Artikelilmiahs
Menampilkan 28.201-28.220 dari 50.172 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 28201 | 31550 | F2A016005 | MANAJEMEN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) (STUDI KASUS BUMDES DI DESA KRETEK KECAMATAN ROWOKELE KABUPATEN KEBUMEN) | Pembangunan desa dapat ditingkatkan melalui pengembangan potensi perekonomian desa dan menjadi wadah bersama masyarakat perdesaan dalam membangun diri dan lingkungannya secara mandiri dan partisipatif. Masyarakat desa memiliki hak yang sama untuk ikut tumbuh dan berkembang dalam membangun tatanan kehidupan dan kesejahteraan secara merata. Salah satu pendekatan baru yang diharapkan mampu menjadi penggerak pembangunan dan roda perekonomian desa adalah melalui pendirian kelembagaan ekonomi masyarakat desa yang disebut dengan istilah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai salah satu program andalan dalam meningkatkan kemandirian perekonomian desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan secara mendalam Manajemen Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Desa Kretek Kecamatan Rowokele Kabupaten Kebumen. Penelitian ini menggunakan teori manajemen. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif. Adapun lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Kretek Kecamatan Rowokele Kabupaten Kebumen. Hasil penelitian ini dilihat dari aspek manajemen, pertama untuk aspek perencanaan BUMDes di Desa Kretek sudah dibuat dengan baik mulai dari pembentukan BUMDes dan rencana bisnis/bisnis plan dengan pendekatan partisipatif dan berkelanjutan. Kedua, dari aspek pengorganisasian sudah dibentuk struktur organisasi dan sudah dijalankan sesuai tugas dan tanggungjawab dari masing-masing unit usaha. Ketiga, aspek staffing dan penyiapan sumberdaya anggota BUMDes saat ini disesuaikan dengan keahlian dimana saat ini sudah berusaha menepatkan para pengurus BUMDes yang memiliki kualifikasi. Keempat, aspek kordinasi dan komunikasi dilakukan secara vertikal dan horizontal dan penilaian kinerja secara internal dan eksternal. Kelima, pengawasan BUMDes dilakukan oleh pemerintah desa dan internal pengurus BUMDes. Sedangkan untuk aspek penganggaran saat ini pendanaan BUMDes sebagaian besar bersumber dari penyertaan modal dari pemerintah desa, adanya bantuan keuangan dari pemerintah kabupaten dan pengelolaan aset yang diberikan dari pemerintah desa untuk di kelola oleh BUMDes. | This research is entitled Management of Village-Owned Enterprises (Bumdes) (Case Study of Bumdes in Kretek Village, Rowokele District, Kebumen Regency). Village development can be increased through developing the potential of the village economy and becoming a forum for rural communities to develop themselves and their environment independently and in a participatory manner. Village communities have the same rights to participate in growing and developing in building an order of life and welfare equally. One of the new approaches that are expected to be able to drive development and the wheels of the village economy is through the establishment of village community economic institutions known as Village-Owned Enterprises (BUMDes) as one of the mainstay programs in increasing rural economic independence. This study aims to analyze and describe in depth the management of village-owned enterprises (Bumdes) in Kretek Village, Rowokele District, Kebumen Regency. The results of this study are seen from the management aspect. First, the planning aspects of BUMDes in Kretek Village have been well made, starting from the formation of BUMDes and business plans with a participatory and sustainable approach. duties and responsibilities of each business unit. Third, the aspect of staffing and preparing the resources of BUMDes members is currently adjusted to the expertise which is currently trying to match the BUMDes administrators who have the qualifications. Fourth, aspects of coordination and communication are carried out vertically and horizontally and internal and external performance appraisals. Fifth, the supervision of BUMDes is carried out by the village government and internal BUMDes administrators. As for the budgeting aspect, currently BUMDes funding comes mostly from capital participation from the village government, financial assistance from the district government and asset management provided from the village government to be managed by BUMDes. | |
| 28202 | 31552 | F1F013057 | Ecological Issues as Depicted in Richard Adams’ Fable Watership Down | Penelitian yang berjudul “Ecological Issues as Depicted in Richard Adams’ Fable Watership Down” bertuuan untuk menemukan masalah lingkungan dari novel milik Richard Adams. Di novel Watership Down, penelitian ini ingin menemukan masalah lingkungan menggunakan teori ekoritik dan masalah lingkungan milik conserve energy future. Conserve energy future mengatakan masalah lingkungan memiliki sepuluh poin, terdiri dari polusi, pemanasan global, populasi berlebihan, penipisan sumber daya, pembuangan limbah, perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman, penggundulan hutan, pencemaran laut dan kelangkaan spesies. Peneliti menggunakan metode kualitatif dalam menganalisis data. Data utamanya adalah novel Watership Down. Hasil dari penelitian ini menemukan empat isu ekologi, yaitu polusi, penggundulan hutan, populasi berlebihan dan kelangkaan spesies. | The research entitled “Ecological Issues as Depicted in Richard Adams’ Fable Watership Down aims to find environmental problems in Richard Adams’ novel. In Watership Down novel, the research want to find the problems using ecocriticism theory and environmental problems by conserve energy future. Conserve energy future said environmental problems have ten points, there are pollution, global warming, overpopulation, natural resource depletion, waste disposal, climate change, loss of biodiversity, deforestation, ocean adification and endangered animals. The researcher uses qualitative method in analyzing the data. The primary data is Watership Down novel. The result of this research find four main ecological issues; there are pollution, deforestation, overpopulation and endangered species. | |
| 28203 | 31553 | J1C016006 | Kajian Psikoanalisis Melalui Tokoh Utama Film Love Letter Karya Shunji Iwai | Penelitian ini mengkaji tentang aspek psikologi dan mekanisme pertahanan diri dalam film Love Letter pada tokoh utama Watanabe Hiroko. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif melalui pendekatan psikoanalisis dan teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak catat. Penggunaan teori psikoanalisis Sigmund Freud dimaksudkan untuk meneliti aspek psikologis dan mekanisme pertahanan tokoh utama Watanabe Hiroko. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 16 data tentang aspek psikologi, dan 12 data tentang aspek mekanisme pertahanan diri pada tokoh Watanabe Hiroko. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa Watanabe Hiroko yang selama 2 tahun tidak dapat menerima kenyataan bahwa Fujii-kun telah meninggal dunia, namun pada akhirnya Watanabe Hiroko memahami keadaan itu karena terdapat Superego yang mengendalikan Id dan Ego. Dengan kata lain, Superego tersebut menjadi impuls terhadap mekanisme pertahanan agar dapat melanjutkan hidup Watanabe Hiroko tanpa kekasih yang telah tiada. | This research studies of psychology aspect and the self-defense mechanism of the main character, Watanabe Hiroko from the movie, Love Letter. This type of research is qualitative descriptive through a psychoanalytic approach and data collection techniques using note and taking techniques. The use of Sigmund Freud’s psychoanalytic theory is intended to examine the psychological aspects and defense mechanisms of the main character Watanabe Hiroko. The results of this research indicate that are 16 data on psychology aspect, and 12 data about aspects of self defense mechanisms in the character Watanabe Hiroko. The conclusion of this research is that Watanabe Hiroko for 2 years can not accept the fact that Fujii-kun has passed away, but in the end Watanabe Hiroko understands the situation because there is a Superego controlling her Id and Ego. In other words, the Superego becomes an impulse to the defense mechanism in order to continue Watanabe Hiroko’s life without a lover who has passed away. | |
| 28204 | 30018 | C1L016022 | PENGARUH PROSES PPDB MELALUI SISTEM ZONASI, PENDIDIKAN KARAKTER DAN GAYA BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI KELAS X SMA NEGERI 4 PURWOKERTO | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh (1) proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui sistem zonasi terhadap prestasi belajar, (2) pendidikan karakter terhadap prestasi belajar, (3) gaya belajar terhadap prestasi belajar, (4) proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui sistem zonasi, pendidikan karakter dan gaya belajar terhadap prestasi belajar. Populasi dalam penelitian adalah peserta didik kelas X IPS dan X MIPA Peminatan Ekonomi. Jumlah responden yang diambil dalam dalam penelitian ini adalah 72 responden. Simple random sampling digunakan dalam penentuan responden. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis data menggunakan IBM SPSS Statistics 23 menunjukkan bahwa: (1) Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui sistem zonasi berpengaruh positif terhadap prestasi belajar peserta didik, (2) Pendiddikan Karakter berpengaruh positif terhadap prestasi belajar peserta didik, (3), Gaya Belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar peserta didik, (4) Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui sistem zonasi, Pendiddikan Karakter dan Gaya Belajar secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap prestasi belajar peserta didik. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu peserta didik diharapkan dapat belajar lebih giat dan memiliki keyakinan bahwa prestasi yang diperoleh merupakan hasil kerja kerasnya sendiri, serta memiliki komitmen terhadap nilai-nilai karakter positif dan peserta didik diharapkan dapat meningkatkan kemampuan belajarnya sehingga prestasi belajarnya semakin meningkat. | The purpose of this study is to find out the effect (1) of the Admissions Process of New Students (PPDB) through the zoning system on learning achievement, (2) character education on learning achievement, (3) learning style to learning achievement, (4) the process of Accepting New Learners (PPDB) through zoning system, character education and learning style to learning achievement. The population in the study was students of class X IPS and X MIPA Economic Interest. The number of respondents taken in this study was 72 respondents. Simple random sampling is used in the determination of respondents. Based on the results of research and data analysis using IBM SPSS Statistics 23 shows that: (1) The Process of Accepting New Students (PPDB) through the zoning system positively affects the learning achievement of students, (2) Character Education positively affects the learning achievement of students, (3), Learning Style positively affects the learning achievements of students, (4) The Process of Admission of New Learners (PPDB) through the zoning system , Character Education and Learning Style together have a positive effect on the learning achievements of students. The implication of the above conclusion is that students are expected to learn more vigorously and have confidence that the achievements obtained are the result of their own hard work, as well as having a commitment to positive character values and students are expected to improve their learning abilities so that their learning achievements are improved. | |
| 28205 | 31554 | C1A014003 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN DI PROVINSI JAWA TENGAH | Industri pengolahan merupakan sektor yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pembentukan PDRB Provinsi Jawa Tengah. Pertumbuhan industri pengolahan untuk tiga tahun terakhir menunjukkan tren pertumbuhan positif. Dengan pentingnya peran industri pengolahan terhadap pembentukan PDRB Provinsi Jawa Tengah dan tren pertumbuhan industri pengolahan yang positif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tenaga kerja, jumlah unit usaha, PMDN, PMA, dan panjang jalan terhadap pertumbuhan industri pengolahan di Provinsi Jawa Tengah dan meramal tren pertumbuhan industri pengolahan dalam lima tahun kedepan. Penelitian ini menggunakan model analisis statistik deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari tahun 1990-2019 Provinsi Jawa Tengah. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis regresi linier berganda. Data diolah menggunakan SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tenaga kerja, jumlah unit usaha, PMDN, PMA, dan panjang jalan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan industri pengolahan di Provinsi Jawa Tengah, 2) tenaga kerja, jumlah unit usaha, PMDN, dan PMA secara parsial tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan industri pengolahan di Provinsi Jawa Tengah, 3) panjang jalan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan industri pengolahan di Provinsi Jawa Tengah, 4) tren pertumbuhan industri pengolahan dalam lima tahun kedepan menunjukkan tren pertumbuhan positif. Kata Kunci: Pertumbuhan Industri Pengolahan, Tenaga Kerja, Jumlah Unit Usaha, PMDN, PMA, dan Panjang Jalan. | Manufacturing industry is the sector that contributes the most to the formation of PDRB of Central Java Province. The growth of the processing industry for the last three years shows a positive growth trend. With the importance of the role of the manufacturing industry towards the establishment of PDRB central java province and the positive growth trend of the processing industry. This research aims to analyze the influence of labor, the number of business units, PMDN, PMA, and the length of the road to the growth of the processing industry in Central Java Province and predict the growth trends of the manufacturing industry in the next five years. The study used a quantitative descriptive statistical analysis model. The data used in this study is secondary data from 1990-2019 Central Java Province. The analysis technique used is multiple linear regression analysis. Data is processed using SPSS 16. The results showed that: 1) labor, number of business units, PMDN, PMA, and road length together had a significant effect on the growth of the manufacturing industry in Central Java Province, 2) labor, the number of business units, PMDN, and PMA partially had no effect on the growth of the manufacturing industry in Central Java Province, 3) the length of the road partially had a positive and significant effect on the growth of the manufacturing industry in Central Java Province , 4) the growth trend of the manufacturing industry in the next five years shows a positive growth trend. Keywords: Manufacturing Industry Growth, Labor, Number of Business Units, PMDN, PMA, and Road Length. | |
| 28206 | 31557 | I1E016029 | Hubungan Panjang Tungkai, Kelentukan Pinggang dan Power Otot Kaki Terhadap Kecepatan Tendangan Dollyo Chagi Pada Atlet Taekwondo Banyumas | Abstrak HUBUNGAN PANJANG TUNGKAI KELENTUKAN PINGGANG DAN POWER OTOT KAKI TERHADAP KECEPATAN TENDANGAN DOLLYO CHAGI PADA ATLET TAEKWONDO BANYUMAS (1)Lintang Palupi Kusumaningtias Latar Belakang: Beladiri Taekwondo memiliki beberapa teknik serangan, salah satunya tendangan dollyo chagi yang membutuhkan beberapa komponen fisik sebagai penunjang keberhasilan melakukan tendangan dollyo chagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara panjang tungkai, kelentukan pinggang, dan power otot kaki dengan kecepatan tendangan dollyo chagi. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian korelasional, bertujuan untuk mencari hubungan antara variabel bebas panjang tungkai, kelentukan pinggang, dan power otot kaki dengan variabel terikat kecepatan tendangan dollyo chagi. Sampel pada penelitian ini berjumlah 30 atlet Taekwondo Banyumas Dojang Satria Taekwondo Academy. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi product moment, regresi berganda, SE dan SR. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh nilai koefisien korelasi hubungan panjang tungkai dengan kecepatan tendangan dollyo chagi sebesar - 0,519. Koefisien korelasi kelentukan pinggang dengan kecepatan tendangan dollyo chagi sebesar -0,439. Koefisien korelasi power otot kaki dengan kecepatan tendangan dollyo chagi sebesar -0,431. Sedangkan hasil dari regresi linear menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000. Kesimpulan: Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara panjang tungkai, kelentukan pinggang, dan power otot kaki dengan kecepatan tendangan dollyo chagi. Kata Kunci: Taekwondo , Komponen fisik, Dollyo Chagi | Abstract RELATIONSHIP OF LIMB LENGTH, WAIST SHAPE AND LEG MUSCLE POWER AGAINST DOLLYO CHAGI KICK SPEED IN TAEKWONDO ATHLETE BANYUMAS (1)Lintang Palupi Kusumaningtias Background: Taekwondo martial arts has several attack techniques, one of which is dollyo chagi kicks that require several physical components to support the success of dollyo chagi kicks. This study aims to find out the relationship between limb length, waist flexibility, and leg muscle power with the dollyo chagi kick speed. Methodology: This study is a correlational study, aimed at finding a link between variable free limb length, waist flexibility, and leg muscle power with variable bound kick speed dollyo chagi. The sample in this study consisted of 30 Taekwondo athletes Banyumas Dojang Satria Taekwondo Academy. Data analysis techniques using product moment correlation test, multiple regression, SE and SR. Result: Based on the results of data analysis, obtained coefficient value correlation of limb length relationship with dollyo chagi kick speed of -0.519. The coefficient of correlation of waist flexness with dollyo chagi kick speed of -0.439. The coefficient of leg muscle power correlation with dollyo chagi kick speed of -0.431. While the result of linear regression shows a significance value of 0.000. Conclusion: From the results of the data analysis showed that there is a significant relationship between limb length, waist flexibility, and leg muscle power with dollyo chagi kick speed. Keywords: Taekwondo , Physical Components, Dollyo Chagi | |
| 28207 | 31558 | C1B016072 | PENERAPAN METODE SAVINGS MATRIX DAN NEAREST NEIGHBOR SEBAGAI OPTIMALISASI BIAYA DISTRIBUSI (Studi kasus pada CV. Jaya Abadi Sejahtera (Atlas)) | Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menjelaskan penerapan metode savings matrix dan nearest neighbor sebagai optimalisasi biaya distribusi di CV. Jaya Abadi Sejahtera dengan tahapan metode savings matrix untuk penentuan penjadwalan kendaraan dan penggunaan metode nearest neighbor sebagai penentuan rute distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengeluaran biaya distribusi pada kegiatan distribusi yang dilakukan oleh Cahyo (pick-up 5) selama kegiatan distribusi pada bulan Januari 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah produk galon 19 liter dengan total jumlah 1.040 galon yang didistribusikan dari hari Senin sampai Sabtu pada bulan Januari 2020. Mengacu pada hasil penelitian dan analisis data menggunakan metode savings matrix dan nearest neighbor, menunjukkan bahwa jumlah rute distribusi dapat dikurangi dari 16 rute menjadi 15 rute dengan jarak tempuh kendaraan berkurang dari 534,5 kilometer menjadi 434 kilometer penghematan pengeluaran bahan bakar dari Rp. 1.477.406 menjadi Rp. 1.104.660. Dari penelitian yang telah peneliti laksanakan maka yang perlu dilakukan oleh manajer operasional CV. Jaya Abadi Sejahtera yaitu membuat rute distribusi yang lebih optimal dan tidak mendistribusikan sesuai dengan nomor alamat pelanggan saja dikarenakan untuk menghemat pengeluaran biaya distribusi untuk bulan-bulan selanjutnya. | This type of research is a descriptive study that explains the application of the savings matrix and nearest neighbor methods to optimize distribution costs in CV. Jaya Abadi Sejahtera with the stages of the savings matrix method for determining vehicle scheduling and using the nearest neighbor method as a distribution route determination. This study aims to analyze the distribution costs of distribution activities carried out by Cahyo (pick-up 5) during distribution activities in January 2020. The population in this study is 19 liter gallon products with a total of 1,040 gallons distributed from Monday to Saturday. in January 2020. Referring to the results of research and data analysis using the savings matrix and nearest neighbor methods, it shows that the number of distribution routes can be reduced from 16 routes to 15 routes with vehicle mileage reduced from 534.5 kilometers to 434 kilometers in fuel expenditure savings from Rp. 1,477,406 to Rp. 1,104,660. From the research that researchers have carried out, what needs to be done by the operational manager of CV. Jaya Abadi Sejahtera, namely making distribution routes that are more optimal and not distributing according to customer address numbers only because it is to save distribution costs for the following months. | |
| 28208 | 31559 | G1A017054 | DESKRIPSI STRATEGI BELA JAR KOGNITIF DAN METAKOGNITIF SEBAGAI BAGIAN SELF-REGULATED LEARNING DARI MAHASISWA FK UNSOED ANGKATAN 2017 SELAMA PERIODE PEMBELAJARAN DARING | Latar belakang : Pandemi COVID-19 menyebabkan pembelajaran dilakukan secara dalam jaringan (daring). Kondisi ini menyebabkan kemampuan pembelajar menerapkan strategi belajar self-regulated learning (SRL) menjadi hal yang penting. Data deskripsi strategi belajar mahasiswa dapat memberikan gambaran mengenai proses adaptasi mereka dalam pembelajaran daring. Institusi dapat memanfaatkan data tersebut sebagai bahan monitoring dan evaluasi sistem pembelajaran daring yang telah dilaksanakan. Tujuan : Untuk mengetahui deskripsi strategi belajar kognitif dan metakognitif sebagai bagian SRL dari mahasiswa FK Unsoed Angkatan 2017 selama masa pembelajaran daring. Metode : Penelitian deskriptif menggunakan total sampling dari data sekunder hasil pengisian kuesioner milik Gugus Pengendali Mutu (GPM) FK Unsoed. Hasil analisis unvariat disajikan dalam tabel dan diagram distribusi frekuensi berdasarkan subkomponen strategi belajar dan frekuensi penggunaannya. Hasil : Strategi belajar terbanyak berdasarkan frekuensi penggunaan adalah: “selalu”: “Saya terbuka pada umpan balik untuk meningkatkan hasil pekerjaan saya”; “sering”: “Saya sering mendapati bahwa saya telah membaca materi tetapi tidak memahaminya.”; “jarang”: “Menggunakan sumber belajar dari perpustakaan untuk menemukan informasi yang dibutuhkan.”; “tidak pernah” : “Menggunakan kartu (flash card) atau sejenisnya untuk menulis informasi yang harus dihafalkan.”. Frekuensi strategi belajar terbanyak pada tiap subkomponen adalah: rehearsal: “sering, tidak selalu”; elaboration: “jarang atau sesekali”; organization: “jarang atau sesekali”; critical thinking: “jarang atau sesekali”; metacognitive self-regulatuion: “sering, tidak selalu” Kesimpulan : Sebagian besar mahasiswa sering menggunakan strategi belajar metacognitive self-regulation. | Background: The COVID-19 pandemic causes learning conducted online learning. This condition causes the learner's capability to apply learning strategies of self-regulated learning (SRL) to become important. Data descriptions of student learning strategies can provide an overview of their adaptation process in online learning. Institutions can use research data as a source for monitoring and evaluating the online learning system that has been implemented. Objective: To find the description of cognitive and metacognitive learning strategies from FK Unsoed students’ class of 2017 during the online learning period. Methods: Descriptive research with total sampling from the data from the Questionnaire of Gugus Pengendali Mutu (GPM FK Unsoed). The results of univariate analysis to show the frequency distribution based on the learning strategy sub-components and the frequency of their use. Result: The learning strategy chosen based on the subcomponent of cognitive and metacognitive learning strategies is rehearsal: "Reading notes or written material repeatedly in the heart." and "Using a card (flash card) or the like to write information that must be memorized"; elaboration: "Using different sources in compiling my research report." and "Using learning resources from the library to find the information needed."; organization: "Changing / representing quantitative data into graphs / diagrams."; critical thinking: "Questioning the things that I hear or read to convince me."; metacognitive selfregulation: "I am open to feedback to improve my work results." The most frequent learning strategies for each sub-component are: rehearsal: "often, not always"; elaboration: “rarely or occasionally”; organization: “rarely or occasionally”; critical thinking: "rarely or occasionally"; metacognitive self-regulatuion: "often, not always" Conclusion: Most students often use metacognitive self-regulation learning strategies. | |
| 28209 | 31562 | C1A013092 | Analisis Pendapatan dan Efisiensi Ekonomis Industri Rumah Tangga Keripik Sukun di Kabupaten Cilacap | Industri rumah tangga keripik sukun di Kabupaten Cilacap perlu dikembangkan agar usaha yang sudah berjalan mampu memberikan peningkatan pendapatan masyarakat. Tujuan yang ingin dicapai pengusaha keripik sukun di Kabupaten Cilacap adalah pendapatan maksimal, namun dengan adanya kendala ketersediaan bahan baku yang bersifat musiman sehingga harganya berfluktuasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan dan efisiensi ekonomi industri rumah tangga usaha keripik sukun di Kabupaten Cilacap. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan teknik analisis statistik deskriptif microsoft excel. Lokasi penelitian merupakan sentra industri keripik sukun di Kabupaten Cilacap. Populasi penelitian ini adalah pengusaha olahan keripik sukun di Kabupaten Cilacap yang berjumlah 35 orang dan semuanya dipilih sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui wawancara secara langsung menggunakan daftar pertanyaan. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari pendapatan dan efisiensi ekonomis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengusaha keripik sukun di Kabupaten Cilacap mendapat rata-rata pendapatan Rp6.936.461,00 per satu periode produksi, dan dari perhitungan efisiensi dengan menggunakan perbandingan pendapatan dan biaya produksi, didapatkan rata-rata efisiensi usaha keripik sukun di Kabupaten Cilacap adalah 2,36 yang termasuk kategori efisien. | The home industry of breadfruit chips in the Cilacap Regency needs to be developed so that the existing businesses can increase people's income. The goal that the breadfruit chip entrepreneurs in Cilacap Regency want to achieve is maximum income, but with the seasonality of raw materials, the price fluctuates. The purpose of this study was to analyze the income and economic efficiency of the home industry of breadfruit chips in Cilacap Regency. The approach used in this research is quantitative using descriptive statistical analysis techniques Microsoft Excel. The research location is the center of the breadfruit chips industry in Cilacap Regency. The population of this research was 35 owners of breadfruit chip processing in Cilacap Regency, all of which were selected as samples. Data were collected through direct interviews using questionnaires. The variables used in this study consist of income and economic efficiency. The results showed that the breadfruit chips entrepreneurs in Cilacap Regency got an average income of IDR 6,936,461.00 per period production and the calculation of efficiency by using comparing income and production costs showed that the average business efficiency of breadfruit chips in Cilacap Regency was 2.36 which is in the efficient category. | |
| 28210 | 31563 | J1C016064 | KONFLIK TOKOH UTAMA TAIJI PADA FILM "OKAA-SAN GA DONNA NI BOKU WO KIRAI DEMO" (KAJIAN PSIKOANALISIS ) | Penelitian ini mengambil objek kajian Psikoanalisis. Yang berfokus pada struktur kepribadian dan defense mechanism tokoh utama pada film Jepang. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan struktur kepribadian dan mendeskripsikan mekanisme pertahanan diri tokoh utama. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, sumber data yang digunakan adalah film Jepang yang berjudul “ Okaa-san ga Donna ni Boku wo Kirai Demo” yang penulis dapat dari web anime.co. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan teknik catat. Berdasarkan analisis 24 data yang diperoleh, telah ditemukan bahwa pada diri tokoh utama Taiji ditemukan struktur kepribadian : 8 data id , 6 data ego, dan 10 data superego, serta ditemukan denfence mechanism yang dilakukan oleh Taiji berupa : Represi, Sublimasi, Supresi, reaction information, displacement, dan proyeksi. Kata kunci : psikoanalisis, Defence mechanism, struktur kepribadian. | This research took the object of Psychoanalytic theories which focuses on the personality structure and defense mechanism of the main characters in Japanese films. This research aims to describe the personality structure and (describe the main character's self-defense mechanisms. This research was conducted using a qualitative descriptive method, the data source used was a Japanese film entitled "Okaa-san ga Donna ni Boku wo Kirai Demo" which the author/write got from the web named anime.co the data collection used the observation technique and note-taking technique. Based on the analysis of 24 that obtained, Taiji, were found structures personality such as : 8 data id , 6 data ego , and 10 data superego, And defense mechanism was performed by Taiji in the form of : repression, sublimation, suppression, reaction information, displacement, and projection. Key words: psychoanalysis, Defense mechanism, personality structure | |
| 28211 | 31564 | F1F016011 | KEPENTINGAN CINA DALAM HUBUNGAN PERDAGANGAN CINA-AFRIKA SELATAN | Hubungan kedekatan antara negara Cina dengan Afrika Selatan dimulai dari persahabatan antara masyarakat Cina dan Afrika Selatan pada tahun 1950-an. Hubungan diplomatik negara Cina dengan Afrika Selatan dimulai pada tahun 1998, dengan keputusan politik Presiden Nelson Mandela untuk membangun hubungan diplomatik dengan negara Republik Rakyat Cina atas dasar suatu kebijakan Cina, yaitu mengantar masa depan yang cerah untuk hubungan negara Cina-Afrika Selatan. Hubungan bilateral antara Cina dengan Afrika Selatan telah mencapai pengembangan kemitraan yang strategis dan kemudian meningkat menjadi kemitraan strategis yang komprehensif, dengan membentuk model untuk Kerjasama Cina-Afrika Selatan. Dengan memiliki cadagan devisa yang berlimpah memperkuat Cina dalam geopolitik global. Negara Afrika Selatan merupakan mitra perdagangan terbesar kedua bagi Cina di benua Afrika, dan negara Cina merupakan mitra terbesar bagi Afrika Selatan. Fakta-fakta telah menunjukkan bahwa telah terbentuknya jalinan kerjasama antara negara Cina dengan Afrika Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang hubungan perdagangan Cina dan Afrika Selatan. Fokus penelitian ini mengarah pada untuk mengetahui apa saja kepentingan Cina dalam hubungan perdagangan Cina-Afrika Selatan dan apa hasil kepentingan yang terlahir dari kerjasama tersebut dengan menggunakan perspektif teori Neo-Merkantilisme. | The relationship between China and South Africa started from the friendship between the Chinese and South African people in the 1950s. China's diplomatic relations with South Africa began in 1998, with President Nelson Mandela's political decision to build diplomatic relations with the People's Republic of China on the basis of a Chinese policy, namely ushering in a bright future for China-South African state relations. The bilateral relationship between China and South Africa has achieved the development of a strategic partnership and then escalated into a comprehensive strategic partnership, forming a model for China-South African Cooperation. Having abundant foreign exchange reserves strengthens China in global geopolitics. South Africa is China's second largest trading partner on the African continent, and China is South Africa's largest partner. The facts have shown that the cooperation between China and South Africa has been formed. This study aims to analyze the trade relations between China and South Africa. The focus of this research is to find out how China's interests are in the China-South Africa trade relationship and what are the results of the interests born from this collaboration using the perspective of Neo-Mercantilism theory. | |
| 28212 | 31565 | H1D013082 | PENGARUH ASBUTON MURNI TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL ASPHALT CONCRETE-WEARING COURSE AKIBAT PROSES PENUAAN | Kerusakan jalan merupakan sebuah kondisi kegagalan struktur yang disebabkan oleh beberapa faktor sehingga mempengaruhi fungsional dan kinerja dari jalan tersebut. Beberapa faktor kerusakan jalan pada perkerasan lentur diantaranya suhu (cuaca) dan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai parameter karakteristik Marshall yang terjadi pada campuran AC-WC pen 60/70 dan aspal modifikasi asbuton akibat perlakuan penuaan dan perendaman air dengan metode eksperimental. Aspal modifikasi asbuton dilakukan dengan cara mencampur aspal pen 60/70 dengan persentase asbuton murni 4% dari kadar aspal dalam campuran. Perlakuan penuaan ini dilakukan untuk menggambarkan faktor akibat suhu (cuaca) dan dilakukan dengan dua cara, yakni penuaan jangka pendek dan jangka panjang. Perlakuan penuaan, dilakukan dengan mengikuti standar AASHTO R30. Sedangkan untuk menggambarkan faktor kerusakan jalan yang berupa air dilakukan perlakuan perendaman mengikuti standar RSNI M-01-2003. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh dari penambahan asbuton murni pada campuran AC-WC dapat menaikan nilai stabilitas sebesar 3,486% dan menurunkun nilai kelelehan 4,210% pada kondisi tanpa penuaan, akan tetapi lebih sensitif terhadap perlakuan penuaan (suhu) dan perlakuan perendaman (air). | Road damage is a condition of structural failure caused by several factors that affect the functionality and performance of the road. Several factors of road damage on flexible pavement include temperature (weather) and water. This study aims to determine the parameter values of the Marshall characteristics that occur in the mixture of AC-WC pen 60/70 and asbuton modified asphalt due to aging treatment and water immersion by experimental methods. Asbuton modification asphalt is carried out by mixing 60/70 pen asphalt with a percentage of 4% refined asbuton from the asphalt content in the mixture. This aging treatment is carried out to describe the factors due to temperature (weather) and is carried out in two ways, namely short-term and long-term aging. Aging treatment, carried out by following the AASHTO R30 standard. Meanwhile, to describe the road damage factor in the form of water, immersion treatment is carried out following the RSNI M-01-2003 standard. The results of this study indicate that the effect of adding refined asbuton to the AC-WC mixture which can be increasing the stability value by 3.486% and decreasing the melting value by 4.210% in the condition without aging, but more sensitive to aging treatment (temperature) and immersion treatment (water). | |
| 28213 | 31566 | C1J013019 | FACTORS INFLUENCING UNEMPLOYMENT OF VOCATIONAL HIGH SCHOOL GRADUATES IN INDONESIA 2006-2020 | Tingkat pengangguran merupakan masalah serius yang dihadapi negara-negara pembangunan khususnya Indonesia, meskipun beberapa tahun terakhir ini tingkat pengangguran terbuka di Indonesia mengalami penurunan. Namun penelitian sebelumnya hanya fokus pada tingkat pengangguran di beberapa daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengangguran lulusan Sekolah Menengah Kejuruan di Indonesia 2006-2020. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dan analisis datanya menggunakan regresi linier berganda dengan pendekatan data time series tahun 2006-2020. Implikasi penelitian adalah: 1) terkendalinya pengangguran lulusan Sekolah Menengah Kejuruan karena berdampak pada kenaikan upah minimum, sehingga Perusahaan perlu menekan biaya produksi. Untuk menekan biaya produksi, perusahaan akan mensubtitusi barang dan jasa produksi menjadi lebih murah dari sebelumnya. Sehingga pengangguran lulusan Sekolah Menengah Kejuruan tidak akan meningkat. 2) Agar angka pengangguran lulusan sekolah menengah kejuruan menurun. Perlu pengarahan dari Sekolah Menengah Kejuruan setelah lulus ada pilihan langsung bekerja atau membuka usaha baru. Dengan dibukanya usaha-usaha baru dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan sama halnya dengan dibukanya sektor pendapatan riil baru, bahwa usaha baru tersebut akan membutuhkan lebih banyak tenaga kerja, maka pengangguran di Sekolah Menengah Kejuruan akan berkurang. Batasan dari penelitian ini adalah peneliti membatasi variabel bebas pada upah minimum, pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Namun faktanya, banyak variabel lain yang menyebabkan tingginya angka pengangguran lulusan SMK di Indonesia. | Unemployment rate is the serious problem be faced development contry especially Indonesia, although the recent years rate of open unemployment in Indonesia has decreased. However, previous research only focus on unemployment rate in several area. This study aims to factors influencing unemployment of Vocaational High School graduates in Indonesia 2006-2020. This type of research is quantitative and data analysis uses multiple linear regression with a time series data approach from 2006-2020. Research implications is: 1) to control the unemployment of Vocational High School graduates because the impact of increasing minimum wages, so the Companies need to reduce the production cost. To reduce production cost, the companies will substitute the production goods and services to be cheaper than before. So the unemployment of Vocational High School graduates will not increase. 2) In order for the unemployment rate of vocational high school graduates to decrease. Need direction from Vocational High School after they graduates there is has option directly work or open new bussines. With the open new bussines from Vocational High School graduates it same as open new sectors of real income, that it the new business will need more labor, then the unemployment of Vocational High School will decrease. The limitation of this research is that the researcher limits the independent variables to minimum wages, economic growth and inflation. However, the fact is that many other variables make high unemployment rate of vocational High School graduates in Indonesia. | |
| 28214 | 31567 | F1F013051 | A SEMANTIC ANALYSIS OF CONCEPTUAL METAPHOR IN LANG LEAV’S LOVE & MISADVENTURE POETRY | Penelitian ini berjudul “A Semantic Analysis of Conceptual Metaphor in Lang Leav’s “Love & Misadventure” Poetry” memiliki tujuan untuk mengetahui ungkapan-ungkapan metafora pada puisi. Bidang penelitian ini adalah semantic dan menggunakan teori Lakoff & Johnson. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan metafora konseptual, beserta arti yang terdapat pada tiap-tiap ungkapan metafora pada tiap-tiap puisi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis data yang mengandung ungkapan metafora yang terdapat pada puisi Lang Leav’s “Love & Misadventure”. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 26 ungkapan metafora yang terdapat pada bab 1 dari buku puisi. Keduapuluh dua data tersebut diklasifikasi ke dalam 3 jenis metafora yang dibagi kedalam: 12 data metafora struktural, 13 data metafora ontologis, dan satu data metafora orientasional. Jenis yang paling dominan adalah bentuk metafora struktural dari ketiga jenis metafora. Itu dikarenakan dalam bab satu dalam puisi ini terdapat banyak penggambaran cinta yang dikaitkan dengan perumpamaan seperti manusi, benda, dan waktu. Begitu halnya dengan konsep dari metafora struktural yang menggunakan konsep ranah target dan sumber sebagai perbandingan. Oleh karena itu peneliti berkesimpulan bahwa arti dari tiap-tiap ungkapan digambarkan berdasarkan makna dari konseptual metafor. | This research is entitled A Semantic Analysis of Conceptual Metaphor in Lang Leav’s “Love & Misadventure” Poetry aims to figure out the metaphorical expressions found in poetry. The field of this research is semantics and it uses Lakoff & Johnson’s Theory. This research aims to find the conceptual metaphor, and the meaning of each metaphorical expressions found on the poems. This research uses descriptive qualitative method to analyze the data which is Lang Leav’s “Love & Misadventure” Poetry that contains metaphorical expressions. The result of this research is that there are 26 metaphorical expressions found on the chapter one of poetry book. Those 26 metaphorical expressions are classified into 3 types of metaphors which are divided into: structural metaphor are 12 data, ontological are 13 data, and orientational are 1 data. The most dominant type is structural form. That is because in chapter one of this poetry, there are many depiction of love that is associated with imageries such as human, thing, and time. Likewise with the concept of a structural metaphor which uses the concept of target and source domain as a comparison. Thus, the research found that the meaning of each expression is described based on the meaning of conceptual metaphor. | |
| 28215 | 31568 | H1D013045 | Kapasitas Beban Aksial Sentris Elemen Tekan Kusen Unplasticized Polyvinyl Chloride, Aluminium, dan Kayu Kruing | Seiring berjalannya waktu, desain konstruksi bangunan seperti rumah tinggal, hunian vertikal dan gedung berkembang dengan pesat. Pintu dan jendela yang merupakan komponen struktur pelengkap tak luput dari inovasi desain, bentuk, manfaat dan material yang digunakan. Material yang digunakan untuk kusen umumnya adalah Kayu. Namun, seiring berkembangnya teknologi di bidang material konstruksi, dihasilkan beberapa alternatif untuk penggunaan material kusen seperti aluminium, PVC (polyvinyl chloride), uPVC (unplasticized polyvinyl chloride), hingga beton bertulang. Fungsi utama dari kusen adalah perletakan daun pintu, jendela, kaca dan tralis. Selain fungsi tersebut, bentuk dan variasi kusen menambah estetika bangunan. Hasil penelitian ini dicari dengan menggunakan analisis teoritis dari modulus elastisitas material kusen tersebut. Untuk menemukan nilai modulus elastisitas, harus dilakukan penelitian uji tarik pada material kusen yang sudah dibentuk menjadi benda uji dengan ukuran yang telah ditentukan. Jenis material yang digunakan yaitu uPVC, aluminium, dan kayu kruing. Benda uji yang digunakan dibuat dari batang kusen dan dipotong menggunakan gerinda menjadi bentuk plat dengan panjang 650 mm dengan ketebalan 10 mm untuk kayu kruing, dan ketebalan disesuaikan pada batang kusen uPVC dan aluminium. Lebar dari benda uji adalah 50 mm untuk bagian luarnya dan 20 mm untuk bagian tengah. Bagian tengah dibuat lebih ramping agar tegangan terjadi pada bagian tersebut sehingga lebih mudah diamati. Dengan nilai modulus elastisitas dan inersia yang didapat dari analisis teoritis, didapatkan beban aksial pada ambang tegak kusen uPVC dengan panjang bentang 200 mm sebesar 3706,66 N; bentang 400 mm sebesar 926,67 N; bentang 500 mm sebesar 593,07 N. Aluminium dengan panjang bentang 200 mm didapatkan sebesar 16834,10 N; bentang 400 mm sebesar 4208,52 N; bentang 500 mm sebesar 2693,46 N. Dan kayu kruing dengan bentang 200 mm didapatkan sebesar 3691740,53 N; bentang 400 mm sebesar 922935,13 N; bentang 500 mm sebesar 590678,48 N. | As the time goes by, building construction designs such as houses, vertical occupancies, and commercial buildings are vastly developed. Doors and windows which are the complementary components of a structure do keep innovated on the designs, forms, benefits, and materials. The material which commonly used for jambs is wood. However, as technology is developing on construction material choices, there are alternatives for making jambs by using aluminium, PVC (Polyvinyl Chloride), uPVC (Unplasticized Polyvinyl Chloride), and even reinforced concrete. The main function of a jamb is for door and window’s placement. Apart from that, the form and variation of jambs can improve the building’s aesthetics. The result of this research is determined by using theoretical analysis on the jamb’s material’s elastic modulus. To find the elastic modulus, it is necessary to run the tensile strength test on the material that formed into a specimen with resolved dimensions and sizes. The materials included in this research are uPVC, aluminium, and kruing wood. Specimens are made from the jamb bar that cut with a grinder into a dumbbell-shaped specimen with the length of 650 mm with 10 mm thickness for kruing wood. And adjusted thickness for uPVC and aluminium specimens following the fixed design of the jamb bar. The specimen’s width is 50 mm wide both at the endpoint and 20 mm wide at the midpoint with 100 mm length. The midpoint of the specimen is made thinner so that the tensile stress occurred on that specific area to simplified the observation. With modulus of elasticity and inertia that determined from the theoretical analysis, it is obtained that the axial load of the uPVC jamb bar is 3706.66 N on 200 mm length; 926.67 N on 400 mm length; 593.07 N on 500 mm length. Aluminium at 16834.10 N on 200 mm length; 4208.52 N on 400 mm length; 2963.46 N on 500 mm length. And 3691740.53 N on 200 mm length; 922935.13 N on 400 mm length; 590678.48 N on 500 mm length obtained on kruing wood jamb bar. | |
| 28216 | 31569 | I1A017075 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PENCEGAHAN COVID-19 DI DESA PARANGTRITIS KECAMATAN KRETEK KABUPATEN BANTUL YOGYAKARTA | Latar Belakang: COVID-19 sangat menular dan patogen. Desa Parangtritis merupakan desa wisata dengan mobilitas tinggi dan memiliki kasus fluktuatif. Perilaku pencegahan harus dilakukan masyarakat untuk mengurangi kasus yang ada, karena saat ini belum ditemukan obat spesifik untuk mengobati. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku pencegahan COVID-19 masyarakat Desa Parangtritis. Metode: Penelitian analitik, pendekatan cross sectional. Populasi penduduk Desa Parangtritis 5729 jiwa. 396 sampel dengan accidental sampling. Variabel yang diteliti adalah jenis kelamin, umur, pendidikan, paparan sumber informasi, pengetahuan dan sikap. Pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui google form. Data dianalisis ke dalam univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil Penelitian: Sebagian besar berjenis kelamin perempuan (62,1%). Umur dominan pada rentang 15-29 tahun (88,1%). Tingkat pendidikan menengah (47,7%). Sumber informasi pencegahan COVID-19 berasal dari sosial media (internet) (67,2%), dengan kategori baik (71%). Pengetahuan baik (94,4%). Sikap baik (55,6%). Perilaku baik (72,2%). Faktor yang paling mempengaruhi perilaku pencegahan COVID-19 adalah paparan sumber informasi (p-value= 0,000; POR= 11,622; CI= 6,755-19,994) dan sikap (p-value= 0,000; POR= 2,725; CI= 1,596-4,652). Kesimpulan: Terdapat hubungan jenis kelamin, umur, pendidikan, paparan sumber informasi, pengetahuan dan sikap terhadap perilaku pencegahan COVID-19. Paparan sumber informasi dan sikap merupakan faktor yang paling berpengaruh. Kata Kunci: COVID-19; Masyarakat; Perilaku pencegahan. | Background: COVID-19 is highly contagious and pathogenic. Parangtritis village is a tourist village with high mobility and has fluctuating cases. Preventive behavior should be carried out by the community to reduce existing cases, because currently no specific drugs have been found to treat. The research was conducted with the aim of finding out the factors that affect the COVID-19 prevention behavior of parangtritis villagers. Method: Analytical research, cross sectional approach. The population of Parangtritis village is 5729 people. 396 samples with accidental sampling. The variables studied were gender, age, education, exposure to sources of information, knowledge and attitudes. Data collection using questionnaires through google form. Data is analyzed into univariate, bivariate, and multivariate. Result: Most of them are female (62.1%). Dominant age in the range of 15-29 years (88.1%). Secondary education level (47.7%). Covid-19 prevention resources came from social media (internet) (67.2%), with good category (71%). Good knowledge (94.4%). Good attitude (55.6%). Good behavior (72.2%). The factors that most influence COVID-19 prevention behavior are exposure to information sources (p-value= 0.000; POR= 11,622; CI= 6,755-19,994) and attitude (p-value= 0.000; POR= 2,725; CI= 1,596-4,652). Conclusion: There is sex, age, education, exposure to information sources, knowledge and attitudes towards COVID-19 prevention behavior. Exposure to sources of information and attitudes is the most influential factor. Keywords: COVID-19; Community; Preventive behavior. | |
| 28217 | 31545 | F1F013062 | An Analysis Of Conversational Humor In The British Sitcom "Mind Your Language" Episode 1 Season 1 | Penelitian ini mengkaji humor percakapan yang muncul dalam British Sitcom berjudul “Mind Your Language” Episode 1 Season 1. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui teknik humor teori Arthur Asa Berger yang muncul di episode ini dan mendeskripsikan fungsi humor yang diterapkan dalam Sitcom ini. Penelitian ini berkaitan dengan pendekatan pragmatik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis data. Data tersebut adalah semua ujaran humor yang mampu membangkitkan tawa penonton yang memiliki hubungan yang signifikan dengan teknik tersebut. Mereka dianalisis dengan menggunakan teori humor Berger dan menjelaskan lebih lanjut fungsi humor dari semua data. Dari 15 teknik humor hanya terdapat 7 teknik yang ditemukan dalam episode ini dan empat belas data yang akan dianalisis karena memiliki karakteristik yang sama dengan teknik yang digunakan. Teknik tersebut adalah Alusi, Definisi, Penghinaan, Infantilisme, Ironi, Kesalahpahaman, dan Ejekan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peneliti menggunakan 7 teknik humor untuk menganalisis humor percakapan dalam British Sitcom “Mind Your Language” Episode 1 Season 1. Selanjutnya peneliti menemukan 14 data menggunakan teknik humor, 7 data menggunakan kesalahpahaman, 2 data menggunakan ejekan, kemudian 1 data untuk teknik lainnya seperti kiasan, definisi, penghinaan, infantilisme, dan ironi. Peneliti juga menemukan bahwa ada 3 fungsi humor yang disampaikan oleh tokoh dalam penyampaian humor. Fungsi tersebut adalah fungsi hiburan, fungsi mengkritik atau mengejek, dan fungsi penyampaian. Selain itu dengan menghitung hasil data, teknik kesalahpahaman merupakan teknik humor yang banyak digunakan dalam humor khususnya British Sitcom “Mind Your Language” Episode 1 Season 1, sehingga mendapat persentase terbanyak sebesar 50%. | This research studies the conversational humor appeared in the British Sitcom entitled “Mind Your Language” Episode 1 Season 1. It is conducted to find out the humor techniques of Arthur Asa Berger’s theory, which appear in this episode and describe the humor function that applied in this Sitcom.This research deals with a pragmatic approach. This research uses descriptive qualitative method to analyze the data. The data are all the humor utterances, which are able to arouse laughter from the audiences that have significant relationship with the techniques. They are analyzed by using Berger’s humor theory and further describe the humor function of all data. From 15 of humor techniques, there are only 7 techniques found in this episode and fourteen data which will be analyzed since they have the same characteristics with the techniques used. They are Allusion, Definition, Insult, Infantilism, Irony, Misunderstanding, and Ridicule. The results of this study show that the researcher uses 7 humor techniques for analyzing conversational humor in British Sitcom “Mind Your Language” Episode 1 Season 1. Furthermore, the researcher finds 14 data using humor techniques, 7 data using misunderstanding, 2 data using ridicule, then 1 data for each other techniques such as allusion, definition, insult, infantilism, and irony. The researcher finds that there are 3 function of humor conveyed by the character in delivering humor. They are entertaining function, criticizing or ridicule function, and delivering function. In addition, by calculating the result of the data, Misunderstanding is a humor technique that is mostly used in humor especially British Sitcom “Mind Your Language” Episode 1 Season 1, so it gets the most percentage of 50%. | |
| 28218 | 31570 | C1B016018 | PENGARUH PELATIHAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN KEMAMPUAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi pada subag perencanaan OPD se-Kabupaten Tangerang) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan terhadap kinerja OPD di Kabupaten Tangerang subag Perencanaan dengan kemampuan kerja sebagai variabel mediasi. Populasi dari penelitian ini adalah pegawai subag Perencanaan yang ada di Kabupaten Tangerang, dengan sampel sebanyak 93 responden, yang diambil menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode analisis jalur (path analysis). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa veriabel pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja pegawai, variabel pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kemampuan kerja, variabel kemampuan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja pegawai. Kemudian variabel kemampuan kerja memediasi pengaruh pelatihan terhadap kinerja. Hasil ini dapat menambahkan bukti mengenai pelatihan terhadap kinerja pegawai sehingga dapat memberikan implikasi bahwa dengan mengikuti berbagai macam pelatihan kerja dapat meningkatkan kemampuan yang dimiliki oleh pegawai sehingga dengan kemampuan pegawai yang baik maka akan meningkatkan kinerja pegawai. | This study aims to determine the effect of training on OPD performance in Tangerang Regency in the planning sub-division with work ability as a mediating variable. The population of this study were employee of the planning sub-division in Tangerang Regency, with a sample of 93 respondens, who were taken using purposive sampling method. This research is a quantitative study using path analysis method. Based on the research results, it shows that the training variable has positive and significant effect on the employee performance variable, the training variable has a positive and significant effect on the work ability variable, the work ability variable has a positive and significant effect on the employee performance variable. Then the work ability variable mediates the effect of training on employee performance. These results can add evidence about the training on employee performance so that it can imply that by participating in various kinds of job training can increase the abilities possessed by employee abilities it will improve employee performance. | |
| 28219 | 31571 | H1A016017 | Rancang Bangun Dan Analisis Antena Mikrostrip Patch Oktagonal Fractal Koch Pada Frekuensi 5.825 GHz Untuk WIFI | Teknologi WIFI awalnya bekerja pada frekuensi 2.4GHz yang dibuat oleh IEEE berdasarkan standar 802.11. Kemudian IEEE membuat standar 802.11a yang menggunakan frekuensi 5GHz. IEEE menggunakan frekuensi 5GHz sebagai pengalihan dari padatnya penggunaan frekuensi 2.4GHz karena frekuensi ini tidak hanya untuk teknologi WIFI tetapi perangkat wireless lainnya juga menggunakan frekuensi ini. Semakin banyaknya penggunaan frekuensi 2.4GHz menyebabkan terjadinya interferensi pada frekuensi ini. Meskipun frekuensi 5GHz sebagai pengalihan dari padatnya penggunaan frekuensi 2.4GHz, tetapi perangkat WIFI dengan frekuensi 5GHz produksinya tidak sebanyak perangkat 2.4GHz. Dengan adanya hal ini maka penulis melakukan perancangan antena mikrostrip patch oktagonal fractal Koch untuk WIFI (Wireless Fidelity) Frekuensi 5.825GHz untuk menambah referensi mengenai perangkat WIFI 5GHz. Pembuatan antena dalam Tugas Akhir ini menggunakan metode eksperimental yang terdiri dari perancangan antena dan simulasi menggunakan software CST Studio Suite 2019. Antena yang dibuat merupakan antena mikrostrip berbentuk oktagonal yang setiap sisinya dimodifikasi dengan konsep fractal Koch. Pengujian antena menggunakan parameter antena dasar diantaranya adalah Return Loss, VSWR, Bandwidth, dan Pola radiasi. Antena hasil penelitian yang dibuat penulis memiliki frekuensi kerja 5.825GHz, Return Loss -27,921 dB, VSWR 1,08, Bandwidth 240,6 MHz, Gain 5,28 dBi dan pola radiasi omnidirectional. | WIFI technology initially worked on the 2.4GHz frequency made by IEEE based on the 802.11 standard. Then IEEE made the 802.11a standard which uses the 5GHz frequency. IEEE uses the 5GHz frequency as a diversion from the dense use of the 2.4GHz frequency because this frequency is not only for WIFI technology but other wireless devices also use this frequency. The increasing use of the 2.4GHz frequency causes interference at this frequency. Although the 5GHz frequency is a diversion from the dense use of the 2.4GHz frequency, the production of WIFI devices with a 5GHz frequency is not as much as 2.4GHz devices. With this case the authors designed the antenna microstrip octagonal fractal Koch patch for WIFI (Wireless Fidelity) Frequency 5.825GHz to add references for 5GHz WIFI devices. The making of the antenna in this final project uses an experimental method which consists of antenna design and simulation using the CST Studio Suite 2019 software, implementing the antenna design results, and testing the implementation results. The antenna made is an octagonal microstrip antenna, each side modified with the Koch fractal concept. Antenna testing using basic antenna parameters include Return Loss, VSWR, Bandwidth, and radiation pattern. Antenna research result made by author is work at a frequency of 5.825GHz, has Return Loss ≤ - 27,921 dB, VSWR 1,08 , Bandwidth ≥ 240,6 MHz, Gain 5,28 dBi and has an omnidirectional radiation pattern. | |
| 28220 | 31572 | H1C016026 | Studi Geologi Teknik Untuk Model Kerentanan Gerakan Tanah Secara Spasial Dan Temporal Di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat | Gerakan tanah adalah pergerakan massa bebatuan, puing-puing atau tanah menuruni lereng (Cruden, 1991). Pergerakan terjadi ketika tegangan melebihi kekuatan materi. Perbedaan dengan erosi tanah. Konsekuensi dari gaya-gaya ini berhubungan dengan morfologi kemiringan dan parameter-parameter dari materi yang menentukan jenis spesifik gerakan tanah yang dapat terjadi. Daerah Provinsi Jawa Barat sering mengalami bencana gerakan tanah yang dapat menimbulkan kerugian fisik dan ekonomi. Salah satu daerah yang tak luput dari bencana alam gerakan tanah yaitu di Kecamatan Pangalengan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemodelan tingkat kerentanan gerakan tanah dengan mempertimbangkan karakteristik lereng dan kekuatan tanah secara spasial dan curah hujan harian secara temporal. Pemodelan menggunakan TRIGRS untuk menghitung faktor keamanan lereng berbasis grid akibat infiltrasi air hujan. Hasil pemodelan menunjukan tingkat kerentanan gerakan tanah spasial di lokasi penelitian dipengaruhi oleh topografi dan karakteristik keteknikan tanah. Sementara itu, curah hujan kumulatif menjadi faktor pengontrol penyebab perubahan tingkat kerentanan gerakan tanah temporal. Pengambilan sampel tanah berdasarkan kondisi geologi dan pada kondisi lereng yang rentan, bila tidak ada lereng yang rentan dapat di lereng yang stabil. Analisis yang dilakukan dengan uji infiltrasi, XRD dan mekanika tanah hal ini penting digunakan dalam pemodelan TRIGRS meliputi berat isi tanah, kohesi, sudut geser dalam, dan permeabilitas. Hasil pemodelan tingkat tingkat kerentanan gerakan tanah di lokasi penelitian terdiri dari 5 tingkat berdasarkan faktor keamanan yang diperoleh dari modifikasi klasifikasi Ward, 1976 dan kestabilan lereng yang umum digunakan. Pada kerentanan tinggi faktor keamanan kurang dari 1 nilainya. Kondisi kemiringan lereng menjadi faktor penting yang umumnya berlereng terjal berzona tinggi. Tingkat kerentanan ini ada kesesuaian dengan lokasi-lokasi gerakan tanah yang terjadi didaerah tersebut. Dengan demikian, pemodelan ini dapat digunakan dalam mengkaji gerakan tanah secara spasial dan temporal. | Landslide is the movement of rock masses, debris or soil down a slope (Cruden, 1991). Movement occurs when stress exceeds the strength of matter. Difference with soil erosion. The consequence of these forces is related to the slope morphology and parameters of the material that determine the specific type of soil motion that can occur. The area of West Java Province often experiences disasters of land movement which can cause physical and economic losses. One area that has not escaped the natural disasters of the land movement is in the District of Pangalengan. This study aims to model the level of vulnerability of soil motion by considering spatial characteristics and soil strength spatially and daily rainfall temporally. Modeling uses TRIGRS to calculate the grid-based slope safety factor due to rainwater infiltration. Modeling results indicate the level of vulnerability of spatial soil movement at the study site is influenced by topography and soil engineering characteristics. Meanwhile, cumulative rainfall is a controlling factor causing changes in the level of temporal soil movement susceptibility. Soil sampling is based on geological conditions and on vulnerable slope conditions, if there is no vulnerable slope it can be on a stable slope. Analysis conducted by infiltration, XRD and soil mechanics tests is important to use in TRIGRS modeling including soil weight, cohesion, deep shear angle, and permeability. The results of modeling the level of soil movement susceptibility at the study site consisted of 4 levels based on safety factors obtained from the modification of the Ward classification, 1976 and the stability of the slopes commonly used. In high vulnerabilities the safety factor is less than 1. The condition of the slope is an important factor which is generally steep with high zones. This level of vulnerability is compatible with the locations of ground movements that occur in these areas. Thus, this modeling can be used in assessing land movements spatially and temporally. |