Artikelilmiahs
Menampilkan 28.281-28.300 dari 50.150 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 28281 | 31638 | F1A013044 | POTRET PEREMPUAN URBAN SEBAGAI IBU DALAM KUMPULAN PUISI IBU MENDULANG ANAK BERLARI KARYA CYNTHA HARIADI | Asa Wajada R.A.A/F1A013044. POTRET PEREMPUAN URBAN SEBAGAI IBU DALAM KUMPULAN PUISI IBU MENDULANG ANAK BERLARI KARYA CYNTHA HARIADI. Skripsi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman, November, 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membahas potret perempuan urban sebagai ibu dalam Kumpulan Puisi Ibu Mendulang Anak Berlari Karya Cyntha Hariadi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang melakukan fokus kajian terhadap kumpulan puisi Ibu Mendulang Anak Berlari Karya Cyntha Hariadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Sumber data pada penelitian sastra berupa kumpulan puisi Ibu Mendulang Anak Berlari Karya Cyntha Hariadi yang diterbitkan di tahun 2017 oleh penerbit PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta sejumlah 89 halaman. Puisi yang dianalisis adalah 7 puisi yang berjudul Cium Kepalanya, Payudara, Biar Ayah Saja, Ayah, Mandi, Subjek, Tangan, dan Hotel. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan di atas, penulis dapat menjawab rumusan masalah “Bagaimana Potret Perempuan Urban sebagai Ibu dalam Kumpulan Puisi Ibu Mendulang Anak Berlari Karya Cyntha Hariadi?”. Perempuan sebagai ibu memiliki kedudukan yang berkaitan dengan peran, kedudukan, hak, dan kewajiban mereka dalam mengurus anak. Analisis ke delapan puisi di atas sudah mewakili bagaimana potret perempuan urban sebagai ibu yang berjuang demi kelangsungan hidup anak. Cyntha Hariadi melukiskannya dengan kata-kata yang apik dan mudah dipahami. Sehingga ketika dianalisis dengan hermeneutik, pembaca dapat mengintrepretasikan atau menyadur sebuah pesan ke dalam bahasa yang dipergunakan oleh pengarang. | Asa Wajada R.A.A/F1A013044. PORTRAIT OF THE URBAN WOMAN AS A MOTHER IN THE POETRY COLLECTION OF MOTHER MENDULANG CHILDREN RUN by CYNTHA HARIADI. Essay. Faculty of Social and Political Sciences, Jenderal Soedirman University, November, 2020. This study aims to describe and discuss the portrait of urban women as mothers in Cyntha Hariadi's collection of poems on Ibu Mendulang Anak Berlari. This research is a qualitative research which focuses on the study of the poetry collection Ibu Mendulang Anak Berlari by Cyntha Hariadi. The method used in this research is descriptive analysis method. This type of research is library research (library research). The source of data on literary research is a collection of poetry, Ibu Mendulang Anak Berlari, by Cyntha Hariadi, published in 2017 by the publisher PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta with a total of 89 pages. The poems analyzed were 7 poems entitled Kiss the Head, Breast, Let Daddy, Daddy, Bathing, Subject, Hands, and Hotel. Based on the results of the analysis and discussion above, the writer can answer the problem formulation "How are the Portraits of Urban Women as Mothers in the Poetry Collection of Mothers Panning Children Running by Cyntha Hariadi?". Women as mothers have a position related to their role, position, rights and obligations in caring for children. The analysis of the eight poems above already represents the portrait of urban women as mothers who struggle for the survival of their children. Cyntha Hariadi described it in neat and easy to understand words. So that when analyzed by hermeneutics, readers can interpret or adapt a message into the language used by the author. | |
| 28282 | 31639 | F1B013083 | Efektivitas Program Pengelolaan Penyakit Kronis di Puskesmas Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga | Penderita penyakit kronis di Indonesia, seperti hipertensi dan diabetes milletus kian meningkat dari tahun ke tahun. Segi epidemiologi diperkirakan bahwa pada tahun 2030 prevalensi penyakit tidak menular yakni, Diabetes Militus (DM) mencapai 21,3 juta orang (Depkes RI, 2009). Hipertensi memiliki prevalensi yang tinggi, yaitu sebesar 25,8%, sesuai dengan data. (Riset Kesehatan Dasar, 2013). Menurut data yang diperoleh dari World Health Organization (WHO) menunjukan bahwa sekitar 57 juta kematian yang terjadi di dunia pada tahun 2008, sebanyak 36 juta atau hamper dua pertiganya disebabkan oleh penyakit kronis. Upaya mengatasi hal tersebut pemerintah Indonesia bersama BPJS Kesehatan pada tahun 2014 mengeluarkan suatu program yaitu program pengelolaan penyakit kronis. Puskesmas Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga menjadi puskesmas pertama yang diresmikan untuk menjalankan Prolanis. Pelaksanaan kegiatan aktivitas Prolanis masih ditemui permasalahan khususnya dalam jadwal dan informasi kegiatan, serta home visit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas program pengelolaan penyakit kronis di Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survey, pengambilan responden menggunakan Simple Random Sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah distribusi frekuensi, skor maksimal dan minimal, serta mean. Hasil penelitian menunjukan bahwa Efektivitas Program Pengelolaan Penyakit Kronis di Puskesmas Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga cukup efektif dengan indikator pemahaman program masuk dalam kategori sedang sebanyak 53 orang dan dengan presentase 64,6 %, indikator tepat sasaran masuk dalam kategori sedang dengan jumlah 57 orang responden atau 69,5%, tepat waktu dalam kategori sedang dengan jumlah 52 responden atau 63,4%, tercapainya tujuan masuk dalam kategori sedang dengan jumlah responden sebanyak 61 orang atau 64,4%, dan indikator perubahan nyata masuk dalam kategori sedang dengan jumlah responden sebanyak 54 orang atau 65,9%. Kesimpulan hasil penelitian ini Efektivitas Program Pengelolaan Penyakit Kronis di Puskesmas Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga cukup efektif namun masih perlu ditingkatkan seperti informasi kegiatan atau reminder melalui SMS gateway, home visit, waktu kegiatan yang tepat, dan obat-obat yang gratis tanpa perlu menebus kembali di apotek demi tercapainya secara penuh program pengelolaan penyakit kronis. | Chronic disease sufferers in Indonesia, such as hypertension and diabetes milletus are increasing from year to year. In terms of epidemiology, it is estimated that in 2030, the prevalence of non-communicable diseases, namely Diabetes Militus (DM), will reach 21.3 million people (MOH, 2009). Hypertension has a high prevalence, which is 25.8%, according to the data. (Basic Health Research, 2013). According to data obtained from the World Health Organization (WHO), it shows that around 57 million deaths that occurred in the world in 2008, as many as 36 million or nearly two-thirds were caused by chronic diseases. In an effort to overcome this, the Indonesian government together with BPJS Kesehatan in 2014 issued a program, namely a chronic disease management program. The Purbalingga District Health Center, Bojongsari District, was the first community health center to be inaugurated to run Prolanis. The implementation of Prolanis activities still encountered problems, especially in schedule and activity information, as well as home visits. This study aims to determine the level of effectiveness of the chronic disease management program in Bojongsari District, Purbalingga Regency. The research method used is a descriptive quantitative approach with a survey method, the respondent taking using simple random sampling. The data analysis method used is the frequency distribution, maximum and minimum scores, and the mean. The results showed that the effectiveness of the Chronic Disease Management Program at the Puskesmas, Bojongsari District, Purbalingga Regency was quite effective with 53 indicators of program understanding in the moderate category and with a percentage of 64.6%, the right indicators were in the moderate category with 57 respondents or 69. , 5%, on time in the medium category with 52 respondents or 63.4%, the achievement of the goal was in the medium category with the number of respondents as many as 61 people or 64.4%, and the indicators of real change were in the medium category with the number of respondents as many as 54 people or 65.9%. The conclusion of this research is that the effectiveness of the Chronic Disease Management Program at the Puskesmas, Bojongsari District, Purbalingga Regency is quite effective but still needs to be improved, such as information on activities or reminders via SMS gateways, home visits, appropriate activity times, and free medicines without the need to redeem at the pharmacy. in order to fully achieve a chronic disease management program. | |
| 28283 | 31641 | J1D016035 | TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM IKLAN SHOPEE DAN RELEVANSI TERHADAP PEMBELAJARAN TEKS IKLAN DI SMP | Penelitian ini berdasarakan masalah yang ditemui pada saat peneliti melaksanakan praktik lapangan persekolahan. Peserta didik mengalami kesulitan dan kebingungan dalam menelaah kebahasaan dan memhami maksud dari tuturan yang disampaikan dalam sebuah iklan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak tutur direktif yang terdapat dalam iklan Shopee sehingga dapat diterapkan sebagai media pembelajaran di sekolah. Bentuk penelitian ini adalah penelitian deskripsi kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah tuturan yang mengandung tindak tutur direktif. Sumber data penelitian ini adalah iklan Shopee, yang peneliti ambil dari situs youtube. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak, dengan teknik dasar sadap, dan teknik lanjutan yaitu teknik catat. Analisi data dalam penelitian ini menggunakan metode padan, dengan teknik dasar pilah unsur penentu, dan teknik lanjutan berupa hubung banding menyamakan dan hubung banding membedakan. Berdasarkan hasil analisis, peneliti menemukan ada 20 tuturan yang sudah berisi jenis dan fungsi tindak tutur direktif dalam iklan Shopee. Ada enam jenis tindak tutur direktif dalam peneitian ini, yaitu tindak tutur direktif jenis permintaan, jenis pertanyaan, jenis perintah, jenis larangan, jenis pemeberian izin, dan jenis nasihat. Peneliti juga menemukan sembilan fungsi tindak tutur direktif yang terdapat dalam iklan Shopee di antaranya tindak tutur direktif fungsi memohon, fungsi mengajak, fungsi bertanya, fungsi menyuruh, fungsi menginstruksi, fungsi mensyaratkan, fungsi melarang, fungsi memperkenalkan, dan fungsi menyarankan. Tuturan yang paling banyak digunakan dalam iklan Shopee ini adalah tindak tutur direktif jenis perintah dengan fungsi menyuruh, fungsi menginstruksi, dan fungsi mensyaratkan. Relevansi penelitian ini untuk pendidikan dapat dijadikan media pembelajaran dengan penerapan kompetensi dasar di SMP, yaitu KD 3.4 Menelaah pola penyajian dan kebahasaan teks iklan, slogan, atau poster yang dibaca dan didengar dan KD 4.4 Menyajikan gagasan, pesan, dan ajakan dalam bentuk iklan, slogan, dan poster baik secara lisan maupun tulisan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu peserta didik dalam memahami kebvahsaan yang terdapat dalam teks iklan, slogan, dan poster. Kata kunci: tindak tutur, direktif, iklan, shopee | This research is based on problems encountered when researchers carry out school field practices. Students are faced with difficulties and confusion in studying language and understanding the meaning of speech. This research aims to describe the types and functions of directive speech acts that contained in Shopee advertisements. So, that can be applied as learning media in schools. The data in this study are utterances containing directive speech acts. The data source of this research is Shopee advertisement, which the researchers took from youtube.com. The data collection in this study used the observation method, with basic tapping techniques, and advanced techniques, namely the note-taking technique. Analysis in this study uses equivalent method, with basic techniques of sorting the determining elements, and advanced techniques in the form of equalization and differentiating appeal links. Based on the analysis, the researcher found that there were 20 utterances that already contained the types and functions of directive speech acts in Shopee advertisements. There are six types of directive speech acts, there are type of directive speech act, type of request, type of question, type of command, type of prohibition, type of giving permission, and the type of advice. Researchers also found nine directive speech act functions that contained in Shopee's advertisements, including the directive speech act requesting function, inviting function, asking function, ordering function, instructing function, requiring function, prohibiting function, introducing function, and suggesting function. The most widely used speech in this Shopee advertisement is the command type directive speech act with an order function, an instruction function, and a require function. The relevance of this research to education is that it can become a learning medium by basic competences namely KD 3.4 Examines the presentation plan and language of advertising text, slogans, and posters that are read or heard and KD 4.4 Presents ideas, messages, and invitations in the form of adversisement, slogans, and posters both orally and in writing. The results of the study are expected to help students understand the languages contained in advertising text, slogans, and posters. Keywords: speech act, directive, advertisement, shopee | |
| 28284 | 31645 | I1B017058 | LITERATURE REVIEW : EFEKTIVITAS INTERVENSI PENDIDIKAN KESEHATAN DAN RELAWAN KOMUNITAS UNTUK MENGURANGI STIGMA TUBERKULOSIS | Latar Belakang: Tuberkulosis atau TBC masih menjadi epidemi di dunia. Stigma menyebabkan keterlambatan pengobatan dan pengobatan tidak selesai. Sehingga perlu dilakukan intervensi untuk menurunkan stigma TBC. Tujuan Penelitian: Penelitian bertujuan mengetahui keefektifan intervensi pendidikan kesehatan dan relawan komunitas dalam mengurangi stigma TBC di masyarakat. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian literature review. Tinjauan sistematis menggunakan PICO. Pencarian data menggunakan kata kunci dan boolean operator. Database yang digunakan yaitu Google Schoolar, Pubmed, Proquest, dan Science Direct. Didapatkan 5 artikel masuk analisis akhir. Artikel kemudian di ekstrasi, dinilai kualitasnya dan dianalisis dalam bentuk tabel PICO. Hasil: Pendidikan kesehatan yang dilakukan secara rutin setiap bulan selama 6-12 bulan efektif meningkatkan pengetahuan dan menurunkan stigma TBC. Relawan komunitas efektif menurunkan stigma TBC karena memiliki kesamaan budaya dan kemudahan akses wilayah dengan masyarakat. Pendidikan kesehatan lebih efektif dalam menurunkan stigma TBC karena dalam menjalankan tugas relawan komunitas juga melakukan pendidikan kesehatan. Kesimpulan: Intervensi pendidikan kesehatan dan relawan komunitas efektif dalam menurunkan stigma masyarakat. Pendidikan kesehatan lebih efektif, namun perlu pengujian lebih lanjut dengan menggunakan instrumen pengujian tertentu. | ABSTRACT Background : Tuberculosis or TBC is still an epidemic in the world. Community stigma causes delays in treatment and treatment is not completed. So it is necessary to do an intervention to reduce the stigma of society. Purpose : This study aims to determine the effectiveness of health education interventions and community volunteers in reducing the stigma of tuberculosis in the community. Methodology : This research is a literature review research. Systematic review using PICO. Search data using keywords and boolean operators. The databases used are Google Schoolar, Pubmed, Proquest, and Science Direct. Obtained 5 articles entered the final analysis. The articles were then extracted, assessed for quality and analyzed in the form of a PICO table. Result : Health education which is carried out regularly every month for 6-12 months is effective in increasing knowledge and reducing the stigma of tuberculosis. Community volunteers are effective in reducing the stigma of tuberculosis because they have a common culture and easy access to the area with the community. Health education is more effective in reducing the stigma of tuberculosis because in carrying out community volunteer duties, it also provides health education. Conclution : Health education interventions and community volunteering are effective in reducing community stigma. Health education is more effective, but needs further testing using certain testing instruments. | |
| 28285 | 31642 | J1C017024 | UNGKAPAN PERMOHONAN MAAF DALAM BAHASA JEPANG | Penelitian ini menganalisis tentang ungkapan permohonan maaf dalam bahasa Jepang. Latar belakang penelitian ini adalah banyak makna yang terkandung dalam ungkapan permohonan maaf dalam bahasa Jepang serta bentuk-bentuk yang terdapat pada ungkapannya seperti owabi, shazai, chinsha dan shinsha. Menanggapi hal tersebut, penulis meneliti tentang bentuk-bentuk ungkapan permohonan maaf dalam bahasa Jepang untuk bertujuan memberi pemahaman bagi pembelajar bahasa Jepang tentang bentuk-bentuk ungkapan permohonan maaf dalam bahasa Jepang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah ungkapan permohonan maaf yang terdapat dalam dialog drama "kansatsui asagao" serta di kaji menggunakan kajian sosiolinguistik. Ada 7 jenis tuturan permohonan maaf, yaitu warui na, gomen, sumimasen, moushiwake arimasen, taihen moushiwake arimasen, moushiwake gozaimasen, dan taihen go meiwaku o okakemashita. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif dan hasil penelitian menunjukan bahwa owabi mempunyai banyak makna, meminta maaf meskipun tidak membuat kesalahan, dan meminta maaf karena kesalahan yang tidak disengaja. Chinsha merupakan permohonan maaf yang menjelaskan alasan atau keadaannya terlebih dahulu. Shazai merupakan permohonan maaf karena telah merugikan orang lain. Shinsha merupakan permohonan maaf mendalam karena telah merepotkan banyak pihak. Semua bentuk permohonan maaf dipengaruhi status sosial, jarak sosial, dan keformalan dalam penggunaannya. | This research is an analysis expressions of apology in japanese language. The background of this reserch is multiple meanings contained in the expression of apology in Japanese as well as the forms contained in these expressions such as owabi, shazai, chinsha and shinsha. In response to this, the forms of apology expressions in Japanese were examined to provide understanding for Japanese learners about the forms of apology expressions in Japanese. The data used in this study are expressions of apology contained in the dialogue drama "kansatsui asagao" and studied using sociolinguistic studies. There are 7 types of apologies expressions, they are warui na, gomen, sumimasen, moushiwake arimasen, taihen moushiwake arimasen, moushiwake gozaimasen, and taihen go meiwaku o kakemashita. This research using descriptive analysis method and the results of the study show that owabi has many meanings, apologizing despite making no mistakes, and apologizing for unintentional mistakes. Chinsha is an apology that explains the reason or circumstances in advance. Shazai is an apology for causing harm to others. Shinsha is a deep apology for troubling so many people. All forms of apology are influenced by social status, social distance, and the formality of their use. | |
| 28286 | 31643 | I1B017006 | PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN KOMBINASI BAWANG DAYAK (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) DAN MADU TERHADAP KADAR HIGH DENSITY LIPOPROTEIN PADA TIKUS PUTIH (Rattus Norvegicus) DENGAN HIPERKOLESTEROLEMIA | Abstrak PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN KOMBINASI BAWANG DAYAK (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) DAN MADU TERHADAP KADAR HIGH DENSITY LIPOPROTEIN PADA TIKUS PUTIH (Rattus Norvegicus) DENGAN HIPERKOLESTEROLEMIA Arnasya Adellia As’ari1, Saryono2, Annas Sumeru3 Latar Belakang: Hiperkolesterolemia adalah kondisi terjadinya peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh yang diiringi dengan tingginya kadar LDL dan rendahnya kadar HDL. Kombinasi bawang dayak dan madu dapat meningkatkan kadar HDL. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh kombinasi seduhan bawang dayak dan madu terhadap kadar HDL pada tikus hiperkolesterolemia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode true experiment dengan pretest-posttest with control group design. Sampel menggunakan 30 ekor tikus putih yang dibagi menjadi 6 kelompok. Kelompok kontrol sehat (A), kelompok kontrol sakit (B), kelompok perlakuan bawang dayak dosis 0,1 g/Kg BB + madu 1 ml/Kg BB (C), kelompok perlakuan bawang dayak dosis 0,2 g/Kg BB + madu 1 ml/Kg BB (D), kelompok perlakuan bawang dayak dosis 0,4 g/Kg BB + madu 1 ml/Kg BB (E), kelompok pemberian simvastatin 0,18 mg/200 g BB (F). Perlakuan ini dilakukan selama 14 hari. Hasil pemeriksaan kadar HDL diuji dengan Shapiro wilk, uji One Way ANOVA, dan uji Post-Hoc Duncan. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi seduhan bawang dayak dan madu terbukti meningkatkan kadar HDL tikus hiperkolesterolemia. Kesimpulan: Penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi seduhan bawang dayak dosis 0,4 g/Kg BB dan madu 1 ml/KgBB adalah dosis paling efektif untuk meningkatkan kadar HDL. 1 Mahasiswa Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman. 2,3 Dosen Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman. | PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN KOMBINASI BAWANG DAYAK (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) DAN MADU TERHADAP KADAR HIGH DENSITY LIPOPROTEIN PADA TIKUS PUTIH (Rattus Norvegicus) DENGAN HIPERKOLESTEROLEMIA THE EFFECT OF GIVING A COMBINATION OF ONION DAYAK (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) AND HONEY ON HIGH DENSITY LIPOPROTEIN LEVELS IN WHITE RAT (Rattus Norvegicus) WITH HYPERCOLESTEROLEMIA Arnasya Adellia As’ari1, Saryono2, Annas Sumeru3 1 Nursing Student, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University 2,3 Lecturer of Nursing Department, Faculty of Health Science, Jenderal Soedirman University email: a.arnasya.aa@gmail.com ABSTRACT Background: Hypercholesterolemia is a condition of increasing cholesterol levels in the body which is accompanied by high levels of LDL and low levels of HDL. The combination of dayak onion and honey can increase HDL levels. Objective: To determine the effect of a combination of infused dayak onion and honey on HDL levels in hypercholesterolemic rats. Methods: This study used a true experimental method with a pretest-posttest control group design. The sample used 30 white rats which were divided into 6 groups. Healthy control group (A), sick control group (B), dayak onion treatment group dose 0,1 g / KgBB + honey 1 ml / KgBB (C), dayak onion treatment group dose 0,2 g / KgBB + honey 1 ml / KgBB (D), dayak onion treatment group dose 0,4 g / KgBB + honey 1 ml / KgBB (E), the group giving simvastatin 0.18 mg / 200 gBB (F). This treatment was carried out for 14 days. The results of HDL levels were tested using Shapiro Wilk, One Way ANOVA test, and Duncan Post-Hoc test. Results: The study showed that giving a combination of infused dayak onion and honey was proven to increase HDL levels of hypercholesterolemic rats. Conclusion: The study showed that a combination of infused dayak onion dose 0,4 mg / KgBB and honey 1 ml / KgBB is the most effective dose to increase HDL levels. | |
| 28287 | 31644 | D1E013161 | Studi Dinamika Kelompok Peternak Sapi Perah Di Kabupaten Banyumas | Penelitian bertujuan untuk mengetahui dinamika kelompok dan karakteristik peternak sapi perah, serta mengetahui hubungan karakteristik peternak dengan dinamika kelompok peternak sapi perah. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode survei. Penetapan sampel wilayah dilakukan dengan metode purposive sampling yaitu dengan mengambil wilayah yang memiliki ternak sapi perah. Pengambilan sampel responden menggunakan rumus slovin dan diperoleh sebanyak 45 peternak sapi perah, kemudian pengambilan responden menggunakan proportional random sampling. Analisis yang digunakan yaitu Analisis Deskriptif dan Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika kelompok peternak di Kabupaten Banyumas sebagian besar dalam kondisi dinamis (82,22%), umur peternak sapi perah sebagian besar dalam kategori produktif (66,67%), pendidikan peternak sebagian besar dalam kategori Sekolah Dasar (60,00%), pengalaman beternak sebagian besar dalam kategori >10 tahun (51,11%). Terdapat hubungan yang tidak nyata antara umur peternak dengan dinamika kelompok (0,977>0,05). Terdapat hubungan yang nyata antara pendidikan peternak dengan dinamika kelompok (0,012<0,05). Terdapat hubungan yang tidak nyata antara pengalaman beternak dengan dinamika kelompok (0,312>0,05). | This research aims to find out dynamics group of dairy cow farmer and characteristics of dairy cow farmer, to find out the corelation between dynamics group and characteristics of dairy cow farmer. The research method used is survey. The subject of this research is dairy cow farmer taken from one of area that has dairy farming using sampling purposive technique. The collecting sample of respondence uses slovin's formula. It is obtained fourty five dairy cow farmers then applies proportional random sampling to each subpopulation. Futhermore, this research is put on descriptive analysis and spearman Rank Corelation. The result of this result shows that dynamics group of dairy cow farmer in Banyumas is 82,22% in dynamics condition, age of dairy cow farmer is productive (66,67%), elementary level of dairy cow farmer is 60%, experience category more than 10 years of farming is 51,11%. There is no relationship between farmers characteristic and group dynamics (P>0.05). It can be concluded that has no corelation between education and dynamic group (P<0,05). Moreover, It has no corelation also between experience farming and dynamics group (P>0,05). | |
| 28288 | 31647 | I1B017063 | Hubungan Antara Dukungan Emosional Keluarga Dengan Perilaku Remaja Pengguna Media Sosial Facebook Di SMP N 1 Pangkah | Latar Belakang : Dukungan emosional keluarga adalah suatu dukungan seperti perasaan aman, nyaman, dan dicintai yang diberikan oleh keluarga. Perilaku remaja pengguna media sosial Facebook merupakan tindakan yang biasanya dilakukan oleh seseorang dalam menggunakan akun Facebook-nya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan emosional keluarga dengan perilaku remaja pengguna media sosial Facebook. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan desain studi cross sectional. Responden penelitian ini berjumlah 58 siswa-siswi. Penelitian ini dilakukan di SMP N 1 Pangkah. Penelitian ini menggunakan kuesioner dukungan emosional keluarga dan kuesioner perilaku remaja pengguna Facebook, serta form observasi perilaku penggunaan Facebook. Analisis data menggunakan uji Sommers’d. Hasil : Penelitian ini menunjukkan jumlah responden yang sama pada kategori kurang dukungan emosional keluarga dan kategori dukungan emosional keluarga baik (12,1%). Sedangkan untuk perilaku remaja pengguna Facebook ditemukan 10 responden (17,2%) dengan kategori rendah, 36 responden (62,1%) kategori sedang dan 12 responden (20,7%) kategori tinggi menggunakan Facebook. Hubungan antara dukungan emosional keluarga dengan perilaku remaja pengguna Facebook (p=0,004; p<0,05; r= -0,259). Kesimpulan : Terdapat hubungan yang negatif dan lemah antara dukungan emosional keluarga dengan perilaku remaja pengguna media sosial Facebook. Yang artinya remaja dengan dukungan emosional keluarga yang baik akan memiliki perilaku intensitas penggunaan media sosial Facebook yang rendah. Hal ini terbukti dengan remaja yang mendapat perhatian dan kepercayaan yang kurang akan mengalami perilaku intensitas penggunaan media sosial Facebook yang tinggi, Diharapkan tenaga kesehatan memberikan informasi mengenai tahap perkembangan remaja kepada keluarga, sehingga mampu memberikan dukungan emosional keluarga dengan baik. | Background: Family emotional support, supports feeling safe, comfortable, and loved by the family. The behaviour of adolescent using Facebook social media is an action that usually someone used their Facebook account. This study aims to determine the relationship between family emotional support and teenagers' behaviour using Facebook social media. Methods: This study is a quantitative correlational study with a cross-sectional study design. The number of respondents in this study was 48 students. The location of this research was Pangkah Junior High Schoool. This study used a family emotional support questionnaire and a Facebook user behaviour questionnaire, and a Facebook usage behaviour observation form. Data analysis using Sommers'd test. Results: This study indicated that the same number in less family emotional support and good family emotional support (12.1%). It was found that there was ten respondents (17,2%) with low category, thirty-six respondents (62,1%) with medium category and twelve respondents (20,7%) with high behaviour category.between The relationship between family emotional support and the behaviour of adolescent Facebook users (p = 0.004; p <0.05; r = -0.259). Conclusion: There is a negative and weak relationship between family emotional support and adolescent behaviour using Facebook social media. This means that adolescent with good family emotional support will have a low intensity behaviour of using Facebook social media. This is evidenced by adolescent who get less attention and trust will experience high intensity behaviour of using Facebook social media. We hoped that teenager could health workers' information about changes during teenage development can be provided by health workers to give them could by health workers to provid provide emotional family support properly. | |
| 28289 | 31648 | F1B016007 | Implementasi Sistem Zonasi di Kabupaten Banyumas (Studi Kasus SMP Negeri 4 Purwokerto) | Penerapan sistem zonasi memiliki implikasi yang berbeda di setiap sekolah, termasuk SMP Negeri 4 Purwokerto. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketentuan sistem zonasi pada Permendikbud dan Perbup serta implementasinya dan implikasinya terhadap nilai masuk siswa SMP Negeri 4 Purwokerto, mengetahui strategi pengelolaan di tingkat sekolah dan pembelajaran di kelas, dan strategi Dinas Pendidikan setelah tiga tahun sistem zonasi diterapkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Metode analisis data yang digunakan adalah interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem zonasi di SMP Negeri 4 Purwokerto tahun 2019 dengan ketentuan kewilayahan dinilai tidak sesuai dan tidak mengarah pada tujuan. Hal tersebut menyebabkan penerapan sistem zonasi di SMP Negeri 4 Purwokerto menggunakan dua model. Penerapan sistem zonasi juga berimplikasi pada penurunan nilai masuk siswa baru di SMP Negeri 4 Purwokerto. Penurunan kualitas ini tidak berdampak pada strategi pengelolaan sekolah yang tetap dapat membuka kelas unggulan dan kelas olahraga. Namun hal tersebut berdampak pada strategi pembelajaran di kelas yang harus disesuaikan dengan kemampuan akademik siswa. Sistem zonasi juga telah digunakan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas untuk pemerataan guru melalui redistribusi guru, peningkatan akses melalui perubahan status SMP Satu Atap menjadi SMP Reguler, dan strategi lain untuk percepatan peningkatan mutu pendidikan. di Kabupaten Banyumas. | The implementation of the zoning system has different implications for each school, including SMP Negeri 4 Purwokerto. The purpose of this study is to determine the provisions of the zoning system in Permendikbud and Perbup as well as its implementation and implications for the entry scores of students at SMP Negeri 4 Purwokerto, to know management strategies at the school level and classroom learning, and strategies of the Education Office after three years of the zoning system implemented. The method used in this research is qualitative. Selection of informants using purposive sampling and snowball sampling techniques. Collecting data through interviews, documentation, and observation. The data analysis method used is interactive. The results showed that the implementation of the zoning system at SMP Negeri 4 Purwokerto in 2019 with territorial provisions was considered inappropriate and did not lead to the goal. This causes the implementation of the zoning system at SMP Negeri 4 Purwokerto using two models. The implementation of the zoning system also has implications for the decline in entry scores for new students at SMP Negeri 4 Purwokerto. This decline in quality has no impact on school management strategies that can still open superior classes and sports classes. However, it has an impact on learning strategies in the classroom, which must adapt to students' academic abilities. The zoning system has also been used by the Banyumas District Education Office for equal distribution of teachers through teacher redistribution, increased access through changing the status of one roof junior high schools to regular junior high schools, and other strategies to accelerate improving the quality of education in Banyumas Regency. | |
| 28290 | 31649 | F1F013075 | THE ANALYSIS OF TYPES, STRATEGIES AND FELICITY CONDITION OF ADVICE GIVEN BY TYRION LANNISTER TOWARDS DAENERYS TARGARYEN IN GAME OF THRONE TV SERIES | Attaqi, Helmi Wafa. 2021. The Analysis of Types, Strategies and Felicity conditon of advice given by Tyrion Lannister towards Daenerys Targaryen in Game of Throne Tv series. Thesis. Pembimbing 1: Raden Pujo Handoyo, SS., M.Hum Pembimbing 2: Indriyati Hadiningrum, SS., M.Pd Penguji Eksternal: Dyah Raina Purwaningsih, SS, M.Hum, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Humaniora, Jurusan Sastra Inggris, Purwokerto. Kata Kunci: Pragmatic, Speech Act, Martinez-Flor’s Theory of Strategy of Expressing Advice. Game of Throne Tv Series. Penelitian ini berjudul The Analysis of Types, Strategies and Felicity conditon of advice given by Tyrion Lannister towards Daenerys Targaryen in Game of Throne Tv series bertujuan untuk mengetahui strategi, jenis dan juga felicity condition dari nasihat tersebut. Bidang penelitian ini adalah pragmatic dan menggunakan Teori Martinez-Flor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi, jenis dan felicity dari nasihat yang diberikan oleh Tyrion Lannister kepada Daenerys Targaryen. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis data berupa yang ucapan-ucapan Tyrion yang mengandung nasihat kepada Daenerys Targaryen. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 30 data yang ditemukan dalam serial game of throne. 30 data tersebut diklasifikasikan menjadi 3 jenis saran. Direktif atau langsung, Tidak Langsung Konvensional dan Tidak Langsung Non-Konvensional. Saya juga menemukan 5 strategi yang digunakan oleh Tyrion Lannister Dari 30 data tersebut: Imperatif 4, Deklaratif (langsung) 6, Probabilitas 10, Deklaratif (tidak langsung) 6 dan Hints atau Petunjuk 4. Strategi yang paling dominan adalah Probabilitas. Itu karena posisi Tyrion Lannister yang hanya sebagai penasihat sang ratu, tidak lebih . Dia jarang menggunakan strategi lain karena posisinya tersebut. Dia tidak bisa melampaui keinginan ratu, jadi dia hanya memberi ratu beberapa nasihat yang mungkin bermanfaat baginya sebagian besar dalam bentuk kemungkinan atau probabilitas. | Attaqi, Helmi Wafa. 2021. The Analysis of Types, Strategies and Felicity conditon of advice given by Tyrion Lannister towards Daenerys Targaryen in Game of Throne Tv series. Thesis. Supervisor 1: Raden Pujo Handoyo,SS.,M.Hum Supervisor 2: Indriyati Hadiningrum,SS.,M.Pd External Examiner: Dyah Raina Purwaningsih, S.S., M.Hum,Ministry of Education and Culture, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, Department of English Literature, Purwokerto. Keywords: Pragmatic, Speech Act, Martinez-Flor’s Theory of Strategy of Expressing Advice. Game of Throne Tv Series. This research is entitled The Analysis of Types, Strategies and Felicity conditon of advice given by Tyrion Lannister towards Daenerys Targaryen in Game of Throne Tv series aims to figure out the strategies, types and also felicity condition of advice. The field of this research is pragmatics and it uses Martinez-Flor’s Theory. This research aims to find the strategy, type and the felicity condition of advice given by Tyrion Lannister Towards Daenerys Targaryen. This research uses descriptive qualitative method to analyze the data which is Tyrion’s utterences that contains advice towards Daenerys Targaryen. The result of this research is that there are 30 data found in the game of throne tv series. Those 30 data are classified into 3 types of advice. Directive, Indirect Convenrionalized and Indirect Non-Conventionalized. I also found 5 strategies used by Tyrion Lannister From those 30 data: Imperative 4, Declarative(direct) 6, Probability 10, Declarative(indirect)6 and Hints 4. The most dominant strategy is Probability. That is because the position of Tyrion Lannister is only as an advisor of the queen not more. He rarely used the other strategy because of his position. He cannot surpass queen’s desire, so he just gives the queen some advices that might be beneficial to her mostly in a form of probability. | |
| 28291 | 31650 | G1A016040 | HUBUNGAN KADAR TRANSAMINASE DAN ALBUMIN SERUM DENGAN KADAR CARCINOEMBRYONIC ANTIGEN(CEA) PADA PASIEN KANKER KOLOREKTAL DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO TAHUN 2014-2020 | Latar Belakang : Kanker kolorektal (KKR) merupakan keganasan paling umum ke-3 di dunia dan jenis kanker paling mematikan kedua di negara maju. Carcinoembryonic antigen (CEA) telah digunakan sebagai serum marker/penanda diagnosis dan prognosis kanker kolorektal (KKR) selama beberapa tahun, dan signifikansi serta kegunaannya dalam aplikasi klinis telah dilaporkan dalam banyak penelitian, Kadar CEA serum pre-operasi < 5µg/L dapat digunakan sebagai prediktor kesintasan pasien seperti 5-year survival rate dan tumor-specific survival. Akurasi diagnostik CEA masih tergolong rendah. CEA relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan kandidat-kandidat marker KKR yang lain, seperti Macrophage inhibitory cytokine-1 / MIC-1 dan exosomal copine III / CPNE3 dalam memprediksi KKR. Rendahnya akurasi ini dapat dipengaruhi oleh variabilitas hasil pengukuran CEA. Untuk meningkatkan sensitifitas CEA dalam memprediksi KKR, diperlukan analisis lebih jauh terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kadar CEA seperti stadium tumor, kelas tumor, lokasi tumor, aktivitas merokok, obstruksi usus, dan status fungsi hati Tujuan : Mengetahui hubungan kadar CEA pasien dengan penurunan fungsi hati pada pasien kanker kolorektal di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metode : Rancangan penelitian yang akan digunakan adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan secara cross sectional, pengukuran variabel dilakukan satu kali pada satu saat. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder berupa rekam medis. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil : Variabel SGOT dan albumin memiliki korelasi yang signifikan terhadap kadar CEA serum. Kadar SGOT memiliki korelasi positif terhadap kadar CEA (p=0,003; r=0,432) sedangkan kadar albumin serum memiliki korelasi negatif terhadap kadar CEA (p=0,04; r=-0,308). Kesimpulan : Analisis korelasi menunjukkan kadar enzim SGOT berkorelasi positif terhadap kadar CEA serum, sedangkan kadar albumin serum berkorelasi negatif dengan kadar CEA serum pada pasien kanker kolorektal. | Background: Colorectal cancer is the 3rd most common malignancy in the world and the second most deadly type of cancer in developed countries. Carcinoembryonic antigen (CEA) has been used as a serum marker / marker for the diagnosis and prognosis of colorectal cancer (KKR) for several years, and its significance and use in clinical applications has been reported in many studies, pre-operative serum CEA levels <5µg / L can be used as predictors of patient survival such as 5-year survival rate and tumor-specific survival. The diagnostic accuracy of CEA is still low. CEA is relatively lower when compared to other TRC marker candidates, such as Macrophage inhibitory cytokine-1 / MIC-1 and exosomal copine III / CPNE3 in predicting TRC. This low accuracy can be affected by the variability of the CEA measurement results. To increase the sensitivity of CEA in predicting TRC, further analysis is needed on factors that influence CEA levels such as tumor stage, tumor grade, tumor location, smoking activity, intestinal obstruction, and liver function status. Objective: Knowing the correlation in CEA levels in patients with impaired liver function in colorectal cancer patients at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital. Method: The research design that will be used is an observational analytic study with a cross sectional approach, the measurement of variables is carried out once at a time. The research was conducted by collecting secondary data in the form of medical records. The sampling technique was using total sampling technique. Results: SGOT and albumin variables have a significant correlation with serum CEA levels. SGOT levels had a positive correlation with CEA levels (p = 0.003; r = 0.432) while serum albumin levels had a negative correlation with CEA levels (p = 0.04; r = -0.308). Conclusion: Correlation analysis shows that SGOT enzyme levels have a positive correlation to serum CEA levels, while serum albumin levels have a negative correlation with serum CEA levels in colorectal cancer patients. | |
| 28292 | 31651 | F1B016109 | Manajemen Sarana dan Prasarana Dalam Meningkatkan Proses Pembelajaran Di SD Negeri 1 Limpakuwus dan SD Negeri 1 Tambaksogra, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas | Sarana dan prasarana adalah salah satu aspek dari delapan standar sekolah yang harus dipenuhi. Dalam sarana dan prasarana ini, ruang kelas lah aspek yang paling penting karena efektifnya pembelajaran dapat dilihat dari banyaknya peserta didik yang berada dalam satu kelasnya. Dalam hal ini, SD 1 Limpakuwus memiliki ratio perbandingan yang tinggi antara ruang kelas dan peserta didiknya, sedangkan di SD 1 Tambaksogra memiliki ratio yang sudah memenuhi standar yang ada. Maka dari itu sangat diperlukan manajemen sarana dan prasarana yang baik agar proses pembelajaran tetap optimal atau bahkan bisa meningkat. Dengan dibantu oleh kepala sekolah, guru-guru, dan elemen sekolah yang lainnya diharapkan dapat mewujudkan manajemen sarana dan prasarana yang baik di kedua sekolah ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen sarana dan prasarana SD 1 Limpakuwus dan SD 1 Tambaksogra dalam meningkatkan proses pembelajaran, Kecamatan Sumbang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sasaram penelitian ini adalah Kepala sekolah, Guru-guru, dan komite di SD 1 Limpakuwus dan SD 1 Tambaksogra. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa manajemen sarana dan prasarana dalam meningkatkan proses pembelajaran sudah dikatakan berjalan dengan baik oleh kedua SD. Namun adanya sedikit kendala atau kekurangan terkait manajerial yang dilakukan oleh SD 1 Limpakuwus, yaitu belum adanya pegawai yang menangani sarana dan prasarana sekolah, peran komite sekolah yang masiih kurang aktif, masih kekurangan tenaga kerja sehingga menyebabkan kepala sekolah yang harus ambil alih, dan laporan bulanan yang harus diberikan ke Dinas Pendidikan terhambat karena masih harus dilengkapi oleh kepala sekolah. | Facilities and infrastructure are one aspect of the eight school standards that must be met. In these facilities and infrastructure, the classroom is the most important aspect because the effectiveness of learning can be seen from the number of students who are in one class. In this case, SD 1 Limpakuwus has a high ratio between classrooms and students, while SD 1 Tambaksogra has a ratio that meets existing standards. Therefore, it is necessary to have good management of facilities and infrastructure so that the learning process remains optimal or even increases. With the assistance of the principal, teachers, and other school elements, it is hoped that the management of facilities and infrastructure in both schools will be good. The purpose of this study was to determine how the management of facilities and infrastructure at SD 1 Limpakuwus and SD 1 Tambaksogra in improving the learning process, Sumbang District. This research uses descriptive qualitative method. Data collection techniques in this study are interviews, observation, and documentation. The targets of this research were the principal, teachers, and committees at SD 1 Limpakuwus and SD 1 Tambaksogra. The reselts of this study indicate that the management of facilities and infrastructure in improving the learning process has been said to be going well by the two rpimary school. However, there are a few obstacle or shortcomings related to the managerial actions carried out by SD 1 Limpakuwus, namely the absence of employees to handle school facilities and infrastructure, the role of the school committee which is stlii less active, still lacks of manpower, causing the principal to take over, and monthly reports, which must be given to the Education Office are hampered because the principal still has to be completed. | |
| 28293 | 31652 | I1B017039 | Hubungan Pengetahuan Kesiapsiagaan Bencana Tanah Longsor dengan Tingkat Kecemasan pada Perangkat Desa di Daerah Rawan Kecamatan Somagede | Latar Belakang: Pengetahuan kesiapsiagaan merupakan ilmu mengenai kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta melalui langkah yang tepat guna dan berdaya guna. Kecemasan merupakan dampak bencana yang dapat menganggu fisiologis tubuh, perasaan tegang yang tidak menyenangkan, dan perasaan aprehensif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan kesiapsiagaan bencana tanah longsor dengan tingkat kecemasan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Responden penelitian ini berjumlah 44 perangkat desa. Penelitian ini dilakukan di daerah rawan bencana Kecamatan Somagede. Penelitian ini menggunakan kuesioner pengetahuan kesiapsiagaan bencana tanah longsor dan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale untuk mengukur hubungan antara pengetahuan kesiapsiagaan bencana tanah longsor dengan tingkat kecemasan. Analisa data menggunakan uji Sommers’d. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (86,4%) dan berpendidikan sekolah menengah atas (68,2%) dengan usia 46-60 tahun (63,6%). Semua responden memiliki tingkat pengetahuan kesiapsiagaan bencana tanah longsor yang tinggi (100%). Sebagian besar responden tidak mengalami kecemasan (91%). Hubungan pengetahuan kesiapsiagaan bencana tanah longsor dengan tingkat kecemasan (nilai p = 0,708; p >0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan kesiapsiagaan bencana tanah longsor dengan tingkat kecemasan pada perangkat desa. Kata Kunci: bencana, kecemasan, kesiapsiagaan, pengetahuan, tanah longsor | Background: Preparedness knowledge is knowledge of activities undertaken to anticipate disaster through appropriate and efficient organization and steps. Anxiety is the impact of a disaster the physiology of the body, an unpleasant feeling of tension, and comprehensive feeling. This study aims to determine the correlation between knowledge of landslide disaster preparedness to anxiety level in village officials. Method: The research was a quantitative study with a cross sectional design. The respondents of this study were 44 village officials. This research was done in the disaster-prone areas Somagede. This study used the knowledge of landslide disaster preparedness and Hamilton Anxiety Rating Scale questionnaire to measure knowledge of landslide disaster preparedness to anxiety level. The data analysis used Sommers’d test. Result: The results showed that most of respondents are male (86,4%) and have high school education (68,2%) by age 46-60 (63,6%). All of respondents had high knowledge of landslide disaster preparedness (100%). Some respondents have a high anxiety level (91%). There was no significant correlation between knowledge of landslide disaster preparedness to anxiety level in village officials (p = 0.708; p >0.05). Conclusion: The research concluded that knowledge of landslide disaster preparedness is not related to anxiety level in village officials. Keywords: anxiety, disaster, knowledge, landslide, preparedness | |
| 28294 | 31653 | I1B017018 | Hubungan Dukungan Informasi dengan Tingkat Kecemasan Pasien Komorbiditas Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Timur II pada Masa Pandemi Covid-19 | Abstrak HUBUNGAN DUKUNGAN INFORMASI DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN KOMORBIDITAS HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOKERTO TIMUR II PADA MASA PANDEMI COVID-19 Eka Titi Setiani , Atyanti Isworo , Arif Setyo Upoyo Latar Belakang : Pasien dengan komorbiditas hipertensi memiliki risiko terinfeksi Covid-19 dua kali lebih besar. Hal ini mengakibatkan kecemasan pada pasien dengan komorbiditas hipertensi. Dukungan informasi yang diberikan dimungkinkan dapat berkontribusi mengurangi kecemasan yang dialami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan informasi dengan tingkat kecemasan pada pasien dengan komorbiditas hipertensi pada masa pandemi Covid-19. Metodologi : Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan teknik random sampling. Responden penelitian ini berjumlah 89 pasien prolanis di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Timur II. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan informasi dan kuesioner The Coronavirus Anxiety Scale. Analisa data menggunakan analisis bivariat Chi Square. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan informasi dengan tingkat kecemasan pada pasien dengan komorbiditas hipertensi dengan nilai p value yaitu 0,034 ( 0,034 < 0,05). Dukungan informasi yang baik akan menurunkan risiko mengalami kecemasan sebesar 0,897 kali (nilai RR = 0,897). Kesimpulan : Dukungan informasi yang baik dapat menurunkan tingkat kecemasan yang tinggi pada pasien dengan komorbiditas hipertensi di masa pandemi Covid-19. Kata Kunci : Covid-19, Dukungan Informasi, Hipertensi, Kecemasan | Abstract CORRELATION BETWEEN INFORMATIONAL SUPPORT AND LEVEL OF ANXIETY OF HYPERTENSION COMMORBIDITY PATIENTS IN THE WORKING AREA OF PUSKESMAS PURWOKERTO TIMUR II IN THE COVID-19 PANDEMIC PERIOD Eka Titi Setiani , Atyanti Isworo , Arif Setyo Upoyo Background :Patients with comorbid hypertension have a two times greater risk of being infected with Covid-19. This cause anxiety in patients with comorbid hypertension. The informational support provided is possible to contribute to reducing the anxiety levels. This study aims to determine the corellation between informational support and anxiety levels in patients with comorbid hypertension during the Covid-19 pandemic. Methodology:This study used a cross sectional design with random sampling technique. Respondents of this study were 89 prolanis patients in the working area of Puskesmas Purwokerto Timur II. The research instrument used an information support questionnaire and The Coronavirus Anxiety Scale questionnaire. Data analysis used Chi Square bivariate analysis. Research result :The results showed that there was a significant corellation between informational support and anxiety levels in patients with comorbid hypertension with a p value 0.034 (0.034 <0.05). Good information support will reduce the risk of experiencing anxiety by 0,897 ( value of RR = 0,897). Conclusion : Good information support can reduce high levels of anxiety in patients with comorbid hypertension during the Covid-19 pandemic. Keywords : Anxiety, Covid-19, Hypertension, Information Support | |
| 28295 | 31655 | I1B017005 | Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Remaja dalam Melaksanakan Protokol Pencegahan Covid-19 dengan Pendekatan Health Belief Model di Ketapang, Kalimantan Barat | Latar Belakang: Penyakit Covid-19 merupakan penyakit menular baru yang telah menjadi pandemi di seluruh dunia. Pelaksanaan protokol pencegahan Covid-19 masih menjadi upaya utama untuk mencegah penularan penyakit Covid-19. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan remaja dalam melaksanakan protokol pencegahan Covid-19 dengan pendekatan health belief model. Metodologi: Rancangan penelitian yang digunakan adalah analitik cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi SMPN 06 Satap Kendawangan. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 94 responden. Pengambilan data menggunakan instrumen berupa kuisioner. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki persepsi kerentanan rendah (48,9%), persepsi keseriusan tinggi (69,1%), persepsi manfaat tinggi (52,1%), persepsi hambatan sedang (68,1%), isyarat untuk bertindak sedang (60,6%), efikasi diri sedang (73,4%) dan tingkat kepatuhan pelaksanaan protokol pencegahan Covid-19 kategori cukup (69,1%). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara persepsi kerentanan, persepsi hambatan dan efikasi diri terhadap pelaksanaan protokol pencegahan Covid-19 pada remaja dengan nilai p (p=0,014; p=0,037; p=0,019). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi kerentanan, persepsi hambatan dan efikasi diri terhadap kepatuhan pelaksanaan protokol pencegahan Covid-19 pada remaja. | Background: Covid-19 is a new infectious disease that has caused a pandemic in the world. The application of the Covid-19 prevention protocol is still the main effort to prevent the transmission of the Covid-19 disease. This study aims to determine the factors that influence adolescent adherence levels in implementing the Covid-19 prevention protocol using a health belief model approach. Method: This study used a cross sectional analytic study design. The population in this study were students of SMPN 06 Satap Kendawangan. This study used a total sampling technique with 94 respondents. The data was collected through a questionnaire. Result: The results showed that most respondents had low perceived susceptibility (48.9%), high perceived severity (69.1%), high perceived benefits (52.1%), moderate perceived barriers (68.1%), moderate cues to action (60.6%), moderate self-efficacy (73.4%) and moderate adherence in implementing the Covid-19 prevention protocol (69.1%). The results also showed that there was a significant correlation between perceived suscepbility, perceived barriers and self-efficacy on the implementation of the Covid-19 prevention protocol in adolescents with p value (p=0.014; p=0.037; p=0.019). Conclusion : There is a significant correlation between perceived susceptibility, perceived barriers and self-efficacy to adherence the implementation of the Covid-19 prevention protocol in adolescents. | |
| 28296 | 31656 | I1B017028 | Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dalam Penggunaan Media Sosial Dan Motivasi Belajar Anak Usia 10-12 Tahun | Latar Belakang: Motivasi belajar dan dukungan keluarga dalam penggunaan media sosial merupakan hal yang penting bagi anak usia 10-12 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara dukungan keluarga dalam penggunaan media sosial terhadap motivasi belajar anak usia 10-12 tahun. Metode: Menggunakan penelitian kuantitatif. Jumlah sampel 50 anak usia 10-12 tahun di SDN 2 dan SDN 5 Purwonegoro dengan teknik simple random sampling. Instrumen menggunakan kuesioner dengan analisis univariat dan analisis bivariat uji Somers’ d. Hasil Penelitian: Menunjukkan bahwa responden penelitian berusia 10-12 tahun. Mayoritas jenis kelamin laki-laki 29 anak (58,0 %). Mayoritas responden 24 anak memiliki dukungan keluarga dalam penggunaan media sosial dengan kategori baik (48,0 %). Mayoritas responden 21 anak dengan kategori motivasi belajar tinggi (42,0 %). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara dukungan keluarga dalam penggunaan media sosial terhadap motivasi belajar anak usia 10-12 tahun. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dukungan keluarga dalam penggunaan media sosial terhadap motivasi belajar anak usia 10-12 tahun dengan kekuatan hubungan lemah. Kata Kunci: Dukungan keluarga dalam penggunaan media sosial, Motivasi belajar, Anak usia 10-12 tahun. | Background: Learning motivation and family support of social media are important for children age 10-12 years.This study aims to determine whether there is a relationship between family support of social media and the learning motivation of children aged 10-12 years. Methods: This study used quantitative research. The number of samples was 50 children aged 10-12 years in SDN 2 Purwonegoro and SDN 5 Purwonegoro who were taken through a simple random sampling technique. The instrument used was a questionnaire with univariate analysis and bivariate analysis with Somers' d test. Results: Indicated that the study respondent were 10-12 years old. Male sexes were 29 children (58.0%). The majority 24 children had family support in using social media in a excellent category (48.0%). Learning motivation variables as many as 21 children with high learning motivation category (42.0%). From results, there is a relationship between family support in the use of social media and the learning motivation of children aged 10-12 years. Conclusion: There is a relationship between family support of social media on learning motivation for children aged 10-12 years with weak relationship strength. Keywords: Family support of social media, motivation to learn, children aged 10-12 years. | |
| 28297 | 31657 | I1B017002 | PENGARUH KOMBINASI SEDUHAN BAWANG DAYAK (Eleutherine Palmifolia) DAN MADU TERHADAP PENURUNAN KADAR KREATININ SERUM PADA TIKUS (Rattus Norvegicus) INDUKSI STREPTOZOTOCIN | PENGARUH KOMBINASI SEDUHAN BAWANG DAYAK (Eleutherine Palmifolia) DAN MADU TERHADAP PENURUNAN KADAR KREATININ SERUM PADA TIKUS (Rattus Norvegicus) INDUKSI STREPTOZOTOCIN Anggi Febiola, Saryono, Hernayanti ABSTRAK Latar Belakang: Nefropati diabetik merupakan kerusakan vaskuler pada ginjal akibat gangguan metabolisme karbohidrat atau intoleransi gula seperti hiperglikemia. Mekanisme terjadinya karena kadar radikal bebas dalam tubuh meningkat. Salah satu tandanya adalah peningkatan kadar kreatinin dalam darah. Kombinasi bawang dayak (Eleuterine Palmifolia) dan madu dapat menurunkan kadar kreatinin darah karena mengandung flavonoid, asam fenolik, tanin, mineral, dan alkaloid yang membentuk antioksidan untuk menangkal radikal bebas dalam tubuh. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh kombinasi seduhan bawang dayak (eleutherine palmifolia) dan madu terhadap penurunan kadar kreatinin serum pada tikus (rattus norvegicus) induksi streptozotocin Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode true experiment dengan pretest-posttest with control group design. Sampel yang digunakan 30 ekor tikus putih yang dibagi menjadi 6 kelompok. Kelompok A kontrol sehat, kelompok B kontrol negatif, kelompok C diberikan perlakuan dosis seduhan 0,1 g/KgBB bawang dayak dan 1 ml/KgBB madu, kelompok D diberikan perlakuan dosis seduhan 0,2 g/KgBB bawang dayak dan 1 ml/KgBB madu, kelompok E diberikan perlakuan dosis seduhan 0,4 g/KgBB bawang dayak dan 1 ml/KgBB madu, dan kelompok F diberikan metformin dosis 45 mg/kgBB tikus. Perlakuan ini dilakukan selama 14 hari. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi seduhan bawang dayak dan madu terbukti menurunkan kadar kreatinin serum tikus induksi streptozotocin. Rerata penurunan kadar kreatinin pada dosis masing-masing adalah 1,01±0,08, 0,71±0,06, 0,69±0,09, 0,99±0,05 dengan dosis paling efektif untuk menurunkan kadar kreatinin serum adalah dosis 0,2 g/KgBB dan madu 1 ml/KgBB. Kata Kunci : Hiperglikemia, kreatinin, bawang dayak, madu, kombinasi bawang dayak dan madu. | EFFECT OF COMBINATION OF ONION CREAM (Eleutherine Palmifolia) AND HONEY ON THE REDUCTION OF SERUM CREATININE LEVELS IN RAT (Rattus Norvegicus) STREPTOZOTOCIN INDUCTION Anggi Febiola, Saryono, Hernayanti ABSTRACT Background: Diabetic nephropathy is vascular damage to the kidneys due to carbohydrate metabolism disorders or sugar intolerance such as hyperglycemia. The mechanism of occurrence is because the levels of free radicals in the body increase. One of the signs is an increase in creatinine levels in the blood. The combination of Dayak onions (Eleuterine Palmifolia) and honey can reduce blood creatinine levels because they contain flavonoids, phenolic acids, tannins, minerals, and alkaloids that form antioxidants to ward off free radicals in the body. Objective: To determine the effect of a combination of infusion of Dayak (eleutherine palmifolia) and honey on reducing serum creatinine levels in rats (rattus norvegicus) induced streptozotocin. Methods: This study used a true experimental method with a pretest-posttest control group design. The sample used 30 white rats which were divided into 6 groups. Group A was healthy control, group B was negative control, group C was given steeping dose treatment of 0,1 g/ KgBB of dayak onions and 1 ml / KgBB of honey, group D was given steeping dose treatment of 0,2 g / KgBB of dayak onions and 1 ml / KgBB of honey, group E The treatment was given a steeping dose of 0,4 g / KgBB of dayak onions and 1 ml / KgBB of honey, and group F was given a dose of metformin 45 mg / kgBB of rats. This treatment was carried out for 14 days. Results: The results showed that the combination of infused Dayak onion and honey was proven to reduce serum creatinine levels in streptozotocin-induced rats. The mean reduction in creatinine levels at each dose was 1.01 ± 0.08, 0.71 ± 0.06, 0.69 ± 0.09, 0.99 ± 0.05 with the most effective dose to reduce serum creatinine levels. is a dose of 0,4 g/KgBB and honey 1 ml / KgBB. Keywords: Hyperglycemia, creatinine, Dayak onions, honey, combination of Dayak onions and honey. | |
| 28298 | 31311 | C1C016095 | PENGARUH PERENCANAAN PAJAK, PROFITABILITAS, KOMITE AUDIT DAN KEPEMILIKAN MANAJERIAL TERHADAP MANAJEMEN LABA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perencanaan pajak, profitabilitas, komite audit dan kepemilikan manajerial terhadap manajemen laba. Manajemen laba diukur dengan Discreationary Revenue menggunakan model Stubben 2010. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2019. Terdapat sampel sebanyak 35 perusahaan yang diperoleh dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling dan menjadi 24 perusahaan setelah dilakukan data outlier. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel yang diolah dengan menggunakan Eviews 9. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) perencanaan pajak tidak berpengaruh positif terhadap manajemen laba, (2) profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap manajemen laba, (3) komite audit tidak berpengaruh negatif terhadap manajemen laba, (4) kepemilikan manajerial tidak berpengaruh negatif terhadap manajemen laba. | This study aims to determine the effect of tax planning, profitability, audit committee and managerial ownership on earnings management. Earnings management is measured by Discreationary Revenue using the Stubben 2010 model. The population in this study are manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) for the 2016-2019 period. There is a sample of 35 companies obtained by using purposive sampling technique and into 24 companies after data outliers. The data analysis technique used in this research is panel data regression which is processed using Eviews 9. The results of this research show that (1) tax planning has no positive effect on earnings management, (2) profitability has a significant positive effect on earnings management, (3) the audit committee has no negative effect on earnings management, (4) managerial ownership has no negative effect on earnings management. | |
| 28299 | 31666 | F1B016040 | AKUNTABILITAS PEMERINTAH DESA DALAM PENGELOLAAN DANA DESA (STUDI KASUS DESA KARANGTENGAH, KECAMATAN BATURRADEN, KABUPATEN BANYUMAS) | Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana akuntabilitas pemerintah desa dalam pengelolaan dana desa di Desa Karangtengah. Metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif sedangkan untuk teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling pemilihan informan yang benar-benar mengerti tentang informasi objek penelitian dan informan dapat dipercaya sebagai sumber data yang berkompeten. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Dalam menjamin keabsahan data yang digunakan yaitu teknik triangulasi sumber menggunakan model analisis interaktif Milles, Huberman dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntabilitas pemerintah desa dalam pengelolaan dana desa di desa Karangtengah sudah berjalan dengan baik. Dilihat dari aspek transparency, pemerintah desa karangtengah sudah terbuka sehingga masyarakat atau stakeholders dapat mengakses dengan mudah melalui infografik APBDes desa yang dipasang di depan balai desa. Aspek liability, penggunaan dana desa sesuai dengan aturan yang ada. Aspek controllability, pengawasan dari pihak internal dan eksternal dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk meminimalisir penyelewengan penggunaan dana desa. Aspek responsibility, aparatur pemerintah desa Karangtengah harus memahami dan patuh pada aturan yang sudah ditetapkan dalam pengelolaan dana desanya. Aspek responsiveness, pemerintah Desa Karangtengah cepat tanggap terhadap aspirasi masyarakat. | The purpose of this research is to find out how the accountability of the village government in managing village funds in karangtengah village. The method used is descriptive qualitative, while the informant selection technique uses purposive sampling, selecting informants who really understand the information on the object of research and the informants can be trusted as competent data sources. Collecting data through in-depth interviews, observation, and documentation. In ensuring the validity of the data used, the source triangulation technique uses the interactive analysis model of Milles, Huberman, and Saldana. The results showed that the accountability of the village government in managing village funds in the village of Karangtengah has gone well. Judging from the transparency aspect, the Karangtengah village government has been open so that the community of stakeholders can easily access it through the village APBDes infographics posted in front of the village hall. The liability aspect, the use of village funds is in accordance with existing regulations. the controllability aspect, supervision from internal and external parties is carried out in accordance with applicable regulations to minimize misuse of village funds. the aspect of responsibility, Karangtengah village government officials must understand and obey the rules that have been set in the management of village funds. the responsiveness aspect, the Karangtengah village government is responsive to the aspirations of the community. | |
| 28300 | 31640 | F1F014032 | Nonverbal Communication: Kinesic Activities Performed By Jordan B. Peterson in the Interview with Cathy Newman | Penelitian ini berjudul “Nonverbal Communication Analysis: Kinesic Activities performed by Jordan B. Peterson in the Interview with Cathy Newman. Penelitian ini berfokus kepada bahasa tubuh yang dilakukan oleh Jordan B. Peterson pada saat wawancara dilakukan. Penelitian ini dilakukan dengan acuan teori komunikasi nonverbal Thomas Sebeok (1996). Dengan menggunakan metode kualitatif sebagai model penelitian, penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengindentifikasi gerakan kinesic yang dilakukan oleh Jordan B. Peterson, 2) Menginterpretasikan gerakan kinesic Jordan B. Peterson yang telah teridentifikasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pandangan baru dalam pengertian gerakan kinesic saat komunikasi berlangsung. Berdasarkan hasil penelitian ini, teridentifikasi 82 gerakan kinesic yang dilakukan Jordan B. Peterson saat wawancara berlangsung. 65 (79.3%) dari 82 gerakan kinesic tersebut, teridentifikasi sebagai gesture, sedangkan 10 (12.2%) teridentifikasi sebagai sikap, sedangkan 7 gerakan kinesic (8,5%) yang terakhir adalah postur. Berdasarkan hasil penelitian ini, dari 82 gerakan kinesic hanya 79 gerakan kinesic yang dapat diinterpretasikan kedalam 7 kategori interpretasi. Diantara 7 kategori interpretasi, kategori interpretasi penguatan pernyataan memiliki jumlah terbesar yaitu 54. Lalu, diikuti dengan kategori interpretasi pelemahan pernyataan memiliki jumlah 13, diikuti dengan kategori interpretasi perlawanan dengan jumlah 4, sementara kategori interpretasi penggantian dan dukungan memiliki jumlah yang sama yaitu 3. Sedangkan kategori interpretasi penyamaran mendapatkan jumlah 2. Sedangkan tidak ada kategori interpretasi pengulangan yang teridentifikasi. Berdasarkan hasil ini, alasan dibalik angka gestur yang tinggi disebabkan karena gesture tidak memerlukan gerakan dari bagian tubuh lain untuk menyelesaikan wujudnya. Oleh karena itu gerakan gesture mudah dipahami dan dimengerti. Alasan yang sama juga membuat gestur memiliki wujud yang universal dan arti yang universal yang dapat dimengerti berbagai budaya, sesuatu hal yang tidak dimiliki sikap dan postur. Dari hasil penelitian juga menunjukan adanya debat yang terjadi saat wawancara berlangsung. Ini ditandai dengan tingginya jumlah angka kategori interpretasi penguatan pernyataan. Sehingga banyak argumen yang menerima perubahan konstruksi untuk diperdebatkan. Hal ini menunjukan bahwa gerakan kinesic adalah alat yang berguna untuk memperkuat perkataan dengan cara yang berbeda. | This research tittle is “Nonverbal Communication: Kinesic Activities Performed by Jordan B. Peterson in the interview with Cathy Newman.” It focuses on Jordan B. Peterson body language during the interview. The research is guided by Thoman Sebeok’s Nonverbal Communication theory (1996). Taking qualitative method as research design, this research is aimed: 1) to identify kinesic activities performed by Jordan B. Peterson, 2) to interpret the meaning of each identified kinesic activities performed by Jordan B. Peterson. This research is expected to give a new perspective in understanding kinesic activities during communication. Based on the result, there are 82 kinesic activities performed by Jordan B. Peterson. 65 (79.3%) of identified kinesic activities are gesture, 10 (12.2%) are manner, and 7 (8.5%) are posture. Based on the result, among 82 kinesic activities, only 79 that can be interpreted, and included to 7 categories of interpretation. Amongst the 7 categories, strengthen statement interpretation category has the highest counts, reaching 54 counts, followed by weaken statement interpretation category with 13 counts, then oppose statement interpretation category with 4 counts, while replacing particular utterance interpretation category and supporting statement interpretation category have the same amount of count, which is 3, in the other hand disguising statement interpretation category has 2 counts. From all the 7 categories of interpretation, only repeating statement interpretation category is absent. The result suggests that the reason behind high number of gestures performed is because gesture does not need any involvement from numerous body part to be finally formed. Therefore, gesture is practical, and easy to understand. This is also why gesture has universal form, and universal meaning that can be understood across culture while manner and posture does not, this means gesture is far more superior than manner and posture. The result also suggest that a debate occurred during the interview, this is shown from the high number of kinesic activities categorize as strengthen statement interpretation category. Thus, many arguments receiving a reconstruction or rearrangement in order to argue. Therefore, kinesic activity is a good tool to boost argument in peculiar way. |