Artikelilmiahs
Menampilkan 28.261-28.280 dari 50.150 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 28261 | 31618 | A1A016005 | ANALISIS RISIKO PRODUKSI USAHATANI BAWANG MERAH DI KECAMATAN ADIPALA KABUPATEN CILACAP | Pengembangan usahatani bawang merah di Kecamatan Adipala mulai tahun 2018 menghadapi beberapa permasalahan, yaitu pengalaman berusahatani bawang merah yang dimiliki sebagian besar petani masih rendah, jenis lahan yang kurang subur, dan bibit bawang merah dari Brebes yang bukan spesifik untuk lahan pasir pantai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis 1) penerimaan, biaya, pendapatan, dan R/C, 2) tingkat risiko produksi, 3) faktor-faktor yang mempengaruhi produksi, 4) faktor-faktor yang mempengaruhi risiko produksi. Obyek penelitian adalah petani yang melaksanakan usahatani bawang merah pada musim tanam periode November 2019 sampai Januari 2020 di Desa Adipala, Desa Bunton, dan Desa Karanganyar. Metode pengambilan sampel secara sampel jenuh. Analisis data terdiri atas analisis penerimaan, biaya, pendapatan, R/C, koefisien variasi, dan regresi fungsi risiko produksi Just & Pope. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani bawang merah di Kecamatan Adipala menguntungkan, yaitu per usahatani memiliki penerimaan Rp10.834.600,00, biaya Rp9.999.943,61, pendapatan Rp834.656,39, dan R/C 1,06. Tingkat risiko produksinya tinggi sebesar 85,49 persen. Faktor-faktor yang terbukti nyata mempengaruhi produksi yaitu luas lahan, bibit, tenaga kerja, kapur, petroganik, pupuk kandang, TSP, ZA, KCl, NPK, herbisida, dan fungisida. Sementara itu, faktor-faktor yang terbukti nyata mempengaruhi risiko produksi yaitu TSP, NPK, dan fungisida. | The development of shallot farming in Adipala Sub-district starting in 2018 faced several problems, namely most farmers still had low experience of shallot farming, the type of land that was less fertile, shallot seeds from Brebes which were not specific to coastal land. This research aimed to analyze 1) revenue, cost, income, and R/C, 2) the level of production risk, 3) factors influencing production, 4) factors influencing production risk. The research object was farmers who carried out shallot farming during the growing season from November 2019 to January 2020 in Adipala Village, Bunton Village, and Karanganyar Village. The sampling method was saturated sampling. Data analysis consisted of analysis of revenue, cost, income, R/C, coefficient of variation, and Just & Pope production risk function regression. The results showed that the shallot farming in Adipala Sub-district was profitable, namely per farm it had revenue Rp10,834,600.00, cost Rp9,999,943.61, income Rp834,656.39, and R/C 1,06. The production risk level was high at 85,49 percent. Factors that had been shown to significantly influence production were land area, seedlings, labor, lime, petroganik, manure, TSP, ZA, KCl, NPK, herbicides, and fungicides. Meanwhile, factors that had been shown to significantly influence the risk of production were TSP, NPK, and fungicides. | |
| 28262 | 31616 | G1F014070 | EVALUASI TINGKAT PENGETAHUAN DASAR MASYARAKAT KECAMATAN AJIBARANG TERHADAP PENCEGAHAN COVID-19 | Latar Belakang : Coronavirus disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit pernafasan yang disebabkan oleh coronavirus baru. Pengetahuan yang berhubungan dengan masalah kesehatan akan mempengaruhi sikap dan perilaku masyarakat dalam menangani masalah kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan pada masyarakat Kecamatan Ajibarang terhadap pencegahan COVID-19. Kurangnya pengetahuan tentang COVID-19 akan mengakibatkan berkurangnya kemampuan untuk mencegah dan menangani COVID-19 secara tepat. Metodologi : Penelitian ini menggunakan jenis metode cross sectional. Penentuan sampel dilakukan accidental sampling kepada 417 responden. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner tingkat pengetahuan dasar masyarakat terhadap pencegahan COVID-19 yang disebarkan secara daring. Selanjutnya dianalisis dengan metode deskriptif menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian : Hasil penelitian ini, menunjukan bahwa sebanyak 274 responden (65,70%) memiliki tingkat pengetahuan dasar kategori “sedang” terhadap COVID-19 dengan skor pengetahuan secara keseluruhan (77,88%) termasuk kategori “tinggi” Kesimpulan : Dengan hasil penelitian tingkat pengetahuan dasar kategori sedang, dapat menjadi evaluasi pada masyarakat Kecamatan Ajibarang untuk meningkatkan sikap dan perilaku positive terhadap pengetahuan pencegahan COVID-19 agar bisa menurunkan angka kasus serta bagi pihak-pihak berwenang lebih mengupayakan kegiatan edukasi terhadap COVID-19. Kata kunci : COVID-19, Pengetahuan, Pencegahan | EVALUATION LEVEL OF COMMUNITY BASIC KNOWLEDGE AJIBARANG SUB-DISTRICT TOWARDS PREVENTION OF COVID-19 Alina Nur Setyo Wahyuningsih1, Nia Kurnia Sholihat2, Ika Mustika Ningtias3 Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman alinanursetyowahyuningsih@gmail.com ABSTRACT Background : Coronavirus disease 2019 ( COVID-19 ) is respiratory diseases caused by new coronavirus.Knowledge that deals with health problems would affect the attitudes and behavior in dealing with public health problems.This study attempts to evaluate the level of knowledge in the area of prevention ajibarang COVID-19.The lack of knowledge about COVID-19 will result in a reduced ability to prevent and deal with COVID-19 exactly Method : This research uses cross sectional method. The sample was determined by accidental sampling to 417 respondents. The instrument in this study was a questionnaire on the level of basic knowledge of the community on the prevention of COVID-19 which was distributed online. Then analyzed by descriptive method using Microsoft Excel Result :. The results of this study indicate that as many as 274 respondents (65.70%) have a moderate level of basic knowledge of COVID-19 with an overall knowledge score (77.88%) in the high category. Conclusion : The results of research in basic knowledge level medium category , can become an evaluation on the society kecamatan ajibarang to improve the attitudes and behavior positive effects on knowledge about prevention covid-19 in order to minimize dengue fever as well as for parties authorized more seek education against covid-19 activities Keywords : COVID-19, Knowledge, Prevention | |
| 28263 | 31589 | F1A017055 | Habitus Anak dalam Buku Seri Cerita "Kecil-Kecil Punya Karya" | Artikel ini merupakan hasil penelitian yang menggambarkan habitus anak yang diceritakan dalam buku seri “Kecil-Kecil Punya Karya” terbitan PT Mizan Bandung. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis isi kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah buku seri cerita KKPK berjumlah 791 buku, dan sampel diambil secara acak sebanyak 265 buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua buku cerita KKPK menceritakan habitus anak kelas atas. Ide cerita dalam buku adalah menceritakan kehidupan keseharian anak-anak dari keluarga kelas atas. Sebaliknya, cerita yang menggambarkan habitus anak kelas bawah hanya dijumpai di empat buku. Habitus anak kelas atas yang ditampilkan dalam cerita diantaranya: bertamasya, anak pergi ke luar negeri, anak tinggal di rumah elit, anak aktif di media sosial, anak memiliki kebiasaan menulis, anak membentuk geng, anak memiliki barang elektronik, menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari, anak memiliki keterampilan elite, hidup mewah, anak mengikuti les, dan lainnya. Selanjutnya, habitus anak kelas bawah yang muncul dalam buku seri KKPK hanya ada dua: pekerjaan kelas bawah, dan bermain permainan tradisional. Namun, kedua aktor anak yang memiliki kedua habitus tersebut tidak diposisikan sebagai tokoh utama. Tokoh utama dalam semua cerita diposisikan sebagai anak kelas atas. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat bias kelas sosial di dalam buku KKPK. | This article describes the habitus of children in the book series "Kecil-Kecil Punya Karya". The method used is quantitative content analysis. The sampling technique was simple random sampling, with a sample size of 265 books from a population of 791 books. The results of this study indicate that all KKPK books contain descriptions of upper-class habitus in their stories. Meanwhile, the lower-class habitus is only described in 4 books. Upper class habits that arise include: traveling, children going abroad, children living in elite homes, children active on social media, children have a habit of writing, children form gangs, children have electronic goods, use English in daily conversations, children have elite skills, children take lessons, and others. Furthermore, the habitus of lower class children that emerged were: lower class work and playing traditional games. The results of this study also indicate a class bias in the KKPK story series books. | |
| 28264 | 31621 | J1D016049 | PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM TALK SHOW MATA NAJWA: PSSI BISA APA JILID V DAN RELEVANSINYA PADA PEMBELAJARAN TEKS DEBAT | Penelitian ini berjudul “Pelanggaran Prinsip Kerja Sama dalam Talk Show Mata Najwa: PSSI Bisa Apa Jilid V dan Relevansinya pada Pembelajaran Teks Debat Kelas X”. Penelitian ini membahas bentuk pelanggaran prinsip kerja sama Talk Show Mata Najwa: PSSI Bisa Apa Jilid V, fungsi wujud implikatur percakapan, dan relevansi hasil penelitian tentang pelanggaran prinsip kerja sama pada pembelajaran teks debat kelas X. Data diperoleh menggunakan metode simak dengan teknik dasar sadap serta teknik lanjutan catat. Teknik analisis data data menggunakan analisis data kualitatif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data kualitatif. Hasil penelitian menunjukan 18 data bentuk pelanggaran prinsip kerja sama yang terdiri dari 6 bentuk pelanggaran maksim kuantitas, 2 bentuk pelanggaran maksim kualitas, 5 bentuk pelanggaran maksim relevansi, dan 5 bentuk pelanggaran maksim cara. Fungsi wujud implikatur percakapan yang terdiri dari implikatur melaporkan, menyebutkan, memohon, menyarankan, menantang, mengritik, berjanji, bersumpah, dan memutuskan. Relevansi hasil penelitian mengenai bentuk pelanggaran prinsip kerja sama dapat digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas X KD 3.13 menganalisis isi debat (permasalahan/isu, sudut pandang, dan argumen beberapa pihak dan simpulan). | This research is entitled "Violation of Cooperation Principles in Talk Show Mata Najwa: What Can PSSI Do in Volume V and its Relevance to Class X Debate Text Learning". This study discusses forms of violation of the principle of cooperation in the Talk Show Mata Najwa: PSSI Can Be What Volume V, the function of the form of conversation implications, and the relevance of the results of research on violations of the principle of cooperation in learning debate text class X. The data were obtained using the observation method with basic tapping techniques and advanced technique note. The data analysis technique used qualitative data analysis. The data obtained in this study are qualitative data. The results showed 18 data forms of violation of the principle of cooperation consisting of 6 forms of violation of the maximal quantity, 2 forms of violation of the maxim of quality, 5 forms of violation of the maxim of relevance, and 5 forms of violation of the maxims of means. The function of the conversational implicature consists of reporting, mentioning, requesting, suggesting, challenging, criticizing, promising, swearing, and deciding. The relevance of research results regarding violations of the principle of cooperation can be used in learning Indonesian language class X KD 3.13 to analyze the content of the debate (problems / issues, points of view, and arguments of several parties and conclusions). | |
| 28265 | 31631 | F1G013037 | Bahasa Figuratif dalam Film Pendek Elegi Melodi | Penelitian ini berjudul “Bahasa Figuratif dalam Film Pendek Elegi Melodi (Kajian Semantik)”. Tujuan penelitian dilakukan untuk mendeskripsikan makna bahasa figuratif beserta wujud satuan kebahasaannya dalam film pendek Elegi Melodi karya Jason Iskandar. Bentuk penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan dengan mengamati fenomena suatu bahasa pada kurun waktu tertentu. Data yang dianalisis adalah penggalan-penggalan tuturan dalam film pendek Elegi Melodi yang diduga mengandung bahasa figuratif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak yang dilanjutkan dengan teknik simak libat cakap dan teknik catat sebagai teknik lanjutannya. Data dianalisis dengan menggunakan metode padan ortografis, dengan teknik dasarnya adalah teknik pilah unsur penentu (PUP), sedangkan teknik lanjutannya adalah teknik hubung banding memperbedakan. Tahap penyajian data yang digunakan yaitu teknik informal. Berdasarkan hasil penelitian diketahui pada tuturan dalam film pendek Elegi Melodi terdapat 18 bahasa figuratif berupa 2 asonansi, 1 apofasis, 2 elipsis, 2 pleonasme, 1 perifrasis, 1 personifikasi, 1 eufemisme, 1 simile, 2 metafora, 2 alusi, 2 antonomasia, dan 1 metononimia. Kemudian, pada makna-makna figuratif tersebut dikelompokkan berdasarkan satuan kebahasaannya. Setelah dikelompokkan, ditemukan tiga wujud satuan kebahasaan bermakna figuratif yang terdapat dalam film pendek Elegi Melodi. Ketiga wujud satuan kebahasaan tersebut adalah kata, klausa dan kalimat. | This research titled "Figurative Language in the Short Film Elegi Melody (Semantic Study)". The aim of the research was to describe the meaning of figurative language along with the form of the figurative language units in the short film Elegi Melodi by Jason Iskandar. The form of this research is a qualitative descriptive study which is conducted by observing the phenomenon of a language at a certain time. The data analyzed were fragments of speech in the short film Elegi Melodi which allegedly contained figurative language. The data collection method used was the simak’s method which was followed by simak libat cakap’s technique and catat’s technique as a follow-up technique. The data were analyzed using the padan ortografis’s method, with the basic technique, pilah unsur tertentu’s technique (PUP), while the advanced technique was the hubung banding memperbedakan’s technique. The data presentation stage used is informal technique. Based on the results of the study known in the speech in the short film Elegi Melodi there are 18 figurative languages in the form of 2 asonansi, 1 apofasis, 2 ellipsis, 2 platonasm, 1 perifrasis, 1 personification, 1 euphemism, 1 simile, 2 metaphors, 2 allusions, 2 antonomasia, and 1 metononimia. Then, the figurative meanings are grouped by linguistic units. Once grouped, three units of figurative linguistics were found in the short film Elegi Melodi. The three linguistic units are words, clauses and sentences. Keywords: figurative language, short film | |
| 28266 | 31622 | F1A016083 | Representasi Pencarian Identitas Homoseksual Oleh Elton John Pada Film Rocketman | Rocketman merupakan film biopik yang mengisahkan tentang perjalanan hidup musisi legendaris Elton John. Di dalam film ini menggambarkan bagaimana latar belakang, asmara, hingga perjalanan karir Elton sebagai musisi. Dalam kehidupan nyata, Elton juga dikenal sebagai seorang yang kontroversial dikarenakan identitas seksualnya. Inilah yang membuat peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana pencarian identitas homoseksual Elton John direpresentasikan dalam film ini. Dari analisis yang dilakukan oleh peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dan analisis semiotika dari Ferdinand de Saussure serta berlandaskan teori identitas sosial dan representasi, dapat diambil kesimpulan bahwa beberapa representasi pencarian identitas homoseksual Elton John pada film Rocketman digambarkan melalui perilaku seksual yang dilakukan oleh Elton sebagai seorang homoseksual dari ia muda hingga dewasa. Dalam pencarian identitas homoseksualnya, Elton digambarkan sebagai seorang homoseksual yang berada di dalam masyarakat yang diskriminatif terhadap eksistensi kelompok homoseksual. Elton merepresentasikan kelompok homoseksual pada saat itu yang berada dibawah ketakutan dan tekanan masyarakat, karena jika publik tahu tentang hal itu mereka akan termarjinalkan dan dapat mempengaruhi kehidupan sosialnya. Sosok Elton juga mewakili kalangan homoseksual yang mengalami kebimbangan akan identitas seksualnya. | Rocketman is a biopic which tells the story of the life journey of the legendary musician Elton John. In this film, it describes how the background, romance, to Elton's career as a musician. In real life, Elton is also known as a controversial person because of his sexual identity. This is what makes researchers interested in knowing how the search for Elton John's homosexual identity is represented in this film. From the analysis conducted by researchers using qualitative research methods and semiotic analysis from Ferdinand de Saussure and based on the theory of social identity and representation, it can be concluded that some representations of Elton John's homosexual identity search in the Rocketman film are depicted through sexual behavior by Elton as a homosexual. from young to adulthood. In the search for his homosexual identity, Elton is described as a homosexual in a society that is discriminating against the existence of homosexual groups. Elton represented the homosexual group at that time who were under the fear and pressure of society, because if the public knew about it they would be marginalized and could affect their social life. Elton's figure also represents homosexuals who have doubts about their sexual identity. | |
| 28267 | 31623 | J1D016039 | TINDAK TUTUR ILOKUSI PADA TRANSAKSI JUAL BELI GENTENG DAN RELEVANSI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MATERI TEKS NEGOSIASI KELAS X | Penelitian ini berjudul ”Tindak Tutur Ilokusi pada Transaksi Jual Beli Genteng dan Relevansinya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Materi Teks Negosiasi kelas X”. Penelitian ini berisi jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi pada transaksi jual beli genteng, serta relevansi hasil penelitian dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan data yang diperoleh berupa data kualitatif. Data kualitatif diperoleh dengan metode simak dan teknik dasar sadap serta teknik lanjutan simak bebas libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Data dianalisis menggunakan metode padan, teknik dasar Pilah Unsur Penentu (PUP) dan teknik lanjutan Hubung Banding Memperbedakan (HBB). Data disajikan dengan menggunakan metode informal. Terdapat 19 data jenis tindak tutur ilokusi pada transaksi jual dan beli genteng yang terdiri dari 6 tindak tutur ekspresif, 7 tindak tutur direktif, 2 tindak tutur representatif, 3 tindak tutur komisif, dan 1 tindak tutur deklaratif. Berdasarkan data tersebut dapat ditemukan 21 data fungsi tindak tutur ilokusi. Fungsi tindak tutur ilokusi tersebut terdiri dari 1 fungsi bersaing, 11 fungsi menyenangkan, 7 fungsi bekerja sama, dan 2 fungsi bertentangan. Penelitian ini direlevansikan dengan materi pembelajaran Bahasa Indonesia materi teks negosiasi kelas X. | This research is entitled "Illocutionary Speech Actions in Roof Buying and Selling Transactions and Their Relevance in Learning Indonesian Language in Class X Negotiation Text Materials". This research contains the types and functions of illocutionary speech acts in tile buying and selling transactions, as well as the relevance of research results in Indonesian language learning. The method used is descriptive qualitative and the data obtained are qualitative data. The qualitative data were obtained by observing methods and basic tapping techniques as well as advanced techniques of free listening proficiently, recording techniques, and note-taking techniques. Data were analyzed using the equivalent method, the basic technique of Sorting Determinants (PUP) and advanced techniques of Differentiating Appeal Relationship (HBB). Data are presented using informal methods. There are 19 data types of illocutionary speech acts in tile buying and selling transactions, consisting of 6 expressive speech acts, 7 directive speech acts, 2 representative speech acts, 3 commissive speech acts, and 1 declarative speech act. Based on these data, 21 data on illocutionary speech act function can be found. The illocutionary speech act function consists of 1 competitive function, 11 fun functions, 7 cooperative functions, and 2 conflicting functions. This research is relevant to Indonesian language learning material for class X negotiation text material. | |
| 28268 | 31624 | C1A013111 | ANALISIS PENGARUH PERKEMBANGAN UANG ELEKTRONIK (E-MONEY) TERHADAP STABILITAS SISTEM KEUANGAN INDONESIA | Penelitian ini merupakan penelitian analisis deskriptif kuantitatif untuk melihat pengaruh variabel jumlah transaksi uang elektronik (e-money) terhadap variabel jumlah uang beredar (M1), percepatan perputaran uang (velocity of money), serta tingkat inflasi dimana ketiga variabel tersebut diasumsikan sebagai indikator dari stabilitas sistem keuangan. Penelitian ini mengambil judul: “ANALISIS PENGARUH PERKEMBANGAN UANG ELEKTRONIK (E-MONEY) TERHADAP STABILITAS SISTEM KEUANGAN INDONESIA”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variabel Jumlah transaksi uang elektronik terhadap stabilitas sistem keuangan di Indonesia. Jenis data yang digunakan adalah Data Time series. Data tersebut dipublikasi berdasarkan periode waktu bulanan terhitung sejak januari 2014 hingga Desember 2018 yang kemudian diolah menjadi data Triwulan. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder. Data-data ini dikumpulkan dari sumber seperti: Bank Indonesia (BI), Badan Pusat Statistik (BPS) dan sumber-sumber lainnya. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan bantuan aplikasi Eviews 9 menunjukkan bahwa: (1) variabel jumlah transaksi e-money berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah uang beredar (M1), (2) variabel jumlah transaksi e-money berpengaruh negatif dan signifikan terhadap percepatan perputaran uang, (3) variabel jumlah transaksi e-money tidak memiliki pengaruh terhadap inflasi. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu perkembangan e-money yang pesat dapat mempengaruhi stabilitas sistem keuangan melalui beberapa variabel tertentu. Perkembangan e-money terbukti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap jumlah uang beredar (M1) dan percepatan perputaran uang (velocity of money), namun perkembangan e-money tidak terbukti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap variabel inflasi. | This research is a quantitative descriptive analysis study to see the effect of the variable number of electronic money transactions (e-money) on the money supply variable (M1), the velocity of money (velocity of money), and the inflation rate where these three variables are assumed to be indicators of stability. financial system. This research takes the title: "ANALYSIS OF THE EFFECT OF THE DEVELOPMENT OF ELECTRONIC MONEY (E-MONEY) ON THE STABILITY OF INDONESIA'S FINANCIAL SYSTEM". The purpose of this study was to determine the effect of the variable number of electronic money transactions on the stability of the financial system in Indonesia. The type of data used is Time series data. The data is published based on a monthly time period from January 2014 to December 2018 which is then processed into quarterly data. The data used in this research is secondary data. These data are collected from sources such as: Bank Indonesia (BI), Badan Pusat Statistik (BPS) and other sources. Based on the results of research and data analysis using the Eviews 9 application, it shows that: (1) the variable number of e-money transactions has a positive and significant effect on the money supply (M1), (2) the variable number of e-money transactions has a negative and significant effect on acceleration of the velocity of money, (3) the variable number of e-money transactions has no effect on inflation. The implication of the above conclusion is that the rapid development of e-money can affect financial system stability through certain variables. The development of e-money is proven to have a significant effect on the money supply (M1) and the velocity of money (velocity of money), but the development of e-money is not proven to have a significant effect on the inflation variable. | |
| 28269 | 31625 | F1B016119 | IMPLEMENTASI PROGRAM KAMPUNG PENDIDIKAN DI DESA KALITINGGAR KECAMATAN PADAMARA KABUPATEN PURBALINGGA | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan implementasi Program Kampung Pendidikan Di Desa Kalitinggar Kecamatan Padamara Kabupaten Purbalingga dan faktor-faktor yang mempengaruhi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kalitinggar Kecamatan Padamara Kabupaten Purbalingga, dengan menggunakan metode kualitatif. Sasaran penelitian ini adalah panitia pelaksana Program Kampung Pendidikan tingkat kabupaten, Koordinator Wilayah Kecamatan Padamara Dindikbud dan pelaksana Program Kampung Pendidikan di Desa Kalitinggar. Pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis data secaa interaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi Program Kampung Pendidikan Di Desa Kalitinggar Kecamatan Padamara Kabupaten Purbalingga belum berjalan secara optimal hal tersebut dikarenakan faktor-faktor yang mempengaruhi masih belum optimal. Faktor- faktor yang mempengaruhi yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi terbukti berpengaruh dilapangan. | The purpose of this study is to explain the implementation of the Village Education Program in Kalitinggar Village, Padamara District, Purbalingga Regency and its influencing factors. This research was conducted in Kalitinggar Village, Padamara District, Purbalingga Regency, using qualitative methods. The targets of this research are the district education village program executive committee, the regional coordinator of the Padamara sub-district, Dindikbud and the village education program implementer in Kalitinggar village. Selection of informants using purposive sampling. The analytical method used is data interactive analysis. The results showed that the implementation of the Village Education Program in Kalitinggar Village, Padamara District, Purbalingga Regency has not been running optimally because the factors that influence it are still not optimal. The influencing factors are communication, resources, disposition and bureaucratic structure. The results also show that the factors that influence implementation are proven to be influential in the field | |
| 28270 | 31541 | C1A015075 | Analisis Efisiensi Kinerja Keuangan Koperasi Simpan Pinjam di Kabupaten Cilacap | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat efisiensi kinerja koperasi simpan pinjam di Kabupaten Cilacap dan untuk mengetahui upaya mendorong efisiensi kinerja koperasi simpan pinjam di Kabupaten Cilacap. Berdasarkan hasil analisis tingkat efisiensi Koperasi Simpan Pinjam di Kabupaten Cilacap menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA), dari total 18 Koperasi Simpan Pinjam; 12 di antaranya mengalami tingkat efisiensi sebesar 1 atau 100%, tetapi masih ada 6 koperasi yang mengalami inefisiensi dengan rentang nilai 0.800-0.925. Ketidakefisiensian terjadi karena penggunaan input yang tidak maksimal di mana pemakaian biaya untuk input melebihi target yang sudah ditetapkan dalam perhitungan DEA. Upaya yang dapat dilakukan salah satunya dengan meningkatkan produktivitas koperasi dalam kegiatan operasionalnya, meningkatkan kinerja sehingga lebih baik lagi, dan memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada untuk meningkatkan pelayanan serta menekan biaya. | The purpose of this research was to analyze the performance efficiency of savings and loans cooperatives in Cilacap Regency and to determine the efforts that are needed to push up the performance efficiency of savings and loans cooperatives in Cilacap Regency. Based on the results from the efficiency analysis of the Savings and Loans Cooperatives in Cilacap Regency by using the Data Envelopment Analysis (DEA) method, out of 18 Savings and Loans Cooperatives in total; 12 of them with an efficiency of 1 or 100%, but there were still 6 cooperatives that experienced inefficiency with a value range 0.800-0.925. Inefficiency occured due to the use of input that was not optimal where the use of costs for input exceeded the target set in the DEA calculation. One of the efforts that can be implemented is by increasing the productivity of cooperatives in their operational activities, increasing their performance so it will get better, and using technology advances to improve their services and also reduce costs. | |
| 28271 | 31626 | F1A016097 | PERAN POKDARWIS TIRTA KAMULYAN DALAM MENGEMBANGKAN POTENSI PARIWISATA DI TAMAN WISATA BAMBU DI DESA KARANGSALAM, KECAMATAN BATURRADEN, KABUPATEN BANYUMAS | Pariwisata merupakan sumber devisa yang cukup berarti bagi pembangunan negara. Sekarang wisata alam digemari oleh wisatawan, maka masyarakat desa memanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan. Seperti dengan banyak munculnya Pokdarwis di pedesaan, Pokdarwis merupakan kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran wisata, khususnya di pedesaan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peranan Pokdarwis Tirta Kamulyan dalam mengembangkan potensi Taman Wisata Bambu Baturraden. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Sasaran utamanya adalah Anggota Podarwis Tirta Kamulyan yang menjadi pengurus Taman Wisata Bambu Baturraden, dan sasaran pendukungnya adalah pengurus Taman Wisata Bambu Baturraden yang bukan anggota Pokdarwis Tirta Kamulyan, Dinas Pariwisata, warga Desa Karangsalam dan perangkat Desa Karangsalam. Sumber datanya primer dan sekunder. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data Analisis Interaktif. Hasil penelitian menunjukkan peranan Pokdarwis Tirta Kamulyan mengembangkan Taman Wisata Bambu Baturraden dikelompokkan menjadi lima tahapan, menggali potensi untuk menentukan lokasi obyek wisata, sosialisasi untuk menyadarkan masyarakat, pelatihan untuk meningkatkan SDM, menyediakan dan meningkatkan fasilitas untuk meningkatkan pelayanan kepada wisatawan, serta promosi untuk mengenalkan obyek wisata. Kesimpulannya, peran Pokdarwis dapat meningkatnya perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Rekomendasinya yaitu memberikan gambaran serta sumbangsih pengetahuan berguna untuk kemajuan bagi Pokdarwis Desa lain, Pemerintah Desa Karangsalam, Warga Karangsalam dan peneliti lainnya. Kata kunci: Peran, Pokdarwis, Pariwisata | Tourism Tourism has become a source of foreign exchange and contributes quite meaningfully to the development of the country. Now that natural and rural tourism is much loved by tourists, it is used by villagers to improve welfare. For example, many Pokdarwis appear in the countryside, Pokdarwis is a group that has had tourism awareness, especially in the countryside. Pokdarwis aims to realize the community developing tourism. This study aims to describe the role of Pokdarwis Tirta Kamulyan in developing the potential of Baturraden Bamboo Tourism Park. This study uses descriptive qualitative with purposive sampling techniques. The main target is Podarwis Tirta Kamulyan Member who becomes the manager of Baturraden Bamboo Tourism Park, then the target of his supporters is Baturraden Bamboo Tourism Park manager who is not a member of Pokdarwis Tirta Kamulyan, Government tourism office, and Karangsalam Village Government. The data sources are primary and secondary. The data collection method is in-depth interviews, observations and documentation. The data analysis technique is Interactive Analysis. The results of this study show the role of Pokdarwis Tirta Kamulyan in developing Baturraden Bamboo Tourism Park grouped into five stages, exploring potential, socialization, training, providing and improving facilities, lastly promotion. Pokdarwis role has had a positive impact on the villagers. In conclusion, pokdarwis role produces the impact of increasing the economy and welfare of the surrounding community. Recommendations from this study are expected to provide an overview and contribution of knowledge for Pokdarwis other villages, Karangsalam Village Government, villagers of Karangsalam and other researchers. Keywords: Role, Pokdarwis, Tourism | |
| 28272 | 31628 | C1A015055 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS PETANI PADI SAWAH DI KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA | Penelitian ini merupakan survei pada petani padi sawah di Kecamatan Karangreja Purbalingga. Penelitian ini berjudul “analisis faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas petani padi sawah di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas petani padi sawah di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga. Responden dalam penelitian ini adalah petani padi sawah di Kecamatan Karangreja Purbalingga. Jumlah responden dalam penelitian ini sejumlah 58 orang. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan regresi berganda dapat disimpulkan bahwa : (1) teknologi tidak berpengaruh terhadap produktivitas petani padi. (2) luas lahan berpengaruh positif terhadap produktivitas petani padi. (3) penggunaan pupuk berpengaruh positif terhadap produktivitas petani padi. (4) luas lahan paling berpengaruh terhadap produktivitas petani padi. Mempertimbangkan hasil penelitian tersebut. maka pemerintah Kabupaten Purbalingga diharapkan mampu membatasi konversi lahan dari lahan pertanian menjadi bangunan – bangunan. Karena semakin sempit lahan untuk pertanian. akan menyebabkan produksi padi semakin menurun. sedangkan kebutuhan pangan pokok beras Indonesia sangat banyak. | This research is a survey of lowland rice farmers in Karangreja Purbalingga District. This research is entitled "analysis of factors affecting the productivity of lowland rice farmers in Karangreja Sub-District. Purbalingga Disrict". This study aims to determine and analyze the factors that affect the productivity of lowland rice farmers in Karangreja District. Purbalingga Regency. Respondents in this study were lowland rice farmers in Karangreja Purbalingga District. The number of respondents in this study was 58 people. Based on the results of research and data analysis using multiple regression. it can be concluded that: (1) technology has no effect on rice farmer productivity. (2) land area has a positive effect on rice farmer productivity. (3) fertilizer use has a positive effect on rice farmer productivity. (2) 4) land area has the most influence on the productivity of rice farmers. Considering the results of this study. the Purbalingga Regency government is expected to be able to limit land conversion from agricultural land to buildings. Because the narrower land for agriculture. it will cause rice production to decline. while Indonesia's staple food needs are very much. | |
| 28273 | 31629 | H1B016069 | Analisis Tarif Pengguna Kereta Api Bandara dengan Metode Ability to Pay dan Willingness to Pay (Studi kasus: Kereta Api Bandara Internasional Yogyakarta) | Adanya perpindahan seluruh aktivitas penerbangan dari Bandara Adisutjipto ke Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) pada 29 Maret 2020 dengan jarak ±45 km dari pusat Kota Yogyakarta sehingga diperlukan adanya transportasi penghubung antar moda yang mampu melayani penumpang angkutan udara. Moda yang sudah tersedia saat ini yaitu KA Bandara, Bus Damri, dan Satelqu. Salah satu pilihan moda yang efektif dan efisien adalah kereta api Bandara YIA. Akan tetapi, pada kenyataannya load factor KA Bandara ini masih rendah. Tercatat load factor KA Bandara merosot tajam hingga di bawah 20% sejak Maret 2020. Oleh karena itu, perlu adanya strategi atau kebijakan untuk memindahkan pengguna kendaraan pribadi termasuk mobil pribadi ke transportasi umum. Salah satu parameter yang berpengaruh yaitu dari segi biaya sehingga perlu adanya kajian dalam penentuan tarif yang ideal bagi para pengguna moda transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai besaran tarif KA Bandara yang sesuai dengan kemampuan membayar (Ability to Pay) dengan menggunakan metode household budget dan kemauan membayar (Willingness to Pay) menggunakan metode stated preference. Hasil analisis didapatkan bahwa nilai rata-rata Ability to Pay (ATP) responden sebesar Rp61.500,- dan rata-rata Ability to Pay (ATP) keluarga sebesar Rp80.000,-. Nilai rata-rata Willingness to Pay (WTP) untuk rute 1 (Stasiun Yogyakarta–Stasiun Wojo) sebesar Rp41.100,- untuk kondisi baik, Rp27.200,- kondisi eksisting, dan Rp21.650,- kondisi kurang baik. Nilai rata-rata Willingness to Pay (WTP) untuk rute 2 (Stasiun Kebumen–Stasiun Wojo) sebesar Rp47.250,- untuk kondisi baik, Rp33.800,- kondisi eksisting dan Rp28.100,- kondisi kurang baik. Rekomendasi tarif yang ideal untuk KA Bandara YIA rute 1 (Stasiun Yogyakarta–Stasiun Wojo) yang semula yaitu Rp30.000,- diturunkan sebesar Rp5.000,- menjadi Rp25.000,- dan rute 2 (Stasiun Kebumen–Stasiun Wojo) yang semula yaitu Rp40.000,- diturunkan sebesar Rp7.500,- menjadi Rp32.500,- agar menaikkan besarnya jumlah persentase ATP responden dan WTP responden yang akan bersedia menggunakan jasa kereta api bandara sebagai moda transportasi utama menuju bandara. | On 29 March 2020, all flight activities were moved from Adisutjipto Airport to Yogyakarta International Airport (YIA) at a distance of ±45 km from the center of Yogyakarta City, so there is a need for intermodal connecting transport capable of serving air passengers. The available modes are currently Airport Train, Damri Bus, and Satelqu. One of the most effective and efficient mode options is the YIA Airport train. However, in reality load factor the airport train is still low. Recorded to have load factor has been Airport train dropped sharply to below 20% since March 2020. Therefore, there is a need for a strategy or policy to move users of private vehicles including private cars to public transportation. One of the influencing parameters is in terms of cost, so it is necessary to study in determining the ideal tariff for users of transportation modes. This study aims to obtain the value of the airport train tariff according to the ability to pay using the method household budget and the Willingness to Pay using a method stated preference. The results of the analysis show that the average value of the respondents Ability to Pay (ATP) is IDR 61,500 and the average family's Ability to Pay (ATP) is IDR 80,000. The average value of Willingness to Pay (WTP) for route 1 (Yogyakarta Station-Wojo Station) is IDR 41,100 for good conditions, IDR 27,200 for existing conditions, and IDR 21,650 for unfavorable conditions. The average value of Willingness to Pay (WTP) for route 2 (Kebumen Station-Wojo Station) is IDR 47,250 for good conditions, IDR 33,800 for existing conditions and IDR 28,100 for unfavorable conditions. The ideal recommended fare for YIA Airport Train route 1 (Yogyakarta Station-Wojo Station), which was originally IDR 30,000 was reduced by IDR 5,000 to IDR 25,000 and route 2 (Kebumen Station - Wojo Station) which was originally IDR 40,000 reduced by IDR 7,500 to IDR 32,500 in order to increase the percentage of respondents' ATP and WTP who would be willing to use airport train services as the main mode of transportation to the airport. | |
| 28274 | 31630 | C1B016104 | ANALISIS PELAKSANAAN PEMELIHARAAN MESIN PERCETAKAN DALAM RANGKA PENINGKATAN EFISIENSI BIAYA PEMELIHARAAN (Studi kasus pada CV. ABATA ) | Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus pada mesin percetakan dari CV. Abata di Purwokerto. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efisiensi biaya maintenance mesin percetakan dengan menggunakan metode repair maintenance dan preventive maintenance. Hasil analisis repair maintenance policy dan preventive maintenance policy menunjukkan bahwa (1) Kebijakan perawatan yang optimal pada mesin produksi percetakan adalah kebijakan preventive maintenance policy dengan total maintenance cost terkecil sebesar Rp 4.758.827 yang dilakukan pada periode waktu setiap 12 bulan sekali. (3) Biaya yang dikeluarkan CV. Abata saat menggunakan repair maintenance policy adalah sebesar Rp 12.880.263 setiap terjadi kerusakan pada mesin produksi percetakan, sedangkan biaya preventive maintenance policy adalah sebesar Rp 4.758.827 setiap 12 bulan sekali. Implikasi dari penelitian ini, penulis menyampaikan saran agar (1)Untuk dapat menentukan biaya maintenance yang tepat, perusahaaan hendaknya melakukan analisis biaya maintenance dengan membandingkan biaya yang terendah antara biaya preventive maintenance dengan biaya repair maintenance.(2) Untuk dapat menentukan sistem kebijakan maintenance yang optimal, CV. Abata hendaknya menggunakan preventive maintenance policy dengan periode waktu yang tepat karena dapat membantu mengoptimalkan perawatan mesin produksi percetakan. (3) Dalam melakukan preventive maintenance pada mesin, CV. Abata hendaknya melakukan kegiatan yang meliputi tindakan antisipasi yang cepat jika terdeteksi kerusakan sparepart, penggantian komponen rusak apabila ditemukan dengan melakukan inspeksi dan penjadwalan perawatan yang tepat. Kata Kunci : Maintenance Policy, optimalisasi perawatan, dan optimalisasi produksi | This research is a case study research on the printing machine from CV. Abata in Purwokerto. The purpose of this study was to determine the maintenance costs of printing machines using the repair maintenance and preventive maintenance methods, to determine the results of the comparison of the total costs using the repair maintenance and preventive maintenance methods. The results of the repair maintenance policy and preventive maintenance policy analysis show that (1) the frequency distribution of breakdowns that occur in printing production, there is a breakdown frequency distribution which indicates that the time of damage is difficult to predict considering the damaged components and types of production machines can be quite complex. (2) The optimal maintenance policy for printing production machines is a preventive maintenance policy with the smallest total maintenance cost of IDR 4,758,827 which is carried out every 12 months. (3) Costs incurred by CV. When using the repair maintenance policy, Abata is IDR 12,880,263 for every damage to the printing production machine, while the preventive maintenance policy costs IDR 4,758,827 every 12 months. The implication of this research is that the authors suggest that (1) To be able to determine the appropriate maintenance costs, companies should analyze maintenance costs by comparing the lowest costs between preventive maintenance costs and maintenance repair costs. (2) To be able to determine the maintenance policy system that is optimal, CV. Abata should use a preventive maintenance policy with the right time period because it can help optimize the maintenance of printing production machines. (3) In carrying out preventive maintenance on machines, CV. Abata should carry out activities that include quick anticipation if spare parts are detected, replacement of damaged components if they are found by carrying out inspections and proper maintenance scheduling. Keywords: Maintenance Policy, optimization of maintenance, and optimization of production | |
| 28275 | 31633 | C1B016042 | PENGARUH JAM KERJA FLEKSIBEL DAN KOMPENSASI TERHADAP INTENTION TO STAY DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (STUDI KASUS PADA PENGEMUDI GOJEK DI PURWOKERTO) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh jam kerja fleksibel dan kompensasi terhadap intention to stay dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi (studi kasus pada pengemudi Gojek di Purwokerto). Populasi pada penelitian ini adalah pengemudi Gojek yang beroperasi di wilayah Purwokerto. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan kuesioner dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Data sampel diperoleh sebanyak 97 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) jam kerja fleksibel berpengaruh positif dan signifikan terhadap intention to stay, (2) kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap intention to stay, (3) jam kerja fleksibel berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja, (4) kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, (5) kepuasan kerja memediasi secara parsial pengaruh jam kerja fleksibel terhadap intention to stay, (6) kepuasan kerja memediasi secara parsial pengaruh kompensasi terhadap intention to stay. Implikasi pada penelitian ini bahwa perusahaan perlu memerhatikan penerapan kebijakan jam kerja fleksibel dan kompensasi agar terciptanya kepuasan kerja bagi setiap mitranya sehingga mereka akan lebih cenderung untuk bertahan pada pekerjaannya sebagai pengemudi Gojek. | This study aims to determine and analyze effect of flexible work hour and compensation towards intention to stay with job satisfaction as mediator variable (study at Purwokerto Gojek drivers). The population of this research are the drivers which partner of Gojek in Purwokerto region. The research data was obtained through questionnaires with sampling methed used is purposive sampling. The data sample was obtained as many as 97 respondents. The results of this research indicates that: (1) flexible work hour has a positive impact towards intention to stay of Gojek drivers, (2) compensation has a positive impact towards intention to stay of Gojek drivers, (3) flexible work hour has a negative impact towards job satisfaction of Gojek drivers, (4) compensation has a positive impact towards job satisfaction of Gojek drivers, (5) job satisfaction is partial mediated the impact of flexible work hour towards intention to stay of Gojek drivers, (6) compensation is partial mediated the impact of compensation towards intention to stay of Gojek drivers. The implication of this research is the company needs to pay attention to the implementation of flexible work hour and compensation polices in order to create job satisfaction of each driver and more likely to stay at their work as Gojek driver. | |
| 28276 | 31632 | F1F016001 | Pengaruh Iran di Timur Tengah Dibawah Pemerintahan Hassan Rouhani | Setelah revolusi Iran pada tahun 1979 Iran melihat bahwa ada lawan yang lebih besar di kawasan Timur Tengah yang membuat Iran terancam secara tidak langsung yaitu Amerika Serikat, tetapi Amerika Serikat beraliansi dengan Arab Saudi yang merupakan musuh lama Iran tidak lain merupakan buntut dari sektarianisme antara Islam sunni dan Islam syiah. Maka dari itu semenjak revolusi, Iran ingin mengekspor revolusi tersebut ke negara-negara Timur Tengah. Pada awal masa pemerintahan Hassan Rouhani tahun 2013, Arab Spring membuat kawasan tersebut menjadi tidak stabil dan membuat beberapa negara mulai terguncang, tak terkecuali dengan rivalitas Iran dan Arab saudi yang semakin menonjol khususnya Iran yang menggunakan proxy war demi menanamkan pengaruhnya lebih dalam dan menangkal pengaruh Amerika Serikat dan Arab Saudi di Timur Tengah. Maka dari itu Iran mengamankan wilayah Timur Tengah lewat kelompok-kelompok bersenjata atau milisi dan negara yang memiliki aliran Islam syiah. | After the Iranian revolution in 1979, Iran saw that there was a bigger threat in the Middle East that threatened Iran indirectly, namely the United States that allied itself with Saudi Arabia. Saudi Arabia itelf is Iran's longtime enemy that caused by the aftermath of sectarianism between Sunni and Shiite Islam. Since the revolution, Iran has wanted to export its revolution to the Middle East countries. At the beginning of Hassan Rouhani's administration in 2013, the Arab Spring made the region unstable and made several countries shaken, at the same time the rivalry of Iran and Saudi Arabia became increasingly prominent, especially Iran which used proxy war to exert deeper influence and also to counteract United States and Saudi Arabia influence in the Middle East. Therefore Iran must secures the Middle East region through militia or armed groups and countries that are Shiite. | |
| 28277 | 31635 | C1B016048 | Pengaruh Religiusitas Intrisik, Kesadaran Halal, dan Pengetahuan Terhadap Minat Beli Kosmetik Halal | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel Religiusitas Intrinsik, Kesadaran Halal, dan Pengetahuan terhadap minat beli kosmetik halal. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah customer yang pernah membeli sebuah produk kosmetik dengan minimal usia 17 tahun yang dianggap telah dewasa dalam mengambil keputusan, dan berada di wilayah Indonesia. Dari hasil penelitian ini, menunjukan bahwa variabel Religiusitas Intrinsik, Kesadaran Halal dan Pengetahuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli kosmetik halal. Implementasi bagi perusahaan produsen kosmetik dalam peningkatan minat beli Customer dapat dilakukan dengan mengkampanyekan pemahaman baru tentang cara hidup elegan yang sesuai dengan syariat Islam, melalui sebuah media sosial yang menjadi aktivitas keseharian kaum remaja, Dan agar informasi tersebut dapat menyebar secara luas terutama pada pengguna kosmetik, perusahaan dapat juga melakukan endorsement kepada influencer yang bergerak di bidang kosmetik | The purpose of this study was to analyze the influence of the Intrinsic Religiosity, Halal Awareness, and Knowledge variables on the purchase intention of halal cosmetics. The population used in this study are customers who have purchased a cosmetic product with a minimum age of 17 years who are considered mature in making decisions, and are in the territory of Indonesia. From the results of this study, it shows that the variables Intrinsic Religiosity, Halal Awareness and Knowledge have a positive and significant effect on buying interest in halal cosmetics. Implementation for cosmetic manufacturing companies in increasing customer buying interest can be done by campaigning for a new understanding of how to live elegantly in accordance with Islamic law, through social media which is a daily activity for teenagers, and so that this information can be widely spread, especially to cosmetic users, companies can also endorsement to influencers engaged in cosmetics | |
| 28278 | 31636 | I1I018003 | PERBANDINGAN PERSEPSI PERAWAT DALAM PENGGUNAAN MALNUTRITION SCREENING TOOL (MST) DAN SIMPLE NUTRITION SCREENING TOOL (SNST) SEBAGAI INSTRUMEN SKRINING GIZI DI RSUD CIDERES KABUPATEN MAJALENGKA | Latar Belakang: Angka kejadian gizi buruk masih menjadi masalah di rumah sakit di Indonesia. Sekitar 70% pasien yang kekurangan gizi selama pengobatan tidak terdeteksi, sehingga meningkatkan morbiditas dan mortalitas, meningkatkan risiko komplikasi penyakit, memperpanjang perawatan medis, dan lama rawat inap 1,6 kali lipat. Angka kejadian gizi buruk di rumah sakit dapat diminimalisir jika proses skrining gizi untuk pasien baru dilakukan secara efektif. RSUD Cideres Kabupaten Majalengka menggunakan Alat Skrining Gizi Buruk (MST) sebagai alat skrining gizi, sedangkan secara teori Alat Skrining Gizi Sederhana (SNST) lebih unggul jika dilihat dari berbagai sisi, sehingga perlu dicoba penggunaannya di RS Cideres, Kabupaten Majalengka. Tujuan: Membandingkan persepsi perawat dalam penggunaan MST dan SNST sebagai alat skrining gizi di RSUD Cideres Majalengka. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam, kemudian triangulasi metode dan referensi. Hasil: MST merupakan alat skrining nutrisi yang sederhana, cepat, mudah dimengerti, efektif dan efisien. SNST merupakan alat skrining nutrisi yang memiliki pertanyaan lengkap dan sesuai dengan kebutuhan sebagai dasar untuk melaksanakan proses perawatan nutrisi yang terstandarisasi. Kesimpulan: Penggunaan MST sebagai alat skrining nutrisi lebih disukai daripada SNST. | ABSTRACT Background: The incidence of malnutrition is still a problem in hospitals in Indonesia. Approximately 70% of patients who are malnourished during treatment are not detected, thus increasing morbidity and mortality, increasing the risk of complications of the disease, prolonging medical treatment, and length of hospitalization by 1.6 times. The incidence of malnutrition in the hospital can be minimized if the nutrition screening process for new patients is carried out effectively. RSUD Cideres Majalengka Regency uses the Malnutrition Screening Tool (MST) as a nutrition screening tools, while in theory, the Simple Nutrition Screening Tool (SNST) is superior when viewed from various sides, so it is necessary to try its use in Cideres Hospital, Majalengka Regency. Objective: Comparing the perception of nurses in the use of MST and SNST as nutrition screening tools in hospitals Cideres Majalengka. Method: The research method used is a qualitative method with a descriptive research design. The research data was obtained through in-depth interviews, then triangulated methods and references. Results: MST is a nutritional screening tool that is simple, fast, easy to understand, effective and efficient. SNST is a nutritional screening tool that has complete questions and in accordance with the needs as a basis for carrying out a standardized nutritional care process. Conclusion: The use of MST as a nutritional screening tool is preferred over SNST. | |
| 28279 | 31617 | F1F016041 | KEBIJAKAN LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT PADA ISU PELANGGARAN HAM ETNIS UIGHUR DI XINJIANG TAHUN 2017 – 2019 | Kebijakan Shaosu Minzu dan Dokumen No.7 Tahun 1986 merupakan kebijakan perintis akan pelanggaran HAM terhadap etnis-etnis minoritas di Tiongkok. Salah satu etnis minoritas yang terkena dampak kebijakan ini adalah Etnis Uighur sebagai salah satu kelompok etnis muslim minoritas yang tinggal di daerah otonomi Xinjiang. Pelanggaran HAM yang dialami oleh Etnis Uighur antara lain pembatasan hak dalam sektor hukum dan sosial. Pelanggaran HAM berat pada Etnis Uighur di Xinjiang meliputi pembatasan berpakaian Muslim dan penggunaan fasilitas masjid, hingga didirikannya kamp konsentrasi oleh Pemerintah Tiongkok tahun 2017 mendapatkan banyak perhatian dari berbagai elemen masyarakat internasional, salah satunya yaitu Amerika Serikat. Dalam penelitian ini diteliti bagaimana Amerika Serikat kemudian mengeluarkan kebijakan luar negerinya yang berorientasi freedom agenda, terkait dengan isu pelanggaran HAM Etnis Uighur di Xinjiang pada tahun 2017-2019. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan level analisis berada di tingkat negara. | The Shaosu Minzu Policy and Document No.7 of 1986 were the pioneer policies on human rights violations against ethnic minorities in China. One of the ethnic minorities affected by this policy is the Uyghurs, who are a minority Muslim ethnic group living in the Xinjiang autonomous region. Human rights violations experienced by ethnic Uyghurs were restrictions on their law and social rights. The gross human rights violations against ethnic Uyghurs in Xinjiang such as restrictions on Muslim dress and use of mosque facilities, also the establishment of concentration camps by the Chinese government in 2017 – has received a lot of attention from the international community, especially the United States. This study analyze how United States issued a foreign policy oriented to a freedom agenda, related to the issue of Uyghur ethnic human rights violations in Xinjiang in 2017-2019. This study is using qualitative method study with descriptive approach in the state level of analysis. | |
| 28280 | 31637 | F1A016089 | STRATEGI NELAYAN DALAM MEMPERTAHANKAN TRADISI DI ERA GLOBALISASI (Studi Tentang Tradisi Sedekah Laut Pada Kelompok Nelayan Pandanarang Pantai Teluk Penyu Kabupaten Cilacap) | Tulisan ini ditunjukkan untuk mendeskripsikan strategi nelayan dalam mempertahankan tradisi di era globalisasi dan eksistensi tradisi sedekah laut di era globalisasi. penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik analisis data interaktif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sampel diambil secara purposif (purposive sampling). Terdapat lima informan dalam penelitian ini yang terdiri atas ketua kelompok nelayan, dua anggota kelompok nelayan, kepala bidang promosi Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Cilacap dan Lurah Kelurahan Cilacap. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi yang dilakukan oleh kelompok nelayan pandanarang dalam mempertahankan tradisi di era globalisasi adalah dengan cara pengenalan tradisi kepada generasi muda dan masyarakat luar di luar kelompok nelayan, konsistensi dalam menjalankan tradisi sedekah laut setiap tahunnya juga menjadi salah satu strategi nelayan, dan juga dukungan pemerintah dalam pelaksanaan tradisi sedekah laut adalah strategi yang diakukan diluar masyarakat nelayan. Eksistensi atau keberadaan tradisi sedekah laut sempat terancam pada tahun 2018 namun tingginya solidaritas nelayan mampu mengatasi ancaman tersebut dan juga adanya strategi-strategi untuk mempertahankan tradisi menjadi suatu cara untuk mempertahankan tradisi sedekah laut Bagi nelayan tradisi sedekah laut merupakan tradisi yang wajib dijalankan setiap tahunnya karena menurut kepercayaan mereka tradisi ini adalah amanah leluhur, tradisi sedekah laut merupakan cara untuk mensyukuri rezeki yang didapatkan dari hasil laut.. sedangkan bagi pemerintah tradisi sedekah laut dapat menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Cilacap yang dapat menaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) | This paper is shown to describe the fishermen's strategy in maintaining the traditions in the era of globalization and the existence of the sea alms tradition in the era of globalization. This research uses qualitative research methods with interactive data analysis techniques. Data collection techniques were carried out by means of interviews, observation, and documentation. The sample was taken by purposive (purposive sampling). There are five informants in this study consisting of the head of the fishermen's group, two members of the fishermen's group, the head of the promotion division of the Youth, Sports and Tourism Office of Cilacap Regency and the Head of the Cilacap Urban Village. The results of this study indicate that the strategy carried out by the pandanarang fishermen group in maintaining traditions in the era of globalization is by introducing the tradition to the younger generation and the outside community outside the fishing group, consistency in carrying out the tradition of sea almsgiving every year is also one of the fishermen's strategies, and Also government support in the implementation of the sea alms tradition is a strategy that is practiced outside the fishing community. The existence or existence of the marine alms tradition was threatened in 2018 but the high solidarity of fishermen was able to overcome this threat and also the existence of strategies to maintain the tradition became a way to maintain the marine alms tradition. For fishermen, the sea alms tradition is a tradition that must be carried out every year because according to their belief this tradition is an ancestral mandate, the sea alms tradition is a way to be grateful for the sustenance obtained from marine products ... while for the government the sea alms tradition can be an attraction for tourists to visit to Cilacap Regency which can increase local revenue (PAD) |