors, (2) The demands elasticity of Toyota Avanza supply is elastic and sensitive to the price, so the company should consider changes in the price level for maintaining the demand of each unit high in price, (3) The influence of competitor car prices on demand should be an input for the company in determining prices to compete for increasing sales.
2822331577C1H015027INVENTORY MANAGEMENT BY USING ECONOMIC ORDER QUANTITY METHOD
(A CASE STUDY AT CV ANUGERAH JAYA MANDIRI)
Penelitian ini membahas tentang manajemen persediaan dengan menggunakan metode Econnomic Order Quantity (EOQ). Judul skripsi ini adalah “Manajemen Persediaan Dengan Menggunakan Metode Economic Order Quantity (Studi Kasus Pada CV. Anugerah Jaya Mandiri)”.
Dalam studi kasus ini, peneliti menyimpulkan ada beberapa masalah yang harus diselesaikan terkait dengan manajemen persediaan di CV. Anugerah Jaya Mandiri seperti berapa banyak persediaan yang harus dipesan, kapan harus memesan persediaan. Metode EOQ digunakan untuk menentukan kuantitas pesanan optimal produk lampu Meet 10 Watt. Safety Stock dan Reorder Point produk lampu Meet 10 Watt juga diperhitungkan untuk menentukan waktu pemesanan dan menghindari stockout. Dari wawancara dengan CV. Pemilik Anugerah Jaya Mandiri, menemukan bahwa pihak manajemen tidak mengetahui EOQ yang menjadi kendala dalam penerapan EOQ.
Dari hasil penelitian didapatkan bahwa dengan metode EOQ, perusahaan dapat menentukan tingkat kuantitas pesanan yang optimal sehingga dapat menghemat biaya persediaan sekitar 21 persen.

This thesis is studying about the inventory management by using Econnomic Order Quantity (EOQ) method. The title of this thesis is “Inventory Management by Using Economic Order Quantity Method (A Case Study at CV. Anugerah Jaya Mandiri)”.
In this case study, researcher conclude there are several problem to be solve related to inventory management in CV. Anugerah Jaya Mandiri, such as how much to order, when to order. The EOQ method are used to determine the optimal order quantity of Meet 10 Watt lamp product. The Safety Stock and Reorder Point of Meet 10 Watt lamp product also calculated to determine the order time and avoiding stockout. From the interview with the CV. Anugerah Jaya Mandiri owner, found that the management do not know about EOQ which become obstacles on applying EOQ.
From the results, found that with EOQ method, company could determine the optimal level of order quantity which save inventory costs for about 21 percent.
2822431578H1E016029USULAN PENINGKATAN EFEKTIFITAS MESIN DAN MINIMASI WASTE PADA PRODUKSI GARMEN DENGAN PENDEKATAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM) DAN WASTE ASSESSMENT MODEL (WAM) DI CV. SANGGRIA INDAH, TASIKMALAYACV. Sanggria Indah adalah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan pakaian dengan memproduksi baju pantai. CV sangria ini memproduksi baju pantai untuk dewasa maupun anak-anak. Beberapa permasalahan yang sering terjadi yaitu banyaknya breakdown maintenance pada mesin atau tidak adanya perawatan pada mesin yang mana mesin menjadi sering rusak dan menghambat pada proses produksi juga barang yang dihasilkan mengalami defect dengan tidak lolos quality control. Karena permasalahan ini sering terjadi maka dilakukan sebuah penelitian dengan metode Total Productive Maintenance (TPM) dan Waste Assessment Model (WAM). Data ini diperoleh melalui sebuah wawancara dengan setiap karyawan, Manajer dan CEO untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan pada penelitian ini. Hasil penelitian yang diperoleh adalah adanya indikasi bahwa mesin sering mengalami penurunan mesin dan terjadi breakdown, hal itu menyebabkan produk mengalami defect dan nilai six big losses menjadi tinggi juga didapatkan bahwa nilai defect adalah nilai terbesar diantara waste yang lainnya. Dari hasil penelitian ini, penggunaan metode TPM dan WAM dapat mempermudah dalam menganalisis permasalahan pada mesin dan produk.CV. Sanggria Indah is a company engaged in the manufacture of clothes by producing beach clothes. CV sangria produces beach clothes for adults and children. Some of the problems that often occur are the number of breakdown maintenance on the machine or the absence of maintenance on the machine where the machine often breaks down and hinders the production process as well as defects the resulting goods without passing quality control. Because this problem often occurs, a study was conducted using the Total Productive Maintenance (TPM) and Waste Assessment Model (WAM) methods. This data is obtained through an interview with each employee, manager and CEO to obtain the data needed in this study. The results obtained are an indication that the machine often has a downturn in the engine and there is a breakdown, this causes the product to experience defects and the value of six big losses to be high. It is also found that the defect value is the largest value among other wastes. From the results of this study, the use of TPM and WAM methods can make it easier to analyze problems with machines and products.
2822531580H1C013028ANALISIS PERFORMANSI LAYANAN MULTIMEDIA VIDEO CONFERENCE MENGGUNAKAN PARAMETER QUALITY OF SERVICE PADA APLIKASI LINE DENGAN JARINGAN WI-FI DAN SELULER Pada masa adaptasi baru saat ini, sejumlah kegiatan masih banyak dikerjakan secara online dari rumah. Beruntung saat ini sudah ada
sejumlah penyedia layanan video conference, yang dapat mendukung kegiatan bekerja, belajar dan mengajar dari rumah. Bahkan
beberapa penyedia layanan tersebut memiliki kemampuan yang dapat menampung puluhan hingga ratusan partisipan secara
bersamaan dalam satu panggilan conference, misalnya LINE. Video conference adalah panggilan menggunakan perangkat
smartphone, tablet, laptop maupun personal computer yang mampu menangkap video (gambar) serta suara yang ditransmisikan. File
video dan audio dialirkan secara real-time melalui jaringan internet. Sejalan dengan perkembangan zaman kemajuan teknologi internet digunakan sebagai salah satu akses untuk aplikasi pesan singkat yang kini mulai berkembang seiring dengan perkembangan teknologi telekomunikasi. Untuk mengetahui peforma jaringan internet, dibutuhkan analisis Quality of Service (QoS). QoS merupakan kumpulan dari berbagai kriteria performasi yang menentukan keberhasilan dari jaringan, QoS memiliki beberapa parameter yang akan dianalisis pada penelitian ini, yaitu throughput, jitter, delay, packet loss dan frame rate.
During this new adaptation period, a number of activities are still being carried out online from home. Fortunately, there are currently a number of video conferencing service providers that can support work, learning and teaching activities from home. Even some of these service providers have the ability to accommodate tens to hundreds of participants simultaneously in one conference call, for example LINE. Video conferencing is a call using a smartphone, tablet, laptop or personal computer device capable of capturing video (images) and transmitted sound. Video and audio files are streamed in real-time over the internet network. In line with the times, the advancement of internet technology is used as one of the accesses for short message applications which are now starting to develop along with the development of telecommunications technology. To find out the internet network performance, a Quality of Service (QoS) analysis is needed. QoS is a collection of various performance criteria that determine the success of the network. QoS has several parameters that will be analyzed in this study, namely throughput, jitter, delay, packet loss and frame rate.

2822631586G1A017114Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Tingkat Pendidikan dengan Pengendalian Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Kecamatan SumbangLatar Belakang: Diabetes Melitus adalah gangguan metabolik yang ditandai dengan
meningkatnya kadar glukosa darah dalam tubuh akibat insufisiensi insulin. Indonesia
menduduki peringkat terbesar nomor tiga kematian penyebab diabetes. Indikator penting dalam
pengendalian diabetes dilihat dari kadar HbA1c.
Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan tingkat pendidikan dengan
pengendalian glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Kecamatan Sumbang.
Metode: Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan cross-sectional. Sampel
penelitian ini 49 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis bivariat
menggunakan uji alternatif Fisher.
Hasil: Berdasarkan hasil penelitian tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 26 (53,1%) responden,
rendah 23 (46,9%) responden. Pendidikan tinggi sebanyak 9 (18,4%) responden dan rendah
sebanyak 40 (81,6%) responden. Pengendalian glukosa darah terkontrol sejumlah 7 (14,3%)
responden, tidak terkontrol 42 (85,7%) responden. Dari hasil bivariat antara tingkat pengetahuan
dengan pengendalian glukosa darah menggunakan uji Fisher menunjukkan p value = 1,000.
Hasil bivariate tingkat pendidikan dengan pengendalian glukosa darah menggunakan uji Fisher
menunjukkan p value = 1,000. Tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan
dan tingkat pendidikan dengan pengendalian glukosa darah di kecamatan sumbang.
Kesimpulan: Tingkat pengetahuan dan tingkat pendidikan tidak berhubungan dengan
pengendalian glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe 2 di kecamatan sumbang.
Background: Diabetes mellitus is a metabolic disorder characterized by increased blood
glucose levels in the body due to insulin insufficiency. Indonesia is the third largest cause of
deaths due to diabetes. An important indicator in diabetes control is seen from the HbA1c level.
Destination: Knowing the relationship between the level of knowledge and the level of
education with blood glucose control in people with type 2 diabetes mellitus in Sumbang
District.
Method: The research design was analytic observational with cross-sectional study. The
research sample was 49 respondents. The data was collected through a questionnaire. The
bivariate analysis used Fisher's alternative test.
Result: Based on the results of the study, the high level of knowledge is 26 (53.1%) respondents,
low is 23 (46.9%) respondents. High education is 9 (18.4%) respondents and low is 40 (81.6%)
respondents. The controlled blood glucose is by 7 (14.3%) respondents, uncontrolled by 42
(85.7%) respondents. The bivariate results between the level of knowledge and blood glucose
control using Fisher's test shows p value = 1,000. The results of bivariate education level with
blood glucose control using Fisher's exact test shows p value = 1,000. There is no significant
relationship between the level of knowledge and the level of education with blood glucose
control in Sumbang district.
Conclusion: The level of knowledge and level of education are not related to blood glucose
control in patients with type 2 diabetes mellitus in Sumbang district.
2822731581F1D016040Gagasan Aung San Suu Kyi tentang Demokrasi dan Aktualisasi Demokratisasi oleh NLD di MyanmarPada masa pemerintahan Junta Militer, banyak permasalahan muncul dalam negeri tersebut. Hal ini menjadikan Aung San Suu Kyi, sebagai anak dari pejuang Myanmar terdahulu, yaitu Aung San tergerak untuk membawa Myanmar pada pemerintahan yang lebih baik. Aung San Suu Kyi berjuang menegakkan demokrasi bersama sebuah partai yang ia dirikan bernama National League Democracy (NLD). Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah: Pertama, mengetahui dan memahami gagasan Aung San Suu Kyi tentang demokrasi di Myanmar; dan Kedua, mendeskripsikan dan menganalisis aktualisasi gagasan demokrasi Aung San Suu Kyi oleh partai politik NLD. Dengan dilandasi perspektif pascastrukturalis dan paradigma konstruktivisme, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan hermeneutik. Sedangkan teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis hermeneutik gadamerian.
Hasil penelitian ini mengungkap bahwa gagasan demokrasi Aung San Suu Kyi adalah adanya kesetaraan HAM, pemilu yang demokratis, dan penegakan hukum yang adil bagi masyarakat Myanmar. Gagasan demokrasi Aung San Suu terinspirasi dari nilai perjuangan Mahatma Gandhi yaitu Ahimsa yang berarti perjuangan tanpa kekerasan dan Satyagraha yang berarti nilai untuk berpegang teguh pada kebenaran. Selain itu, Suu Kyi juga terinspirasi dari gagasan ayahnya, Aung San yaitu persatuan dan perjuangan yang bebas dari rasa takut. Aktualisasi NLD dalam berjuang menerapkan demokrasi dilihat melalui kampanye dan pidato ke seluruh penjuru negeri, membuka kelas membaca dan ruang belajar bagi anak-anak Myanmar pada saat Junta Militer membatasi perkumpulan lebih dari 4 orang, dan bergabung bersama mahasiswa untuk melakukan diskusi politik untuk menyampaikan ide-ide dalam perjuangan mereka menegakkan demokrasi.
Namun, perjuangan Aung San Suu Kyi dalam demokratisasi mengalami inkonsistensi setelah Aung San Suu Kyi mendapat jabatan politik. Hal ini dibuktikan ketika Aung San Suu Kyi melakukan penyeimbangan dengan militer dalam pembelaannya yang gigih terhadap tindakan angkatan bersenjata terhadap etnis Rohingya di negara bagian Rakhine. Inkonsistensi demokrasi Aung San Suu Kyi dikarenakan karena ia menghindari kritik dan konflik dengan Junta Militer dan Ekstrimis Buddha yang anti Islam.
During the military junta's reign, many problems arose in the country. This made Aung San Suu Kyi, the son of former Myanmar fighter Aung San, moved to bring Myanmar into a better government. Aung San Suu Kyi is fighting for democracy with a party she founded called the National League Democracy (NLD). Therefore, the purpose of the study is: First, knowing and understanding Aung San Suu Kyi's ideas about democracy in Myanmar; and Second, describe and analyze the actualization of Aung San Suu Kyi's democratic ideas by National League Democracy. Based on poststructural perspectives and constructivism paradigms, this research uses qualitative methods and hermeneutic approaches. While the analysis technique used is gadamerian hermeneutic analysis techniques.
The results revealed that Aung San Suu Kyi's idea of democracy is equality of human rights, democratic elections, and fair law enforcement for the people of Myanmar. The idea of Aung San Suu's democracy was inspired by Mahatma Gandhi's values of struggle, namely Ahimsa which means nonviolent struggle and Satyagraha which means the value of clinging to the truth. Suu Kyi was also inspired by her father Aung San's idea of unity and a struggle free from fear. The actualization of the NLD in the fight to implement democracy was seen through campaigns and speeches throughout the country, opening reading classes and learning spaces for Myanmar's children at a time when the Military Junta was restricting gatherings of more than 4 people, and joining students to conduct political discussions to convey ideas in their struggle to uphold democracy.
However, Aung San Suu Kyi's struggle for democratization was inconsistencies after Aung San Suu Kyi took political office. This was evident when Aung San Suu Kyi balanced with the military in her persistent defense of the armed forces' actions against ethnic Rohingya in Rakhine state. Aung San Suu Kyi's democratic inconsistencies are due to her avoiding criticism and conflict with the military junta and anti-Islamic Buddhist extremists.
2822831582F1J013020Analisis Konsep Giri dan Ninjou Pada Anime Natsume Yuujinchou Karya Midorikawa YukiPenelitian ini berjudul “Analisis Giri dan Ninjou pada Anime Natsume Yuujinchou Karya Midorikawa Yuki. Kebudayaan tidak bisa terlepas dari masyarakat, didalam masyarakat terdapat berbagai hubungan interaksi dengan masyarakat lainnya, hubungan didalam masyarakat Jepang disebut dengan giri dan ninjou. Giri adalah suatu kewajiban untuk mengembalikan atau membalas suatu pemberian yang telah diterima sebelumnya sedangkan ninjou adalah perasaan kasih sayang yang tercurah pada sesama manusia. Hubungan giri dan ninjou yang sangat erat ini banyak digambarkan dalam anime anime jepang, salah satu anime yang mencerminkan konsep giri dan ninjou ini adalah anime Natsume Yuujinchou karya Midorikawa Yuki. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan konsep budaya giri dan ninjou. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konsep giri dan ninjou secara verbal dan non verbal yang terdapat pada anime Natsume Yuujinchou karya Midorikawa Yuki. Terdapat tiga konsep giri di dalam anime Natsume Yuujinchou, yaitu konsep giri terhadap dunia terhadap orang bukan keluarga, konsep giri terhadap dunia terhadap sanak keluarga dan konsep giri terhadap nama seseorang, kewajiban seseorang untuk ‘membersihkan’ reputasinya. Sedangkan konsep ninjou dilakukan teman dan youkai terhadap Natsume tercermin dari terjalinnya hubungan mereka yang semakin erat.

This title of this research is “Analysis of Giri and Ninjou in Anime Natsume Yuujinchou By Midorikawa Yuki”. Culture cannot be separate from society, society is a group of people who created culture. In a culture there is reciprocity that someone should help those who helped him. In Japan, it’s called giri and ninjou. Giri embodies a sense of obligation or duty based on s strong loyalty to a person. Meanwhile ninjou is human feeling that complements and opposes the value of giri. There is anime that contain giri and ninjou such as anime Natsume Yuujinchou by Midorikawa Yuki. This research uses concept of giri and ninjou culture approach with qualitative descriptive design. The purpose of this research is to describe any concept about giri and ninjou with verbal and non verbal language in anime Natsume Yuujinchou by Midorikawa Yuki. There is three concept of giri in anime Natsume Yuujinchou, giri to the world outside family, giri to the world in family circumstance and giri to the name to cleanse their reputation. As for ninjou contained in Natsume’s friend and youkai, their bond growing stronger than ever before.
2822931583C1A013116PENGARUH LITERASI KEUANGAN, PENDAPATAN DAN LOCUS OF CONTROL
TERHADAP PERILAKU KEUANGAN
(Studi Kasus pada Mahasiswa Jurusan IESP FEB UNSOED Purwokerto)
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, pendapatan dan locus
of control terhadap perilaku keuangan. Jenis penelitian ini adalah survei terhadap mahasiswa jurusan
Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling,
sedangkan metode analisis menggunakan regresi linear berganda. Berdasarkan hasil analisis diperoleh
nilai thitung variabel literasi keuangan (2,692) dan nilai thitung variabel locus of control (2,436) masingmasing lebih besar dari nilai ttabel (1,988), sedangkan nilai thitung variabel pendapatan (1,479) lebih kecil
dari nilai ttabel (1,988). Dengan demikian, maka hipotesis pertama dan ketiga diterima, sedangkan
hipotesis kedua dalam penelitian ini ditolak. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah literasi keuangan
maupun locus of control berpengaruh signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa, sedangkan
pendapatan tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa jurusan Ilmu Ekonomi
Studi Pembangunan (IESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.
Mengacu pada kesimpulan tersebut, maka dapat diimplikasikan bahwa sebagai upaya untuk terus
memperbaiki perilaku keuangannya, para mahasiswa jurusan Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan (IESP)
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto hendaknya mampu
meningkatkan literasi keuangan dan locus of control. Cara yang dapat dilakukan diantaranya adalah
dengan mempelajari berbagai ilmu tentang literasi keuangan secara lebih mendalam dan
mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga para mahasiswa akan mampu membuat
keputusan keuangan secara lebih efektif dan efisien. Selain itu, para mahasiswa juga dituntut untuk
mampu mengendalikan diri dalam membelanjakan uang dan mampu mengelola keuangannya secara
lebih efisien demi meraih kesejahteraan keuangan individu dan berpartisipasi dalam meningkatkan
ekonomi masyarakat.
The aims of this research were to analyze the significant effect of financial literate, income and
locus of control on financial behavior. Type of this research was survey method toward college students
of the Department of Economics and Development Studies, Faculty of Economics and Business, Jenderal
Soedirman University in Purwokerto. Sampling technique within study uses accidental sampling, while
analysis technique uses multiple regression analysis. Based on the result of analysis, it was obtained the
tstatistic of financial literate (2.692), tstatistic of income (1.479) and tstatistic of locus of control (2.436) were
greater than ttable value (1.988). Therefore, first and third hypotheses were accepted, while third
hypothesis within study were rejected. Conclusions of this study were financial literate and locus of
control have a significant effect on financial behavior, while income has no significant effect on students’
financial behavior of the Department of Economics and Development Studies, Faculty of Economics and
Business, Jenderal Soedirman University in Purwokerto. Reffered to the conclusion, it can be implied that
as an effort to continue to improve their financial behavior, students of Department of Economics and
Development Studies, Faculty of Economics and Business, Jenderal Soedirman University in Purwokerto
should be able to improve financial literacy and locus of control. The ways could be done by studying the
various knowledge of financial literacy in more depth and practicing it in everyday life so that students
will be able to make financial decisions more effectively and efficiently. Additionally, students are also
required to be able to control themselves in spending money and be able to manage their finances more
efficiently in order to achieve individual financial well being and participate in improving the community’s
economy.
2823031584C1A016077PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN GENDER DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Fenomena ketimpangan pembangunan antara laki-laki dan perempuan merupakan permasalahan dalam pembangunan yang masih terjadi di banyak daerah, yang dapat diukur menggunakan indeks pembangunan gender. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi indeks pembangunan gender di Provinsi D.I. Yogyakarta dan variabel manakah yang pengaruhnya paling besar terhadap indeks pembangunan gender. Penelitian ini menggunakan menggunakan alat analisis regresi data panel dengan pendekatan model efek tetap (FEM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pengeluaran pemerintah bidang pendidikan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Indeks Pembangunan Gender di Provinsi D.I Yogyakarta, variabel pengeluaran pemerintah bidang kesehatan dan variabel pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Indeks Pembangunan Gender di Provinsi D.I Yogyakarta, dan variabel bebas yang paling besar pengaruhnya terhadap Indeks Pembangunan Gender D.I. Yogyakarta adalah variabel pengeluaran pemerintah bidang kesehatan. Implikasi dari penelitian ini adalah pemerintah untuk lebih memperhatikan kemampuan tiap daerahnya dalam merealisasikan anggaran pendidikan, perlu adanya penguatan kerja sama dan penyelarasan misi baik dalam tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten/kota untuk mengoptimalkan kinerja pemerintahan, serta diperlukan pemerataan pendidikan untuk mengurangi kesenjangan pendidikan yang terjadi antara perkotaan dan pedesaaan di D.I. Yogyakarta. Untuk pengeluaran bidang kesehatan, pemerintah hendaknya meningkatkan persentase alokasi anggaran untuk bidang kesehatan dengan ketentuan yang ada yaitu minimal 10 persen dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) serta perlu adanya pengoptimalan kinerja dalam pengelolahan keuangan agar anggaran kesehatan yang dapat direalisasikan secara optimal juga. Sedangkan pada pertumbuhan ekonomi, pemerintah hendaknya melakukan upaya pemerataan dalam pertumbuhan ekonomi tiap daerah kabupaten/kota agar hasilnya dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah penggunaan data penelitian yang terbatas periodenya dan terbatasnya ketersediaan informasi mengenai setiap variabel penelitian yang digunakan.The phenomenon of the development inequality between men and women is development problems that still occur in many regions and can be measured using the gender development index (IPG). This research have purpose to analyze the factors that influence on gender development index in Province of D.I. Yogyakarta and which variable has the greatest influence on the gender development index of Province D.I. Yogyakarta. This research uses a panel data regression analysis with fixed effect model (FEM) approach. The results of this research indicate that variable of government expenditures in education has a negatif and significant effect on gender development index in Province of D.I. Yogyakarta, the variable of government expenditures in health and variable of economic growth has a positive and significant effect on gender development index in Province D.I. Yogyakarta, and the dependent variable has the greatest effect on gender development index Province D.I. Yogyakarta is a government expenditure on health. The implication of this research is the government to pay more attention to ability of each region in realizing the education expenditure, it’s neccesary to strengthen cooperaton and equalize of mission both at the province and distric/city level to optimize government performance, and need equitbale education to reduce education gap between urban and rural areas in D.I. Yogyakarta. For expenditure in the health sector, government should increase the percentage of budget allocation for health sector with provision minimum of 10 percent from local government revenue and expenditure budget (APBD) and need performance optimization in finansial management so that health budget can be realized optimally as well. Meanwhile in economic growth, the government should to make equalize in the economic growth for each district or city so that can be enjoyed by all level of society. The limitations of this study are use of research data with a limited period and limited information on availability of information on each research variable used.
2823131585C1A016086PERBANDINGAN PENDAPATAN USAHA TANI PADI YANG MENGGUNAKAN TRAKTOR DENGAN TEKNIK MANUAL DI DESA PANUSUPAN KECAMATAN CILONGOK Pengolahan lahan merupakan salah satu faktor yang penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Pengolahan lahan tidak lepas dari mekanisasi pertanian yaitu penggunaan teknologi seperti traktor, namun tidak semua petani sudah beralih menggunakan traktor seperti petani yang ada di Desa Panusupan Cilongok.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan biaya, keuntungan,
dan efisiensi ekonomis usahatani manual dan usahatani traktor. Penelitian ini dilakukan di Desa Panusupan Kecamatan Cilongok yang merupakan desa dengan luas lahan pertanian terbesar di Kecamatan Cilongok. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara langsung berdasarkan kuisioner dengan 90 responden yang masing-masing terdiri dari 45 petani manual dan 45 petani traktor. Alat analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan, independent sample t test dan RC rasio.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat perbedaan biaya yang signifikan antara petani manual dengan petani traktor dimana biaya petani traktor lebih murah dibandingkan biaya petani manual di Desa Panusupan Kecamatan Cilongok, 2) terdapat perbedaan keuntungan yang signifikan antara petani manual dengan petani traktor dimana keuntungan petani traktor lebih tinggi dibandingkan keuntungan petani manual di Desa Panusupan Kecamatan Cilongok, 3) efisiensi ekonomis usahatani traktor lebih tinggi dibandingkan usahatani manual di Desa Panusupan Kecamatan Cilongok.
Implikasi dari penelitian ini yaitu karena usahatani traktor lebih meminumkan biaya, meningkatkan keuntungan dan lebih efisien dibandingkan dengan usahatani manual, maka diharapkan bagi usahatani manual untuk mengganti teknik produksinya dengan mengadaptasi teknologi traktor
Land processing is one of the important factors to increase agricultural productivity. Land processing cannot be separated from the mechanization of agriculture, namely the use of technology such as tractors, but not all farmers have switched to using tractors such as farmers in Panusupan village Cilongok.
This study aims to analyze the difference in cost, profit, and economic efficiency of manual farming and tractor farming. This research was conducted in Panusupan Village, Cilongok sub-district, which is the village with the largest area of agricultural land in Cilongok Subdistrict. This research was conducted by direct interviews based on questionnaires with 90 respondents, each consisting of 45 manual farmers and 45 tractor farmers. The analysis tools used are revenue analysis, independent sample t test test and RC ratio.
The results show that 1) there is a significant difference in cost between manual farmers and tractor farmers where the cost of tractor farmers is cheaper than the cost of manual farmers in the village of Panusupan District Cilongok, 2) there is a significant difference in profit between manual farmers and tractor farmers where the profit of tractor farmers is higher than the profit of manual farmers in the village of Panusupan District Cilongok, 3) the economic efficiency of tractor farming is higher than that of manual farming in Panusupan Village Cilongok District.
The implication of this research is that because tractor farming is more cost-saving, more profitable, and more efficient compared to manual farming, it is expected for manual farming to replace its production techniques by adapting the tractor technology.
2823231588G1B014051Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan MSDs Pada Karyawan Non-Pelayanan PT. Telkom Indonesia PurwokertoLatar Belakang: MSDs merupakan penyakit akibat kerja peringkat pertama dalam biaya kompensasi di dunia sebesar 40%. Sebanyak 40%-80% keluhan MSDs banyak ditemukan pada pekerja kantoran di Indonesia setiap tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan MSDs pada karyawan non-pelayanan PT. Telkom Indonesia Purwokerto.
Metodologi: Penelitian berupa survei analitik cross sectional. Pengambilan data menggunakan teknik total sampling dengan kriteria bekerja menggunakan komputer dan tidak cuti/dinas luar kota. Pengambilan data melalui wawancara dengan kuesioner, lembar Nordic Body Map (NBM), dan lembar observasi RULA untuk menilai sikap kerja. Uji yang digunakan adalah Chi Square dengan α=5%.
Hasil Penelitian: Terdapat 81,3% responden mengalami keluhan MSDs. Umur, jenis kelamin, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, ukuran tubuh, lama penggunaan komputer, masa kerja, dan waktu kerja lembur tidak berhubungan dengan keluhan MSDs. Variabel sikap kerja tidak alamiah berhubungan dengan keluhan MSDs (p-value = 0,029 OR 11,250).
Kesimpulan: Sebagian besar responden mengalami keluhan MSDs dengan faktor sikap kerja tidak alamiah sebagai faktor yang berhubungan secara signifikan dengan keluhan MSDs. Pekerja dapat mencegah keluhan MSDs dengan memerhatikan sikap kerja saat bekerja dengan komputer dengan menerapkan istirahat singkat, penempatan alat kerja yang dekat dengan jangkauan tangan, serta menyesuaikan tinggi monitor dan tempat kerja agar sesuai antropometri tubuh.
Background: MSDs is classified as the world’s highest work related disease in compensation cost, amounting to 40%. About 40%-80% of considerable cases of MSDs complaint is found on office employees in Indonesia each year. The objective was to discover the correlating factors of MSDs complaints on employees of PT. Telkom Indonesia Purwokerto.
Methods: This study was a cross sectional analytical survey with total sampling method. Criterias included were working with computers and not on paid leave or business trip. Data were taken using general questionnaire, Nordic Body Map (NBM) questionnaire, and RULA form to observe working posture. The test used Chi Square with α=5%.
Results: About 81,3% respondents was found with MSDs complaints. Age, sex, smoking habit, physical activity, body mass, computer usage time, work period, and work overtime duraion were not correlated with MSDs complaints. Unnatural work posture was correlated with MSDs complaints (p-value = 0,029 OR 11,250).
Conclusions: Respondents largely experience MSDs complaints with unnatural working posture as the factor correlated significantly with MSDs complaints. Employees could prevent MSDs by paying attention to their posture while using computer, applying short breaks, placing peripherals close to arms reach, and adjusting monitor and workplace height according to body.
2823331537H1D013065PENGARUH PENUAAN TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL PADA PENGGUNAAN BAHAN PENGISI SERBUK KACA.Kerusakan jalan merupakan sebuah kegagalan struktur perkerasan yang diakibatkan oleh beberapa faktor. Selama masa layan perkerasan, faktor peningkatan suhu akan menimbulkan proses penuaan pada lapisan perkerasan sehingga menjadikan lapisan perkerasan bersifat lebih keras dan getas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penuaan jangka pendek dan jangka panjang serta rendaman terhadap nilai karakteristik Marshall pada penggunaan abu batu dan serbuk kaca. Metode dalam penelitian ini yaitu eksperimental di dalam laboratorium dengan membuat dua jenis spesimen yang berbeda pada bahan pengisinya. Diperoleh nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 6% dengan fraksi kadar aspal yaitu 4,5%,5%,5,5%,6%,6,5%. KAO yang didapat lalu digunakan pada spesimen dengan variasi serbuk kaca dan abu batu. Penggunaan serbuk kaca meningkatakan nilai stabilitas dalam kondisi normal sebesar 7,1%, kondisi penuaan jangka pendek sebesar 9,1% dan kondisi penuaan jangka panjang sebesar 7,2%. Pengkondisian penuaan yang dilakukan terhadap nilai karakteristik Marshall mengalami kenaikan pada nilai VMA, VIM dan Flow, sedangkan nilai stabilitas dan VFWA mengalami penurunan. Pada perendaman yang dilakukan pada suhu ±60°C dengan lama perendaman 0,5 jam dan 24 jam menunjukan bahwa pada nilai stabilitas mengalami penurunan dan terjadinya kenaikan pada nilai Flow.Road Damage is a failure of the pavement structure caused by several factors that affect the functionality of the road. During the service life of the pavement, the temperature increase factor will cause the aging process of the pavement layer to make the pavement layer harder and brittle. This study aims to determine effect of short-term and long-term aging and immersion on the Marshall characteristic values for the use of rock ash and glass powder. The method in this research is experimental in the laboratory by making two different types of specimens on fillers. Obtained the optimal asphalt content (KAO) value of 6% with asphalt content fraction, namely 4.5%, 5%, 5.5%, 6%, 6.5%. The KAO obtained is then used on specimens with variations in glass powder and rock ash. The use of glass powder increased the stability value under normal conditions by 7.1%, short-term aging conditions by 9.1% and long-term aging conditions by 7.2%. The aging conditioning applied to the Marshall characteristic values experienced an increase in the VMA, VIM and Flow values, while the stability and VFWA values decreased. The immersion carried out at a temperature of ± 60 ° C with immersion time of 0.5 hours and 24 hours shows that the stability value has decreased and there is an increase in the flow value.
2823431590C1G016041ANALYSIS OF SALT FARMING PROFIT IN RAWAURIP VILLAGE PANGENAN SUB-DISTRICT CIREBON REGENCYDesa Rawaurip adalah daerah pesisir laut yang mayoritas mata pencaharian masyarakatnya adalah di bidang pertanian, salah satunya bertambak garam. Garam merupakan salah satu sumberdaya perikanan non hayati yang memiliki prospek bisnis yang cukup bagus, karena garam merupakan kebutuhan yang sangat penting seperti sebagai bahan pangan, bahan kimia, dan sumber pendapatan rumah tangga.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi ekonomi usaha tani garam dan kontribusi usaha tani garam terhadap pendapatan rumah tangga. Populasi dalam penelitian ini adalah 100 petani garam di Desa Rawaurip Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon. Berdasarkan rumus Taro Yamane, diambil 50 responden sebagai sampel yang dipilih dengan simple random sampling. Pengacakan dilakukan dengan menu randbetween di Microsoft Excel.
Hasil penelitian dan analisis data dengan uji one sample t test menunjukkan bahwa: (1) usahatani garam di Desa Rawaurip menguntungkan karena rata-rata R/C ≥ 1, (2) usahatani garam di Desa Rawaurip hanya memberikan kontribusi < 50% untuk pendapatan rumah tangga.
Implikasi dari kesimpulan di atas adalah mengingat usaha tani garam adalah bersifat musiman, untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan, petani garam di desa Rawaurip harusnya bisa lebih kreatif untuk menanggulangi masalah dalam bertambak garam. Misalnya dengan menggunakan teknologi yang lebih modern atau bertambak udang dan ikan saat tambak tidak bisa digarap untuk usahatani garam.
Rawaurip Village is a coastal area where the majority of the people's livelihood is in the agricultural sector, one of which is salt farming. Salt is one of the non-biological fisheries resources that has a pretty good business prospect, because salt is a very important as a food ingredient, chemicals, and a source of household income.
This study aims to analyze the economic efficiency of salt farming and the contribution of salt farming to household income. The population in this study were 100 salt farmers in Rawaurip Village, Pangenan District, Cirebon Regency. Based on the Taro Yamane formula, 50 respondents were used as the sample who were selected with simple random sampling. Randomization was done with the randbetween menu in Microsoft Excel.
The results of the research and data analysis using the one sample t test show that: 1) salt farming in Rawaurip Village is profitable because the average R/C is ≥ 1, and 2) salt farming in Rawaurip Village only contributes < 50% to household income.
The implication of the conclusion above is that considering salt farming is a seasonal, in order to increase productivity and income, salt farmers in Rawaurip village should be more creative in overcoming problems in salt farming, for example by using more modern technology or farming for shrimp and fish when the pond cannot be cultivated for salt farming.
2823531592F1F016050PERAN LEMBAGA MÉDECINS SANS FRONTIÈRES (MSF) DALAM BANTUAN KEMANUSIAAN KEPADA PENGUNGSI ROHINGNYA DI BIDANG KESEHATANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan organisasi Médecins
Sans Frontières (MSF) dalam upaya penyelesaian masalah kesehatan yang dialami oleh etnis
Rohingnya yang dianalisis dengan teori humanitarian assistance. Penelitian ini menjelaskan
MSF sebagai organisasi yang berperan dalam memberi bantuan di bidang kesehatan bagi
pengungsi Rohingnya. Kegiatan yang dilakukan oleh MSF pada pengungsi etnis rohingnya
kaena kurangnya kepedulian pada sektor kesehatan mereka. Hal ini dilakukan MSF dengan
mendirikan pusat pengobatan di kamp pengungsian dan melakukan berbagai upaya medis
seperti penanganan wabah, vaksinasi, rehabilitasi, serta pelayanan dasar seperti penyediaan
air dan sanitasi. Akan tetapi, peran MSF bagi etnis rohingnya terkait permasalahan kesehatan
masih belum maksimal. Hal tersebut tidak lepas dari kebijakan pemerintah Myanmar yang
sangat ketat untuk memberi ijin bagi organisasi internasional termasuk Médecins Sans
Frontières (MSF) guna membantu para korban terdampak konflik
This study aims to determine the efforts made by the Médecins Sans Frontières (MSF)
organization in an effort to resolve health problems experienced by the Rohingya ethnic group
which were analyzed with humanitarian assistance theory. This study describes MSF as an
organization that has a role in providing assistance in the health sector for Rohingya refugees.
The activities carried out by MSF on Rohingya ethnic refugees are due to a lack of concern
for their health sector. This is done by MSF by establishing medical centers in refugee camps
and carrying out various medical efforts such as handling the epidemic, vaccination,
rehabilitation, and basic services such as water supply and sanitation. However, the role of
MSF for ethnic Rohingya related to health problems is still not optimal. This is inseparable
from the very strict policy of the Myanmar government to give permission for international
organizations including Médecins Sans Frontières (MSF) to help victims affected by conflict.
2823631593A1C016053DISTRIBUSI SUHU UDARA PADA GREENHOUSE DENGAN APLIKASI AIR CONDITIONING (AC) MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (CFD)Greenhouse didefinisikan sebagai suatu rumah tanaman yang tertutup dengan media transparan. Greenhouse bertujuan untuk sarana pengendali iklim mikro, sehingga pertumbuhan dan hasil tanaman yang berada di dalam greenhouse lebih baik. Budidaya tanaman dengan greenhouse memiliki kendala seperti meningkatnya suhu udara di dalam greenhouse sehingga menyebabkan tanaman mengalami kelayuan, hal ini perlu adanya inovasi teknologi pengendali suhu udara didalam greenhouse seperti menggunakan Air Conditioning (AC) jenis split. Air conditioning atau yang biasa disebut AC merupakan sebuah alat yang mampu mengondisikan udara. Dengan kata lain, AC berfungsi sebagai penyejuk udara. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pola distribusi suhu udara pada greenhouse dengan aplikasi AC, dan untuk mendapatkan informasi kinerja AC pada sistem aeroponik melalui visualisasi CFD.
Penelitian dilakukan di greenhouse, Fakultas Pertanian, Universitas Jendral Soedirman, Purwokerto. Penelitian dilaksanakan dari bulan Januari 2020 sampai Maret 2020. Variabel yang diamati adalah distribusi suhu dan kecepatan aliran di dalam greenhouse tipe arch. Analisis data menggunakan bantuan Computational Fluid Dynamic (CFD) dengan software CFDSOF v1.6. Pendugaan distribusi suhu dan kecepatan aliran pada CFDSOF melalui beberapa tahap yaitu pembuatan geometri pada software SolidWorks 2014 x64 edition, meshing, initial condition, boundary condition, dan simulation model. Simulasi menggunakan CFDSOF dilakukan selama 15 menit pada pukul 12:00 pada saat suhu tertinggi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa simulasi menggunakan CFDSOF v1.6 memiliki kesesuaian dengan pengamatan. Hal ini menujukkan bahwa CFDSOF mampu memodelkan distribusi suhu dan kecepatan aliran di dalam greenhouse dengan baik. Pengkondisian udara menggunakan AC pada greenhouse hanya mampu menurunkan suhu udara 2,8 oC pada daerah yang berada dekat dengan AC. Hal ini disebabkan karena terlalu luas area greenhouse yang di gunakan serta dipengaruhi juga oleh suhu tinggi yang didapatkan dari dinding dan atap greenhouse. Persentase rerata eror dari perhitungan validasi suhu sebesar 2,25 % dan validasi kecepatan aliran sebesar 0,73%.
Greenhouse is defined as a plant house which is covered with transparent media. Greenhouse aims to control the micro climate, so that the growth and yield of plants in the greenhouse is better. Cultivation of plants in a greenhouse has problems such as increasing air temperature in the greenhouse, causing the plants to experience wilting, this requires an innovation in technology to control the air temperature in the greenhouse such as using split type Air Conditioning (AC). Air conditioning or what is commonly called AC is a device that is able to condition air. In other words, AC functions as an air conditioner. In this study, the objective of this research is to obtain the distribution pattern of the air temperature in the greenhouse with the AC application, and to obtain information on the performance of air conditioning in the aeroponic system through visualization of CFD.
The research was conducted in a greenhouse, Faculty of Agriculture, Jendral Soedirman University, Purwokerto. The research was conducted from January 2020 to March 2020. The variables observed were temperature distribution and flow velocity in the arch type greenhouse. Data analysis used Computational Fluid Dynamic (CFD) with CFDSOF v1.6 software. Estimation of temperature distribution and flow velocity in CFDSOF through several stages, namely making geometry in SolidWorks 2014 x64 edition software, meshing, initial condition, boundary condition, and simulation model. The simulation using CFDSOF is carried out for 15 minutes at 12:00 at the highest temperature.
The results showed that the simulation using CFDSOF v1.6 was compatible with the observations. This shows that CFDSOF is able to model temperature distribution and flow velocity in a greenhouse well. Air conditioning using AC in a greenhouse is only able to reduce air temperature by 2.8 oC in areas close to the AC. This is because the greenhouse area used is too large and it is also influenced by the high temperature that is obtained from the walls and roof of the greenhouse. The average percentage error from the temperature validation calculation is 2.25% and the flow velocity validation is 0.73%.
2823731594I1A016018PENGARUH ASUPAN ENERGI DAN BEBAN KERJA TERHADAP KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA HOME INDUSTRY KNALPOT DI KELURAHAN PURBALINGGA LOR KABUPATEN PURBALINGGAABSTRAK

Latar belakang: Data dari International Labour Organization (ILO) (2013) menunjukkan sekitar 32,8% pekerja dunia mengalami kelelahan kerja. Menurut Suma’mur (2014), beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya kelelahan yaitu asupan energi dan beban kerja. Berdasarkan hasil studi pendahuluan, menunjukkan bahwa 15 pekerja home industry knalpot di Kelurahan Purbalingga Lor didapatkan sebanyak 9 pekerja (60%) mengalami kelelahan kerja. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh asupan energi dan beban kerja terhadap kelelahan kerja pada pekerja home industry knalpot.
Metodologi: Menggunakan metode kuantitatif dengan desain pendekatan crosssectional, menggunakan teknik purposive sampling. Responden dari penelitian ini adalah pekerja home industry knalpot Kelurahan Purbalingga Lor Kabupaten Purbalingga yang berjumlah 107 orang. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan alat reaction timer, form food recall 24 jam, dan stopwatch.
Hasil penelitian: Hasil uji bivariat terdapat hubungan asupan energi (p=0,000), beban kerja (p=0,000) dengan kelelahan kerja pada pekerja home industry knalpot. Hasil analisis multivariat terdapat pengaruh asupan energi dan beban kerja terhadap kelelahan kerja.
Kesimpulan: Hasil penelitian didapatkan beban kerja menjadi faktor paling berpengaruh terhadap kelelahan kerja, sehingga pekerja home industry knalpot perlu membiasakan diri untuk melakukan peregangan otot seperti menggerakkan kepala, tangan, dan kaki di sela-sela pekerjaan.


Kata kunci: Kelelahan Kerja, Asupan Energi, Beban Kerja, Home Industry Knalpot.
ABSTRACT

Background: Data from the International Labor Organization (ILO) (2013) shows that around 32.8% of world workers experience fatigue due to their work. According to Suma'mur (2014), Several factors influence the occurrence of fatigue, namely energy intake and workload. Based on the results of a preliminary study, it shows that 15 workers of the exhaust home industry in Purbalingga Lor found nine workers (60%) experiencing work fatigue. The purpose to determine the effect of energy intake and workload on work fatigue on the exhaust-home industry's labor.
Method: Quantitative methods with a cross-sectional approach design. Using purposive sampling technique, Respondents of this study were workers of the exhaust home industry in Purbalingga Lor Kabupaten Purbalingga and obtained the number of respondents as many as 107 people.
Results: The bivariate test results showed a relationship between energy intake (p = 0,000) and workload (p = 0,000) on work fatigue on the exhaust-home industry's labor. The multivariate analysis results show that there is an influence between energy intake and workload on work fatigue.
Conclusion: This study indicates that workload is the most influential factor on work fatigue so that the exhaust-home industry's labor needs to get used to stretching muscles such as moving their heads, hands, and feet between work.

Keywords: Work Fatigue, Energy Intake, Workload, Exhaust Home Industry.
2823831595C1K014018The Impact of HRM Practice to Firm Performance in Small and Medium EnterprisesPenelitian ini mengambil judul Pengaruh Praktik Manajemen SDM terhadap Kinerja Perusahaan di Usaha Kecil dan Menengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari praktik manajemen sumber daya manusia yang terdiri dari deskripsi pekerjaan, rekrutmen dan seleksi, training dan kompensasi terhadap kinerja usaha kecil dan menengah di Kabupaten Banyumas. Mtodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kuantitatif dengan menggunakan. Responden dalam penelitian ini adalah pemilik atau pimpinan usaha kecil dan menengah di Kabupaten Banyumas sebanyak 100 responden. Teknik pengambilan sampel data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian adalah multiple regression analysis. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa praktik manajemen SDM yang terdiri dari deskripsi pekerjaan, rekrutmen dan seleksi, serta training memiliki pengaruh positif terhadap kinerja usaha kecil dan menengah di Kabupaten Banyumas. Sedangkan kompensasi tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja usaha kecil dan menegah di Kabupaten Banyumas.The subject of this research is “The Impact of HRM Practices to Firm Performance in Small and Medium Enterprises”. The purpose of this study was to analyze the effect of human resource management practices which consist of job description, recruitment and selection, training, and compensation on the performance of the small and medium enterprises in Banyumas District. The research methodology used in this research is a quantitative approach method. Respondents in this study were owners or managers of small and medium enterprises in Banyumas District as many as 100 respondents. The sampling technique in this study was a purposive sampling method. The analysis technique used in this research is multiple regression analysis. Based on the result of research and analysis in this study, it can be concluded that HRM practices that consist of job description, recruitment and selection, and also training have a positive impact to the performance of the small and medium enterprises in Banyumas District. As for compensation has no impact to the performance of the small and medium enterprises in Banyumas District.
2823931596C1A013044PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH DI SEKTOR PERTANIAN, SEKTOR PENDIDIKAN, SEKTOR KESEHATAN, DAN INFRASTRUKTUR TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI BARLINGMASCAKEB TAHUN 2015-2019

RINGKASAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kemiskinan di wilayah Barlingmascakeb yang terdapat pada provinsi Jawa Tengah periode tahun 2015-2019. Variabel yang digunakan adalah pengeluaran pemerintah di sektor pertanian, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur tahun 2015-2019. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Diambil dari Badan Pusat Statistik provinsi Jawa Tengah dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DPJK) berbentuk kuantitatif. Dengan analisis regresi data panel dan diolah menggunakan eviews 9 dengan pendekatan fixed effect model (FEM). Hasil menunjukkan secara simultan bahwa pengeluaran pemerintah di sektor pertanian, pendidikan, kesehatan, dan infrstruktur dapat menjelaskan tingkat kemiskinan sebesar 72% (R-squared). Secara parsial hasil menunjukkan bahwa Pengeluaran pemerintah di sektor pertanian berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan di wilayah Barlingmascakeb, Pengeluaran pemerintah di sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan di wilayah Barlingmascakeb.
Kata Kunci: Tingkat Kemiskinan, Pengeluaran Pemerintah Untuk Pertanian, Pendidikan, kesehatan, Infrastruktur.
SUMMARY
This study aims to analyze the factors that can affect the level of poverty in the Barlingmascakeb region in Central Java province for the period 2015-2019. The variables used are government spending in the agriculture, education, health and infrastructure sectors in 2015-2019. This study uses secondary data. Taken from the Central Java Provincial Statistics Agency and the Directorate General of Fiscal Balance (DPJK) in quantitative form. With panel data regression analysis and processed using eviews 9 with a fixed effect model (FEM) approach. The results show simultaneously that government spending on agriculture, education, health, and infrastructure can explain the poverty rate of 72% (R-squared). Partially the results show that government spending in the agricultural sector has a negative and significant effect on poverty levels in the Barlingmascakeb area. Government spending in the education, health and infrastructure sectors has a negative and insignificant effect on poverty levels in the Barlingmascakeb area.
Keywords: Poverty Level, Government Expenditures for Agriculture, Education, Health, Infrastructure.


2824031597A1D016135Studi Redistribusi Air Tanah pada Perakaran Jambu Mete (Anacardium occidentale) Stadia PembibitanPenelitian ini bertujuan untuk: (1) mengevaluasi apakah pada saat menghadapi stres kekeringan tanaman jambu mete selain memiliki kemampuan redistribusi air tanah secara vertikal (hydraulic lift), juga dapat melakukan redistribusi air tanah secara horizontal (hydraulic redistribution) secara simultan dan (2) mengetahui diantara hydraulic lift dan hydraulic redistribution mana yang lebih dominan. Tanaman jambu mete diberikan 4 (empat) level perlakuan kondisi media (P) dengan perlakuan: ketiga media kompartemen dalam kondisi selalu basah (P0, sebagai kontrol basah), media atas dikeringan dan kedua media bawah dalam kondisi selalu basah (P1), media atas dan salah satu media bawah dikeringan, serta satu media bawah selalu dalam kondisi basah (P2), dan ketiga media dikeringkan (P3, sebagai kontrol kering). Keseluruhan perlakuan tersebut diatur dalam rancangan acak lengkap dengan 6 (enam) kali ulangan. Indikasi hydraulic lift dan hydraulic redistribution pada jambu mete dideteksi dari perubahan nilai lengas media atas dan bawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh lengas terhadap media atas menunjukkan nilai nyata pada hari ke-6 setelah perlakuan, sedangkan pada media bawah pada hari ke-3 setelah perlakuan. Nilai lengas media yang terjadi di kompartmen atas-bawah adalah: tanaman P0 (39,17%; 45,17%), P1 (30,68%; 46,18%), P2 (33,39%; 30,38%) dan P3 (20,99%; 23,82%). Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa tanaman jambu mete dapat meningkatkan kelengasan dalam media bagian atas. Demikian halnya dengan lengas air media bagian bawah. Perbedaan persen lengas pada kedua media membuktikan bahwa proses hydraulic lift dan hydraulic redistribution berjalan secara simultan karena saling berkaitan. Dominansi hydraulic lift ditunjukkan oleh perolehan nilai persentase P1 yang selalu lebih besar jika dibandingkan dengan hydraulic redistribution (nilai persentase P2).This study aims to: (1) evaluate whether in the face of drought stress cashew plants in addition to having the ability to redistribution of groundwater vertically (HL), can also perform horizontal groundwater redistribution (HR) simultaneously and (2) know which hydraulic lift and hydraulic redistribution are more dominant. Cashew are given 4 (four) levels of media condition treatment (P) with the composition: three compartment media always in wet conditions (P0, as wet control), the upper media is dried and both the lower media is in always wet conditions (P1), the upper media and one of the lower media is dried, as well as one lower media is always in wet conditions (P2), and the third media is dried (P3, as dry control). The entire treatment is arranged in a completely randomized design (CRD) with 6 (six) replicates. Indications of hydraulic lift and hydraulic redistribution in cashews are detected from changes in the media’s moisture value of upper and lower media. The results showed that the influence of moisture on the upper media showed real value on the 6th day after treatment, while in the lower media on the 3rd day after treatment. The values of media’s moisture occurring in the upper-lower compartment are: P0 (39.17%; 45.17%), P1 (30.68%; 46.18%), P2 (33.39%; 30.38%) and P3 (20.99%; 23.82%) plant. Based on this, it can be concluded that cashew plants can increase moisture in the upper media. Similarly, the moisture of lower media. The difference in the percentage of moisture in both media proves that the hydraulic lift and hydraulic redistribution process run simultaneously because they are interconnected. Hydraulic lift dominance is indicated by the acquisition of P1 percentage value which is always greater when compared to hydraulic redistribution (P2 percentage value).