Artikelilmiahs
Menampilkan 25.521-25.540 dari 50.268 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 25521 | 28873 | D1A016213 | PENGGUNAAN MINYAK SAFFLOWER (Carthamus tinctorius L.) DAN INOSITOL DALAM PAKAN TERHADAP KADAR LEMAK DAN KOLESTEROL HATI AYAM SENTUL JANTAN | Penelitian berjudul “Penggunaan Minyak Safflower (Carthamus tinctorius L.) dan Inositol dalam Pakan terhadap Kadar Lemak dan Kolesterol Hati Ayam Sentul Jantan”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan minyak safflower (Carthamus tinctorius L.), inositol dan kombinasi keduanya yang ditambahkan ke dalam pakan terhadap kadar lemak dan kolesterol hati ayam Sentul Jantan. Materi penelitian terdiri dari ayam Sentul Kelabu jantan umur 8 minggu berjumlah 81 ekor yang dipelihara selama 8 minggu hingga berumur 16 minggu. Pakan yang diberikan merupakan pakan basal dengan minyak safflower dan inositol sebagai bahan perlakuan. Pemberian pakan dilakukan dua kali sehari yaitu pada pukul 07.00 dan 13.00. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 9 perlakuan dan 3 ulangan, dengan setiap ulangan terdiri dari 3 ekor ayam. Perlakuan yang diberikan pada penelitian ini yaitu, R0= pakan basal (0% minyak safflower dan 0% inositol); R1= pakan basal + minyak safflower 0,5%; R2= pakan basal + minyak safflower 1,0%; R3= pakan basal+ inositol 0,5%; R4= pakan basal+ inositol 1,0%; R5= pakan basal + minyak safflower 0,5% dan inositol 0,5%; R6= pakan basal + minyak safflower 0,5% dan inositol 1,0%; R7= pakan basal + minyak safflower 1,0% dan inositol 0,5% dan R8= pakan basal + minyak safflower 1,0% dan inositol 1,0%. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan minyak safflower dan inositol dalam pakan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar lemak dan kolesterol hati ayam sentul jantan. Disimpulkan bahwa penambahan minyak safflower, inositol dan kombinasi keduanya dengan konsentrasi 0,5% dan 1,0% dalam pakan menghasilkan presentase kadar lemak hati berkisar antara 3,97-6,16% dengan presentase peningkatan kadar lemak sebesar 38,28%. Penambahan 0,5% minyak safflower dan 0,5% inositol efektif dalam menurunkan kadar kolesterol hati ayam sentul jantan dengan presentase penurunan sebesar 10,38% dari pakan kontrol. | The research were entitled “The Use of Safflower Oil (Carthamus tinctorius L.) and Inositol in Feed on Fat and Cholesterol Levels of Sentul Roosters Liver”. This study aimed to determine the effect of safflower oil (Carthamus tinctorius L.), inositol and a combination of both in the diet on fat and cholesterol levels of Sentul roosters liver. The material used in the study were 8 weeks gray Sentul roosters totaling 81 which were maintained for 8 weeks until 16 weeks. Diet were divided into basal feed with safflower oil and inositol as the treatment material. Diet given twice per day at 07.00 am and 01.00 pm. The experimental was conducted using the experimental method with a completely randomized design (CRD), with 9 treatments and 3 replications, and each research unit consist of 3 chickens. The treatments were consisted of: R0= basal feed (0% safflower oil dan 0% inositol); R1= basal feed + 0,5% safflower oil; R2= basal feed + 1,0% safflower oil; R3= basal feed+ 0,5% inositol; R4= basal feed + 1,0% inositol; R5= basal feed + 0,5% safflower oil and 0,5% inositol ; R6= basal feed + 0,5% safflower oil and 1,0% inositol; R7= basal feed + 1,0% safflower oil and 0,5% inositol and R8= basal feed + 1,0% safflower oil and 1,0% inositol. The result showed that the diet containing safflower oil and inositol gave significant influence (P<0,05) to the fat and cholesterol levels of Sentul roosters liver. Conclusions the used of safflower oil, inositol and a combination of both with concentrations of 0,5% and 1,0% in the diet produced percentage of liver fat content ranging from 3,97 to 6,16% with a percentage increased of 38,28%. The addition of 0,5% safflower oil and 0,5% inositol were effective in reduced cholesterol levels of Sentul roosters liver with a percentage decrease of 10,38% from control feed. | |
| 25522 | 28379 | J1D015013 | Kritik Sosial dalam Novel Laut Bercerita: Tinjauan Sosiologi Sastra dan Implementasinya sebagai Bahan Ajar di SMA | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud kritik sosial yang terdapat dalam novel Laut Bercerita. Bentuk penelitian yang digunakan yaitu deskriptif analitik, dengan data berupa penggalan novel Laut Bercerita yang mengandung permasalahan sosial dan berpotensi memunculkan kritik sosial. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif analitik dengan metode pengumpulan data menggunakan baca, simak, dan catat (BSC). Teknik analisis yang digunakan ialah teknik analisis isi. Berdasarkan penelitian, ditemukan 10 data dengan 10 masalah sosial dan 11 kritik sosial yang terkandung di dalamnya. Data terbanyak ditemukan pada jenis masalah sosial birokrasi dengan jumlah 5 data yang memuat 5 masalah sosial dan memuat 6 kritik sosial. Masalah sosial disimpulkan berdasarkan teori masalah sosial umum Soekanto, sedangkan kritik sosial ditentukan dengan mengaitkan perasalahan sosial yang terdapat dalam data dengan kejadian nyata sesuai latar novel berlangsung. Novel Laut Bercerita berjenis fiksi historis akan relevan jika digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran sastra terutama materi teks cerita (novel) sejarah pada kelas XII SMA. Hasil penelitian berupa kritik sosial yang dianalisis berdasarkan kaitannya dengan peristiwa di kehidupan nyata dapat dijadikan bahan penulisan teks eksplanasi, khususnya teks eksplanasi fenomena sosial. Oleh karena itu peneliti simpulkan bahwa, hasil penelitian ini dapat diterapkan sebagai bahan ajar yang terkandung dalam K.D. 4.3 Mengonstruksi nilai-nilai dari informasi cerita sejarah dalam sebuah teks eksplanasi. | The purpose of this research is to describe about the social critics contained in Laut Bercerita Novel. This is a descriptive analytic research, the data is all part of story in this novel that contain the social problems and the tendency to raise the social critics. Reaserceruse use method analytique descriptive, data collecting method is by reading, observation, and note taking (BSC), and the data analysis used the technique of content analysis. Based on the result of this research, there are found 10 data, which are about 10 data of social problems and 11 data of social critics in Laut Bercerita novel. The data mostly found is from the kind of birocration social problem, it is about 5 data and containing 5 data of social problems and 6 data of social critics. The social problems in this research is used the general social problem theory by Soekanto, and the social critics define by connecting the social problem from the data with the reality based on the story setting in the novel. Laut Bercerita is a historical fiction novel that could be relevant to be used as the teaching materials for literature learning, especially on the history text (novel) material in the class XII of high school. The social critics as the result of the research that related to the real life could be used for the materials to write explanation text, especially expalanation text of social phenomenon. Therefore, the result of this research could be implemented as teaching materials of KD. 4.3. Constructing the values of historical story information in the explanation text. | |
| 25523 | 28384 | E2A017014 | RESOLUSI KONFLIK TERHADAP PERISTIWA KEKERASAN STRUKTURAL DI KELURAHAN BARA-BARAYA, KOTA MAKASSAR, PROVINSI SULAWESI SELATAN. | Tentara Nasional Indonesia (TNI) berkewajiban melaksanakan tugas dan fungsinya perlindungan marwah dan kedaulatan NKRI dari agresi negara lain. Hal tersebut secara rigid terdapat dalam UU TNI dan turunan-turunannya. Namun dibeberapa daerah, TNI berkontribusi menjadi salah satu pihak yang terlibat dalam sebuah konflik. Alih-alih menengahi,, kehadirannya justru menampakkan keberpihakan kepada salah satu pihak tidak terkecuali konflik yang terjadi di Bara Baraya, Makassar. TNI menjadi garda terdepan dalam proses penggusuran 42 KK di pemukiman bekas perumahan KODAM XIV Wirabuana/ Hasanuddin. Tak pelak, pada akhirnya menimbulkan reaksi balasan dari warga setempat. Peristiwa ini menyisakan sejumlah kejanggalan: (1) TNI tidak memiliki kewenangan sebagai aparat penegak hukum (2) Eksekusi pemukiman tidak mendasari pada putusan pengadilan manapun. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yuridis sosiologis. Sumber bahan hukum yang terdapat dalam penelitian ini berasal dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier dengan teknik pengumpulan data berdasarkan wawancara mendalam dan studi kepustakaan yag diolah dan dianalisa dengan metode deskripitf analisis. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan fakta bahwa terdapat 2 (dua) faktor pemicu yang sering menyebabkan terjadinya konflik di Sulawesi Selatan, yakni faktor lokasi yang strategis serta bernilai ekonomis dan kebudayaan masyarakat Makassar yang tidak kenal kompromi apabila menghadapi permasalahan yang berkaitan dengan harga diri. Cara-cara penyelesaian yang cenderung otoriter, menempatkan masyarakat dalam kedudukan yang tidak egaliter. Tentu saja pada gilirannya, permasalahan yang bermula dari sengketa keperdataan, meluas menjadi konflik struktural. Sudah semestinya masing-masing pihak secara sukarela bersedia duduk dalam posisi yang setara dan melepaskan egoisme masing-masing demi terciptanya suatu pola penyelesaian yang tidak hanya dapat diterima, namun juga bertahan dalam jangka waktu panjang. | The Indonesian National Army (TNI) has obligation to carry out its duties and functions to protect the honour and sovereignty of the Unitary Republic of Indonesia from other countries’ aggression. It rigidly containes in the TNI Law and its derivatives. But in some areas, TNI contributes to be one of the parties who involves in a conflict. Instead of mediating, its presence actually shows preference to one of the side including the conflict in Bara Baraya, Makassar. TNI is at the forefront in the process of evicting 42 families in the former housing complex of KODAM XIV Wirabuana/ Hasanuddin. Inevitably, in the end it provoked a backlash from local residents. This incident lefts a number of irregularities: (1) TNI does not have authority as a law enforcement apparatus (2) Execution of settlements is not based on any court decision. The method used in this research is sociological juridical research. Sources of legal material contained in this study from primary, secondary and tertiary legal materials with data collection techniques based on in-depth interviews and literature studies which processed and analyzed by descriptive analysis methods. Based on the results of the study, it was found that there are two triggering factors that often cause conflicts in South Sulawesi, namely strategic location factors and economic and cultural values of the Makassar people who are uncompromising when facing issues related to self-esteem. Methods of settlement which tend to be authoritarian, place the community in unequal position. Of course, in turn, the problems that began with civil disputes, expanded into structural conflicts. It should be that each party voluntarily is willing to think in an equal position and let go of each other's selfishness in order to create a pattern of resolution that is not only acceptable, but also lasts for a long period of time. | |
| 25524 | 28385 | J1D015040 | Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi Menggunakan Metode Outdoor Learning pada Siswa Kelas VIII E SMP Negeri 1 Kroya Tahun Pelajaran 2019/2020 | Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di kelas VIII E SMP Negeri 1 Kroya dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa menggunakan metode outdoor learning dan mendeskripsikan perubahan perilaku siswa. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil subjek sebanyak 30 siswa dalam kelas VIII E, sedangkan objek pada penelitian ini yaitu keterampilan menulis puisi menggunakan metode outdoor learning pada siswa kelas VIII E SMP Negeri 1 Kroya. Instrumen pada penelitian ini ada dua macam, yaitu intrumen tes dan nontes. Instrumen tes digunakan untuk memperoleh data yang berupa nilai atau data kuantitatif, sedangkan instrumen nontes digunakan untuk memperolah data yang bukan berupa nilai atau kualitatif. Data kualitatif diperoleh melalui observasi, kuisioner, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya, data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis menggunakan teknik kuantitatif dan kualitatif. Hasil dari penelitian dan pengolahan data menunjukkan keterampilan menulis puisi siswa kelas VIII E mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Perolehan nilai rata-rata menulis puisi pada prasiklus yaitu 54,2 meningkat menjadi 63,6 pada siklus I. Kemudian hasil menulis puisi kembali mengalami peningkatan menjadi 71,8 pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar siswa juga mengalami peningkatan, dari 23,33% pada prasiklus menjadi 53,33% pada siklus I, lalu menjadi 76,67% pada siklus II. Selain terjadi peningkatan pada hasil tes menulis puisi, penggunaan metode outdoor learning juga mengakibatkan terjadinya perubahan perilaku siswa ke arah yang positif pada setiap siklusnya. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti memberikan saran agar outdoor learning dapat dijadikan alternatif metode pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi. | This research is a classroom action research conducted in class VIII E SMP Negeri 1 Kroya with the aim of improving students' poetry writing skills using the outdoor learning method and describing changes in student behavior. This research was conducted by taking as many as 30 students in class VIII E, while the object in this study was the skill of writing poetry using the method of outdoor learning in class VIII E students of SMP Negeri 1 Kroya. There are two kinds of instruments in this research, test and nontest instruments. The test instrument is used to obtain data in the form of values or quantitative data, while the non-test instrument is used to obtain data that is not in the form of values or qualitative. Qualitative data were obtained through observation, questionnaires, interviews, and documentation. Furthermore, the data obtained from this study were analyzed using quantitative and qualitative techniques. The results of research and data processing show poetry writing skills of students in class VIII E has increased in each cycle. The acquisition of the average value of writing poetry in pre-cycle which is 54.2 increased to 63.6 in cycle I. Then the results of writing poetry again increased to 71.8 in cycle II. The percentage of students' mastery learning also increased, from 23.33% in the pre-cycle to 53.33% in the first cycle, then to 76.67% in the second cycle. In addition to an increase in poetry writing test results, the use of outdoor learning methods also results in changes in student behavior in a positive direction in each cycle. Based on the results of this study, researchers provide suggestions that outdoor learning can be used as alternative method to improving poetry writing skills. | |
| 25525 | 28386 | F1B115011 | PENGARUH KEMAMPUAN KERJA, MOTIVASI KERJA DAN KOORDINASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN PURBALINGGA | Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Purbalingga merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak dalam bidang penyedia jasa air minum di Kabupaten Purbalingga dimulai sejak tahun 1927 hingga sekarang secara konsisten melayani masyarakat. Dimulainya pengelolaan penyedian air bersih dalam bentuk Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Purbalingga dimulai sejak ditetapkan peraturan daerah kabupaten Purbalingga Nomor 1 Tahun 1968 tentang Pendirian Perusahaan daerah Air minum kabupaten purbalingga tanggal 27 agustus 1968. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan kerja, motivasi kerja dan koordinasi kerja bersama-sama dan parsial terhadap kinerja pegawai perusahaan daerah air minum kabupaten purbalingga. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan seluruh populasi pegawai PDAM. Menggunakan sampel jenuh didapatkan 96 orang menjadi responden. Untuk menguji pengaruh kemampuan kerja, motivasi kerja dan koordinasi kerja terhadap kinerja pegawai digunakan metode statistik uji regresi ordinal. Pengeolahan data dilakukan dengan menggunakan program SPSS 160 For Windows. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa secara bersama-sama kemampuan kerja, motivasi kerja dan koordinasi kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Purbalingga. Hal ini dibuktikan dari hasil uji regresi ordinal yang memiiliki hasil posiif, dengan nilai chi-square sebesar 19.246, sedangkan chi-square tabel dengan taraf kepercayaan 95% dengan df=4 adalah sebesar 9,488. Jadi nilai chi-square hitung > chi-square tabel (19.246 > 9.488), sehingga dapat dikatakn hasil perhitungan regresi ordinal adalah siginifikan. | The Regional Water Supply Company (PDAM) of Purbalingga Regency is a Regional-Owned Enterprise (BUMD) which operates in the field of drinking water service providers in Purbalingga Regency starting in 1927 until now consistently serving the community. The start of the management of clean water supply in the form of a Regional Water Supply Company in the Purbalingga Regency began since the stipulation of Purbalingga regency number 1 of 1968 concerning the Establishment of a Regional Water Supply Company in Purbalingga Regency on 27 August 1968. This study aims to determine the effect of work ability, work motivation and work coordination together and partially on the performance of the employees of the regional drinking water company in Purbalingga Regency. This type of research is a quantitative method with the entire population of PDAM employees. Using a saturated sample 96 people were identified as respondents. To test the effect of work ability, work motivation and work coordination on employee performance the statistical method of the ordinal regression test was used. Data processing is done using the SPSS 160 For Windows program. Based on the results of the study showed that together work ability, work motivation and work coordination had a positive and significant effect on the performance of employees of the Regional Water Supply Company of Purbalingga Regency. This is evidenced from the results of the ordinal regression test which has positive results, with a chi-square value of 19,246, while the chi-square table with a 95% confidence level with df = 4 is 9,488. So the value of chi-square count> chi-square table (19.246> 9,888), so it can be said the results of ordinal regression calculations are significant. | |
| 25526 | 28391 | J1A015029 | THE IMPACT OF HUMAN’S BEHAVIOR ON THE DOLPHIN’S LIFE IN DOLPHIN TALE SERIES DIRECTED BY CHARLES MARTIN SMITH | Penelitian yang berjudul “The Impact of Human’s Behavior on Dolphin’s Life in Dolphin Tale Series Directed by Charles Martin Smith” bertujuan untuk mencari tahu bagaimana dampak perilaku manusia terhadap kehidupan lumba-lumba dalam film Dolphin Tale. Peneliti menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis data. Data utama dari penelitian ini adalah film dari Charles Martin Smith yang berjudul Dolphin Tale (2011) dan Dolphin Tale 2 (2014). Selain itu, peneliti juga menggunakan teori Ekokritisisme untuk menganalisis dampak positif dan negatif dari perilaku manusia terhadap kehidupan lumba-lumba. Teori tentang manusia dan alam serta penelitian tentang lumba-lumba juga digunakan untuk menganalisis dampak perilaku manusia terhadap kehidupan lumba-lumba. Selain itu, peneliti menemukan bahwa beberapa perilaku manusia dapat memberikan dampak positif dan negatif terhadap kehidupan lumba-lumba. Dampak negatifnya dapat terlihat pada lumba-lumba yang mengalami cedera yang disebabkan oleh manusia. Sedangkan untuk dampak positifnya dapat dilihat pada lumba-lumba yang berhasil disembuhkan. Berdasarkan fakta tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat keseimbangan antara dampak positif dan negatif dari perilaku manusia terhadap kehidupan lumba-lumba. | The research entitled “The Impact of Human’s Behavior on Dolphin’s Life in Dolphin Tale Series Directed by Charles Martin Smith” aims to figure out how human’s behaviors affect the dolphin’s life in Dolphin Tale. The researcher used qualitative method to analyze the data. The primary data is Charles Martin Smith’s movies entitled Dolphin Tale (2011) and Dolphin Tale 2 (2014). In addition, the researcher used Ecocriticism theory to analyze the positive and negative impacts of the human’s behavior on the dolphin’s life. Theories of human and nature, and dolphin studies also used to analyze the impacts of the human’s behavior on the dolphin’s life. Moreover, the researcher found that some of human’s behaviors can give the negative impacts while the other gives the positive impacts to the dolphin’s life. Human behaviors both positive and negative can affect the dolphin’s life. The negative impact can be seen on the dolphin who gets the injury because of human behavior. Meanwhile, the positive impact can be seen on the dolphin who successfuly recovered. Based on those fact, it can be concluded that there is a balance of the positive and negative impacts of human’s behavior in dolphin’s life. | |
| 25527 | 28405 | I1A015021 | Efektivitas Tanaman Eceng Gondok (Eichornia Crassipes) dalam Menurunkan Kadar COD pada Limbah Cair Tempe | Latar Belakang: Limbah merupakan buangan yang dihasilkan melalui proses produksi baik industri ataupun domestik (rumah tangga).. Produksi pembuatan tempe dapat menghasilkan limbah cair dalam jumlah yang besar sehingga dapat membahayakan lingkungan apabila dibuang tanpa diolah terlebih dahulu. Modifikasi teknik fitoremediasi menggunakan tanaman eceng gondok dapat menurunkan kadar COD yang terdapat pada limbah tempe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas tanaman eceng gondok terhadap penurunan kadar COD pada limbah tempe. Metodologi: penelitian true experiment ini menggunakan pretest-postest with control group design dengan rancangan acak lengkap (RAL). Populasi penelitian adalah air limbah tempe yang didapatkan dari industri tempe X di desa Pliken Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode fitoremediasi dengan tanaman eceng gondok dengan berat masing-masing 100gr,200gr, dan 300gr dengan lama waktu kontak 2 hari, 4 hari, dan 6 hari dengan pengulangan sebanyak 3 kali. Uji statistik yang digunakan adalah uji normalitas dengan Shapiro Wilk, dilanjut dengan uji Kruskal Wallis, dan uji beda menggunakan uji Mann Whitney dan T Independen. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penurunan kadar COD yang berbeda pada masing-masing perlakuan yaitu: berat eceng gondok 100gr/2 hari, 100gr/4 hari, 100gr/6 hari, 200gr/2 hari, 200gr/4 hari, 200gr/6 hari, 300gr/2 hari, 300gr/4 hari, 300gr/6 hari. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas tertinggi menggunakan eceng gondok (Eichornia crassipes) ada pada perlakuan 300gr/4 hari yaitu 92.96% sedangkan efektivitas terendah pada perlakuan 100gr/2 hari yaitu 59.37%. | Background: Waste is waste produced through industrial or domestic (houshold) production processes. Production of tempe making can produce large amounts of liquid waste so that it can endanger the environment if it is discharget without being processed first. Modification of phytoremediation techniques using water hyacinth plants can reduce the levels of COD contained in tempe waste. This study aims to determine the effectiveness of water hyacinth plants in reducing COD levels in tempe waste. Methodology: This true experimental study used a pretest-posttest with control group design with a completely randomized design (CRD). The research population is tempe wastewater obtained from tempe X industry in Pliken village, Kembaran subdistrict, Banyumas district. This research uses phytoremediation method with water hyacinth plants with a weight of 100gr, 200gr, and 300gr respectively with a contact time of 2 days, 4 days, and 6 days with repetition of 3 times. The statistical test used was a normality test with Shapiro Wilk, followed by a Kruskal Wallis test, and a different test using the Mann Whitney and Independent T tests. Results: The results showed that the effectiveness of different COD levels in each treatment were: weight of water hyacinth 100gr / 2 days, 100gr / 4 days, 100gr / 6 days, 200gr / 2 days, 200gr / 4 days, 200gr / 6 days, 300gr / 2 days, 300gr / 4 days, 300gr / 6 days. Conclusion: The results showed that the highest effectiveness using water hyacinth (Eichornia crassipes) was at 300gr / 4 days treatment that was 92.96% while the lowest effectiveness at 100gr / 2 days treatment was 59.37%. | |
| 25528 | 28387 | J1D015028 | Peningkatan Keterampilan Menulis Cerita Fantasi Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Example Non-example pada Siswa Kelas VII G SMP N 1 Kroya | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis cerita fantasi pada siswa kelas VII G SMP N 1 Kroya beserta perubahan perilaku siswa yang terjadi selama pembelajaran menulis cerita fantasi. Penelitian ini adalah jenis penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas VII G SMP N 1 Kroya yang berjumlah 30 siswa, sedangkan objek penelitian pada penelitian ini yaitu keterampilan menulis cerita fantasi menggunakan model pembelajaran koperatif tipe Example Non-example pada siswa kelas VII G SMP N 1 Kroya. Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Example Non-example dalam pembelajaran menulis cerita fantasi pada siswa kelas VII G SMP N 1 Kroya dapat meningkatkan keterampilan menulis cerita fantasi pada setiap siklusnya. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus, yaitu prasiklus, siklus I , dan siklus II. Perolehan nilai rata-rata menulis cerita fantasi prasiklus yaitu 61,67 meningkat menjadi 77,33 pada siklus I. Kemudian hasil menulis cerita fantasi siswa juga kembali mengalami peningkatan menjadi 78,07 pada siklus II. Selain itu, penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Example Non-example juga mengakibatkan terjadinya perubahan perilaku pada siswa. Perubahan perilaku tersebut berupa perubahan perilaku intensional, positif dan aktif, serta efektif dan fungsional yang semakin baik pada tiap siklusnya. Berdasarkan uraian tersebut, dapat terbukti bahwa model pembelajaran koperatif tipe Example Non-example dapat meningkatkan keterampilan menulis cerita fantasi dan mengubah perilaku belajar ke arah yang lebih baik pada siswa kelas VII G SMP N 1 Kroya. | The goals of this research are to describe the improvement of fantasy story writing skills in students of class VII G, SMP N 1 Kroya and the behavior changes of student that happen during the activity of learning to write fantasy short story. This research is a classroom action research and the subjects are the students of class VII G of SMP N 1 Kroya which consist of 30 students. The object of this research is the fantasy short story writing skill using Example Non-example type of cooperative learning models in class VII G SMP N 1 Kroya. The use of Cooperative Learning Models with the type of Example Non-example in learning to write fantasy short stories in class VII G students of SMP N 1 Kroya can improve their fantasy short story writing skills in each cycle that have conducted in this research. In its implementation, this research was conducted in three cycles, namely prasiklus, cycle I, and cycle II. The average score of writing in the pre-cycle is 61.67, and then increased to 77.33 in the cycle I. Then, the results of writing a fantasy short story of students also increased again to 78.07 in the second cycle. In addition, the use of Cooperative Learning Models Example Non-example type also give some results in the behavior changes of the students. The changes of students behavior íncluded about the intentional behavior, positive and active, effective and functional that increasing in each cycle. Based on the results of the research, this Cooperative Learning Models in type Example Non-example can improve students' writing skills, especially fantasy short stories and also give some results in the behavior changes of the students in class VII G SMP N 1 Kroya. | |
| 25529 | 28388 | G1A016042 | PERBEDAAN JUMLAH SEL PIRAMIDAL KORTEKS PREFRONTAL TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN PASCA INDUKSI PARADOXICAL SLEEP DEPRIVATION DAN TOTAL SLEEP DEPRIVATION | ABSTRAK Latar belakang : Stres yang disebabkan oleh perlakuan paradoxical sleep deprivation (PSD) dan total sleep deprivation (TSD) meningkatkan terjadinya strees oksidatif dan inflamasi yang dapat mengakibatkan kerusakan multi organ, termasuk otak. Individu dengan sleep deprivation dilaporkan mengalami gangguan yang signifikan dalam fungsi kognisi dan kontrol perilaku yang diperankan oleh korteks prefrontal serebrum. Belum ada penelitian yang mengkonfirmasi bahwa PSD dan TSD dapat menyebabkan penurunan jumlah sel piramidal sebagai neuron proyeksi utama pada korteks prefrontal. Tujuan : Mengetahui perbedaan jumlah sel piramidal korteks prefrontal tikus putih (Rattus norvegicus) jantan pasca induksi paradoxical sleep deprivation (PSD) dan total sleep deprivation (TSD). Metode : Desain penelitian eksperimental yang digunakan adalah post test only with control group. Tiga puluh ekor tikus putih dibagi secara acak menjadi 3 kelompok yaitu KI (kontrol sehat), KII (PSD 20 jam/hari selama 8 hari), KIII (TSD 24 jam/hari selama 8 hari). Hasil : Rerata jumlah sel piramidal korteks prefrontal tertinggi terdapat pada KI (77,10±26,113), diikuti KII (66,67±24,556) dan terendah KIII (65,90±34,911). Uji One Way ANOVA didapatkan p>0,05, yaitu p=0,638. Kesimpulan : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan rerata jumlah sel piramidal korteks prefrontal tikus putih (Rattus norvegicus) jantan pasca induksi paradoxical sleep deprivation (PSD) dan total sleep deprivation (TSD). | ABSTRACT Background: Stress caused by paradoxical sleep deprivation (PSD) and total sleep deprivation (TSD) increased oxidative stress and inflamation which can cause multiple organ damage, including the brain. Individu with sleep deprivation reported to experience significant impairments in cognitive function and behavioral control played by the cerebrum prefrontal cortex. There are no studies yet that confirm PSD and TSD can cause decreased in pyramid cells count as the main projection neurons in prefrontal cortex. Objective: To know the difference of prefrontal cortex pyramidal cell number in male albino rats (Rattus norvegicus) after paradoxical sleep deprivation (PSD) and total sleep deprivation (TSD) induction. Method: The design used in this experimental research was post test only with control group. Thirty male albino rats were distributed into 3 groups, KI (health control), KII (PSD 20 hours/day for 8 days), KIII (TSD 24 hours/day for 8 days) Result: The highest prefrontal cortex pyramidal cell counts were found in KI (77.10 ± 26.113), followed by KII (66.67 ± 24.556) and the lowest KIII (65.90 ± 34.911). Result for One Way ANOVA test obtained p> 0.05, which is p = 0.638. Conclusion: There was no significant difference in the mean of prefrontal cortex pyramidal cells number in male albino rats (Rattus norvegicus) after paradoxical sleep deprivation (PSD) and total sleep deprivation (TSD) induction. | |
| 25530 | 28389 | K1B015062 | Penyelesaian Numerik Persamaan Telegraf Berdimensi Satu dan Berorde Dua Menggunakan Metode Kolokasi B-Spline Kubik | Persamaan telegraf merupakan salah satu contoh persamaan diferensial parsial yang menggambarkan tentang perambatan gelombang dalam transmisi kabel. Persamaan telegraf berdimensi satu dan berorde dua merupakan persamaan hiperbolik homogen dan nonhomogen. Persamaan telegraf pada kasus nonhomogen dapat diselesaikan menggunakan metode numerik. Metode numerik yang digunakan pada penelitian ini yaitu gabungan fungsi B-spline kubik dan pendekatan kolokasi. Metode kolokasi B-spline kubik diterapkan pada tiga contoh simulasi dengan fungsi yang berbeda-beda. Penyelesaian numerik dari ketiga contoh simulasi tersebut dibandingkan dengan penyelesaian eksak menggunakan RMSE (root mean square error), galat norm L2, dan galat norm L-inf. Metode kolokasi B-spline kubik dikatakan efisien jika galat yang dihasilkan relatif kecil yaitu mendekati nol. Galat dapat dipengaruhi oleh ukuran langkah dan beda waktu. | Telegraph equation is one of the example of partial differential equation that describes about wave propagation in transmission lines. One-dimensional and second order telegraph equations are homogenous and nonhomogenous hyperbolic equations. The nonhomogenic telegraph equation can be solved using numerical methods. The numerical method used in this study is a combination of cubic B-spline functions and collocation approach. Cubic B-spline collocation method is applied to three simulation examples with different functions. The numerical solution of these simulation examples is compared with the exact solution using RMSE (root mean square error), L2-norm error, and L-inf-norm error. Based on the error of these cases, if the error is relatively small and it closes to zero, then cubic B-spline collocation method is efficient. The error can be influenced by the distance and time step size. | |
| 25531 | 28390 | F1F014009 | THE ADAPTATION OF THE CHARACTERS ELEMENT IN THE WIZARD OF OZ NOVEL (1960) INTO MOVIE THE WIZARD OF OZ (1939) | Dewi, Fiana Sukma, 2019. Adaptasi Unsur Karakter dalam novel The Wizard of OZ (1960) dan film The Wizard of Oz (1939). Tesis. Pembimbing 1: Eni Nur Aeni, MA. Pembimbing 2: Rosyid Dodiyanto, S.S., M.Hum. Penguji: Mimien Aminah Sudja'ie, M.A. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, Program Studi Sastra Inggris, Purwokerto. Penelitian yang berjudul “Adaptasi Unsur Karakter dalam novel The Wizard of OZ dan film The Wizard of Oz” ini bertujuan untuk mengetahui proses penghapusan, penambahan dan variasi karakter elemen dari novel serta film“ The Wizard of OZ". Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis data. Sedangkan data primer diambil dari novel The Wizard of OZ karya Lyman Frank Baum yang diterbitkan pada tahun 1960. Teori adaptasi oleh Pamusuk Eneste digunakan untuk menganalisis karakter yang mengalami proses penghapusan, penambahan atau variasi dalam proses adaptasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek penghapusan, penambahan dan variasi karakter ditemukan dalam proses pembuatan film yang terjadi karena beberapa faktor. Data menunjukkan bahwa ada dua puluh satu karakter yang dihapus dalam proses adaptasi karena pentingnya elemen cerita, keterbatasan durasi film dan kurangnya teknologi. Penambahan karakter juga ditemukan dalam proses adaptasi yang terjadi karena dua aspek, yaitu, alasan logis sebagai bagian penting dalam sudut pandang film dan penambahan plot. Seangkan variasi karakter yang ditemukan dalam penelitian ini dapat dilihat dari properti atau kostum yang digunakan dalam film dan penampilan fisik tokoh. | Dewi, Fiana Sukma, 2019. The Adaptation of Characters Element in The Wizard of OZ novel (1960) into movie The Wizard of Oz (1939). Thesis. Supervisor 1: Eni Nur Aeni, MA. Supervisor 2: Rosyid Dodiyanto, S.S., M.Hum. Examiner: Mimien Aminah Sudja’ie, M.A. Ministry of Research, Technology and Higher Education, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, English Department, English Literature Study Program, Purwokerto. This research entitled “The Adaptation of Characters Element in The Wizard of OZ novel into movie The Wizard of Oz” is aimed at finding out how the deletion, addition and variation processes of the characters element from the novel as well as the movie “The Wizard of Oz”. This research uses qualitative method in analyzing the data, while the primary data were taken from Lyman Frank Baum’s novel The Wizard of OZ published in 1960. Pamusuk Eneste’s adaptation theory is used to analyze the characters that experience either deletion, addition or variation in the process of adaptation. The result shows that the deletion, addition and variation aspects of the characters are found in the movie-making processes due to some factors. The data shows that there are twenty one characters which are deleted in the process of adaptation due to the importance of the story elements, limitation of the movie duration and the lack of technology. The addition is also found in the process of adaptation which happen due to two aspects of the adaptation, namely, the logical reason as the important part in movie viewpoint and the additional plot. Whereas the variation which is found in this research can be seen through the properties or costumes and the physical appearance. | |
| 25532 | 28406 | F1A016103 | LANSIA PEMBATIK (Studi Tentang Industri Batik Sebagai Upaya Peningkatan Kemandirian Ekonomi Kelompok Lansia) | Pada tahun 2019 Indonesia dikatakan sebagai negara berstruktur tua karena mengalami kenaikan jumlah lansia di atas 7% dengan jumlah 9.32% atau sekitar 2307,14 juta jiwa dari total populasi lansia. Data ini menempatkan Indonesia pada posisi yang dilematis. Hal ini karena peningkatan pelayanan kesehatan dapat memperpanjang Usia Harapan Hidup (UHH) tetapi di sisi lain menyebabkan peningkatan jumlah penduduk lansia. Dengan demikian menyebabkan permasalahan. Salah satunya adalah meningkatnya beban tanggungan usia produktif. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemandirian ekonomi lansia pengrajin batik. Penelitian ini dianalisis melalui salah satu konsep pemberdayaan, yaitu kemandirian dengan metode penelitian kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah lansia pembatik cap dan tulis serta pemilik industri batik yang ditentukan dengan menggunakan teknik purposive dan snowball sampling. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sementara itu, teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data interaktif Milles dan Huberman. Hasilnya menunjukkan bahwa pekerjaan sebagai pembatik cap dan tulis menjadi alternatif bagi lansia untuk dapat aktif dan mandiri memenuhi kebutuhan hidup mereka sendiri. Artinya mereka memiliki kemandirian ekonomi karena tidak ingin menjadi beban maupun bergantung terhadap anaknya. Bahkan mereka turut berkontribusi untuk membantu ekonomi anak dan memenuhi kebutuhan cucunya. Pekerjaan ini memberikan peningkatan ekonomi khususnya bagi pembatik tulis ketika suaminya tidak lagi memiliki penghasilan tetap. Sementara itu, pekerjaan sebagai pembatik cap dianggap lansia lebih menguntungkan daripada pekerjaan sebelumnya karena memiliki penghasilan yang tetap dan jelas. Kata kunci: Lansia, Pemberdayaan, Kemandirian | In 2019, Indonesia is said to be an old structured country because of an increase in the number of elderly above 7% with a total of 9.32% or around 2307.14 million of the total elderly population. This data puts Indonesia in a dilemma. This is because increasing health services can extend Life Expectancy (UHH) but on the other hand it causes an increase in the number of the elderly population. Thus causing problems. One of them is the increasing burden of productive age dependents. The purpose of this study is to describe the economic independence of the elderly batik craftsmen. This study was analyzed through one of the concepts of empowerment, namely independence with qualitative research methods. The informants in this study were the elderly of stamp and writing batik and batik industry owners who were determined using purposive and snowball sampling techniques. Data obtained through interviews, observations, and documentation. Meanwhile, the data analysis technique used is Milles and Huberman's interactive data analysis. The results show that the work as a stamp and written batik becomes an alternative for the elderly to be able to actively and independently meet their own living needs. This means they have economic independence because they do not want to be a burden or dependent on their children. They even contributed to help the child's economy and meet the needs of his grandchildren. This job provides economic improvement, especially for written batik when her husband no longer has a steady income. Meanwhile, the job as a batik stamp is considered elderly more profitable than the previous job because it has a steady and clear income. Keywords: Elderly, Empowerment, Independence | |
| 25533 | 28392 | I1F017010 | GAMBARAN SELF MONITORING BLOOD GLUCOSE PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS BATURRADEN I | Abstrak GAMBARAN HAMBATAN SELF MONITORING BLOOD GLUCOSE PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS I BATURADEN Yanuar, Atyanti Isworo, Yunita Sari Latar Belakang: Penderita diabetes mellitus cenderung memiliki kadar gula darah yang tidak terkontrol, sehingga mereka membutuhkan self monitoring blood glucose untuk mengawasi agar tetap normal.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hambatan self monitoring blood glucose pada pasien DM tipe 2. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional (potong lintang). Sampel penelitian sebanyak 71 responden dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang pernah digunakan sebelumnya dan dilakukan modifikasi, serta telah dilakukan uji validitas (content validity). Pengolahan data menggunakan analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukan sebagian besar usia responden pada kategori lansia awal (46-55 th) sebesar 56,3%. Jenis kelamin responden mayoritas perempuan (74,6%) dengan tingkat pendidikan sebagian besar masih rendah, yaitu SD (47,9%) dan SMP (33,8%). Berdasarkan pekerjaan sebagian besar sudah bekerja (63,4%). Hasil persespsi SMBG mendapati sebagian besar responden cukup baik (57,7%), serta memiliki hambatan ketersediaan biaya (70,4%) dan ketersediaan alat (95,8%). Mayoritas responden memiliki situasi yang tidak mendukung dalam melaksanakan SMBG (83,1%), meskipun lebih dari separuh responden merasa tidak takut untuk melakukan SMBG (59,2%) Kesimpulan: Ketersediaan biaya dan alat, serta situasi yang tidak mendukung masih menjadi hambatan dalam melakukan SMBG. Kata kunci: Diabetes, Self Monitoring Blood Glucose, Persepsi | Abstract DESCRIPTION OF BARRIERS TO SELF MONITORING OF BLOOD GLUCOSE TO PATIENTS DIABETES MELLITUS TYPE 2 IN PUSKESMAS I BATURADEN Yanuar, Atyanti Isworo, Yunita Sari Backgrounds : People with diabetes melitus tends to have uncontrolled blood sugar levels, so they need self monitoring blood glucose to oversees to stay normal. This study aims to describe the barriers of self monitoring blood glucose with patient diabetes melitus type 2. Methods : This study was a descriptive quantitative using a cross sectional approach. The number of samples was 71 respondent with a total sampling technique. Research data collection using questionnaire adapted from previous study which has been modified. Results : The results showed that the majority of respondents in the early elderly category (46-55 years) amounted to 56.3%. The majority of respondents are female (74.6%) with the majority of education level still low, namely elementary school (47.9%) and junior high school (33.8%). Based on work, most of them are employed (63.4%). The SMBG perception results found that the majority of respondents were good enough (57.7%), and had constraints in the availability of funds (70.4%) and tools (95.8%). The majority of respondents have a situation that does not support in implementing SMBG (83.1%), although more than half of respondents feel not afraid to do SMBG (59.2%). Conclusion : Availability of costs and tools, and unsupportive situations are still to be barriers in conducting SMBG. Keywords : Diabetes, Self monitoring blood glucose, perception | |
| 25534 | 28424 | G1A016081 | Kadar Hormon Melatonin pada Anak dengan Infantile Anorexia Usia 12-36 Bulan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo | Latar Belakang : Infantile anorexia merupakan gangguan makan dengan manifestasi utama berupa hilangnya nafsu makan pada saat masa infant. Karakteristik yang khas pada infantile anorexia adalah terjadinya penolakan makan secara mencolok, defisiensi pertumbuhan, dan kehilangan nafsu makan yang khas. Diperkirakan 10-50% memiliki gangguan tidur. Hormon yang mengatur mengenai gangguan tidur yaitu melatonin. Hormon melatonin adalah hormon yang secara alami dihasilkan saat gelap (intensitas cahaya berkurang), sehingga saat hormon ini mulai dihasilkan seseorang akan mengantuk dan akhirnya tertidur di malam hari. Tujuan : Mengetahui rerata kadar hormon melatonin pada anak dengan infantile anorexia usia 12-36 bulan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo dibandingkan nilai rujukan kadar hormon melatonin. Metode : Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian sebanyak 21 anak infantile anorexia diambil menggunakan total sampling. Data infantile anorexia didapatkan dari diagnosis dokter spesialis anak dan kuesioner. Kadar melatonin diukur dengan menggunakan metode ELISA. Hasil : Hasil analisis bivariat rerata kadar hormon melatonin pada pasien infantile anorexia menggunakan uji one sampel t-test menunjukkan p value=0,000 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan rerata kadar hormon melatonin pada anak dengan infantile anorexia dibandingkan nilai rujukan (325 pg/ml). Kesimpulan : Terdapat perbedaan yang signifikan rerata kadar hormon melatonin pada infantile anorexia anak usia 12-36 bulan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.dibandingkan nilai rujukan kadar hormon melatonin. | Background: Infantile Anorexia is an eating disorder with the main manifestations of loss of appetite during infancy. The characteristics of Infantile Anorexia are food refusal, growth deficiency, and loss of appetite. An estimated 10-15% of children have sleep disorders. The hormone that regulates sleep disorders is melatonin. The melatonin hormone is a hormone that is naturally produced when it’s dark(the intensity of the light decreases), so when the hormone begins to be produced in their body so they will get sleepy and eventually fall asleep at night. Objective: To knowing average hormone melatonin levels in children with infantile anorexia aged 12-36 months in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo compared to the normal level of the hormone melatonin. Method: This study was an observational analytic study with a cross-sectional approach. The subjects of the study were 21 infantile anorexia children who have been taken using total sampling. Infantile anorexia’s data were obtained from the doctor’s diagnosis and interview. Melatonin levels were measured using an ELISA reader. The relation of melatonin hormone levels was analyzed using a one-sample t-test. Results : The results of the bivariate analysis between levels of the hormone melatonin in infantile anorexia patients using the one-sample t-test showed p valuve=0,000 (p<0.05). This shows that there was a significant difference in the average level of the melatonin hormone in infantile anorexia compared reference value of of melatonin hormone. Conclusion : There is a significant difference in the average level of the hormone melatonin in infantile anorexia in children aged 12-36 months in Prof. Dr. Margono Soekarjo compared the reference value of melatonin hormone levels. | |
| 25535 | 28393 | G1A016009 | Efek Pemberian Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera) Terhadap Gambaran Histopatologis Pembuluh Darah Aorta Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Model Hiperurisemia | Latar Belakang: Ketidakseimbangan antara produksi dan ekskresi asam urat dapat menyebabkan terjadinya peningkatan kadar asam urat dalam darah yang disebut hiperurisemia. Salah satu penyebab hiperurisemia karena meningkatnya konsumsi purin. Hiperurisemia dapat memicu pembentukan aterosklerosis melalui disfungsi endotel, peroksidasi lipid dan inflamasi. Daun kelor memiliki kandungan senyawa seperti flavonoid, tannin, saponin, fenol, vitamin C, dan vitamin E yang mempunyai kemampuan sebagai antioksidan, antiinflamasi dan antihiperurisemia. Tujuan: Untuk mengetahui efek pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) terhadap gambaran histopatologis pembuluh darah aorta pada tikus putih (Rattus norvegicus) model hiperurisemia. Desain Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan post test only with control group design. Bahan biologis tersimpan (BBT) dari 25 ekor tikus putih dibagi dalam 5 kelompok yaitu kelompok A sebagai kontrol sehat, kelompok B sebagai kontrol sakit (diberikan induksi otak sapi 20 gr/hari), kelompok C, D, E sebagai kelompok perlakuan (diberikan induksi otak sapi 20 gr/hari dan dosis ekstrak daun kelor dengan dosis 300, 600, 1200 mg/kgBB/hari). Hasil: Rerata ketebalan dinding pembuluh darah aorta pada kelompok A: 25,14 µm, kelompok B: 36,84 µm, kelompok C: 34,12 µm, kelompok D: 34,08 µm, kelompok E: 25,34 µm. Analisa data pada penelitian ini menggunakan uji parametrik One Way ANOVA dilanjut dengan uji Post Hoc LSD. Uji One Way ANOVA menunjukkan nilai p=0,030 (p<0,05). Uji Post Hoc LSD menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara kelompok A dengan kelompok B, C dan D, kelompok B dengan kelompok A dan E. Kesimpulan: Pemberian ekstrak daun kelor pada dosis 1200 mg/kgBB/hari dapat mencegah penebalan dinding pembuluh darah aorta tikus putih model hiperurisemia. | Latar Belakang: Ketidakseimbangan antara produksi dan ekskresi asam urat dapat menyebabkan terjadinya peningkatan kadar asam urat dalam darah yang disebut hiperurisemia. Salah satu penyebab hiperurisemia karena meningkatnya konsumsi purin. Hiperurisemia dapat memicu pembentukan aterosklerosis melalui disfungsi endotel, peroksidasi lipid dan inflamasi. Daun kelor memiliki kandungan senyawa seperti flavonoid, tannin, saponin, fenol, vitamin C, dan vitamin E yang mempunyai kemampuan sebagai antioksidan, antiinflamasi dan antihiperurisemia. Tujuan: Untuk mengetahui efek pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) terhadap gambaran histopatologis pembuluh darah aorta pada tikus putih (Rattus norvegicus) model hiperurisemia. Desain Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan post test only with control group design. Bahan biologis tersimpan (BBT) dari 25 ekor tikus putih dibagi dalam 5 kelompok yaitu kelompok A sebagai kontrol sehat, kelompok B sebagai kontrol sakit (diberikan induksi otak sapi 20 gr/hari), kelompok C, D, E sebagai kelompok perlakuan (diberikan induksi otak sapi 20 gr/hari dan dosis ekstrak daun kelor dengan dosis 300, 600, 1200 mg/kgBB/hari). Hasil: Rerata ketebalan dinding pembuluh darah aorta pada kelompok A: 25,14 µm, kelompok B: 36,84 µm, kelompok C: 34,12 µm, kelompok D: 34,08 µm, kelompok E: 25,34 µm. Analisa data pada penelitian ini menggunakan uji parametrik One Way ANOVA dilanjut dengan uji Post Hoc LSD. Uji One Way ANOVA menunjukkan nilai p=0,030 (p<0,05). Uji Post Hoc LSD menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara kelompok A dengan kelompok B, C dan D, kelompok B dengan kelompok A dan E. Kesimpulan: Pemberian ekstrak daun kelor pada dosis 1200 mg/kgBB/hari dapat mencegah penebalan dinding pembuluh darah aorta tikus putih model hiperurisemia. | |
| 25536 | 28394 | G1D014087 | HUBUNGAN KEAKTIFAN BERORGANISASI DENGAN NILAI MATA KULIAH KOMUNIKASI II PADA MAHASISWA JURUSAN KEPERAWATAN UNSOED ANGKATAN 2018 | HUBUNGAN KEAKTIFAN BERORGANISASI DENGAN NILAI MATA KULIAH KOMUNIKASI II PADA MAHASISWA JURUSAN KEPERAWATAN UNSOED ANGKATAN 2018 Mawar Anggriani Pattikupang1, Keksi Girindra Swasti2, Wahyudi Mulyaningrat3 ABSTRAK Latar Belakang: Perguruan tinggi diharapkan mampu mengembangkan bakat dan minat mahasiswa melalui pengembangan dalam kegiatan kemahasiswaan. Mahasiswa diberi peluang untuk mengikuti berbagai macam kegiatan, untuk dapat mengasah keterampilan dalam berbagai aspek sesuai dengan keinginan dan kemampuan yang dimiliki selama berada di perguruan tinggi. Pengalaman mengikuti organisasi kemahasiswaan dapat memberi bekal kepada mahasiswa dalam berbagai hal dan dapat meningkatkan kemampuan dalam berkomunikasi. Metodologi:Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectionaluntuk menghubungkan keaktifan berorganisasi dengan nilai mata kuliah komunikasi II pada mahasiswa jurusan keperawatan Unsoed angkatan 2018. Pengambilan sempel data menggunakan total sampling dengan jumlah 60 responden . Hasil: Terdapat mahasiswa yang mengikuti organisasi sebanyak 68,3%dan tidak mengikuti organisasi sebanyak 31,7%. Lama mahasiswa yang mengikuti organisasi mayoritas 3 semester sebanyak 48,3%. Dan mayoritas nilai komunikasi II berada pada kategori AB sebanyak 41,7%. Hasil analisis bivariat menunjukan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara keaktifan berorganisasi terhadap nilai mata kuliah komunikasi II dengan nilai p = >0,922r = 0,012 Kesimpulan:Keikutsertaan dalam berorganisasi dan lama berorganisasi pada mahasiswa keperawatan 2018 tidak berhubungan dengan nilai mata kuliah komunikasi II. Kata kunci : Keaktifan berorganisasi, mahasiswa, nilai komunikasi II 1Mahasiswa Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman 2,3Depertemen Keperawatan Jiwa, Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman Depertemen keperawatan Jiwa, Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman | THE CORRELATIONBETWEEN ORGANIZATIONAL ACTIVENESSANDTHE RESULT OF COMMUNICATION COURSE II ON NURSING STUDENTSOF UNSOED 2018 Mawar Anggriani Pattikupang1, Keksi Girindra Swasti2, Wahyudi Mulyaningrat3 ABSTRACT Background: Higher education is expected to be able to develop students' talents and interests through development in student activities. Students are given the opportunity to participate in various activities outside, to be able to improve the skills in various aspects in accordance with the desires and abilities possessed while in college. The experience of participating in student organizations can provide students with a variety of things and can improve communication skills. Methodology: This research was a quantitative study with a cross sectional approach to link organizational activeness with the value of communication II for students majoring in Nursing Department Unsoed in 2018. Sampling of data used total sampling with a total of 60 respondents. Results: There were who joined the organization 68.3% and 31.7%did not attend the organization. The number of students taking part in the 3 semester majority organization was 48.3%. The majority of communication II values were in the AB category 41.7%. The results of bivariate analysis showed that there was no significant relationship between organizational activity on the value of communication II with a value of p => 0.922 r = 0.012 Conclusion: There participation and length of joining the organization of nursing students in 2018 was no statistical relationship between and communication II. Keywords: Organizational activeness, students, communication II 1 Nursing student, Faculty of health sciences, University of Jenderal Soedirman 2,3Mental Nursing Department, Department of Nursing, Faculty of health sciences, University of Jenderal Soedirman. Mental Nursing Department, Department of Nursing, Faculty of health sciences, University of Jenderal Soedirman. | |
| 25537 | 28395 | J1D015033 | Nilai Moral Dalam Film Hafalan Shalat Delisa Untuk Pembelajaran Kelas XI (Kajian Ekranisasi) | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) transformasi novel Hafalan Shalat Delisa ke dalam film dan (2) nilai moral dalam film Hafalan Shalat Delisa. Bentuk penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah karya sastra berbentuk novel dan film dengan judul “Hafalan Shalat Delisa”. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca, simak, dan catat. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan metode pembacaan heuristik dan hermeneutika. Hasil penelitian ini yaitu terdapat proses penciutan, perubahan bervariasi, dan penambahan yang terdapat dalam pelayar putihan novel Hafalan Shalat Delisa ke dalam Film. Selanjutnya, terdapat tiga jenis nilai moral di dalam film Hafalan Shalat Delisa meliputi (1) hubungan manusia dengan Tuhannya (2) hubungan manusia dengan dirinya sendiri, dan (3) hubungan manusia dengan manusia lain. Dari hasil penelitian mengenai nilai moral dalam film Hafalan Shalat Delisa terdapat relevansi terhadap pembelajaran sastra di sekolah, yakni pada tingkat SMA kelas XI mata pelajaran bahasa Indonesia khususnya pada KD 3.18 mengidentifikasi alur cerita, babak demi babak, dan konflik dalam drama yang dibaca atau ditonton. Nilai moral yang terdapat dalam film Hafalan Shalat Delisa diharapkan dapat membuat peserta didik memperdalam dan mengaplikasikan nilai-nilai yang terdapat dalam film Hafalan Shalat Delisa yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. | This study aims to describe (1) the transformation of the novel Hafalan Shalat Delisa into the film and (2) the moral values in the film Hafalan Shalat Delisa. This research is a qualitative descriptive study. The subject of this research is a literary work in the form of novels and films with the title "Memorandum of Shalat Delisa". Data collection is done by reading, listening and note taking techniques. The data analysis technique of this study used the method of reading heuristics and hermeneutics. The results of this study are there are processes of downsizing, varied changes, and additions contained in the voyage of the novel Hafalan Shalat Delisa novel into the film. Furthermore, there are three types of moral values in the film Memorandum of Shalat Delisa covering (1) human relations with God (2) human relations with himself, and (3) human relations with other humans. From the results of research on moral values in the film Hafalan Shalat Delisa there is relevance to literary learning in schools, namely at the high school level class XI Indonesian subjects especially in KD 3.18 identify the storyline, round by round, and conflict in drama read or watched. Moral values contained in the film Hafalan Shalat Delisa are expected to make students deepen and apply the values contained in the film Hafalan Shalat Delisa that can be applied in life in the school, family, and community environment. | |
| 25538 | 28396 | E1A113101 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PETUGAS PELAYANAN TEKNIK DI PT. PLN (PERSERO) UP3 PURWOKERTO | Indonesia merupakan Negara yang sedang melakukan pembangunan nasional. Pembangunan tersebut harus didukung oleh tenag kerja yang memiliki keterampilan dan mendapatkan jaminan perlindungan hukum. Salah satu bentuk perlindungan hukum bagi tenaga kerja adalah mengenai keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Berdasarkan uraian tersebut penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Perlindungan hukum terhadap keselamatan dan kerja (K3) petugas pelayanan teknik di PT. PLN (Persero) UP3 Purwokerto”. Metode Pendekatan yang dipakai adalah metode pendekatan yuridis normatif dengan menitikberatkan hukum. Spesifikasi penelitian ini adalah deskriptif analitis. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa undang-undang serta buku-buku literatur yang berkaitan dengan permasalahan penelitian dan data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dengan narasumber di PT. PLN (Persero) UP3 Purwokerto. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa pelaksanaan perlindungan hukum terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di PT. PLN (Persero) UP3 Purwokerto telah dilaksanakan dengan baik yang ditunjukkan dengan penyediaan alat pelindung diri, petugas pelayanan teknik sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, pemasangan rambu-rambu K3, penunjukkan ahli K3 Umum, pembentukan P2K3, dan pelaksanaan SMK3. Guna mengatasi kendala yang dihadapi, PT. PLN (Persero) UP3 Purwokerto melakukan pengasawan terhadap petugas pelayanan teknik yang sedang melaksanakan pekerjaan. | Indonesia is a country which is conducting national development. It must be supported by the skilled workforces who have guaranteed law protection. One of the law protections is occupational safety and health (K3). Based on description, the author is interested to research which entitled “The Law Protection of Occupational Health and Safety (K3) for Technical Service Officers at PT. PLN (PERSERO) UP3 Purwokerto”. The approach method was a normative juridical approach with legal emphasis. The specification of this study was analytical descriptive. The data used was secondary data which came from laws and literature books, they relate to research issues and primary data which were obtained from interviews with the sources at PT. PLN (Persero) UP3 Purwokerto. Based on the results and discussion, it can be concluded that the implementation of law protection for occupational safety and health (K3) at PT. PLN (Persero) UP3 Purwokerto has been implemented well as indicated by the provision of personal protective equipment, technical service personnel have been registered at the BPJS for Employment and Healthcare BPJS, installing safety signs, the appointment of General K3 experts, the formation of safety comitte, and the implementation of SMK3. In order to overcome the obstacles faced, PT. PLN (Persero) UP3 Purwokerto carries out the supervision for technical service officers who are in the order. Keywords : Law Protection, Occupational Health and Safety, Workers | |
| 25539 | 28399 | L1A015048 | PENGARUH FOTOPERIOD TERHADAP PERKEMBANGAN MORFOMETRI DAN INDEKS MORFOANATOMI PADA IKAN CUPANG (Betta splendens) JANTAN STRAIN PLAKAT | Indonesia memiliki beraneka ragam ikan hias. Ikan hias air tawar ada sekitar 400 spesies dari 1.100 spesies dunia dan sekitar 650 spesies ikan hias air laut. Salah satu spesies ikan hias dengan keunikan tersendiri dibandingkan ikan hias lainnya adalah Ikan Cupang (Betta splendens). Fotoperiod merupakan salah satu teknik usaha budidaya untuk meningkatkan hasil produksi benih ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fotoperiod terhadap perkembangan morfometri dan perkembangan indeks morfoanatomi ikan cupang jantan strain plakat. Metode eksperimen dalam penelitian ini menerapkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan 3 fotoperiod berbeda dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah A (14T:10G), Perlakuan B (10T:14G), dan perlakuan C (control/ambient). Data penelitian berupa 14 karakter morfometri, berat tubuh, dan indeks morfoanatomi. ANOVA menunjukan bahwa fotoperiod tidak berpengaruh nyata terhadap nilai IGS, nilai IHS, IVS dan perkembangan morfometri. Semakin lama waktu gelap maka pertumbuhan panjang semakin baik. | Indonesian has a wide variety of ornamental fish. Freshwater ornamental fish there are about 400 species from 1.100 species of the world and about 650 species of sea water ornamental fish. One species of ornamental fish with its own uniqueness compared to other ornamental fish is Betta Fish (Betta splendens). Photoperiod is one of cultivation business techniques to increase fish seed production. The purpose of this study was to determine the effect of photoperiod on morphometric development and morphoanatomy index development of male betta strain plaque. The experimental method in this research applies a completely randomized design (CRD) with 3 different photoperiod treatments and 5 replications. The treatments given were A (14T: 10G), Treatment B (10T: 14G), and C (control / ambient). The research data were 14 morphometric characters, body weight, and morphoanatomy index. ANOVA showed that photoperiod had no significant effect on IGS value, IHS value, IVS and morphometric development. The longer the dark time, the better the long growth. | |
| 25540 | 28400 | F1D014042 | KEPEMIMPINAN POLITIK KEPALA DESA DALAM PENGEMBANGAN DESA DERMAJI KECAMATAN LUMBIR KABUPATEN BANYUMAS | Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk memahami pola kepemimpinan Bayu Setyo Nugroho sebagai kepala desa Dermaji dan memahami faktor pendukung dan faktor penghambat dalam kepemimpinan Bayu Setyo Nugroho sebagai kepala desa Dermaji. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut : Pertama, kepemimpinan Bayu Setyo Nugroho menunjukan tipe kepemimpinan kharismatik, sehingga masyarakat menilai bahwa Bayu Setyo Nugroho sebagai Kepala Desa yang tidak dapat tergantikan. Hal itu terbentuk karena kinerja Bayu Setyo Nugroho sebagai kepala desa mempunyai kualitas personal yang sangat baik dan profesional karena prestasinya. Selain itu, Bayu Setyo Nugroho memiliki tipekepemimpinan yang demokratis, program-program kerjanya yang menyentuh langsung ke masyarakat Desa Dermaji dan memiliki sifat responsive leader yang mau mendengar atau menanggapi masukan-masukan dari tataran anak buahnya (orang lain). Kedua, faktor yang mendorong kepemimpinan Bayu Setyo Nugroho, antara lain: Kualitas personal dan manageraial pemerintahan yang sangat profesional. Sedangkan keterbatasan sumberdaya manusia menjadi penghambat kepemimpinan Bayu Setyo Nugroho dalam pembangunan desa Dermaji, seperti kesadaran masyarakat yang masih kurang, sehingga belum mampu menerjemahkan program secara langsung. | This study aims to understand the leadership pattern of Bayu Setyo Nugroho as the village head of Dermaji and to understand the supporting and inhibiting factors in the leadership of Bayu Setyo Nugroho as the village head of Dermaji. This study uses qualitative research methods with a case study approach. The results of this study are as follows: First, the leadership of Bayu Setyo Nugroho shows the charismatic leadership type, so that the community considers that Bayu Setyo Nugroho as the irreplaceable Village Head. This was formed because Bayu Setyo Nugroho's performance as a village head had very good and professional personal qualities because of his achievements. In addition, Bayu Setyo Nugroho has democratic leadership types, his work programs touch directly to the people of Dermaji Village and have a responsive nature of leaders who are willing to hear or respond to input from the level of his subordinates (others). Second, the factors driving Bayu Setyo Nugroho's leadership include: Personal quality and highly professional governance. Whereas limited human resources hampered the leadership of Bayu Setyo Nugroho in the development of the village of Dermaji, such as the lack of public awareness, so they could not translate the program directly. |